Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Sekilas Tentang Peluang Investasi Kabupaten Sragen

Oct
29
2014
by : Bupeko. Posted in : blog

Kabupaten Sragen merupakan salah satu dari tiga puluh na kabupaten/kota di Propinsi Jawa Tengah yang menyimpan ::ensi ekonomi yang tinggi. Disamping kaya akan sumberdaya am dan sumber daya manusia, Kabupaten Sragen juga empunyai potensi perdagangan, industri dan pariwisata yang enarik. Dengan letak geografis yang menguntungkan serta irana transportasi yang mudah, Kabupaten Sragen sangat ::ensial untuk dijadikan sasaran investasi dan pusat jrdagangan. Ke depan Sragen dapat dikembangkan menjadi =erah penghasil produk-produk unggulan dalam bidang ;rtanian, perkebunan, peternakan, perikanan, industri dan iriwisata.
Sragen terletak di jalur utama Solo-Surabaya. Kabupaten i merupakan gerbang utama sebelah timur Provinsi Jawa rngah, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur.

Ikronologi dan prosesi
Pangeran Mangkubumi adik dari Sunan Pakubuwono II di Mataram sangat membenci Kolonialis Belanda. Apalagi setelah Belanda banyak mengintervensi Mataram sebagai Pemerintahan yang berdaulat. Oleh karena itu dengan tekad yang menyala bangsawan muda tersebut lolos dari istana dan menyatakan perang dengan Belanda. Dalam sejarah peperangan tersebut, disebut dengan Perang Mangkubumen (1746 – 1757). Dalam perjalanan perangnya Pangeran Muda dengan pasukannya dari Keraton bergerak melewati •Desa-desa Cemara, Tingkir, Wonosari, Karangsari, Ngerang, Butuh, Guyang. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Desa Pandak, Karangnongko masuk tlatah Sukowati. Di desa ini Pangeran Mangkubumi membentuk Pemerintahan Pemberontak. Desa Pandak, Karangnongko di jadikan pusat Pemerintahan Projo Sukowati, dan Beliau meresmikan namanya menjadi Pangeran Sukowati serta mengangkat pula beberapa pejabat Pemerintahan. Karena secara geografis terletak di tepi Jalan Lintas Tentara Kompeni Surakarta – Madiun, pusat Pemerintahan tersebut dianggap kurang aman, maka kemudian sejak tahun 1746 dipindahkan ke Desa Gebang yang terletak disebelah tenggara Desa Pandak Karangnongko.
Sejak itu Pangeran Sukowati memperluas daerah kekuasaannya meliputi Desa Krikilan, Pakis, Jati, Prampalan, Mojoroto, Celep, Jurangjero, Grompol, Kaliwuluh, Jumbleng, Lajersari dan beberapa desa Lain.
Dengan daerah kekuasaan serta pasukan yang semakin besar Pangeran Sukowati terus menerus melakukan perlawanaan kepada Kompeni Belanda bahu membahu dengan saudaranya Raden Mas Said, yang berakhir dengan perjanjlan Giyanti pada tahun 1755, yang terkenal dengan Perjanjian Palihan Negari, yaitu kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, dimana Pangeran Sukowati menjadi Sultan Hamengku Buwono ke-1 dan perjanjian Salatiga tahun 1757, dimana Raden Mas Said ditetapkan menjadi Adipati Mangkunegara I dengan mendapatkan separuh wilayah Kasunanan Surakarta.
Selanjutnya sejak tanggal 12 Oktober 1840 dengan Surat Keputusan Sunan Paku Buwono VII yaitu serat Angger- angger Gunung, daerah yang lokasinya setrategis ditunjuk menjadi Pos Tundan, yaitu tempat untuk menjaga ketertiban dan keamanan Lalu Lintas Barang dan surat serta perbaikan jalan dan jembatan, termasuk salah satunya adalah Pos Tundan Sragen
Perkembangan selanjutnya sejak tanggal 5 juni 1847 oleh Sunan Paku Buwono VIII dengan persetujuan Residen Surakarta Baron de Geer ditambah kan dalam sejarah Sragen. Sejak tahun 1869, daerah Kabupaten Pulisi Sragen memiliki 4 (empat) Distrik, yaitu Distrik Sragen, Distrik Grompol, Distrik Sambungmacan dan Distrik Majenang. Selanjutnya sejak Sunan Paku Buwono VIII dan seterusnya diadakan reformasi terus menerus dibidang Pemerintahan, dimana pada akhirnya Kabupaten Gunung Pulisi Sragen disempurnakan menjadi Kabupaten Pangreh Praja. Perubahan ini ditetapkan pada jaman Pemerintahan Paku Buwono X, Rijkblaad No. 23 Tahun 1918, dimana Kabupaten Pangreh Praja sebagai Daerah Otonom yang melaksanakan kekuasaan hukum dan Pemerintahan. Akhirnya memasuki Zaman Kemerdekaan Pemerintah Republik Indonesia, Kabupaten Pangreh Praja Sragen menjadi Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen.

Kondisi geografis da kabupaten SRAGEN
geographical and topogral condition of Sragen regenc Kabupaten Sragen merupakan salah satu kabupaten yang berada di Propinsi Jawa Tengah dengan Ibukota Sragen, terletak sekitar 30 km sebelah Timur Kota Surakarta. Secara geografis Kabupaten Sragen berada di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Grobogan di Utara, Kabupaten Ngawi (Prop. Jawa Timur) di Timur, Kabupaten Karanganyar di Selatan serta Kabupaten Boyolali di Barat. Sragen berada di lembah daerah aliran Sungai Bengawan Solo yang mengalir ke arah Timur. Sebelah Utara berupa perbukitan, bagian dari sistem Pegunungan Kendeng, sedangkan di selatan berupa pegunungan, lereng dari Gunung Lawu.
Sragen memiliki luas wilayah 94.155 Ha. Area seluas 40.037,93 hektar (42,52%) merupakan lahan sawah dan 54.117 hektar (57,48%) adalah lahan kering. Wilayah Kabupaten Sragen dibelah oleh Sungai Bengawan Solo yang membagi menjadi dua daerah utama. Daerah di utara aliran Bengawan Solo, yang terdiri dari 11 kecamatan dengan 116 desa dan 4 kelurahan, cenderung bertanah kurang subur. Sedangkan daerah di selatan aliran Bengawan Solo relatif lebih subur. Di wilayah selatan sungai ini pula, lahan pertanian, sawah, dan perkebunan berkembang pesat. Merata di 9 kecamatan dengan 80 desa dan 8 kelurahan yang ada.
Menilik posisi geografisnya, letak Kabupaten Sragen sungguh strategis. Kabupaten yang berdiri pada 27 Mei 1746 itu terletak di antara 7°.15’ dan 7°.30’ Lintang Selatan serta 110°.45’ dan 111°.10’ Bujur Timur. Kabupaten di ujung timur Propinsi Jawa Tengah itu sekaligus menjadi pintu gerbang yang berbatasan dengan Kabupaten Ngawi, propinsi Jawa Timur.
Keadan Alam di Kabupaten Sragen mempunyai relief yang beraneka ragam, ada daerah pegunungan kapur yang membentang dari timur ke barat terletak di sebelah utara bengawan Solo dan dataran rendah yang tersebar di seluruh Kabupaten Sragen, dengan jenis tanah : gromusol, alluvial regosol, latosol dan mediteran.
Kabupaten Sragen beriklim tropis dan suhu rata-rata berkisar antara 19 – 31 °C. Sebagaimana daerah tropis pada umumnya, Sragen mengalami dua musim yakni kemarau dan hujan. Kontur bumi yang dimiliki pun cukup bervariasi antara
zona datar dan perbukitan, berketinggian antara 75 m hingga 300 m di atas permukaan laut. Curah hujan relatif tinggi mencapai 3.000 mm tiap tahunnya, dengan hari hujan rata-rata 150 hari. Kondisi alam dan iklim yang demikian itu memberikan dukungan bagi pembangunan sektor pertanian yang kuat di wilayah Kabupaten Sragen.
Sedangkan jumlah penduduk Sragen berdasarkan data tahun 2006 sebanyak 863.914 jiwa, terdiri dari 426.958 penduduk laki laki dan 435.893 penduduk perempuan dengan kepadatan penduduk rata rata 918 jiwa/km2.
Didukung oleh jaringan jalan negara dan jalur rel kereta api jurusan Jakarta-Surabaya, Sragen menjadi daerah pelintasan darat yang menghubungkan arus transportasi dan sirkulasi barang dari arah Timur ke Barat -begitu pula sebaliknya— di Jawa. Sragen pun merupakan simpul persimpangan yang memiliki akses langsung ke kota-kota lain di pulau Jawa.
Akses terhadap moda transportasi udara juga mudah dijangkau. Kabupaten Sragen hanya berjarak 45 km dari Bandar Udara Internasional Adi Sumarmo Surakarta. Dengan mengendarai mobil, jarak tersebut dapat ditempuh dalam waktu 45 menit. Begitu pula dengan transportasi menggunakan kapal laut, mampu dicapai tanpa kesulitan berarti. Sebab, dari pusat kota Sragen menuju dermaga laut terdekat, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, hanya memerlukan waktu tiga jam lewat perjalanan darat.
Secara garis besar kondisi sosial, politik dan keamanan kabupaten Sragen sangat stabil dan terkendali. Masyarakat Sragen terkenal santun dan ramah. Jumlah penduduk Sragen yang besar memiliki tingkat pendidikan dan keterampilan yang beragam dan menjadikan tenaga kerja Kabupaten Sragen sangat produktif dan mamapu menempati jabatan di berbagai tingkatan.
Kondisi sosial Kabupaten Sragen dalam angka dapat dilihat dalam tabel berikut ini:

Kondisi Pemerintaha
Governmental conditic
Pemkab. Sragen telah melakukan inovasi di bidang
birokrasi dan pemerintahan guna mengoptimalkan peran serta
pemerintah dalam memajukan pembangunan di segala bidang.
Inovasi yang telah dilakukan antara lain :
1. Mendirikan Badan Pelayanan Terpadu (BPT), yakni sebuah badan yang mempunyai kewenangan dalam mengurus segala macam bentuk perijinan dalam satu atap. BPT telah memeroleh penghargaan ISO 9001-2000 Tahun 2005 dan Hasil yang paling spektakuler adalah pembuatan KTP (ID card) tercepat di dunia, hanya 2 menit selesai.
2. Online Govermental System. Sistem ini membentuk jaringan antar birokrasi kecamatan dan desa sehingga jauh lebih efisien dan cepat. Ditunjang dengan sistem database yang akurat mampu memudahkan aparatur pemerintahan dalam menjalankan fungsi kepemerintahan.
3. Engineering Service. Berdasarkan pengalaman yang dimiliki dalam bidang konsultan bangunan, Pemkab Sragen mampu memberikan pelayanan jasa konsultan kepada instansi yang membutuhkan dalam wadah Engineering Service.
4. Marketing & Investment. Dilandasi akan pengalaman dan pengamatan bahwa produksi apapun tidak akan berhasil jika tidak ditunjang dengan marketing yang handal, maka Sragen membentuk Tim Marketing & Investment. Tim ini terdiri dari generasi-generasi muda yang memiliki potensi dan keahlian di bidang marketing. Memasarkan Sragen sebagai sebuah Marketable Brand.
5. PT.GENTRADE. Singkatan dari ’’Sragen Trading & Investment Agency” dimana melalui Gentrade, Sragen diharapkan mampu melakukan kegiatan trading global (export-import) baik komoditas lokal Sragen maupun daerah lain di Indonesia.
6. PNS di Desa. Penempatan PNS di desa bertujuan untuk meningkatkan fungsi pelayanan masyarakat dan memacu pertumbuhan perkembangan desa melalui motivasi dan dinamisator oleh para PNS yang ditunjuk agar mampu menggali segenap potensi yang ada dan mampu memecahkan permasalahan setiap desa. Diharapkan para PNS di desa mampu menggali data tentang potensi desa, merumuskan rekomendasi yang tepat sebagai dasar perencenaan dan pengambilan keputusan. Mereka bertanggung jawab terhadap kemajuan desa tempat mereka bertugas.

E-Government Mengubah Pemerintahan Manual Menjadi Pemerintahan Berbasis ICT
Pemkab. Sragen telah menerapkan sistem e-government. Pemerintahan elektronik atau e-government adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. Tidak ada satu sektorpun yang luput dari sentuhan informasi Teknologi; dengan e-government pelayanan pemerintah akan lebih cepat dan transparan. E-government akan mengubah pola lama penggunaan administrasi secara manual menjadi penyelenggaraan pemerintah berbasis Information and Communication Tecnology (ICT). Dalam menjalankan pemerintahan, Pemkab. Sragen nggunakan internet dan intranet untuk melaksanakan urusan ?^rintah dan penyediaan pelayanan publik yang lebih baik bih cepat dengan cara yang berorientasi pada pelayanan akat. Keuntungan dari e-government adalah peningkatan , kenyamanan, kecepatan serta aksesibilitas yang lebih ^ari pelayanan publik. Dengan adanya ITC ini dapat juga mbuka hubungan dengan luar melalui penggunaan internet, snggunaan infrastruktur Teknologi Informasi, penggunaan
sistem aplikasi, standarisasi metadata, juga dapat bertukar data secara elektronik serta penggunaan sistem dokumentasi elektronik. Dengan pemerintah berbasis ITC tersebut Sragen dapat menjawab tantangan bagaimana memberikan pelayanan publik yang lebih baik dan lebih cepat.
Tujuan yang dicapai Pemkab. Sragen dalam implementasi e-government adalah untuk menciptakan pelanggan yang on-line, bukan in-line. E-goverment berdampak positif yaitu pelanggan yang dalam hal ini masyarakat, tidak akan terjebak dalam antrian panjang hanya untuk mendapatkan pelayanan yang sederhana. Terwujudnya good governance juga dapat didukung melalui e-government karena dengan e-government masyarakat diberikan hak akses informasi yang lebih luas dalam pengambilan kebijakan dan keputusan oleh pemerintah. Singkatnya, konsep e-government adalah menciptakan interaksi yang ramah, nyaman, cepat, transparan, dan cepat antara pemerintah dan masyarakat, pemerintah dan perusahaan bisnis, serta pemerintah dan pemerintah.
c
p
prasarana dan infrastruktur
Bekerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), pembangunan jaringan listrik di Kabupaten Sragen telah menjangkau 208 desa. Berkat pengembangan jaringan listrik yang intensif di seluruh Sragen, jumlah warga yang belum terjangkau listrik sampai dengan 2004 tinggal 2.049 kepala keluarga saja. Untuk wilayah Sragen, pada tahun 2007 PLN mengalokasikan listrik sebesar 104,5 Megawatt dengan kapasitas terpasang sebesar 102,7 Megawatt.
Pun, jangan khawatir soal air bersih. Sragen banyak memiliki mata air alami, bebas dari polutan. Tak heran, bila pasokan air bersih untuk Sragen tidak pernah mengalami kesulitan berarti. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sragen adalah instansi yang selama ini mengelola air untuk kebutuhan masyarakat Sragen. PDAM Sragen menyediakan air bersih dengan kapasitas 442 liter per detik dan kapasitas terpasang sebesar 330 liter per detik.
Prasarana jalan merupakan komponen vital dalam memperlancar mobilitas penduduk dan mempercepat proses pertukaran barang dan jasa. Jaringan jalan di Kabupaten Sragen sudah menggurita hingga ke desa-desa dan dalam kondisi prima.
Kabupaten Sragen dilintasi jalan negara sepanjang 30,45 km, jalan propinsi 66,69 km, dan jalan kabupaten sepanjang 992,20 km. Jalan penghubung antar kecamatan dilapisi aspal hotmix. Sedangkan ruas jalan di wilayah pedesaan hampir semua sudah diperkeras dengan lapisan batu makadam, semen, beton, bahkan aspal. Prasarana jalan ini terus memperoleh pemeliharaan teratur dan diperkokoh. Tak heran, bila kondisi jalan terutama kategori jalan kabupaten — di Sragen pada umumnya mampu menahan hilir mudik kendaraan angkut bertonase besar.
Prasarana di sektor pertanian juga tidak luput dari perhatian. Saluran irigasi untuk kebutuhan pengairan lahan pertanian dibenahi agar dapat berfungsi dengan sempurna. Pada tahun 2004, saluran induk panjangnya mencapai 60.688 meter dan saluran sekunder 295.920 meter. Sementara itu, untuk menjamin ketersediaan air di kala musim kemarau, pemerintah telah membangun 16 embung atau waduk kecil yang tersebar di sejumlah lokasi.
Selain membangun embung, peningkatan daya tampung air keseluruhan terus dilakukan. Kegiatan pengerukan waduk, membangun dam pengendali sedimen dilakukan secara rutin. Selain itu, pembangunan embung-embung baru terus dikerjakan.
Sejauh ini, hasilnya tak mengecewakan. Pemerintah Kabupaten Sragen berhasil menggembungkan daya tampung air menjadi 4,4 juta kubik pada tahun 2005, dari semula 2,9 juta kubik pada tahun 2003.

Testimoni

artikel lainnya Sekilas Tentang Peluang Investasi Kabupaten Sragen



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Friday 2 December 2016 | blog

Undang-Undang Dasar NRI 1945* Pasal 28 Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan…

Saturday 18 July 2015 | blog

Isi dan makna lambang universitas sebelas maret lambang uns secara spesifik memiliki arti : lambang berbentuk…

Saturday 9 August 2014 | blog

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RPP 1.1.2   Satuan Pendidikan           :  SMA WARGA SURAKARTA Mata Pelajaran                :  TIK…

Saturday 31 October 2015 | blog

kami mampu melayani printing dengan kapasitas yang cukup sehingga dapat memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik. kami…