Advertisement
loading...

trik 

Bab 4
Perkembangan Masyarakat Masa Hindu–Buddha serta Peninggalan-Peninggalannya
Standar Kompetensi
5. Memahami perkembangan masyarakat sejak masa Hindu–Buddha sampai masa Kolonial Eropa.
Kompetensi Dasar
5.1 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Hindu–Buddha serta peninggalan-peninggalannya.

Kebudayaan Hindu-Buddha muncul dan berkembang di India, kemudian menyebar sehingga sampai di Indonesia. pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha dari India menyebar bersamaan dengan perdagangan yang terjadi pada masa dahulu. Kebudayaan Hindu-Buddha dari India ini dengan mudah dapat tumbuh di Indonesia karena masyarakatnya yang terbuka. Kebudayaan tersebut mengakibatkan berbagai perubahan dalam berbagai segi kehidupan masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia kala itu tidak saja menerima mentah-mentah kebudayaan dari India tersebut, masyarakat Indonesia juga menyesuaikan dengan kebudayaan asli Indoneisa. Akibatnya kebudayaan di Indonesia semakin kaya. Hal tersebut dapat terlihat dari berbagai peninggalan hasil kebudayaan Hindu-Buddha. Bagaimana proses masuknya kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia? Bagaimana perkembanganya? Kerajaan-kerajaan apa saja yang muncul akibat masuknya kebudayaan Hindu-buddha? Semua itu akan dibahas pada bab ini.
**gb. Patung Buddha di Borobudur

A. Masuk dan Berkembanganya Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia
Kebudayaan Hindu-Buddha masuk ke Indonesia sejak abad ke-1 Masehi. Kebudayaan tersebut masuk melalui perdagangan. Perdaganan antara India dan Cina yang semula dilakukan melalui jalur darat (jalur sutera) diubah melalui jalur laut karena dianggap lebih efisien. Perdagangan melalui jalur laut inilah yang mengakibatkan kebudayaan Hindu-Buddha masuk ke Indonesia.
1. Mas7uknya Kebudayaan Hindu-Buddha
Kepulauan Indonesia merupakan wilayah yang subur, indah, dan letaknya strategis, yaitu terletak di antara dua benua dan dua samudra. Hal ini menempatkan Indonesia dalam jalur lalu lintas pelayaran dan perdagangan. Sejak tahun 500 SM kegiatan perdagangan di Asia dilakukan melalui jalan darat, dimulai dari Cina melalui Asia Tengah dan Turkistan sampai Laut Tengah. Barang dagangannya berupa kain sutra, sehingga jalan darat itu dikenal sebagai Jalan Sutra.
Bukti keterlibatan Indonesia dalam perdagangan mancanegara banyak kita dapati dari sumber-sumber luar negeri dan dalam negeri, antara lain berikut.
a. Berita dari Cina
Berita dari Cina yang menjelaskan keterlibatan Indonesia dalam perdagangan internasional didapatkan dari catatan masa Dinasti Han, Dinasti Sung, Dinasti Yuan, dan Dinasti Ming; catatan perjalanan Fa-Hien; catatan perjalanan I-Tsing.
1) Catatan Dinasti Han, Dinasti Sung, Dinasti Yuan, dan Dinasti Ming menyatakan bahwa sejak awal tahun Masehi telah terjadi hubungan dagang antara Cina dan Indonesia. Hubungan dagang itu terbukti dari banyaknya barang-barang keramik (porselen) Cina yang ditemukan di Indonesia.
2) Fa-Hien, seorang musafir Cina yang singgah di To-lo-mo (Tarumanegara) selama 5 bulan dalam perjalanannya dari India menuju Cina.
3) I-Tsing (rahib) menuliskan kesan tentang Kerajaan Sriwijaya sebagai salah satu pusat agama Buddha di Asia pada abad ke-7 M.
b. Berita dari India
Berita tertua terdapat dalam kitab Ramayana yang menyebutkan bahwa Dewi Sinta diculik oleh Rahwana. Selanjutnya Hanoman mencarinya sampai ke Javadwipa (Jawa). Sumber lain berasal dari Piagam Nalanda yang menyebutkan bahwa Kerajaan Sriwijaya memegang peran kunci untuk masuk ke wilayah Nusantara.
c. Berita dari Arab
Para saudagar dan ahli-ahli geografi bangsa Arab menulis tentang Indonesia sejak abad ke-6 M. Mereka sering menyebut kerajaan bernama Zabag atau Sribusa. Kemungkinan yang dimaksud dengan Zabag atau Sribusa adalah Kerajaan Sriwijaya. Zabag atau Sribusa terkenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan negeri yang kaya akan emas.
Keterlibatan bangsa Indonesia dalam perdagangan internasional mengakibatkan terjadinya hubungan dengan pedagang-pedagang dari luar. Akhirnya, hubungan tersebut meningkat juga di bidang kebudayaan. Dengan demikian, terjadilah pertukaran dan percampuran kebudayaan Cina, India, Arab, dan Indonesia. Dari percampuran kebudayaan tersebut, ternyata kebudayaan India lebih berpengaruh dibandingkan kebudayaan yang lain.Besarnya pengaruh Hindu-Buddha dalam masyarakat Indonesia telah melahirkan teori- teori mengenai proses indianisasi
a. Teori Waisya
Teori Waisya dikemukakan oleh Prof. N.J. Krom. Ia berpendapat bahwa pembawa dan penyebar hinduisme di Indonesia adalah para pedagang. Di samping melakukan aktivitas dagang, mereka juga bergaul dan berinteraksi dengan masyarakat setempat. Pergaulan dan interaksi antara para pedagang India dan penduduk Indonesia cukup intensif karena para pedagang India harus menunggu angin beberapa waktu yang akan membawa mereka berlayar kembali ke negerinya. Dalam menanti angin musim, paling sedikit harus tinggal selama enam bulan. Dalam rentang waktu tersebut banyak di antara mereka yang melakukan perkawinan dengan penduduk setempat sehingga timbullah masyarakat campuran yang bersifat India – Indonesia. Dari sinilah kebudayaan yang mereka miliki menyebar lebih luas.
b. Teori Brahmana
Teori Brahmana dikemukakan oleh Van Leur. Ia menolak teori Waisya. Alasannya kaum pedagang tidak ahli dalam hinduisme. Menurutnya yang datang ke Indonesia adalah kaum Brahmana yang memang ahli dalam hinduisme. Mereka datang atas undangan para datuk atau kepala suku untuk mengadakan abhiseka (penobatan). Secara Hindu kepala suku mempunyai kedudukan sejajar dengan raja-raja India. Para brahmana karena menguasai seluk beluk keagamaan dan ahli dalam organisasi pemerintahan maka mereka kemudian diangkat sebagai penasehat raja. Teori brahmana banyak memiliki kecocokan apabila dihubungkan dengan bahasa dalam prasasti yang ditemukan di Indonesia, yaitu bahasa Sanskerta. Hal itu karena bahasa Sanskerta adalah bahasa untuk para brahmana.
**gb. Seorang Brahmana
c. Teori Ksatria
Teori Ksatria dikemukakan oleh Majumdar sorang ahli dari India. Menurutnya, masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha ke Indonesia berkaitan erat dengan kegiatan para kesatria yang melakukan penaklukkan dan mendirikan koloni di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Para kesatria melakukan penaklukkan sambil menyebarkan hinduisme. Kelemahan dari teori ini adalah tidak adanya bukti kolonialisme India di Indonesia.
d. Teori Arus Balik
Teori arus balik dikemukakan oleh George Coedes dan F.D.K Bosch. Teori ini menekankan adanya peranan aktif bangsa Indonesia dalam proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia.

2. Pengaruh Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia
Masuknya kebudayaan Hindu-Buddha tentu saja memberikan perubahan pada kebudayaan Indonesia. perubahan tersebut terjadi karena penggunaan kebudayaan Hindu-Buddha secara murni oleh masyarakat Indonesia, juga penyerapan unsur kebudayaan Hindu-Buddha untuk dipadukan dengan kebudayaan asli Indonesia. Berikut adalah pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia.
Dengan masuknya pengaruh budaya India, budaya Indonesia mengalami perubahan yang besar sekali. Pengaruh Hindu – Buddha mendorong munculnya kasta-kasta dalam masyarakat. Sebelumnya Indonesia tidak mengenal pembagian kasta. Dengan adanya pembagian kasta-kasta tersebut tidak hanya menjadikan adanya pembagian tugas dan kedudukan yang tegas, tetapi menyebabkan pula terjadinya perubahan dalam hal interaksi sosial. Empat kasta (caturwarna) dengan urutan dari yang tertinggi adalah sebagai berikut.
a. Kasta Brahmana : kasta pendeta.
b. Kasta Ksatria : kasta bangsawan.
c. Kasta Waisya : kasta pedagang dan kaum buruh menengah.
d. Kasta Sudra : kasta petani, buruh kecil dan kaum budak.
Kasta Brahmana dan kasta Ksatria cenderung tampil terhormat dalam pandangan kaum Waisya dan kaum Sudra. Sistem feodalisme pun berkembang seiring dengan munculnya kerajaan-kejaan Hindu- Buddha. Aspek lain yang berkembang setelah masuknya pengaruh Hindu-Buddha adalah kepercayaan masyarakat. Pola animisme dan dinamisme yang selama ini menjadi kepercayaan masyarakat mulai bergeser ke arah kepercayaan Hindu-Buddha. Meskipun demikian, bukan berarti kepercayaan animisme dan dinamisme hilang dari kepercayaan masyarakat. Keduanya tetap hidup subur dan dapat berjalan seiring dengan pola kepercayaan Hindu-Buddha.
Sistem kasta di Indonesia berbeda dengan sistem di India. Kasta-kasta seperti di atas berlaku dalam masyarakat Hindu Indonesia, tetapi kasta di Indonesia hanya diterapkan di dalam upacara keagamaan, sedangkan kasta di India benar-benar diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan.
Ajaran agama Hindu tercantum di dalam berbagai kitab suci. Kitab tertuanya adalah Weda (Web: bahu, Weda: pengetahuan) yang memuat ajaran-ajaran tertinggi.Weda terdiri dari empat samhita atau empat himpunan, yaitu Regweda, Samaweda, Yajurweda, dan Atharwa Weda.
Pada zaman Weda dikenal banyak dewa, misalnya Dewa Agni (Dewa Api), Dewa Bayu (Dewa Angin), Dewa Surya (Dewa Matahari), Dewa Candra, dan Dewa Indra. Di antara dewa tersebut yang banyak dipuja adalah Dewa Indra dan Dewa Agni. Agama Hindu mengenal adanya Trimurti sebagai kesatuan tiga dewa tertinggi. Dewa-dewa yang disebut Trimurti, seperti berikut.
a. Dewa Brahma sebagai dewa pencipta.
b. Dewa Wisnu sebagai dewa pemelihara.
c. Dewa Syiwa sebagai dewa pembinasa.
Perkembangan juga terjadi pada aspek kebudayaan. Masuknya pengaruh Hindu-Buddha seolah-olah memberi warna baru terhadap kreasi budaya masyarakat. Munculnya keahlian mematung membuat candi, dan menulis ulang beberapa karya sastra Hindu-Buddha yang berkembang di India merupakan contohnya. Ada bentuk perubahan masyarakat yang sangat penting setelah masuknya pengaruh Hindu Buddha, yaitu mulai dikenalnya tulisan. Tradisi menulis prasasti, terutama menggunakan huruf yang berkembang di Kerajaan Pallava (Pallawa) dengan mempergunakan bahasa Sanskerta. Munculnya tradisi menulis merupakan tonggak berakhirnya masa Prasejarah di Indonesia, yaitu pada sekitar abad ke- 5 Masehi. Perkembangan selanjutnya bahasa Sanskerta digantikan dengan bahasa Melayu Kuno, seperti pada peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Huruf Pallawapun diganti dengan huruf Jawa Kuno dan huruf aksara Bali dan Bugis.
Buddha berasal dari kata boddhi, yaitu orang yang telah mendapatkan wahyu. Kitab suci agama Buddha disebut Tripitaka, artinya tiga keranjang. Bahasa yang dipakai dalam kitab Tripitaka adalah bahasa Pali yang kemudian menjadi bahasa suci agama Buddha. Agama Buddha tidak mengenal sistem kasta sehingga banyak orang Hindu pindah ke agama Buddha.
Buddha yang dikenal dalam sejarah adalah orang yang mendirikan agama Buddha, yaitu Sidharta Gautama (putra Raja Sudhodana dari Kerajaan Kapilawastu).Tempat-tempat yang dianggap suci oleh umat Buddha di India, antara lain sebagai berikut.
a. Kapilaswatu, yaitu sebagai tempat kelahiran Sang Buddha.
b. Bodh Gaya, yaitu sebagai tempat Sang Buddha bersemedi dan mencapai Bodhi.
c. Sarnath (dekat Benares), yaitu terdapat Sang Buddha memberikan wejangan yang pertama.
d. Kusinagara, yaitu tempat Sang Buddha wafat.
Masuknya pengaruh Hindu-Buddha juga berpengaruh terhadap cara pengorganisasian masyarakat. Tokoh-tokoh yang dominan dan berpengaruh, kemudian tampil sebagai raja melalui pupacara abhiseka. Dengan demikian, muncullah sistem kerajaan sebagai wahana untuk mengatur kehidupan sosial dan politik masyarakat.
** Arca Buddha
Wujud pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha di bidang pengetahuan berupa sistem penanggalan dan pembuatan candi. Di bidang penanggalan diterapkan perhitungan waktu berdasarkan kalender tahun Saka, yaitu tahun dalam kepercayaan Hindu. Menurut perhitungan, satu tahun Saka sama dengan 365 hari dan perbedaan tahun Saka dengan tahun Masehi adalah 78 tahun. Sebagai contoh tahun Saka 654 maka tahun Masehinya 654 + 78 = 732 M. Selain itu juga diterapkan penanggalan dengan sistem candrasengkala. Candrasangkala adalah susunan kalimat atau gambar yang dapat dibaca sebagai angka. Candrasangkala banyak ditemukan dalam prasasti yang ditemukan di Pulau Jawa dan menggunakan kalimat bahasa Jawa. Sedangkan dalam pembuatan candi, unsut teknologinya didasarkan pada kitab Silpasastra, yaitu sebuah kitab pegangan yang memuat berbagai petunjuk untuk melaksanakan pembuatan arca dan bangunan.

3. Daerah Persebaran Kebudayaan Hindu-Buddha
Masuknya unsur Hindu dan Buddha ke Indonesia berlangsung dengan damai, bertahap, dan berkelanjutan. Wilayah Indonesia sampai dengan abad ke-14 hampir semuanya menerima pengaruh Hindu dan Buddha, kecuali wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
a. Wilayah yang Dipengaruhi Unsur-Unsur Hindu di Indonesia
Kemunculan unsur Hindu di Indonesia diduga pada sekitar abad ke-5 Masehi. Tonggak waktu tersebut diambil dari penafsiran tujuh buah yupa peninggalan Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur dan tujuh buah prasasti dari Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat sekarang ini. Oleh karena yupa dan prasasti di kedua kerajaan tersebut menggunakan huruf Pallawa, maka diperkirakan kebudayaan Hindu yang menyebar ke beberapa daerah di Indonesia pada tahap permulaan berasal dari India Selatan. Agama dan kebudayaan Hindu di Indonesia kemudian berkembang di kerajaan-kerajaan, seperti Kerajaan Holing, Mataram Hindu, Kanjuruhan, Kediri, Singasari, Majapahit, Sunda, dan Bali.
**peta persebaran kebudayaan Hindu dan Buddha di Indonesia
b. Wilayah yang Dipengaruhi Unsur-Unsur Buddha di Indonesia
Agama Buddha tumbuh di India bagian timur laut. Di Indonesia agama Buddha dianut kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang. Bukti-bukti peninggalan yang dapat menjelaskan keberadaan pengaruh buddhisme di Indonesia adalah penemuan arca perunggu Buddha dari mahzab Amaravati di Sempaga (Sulawesi Selatan). Dilihat dari bentuknya, arca ini mempunyai bentuk sama dengan arca yang dibuat di Amarawati (India). Para ahli menduga arca terbut merupakan barang dagangan ataupun benda persembahan. Arca-arca Amaravati juga ditemukan di Jember dan Bukit Siguntang.

Menggapai Cakrawala (jujur, disiplin, tanggung jawab)
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!
1. Teori yang menyatakan bahwa hinduisasi yang terjadi di Indonesia dilakukan oleh Kaum Ksatria dari India. Teori ini disebut dengan hipotesa ….
a. Ksatria
b. Brahmana
c. Waisya
d. arus balik
2. Agama Hindu dan Buddha yang berkembang di Indonesia berasal dari ….
a. Cina
b. India
c. Persia
d. Pakistan
3. Daerah di Indonesia yang terlebih dahulu dipengaruhi oleh agama dan budaya Hindu-Buddha adalah ….
a. Jawa
b. Bali
c. Sumatra
d. Kalimantan
4. Berikut merupakan bukti yang kuat bahwa terdapat kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha di Indonesia adalah ….
a. prasasti
b. candi
c. stupa
d. arca
5. Daerah di Indonesia yang hingga saat ini masih kuat mempertahankan agama dan kebudayaan Hindu adalah ….
a. Bali
b. Jawa
c. Kutai
d. Palembang
6. Raja, bangsawan, dan keluarganya dalam status sosial masyarakat Hindu termasuk ke dalam kasta ….
a. Brahmana
b. Waisya
c. Ksatria
d. Sudra
7. Kebudayaan Hindu masuk dan disebarkan oleh para Brahamana merupakan pendapat dari ….
a. N.J. Krom
b. Van Leur
c. N.J. Krom
d. F.D.K. Bosch
8. Kitab suci agama Hindu adalah ….
a. Tripitaka
b. Mahabarata
c. Ramayana
d. Weda
9. Proses masuk dan berkembangnya pengaruh agama dan kebudayaan Hindu dari India ke Indonesia dinamakan ….
a. peng-Hinduan
b. peng-Buddhaan
c. sinkretisme
d. akulturasi
10. Para pendeta dan ahli agama dalam masyarakat Hindu masuk ke dalam kasta …
a. Brahmana
b. Waisya
c. Ksatria
d. Sudra

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Apakah yang dimaksud dengan hipotesa Waisya?
Jawab:
Teori Waisya adalah teori yang menyatakan bahwa pembawa dan penyebar hinduisme di Indonesia adalah para pedagang. Teori ini dikemukakan oleh N.J.Krom.
2. Bagaimana isi catatan perjalanan Fa-Hien?
Jawab:
Isi catatan Fa-Hien, bahwa dia pernah singgah di To-lo-mo (Tarumanegara) selama 5 bulan ketika melakukan perjalanan dari India ke Cina.
3. Sebutkan dewa-dewa yang disebut Trimurti!
Jawab:
Dewa-dewa yang disebut Trimurti, seperti berikut.
a. Dewa Brahma sebagai dewa pencipta.
b. Dewa Wisnu sebagai dewa pemelihara.
c. Dewa Syiwa sebagai dewa pembinasa.

4. Apa yang dimaksud kapilaswatu?
Jawab:
Kapilaswatu, yaitu sebagai tempat kelahiran Sang Buddha.
5. Sebutkan daerah yang di Indonesia yang dipengaruhi unsur Hindu!
Jawab:
Daerah yang di Indonesia yang dipengaruhi unsur Hindu adalah Kutai (Kalimantan Timur), Jawa, Bali, dan Lombok.

C. Tugas Siswa. Mandiri, rasa ingin tahu, tanggung jawab
Bacalah kembali mengenai teori masuknya Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia! berikanlah pendapatmu mengenai kelemahan-kelemahan dari teori-teori tersebut! sertakan pula penjelasannya! Kerajakan pada buku tugas!

B. Kerajaan-Kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
Perkembangan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia berjalan cukup pesat. Perkembangan tersebut terjadi di berbagai bidang. Perkembangan di bidang politik menyebabkan di Indonesia muncul kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha. Bahkan ada kerajaan tersebut ada yang memiliki kekuasaan yag lusa hingga mencapai luar Nusantara. Berikut merupakan kerjaan-kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang muncul dan berkembang di Indonesia.
1. Kerajaan Kutai
Kerajaan yang tertua di Indonesia adalah Kerajaan Kutai. Sumber sejarah tentang Kerajaan Kutai berupa prasasti-prasasti yang ditemukan di Muarakaman. Prasasti itu disebut yupa yang menggunakan tulisan Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Dari bahasa dan bentuk yang dipergunakan dapat disimpulkan bahwa prasasti itu berasal dari zaman sekitar tahun 4 M.
Prasasti Kutai ini menyebutkan bahwa raja pertama yang memerintah di Kuta adalah Kudungga. Raja Kudungga mempunyai anak bernama Aswawarman yang dianggap sebagai Wangsakarta (pembentuk keluarga). Dari keterangan itu dapat disimpulkan bahwa sejak Raja Aswawarman berkuasa pengaruh budaya Hindu mulai masuk ke Kerajaan Kutai. Raja Aswawarman mempunyai tiga orang putra, salah satunya yang terkenal, yaitu Sang Mulawarman.
Mulawarman adalah seorang raja yang murah hati dan baik budinya. Baginda memberikan 20.000 ekor lembu untuk disedekahkan kepada para Brahmana. Letak Kutai di tepi Selat Makassar, tempat biasanya para pedagang dari India yang hendak menuju Cina atau sebaliknya singgah di Kutai. Dengan adanya Prasasti Muarakaman dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
a. Pada awal abad ke-4 M, agama dan budaya Hindu telah masuk ke Indonesia.
b. Raja-raja Kutai adalah orang Indonesia asli. Buktinya nama raja pertama adalah Kudungga (nama Indonesia asli). Sejak zaman Raja Aswawarman, Raja Kutai beragama Hindu dan memakai nama-nama dari bahasa Sanskerta.
c. Kebiasaan membangun tugu merupakan kebiasaan Indonesia sejak zaman nenek moyang tetap dilanjutkan, yaitu berupa yupa.
2. Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan tertua di Jawa Barat, yang berdiri pada abad ke-4 Masehi (400-500 M) dan diduga terletak di Lembah Sungai Citarum, Bogor. Berikut merupakan sumber saejarah dari Kerajaan Taruamanegara.
a. Sumber sejarah yang berupa prasasti sebanyak tujuh buah, lima buah ditemukan di Bogor, yaitu di Ciaruteun, Kebun Kopi, Jambu, Pasir Awi, dan Muara Ciaruteun. Sebuah prasasti ditemukan di Desa Tugu, daerah Cilincing (Jakarta), sedangkan yang sebuah terdapat di Letak, Munjul (Banten). Prasasti-prasasti tersebut berhuruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta dan disusun dalam bentuk syair. Dalam Prasasti Jambu dikatakan bahwa Raja Tarumanegara bernama Purnawarman. Pada Prasasti Ciaruteun terdapat bekas telapak kaki Raja Purnawarman memeluk agama Hindu.
b. Sumber yang berupa berita Cina yang ditulis oleh Fa-Hien. Fa-Hien beragama Buddha. Pada tahun 414 M, dalam perjalanan pulang dari India ke Cina, ia singgah di Pulau Jawa. Ia mengatakan bahwa di Tolomo (Tarumanegara) belum banyak beragama Buddha.
Kerajaan Tarumanegara diperintah oleh Raja Purnawarman. Beliau adalah orang Indonesia asli yang memakai nama Sanskerta. Dari Prasasti Ciaruteun diketahui Purnawarman dikenal sebagai raja yang gagah berani. Di bawah pemerintahan Purnawarman kerajaan Tarumanegara menjadi kerajaan yang teratu dan berdaulat.
Masyarakat Tarumanegara hidup teratur. Mereka hidup dari pertanian. Untuk kepentingan itu Raja Purnawarman memerintahkan penggalian saluran atau sungai-sungai, yaitu Sungai Gomati yang berfungsi untuk mengairi sawah dan mencegah bahaya banjir.
Raja dan rakyat Tarumanegara beragama Hindu. Adanya pengaruh agama Hindu dan berita dari Cina merupakan bahwa Kerajaan Tarumanegara telah mempunyai hubungan dengan luar negeri. Berakhirnya Kerajaan Tarumanegara tidak diketahui secara pasti
3. Kerajaan Mataram Lama (Kuno)
Pada abad ke-8 M di Jawa Tengah berdiri kerajaan yang bercorak Hindu, yaitu Kerajaan Mataram yang berpusat di pedalaman Jawa Tengah. Hal ini diketahui dari Prasasti Canggal yang ditemukan di Desa Canggal, Lereng Gunung Wukir. Sumber utama sejarah Kerajaan Mataram Lama adalah sebagai berikut.
a. Prasasti Canggal
Prasasti Canggal terdapat di Gunung Wukir, berangka tahun 732, ditulis dengan huruf Pallawa dan Bahasa Sanskerta. Prasasti ini menceritakan tentang pembangunan sebuah Lingga oleh Raja Sanjaya dengan tujuan untuk memuja Dewa Syiwa. Dalam prasasti ini juga dijelaskan bahwa sebelum Sanjaya naik takhta, Pulau Jawa diperintah oleh Raja Sanna. Prasasti ini ditulis dengan huruf Pallawa dan Bahasa Sanskerta.
b. Prasasti Kedu
Prasasti Kedu juga disebut juga Prasasti Balitung atau Prasasti Mantyasih. Prasasti ini terbuat dari perunggu, berangka tahun 907. Dalam Prasasti ini disebutkan pengganti Sanjaya, yaitu Rakai Panangkaran. Menurut prasasti ini Raja Sanjaya bergelar Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya. Nama-nama Raja Mataram disebut dalam prasasti ini.
Setelah kekuasaan Panakaran berakhir, keluarga Syailendra terpecah menjadi dua yang mengakibatkan kerajaan Mataram bercorak Hindu dan Buddha.
a. Kerajaan Mataram yang Bercorak Hindu
Daerah kekuasaan berada di Jawa Tengah bagian utara. Raja-rajanya, yaitu Panunggalan, Warak Garung, Pikatan. Sisa peninggalan yang berupa candi, yaitu komplek Pegunungan Dieng (Candi Bima, Arjuna, Puntadewa) dan Gedong Sanga. Raja-rajanya termasuk Dinasti Sanjaya.
b. Kerajaan Mataram yang Bercorak Buddha
Daerah kekuasaan di daerah Jawa Tengah bagian selatan. Raja-rajanya, yaitu Dharanendra, Samaratungga, Pramodhawardani, dan Balaputradewa. Peninggalan berupa Candi Sewu, Candi Sari, Candi Pawon, Candi Mendhut, dan Candi Borobudur. Raja-raja Kerajaan Mataram yang bercorak Buddha disebut dengan dinasti Syailendra.
Mataram disatukan kembali pada masa Rakai Pikatan karena Rakai Pikatan menikah dengan Pramodhawardani, putri dari Wangsa Syailendra. Ketika Samaratungga (Dinasti Syailendra) meninggal terjadi perbutan kekuasaan antara Balaputra Dewa dengan Rakai Pikatan yang menginginkan tampuk kepemimpinan. Balaputra Dewa kalah dan lari ke Sumatra menjadi Raja Sriwijaya. Perang saudara dan kekalahan Balapautra Dewa tersebut tertulis dalam Prasasti Ratu Boko. Pada masa pemerintahan Rakai Pikatan rakyat Dinasti Sanjaya dan Syailendra dapat hidup rukun. Banyak candi dibangun pada masa ini.
**gb. Candi Prambanan
Pengganti Rakai Pikatan yang terkenal adalah Balitung (Rakai Watukara Dyah Balitung) 898-910. Raja Balitung diganti berturut-turut oleh Raja Daksa, Tulodong, dan Rakai Wawa, yaitu raja Dinasti Sanjaya yang terakhir. Ketika pemerintahan Rakai Wawa, Mataram Kuno terdesak oleh kekuasaan Sriwijaya yang dipimpin Balaputra Dewa, selain itu juga terjadi letusan gunung Merapi. Mataram mengalami kekacauan dan Rakai Wawa meninggal. Mataram akhirnya dipindahkan oleh Empu Sindok yang merupakan Rakryan I Hino ke Jawa Timur. Di Jawa Timur kerajaan ini diberi nama Medang Kamulan.
4. Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di Palembang berdiri pada abad ke-7. Berita mengenai Kerajaan Sriwijaya didapat dari beberapa sumber, baik yang berasal dari dalam negeri maupun yang berasal dari luar negeri. Berikut merupakan sumber-sumber sejarah dari Kerajaan Sriwijaya.
a. Prasasti Kedukan Bukit ditemukan di dekat Pelembang
Menceritakan tentang Dapunta Hyang Sri Jayanaga yang melakukan perjalanan suci dengan perahu dari Minanga Tamwan, diiringi oleh dua laksa (20.000) tentara. Ia kemudian membangun kota yang diberi nama Sriwijaya.
b. Prasasti Talang Tuo (684 M)
Prasasti Talang Tuo ditemukan di barat Palembang, menceritakan tentang pembuatan Taman Srikseta oleh Dapunta Hyang Sri Jayanaga untuk kemakmuran rakyat.
c. Prasasti Telaga Batu (tidak berangka tahun)
Prasasti Telaga Batu ditemukan dekat Palembang. Menceritakan tentang kutukan-kutukan yang sangat menyeramkan terhadap siapa saja yang melakukan kejahatan dan tidak taat terhadap perintah raja.
d. Prasasti Karang Berahi (686 M)
Prasasti Karang Berahi ditemukan di Karang Berahi di Jambi Hulu. Berisi tentang permintaan kepada dewa untuk menghukum setiap orang yang bermaksud jahat terhadap Sriwijaya.
e. Prasasti Kota Kapur (686 M)
Prasasti ini ditemukan di kota Kapur, Bangka. Menceritakan tentang usaha Sriwijaya menundukkan Pulau Jawa, yaitu Tarumanegara.
f. Prasasti Palas Pasemah
Prasasti ini ditemukan di Palas Pasemah (Lampung Selatan), menceritakan tentang didudukinya daerah Lampung Selatan oleh Sriwijaya pada akhir abad ke-7.
g. Prasasti Ligor (Malaysia) 775 M
Prasasti Ligor terdiri atas dua bagian. Bagian depan berisi tentang pembangunan Trisamaya Catya, di bagian belakang disebutkan Raja yang bernama Wisnu dari keluarga Syailendra.
h. Prasasti Kanton (Cina)
Prasasti Kanton menceritakan tentang bantuan raja Sriwijaya dalam memperbaiki sebuah kuil agama Thoo di Kanton.
i. Berita dari Cina
Berita dari Cina ditulis oleh I-Tsing (pendeta Buddha). Ia menyebutkan bahwa dalam perjalanannya dari Kanton ke India, ia singgah di Sriwijaya (671 M). Pada tahun tersebut I-Tsing kembali ke Kanton dan singgah lagi di Sriwijaya serta menjelaskan bahwa Melayu sudah berada di bawah kekuasaan Sriwijaya.
Sriwijaya sebagai negara perdagangan memiliki armada laut yang kuat untuk mengamankan lautan, bahkan Sriwijaya berhasil membangun pangkalan armada di Ligor, Semenanjung Malaka. Usaha-usaha yang dijalankan oleh armada Sriwijaya adalah sebagai berikut.
a. Menguasai jalur-jalur pelayaran dan pelabuhan-pelabuhan.
b. Merebut daerah-daerah yang dapat menjadi saingan dalam perdagangan.
c. Membasmi bajak laut untuk menjamin keamanan kapal-kapal dagang.
Sriwijaya juga menjadi pusat persebaran dan pendidikan agama Buddha di wilayah Asia Tenggara. Bukti Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat agama Buddha di Asia Tenggara sebagai berikut.
a. Adanya Prasasti Telaga Batu yang bertuliskan Siddaryata yang berarti perjalanan suci.
b. Adanya Candi Buddha di Muara Takus, Riau, dan patung Buddha di Bukit Siguntang.
c. Banyak pemuda yang dikirim untuk belajar agama Buddha di Perguruan Tinggi Nalanda, Benggala (India). Banyak penganut agama Buddha dari Cina yang akan belajar agama ke India, terlebih dahulu harus belajar di Sriwijaya selama dua atau tiga tahun.
Pada abad ke-13 M Kerajaan Sriwijaya mulai mengalami kemunduran. Faktor-faktor penyebab Sriwijaya mengalami kemunduran adalah sebagai berikut.
a. Faktor alam: kota Palembang makin jauh dari laut akibat pengendapan lumpur yang dibawa oleh Sungai Musi dan sungai-sungai lainnya.
b. Faktor ekonomi: pendapatan Sriwijaya dari pajak mulai berkurang karena kapal dagang yang datang ke Sriwijaya makin berkurang.
c. Faktor politik: perekonomian Sriwijaya yang main lemah menyebabkan Sriwijaya tidak mampu mengontrol lagi daerah kekuasaannya. Akibatnya, daerah-daerah kekuasaannya saling berusaha melepaskan diri.
d. Faktor militer: Sriwijaya mendapatkan serangan militer dari kerajaan lain, di antaranya sebagai berikut.
1) Serangan pasukan Dharmawangsa pada tahun 992 M.
2) Serangan dari Kerajaan Colamandala pada tahun 1023 M dan 1068 M.
3) Serangan Raja Kertanegara (Singasari) dalam ekspedisi Pamalayu, tahun 1275 M.
4) Pendudukan oleh Majapahit sekitar tahun 1377 M.
5. Kerajaan Kediri
Berdirinya Kerajaan Kediri berasal dari pembagian Kerajaan Medang Kamulan oleh Raja Airlangga atas bantuan Empu Barada menjadi dua, yaitu Kerajaan Kediri (Panjalu) yang beribu kota di Daha dan Kerajaan Jenggala yang beribu kota di Kahuripan. Pada mulanya Kediri dan Jenggala saling bersaing yang akhirnya dimenangkan oleh Kerajaan Kediri. Raja-raja yang memerintah di Kerajaan Kediri adalah sebagai berikut.
a. Jayawarsa (1104 – 1135)
Jayawarsa merupakan raja pertama Kediri, dia bergelar Sri Jayawarsa Digjaya Shastra Prabhu. Dia mengaku sebagai titisan dari Dewa Wisnu.
b. Bameswara.
Dia bergelar Maharaja Rakai Sirikan Sri Brameswara. Dalam Kakawin Smaradhana karangan dari Empu Dharmaja, dia merupakan keturunan dari Dinasti Isyana.
c. Jayabaya (1135 – 1157).
Bergelar Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabaya dan menjadi Raja Kediri yang paling terkemuka. Pada masa ini digubah sebuah kitab oleh Empu Sedah dengan nama Kakawin Bharatayuda yang kemudian dilanjutkan oleh Empu Panuluh. Selain itu Empu Panuluh juga menulis kitab Gatotkaca Sraya dan Hariwangsa. Jayabaya menulis sebuah buku ramalan yang dikenal dengan Jangka Jayabaya. Dia berhasil menyatukan wilayah Jenggala dan Kediri di bawah kekuasaannya.
d. Sarweswara (1159 – 1161)
Sarweswara bergelar Sri Maharaja Rakai Sirikan Sri Sarweswara Janardhawawata.
e. Aryeswara (1169 – 1171)
Aryeswara bergelar Sri Maharaja Rakhai Hiro Sri Aryeswara Madhusadanawacararisaya. Lencana kerajaannya yaitu Ganesha.
f. Kameswara (1182 – 1185)
Kameswara bergelar Sri Maharaja Sri Kameswara Triwikramawatara. Pada saat itu Empu Tanakung mengarang kitab Wirta Sancaya dan Empu Dharmaja mengubah Kakawin Smaradhahana.
g. Kertajaya (1190 – 1222)
Kertajaya bergelar Sri Maharaja Sri Sarweswara Triwikramawatanindita Srenggo Digjaya-tunggadewanama. Pada tahun 1222 Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok dalam pertempuran di Desa Ganter, Pujon (Malang) dan berakhirlah Kerajaan Kediri sebagai penguasa daerah Jawa Timur. Perang tersebut terjadi karena Kertajaya selalu berselisih dengan para Brahmana, para Brahmana kemudian lari dan meminta bantuan Ken Arok yang menjadi Akuwu Tumapel.
6. Kerajaan Singasari
Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok. Sumber sejarah mengenai tokoh ini, yaitu kitab Pararaton dan Negarakertagama. Dikatakan bahwa Ken Arok adalah anak atau titisan Dewa Brahma. Ken Arok kemudian mendirikan dinasti baru, yaitu Dinasti Rajasa yang memerintah Singasari. Raja-raja yang pernah memerintah Singasari adalah sebagai berikut.
a. Ken Arok (1222 – 1227)
Ken Arok bergelar Sri Ranggah Rajasa Sang Amuwahbumi. Setelah wafat Ken Arok didharmakan di Kagenengan.
b. Anusapati (1227-1248)
Anusapati merupakan anak dari Tunggul Ametung dengan Ken Dedes. Anusapati menjadi raja setelah membunuh Ken Arok karena Ken Arok telah membunuh ayahnya (Tunggul Ametung). Karena dendam, maka Tohjoyo (putra dari Ken Arok) membunuh Anusapati. Anusapati dimakamkan di Candi Kidal.
c. Tohjaya (1248)
Tohjaya adalah anak Ken Arok dengan Ken Umang (selir). Ia hanya memerintah beberapa bulan, kemudian dibunuh oleh Ranggawuni (putra dari Anusapati).
d Ranggawuni (1248-1268)
Ranggawuni bergelar Sri Jaya Wisnuwardhana. Beliau adalah raja Singasari yang namanya diabadikan dalam prasasti. Dalam kitab Negarakertagama dan Pararaton dikatakan bahwa Ranggawuni memerintah bersama-sama dengan saudara sepupunya Mahesa Cempaka. Mahesa cempakan merupakan anak dari Mahesa Wongateleng. Sedangkan Mahesa Wongateleng anak dari Ken Arok dengan Ken Dedes. Wisnuwardhana mengankat anaknya, yaitu Kertanegara sebagai raja baru Singasari.
e. Kertanegara (1268 – 1292)
Kertajaya merupakan raja terbesar Singasari. Dia ingin memperluas wilayah dan menjaga kestabilan nasional dengan menguasai jalur perdagangan Nusantara. Untuk mewujudkan keinginannya dia melakukan beberapa hal berikut.
1) Mengirim Ekspedisi Pamalayu ke Sumatra pada tahun 1275 dan tahun 1268. Tujuannya menanamkan pengaruh kekuasaan Singasari terhadap Kerajaan Melayu.
2) Menguasai Bali (1284), Sunda (1289), serta Pahang, Bakulapura, dan Gurun.
3) Menjalin persahabatan dengan raja Champa yang bernama Jayasinghawarman III, dengan tujuan untuk menahan ekspansi Kubilai Khan dari Mongol.
7. Kerajaan Majapahit
Pada tahun 1292 Jayak atwang (Raja Kediri) berhasil menjatuhkan Raja Singasari yang bernama Kertanegara. Menantu Kertanegara, Raden Wijaya mencari bantuan kepada tentara Mongol yang akan menyerang Raja Jawa (Kertanagera). Namun R. Wijaya berhasil mengelabui dengan mengajak menyerang Jayakatwang. Tentara Mongol terpedaya oleh bujukan R. Wijaya. Setelah berhasil melumpuhkan Jayakatwang dan tentara Mongol, Raden Wijaya mendirikan Kerajaan Majapahit. Kerajaan Majapahit dikenal sebagai Kerajaan Nasional Indonesia II. Beberapa faktor yang mendukung munculnya Kerajaan Majapahit sebagai kerajaan besar, adalah sebagai berikut.
a. Munculnya tokoh-tokoh negarawan, seperti Raden Wijaya dan Gajah Mada.
b. Tidak ada saingan kerajaan lain di Indonesia.
c. Di luar Indonesia tidak ada lagi kerajaan besar.
d. Secara geografis letaknya sangat strategis di tengah-tengah Nusantara.
Sumber sejarah tentang Karajaan majapahit, antara lain sebagai berikut.
a. Kitab Sutasoma karya Empu Tantular di dalamnya terdapat kalimat Bhinneka Tunggal Ika.
b. Kitab Negarakertagama karya Empu Prapanca
c. Kitab Pararaton.
d. Berita dari Cina yang merupakan uraian perjalanan Ma-Huan yang dimuat dalam kitab Ying Yai Shing-Lan. Kitab itu menceritakan keadaan rakyat pada masa terakhir Kerajaan Majapahit.
Raja-raja dalam pemerintahan Kerajaan Majapahit, antara lain sebagai berikut.
a. Raden Wijaya (1293-1309)
Raden Wijaya bergelar Kertarajasa Jayawardhana karena masih keturunan raja Singasari. Raden Wijaya memperistri empat putri Kertanegara berikut ini.
1) Tribhuwana; 3) Pradyanparamita;
2) Narendraduhita; 4) Gayatri;
Raden Wijaya mempunyai anak laki-laki dari istri selir yang bernama Jayanegara.
b. Jayanegara atau Kala Gemet (1309-1328)
Pada masa pemerintahan Jayanegara banyak terjadi pemberontakan, seperti berikut:
1) pemberontakan Ranggalawe di Tuban (1309);
2) pemberontakan Sora (1311);
3) pemberontakan Nambi (1316);
4) pemberontakan Semi (1318);
5) pemberontakan Kuti (1319).
Pemberontakan Kuti berhasil memasuki Keraton Majapahit, sehingga Jayanegara melarikan diri dengan pengawalan psaukan Bhyangkara yang dipimpin Gajah Mada. Gajah Mada sangat berjasa di dalam memadamkan pemberontakan-pemberontakan tersebut, maka diangkat sebagai patih di Kahuripan.
c. Tribhuwanatunggadewi (1328-1350)
Tribhuwanatunggadewi Jayawisnuwardhana adalah gelar Sri Gitaraja (Bhre Kahuripan) sebelum menjadi raja. Pada masa pemerintahannya timbul pemberontakan Sadeng yang dapat ditumpas oleh Gajah Mada. Atas jasa-jasanya Gajah Mada diangkat sebagai mahapatih di Majapahit. Pada tahun 1350 Tribhuwanatunggadewi menyerahkan takhta kerajaan kepada putranya yang bernama Hayam Wuruk yang pada saat itu baru berusia 16 tahun.
d. Hayam Wuruk (1350-1389)
Hayam Wuruk bergelar Rajasanegara. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaan. Pemerintahan diatur sangat baik. Di tingkat pusat ada tiga lembaga pemerintahan, seperti Sapta Prabu, Dewan Menteri Besar, dan Dewan Menteri. Di tingkat tengah ada bupati (raja kecil). Di tingkat bawah ada kepala desa. Majapahit mengusahakan terciptanya persahabatan dan kerja sama dengan negara-negara lain yang terikat dalam suatu persahabatan yang sederajat atau mitreka satata.
e. Wikramawardhana (1389-1429)
Wikramawardhana adalah suami Kusumawardhani, putri Hayam Wuruk. Pada masa pemerintahan Wikramawardhana terjadi perang saudara yang dikenal dengan nama Perang Paregreg (1401-1406).

Hal-hal yang menyebabkan kemunduran Kerajaan Majapahit, antara lain sebagai berikut.
a. perang saudara;
b. tidak ada lagi tokoh kuat di Majapahit seperti Gajah Mada dan Hayam Wuruk.
c. masuknya agama Islam.
Peninggalan-peninggalan Kerajaan Majapahit, antara lain sebagai berikut.
a. Candi Jabung (dekat Kraksaan, Probolinggo).
b. Candi Tigawangi dan Candi Surawana (dekat Pare, Kediri).
c. Candi Tikus (Trowulan, Mojokerto).
d. Candi Panataran, Candi Sawentar, dan Candi Sumberjati (di Blitar).

Menggapai Cakrawala (jujur, disiplin, tanggung jawab)
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!
1. Pendiri Kerajaan Kutai adalah ….
a. Kudungga
b. Aswawarman
c. Mulawarman
d. Adityawarman
2. Raja yang pernah memerintah Kerajaan Tarumanegara adalah ….
a. Mulawarman
b. Aswawarman
c. Purnawarman
d. Adityawarman
3. Usaha Purnawarman untuk menyejah¬terakan rakyatnya disebut-sebut dalam prasasti ….
a. Ciaruteun
b. Muara Cianten
c. Tugu
d. Kebon Kopi
4. Purnawarman sebagai Raja Tarumanegara yang sangat terkenal meninggalkan pra¬sasti dengan lukisan dua tapak kaki Dewa Wisnu yang termuat pada prasasti ….
a. Ciaruteun
b. Kebon Kopi
c. Muara Cianten
d. Jambu (Pasir Koleangkak)
5. Ken Arok dengan mudah menaklukkan Kediri sebab ….
a. raja Kediri kurang cakap memerintah
b. sering terjadi pertentangan antara kaum Brahmana dengan kaum Ksatria
c. kecerdikan Ken Arok dalam membaca situasi
d. Kerajaan Kediri diperintah oleh raja yang suka mabuk-mabukan
6. Setelah Kerajaan Kediri hancur akibat pralaya, maka ….
a. pasukan Raden Wijaya bergabung dengan pasukan Kediri
b. pasukan Raden Wijaya diserang oleh pasukan Mongol
c. pasukan Mongol diserang oleh pasukan Raden Wijaya
d. pasukan Mongol langsung kembali ke negerinya
7. Letak Sriwijaya sangat strategis karena secara internasional kerajaan ini berada di jalur perdagangan antara ….
a. Cina dan Persia
b. India dan Cina
c. India dan Persia
d. Cina dan Persia
8. Majapahit mengalami kemunduran pada masa pemerintahan Raja ….
a. Jayanegara
b. Wikramawardhana
c. Tribhuwanatunggadewi
d. Bhre Kahuripan
9. Puncak Kerajaan Singasari terjadi pada masa pimpinan ….
a. Kertanegara
b. Ranggawuni
c. Ken Arok
d. Anusapati
10. Perang Jenggala dan Panjalu dikisahkan dalam Kitab ….
a. Baratayudha
b. Gatutkaca Sraya
c. Sumana Santaka
d. Hariwangsa
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Jelaskan isi Prasati Ciaruteun peninggalan Kerajaan Tarumanegara!
Jawab:
Isi dari Prasasti Ciaruteun adalah telapak kaki yang dianggap milik Purnawarman, selain berisi syair yang menyatakan bahwa Purnawarman seperti Dewa Wisnu yang gagah berani.
2. Apa tujuan dari Airlangga memecah Kerajaan Kediri?
Jawab:
Tujuan dari Airlangga memecah Kerajaan Kediri adalah untuk menghindari pertiakian antara kedua puteranya.
3. Bagaimana isi dari Prasati Ligor?
Jawab:
Prasasti Ligor terdiri atas dua bagian. Bagian depan berisi tentang pembangunan Trisamaya Catya, di bagian belakang disebutkan Raja yang bernama Wisnu dari keluarga Syailendra.
4. Daerah mana saja yang berhasil dikuasai oleh Kertanegara?
Jawab:
Daerah yang berhasil dikuasai Kertanegara adalah Bali, Sunda, Pahang, Bakulapura, dan Gurun.
5. Sebutkan pemberontakan yang terjadi pada masa Jayanegara?
Jawab:
Pemberontakan yang pada masa pemerintahan Jayanegara sebagai berikut.
a. pemberontakan Ranggalawe di Tuban (1309);
b. pemberontakan Sora (1311);
c. pemberontakan Nambi (1316);
d. pemberontakan Semi (1318);
e. pemberontakan Kuti (1319).

C. Tugas Siswa mandiri, kreatif, rasa ingin tahu
Pelajarilah lebih dalam mengenai daerah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya. Setelah mempelajarinya buatlah peta wilayah kekuasaan dari Kerajaan Sriwijaya tersebut! Kerajakan pada buku tugas! Berilah warna dan keterangan!

C. Peninggalan-Peninggalan Kebudayaan Hindu-Buddha
Kebudayaan Hindu-Buddha yang berkembang pesat di Indonesia tentu saja meninggalkan bekas-bekas kebudayaan. Hasil kebudayaan tersebut menyebar merata di wilayah Indonesia yang merupakan pusat dari kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha. Berikut merupakan peninggalan-peninggalan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia.
1. Seni Bangunan Candi
Candi berasal dari kata candikagraha, yang artinya kediaman Candika (sebutan untuk Dewi Durga, sang dewi maut). Hal ini tampak jelas bahwa candi berkaitan dengan kematian. Candi didirikan sebagai makam sekaligus tempat pemujaan, khususnya para raja dan kalangan terkemuka lainnya. Candi dalam gama Hindu merupakan tempat untuk memuliakan raja yang meninggal, sedangkan pada agama Buddha, candi merupakan bangunan atau tempat untuk memuja dewa. Candi sebagai tempat pemujaan dewa berlaku bagi agama Buddha aliran Mahayana atau Hinayana, sedangkan Buddha aliran Tantrayana menjadikan candi sebagai pemujaan atau makam raja.
Banyak candi-candi di Indonesia yang bercampur dengan kebudayaan asli Indonesia, yaitu punden berundak. Sedangkan bagian candi dan stupa merupakan pengaruh dari India. Hal ini menunjukkan bahwa bangunan candi merupakan salah satu wujud akulturasi budaya asli Indonesia dan budaya India. Kebanyakan bangunan candi terdiri atas tiga tingkat (Triloka) yang artinya tiga dunia yang kesatuannya merupakan alam semesta.
a. Bhurloka, yaitu kaki candi yang mewakili dunia manusia.
b. Bhuvarloka, yaitu badan candi yang mewakili dunia untuk yang disucikan.
c. Svarloka, yaitu atap candi yang mewakili dunia dewa-dewa.
Dilihat dari susunannya terdapat tiga corak bangunan candi, yaitu corak Jawa Tengah bagian selatan, Jawa Tengah bagian utara, dan corak Jawa Timur.
a. Corak candi di Jawa Tengah bagian selatan menggambarkan susunan masyarakat feodal, di mana raja sebagai pusat.
b. Corak candi di Jawa Tengah bagian utara menggambarkan susunan masyarakat mendekati demokratis.
c. Corak candi di Jawa Timur menggambarkan susunan masyarakat yang federal, di mana raja berdiri di belakang mempersatukan daerah-daerah dalam rangka membentuk kesatuan.
Adapun perbedaan antara Candi Langgam Jawa Tengah dengan Langgam Jawa Timur, antara lain sebagai berikut.

Banyak kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha meninggalkan hasil kebudayaan berupa candi. Berikut beberapa candi hasil peninggalan kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha.
a. Candi Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno
1) Candi Hindu
a) Kompleks Candi Dieng, terletak di Kabupaten Wonosobo. Di sini terdapat beberapa candi yang oleh penduduk setempat diberi nama tokoh wayang, seperti Semar, Puntadewa, Bima, Arjuna, Gatutkaca, dan lain-lain.
b) Candi Sambisari, terletak di dekat Yogyakarta. Dibangun pada masa Raja Garung.
c) Kompleks Candi Loro Jonggrang (Prambanan), terletak di perbatasan Klaten-Sleman. Di kelompok ini ada 3 candi induk, yakni Candi Siwa, Candi Brahma, dan Candi Wisnu.
d) Kelompok Candi Gedong Sanga terletak di lereng Gunung Ungaran.
2) Candi Buddha
a) Candi Borobudur, terletak di Kabupaten Magelang. Dibangun pada masa Raja Samarattungga.
b) Candi Pawon (Brajanalan), terletak di Kabupaten Magelang. Dibangun oleh Pramodawardhani.
c) Candi Mendut, terletak di Kabupaten Magelang. Di dalamnya terdapat patung Padmapani dan Wajrapani.
d) Candi Kalasan, terletak di Kabupaten Sleman. Dibangun oleh Raja Panangkarang.
e) Candi Ngawen, terletak di Kabupaten Muntilan. Candi ini dibuat oleh Raja yang beragama Hindu, dan diperuntukkan bagi umat yang beragama Buddha.
b. Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya
1) Kelompok Candi Muara Takus, terletak di Bangkinang, Kampar, Riau.
2) Kelompok Candi Gunung Tua, terletak di Padangsidempuan, Tapanuli, Sumatra Utara. Di kelompok ini ada satu candi yang bentuknya khas, yaitu Candi Biaro Bahal.
3) Candi Portibi.
4) Percandian Muara Jambi.
**penampang/struktur candi
c. Candi Peninggalan Kerajaan Singasari
1) Candi Kidal, terletak di Malang merupakan makam Raja Anusapati.
2) Candi Kagenengan, terletak di sebelah selatan Singasari merupakan makam Ken Arok.
3) Candi Jago (Jajaghu), terletak di Malang merupakan makam Raja Wisnu Wardhana.
4) Candi Kumitir, merupakan makam Mahesa Cempaka.
5) Candi Singasari, terletak di Malang merupakan makam Raja Kertanegara sebagai Bhairawa.
6) Candi Jawi, terletak di dekat Pringen merupakan makam Raja Kertanegara sebagai Syiwa Buddha.
d. Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit
1) Candi Panataran, terletak di Blitar.
2) Candi Sawentar, terletak di Blitar.
3) Candi Tikus, terletak di Trowulan, Mojokerto.
4) Candi Sukuh, terletak di Karanganyar. Candi ini menunjukkan unsur Jawa asli.
5) Candi Ceta, terletak di Karanganyar.
2. Stupa
Stupa adalah bangunan dari batu yang berbentuk seperti tempurung yang merupakan ciri khas agama Buddha. Stupa berfungsi untuk menyimpan peninggalan keramat Buddha Gautama. Misalnya, stupa Candi Borobudur dan stupa Candi Kalasan.
3. Relief
Relief merupakan hasil seni pahat sebagai pengisi bidang pada dinding candi yang melukiskan cerita atau kisah.
a. Relief Candi Borobudur
1) Karmawibbhangga, dipahatkan pada kaki candi yang ditimbun, menceritakan sebab akibat perbuatan baik buruk manusia.
2) Lalitavistara, dipahatkan pada dinding sebagian lorong pertama, menceritakan riwayat Sang Buddha Gautama sejak lahir sampai amanat pertama di Taman Rusa.
3) Jatakamala-Awadana, dipahatkan pada dinding sebagian lorong pertama dan kedua, berupa kumpulan sajak yang menceritakan perbuatan Sang Buddha Gautama dan para Bodhisatwa semasa hidupnya.
4) Gandawyuha-Bhadracari, dipahatkan pada dinding lorong kedua sampai keempat, menceritakan usaha Sudhana mencari ilmu yang tinggi sampai ia bersumpah mengikuti Bodhisatwa Samanthabhadra.
b. Relief Candi Loro Jonggrang
1) Cerita Ramayana, dipahatkan pada pagar langkan (dinding serambi atas) Candi Siwa dan diteruskan pada pagar langkan Candi Brahma.
2) Cerita Kresnayana, dipahatkan pada pagar langkan Candi Wisnu.
c. Relief Candi Jago
Relief pada Candi Jago memuat cerita Kresnayana, Parthayajna, dan Kunjarakarna. Di samping itu, pada candi ini untuk pertama kalinya kita jumpai tokoh-tokoh punakawan (Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong) yang setia menyertai seorang ksatria.
d. Relief Candi Panataran
Relief Candi Panataran memuat cerita Ramayana dan Kresnayana
4. Seni Patung
Patung pada masa kerajaan Hindu-Buddha terbuat dari batu andhesit. Patung-patung yang dibuat merupakan patung dari dewa-dewa dalam agama Hindu, sedangkan pada agama Buddha merupakan patung dari Buddha.
a. Peninggalan Patung Bercorak Hindu
1) Patung dewa dewi antara lain patung Trimurti dan Durga.
2) Patung Airlangga dalam wujud Dewa Wisnu sedang menunggang garuda.
3) Patung Ken Dedes, dalam wujud Dewi Prajnaparamita.
4) Patung Kertanegara, dalam wujud Joko Dolog dan Amoghapasa
5) Patung Kertarajasa, dalam wujud Dewa Syiwa
6) Patung Dwarapala, dalam wujud raksasa memegang gada.
7) Patung Raden Wijaya, dalam wujud Dewa Siwa.
b. Peninggalan Patung Bercorak Buddha
Pada umumnya patung bercorak Buddha mewujudkan Sang Buddha Gautama. Patung Buddha memiliki berbagai posisi, dengan sikap tangan (mudra) yang berbeda-beda. Setiap posisi mengandung makna tersendiri.
1) Arca Aksobhya, memiliki sikap bumisparca-mudra¸yaitu sikap tangan menyentuh bumi dan menghadap ke timur.
2) Arca Ratnasambhawa, memiliki sikap wara-mudra, yaitu sikap tangan memberi anugerah. Arca ini menghadap ke selatan.
3) Arca Amithaba, memiliki sikap dhyana-mudra, sikap tangan bersemedi. Arca ini menghadap barat.
4) Arca Amogadhisi, memiliki sikap abhaya-mudra, sikap tangan menenteramkan. Arca menghadap utara.
5) Arca Wairicana, memiliki sikap dharmacakara-mudra, sikap tangan memutar roda dharma. Araca ini tersembunyi dalam stupa.
5. Seni Sastra
Kebudayaan Hindu-Buddha yang mengenalkan tulisan pada rakyat di Nusantara tentu membuat perkembangan sastra di Nusantara. Berikut merupakan hasil dari karya sastra hasil kebudayaan Hindu-Buddha.
a. Zaman Mataram (meliputi Mataram Kuno, Medang, dan Sriwijaya)
1) Kakawin Ramayana, abad IX karangan Empu Wiyasa.
2) Bagian-bagian Mahabharata, abad X karangan Empu Wiyasa.
3) Kitab Sang Hyang Kamahayanikan, karya Sambhara Suryawarana, dikarang pada zaman Raja Empu Sindok.
4) Kitab Siwasasana (Purwadigama), merupakan kitab hukum. Dikarang pada zaman pemerintahan Raja Dharmawangsa.
5) Kitab Arjuna Wiwaha, karya Empu Kanwa. Kitab ini dikarang pada zaman Raja Airlangga.
b. Zaman Kediri
Karya sastra zaman Kediri berupa Sastra Tembang Jawa Kuno yang disebut Kakawin.
1) Kitab Kresnayana, karya Empu Triguna.
2) Kitab Smaradahana, karya Empu Dharmaja.
3) Kitab Bharatayuddha, karya Empu Sedah dan Empu Panuluh.
4) Kitab Gatot Kacasraya, karya Empu Panuluh.
5) Kitab Hariwangsa, karya Empu Panuluh.
c. Zaman Majapahit
1) Sastra zaman Majapahit awal, antara lain sebagai berikut:
- Kitab Negarakertagama,
- Kitab Sutasoma,
- Kitab Arjunawiwaha,
- Kitab Kunjarakarna, dan
- Kitab Parthajna.
2) Sastra zaman Majapahit akhir, antara lain sebagai berikut.
- Kitab Pararaton, menceritakan riwayat raja-raja Singasari dan Majapahit.
- Kitab Sundayana, menceritakan Peristiwa Bubat.
- Kitab Sorondaka, menceritakan Pemberontakan Sora.
- Kitab Panjiwijayakrama, menceritakan riwayat Raden Wijaya sampai menjadi raja.
- Kitab Usana Jawa, menceritakan penaklukan Pulau Bali oleh Gajah Mada.

Menggapai Cakrawala (jujur, disiplin, tanggung jawab)
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!
1. Candi Bima, Gatutkaca, dan Arjuna adalah nama-nama candi ….
a. Sewu
b. Dieng
c. Plaosan
d. Gedong Sanga
2. Berikut ini yang bukan kelompok candi Jawa Tengah ialah candi ….
a. Kalasan
b. Mendut
c. Panataran
d. Plaosan
3. Relief candi Prambanan mengambil penggalan kisah yang terdapat dalam cerita …
a. Arjunawiwaha
b. Bharatayudha
c. Mahabharata
d. Ramayana
4. Berikut merupakan kelompok candi yang terdapat di Jawa Timur, yaitu candi ….
a. Jago, Kidal, dan Badut
b. Kidal, Kalasan dan Prambanan
c. Penataran, Prambanan dan Borobudur
d. Penataran, Kalasan dan Prambanan
5. Candi dalam agama Hindu umumnya berfungsi sebagai ….
a. makam
b. pemujaan
c. makam dam dan pemujaan
d. upacara keagamaan
6. Ciri-ciri candi di Jawa Timur adalah sebagai berikut, kecuali ….
a. reliefnya timbul sedikit
b. letak candi di belakang halaman
c. bentuk bangunannya tambun
d. menghadap ke barat
7. Karya sastra yang dibuat pada masa pemerintahan Empu Sindok adalah ….
a. Smaradahana
b. Syang Hyang Kamahayanikan
c. Bharatayudha
d. Negarakertagama
8. Data candi di Indonesia adalah sebagai berikut.
1) Prambanan 5) Kalasan
2) Borobudur 6) Dieng
3) Mendut 7) Sukuh
4) Gedong Sanga 8) Sewu
Berdasarkan data di atas, candi yang bercorak Hindu adalah ….
a. 1, 2, 4, dan 5
b. 1, 3, 5, dan 6
c. 1, 4, 6, dan 7
d. 1, 3, 5, dan 8
9. Candi yang bercorak Buddha peninggalan Kerajaan Sriwijaya adalah Candi ….
a. Tikus
b. Kalasan
c. Ratu Boko
d. Muara Takus
10. Raja Samaratungga dari Dinasti Sanjaya mendirikan candi yang sangat megah, yaitu Candi….
a. Prambanan
b. Muara Takus
c. Jago
d. Borobudur
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Apa yang dimaksud Svarloka?
Jawab:
Svarloka, yaitu atap candi yang mewakili dunia dewa-dewa.
2. Apa yang digambarkan dari corak candi di Jawa Tengah?
Jawab:
Corak candi di Jawa Tengah bagian selatan menggambarkan susunan masyarakat feodal, di mana raja sebagai pusat. Corak candi di Jawa Tengah bagian utara menggambarkan susunan masyarakat mendekati demokratis.
3. Sebutkan empat candi peninggalan Sriwijaya!
Jawab:
Candi peninggalan Sriwijaya adalah Candi Muara Takus, Gunung Tua, Portibi, dan Muara Jambi.
4. Apa yang dimaksud dengan Stupa?
Jawab:
Stupa adalah bangunan dari batu yang berbentuk seperti tempurung yang merupakan ciri khas agama Buddha.
5. Terangkan mengenai relief pada Candi Jago!
Jawab:
Relief pada Candi Jago memuat cerita Kresnayana, Parthayajna, dan Kunjarakarna. Di samping itu, pada candi ini untuk pertama kalinya kita jumpai tokoh-tokoh punakawan (Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong) yang setia menyertai seorang ksatria.

C. Tugas Siswa mandiri, gemar membaca, rasa ingin tahu
Carilah artikel mengenai peninggalan Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia! tempelkan pada buku tugasmu! Berilah pendapatmu mengenai artikel tersebut! Setelah selesai kumpulkan pada guru untuk mendapat penilaian!

Glosarium
akulturasi : proses pertemuan dan pencampuran dua kebudayaan atau lebih yang berbeda tanpa menghilangkan ciri khas masing-masing kebudayaan
dinasti : keturunan raja-raja yang memerintah, semua berasal dari satu keluarga
hipotesis : sesuatu yang dianggap benar untuk alasan atau penguatan pendapat meskipun kebenarannya masih harus dibuktikan
jalan Sutra : jalur perdagangan pada awal tahun Masehi yang melibatkan India dan Cina melalui daratan Asia Tengah. Adapun barang yang diperdagangkan yang utama adalah sutra dari Cina
kakawin : merupakan ungkapan berbentuk puisi pada budayan Hindu
yupa : prasasti yang dipahatkan pada tiang batu atau tugu batu

Cakrawala Kepribadian Bangsa
Terkadang kita melihat pertikaian yang terjadi antara pemeluk agama yang berbeda. Padahal pertiakian tersebut dipicu oleh masalah kecil. Karena orang yang terlalu berlebihan dan tidak mampu mengendalikan emosi maka terjadi pertikaian tersebut. Kerukunan umat beragama di Nusantara sudah ada ketika Kerajaan Mataram Kuno. Kerukunan antar umat beragama di Nusantara masih ada hingga sekarang. Marilah kita saling hormat menghormati antar umat beragama agar tercapai kerukunan, ketenteraman, ketertiban, dan kenyamanan di Nusantara.

Menggapai Cakrawala (jujur, disiplin, tanggung jawab)
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!
1. Kerajaan Hindu yang pertama di Indonesia adalah ….
a. Kutai
b. Sriwijaya
c. Tarumanegara
d. Mataram Kuno
2. Salah satu kelebihan hipotesis Brahmana dalam proses masuknya agama Hindu-Buddha ke Indonesia terlihat dari ….
a. berkembangnya sistem kerajaan di Indonesia
b. berkembangnya upacara-upacara keagamaan
c. berkembangnya bahasa Sanskerta
d. banyaknya bangunan candi yang memiliki seni arsitektur tinggi
3. Kaum Brahmana Indonesia dapat lebih mudah menyebarkan agama Hindu-Buddha di Indonesia karena ….
a. menggunakan bahasa yang dikenal masyarakat
b. memiliki hubungan erat dengan bangsawan dan raja
c. mengetahui keadaan geografis tiap daerah
d. memahami keadaan sosial budaya masyarakat
4. Informasi yang didapatkan dari catatan Fa-Hien tentang Kerajaan Tarumanegara adalah ….
a. sebagian besar masyarakat Tarumangara beragama Hindu
b. sebagian besar masyarakat Tarumanegara menyembah berhala
c. masyarakat Tarumanegara kebanyakan petani
d. sebagian besar masyarakat Tarumanegara beragama Buddha
5. Pendukung teori arus balik adalah ….
a. N.J Krom
b. F.H. Gildern
c. C.C. Brg
d. F.D.K. Bosch
6. Faktor yang mendorong berkembangnya agama Hindu-Buddha ke Indonesia, yaitu ….
a. berkembangnya kebudayaan India di Indonesia
b. terdesaknya kebudayaan asli Indonesia
c. adanya pelayaran dan perdagangan internasional
d. bangsa Indonesia tidak punya kebudayaan
7. Salah satu Kerajaan Hindu di Indonesia yang mempunyai pusat perkembangan di Kalimantan, yaitu ….
a. Tarumanegara
b. Majapahit
c. Sriwijaya
d. Kutai
8. Pegolongan masyarakat Hindu dalam beberapa kasta merupakan penggolongan masyarakat Hindu dalam bidang ….
a. budaya
b. sosial
c. politik
d. ekonomi
9. Wangsakarta di Kerajaan Kutai adalah ….
a. Purnawarman
b. Mulawarman
c. Aswawarman
d. Kudungga
10. Pada masa Rakai Pikatan Kerajaan Mataram Kuno dapat bersatu kembali karena ….
a. Rakai Pikatan mendirikan Candi Loro Jonggrang
b. Samaratungga mendirikan Candi Borobudur
c. Rakai Pikatan menikahi Pramodawardhani
d. Pramodawardhani mendirikan Candi Kalasan
11. Siapakah pendiri kerajaan Singasari …..
a. Ken Arok
b. Anusapati
c. Tohjaya
d. Tunggul Ametung
12. Ken Arok meninggal karena terbunuh oleh anak tirinya bernama ….
a. Ken Umang
b. Tohjaya
c. Kebo Ijo
d. Anusapati
13. Dalam perjalanannya Sriwijaya akhirnya dapat tampil sebagai kerajaan besar yang mengandalkan kehidupan ekonominya dengan bertumpu pada sektor ….
a. perdagangan dan pelayaran
b. agromaritim
c. agraris
d. peternakan
14. Faktor yang menyebabkan Kerajaan Sriwijaya dapat berkembang menjadi kerajaan maritim dan dagang adalah karena ….
a. armada angkatan lautnya kuat
b. wilayah laut yang luas
c. diperintah oleh raja yang bijaksana
d. dapat menaklukkan kerajaan lain
15. Ekspedisi Pamalayu merupakan usaha Kertanegara untuk ….
a. menghancurkan Sriwijaya
b. menyatukan Nusantara
c. menguasai Melayu
d. memperluas wilayah
16. Pendiri kerajaan Majapahit adalah ….
a. Arya Wiraraja
b. Kertanegara
c. Jayakatwang
d. Raden Wijaya
17. Peninggalan berharga dari Dinasti Syailendra adalah candi ….
a. Prambanan
b. Borobudur
c. Kalasan
d. Sukuh
18. Sebab-sebab keruntuhan Majapahit adalah sebagai berikut, kecuali ….
a. perang saudara
b. meninggalnya Gajah Mada
c. serangan Kubilai Khan
d. berdirinya kerajaan Islam
19. Majapahit mengalami kemunduran pada masa pemerintahan Raja ….
a. Jayanegara
b. Wikramawardhana
c. Tribhuwanatunggadewi
d. Bhre Kahuripan
20. Ciri-ciri candi di Jawa Tengah adalah sebagai berikut, kecuali….
a. menghadap ke timur
b. reliefnya timbul agak tinggi
c. bentuknya tinggi dan ramping
d. letak candi di tengah halaman

B. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
1. Kasta yang terdiri dari para budak disebut dengan kasta …. Sudra
2. Empat kasta pada agama Hindu disebut dengan …. Caturwarna
3. Pendiri agama Buddha adalah ….. Sidharta Gautama
4. Raja Mulawarman merupakan raja dari Kerajaan …. Kutai
5. Kerajaan Tarumanegara merupakan kerajaan di wilayah …. Jawa Barat
6. Tokoh yang mengucapkan Sumpah Palapa bernama ….. Gajah Mada
7. Anak dari Ken Arok dan Ken Umang bernama ….. Tohjaya
8. Pendiri dari dinasti Rajasah adalah …. Ken Arok
9. Dewa yang memilahara alam semesta pada agama Hindu adalah Dewa … Wisnu
10. Raja pertama dari Kerajaan Kutai adalah ….. Kudungga

C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Apa yang dimaksud teori Arus Balik?
Jawab:
Teori Arus Bali adalah teori yang menekankan adanya peranan aktif bangsa Indonesia dalam proses masuk dan berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia (setelah agama Hindu-Buddha di¬sebar¬kan di Indonesia, orang Indonesia aktif belajar agama ke India).
2. Sebutkan empat kasta pada agama Hindu!
Jawab:
Kasta yang ada pada agama Hindu, yaitu.
a. Kasta Brahmana: kasta pendeta.
b. Kasta Ksatria: kasta bangsawan.
c. Kasta Waisya: kasta pedagang dan kaum buruh menengah.
d. Kasta Sudra: kasta petani, buruh kecil dan kaum budak.
3. Sebutkan usaha Sriwijaya adalam memajukan perdagangan lewat laut!
Jawab:
Berikut merupakan usaha Sriwijaya untuk memajukan perdagangan lautnya.
a. Menguasai jalur-jalur pelayaran dan pelabuhan-pelabuhan.
b. Merebut daerah-daerah yang da¬pat menjadi saingan dalam per¬dagangan.
c. Membasmi bajak laut untuk men¬jamin keamanan kapal-kapal da¬gang.
4. Sebutkan candi peninggalan Kerajaan Majapahit!
Jawab:
Berikut merupakan candi peninggalan dari Kerajaan Majapahit.
a. Candi Jabung (dekat Kraksaan, Probolinggo).
b. Candi Tigawangi dan Candi Sura¬wana (dekat Pare, Kediri).
c. Candi Tikus (Trowulan, Mojokerto).
d. Candi Panataran, Candi Sawentar, dan Candi Sumberjati (di Blitar).
5. Sebutkan bukti bahwa Sriwijaya beragama Buddha!
Jawab:
Kerajajaan Sriwijaya beragama Buddha dapat dibuktikan dengan
a. Adanya Prasasti Telaga Batu yang bertuliskan Siddaryata yang ber¬arti perjalanan suci.
b. Adanya Candi Buddha di Muara Takus, Riau, dan patung Buddha di Bukit Siguntang.
c. Banyak pemuda yang dikirim untuk belajar agama Buddha di Perguru¬an Tinggi Nalanda, Benggala (India). Banyak penganut agama Buddha dari Cina yang akan belajar agama ke India, terlebih dahulu harus belajar di Sriwijaya selama dua atau tiga tahun.

PERBAIKAN (mandiri, kerja keras)
A. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
1. Silsilah raja-raja Majapahit yang berhubungan dengan Singasari termuat dalam kitab …. Negarakertagama
2. Setelah menjadi Raja Majapahit, Raden Wijaya bergelar ….. Kertarajasa Jayawardhana
3. Kertanegara didarmakan dalam Candi ….. Jawi
4. Kehidupan gotong royong telah ada dalam kehidupan masyarakat Tarumanegara, buktinya adalah …. pembagunan saluran Gomati
5. Kitab Kresnayana merupakan karya …. Empu Triguna

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Jelaskan dua bukti yang menyatakan pendapat bahwa Hindu yang berkembang di Kutai berasal dari India Selatan!
Jawab:
Bukti bahwa Hindu di Indonesia berasal dari India Selatan adalah
a. Prasasti yupa dengan huruf pallawa berasal dari India, tepatnya Kerajaan Pahlava di India Selatan.
b. Penggunaan nama berakhiran Warman.
2. Bagaimana berita Cina yang ditulis I-Tsing?
Jawab:
I-Tsing (rahib) menuliskan kesan tentang Kerajaan Sriwijaya sebagai salah satu pusat agama Buddha di Asia pada abad ke-7 M.
3. Sebutkan faktor yang menyebabkan jatuhnya Majapahit!
Jawab:
Beberapa penyebab jatuhnya Majapahit sebagai berikut.
a. perang saudara;
b. tidak ada lagi tokoh kuat di Maja¬pahit seperti Gajah Mada dan Ha¬yam Wuruk;
c. masuknya agama Islam.
4. Sebutkan dua faktor yang menyebabkan keruntuhan Kerajaan Kediri!
Jawab:
Penyebab runtuhnya Kediri sebagai berikut.
a. Serangan Ken Arok tahun 1222.
b. Kertajaya tidak didukung kaum Brahmana.
5. Sebutkan tiga candi yang merupakan peninggalan Dinasti Sanjaya!
Jawab:
Candi peninggalan Dinasti Sanjaya adalah Candi Bima, Candi Gatutkaca, Candi Puntadewa, dan Candi Sembodro di dataran tinggi Dieng, dan kompleks Candi Gedong Sanga di lereng Gunung Ungaran.

Cakrawala Ilmu
Fakta Unik Candi Borobudur

1. Candi Borobudur terdiri atas 2 juta bongkah batu, sebagian besar merupakan dinding-dinding berupa relief yang mengisahkan ajaran Buddha Mahayana. Candi tersebut berukuran sisi-sisinya 123 m, sedang tingginya yang ada sekarang (setelah disambar petir) tinggal 31,5 m.
2. Candi Borobudur itu hakikatnya merupakan “tiruan” dari alam semesta yang menurut ajaran Buddha terdiri atas 3 bagian besar, yaitu: Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu.
3. Ada permainan angka-angka yang mengagumkan di Candi Borobudur. Jumlah stupa di tingkat Arupadhatu (stupa puncak tidak dihitung) adalah 32, 24, 16 yang memiliki perbandingan yang teratur, yaitu 4 : 3 : 2, dan semuanya habis dibagi 8.
4. Ukuran tinggi stupa di tiga tingkat itu adalah 1,9 m; 1,8 m; masing-masing berbeda 10 cm. Begitu juga diameter dari stupa-stupa tersebut, mempunyai ukuran tepat sama pula dengan tingginya : 1,9 m; 1,8 m; 1,7 m. Beberapa bilangan di Borobudur, bila dijumlahkan angka-angkanya akan berakhir menjadi angka 1 kembali. Angka 1 melambangkan ke-Esa-an Sang Adhi Buddha.
5. Jumlah tingkatan Borobudur adalah 10 tingkat, angka-angka dalam 10 bila dijumlahkan hasilnya: 1 + 0 = 1. Jumlah stupa di Arupadhatu yang di dalamnya ada patung-patungnya ada 32 + 24 + 16 + 1 = 73, angka 73 bila dijumlahkan hasilnya 10 dan seperti di atas 1 + 0 = 1. Jumlah patung-patung di Borobudur seluruhnya ada 505 buah. Bila angka-angka didalamnya dijumlahkan, hasilnya 5 + 0 + 5 = 10 dan juga seperti di atas 1 + 0 = 1.

Masuk dan Berkembannya Islam di Indonesia
Standar Kompetensi
5. Memahami perkembangan masyarakat sejak masa Hindu–Buddha sampai masa Kolonial Eropa.
Kompetensi Dasar
5.2 Mendeskripsikan perkembangan masyarakat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia, serta peninggalan-peninggalannya.

Islam merupakan agama yang muncul dan berkembang di Mekah, Arab Saudi. Islam diturunkan oleh Allah Swt melalui Nabi Muhammad Saw. Islam diturunkan untuk memberi pencerahan pada kaum Quraisy yang merupakan penduduk Mekah. Setelah berhasil mengislamkan penduduk Madinah dan Mekah, Islam terus berkembang ke seluruh jazirah Arab. Tidak sampai di jazirah Arab, Islam terus berkembang hingga Eropa, Afrika, dan Asia. Penyebaran Islam di Eropa dilakukan dengan peperangan karena bertentangan dengan bangsa Romawi. Sedangkan Islam yang menyebar ke Asia dan Afrika dilakukan dengan jalan damai. Hal ini dikarenakan penduduk Asia dan Afrika bersifat terbuka. Islam akhirnya masuk ke Indonesia melalui jalur perdagangan. Para pedagang Islam dari Gujarat, Persia, dan Mesir datang ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah dan sutra. Adanya kerajaaan-kerajaan Hindu-Buddha yang berkuasa di Indonesia menjadi rintangan penyebaran agama Islam. Tetapi karena dilakukan melalui perdagangan Islam dapat berkembang dengan baik di wilayah pesisir di Indonesia. Masyarakat Islam yang terbentuk akhirnya mampu mendirikan kerajaan yang bercorak Islam. Kerajaan becorak Islam tersebut mampu bersaing bahkan menundukkan kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha. Pada bab ini akan dibahas mengenai masuk, berkembang, dan penagruh Islam bagi bangsa Indonesia.
(menara masjid kudus)

A. Proses Masuk dan Berkembangnya Agama Islam ke Indonesia
Masuknya Islam ke Indonesia memiliki persamaan dengan masuknya kebudayaan Hindu-Buddha. Islam berkembang dari interaksi antara pedagang Islam yang berasal dari Gujarat, Persia, dan Mesir dengan pedagang Indonesia. ketika berada di Indonesia, para pedagang Islam harus menunggu angin bertiup ke arah yang berlawanan arah dengan meraka berangkat. Ketika menunggu, para pedagang Islam melakukan berbagai hal salah satunya menyebarkan agama Islam.
1. Sumber-Sumber Sejarah Masuknya Agama Islam di Indonesia
Proses masuknya agama Islam ke Indonesia masih diperdebatkan waktu kepastiannya. Ada beberapa pendapat tentang kapan masuknya agama Islam ke Indonesia, di antaranya yaitu sebagai berikut.
a. Agama Islam Masuk ke Indonesia pada Abad ke-7
Hal ini didasarkan pada hal-hal berikut ini.
1) Berita dari Dinasti Tang (Cina)
Berita ini menyatakan bahwa Raja Tashih (Tache) mengurungkan niatnya menyerbu Holing (Kaling) yang diperintah oleh Ratu Shima (674). Nama Tashih diidentifikasikan dengan Arab, sehingga Raja Tashih diperkirakan Raja Arab.
2) Buku Hasin-Tang-Shu
Buku ini mencatat bahwa pada tahun 674 di pantai barat Sumatra telah ada pemukiman pedagang Arab. Mungkin daerah yang dimaksud adalah Barus.
b. Agama Islam Masuk ke Indonesia pada Abad ke-8
Hal ini didasarkan pada berita Jepang. Berita ini memuat catatan perjalanan Pendeta Kanshin yang menceritakan bahwa pada tahun 784 di Pelabuhan Kanton, Cina telah berlabuh kapal-kapal Ta-Shih dari Arab. Kapal-kapal tersebut sempat singgah di Kepulauan Indonesia.
c. Agama Islam Masuk ke Indonesia pada Abad ke-9
Hal ini didasarkan pada berita Cina dari Dinasti Tang. Berita ini menyebutkan bahwa telah terjadi perpindahan orang-orang muslim dari Kanton ke Kedah dan Palembang.
d. Agama Islam Masuk ke Indonesia pada Abad ke-10
Hal ini didasarkan pendapat seorang ahli sejarah Indonesia yang bernama Sartono Kartodirjo. Menurut Sartono Kartodirjo, pada tahun 913 di Siak, Sumatra Utara telah ada perkampungan muslim.
e. Agama Islam Masuk ke Indonesia pada Abad ke-11
Buktinya di Leran, Gresik ditemukan sebuah makam seorang wanita Islam bernama Fatimah binti Maimun (putri Dewi Swara), yang berangka tahun 475 H atau 1082 M.
f. Agama Islam Masuk ke Indonesia pada Abad ke-13
Hal ini didasarkan pada hal-hal sebagai berikut.
1) Berita perjalanan Marcopolo
Marcopolo adalah pedagang dari Venesia (Italia). Dalam perjalanannya pulang dari Cina, ia singgah di Peureula (Perlak), ia menulis dalam catatannya bahwa Perlak di Aceh Utara pada tahun 1292 sudah banyak penduduk yang beragama Islam.
2) Makam Sultan Malik as Saleh
Sultan Malik as Saleh adalah raja Samudra Pasai. Makamnya berangka tahun 635 H atau 1297 M dan dituliskan Arab. Hal ini menunjukkan bahwa Sultan ini adalah penganut agama Islam.
3) Berita Ibnu Batutah dari India
Pada waktu mengunjungi Samudra Pasai, ia menceritakan bahwa sultan di kerajaan ini telah giat menyebarkan agama Islam.
g. Agama Islam Masuk ke Indonesia pada Abad ke-14
Buktinya di Munje Tujoh, Aceh Utara ditemukan dua nisan berangka tahun 1380 dan 1389. Kedua nisan itu menunjukkan tahun meninggalnya putri Sultan Malik al Taher (Sultan Akhmad), Sultan Samudra Pasai yang ketiga. Di Troloyo dan Trowulan yang merupakan bekas lokasi istana Majapahit, terdapat makam muslim kuno. Makam Troloyo bertahun 1376, dan Trowulan bertahun 1368.
h. Agama Islam Masuk ke Indonesia pada Abad ke-15
Hal ini didasarkan pada hal-hal sebagai berikut.
1) Catatan Ma Huan
Ma Huan adalah seorang muslim Cina yang pada tahun 1461 mengunjungi pesisir utara Jawa. Pada tahun 1451 menuliskan buku “Ying-yai Sheng-lan” (Uraian kota-kota pantai). Kesaksian Ma-Huan memperkuat pendapat bahwa agama Islam sudah dianut oleh keluarga raja Majapahit sebelum dianut oleh penduduk daerah pesisir.
2) Gresik terdapat nisan Malik Ibrahim (salah seorang dari Wali Sanga) yang meninggal pada tahun 1419. Nisan ini membuktikan bahwa agama Islam sudah masuk di pesisir utara Jawa.
i. Agama Islam Masuk ke Indonesia pada Abad ke-16
Hal ini didasarkan pada keterangan Tome Pires dalam bukunya “Suma Oriental”. Menurut Tome Pires, penyebaran agama Islam di Indonesia dilakukan oleh para pedagang muslim dari Gujarat (India), Persia, dan Arab.
2. Perkembangan dan Penyebaran Agama Islam di Indonesia
a. Perkembangan Agama Islam
Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia dilakukan secara damai yang diterima melalui rakyat kalangan bawah. Ada beberapa faktor yang memengaruhi penyebaran Islam di Indonesia berlangsung secara damai, di antaranya sebagai berikut.
1) Syarat masuk agama Islam cukup mudah, seseorang dianggap telah masuk Islam apabila mampu mengucapkan kalimat syahadat.
2) Agama Islam tidak mengenal sistem kasta, semua orang derajatnya sama.
3) Pelaksanaan ibadahnya sederhana dan biayanya murah.
4) Aturan-aturan dalam Islam itu fleksibel dan tidak memaksa.
5) Penyebaran agama Islam dilakukan dengan cara damai dan disesuaikan dengan keadaan sosial budaya yang telah ada.
6) Agama Islam dari Gujarat telah mendapat pengaruh Hindu dan tasawuf, sehingga pemahamannya mudah.
7) Runtuhnya Kerajaan Hindu Majapahit pada akhirnya abad ke-15, turut memperlancar penyebaran Islam.
b. Penyebaran Agama Islam di Indonesia
Proses penyebaran agama Islam di Indonesia dapat melalui beberapa aktivitas sebagai berikut.
1) Perdagangan
Perdagangan memegang peranan penting dalam proses penyebaran Islam di Indonesia, karena Islam mulai diperkenalkan melalui sejumlah bandar penting. Dalam hal ini perdagangan dilakukan para pedagang Islam kepada pedagang-pedagang lain. Pada waktu berdagang, saudagar-saudagar dari Gujarat, Persia, dan Arab berhubungan atau bergaul dengan penduduk setempat (Indonesia). Mereka berhasil memengaruhi penduduk setempat hingga tertarik untuk menganut agama Islam.
2) Perkawinan
Para pedagang yang datang ke Indonesia ternyata tidak hanya berdagang saja. Mereka banyak yang menikah dengan wanita pribumi yang sebelumnya bukan pemeluk Islam tetapi kemudian menjadi seorang muslim. Perkawinan merupakan saluran Islamisasi yang paling mudah. Mengapa demikian? Perkawinan merupakan ikatan lahir dan batin antara suami istri, yang akan membentuk keluarga, dan keluarga adalah inti dari masyarakat muslim. Dari perkawinan itu juga membentuk pertalian kekerabatan yang lebih besar antara keluarga pihak laki-laki dan perempuan. Misalnya perkawinan antara Raden Rahmat (Sunan Ampel) dengan Nyai Gede Manila putri Tumenggung Wilatikta, perkawinan antara Sunan Gunung Jati dengan Putri Kawungaten, perkawinan antara Raja Brawijaya dengan Putri Jeumpa yang beragama Islam. Dari perkawinan ini kemudian berputera Raden Patah yang kelak menjadi raja pertama di Demak.
3) Pendidikan
Para pedagang muslim yang menetap di suatu wilayah (Pekojan) berusaha mendirikan pesantren. Pesantren merupakan lembaga yang penting dalam penyebaran agama Islam karena merupakan tempat pembinaan calon guru-guru agama, kiai-kiai atau ulama-ulama. Setelah menamatkan pelajarannya, murid-murid pesantren tersebut akan kembali ke kampung halamannya dan di tempat asalnya mereka akan membuka pesantren baru, misalnya:
a) pondok pesantren yang didirikan Sunan Gresik di Gresik Jawa Timur;
b) pondok pesantren yang didirikan Sunan Ampel di Ampeldenta Surabaya; dan
c) pondok pesantren yang didirikan Sunan Giri di Giri Kedaton Gresik.
4) Kesenian
Para pedagang muslim yang menetap memanfaatkan kesenian untuk menyebarkan agama Islam. Cabang seni yang berpengaruh dalam proses Islamisasi yaitu seni arsitektur, seni pahat, seni tari, dan pertunjukan wayang. Sunan Kalijaga adalah salah satu figur wali yang sangat menyukai seni. Bahkan ia menggunakan seni sebagai sarana dakwah. Ia memasukkan unsur Islam ke dalam pertunjukan wayang yang dimainkannya. Dari sinilah masyarakat kemudian tertarik untuk mempelajari Islam.
5) Politik
Para pedagang muslim yang datang di Indonesia mulai memanfaatkan raja-raja yang notabene masih beragama Hindu-Buddha. Pada waktu itu seorang raja sangat berpengaruh terhadap rakyatnya. Besarnya pengaruh seorang raja terhadap rakyatnya menjadikan proses Islamisasi menjadi semakin mudah. Ketika seorang raja memeluk agama Islam maka rakyat juga akan mengikuti jejak rajanya karena raja selalu menjadi panutan dan tauladan bagi rakyatnya.
Penyebaran Islam di Indonesia tidak terlepas dari peranan ulama/wali. Para ulama dan mubaligh yang terkenal sebagai penyebar agama Islam di Indonesia, di antaranya Dato’ri Bandang dan Dato Sulaeman yang menyebarkan agama Islam di daerah Sulawesi. Dato’ri Bandang bersama Tuan Tunggang’ri Parangan yang melanjutkan penyebaran agama Islam ke Kutai, Kalimantan Timur.
Di samping para ulama dan mubaligh, penyebar agama Islam di Pulau Jawa adalah para wali. Mereka dikenal dengan sebutan ‘Wali Sanga’ karena berjumlah 9 orang. Pada dasarnya, Wali Sanga merupakan Dewan Mubaligh. Kesembilan wali itu sebagai berikut.
1) Sunan Ampel (Raden Rahmat) di Surabaya (Jawa Timur).
2) Sunan Bonang (Raden Makdum Ibrahim) di Tuban (Jawa Timur).
3) Sunan Drajat (Raden Syarifuddin) atau Raden Qosim di Lamongan, Jawa Timur.
4) Sunan Giri (Raden Paku) di Gresik, Jawa Timur.
5) Syekh Maulana Malik Ibrahim, di Gresik, Jawa Timur.
6) Sunan Kalijaga (Raden Said) di Kadilangu, Semarang, Jawa Tengah.
7) Sunan Kudus (Raden Jafar Shodiq) di Kudus, Jawa Tengah.
8) Sunan Muria (Raden Umar Said) di Muria, Jawa Tengah.
9) Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) di Cirebon, Jawa Barat.
Di samping Wali Sanga, masih ada beberapa ulama atau mubaligh yang sangat berperanan dalam mensiarkan agama Islam di Pulau Jawa, di antaranya Sunan Bayat, Sunan Geseng, Sunan Prawoto, Sunan Ngudung, Syekh Subakir, Syekh Mojoagung, dan Syekh Siti Jenar.

Menggapai Cakrawala (jujur, disiplin, tanggung jawab)
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!
1. Agama dan kebudayaan Islam masuk dan berkembang di Kepulauan Indonesia melalui kegiatan ….
a. perdagangan antarpulau
b. perdagangan dan pelayaran antarpulau
c. penjelajahan samudra
d. perdagangan internasional
2. Berikut ini faktor-faktor yang mempercepat proses Islamisasi di Indonesia, kecuali ….
a. Islam lebih bersifat demokratis
b. raja-raja Hindu banyak yang masuk Islam
c. Islam tidak mengenal pembagian kasta
d. dengan masuk Islam dapat memperlancar hubungan perdagangan
3. Penyebaran agama Islam pertama kali di Indonesia dilakukan melalui ….
a. perkawinan
b. tasawuf
c. pesantren
d. perdagangan
4. Kota perdagangan yang berperan penting dalam pengembangan agama Islam adalah ….
a. Malaka
b. Ambon
c. Sombaopu
d. Banten
5. Proses penyebaran agama Islam dilakukan beberapa cara berikut, kecuali ….
a. pendidikan
b. perkawinan
c. peperangan
d. tasawuf
6. Islam masuk ke Indonesia abad ke-13 M, dasarnya adalah ….
a. berita Jepang
b. makam Malik as Saleh
c. makam Fatimah Binti Maimun
d. Berita Cina dari Dinasti Tang
7. Seorang anggota Wali Sanga yang mendirikan pondok pesantren di Kadilangu, Demak adalah Sunan ….
a. Kalijaga
b. Giri
c. Kudus
d. Gresik
8. Faktor pendorong yang menyebabkan keberhasilan Wali Sanga dalam menyebarkan agama Islam adalah ….
a. Wali Sanga banyak mendirikan pndok pesantren
b. banyak mendapatkan dukungan dari kaum bangsawan
c. penyebaran agama Islam dilakukan dengan bijaksana
d. penyebaran Islam dilakukan dengan tidak menghilangkan budaya asli
9. Seorang wali yang bernama Syarif Hidayatullah adalah Sunan ….
a. Drajat
b. Giri
c. Gunung Jati
d. Kalijaga
10. Dalam proses penyebaran agama Islam di Indonesia, jalur perdagangan berperan untuk ….
a. memajukan perdagangan antar pulau
b. memajukan kesejahteraan penduduk
c. meningkatkan persatuan dan kesatuan antara penduduk
d. memudahkan perkembangan dan penyebaran agama Islam

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Sebutkan dasar agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 M!
Jawab:
Agama Islam masuk ke Indonesia abad ke-7 M berdasarkan pada hal-hal berikut ini.
a. Berita dari Dinasti Tang (Cina), menyatakan bahwa Raja Tashih (Tache) mengurungkan niatnya menyerbu Holing (Kaling) yang diperintah oleh Ratu Shima (674). Nama Tashih diidentifikasikan dengan Arab, sehingga Raja Tashih diperkirakan Raja Arab.
b. Buku Hasin-tang-shu, mencatat bahwa pada tahun 674 di pantai barat Sumatera telah ada pemukiman pedagang Arab. Mungkin daerah yang dimaksud adalah Barus.
2. Sebutkan peranan Wali Sanga!
Jawab:
Perananan dari Wali Sanga sebagai berikut.
a. sebagai penyebar agama Islam;
b. sebagai penasihat raja-raja Islam;
c. sebagai pendukung kerajaan-kerajaan Islam;
d. sebagai pengembang kebudayaan daerah yang telah disesuaikan dengan kebudayaan Islam.
3. Bagaimana Islamisasi melalui perdagangan?
Jawab:
Perdagangan memegang peranan penting dalam proses penyebaran Islam di Indonesia, karena Islam mulai diperkenalkan melalui sejumlah bandar penting. Dalam hal ini perdagangan dilakukan para pedagang Islam kepada pedagang-pedagang lain. Pada waktu berdagang, saudagar-saudagar dari Gujarat, Persia, dan Arab berhubungan atau bergaul dengan penduduk setempat (Indonesia). Mereka berhasil memengaruhi penduduk setempat hingga tertarik untuk menganut agama Islam.
4. Apa yang mendasari pendapat Islam masuk ke Indonesia abad ke-16?
Jawab:
Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-16 didasarkan pada keterangan Tome Pires dalam bukunya “Suma Oriental”. Menurut Tome Pires, penyebaran agama Islam di Indonesia dilakukan oleh para pedagang muslim dari Gujarat (India), Persia, dan Arab.
5. Sebutkan 3 pesantren yang merupakan sarana Islamisasi melalui pendidikan!
Jawab:
Contoh pesantren sebagai berikut.
a. pondok pesantren yang didirikan Sunan Gresik di Gresik Jawa Timur;
b. pondok pesantren yang didirikan Sunan Ampel di Ampeldenta Surabaya; dan
c. pondok pesantren yang didirikan Sunan Giri di Giri Kedaton Gresik.

C. Tugas Siswa bersahabat/komunikatif, gemar membaca, rasa ingin tahu
Lakukan kegiatan berikut dengan teman semeja kalian!
1. Tuliskan biografi singkat mengenai tokoh-tokoh yang tergabung dalam Wali Sanga! Jelaskan peranan masing-masing tokoh tersebut dalam menyebarkan agama Islam!
2. Mengapa wilayah Indonesia bagian timur kurang mendapat pengaruh Islam? Jelaskan!
3. Jelaskan keterkaitan antara Kerajaan Demak, Kerajaan Pajang, dan Kerajaan Mataram Islam!
4. Tuliskan hasil diskusi kalian, kemudian bacalah hasilnya di depan kelas!

B. Pertumbuhan Kerajaan-Kerajaan Bercorak Islam di Indonesia
Banyaknya penduduk Indonesia yang masuk Islam mengakibatkan munculnya masyarakat Islam di Indonesia. Ditambah banyak pedagang dan wali Islam yang menikah dengan puteri dari penguasa lokal menambah cepat berkembangnya masyarakat Islam dan kekuasaan Islam. Penguasa lokal yang masuk Islam akhirnya mendirikan kerajaan yang bercorak Islam. Berikut merupakan kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia.
1. Kerajaan Samudera Pasai
Kerajaan Samudera Pasai adalah kerajaan Islam pertama di Indonesia terletak di Aceh Utara, tepatnya di Sungai Peusangan. Letak kerajaan yang berada di jalur internasional membuat kerajaan ini dikunjungi oleh pedagang Islam. Berkat banyaknya pedagang Islam yang berdagang di Samudra Pasai, kerajaan ini berkembang pesat.
a. Kehidupan Politik dan Pemerintahan Kerajaan Samudera Pasai
Kerajaan Samudera Pasai diperintah oleh raja yang memiliki pandangan bercorak Islam. Berikut ini raja-raja yang pernah memerintah di Kerajaan Samudera Pasai.
1) Sultan Malik as Saleh (1285 – 1297), merupakan raja pertama raja pertama dan sekaligus sebagai pendiri kerajaan. Sebelum menjadi raja, ia bernama Marah Sile atau Merah Selu. Sultan Malik as Saleh menikah dengan Ganggang Sari, putri Raja Perlak (Sultan Makhdum Malik Ibrahim Syah Johan Berdaulat).
2) Sultan Muhammad (Sultan Malik at Tahir I) (1297 – 1326)
3) Sultan Ahmad (Sultan Malik at Tahri II) (1326 – 1348)
Setelah Sultan Ahmad wafat, Kerajaan Samudera Pasai mengalami kemunduran. Faktor-faktor menyebabkan kemunduran Kerajaan Samudera Pasai adalah sebagai berikut.
1) Kerajaan Majapahit berambisi menyatukan Nusantara, salah satu yang menjadi sasaran untuk dikuasainya adalah Samudera Pasai.
2) Munculnya Kerajaan Aceh, sehingga peran penyebaran agama Islam diambil alih oleh Kerajaan Aceh.
3) Berdirinya bandar Malaka yang letaknya lebih strategis.
b. Kehidupan Sosial, Budaya, dan Ekonomi Kerajaan Samudera Pasai
Kehidupan sosial ekonomi Kerajaan Samudera Pasai dibangun berdasarkan kekuasaan/hukum Islam dan mengembangkan wilayah kekuasaannya melalui perdagangan. Raja Samudera Pasai berusaha aktif menyebarkan ajaran dan budaya Islam serta memperkuat armada laut untuk memberi rasa aman terhadap para pedagang yang singgah. Raja memberi rasa aman terhadap rakyatnya sehingga perekonomian yang bersumber dari pertanian dapat berjalan baik.
2. Kerajaan Aceh
Kerajaan Aceh dirintis oleh Muzaffar Syah. Kerajaan dibangun di bekas wilayah Kerajaan Lamuri yang termasuk dalam Kekuasaan Pedir. Kerajaan Aceh berada di ujung utara Pulau Sumatra.
a. Kehidupan Politik dan Pemerintahan Kerajaan Aceh
Pada tahun 1511 Portugis berhasil menguasai Malaka. Akibatnya, banyak pedagang Islam yang mencari pusat perdagangan baru. Aceh menjadi pusat perdagangan Islam dan merintis jalur perdagangan di barat dan timur Pulau Sumatra. Ketika dibawah pimpinan Ali Mughayat Syah Kerajaan Aceh melepaskan diri dari Kerajaan Pedir. Berikut ini raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Aceh.
1) Sultan Ali Mughayat Syah (1514 – 1528)
Merupakan raja pertama Kerajaan Aceh. Raja ini memanfaatkan momentum dikuasainya Malaka oleh Portugis pada tahun 1511. Aceh menarik para pedagang Islam yang biasa berdagang di Malaka. Untuk mempertahankan kekuasaan dan dominasai kekuasaan Aceh, Ali Mughayat Syah memperluas wilayahnya ke Pidie dan bagian timur Sumatra.
2) Sultan Salahuddin (1528 – 1537 M)
Pada masa pemerintahannya keadaan pemerintahan kurang mendapat perhatian dari raja, sehingga Aceh mengalami kemunduran. Karena dianggap kurang cakap kekuasaan direbut saudaranya yang bernama Alauddin.
3) Sultan Alauddin Riayat Syah al Kahar (1537 – 1568 M)
Selama memerintah, Sultan Alauddin mengadakan perbaikan kondisi kerajaan. Dia berusaha untuk merebut Malaka dari Portugis. Sultan Alauddin mengirim ahli dakwah ke Pulau Jawa.
4) Sultan Iskandar Muda (1607 – 1636 M)
Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Aceh mengalami kejayaan. Untuk menata pemerintahannya, Iskandar Muda berhasil menyusun Undang-Undang Tata Pemerintahan yang disebut Adat Mahkota Alam. Dia melebarkan kekuasaan ke wilayah selatan Pulau Sumatra, hal tersebut dikarenakan wilayah selatan dan barat Pulau Sumatra merupakan jalur alternatif perdagangan Islam untuk menghindari Portugis. Sultan Iskandar berhasil menguasai Pahang dan Johor. Selain itu dia bekerja sama dengan EIC (East India Company) dan VOC (Verenidge Oost India Compagnie) untuk melawan Portugis.
5) Sultan Iskandar Thani (1636 – 1641 M)
Setelah Sultan Iskandar Thani wafat (1641), Kerajaan Aceh mengalami kemunduran. Faktor-faktor penyebab kemunduran Kerajaan Aceh antara lain sebagai berikut.
a) Setelah Sultan Iskandar Thani wafat, tidak ada lagi raja-raja yang mampu mengendalikan Aceh.
b) Timbulnya pertikaian yang terus menerus antara golongan ulama dengan golongan bangsawan.
c) Daerah yang dikuasai Aceh banyak yang melepaskan diri.
d) Kekalahan Aceh melawan Portugis di Malaka (1629) mengurangi kewibawaan Aceh.
e) Belanda diberi izin mendirikan kantor dagang di Aceh.
f) Munculnya kota dagang Banten yang merupakan saingan Aceh.
g) Terjadinya perang Aceh-Belanda yang berkepanjangan.
b. Kehidupan Sosial, Budaya, dan Ekonomi Kerajaan Aceh
Di bidang sosial, Kerajaan Aceh mengenal kaum bangsawan, yaitu kaum yang memegang kekuasaan dalam pemerintahan sipil (teuku) dan kaum agama yang disebut tengku.
Perekonomian Kerajaan Aceh bersumber dari hasil perkebunan rempah-rempah terutama lada. Lalu lintas perdagangan dan pelayaran di wilayah Kerajaan Aceh semakin ramai.
Kebudayaan Islam berkembang di Kerajaan Aceh dalam bentuk peninggalan masjid dan kaligrafi. Selain itu, terdapat ahli-ahli sastra seperti Nuruddin ar Raniri dan Hamzah Fansuri.
3. Kerajaan Demak
Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Pendiri kerajaan ini adalah Raden Patah. Menurut Babad Tanah Jawi, Raden Patah adalah keturunan raja terakhir Kerajaan Majapahit yaitu Raja Brawijaya V dan seorang putri Cina.
a. Kehidupan Politik dan Pemerintahan Kerajaan Demak
Kerajaan Demak semula merupakan bagian kekuasaan Majapahit. Pada tahun 1500, Raden Patah yang beragama Islam melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit dan mendirikan Kerajaan Demak Bintoro atau Kerajaan Gelagah Wangi. Kerajaan Demak bercorak Islam diperintah oleh beberapa raja berikut.
1) Raden Patah (1500 – 1518 M)
Setelah menjadi raja Demak dia bergelar Sultan Alam Akbar al-Fatah.Pada masa pemerintahannya, dibangun Masjid Demak yang dapat kita saksikan sampai sekarang ini. Melemahnya Majapahit memberikan kesempatan bagi Demak untuk melakukan penyerangan ke Majapahit. Majapahit berhasil ditaklukkan.
Kerajaan Demak menjadi pelabuhan transit rempah-rempah dari Indonesia Timur ke Malaka. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis telah mengganggu jalur perdagangan di Nusantara. Raden Patah mengutus puteranya Pati Unus menyerang Malaka tapi tidak berhasil. Raden Patah meninggal tahun 1518.
2) Pati Unus (1518 – 1521 M)
Ketika memerintah Pati Unus masih berusaha meneruskan untuk mengusir Portugis dari Malaka. Karena belum berhasil Pati Unus mengganti strateginya untuk bertahan.
3) Sultan Trenggono (1521 – 1546 M)
Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Demak mencapai puncak kejayaannya. Kekuasaan Kerajaan Demak meliputi Jawa Barat, Jayakarta, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Timur. Penaklukan pesisir Jawa Barat dilakukan oleh Fatahillah yang turut merintis Kerajan Banten dan Cirebon.
Kerajaan Banjar di Kalimantan meinta bantuan ke Demak untuk mengalahkan saingannya. Kerajaan Banjarpun memenangkan persaingan. Karena berhutang budi maka Kerajaan Banjar masuk Islam.
Munculnya kota pelabuhan di Pasuruan membuat gusar Sultan Trenggono. Pasuruan melakukan hubungan dengan Bali, pulau-pulau di Indonesia Timur, dan Portugis. Hal ini membuat Portugis kembali mendapat barang dagangan dan Malaka kembali bergeliat. Tahun 1546, Demka melakukan serangan ke Pasuruan. Dalam pertempuran tersebut Sultan Trenggono tewas.
Setelah Sultan Trenggono wafat, terjadi perebutan kekuasaan antara Pangeran Sekar dan Sunan Prawoto (putra Sultan Trenggono). Pertikaian ini berakhir dengan kematian Pangeran Sekar. Arya Penangsang (putra Pangeran Sekar) membalas kematian ayahnya dengan cara mengalahkan Sunan Prawoto dan Pangeran Hadiri. Kemudian, ia dapat dikalahkan oleh Jaka Tingkir atau Mas Karebet, menantu Sultan Trenggono. Atas kemenangan tersebut, Jaka Tingkir kemudian memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan Demak ke daerah Pajang (Kartasura) pada tahun 1568 dan sekaligus menandai berakhirnya Kerajaan Demak.
Setelah Sultan Trenggono wafat, terjadi perebutan kekuasaan antara Pangeran Sekar dan Sunan Prawoto (putra Sultan Trenggono). Pertikaian ini berakhir dengan kematian Pangeran Sekar. Arya Penangsang (putra Pangeran Sekar) membalas kematian ayahnya dengan cara mengalahkan Sunan Prawoto dan Pangeran Hadiri. Kemudian, ia dapat dikalahkan oleh Jaka Tingkir atau Mas Karebet, menantu Sultan Trenggono. Atas kemenangan tersebut, Jaka Tingkir kemudian memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan Demak ke daerah Pajang (Kartasura) pada tahun 1568 dan sekaligus menandai berakhirnya Kerajaan Demak.
b. Kehidupan Sosial, Budaya, dan Ekonomi Kerajaan Demak
Demak berkembang menjadi kerajaan yang makmur dengan sumber perekonomiannya dari pertanian dan perdagangan niaga atau pelayaran. Kerajaan Demak berfungsi sebagai pusat perdagangan dan kegiatan penyebaran agama Islam para wali di Pulau Jawa. Raja dan para wali/ulama memiliki hubungan sosial masyarakat yang baik.
4. Kerajaan Pajang
Joko Tingkir memindahkan Demak ke Pajang. Demak dijadikan daerah setingkat kadipaten dan diperintah oleh Arya Pangiri (putera Sultan Prawoto).
a. Kehidupan Politik dan Pemerintahan Kerajaan Pajang
Kerajaan Pajang merupakan kelanjutan dari Kerajaan Demak. Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Pajang antara lain sebagai berikut.
1) Sultan Hadiwijaya (1568 – 1582 M)
Pada masa pemerintahannya, wilayah kekuasaan Pajang semakin berkembang, yakni meliputi Jawa Tengah serta daerah pantai utara Jawa Timur seperti Gresik, Tuban, Sedayu, dan Panarukan.
2) Pangeran Benowo (1582 – 1586 M)
Pada masa pemerintahannya, terjadi perebutan kekuasaan oleh Arya Pangiri (putra Sunan Prawoto). Usaha Arya Pangiri dapat digagalkan oleh Pangeran Benowo berkat bantuan Sutawijaya, Adipati Mataram. Karena kekacauan yang tidak kunjung reda, Pangeran Benowo merasa tidak mampu meneruskan kekuasaannya. Kemudian, ia menyerahkan kekuasaan pada Sutawijaya. Oleh Sutawijaya, pusat pemerintahan (Pajang) dipindahkan ke Kotagede (Mataram), Yogyakarta dan sekaligus menandai berakhirnya Kerajaan Pajang.
b. Kehidupan Sosial, Budaya, dan Ekonomi Kerajaan Pajang
Ketika memerintah, Sultan Hadiwijaya berupaya membangun kekuasaan yang bercorak Islam dengan penuh kebijaksanaan. Sumber perekonomian Pajang antara lain berasal dari hasil pertanian dan perdagangan. Kesusastraan dan kesenian yang kian maju di Demak dan Jepara semakin dikenal ke pedalaman Jawa di mana pusat Kerajaan Pajang berada.
5. Kerajaan Mataram Islam
Mataram dahulu merupakan bekas kekuasaan dari Pajang. Mataram juga bekas dari kerajaan kuno yang tertutup hutan. Karena sesuai dengan sayembara yang diadakan oleh Hadiwijaya dalam mengalahkan Arya Penangsang, Mataram diberikan kepada Ki Ageng Pemanahan. Ki Ageng Pemanahan memiliki putera bernama Danang Sutawijaya.
a. Kehidupan Politik dan Pemerintahan Kerajaan Mataram Islam
Kerajaan Mataram Islam terletak di Kotagede, Yogyakarta. Kerajaan ini memiliki hubungan erat dengan Kerajaan Pajang. Berikut ini raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Mataram Islam.
1) Sutawijaya (1586 – 1601 M).
Ketika naik takhta, ia bergelar Panembahan Senopati Ing Alaga Sayidi Panatagama Khalifatullah yang berarti pemimpin perang yang tangguh di medan laga dan ulama penyebar agama Islam.
2) Mas Jolang (1601 – 1613 M)
Dia memiliki gelar Sultan Anyakrawati atau Panembahan Seda Krapyak. Diberi gelar sebagai Penembahan Seda Krapyak karena dia meninggal di Krapyak ketika memperluas wilayah Mataram.
3) Mas Rangsang atau Sultan Agung (1613 – 1645 M)
Pada masa pemerintahan Sultan Agung, Kerajaan Mataram Islam mencapai puncak kejayaannya, dengan wilayahnya yang meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Barat (kecuali Cirebon, Banten, dan Batavia yang belum dapat ditundukkan). Ibu kota Mataram Islam yang semula di Kotagede kemudian dipindahkan ke Plered.
4) Sunan Amangkurat I ( 1645 – 1677 M)
Kerajaan Mataram mulai mengalami kemunduran, yang ditandai dengan perjanjian bersama Sunan Amangkurat I dan VOC tahun 1946. Dalam perjanjian itu Sunan Amangkurat I mengizinkan VOC mendirikan benteng di wilayah Kerajaan Mataram Islam.
5) Sunan Amangkurat II (1677 – 1703 M)
Pada masa Amangkurat II, memindahkan pusat pemerintahan ke Kartasura. Satu per satu wilayah Mataram Islam dikuasai VOC. Pada tahun 1703, Amangkurat II wafat dan digantikan oleh Amangkurat III, Amangkurat IV, Pakubuwono I, Pakubuwono II, dan Pakubuwono III.
Pada tahun 1755, dengan campur tangan VOC, Kerajaan Mataram dibagi menjadi dua melalui Perjanjian Giyanti.
a) Kesultanan Yogyakarta atau Ngayogyakarta Hadiningrat, diperintah oleh Mangkubumi dengan gelar Sultan Hamengkubuwono I.
b) Kasuhunan Surakarta atau Kasunanan Surakarta, diperintah oleh Susuhunan Pakubuwono III.
Pada tahun 1757, melalui Perjanjian Salatiga, VOC memecah belah Kerajaan Mataram Islam lagi. Mataram dibagi menjadi kerajaan-kerajaan kecil, yaitu Kesultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta, Kerajaan Paku Alam, dan Kerajaan Mangkunegara.
b. Kehidupan Sosial, Budaya, dan Ekonomi Kerajaan Mataram Islam
Pada masa pemerintahan Sultan Agung, Kerajaan Mataram Islam mencapai kemajuan di segala bidang, baik ekonomi, sosial, keagamaan, maupun budaya. Perekonomian Mataram Islam bersumber dari pertanian yang maju, sehingga rakyat hidup makmur dan tenteram. Peninggalan budaya Mataram Islam pada pemerintah Sultan Agung antara lain karya sastra dan filsafat.
6. Kerajaan Banten
Kerajaan Banten terletak di kota Banten atau di pantai utara sebelah barat kota Jakarta. Banten dahulu merupakan daerah kekuasan Kerajaan Pajajaran yang bercorak Hindu. Ketika Kerajaan Demak sedang berkembang, Sultan Demak memerintahkan Fatahillah atau Syarif Hidayatullah untuk menguasai Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon. Setelah berhasil menata dan meletakkan dasar-dasar Islam di Banten, daerah Banten diserahkan pada anaknya yang bernama Hasanuddin.
a. Kehidupan Politik dan Pemerintahan Kerajaan Banten
Berikut ini raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Banten.
1) Sultan Hasanuddin (1552 – 1570 M).
Di bawah pemerintahannya, Banten berkembang pesat. Ketika itu di Demak terjadi konflik di dalam kerajaan. Melihat situasi tersebut Sultan Hasanuddin memisahkan Banten dari kekuasaan Demak dan menaikkan status Banten menjadi kerajaan.
2) Maulana Yusuf (1570 – 1580 M).
Ia berhasil menaklukkan Kerajaan Pajajaran yang masih beragama Hindu. Dia juga mengembangkan pertanian dan perdagangan, selain itu karena sudah menaklukkan Pajajaran dia menyebarkan Islam ke daerah bekas kekuasaan Pajajaran.
3) Maulana Muhammad (1580 – 1596 M)
Dia mendapat gelar Kanjeng Ratu Banten. Ketika menjadi sultan dia masih berumur 9 tahun dan didampingi Mangkubumi. Dia melakukan penyerangan ke Palembang guna dijadikan batu loncatan untuk menguasai bandar-bandar di Malaka. Usaha tersebut tidak berhasil dan tewas dalam pertempuran tersebut.
4) Abdul Mufakir (1596 – 1624 M).
Pada masa pemerintahannya, bangsa Belanda datang di bawah pimpinan Cornelis de Houtman.
5) Sultan Ageng Tirtayasa (1651 – 1692 M)
Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Banten mencapai masa kejayaan dan berusaha memperluas wilayahnya. Sultan Ageng Tirtayasa berani bersikap tegas untuk melawan Belanda yang berkedudukan di Batavia. Jarak yang dekat antara Banten dan Batavia membuat sering terjadi konflik yang membuat VOC kewalahan. Dia mengangkat Sultan Haji puteranya sebagai sultan dan dibawah pengawasannya. Karena Sultan Haji bersikap lunak dan mau bekerja sama dengan Belanda, Sultan Ageng mengambil alih kekuasaan Banten kembali. Sultan Haji yang dipengaruhi Belanda melakukan perlawanan teradap Sultan Ageng. Sultan Haji dan Belanda berhasil memenangkan perang dan Banten berada di bawah pengaruh VOC.
b. Kehidupan Sosial, Budaya, dan Ekonomi Kerajaan Banten
Banten merupakan pusat perdagangan dan penyebaran agama Islam di Jawa bagian barat. Perekonomiannya cukup kuat karena didukung oleh potensi pelabuhan yang strategis dan didukung oleh komoditas rempah-rempah dan beras. Peninggalan budaya Banten antara lain berupa menara, masjid, dan benteng pertahanan.
7. Kerajaan Makassar
Kerajaan Makassar terletak di kota Makassar dan wilayah kekuasaannya meliputi sekitar Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
a. Kehidupan Politik dan Pemerintahan Kerajaan Makassar
Kerajaan Makassar sebenarnya terdiri atas dua kerajaan yaitu Gowa dan Tallo. Kedua kerajaan ini kemudian bergabung dengan nama Kerajaan Makassar, yang beribu kota di Sombaopu. Raja Gowa Daeng Manrabia diangkat menjadi Raja Makassar dengan gelar Sultan Alaudin sedangkan Raja Tallo Kraeng Matoaya diangkat menjadi patih atau Mangkubumi dengan gelar Sultan Abdullah.
Berikut ini raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Makassar.
1) Sultan Alaudin (1591 – 1638)
2) Sultan Hasanuddin (abad ke-17 M)
Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Makassar mencapai puncak kejayaannya. Makassar memperluas kekuasaan ke seluruh Sulawesi Selatan. Ia sangat gigih menentang kekuasaan Belanda (VOC) di Ambon. Upaya Hasanuddin untuk menentang monopoli perdagangan yang diterapkan VOC menimbulkan perang terbuka antara Makassar dan VOC.
Makassar mulai terdesak setelah VOC menjalin hubungan dengan Raja Bone, Aru Palaka. Akhirnya, VOC dapat menanamkan pengaruhnya di Makassar melalui Perjanjian Bongaya 1667.
3) Mapasomba
Pada masa pemerintahannya, VOC berkuasa sepenuhnya atas Kerajaan Makassar.
b. Kehidupan Sosial, Budaya, dan Ekonomi Kerajaan Makassar
Ketika diperintah oleh Sultan Hasanuddin, perekonomian Kerajaan Makassar cukup kuat yang bersumber dari perdagangan dan pelayaran. Selain itu, banyak dilakukan kegiatan penyebaran Islam di wilayah Sulawesi Selatan, Tengah, dan Tenggara. Kerajaan Makassar yang bercorak Islam, memiliki peninggalan seni budaya berupa masjid dan perahu tradisional (pinisi).
8. Kerajaan Ternate dan Tidore
Kerajaan Ternate dan Tidore berada di Kepulauan Maluku yang wilayahnya meliputi sekitar provinsi Maluku dan Maluku Utara.
a. Kehidupan Politik dan Pemerintahan Kerajaan Ternate dan Tidore
Di Maluku, terdapat beberapa kerajaan yang berkembang antara lain Jailolo, Tidore, Bacan, dan Ternate. Di antara kerajaan-kerajaan itu, yang paling berkembang adalah Ternate. Berikut ini raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Ternate.
1) Zainal Abidin
Ketika Zainal Abidin memerintah, kondisi Kepulauan Maluku terdapat dua persekutuan, yakni:
a) persekutuan pimpinan Kerajaan Ternate yang diperintah oleh Raja Zainal Abidin (memiliki lima daerah (Uli Lima), yakni Ternate, Obi, Bacan, Seram, dan Ambon)
b) persekutuan pimpinan Tidore yang diperintah oleh Sultan Nuku dan memiliki sembilan daerah (Uli Siwa), yakni Makayan, Jailolo, Soe Siu, dan beberapa pulau yang terdapat di perairan Maluku sampai Irian Barat (Papua).
2) Tabariji
Pada masa pemerintahannya, Portugis diizinkan mendirikan benteng di Ternate dan kedatangan armada Spanyol diterima baik oleh Tidore. Kedatangan Portugis dan Spanyol ini memperuncing persaingan antara Ternate dan Tidore. Persaingan ini berakhir dengan penandatanganan perjanjian damai yang dikenal Perjanjian Saragosa.
3) Sultan Hairun
Sultan Hairun mau bekerja sama dengan Portugis, tetapi karena Portugis mulai berulah dan mendukung misionaris, Sultan Hairun mulai bertindak tegas. Portugis yang khawatir akan sikap tegas Sultan Hairun segera ingin mengadakan perjanjian dengan Sultan Hairun. Ketika Sulatan Hairun datang ke Benteng Duurstede, Sultan Hairun dibunuh. Akibat pembununhan itu maka rakyat Ternate mengakat senjata di bawah pimpinan Sultan Babullah.
4) Sultan Baabullah
Sultan Baabullah yang dikenal sebagai “Raja 72 Pulau” karena wilayahnya sangat luas bahkan pengaruhnya sampai ke Filipina. Pada masa inilah Ternate dan Todore dapat disatukan.
b. Kehidupan Sosial, Ekonomi, dan Budaya Kerajaan Ternate dan Tidore
Kerajaan Ternate dan Tidore, ketika diperintah oleh Sultan Baabullah dan Sultan Nuku memiliki perekonomian yang cukup, yakni berasal dari perdagangan dan pelayaran. Kerajaan Ternate dan Tidore yang bercorak Islam memiliki peninggalan seni budaya berupa masjid dan istana kerajaan.

C. Peninggalan-Peninggalan Bersejarah yang Bercorak Islam
Agama dan kebudayaan Islam yang masuk ke Indonesia akhirnya bercampur dengan kebudayaan yang telah berkembang sebelumnya. Hasil percampuran kebudayaan Islam itu dapat dilihat dari peninggalan berikut ini.
1. Seni Bangunan
Seni bangunan yang merupakan hasil percampuran dengan kebudayaan Islam yang sampai pada kita, antara lain sebagai berikut.
a. Masjid Kuno
Ciri-ciri bangunan masjid kuno, antara lain sebagai berikut.
1) Atapnya berbentuk persegi.
2) Mimbarnya berbentuk teratai.
3) Di sekitarnya terdapat kolam.
4) Menaranya seperti bangunan candi.
5) Memiliki pintu gerbang seperti gapura.
6) Masjid umumnya menghadap ke alun-alun.
7) Biasanya berupa ukir-ukiran yang bermotif hewan atau tumbuhan-tumbuhan.
Contohnya:
1) Masjid Agung Demak merupakan peninggalan Kerajaan Demak yang dibangun pada masa pemerintahan Raden Patah.
2) Masjid Kuno Banten, bangunannya bercorak Eropa menyerupai mercusuar.
3) Masjid Kudus menaranya mirip dengan bangunan candi Hindu.
4) Masjid Agung Kasepuhan Cirebon.
5) Masjid Indrapuri di Aceh.
6) Masjid Sunan Giri di Gresik, Masjid Sunan Bonang di Tuban.
b. Keraton
Ciri-ciri bangunan keraton pada masa perkembangan Islam, antara lain sebagai berikut.
1) Atapnya bertingkat.
2) Pintu masuk keraton biasanya menghadap alun-alun dan di dekatnya terdapat masjid agung.
Contohnya:
1) Keraton Kaiton (Banten) yang didirikan Fatahillah.
2) Keraton Kasepuhan Cirebon (awal abad ke-16).
3) Keraton Kesultanan Dili.
4) Keraton Surakarta dan Yogyakarta akibat adanya Perjanjian Giyanti (1755).
c. Pintu Gerbang Kerajaan
Pintu gerbang kerajaan yang mendapa pengaruh kebudayaan Islam, antara lain sebagai berikut.
1) Pintu gerbang Kerajaan Ternate.
2) Pintu gerbang Keraton Sumenep (abad ke-18) yang terkenal dengan nama “Ladhang Misem”. Pintu gerbang ini melambangkan salam Islam “Assalamualaikum”. Bentuk atapnya mirip Pagoda (Meru).
d. Benteng
Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia untuk mempertahankan diri dari serangan musuh dilengkapi dengan bangunan benteng. Contoh benteng pertahanan antara lain: Benteng Intan, dibangun oleh Kerajaan Banten pada abad XVII.
2. Seni Rupa
Seni rupa yang mendapat pengaruh kebudayaan Islam, antara lain sebagai berikut.
a. Nisan
Nisan adalah tonggak dari batu atau kayu yang menandai meninggalnya seseorang atau berfungsi sebagai tanda kubur.
Contohnya:
1) Nisan Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik.
2) Nisan Sultan Malik Al Saleh di Aceh.
3) Nisan Maulana Malik Ibrahim.
4) Nisan SunanTembayat di Klaten.
b. Kaligrafi
Kaligrafi adalah seni tulisan Arab indah yang biasanya merupakan rangkaian dari ayat-ayat suci Alqur’an. Masjid-masjid kuno biasanya dihiasi dengan ukiran-ukiran yang berbentuk hewan atau tumbuh-tumbuhan.
3. Seni Sastra
Seni satra yang mendapat pengaruh Islam dibedakan menjadi berikut ini.
a. Babad
Babad adalah suatu cerita di mana tokoh, tempat, dan peristiwa hampir semua ada dalam sejarah. Isinya biasanya menceritakan tentang sejarah kerajaan, pahlawan, atau kejadian-kejadian penting. Namun kadang-kadang mengandung mitos sejarah, contohnya tentang asal-usul raja-raja Mataram di mana silsilahnya ditarik suatu garis genealogis sampai zaman para nabi (Nabi Adam). Contohnya adalah Babad Tanah Jawi, Babad Giyanti, Babad Cirebon.
b. Hikayat
Hikayat merupakan hasil karya sastra, pada hakikatnya sama seperti dongeng, namun hikayat bercorak Islam. Contohnya, Hikayat Amir Hamzah (Serat Menak), Hikayat Bakhtiar, Hikayat Hang Tuah, Hikayat Bayan Budiman, Hikayat Raja-Raja Pasai.
c. Syair
Syair berisi puisi lama yang tiap baitnya terdiri empat baris dan berakhir dengan bunyi yang sama. Contoh: Syair Abdul Malik, Syair Perahu, dan Syair Burung Pingai.
d. Suluk
Suluk adalah karya sastra Islam berupa prosa maupun puisi yang berisi tentang ajaran Islam tasawuf. Contoh: Suluk Sukiso, Suluk Wuji, dan Suluk Malang Sumirang.

4. Pemikir Sastra
Perkembangan agama Islam tidak terlepas dari peran para pemikir dan ulama dalam menghasilkan karya-karya yang bernapaskan Islam. Karya yang dihasilkan umumnya bervariasi, dan isinya disesuaikan dengan misi yang akan disampaikan. Para ahli filsuf yang muncul pada masa perkembangan Islam di Indonesia, antara lain sebagai berikut.
a. Hamzah Fansuri
Beliau adalah ahli tasawuf yang menyebarkan agama di Kerajaan Aceh. Ajarannya dituangkan dalam pemikiran sastra yang umumnya berbentuk prosa atau puisi yang menggunakan bahasa Arab dan bahasa Melayu. Karyanya antara lain: Asrar al Arifin, Syarab Asyiqin, Syair Melayu, dan Syair Burung Pingai.
b. Syamsudin as Sumatrani (murid Hamzah Fansuri)
Beliau mengikuti jejak gurunya menyebarkan agama Islam di Aceh. Karyanya, yaitu Mir’atul Mukmin.
c. Nurrudin ar Ranari
Beliau merupakan penyebar Islam di Kerajaan Aceh yang banyak menulis sejarah perkembangan Islam di Aceh. Beliau terkenal pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Thani. Karyanya, yaitu Sirathal Mustaqim, Asrar’ al Insan Ma’rifati al Ruh Wa Rahman, dan Bustanus Salatin.
5. Seni Pertunjukan
Seni pertunjukkan yang berkembang pada masa Islam berupa pertunjukan wayang kulit dan tradisi sekaten di Surakarta dan Yogyakarta. Sekaten merupakan tradisi memperingati kelahiran nabi Muhammad Saw. Bersamaan dengan itu dilakukan pencucian benda pusaka keraton dan memainkan alat musik gamelan.
Tarian Seudati berasal dari Serambi Mekah (Aceh). Seudati berasal dari kata sya’dati yang berarti saman, karena dimainkan oleh delapan orang. Penarinya mengenakan pakaian asli Aceh, irama lagu-lagu salawat nabi
Kesenian Debus berkembang di daerah pantai barat Sumatra (Aceh, Minangkabau) dan Jawa Barat (Banten, Priangan). Sebagai pembuka pada umumnya dibawakan nyanyian Salawat Nabi, dan puncaknya diwujudkan dalam pertunjukan bersifat magis.
Seni wayang merupakan peninggalan yang bercorak Hindu dan Buddha. Islam mengadopsi wayang untuk syiar agama. Misalnya lakon wayang “Ajimat Kalimasada” diubah menjadi “Kalimat Syahadat”. Adapun perayaan Garebeg Besar dan Garebeg Maulud (Sekaten) sampai saat ini masih dilaksanakan di Solo, Yogyakarta, dan Cirebon.
Menggapai Cakrawala (jujur, disiplin, tanggung jawab)
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!

1. Posisi Banten semakin penting dalam perdagangan setelah .…
a. Aceh dan Demak melawan Portugis
b. Selat Malaka dikuasai oleh Portugis
c. perdagangan melalui Selat Malaka bertambah ramai
d. berdirinya Kerajaan Mataram Islam
2. Faktor yang mendorong berkembangnya Kerajaan Samudera Pasai antara lain ….
a. jatuhnya Malaka ke tangan Portugis tahun 1511
b. Samudera Pasai sebagai pusat perdagangan
c. letak Samudera Pasai strategis di tepi Selat Malaka
d. lemahnya Kerajaan Majapahit di Pulau Jawa
3. Penyerangan Demak ke wilayah Jawa Barat dipimpin oleh ….
a. Dipati Unus
b. Raden Patah
c. Fatahillah
d. Trenggono
4. Kerajaan Mataram Islam mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan ….
a. Panembahan Senopati
b. Mas Jolang
c. Sultan Agung
d. Amangkurat I
5. Kerajaan berikut ini yang didirikan oleh Fatahillah adalah Kerajaan ….
a. Demak
b. Pajajaran
c. Banten
d. Mataram
6. Pembangunan masjid pada masa penye¬baran Islam di Indonesia disesuaikan de¬ngan unsur kebudayaan yang ada se¬belum¬¬¬nya, yang bertujuan untuk….
a. mendesak kebudayaan asli setempat dengan yang baru
b. mempersatukan kebudayaan se¬tempat dengan kebudayaan baru
c. menarik perhatian masyarakat agar menganut ajaran Islam
d. memudahkan masyarakat dalam pembangunan masjid
7. Kerajaan Makassar mengalami kemunduran setelah menandatangani perjanjian ….
a. Bongaya
b. Salatiga
c. Giyanti
d. Makassar
8. Berkuasanya Portugis atas Malaka pada tahun 1511 menimbulkan akibat bagi Kerajaan Banten yaitu ….
a. berkembang menjadi pusat perdagangan yang ramai
b. kehilangan beberapa daerah produsen rempah-rempah
c. kesulitan untuk mendapatkan barang dagangan lada
d. menjadi bagian dari daerah kekuasaan Portugis
9. Pemberontakan yang terjadi di Kerajaan Demak setelah Sultan Trenggono wafat oleh ….
a. Arya Penangsang
b. Pangeran Sekar
c. Sutawijaya
d. Joko Tingkir
10. Peninggalan sejarah bercorak Islam berupa batu nisan yang tertua di Indonesia adalah nisan ….
a. Sultan Malik as Saleh
b. Fatimah binti Maimun
c. Maulana Malik Ibrahim
d. Sultan Hasanuddin

B. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!

1. Bagaimana keadaan Aceh pada masa pimpinan Alauddin Riayat Syah?
Jawab:
Selama memerintah, Sultan Alauddin mengadakan perbaikan kondisi kerajaan. Dia berusaha untuk merebut Malaka dari Portugis. Sultan Alauddin mengirim ahli dakwah ke Pulau Jawa.
2. Bagaimana kehidupan ekonomi Kerajaan Demak?
Jawab:
Kehidupan ekonomi Kerajaan Demak ditopang oleh pertanian, pelayaran, dan perdagangan. Demak merupakan pelabuhan yang ramai saat itu, hal ini dikarenakan di Jawa baru ada satu Kerajaan Islam. Para pedagang memilih Demak untuk singgah. Daerah Demak juga subur.
3. Sebutkan anggota dari Uli Lima!
Jawab:
Anggota dari Uli Lima adalah Ternate, Obi, Bacan, Seram, dan Ambon.
4. Apakah yang dimaksud dengan kaligrafi?
Jawab:
Kaligrafi adalah seni melukis dan merangkai huruf Arab secara indah.
5. Jelaskan yang dimaksud dengan tasawuf!
Jawab:
Tasawuf adalah ajaran agama ketuhanan yang bercampur dengan mistik dan hal-hal yang magis.

C. Tugas Siswa mandiri, gemar membaca, rasa ingin tahu
Carilah peta kekuasan dari Kerajaan Demak! Tirulah peta tersebut pada buku gambar! Berikan keterangan yang lengkap!

Glosarium
armada : rombongan suatu kesatuan kapal-kapal
nisan : tonggak pendek yang ditanam di atas kubur sebagai penanda
tasawuf : suatu pengetahuan agama yang dikait-kaitkan dengan tradisi lama (ajaran tasawuf ini berkembang pesat di Gujarat, India)
wali songo : ulama yang berperan dalam proses penyebaran agama Islam di Jawa yang berjumlah sembilan orang

Menggapai Cakrawala (jujur, disiplin, tanggung jawab)
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!
1. Pendapat bahwa Islam masuk Indonesia pada abad ke-7 didasarkan pada bukti ….
a. Nisan Fatimah binti Ma’imun
b. Nisan Sultan Malik al Saleh
c. kisah perjalanan Marco Pollo
d. berita dari India tentang perkampungan Arab di Indonesia
2. Pada abad ke-11 pengaruh Islam sudah sampai di Pulau Jawa. Hal itu dapat diketahui dari ….
a. keberadaan Makam Fatimah binti Maimun
b. berdirinya Kerajaan Mataram Islam
c. keberadaan Makam Sultan Malik al Saleh
d. peninggalan Masjid Agung Demak
3. Salah satu peranan Wali Sanga dalam mengembangkan agama Islam di Pulau Jawa adalah sebagai ….
a. juru dakwah dan penyebar ajaran agama Islam
b. penasihat raja untuk memperluas wilayah kerajaan
c. penasihat raja di bidang kemajuan perekonomian
d. penasihat raja tentang urusan kemanusiaan
4. Berikut ini merupakan keadaan sosial dan budaya pada masa kedatangan Islam di Indonesia, kecuali ….
a. masih adanya kepercayaan Indonesia purba
b. sudah berkembangnya pengaruh budaya Eropa
c. sudah berkembang unsur-unsur budaya Hindu
d. sudah berkembang kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia
5. Kerajaan bercorak Islam pertama di Indonesia adalah ….
a. Aceh
b. Demak
c. Mataram Islam
d. Samudra Pasai
6. Hukum adat yang dipergunakan di Aceh adalah hukum ….
a. tawan karang
b. penggal kepala
c. adat mahkota alam
d. potong tangan
7. Masjid Demak dibangun ketika Kerajaan Demak diperintah oleh ….
a. Pati Unus
b. Raden Patah
c. Sultan Trenggono
d. Sultan Hadiwijaya
8. Berita tentang Kerajaan Samudra Pasai diceritakan oleh ….
a. Marco Polo
b. Bartolomeos Diaz
c. Magelhaens
d. Colombus
9. Pendiri Kerajaan Aceh adalah Sultan ….
a. Alaudin Syah
b. Ali Mughayat Syah
c. Iskandar Muda
d. Iskandar Thani
10. Agama Islam berhasil masuk ke daerah Cirebon berkat jasa Sunan ….
a. Kudus
b. Muria
c. Giri
d. Gunung Jati
11. Pusat Kerajaan Demak oleh Jaka Tingkir dipindahkan ke ….
a. Samudra Pasai
b. Pajang
c. Mataram
d. Banten
12. Kerajaan Islam yang pertama di Pulau Jawa adalah ….
a. Samudra Pasai
b. Makassar
c. Banten
d. Demak
13. Di bawah ini adalah raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan banten, kecuali ….
a. Maulana Yusuf
b. Sultan Agung Hanyokrokusumo
c. Sultan Hasanuddin
d. Sultan Ageng Tirtayasa
14. Seorang wali yang bernama Syarif Hidayatullah oleh masyarakat Jawa dikenal dengan Sunan ….
a. Drajat
b. Giri
c. Gunung Jati
d. Kalijaga
15. Perjanjian yang berisikan pembagian Kerajaan Mataram Islam menjadi dua (Solo dan Yogyakarta) adalah Perjanjian ….
a. Bongaya
b. Giyanti
c. Salatiga
d. Tutang
16. Sultan dari ternate yang menadapat julukan Tuan dari Tujuh Puluh Dua Pulau adalah Sultan ….
a. Baabullah
b. Hairun
c. Ahmad
d. Nuruddin
17. Kekalahan Sultan Hasanuddin dalam pertempuran melawan Belanda disebabkan ….
a. Belanda menjebak Sultan Hasanuddin dengan Perjanjian Bongaya
b. kurangnya pasukan Makassar
c. Belanda mendapat bantuan dari Aru Palaka
d. Belanda bersatu dengan Portugis
18. Berikut ini adalah daerah yang menjadi anggota Uli Lima, kecuali ….
a. Ternate
b. Seram
c. Maluku
d. Ambon
19. Di bawah ini merupakan bangunan keraton yang bercorak Islam, kecuali ….
a. Kasultanan Delhi
b. Kasepuhan Cirebon
c. Istana Pajajaran
d. Kasultanan Yogyakarta
20. Seni melukis arab indah dinamakan ….
a. hikayat
b. suluk
c. kaligrafi
d. sonografi

B. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
1. Peninggalan kebudayaan Islam yang mirip dengan candi Hindu adalah masjid …. Kudus
2. Bustanus Salatin adalah karangan dari … Bustanus Salatin
3. Sultan Kali Jaga memiliki nama asli …. Raden Said
4. Raja Demak yang menghancurkan Kerajaan Majapahit bernama ….. Raden Patah
5. Julukan dari Pati Unus adalah …. Pangeran Sabrang Lor
6. Kerajaan Demak mencapai puncak kejayaan pada masa kepemimpinan … Sultan Trenggono
7. Bangsa Belanda yang dipimpin Cornelius de Houtman tiba di Banten, saat itu Banten dipipmin Sultan …. Abdul Mulfakir
8. Perkawianan antara Sunan Ampel dan Nyi Gede Manila dikisahkan dalam … Babad Tanah Jawi
9. Nisan Fatimah binti Maimun terletak di daerah ….. Gresik
10. Kesenian wayang kulit sering digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan agama Islam oleh … Sunan Kalijaga

C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Jelaskan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7!
Jawab:
Berdasarkan berita dari Dinasti Tang di Cina yang menerangkan bahwa pada tahun 674 di Pantai Sumatra Barat terdapat perkam-pungan Islam yang bernama Baros atau Fansur.
2. Apakah peranan pesantren dalam penyebaran Islam di Indonesia!
Jawab:
Pesantren sebagai tempat untuk mendidik para calon penyebar agama Islam. Untuk itu, selama beberapa tahun para santri (murid pesantren) tinggal dan belajar tentang agama Islam. Apabila dirasa pengetahuan mereka telah mencukupi, para santri harus kembali ke kampung halamannya dan wajib menye-barkan ilmu agama Islam yang telah didapatkannya.
3. Syair merupakan hasil dari sastra Islam. Apakah syair itu?
Jawab:
Syair adalah karya sastra yang berisi puisi lama yang tiap-tiap baitnya terdiri atas empat baris dan berakhir dengan bunyi yang sama.
4. Mengapa Adipati Unus diberi gelar Pangeran Sabrang Lor?
Jawab:
Karena Adipati Unus sangat terkenal sebagai panglima perang yang gagah berani dalam memimpin pasukan Demak ketika menyerang Portugis di Malaka. Dalam menyerang Portugis di Malaka harus menyebrangi Laut Jawa yang terletak di Utara (Lor dalam bahasa Jawa) Pulau Jawa.
5. Sebutkan tokoh-tokoh yang menjadi anggota dari Wali Sanga!
Jawab:
Anggota Wali Sanga, yaitu.
a. Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim);
b. Sunan Ampel;
c. Sunan Bonang;
d. Sunan Giri;
e. Sunan Kalijaga;
f. Sunan Kudus;
g. Sunan Drajat;
h. Sunan Muria;
i. Sunan Gunung Jati.

PERBAIKAN (mandiri, kerja keras)
A. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
1. Marah Silu setelah naik tahta Samudra Pasai memiliki gelar … sultan Malik al Saleh
2. Pintu gerban Keraton Sumenep memiliki nama …. Gapura Candi Bentar
3. Tempat pendidikan agama Islam pada awal penyebaran agama Islam disebut … Pesantren
4. Pada tahun 1345, ada seorang utusan dari Sultan Delhi yang singgah di Samudra Pasai dalam perjalanannya ke Cina. Utusan yang dimaksud adalah … Ibnu Batuta
5. Di Kalimantan Timur, agama Islam disebarkan oleh ….. Dato` ri Bandang dan Tua Tanggang Parang
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Sebutkan wilayah Indonesia yang pada masa Kerajaan Islam belum terkena pengaruh agama dan kebudayaan Islam!
Jawab:
Wilayah yang belum terpengaruh Islam sekitar abad ke-18 adalah Papua dan pulau-pulau sekitarnya. Karena wilayah tersebut tidak terkait dengan perdagangan Internasional dan tidak memiliki komoditas (barang dagangan).
2. Sebutkan bentuk-bentuk karya sastra yang bercorak Islam!
Jawab:
Karya sastra Islam yang muncul pada masa perkembangan Islam di Indonesia adalah hikayat, babad, suluk, dan syair.
3. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan keruntuhan Kerajaan Aceh!
Jawab:
Faktor yang menyebabkan Kerajaan Aceh runtuh sebagai berikut.
a. Setelah Sultan Iskandar Muda wafat tidak ada pengganti jabatan sultan yang cakap.
b. Adanya persaingan yang tidak sehat antara kaum bangsawan dan kaum ulama.
c. Pertahanan Aceh lemah sehingga terdesak oleh bangsa-bangsa Eropa.
d. Kerugian dalam perang Aceh me¬lawan Portugis di Malaka.
4. Apa hubungan antara Kerajaan Demak dan Majapahit?
Jawab:
Pada mulanya, Demak merupakan wilayah kekuasaan Majapahit. Semenjak di Majapahit terjadi perebutan kekuasaan, banyak para adipati yang berada di pesisir pantai utara Pulau Jawa melepaskan diri dari kekuasaan Majapahit. Raden Patah yang beragama Islam mendirikan kerajaan Islam yang bernama Demak Bintoro atau Gelagah Wangi.
5. Apakah pengertian babad dalam karya sastra yang mendapat pengaruh Islam?
Jawab:
Babad adalah tulisan yang isinya menyerupai sejarah, tetapi isinya tidak terlalu berdasarkan fakta.

Cakrawal Kepribadian Bangsa
Kegagalan seringkali diungkapkan sebagai keberhasilan yang tertunda. Oleh karena itu, kata putus asa tidak pernah ada dalam kamus orang-orang yang bijak. Coba dan coba lagi, selalu menjadi pedoman yang akan mengantar seseorang menuju keberhasilan.

Cakrawala Ilmu
Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma (Bahasa Jawa: Sultan Agung Adi Prabu Hanyokrokusumo). Lahir: Kutagede, Kesultanan Mataram Islam, 1593 – wafat: Karta (Plered, Bantul), Kesultanan Mataram, 1645. Dia adalah Sultan ketiga Kesultanan Mataram yang memerintah pada tahun 1613-1645. Di bawah kepemimpinannya, Mataram berkembang menjadi kerajaan terbesar di Jawa dan Nusantara pada saat itu. Dia adalah seorang negarawan yang ulung. Hal terbukti dengan pembagian wilayah kekuasaan Mataram Islam dengan konsepr berikut ini.
1. Wilayah Kraton adalah pusat pemerintahan. Wilayah kraton disebut juga Kutanagara atau Kutagara.
2. Negara Agung adalah wilayah di sekitar kraton, yang termasuk wilayah ini adalah Kedu, Begalen, dan Pajang.
3. Pesisir adalah wilayah di luar negara agung yang meliputi wilayah pantai.
4. Mancanegara adalah wilayah di luar Mataram Islam.
Sultan Agung memiliki cita-cita untuk menyatukan seluruh Nusantara. Pada masa pemerintahanya sebagian daerah di Pulau Jawa sudah dapat dikuasai. Sedangkan Batavia yang dikuasai Belanda belum dapat ditaklukkan. Penyerangan ke Batavia sebanyak dua kali belum mencapai keberhasilan hingga dia wafat.

Mid Semester
Menggapai Cakrawala (jujur, disiplin, tanggung jawab)
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!
1. Salah satu kelebihan hipotesis Brahmana dalam proses masuknya agama Hindu-Buddha ke Indonesia terlihat dari ….
a. berkembangnya sistem kerajaan di Indonesia
b. berkembangnya bahasa Sanskerta
c. berkembangnya upacara-upacara keagamaan
d. banyaknya bangunan candi yang memiliki seni arsitektur tinggi
2. Wilayah berikut tidak mendapatkan pengaruh kebudayaan Hindu–Buddha adalah ….
a. Pasundan
b. Sulawesi
c. Maluku
d. Bali
3. Akibat pengaruh dari India maka sistem pemerintahan yang berlangsung di Indonesia adalah ….
a. suku
b. republik
c. federasi
d. kerajaan
4. Kerajaan Kutai didirikan oleh ….
a. Kudungga
b. Aswawarman
c. Mulawarman
d. Adityawarman
5. Perang antara Jenggala dan Panjalu dikisahkan dalam kitab ….
a. Baratayudha
b. Gatutkaca Sraya
c. Sumana Santaka
d. Hariwangsa
6. Raja Empu Sindok memindahkan pusat pemerintahan Mataram Kuno ke Jawa Timur dengan alasan ….
a. menghindari perang saudara
b. pusat Mataram telah ternodai
c. ada bencana letusan Gunung Merapi
d. di Jawa Timur ia memiliki hubungan yang baik
7. Di Singasari pernah terjadi pemerintahan bersama yang dilakukan oleh ….
a. Rajasa dan Anusapati
b. Tohjaya dan Mahisa Wong Ateleng
c. Kertanegara dan Ken Arok
d. Ranggawuni dan Mahisa Cempaka
8. Ratu Sima adalah raja putri yang terkenal dan pernah berkuasa di Kerajaan ….
a. Sriwijaya
b. Holing
c. Mataram Kuno
d. Majapahit
9. Beberapa bukti arkeologi berikut ini menunjukkan adanya pengaruh Hindu–Buddha di Indonesia, kecuali ….
a. candi
b. patung dewa
c. batu bertulis
d. fosil
10. “Inilah dua telapak kaki gajah yang seperti Airawata gajah penguasa negeri Taruma yang gagah perkasa.” Terjemahan tulisan ini terletak pada Prasasti ….
a. Ciaruteun
b. Kebon Kopi
c. Jambu
d. Muara Cianten
11. Salah satu hikmah yang dapat kita tarik dari peristiwa runtuhnya Majapahit adalah ….
a. kekuatan militer perlu untuk kewibawaan negara
b. perpecahan membahayakan keutuhan negara
c. kekompakan tidak diperlukan untuk keutuhan negara
d. nasionalisme harus ada di setiap hati warga negara
12. Salah satu penyebab runtuhnya kerajaan-kerajaan bercorak Hindu–Buddha adalah ….
a. diserang oleh kerajaan dari negeri seberang
b. pengaruh penyebaran Islam yang kuat
c. terkena bencana alam dahsyat
d. faktor kepemimpinan yang otoriter
13. Penyebaran agama Islam di Indonesia pada mulanya terjadi di daerah pesisir sebab ….
a. penduduk pantai lebih mudah menerima pengaruh dari luar
b. penduduk pesisir pada umumnya belum mengenal ajaran agama
c. para pedagang dapat dengan mudah menyebarkan pengaruhnya
d. para pedagang asing dapat tinggal di daerah pantai dalam waktu yang lama
14. Faktor politik yang mendorong berkembangnya Islam di Nusantara adalah ….
a. jatuhnya Malaka
b. berkembangnya Sriwijaya dan Majapahit
c. banyaknya kerajaan Islam yang lahir
d. munculnya tokoh-tokoh Wali Sanga
15. Aceh berkembang sebagai kerajaan besar dipengaruhi oleh ….
a. runtuhnya Malaka sebagai Kerajaan Islam
b. munculnya jalur perdagangan yang melalui sebelah barat Pulau Sumatra
c. penghasil barang-barang yang laku di pasaran
d. letaknya strategis
16. Kerajaan Demak berdiri karena keber¬hasilannya mengalahkan Kerajaan ….
a. Kediri
b. Mataram
c. Sriwijaya
d. Majapahit
17. Fatahillah ingin mengembangkan Cirebon dan berdakwah di sana, untuk itu dia menyerahkan Banten di bawah pimpinan ….
a. Sultan Ageng Tirtayasa
b. Maulana Muhammad
c. Maulana Yusuf
d. Sultan Hasanuddin
18. Runtuhnya Kerajaan Pajajaran sebagai kerajaan Hindu terjadi ketika Banten berada di bawah pemerintahan ….
a. Faletehan
b. Sultan Hasanudin
c. Sultan Maulana Yusuf
d. Maulana Muhammad
19. Gelar Joko Tingkir setelah dinobatkan menjadi raja adalah ….
a. Raden Mas Said
b. Panembahan Senopati
c. Panembahan Rama
d. Sultan Hadiwijaya
20. Pengganti Sultan Hadiwijaya yang memerintah Kerajaan Pajang adalah ….
a. Pangeran Prawoto
b. Sutawijaya
c. Pangeran Benowo
d. Aryo Pangiri
21. Tindakan yang dilakukan Adipati Unus pada masa pemerintahannya di Demak, yaitu ….
a. mengadakan hubungan dengan Portugis
b. menyerang kedudukan Portugis di Malaka
c. bekerja sama dengan Portugis untuk menyerang Pajajaran
d. mengadakan hubungan dagang dengan Belanda
22. Agama Islam menyebar di kerajaan-kerajaan di Maluku melalui ….
a. perjanjian bilateral Maluku–Jawa
b. hubungan yang erat raja dengan raja
c. sarana musik yang dimiliki kedua daerah
d. perdagangan para saudagar dari Jawa Timur
23. Bangsa penjajah berikut yang berhasil diusir Sultan Hairun berhasil dari wilayah Ternate ….
a. Belanda
b. Spanyol
c. Inggris
d. Portugis
24. Letak pelabuhan Sombaopu sangat strategis, yaitu pada jalur pelayaran ….
a. Malaka-Maluku
b. Malaka-Jawa
c. Cina-India
d. Malaka-Sumatra
25. Kitab-kitab sastra yang berisi ajaran tasawuf dinamakan kitab ….
a. soneta
b. suluk
c. syair
d. hikayat

B. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
1. Teori masuknya Hindu yang dilakukan oleh para Kesatria dikemukakan oleh … Majumdar
2. Pusat Pemerintahan Kerjaan Mataram Kuno berada di …. Jawa Tengah
3. Raja pertama dari Kerajaan Kediri adalah …… Sri Jayaswara
4. Pada masa Jayanegara keraton Majapahit berhasil dikuasai oleh pemberontak yang bernama … Kuti
5. Berita Cina mengenai Kerajaan tarumanegara ditulis oleh musafir Cina yang bernama …. Fa-Hien
6. Agama Islam masuk ke Indonesia dibawa pedagang dari …..Gujarat, Mesir, dan Persia
7. Catatan Ma Huan merupakan bukti bahwa Islam sudah masuk pada abad ke – … 15
8. Sunan Drajat menyebarkan Islam di dareah …. Lamongan
9. Kerajaan Aceh berhasil menguasai Pahang dan Johor ketika dibawah kekuasaan …. Sultan Iskandar Muda
10. Ketika pemerintahan Pajang di bawah Pengeran Benowo terjadi pemberontakan oleh ….. Arya Pangiri

C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Sebutkan bukti bahwa Kerajaan Sriwijaya menjadi pusat penyebaran Buddha di Asia Tenggara!
Jawab:
Sriwijaya menjadi pusat persebaran Buddha di Asia tenggara dibuktikan dengan.
a. Adanya Prasasti Telaga Batu yang bertuliskan Siddaryata yang berarti perjalanan suci.
b. Adanya Candi Buddha di Muara Takus, Riau, dan patung Buddha di Bukit Siguntang.
c. Banyak pemuda yang dikirim untuk belajar agama Buddha di Perguruan Tinggi Nalanda, Benggala (India). Banyak penganut agama Buddha dari Cina yang akan belajar agama ke India, terlebih dahulu harus belajar di Sriwijaya selama dua atau tiga tahun.
2. Bagaimana usaha yang dilakukan Kertajaya untuk menguasai perdagangan Nusantara?
Jawab:
Usaha yang dilakukan Kertajaya dalam mewujudkan keinginannya sebagai berikut.
1) Mengirim Ekspedisi Pamalayu ke Sumatra pada tahun 1275 dan tahun 1268. Tujuannya menanamkan pengaruh kekuasaan Singasari terhadap Kerajaan Melayu.
2) Menguasai Bali (1284), Sunda (1289), serta Pahang, Bakulapura, dan Gurun.
3) Menjalin persahabatan dengan raja Champa yang bernama Jayasinghawarman III, dengan tujuan untuk menahan ekspansi Kubilai Khan dari Mongol.
3. Bagaimana isi dari perjanjian Giyanti?
Jawab:
Isi dari Perjanjian Giyanti adalah membagi Mataram menjadi dua, yaitu.
a. Kesultanan Yogyakarta atau Ngayogyakarta Hadiningrat, diperintah oleh Mangkubumi dengan gelar Sultan Hamengkubuwono I.
b. Kasuhunan Surakarta atau Kasunanan Surakarta, diperintah oleh Susuhunan Pakubuwono III.
4. Sebutkan raja yang pernah memerintah Banten?
Jawab:
Raja-raja yang pernah memerintah Banten adalah Sultan Hasanuddin, Maulana Yusuf, Maulana Muhammad, Abdul Mufakir, Sultan Ageng Tirtayasa, dan Sultan Haji.
5. Sebutkan ciri dari Masjid Kuno!
Jawab:
Ciri dari Masjid Kuno sebagai berikut.
a. Atapnya berbentuk persegi.
b. Mimbarnya berbentuk teratai.
c. Di sekitarnya terdapat kolam.
d. Menaranya seperti bangunan candi.
e. Memiliki pintu gerbang seperti gapura.
f. Masjid umumnya menghadap ke alun-alun.
g. Biasanya berupa ukir-ukiran yang bermotif hewan atau tumbuhan-tumbuhan.

Bab 6
Kolonialisme Eropa di Indonesia

Standar Kompetensi
5. Memahami perkembangan masyarakat sejak masa Hindu–Buddha sampai masa Kolonial Eropa.
Kompetensi Dasar
5.3 Mendeskripsikan perkembangan masyara-kat, kebudayaan, dan pemerintahan pada masa Kolonial Eropa.

Rempah-rempah dari Nusantara telah sampai di Eropa melalui pedagang dari Arab dan India. Bangsa Arab dan India menjual rempah-rempah dari Nusantara di Kota Konstantinopel yang merupakan ibu kota Romawi Timur. Seiring perluasan kekuasaan Turki Utsmani, Konstantinopelpun berhasil ditaklukkan. Para pedagang Barat yang biasa mendapatkan rempah-rempah di Konstatinopel tidak dapat berdagang kembali ke Konstantinopel karena takut dan bermusuhan dengan Turki Utsmani. Rempah-rempah yang dibutuhkan oleh bangsa Barat sebagai bumbu masakan, obat-obatan, dan bahan minuman penghangat menjadi sulit didapatkan di Eropa. Bangsa Eropa mendengar kabar bahwa rempah-rempah yang dijual di Konstatinopel didapatkan di daerah India. Mereka tidak mengetahui bahwa India mendapatkan rempah-rempah dari Nusantara. Untuk mendapatkan rempah-rempah bangsa Eropa melakukan pelayaran langsung menuju sumbernya. Pelayaran-pelayaran tersebut akhirnya mengakibatkan bangsa Eropa sampai ke India. Setelah tiba di India mereka mengetahui bahwa sumber rempah-rempah bukan di India tetapi di Nusantara. Karena bangsa Barat belum mengenal Nusantara mereka menyebutnya dengan India Timur. Bangsa Barat melanjutkan pelayaran ke Nusanara, setelah menemukan sumber rempah-rempah dan mendapatkan keuntungan banyak, bangsa Barat ingin menguasai seluruh perdagangan rempah-rempah.

A. Proses Kedatangan dan Berkembangnya Kolonialisme Eropa
Rempah-rempah yang diperdagangkan ke Eropa yang berasal dari Indonesia (Maluku) harganya sangat tinggi, karena sudah melalui beberapa tangan. Padahal harga yang sebenarnya di tempat asalnya sangat murah. Oleh karena itu, orang-orang Eropa ingin mengambil dari tempat asalnya secara langsung.
Keinginan untuk mendapatkan rempah-rempah langsung dari produsennya atau dari tempat asalnya, telah mengundang para pedagang Eropa ke Maluku. Kemudian Indonesia menjadi incaran para pedagang dari Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda. Kedatangan orang-orang Eropa ke Indonesia tidak sekedar berdagang, tetapi ada keinginan lain, yaitu mengambil alih kendali perdagangan dan menguasainya.
1. Kedatangan Bangsa Eropa
Bangsa Eropa yang melakukan penjelajahan Samudra untuk menemukan sumber rempah-rempah akhirnya sampai di Indonesia. Bangsa Eropa yang pertama datang adalah bangsa Portugis. Dengan mengikuti bangsa Portugis , bangsa Eropa lain mulai berdatangan.
a. Kedatangan Bangsa Portugis ke Indonesia
Portugis adalah bangsa Eropa yang pertama kali menginjakkan kakinya di Indonesia. Kedatangan mereka di Indonesia disebabkan tiga faktor, yaitu sebagai berikut.
1) Tujuan ekonomi, yaitu mencari keuntungan yang besar dari hasil perdagangan rempah-rempah. Membeli dengan harga murah di Maluku, dan menjualnya dengan harga tinggi di Eropa.
2) Tujuan agama, yaitu menyebarkan agama Nasrani.
3) Tujuan petualangan, yaitu mencari daerah jajahan (Gold, Glory, dan Gospel).
Gold, yaitu mencari emas dan mencari kekayaan. Glory, yaitu mencari keharuman nama, kejayaan, dan kekuasaan. Gospel, yaitu tugas suci menyebarkan agama Kristen.
Pada tahun 1511, Portugis di bawah pimpinan Alfonso d’Albuquerque berhasil merebut dan menguasai Malaka. Portugis memberlakukan sistem monopoli perdagangan di bandar dagang tersebut. Menguasai Malaka berarti membuka peluang untuk melanjutkan perjalanan ke daerah asal rempah-rempah, yaitu Maluku. Pada tahun 1512, tiga kapal Portugis dari Malaka tiba di Pulau Banda dan terus ke Ambon.
Setelah mendapat tempat dan berhasil menguasai Malaka dan Maluku, Portugis berusaha mendapat tempat lagi di Sumatra yang merupakan daerah penghasil lada terbesar. Namun usaha Portugis ini gagal, karena Kerajaan Aceh terlalu kuat dan pengawasan yang sangat ketat terhadap semua wilayah kekuasaannya.
Untuk menyukseskan tujuannya, Portugis menerapkan politik aliansi (persekutuan). Artinya, Portugis akan bersekutu dengan pihak yang menguntungkan Portugis. Dalam penerapan politik aliansi (persekutuan), Portugis selalu mendapatkan imbalan (kompensasi) dari kerajaan yang dibantunya. Kompensasi yang diterima Portugis adalah kesempatan berdagang, hak menguasai wilayah perkebunan, mendirikan benteng, dan lain-lain.
b. Kedatangan Bangsa Spanyol ke Indonesia
Pada tahun 1521, dengan mempergunakan dua buah kapal, bangsa Spanyol sampai di Maluku setelah melewati Filipina dan Kalimantan Utara. Mereka datang untuk berdagang rempah-rempah. Di Maluku, mereka menjalin hubungan baik dengan Kerajaan Tidore yang sedang bersengketa dengan Kerajaan Ternate yang mendapat bantuan dari bangsa Portugis. Dengan demikian, terjadi pertentangan antara Spanyol dan Portugis.
Untuk mengatasi pertikaian ini, maka diadakan Perjanjian Saragosa. Dalam perjanjian ini disebutkan bahwa Kepulauan Maluku menjadi milik Portugis, sedangkan Spanyol meninggalkan Maluku dan kembali ke Filipina.
c. Kedatangan Bangsa Inggris ke Indonesia
Pada abad ke-17, mereka sudah mempunyai organisasi dagang yang bernama East Indian Company (EIC). EIC berpusat di India. Pada tahun 1684, Inggris pernah menduduki Bengkulu. Pada abad ke-18, para pedagang Inggris juga sudah banyak yang berdagang di Indonesia. Bahkan sejak Belanda menjadi sekutu Prancis, Inggris selalu mengancam kedudukan Belanda di Indonesia.
Pada tahun 1811, Thomas Stamford Raffles telah berhasil merebut seluruh wilayah kekuasaan Belanda di Indonesia. Raffles yang diangkat sebagai pemimpin Inggris atas wilayah Indonesia, memberikan kesempatan pada penduduk Indonesia untuk melaksanakan perdagangan bebas. Namun, kekuasaan Inggris tetap bersifat menindas bangsa Indonesia.
d. Kedatangan Bangsa Belanda ke Indonesia
Pada pertengahan abad ke-16 di Eropa terjadi peperangan antara Belanda dan Spanyol. Akibat perang tersebut pasar rempah-rempah di Lisabon (Spanyol) tertutup bagi pedagang Belanda. Sejak itu Belanda berusaha mencari rempah-rempah sendiri ke Indonesia.
Pada tahun 1596, pedagang Belanda di bawah pimpinan Cornelis de Houtman tiba di Banten, pelabuhan lada terbesar di Jawa Barat. Karena sikapnya yang angkuh dan tidak disenangi oleh masyarakat Banten, maka dia diusir dan hanya mendapatkan sedikit rempah-rempah. Tetapi bangsa Belanda telah mengetahui sumber rempah-rempah sehingga melakukan pelayaran yang kedua dengan persiapan yang lebih baik. Pada tahun 1598, armada kedua di bawah pimpinan Jacob Van Neck tiba di “Kepulauan Rempah-Rempah Maluku”. Sejak saat itu banyak pedagang Belanda yang datang ke Indonesia. Untuk menghindari terjadinya persaingan dagang, maka pada tahun 1602 para pedagang Belanda mendirikan serikat dagang yang dinamakan VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) yang disebut Kompeni Belanda. VOC didirikan untuk memonopoli rempah-rempah di Indonesia.

2. Kebijakan-Kebijakan Pemerintah Kolonial di Indonesia
Pada tahun 1596 bangsa Belanda mendarat di Banten di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Bangsa Belanda karena sikapnya yang semena-mena dan angkuh akhirnya terusir dari Banten. Belanda selanjutnya menyusuri sepanjang pantai Utara Pulau Jawa menuju ke timur untuk mencari rempah-rempah. Belanda karena masih bersikap angkuh akhirnya pulang dengan membawa sedikit barang perdagangan. Namun yang menggembirakan hasil ekspedisi pertama itu telah membuka jalur perdagangan langsung ke sumber rempah-rempah. Untuk itu, Belanda kembali mengirim ekspedisi kedua di bawah pimpinan Jacob van Neck. Mereka pun berusaha mengubah perangai buruk yang selama ini mereka tunjukan. Hasilnya sungguh luar biasa. Belanda memperoleh keuntungan besar dalam melakukan perdagangan, terutama di wilayah Maluku. Sejak saat itu perusahaan dagang Belanda mengirimkan armadanya untuk berdagang rempah-rempah di Indonesia.
Bangsa Eropa yang telah berhasil membuka jalur pelayaran dan perdagangan rempah-rempah langsung dari sumbernya mulai mendapatkan keuntungan dari perdagangan tersebut. Mereka juga telah menanamkan kekuasaannya di daerah-daerah nusantara. Terjadilah persaingan antara Belanda, Portugis, dan Inggris di nusantara. Pihak yang berhasil menguasai dan memonopoli perdagangan rempah-rempah di nusantara akan memiliki keuntungan yang sangat besar.
a. Masa VOC
Untuk memenangkan persaingan dagang, Belanda membentuk sebuah kongsi dagang di Hindia Timur yang diberi nama VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie) pada tahun 1602. Ide pendiriannya datang dari John van Oldenbarneveld. Latar belakang berdirinya VOC antara lain sebagai berikut.
1) Adanya persaingan di antara pedagang-pedagang Belanda.
2) Harga rempah-rempah semakin merosot karena banyak tersedia di pasaran Eropa.
3) Para petani dan pedagang Indonesia banyak memperoleh keuntungan dibanding para pedagang Belanda.
4) Adanya persaingan dalam menghadapi para pedagang Portugis. VOC berkembang dengan cepat.
Faktor penyebab VOC berkembang dengan cepat karena VOC memiliki hak-hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah pusat Kerajaan Belanda, hak tersebut bernama hak Octrooi, isinya yaitu:
1) Memonopoli perdagangan dari ujung selatan Afrika di sebelah timur sampai ujung selatan Amerika.
2) Membentuk tentara dan pengadilan.
3) Mencetak dan mengedarkan uang.
4) Mengadakan perjanjian dengan penguasa setempat atas nama pemerintah Belanda.
5) Menyatakan perang dan damai.
6) Mengangkat pegawai.
7) Mendirikan benteng.
Gubernur Jenderal pertama VOC adalah Pieter Both. Di bawah pimpinannya VOC mulai ditata organisasinya dan mulai melakukan monopoli. VOC memusatkan kegiatannya di Ambon. Hal ini dilakukan agar lebih mudah memonopoli rempah-rempah. Kemudian Pieter Both memindahkan kegiatannya di Jayakarta. Pertimbangan pemindahan tersebut karena letak Jayakarta yang lebih strategis dan lebih dekat ke Malaka untuk menyingkirkan Portugis. Di Jayakarta timbul persaingan antara VOC dan Inggris.
Pada waktu Jan Pieterszoon Coen menjabat Gubernur Jenderal, VOC mendirikan benteng untuk melindungi kepentingan dagangnya. Di Jayakarta kedudukan VOC semakin kuat. Pada tahun 1619, Jayakarta berhasil dikuasai VOC. Jan Pieterszoon Coen kemudian mengubah nama Jayakarta menjadi Batavia. Dari sinilah kekuasaan VOC mulai melebar ke wilayah Nusantara Berikut adalah kebijakan-kebijakan VOC.
1) Aturan monopoli dagang.
2) Berbagai jenis pungutan pajak hasil bumi yang tidak mendapat ganti (contingenten).
3) Berbagai jenis kerja rodi.
4) Wajib menanam kopi di Priangan.
5) Kewajiban menanam pala dan cengkeh di Maluku.
6) Wajib kerja mendayung perahu patroli kompeni di perairan Maluku (pelayaran hongi). Pelayaran ini dilakukan untuk memberantas pe-nyelundupan.
7) Ekstirpasi, yaitu aksi penebangan pohon pala dan cengkeh untuk mengendalikan produksi cengkeh dan pala dan menjaga supaya harga rempah-rempah di Eropa tetap tinggi.
b. Masa Peralihan Kekuasaan VOC ke Pemerintahan Hindia Belanda
Kejayaan VOC tidak bertahan lama, hak Octrooi membuat VOC bertindak diluarbatas. Mulai pertengahan abad ke-18 VOC mengalami kemunduran. Kemunduran itu disebabkan oleh:
1) Korupsi di tubuh VOC.
2) Adanya persaingan dagang yang datang dari Inggris (East India Company) dan Prancis (Compagnie des Indes).
3) Memiliki banyak utang untuk membayar pegawai dan pembagian keuntungan bagi pemegang saham (dividen).
4) Perlawanan rakyat Indonesia terhadap VOC memakan banyak biaya.
5) Kerajaan Belanda diubah menjadi Republik Bataaf berpaham demokrasi. Hal ini merupakan sebab khusus kemunduran VOC.
6) Permintaan rempah-rempah di Eropa semakin berkurang.
Kondisi VOC semakin parah pada tahun 1795. Sejak tanggal 31 Desember 1799, VOC dibubarkan. Mulai tanggal 1 Januari 1800, Indonesia menjadi daerah jajahan Republik Bataaf. Republik Bataaf menjadi bawahan Prancis.

c. Masa Pemerintahan Belanda di Bawah Jajahan Prancis (Belanda – Prancis)
Pada 1806 Republik Bataaf dibubarkan Kaisar Napoleon. Kemudian didirikan Kerajaan Belanda dan sebagai rajanya adalah Lousi Napoleon. Prancis mengirim Herman Willem Daendels sebagai Gubernur Jenderal di Indonesia. Daendels tiba di Indonesia tahun 1808. Tugas Herman Willem Daendels di Indonesia antara lain, sebagai berikut.
1) Mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris sebagai musuh Prancis dalam peran koalisi.
2) Mengatur pemerintahan di Indonesia dan menyelesaikan masalah keuangan.
3) Mendukung perubahan-perubahan yang besifat liberal.
Kebijakan Daendels untuk mempertahankan pulau Jawa dari serangan Inggris adalah sebagai berikut.
1) Membentuk pasukan dari berbagai suku dan daerah di Indonesia.
2) Membangun benteng-benteng pertahanan.
3) Membangun jalan raya dari Anyer sampai Panarukan ( ± 1000 km) dalam waktu 1 tahun yang disebut Grote Postweg (Jalan Raya Post).
4) Meningkatkan kesejahteraan prajurit dengan membangun tangsi militer yang baik sehingga disiplin prajurit dapat ditegakkan
5) Membangun pangkalan angkatan laut di Surabaya.
6) Membangun pabrik senjata di Gresik dan Semarang.
7) Melakukan perbudakan dan kerja Rodi.
Daendels ditarik ke Eropa pada tahun 1811 karena sikapnya yang otoriter dan penjualan tanah ke swasta. Ia digantikan oleh Jenderal Janssens. Jenderal Janssens tidak hanya menghadapi rakyat Indonesia, tetapi juga harus menghadapi ancaman serangan Inggris yang berkedudukan di Calcuta, India.
d. Masa Pemerintahan Inggris
Bulan Agustus 1811, pasukan Inggris di bawah pimpinan Raja Muda Lord Minto dan Jenderal Auchmuty tiba di Batavia. Pasukan Inggris langsung menyerang pusat-pusat kedudukan Belanda – Prancis. Dalam waktu yang singkat pertahanan Belanda – Prancis dapat dilumpuhkan. Akhirnya Belanda menyerah tanpa syarat di Tuntang (dekat Salatiga). Di desa Tuntang, Belanda menyerah dan menandatangani “Penyerahan Tuntang”. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 11 September 1811. Isi kapitulasi yang ditandatangani di Tuntang adalah sebagai berikut.
1) Pulau Jawa dan daerah-daerah kekuasaan Belanda lainnya diserahkan kepada Inggris.
2) Semua tentara Belanda menjadi tawanan perang Inggris.
3) Orang-orang Belanda dapat dipekerjakan di kantor-kantor pemerintah Inggris.
4) Hutang pemerintah Belanda tidak diakui Inggris.
Penyerangan yang dilakukan Inggris untuk menduduki Indonesia tersebut dilatar belakangi beberapa hal berikut.
1) Di Eropa Prancis dan Inggris sedang bermusuhan dikarenakan keinginan Prancis menguasai Eropa.
2) Prancis melakukan blokade bagi Inggris di Eropa daratan, sehingga Inggris menjadi terisolasi. Dampaknya Inggris berhasil berkembang menjadi negara Industri besar dan membutuhkan pasar untuk industrinya. Inggris ingin memasarkannya hasil Industrinya di Indonesia.
3) Indonesia yang dikuasai Belanda – Prancis membahayakan perdagangan dan kekuasaan Inggris di Asia.
Untuk mengepalai wilayah tersebut Lord Minto menunjuk Thomas Stamford Raflfes sebagai pemimpin dengan gelar Letnan Gubernur. Raffles memulai tugasnya sebagai Letnan Gubernur pada tanggal 19 Oktober 1811 dan berkedudukan di Batavia. Daerah kekuasaanya meliputi Jawa, Bengkulu, Bali, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan. Konsep dasar sistem yang akan diterapkan Raffles adalah pemerintah kolonial adalah pemilik tanah, para petani yang menggarap tanah tersebut dianggap sebagai penyewa. Untuk penyewaan tanah ini, para petani diwajibkan membayar sewa tanah atau pajak atas pemakaian tanah pemerintah. Sistem ini kemudian dikenal dengan nama Sistem Sewa Tanah (Landrent System atau Landelik Stelsel).
Berikut adalah beberapa kebijakan dari Raffles selain Landrent yang terkenal.
1) Memperkenalkan uang.
2) Melakukan pengadilan yang adil.
3) Membagi Pulau Jawa menjadi 18 Karisidenan.
4) Menghapus kerja todi, penyerahan wajib, dan wajib kerja, kemudian melarang perbudakan.
5) Memungut pajak.
6) Memonopoli garam.
7) Petani diberi kebebasan untuk menanam tanaman ekspor, sedangkan pemerintah member arahan dan membuat pasar.
Selain kebijakan dalam bidang pemerintahan, Raffles memberikan sumbangsih dalam dunia ilmu pengetahuan.
1) Membangun gedung Harmoni untuk lembaga ilmu pengetahuan Bataviassach Genootshap.
2) Dengan bantuan Pangeran Notokusumo, Raffles menulis buku History of Java tentang sejarah kebudayaan dan alam Pulau Jawa.
3) Raffles mendatangkan para ahli dari luar untuk mengadakan penyelidikan ilmiah, di antaranya adalah Marsden dan Crawford. Marsden menulis buku History of Sumatra. Crawford menulis buku History of East Indian Archipelago.
4) Raffles bersama ahli botani yang bernama Arnoldi juga menemukan bunga bangkai terbesar di dunia yang ditemukan di Bengkulu. Bunga ini kemudian dinamakan Rafesia Arnoldi.
5) Di bidang botani, Olivia Marianne (istri Raffles menjadi perintis Kebun Raya Bogor. Nama Raffles diabadikan pada nama bunga bangkai (Rafesia Arnoldi).
Pada tahun 1813 di Leipzig, Napoleon Bonaperte mengalami kekalahan dan tertangkap serta diasingkan di Pulau Elba. Akibat kekalahan Prancis dalam Perang Koalisi, negara-negara anggota Koalisi (Eropa) mengadakan Kongres Wina. Tujuan Kongres Wina adalah untuk mengembalikan batas negara Eropa seperti sebelum ditaklukkan Napoleon Bonaparte.
e. Berkuasanya Kembali Pemerintah Hindia Belanda
Pada tahun 1814, Inggris yang diperintah Raja Willem V mengadakan Convention of London. Konvesi ini ditandatangani wakil Belanda dan Inggris. Isi Convention of London sebagai berikut.
1) Belanda menerima tanah jajahannya kembali yang diserahkan kepada Inggris dalam “Penyerahan Tuntang”.
2) Inggris memperoleh Tanjung Harapan dan Sailan dari Belanda.
3) Pantai Malabar diambil alih oleh Inggris sedangkan Bangka diserahkan pada Belanda sebagai gantinya.
Raffles yang terlanjur tertarik pada Nusantara tidak mau menyerahkan Nusantara ke Belanda dan memperjuangakannya agar pemerintah Inggris tidak melepaskannya. Raffles akhirnya digantikan oleh John Fendall, dia hanya berkuasa selama beberapa hari. Raffles dipindahkan sebagai kepala pos perdagangan kecil di wilayah Selat Malaka, pos tersebut sekarang dikenal dengan Singapura. Sadar akan potensi Singapura dia menyarankan Inggris untuk membeli Singapura dan mengembangkannya menjadi pelabuhan internasional.
Untuk menjalankan kekuasaan Belanda di Indonesia, ditetapkan sebuah Komisaris Jenderal (1816 – 1819). Anggota Komisaris Jenderal adalah Elout, Buysker, dan Van der Capellen. Sesudah itu, Van der Capellen diangkat menjadi Gubernur Jenderal Belanda di Indonesia (1819 – 1826). Gubernur Jenderal Van der Capellen melaksanakan politik perpaduan antara konservatif dan liberal, seperti berikut.
1) Di satu pihak pemerintah mempertahankan sistem pungutan hasil tanaman melalui para penguasa pribumi.
2) Di pihak lain pemerintah memberikan izin kepada para pengusaha di tanah jajahan.
Van der Capellen kemudian digantikan oleh Du Bus de Gisignies (1826 – 1830). Selama periode 1816 – 1830, sistem sewa tanah yang diprakarsai oleh Raffles tetap dialankan oleh pemerintah Hindia Belanda. Sistem itu baru dihapus pada tahun 1830 ketika gubernur jenderal diabat oleh Johanes van den Bosch. Pada masa van den Bosch inilah mulai diberlakukannya kembali unsur-unsur paksaan dalam penanaman tanaman perdagangan. Salah satu sistem yang diterapkan adalah sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) pada tahun 1830 – 1870.
Penerapan Tanam Paksa dilatar belakangi kas Belanda yang kosong diakibatkan perang dengan negara Prancis yang ingin menguasai Eropa. Karena kas yang kosong Belanda tidak dapat kembali membangun negaranya yang rusak akibat peperangan. Maka diceetuskannlah Tanam Paksa oleh van den Bosch. Secara teori peraturan Cultuur Stelsel sangat baik karena sebagai berikut.
1) Penduduk desa wajib menyerahkan dari tanahnya untuk ditanami tanaman perdagangan.
2) Waktu yang digunakan untuk menanami tanaman wajib tersebut tidak melebihi waktu yang diperlukan untuk menanam padi.
3) Tanah yang disediakan untuk melakukan penanaman tanaman wajib bebas dari pajak.
4) Hasil panen dari penanaman diserahkan kepada pemerintah Belanda. Apabila hasilnya lebih besar daripada jumlah pajak yang harus dibayar, maka akan dikembalikan kepada pemilik.
5) Kerugian akibat panen yang gagal akan ditanggung oleh pemerintah.
6) Bagi mereka yang tidak memiliki tanah wajib bekerja selama 66 hari dalam satu tahun.
7) Pengolahan tanah untuk tanaman wajib akan diawasi langsung oleh para penguasa pribumi.
Namun pada praktiknya pelaksanaan tanam paksa banyak mengalami pelanggaran. Sehingga masyarakat Indonesia menjadi sangat menderita, sedangkan Belanda mendapatkan banyak keuntungan dan menjadi sangat makmur. Akibatnya Tanam Paksa mendapat reaksi yang sangat keras dari berbagai golongan, baik dari rakyat Indonesia maupun dari orang-orang Belanda.
1) Reaksi dari rakyat Indonesia
Rakyat Indonesia yang tidak tahan dengan penderitaan, mencoba mengadakan perlawanan, tetapi tidak pernah berhasil. Hal ini karena mereka melakukan perlawanan secara sporadis dan tanpa adanya koordinasi yang baik.
a) Pada tahun 1833 para petani di Pasuruan melakukan perlawanan.
b) Pada tahun 1846 para pekerja di berbagai perkebunan melakukan perusakan terhadap tanaman tembakau.
2) Reaksi dari orang-orang Belanda
Reaksi yang datang dari orang-orang Belanda berasal dari dua orang yang sangat terkenal dalam menentang tanam paksa, yaitu Edward Douwes Dekker dan Baron Van Houvel.
a) Edward Douwes Dekker (Multatuli) adalah seorang residen di Lebak, Serang, Jawa Barat. Melalui bukunya yang berjudul “Max Havelaar”, ia menganjurkan agar tanam paksa dihapuskan. Buku tersebut berisi tentang penderitaan rakyat Indonesia akibat pelaksanaan tanam paksa.
b) Baron Van Houvel adalah seorang anggota parlemen Belanda yang sebelumnya pernah tinggal di Indonesia. Dengan demikian, ia memang menyaksikan secara langsung pelaksanaan tanam paksa beserta segala akibatnya di Indonesia. Oleh karena itu, ia bersama Fransen Van de Putte menentang pelaksanaan tanam paksa.

Menggapai Cakrawala (jujur, disiplin, tanggung jawab)
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!
1. Berikut merupakan bangsa Indonesia yang pernah berkuasa di Indonesia, kecuali ….
a. Spanyol
b. Belanda
c. Inggris
d. Prancis
2. Kepualaun Maluku sejak masa dahulu dikenal sebagai penghasil ….
a. lada dan cengkih
b. beras dan logam
c. cengkih dan rempah-rempah
d. rempah-rempah dan kayu cendana
3. Pelayaran bangsa Spanyol ke dunia Timur berhasil sampai di Maluku di bawah pimpinan ….
a. Christopher Columbus
b. Ferdinand Magelhaens
c. Juan Sebastian del Cano
d. Vasco da Gamma
4. Salah satu alasan mengapa bangsa-bangsa Barat berlomba-lomba datang ke Kepulauan Indonesia adalah …
a. tersedianya sumber daya alam dan jaringan perdagangan
b. mudahnya penguasa-penguasa lokal untuk diadu domba
c. bangsa Barat sangat berutang budi pada bangsa Indonesia
d. bangsa Barat ingin mengajari bangsa Indonesia cara menanam tanaman ekspor
5. Kolonialisme di Indonesia sesungguhnya telah dimulai tahun 1511. Salah satu alasannya adalah .…
a. sejak saat itu sudah banyak kerajaan yang menjajah daerah lain
b. di berbagai daerah muncul koloni-koloni
c. bangsa Barat datang dan memonopoli berbagai pulau
d. Malaka berhasil direbut Portugis
6. Perjanjian yang menetapkan Indonesia milik Portugis dan Filipina milik Spanyol adalah Perjanjian ….
a. Giyanti
b. Saragosa
c. Salatiga
d. Bongaya
7. Kerajaan Aceh bisa mempertahankan wilayahnya dari ancaman Portugis, karena ….
a. pandai dalam mengatur siasat perdagangan
b. mempunyai armada laut yang sangat tangguh
c. perdagangannya maju dan letaknya strategis
d. rakyatnya mempunyai sifat pemberani
8. Perubahan politik yang terjadi di Belanda merupakan pengaruh dari ….
a. berdirinya Republik Bataaf di Prancis
b. pemerintahan dikendalikan oleh Prancis
c. diangkatnya Louis Napoleon sebagai raja
d. dibubarkanya VOC
9. J.P. Coen dianggap berperan dalam meletakkan dasar-dasar kolonialisme Belanda karena .…
a. dialah yang pertama kali mendarat di Banten tahun 1596
b. membangun pelabuhan Jakarta sebagai pusat aktivitas VOC tahun 1619
c. dialah yang menemukan daerah-daerah yang menjadi produsen rempah-rempah
d. berencana mendatangkan keluarga-keluarga Belanda ke Indonesia
10. Inggris memusuhi Prancis yang menguasai Belanda dan merebut Indonesia karena ….
a. Inggris sejak lama ingin menguasai Indonesia
b. antara Inggris dan Belanda sudah sejak lama bermusuhan
c. waktu itu Belanda di bawah kendali Prancis yang merupakan musuh Inggris
d. Inggris tidak suka dengan tindakan Daendels

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Sebutkan faktor yang melatarbelakangi Portugis melakukan pelayaran ke Nusantara?
Jawab:
Faktor yang melatarbelakangi Portugis melakukan pelayaran ke Nusantara, sebagai berikut.
a. Tujuan ekonomi, yaitu mencari keuntungan yang besar dari hasil perdagangan rempah-rempah. Membeli dengan harga murah di Maluku, dan menjualnya dengan harga tinggi di Eropa.
b. Tujuan agama, yaitu menyebarkan agama Nasrani.
c. Tujuan petualangan, yaitu mencari daerah jajahan (Gold, Glory, dan Gospel).
2. Sebutkan empat hak-hak istimewa VOC (oktroi)!
Jawab:
Isi dari hak Octrooi, sebagai berikut.
a. Hak memiliki tentara dan sebagai suatu negara.
b. Hak mengadakan perjanjian dengan raja-raja setempat.
c. Hak mengangkat pegawai.
d. Hak menduduki daerah asing.
e. Hak membentuk pengadilan.
f. Hak mencetak uang
3. Apakah yang dimaksud landrent?
Jawab:
Landrent adalah sistem sewa tanah yang dilaksanakan di Indonesia selama Inggris berkuasa di Indonesia.
4. Apa tugas dari Herman Willem Daendels?
Jawab:
Tugas Herman Willem Daendels di Indonesia antara lain, sebagai berikut.
a. Mempertahankan Pulau Jawa dari serangan Inggris sebagai musuh Prancis dalam peran koalisi.
b. Mengatur pemerintahan di Indonesia dan menyelesaikan masalah keuangan.
c. Mendukung perubahan-perubahan yang besifat liberal.
5. Jelaskan perpaduan politik liberal dan konservatif yang dilaksanakan van der Capellen!
Jawab:
Gubernur Jenderal Van der Capellen melaksanakan politik perpaduan antara konservatif dan liberal, seperti berikut.
a. Di satu pihak pemerintah mempertahankan sistem pungutan hasil tanaman melalui para penguasa pribumi.
b. Di pihak lain pemerintah memberikan izin kepada para pengusaha di tanah jajahan.
C. Tugas Siswa , mandiri, rasa ingin tahu, kreatif
Carilah peta penjelajahan samudra yang dilakukan oleh bangsa Spanyol, Portugis, dan Belanda hingga bisa sampai ke Indonesia! Salinlah peta tersebut pada buku gambar! Berilah keterangan yang lengkap!

B. Reaksi Bangsa Indonesia terhadap kebijakan Pemerintah Kolonial
Kedatangan bangsa-bangsa Eropa yang telah menguasai Indonesia dalam waktu yang cukup lama, mengakibatkan penderitaan dan kesengsaraan bangsa Indonesia yang semakin tidak tertahankan. Semua tindakan atau kekejaman dari Bangsa Barat ini telah mendorong rakyat Indonesia untuk mengadakan perlawanan.
1. Perlawanan terhadap Portugis
Perlawanan bangsa Indonesia terhadap bangsa Portugis dilakukan oleh berikut ini.
a. Sultan Hairun dan Sultan Baabullah dari Kasultanan Ternate
Bangsa Portugis kali pertama mendarat di Maluku pada tahun 1511. Kedatangan Portugis berikutnya pada tahun 1513. Akan tetapi, Ternate merasa dirugikan oleh Portugis karena keserakahannya dalam memperoleh keuntungan melalui usaha monopoli perdagangan rempah-rempah.
Pada tahun 1533 Sultan Ternate menyerukan kepada seluruh rakyat Maluku untuk mengusir Portugis di Maluku. Pada tahun 1570, rakyat Ternate yang dipimpin oleh Sultan Hairun dapat kembali melakukan perlawanan terhadap bangsa Portugis, namun dapat diperdaya oleh Portugis sampai akhirnya tewas terbunuh di dalam Benteng Duurstede. Selanjutnya, dipimpin oleh Sultan Baabullah pada tahun 1574, Portugis berhasil diusir yang kemudian bermukim di Pulau Timor.
b. Raden Patah dan Adipati Unus dari Kasultanan Demak
Demak membantu Malaka menyerang Portugis karena kepentingannya turut terganggu dengan hadirnya Portugis di Malaka. Untuk itu, pada masa pemerintahan Raden Patah, ia mengutus Adipati Unus putra, mahkotanya untuk memimpin pasukan Demak menyerang Portugis yang ada di Malaka. Namun, serangan yang dilakukan sebanyak dua kali (1512 dan 1513) mengalami kegagalan.
c. Sultan Iskandar Muda dari Kasultanan Aceh
Ketika Kerajaan Islam Samudra Pasai dalam krisis maka pengaruhnya segera digantikan oleh Kerajaan Islam Malaka di bawah pimpinan Parameswara (Paramisora) yang kemudian berganti nama setelah masuk Islam menjadi Sultan Iskandar Syah. Kerajaan Islam Malaka ini maju pesat sampai pada tahun 1511 ketika Portugis di bawah pimpinan Albuquerque dengan armadanya menaklukkan Malaka.
Setelah menguasai Malaka, Portugis mulai tahun 1554–1555 berupaya menguasai Aceh, namun gagal. Itu karena Portugis mendapat perlawanan keras dari rakyat Aceh. Pada saat Sultan Iskandar Muda berkuasa, justru Kerajaan Aceh pernah menyerang Portugis di Malaka, yaitu pada tahun 1615 dan 1629.
2. Perlawanan terhadap VOC
Kolonialisme yang dilakukan VOC di Indonesia juga mendapat perlawanan yang gigih dari bangsa Indonesia, seperti berikut ini.
a. Perlawanan dari Kerajaan Mataram
Perlawan terhadap VOC di Mataram dilakukan oleh beberapa tokoh, seperti berikut ini.
1) Perlawanan Sultan Agung Hanyakrakusuma
Sultan Agung berusaha mengusir VOC di Batavia pada tahun 1628 dan 1629, namun serangan itu gagal. Hal itu disebabkan karena jarak yang terlalu jauh, kalah dalam persenjataan, kurang dukungan logistik, dan banyak prajurit yang terjangkit penyakit.
2) Perlawanan Trunojoyo
Setelah Sultan Agung wafat, pemerintahan Mataram dipegang oleh Amangkurat I yang memerintah dengan keras dan menjalin persekutuan dengan VOC. Hal ini menimbulkan gelombang ketidakpuasan pada kerabat istana dan para ulama, yang ditindak dengan tegas oleh Amangkurat I. Pertentangan yang sedemikian hebat antara Amangkurat I dan para ulama bahkan akhirnya berujung pada penangkapan sehingga banyak ulama dan santri dari wilayah kekuasaan Mataram dihukum mati.
Pangeran Alit, adik Amangkurat I sendiri pada tahun 1656 melakukan pemberontakan. Cakraningrat I dan Demang Melayakusuma (penguasa Madura) diutus untuk memadamkan pemberontakan dan berhasil dalam tugasnya. Akan tetapi, beberapa waktu kemudian, keduanya meninggal dan dimakamkan di Imogiri. Penguasaan Madura kemudian dipegang oleh Raden Undagan, adik Melayakusuma yang kemudian bergelar Panembahan Cakraningrat II. Sebagaimana ayahnya, Cakraningrat II juga lebih banyak berada di Mataram daripada memerintah di Madura.
Pada tahun 1670, terjadi perselisihan di Kasultanan Mataram antara Sultan Amangkurat I dan putra mahkotanya, Adipati Anom. Amangkurat I sangat dekat dengan VOC. Namun, Adipati Anom tidak berani memberontak secara terang-terangan. Diam-diam ia meminta bantuan Raden Kajoran alias Panembahan Rama, yang merupakan ulama dan termasuk kerabat Istana Mataram. Raden Kajoran kemudian memperkenalkan menantunya, yaitu Trunojoyo, putra Raden Demang Melayakusuma sebagai alat pemberontakan Adipati Anom.
Sebagai imbalannya, Adipati Anom berjanji menyerahkan Madura kepada Trunojoyo. Di kemudian hari Adipati Anom menyesali perjanjiannya dengan Trunojoyo karena Trunojoyo menolak mengakui Adipati Anom sebagai Sultan Mataram.
Pemberontakan Trunojoyo diawali dengan penculikan Cakraningrat II yang kemudian diasingkannya ke Lodaya, Kediri. Tahun 1674 Trunojoyo berhasil merebut seluruh kekuasaan di Madura, dia memproklamirkan diri sebagai raja merdeka, dan merasa dirinya sejajar dengan penguasa Mataram. Pemberontakan ini diperkirakan mendapat dukungan dari rakyat Madura karena Cakraningrat II dianggap telah mengabaikan pemerintahan.
Laskar Madura pimpinan Trunojoyo, kemudian juga bekerja sama dengan Karaeng Galesong, pemimpin kelompok pelarian warga Makassar pendukung Sultan Hasanuddin yang telah dikalahkan VOC. Kelompok tersebut berpusat di Demung, Panarukan. Mereka setuju untuk mendukung Trunojoyo memerangi Amangkurat I dan Mataram yang bekerja sama dengan VOC. Trunojoyo bahkan menikahkan putrinya dengan putra Karaeng Galesong untuk mempererat hubungan mereka. Selain itu, Trunojoyo juga mendapat dukungan dari Panembahan Giri dari Surabaya yang juga tidak menyukai Amangkurat I karena tindakannya terhadap para ulama penentangnya.
Pada bulan September 1676, Trunojoyo dan Madura mulai melakukan ekspansinya ke Mataram. Pada bulan Oktober 1677, secara luar biasa pasukan Trunojoyo berhasil meringsek maju hingga ke ibu kota Kasultanan Mataram di Plered.
Setelah menguasai Plered dan menjarah isinya, bahkan kemudian menikahi putri Amangkurat I (setelah menculiknya), Trunojoyo membangun basis pertahanannya di Kediri dan mengangkat dirinya sebagai penguasa Mataram yang baru.
Sementara itu, Adipati Anom yang kemudian dinobatkan menjadi Amangkurat II, tidak tinggal diam. Segera setelah itu ia mewakili Mataram secara resmi menandatangani persekutuan dengan VOC untuk melawan Trunojoyo. Adapun imbalannya adalah seluruh biaya perang akan ditanggung oleh Mataram dan sebagian daerah Mataram seperti Semarang akan diserahkan kepada VOC.
Pada April 1677, Speelman bersama pasukan VOC berangkat untuk menyerang Surabaya dan berhasil menguasainya. Setelah menguasai Surabaya, VOC mengirimkan ekspedisi ke Kediri yang dipimpin oleh Anthony Hurdt. Ekspedisi ini kurang lebih berjumlah 3000 orang yang terdiri dari orang Belanda, Ambon (dipimpin oleh Jonker), Bali, dan Bugis (dipimpin oleh Aru Palaka). Mereka dibantu oleh pasukan Mataram yang masih setia kepada Amangkurat II. Benteng pertahanan Trunojoyo sedikit demi sedikit dapat dikuasai oleh VOC. Akhirnya,Trunojoyo dapat dikepung dan menyerah di lereng Gunung Kelud pada tanggal 27 Desember 1679 kepada Kapten Jonker.
Trunojoyo kemudian diserahkan kepada Amangkurat II yang berada di Papyak, Bantul, pada tanggal 2 Januari 1680. Setelah bertemu, Amangkurat II mengatakan kepada Trunojoyo, ”Saya ampunkan kamu dan mengangkat kamu sebagai Adipati Madura”, sambil ia menusuk Trunojoyo dengan kerisnya. Trunojoyo pun akhirnya tewas di tangan Amangkurat II.
Nasib Ibu Kota Plered sendiri yang tidak lagi menguntungkan secara fisik maupun kosmologis akhirnya dipindahkan ke Kartasura pada tahun 1681. Di kediaman baru ini Amangkurat II dilindungi dari musuh-musuhnya oleh VOC.
3) Perlawanan Untung Surapati
Untung Surapati adalah Pahlawan Nasional yang tidak diketahui asal usulnya, kapan dan di mana dia lahir secara pasti. Sewaktu kecil, ia dipelihara sebagai budak oleh seorang perwira VOC, yang kemudian menjualnya kepada Edelaar Moor. Setelah memelihara budak itu, Edelaar Moor bertambah kaya dan kedudukannya semakin meningkat. Oleh karena itu, diberinya nama Untung karena merasa diuntungkan nasibnya setelah memelihara budak itu. Namun, munculnya hubungan cinta antara Untung dan Suzane, putri Moor, menyebabkan Untung dimasukkan ke penjara.
Di penjara, Untung mengalami siksaan berat. Kemudian, ia berhasil melarikan diri bersama budak-budak lain yang dipenjarakan. Setelah bebas, Untung dan kelompoknya berkali-kali melancarkan serangan terhadap orang-orang Belanda di Jakarta dan sekitarnya. Belanda mengajaknya bekerja sama. Untung diangkat menjadi letnan tentara VOC.
Adapun menurut Babad Kraton, Untung yang menjadi budak orang Belanda yang bernama Kapten Edelaar Moor, memberontak akibat penyiksaan yang dialami karena menjalin hubungan dengan anak majikannya. Di Cirebon ia bisa mengalahkan Ki Surapati yang menghadangnya. Sultan Cirebon pun memperkenankan Untung menggunakan nama Surapati sebagai hadiah.
Untung kemudian terlibat dalam konflik politik di Keraton Kartasura dan mendapat perlindungan dari Amangkurat II. Dalam pertempuran di Kartasura pada tanggal 8 Februari 1686, Kapten Tack dibunuh oleh pasukan Untung. Dari sumber yang lain, terungkap bahwa Untung sendiri gugur dalam sebuah serangan di Bangil oleh tentara VOC pada tanggal 5 November 1706. Disebutkan pula bahwa Untung sempat mendirikan kerajaan di Pasuruan dan menjadi rajanya yang bergelar Adipati Aria Wiranegara.
Dalam pertempuran yang terjadi di Kartasura pada tanggal 8 Februari 1686, pasukan Untung berhasil menghancurkan pasukan VOC di bawah pimpinan Kapten Tack, bahkan Kapten Tack tewas. Dengan persetujuan Susuhunan Mataram, Untung Surapati berangkat ke Jawa Timur. Ia mendirikan kerajaan yang berpusat di Pasuruan. Sebagai raja, ia memakai gelar Adipati Aria Wiranegara. Pada bulan November 1706, VOC dan sekutu-sekutunya mengerahkan kekuatan yang besar untuk menghancurkan kerajaan tersebut.
Pertempuran sengit terjadi. VOC karena persenjataannya lebih unggul dan jumlah tentara lebih banyak, berhasil mengalahkan pasukan Untung Surapati. Untung Surapati sendiri mengalami luka-luka berat sewaktu bertempur mempertahankan Bangil dan meninggal dunia pada tanggal 5 November 1706. Namanyapun diabadikan sebagai nama taman di daerah Menteng yang dahulu bernama Burgermeeste
4) Perlawanan Pangeran Mangkubumi dan Raden Mas Said (1749–1757)
Semasa Mataram dipimpin oleh rajanya yang ke-10, Sri Susuhunan Paku Buwono II (1727–1749), dan berkedudukan di Kartasura, pada tahun 1742 terjadi pemberontakan oleh orang-orang Tionghoa yang kemudian dikenal dengan sebutan “Geger Patjinan”. Pemberontakan ini dipimpin oleh Raden Mas Said atau Pangeran Samber Nyawa, menantu Pangeran Mangkubumi. Pada saat pemberontakan terjadi, Paku Buwono II menyelamatkan diri ke Ponorogo bersama penasihatnya van Hohendorf dan Wakil Gubernur Jenderal Van Imhoff. Dengan bantuan VOC pemberontakan pun berhasil ditumpas, dan Raden Mas Said diasingkan ke Ceylon.
Setelah kekacauan mereda, PB II meminta bantuan VOC merebut kembali ibu kota Mataram di Kartasura. Untuk itu, dibuatlah Perjanjian Ponorogo (1743), kontrak politik PB II dengan VOC. Ketika menandatangani perjanjian ini, PB II tidak berkonsultasi dengan para pembesar keraton, termasuk Pangeran Mangkubumi.
Hal inilah yang kemudian memicu perselisihan di kalangan keluarga keraton, terutama PB II dengan Pangeran Mangkubumi. Sementara itu, PB II juga menempuh langkah besar dengan memindahkan ibu kota kerajaan dari Kartasura yang porak poranda akibat Geger Patjinan ke Surakarta (1745).
Perselisihan di dalam keraton terus berkepanjangan, sampai PB II digantikan oleh Sri Susuhunan Paku Buwono III. Untuk mendamaikannya, atas usulan VOC dibuatlah Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755). Dengan perjanjian ini, Kerajaan Mataram dibagi dua. Sebagian kerajaan dikuasai Sri Susuhunan Paku Buwono III, dengan Keraton Surakarta Hadiningrat-nya, dan sebagian lagi dikuasai Pangeran Mangkubumi, yang selanjutnya menjadi sultan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan sebutan Sultan Hamengkubuwono I.
Di tahun 1757, lewat Perjanjian Salatiga, Sunan PB III pun menyerahkan wilayah Karanganyar dan Wonogiri kepada sepupunya, Raden Mas Said, yang memimpin pemberontakan Geger Patjinan ketika Mataram diperintah oleh PB II. Raden Mas Said kemudian menyatakan diri sebagai Mangkunegara I dan memimpin Pura Mangkunegaran sampai 1795.
Agaknya, intrik, konflik, dan pemberontakan merupakan suatu hal yang biasa terjadi di dalam keraton atau kerajaan pada masa lalu. Apa yang terjadi di Kerajaan Mataram yang akhirnya membawa Mataram pada kehancuran, terjadi pula di Kasultanan Yogyakarta. Masa kepemimpinan Sultan HB I ditandai dengan adanya pergolakan karena konflik antara anak-anak dan cucu-cucunya dalam memperebutkan kekuasaan.
Setelah Sultan HB I mangkat (1792), ia pun digantikan oleh anaknya yang bergelar Sultan HB II. Konflik yang terjadi di dalam keluarga keraton tidak kunjung selesai, bahkan akhirnya meluas menjadi pertempuran yang melibatkan kekuatan koloni Belanda dan Inggris. Untuk mengimbangi kekuatan Sultan HB II, pada tahun 1813 Inggris melalui Gubernur Letnan Jenderal, Sir Thomas Raffles, menganugerahi gelar kepada salah seorang saudara HB II, Pangeran Notokusumo, anak HB I dengan Ratu Srenggorowati, sebagai Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (K.G.P.A.A.) Paku Alam I. Paku Alam I pun diberi daerah otonomi yang terdiri dari 4.000 cacah di Pajang, Bagelan, sebelah Eropa Yogyakarta, dan sebuah daerah yang terletak di antara Sungai Progo dan Bogowonto, di daerah Adikarto, sebelah Eropa Yogyakarta. Istana milik Kadipaten Pakualaman kita kenal dengan sebutan Pura Pakualaman.
b. Perlawanan Kerajaan Banten
Pada masa kepemimpinan Sultang Ageng Tirtoyoso (1650-1682), kerajaan Banten mengalami masa kejayaan. Pertentangan dengan VOC terjadi karena VOC ingin menguasai selat Sunda. Sultan Ageng yang telah menjalin kerjasama dengan Ternate dan Turki, sehingga VOC merasa kewalahan dalam menghadapi Banten.
Sultan Ageng memiliki dua Putra Pangeran Purbaya dan Sultan Haji. VOC berhasil mempengaruhi Sultan Haji untuk merebut tahta kerajaan Banten, dengan tipuan bahwa tahta akan diserahkan ke Pangeran Purbaya. Terjadilah pertempuran antara Sultan Haji yang dibantu VOC dan Sultan Ageng. Sultan Ageng terdesak dan Kalah berhasil meloloskan diri bersama pangeran Purbaya, sultan ageng terus melakukan perlawanan dengan bergerilya dan pada tahun 1683 dia berhasil tertangkap.
Setelah pertempuran selesai, sultan Haji harus menandatangani perjanjian dengan VOC yang isinya.
1. Sultan Haji mengganti biaya perang.
2. Banten harus mengakui dibawah VOC.
3. Kecuali VOC pedagang lain dilarang berdagang di Banten.
4. Pedagang Banten tidak diperbolehkan berdagang di wilayah timur.
Dengan ditandatanganinya perjanjian tersebut perdagangan di Banten mengalami kemunduran.
c. Perlawanan Kerajaan Makassar
Makassar berkembang pesat dan mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin, dia mendapat julukan Si Ayam Jantan dari Timur. Sultan Hasanuddin menolak monopoli yang dilakukan oleh VOC, sehingga terjadilah perang dengan VOC. Peperangan berlangsung tiga kali. Pertama, terjadi pada tahun 1633, di mana VOC berusaha memblokade Makassar untuk menghentikan arus keluar masuk perdagangan di Makassar, namun usaha ini belum berhasil. Pertempuran kedua terjadi pada tahun 1654, serangan ini juga belum berhasil. Pertempuran ketiga merupakan pertempuran besar yang terjadi pada tahun 1667. Dalam perang ini VOC melaksanakan politik devide et impera, yaitu menghasut Aru Palaka untuk membantu VOC. Akhirnya, pada waktu itu Sultan Hasanuddin dipaksa menandatangani perjanjian Bongaya (1667) yang isinya sebagai berikut.
1) Makassar mengakui kekuasaan VOC.
2) VOC memegang monopoli perdagangan di Makassar.
3) Aru Palaka dijadikan Raja Bone.
4) Makassar harus melepaskan Bugis dan Bone.
5) Makassar harus membayar biaya perang VOC.
Makasar mengalami kerugian akibat perjanjian tersebut, karena kehilangan kendali perdagangan dan pemrintahan atas berbagai daerah.
d. Perlawanan Rakyat Maluku
1) Perlawanan di Ternate
Sikap keras yang dilakukan VOC terhadap rakyat Maluku membuat kaum mulim Hitu bekerja sama dengan orang-orang Ternate melawan VOC. Perlawanan rakyat Maluku yang dipimpin oleh Kakiali dan Telukabesi juga mendapat bantuan dari Kerajaan Makassar. Sebagai pemimpian masyarakat Hitu, Kakiali melawan monopoli VOC dengan cara menyelundupkan cengkih. Ketika Kakiali ditangkap, orang-orang Hitu bersiap untuk berperang melawan VOC. Oleh karena itu, Gubernur Jenderal VOC Antonio van Diemen memimpin sendiri operasi militer ke Maluku. Perlawanan rakyat Hitu terhadap VOC diteruskan di bawah pimpinan Telukabesi yang kemudian menyerah dan dibunuh pada tahun 1646.
Setelah terbunuhnya Kakiali dan Telukabesi, masyarakat Hitu masih melakukan perdagangan rempah-rempah secara gelap sehingga VOC mengangkat Raja Ternate, Mandarsyah. Ia kemudian disuruh menandatangani perjanjian yang isinya melarang penanaman cengkih di semua wilayah, kecuali Ambon
2) Perlawanan di Tidore
Muhamad Amiruddin alias Nuku adalah putra Sultan Jamaluddin (1757–1779) dari Kerajaan Tidore. Pada tanggal 13 April 1779, Nuku dinobatkan sebagai Sultan Tidore dengan gelar “Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan”. Nuku juga dijuluki sebagai “Jou Barakati” artinya Panglima Perang. Dalam zaman pemerintahan Nuku (1797–1805), Kasultanan Tidore mempunyai wilayah kerajaan yang luas yang meliputi Pulau Tidore, Halmahera Tengah, pantai barat dan bagian utara Papua Barat serta Seram Timor. Sejarah mencatat bahwa hampir 25 tahun, Nuku bergumul dengan peperangan untuk mempertahankan tanah airnya dan membela kebenaran.
Sultan Nuku berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain atau dari perairan yang satu menerobos ke perairan yang lain untuk berdiplomasi dengan VOC maupun dengan Inggris, mengatur strategi dan taktik, serta terjun ke medan perang. Semuanya dilakukan hanya dengan tekad dan tujuan, yaitu membebaskan rakyatnya dari cengkeraman penjajah. Cita-citanya membebaskan seluruh Kepulauan Maluku terutama Maluku Utara (Maloko Kie Raha) dari penjajah bangsa asing. Untuk itu, Nuku berjuang tanpa mengenal istirahat sampai di hari tuanya.
VOC yang berpusat di Batavia (Jakarta) dengan gubernur-gubernurnya yang ada di Ambon, Banda, dan Ternate selalu berhadapan dengan Raja Pemberontak ini yang terus mengganjal kekuasaannya tanpa kompromi. Mereka semua tidak mampu menghadapi konfrontasi Sultan Nuku. Akibatnya, Sultan Nuku dianggap musuh bebuyutan yang tidak bisa ditaklukan. Ia adalah seorang pejuang yang tidak dapat diajak kompromi. Semangat dan perjuangannya tidak pernahpadam, walaupun kondisi fisiknya mulai dimakan usia. Kodrat rohaninya tetap kuat dan semangat tetap berkobar sampai ia meninggal dalam usia 67 tahun pada tahun 1805.

C. Perkembangan Kehidupan Masyarakat, Kebudayaan, dan Pemerintahan pada
Masa Kolonial Eropa
Penjajahan yang dilakukan oleh bangsa Eropa di Indonesia tentu saja berakibat besar pada perkembangan masyarakat dan budaya di Indonesia. Ditamabah penjajahan tersebut berlangsung cukup lama. Berikut merupakan beberapa perkembangan kehidupan masyrakat dan budaya pada masa itu.
1. Pendidikan
Adanya Politik Etis, telah mengenalkan bangsa Indonesia terhadap sistem pendidikan yang menumbuhkan suatu golongan cerdik pandai di kalangan rakyat Indonesia. Beberapa lembaga pendidikan, sebagian didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda di berbagai daerah Indonesia secara berjenjang dan sebagian lagi didirikan oleh swasta asing serta swasta pribumi. Politik Etis dicetuskan oleh van Denter, politik ini berisi irigasi, edukasi, dan transmigrasi.
Pada awal abad ke-20 telah diperkenalkan sistem sekolah desa (Volksschool) dengan jangka waktu tiga tahun. Setelah tamat dari sekolah desa ini dapat dilanjutkan ke sekolah lanjutan (Vervolgschool) selama dua tahun. Untuk keperluan anak-anak dari kelas atas didirikan pula HIS (Hollandsch Inlandsche School). Bagi orang yang mampu dapat melanjutkan pendidikannya ke tingkat MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwis) yang sekarang setingkat SMP. Setelah menyelesaikan pendidikan MULO, para siswa dapat melanjutkan ke AMS (Algemene Middelbare School) yang setingkat dengan SMA sekarang.
Pada tahun 1920-an sudah ada sekolah tinggi di Hindia (Indonesia). Misalnya, STOVIA (School tot Opleiding voor Inlandse Artsen), sebuah sekolah dokter Jawa yang kemudian menjadi perguruan tinggi.
Sekolah swasta pribumi yang didirikan oleh organisasi keagamaan di berbagai daerah di Indonesia, seperti sekolah yang didirikan oleh Sarekat Islam, Muhammadiyah, Sekolah Taman Siswa, Ksatria Institut, Perguruan Rakyat, dan perguruan Kayu Tanam di Sumatra Barat.
2. Seni Bangunan
Bangunan yang bercorak Eropa, misalnya benteng, stasiun kereta api, jaringan transportasi jalan raya dan jalan kereta api, bangunan kantor, jembatan, bendungan, benteng pertahanan, seperti Benteng Pendem di Cilacap, Benteng Fort de Kock di Bukittinggi, Benteng Zeelandia di pulau Haruku, Benteng Fort van Capellen di Batusangkar, Benteng Speelwik di Banten, dan Benteng Duurstede di Maluku.
3. Kesenian
Beberapa alat musik yang dibawa bangsa Eropa antara lain alat musik tanjidor (terompet, saksofon, dan tuba). Adapun seni tari yang muncul pada masa kolonial Eropa adalah tari dansa.
4. Pakaian dan Peralatan Makan
Bangsa Eropa pada masa kolonial terlihat mengenakan pakaian jas, berdasi, dan bersepatu di acara resmi. Demikian pula saat makan menggunakan peralatan makan berupa sendok dan garpu. Pakaian dan alat makan tersebut kemudian diadaptasi oleh bangsa Indonesia.
5. Teknologi
a. Alat Transportasi
Pada masa pemerintahan Daendels pernah dibangun prasarana transportasi dalam bentuk pangkalan laut di Anyer dan Ujung Kulon serta membuat jalan raya di sepanjang pantai utara Pulau Jawa. Sarana transportasi yang masih dipakai untuk kegiatan ekonomi pada masa sekarang adalah stasiun dan jaringan jalan kereta api di Pulau Jawa. Pembangunan pelabuhan hanya memperbaiki dan memperluas pelabuhan yang merupakan peninggalan kerajaan-kerajaan Islam, seperti Sunda Kelapa dan Surabaya. Pelabuhan Tanjung Priok dibangun oleh Belanda atas perintah Raja Hendrik.
b. Irigasi
Irigasi dibangun sesuai dengan isi Trilogi van Deventer. Irigasi dibangun untuk mengairi perkebunan atau pertanian milik pengusaha swasta Belanda maupun pemerintah. Bangunan irigasi peninggalan Belanda menjadi sarana penting saat ini.
6. Bahasa
Kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia berlangsung lama. Pada saat berkomunikasi (lisan dan tulisan), antarbangsa Belanda maupun bangsa pribumi sehari-hari, menggunakan pengantar bahasa Belanda.
7. Ekonomi
Masyarakat Indonesia pada masa Kolonial Belanda memiliki sumber ekonomi dari pengolahan tanah yang bersifat agraris dalam bentuk sawah, ladang, tegalan, dan perkebunan. Para petani tidak dapat secara bebas memasarkan hasil bumi karena adanya sistem monopoli oleh Belanda dan karena terbatasnya pengetahuan, keterampilan, dan peralatan.
Pemerintah Kolonial Belanda juga menerapakan sistem tukar menggunkan uang. Sebenarnya sistem uang sudah dikenal sejak Kebudayaan Hindu-Buddha, tetapi pengguanaanya tidak secara luas dan diatur dengan baik. Pada masa kolonial sistem uang diatur dengan baik hal tersebut terbutki dengan dibangunnya De Javanesceh Bank untuk mengatur sirkulasi uang.
8. Pemerintahan
Pemerintahan kolonial telah meletakkan dasar-dasar pemerintahan ala Barat di Indonesia. Diantaranya perubahan sistem birokrasi kerajaan tradisonal menjadi sistem birokrasi Barat. Selain itu juga dibangun sistem pengadilan dan pembentukan undang-undang.

Menggapai Cakrawala (jujur, disiplin, tanggung jawab)
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!
1. Sikap tegas dan memusuhi terhadap Potugis di Ternate dilakukan pertama kali oleh ….
a. Hairun
b. Baabulllah
c. Tabariji
d. Zaenal Abidin
2. Dalam peperangan di Kartasura, Untung Surapati banyak menewaskan pasukan VOC dan pimpinannya, yaitu ….
a . J.P. Coen
b. Kapten Tack
c. Cornelis Spelman
d. Kapten Jonker
3. Cara yang ditempuh Sultan Ageng Titayasa untuk melawan VOC adalah …
a. bersekutu dengan Kerajaan Cirebon
b. melakukan perdagangan bebas
c. menyerang benteng VOC di Batavia
d. menghadang kapal-kapal VOC
4. Perlawanan terhadap EIC tidak terjadi di Indonesia sebab ….
a. EIC kalah bersaing dengan VOC
b. EIC diterima dengan baik di seluruh wilayah Indonesia
c. tidak ada strategi monopoli perdagangan dalam kebijakan VOC
d. VOC membina persekutuan dengan penguasa Aceh, Matara, dan Makassar
5. Dibandingkan Ambon, VOC lebih memilih Jayakarta sebagai pusat kegiatan. Hal yang dipertimbangkan adalah ….
a. Jayakarta termasuk wilayah Banten
b. letak Jayakarta strategis dalam jalur perdagangan di Asia
c. letak Jayakarta tidak jauh dari kedudukan VOC di India
d. Jayakarta dekat dengan Malaka
6. Perjanjian Bongaya dilakukan sebagi perluasan politik VOC di Kerajaan ….
a. Tidore
b. Ternate
c. Malaka
d. Makassar
7. Pendidikan Barat pertama kali adalah sistem sekolah desa. Sistem ini dikenal ….
a. AMS
b. MULO
c. Vervolgschoool
d. Volksschool
8. Benteng yang dibangun Belanda di Batusangkar bernama ….
a. Fort de Kock
b. Duurstede
c. Fort van Capellen
d. Speelwik
9. Tarian yang merupakan budaya yang muncul pada masa kolonial adalah tari ….
a. dansa
b. salsa
c. tango
d. debus
10. Taktik memecah belah oleh VOC berhasil dengan gemilang karena ….
a. tidak adanya komunikasi antar daerah atau kerajaan
b. tiap kerajaan melakukan perlawanan demi kejayaan bangsa secara keseluruhan
c. taktik itu tidak sesuai dengan kebijakan monopoli perdagangan
d. Indonesia dalam keadaan terpecah belah

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Apa yang menyebakan perlawanan Untung Suropati?
Jawab:
Perlawanan untung Suropati pada Belanda sebab Untung dipenjarakan oleh Edelaar Moor karena jatuh cinta pada putrinya. Di penjara dia mendapatkan siksaan yang berat. Setelah berhasil melarikan diri. setelah berhasil mengalahakan Ki Suropati dia mendapatkan gelar Suropati dari Sultan Cirebon.
2. Bagaimana perlawanan Demak terhadap Portugis?
Jawab:
Perdagangan Demak di Malaka terganggu karena Portugis menguasai Malaka. Untuk mengamankan perdagangan Nusantara Raden Patah mengutus Pati Unus untuk menyerang Portugis di Malaka. Namun serangan tersebut gagal.
3. Mengapa terjadi perang antara Kerajaan Makassar denagn VOC?
Jawab:
Makassar di bawah pemerintahan Sultan Hasannuddin mengalami masa kejayaan. Dia juga anti terahadap bangsa Barat. VOC yang berada di Ambon melakukan monopoli perdagangan membuat Sultan Hasanuddin marah. Akibatnya hubungan VOC yang di Jayakarta dan Ambon mengelami gangguan akibat tentangan dari Sultan Hasanuddin. Gesekan yang sering terjadi menyebabkan terjadinya perang antara Makassar dan VOC.
4. Jelaskan mengenai irigasi pada masa kolonial Belanda!
Jawab:
Irigasi dibangun sesuai dengan isi Trilogi van Deventer. Irigasi dibangun untuk mengairi perkebunan atau pertanian milik pengusaha swasta Belanda maupun pemerintah. Bangunan irigasi peninggalan Belanda menjadi sarana penting saat ini.
5. Berikan contoh hasil-hasil peninggalan kolonial Belanda yang ada di daerahmu!
Jawab:
Contoh hasil peninggalan kolonial Belanda adalah Benteng, jalan kereta api, bangunan kantor, bendungan, dan sebagainya (jawaban siswa).

C. Tugas Siswa bersahabat/komunikatif, rasa ingin tahu, tanggung jawab
Buatlah kelompok dengan teman-temanmu kemudian diskusikan masalah di bawah ini di rumah! Setelah selesai nilaikan pada Gurumu!
a. Bagaimanakah dampak keberadaan bangsa barat terhadap perubahan masyarakat di Indonesia?
b. Bagaimanakah kehidupan sosial ekonomi pada masa kolonial?

Glosarium
Glosarium

Grote Postweg : Jalan raya yang dibangun oleh Daendels dari Anyer sampai Panarukan yang panjangnya 1.100 km
Imperialisme : Paham yang menguasai negara lain dalam mendapatkan sumber bahan baku dan daerah pemasaran
Kapitalisme : Suatu sistem perekonomian yang didasarkan pada hak milik atas tanah, pabrik-pabrik, dan alat-alat produksi lainnya oleh individu/swasta
Kongsi : persekutuan dagang
Monopoli : Penguasaan barang-barang secara sepihak

Menggapai Cakrawala (jujur, disiplin, tanggung jawab)
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!
1. Kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara salah satunya disebabkan oleh ….
a. adanya perang Salib
b. adanya penjelajahan samudera
c. terjadinya perang antara Spanyol wdengan perancis
d. jatuhnya kota Konstantinopel ke tangan bangsa Turki Usmani
2. Penjelajahan samudra oleh banga Eropa untuk mencari jalan ke dunia Timur dipelopori oleh bangsa ….
a. Portugis dan Perancis
b. Portugis dan Spanyol
c. Perancis dan Belanda
d. Perancis dan Inggris
3. VOC memiliki kebijakan yang khusus diterapkan di Maluku, kebijakan tersebut adalah ….
a. prianger stelsel
b. eksterpasi
c. pelayaran hongi
d. landrent
4. Penjelajah Belanda yang pertama kali samapai di Banten adalah ….
a. Bartholomeuz Diaz
b. Vasco da Gama
c. Alfonso d`albuquerque
d. Cornelis de Houtman
5. Menurut prinsip tanam paksa, penduduk yang tidak memiliki tanah garapan harus berkerja selama 66 hari setahun di perkebunan ….
a. swasta asing
b. swasta pribumi
c. pemerintah
d. bangsawan
6. Untuk menunjang tugas-tugasnya dalam mempertahankan Pulau Jawa Daendels membangun jalan raya ….
a. Anyer – Batavia
b. Semarang – Batavia
c. Anyer – Panarukan
d. Semarang – Surabaya
7. Penduduk Nusantara menyebut VOC dengan sebutan ….
a. koloni
b. kompeni
c. kolega
d. kongsi
8. Di bidang ekonomi, Raffles menghapus segala kebijakan Daendells dengan sistem sewa tanah yang disebut ….
a. cultuur stelsel
b. landrent
c. verpeliche leverantie
d. contingenteen
9. Pernyataan di bawah ini merupakan langkah Daendels dalam bidang militer dan pertahanan, kecuali membangun ….
a. pabrik senjata
b. benteng-benteng
c. pangkalan angkatan darat
d. jalan Anyer sampai Panarukan
10. Perubahan politik yang terjadi di Belanda merupakan pengaruh dari ….
a. diangkatnya Louis Napoleon sebagai raja
b. pemerintahan dikendalikan oleh Perancis
c. berdirinya Republik Bataaf di Perancis
d. dibubarkanya VOC
11. Portugis memasuki Nusantara dan mendarat pertama kali di ….
a. Jawa
b. Sumatra
c. Maluku
d. Kalimantan
12. Untuk memantapkan kedudukannya VOC diberi hak untuk bertindak sebagai negara. Hak demikian disebut ….
a. interpelasi
b. octrooi
c. ekstirpasi
d. amandemen
13. Latar belakang Belanda melaksanakan tanam paksa di Indonesia adalah ….
a. ingin memperoleh keuntungan sebesar-besarnya
b. membutuhkan tanaman perdagangan sebanyak-banyaknya
c. mengalami kesulitan dalam bidang keuangan
d. untuk membangun sarana industri di Belanda
14. Kekuasaan Inggris di Nusantara dipimpin oleh seorang Gubernur Jenderal yang bernama ….
a. Raffles
b. Ellout
c. John Fendall
d. Buyskes
15. Tokoh penganjur sistem tanam paksa adalah ….
a. van den Bosch
b. Baron van Hovell
c. van de Venter
d. van der Capellen
16. Perhatian pemerintah kolonial pada mula-nya tertuju ke Kepulauan Maluku, baru kemudian berpindah ke Jawa dan Sumatra. Perubahan ini antara lain disebabkan …
a. rempah-rempah yang menjadi komoditas perdagangan saat itu sudah habis
b. Maluku terlalu jauh letaknya dengan pusat perdagangan Internasional
c. terjadi perebutan hegemoni perdagangan di sekitar Kepulauan Maluku
d. Belanda beberapa kali mengalami kekalahan dalam peperangan di kawasan timur Indonesia
17. Strategi yang dijalankan VOC dalam rangka menguasai kerajaan-kerajaan di Indonesia adalah….
a. mendatangkan tentara dari Belanda
b. menerapkan politik devide et impera
c. menerapkan pelayaran hongi
d. melaksanakan politik ekstirpasi
18. Berikut ini adalah akibat dilaksanakannya sistem tanam paksa bagi rakyat Indonesia, yaitu ….
a. kemiskinan dan kesengsaraan
b. panen dan kemiskinan
c. meningkatnya hasil-hasil tanaman pangan
d. tanah pertanian menjadi rusak
19. Raja-raja di Indonesia mengadakan perlawanan terhadap Belanda pada umumnya disebabkan ….
a. adanya monopoli dagang dan tindakan semena-mena
b. diberlakukannya sistem pajak tanah bagi kerajaan
c. adanya upaya Belanda yang memaksakan agama Kristen
d. masuknya budaya Barat yang merusak budaya keraton
20. Portugis menjebak Sultan Hairun, karena Sultan Hairun ….
a. mulai menentang keberadaan Portugis di Ternate
b. tidak mau menandatangani perjanjian dengan Portugis
c. menolak untuk menyerahkan hasil panen cengkih
d. mengadakan kerja sama dengan bangsa Spanyol
21. Aceh dalam melawan Portugis di Malaka antara lain dengan mengadakan perseku-tuan dengan salah satu kerajaan di Semenanjung Malaka, yaitu Kerajaan ….
a. Johor
b. Perak
c. Kedah
d. Penang
22. Sultan Hasanuddin dari Makassar men-dapat julukan Ayam Jantan dari Timur, sebab ….
a. berhasil mengalahkan persekutuan VOC dengan Malaka
b. merupakan satu-satunya pahlawan dari timur
c. keberanian dan kegigihannya dalam melawan VOC
d. pada masa pemerintahannya Kerajaan Makassar mengalami kejayaan
23. Penyebab gagalnya Sultan Agung dalam mengusir VOC di Batavia antara lain sebagai berikut, kecuali pasukan Sultan Agung ….
a. mengalami kelelahan
b. kekurangan persediaan makanan
c. banyak yang meninggal karena penyakit malaria
d. kurang persiapan dalam melakukan penyerangan
24. Sekolah pada masa colonial yang setingkat dengan SMA adalah ….
a. MULO
b. AMS
c. Volkschool
d. HIS
25. Pelabuhan yang diabangun oleh Herman Willem Deadels berada di ….
a. Semarang
b. Banten
c. Ujung Kulon
d. Gresik

B. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
1. Semboyan melakukan penjelajahan untuk mencari emas dan kekayaan disebut … Gold
2. Untuk menghindari perselisihan antara pengusaha Belanda maka dibentuk kongsi dagang yang bernama … VOC (Verenidge Oost Indische Compagnie)
3. Nama lain dari Landrent adalah ….. sewa tanah
4. Daendels membangaun pabrik senjata di ….. dan ……. Gresik dan Semarang
5. Belanda menyerah pada Inggris dengan ditandai perjanjian …. Tuntang
6. Sistem tanam paksa disebut dengan …. Cultuur stelsel
7. Rakyat Indonesia dipaksa untuk bekerja membangun infrastrukrur yang dikenal dengan … kerja paksa
8. Suatu sistem perekonomian yang didasar¬kan pada hak milik atas tanah, pabrik-pa¬brik, dan alat-alat produksi lainnya oleh indi¬vi¬du/swasta disebut …. imperialisme
9. Pencetus tanam paksa adalah … van den Bosch
10. Benteng Fort de Kock peninggalan Belanda berada di … Bukittinggi

C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Jelaskan apa itu gold, glory, dan gospel!
Jawab:
a. Gold, yaitu mencari emas dan mencari kekayaan.
b. Glory, yaitu mencari keharuman nama, kejayaan, dan kekuasaan.
c. Gospel, yaitu tugas suci menyebarkan agama Kristen.
2. Sebutkan penyebab kemunduran VOC!
Jawab:
Kemunduran VOC disebabkan oleh hal berikut.
a. Korupsi di tubuh VOC.
b. Adanya persaingan dagang yang datang dari Inggris (East India Company) dan Prancis (Compagnie des Indes).
c. Memiliki banyak utang untuk membayar pegawai dan pembagian keuntungan bagi pemegang saham (dividen).
d. Perlawanan rakyat Indonesia terhadap VOC memakan banyak biaya.
e. Kerajaan Belanda diubah menjadi Republik Bataaf berpaham demokrasi. Hal ini merupakan sebab khusus kemunduran VOC.
f. Permintaan rempah-rempah di Eropa semakin berkurang.
3. Sebutkan isi dari Convention of London!
Jawab:
Isi dari Convention of London sebagai berikut.
a. Belanda menerima tanah jajahannya kembali yang diserahkan kepada Inggris dalam “Penyerahan Tuntang”.
b. Inggris memperoleh Tanjung Harapan dan Sailan dari Belanda.
c. Pantai Malabar diambil alih oleh Inggris sedangkan Bangka diserahkan pada Belanda sebagai gantinya.
4. Bagaimana perlawanan terhadap VOC yang dilakukan oleh Sultan Agung?
Jawab:
Sultan Agung berusaha mengusir VOC di Batavia pada tahun 1628 dan 1629, namun serangan itu gagal. Hal itu disebabkan karena jarak yang terlalu jauh, kalah dalam persenjataan, kurang dukungan logistik, dan banyak prajurit yang terjangkit penyakit.

5. Bagaimana perkembangan pada bidang pemerintahan masa kolonial?
Jawab:
Perkembangan pada bidang pemerintahan masa kolonial adalah pemerintahan kolonial telah meletakkan dasar-dasar pemerintahan ala Barat di Indonesia. Diantaranya perubahan sistem birokrasi kerajaan tradisonal menjadi sistem birokrasi Barat. Selain itu juga dibangun sistem pengadilan dan pembentukan undang-undang.
PERBAIKAN (mandiri, kerja keras)
A. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
1. Sebutkan tujuan dibentuknya VOC!
Jawab:
Tujuan dibentuknya VOC, sebagai berikut.
a. Menghilangkan persaingan yang merugikan para pedagang Belanda.
b. Menyatukan tenaga untuk menghadapi persaingan dengan bangsa Portugis dan pedagang-pedagang lainnya di Indonesia.
c. Mencari keuntungan yang sebesar-besarnya untuk membiayai perang melawan Spanyol.
2. Bagaimana isi dari kapitulasi Tuntang?
Jawab:
Isi dari kapitulasi Tuntang sebagai berikut.
a. Pulau Jawa dan daerah-daerah kekuasaan Belanda lainnya diserahkan kepada Inggris.
b. Semua tentara Belanda menjadi tawanan perang Inggris.
c. Orang-orang Belanda dapat dipekerjakan di kantor-kantor pemerintah Inggris.
d. Hutang pemerintah Belanda tidak diakui Inggris.

3. Mengapa pada masa pemerintahan Amangkurat I banyak terjadi pemberontakan?
Jawab:
Pada masa pemerintahan Amangkurat I terjadi banyak pemberontakan dikarenakan dia memerintah dengan keras dan menjalin hubungan dengan COC.
4. Bagaimana isi dri perjanjian Salatiga?
Jawab:
Isi dari perjanjian Salatiga adalah Sunan PB II menyerahkan wilayah Karanganyar dan Wonogiri kepada Raden Mas Said. Raden Mas Said kemudian menyatakan diri sebagai Mangkunegaran. Sehingga Surakarta terbagi menjadi dua Mangkunegaran dan Kasunanan.
5. Bagaimana pengaruh budaya Eropa di bidang kesenian?
Jawab:
Di bidang kesenian adanya pengaruh budaya Eropa terlihat pada penggunaan alat tanjidor (terompet, saksofon, dan tuba). Selain itu juga muncul tari Dansa yang berasal dari Eropa.
B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!
1. Spanyol datang di Maluku pada tahun …. 1521
2. Tugas pokok Daendels dikirim ke Indonesia adalah untuk mempertahankan Pulau Jawa dari ancaman ….. Inggris
3. Untuk menghadapi Portugis di Selat Malaka, Sultan Iskandar Muda bekerja sama dengan … Turki
4. Politik yang dicetuskan oleh Van der Venter dinamakan … Politik Etis
5. Sekolah dokter yang dibangun oleh pemerintah kolonial bernama … STOVIA

Cakrawal Kepribadian Bangsa
Persatuan dan kesatuan amat sangat penting dalam menghadapi setiap masalah dan ancaman. Sehingga bangsa yang besar dan tidak bersatu dapat dengan mudah dikalahkan oleh bangsa yang kecil. Jika bangsa kita tidak dapat bersatu maka akan mudah diadu domba dan dihancurkan. Marilah kita jaga persatuan dan kesatuan dengan menghormati perbedaan yang ada dan saling hormat menghormati antara satu dengan yang lainnya.

Cakrawala Ilmu
Raden Mas Said (Mangkunegara I)
Perjuangan Raden Mas Said dimulai bersamaan dengan pemberontakan laskar Tionghoa di Kartosuro pada 30 Juni 1742 yang dipimpin oleh Raden Mas Garendi (juga disebut “Sunan Kuning”). Ketika umur 19 tahun, dia bergabung dengan Sunan Kuning dan pasukan etnis Tionghoa yang tertindas oleh VOC dan Rajanya sendiri Pakubuwono II. Raden Mas Said diangkat menjadi panglima perangya. Kerajaan Mataram yang berpusat di Kartasura digempur karena dianggap boneka dari VOC.
RM Said berperang sepanjang 16 tahun melawan kekuasaan Mataram dan Belanda. Selama tahun 1741-1742, ia memimpin laskar Tionghoa melawan Belanda. Kemudian bergabung dengan Pangeran Mangkubumi selama sembilan tahun melawan Mataram dan Belanda, 1743-1752. Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755, sebagai hasil rekayasa Belanda berhasil membelah bumi Mataram menjadi dua, Surakarta dan Yogyakarta, merupakan perjanjian yang sangat ditentang oleh RM Said karena bersifat memecah belah rakyat Mataram.
Selanjutnya, ia berjuang sendirian memimpin pasukan melawan dua kerajaan Pakubuwono III dan Hamengkubuwono I (yaitu Pangeran Mangkubumi, paman, sekaligus mertua dari Raden Mas Said), serta pasukan Kumpeni (VOC), pada tahun 1752-1757. Selama kurun waktu 16 tahun, pasukan Mangkunegara melakukan pertempuran sebanyak 250 kali. Dalam membina kesatuan bala tentaranya, Said memiliki motto tiji tibèh, yang merupakan kependekan dari mati siji, mati kabèh; mukti siji, mukti kabèh (gugur satu, gugur semua; sejahtera satu, sejahtera semua). Dengan motto ini, rasa kebersamaan pasukannya terjaga.

Sumber: Wikipedia berbahasa Indonesia

UAS (jujur, disiplin, tanggung jawab)
A. Berilah tanda silang (x) huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang paling benar!
1. Taori Waisya merupakan teori yang menyatakan bahwa Hindu di Indonesia dibawa oleh para pedagang. Teori ini diuatarakan oleh ….
a. N.J Krom
b. F.H. Gildern
c. C.C. Brg
d. F.D.K. Bosch
2. Bahasa yang digunakan dalam yupa adalah ….
a. Dewa nagari
b. Jawa Kuno
c. Sanskerta
d. Melayu
3. Prasasti Canggal memberi informasi tentang Kerajaan …..
a. Tarumanegara
b. Mataram Kuno
c. Holing
d. Medang
4. Kerajaan Singasari mengalami zaman keemasan di bawah pemerintahan Raja ….
a. Jaya Wisnuwardhana
b. Ken Arok
c. Anusapati
d. Kertanegara
5. Kerajaan Majapahit berhasil mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan Raja ….
a. Gajah Mada
b. Hayam Wuruk
c. Raden Wijaya
d. Tribhuanatunggadewi
6. Ken Arok adalah bekas perampok, karena mendapat didikan dari Brahmana ia berhasil mendirikan kerajaan besar di Pulau Jawa. Kerajaan tersebut bernama ….
a. Mataram
b. Medang
c. Majapahit
d. Singasari
7. Kitab Silpasastra, yaitu sebuah kitab pegangan yang memuat berbagai petunjuk untuk melaksanakan ….
a. cara bercocok tanam
b. melakukan sesaji kepada dewa
c. pengangkatan seorang raja
d. pembuatan arca dan bangunan
8. S
9. Penyebaran agama Islam dimulai dari wilayah pantai karena ….
a. Agama Islam dibawa oleh pedagang Gujarat lewat pantai sehingga masya¬rakat yang mendapat pengaruh per¬tama adalah daerah pantai
b. ajaran Islam sangat sesuai dngan kehidupan masyarakat pantai
c. pantai adalah tempat yang strategis
d. rakyat pantai cepat menerima ajaran baru
10. Berikut ini adalah salah satu cara penyebaran agama Islam di Indonesia, yaitu melalui ….
a. pemberian bantuan ekonomi kepada penduduk asli
b. pengembangan kebudayaan Islam kepada penduduk asli
c. pernikahan antara pedagang Islam dan penduduk asli
d. peperangan antara pedagang dan penduduk asli
11. Beradasarkan catatan Ibnu Batuta disebutkan bahwa ….
a. penguasa Kerajaan Samudra Pasai adalah keturunan Kerajaan Majapahit
b. Istana Samudra Pasai ditata berdasarkan budaya India
c. Istana Samudra Pasai ditata berdasarkan budaya Persia
d. penguasa Kerajaan Samudra Pasai sedang giat menyebarkan Islam
12. Wilayah Indonesia yang terkenal dengan sebutan Serambi Makah adalah ….
a. Aceh
b. Padang
c. Medan
d. Ternate
13. Menurut Sejarah Banten, tokoh yang pertama meletakan dasar pemerintahan di Cirebon adalah ….
a. Hasanuddin
b. Fatahillah
c. Maulana Muhammad
d. Panembahan Yusuf
14. Tujuan Demak di bawah pimpinan Raden Patah menyerang Malaka adalah ….
a. mengusir Portugis yag ada di Malaka
b. menguasai pasaran lada di Sumatra Utara
c. menguasai Selat Malaka sebagai jalur perdagangan
d. mengembalikan fungsi Malaka sebagai pusat perdagangan Islam
15. Agama Islam menyebar ke daerah Maluku melalui ….
a. perjanjian bilateral Maluku–Jawa
b. perdagangan para saudagar dari Jawa Timur
c. sarana musik yang dimiliki kedua daerah
d. hubungan yang erat raja dengan raja
16. Naskah kitab Sastra Gending ditulis oleh ….
a. Syekh Yusuf
b. Sultan Iskandar Muda
c. Sultan Ageng Tirtayasa
d. Sultan Agung Hanyakrakusuma
17. Di bawah ini adalah tujuan didirikannya VOC, kecuali ….
a. menyatukan pedagang-pedagang Belanda
b. menguasai rempah-rempah di Indonesia
c. mengatasi persaingan dagang antarbangsa Indonesia
d. mengatasi persaingan dagang antara Belanda dengan bangsa Eropa
18. Pelayaran bangsa Belanda ke Indonesia untuk pertama kalinya berhasil mendarat di ….
a. Malaka
b. Banten
c. Batavia
d. Makassar
19. Kekuasaan Inggris di Indonesia dipimpin oleh Gubernur Jenderal bernama ….
a. Raffles
b. Ellout
c. John Fendall
d. Buyskes
20. Perjanjian Saragosa merupakan perjanjian antara …
a. Inggris dan Belanda
b. Spanyol dan Filipina
c. Spanyol dan Portugis
d. Portugis dan Belanda
21. Gubernur Jenderal VOC yang pertama di Indonesia adalah ….
a. J. P. Coen
b. Jacob van Neck
c. Pieter Both
d. Cornelis de Houtman
22. Suatu perlawanan yang dilakukan oleh rakyat Maluku terhadap VOC pada tahun 1635 dipimpin oleh ….
a. Pattimura
b. Kakiali
c. Sultan Hairun
d. Sultan Baabullah
23. Penyerbuan pasukan Mataram yang pertama ke benteng VOC di Batavia terjadi pada tahun ….
a. 1628
b. 1629
c. 1674
d. 1677
24. Berikut ini adalah akibat dilaksanakannya sistem tanam paksa bagi rakyat Indonesia, yaitu ….
a. kemiskinan dan kesengsaraan
b. panen dan kemiskinan
c. meningkatnya hasil-hasil tanaman pangan
d. tanah pertanian menjadi rusak
25. Pada masa Kolonial, penyebaran agama Kristiani cenderung bisa cepat berkem¬bang karena …
a. banyaknya orang Indonesia yang dikirim ke Vatikan oleh pemerintah Belanda
b. aktivitas zending yang didukung penuh oleh pemerintah Belanda
c. tidak adanya hambatan dari orang Indonesia
d. sebelum kedatangan Belanda, orang Indonesia telah menjadi tokoh penyebar agama Kristiani di Asia Tenggara

B. Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang benar!
1. Kerajaan Hindu yang terletak di Kalimantan Timur adalah Kerajaan …. Kutai
2. Kitab negara Kertagama merupakan karangan … Empu Prapanca
3. S
4. Masjid yang terkenal dengan bangunanannya yang mirip dengan agama Hindu adalah masjid …. Kudus
5. Penyerangan Demak ke Malaka di bawah pimpinan … Pati Unus
6. Kerajaan Islam di Indonesia pada umumnya muncul di daerah …. Pesisir
7. Maulana Malik Ibrahim merupakan tokoh yang menyebarkan Islam di daerah … Gresik
8. Kebijakan pemusnahan rempah-rempah yang berlebihan disebut …. eksterpasi
9. Perlawananan yang berhasil masuk ke ibu kota Mataram di Plered dipimpin oleh … Trunojoyo
10. Raja Hendrik memerintahkan untuk membangun pelabuhan …. Tanjung Priok
C. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar
1. Sebutkan penyebab Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran!
Jawab:
Sriwijaya mulai abad ke-11 mengalami kemunduran yang disebabkan hal-hal berikut.
a. Serangan besar-besaran dari Kerajaan Colamandala di bawah pimpinan Raja Rajendracoladewa pada tahun 1023 dan 1030.
b. Ekspedisi Pamalayu yang bertujuan menghancurkan Kerajaan Melayu oleh Kerajaan Singasari.
c. Serangan Majapahit di bawah pimpinan Patih Gajah Mada pada tahun 1337. Sriwijaya makin kehilangan pamornya seiring dengan berkembangnya Kerajaan Majapahit sebagai negara besar. Akhirnya, riwayat Kerajaan Sriwijaya tidak ada beritanya lagi sejak tahun 1477.
d. Aktivitas perdagangan di Sriwijaya mengalami kemunduran.
e. Faktor alam karena kota Palembang makin jauh dari laut yang diakibatkan oleh pengendapan lumpur yang dibawa oleh Sungai Musi.
2. Bagaimana peranan Kasultanan Demak dalam Islamisasi di Jawa?
Jawab:
Demak memegang peran penting dalam menyebarkan agama Islam ke wilayah Jawa pada umumnya dan juga luar Pulau Jawa. Demak mengirim para ulama untuk menyebarkan agama Islam ke wilayah Cirebon, Banten, Gresik, Maluku, dan wilayah pesisir utara Pulau Jawa lainnya. Selain itu Demak juga menghancurkan kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha untuk mempermudah penyebaran Islam dan menjaga daerah-daerah yang beragama Islam di Jawa dan luar Jawa.
3. Sebutkan faktor yang menyebabkan mundurnya Kerajaan Samudra Pasai!
Jawab:
Faktor-faktor menyebabkan kemunduran Kerajaan Samudera Pasai adalah sebagai berikut.
a. Kerajaan Majapahit berambisi menyatukan Nusantara, salah satu yang menjadi sasaran untuk dikuasainya adalah Samudera Pasai.
b. Munculnya Kerajaan Aceh, sehingga peran penyebaran agama Islam diambil alih oleh Kerajaan Aceh.
c. Berdirinya bandar Malaka yang letaknya lebih strategis.
4. Sebutkan faktor yang menyebakan kegagalan Sultan Agung untuk mengusir VOC dari Batavia!
Jawab:
Faktor penyebab kegagalan Sultan Agung untuk mengusir VOC adalah jarak yang terlalu jauh, kalah dalam persenjataan, kurang dukungan logistik, dan banyak prajurit yang terjangkit penyakit.
5. Sebutkan tiga aturan Tanam Paksa!
Jawab:
Peraturan Tanam Pakasa (Cultuur Stelsel) sangat baik karena sebagai berikut.
a. Penduduk desa wajib menyerahkan dari tanahnya untuk ditanami tanaman perdagangan.
b. Waktu yang digunakan untuk menanami tanaman wajib tersebut tidak melebihi waktu yang diperlukan untuk menanam padi.
c. Tanah yang disediakan untuk melakukan penanaman tanaman wajib bebas dari pajak.
d. Hasil panen dari penanaman diserahkan kepada pemerintah Belanda. Apabila hasilnya lebih besar daripada jumlah pajak yang harus dibayar, maka akan dikembalikan kepada pemilik.
e. Kerugian akibat panen yang gagal akan ditanggung oleh pemerintah.
f. Bagi mereka yang tidak memiliki tanah wajib bekerja selama 66 hari dalam satu tahun.

Daftar Pustaka

Achdiati S.Y. 1988. Sejarah Peradaban Manusia: Zaman Tarumanegara dan Sunda. Jakarta: C.V. Multiguna
Atang Husein, dkk. 2009. Ilmu Pengetahuan Ssosial I untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Nasional Kementerian Pendidikan Nasional.
G. Mujanto. 1975. Sejarah Nasional Indonesia II. Yogyakarta: Kanisius.
Iwan Setiawan, dkk. 2008. Wawasan Sosial Ilmu Pengetahuan Sosial untuk kelas VII SMP/MTS. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas. (BSE)
Suciati, Lina Hasanah, Dedi, Iwan Setiawan. 2008. Wawasan Sosial 1 IPS untuk Kelas VII SMP/MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. (BSE)
Kansil, CST. 1996. IPS Sejarah. Jakarta: Erlangga.
Kartodirdjo, Sartono. 1975. Sejarah Nasional Indonesia IV. Jakarta: Perpustakaan Perguruan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Marno. D. 1989. Sejarah Indonesia Kuno. Surakarta: UNS Press.
Matroji. 2002. Sejarah untuk SMP Kelas VII. Jakarta: Erlangga.
M.C. Ricklefs. 2001. Sejarah Indonesia Modern 1200 – 2004. Jakarta: Serambi Ilmu Semesta.
Notosusanto, Nugroho dkk. 1992. Sejarah Nasional Indonesia I-III. Jakarta: Balai Pustaka.
Nurdin, Muh. dkk. 2008. Mari Belajar IPS Untuk SMP/MTs kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. (BSE)
Setiawan, Irwan, dkk. 2008. Wawasan Sosial Ilmu Pengetahuan Sosial untuk kelas VII Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah. Jakarta: Depdiknas.
Shadily, Hassan. 1989. Ensiklopedia Idnoensia. Jakarta: P.T. Ichtiar Baru
Tim Penyusun Sejarah. 1997. IPS Sejarah. Jakarta: Yudhistira.
Waluyo, Suwardi, Agung Feryanto, Tri Haryanto. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional. (BSE).

Testimoni

Filed under : blog, tags: