Menu

Sumber Berita dari Saksi Sejarah

Jun
28
2015
by : 2. Posted in : blog

Sumber Berita dari Saksi Sejarah
Saksi merupakan seseorang yang pernah menyaksikan atau melihat sebuah peristiwa ketika berlangsung. Namun berbeda dengan pelaku, saksi ini bukan pelaksana dan tidak terlibat langsung dengan jalannya peristiwa. Ia hanya menyaksikan dan bersaksi bahwa peristiwa tersebut ada dan pernah berlangsung. Sama seperti para pelaku, para saksi sejarah pun dapat mengungkapkan kesaksiannya secara tak jujur. Ia bisa menutup-nutupi atau menambahkan cerita yang sesungguhnya tidak ia lihat atau tak pernah terjadi. Bisa saja ia bersaksi sebelah pihak, menceritakan kebenaran sepihak karena apa yang ia beritakan ternyata mengagung-agungkan salah satu pihak. Pada kesempatan lain bisa saja saksi sejarah ini menjelek-jelekkan pihak tertentu agar pihak yang dipojokkannya itu namanya makin hancur.

Kasus keberpihakan saksi sejarah terjadi pada peristiwa hubungan Gerakan Aceh Merdeka dengan Republik Indonesia. Saksi yang memihak GAM tentu akan mengatakan bahwa GAM adalah pihak yang benar karena selalu mementingkan rakyat Aceh, sedangkan RI hanyalah pihak yang pandai mengeruk kekayaan alam Aceh. Sebaliknya, saksi yang pro–RI pasti mengatakan bahwa pihak RI yang benar karena melihat banyak rakyat Aceh yang dihabisi oleh GAM. Dari contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa berita atau keterangan dari satu atau dua orang saksi akan peristiwa sejarah, tentunya dirasakan tidak cukup. Diperlukan saksi-saksi yang lain guna memperjelas duduk permasalahan dan keterangan lebih rinci dari peristiwa sejarah. Dengan demikian, informasi dan penjelasan yang komprehensif dapat kita peroleh tentang peristiwa sejarah yang sedang diteliti.

Tempat Peristiwa Sejarah
Dalam sejarah, pertanyaan di mana (where) yang menunjuk pada lokasi atau tempat terjadinya peristiwa sejarah termasuk sesuatu yang prinsip. Karena suatu peristiwa sejarah atau peristiwa dalam keseharian tentunya terikat dengan waktu dan tempat. Apabila menentukan tempat bersejarah yang terjadi beberapa tahun yang lalu, kita mampu melihat tempat tersebut karena lokasinya masih ada atau seperti ketika peristiwa berlangsung.  Tempat di sini dapat berupa nama jalan, bangunan, gunung, jembatan, sungai, lapangan alun-alun, desa, kabupaten, atau kota. Bangunan tempat bersejarah dapat berbentuk gedung kantor, rumah, hotel, gedung parlemen, teater, bioskop, sekolah, masjid, gereja, candi, atau istana keraton.

Sebagian lokasi dan tempat tersebut memang sudah ada yang berubah dan rupanya tidak lagi sama seperti waktu peristiwa sejarah berlangsung. Namun, tidak sedikit pula tempat bersejarah (biasanya bangunan fisik) yang tidak berbekas sama sekali, atau apabila masih ada pun hanya puing-puingnya atau pondasi dasar bangunan. Bisa saja, bangunan tersebut dahulunya ditinggalkan penduduknya karena suatu hal, misalnya banjir, letusan gunung, gempa, longsor, atau tsunami. Kemungkinan lain tempat tersebut diserang oleh sekelompok musuh, lalu bangunan tersebut dihancurkannya sampai rata dengan tanah. Namun, ada kalanya para ahli tidak dapat menentukan di mana letak peristiwa sejarah itu berlangsung. Ini terjadi karena tidak ada benda atau artefak yang meninggalkan jejak untuk diteliti. Misalnya, sampai kini para ahli masih bingung di mana letak pastinya istana Kerajaan Tarumanegara, meskipun tahu bahwa letaknya di sekitar Jakarta–Tangerang–Bekasi. Sejarawan mengenal Kerajaan Tarumanegara dari peninggalan-peninggalan yang berupa prasasti.

Latar Belakang Munculnya Peristiwa Sejarah
Munculnya peristiwa sejarah tentu ada sebab-sebabnya. Sebab-sebab terjadinya suatu peristiwa sejarah inilah yang dimaksud latar belakang munculnya peristiwa sejarah. Oleh karena itu, latar belakang munculnya peristiwa sejarah ini adalah suatu hal yang penting dalam penelitian sejarah.

Pengaruh dan Akibat dari Peristiwa Sejarah
Suatu peristiwa sejarah tentu mempunyai pengaruh dan akibat terhadap suatu masyarakat. Hal ini disebabkan peristiwa sejarah itu terjadi memang direncanakan oleh pihak-pihak tertentu. Pengaruh yang bersifat positif akan membawa perubahan-perubahan ke arah kebaikan dalam kehidupan masyarakat. Sebaliknya, pengaruh negatif akan menimbulkan kesusahan dalam kehidupan masyarakat.

artikel lainnya Sumber Berita dari Saksi Sejarah

Monday 26 November 2012 | blog

Bagian KAMERA video secara umum :   1. Lensa   2. Zoom control   3. Built in microphone…

Monday 4 May 2015 | blog

digunakan untuk menggambarkan perempuan dewasa. Perempuan yang sudah menikah juga biasa dipanggil dengan sebutan ibu. Untuk…

Monday 22 December 2014 | blog

  MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN KERJA     MENGEVALUASI HASIL PROGRAM PELATIHAN…

Saturday 10 October 2015 | blog

Laporan triwulan i bidang personalia pengurus koperasi mahasiswa universitas sebelas maret surakarta periode 2006- 2007 •…