Menu

tutorial membuat foto kuno

Oct
18
2011
by : 1. Posted in : blog

Perusahaan Roti nana
DEP.KES.RI NO.SP.0037 11.32/1993
Alamat : Melikan rt 001/008 Palur. Mojolaban Sukoharjo 57554

Roti adalah sejenis makanan. Bahan dasar utama roti adalah tepung dan air yang difermentasikan oleh ragi, tetapi ada juga yang tidak menggunakan ragi. Nemun kemajuan teknologi manusia membuat roti diolah dengan berbagai bahan seperti garam, minyak, mentega, ataupun telur untuk menambahkan kadar protein di dalamnya sehingga didapat tekstur dan rasa tertentu. Roti termasuk makanan pokok di banyak negara Barat. Roti adalah bahan dasar pizza dan lapisan luar roti lapis. Roti tawar adalah roti yang tidak mempunyai rasa khusus didalamnya, dan biasanya tidak ada rasanya.
Roti Manis adalah roti yang bervariasi jenisnya ini mempunyai rasa yang manis karena mempunyai beraneka ragam rasa seperti roti cokelat, roti pisang, roti pisang keju, roti nanas, roti kelapa dan roti kacang. Roti kacang buatan perusahaan Roti nana menjadi icon roti manis karena banyak yang memesan roti ini. Roti yang dijual dengan harga Rp. 1500,00 ini cukup diminati masyarakat sekitar. Cukup standar harganya, karena roti ini sudah masuk ke Toko-Toko Roti terkenal di Solo seperi ORION.

CARA PEMBUATAN ROTI MANIS

1. Tahap Persiapan
Peralatan :
• Timbangan : Ada banyak jenis timbangan, pilihlah yang akurat, dimana angkanya mudah terbaca dan gerakan jarum penunjuknya benar dan stabil. Atau, jika ingin lebih akurat, Anda bisa menggunakan timbangan digital. Tanpa timbangan yang akurat, roti yang dihasilkan tidak dapat seperti yang diharapkan.
• Mixer : Umumnya ada 2 macam yaitu hand mixer dan stand mixer. Hand mixer bekerja dengan cara dipegang dengan tangan. Sedangkan stand mixer sendiri dilengkapi dengan wadah adonan yang bisa berputar dan penyangga yang semuanya menyatu dengan mixernya. Untuk membuat roti pilih baling – baling yang bentuknya spiral.
• Gelas Ukur : Digunakan untuk mengukur bahan cair seperi air atau susu cair. Tempatkan gelas ukur diatas permukaan yang datar. Pada gelas ukur biasanya ada tulisan cup, cc atau ml. Untuk mengukur cairan gunakan cc atau ml.
• Sendok Ukur : Fungsinya hampir sama dengan gelas ukur. Sendok biasa tidak dapat dijadikan ukuran yang standar. Gunakan sendok ukur bila diperlukan. Sendok ukur dapat dibeli di toko bahan-bahan kue.
• Spatula : Ukuran spatula bermacam-macam sesuai kebutuhannya. Biasanya terbuat dari bahan plastik dan karet yang fleksibel. Digunakan untuk mengaduk adonan setelah dikocok dengan mixer dan untuk memindahkan adonan.
• Oven : Oven yang digunakan bisa oven gas atau oven listrik. Jika tidak ada keduanya, bisa juga menggunakan oven yang terbuat dari seng yang dipanaskan diatas kompor. Setiap jenis dan merek oven memiliki sifat yang berbeda, oleh karena itu kenali dengan baik oven Anda. Misalnya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mecapai suhu tertentu.
• Rak Pendingin : Digunakan untuk mendinginkan atau mengeluarkan semua udara dalam cake setelah keluar dari loyang pembakaran.
• Kertas : Ada baiknya gunakan kertas khusus alas roti. Hal ini untuk memudahkan mengeluarkan roti setelah di panggang dalam oven. Ukuran tergantung dari besar kecil loyang atau cetakan.
• Kuas : Bentuk dan ukuran kuas bervariasi. Digunakan untuk mengoles loyang dengan margarin atau minyak.
• Rolling Pin : Terbuat dari kayu atau kombinasi marmer dan kayu. Fungsi dari alat ini adalah untuk menipiskan dan mengeluarkan udara pada adonan roti yang telah mengembang.
Bahan-Bahan :
• Tepung : Pada umumnya tepung terigu merupakan tepung yang paling sering digunakan untuk membuat roti, karena kandungan proteinnya cukup tinggi. Saat diadoni, protein akan berubah menjadi gluten yang kemudian akan memberi tekstur yang bagus pada roti. Jadi, makin tinggi proteinnya, makin bagus pula roti yang dihasilkan.
Tapi tak jarang pula, untuk mendapatkan roti yang lembut, banyak para baker mencampurkannya dengan tepung terigu protein sedang.
• Ragi : Bahan pengembang yang paling popular untuk roti ini, ada 3 jenis yakni :
1. Ragi basah, aromanya lebih tajam sehingga roti yang dihasilkan lebih khas baunya. Jarang digunakan pada pembuatan roti.
2. Ragi kering, kurang umum digunakan, karena harus dilarutkan dalam air terlebih dahulu.
3. Ragi instan, lebih praktis penggunaannya. Mudah larut dalam adonan. Umum digunakan untuk pembuatan adonan roti.
• Gula : Gula digunakan sebagai makanan ragi, sehingga proses fermentasi ragi menjadi lebih sempurna. Dan juga membuat warna roti lebih cokelat. Jenis gula yang dapat digunakan dalam adonan roti adalah : gula pasir, brown sugar, madu atau sirup gula.
• Garam : Memperkuat rasa, memberikan rasa asin dalam hasil olahan. Mengontrol proses fermentasi ragi agar tidak berlebihan.
• Telur : Berfungsi sebagai emulsifier (pelembut) dan pemberi warna pada hasil adonan.
• Lemak : Yang sering digunakan adalah margarin atau mentega, khusus roti Italia biasanya menggunakan minyak salad. Bahan ini akan membuat roti lebih kaya rasa dan juga lebih lembut.
• Cairan : Bisa menggunakan air ataupun susu cair, karena fungsinya sama – sama melembutkan roti. Lebih baik gunakan cairan dingin, karena membantu mempercepat pengkalisan adonan.
2. Tahap Pembuatan/ Produksi
1) Pemilihan bahan
2) Penimbangan bahan
3) Pengadukan adonan
4) Permentasi awal
5) Penimbangan adonan
6) Pembulatan adonan
7) Permentasi kedua
8) Penghilangan gas pada adonan
9) Pembentukan adonan
10) Pencetakan adonan
11) Permentasi akhir
12) Pembakaran
13) Mengeluarkan roti dari cetakan/loyang
14) Pendinginan
15) Pembungkusan
1. PEMILIHAN BAHAN
• Gunakan bahan yang berkualitas baik
• Pastikan bahan yang digunakan bersertifikat halal
• Bahan yang digunakan cukup tersedia dan dalam kondisi simpanan yg baik
2. PENIMBANGAN BAHAN
• Hindarkan pemakaian takaran dengan sendok atau cangkir.
• Pada saat penimbangan harus teliti dan tepat, hindari tercecernya bahan.
• Untuk penimbangan air, pastikan tidak berlebihan sehingga adonan menjadi lembek.
3. PENGADUKAN / MIXING (30 s/d 45 menit)
• Biasakan semua bahan kering diaduk terlebih dahulu selama 5 menit (airasi) sebelum air dan mentega dimasukkan, agar air dapat dimasukkan secara optimal.
• Lakukan pencampuran semua bahan secara merata untuk hidrasi yang sempurna dari pati dan protein sehingga membentuk gluten, pelunakan gluten dan memperoleh kekuatan menahan gas dengan baik.
• Lama pengadukan harus disesuaikan dengan kemampuan tepung terigunanya (jumlah protein), karena semakin tinggi proteinnya semakin lama pengadukannya, demikian pula sebaliknya.
4. PERMENTASI AWAL ( 10 menit s/d 20 menit)
Proses pemecahan gula oleh ragi menjadi:
• Gas CO2 : Adonan menjadi mengembang
• Alkohol : Memberi aroma pada roti
• Asam : Memberi rasa dan memperlunak gluten
• Panas : Suhu meningkat selama permentasi
Lama dan sebentar permentasi awal sangat tergantung dari jumlah adonan dan jumlah tenaga kerja yang mengerjakan.
Selama pengistirahatan berlangsung diharuskan ditutup dengan plastik agar adonan tidak kering.
5. PENIMBANGAN ADONAN
• Membagi adonan sesuai dengan berat yang diinginkan.
• Gunakan timbangan yang benar, dan lakukan dengan cepat.
• Apabila menggunakan alat pembagi, timbang dulu lalu dibagi menjadi 36 bh.
6. PEMBULATAN ADONAN
• Membentuk lapisan keras dipermukaan adonan, sehingga dapat menahan gas yang dihasilkan.
• Menghaluskan tekstur roti dan mempermudah pekerjaan selanjutnya.
7. PERMENTASI KEDUA ( 10 s/d 15 menit)
• Melunakkan gluten pada adonan.
• Mempercepat permentasi berikutnya
• Selama proses ini, harus ditutup dengan plastik agar tidak kering.
8. PEMBUANGAN GAS PADA ADONAN
• Mengeluarkan gas yang ada dalam adonan dengan cara menekan adonan.
• Dapat menghaluskan tekstur.
• Usahakan semua gas keluar agar serat roti menjadi halus dan merata.
9. PEMBENTUKAN ADONAN
• Adonan roti dibentuk sesuai keinginan.
• Untuk roti manis dapat diisi dengan berbagai isian, tetapi jangan terlalu banyak mengandung air dan minyak agar menghindari roti terbuka.
• Untuk roti tawar usahakan pembentukan dan penggulungan dalam keadaan rapt dan padat, dan sambungannya berada dibawah adonan.
10. PENCETAKAN ADONAN
• Letakkan adonan dalam cetakan (untuk roti tawar) atau di loyang (untuk roti manis) dengan baik dan benar.
• Pastikan setiap sambungan diletakkan dibawah adonan.
• Atur jarak adonan di loyang agar tidak bergabung dan dapat memberikan ruang untuk pemanasan sisi roti.
• Olesi loyang dengan lemak/minyak atau gunakan lapisan kertas agar tidak lengket.
• Pastikan loyang selalu dalam keadaan bersih, baik sebelum dan sesudah digunakan.
11. PERMENTASI AKHIR
• Dilakukan pengembangan adonan agar mencapai bentuk dan kualitas yang maksimal.
• Tempat untuk permentasi akhir ini harus memiliki panas ( 35-40 derajat Celcius) dan kelembaban ruang (80-85%) yang stabil.
• Dapat dilakukan dengan membuat uap air dan pastikan proses ini dilakukan dengan benar, karena akan menentukan hasil akhir dari roti.
• Gunakan alat ukur hygrometer dan termometer ruang.
12. PEMBAKARAN ADONAN
• Temperatur oven sangat menentukan kualitas akhir dari roti yang dibuat, jadi temperaturnya harus sesuai dengan jenis roti yang akan dibakar.
• Lamanya pembakaran ditentukan oleh, jenis oven, jenis /bahan loyang yang digunakan, jenis roti yang dibuat dan jumlah pemakaian gula dalam adonan.
• Roti Tawar 200 derajat Celcius, dengan loyang tertutup 30-40 menit, dengan loyang terbuka 25-30 menit.
• Roti manis 180 derajat Celcius, ukuran 40-60 gram maksimum 15 menit, ukuran 15-20 gram 5-10 menit.
13. MENGELUARKAN ROTI DARI CETAKAN/LOYANG
• Keluarkan roti yang sudah matang dari catakan / loyang sesegera mungkin.
• Untuk roti manis, keluarkan dari loyang dengan sangat hati-hati karena roti yang baru keluar dari oven sangat lembut dan empuk.
• Untuk roti tawar / roti yang menggunakan cetakan, jangan dipaksa, biarkan cetakan lebih kurang 30 detik setelah keluar dari oven, agar lebih mudah dikeluarkan.
14. PENDINGINAN
• Setelah dikeluarkan dari cetakan/loyang, dinginkan roti pada suhu ruang selama 45 – 90 menit.
• Letakkan roti pada rak pendingin dimana panas roti dapat keluar kesegala arah.
• Untuk roti tawar, bila akan dipotong, sebaiknya teperatur roti 30 – 32 derajat Celcius.

3. Tahap pengemasan
Setelah roti selesai dibuat, maka proses yang selanjutnya, yang tidak kalah penting, yaitu proses pengemasan. Ini terutama dilakukakan terhadap roti yang dikomersialkan, atau dijual ke pasaran. Tentunya hal ini harus memenuhi kriteria kesehatan dan keamanan konsumsi. Adapun syarat bahan kemasan roti adalah sebagai beikut :
 Permeabel terhadap udara yang sesuai dengan roti
 tidak beracun dan tidak inert (tidak bereaksi dengan roti).
 kedap air.
 Tahan panas.
 Mudah dikerjakan secara masinal dan harganya relatif murah.

Kemasan yang dipakai untuk membungkus roti biasanya berupa plastik, terutama yang
golongan polietilen dan cellophan.
- Setelah roti selesai maka sesegera mungkin langsung dimasukkan ke dalam plastik yang sudah disiapkan seukuran roti yang kita buat
- Dengan bantuan mesin atau manual, mulut plastik dipanaskan sebelum dilekatkan
- Diusahakan roti yang sudah terkemas kedap terhadap udara luar (biasanya bagian dalam kemasan dibuat menggembung, jika kempes berarti ada bagian plastik yang berlubang/bocor)
- Selanjutnya roti dimasukkan ke dalam kotak karton agar terlindung dari banyak radiasi cahaya, air, dan kontak dengan polutan di udara
- Pertahankan aroma serta pertahankan kondisi agar tetap kering
- Plastik diberi label dengan metode yang tepat, jangan sampai kertas label ataupun cat untuk label mempengaruhi roti yang ada dalam kemasan.

4. Tahap Pemasaran
Setelah roti- roti yang dibuat sudah menjadi kemasan, roti lalu di titipkan di warung-warung, rumah makan, supermarket, hingga Toko Roti terkenal di Solo seperti orion.

TUGAS KEWIRAUSAHAAN
Dosen : Drs. Nur Chusni,M.Ag.

Di buat oleh:
Riris Widyastuti A 210090
Risma Pamukti A 210090233

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2011

tags:

artikel lainnya tutorial membuat foto kuno

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Thursday 19 February 2015 | blog

Kursus privat adalah langkah pendalaman materi, dengan Materi tersebut yang siswa sulit memahaminya atau siswa sangat…

Saturday 10 October 2015 | blog

Bbm kompetensi manajerial mengelola perubahan di sekolah dr. h. ali imron, m.pd, m.si direktorat tenaga kependidikan…

Tuesday 25 November 2014 | blog

BAB I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang   Kemampuan berbahasa Inggris sekarang ini sudah tidak menjadi suatu…

Wednesday 6 August 2014 | blog

NO AKTIFITAS MARKETING ONLINE √ KETERANGAN 1 UPDATE WEBSITE UTAMA MIN. 2 PRODUK / HARI 2…