Menu

Slide – Pelatihan Masyarakat Berbasis Kompetensi

Mar
07
2013
by : 1. Posted in : blog

 

Download Slide disini

BAB I

PENDAHULUAN

 

  A.       LATAR BELAKANG

Dalam rangka meningkatkan tenaga kerja melalui pelatihan kerja yang profesional agar mampu bersaing dipasar global perlu adanya petunjuk/ pedoman untuk para penyelenggara pelatihan yaitu antara lain adanya Pedoman Pelaksanaan Pelatihan Berbasis Kompetensi sebagai acuan dalam pelaksanaan pelatihan kerja, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja. Untuk mewujudkan  pelatihan kerja tersebut, dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 pasal 10 ayat 2 disebutkan bahwa pelatihan kerja diselenggarakan berdasarkan program pelatihan yang mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja. Pelatihan yang mengacu kepada kompetensi kerja selanjutnya dikenal sebagai Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competency Based Training/CBT) yang baru dikembangkan di Indonesia.

Beberapa keuntungan  pelatihan berbasis kompetensi diantaranya adalah pelatihan kerja dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien, praktis, ada kepastian pengakuan bagi peserta pelatihan dari dunia usaha sebagai pengguna jasa.  pelatihan berbasis kompetensi ini berorientasi dengan dunia kerja, dimana  program dan materinya merupakan turunan dari  Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan dengan pihak terkait dan disyahkan melalui Keputusan Menakertrans , dengan demikian maka  diharapkan lulusan (output) pelatihan ini dapat memenuhi kebutuhan dunia kerja. Bagi peserta pelatihan setelah selesai mengikuti pelatihan akan memperoleh pengakuan apabila peserta dinyatakan lulus melalui uji kompetensi yang diselenggarakan setelah tahapan proses pelatihan dapat diselesaikan oleh peserta pelatihan.

Dengan pendekatan  PBK / CBT ini banyak fungsi pelatihan yang semula sulit untuk dilaksanakan, menjadi lebih mudah dan praktis, karena proses pelatihan secara terstruktur dan berdasarkan modul dan materi pelatihan yang telah tersedia, sehingga  sangat memungkinkan peserta pelatihan berlatih secara aktif dan mandiri.

Melalui  pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi,  proses pelatihan yang semula berorientasi kepada jabatan dan berapa lama pelatihan dilaksanakan, berubah menjadi berorientasi kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang ditetapkan dan disahkan oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI.

Berdasarkan hal tersebut, maka untuk memenuhi akan kebutuhan informasi dan pedoman yang diperlukan oleh lembaga penyelenggara pelatihan, maka Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas memandang perlu untuk menyusun pedoman pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi untuk digunakan dikalangan sendiri, maupun oleh instansi lain, terutama lembaga pelatihan yang akan melaksanakan pelatihan berbasis kompetensi.

   B.   MAKSUD DAN TUJUAN

Pedoman Pelaksanaan Pelatihan Berbasis Kompetensi disusun dengan maksud untuk memberikan pedoman bagi penyelenggara pelatihan dalam mengimplementasikan pelatihan berbasis kompetensi .

Sedangkan tujuan adalah menyiapkan suatu pedoman bagi lembaga pelatihan, sehingga didalam menerapkan/melaksanakan sistem pelatihan berbasis kompetensi ( PBK ).

  C.    RUANG LINGKUP

Ruang lingkup penyusunan pedoman pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi (PBK) meliputi aspek kegiatan yang terkait dalam pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi antara lain pendahuluan, Sistem Pelatihan Berbasis Kompetensi, mekanisme pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi, serta Pengorganisasian ( Kelembagaan ).

D.      DASAR HUKUM

  1. Undang – undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara RI Tahun 2003 no, 39, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4279).
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2004, tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi  Lembaran Negara RI Tahun 2004 Nomor 39,Tambahan Lembaran Negara Nomor 4279).
  3. Peraturan Menakertrans RI Nomor PER.14/MEN/VII/2005,tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Tenaga Kerja dan Tansmigrasi RI.
  4. Kepmen 225/MEN/2003, tentang Lembaga Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja.
  5. Kepmen 227/MEN/2003, tentang Tata Cara Penetapan SKKNI
  6. Kepmenakertrans Nomor : Kep. 69/MEN/2004, tentang Perubahan Lampiran Kepmenakertrans Nomor:  Kep. 227/MEN/2003, tentang Tata Cara …

  1. E.       PENGERTIAN – PENGERTIAN
    1. Kompetensi adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan;
    2. Standar Kompetensi  adalah uraian kompetensi dan pengetahuan yang baku disusun berdasarkan analisis dan jabatan tertentu yang harus dikuasai oleh setiap tenaga kerja untuk mampu melaksanakan tugasnya secara efisien, efektif dan produktif ;
    3.  Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK/CBT) adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten;
    4. Penilaian (assessment) adalah proses mengumpulkan keterangan, membuat penilaian pada   kemajuan yang memenuhi kriteria unjuk kerja yang telah ditentukan dalam standar kompetensi;
    5. Penilai (assessor) adalah orang yang memiliki wewenang untuk melakukan penilaian terhadap kompetensi yang dimiliki oleh seseorang;
    6.  Penyelenggara adalah lembaga atau orang yang bertugas untuk membantu atau melaksanakan kegiatan pendaftaran calon peserta latihan, pelaksanaan pelatihan dan assessment dalam rangka pelatihan atau sertifikasi kompetensi;
    7. Instruktur adalah seseorang  yang diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang serta hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan kegiatan pelatihan dan pembelajaran kepada peserta pelatihan dibidang atau kejuruan tertentu;
    8. RPL (Recognition of Prior Learning) adalah adalah pengakuan hasil pengalaman belajar yang dimiliki sebelum mengikuti pelatihan berbasis kompetensi yang diikuti berupa hasil pembelajaran formal, non formal dan atau pengalaman kerja. Pengakuan terhadap kurikulum utama atau pengakuan terhadap kompetensi utama seseorang yang telah dicapai. Hal tersebut biasanya tertuju pada kompetensi yang berkaitan dengan standar kompetensi industri tapi dapat juga berkaitan dengan kurikulum dan pelatihan sebelumnya;
    9. RCC (Recognition of Current Competency) adalah pengakuan kompetensi terkini yang dimiliki seseorang;

11. Mentor adalah seseorang yang ditunjuk sebagai pembimbing untuk

memberikan arahan, konseling dan nasehat-nasehat pada peserta pelatihan

 

artikel lainnya Slide – Pelatihan Masyarakat Berbasis Kompetensi

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Sunday 1 February 2015 | blog

SILABUS   Nama Sekolah             : SMA  WARGA Surakarta Mata Pelajaran            : BASA JAWA Kelas/Semester           : XI/GASAL…

Monday 2 July 2001 | blog

  MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN KERJA     MEMVALIDASI RANCANGAN PROGRAM PELATIHAN…

Friday 22 August 2014 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT     MELAKUKAN KONFIGURASI SISTEM…

Sunday 23 November 2014 | blog

GRAMMAR: HOW TO START CONVERSATIONS   Questions Many time conversations start and are continued with questions.…