Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

softmaker office 2012

Dec
02
2014
by : Bupeko. Posted in : blog

office 2012

Artikel bisnis
Apa gunanya sistem? Apa bedanya businessman dan busyman? Apakah Anda self employee ataukah business owner? Jika perusahaan Anda tidak ada yang mampu menjalankan kecuali diri Anda, artinya Anda tdak boleh sakit, liburan, apalagi pensiun. Mengetahui gambaran besar pembuatan sistem, bukan berarti Anda sendiri yang harus membuatnya. Bayarlah orang yang ahli untuk menyempurnakannya. Adapun Anda bisa merintis sistem yang sederhana untk menghindari kesalahan dan mendelegasikan pekerjaan dengan benar.

Ingat: Sistem bukanlah sekedar SOP! Namun lebih dari itu, memastikan tiap tim bekerja dengan harmonis dalam aturan, guna mencapai visi perusahaan. Berikut adalah 8 langkah membuat sistem:

1. Visi
Adalah arah bisnis, mau dibawa kemana bisnis Anda? Apa tujuan dibuatnya? Target-target jangka panjang? Apa nilai-nilai yang melandasinya? Mungkin saat awal berbisnis, Anda belum memikirkannya, itu wajar, karena masih dalam tahap survival. Jika Anda meninggalkan bisnis Anda kepada tim, tanpa arah tujuan, jangan harap bisnis Anda akan berkembang.
The Power of Kepepet memberi kekuatan untuk berlari, Visi memberi arahan kemana larinya. Tanpa arah tujuan, karyawan Anda bertanya, “Pak, kita mau kemana?”. Anda jawab,”Yang penting asal jalan deh“. Lucu kan?! Tanpa target-target yang jelas, karyawan bertanya, “Pak, target kita berapa perbulan?”. Anda jawab, “Try your best“. BEST itu relatif menurut siapa?
2. Struktur Organisasi
Kejelasan pembagian posisi. Kenyataan, bukan diada-adakan. Apa gunanya? Agar jelas siapa jendral, kapten dan sersannya. Tanpa kejelasan, jika ada kesalahan, akan lempar-lemparanan. Siapa report ke siapa, siapa memimpin siapa?
Tidak ada 2 jendral dalam 1 peperangan! Kasihan prajuritnya, bingung. Perangpun jadi amburadul.
3. Alur bisnis
Gambaran proses. Gambar dan tuliskan prosesnya dari A-Z, per masing-masing bagian, lengkap dengan simbol dokumen-dokumen yang diperlukan.
Buat kolom-kolom per bagian, contoh:
Penjualan | Admin | pembelian | akunting | Kasir (gbrkan dlm process flow)
Jika prosesnya banyak, bisa dibagi per prosedur, misalnya prosedur pengolahan order, penerimaan pegawai. Bisa menggunakan software Microsoft Visio, mudah dan cantik.

4. Job Description
Pembagian tugas. Dari alur bisnis yang dibuat di langkah 3, tuliskan deskripsi tanggung jawab dan tugas masing-masing bagian. Misalnya Bagian Pembelian sparepart 1. Bertanggung jawab terhadap pembelian sparepart sesuai dengan permintaan dari pihak maintainance.
Semakin detail job desc, semakin jelas tanggung jawab dan tugas masing-masing bagian, semakin terhindar dari kesalahan prosedur dan wewenang.

5. S.O.P (Standard Operating Procedur)
Standar dan langkah-langkah inti dari SOP adalah menuliskan apa-apa yang harus dilakukan dan standarisasinya. Masih ingat saat Anda praktikum? Apa yang tertulis di diktat? Tujuan, alat dan bahan, langkah-langkah percobaan. Seperti itulah SOP!

Contoh: Prosedur mengelap meja
Tujuan : Memastikan meja bersih tanpa kotoran.
Standar : Bisa dipakai untuk bercermin.
Alat & bahan : Sprayer yang berisi sabun, lap A dan B.
Prosedur :
1. Ambil sprayer berisi cairan pembersih dengan tangan kanan.
2. Arahkan ke meja dengan kemiringan 45 derajat ke bawah.
3. Semprotkan 3 kali.
4. Dan seterusnya…..
Semakin detail, semakin terhindar dari kesalahan. Gunakan gambar atau foto untuk membantu ilustrasi. Jika mungkin rekam dalam video. Uji coba SOP dengan meminta seseorang melakukan dari instruksi SOP, tanpa bantuan Anda. Jika masih ada salah, perbaiki.
SOP yang bagus, adalah yang mudah dimengerti dari sudut pandang pembaca awam. Gunakan bahasa ’manusia’, bukan dewa. Setiap terjadi perubahan SOP, cantumkan nomor revisinya (misal: rev1) dan tuliskan deskripsi revisi serta tanggalnya. Jika ada dokumen-dokumen yang haurs diisi atau diarsipkan saat proses, masukkan dalam SOP. Misalnya invoice, voucher.
Sempurnakan SOP sambil berjalan, jangan terlalu dipaksakan. Jika terjadi kesalahan selain human, berarti saatnya perbaikan. Arsipkan SOP permasing-masing departemen dan kontrol pengkopian dan perbaikan secara ketat. SOP adalah rahasia perusahaan.

6. KPI (Key Performance Indikator)
Indikator penilaian kinerja karyawan. Bukan berdasar “suka atau tidak suka”. Simpelnya…, buat patokan penilaian 1 – 5 untuk setiap tugas yang diberikan. Dengan transparasi dan persetujuan kedua pihak. Tapi berdasarkan kenaikan gaji atau SP (surat peringatan), hingga putusan PHK dari KPI yang telah ditentukan. Jadi, benar atau salah jelas penilaiannya. Kenaikan pangkatpun jelas aturan mainnya, bukan berdasar atas ’feeling oh feeling’.

7. Tools (Alat Bantu)
Hal yang sulit menjadi mudah. Dengan bantuan teknologi, kerjapun jadi semakin ringan, kesalahan dan kebocoran diminimkan. CCTV bisa menggantikan melototnya mata satpam. Kasihan! Aku lihat dan ’perasaan lihat’, bisa dihindarkan. Digital dan video camera meningkatkan akurasi training, menghindari “Ehh lupa…” Keluar masuk karyawan bukan masalah besar. Reporting dan controlling bisa lewat email, blackberry, tak harus bertatap muka. Saldopun bisa dicek via e-banking. Program komputer inventori dan barcoding system meringankan stock opname dan akurasi perhitungan.
8. Leadership
Kepemimpinan! Tanpa ini, sistem tidak akan bekerja. Ingat! Sebaik-baiknya sistem, yang mengerjakan orang juga, bukan robot! Mereka patuh bukan karena gaji saja, tapi juga karena perasaan nyaman dan diayomi. Mereka tahu benar dan salah, tapi belum tentu taat. Sesempurna apapun sistem, ada saja celahnya curang. Tanpa penanaman nilai-nilai, mustahil ada keharmonisan. Maka dari itu, budaya perusahaan harus dihidupkan, pemimpin memberi teladan. Hingga sistem itu ada di hati, bukan kertas.

“Leadership is about influence, no more, nor less” (John C. Maxwell)

Proposal
Materi ini bukan untuk memoles sesuatu yang buruk menjadi cantik, tapi untuk memoles yang sudah cantik agar mempesona. Lantas jika belum cantik? Ya dirawat, dipupuk, disirami, biar cantik dan siap untuk dijual. Lha kalo untuk membuat cantiknya perlu biaya? Tawarkan bagi hasil yang lebih besar, karena resiko investor juga besar. Bisa saja anda poles dengan penawaran yang sensasional, namun jika nyatanya buruk, investor akan kecewa dan nama anda tercemar. Sebaliknya, ungkapkan dengan perhitungan wajar, bahkan konservatif. Jika ternyata hasilnya lebih, mereka akan puas dan nambah (invest) lagi. Memang closing-nya tak secepat yang ‘nggombal’, namun sekali puas, efeknya menggelinding tanpa henti.
Pertanyaan mendasar investor: Apa sih bisnisnya? Berapa modalnya? Berapa bagi hasilnya? Kapan balik modalnya? Bagaimana caranya? Hindari mengirimkan proposal bisnis anda. Mintalah waktu 10-15 menit untuk presentasi di hadapan mereka langsung. Ingat, bagaimanapun cara anda mempresentasikan jauh lebih berperan dalam closing, daripada isi proposal anda. Cari waktu dan tempat yang nyaman, bukan berisik dan harus teriak-teriak atau tergesa-gesa. Maksimal 10 halaman presentasi, sisanya masukkan ke lampiran. Keep It Short & Simple (KISS). Tawarkan max 30% dari total investasi ke masing-masing investor, pertama supaya tak dikuasai oleh dia, kedua biar nggak kelihatan miskin.
Berikut adalah poin-poin beserta urutannya….

1. Mulai dari Foto, gambar, ilustrasi, video; 60% orang adalah tipe visual.
- Foto produk, booth, proyek, interior dan eksterior, desain grafis (3D jika memungkinkan), akan memukau investor, sebelum anda berbicara angka.
- Hindarkan banyak tulisan, agar anda leluasa bercerita, bukan membaca. Tulis poin-poin pentingnya saja.
- Sering investor tak paham bidang usaha yang ditawarkan. Mereka perlu mengindera secara sempurna dan berkata “Oww, bisnis itu tho…”
- Gunakan bahasa yang mudah dipahami, kecuali dia menguasai secara teknis bidang usaha tersebut.
- Semakin mereka paham, semakin mereka yakin akan bisnis anda, semakin mereka mau invest.
- Saat presentasi, jangan terburu-buru lanjut ke bagian berikutnya, jika ia belum paham bidang usahanya.

2. Pemasaran; Yakin tuh akan laku? Apa buktinya? Syukur jika sudah berjalan, itu lebih bagus.
- Potensi pasar; BERAPA permintaan/kebutuhan, ketersediaan, kompetisi. Jangan bilang BANYAK, bicaralah dengan DATA!
- Jika bisnis anda sudah berjalan, tunjukkan grafik kenaikkan penjualan.
- Jika bisnis anda adalah proyek, tunjukan surat penunjukkan kerja, atau dokumen sebagai bukti, bukan proyeksi.
- Jika ini adalah bisnis baru, perkuat di analisa pemasaran anda.
- Alangkah baiknya jika anda tidak mulai dari nol banget. Punya lokasi saja (tak harus beli), anda sudah menang selangkah.

3. Analisa Keuangan; Total investasi, proyeksi laba/rugi, ROI, Payback, BEP.
- Total investasi adalah segala sesuatu yang diperlukan saat mulai bisnis, seperti sewa tempat, pembelian alat-alat, dan lainnya, plus uang kas.
- Proyeksi laba rugi; meski tidak pasti, setidaknya memberikan gambaran hitungan keuntungan yang akan didapat.
- Rumus simplenya Proyeksi L/R: (perkiraan) Omset – Harga Pokok Produksi (Hpp) – biaya operasional – pajak.
- Biaya operasional: sewa tempat, gaji, listrik, air, telepon, penyusutan, dan lainnya.
- ROI (return on investment) atau prosentasi tingkat pengembalian modal pertahun atau perbulan. Inilah patokan bagi hasil perbulan.
- Rumus ROI: Laba bersih stlh pajak / total investasi x100%.
- Payback Period atau Periode pengembalian modal. Seringkali disalahkaprahkan dengan BEP!
- Payback Period rumusnya berbalik dengan ROI: Total investasi / Laba bersih setelah pajak.
- BEP (Break Even Point) atau analisa titik impas. Intinya, anda harus jual berapa unit agar biaya operasional tertutup!
- NPV, IRR, silakan tambahkan sesuai dengan kelas investasinya.

4. Pembagian Hasil; Berapa angkanya untuk investor?
- Kelanjutan dari topik ke 3, tegaskan ROI dan Payback period dengan ilustrasi ‘angka’ investasi.
- Misal, jika invest 500jt, dapat berapa perbulan (bisa fix, bisa fluktuasi) dan kapan perkiraan balik modalnya. Misal 50 juta.
- Nah, dari 50 juta tersebut, berapa % bagi hasilnya? Misal 50:50, berarti 25 juta.
- Jika mau akad bagi hasil fix, dapat berapa perbulan & kapan perkiraan balik modalnya.
- Bagaimana sistem pembayarannya, via transfer atau berikan cek dengan tanggal mundur tiap bulannya?
- Setiap tanggal berapa laporan keuangan akan dikirim dan via apa?
- Adakah agunan-agunan yang diberikan? Bagaimana jika terjadi bencana alam?

5. The Team; siapa saja dan track record-nya.
- Investor lebih suka dengan orang yang spesialis dibanding generalis untuk mengerjakan sesuatu.
- Bisnis adalah kepercayaan! Boleh sebut punya peluang triliun, tapi kalo tak mampu mengolahnya, ya percuma.
- ”Who is the man behind the gun?” lebih penting daripada senjata itu sendiri.
- Apakah Anda akan menyerahkan uang Anda kepada orang yang tak kompeten dibidangnya?
- Paparkan secara rinci CV tim anda. Tunjukkan ke investor bahwa mereka benar-benar berpengalaman dan kompeten.
6. ”5 Why this project?”; Pertegas, setidaknya 5 alasan mengapa harus proyek/investasi ini.
- Misal tentang faktor: keamanan (agunan), jaminan, ROI yang besar, kestabilan, kelancaran.
- Tentu saja hirarki alasan tersebut sangat tergantung dari tipe si investor yang anda bidik.
- Investor yang konservatif, lebih mengutamakan kestabilan. Investor risk taker, lebih mengutamakan ROI.
- Setidaknya berikan berbandingan dengan instrumen investasi lainnya seperti, deposito, reksadana, emas.

7. Exit Plan; Kalo mau putus kontrak gimana?
- Bagaimanapun segala kemungkinan harus dipersiapkan. Mungkin saja investor membutuhkan uangnya untuk sekolah anaknya.
- Cantumkan semua itu secara detail dalam surat perjanjian. Jika nilainya besar, gunakan jasa notaris, aman!
- Ingat: Jika anda terlalu kaku dan memberatkan investor, mereka akan jera invest ke anda. Mulutnyapun akan menjadi wabah.
- Sebaliknya jika investor puas, mulutnya akan menularkan nama baik anda ke sekitar mereka. Siap-siaplah kebanjiran modal!
- Sebelum praktek, niatkan mencari investor untuk BERBAGI! Dengan demikian energi anda akan bersih, rejekipun berkah!
- ”Promise only what you can deliver… and deliver more than you promised”

Macam bisnis berdasar cashflow
Cashflow (CF) atau arus kas adalah darah dalam bisnis. Kehabisan kas, artinya kehabisan darah bisnis.
Agan membangun bisnis pertamanya sebagai pemasok industri. Dengan modal pas-pasan dari 2 orang pemodal. Modal tunai/cash di tangan hanya sekitar 15 juta rupiah, tanpa memiliki stok barang sedikitpun. Agan tidak ikut memberikan modal uang, tapi sebagai gantinya, ia menyumbangkan tenaga dengan kompensasi 30% saham yang harus dicicil kemudian. Agan menjalankan bisnis itu sendiri.

Dengan modal berani, kartu nama dan daftar nama di lingkungan industri, Agan menawarkan spare part dari pintu ke pintu, yang belum ada wujudnya. Transportasi keseharian Agan adalah angkot dan ojek. Berbekal tas dan payung lipat, serta semangat ’45.
Jika seorang buyer (pengadaan) suatu pabrik perlu spare part, Agan akan mencarinya di pemasok-pemasok lokal atau Singapura. Kemudian Agan menaikkan harga, misal 20% dan membuat penawaran kepada mereka. Jika mereka order, Agan baru order barang tersebut ke supplier.
Karena variasi produk yang begitu banyak, memaksa Agan mencari di pemasok yang berbeda-beda. Konsekuensinya, Agan harus membayar tunai! Sedangkan Agan mendapatkan pembayaran dari pelanggan 30 – 45 hari kemudian (jika tepat waktu, sering molor). Pernah juga 2 tahun kemudian baru dibayar.
Orderanpun mulai berdatangan, tapi Agan makin ketakutan. Kenapa? Tidak punya uang untuk membeli barang.
Agan menegosiasikan dengan pemasok untuk memberikan tempo 30 hari. Sebagian setuju, tentu dengan harga lebih tinggi. Tak apa-apa, asal masih bisa jualan. Dalam bulan kedua, keuangan mulai minus, karena belum ada pembayaran, sedangkan biaya operasional terus berjalan.
Belum sempat kita terima pembayaran, tagihan dari pemasok sudah jatuh tempo. Apalagi pembayaran dari pelanggan tertunda. Bulan ketiga, bisnis kita TUTUP, dalam kondisi masih ada orderan dari pelanggan. Kas Agan kosong dan masih memiliki hutang di supplier.
Dimana letak kesalahannya…?

Sebelumnya mari kita simak materi berikut…
5 Macam Bisnis berdasar Cash flow (CF)
1. CF Harian, segala bisnis yang dibayar tunai, seperti retail, minimarket, Rumah Makan, jual sayur, sewa lapangan futsal, pokoknya cash deh!
2. CF Bulanan, segala bisnis yang dibayar bulanan atau tempo 30 hari, seperti rumah kos, supplier tetap, sekolah, kursus, kreditan, fitness.
3. Cashflow Semesteran, segala bisnis yang dibayar berkala, 3 atau 6 bulanan, seperti tempat bimbingan belajar, kursus.
4. Cashflow Tahunan, segala bisnis yang dibayar pertahun, seperti deviden, kontrakan, properti, sekolah Taman Kanak-kanak, playgroup.
5. Cashflow Proyekan, segala bisnis yang tidak pasti dapat ordernya, dibayar setelah selesai, seperti tender-tender konstruksi, perumahan, pengadaan, EO.
Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tergantung titik awal dan kemampuan permodalan Anda. Jika modal Anda cekak, jaringan belum kuat, bermainlah di CF harian atau bulanan. Marjin kecil, yang penting perputaran cepat!!!
Menurut Anda, bagus mana marjin 3% dengan 30%? Tergantung cashflow-nya!! Misal modal Anda hanya 30juta, perhatikan berikut…
- Anda mendapat tender pengecatan (CF proyek), selesai 7 hari, bayar mundur 30hr.
30% x 30 juta = 9 juta (laba) dalam 37 hari!
- Anda kulakan sayur/buah di pasar dini hari, jual pagi hari, CASH and CARRY (CF harian)!
3% x 30 juta x 30hari = 27 juta (laba).
Bagus mana? Tentu bagus 3% tapi perputaran cepat donk. Apalagi kalau proyeknya selesai berbulan-bulan dan masih dibayar mundur…
Mungkin ada dari Anda yang bergumam, “Jual sayur? Gengsi donk Gan”
Karjani, alumni ECamp dari Banjarmasin, omset usahanya 7 milyar/ bulan. Apa bisnisnya? Grosir Telor Asin!
Sugianto, alumni ECamp dari Mranggen – Jawa Tengah, omset usahanya 6 milyar/bulan, dari grosir kantong plastik (kresek).
Gengsi? Yang penting Kaya! Daripada bisnis berkilau, kantong cekak, makan tuh gengsi!
Kelebihan dan kekurangan masing-masing cashflow:
• CF harian, memiliki kelebihan di perputaran. Dengan modal yang cekakpun, omset bisa berlipat. Bahkan bisa jadi 2 – 3 kali perputaran tiap harinya. Hanya saja karena marjin yang kecil, beresiko jika ada kerusakan, juga tingkat loyalitas pelanggan, karena rawan perang harga.
• CF bulanan, memiliki kelebihan ’STABIL’, karena seperti sudah dapat ikatan ’abonemen’, tingkat loyalitas dan repeat order-nya terjaga! Kekurangannya, pembayaran seringkali mundur.
• CF semesteran, seperti bimbingan belajar, biasanya membutuhkan waktu untuk mengedukasi pasar, apalagi jika mereknya belum terkenal. Kelebihannya, jika sudah menjadi pelanggan (misal: siswa), jarang mereka berpindah-pindah tempat sampai masa pembelajaran usai.
• CF tahunan, tentu saja tidak bisa dipakai untuk sandaran hidup sehari-hari, kecuali Anda punya rumah 12–> rumah Januari, Februari, Maret, sampai Desember, tiap bulan ada setoran.
• CF proyekan, seringkali menggoda secara marjin, tapi harus dihitung ulang return rata-rata/bulannya. Jangan-jangan lebih kecil daripada jualan sayur! CF proyekan juga tidak dapat diprediksi kapan dapatnya. Selain itu, Anda masih harus memenuhi kebutuhan harian Anda.
Anda bisa mengkombinasikan beberapa atau semua CF diatas untuk mendapat kestabilan. Yang penting, jangan sampai kas Anda kosong! Bahkan dalam kondisi rugipun, asalkan Anda masih bisa mengolah kas dengan cantik (bayar mundur), Anda masih bisa bertahan hidup!
Sebaliknya, meski UNTUNG BESAR, jika kas Anda kosong dan pembayaran tersendat, maka si Untung hanya bualan di KERTAS saja!

“Marjin bukan segalanya, kas lebih utama. Karena kas adalah darah bisnis Anda”
Jadi, apa penyebab utama kebangkrutan usaha pertama Agan diatas…? Semoga terhindar pada bisnis Anda!

Test otak kanan
Mengetahui apakah Anda dominan pengguna otak kanan atau kiri adalah langkah awal untuk mengetahui keunggulan yang ada dalam diri Anda. Ada beberapa cara yag bisa Anda lakukan untuk menguji Anda termasuk golongan yang mana. Salah satunya adalah dengan test sederhana dibawah ini.
Langkah Pertama: Pilih maksimal 5 kegiatan dibawah ini yang paling sering Anda lakukan. Tuliskan!

Pilih 5 kegiatan yang paling sering Anda lakukan.

Langkah Kedua: Tulis nilai ini disamping pilihan Anda, jumlahkan.

Tulis nilai Anda disamping kegiatan pillihan Anda.

Langkah Ketiga: Bagi jumlah nilai Anda dari langkah kedua dengan jumlah pilihan kegiatan (5) untuk mendapatkan nilai rata-ratanya.
Sebagai contoh:
Kegiatan yang Anda pilih:
Berbincang-bincang (4)
Memeluk (8)
Menulis (2)
Memainkan alat musik (4)
Berpetualang (5)
Maka total nilai Anda:
4 + 8 +2 +4 + 5 = 23
Rata-rata nilai Anda adalah:
23 : 5 = 4.6
Tuliskan hasil rata-rata nilai Anda:

Jika nilai rata-rata Anda KURANG DARI 5, maka Anda adalah pengguna dominan otak kiri.
Jika nilai rata-rata Anda LEBIH DARI 5, maka Anda adalah pengguna dominan otak kanan.
Setelah test pertama (yang ternyata cukup populer) kemarin, kali ini kita akan melanjutkan test apakah Anda pengguna dominan otak kiri atau kanan sekali lagi. Namun sebelum kita mulai, marilah kita terlebih dahulu melihat fungsi otak kiri dan kanan.

Ilustrasi: http://www.flickr.com/photos/tza/
Otak Kiri
Otak kiri adalah otak yang memiliki daya ingat rendah/ singkat. Memuat ingatan yang logis. Berikut adalah fungsi otak kiri:
• Urut
• Deskriptif
• Detail
• Huruf
• Simbol
• Kata
• Teratur
• Logis
• Rasional
Otak Kanan
Otak kanan adalah otak yang mampu memuat ingatan secara image. Maksudnya, otak kanan lebih lama daya ingatnya dibandingkan otak kiri. Berikut adalah fungsi otak kanan:
• Pilihan/ acak/ teka-teki
• Asosiatif
• Global
• Gambar
• Warna
• Spontan
• Emosi

Test berikut ini lebih sederhana, dan tidak melibatkan hitung-hitungan seperti test sebelumnya. Hanya aktivitas fisik ringan. Sebelum memulai test ini, atur posisi duduk Anda sedikit menjauh dari meja tempat kpmputer atau laptop Anda. Jika Anda dalam posisi tiduran, duduklah sejenak. Jika Anda membaca ini dari tablet/ HP, letakkan di meja agar Anda mudah melakukan test ini.
Sudah siap? Mari kita mulai.

Test Pertama (A)
Genggam tangan Anda bersama-sama, seperti jika Anda sedang berdoa kemudian perhatikan ibu jari tangan Anda. Jika ibu jari tangan kiri berada dibawah tangan kanan (seperti pada gambar contoh dibawah) artinya otak kiri. Jika ibu jari tangan kanan berada dibawah tangan kiri berarti otak kanan.

Ilustrasi: Jupe-nya YukBisnis

Test Kedua (B)
Lipat tangan Anda didepan Anda. Jika lengan kanan tepat diatas lengan kiri artinya otak kiri. Jika lengan kiri Anda tepat diatas lengan kanan artinya otak kanan. Lihatlah ke cermin, jika posisi lengan Anda sama dengan gambar nenek dibawah ini, Anda adalah pengguna dominan otak kanan.

Ilustrasi: http://www.flickr.com/photos/calotype46/
Penilaian
Sekarang, perhatikan kedua test tadi. Test pertama akan kita singkat dengan A, test kedua dengan B. Perhatikan:
Jika A kanan + B kiri
Anda seimbang cendrung kanan. Anda memiliki sifat-sifat dasar: sangat perhatian, konvensional, berbelit-belit, cepat akrab dengan orang lain, waspada, pengalah, stabil.
Jika A Kanan + B Kanan
Anda pengguna dominan otak kanan. Anda memiliki sifat-sifat dasar: Suka tantangan dan bersikap apa adanya, cepat bertindak, imajinasinya kuat, selalu ingin tahu, ceroboh dan nekad, jarang mendengarkan pendapat.
Jika A kiri + B kiri
Anda pengguna dominan otak kiri. Anda memiliki sifat-sfat dasar: cuek, perfeksionis, logis, selalu merasa benar, kaku, bisa dipercaya, memiliki banyak hal yang membanggakan, lawan yang tangguh.
Jika A kiri + B kanan
Anda seimbang cendrung kiri. Anda memiliki sifat-sifat dasar: suka mengurusi orang lain, berbakat jadi pemimpin, pandai bicara dan menyiasati situasi, perhatian, tenang, bertanggung jawab, selalu berhati-hati dalam penampilan.
Bagaimana hasil test Anda dengan sifat dasar Anda dalam kehidupan sehari-hari? Apakah sesuai? Jangan lupa menuliskan hasil test Anda pada bagian comment dibawah ini.

Belajar Melihat Peluang Bisnis Ala Shoptiques
Kali ini, yuk kita belajar dari pengalaman Olga Vidisheva, seorang lulusan Harvard Business School, ketika ia mendirikan situs Shoptiques. Situs ini muncul tidak seperti kisah Cinderella, namun kisah keduanya sama-sama terkait sepatu, lho . Gini nih kisahnya: Lima tahun lalu, Olga naksir sepasang sepatu unik di sebuah butik kecil di Paris. Ia membeli sepatu itu, lalu begitu tiba di rumahnya di Amrik, ia penasaran pengen lihat-lihat koleksi unik lainnya toko itu via internet, tetapi… eh ternyata toko tersebut tidak punya situs web .
“Aneh deh, hari gini di abad 21, masa’ kita gak bisa dapatin sepatu ini dari tempat kita tinggal?” kata mantan model kelahiran Kyrgyzstan ini. “Busana adalah media seorang wanita untuk mengatakan kepada dunia, ‘Nih, gue tampil beda’. Demi berpakaian unik, kita harus berbelanja di butik yang men-stok pakaian dalam jumlah kecil. Ternyata, kebanyakan butik seperti itu tidak punya toko online, lho. Mereka tidak tahu caranya aja tuh. “
Untuk mengisi kekosongan itu, Olga mendirikan Shoptiques. Dengan platform perdagangan dijital ini, kaum wanita di Kansas bisa mengakses gaya fashion di Manhattan. Situs yang berbasis di New York ini memajang barang-barang dari berbagai butik milik pribadi di seluruh Amrik sehingga tampil seperti department store kelas atas yang mendukung aksesoris dan busana buatan-tangan edisi-terbatas.
Hasilnya adalah aura eksklusif bagi konsumen, dikombinasikan dengan kemudahan online bagi toko-toko. Shoptiques menyewa fotografer lokal untuk mem-foto barang dagangan setiap butik, dengan demikian penampilannya dijamin seragam di seluruh situs web. Ia juga memproses pembayaran kartu kredit, menyediakan semua bahan pengiriman, termasuk label pengiriman prabayar, dan, yang paling penting, toko-toko kecil itu mendapat ekspos global yang mungkin tidak bisa mereka lakukan sendiri. Olga mendapat komisi penjualan dan menegaskan bahwa para pengecer mengirim semua barang dalam waktu 48 jam sejak pembelian.
Model ini bekerja dengan baik untuk toko-toko yang punya banyak gaya busana tapi kekurangan karyawan dan dana. “Memang sangat sulit untuk tampil online jika kita tidak memiliki tim pemasaran yang besar atau uang untuk diinvestasikan dalam situs web dan optimasi mesin pencari (SEO),” kata Barbara Shelsky, manajer butik Callalilai di New York City, salah satu dari lebih 50 pengecer di situs Shoptiques hingga April. “Dulu kami tidak dikenal di luar daerah kami, tapi sekarang kami menjual barang di luar New York, dan bahkan beberapa warga New York menemukan kami melalui pencarian di Shoptiques, juga.”
Pada akhir Maret, Olga mendapat dana investasi (jumlahnya tidak diungkapkan) dari Andreessen Horowitz, Greylock Partners, Benchmark Capital, dan lain-lain. Dia mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk mendaftarkan berbagai butik dari seluruh dunia – bahkan mungkin toko di Paris yang mengawali kisahnya itu.
“Tujuan kami adalah bahwa ketika Anda datang ke Shoptiques, Anda dapat berbelanja secara maya (virtual) ke India, Bali, Hong Kong atau ke mana pun Anda ingin pergi,” kata Olga. “Kemudian Anda dapat menciptakan gaya unik Anda sendiri di mana pun Anda tinggal.”
Diterjemahkan oleh tim YuBi dari www.entrepreneur.com (JASON ANKENY, 2012-09-09)

Profil: NenekYubi

Nenek Yubi selalu gemar berbagi artikel dan tips mengenai bisnis online. Sang Nenek juga berperan sebagai editor artikel-artikel yang dikirim ke Yukbisnis HOT.
• View all posts by NenekYubi →
• Blog
• Twitter
• Facebook
PELUANG USAHA TANPA MODAL
Pokoknya kalau bicara tanpa modal, untung berlipat, siapa sih yang gak mau? Kalo dulu (1998) saja saya memulai bisnis dengan modal orang lain alias modal dengkul, apalagi sekarang yang serba canggih! Internet, blackberry, tablet, mengubah peta bisnis. Kalau dulu multilevel menawarkan peluang usaha dengan starter kit terjangkau, sekarang gratispun bertebaran. Dengan sistem pre-order, siapapun bisa jadi reseller. Kebanyakan penyebaran virus reseller ini via blackberry dan social media. Update status/upload foto produk àorang tertarikàminta depe/fullà bayar ke distributoràbarang dikirim langsung ke pembeli, dengan nama dan alamat pengirim reseller tersebut (drop-ship). Gampang kan?!
Lha trus cari distributornya darimana? Kalo di Yukbisnis, ya tinggal klik-klik aja produk-produk yang kita mau bantu jual, trus kontak orangnya, bilang aja mau jadi reseller. Atau cari aja di forum atau buat topik sendiri “Reseller mencari Distributor”, “Ada yang mau dijualkan produknya?”, “Perlu reseller, colek saya”. Jadi deh…!
5 Cara Menaikkan Keuntungan Usaha
Materi ini berjudul asli “5 ways to increase your business profit” oleh Bradley J. Sugar. Adapun contoh-contohnya kami kembangkan melalui pendekatan Low budget high impact. Tujuan dari materi ini, agar Anda dapat menganalisa kondisi bisnis Anda dan mengoptimalkan keuntungan bisnis Anda.
5 Cara itu adalah:
1. Calon pelanggan
2. Nilai konversi
3. Rata-rata pembelian (tiap kunjungan)
4. Jumlah kunjungan/bulan (per pelanggan)
5. Margin

1. CALON PELANGGAN (CP)
Calon Pelanggan adalah orang-orang yang datang atau telepon atau sekedar bertanya ke tempat usaha Anda, dikarenakan promosi secara langsung ataupun tidak langsung. Bagaimana cara menaikkan jumlah calon pelanggan tersebut? Berikut adalah tips dan paduan kreativitas dari tim @YEAindonesia
• Iklan di koran; Buat liputan HEBOH jika memungkinkan gratis dan pasti dibaca.
Ingat! Space terbaik di koran? L terbalik di kanan!
• Spanduk, umbul-umbul; Cari spot terbaik yang akan banyak dibaca oleh semut yang lewat. Jika jumlah spanduk terbatas, lebih baik dipegang di traffic light. Agar keterlihatannya lebih.
• Radio; Sering-sering kirim lagu (gratis) atau kerjasama event agar dapat murah.
• Membuat gosip sendiri; Jangan kalah dengan artis infotainment! Sosial media adalah salah satu media yang cocok, murah dan efektif saat ini (untuk target pasar tertentu).
• Brosur; Untuk produk atau jasa yang perlu penjelasan lebih. Brosur adalah personal copy, pertimbangkan cost dan benefit-nya.
• Iklan di angkot; Denni Delyandri berhasil menarik perhatian dalam kampanye Kek Pisang Villa Batam, dengan menggunakan iklan di angkot.
• Memasang iklan di gedung sendiri; Jangan biarkan ada space kosong sia-sia. Pajaknya? Kalau mendatangkan banyak semut, pajakpun terbayar!
• Pasang stiker di mobil sendiri; Apalagi kalau sering keliling kota. Banggalah terhadap produk Anda!
• Buat acara, disponsori sendiri; Lomba memasak, disponsori oleh kursus masak Anda. Pemenangnya jadi guru masak
• Seragam dengan banyak logo dan gambar produk; Pokoknya tidak ada ruang yang tersisa. Ingat efektivitas, bukan sekedar estetika.
• Cari salesman lepas; Bayarnya kalau ada penjualan, sistem komisi saja. Bisa gunakan reseller (lagi tren).
• Kerjasama dengan merek lain (co-branding); Belanja 50 ribu di Lele Lela, dapat voucher 50 ribu di Hollycow Steak.
• Buka cabang disampingnya; Coba Anda buka 5 gerobak yang sama sekaligus sederetan, apa gak membuat orang penasaran akan mencoba?!
• Milis; Tapi bukan beriklan secara kasar. Kirim artikel-artikel menarik dan bubuhkan auto signature dibawahnya. Cara beriklan secara tidak langsung.
• Kartu nama yang menarik; Dalam size, desain, warna dan bentuk yang tidak umum, membuat orang selalu ingat dan sering dapat doorprize di seminar.
• Pelanggan yang puas; Bagaimanapun pelanggan yang puas adalah marketer gratis yang powerful.
• Voucher bernilai rupiah; Cara ini lebih efektif dibanding voucher diskon, karena voucher diskon sudah terlalu umum. Cara ini menimbulkan buying experience.
Intinya adalah segala upaya untuk menarik semut datang ke tempat kita. Jika kondisi ’warung’ Anda sudah ramai tiap harinya (80%) kapasitas, tidak perlu gunakan cara 1 untuk menarik pelanggan baru lagi. Cara 2, hanya berlaku jika hasil dari taktik 1 telah maksimal untuk mendatangkan calon pelanggan. Jika tidak, siapa yang akan dijuali?

2. NILAI KONVERSI
Nilai Konversi (%) adalah prosentasi Calon Pelanggan (CP) menjadi pelanggan? Bagaimana cara menaikkannya?
• Memberikan jaminan uang kembali; Untuk produk atau jasa yang bernilai tinggi, CP perlu jaminan “Apakah produk ini benar….?”
• Produk yang unik dan dibutuhkan; Unik berarti beda atau sesuatu yang baru, namun akan kurang laku jika permintaan pasar kecil.
• Membidik sasaran yang tepat; Jangan-jangan promonya sudah efektif mendatangkan trafik, tapi salah pasarnya? Gagal closing deh.
• Memberitakan benefit; Kebanyakan pembeli bukanlah orang yang tahu teknis(komposisi), tapi mereka akan bertanya, “Apa manfaat produk ini bagi saya?”
• Menaikkan variasi produk; Memang bapaknya suka rawon, tapi kalau ibu dan anaknya tidak suka, sedangkan pilihannya hanya rawon? Closing gak?
• Adanya kesaksian pengguna lain; CP lebih percaya jika ada referensi dari pelanggan lain. Ngecap dengan tidak langsung.
• Gambar-gambar sebelum dan sesudah; Untuk produk tertentu seperti kesehatan, pelangsing, visual before dan after membantu meyakinkan.
• Diskon dan harga yang menarik; Batas antara TIDAK MAU dan MAU seringkali adalah HARGA.
• Kemasan yang meyakinkan; Produk yang bagus akan terasa kemahalan jika kemasannya tidak representatif. 60% orang adalah tipe visual.
• Penataan barang dan ruang yang nyaman; Nyaman untuk psikologi CP bukan Anda lho… Tergantung produk dan kelas CPnya.
• Terima bayar cicil; Produk yang mahal tidak akan jadi masalah jika ’terbayar’ kan?
• Demo produk; Untuk produk tertentu, bukti itu penting!
• Boleh mencoba sebelum beli; Terutama untuk produk yang berhubungan dengan rasa (makanan) dan penciuman, tester paling penting.
• Bonus pembelian pertama; Tidak ada salahnya memanjakan keluarga baru agar mau masuk rumah Anda.
• Pelayanan yang RAMAH; Ini yang TERPENTING dan TERMURAH, namun berdampak besar. Ingat: “83% transaksi bisnis closed karena pembeli menyukai penjualnya.”
• Banyak bertanya dan mendengar; Bagaimana Anda tahu apa yang mereka inginkan jika Anda tidak bertanya? Anda bukan dukun, cari tahulah!
• Memberikan Solusi; Memang itulah yang mereka perlukan, SOLUSI!
• Libatkan Emosi; Karena yang kita hadapi adalah manusia, bukan robot. Suka atau tidak suka sering karena emosional, bukan rasional.

Jika halangan-halangan diperkecil, CP akan bergulir menjadi P (pelanggan). Ingat, tugas Anda belum selesai. Pastikan mereka menjadi pelanggan yang permanen, bukan sekali datang langsung jera dan menyumpahi Anda!
Misalnya, Anda beriklan di beberapa media, kemudian berhasil mendatangkan CP=1000 (tuliskan di sebelah kanan CP) di bulan tersebut. Anggap dari CP tersebut, 20% (tuliskan disamping Nilai Konversi(NK)) menjadi Pelanggan. Jadi di bulan tersebut, Anda memiliki 200P. Tetap tulis yaa… Dari 200P tersebut, rata-rata P kembali 2x/bln (#Transaksi/bln). Dalam istilah lain namanya Repeat Order. Selanjutnya..rata-rata P belanja sejumlah Rp.20.000 (Rata-rata Pembelian tiap kunjungan). Didapat total omset=Rp.8jt. Jika Marginnya 20%, maka didapat Profit sebesar Rp.1,6jt. Dapat gambaran dari materi ini? Pastikan Anda catat angka-angka tersebut sesuai rumus.
Semoga setelah materi ini Anda dapat menaikkan NK hanya dengan training pelayanan, menjadi 40%, maka Omset dan Profit Anda akan Double! Sekarang kita masuk ke taktik berikutnya, agar income Anda lebih berlipat. Namun sebelumnya pastikan angka P Anda cukup!

3. JUMLAH TRANSAKSI/ BULAN
Berapa kali perbulannya pelanggan belanja ke tempat Anda? Bagaimana cara menaikkan frekwensinya?
• Layanan yang lebih bagus. Pastikan orang-orang terdepan Anda punya senyuman yang alami dan pelayanan dalam hati, bukan lips service.
• Memberikan lebih dari yang dijanjikan. Bukan OVER promise UNDER deliver!
• Mengenal dan menyapa para pelanggan. Jika mereka sudah beberapa kali datang, pastikan orang-orang terdepan mengenal mereka. Ikat emosional mereka.
• Cadangan Stok yang cukup. Apa jadinya jika pelanggan sering kecewa karena stok Anda kehabisan? Mereka akan mencari ke toko sebelah.
• Toko yang buka terus. Bukan ’Grup Tempo’; tempo-tempo buka, tempo-tempo tutup alias sakpenake dewe (red: seenaknya sendiri).
• Tambah variasi produk. Masa’ mau makan rawon terus tiap kesana? Tambah variasi, punya pilihan saat datang lagi.
• Minta pelanggan untuk kembali. Hanya dengan kata-kata yang diucapkan dari hati, seolah tidak rela mereka pergi. Tambah tuh Omsetnya!
• Member Card. GRATIS, bukan saatnya bayar lagi… tapi bisa dikhususkan untuk amount atau kunjungan tertentu.
• Spesial diskon/promo untuk pelanggan. Berikan hak istimewa kepada mereka, agar loyalitas terbangun.
• Sms ucapan selamat Ulang Tahun. Makanya database mereka harus disimpan. Jadikan Anda yang mengucapkan pertama kali.
• Kontrak pembelian. Untuk produk atau jasa tertentu bisa diberikan diskon besar, asalkan selama 1 tahun (misalkan) kontrak dengan jasa Anda.
• Terima tukar tambah. Tentu tidak semua produk bisa.
• Ikatan Emosional. Jika Anda punya ikatan emosional terhadap mereka secara mendalam, tidak ada alasan bagi mereka ke tempat lain.
• Buat mereka mengenal Anda juga. Kunci mengikat emosi mereka adalah membuat mereka juga mengenal siapa Anda. Bertukar informasi.
• Jual barang yang sering dibeli. Agar pelanggan juga sering-sering datang, selanjutnya terserah Anda.
• Undian bulanan. Jadi punya alasan untuk sering-sering membeli ke tempat Anda kan.
• Poin Pembelian. Bisa ditukar dengan hadiah-hadah tertentu, tapi pastikan hadiah-hadiah tersebut menarik pelanggan untuk sering beli.
Jika Anda perhatikan, kebanyakan taktik-taktik diatas adalah tentang PELAYANAN, yang tidak mengeluarkan biaya lebih, kecuali training! Jika bagian depan ’salah orang’, gantilah dengan yang ’tepat’. Memoles kelebihan lebih mudah daripada memahat kekurangan. Sudahkah Anda hitung, setelah belajar taktik 3? Jika Transaksi/bln naik dari 2x ke 4x, berarti omset dan profit akan Double!
Ingat! Tidak semua upaya itu memerlukan uang tambahan! Cukup dengan servis dan kreativitas Anda, dengan bujet minim, hasil maxi! Sekali lagi, taktik 3 dan 4, hanya efektif jika jumlah pelanggan telah mencukupi. Indikasinya, ’bangku’ Anda 75% penuh!

4. RATA-RATA PEMBELIAN
Rata-rata Pembelian atau kunjungan. Berapa jumlah pembayaran rata-rata mereka belanja di toko Anda tiap kunjungan? Bagaimana mendongkraknya?
• Naikkan Harga. Jika pelanggan sudah berdesak-desakkan, harga dinaikkan bertahap, tidak menjadi masalah.
• Batasan waktu Diskon. Agar pelanggan terpacu untuk belanja lebih.
• Jual Renteng. Pembelian kedua diskon 30%, beli 2 gratis 1.
• Boleh bayar kredit. Jamannya kartu kredit, gak sah kalo dagang gak punya gesekan… apalagi kalau bisa cicilan 0%!
• Hadiah untuk pembelian tertentu. Kenali dan tabur gulanya (gimmick), apa yang membuat pelanggan mau belanja lebih?
• Paket Hemat. Kebanyakan pelanggan mau praktis, bingung milih. Paket hemat, yang mungkin belum tentu hematpun, dipilih.
• Delivery service. Memberikan gratis pengantaran kepada pembeli dengan jumlah tertentu. Misalnya, furniture, elektronik.
• Penjual yang pandai menawarkan lebih. “Minumnya mau apa bapak? Ada jus mangga, durian…”, tawarkan dari yang mahal dulu!
• Insentif untuk penjual. agar mereka juga terpacu untuk mengejar OMSET!
• Berhentikan diskon! Yup, ada saatnya Anda harus memanjakan diri Anda. Tentu setelah ’warung’ Anda laris manis.
• Tawarkan Kualitas dan Value, bukan harga. Hindarilah jebakan komoditas, yang membuat barang Anda berharga ’kiloan’.
• Minimum order quantity. Bisa diterapkan di bisnis grosiran.
• Katalog dan gambar-gambar promosi. Kebanyakan orang lapar mata. Belajar dari hypermarket, catalog promonya membuat orang beli lebih.
• Beli 2 dapat 3. Tetap masih lebih untung dibanding cuma beli 1 kan?!
Intinya adalah segala upaya agar pelanggan mau membelanjakan lebih tiap kunjungannya.

5. MARGIN
Segala upaya untuk menambah pemasukkan dan menekan pengeluaran.
• Naikkan Harga. jika memang semutnya sudah berdesak-desakkan dan ikatan emosi dengan pelanggan sudah kuat, inilah saatnya naikkan harga.
• Promo untuk produk yang marginnya besar. Terutama untuk produk yang tidak bisa dibandingkan dengan kompetitor.
• Hapuskan Diskon. Inilah saat yang tepat jual mahal, bukan jual obral! Capek kan diskon terus.
• Jual kualitas, hindarkan perang harga. Perlu diimbangi dengan promo menaikkan image merk Anda.
• Minimumkan stok. Just In Time! Tahukah Anda bahwa stok Anda adalah duit yang mengendap dan sia-sia jika tidak terkontrol?!
• Tingkatkan produktivitas kerja. Cek apakah staff Anda bekerja dengan efektif? Atau masih banyak main hp?
• Efisiensikan biaya operasional. Saatnya polisi penghematan bekerja, tapi jangan sampai berdampak kepada loyalitas karyawan.
• Kurangi karyawan yang tidak dibutuhkan. Ini adalah pilihan agar perusahaan Anda mampu bersaing di tengah gilanya kompetisi.
• Cari bahan-bahan yang lebih murah. Tentu saja dengan kualitas yang bisa diterima.
• Daur ulang yang memungkinkan. Perusahaan sekelas Astra saja menggunakan kertasnya bolak-balik, kenapa kita tidak!
• Hindari pembelian dari tangan kedua cari supplier yang lebih kompetitif, dengan support yang lebih bagus atau setidaknya sama.
• Investasi teknologi; CCTV bisa menggantikan satpam Anda, barcode bisa menggantikan hapalan Anda. Kenapa harus kerja lebih?
• Kurangi biaya telepon, listrik, pasang timer di telepon dan sensor-sensor untuk mematikan lampu dan AC secara otomatis. Pasang juga penghemat listrik.
• Intinya, naikkan produktivitas dan tekanlah segala pos pengeluaran, tanpa mengurangi kenyamanan dan loyalitas karyawan.
• Ajak seluruh tim terlibat dalam proses ini dan jelaskan KENAPA mereka perlu melakukan itu. Kompensasi dengan bonus lainnya!
Itulah ke 5 Cara Menaikkan Keuntungan Usaha! Jika Anda baca dengan jeli dan teliti, Anda bisa mendongkrak Profit 1000% dengan mudah!
BONUS: “Bagamana Menganalisa Usaha dengan Metode 5 Cara?”. Sebelumnya saya ingin bertanya, siapa yang sudah sedia gambar di depan Anda…? Great! Artinya Anda serius untuk belajar materi yang mahal ini. Baiklah saya lanjutkan….
Setelah belajar 5 Cara, kita akan mengevaluasi, apakah Anda telah memahami perbedaan dan kegunaan masing-masingnya? Saya bertanya, Anda jawab ya!
Andai Anda adalah mentor Anda dan saya bertanya kepada Anda,

Soal 1: “Tor, saya punya RM, kok sepi yaa…! Apa yg salah?” Apa yang anda jawab?
Yang benar adalah, Anda harus bertanya dulu, “Dulu pernah ramai gak?” kalau ’Pernah Ramai’, berarti problemnya di no.3!
Kalau Belum Pernah Ramai, problemnya ada di no.1, alias promosinya bermasalah, hingga tidak mampu mendatangkan CP.
Kalau ’Ramai, tapi Tidak Beli’, problemnya di no.2, kenapa kok mereka ’sudah datang’, tapi tidak mau beli?
Nah, bagi Anda yang tidak mencatat, kemungkinan besar Anda bingung. Tapi bukan gurunya yang tidak becus, tapi muridnya yang bandel.
Soal 2: “Tempat saya ramai terus, tapi omsetnya tidak mengalami peningkatan?”. Apanya yang perlu dibenahi? Ya, no.4, rata-rata pembeliannya kurang!
Soal 3: “Warungnya rame, omsetnya besar, tapi profitnya kok kecil?”. Apanya yang salah? Tidak ada pilihan kecuali marginnya yang harus dibenahi. Metode ini sangat POWERFUL! Jika Anda perdalam dengan baik, bisnis retail bangkrutpun bisa Anda beli dan perbaiki.
Sekarang kembali kepada Anda, apakah semua perangkat ini hanya sebatas wacana atau praktek? Itu yang akan mengubah nasib Anda!!!

Ilustrasi: http://www.flickr.com/photos/great8/
3 Rahasia Pengusaha Sukses

Ayah saya sering berpesan kepada saya,”Asalkan kamu punya 3 hal ini, maka kamu akan sukses menjadi seorang pengusaha…”. Kata-kata itu sering diucapkan kepada saya, bahkan sejak saya masih mahasiswa. Nah, apakah ketiga hal itu?

1. Skill (Ketrampilan)
Kenapa ayah saya tak menyebut kata ‘knowledge’ atau keilmuan? Karena arti skill jauh lebih dalam dari knowledge. Skill atau ketrampilan adalah keilmuan yang telah teruji di lapangan, bukan sekedar teori saja. Belajarlah segudang teori pemasaran yang Anda pelajari di bangku kuliah, saya berani jamin akan berbeda di lapangan, apalagi jika Anda menjalankan usaha sendiri. Mengapa? Disamping kebanyakan teori pemasaran di bangku kuliah diperuntukkan perusahaan besar (jarang yang untuk skala UKM), juga studi kasusnya seringkali sudah tidak up to date lagi. Bukan berarti belajar teori tidaklah penting, tapi harus dipraktekkan dan di adjust di lapangannya, agar akurasinya terjaga. Ringkasnya, ketrampilan adalah perpaduan akurasi teori dengan jam terbang.

2. Credibility (Kredibilitas)
Alias membangun nama baik, dimata para rekan bisnis. Mudah diucapkan, namun tak mudah dipraktekkan. Mungkin mudah membangun nama baik jika kita ada maunya, misalnya kepada para calon pelanggan, karena merek yang memberi orderan kepada kita. Disisi lain, seringkali nama baik tak terjaga terhadap pemasok kita. Saat ditagih, ingkar janji, bahkan kabur. Terlambat bayar wajar terjadi di dunia bisnis, namun alangkah baiknya diberitahukan sebelum ditagih karena keterlambatan. Di sisi lain, nama baik bukan sekedar kejujuran, namun juga keterandalan saat diberikan suatu tugas dan menyelesaikannya sesuai janji. Banyak kisah orang-orang yang terangkat derajat dan kesuksesannya karena keterandalan dan ketulusannya. Ya benar, ketulusan! Berbuat baik dan benar setiap saat, bahkan saat orang lain tak melihat kita.

“Kita tak tahu kapan ‘malaikat’ akan lewat, tapi jika kita selalu mengerjakan dengan baik, maka kita tak akan terlewatkan malaikat”

3. Network (Jaringan)
“Kecepatan bisnis kita berkembang akan sebanding dengan seberapa luas dan kualitas jaringan yang kita miliki”
Banyak masalah dalam bisnis yang sebenarnya akan selesai, jika kita menggunakan opsi ‘phone a friend’, tentunya jika kita memiliki ‘friends’ yang luas dan berkualitas. Cara yang tercepat adalah bergabung dengan komunitas atau organisasi. Banyak orang salah kaprah dalam membangun jaringan. Mereka seperti perampok, yang datang ke suatu komunitas dengan bertanya,”Kalau aku join di komunitas ini, dapat apa?”. Harusnya,”Apa yang bisa kubantu di komunitas ini…?”. Orang yang memetik, tanpa mau menanam terlebih dahulu disebut perampok. Bangunlah jaringan dengan fondasi ketulusan. Memang akan memakan waktu lebih lama, tapi lebih kokoh akarnya.
ujur, apa yang pertama kali terbesit di benak Anda, begitu membaca Judul diatas? Judul diatas adalah cuplikan dari sebuah artikel di Yukbisnis.com (YB) 7 tahun yang lalu. Sungguh fenomenal memang, hanya dalam hitungan hari, artikel tersebut menduduki peringkat peng-klik terbanyak, bahkan diantara artikel lain yang lebih dahulu terbit. Saking penasarannya saya, sebagai pengasuh YB, iseng-iseng mengubah judul artikel-artikel yang sesungguhnya bagus, namun tidak ter-klik oleh pengunjung. Misal artikel berjudul “Hendi Setiono, owner kebab Turki Baba Rafi”, kita ubah judulnya menjadi “Usia 25 tahun, miliki 300 Outlet Kebab Turki”. Wush… dalam hitungan hari terjadi lonjakan pengunjung.
Aneh tapi nyata, hanya karena judulnya diubah, pengunjungnya jadi naik drastis. Itulah psikologi angka dan iming-iming. Kebanyakan orang lebih suka dengan iming-iming yang bisa langsung diindera. Kedua, orang selalu ingin jalan pintas untuk sukses. Padahal kalo diurut-urut secara teliti lagi biografi mereka, bukannya jalan pintas yang mereka lalui. Berapa lama mereka uji coba dalam kondisi merugi, baik waktu maupun uang, sebelum mereka mendapatkan kesuksesan. Tapi itulah faktanya, kebanyakan orang tetap percaya dengan ‘jalan pintas’. Maka dari itu, pembicara-pembicara seminar motivasi ataupun bisnis yang paling laku adalah yang memberikan iming-iming jalan pintas. Misalnya: “Dijamin uang mengalir dalam 15 menit”. Jika terbukti tidak mengalir, paling-paling si pembicara menyanggah dengan seloroh,”Syarat dan ketentuan berlaku”, he he, ketipu loe…
Headline…
Lepas dari yang berbau janji-janji muluk, kita akan ambil pelajaran,”Bagaimana menciptakan judul atau headline di iklan/ promosi usaha kita, sehingga mengundang pembaca penasaran?”. Pertama, desainnya harus sesuatu yang tidak umum alias unik. Misalnya, jika bentuk iklan di koran/brosur kebanyakan menggunakan bentuk standar segi empat, ya kita bisa mencoba menggunakan bentuk bulat atau oval. Memang ruang iklannya jadi kurang maksimal, namun dari segi ketertarikan lebih menyolok mata. Kedua, ukuran headline yang besar, sekitar 30% – 50% dari total ruang iklan dan diberi warna kontras dari latar belakangnya. Ketiga, buat kata-kata yang menyolok. Saya pernah membuat seminar yang serupa, dengan headline yang berbeda, hasilnya berbeda pula. Contohnya, ada sebuah iklan perampingan tubuh dengan headline,”GRATIS PACAR BARU”. Apalagi disertai dengan gambar yang mem-visual-kan kemolekan tubuh yang diidamkan wanita, pasti lebih efektif. Sekali lagi, inilah contoh permainan konteks bukan konten.
Tapi jangan keburu gegabah menonjolkan angka atau janji-janji ya. Kalo kebanyakan iklan menggunakan angka atau kata ‘gratis’, ya jadinya tidak unik lagi. Apalagi kalo angkanya terlalu besar, misalnya ada sebuah artikel true story tentang pendiri facebook.com. Disitu kita beri keterangan “Usia 24 tahun, Rp 13,5 trilyun, malah tidak seheboh artikel yang 90 juta. Kenapa? Karena menginderakannya susah! Gak kebayang tuh seberapa besar ukuran duit 13,5 trilyun. Ingat, headline-nya boleh heboh, tapi isi beritanya juga harus sesuai dengan janjinya. Jika tidak, akan berdampak pada kepercayaan calon pelanggan pada kita.

“Promise only what you can deliver and deliver more than you promised”
HUKUM SEMUT
Tak dipungkiri, lokasi adalah penentu kelarisan usaha retail anda. Jangan katakan,”Buktinya Warung Bejo bisa berkembang meski tempatnya ndelik tuh!” Iya betul, tapi perlu waktu tahunan bahkan belasan tahun untuk menciptakan efek getok tular kan?! Idealnya adalah bagaimana usaha Anda langsung ramai sejak buka! Apa saja sih hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penetapan lokasi usaha?
1.Jenis Semut; adalah target pasar yang Anda bidik. Jenis semut lebih saya kaitkan dengan tipe tempat tinggalnya (sarang semutnya), agar lebih mudah bagi Anda untuk menentukan lokasi yang tepat. Misal, jenis semut tipe 36, 45, 120, 500, apartemen, kosan, kantoran, pekerja pabrik, anak sekolahan.
2.Sarang Semut; tempat dimana semut menghabiskan sebagian besar waktunya, baik tempat tinggal maupun beraktivitas. Misalnya perumahan (sesuai jenis semut yang dibidik), pabrik, kantor, sekolah.
3.Pengundang Semut; tempat-tempat yang menarik semut untuk datang. Apa bedanya pengundang semut dengan sarang semut? Sarang semut lebih permanen, artinya jika dipindahpun, si semut cenderung akan ikut pindah. Beda hal dengan pengundang semut, jika ada pengundang semut yang lain yang lebih dekat atau lebih manis, maka semut pelanggan tak segan untuk berpaling ke lain hati. Pengundang semut seperti mal, pasar, hypermarket, kursus, gym.
4.Jalur Semut; jalur dimana semut lewat. Yang terbaik adalah antara sarang semut dengan pengundang semut. Untuk sebagian besar bisnis, arah pulang dari tempat kerja semut menuju sarang semut menjadi jalur semut teramai dan terkonsumtif. Jangan katakan tempat anda strategis karena dekat sarang semut. Jika ternyata tempat anda berada di jalan buntu, ya sama saja tak dilewati semut. Jalur semut terbaik biasanya jalan-jalan utama pusat perbelanjaan, 2 arah, jalur pulang, dekat dengan pengundang-pengundang semut.
5.Terlihat Semut; pastikan toko Anda terlihat secara langsung saat semut lewat di jalur semut. Perhatikan jarak dan sudut pandang semut. Semakin mudah terlihat, tanpa harus mencari-cari, semakin gampang dikenali semut. Hindari sudut pandang yang tak terlihat semut, seperti hook yang menjorok kedalam, posisi setelah tikungan, terlalu atas.
Bagaimana jika sudah telanjur berada di lokasi yang salah? Ya tinggal ditimbang-timbang saja, apakah bujet promosi yang Anda harus keluarkan untuk mengundang semut atau pindah ke lokasi lain?

LUAS DAN KUALITAS Bag. 1
“Kecepatan dan kestabilan bisnis kita berkembang, dipengaruhi oleh seberapa LUAS dan KUALITAS jaringan yang kita miliki”

Bagaimana penjabarannya? Bukankah bisnis itu berhubungan dengan erat dengan jaringan? Jaringan pemasok, pelanggan, distribusi, produksi, pemodal, informasi..!! Jika salah satu mata rantai yang kita perlukan tak tersedia, maka bisnis kita akan tersendat. Terbukti jika jaringan Anda kuat, Anda dapat dengan menyelesaikan permasalahan bisnis dengan lebih cepat. Seperti kuis Who wants to be a millionaire, ketemu masalah? Phone a friend atau ask the audience, baru terakhir gunakan intuisi (fifty-fifty).

LUAS berarti banyaknya orang yang kita kenal. Semakin heterogen, semakin bagus. Ibarat akar, luasnya jaringan adalah merambat kesamping. Menjamah yang tak terjamah. Inilah kekuatan informasi. Ada suatu teori jaringan, bahwa untuk mencari nomor telepon presiden, bisa kita dapatkan tak lebih dari 7 langkah. Bahkan lebih sukar mencari kawan SD kita daripada pimpinan cabang sebuah bank. Luasnya jaringan sangat berpengaruh pada kecepatan pertumbuhan bisnis. Karakteristik: berapa jumlah phone book kita?

KUALITAS berarti seberapa kuat ikatan emosional kita dengan orang-orang yang kita kenal, kredibilitas yang kita bangun. Apakah kita banyak menanam ataukah sering memetik, bahkan tanpa menanam? Ibarat akar, kualitas jaringan adalah kedalaman suatu hubungan. Seberapa mau mereka membantu kita menghadapi masalah yang besar, sangat tergantung dari apa yang pernah kita tanam di masa lalu. Kualitas jaringan sangat berpengaruh pada kestabilan bisnis. Karakteristik: siapa yang rela membantu kita dalam kesulitan?

Jika LUAS bertemu KUALITAS, maka bisnis akan cepat berkembang, masalah akan cepat terselesaikan.

Faktor Kontak
Yuk kita ingat kembali urutannya: Promo–>Klik–>Kontak–>Beli. Kali ini kita akan bahas lebih detail tentang Faktor Kontak. Setelah mengetahui bahwa keberhasilan faktor Klik dipengaruhi terutama oleh cara Anda memasang foto produk. Sekarang saya anggap Anda sudah lebih paham cara menguji dan memperbesar faktor Klik produk Anda. Setelah mereka mengeklik produk Anda, berapa persen yang melakukan kontak ke Anda, baik via sms, bb, email, pesan? Misal, angka Klik Anda adalah 100, tapi kenapa tak satupun yang kontak Anda? Apa yang salah? Berikut adalah penyebab kurangnya faktor kontak:
1.Sukar diakses
Saya turun tangan dan melakukan kontak kepada beberapa bisnis terpopuler. Ada yang melalui telepon, tidak diangkat, tidak tersambung, setelah saya sms, juga tak dibalas atau lambat balasnya! Buatlah pesan suara, misal seperti ini,”Maaf tak bisa mengangkat telepon Anda, mohon sms ke saya yaa…”. Be accessible!
2.Kota yang jauh
Misal: saya tinggal di Bandung, saya cenderung akan mencari supplier dari Jakarta, Bandung atau sekitarnya. Bagaimana mensiasati agar pebisnis diluar Jakarta dapat bersaing dengan pebisnis Jakarta? Caranya: gunakan alamat Jakarta atau keduanya (kota asal dan Jakarta) atau untuk luar kota, ongkos kirim (ongkir) terhitung dari Jakarta. Lebih ampuh lagi jika tertulis: FREE ONGKIR SELURUH INDONESIA! Nah, tak akan ditanya lagi deh kotanya. Cara lain, kerjasama dengan para reseller se-Indonesia. Dengan demikian faktor jarak bukan masalah lagi. Ingat: 40% lebih pembeli online berdomisili di Jakarta!

3.Kredibilitas pengelola
Sering karena info profil yang tak lengkap. Identitas tak lengkap, termasuk foto yang kosong atau diisi dengan logo atau foto artis, juga membuat orang ragu. Pembeli online akan meneliti abis profil Anda sebelum bertransaksi. Ingat: 83% transaksi bisnis closed karena pembeli menyukai penjualnya, bukan sekedar produknya. Visualkan! Baca juga artikel tentang TRUST.

4.Prosedur yang ribet
Atau bahkan tanpa prosedur bagaimana ordernya, membuat orang juga malas kontaknya. Berikan kemudahan kepada mereka untuk kontak Anda. Lepas dari dia akan beli atau tidak, bukakan pintunya terlebih dahulu! Gunakan bahasa yang bersahabat dan mengundang.
5.Kata-kata sadis
Mungkin Anda pernah trauma dikerjain oleh calon pembeli, maka dibuatlah peraturan: CALL/SMS FOR SERIOUS ONLY!!! NO SERIOUS, NO CALL!!! Jiaaaahhh….Ibarat baru masuk warung orang, terus dikepalin tangan oleh penjual,”KALO GAK MAU BELI, JANGAN TANYA-TANYA!” Busseet… Atau pernah tertipu, hingga syarat pembayaran memberatkan: “Transfer 100% dimuka, NO RETURN!!!” Takyuut…
Padahal pelanggan harusnya yang lebih takut ketipu donk, daripada penjualnya.
Zappos bahkan mengirimkan 3 nomor sepatu yang berdekatan ke pelanggan untuk dipilih mana yang pas, sisanya dikembalikan. Pasti banyak yang berfikir,”Wah, banyak ditilep, gak dibalikin donk“. Gak juga tuh, malah ketok tularnya tinggi. Coba amati lagi, apa yg kurang di deskripsi produk atau profil Anda, yang menyebabkan orang enggan kontak. Toh jika masalah keamanan pembayaran, kan ada RekBer tanpa dipungut fee, gunakan saja, aman!
Cek dan Ricek yaa brosis di toko Yubimu, jika faktor kontaknya masih rendah.
Next kita akan bahas Faktor Beli. Semoga bermanfaat dan selamat praktek!

Testimoni

tags:

artikel lainnya softmaker office 2012



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Monday 27 January 2014 | blog

  SURAT PERSETJUAN KERJA Nomor:0156/ARIAHASTA/SPK/X/08   Yang bertanda tangan dibawah ini: Nama               : Hasto Supriyono Alamat                       …

Thursday 30 April 2015 | blog

    MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI         MENGOPERASIKAN…

Monday 23 December 2013 | blog

YAYASAN PENDIDIKAN WARGA SURAKARTA SMA WARGA SKA JL. MONGINSIDI No. 21 TELP. 638873 SURAKARTA 57128 RENCANA…

Wednesday 19 August 2015 | blog

bupati@sragenkab.go.id, wk_bupati@sragenkab.go.id, sekda@sragenkab.go.id, ass1@sragenkab.go.id, ass2@sragenkab.go.id, ass3@sragenkab.go.id, endang_lestari@sragenkab.go.id, gunadi@sragenkab.go.id, msdiman@sragenkab.go.id, ReadMore >>Testimoni Related posts: Contoh Bussiner plan…