Menu

seputar gadget di indonesia

Jan
18
2012
by : 1. Posted in : blog

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kerja Praktik
Mata kuliah Kerja Praktik (KP) merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa Jurusan Komputerisasi Akuntansi, Universitas Komputer Indonesia dalam menyelesaikan tahap pendidikan (D3). Matakuliah yang memiliki beban 2 sks ini dilakukan selama kurang lebih 2 bulan pada Instansi Kerja Praktik. Instansi kerja praktik dapat berupa Instansi Pemerintah atau swasta, Badan-badan atau Lembaga yang bergerak di bidang Akuntansi keuangan Kredit. Materi Kerja praktik yang akan diterima oleh mahasiswa Kerja Praktik (disebut praktikan) merupakan kebijakan dari Instansi Kerja Praktik, dengan pertimbangan mata kuliah apa saja yang telah diikuti oleh praktikan tersebut, disesuaikan dengan ilmu pengetahuan serta kemampuan yang dimiliki oleh praktikan.
Selama menempuh Kerja Praktik ini diharapakan mahasiswa dapat menerapkan kemampuan teoritis yang diperolehnya dari kegiatan perkuliahan, serta menjadikannya sebagai media untuk berlatih baik dalam menghadapi masalah-masalah perencanaan di lapangan juga dalam hal pengambilna keputusan. Selain itu, kerja praktik ini dapat digunakan oleh mahasiswa sebagai sarana untuk memperluas wawasan tentang prosedur akuntansi kredit, serta mengenal instansi lain yang terkait dengan bidang Akuntansi.
Berdasarkan uraian diatas, penulis mencoba melakukan kuliah kerja praktik pada salah satu perusahaan yang bergerak dibidang kopeasi PT. Bamk Bukopin Tbk.
Lokasi kegiatan Kuliah Kerja Praktik yang dipilih oleh penyusun dalam menyusun laporan mengenai analisa sistem akuntansi kredit yaitu pada Bagian Administrasi Kredit di Bandung yang berlokasi jalan Sumatera No. 23 Bandung.
Waktu pelaksanaan Kuliah Kerja Praktik dilaksanakan selama 1 bulan yaitu dari tanggal 2 Juni sampai dengan tanggal 30 Juni. Dalam pelaksanaan kerja praktik, jam kerja yang diberikan oleh PT. Bank Bukopin bersifat fleksibel yang artinya apabila penulis ada suatu keperluan atau ada kegiatan perkuliahan penulis dapat meminta izin kepada pembimbing dari PT. Bank Bukopin.
Adapun alasan pemilihan Bank bukopin Bandung, khususnya Administrasi Kredit, didasarkan pada pertimbangan bahwa Instansi tersebut sangat terkait dengan Komputerisasi akuntansi, khususnya Akuntansi administrasi kredit. Untuk itu penulis mengambil judul “ANALISA SISTEM AKUNTANSI KREDIT PADA PT. BUKOPIN,Tbk.”

1.2 Maksud dan Tujuan
1.2.1 Maksud Kerja Praktik
Maksud dari penulis dalam melakukan kerja praktik ini adalah untuk menganalisa Sistem Informasi Akuntansi Kredit yang ada pada PT. BUKOPIN,Tbk Bandung.

1.2.2 Tujuan Kerja praktik
Dalam penelitian ini memiliki beberapa tujuan yaitu :
1. Untuk mengetahui Sistem akuntansi kredit pada PT. BANK
BUKOPIN,Tbk Bandung
2. Untuk menganalisa sistem Akuntansi kredit pada PT. BANK
BUKOPIN,Tbk Bandung.

1.3 Metode Kerja Praktik
Dalam laporan ini penulis menggunakan Metode Semi Blok Realease yaitu Metode Kerja Praktik yang dilaksanakan pada waktu tertentu. Kerja Praktik ini kami lakukan dalam rentang satu minggu 5 kali. Dimulai sejak tanggal 2 juni- 30juni. Adapun teknik yang dipergunaknan dalam pelaksanaan kerja praktik ini adalah dengan cara sebagai berikut:
1. Penulis melalakukan Tanya jawab secara tatap muka langsung dengan pihak yang berkaitan.
2. Penulis berusaha untuk mendapatkan bahan-bahan tertulis mengenai hal-hal yang berhubungan dengan pokok bahasan
3. Penulis berusaha untuk mendapatkan segala saran dan pendapat dari pembimbing baik di lapangan dan pembimbing dikampus

1.4 Sistematika Pelaporan Kerja Praktik
Dalam penulisan laporan Kerja Praktik ini, untuk mempermudah pembahasannya di gunakan sistematka pembahasan sebagai berikut:

BAB I. Pendahuluan
Pada bab ini akan di uraikan mengenai latar belakang kerja praktik, maksud dan tujuan kerja praktik, Metode kerja praktik, Sistematika pelaporan kerja praktik, lokasi dan waktu kerja praktik.

BAB II. Ruang Lingkup Perusahaan
Pada bab ini akan diuraikan mengenai gambaran khusus PT.Bank Bukopin,tbk, berisikan tentang Sejarah Perusahaan dan Struktur organisasi.

BABA III. Tinjauan Pustaka
Pada bab ini akan d uraikan teori-teori kailmuan mengenai Akuntansi Kredit

BAB IV. Pemabahasan/Analisis
Pada bab ini akan dijelaskan mengenai segala kegiatan penulis dalam kerja praktik di lapangan, membuat perbandingan sesuai engan permasalahan yang telah dijadikan topik dalam kerja praktik untuk dijadikan bahan penyusunan laporan.

BAB V. Kesimpulan dan Saran
Pada bab ini akan menarik kesimpulan dari berbagai pengalaman dan studi banding apa yang didapat dari kerja praktik hingga dapat memberikan suatu masukan yang berarti bagi penulis khususnya dan memberikan masukan yang spesifk bagi pembaca pada umumnya.
1.5 Lokasi dan Waktu
1.5.1 Lokasi Penelitian
Adapun lokasi penelitian yang dilakukan oleh penulis bertempat di PT. BUKOPIN,Tbk Jalan Sumatera no.23 Bandung.

1.5.2 Waktu Penelitian
Waktu yang digunakan oleh penulis dalam melaksanakan penelitian ini adalah mulai dari bulan JUNI 2008 sampai dengan selesai

DAFTAR PUSTAKA
Lampiran
- Surat Pengajuan Izin Kerja Praktik Ke Perusahaan
- Surat Balasan Izin Kerja Praktik Dari Perusahaan
- Absensi Kerja Praktik
- Lembar Nilai Kerja Praktik

BAB II
RUANG LINGKUP PERUSAHAAN

2.1 Sejarah PT.Bank Bukopin,tbk
Bank Bukopin yang sejak berdirinya tanggal 10 Juli 1970 menfokuskan diri pada segmen UMKMK, saat ini telah tumbuh dan berkembang menjadi bank yang masuk ke kelompok bank menengah di Indonesia dari sisi aset. Seiring dengan terbukanya kesempatan dan peningkatan kemampuan melayani kebutuhan masyarakat yang lebih luas, Bank Bukopin telah mengembangkan usahanya ke segmen komersial dan konsumer.
Ketiga segmen ini merupakan pilar bisnis Bank Bukopin, dengan pelayanan secara konvensional maupun syariah, yang didukung oleh sistem pengelolaan dana yang optimal, kehandalan teknologi informasi, kompetensi sumber daya manusia dan praktek tata kelola perusahaan yang baik. Landasan ini memungkinkan Bank Bukopin melangkah maju dan menempatkannya sebagai suatu bank yang kredibel. Operasional Bank Bukopin kini didukung oleh lebih dari 280 kantor yang tersebar di 22 provinsi di seluruh Indonesia yang terhubung secara real time on-line. Bank Bukopin juga telah membangun jaringan micro-banking yang diberi nama “Swamitra”, yang kini berjumlah 543 outlet, sebagai wujud program kemitraan dengan koperasi dan lembaga keuangan mikro.

Dengan struktur permodalan yang semakin kokoh sebagai hasil pelaksanaan Initial Public Offering (IPO) pada bulan Juli 2006, Bank Bukopin terus mengembangkan program operasionalnya dengan menerapkan skala prioritas sesuai strategi jangka pendek yang telah disusun dengan matang. Penerapan strategi tersebut ditujukan untuk menjamin dipenuhinya layanan perbankan yang komprehensif kepada nasabah melalui jaringan yang terhubung secara nasional maupun internasional, produk yang beragam serta mutu pelayanan dengan standar yang tinggi.
Keseluruhan kegiatan dan program yang dilaksanakan pada akhirnya berujung pada sasaran terciptanya citra Bank Bukopin sebagai lembaga perbankan yang terpercaya dengan struktur keuangan yang kokoh, sehat dan efisien. Keberhasilan membangun kepercayaan tersebut akan mampu membuat Bank Bukopin tetap tumbuh memberi hasil terbaik secara berkelanjutan.
2.1.1 Visi
Menjadi bank yang terpercaya dalam pelayanan jasa keuangan.

2.1.2 Misi
Memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah, turut berperan dalam pengembangan usaha menengah, kecil, mikro dan koperasi, serta meningkatkan nilai tambah investasi pemegang saham dan kesejahteraan karyawan.

2.2 STRUKTUR ORGANISASI

Gambar 2.1 Struktur Organisasi
2.3 JOB DESCRIPTION

1. Bagian Staff administrasi,dokumen,& laporan (staff BCS):
a. Mempersiapkan kegiatan dropping kredit baru/tambahan.
b. Mempersiapkan kegiatan PPJKRD
c. Penurunan kredit
d. Melakukan pelunasan kredit
e. Controlling
2. Bagian Koordinator BSC:
a. Operation Management
- Mengkoordinasikan kegiatan kredit Support,ADMK,dan CI agar berjalan lancer, tetib dan aman
- Melakukan Approval pembukuan
b. Internal Kontrol
- Memastikan prosedur control telah di jalankan sebagaimana mestinya
c. General Afair
- Menjaga kehandalan,kebersihan,dan keraihan sarana kerja
d. EDP
- Memeriksa bahwa computer berfungsi dengan baik
e. Quality service
- Meningkatkan pelayanan

3. Bagian Staff Administrasi kredit & pelaporan:
a. Administrasi ADMK
Droping kredit yang di berikan
- Perpanjangan kredit yang diberikan
- Penurunan outsanding kredit yang di berikan
- Pelunasan kredit yang diberikan
- Dropping Bank garansi
- Penyelesaian Bank garansi
- Pembebanan kewajiban debitur
- Pembebanan bunga tertunda
- Menvadangkan bunga KLBI
- Mencadangkan dan menghitung Fee KKPA
- Monitoring dan menghitung kewajiban kredit dana MAP
- Monitoring dan menghitung kewajiban dana talangan haji
b. Administarasi laporan
- Laporan kualitas kredit cabang
- Proff sheet ADMK & laporan
- Laporan PPAP kredit cabang
- Laporan PPAP non kredit cabang
- Laporan arus kas cabang
- Laporan realisasi laba rugi
- Laporan neraca rata-rata
- Neraca per direktorat cabang
- Neraca rata-rata per direktorat cabang
- Laporan anggaran cabang

BAB III
TINJAUAN PUSTAKA

3.1 Analisa Sistem Akuntansi Kredit
3.1.1 Pengertian Analisa Sistem
Definisi analisa sistem menurut Jogiyanto Hm dalam bukunya yang berjudul Analisa dan desain adalah sebagai berikut :
“ Analisa sistem adalah sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponenya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaliasi prmasalahan –permasalahan,kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.” “[10]

3.1.2. Pengertian Sistem
Menurut Jogiyanto HM dalam bukunya yang berjudul Analisis dan Desain :
“Sistem adalah suatu kerangka dari prosedur yang berhubung yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh (terintegrasi) untuk melakukan suatu kegiatan / fungsi utama dari perusahaan.[13]

Definisi sistem menurut Tata Sutabri Dalam Bukunya yang berjudul Analisa Sistem Informasi adalah “Sistem sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan”.[24]

Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa pengertian sistem adalah sebagai satu kesatuan beberapa elemen atau unsur-unsur yang saling berkaitan satu sama lainnya untuk mencapai satu tujuan.
Sebuah sistem juga menpunyai beberapa karakteristik atau sifat-sifat tertentu yang mencirikan bahwa hal tersebut bisa dikatakan suatu sistem.
Adapun yang termasuk karakteristik sistem adalah sebagai berikut :
1. Komponen sistem (Component)
2. Batasan sistem (Boundary)
3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)
4. Penghubung sistem (Interface)
5. Masukan sistem (Input)
6. Keluaran sistem (Output)
7. Pengolahan sistem (Process)
8. Sasaran sistem (Objectif)

Penjelasan dari Karakteristik sistem di atas adalah sebagai berikut:
1. Komponen sistem (Component)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi yang bekerjasama dalam menbentuk satu kesatuan.
2. Batasan sistem (Boundary)
Ruang lingkup sistem merupakan daerah yang membatasi sistem dengan sistem lainnya atau sistem dengan lingkungan luar sistem
3. Lingkungan Luar Sistem (Environment)
Bentuk apapun yang ada diluar ruang lingkup atau batasan sistem yang mempengaruhi operasi sistem tersebut disebut dengan lingkungan luar sistem.
4. Penghubung sistem (Interface)
Yaitu sebagai media yang menghubungkan sistem dengan subsistem yang lain, penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem kes subsistem yang lain.
5. Masukan sistem (Input)
Yaitu energi yang dimasukkan kedalam sistem yang dapat berupa pemeliharaan (maintenance input) dan sinyal (Signal input).
6. Keluaran sistem (Output)
Yaitu hasil energi yang sudah diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran ini merupakan masukan bagi subsistem yang lain.
7. Pengolahan sistem (Process)
Yaitu suatu sistem dapat menpunyai suatu proses yang akan merngubah masukan menjadi keluaran.
8. Sasaran sistem (Objectif)
Suatu sistem mempunyai tujuan dan sasaran yang pasti yang bersifat deterministic. Kalau sustu system tidak memiliki sasaran, maka operasi sistem tidak ada gunanya

3.2 Akuntansi
3.2.1 Definisi Akuntansi
Penulis mengambil Definisi Akuntansi Menurut Mulyadi dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi mendefinisikan akuntansi sebagai berikut
Akutansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh managemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.[21]

Menurut Soemarso SR, dalam bukunya yang berjudul Akuntansi Suatu Pengantar.
Akuntansi adalah suatu disiplin yang menyediakan informasi penting sehingga memungkinkan adanya pelaksanaan dan penilaian jalannya perusahaan secara efisien Akuntansi juga dapat didefinisikan sebagai proses mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi untuk memungkinkan adanya peniliaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi mereka yang menggunakan tersebut.[23]

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa akuntansi adalah suatu proses untuk mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan berupa catatan, dan laporan yang dikoordinasi untuk menyediakan informasi keuangan

3.2.2 Proses Akuntansi
Proses Akuntansi menurut Soemarso S.R dalam bukunya yang berjudul Akuntansi Suatu Pengantar.
dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 3.1 Proses Akuntansi[23]
Proses Akuntansi mulai dari transaksi yang ada selanjutnya dilakukan pencatatan, pengggolongan, pengikhtisaran, sampai ahirnya mengahasilkan laporan keuangan yang dapat berguna bagi pemakai informasi akuntansi, dan selanjutnya pemakai akan menganalisis dan menginterpretasikan.

3.2.3 Siklus Akuntansi
Siklus Akuntansi menurut Abdul halim dalam bukunya yang berjudul Sakuntansi sektor publik adalah sebagai berikut:

Gambar 2.2 Siklus Akuntansi[1]
Siklus Akuntansi dimulai dari Analisis transaksi keuangan, lalu proses pembuatan jurnal transaksi, lalu posting ke buku besar, sampai dihasilkan neraca saldo, lalu membuat jurnal penyesuaian, neraca saldo setelah penyesuaian dan berakhir di laporan keuangan neraca, laba rugi, dan arus kas, membuat jurnal penutup dan neraca saldo setelah tutup buku.

3.2.3.1 Jurnal
Jurnal merupakan alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan kredit beserta jumlah uang nominalnya masing-masing.
Adapun jurnal menurut Abdul halim dalam bukunya yang berjudul Akuntansi Sektor Publik adalah sebagai berikut:
Jurnal Umum
Periode, XXX
Halaman 1

Tabel 3.1 Jurnal Umum

3.2.3.2 Buku Besar
Buku besar merupakan kumpulan dari perkiraan-perkiraan yang saling berhubungan dan yang merupakan satu kesatuan tersendiri.
3.3 Pengertian Akuntansi Kredit
A. Pengertian Kredit dan Elemen-elemenya
Pengertian kredit yang sesungguhnya mempunyai dimensi yang beraneka ragam, kata kredit berasal dari bahasa Yunani yang biasa disebut creditus yang merupakan past participle dari kata credere yang artinya adalah trust atau kepercayaan6.
Percaya, kepercayaan atau to believe atau trust berlandaskan moral, itikad baik atau good faith, sedangkan pengertian kredit sebagaimana diatur di dalam Undang-undang RI No. 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-undang No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, yang tercantum di dalam BAB I ketentuan umum Pasal 1 point 11:
“Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga”.“[11]
Dari berbagai pendapat para pakar saya lebih condong pendapat pakar hukum Levy yang merumuskan arti hukum dari kredit:
“Menyerahkan secara sukarela sejumlah uang untuk dipergunakan secara bebas oleh penerima kredit. Penerima kredit berhak mempergunakan pinjaman itu untuk keuntungannya dengan kewajiban mengembalikan jumlah pinjaman itu di belakang hari”. “[13]

Dari definisi tersebut memberi ciri atau tanda bahwa kredit merupakan pinjam meminjam artinya suatu perbuatan hukum yang tidak selesai pada saat itu.
Dasar pemberian uang tersebut yang merupakan kredit adalah kepercayaan yaitu kreditur percaya untuk meminjamkan uangnya kepada debitur, bahwa debitur akan mengembalikan pinjaman sesuai kewajibannya berdasar itikad baik, moral dan kepercayaan. Di samping itu juga berdasar prinsip kehati-hatian.
Oleh karena itu debiturpun sebagai pihak peminjam juga dituntutkan mempunyai dasar landasan yang sama pula dengan kreditur.
Dengan apa yang telah dikemukakan di atas maka dapat disimpulkan bahwa kewajiban baik dari kreditur maupun dari debitur dilandasi kepercayaan dan kehati-hatian.
Dari pengertian kredit tersebut dapat dilihat unsur-unsur bahwa kredit merupakan suatu perjanjian atau kesepakatan persetujuan antara pihak kreditur dengan debitur:
1. Dengan adanya kesepakatan para pihak maka timbullah suatu perbuatan hukum, perbuatan hukum menimbulkan hak dan kewajiban.
2. Perjanjian kredit bank timbul dalam dunia bisnis khususnya bank. Perbuatan itu dilandasi oleh kepercayaan dan kehati-hatian.
3. Adanya pembayaran sejumlah uang sebagai pinjaman dari kreditur dan dilain pihak debitur wajib membayar kembali uang-uang yang dipinjam dengan baik dan tanggung jawab sesuai dengan waktu yang disepakati.

Semua perbuatan hukum seperti perjanjian kredit yang tidak selesai pada saat itu juga maka disitulah timbul lembaga jaminan, artinya umumnya timbul dan muncul pula adanya jaminan yang diperlukan dalam perjanjian kredit tersebut baik jaminan kepercayaan maupun jaminan lain.

B. Prinsip-prinsip Dasar Perkreditan
1. Prinsip yang menjadi acuan bagi perjanjian kredit yang pertama prinsip kepercayaan. Hal ini berlaku baik bagi kreditur ataupun debitur9.
Bagi kreditur kepercayaan bahwa kredit yang kucurkan akan bermanfaat dalam usaha dan akan dipergunakan sesuai tujuannya oleh debitur sesuai dengan yang telah diperjanjikan. Bagi debitur kepercayaan oleh kreditur bahwa debitur dapat membayar kembali kreditnya dengan tepat waktu dan lancar.

2. Prinsip kehati-hatian atau prudent
Sesungguhnya semua pekerjaan termasuk perkreditan dituntutkan adanya kehati-hatian dari masing-masing pihak. Dilihat dari sudut pemberi kredit yaitu pihak bank bahwa prinsip kehati-hatian perlu mendapat perhatian utama karena kondisi dan atmosfer masa kini berbeda, sehingga tingkat penghati-hatiannya bagi kreditur benar-benar ditingkatkan. Banyak didengar bahwa debitur masa kita, jaman sekarang jauh lebih cerdik dan debitur tidak selamanya dalam posisi lemah10. Mungkin secara yuridis, akan tetapi dalam realitanya justru bank dalam pihak yang lemah, prinsip kehati-hatian juga harus dibarengi dengan prinsip pengawasan dari kreditur terutama pengawasan atasan diperlukan untuk meminimalisasi risiko yang timbul dari pemberian kredit yaitu dengan selalu mengadakan pengawasan sejauh mana kredit-kredit tersebut dipergunakan sesuai atau tidak sesuai dengan tujuannya. Azas profesionalisme mendasari tugas-tugas kreditur.
Kurangnya perhatian terhadap prinsip kehati-hatian dan pengawasan dari pihak perbankan akhir-akhir ini banyak terjadi kasus kredit macet yang spektakuler antara lain kasus: Edy Tanzil vs Bapindo (1994), kasus BNI Kebayoram Baru (2004) kasus Bank Mandiri (2005).
Dari kasus tersebut salah satunya akan dianalisis yaitu kasus Golden Key Group (Edy Tanzil) – Bank Bapindo.

Kreteria kredit berdasarkan jangka waktu dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu :
1. Kredit Jangka Pendek
Kredit yang memiliki jangka waktu maksimum satu tahun. Misalnya untuk membiayai modal kerja, pembiayaan musiman.

2. Kredit Jangka Panjang
Kredit yang jangka waktunya lebih dari satu tahun, contohnya adalah kredit investasi
Jenis-jenis kredit yang secara umum dapatdiberikan oleh bank antara lain :
 Pinjaman Rekening koran (PRK)
Adalah pinjaman revolving jangka waktu (satu tahun) yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak bank dengan mempergunakan cek, bilyet giro atau alat perintah pembayaran lainnya. Tujuan PRK adalah untuk membiayai modal kerja. Perhitungan bunga dilakukan secaha harian berdasarkan saldo akhir bulan, total bunga selama satu bulan akan dibayar pada akhir bulan.

Rumus Bunga = saldo x rate
360
keterangan :
Bunga : bunga pinjaman yang dibayar pada tanggal tertentu
Saldo : saldo debet (o/s) tanggal yang bersangkutan
rate : suku bunga per tahun
 Pinjaman Aksep
Pinjaman Aksep (DL) adalah pinjaman revolving jangka pendek (satu tahun) yang penarikannya dapat dilakukan dengan pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak bank. Tujuan pinjaman ini adalah untuk membiayai modal kerja.
Setiap akan mendropping dana, debitur harus menandatangani surat aksep (surat pengakuan hutang), jumlah maksimum penarikan ditentukan oleh plafond limit yang diberkan.
Perhitungan bunga dilakukan sesuai dengan lamanya pemakaian dana oleh debitur.
Rumus :

Bunga = saldo x rate x hari
360
keterangan :
Bunga : bunga pinjaman yang dibayar pada tanggal tertentu
Saldo : saldo debet (o/s) tanggal yang bersangkuta
Rate ; suku bunga per tahun
Hari : jumlah hari pemakaian dana
 Anjak Piutang
Ada fasilitas anjak piutang ini adalah piutang debitur (yang belum jatuh tempo) dijual kepada bank dan bank akan memberi dana sampai sekian persen.
Difasilitas anjak piutang ini terdapat tiga pihak yang terlibat :
Faktor : yaitu pihak yang mengambil alih piutang atau pembeli piutang.
Client : yaitu pihak yang menjual piutang
Debtor ; ini merupakan pihak yang memiliki hutang kepada client dan merupakan objek transaksi anjak piutang.
 Pinjaman sindikasi
Adalah pinjaman komersial/modal kerja dimana dananya berasal dari beberapa bank atau pembiayaan secara bersama oleh beberapa bank. Pinjaman ini dapat merupakan pinjaman investasi untuk membiayai suatu proyek (misalnya pembangunan hotel, pusat pertokoan dan lain-lain) atau untuk membiayai kebutuhan modal kerja.
Bank yang tergabung dalam pinjaman sindikasi ini ada yang bertugas sebagai :
Lead bank yaitu pihak yang menyediakan dana dalam porsi besar dalam sindikasi tersebut dibandingkan dengan lainnya juga segabai pengelola kegiatan sindikasi tersebut baik dalam hubungan dengan debitur maupun terhadap peserta sindikasi lainnya.
Participant bank yaitu bank yang menjadi anggota sindikasi dan bertugas hanya menyediakan dana saja.,
 Term Loan
Adalah pinjaman non revolving yang dipergunakn untuk membiayai investasi aktiva tetap (alat yang tidak habis dipergunakan untuk satu siklus usaha). Pencairan dananya dapat dilakukan secara sekaligus atau bertahap sesuai dengan jadwal yang ditetapkan sejak dari awal dengan menyerahkan surat aksep senilai dana yang ditarik. Pembayaran kembali dilakukan dengan angsuran, baik dengan grace perio, pembayaran hanya mencakup bunga saja, sedangkan angsuran pokok dan bunga dimulai setelah grace period berakhir.
Perhitungan Cicilan dan /Bunga Kredit

3.4 Pengertian Flowchart
Menurut Mulyadi SR dalam bukunya yang berjudul Sistem Akuntansi menyebutkan bahwa : “Flowchart adalah Bagan yang menggambarkan aliran dokumen dalam suatu sistem informasi disebut dengan alir dokumen (Document Flowchart)”.
Menurut James A. Hall bagan alir dokumen dalam bukunya Sistem Informasi Akuntansi adalah sebagai berikut :
“Bagan alir dokumen (Flowchart) adalah representasi grafikal dari sebuah sistem yang menjelaskan relasi fisik diantara entitas-entitas kuncinya. Flowchart dapat digunakan untuk menyajikan kegiatan manual, kegiatan pemrosesan computer atau keduanya”. “[16]
Berdasarkan penjelasan diatas penulis dapat menarik kesimpulan bahwa bagan flowchart adalah gambaran aliran dokumen yang menjelaskan relasi fisik antara entitas-entitas kuncinya.
A. Alat Kelengkapan Sistem
FLOWCHART PAPERWORK/FLOWCHART DOKUMEN
Flowchart paperwork menelusuri dari data yang di tulis melalui system. Flowchart paperwork sering di sebut juga dengan flowchart dokumen. Kegunaan utama adalah untuk menelusuri alur form dan laporan system dari satu bagian ke bagian lain baik bagaimana alur form dan laporan dip roses,dicatat dan di simpan
.
`

SIMBOL-SIMBOL FLOWCHART

Simbol-simbol flowchart yang biasa digunakan adalah Flowchart standart yang di keluarkan oleh ANSI dan ISO:

1. Bagan Alir Dokumen

Simbol Keterangan

Dokumen
Menunjukan dokumen tercetak sebagai masukan atau keluaran baik secara manual atau komputerisasi

Multi Dokumen
Menunjukan banyak dokumen tercetak sebagai masukan atau keluaran baik secara manual atau komputerisasi

Operasional Manual
Menunjukan proses yang dikerjakan secara manual.

Operasi Komputer
Menunjukan proses yang dikerjakan melalui komputer.

Manual Input
Untuk memasukan data secara manual melalui on line.

Decision
Menunjukan pilihan keputusan

Off Line Storage
Untuk menyimpan data sebagai arsip secara manual.

Magnetic Disk
Menunjukan penyimpanan data dalam Hard Disk berupa file.

Alir data
Menunjukan aliran data antar proses.

BAB IV
PEMBAHASAN DAN ANALISIS

Prosedur Droping Fasilitas Kredit PT BANK BUKOPIN,tbk
Gambar 2.2 Flowchart Berjalan

DESKRIPSI:
Unit bisnis menerima memorandum dropping fasilitas kredit dan di serahkan ke bagian supervision credit untuk diperiksa keabsahan dokumen,jika sah dokumen di paraf dan jika tidak dikembalikan lagi ke unit bisnis.
Dokumen yang sudah diparaf di berikan ke bagian.administrasi laporan untuk melengkapi data master dan memberikan memo dan dokumen ahli ke bagian. Administrasi kredit untuk di cek apakah master data benar atau salah.
Jika benar data master di cetak dan di otorisasi master, jika data master salah di kembalikan ke bagian,administrasi laporan sampai kembali lagi ke unit bisnis.
Data master yang sudah di otorisasi dan di cetak oleh bagian administrasi kredit di stempel posted dan paraf pada MMC lalu di cetak kredit dan debet advice,lalu dibuat jurnal transaksi.
Memo dan MMC yang sudah di paraf di buat 2 bagian,satu di master file kan dan satu lagi di berikan ke bagian supervision credit support.
Fotocopy memo dan MMC yang telah diparaf di berikan ke bagian unit bisnis dari bag supervision credit support untuk di rapikan,setelah rapih di kembalikan kembali ke bagian supervision credit support dan di arsipkan.

Gambar 2.2 Flowchart Berjalan

Deskripsi:
Unit bisnis melakukan memorandum dropping fasilitas kredit dan membuat dokumen rangkap 2 yang satu di arsipkan menurut waktu dan satunya diberikan kepada supervision kredit support. Supervision kredit support menerima dokumen dropping fasilitas kredit lalu di lakukan pengecekan jika dokumen tersebut abash maka di paraf MCC jika tidak dokumen dikembalikan kepada bagian unit bisnis untuk di cek kembali. Administrasi kredit dan laporan melengkapi data yang serta melakukan input data,registr dropping dan membuat memo MCC asli yang di berikan kepada bagian Admk lalu dilakukan pengecekan master jika sesuai memberikan dokumen kredit kepada supervision kredit support rangkap 2 yang satu diberikan ke bagian unit bisnis. Bagian Admnistrasi kredit dan laporan melakukan posting yang disertai stempel paraf MCC dan mencetak krdit dan debet avice dan dibuatkan dokumen dan copian yang diberikan kepada Supervision kredit support. Supervision kredit support menerima dokumen dan copy kredit dan debet advice dari bagian administrasi kredit dan laoran rangkap 2 yang satu diberikan kepada bagian unit bisnis. Unit bisnis menerima dokumen kredit dan copy memo dan MCC yang telah di paraf dan memeriksa dokumen file kredit dan copyan memo dan MCC lalu di buatkan dokumen rangkap 2 jika sudah lengkap diberikan ke bagian supervision kredit support dan di arsipkan menurut waktu. Administrasi kredit dan laporan membuat jurnal umum ,buku besar, neraca,laporan keuangan dan laporan laba rugi yang masing- masing disimpan pada data base masing-masngproses lalu laporan keuangan dicetak dan di buatkan dokumen rangkap 2 dan disimpan pada data base sebagai Master file.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
5.2 Saran-saran
5.2.1 Saran untuk Universitas
Penulis menyarankan kepada Universitas Komputer Indonesia agar ditingkatkan lagi baik dalam hal fasiltas perpustakaan yang belum dimiliki. Dengan tenaga pengajar yang bermutu,berpengalaman,punya tanggung jawab terhadap anak didiknya penulis menyarankan agar Universitas Komputer Indonesia harus mempunyai ikatan atau hubungan yang lebih banyak pada perusahaan agar mahasiswa yang hendak PKL bias dengan mudah melakukan praktik.

5.2.2 Saran untuk Perusahaan
Penulis mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya pada Direktur PT.Bank Bukopin tbk yang telah memberikan tempat untuk PKL,dalam laporan ini penulis ingin menyumbangkan sedikit saran untuk PT.Bank Bukopin tbk yaitu:
1. Penulis menyarankan kepada Bapak Direktur PT.Bank Bukopin tbk agar memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada para mahasiswa untuk PKL
2. Penulis juga menyarankan untuk pembimbing PKL baik dalam kedisplinan dan materi praktik yang akan dikerjakan

artikel lainnya seputar gadget di indonesia

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Saturday 10 October 2015 | blog

Trainee journal tot 104 b3 1 – 5 september 2009 topik : ict 1. Name :…

Sunday 1 February 2015 | blog

SILABUS   Nama Sekolah             : SMA  WARGA Surakarta Mata Pelajaran            : BASA JAWA Kelas/Semester           : XI/GASAL…

Saturday 10 October 2015 | blog

Laporan pencapaian billing bulan : 08 september 2005 – 05 oktober 2005 no client uraian pekerjaan…

Thursday 4 September 2014 | blog

Contoh Penilaian Praktik  Satuan Pendidikan   : SMP/M.Ts. Mata Pelajaran        : Matematika Kelas                        : VII Kompetensi dasar   …