Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Sejarah peradaban indonesia dan dunia

Jan
17
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

Pada mulanya masyarakat Indonesia dan Dunia merupakan masyarakat yang hidup dengan cara berburu dan meramu. Seiring dengan kehidupan mereka maka, berkembanglah kehidupan mereka menjadi menetap dan bercocok tanam. Dalam kehidupan yang menetap ini masyarakat mulai menciptakan peralatan dalam mempermudah kehidupan mereka. Dari kehidupan yang menetap ini masyarakat mulai melahirkan kebudayaan. Kebudayan tersebut ada yang berasal dari tulang dan batu hingga yang berasal dari besi atau logam. Perkembanagan kehidupan dan kebudayaan masyarakat inilah yang akan kita pelajari.
(Gambar alat-alat dari tulang hasil kebudayaan ngandong Jawa Timur)
A. Pembabakan Zaman di Dalam Teori Pembentukan Bumi
Sebelum membahas kehidupan awal masyarakat Indonesia kita harus mengetahui tentang pembabakan zaman di Bumi. Pembabakan zaman dalam pembentukan Bumi dapat diketahuai dengan ilmu Geologi. Ilmu geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan. Melalui lapisan-lapisan bumi kiat dapat mengetahui tahapan-tahapan pembentukan bumi dan usia fosil/benda yang ditemukan yang trekubur di bumi. Zaman-zaman pembabakan/periodesasi bumi adalah sebagai berikut.
Zaman Prasejarah
Berdasarkan Geologi Masa Zaman Kala Umur
Neozoikum Kuarter Holosen/Alluvium + 60 juta tahun
Tersier Plestosen/Dilluvium
Mesozoikum Sekunder — + 140 juta tahun
Palaeozoikum Primer — + 340 juta tahun
Arkaikum — – + 2.500 juta tahun
Berikut penjelasanya:
1. Zaman Arkaikum
Zaman ini berlangsung kurang lebih 2.500 juta tahun yang lalu. Merupakan masa awal pembentukan bumi dari inti sampai kulit bumi. Pada zaman ini kulit bumi masih panas sehingga tidak ada kehidupan.
2. Zaman Palaeozoikum
Zaman ini berlangsung kira-kira 340 juta tahun yang lalu. Palaeozoikum artinya adalah zaman bumi purba; maksudnya masa ketika pada permukaan bumi mulai terbentuk hidrosfer dan atmosfer. Saat itu sudah mulai ada tanda-tanda kehidupan dengan munculnya organisme bersel tunggal yang kemudian berkembang menjadi organisme yang yang lebih kompleks. zaman ini disebut juga dengan zaman primer karena untuk pertama kali adanya kehidupan di bumi. Makhluk hidup pada masa ini adalah jenis Molusca, Invertabrata, landak laut, lili laut, dan lain-lain. Kemudian makhluk-makhluk laut ini mulai berkembang dan hidup di darat berupa amphibi tertua, berkembang lagi menjadi reptil dan terakhir adalah hewan darat. Tumbuhan yang ada pada zaman ini adalah tumbuhan paku.
3. Zaman Mesozoikum
Zaman ini berlangsung sekitar 140 juta tahun yang lalu. Pada zaman Mezoloikum ini bumi mengalami perkembangan yang sangat cepat dengan ditandai munculnya hewan-hewan bertubuh besar, seperti reptilia pemakan daging. Pada masa ini jenis reptilia meningkat jumlahnya, dinosaurus (reptil daratan), ichtiyosaurus (reptil laut), dan pterosaurus (reptil bersayap). Kehidupan pada zaman Mesozoikum ini dapat dibagi menjadi zaman Tiras (masa ini terdapat kehidupan ikan, amphibi, dan reptil Jura masa ini terdapat reptil dan sebangsa katak) Calcium (masa ini terdapat burung-burung pertama dan tumbuhan berbunga).
4. Zaman Neozoikum
Zaman ini berlangsung sekitar 60 juta tahun yang lalu. Neozoikum atau kainozoikum artinya zaman baru. Zaman ini ditandai dengan kondisi dan atmosfer bumi yang membaik dan tidak ekstrim. Zaman ini dibagi lagi menjadi dua era, yakni:
a. Zaman Tersier (ketiga)
Pada zaman ini binatang raksasa mulai berkurang digantikan dengan binatang menyusui (mamalia) sejenis primata, lebih besar daripada gorilla yang disebut Gigantrhopus (Kera Manusia Raksasa). Gigantrhopus hidup berkelompok sehingga mereka bisa berkembang biak dan menyebar dari Afrika ke Asia Selatan dan Asia Tenggara. Selain Gigantrhopus, juga hidup mahkluk lain yang disebut Austalopithecus (Kera Manusia dari Selatan) yang ditemukan di Afrika Selatan dan Afrika Timur, sedangkan di Kalimantan Barat dari kala Eosen akhir ditemukan fosil hewan vertebrata, yaitu Anthracotherium dan Choeromous (sebangsa babi hutan) yang juga ditemukan di Asia. Penemuan fosil ini membuktikan bahwa zaman Eosen akhir, Kalimantan Barat bergabung dengan daratan Asia.
Selain itu juga muncul burung berukuran besar. Di laut muncul ikan dan moluska yang mirip dengan ikan dan moluska saat ini. Tumbuhan berevolusi menghasilak banyak variasi bunga, buah, pohon dan semak belukar. Zaman ini terbagi menjadi beberapa kala, yaitu kala Palaeosen, kala Eosen, kala Oligosen, kala Miosen, dan kala Pliosen.
b. Zaman Kuarter
Zaman ini diperkirakan berlangsung pada 600 ribu tahun yang lalu. pada masa inilah muncul kehidupan manusia praaksara/purba. Zaman ini terbagi menjadi dua kala, yaitu sebagai berikut.
a) Kala Dilluvium/Plestosen
Kala Plestosen dimulai sekitar 600.000 tahun yang lalu, pada kala ini terjadi zaman es (zaman glasial). Sebagian besar Eropa, Asia dan Amerika bagian utara ditutupi oleh es. Permukaan air laut turun disertai naiknya di beberapa tempat karena pergeseran bumi, Indonesia menjadi kering, sehingga muncul Sunda Plat dan Sahul Plat. Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Malaysia Barat bergabung menjadi satu benua dengan benua Asia. Kalimantan Utara bergabung dengan Filipina dan Taiwan (Formusa) terus ke benua Asia. Begitu juga Sulawesi mulai Minahasa, Pulau Sangir bergabung ke Filipina.
Binatang yang dapat bertahan hidup adalah mammoth. Hewan yang berbulu tipis pindah ke daerah tropis. Perpindahan binatang dari Asia Daratan ke Pulau Jawa, Sulawesi dan Filipina ada yang melalui Jalan Barat, yakni melalui Malaysia ke Jawa. Ada juga yang melalui Jalan Timur, yakni Formusa, Filipina ke Sulawesi. Garis Wallace adalah garis daratan selat Makasar dan Lombok yang merupakan batas antara dua jalan penyebaran binatang tersebut. .Pada masa ini mulai muncul manusia purba. Manusia purba yang hidup adalah Sinathropus pekinnensis dan Pithecanthropus erectus. Keadaan alam kala ini masih liar dan lebih karena silih bergantinya dua zaman, yaitu zaman Glasial dan zaman Interglasial.
Zaman Interglasial adalah zaman di antara dua zaman Es. Temperatur naik sehingga lapisan es di kutub utara mencair, akibatnya permukaan air laut naik dan terjadi banjir besar-besaran di berbagai tempat. Hal ini menyebabkan banyak daratan terpisah-pisah oleh lautan dan selat.
b) Kala Alluvium/Holosen
Kala ini muncul sekitar 200 ribu tahun yang lalu. Pada masa ini manusia purba yang hidup adalah Homo Sapiens atau manusia cerdas. Pada masa ini suhu bumi bertambah hangat sehingga membuat es mencair. Dulu diperkirakan wilayah Indonesia bagian barat menyatu dengan Benua Asia dan wilayah Indonesia bagian timur menyatu dengan Australia. Ketika es mencair permukaan laut naik mengakibatkan Indonesia terpisah dari Asia dan Australia, selain memisahkan daratan tersebut juga membuat Indonesia menjadi berpulau-pulau.
Wilayah yang dahulunya menyatu dengan Asia, sekarang tergenang air disebut Paparan Sunda. Wilayah yang menjadi Paparan Sunda meliputi Sumatra, Jawa, Kalimantan, Malaysia Barat bergabung dengan Filipina dan Formosa, Taiwan, terus Benua Asia. Begitu pula Sulawesi melalui Minahasa, Pulau Sangir terus ke Filipina. Antara Jawa Timur dan Sulawesi Selatan berhubungan melalui Nusa Tenggara. Adapun wilayah Indonesia yang menghubungkan dengan daratan Australia dan tergenang air disebut Paparan Sahul.
B. Periodesasasi dan Perkembangan Kehidupan Prasejarah di Indonesia
Kehidupan manusia masa lampau tidak terlepas dari tingkat peradabannya. Tingkat peradaban manusia membawa akibat kehidupannya terpecah menjadi dua babakan yang dikenal dengan istilah zaman pra aksara (sebelum ada tulisan/pra sejarah) dan zaman aksara (sudah ada tulisan/sejarah). Jadi, zaman pra aksara atau pra sejarah berarti zaman sebelum ada peninggalan tertulis. Dengan kata lain, suatu masa kehidupan manusia yang belum terdapat keterangan-keterangan yang berupa tulisan.
Indonesia memasuki zaman aksara (zaman sejarah) sekitar abad ke-5 Masehi. yaitu dengan ditemukannya tujuh buah prasasti yang berbentuk yupa di daerah Kutai, Kalimantan Timur. Pengaruh India sangat kental dalam penemuan yupa tersebut yaitu terdapatnya huruf Pallawa yang tertulis dalam yupa tersebut. Dari sinilah kemudian tradisi sejarah pada masyarakat Indonesia mulai terbentuk. Mereka mulai membuat catatan tertulis atau merekam pengalaman hidup masyarakatnya.
Berdasarkan hasil penelitian oleh para ahli, zaman pra sejarah dapat dibedakan atas beberapa kurun waktu sesuai dengan tingkat peradabannya (budayanya). Berikut pembagian zaman prasejarah beserta hasil kebudayaan menurut para ahli arkeologi.
Zaman prsejarah berdasarkam Arkeologi
Batu Tembaga (Indonesia tidak mengalami)
Perunggu
Besi
Logam Megalitikum (zaman batu besar)
Neollitikum (zaman batu baru)
Mesolitikum (zaman batu madya)
Palaaeolitikum (zaman Batu tua)
Berikut penjelasannya:
1. Zaman Batu
Zaman batu adalah suatu zaman di mana alat-alat penunjang kehidupan manusia sebagian besar terbuat dari batu, zaman batu terbagi lagi menjadi berikut ini.
a. Zaman Batu Tua (Palaeolitikum)
Zaman Palaeolitikum artinya zaman batu tua. Zaman ini ditandai dengan penggunaan perkakas yang bentuknya sangat sederhana sangat kasar dan primitif. Ciri-ciri kehidupan manusia pada zaman ini, yaitu hidup berkelompok; tinggal di sekitar aliran sungai, gua, atau di atas pohon; dan mengandalkan makanan dari alam dengan cara mengumpulkan (food gathering) serta berburu. Maka dari itu manusia purba selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain (nomaden).
Bukti-bukti zaman Palaeolitikum ditemukan di Pacitan dan Ngandong, sehingga dikenal dengan Kebudayaan Pacitan dan Kebudayaan Ngandong.
1). Kebudayaan Pacitan
Manusia Purba pendukung Kebudayaan Pacitan adalah Pithecantropus erectus. Alat-alat kebudayaan Pacitan ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun1935. Alat-alat tersebut antara lain adalah kapak perimbas (chooper) karena tidak memakai tangkai maka disebut dengan kapak genggam. Kapak genggam juga ditemukan di Sukabumi dan Ciamis (Jawa Barat), Parigi dan Gombong (Jawa Tengah), Bengkulu dan Lahat (Sumatra Selatan), Awangbangkal (Kalimantan Selatan), dan Cabenge (Sulawesi Selatan), Flores, dan Timor. Alat-alat lain yang merupakan kebudayaan Pacitan adalah kapak penetak, pahat genggam, dan Flakes.
Selain Kapak Genggam, juga dikenal jenis lain, yakni alat Serpih (flake). Alat Serpih ini digunakan untuk menguliti binatang buruan, mengiris daging dan memotong ubi-ubian (seperti pisau pada masa sekarang). Alat ini banyak ditemukan di Jawa, Sulawesi Selatan, Sumatra Selatan, dan Timor.
2). Kebudayaan Ngandong, Ngawi.
Manusia purba pendukung Kebudayan Ngandong adalah Homo Soloensis dan Homo Wajakensis. Kebudayaan Ngandong ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun 1941. Alat-alat kebudayaan ngandong banyak terbuat dari tulang dan ditemukan di Plestosen atas. Fungsi dari alat-alat tulang tersebut ada sebagai alat penusuk, penggalu umbi-umbian dan penombak ikan.
Di Ngandong juga ditemukan alat-alat kecil yang dinamakan “flakes”, yang terbuat dari batu indah, seperti chlcedon. Demikian pula di Cabange, Sulawesi Selatan banyak ditemukan flakes. Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa cara hidup manusia purba saat itu berpindah-pindah tergantung pada banyak atau tidaknya sumber makanan di daerah sekitarnya. Cara hidup tersebut adalah mengumpulkan makanan dari alam (food gathering).
b. Zaman Batu Madya (Mesolitikum)
Zaman Mezolitikum artinya zaman batu madya (mezo) atau pertengahan. Zaman ini disebut pula zaman ”mengumpulkan makanan (food gathering) tingkat lanjut”, yang dimulai pada akhir zaman es, sekitar 10.000 tahun yang lampau. Dikatakan food gathering tingkat lanjut karena ditemukan peninggalan sebagai berikut. Pendukung kebudayaan ini adalah ras Papua Melanesia.
a. Kjokkenmoddinger
Kyokkenmodinger bersal dari bahasa Denmark (kyokken = dapur, modding = sampah, jadi kyokkenmoddinger artinya sampah dapur). Sampah dapur tersebut dapat ditemukan di sepanjang pantai Sumatra Timur Laut, di antara Langsa (Aceh) – Medan; yaitu berupa bukit atau tumpukan kerang dan siput yang tinggi dan panjang yang telah menjadi fosil. Kyokkenmodinger berupa bukit kerang yang tingginya dan luasnya mencapai tujuh meter.
Di tempat yang sama ditemukan pula jenis kapak genggam (chooper) yang diberi nama pebble (kapak Sumatra), kapak pendek (hanche courte) dan batu penggiling makanan juga cat merah.
b. Abris sous roche
Abris sous roche ialah gua yang dipakai sebagai tempat tinggal manusia prasejarah. Gua-gua itu sebenarnya lebih menyerupai ceruk-ceruk di dalam batu karang yang cukup untuk memberi perlindungan terhadap hujan dan panas. Di dalam dasar gua-gua itu didapatkan banyak peninggalan kebudayaan, Penelitian pertama terhadap abris sous roche dilakukan oleh Dr. P.V. Stein Callencels (1928-1931) di Gua Lawa dekat Sampung-Ponorogo, Madiun-Jawa Timur. Di tempat tersebut ditemukan alat-alat kebudayaan dari zaman Paleolitikum sampai zaman logam, yang berupa flake, batu penggiling, ujung panah dari batu, kapak, alat dari tulang dan tanduk binatang, alat dari perunggu dan besi. Yang paling banyak ditemukan adalah alat-alat dari tulang dan tanduk binatang, sehingga dikenal dengan nama Sampung Bone Culture.
c. Zaman Batu Muda (Neolithikum)
Di Indonesia, zaman Neolitikum dimulai sekitar 1.500 SM. Cara hidup untuk memenuhi kebutuhannya telah mengalami perubahan pesat, dari cara food gathering menjadi food producing, yaitu dengan cara bercocok tanam dan memelihara ternak. Pada masa itu manusia sudah mulai menetap di rumah panggung untuk menghindari bahaya binatang buas. Hasil kebudayaan neolithikum diantaranya sebagai berikut.
1) Kapak Persegi
Diberi nama kapak persegi berdasarkan kepada penampang alat-alatnya, yang berupa persegi panjang atau juga berbentuk trapesium. Kapak persegi terbuat dari batu chalsedon/batu keras. Pemakaianya sudah menggunakan tangaki kayu. Daerah penemuan kapak persegi pada umumnya di Indonesia bagian barat, seperti di Lahat, Palembang, Bogor, Sukabumi, Kerawang, Tasikmalaya, dan Pacitan. Sebab, penyebaran kapak persegi dari daratan Asia ke Indonesia melalui jalur barat (Sumatra-Jawa-Bali-Nusa Tenggara-Sulawesi). Adapun pusat pembuatannya antara lain di Lahat, Palembang, Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, dan Pacitan.
2) Kapak Lonjong
Nama kapak lonjong di dasarkan atas penampang alangnya yang berbentuk lonjong, dan bentuk kapaknya bulat telur. Ujungnya yang runcing untuk tangkai dan ujung lainnya yang bulat diasah hingga tajam. Ada dua macam kapak lonjong, yaitu Walzenbeil (yang besar) yang banyak ditemukan di Irian sehingga sering dinamakan Neolitikum Papua, dan Kleinbeil (yang kecil) banyak ditemukan di kepulauan Tanimbar dan Seram.
Sampai abad ke-20, kapak lonjong masih digunakan di Irian Jaya terutama di daerah terpencil dan terasing. Di luar Indonesia kapak lonjong banyak ditemukan di Birma, Cina, dan Jepang, sehingga dapat diperkirakan penyebaran kapak lonjong melalui Indonesia Timur, yaitu daratan Asia-Jepang-Philipina-Minahasa-Irian Jaya .
3) Alat Serpih
Alat serpih dibuat dengan cara memukul bongkahan batu menjadi pecahan-pecahan kecil yang berbentuk segi tiga, trapesium, atau setengah bulat. Alat ini tidak dikerjakan lebih lanjut dan digunakan untuk alat pemotong, gurdi atau penusuk. Alat serpih ada yang dikerjakan lagi menjadi mata panah dan ujung tombak.
4) Gerabah
Di zaman bercocok tanam, manusia sudah dapat membuat benda-benda dari tanah liat yang dibakar yang disebut tembikar atau gerabah. Hanya pembuatannya sangat sederhana.
5) Perhiasan
Perhiasan di zaman bercocok tanam umumnya terbuat dari batu, tembikar dan kulit kerang. Di Indonesia, perhiasan banyak ditemukan di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Jenis perhiasan itu antara lain gelang, kalung, manik-manik dan anting-anting.
d. Zaman Batu Besar (Megalithikum)
Pada zaman ini manusia sudah mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme. Animisme merupakan kepercayaan terhadap roh nenek moyang (leluhur) yang mendiami benda-benda, seperti pohon, batu, sungai, gunung, senjata tajam. Sedangkan dinamisme adalah bentuk kepercayaan bahwa segala sesuatu memiliki kekuatan atau tenaga gaib yang dapat memengaruhi terhadap keberhasilan atau kegagalan dalam kehidupan manusia. Hingga sekarang masih bisa dijumpai adanya tradisi Megalithikum, misalnya di Pulau Nias (Sumatra), Sumba dan Flores (Nusa Tenggara), dan Toraja (Sulawesi Selatan).
Berikut adalah hasil kebudayaan zaman Megalithikum.
1) Menhir
Menhir adalah tugu besar yang terbuat dari batu inti yang masih kasar. Bangunan ini ditemukan di Sumatra Selatan, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan. Fungsinya sebagai tanda peringatan suatu peristiwa atau sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang. Karena itu menhir dipuja orang.
2) Dolmen
Dolmen adalah sebuah batu besar seperti meja, daun dan kakinya terbuat dari batu utuh yang dihaluskan. Bangunan ini ditemukan di Bondowoso (Jawa Timur). Fungsinya sebagai tempat me letakkan sajian untuk pemujaan roh nenek moyang. Jadi dianggap sebagai tempat pemujaan. Kecuali sebagai meja untuk meletakkan sesaji, ada juga dolmen yang dipergunakan sebagai peti mayat. Bangunan ini oleh penduduk disebut: “makam Cina”. Pada temuan dolmen ini terdapat tulang-tulang manusia. Kecuali itu, juga ditemukan benda-benda lain seperti periuk, gigi binatang, porselin dan pahat dari besi. Benda-benda itu dianggap sebagai bekal bagi yang meninggal di dunia baru.
3) Sarkofagus
Sarkofagus adalah batu yang dibentuk seperti lesung, tetapi agak bulat, terdiri dari wadah dan tutup. Benda ini banyak ditemukan di Bali. Fungsinya sebagai kuburan atau peti mayat. Di dalamnya ditemukan tulang-tulang manusia bersama bekal kuburnya. Bekal kubur ini berupa periuk-periuk, beliung persegi dan perhiasan dan juga benda-benda perunggu dan besi
4) Peti kubur batu
Peti kubur batu adalah bangunan berupa peti batu dengan empa buah papan batu atau lebih seperti peti mati sekarang. Benda ini ditemukan di Sumatra dan Kuningan, Jawa Barat. Fungsinya untuk mengubur mayat. Hanya bentuknya berbeda dengan dolmen dan Sarkofagus. Dolmen dan Sarkofagus dibuat dari batu utuh yang kemudian dibuat peti. Sedangkan kubur batu dibuat dari lempengan batu, yang disusun menjadi peti.
5) Punden Berundak
Punden berundak adalah bangunan pemujaan yang tersusun bertingkat-tingkat. Fungsinya sebagai pemujaan roh nenek moyang. Bangunan ini merupaka prototype (bentuk pendahuluan) dari candi. Punden Berundak antara lain ditemukan di Lebak Sibedug daerah Banten Selatan.
2. Zaman Logam
Disebut zaman logam karena alat-alat penunjang kehidupan manusia sebagian besar terbuat dari logam. Meskipun sudah menggunakan logam tetapi alat-alat dari batu masih tetap digunakan. Zaman logam terbagi menjadi Zaman Tembaga, Zaman Perunggu, dan Zaman Besi. Zaman logam di Indonesia adalah zaman perunggu karena alat yang terbuat kebanyakan dari perunggu. Hasil-hasil kebudayaan perunggu adalah sebagi berikut.
a. Kapak corong
Kapak corong adalah kapak perunggu yang bagian atasnya berlubang berbentuk corong yang dipergunakan untuk memasukkan tangkai kayu. Kapak ini banyak ditemukan di Sumatra Selatan, Jawa, Bali, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Pulau Selayar, dan Papua. Kapak corong digunakan sebagai alat upacara dan alat kebesaran.
b. Nekara
Nekara adalah gendering besar yang terbuat dari perunggu. Nekara banyak ditemukan di Sumatra, Jawa, Bali, Pulau Sangean, Sumbawa, Roti, Selayar dan kepulauan Kei. Fungsi nekara adalah sebagai alat upacara.
c. Bejana Perunggu
Bejana ditemukan di tepi Danau Kerinci dan di Madura bentuknya seperti periuk, tetapi langsung dan gepeng. Keduanya mempunyai hiasan yang serupa dan sangat indah berupa gambar-gambar geometri dan pilin-pilin yang mirif huruf J. Pada Bejana di Madura dihiasi dengan gambar burung merak dan rusa dalam kotak-kotak segitiga.
d. Arca Perunggu
Arca Perunggu yang ditemukan berupa arca yang menggambarkan orang yang sedang menari, berdiri, naik kuda, dan ada yang sedang memegang panah. Ada juga yang menggambarkan binatang antara kuda dan kerbau, tetapi semua arca bentuknya kecil-kecil, yaitu berukuran 5 – 15 cm. Arca tersebut ditemukan di Bangkinang (Riau), Lumajang, Bogor, dan Palembang.
e. Perhiasan Perunggu
Selain Kapak Corong dan Nekara banyak pula benda-benda lainnya dari zaman perunggu yang didapatkan, sebagian besar berupa barang-barang perhiasan, seperti gelang, binggel (gelang kaki), anting-anting, kalung, dan cincin. Benda-benda itu ditemukan di Bogor, Bali, dan Malang. Banyak perhiasan yang ditemukan sebagai bekal kubur.
Uji Pemahaman Materi
Tugas Rumah
Kerjakan tugas dibawah ini dirumah!
1. Carilah bahan-bahan tentang benda peninggalan perbukala berbahan batu dari buku, majalah, dan Internet!
2. Buatlah kliping berisi gambar, dan beri keterangannya seperti nama, jeis dan fungsinya!
3. Kumpulkan pada gurumu untuk mendapat penilaian!
4. Kliping yang mendapat nilai terbaik akan dipresentasikan di depan kelas!
C. Jenis Manusia Purba di Indonesia
Adanya manusia Purba di Indonesia dapat dibuktikan dengan adanya fosil-fosil yang ditemukan di wilayah Indonesia. Fosil-fosil tersebut ditemukan oleh ahli-ahli dari dari Eropa, antara lain adalah Eugene Dubois, Von Koenigswald, Ter Hard dan oppenoorth dan F. Weidenrech. Dari hasil temuan dapat dibuatkan bagan dari manusia purba yang pernah ada di Indonesia, yakni sebagai berikut.
Masa Jenis
Holosen Homo Sapiens
Pleistosen Atas (Lapisan Ngandong) Homo Soloensis
Homo Wajakensis
Pleistosen Tengah (Lapisan Trinil) Pithecanthropus Erectus
Pleistosen Bawah (Lapisan Jetis) Pithecanthropus Robustus
Pithecanthropus Mojokertoensis
Meganthropus Palaeo Javanicus
Berikut adalah manusia-manusia Purba yang ada di Indonesia.
1. Pithecanthropus (manusia kera)
Pithecanthropus artinya manusia kera. Fosil ini pertama kali ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1891 berupa rahang gigi dan sebagian tulang tengkorak. Pithecantropus masih hidup berburu dan mengumpulkan makanan. Mereka belum dapat memasak, jadi makanan dimakan tanpa terlebih dahulu dimasak. Mereka tinggal di tempat-tempat terbuka dan selalu hidup berkelompok.Berikut merupakan ciri-ciri dari Pithecanthropus.
a. Memiliki rahang bawah yang kuat.
b. Memiliki tulang pipi yang tebal.
c. Keningnya menonjol.
d. Tulang belakang menonjol dan tajam.
e. Tidak berdagu.
f. Perawakannya tegap, mempunyai tempat perlekatan otot tengkuk yang besar dan kuat.
g. Memakan jenis tumbuhan.
Fosil Pithecanthropus adalah jenis manusia purba yang sering ditemukan di Indonesia, Pitecanthropus terbagi dalam beberapa jenis, antara lain sebagai berikut.
a. Pithecanthropus Erectus (manusia kera berjalan tegak)
Fosil ini ditemukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1891 di daerah Trinil, Ngawi, Jawa Timur pada lapisan Plestosen tengah. Jenis manusia ini manusia ini mempunyai isi atau volume otak 900 cc. Duduk kepalanya di atas leher, tulang keningnya menonjol ke muka, bagian hidung bergandeng menjadi satu. Ciri-ciri lainnya, tulang dahinya lurus ke belakang, tulang kakinya sudah cukup besar, gerahamnya masih besar.Tinggi berkisar antara 165 – 170 cm dan berat badannya sekitar 100 kg. Menurut hasil diperkirakan manusia jenis ini adalah manusia purba yang pertama kali mengenal api.
b. Pithecanthropus Mojokertoensis (manusia kera dari Mojokerto)
Fosil ini ditemukan Von Koenigswald pada tahun 1936 di Mojokerto, pada lapisan Plestosen bawah. Ciri-ciri fosil ini adalah berbadan tegak, muka menonjol kedepan, kening tebal, dan memiliki tulang pipi yang kuat.
c. Pithecanthropus Robustus (manusia kera yang kuat)
Pada tahun 1939, Von Konigswald kembali menemukan fosil di Trinil, Ngawi, Jawa Timur pada lapisan Plestosen bawah. Fosil ini mirip dengan yang ditemukan di Mojokerto tetapi ukuran badanya lebih besar dan kuat. Selain di Mojokerto Fosil ini juga ditemukan di Sangiran.
d. Pithecanthropus Soloensis (manusia kera dari solo)
Pada tahun 1967, Teuku Jacob menemukan fosil di lembah Bengawan Solo didaerah Sambung Macan dan Sangiran, Sragen, Jawa Tengah.
2. Meganthropus Palaeojavanicus (manusia raksasa tertua dari Jawa)
Pada tahun 1941 Von Koenigswald melakukan penelitian di Sangiran, Sragen, Jawa Tengah. Dia menemukan fosil manusia purba di lapisan Plestosen Bawah (tertua). Fosil tersebut memiliki ukuran yang besar dan tertua karena ditemukan pada lapisan Plestosen Bawah, sehingga diberi nama Meganthropus Palaeojavanicus. Ciri-ciri dari manusia purba Meganthropus Palaeojavanicus adalah sebagai berikut.
a. memiliki tulang pipi yang tebal,
b. memiliki otot rahang yang kuat,
c. tidak memiliki dagu,
d. memiliki tonjolan belakang yang tajam,
e. memiliki tulang kening yang menonjol,
f. memiliki perawakan yang tegap,
g. memakan tumbuh-tumbuhan, dan
h. hidup berkelompok dan berpindah-pindah
3. Homo (manusia)
Homo artinya manusia, merupakan jenis manusia purba yang mendekati manusia sekarang ini, jenis ini merupakan yang paling maju dibandingkan yang lain. Ciri dari manusia ini adalah sebagai berikut.
a. berat badan kira-kira 30 sampai 150 kg,
b. volume otaknya lebih dari 1.350 cc,
c. alatnya dari batu dan tulang,
d. berjalan tegak,
e. muka dan hidung lebar, dan
f. mulut masih menonjol.
g. tinggi tubuh bervariasi antara 130-150 cm.
Di Indonesia cukup banyal ditemukan fosil manusia purba jenis Homo. Jenis homo terbagi menjadi beberapa jenis, pembagiannya adalah sebagai berikut.
a. Homo Wajakensis (manusia dari Wajak)
Jenis ini ditemukan di Wajak, Tulungagung pada tahun 1889, oleh Dr. Eugene Dubois yang kemudian disebut Homo wajakensis. Lapisan asalnya adalah Pleistosen Atas, termasuk ras Australoid dan bernenek moyang Homo soloensis serta menurunkan penduduk asli Australia.
b. Homo Soloensis (manusia dari Solo)
Fosil Homo soloensis oleh ahli geologi Belanda, C. Ter Haar, bersama Ir. Oppenoorth tahun 1931 – 1932. pada lapisan Pleistosen Atas di Ngandong (Ngawi Jawa Timur). Kemudian diselidiki oleh Von Koenigswald dan Weidenreich. Berdasarkan keadaannya jenis ini bukan lagi kera, tetapi sudah manusia.
c. Homo Sapiens (manusia cerdas)
Homo sapiens berasal dari zaman Holosen atau Alluvium yang hidup kurang lebih 20.000 tahun yang lalu, bentuk tubuhnya sudah menyerupai manusia sekarang. Mereka sudah menggunakan akal dan memiliki sifat seperti yang dimiliki manusia sekarang. Kehidupan Homo sapiens sederhana dan mereka masih mengembara. Mereka sudah pandai memasak, menguliti binatang dan membakarnya. Adapun ciri-cirinya adalah
1) volume otaknya antara 1.000 cc – 1.200 cc;
2) tinggi badan antara 130 – 210 m;
3) otot tengkuk mengalami penyusutan;
4) alat kunyah dan gigi mengalami penyusutan;
5) muka tidak menonjol ke depan;
6) berdiri dan berjalan tegak,
7) berdagu dan tulang rahangnya biasa, tidak sangat kuat.
Jenis Homo sapiens diyakini menurunkan manusia sekarang ini, yang terbagi mejadi lima subspecies sebagai berikut.
1. Ras Mongoloid
Ras ini memliki cirri-ciri berkulit kuning dan berhidung pesek. Ras ini menyebar ke Asia Tenggara, Asia Timur dan sebagian Asia Selatan.
2. Ras Kaukasoid
Ras ini memiliki ciri-ciri fisik kulit putih, hidung mancung dan tubuh jangkung. Ras ini menyebar di daratan Eropa dan Timur Tengah.
3. Ras Negroid
Ras ini memiliki ciri-ciri fisik berkulit hitam, berbibir tebal, rambut keriting. Ras ini menyebar di wilayah Afrika, Australia dan Asia.
4. Ras Austro Melanesoid
Jenis ras yang saat ini menjadi penduduk di Kepulauan Pasifik dan pulau diantara Australia dan Asia.
5. Ras Kaosanoid
Merupakan ras berkulit merah yang saat ini menjadi penduduk asli Amerika (suku Indian).
UJi Pemahaman Materi
Tugas Mandiri
Kerjakan tugas berikut ini!
1. Kerjakan di buku tugas!
2. Buatlah tebel yang berisikan perbedaan manusia purba tipe Pithecanthropus dan manusia purba tipe Homo!
3. Kumpulkan pada guru untuk mendapatkan penilaian!
D. Perkembangan kehidupan Masyarakat dari Berburu hingga Masyarakat Pertanian Indonesia
1. Kehidupan Berburu dan Meramu
Masa ini disebut juga dengan masa food gathering (mencari dan mengumpulkan makanan) dan sistem kehidupanya nomaden (berpindah-pindah). Kehidupan masyarakat pada masa ini adalah dengan memakan makanan yang disediakan oleh alam, dengan cara berburu, mengumpulkan dan meramu makanan dari alam. Masyarakat hidup dalam kelompok kecil untuk mengahadapi tantangan dan ancaman.
Masyarakat pada masa ini memilih tempat tinggal yang dekat dengan sumber air dan makanan, misalnya goa-goa di dekat sungai, pantai atau danau, tempat tersebut bersifat semi sedenter (sementara). Di sungai, danau dan pantai merupakan tempat yang terdapat ikan, selain itu juga ada binatang-binatang yang mencari minum dan berendam. Karena dekat dengan air pasti tumbuhan akan tumbuh dengan baik sehingga menyediakan banyak buah. Setelah dirasa daerah tersebut mulai menipis persediaan makananya mereka akan berpindah dan mencari tempat yang memiliki sumber makanan yang banyak.
Sisa-Kehidupan Awal Masyarakat di Indonesia pada masa ini adalah kyokkemoddinger (sampah dapur) dan abris sous roche (gua sebagai tempat tinggal). Alat-alat kehidupan mereka pun makin berkembang, seperti chooper (kapak perimbas = pebble = kapak Sumatra), chopping tool (kapak penetak), anak panah, flake, alat-alat dari tulang dan tanduk rusa, dan sebagainya. Masa ini termasuk kedalam zaman Mesolithikum.
Kehidupan pada masyarakat berburu dan meramu memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini.
a. Manusia hidup berkelompok dan tempat tinggal mereka berpindah-pindah dari tempat yang satu ke tempat yang lain (nomaden) seiring dengan usaha memenuhi kebutuhan hidupnya.
b. Mereka belum mengenal bercocok tanam.
c. Kebutuhan makan mereka tergantung pada alam, sehingga cara mereka mencari makan disebut dengan nama food gathering (mengumpulkan makanan) dan berburu.
d. Alat-alat kebutuhan mereka dibuat dari batu yang belum dihaluskan (masih sangat kasar).
2. Masa Peralihan
Masa peralihan diperkirakan terjadi pada zaman Batu Tengah (Mezolithikum). Pendukung masa ini adalah jenis Homo sapiens dari ras Papua Melanesoid. Di masa ini manusia purba mulai menerapkan sistem bercocok tanam, tetapi masih bergantung pada iklim, kesuburan tanah, dan persediaan makanan, dnegan kata lain mereka menerapkan sistem ladang berpindah. Mereka masih menerapkan pola hidup berburu, menangkap ikan, dan mengumpulkan makanan. Manusia purba mulai mengenal api untuk memasak, penerangan, penghangat dan menghalau binatang. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya Kjokkenmodinger dan abris sous roche.
3. Hidup Menetap dan Bercocok Tanam
Masa ini disebut dengan food producing, kehidupan masyarakat menetap, bertani, beternak dan memproduksi barang. Hidup menetap dan bercocok tanam terjadi pada masa Neolithikum. Hasil panenan tidak dapat disimpan lama, karena belum mengenal teknologi pengawetan makanan.
Karena hidup menetap masyarakat telah menghasilkan alat-alat yang lebih halus dan baik untuk mempermudah dalam melakukan pekerjaannya. Hasil budayanya yang berupa alat-alat kehidupan sehari-hari seperti kapak persegi, beliung persegi, tarah, dan anak panah serta perhiasan telah dibuat dan diasah dengan halus dan bentuknya seperti yang ada sekarang. Kapak persegi antara lain untuk memotong daging binatang hasil buruannya, menebang pohon dan membuat perahu. Beliung persegi atau cangkul berfungsi untuk mengerjakan ladang atau sawah, sedangkan tarah atau pahat untuk mengukir/memahat kayu. Anak panah untuk memanah binatang buruan. Sedangkan perhiasan yang dibuat dari masa menetap dan bercocok tanam ini umumnya terbuat dari batu, tembikar dan kulit kerang. Bahkan telah mengenal pakaian yang terbuat dari kulit kayu atau kerang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa selain membuat peralatan dan perhiasan, manusia dari zaman hidup menetap dan bercocok tanam ini telah mengenal pakaian.
Kehidupan menetap tentu telah mengembangkan sistem kelompok sosial. Sebuah kelompok membutuhkan pemimpin, pemimpin pada masa ini ditetapkan dengan memilih seseorang yang dianggap mempunyai kelebihan dari yang lainya. pemimpin ini akan mengatur anggotanya dan dan menjamin ditaatinya tata tertib. Dan kemudian lahirlah desa-desa sederhana yang berbasis ekonomi pertanian. Budaya gotong royong ditekankan dalam pekerjaan-pekerjaan besar yang memerlukan tenaga yang banyak, seperti membuat rumag, membuka lading, dan membuat bangunan pemujaan.
Kehidupan masyarakat bercocok tanam dan menetap memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini.
a. Kehidupan mereka sudah mempunyai tempat tinggal yang menetap secara mantap.
b. Mereka sudah mengenal bercocok tanam secara baik.
c. Mereka sudah mampu mengolah bahan makanan sendiri sesuai dengan kebutuhan mereka atau disebut dengan menghasilkan makanan (food producing). Mereka disamping berburu dan menangkap ikan juga telah memelihara binatang-binatang jinak, seperti anjing, babi, dan kerbau. Binatang-binatang tersebut bukan saja dipelihara untuk keperluan konsumsi tetapi juga untuk dapat dipakai sebagai binatang korban.
d. Alat-alat yang dibuat dari batu lebih halus dan macamnya lebih banyak, seperti kapak, tombak, panah dan lain-lain. Bahkan mereka telah berhasil membuat perhiasan dari gelang-gelang dan biji-biji kalung dari batu.
e. Peradaban mereka sudah lebih maju dan membuat alat-alat rumah tangga yang lebih baik serta telah mengenal seni.
4. Masa Perundagian
Masyarakat pada masa bermukim dan bercocok tanam semakin berkembang,dan mengenal logam. Pembuatan peralatanpun semakin lebih baik, sehingga berkembanglah masa perundagian (pertukangan). Tempat untuk mengolah logam dikenal dengan nama perundagian, dan orang yang ahli mengerjakannya dikenal dengan sebutan undagi (tukang). Itulah sebabnya zaman perundagian biasa disebut juga zaman kemahiran teknologi.Dalam masa perundagian, masyarakat mulai mahir dalam mengolah logam. Berbagai jenis alat dibuat dari logam, seperti kapak perunggu, bejana perunggu, arca perunggu, perhiasan perunggu, nekara perunggu, bejana perunggu, arca perunggu, dan barang-barnag dari besi.
Ciri kehidupan masyarakat pada zaman Perundagian, antara lain sebagai berikut.
a. Masyarakat telah mengenal kemahiran membuat logam.
b. Berbagai jenis peralatan dibuat dari logam, seperti kapak perunggu, nekara, bejana perunggu, arca perunggu, perhiasan perunggu, dan barang-barang dari besi.
c. Muncul kelompok masyarakat yang telah mempunyai keahlian tertentu (tukang atau undagi).
d. Masyarakat telah hidup menetap dengan hidup dari hasil pertanian dan beternak.
Adapun cara pembuatan alat-alat dari logam ada dua teknik, yaitu :
a. Teknik bivolve, yaitu cetakan yang terdiri dari dua bagian, kemudian diikat dan ke dalam rongga dalam cetakan itu dituangkan perunggu cair. Cetakan tersebut kemudian dilepas dan jadilah barang yang dicetak.
b. Teknik a cire perdue (membuat model benda dari lilin). Benda yang akan dicetak dibuat dari lilin atau sejenisnya, kemudian dibungkus dengan tanah liat yang diberi lubang. Setelah itu dibakar, maka lilin akan meleleh. Rongga bekas lilin tersebut diisi dengan cairan perunggu; sesudah dingin perunggu membeku dan tanah liat dibuang maka jadilah barang yang dicetak.
Seiring dengan perkembangan kehidupan tentu masyarakat Indonesia pada masa prasejarah memiliki sistem kepercayaan. Berikut ini adalah sistem kepercayaan masyarakat Indonesia pada masa parsejarah.
a. Animisme
Animisme adalah kepercayaan bahwa setiap benda, baik mati maupun hidup memiliki roh atau jiwa. Roh atau jiwa pada manusia dapat berpindah-pindah. Roh dapat berbuat baik tetapi juga dapat berbuat jahat. Agar tidak berbuat jahat roh harus dipuja dan diberi sesaji. Jika manusia mati maka rohnya akan meninggalkan jasadnya yang diberi nama arwah. Arwah akan tinggal di dunia arwah dan benda dan tempat-tampat yang disenaginya. Bagi arwah orang terkemuka, seperti kepala suku dan dukun akan dianggap suci. Maka munculah pemujaan terhadap roh nenek moyang. Kepercayaan yang memuja roh nenek moyang ini masih dilakukan hingga sekarang, misalnya adalah tradisi masyarakat Megalithikum di pulau Nias.
b. Dinamisme
Dinamisme adalah kepercayaan pada benda-benda yang memiliki kekuatan gaib. Misalnya pohon besar, batus besar, gunung dan senjata. Maka mereka memuja benda-benda tersebut agar mendapat kekuatan. Kepercayaan ini terus berkembang hingga saat ini, misalnya benda pusaka seperti keris dan tombak yang dipandang memiliki kekuatan gaib dapat menghancurkan musuh-musuh, mendatangkan ketentraman, dan meminta tumbal. Bahkan bila bulan Suro (kalender Jawa) pusaka-pusaka tersebut dimandikan/ dibersihkan dengan ritual tertentu.
c. Totemisme
Kepercayaan ini mempercayai bahwa binatang-binatang mempunyai roh. Sehingga masyarakat purba menganggap binatang tertentu mepunyai kekuatan gaib. Hal tersebut terjadi karena binatang tertentu mempunyai kekuatan/kelebihan dibandingkan dnegan manusia, sehingga ada perasaan takut dan menghargai binatang-bintaang tersebut. binatang tersebut antara lain adalah harimau, gajah, buaya, ular dan lain-lain.
Menurut Dr. Brandes, sebelum kedatangan pegaruh Hindu-Buddha, telah terdapat sepuluh kemampuan asli masyarakat Indonesia. Kemampuan tersebut adalah sebagai berikut.
a. Kemampuan Berlayar
Pembawa kebudayaan Neolitikum masuk ke Indonesia ialah ras bangsa Austronesia yang menjadi nenek moyang bangsa Indonesia. Mereka datang ke Indonesia dengan menggunakan perahu bercadik. Kemampuan berlayar disertai dengan pengetahuan astronomi, yakni pengetahuan tentang perbintangan. Satu ciri perahu bangsa Indonesia adalah penggunaan cadik, yaitu alat dari bambu dan kayu yang dipasang di kanan kiri perahu agar tidak mudah oleng.
b. Mengenal Astronomi
Penegtauhan astronomi diperlukan dalam pelayaran pada malam hari. Mereka menggunakan rasi intang pari atau bintang gubug penceng. Selain itu juga merka menggunakan astronomi untuk mengetahui datangnya musim bagi pertanian.
c. Kepandaian Bersawah
Sejak memasuki masa menetap dan bercocok tanam (food producing). Masa awal dilakukan dengan lading berpindah, kemudian untuk meningkatkan hasil meraka mengupayakan sawah untuk menanam padi. Sistem sawah menuntut pengaturan air yang baik (irigasi), hal terseut sudah dilakukan dengan membuat saluran.
d. Mengatur Masyarakat
Dengan kehidupan berkelompok yang sudah menetap, maka perlu diadakan aturan masyarakat. Dari desa-desa kuno di Indonesia dapat diketahui bahwa salah satu aturan yang dikenal adalah adanya kehidupan
yang demokratis. Seseorang yang dianggap mempunyai kemampuan lebih (primus interpares) dan dapat melindungi masyarakat terhadap gangguan baik dari dalam maupun dari luar serta dapat mengatur masyarakat dengan baik; dipilih menjadi pemimpin. Apabila pemimpin meninggal, maka makamnya dipuja oleh penduduk daerah tersebut.
e. Aktivitas Perdagangan
Perdagangan dilakukan dengan sistem barter, hal tersebut terjadi karena setiap wlayah/orang bisa memproduksi/menanam satu hal, dan tidak bisa mengupayakan yang lainnya. Karena saling membutuhkan maka terjadi barter.
f. Kesenian Wayang
Kesenian wayang merupakan kesenian yang berpangkal dari pemujaan roh nenek moyang. Boneka dari berbagai bahan dimainkan yang merupakan perwujudan dari nenek moyang di malam hari. Roh nenek moyang yang masuk kedalam dalang menyuarakan suara nenek moyang yang berisi nasehat kepada anak cucu. Wayang berasal dari kata “ayang-ayang” yang dalam bahasa Indonesia berarti baying-bayang. Setelah pengaruh Hindu masuk, nasihat tersebut digantikan dengan Mahabharata dan Ramayana.
g. Kesenian Batik
Batik merupakan kerajinan membuat gambar pada kain dengan alat yang disebut canting. Lilin yang dicairkan disendok dengan canting dan melalui ujung canting itu keluarlah lilin yang dititik-titikkan pada kain. Dari titik-titik itu diperoleh gambaran pada kain. Bagian kain yang tidak diberi lilin akan menjadi merah bila kain itu dicelupkan ke dalam air soga. Kemudian ada bagian yang dihilangkan dan akan menjadi biru bila kain itu direndam dalam air nila. Akhirnya bila kain itu dimasukkan dalam air panas maka sisa lilin akan larut, sehingga diperoleh warna putih, biru dan merah. Untuk mempercepat gambaran pada kain digunakan cap sebagai alat.
h. Seni Gamelan
Gamelan digunakan untuk melengkapi pertunjukan wayang. Gamelan terdiri dari berbagai alat musik, seperti gong, bonang, kendang, saron dan demung. Alat-alat tersebut memiliki bunyi yang berbeda-beda yang saling melengkapi sehingga menimbulkan suara yang indah.
i. Sistem Macapat
Macapat artinya tata cara didasarkan pada jumlah empat. Pusat pemerintahan terletak di tengah wilayah. Di pusat tersebut terdapat alun-alun, di empat penjuru alun-alun terdapat bangunan penting.
j. Membuat Kerajinan
Adanya waktu luang saat menunggu hasil panen, ada upaya untuk membuat kerajinan tangan, misalnya gerabah, manik-manik, pakaian dari kulit kayu/kerang, anyaman dan perhiasan. Bahkan pada zaman logam usaha kerajinan perundagian makin berkembang.
Sekilas Info:
Sangiran adalah suatu daerah di Sragen yang wilayahnya merupakan tanah kapur. Di situ banyak sekali ditemukan Fosil-fosil, baik berupa manusia purba, binatang dan kerang. Di daerah tersebut dibangun museum khusus tentang zaman prasejarah (purba) yang bernama museum Sangiran. UNESCO telah menjadikan Sangiran sebagai warisan budaya dunia.
Uji Pemahaman Materi
Tugas Kelompok!
Diskusikan dengan teman sebangku anda!
1. Coba jelaskan bagaimana teknik pembuatan alat-alat dari logam pada masa prasejarah!
2. Bagaimanakah kepercayaan masyarakat sebelum kedatangan agama Hindu?Jelaskan!
3. Uraikan secara singkat sesuai dengan pemahamanmu tentang kehidupan pada masa berburru dan meramu!
Kata-Kata Penting
Animisme : pemujaan terhadap roh nenek moyang
Dinamisme : pemujaan terhadap benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib
Flake : alat-alat yang terbuat dari batu atau tulang
Food gathering : hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan
Food producing : hidup dengan cara mengolah makanan sendiri (menanam, memasak, berternak dan sebagainya)
Kyokkenmoddinger : sampah dapur
Periodisasi : pembagian waktu, pembagian waktu menjadi beberapa periode atau zaman
Peble : kapak Sumatra yang merupakan hasil kebudayan Bacson Hoabinh dari Asia Tenggara
Primus Interpares : seseorang yang dianggap mempunyai kemampuan yang lebih dari yang lain
temurun
Undagi : tukang, seseorang yang memiliki keahlian khusus untuk mengerjakan alat-alat dari logam
Totemisme : kepercayaan atau pemujaan terhadap binatang yang diaggap mempunyai kekuatan gaib
Uji Kompetensi Siswa
A. Pilihan Ganda
1. Berikut merupakan zaman dimana makhluk yang hidup dibumi berupa reptile, mikroorganisame dan binatang yang tidak bertulang belakang adalah ….
a. Arkaekum
b. Palaeozoikum
c. Mesozoikum
d. Neozoikum
e. Alluvium
Jawab. b
2. Masa Holosen terjadi sekitar …. tahun yang lalu
a. 600.000
b. 20.000
c. 25.000
d. 30.000
e. 32.000
Jawab: e
3. Perbedaan antara zaman prasejarah dengan zaman prsejarah terletak pada ….
a. peninggalan alat-alat
b. peninggalan perkakas
c. peninggalan tulisan
d. cara hidup
e. fosil yang ditemukan
Jawab: c
4. Sampah dapur yang menggunung yang merupakan hasil peninggalan manusia di sepanjang pantai timur Sumatra disebut dengan ….
a. flakes
b. abris sous roche
c. kjokkenmoddinger
d. candrasa
e. pebble
Jawab: c
5. Sisa kehidupan baik berupa tulang belulang manusia dan hewan atau sisa tumbuhan yang telah menjadi batu karena berumur ribuan tahun disebut dengan ….
a. fosil
b. artefak
c. benda peninggalan sejarah
d. situs
e. gerabah
Jawab: a
6. Pithecanthropus memiliki volume otak berukuran ….
a. 700 cc
b. 800 cc
c. 900 cc
d. 1.000 cc
e. 1.200 cc
Jawab: c
7. Manusia purba yang yang lebih maju karena telah mengenal api dan pandai memasak buruannya adalah jenis ….
a. Homo Wajakensis
b. Homo Soloensis
c. Homo Pekinensis
d. Homo Mojokertoensis
e. Homo Sapiens
8. Pendukung utama kebudayaan kapak Sumatra adalah bangsa dari ras ….
a. Proto Melayu
b. Papua Melanesoid
c. Deutro Melayu
d. Austro Melanesoid
e. Deutro Melanesoid
Jawab: b
9. Pithecanthropus Erectus ditemukan oleh ….
a. Eugene Dubois
b. Von Koenigswald
c. Ter Har
d. Oppenoorth
e. F. Weidenrech
Jawab: a
10. Penemuan fosil manusia purab oleh para peniliti biasanya tidak lengkap maka perlu dilakukan ….
a. mengimajinasikan
b. merenungkan
c. membandingkan
d. merekonstruksi
e. menggambarkan
Jawab: d
11. Pada tahun 1939 Von Koeningswold melakukan penelitian di Trinil, Ngawi dan menemukan fosil ….
a. Pithecanthropus Mojokertoensis
b. Pithecanthropus Robustus
c. Meganthropus Palaeojavanicus
d. Homo Sapiens
e. Homo Wajakensis
Jawab: b
12. Kebudayaan Ngandong yang mengahasilka alat-alat baik dari batu maupun tulang didukung oleh manusia purba jenis ….
a. Homo Wajakensis
b. Homo Sapiens
c. Pithecanthropus Erectus
d. Pithecanthropus Robustus
e. Meganthropus Palaeojavanicus
Jawab: a
13. Kebudayaan Kapak Persegi berkembang pada masa Neolithikum dan dibawa oleh bangsa Proto Melayu, berikut yang bukan merupakan daerah yang ditemukannya Kebudayaan Kapak Persegi adalah ….
a. Bali
b. Sumatra
c. Kalimantan
d. Maluku
e. Papua
Jawab: e
14. Tugu besar yang terbuat dari batu inti yang masih kasar disebut dengan ….
a. Dolmen
b. Punden Berundak
c. Sarkofagus
d. Menhir
e. Kubur Batu
Jawab: d
15. Kebudayan logam mendankan bahwa kehidupan manusia purba saat itu mulai maju. Berikut merupakan hasil dari kebudayaan zaman logam adalah ….
a. flakes
b. dolmen
c. nekara
d. pabble
e. kapak lonjong
Jawab: c
16. Manusia purba yang pertama yang telah dapat memanfaatkan api adalah manusia purba jenis ….
a. Homo soloensis
b. Homo sapiens
c. Homo wajakensis
d. Pithecanthropus erectus
e. Meganthropus palaeojavanicus
Jawab: d
17. Berikut alat-alat dari kebudayaan Neolithikum adalah ….
a. dolmen
b. kapak lonjong
c. menhir
d. flakes
e. kapak perimbas
Jawab: b
18. Berikut inhi yang merupakan hasil dari masyarakat prasejarah Indonesia yang masih ada hingga kini adalah, kecuali ….
a. irigasi
b. animism
c dinamisme
d. gotong royong
e. sistem kasta
Jawab: e
19. Berikut ini yang merupakan hasil kebudayaan Megalithikum adalah ….
a. candi
b. arca
c. sarkofagus
d. moko
e. kapak perimbas
Jawab: c
20. Manusia purba sudah mulai hidup menetap pada masa ….
a. undagi
b. berburu
c. bercocok tanam
d. peralihan
e. meramu
Jawab: a
21. Pithecanthropus soloensis ditemukan di daerah ….
a. Ponorogo
b. Ngandong
c. Sragen
d. Sumatra Utara
e. Kali Anda
Jawab: c
22. Berikut yang termasuk kedalam kepercayaan animisme adalah ….
a. memberikan sesajen pada leluhur
b. kepercayaan menggunakan keris akan membuat disegani musuh
c. percaya bahwa sungai tertentu memiliki penunggu gaib
d. memberikan persembahan pada Nyi Roro Kidul
e. memberikan persembahan di pohon besar
Jawab: a
23. Pisau, perhiasan besi, dan mata panah merupakan hasil peninggalan dari zaman ….
a. Mesolithikum
b. Neolitikum
c. Palaelithikum
d. Megalithikum
e. logam
Jawab: e
24. Pebble merupakan hasil kebudayaan pada zaman ….
a. Mesolithikum
b. Neolithikum
c. palaeolithikum
d. Megalithikum
e. logam
Jawab: a
25. Adanya pemimpin yang ditunjuk berdasarkan primus interpares terjadi pada masa ….
a. berburu
b. meramu
c. bercocok tanam
d. undagi
e. peralihan
Jawab: c
B. Isian
1. Kapak corong yang berfungsi sebagai lambang kebesaran atau alat upacara adalah …… candrasa
2. Adanya kehidupan untuk pertama kali maka zaman Palaeozoikum disebut juga dengan zaman …. Primer
3. Pithecanthropus Mojokertoensis ditemukan Von Koenigswald pada tahun …. 1936
4. Manusia purba tertua di Indonesia adalah jenis manusia purba …. Meganthropus palaeojavanicus
5. Ras yang merupakan jenis penduduk di Kepulauan Pasifik adalah ras ….. Austro Melanesoid
6. Alat-alat serpih yang merupakan hasil dari zaman batu tua disebut dengan …… flakes
7. Zaman tersier diperkirakan terjadi pada …. 60 juta tahun yang lalu
8. Zaman logam yang tidak dialami oleh Indonesia adalah ….. zaman tembaga
9. Kebudayaan Megalithikum yang mempengaruhi arsitektur candi pada zaman Hindu-Buddha adalah …. Punden Berundak
10. Meganthropus palaeojavanicus ditemukan pada tahun 1941 di Sangiran oleh ….. Van Koenigswald
C. Esai
1. Jelaskan yang dimaskud dengan teknik Bivalve!
Jawab:
Teknik bivalve adalah cetakan yang terdiri dari dua bagian, kemudian diikat dan ke dalam rongga dalam cetakan itu dituangkan perunggu cair. Cetakan tersebut kemudian dilepas dan jadilah barang yang dicetak.
2. Sebutkan fosil-fosil yang ditemukan di Indonesia!
Jawab:
Jenis-jenis fosil yang ditemukan di Indoneisa anatara lain sebagai berikut.
a. Pithecanthropus erectus.
b. Pithecanthropus mojokertoensis.
c. Pithecanthropus robostus.
d. Pithecanthropus soloensis.
e. Homo soloensis.
f. Homo wajakensis.
g. Homo sapiens.
h. Meganthropus palaeojavanicus.
3. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang kebudayaan Pacitan?
Kebudayaan Pacitan adalah kebudayaan yang didukung oleh Pithecantropus erectus. Alat-alat kebudayaan Pacitan ditemukan oleh Von Koenigswald pada tahun1935. Alat-alat tersebut antara lain adalah kapak perimbas (chooper) karena tidak memakai tangkai maka disebut dengan kapak genggam. Kapak genggam juga ditemukan di Sukabumi dan Ciamis (Jawa Barat), Parigi dan Gombong (Jawa Tengah), Bengkulu dan Lahat (Sumatra Selatan), Awangbangkal (Kalimantan Selatan), dan Cabenge (Sulawesi Selatan), Flores, dan Timor. Alat-alat lain yang merupakan kebudayaan Pacitan adalah kapak penetak, pahat genggam, dan Flakes.
Selain Kapak Genggam, juga dikenal jenis lain, yakni alat Serpih (flake). Alat Serpih ini digunakan untuk menguliti binatang buruan, mengiris daging dan memotong ubi-ubian (seperti pisau pada masa sekarang). Alat ini banyak ditemukan di Jawa, Sulawesi Selatan, Sumatra Selatan, dan Timor.
4. Jelaskan yang dimaksud dengan zaman Kuarter!
Jawab:
zaman kuarter adalah zaman yang ditandai dengan kehidupan manusia. Zaman ini terjadi kira-kira 600.000 tahun yang lalu. Zaman ini terbagi menjadi dua yaitu zaman Plestosen/Dilivium (600.000 tahun yang lalu) dan Holosen/Alluvium (20.000 tahun yang lalu).
5. Apa yang dimaksud dengan dinamisme?
Dinamisme adalah kepercayaan pada benda-benda yang memiliki kekuatan gaib. Misalnya pohon besar, batus besar, gunung dan senjata. Maka mereka memuja benda-benda tersebut agar mendapat kekuatan. Kepercayaan ini terus berkembang hingga saat ini, misalnya benda pusaka seperti keris dan tombak yang dipandang memiliki kekuatan gaib dapat menghancurkan musuh-musuh, mendatangkan ketentraman, dan meminta tumbal. Bahkan bila bulan Suro (kalender Jawa) pusaka-pusaka tersebut dimandikan/ dibersihkan dengan ritual tertentu.
Uji Kreativitas
Kerjakan sesuai dengan perintahnya!
Api pertama kali ditemukan oleh manusia purba. Penemua api tersebut telah member pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan manusia purba. Pembuatan api pada masa itu masih sulit dan sederhana, yaitu dengan menggosok-gosokan kayu kering atau memukul-mukulkan batu keras hingga terjadi percikan api. Percikan tersebut dikenakan pada bahan yang mudah terbakar, bahan yang terkena percikan akan menimbulkan bara kemudian ditiup dan akhirnya akan menimbulkan api. Cobalah praktekan dengan kelompokmu apakah kalian bisa melakukannya? Tulis hasil laporan kalian mengenai proses dan kendala dalam membuat api tersebut!
Perbaikan
A. Isian
1. Zaman Arkaikum diperkirakan terjadi pada ….. 2.500 juta tahun yang lalu
2. Goa temapat tinggal manusia purba disebut dengan …. Abris sous roche
3. Berkulit kuning dan berhidung pesek merupakan ciri dari ras ….. Mongoloid
4. Batu besar mirip dengan meja, daun, dan kakinya terbuat dari batu utuh disebut dengan …. Dolmen
5. Pada masa perralihan manusia purba hidup dengan cara …. Nomaden/berpindah-pindah
B. Esai
1. Bagaimana pembagian zaman menurut Arkeologi?
Pembagian zaman menurut arkeologi adalah sebagai berikut.
a. Zaman Palaelithikum.
b. Zaman Mesolithikum.
c. Zaman Neolithikum.
d. Zaman Megalithikum.
e. Zaman Logam.
2. Bagaimana ciri-ciri dari manusia purba jenis Homo sapien?
Ciri-ciri manusia purba jenis Homo sapien adalah sebagai berikut:
a. volume otaknya antara 1.000 cc – 1.200 cc;
b. tinggi badan antara 130 – 210 m;
c. otot tengkuk mengalami penyusutan;
d. alat kunyah dan gigi mengalami penyusutan;
e. muka tidak menonjol ke depan;
f. berdiri dan berjalan tegak,
g. berdagu dan tulang rahangnya biasa, tidak sangat kuat.
3. Kapankah Indonesia memasuki zaman sejarah?jelaskan!
Jawab:
Indonesia memasuki zaman sejarah sekitar abad ke-5 M, yaitu dengan ditemukannya tujuh buah prasasti yang berbentuk yupa di daerah Kutai, Kalimantan Timur. Pengaruh India sangat kental dalam penemuan yupa tersebut yaitu terdapatnya huruf Pallawa yang tertulis dalam yupa tersebut. Dari sinilah kemudian tradisi sejarah pada masyarakat Indonesia mulai terbentuk. Mereka mulai membuat catatan tertulis atau merekam pengalaman hidup masyarakatnya.
4. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang fosil Homo soloensis!
Jawab:
Fosil Homo soloensis oleh ahli geologi Belanda, C. Ter Haar, bersama Ir. Oppenoorth tahun 1931 – 1932. pada lapisan Pleistosen Atas di Ngandong (Ngawi Jawa Timur). Kemudian diselidiki oleh Von Koenigswald dan Weidenreich. Berdasarkan keadaannya jenis ini bukan lagi kera, tetapi sudah manusia.
5. Apa yang dimaksud dengan Punden Berundak?
Punden berundak adalah adalah bangunan pemujaan pada roh nenek moyang yang tersusun bertingkat-tingkat atau berundak-undak.
Pengayaan Ilmu
Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald, keturunan Jerman-Denmark yang lahir di Berlin, adalah seorang ahli paleontologi manusia purba dan kebudayaannya. Untuk mendapatkan sebutan itu ia telah menjelajahi P. Jawa, memasuki gua manusia Peking, mengacak-acak toko obat Cina serta menelusuri lembah Olduvai di stepa Sere-ngeti Afrika Utara, hanya untuk mengumpulkan fosil yang ia perlukan untuk penyelidikannya. Catatan-catatan harian yang dibuatnya, setelah dilakukan perbaikan dan tambahan di sana-sini agar pembaca awam lebih mudah menyelami lika-liku ilmu geologi dan prasejarah, akhirnya dituangkan dalam bukunya yang terkenal Speurtocht in de prehistorie, ontmoetingen met onze voorouders (Penelusuran di zaman prasejarah, perjumpaan dengan nenekmoyang kita).
Von Koenigswald belajar geologi dan paleontologi di Berlin, Tubingen, Koln, dan sampai meraih gelar dotor dalam bidang geologi di Munchen pada tahun1928. Pada tahun 1931 ia datang di Hindia Belanda (Nusantara) dan langsung melakukan penelitian-penelitian yang terarah pada stratigrafi Pliosen-Plistosen di P. Jawa. Antara tahun 1932-1933 ia melakukan penggalian untuk penyelidikan paleontologi di daerah Ngandong, Blora, Jawa Tengah, dan menemukan fosil manusia purba yang diberi nama Homo erectus soloensis. Penyelidikan selanjutnya dilakukan di daerah situs Sangiran, Sragen, Jawa Tengah antara tahun 1934-1941. Di daerah itu von Koenigswald menemukan gigi rahang yang sudah lepas yang kemudian diketahui dari spesies Modjokertensis, tengkorak dari spesies Pithecanthropus erectus, serta rahang atas dan bawah dari spesies Meganthropus palaeojavanicus.
Di bidang prasejarah, von Koenigswald dikenal dengan penemuannya peranti (artifact) manusia purba berupa serpihan obsidian di dataran tinggi Bandung (1931), di daerah Punung, Pacitan, Jawa Tengah (1933) berupa piranti yang digolongkan sebagai Pacitanian, dan di daerah Sangiran (1934) berupa serpihan rijang. Untuk mendapatkan fosil yang telah disimpan orang, ia menelusuri ke toko-toko obat Cina di beberapa negara, seperti di Indonesia (terutama Jawa Barat), di Malaysia, Muangthai, Hongkong, Indocina, Pilipina, dan di Amerika. Dalam penelusuran itu, ia menemukan di antaranya gigi-gigi dari spesies Gigantopithecus (di Hongkong), spesies Hemanthropus peii, Sinanthropus officinalis, dan rahang dari Wajak.
(sumber: Berita Direktorat Geologi)
Berprestasi dan Berkarakter
Indonesia memiliki gudangnya fosil purba, tapi sayang yang mendapatkan ketenaran dari penemuan-penemuan fosil di Indonesia adalah orang asing. Untuk itulah mengapa kita harus tertarik untuk belajara dan mengungkap sejarah dan budaya bangsa kita sendiri, agar kita bangsa ini memiliki tokoh yang namanya terkenal di dunia dengan mengunkapkan misteri yang ada pada bangsa sendiri. Untuk itu kita harus menuntut ilmu yang tinggi dan memberikan perhatian yang besar dalam meneliti kekayaan bangsa Indonesia.
Baba 5
Pengaruh Peradaban Dunia terhadap Peradaban Awal Masyarakat di Indonesia
Standar kompetensi
2. Menganalisis peradaban Indonesia dan dunia
Kompetensi dasar
2.2 Mengidentifikasi peradaban awal masyarakat di dunia yang berpengaruh terhadap peradaban Indonesia
Pada kala Plestosen, bagian barat Kepulauan Indonesia pernah terhubung dengan darataan Asia Tenggara, disebut dengan Paparan Sunda dan Keulauan Indoneisa bagian timur pernah terhubung dengan Australia, disebut dengan Paparan Sahul. Ketika terjadi kanaikan suhu bumi, maka es di Kutub Utara dan Selatan Mencair, membuat permukaan air laut meninggi dan memisahkan daratan tersebut. Pada saat paparan tersebut masih terhubung, masih terjadi kontak dengan peradaban di luar Indonesia. Kebudayaan di luar Indonesia tersebut antara lain Bacson-Hoabinh dan Dongson. Kedua kebudayaan tersebut telah memberi pengaruh terhadap kebudayaan di Indonesia. Bagaimana pengaruhnya? Akan kita bahas dalam bab berikut ini.
(gambar lukisan purba di dinding gua)
`
A. Kebudayaan Bacson-Hoabinh
Di daerah lembah sungai Mekong terdapat dua pusat kebudayaan yaitu di pegunungan Bacson dan di daerah Hoabinh, Vietnam. Hal tersebut terbukti dengan penemuan alat oleh peneliti Madeleine Coloni. Peraban tersebut berupa pradaban Mesolithikum dengan manusia pendukung adalah Papua Melanesoid. Istilah Bacson-Hoabinh dipergunakan sejak tahun 1920. Istilah ini ditujukan bagi sebuah tempat penemuan alat-alat batu yang khas yakni pada satu atau kedua permukaan batu terdapat bekas pangkasan. Kebudayaan ini berlangsung dari 18.000 hingga 3.000 tahun yang lalu. Ciri khas alat batu hasil budaya Bacson-Hoabinh ini adalah penyerpihan pada satu atau kedua sisi permukaan batu kali yang dapat dikepal oleh tangan. Sering kali seluruh tepian batu tersebut tajam dan hasil penyerpihan inii menunjukkan bermacam-macam bentuk, misalnya lonjong, segi empat, segi tiga, dan lain-lain.
Di Indonesia, alat-alat batu kebudayaan Bacson-Hoabinh bisa dilihat di daerah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi (Semenanjung Minahasa), Maluku Utara, Flores, hingga Papua. Di Sumatera, alat-alat batu Bacson-Hoabinh ada di Lhokseumawe dan Medan. Alat-alat batu ini ditemukan pada bukit-bukit sampah kerang yang berdiameter sampai 100 meter denagn kedalaman 10 m. Alat-alat batu yang ditemukan adalah yang diserpih pada satu sisi berbentuk lonjong atau bulat telur. Sementara itu, di Jawa, alat-alat batu kebudayaan Bacson-Hoabinh banyak ditemukan di Lembah Sungai Bengawan Solo. Alat-alat batu di lembah ini diperkirakan berusia lebih tua dari yang ada di Sumatera. Perkakas batu yang ada di Bengawan Solo ini belum diserpih atau diasah; batu kali yang dibelah langsung digenggam tanpa diserpih dulu. Menurut Koenigswalg, peralatan batu itu digunakan oleh manusia purba Jawa, yaitu Pithecanthropus erectus.
Penyebaran kebudayaan Bacson-Hoabinh ke Nusanatra diyakini oleh peneliti dikarenakan perpindahan ras Melanesoid ke Indonesia melalui Jalan Barat dan Jalan Timur. Jalur yang dilalui adalah Vietnam, Thailand, Semenanjung Malaka, dan ke wilayah Barat dan Timur Indonesia (Suamatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku) .Mereka diyakini yang menurunkan penduduk Papua saat ini.
Hasil-hasil dari kebudayaan ini adalah sebagai berikut ini.
a. Kjokkenmoddinger (sampah dapur).
b. Abris sous roche (gua sebagai tempat tinggal).
c. Pebbles, jenis kapak genggam Mesolitikum yang sering juga disebut kapak Sumatra
d. Hache court, kapak pendek yang mempunyai bentuk bulat dan panjang.
e. Batu pipisan, batu gilingan kecil yang berfungsi melembutkan benda. Misalnya membuat cat warna merah. Batu gilingan besar untuk melembutkan makanan.
f. Ujung mata panah.
g. Flakes, alat serpih yang terbuat dari batu.
h. Pecahan tembikar dan barang-barang dari logam.
Ras Melanesoid juga telah mengenal kesenian, wujud kesenian tersebut adalah sebagai berikut.
a. Lukisan pada kapak yang berupa garis sejajar dan lukisan mata.
b. Lukisan pada dinding gua, seperti pada Gua Leang-leang. Lukisan tersebut berupa binatang, tombak dan cap tangan.
Selain hasil kebudayaan yang tersebut diatas masyarakat ini melakukan pemakaman dengan cara mayat dikuburkan di Gua atau bukit dengan sikap jongkok dan diolesi dengan cat merah.
B. Kebudayaan Dongson
Dongson adalah salah satu daerah di Teluk Tonkin, Vietnam. Di daerah ini ditemukan banyak sekali alat yang terbuat dari perunggu. Tradisi perunggu telah dimulai sekitar tahun 2.500 SM, jadi 4.000 tahun yang lalu, di Dongson dan Go Mun. Alat-alat yang berbahan dari logam merupakan hasil dari zaman perundagian. Benda-benda yang dihasilkan antara lain nekara perunggu, kapak corong, ujung tombak, sabit bercorong, mata panah, pisau, kail pancing, perhiasan, dan lain-lain.
Perkakas perunggu lain yang ditemukan di wilayah Dong Son serta beberapa kuburan seperti di daerah Vie Khe, Lang Ca, Lang Vac adalah alat-alat rumah tangga berupa mangkuk dan ember kecil. Selain itu ditemukan pula miniatur nekara dan genta, kapak corong, cangkul bercorong, mata panah dan mata tombak bertangkai atau bercorong, belati dengan bentuk antropormofis, gelang, timang, ikat pinggang. Sebuah nekara yang sangat besar berhasil digali di daerah Co Loa, berisi 96 mata bajak perunggu bercorang. Di antara penemuan ini, terdapat pula alat-alat dari besi dengan jumlah yang sedikit.
Di Indonesia benda-benda yang terbuat dari perunggu juga banyak ditemukan. Benda-benda perungggu yang ditemukan di Indonesia memiliki persamaan dengan yang ditemukan di Vietnam. Hal tersebut menimbulkan penafsiran bahwa kebudayaan Dongson menyebar ke Indonesia. Penyebaran kebudayaan Dongson dibawa oleh kelompok Deutro Melayu (Melayu Muda) yang masuk ke Indonesia sekitar 500 tahun Sebelum Masehi. Kelompok ini diyakini menjadi nenek moyang suku Jawa, Sunda, Bali dan Bugis. Selain menyebarkan hasil kebudayaan seperti perkakas dan alat-alat hidup, mereka juga menyebarkan pengetahuan bercocok tanam, membuat perahu bercadik, astronomi, dan sistem kepercayaan animisme dan dinamisme.
Nekara merupakan salah satu jenis benda yang cukup banyak ditemukan di Indonesia. Daerah penemuan nekara di Indonesia antara lain Sumatra, Jawa, dan Maluku Selatan. Nekara yang ditemukan di Makalaman, Pulau Sanggeang, dekat Pulau Sumbawa memiliki motif orang yang memakai pakaian Dinasti Han dari cina. Sedangkan nekara yang ditemukan di Pulau Kei, Maluku memiliki hiasan lajur mendatar, berisi adegan perburuan kijang dan harimau. Nekara di Pulau Selayar, Sulawesi Selatan, memuat gambar gajah dan burung merak. Berdasarkan penelitian Heger, nekara yang ditemukan di Indonesia memiliki kesamaan dengan yang ditemukan di Asia Tenggara dan Cina. Nekara-nekara yang memiliki kesamaan tersebut ditemukan di Cibadak, Cirebon, Pekalongan, Banyumas, Semarang, Kedu, Tanurejo dan Lamongan.
Selain nekara bukti penemuan penting pengaruh kebudayaan Dangson di Indonesia terdapat pada situs bangunan Megalithikum di Pasemah, Sumatra Selatan. Di dalam situs tersebut ditemukan lukisan manusia memegang nekara dan pedang model Dongson.
Uji pemahaman materi
Tugas Kelompok
Kerjakan tugas berikut ini!
1. Bentuklah kelompok sesuai dengan arahan guru!
2. Diskusikan kembali bagaimana pengaruh kebudayaan Dongson dan Bacsonh-Hoabinh!
3. Diskusikan tentang kapan budaya tersebut masuk ke Nusantara? bagaimana budaya tersebut masuk? Dan apa saja hasil budaya tersebut?
4. Kerjakan di buku tugas kemudian kumpulkan pada guru!
C. Pengaruh Kebudayaan Dunia di Indonesia
1. Pengaruh Kebudayaan India
Kebudayaan India merupakan kebudayaan yang berkembang di pegunungan Himalaya dan Hindu Kush. Wilayah tersebut sekarang dikenal dengan negara India, Nepal, Pakistan dan Afghanistan. Diantara pegunungan Himalaya dan Hindu Kush terdapat celah yang dikenal dengan Celah Kaiber. Celah tersebut merupakan jalan masuk bangsa pendatang atau yang dikenal dengan bangsa Arya. Percampuran budaya bangsa pendatang dan bangsa asli (Dravida) melahirkan kebudayaan baru. Kebudayaan tersebut berkembang di lembah sungai Indus dan Gangga.
a. Kebudayaan Lembah Sungai Indus
Sungai Indus atau Sindhu terletak di Pakistan. Sungai Indus memiliki banyak anak sungai yang menyebabkan tanah di wilayah ini menajadi sangat subur. Penduduk asli yang berada di lembah sungai Indus adalah bangsa Dravida, yang diperkirakan sudah mendiami wilayah tersebut sejak 3000 SM. Kebudayaan yang berkembang di wilayah ini dikenal dengan kebudayaan Mohenjo Daro dan Harappa. Mohenjo Daro berada di berada di daerah Hilir sungai Indus dan Harappa berada di daerah Hulu sungai Indus.
Lembah sungai Indus merupakan pusat kebudayaan tertua di India. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh ahli arkeologi pada tahun 1921-1942 telah berhasil menemukan sisa-sisa reruntuhan di Mohenjo Daro dan Harappa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut kota Mohenjo Daro dan Harappa dibangun dengan perencanaan kota yang teratur. Berikut penjelasan lebih lanjut.
1) Mata Pencaharian dan Ekonomi
Daerah lembah sungai Indus merupakan daerah yang subur sehingga penduduk memiliki mata pencaharian sebagai petani. Pertanian cukup maju ha tersebut dibuktikan dengan ditemukan saluran irigasi, tanggul penahan banjir dan bendungan untuk menampung air. Pertanian yang dikembangkan adalah gandum, padi, kapas dan teh).
Perekonomian ditopang dengan perdagangan dengan negara-negara lain. Hal tersebut terbukti dengan ditemukan benda kebuyaan lembah sungai Indus di Mesopotamia (bangsa Sumeria). Bangsa Sumeria menduduki wilayah Lembah Eufata dan Tigris.
2) Kebudayaan
Kebudayaan lembah sungai Indus memliki Ilmu pengetahuan dan teknologi yang sudah cukup maju, hal tersebut dibuktikan dengan pembuatan saluran irigasi, bendungan, perkakas pertanian, alat rumah tangga, alat-alat perang, bangunan dan kepercayaan. Penataan kota sudah teratur kerana jalan-jalan dibuat lurus dan dikanan-kiri dibangun saluran air. Penduduk mengenal teknologi bangunan karena bangunan dibuat dari batu bata. Setiap rumah memiliki sumur dan saluran pembuangan yang dialirkan ke selokan besar di bawah jalan raya. Bangunan sejajar dengan jalan raya dan lurus tidak adan yang menjorok kedepan. Pembangunan kota juga memperhatikan arah angin muson (Barat Daya – Timur Laut), sehingga arus angin dalam kota lancar. Di kanan kiri jalan dibangun saluran air dalam tanah untuk menampung air dari rumah-rumah.
Penduduk Mohenjo Daro dan Harappa telah mengenal teknik pembuatan logam. Hal tersebut terbukti dengan ditemukannya perhiasan emas dan perak, senjata dari tembaga, cangkul, kapak, dan lain-lain. Tidak banyak ditemukan senjata di sisa reruntuhan, hal dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat Mohenjo Daro dan Harappa cinta damai/tidak adanya perang yang mengancam, aman dan tentram.
Peneliti juga menemukan tulisan berbentuk gambar atau piktograf yang terdapat pada lempeng tanah liat (terra cotta) yang belum bisa dibaca. Masyarakat lembah sungai Indus telah mengenal sistem kepercayaan yang menyembah banyak dewa (politheisme). Hal tersebut terbukti dari adanya gambar dewa yang bertanduk, patung dewi Ibu (dewi kesuburan) dan patung dewa bumi, dewa langit, dewa bulan, dewa air, serta dewi api.
Kebudayaan sungai Indus runtuh sekitar tahun 1000 SM disebabkan oleh adanya banjir dari Sungi Indus dan serangan bangsa Arya. Bangsa Dravida terdesak ke daerah dataran tinggi Dekan yang kurang subur, sedangkan bangsa Arya menjadi penghuni lembah sungai Indus.
3) Pemerintahan
Peradaban sungai Indus termasuk kedalam masa prasejarah karena belum mengenal tulisan. Setelah bangsa Arya menguasai lembah sungai Indus. Terjadi banyak perubahan, salah satunya dibidang pemerintahan. Kerjaan yang pernah berdiri di lembah sungai Indus adalah sebaagi berikut.
(a) Kerajaan Magadha
Bangsa Arya yang tinggal di Punjab membentuk negara kota, dengan kepala pemerintahannya disebut raja. Pemerintahan seperti ini sudah ada di Magadha, Kosala dan Avanti. Kerajaan Magadha sudah ada kira-kira tahun 650 SM, diperintah oleh Sisunaga dengan ibukota Rajgir. Sekitar tahun 500 SM, pada masa Raja Ayatasatra, ibukota dipindahkan ke Pataliputra di dekat pertemuan Sungai Shindu dan Gangga. Raja Nanda adalah Raja Magadha yang berhasil mengusir Persia dari Punjab, dan kemudian membentuk dinasti Nanda. Raja kesembilan dinasti Nanda yakni Mahapadmananda menikahi wanita dari kasta rendah dan memiliki seorang anak bernama Candragupta Maurya.
(b) Kerajaaan Maurya
Candragupta Maurya adalah pendiri Kerajaan Maurya setelah berhasil menundukkan pasukan Macedonia yang kala itu sedang melakukan ekspansi ke wilayah India dibawah pimpinan Iskandar Zulkarnaen dan telah menguasai daerah Punjab. Ibukota kerajaan Maurya berada di Pattaliputra. Kerjaan ini mencapai zaman keemasan pada masa pemerintahan Ashoka (262-232 SM), Ashoka adalah cucu dari Candragupta Maurya. Setalah berhasil menaklukkan Kerajaan Kalingga dan Dekkan, dia merasa bersalah akibat banyaknya jatuh korban. Ashoka memutuskan berpidandah agama Budhha dan bercita-cita membentuk perdamaian dunia.
(c) Kerajaan Candragupta
Kerajaan Maurya terpecah setelah ditinggal oleh Ahoka, kerajaan ini terpecah dan disatukan oleh Candragupta I. Candragupta mendirikan kerajaan Candragupta di lembah sungai Gangga.
b. Kebudayaan Lembah Sungai Gangga.
Lembah sungai Gangga terletak antara Pegunungan Himalaya dan Vindhya. Sungai Gangga mengalir di kota-kota besar seperti Delhi, Agra dan bermuara di Teluk Benggala dimana di daerah tersebut terdapat kota Bangladesh. Sungai Gangga bertemu dengan sunagi Brahmaputra di Pegunugan Kwen Lun. Lembah sungai Gangga sangat subur.
Pendukung peradaban ini adalah bangsa Arya yang merupakan Indo Jerman. Bangsa ini masuk ke India kurang lebih 1500 SM. Bangsa Arya hidup berpindah-pindah, tetapi setelah berhasil mengalahkan bangsa Arya mereka hidup menetap.
Bangsa Aria berhasil mengambil alih kekuasaan politik, sosial dan ekonomi. Akan tetapi, dalam kebudayaan terjadi percampuran (asimilasi) antara Aria dan Dravida. Percampuran budaya itu melahirkan kebudayaan Weda. Kebudayaan inilah yang melahirkan agama dan kebudayaan Hindu atau Hinduisme. Daerah perkembangan pertamanya di lembah Sungai Gangga yang kemudian disebut Aryawarta (negeri orang Aria) atau Hindustan (tanah milik orang Hindu).
Untuk menjaga kemurnian keturunanya bangsa Arya, mereka menciptakan sistem pelapisan sosial yang berbentuk kasta. Selain itu juga ada aturan yang melarang melakukan perkawinan dengan bangsa Dravida. Sistem kasta didasarkan pada kedudukan, hak dan kewajiban seseorang dalam masyarakat. Sistem ini terdiri dari empat kasta atau caturwarna, yakni : Brahmana (pendeta), bertugas dalam kehidupan keagamaan; Ksatria (raja, bangsawan dan prajurit), berkewajiban menjalankan pemerintahan termasuk mempertahankan negara, Waisya (pedagang, petani, dan peternak), dan Sudra (pekerja-pekerja kasar dan budak). Selain itu ada kasta Paria/Candala atau Panchama, yang merupakan orang terbuang/diluar kasta. Kasta ini dipandang hina.
Kebudayaan lembah sungai Gangga lebih dikenal dengan kebudayaan Hindu. Setelah agama Hindu berkembang di daaerah ini muncul agama Buddha.
1) Agama Hindu
Bangsa Arya dan bengsa Dravida menghasilkan kebudayaan campuran, kebudayaanya disebut Kebudayaan Hindu (Hinduisme). Daerah perkembangan pertamanya terdapat di lembah Sungai Gangga, yang disebut Aryavarta (negeri orang Arya) dan Hindustan (tanah milik orang Hindu).
Ajaran Hindu mengenal banyak dewa (polytheisme), namun dewa yang menjadi utama adalah Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa. Kitab Suci agama Hindu disebut kitab Weda, kitab ini terdiri dari empat bagian, yaitu:
(a) Reg-Weda, berisi syair-syair pemujaan kepada dewa-dewa.
(b) Sama-Weda, berisi nyanyian untuk memuja dewa.
(c) Yayur-Weda, berisi bacaan untuk keselamatan.
(d) Atharwa-Weda, berisi ilmu untuk menghilangkan marabahaya.
Selain Kitab Suci Weda, terdapat Kitab Brahmana yang isinya doa-doa ucapan Brahmana saat dilangsungkan upacara, dan Kitab Upanishad yang isinya ajaran keagamaan dari guru yang merupakan petunjuk, agar dapat melepaskan diri dari samsara, dan dapat mencapai moksa (kebahagian abadi). Bangsa Arya juga mengembangkan sistem kasta yang telah dijelaskan diatas.
Selain kitab suci, agama Hindu memiliki kitab yang berisi cerita kepahlawanan. Kitab tersebut adalah sebagai berikut.
(a) Mahabharata
Kitab ini merupakan karya Wiyasa berisikan cerita peperangan antara Pandawa melawan Kurawa. Keduanya masih keluarga keturunan yang memperbutkan tahta kerajaan Astina. Perebutan kekuasaan tersebut dimenangkan oleh Pandawa.
(b) Ramayana
Walmiki menceritakan peperangan antara Rama dan Rahwana dalam merbutkan dewi Sinta. Cerita Ramayana melambangkan kejujuran dan angkaramurka, perang akhirnya dimenangkan oleh Rama yang mewakili sifat kejujuran.
Inti ajaran agama Hindu didasarkan pada karma, reinkarnasi dan moksa. Karma adalah perbutan baik buruk dari manusia ketika di dunia yang menen- tukan kehidupan berikutnya. Reinkarnasi ialah penjilmaan kembali kehidupan manusia sesuai dengan karmanya. Bila seseorang berbuat baik akan lahir kembali ke tingkat yang lebih tinggi; sebaliknya jika berbuat buruk mengakibatkan reinkarnasi ke tingkat yang lebih rendah, misalnya lahir sebagai hewan. Keadaan hidup-mati kembali merupakan persitiwa hidup yang menderita (samsara). Moksa ialah tingkat hidup tertinggi yang terlepas dari ikatan keduniawian atau terbebas dari reinkarnasi.
2) Agama Buddha
Agama Buddha diajarkan oleh Sidharta Gautama Sang Buddha (artinya Yang Diterangi/Yang Disinari). Pada awalnya, Sidharta Gautama adalah seorang pangeran di Kerajaan Kapilawastu dan termasuk golongan Kasta Ksatria. Gaya hidup yang dijalani Sidharta semenjak kecil selalu dalam kemewahan dan serba berkecukupan, walaupun begitu tidak pernah merasakan ketenangan batiniah. Pada suatu masa dia mencari ketenangan untuk melepaskan samsara (penderitaan) yang dialaminya dengan cara bersemedi di bawah pohon pipala (bodhi). Kurang lebih 7 tahun ia mendapatkan sinar terang di hatinya dan menjadi Sang Buddha. Ajarannya pertama kali mulai diperkenalkan kepada masyarakat di Taman Rusa Benares.
Ajaran Buddha terangkum dalam empat kenyataan hidup, dan delapan jalan kebenaran yakni:
(a) Hidup adalah penderitaan atau samsara
(b) Penderitaan itu disebabkan oleh nafsu manusia
(c) Penderitaan dapat dihilangkan dengan menahan/menghilangkan nafsu
(d) Untuk menghilangkan nafsu dapat ditempuh melalui delapan jalan kebenaran yang disebut hastavidha, yaitu:
1. pandangan yang benar;
2. niat yang benar;
3. berbicara yang benar;
4. tingkah laku yang benar;
5. penghidupan yang benar;
6. usaha yang benar;
7. perkataan yang benar, dan;
8. samadi yang benar.
Ada empat tempat yang dianggap suci oleh umat Buddha, karena berhubungan dengan kehidupan Sidharta.
(a) Taman Lumbini, di Kapilawastu yang merupakan tempat kelahiran Sidharta (563 SM).
(b) Bodh Gaya, sebagai tempat Sidharta menerima penerangan agung.
(c) Benares (Taman Rusa), tempat Sang Buddha pertama kali mengajarkan ajarannya.
(d) Kusinagara, tempat Sang Buddha wafat (482 SM).
Berbeda dengan agama Hindu, agama Buddha tidak mengenal kasta dan memandang kedudukan manusia yang sama di dalam susunan masyarakat. Oleh karena itu, agama Buddha sangat diminati oleh masyarakat yang bergolongan rendah. Kitab suci agama Buddha bernama Tripitaka,kitab ini terdiri dari tiga kumpulan tulisan, yakni Sutra Pitaka, Vinaya Pitaka, dan Abhidharma Pitaka.
Perkembangan agama Buddha di India mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Raja Ashoka dari Dinasti Maurya (273 − 232 SM). Pada masa itu, Raja Ashoka menetapkan agama Buddha sebagai agama resmi negara. Ia juga memerintahkan pembuatan stupa−stupa Buddha di berbagai tempat.
Setelah seratus tahun Sang Buddha Gautama wafat, muncul bermacam-macam panafsiran terhadap hakekat ajaran Sang Buddha Gautama. Ajaran Agama Buddha kemudian terpecah menjadi dua aliran yaitu Buddha Hinayana dan Buddha Mahayana.
(a) Buddha Hinayana melambangkan ajaran Sang Buddha Gautama sebagai kereta kecil, yang bermakna sifat tertutup. Penganut aliran ini hanya mengejar pembebasan bagi diri sendiri. Menurut aliran ini yang berhak “menjadi Sanggha” adalah para biksu dan biksuni yang berada di wihara.
(a) Buddha Mahayana melambangkan ajaran Sang Buddha sebagai kereta besar, yang bermakna sifat terbuka. Penganut aliran ini tidak hanya mengejar pembebasan bagi diri sendiri tapi juga bagi orang lain. Menurut aliran ini setiap orang berhak menjadi Sanggha Buddha, sejau sanggup menjalankan ajaran dan petunjuk Sang Buddha.
Pemerintahan yang pernah berkuasa di lembah sungai Gangga adalah sebagai berikut.
1) Kerajaan Candragupta
Kerajaan ini erat kaitannya dengan keberadaan Kerajaan Maurya di Lembah Sungai Indus. Runtuhnya kerajaan maurya mendorong timbulnya Kerajaan Gupta yang dapat menguasi India. Raja-raja yang pernah berkuasa adalah Candragupta I, Saumudragupta dan Candragupta II. Pada masa Candragupta II, kerajaan ini mengalami kemajuan dibidang perdagangan, kesenian, ilmu pengetahuan. Dibidang ilmu pengetahuan pada masa ini telah ditemukan teknologi pembuatan cat, pengawetan kulit,dan pembuatan kaca.
2) Kerajaan Harska
Kerajaan ini muncul setelah Kerajaan Candragupta mengalami kemunduran. Kerjaan ini memiliki Ibukota di Kanay, dan mengalami keruntuhan pada abad ke-11.
c. Pengaruh kebudayaan India di Indonesia
Kehidupan masyarakat Indonesia menjelang masuknya kebudayaan India telah teratur. Masyarakat Indonesia telah mengenal cara bercocok tanam, pelayaran, astronomi, ksesenian. Masyarakat Indonesia juga telah memiliki kepercayaan anisme dan dinamisme, kepercayaan ini telah mendorong masyarakat Indonesia dalam mengembangkan kebudayaan Meghalithikum yang berisi bangunan pemujaan dan pengorbanan.
Kebudayaan India masuk ke Indonesia diperkirakan telah berlangsung sejak awal Masehi. Masuknya kebudayaan India memberi pengaruh penting bagi masyarakat Indonesia. Dengan masuknya kebudayaan India di Indonesia telah membuat Indonesia mengenal tulisan dan memasuki zaman sejarah. Tulisan dengan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta. Selain itu unsur budaya India telah mempengaruhi berbagai bidang, terutama bidang agama, politik, sosial, seni dan budaya.
Bukti sejarah adanya pengaruh budaya India adalah ditemukannya bekas-bekas peninggalan kerajaan Hindu-Buddha di nusantara, seperti kerajaan Kutai, Tarumanegara, Mataram, Singasari dan Majapahit. Kebudayaan Hindu-Buddha berkembang dengan pesat dan bahkan menciptakan budaya baru yang merupakan asimilasi dari kebudayaan Hindu-Buddha dengan kebudayaan asli Indonesia. Salah satunya adalah Candi Sukuh yang merupakan asimilasi kebudayaan Hindu-Buddha dengan budaya Megalithikum. Budaya tersebut berkembang dan diakui sebagai hasil kreativitas penduduk Kepulauan Indonesia.
1) Pembakaran dupa dan kemenyan ketika akan melakukan upacara.
2) Keyakinan tentang zimat atau benda yang mempunyai kesaktian tertentu.
3) Keyakinan pada batara kala, upacara ruatan.
4) Pengagungan pada cerita Ramayana dan Mahabharata dalam cerita wayang.
5) Upacara Wedalan (hari lahir), Sekaten, penanggalan Hindu, hari pasaran, perhitungan wuku, dan upacara-upacara setelah kematian seseorang.
6) Banyaknya kata-kata dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Sanskerta dan Pali.
7) Olahraga pernapasan, yaitu yoga.
8) Islam yang berkembang di Indonesia berasal dan dipengaruhi budaya India. Hal itu dibuktikan dengan melihat hal-hal berikut.
a) Batu kubur Nisan Sultan Malik As Saleh terbuat dari batu marmer yang memiliki corak yang sama dengan yang ada di India pada abad ke-13.
b) Relief yang terdapat dalam Makam Sultan Malik as Saleh memiliki corak yang sama dengan yang ada di Kuil Cambay India.
c) Adanya unsur-unsur Islam yang menunjukkan persamaan dengan India, salah satunya cerita atau hikayat tentang nabi dan pengikutnya sangat jauh dari cerita-cerita Arab, tetapi malah lebih mirip dengan cerita dari India.
2. Pengaruh Kebudayaan Eropa
Kebudayaan Eropa kuno berpusat di Yunani dan romawi, maka lebih dikenal dengan peradaban Yunani Kuno atau (Sparta dan Athena) dan Romawi Kuno. Kebudayaan ini di mulai di Pulau Kreta, sekitar 1250 SM. Daerah Yunani terletak di bagian selatan Semenanjung Balkan yang merupakan pulau-pulau di Laut Eonea, Laut Tengah dan Laut Aege. Nenek moyang bangsa Yunani termasuk bangsa Indo-Jerman yang datang sekitar 1100 SM. Penduduk Asli Yunani adalah bangsa Yonia.
a. Kebudayaan Yunani Kuno
Kebudayaan Yunani memberikan sumbangan besar dalam tatanan pemerintahan dan politik pada masa kini. Untuk lebih jelasnya berikut beberapa hasil kebudayaan Yunani.
1) Kepercayaan
Orang Yunani menyembah banyak dewa, antara lain, dewa Zeus (dewa tertinggi, beristri dewa Hera); Apollo (dewa Seni dan ilmu pengetahuan), Palas Athena (dewa kebijaksanaan), Ares (dewa perang), Aprodhite (dewa cinta dan kecantikan), Hermes (dewa perdagangan), serta Pluto dan Hades (dewa kematian yang tinggal di neraka, dijaga anjing Cerberus).
2) Sistem Pemerintahan.
Bangsa Yunani Kuno terpecah-pecah dan mendiami kota-kota merdeka yang memiliki pemerintahan sendiri (merdeka). Negara kota ini dikelilingi oleh tembok sebagai pertahanan. Pusat pemerintahan yang paling berkembang adalah Polis Sparta dan Athena. Setiap polis mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
a) Otonomi, yaitu memiliki hukum sendiri.
b) Swasembada (autarki), yakni mandiri di bidang ekonomi.
c) Kemerdekaan politik.
Polis Sparta digariskan oleh Lycurgus sekitar 900 SM yang bersifat otokratis militerisme. Badan legislatifnya disebut Eklesia. Masyarakat Sparta terdiri atas:
a). golongan penguasa, dipegang suku Doria;
b). golongan budak dan masyarakat bawah.
Suku Laconia dan suku Massina disebut Periciken, (peri artinya mengelilingi, ciken artinya mereka). Jadi, mereka yang berdiam mengelilingi suku Doria. Sistem pemerintahan Sparta menurut Lycurgus adalah
a) pemerintahan dipegang oleh dua raja;
b) Eklesia (dewan rakyat) bertugas menentukan perang, menyetujui rencana undang-undang dan memilih anggota Dewan Ephoroi;
c) Dewan Ephoroi beranggotakan lima orang yang bertugas sebagai dewan pengawas, mengadili raja, dan membantu pemerintahan jika raja berperang;
d) Gerusia (Dewan Tua-Tua) sebagai penasihat raja;
e) Rakyat Sparta terbagi atas dua golongan, yaitu bangsa Doria sebagai kelas satu, dan golongan militer sebagai golongan istimewa.
Polis Athena digariskan oleh Solon tahun 600 SM, bersifat oligarki demokratis (pemerintahan yang dipegang bangsawan). Untuk membina demokrasi, Clistenes menciptakan sistem “ostracisme” atau sistem pecahan periuk, yakni jika rakyat mengumpulkan pecahan periuk 1/5 jumlah penduduk maka seorang raja dinyatakan tirani dan dibuang ke hutan selama lima tahun. Jika sudah dapat mengubah sikapnya, ia dapat dikembalikan sebagai raja di Athena. Di Athena tidak ada kasta, semua rakyat sama haknya.
Susunan pemerintahan Athena sebagai berikut.
a) Kepala pemerintahan disebut archon (raja ada sembilan orang).
b) Boule (badan mirip dengan parlemen), tugasnya menetapkan seorang menjadi archon, meminta tanggung jawab archon, dan menghukum archon yang bersalah.
c) Badan peradilan dipegang oleh Aeropagus yang mengadili perbuatan yang bertalian dengan pengkhianatan negara dan Haliaea yang mengadili perkara perdata dan pidana yang telah ditetapkan.
Athena semakin maju dan menjadi penguasa seluruh Yunani, kecuali daerah Sparta. Dengan adanya Ostraca, kehidupan bernegara semakin tinggi, kesadaran pemimpin untuk mengabdikan diri semakin besar, dan rakyat ikut serta dalam pembelaan negara. Yunani, khususnya Athena, mencapai kejayaannya pada masa Pericles di mana hampir seluruh Yunani di bawah Athena. Perdagangan maju meliputi gandum, anggur, minyak Zaitun, kayu, tembaga, emas, dan perak semua menjadi ekspor negara. Kemajuan lain adalah membangun kuil Parthenon di bukit Acropolis, hak pilih diperluas, Boule harus bersidang empat kali dalam sebulan, dan munculnya ketetapan bahwa sebelum suatu undang-undang berlaku harus dibahas dahulu.
3) Ilmu Pengetahuan
Masyarakat Yunani Kuno banyak menghasilkan tokoh ilmu pengetahuan. Berikut beberapa tokoh yang cukup populer hingga saat ini.
a) Herodotus, ahli sejarah Yunani yang mengungkap sejarah Mesir Kuno dan menyatakannya sebagai Hadiah Sungai Nil.
b) Thucydides, ahli sejarah yang menulis Perang Peloponesos.
c) Pythagoras, ahli ilmu pasti dengan dalil Pythagoras: jumlah kuadrat kedua sisi segitiga siku-siku sama dengan kuadrat sisi depan sudut siku-sikunya.
d) Archimedes, ahli ilmu alam yang mengemukakan dalil Archimedes: bahwa berat benda terapung sama dengan benda cair yang dipindahkan.
e) Hippocrates, ahli kedokteran yang menulis kitab Aphorismen dan Prognose yang membentangkan mengenai sebab timbulnya penyakit dan cara mengobati. Ia mewariskan sumpah dokter (kode etik kedokteran).
f) Homeros, ahli sastra kuno dengan hasil karya Ilias dan Odisea, menceritakan kehidupan rakyat sehubungan dengan agama asli dan takhayul.
Ahli filsafat Yunani yang terkenal sebagai berikut.
g) Socrates (469 – 399 SM), mengajarkan filsafat etika, berpikir bebas dan jujur, serta kebiasaan diskusi dan tanya jawab. Karena dianggap meracuni anak muda, ia dijatuhi hukuman mati tahun 399 SM.
h) Plato (427 – 346 SM), murid Socrates yang menonjol. Ajarannya terpenting adalah ide bahwa dunia yang berdiri sendiri kedudukannya lebih tinggi dari dunia yang kelihatan. Ajarannya tentang negara ditulisnya dalam buku Republica: negara yang baik adalah oligarki, sedangkan yang jelek adalah tirani.
i) Aristoteles (427 – 346 SM), mengajarkan filsafat logika. Logika memberi tuntunan dalam mengambil kesimpulan melalui cara berpikir yang runtut. Negara yang baik adalah republik konstitusi, dimuat dalam bukunya Politica.
b. Kebudayaan Romawi Kuno
Peradaban Romawi Kuno berkembang di Italia sekarang dengan Roma sebagai ibu kotanya. Daerah ini terletak di Semenanjung Apenina, tanahnya subur berkat gunung berapi Visuvius, Stromboli, dan Etna. Sungai yang besar adalah Tiber dan Sungai Po yang menyuburkan tanah. Romawi diidrikan oleh Remus dan Romulus pada abad ke 8 SM.
1) Mata pencaharian dan ekonomi
Bangsa Romawi hidup dari bercocok tanam menghasilkan gandum, jagung, anggur, zaitun, sayur-sayuran, serta rajin beternak biri-biri.
2) Kebudayaan
Romawi banyak memberi sumbangan terhadap peradaban modern, yakni sebagai berikut.
a) Organisasi negara serta kemiliteran yang cukup disiplin menjadi contoh.
b) Adanya paham Imperium Romanum (kekuasaan Romawi) yang menjadi contoh.
c) Faktor pendidikan yang diselenggarakan dari pendidikan dasar sampai menengah dengan bahasa Latin dan Yunani.
d) Adanya kemajuan dalam bidang bangunan, yakni.\
1. Limes, rangkaian bangunan benteng;
2. Colosseum dan Amphiteater;
3. Pantheon, rumah dewa;
4. viaduct, jembatan yang di bawahnya adanya jalan raya;
5. aquaduct, saluran pengairan;
6. Gereja Aya Sophia;
7. Cloaca maxima, yaitu pembuangan air kota.
e) Kemajuan pengetahuan, antara lain,
1. Galen, ahli tabib yang mempelajari peredaran darah;
2. Polibios, ahli tata negara yang menghasilkan Cyclus Polibios, isinya bahwa bentuk negara akan memengaruhi yang lain
f) Kemajuan dalam sastra, yakni
1. sastrawan terkenal adalah Vergilius yang mengarang Aeneis,
2. Ovidus mengarang Metamorphose, dan
3. Yulius Caesar mengarang De Bello Gallico yang menjadi tuntunan mempelajari bahasa Latin.
g) Bangsa Romawi adalah ahli di bidang administrasi,
1. buktinya: memiliki sistem ketatanegaraan dan hukum,
2. memiliki sistem organisasi militer dan kedisiplinan, dan
3. kekuasaan pusat di tangan kaisar.
h) Kemajuan hukum, antara lain, muncul ahli hukum Yustinianus dengan Codex Yustinianus disebut Corpus Yuris. Ahli hukum lainnya adalah Pompinianus dan Theodoseus.
3) Pemerintahan
Pemerintahan Romawi semula berbentuk kerajaan (750 – 510 SM). Pada masa Kerajaan Romawi, selalu ada keributan di antara rakyat dan penguasa. Pada zaman raja Tarquinus memerintah, sebagai seorang diktator ia diberontak oleh Yunius Brutus, sehingga Romawi berubah menjadi republik (510 –27 SM). Pada masa republik, wilayah Romawi diperluas membentang dari Spanyol sampai Palestina – Jerman – Mesir. Oleh karena itulah, Orang Romawi menamakan “Laut Tengah adalah laut kita” (More Nostrum). Sistem poemerintahan Romawi adalah sebagai berikut ini.
a) Kepala pemerintahan dipegang dua orang konsul yang dipilih untuk masa jabatan dua tahun.
b) Senat, mempunyai hak memberi nasihat kepada konsul.
c) Dewan Rakyat (Comitia Curiata).
d) Pontifex Maximus, jabatan sejenis kepala agama.
e) Tribuni Plebis, semacam dewan daerah.
Pada masa repubik Romawi diperintah dengan sistem Trimuvirat yang terdiri atas Pompeyus, Crassus, dan Yulius Caesar. Masyarakat Romowi terlibat dalam perang saudara yang berkepanjangan. Setelah Crassus meninggal, terjadi perselisihan antara Pompeyus dan Yulius Caesar. Perselisihan itu dimenangkan oleh Yulius Caesar, Yulius Caesar memilki slogan Vini, Vidi, Vici (saya datang, saya melihat, saya menang). Trimuvirat I gagal karena Yulius Caesar dibunuh oleh Cassius dan Brutus (44 SM).
Rakyat membnetuk Trimuvirat II, yang beranggotakan Antonius, Octavianus, dan Lipidus. Trimuvirat II gagal karena Lipidus terbunuh dan kekuasaan dibagi antara Octavianus dan Antonius. Perselesihan masih terjadi antara keduannya, perselisihan ini dimenangkan Oktavianus yang bergelar Augustus (yang mulia).
Wilayah Romawi saat itu meliputi Mesir, Siria, Palestina, Turki, Afrika Utara, Spanyol, Portugis, Prancis, Belgia, Belanda, Inggris, Jerman, dan Balkan. Suatu peristiwa yang besar pada zaman kejayaan. Oktavianus adalah lahirnya agama Kristen di Palestina yang dibawa oleh Isa al Masih yang lahir di Bethlehem.
Romawi memasuki masa kegelapan saat pemerintahan
Kaisar Nero. Ia adalah kaisar yang memerintah paling kejam. Dia membantai orang Yahudi di Roma Timur dengan cara dibakar hidup-hidup dalam kubur massa (40.000 orang). Tempat itu lalu disebut Catacombe. Kerajaan Romawi mengalami keruntuhan disebabkan karena beberapa hal berikut ini.
a) kaisar Romawi tidak mampu memberikan contoh pimpinan yang baik,
b) lemahnya pertahanan Romawi karena mengandalkan tentara sewaan (homoromanicus), dan
c) pecahnya kekaisaran Romawi Barat dan Timur.
d) Romawi Barat akhirnya runtuh (476 M) sebab diserang oleh Odoaker dan Romawi Timur runtuh tahun 1453 M karena diserang oleh orang Turki Usmani.
4) Kepercayaan
Bangsa Romawi menyembah banyak dewa. Nama-nama dewanya hampir sama dengan dewa Yunani, misalnya, dewa Zeus (diganti dengan Yupiter), dewa Vesta, Dewa Genius, dewa Yuno (Hera), dan dewa Aprodhite (diganti Venus).
c. Pengaruh Kebudayaan Eropa di Indonesia
Hubungan Indonesia dengan Eropa dapat diuangkap dari kitab Geographike Hyphegesis. Kitab ini berisi petunjuk cara membuat peta yang disusun oleh orang Yunani di Iskandariah bernama Claudius Ptolomeus pada abad ke-2 M. Dalam kitab ini teradapat nama-nama tempat yang berhubungan dengan logam mulia, seperti emas dan perak. Misalnya, Aggyre Chora (negeri perak), Chryse Chora (negeri emas), dan Chryse Chersonesos (semenanjung emas). Kitab ini juga menyebut nama Iabaiou yang sama dengan yavadivu atau Jawadwipa.
Kebudayaan Romawi dan Yunani masih digunakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, antara lain sebagai berikut.
1) Penggunaan istilah-istilah dalam astronomi dan astrologi, misalnya nama-nama planet yang diambil dari nama-nama dewa, seperti Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Uranus, dan Saturnus. Selain itu, penggunaan kata-kata atlas, cancer, sirene, virgo, libra, helio, titan; istilah-istilah dalam dunia kedokteran, seperti hygta, achiles,
2) Penggunaan istilah-istilah dalam astronomi dan astrologi, misalnya nama-nama planet yang diambil dari nama-nama dewa, seperti Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Uranus, dan Saturnus. Selain itu, penggunaan kata-kata atlas, cancer, sirene, virgo, libra, helio, titan; istilah-istilah dalam dunia kedokteran, seperti hygta, achiles, hymen, elektra, hipnos; istilah-istilah dalam bidang biologi, seperti flora, fauna, cela, dan recipe; penggunaan lambang piala ular, min-plus, dan tapak kuda.
3) Budaya tukar cincin, ulang tahun perkawinan (perkawinan emas dan perkawinan perak).
4) Kebiasaan mengangkat dan membenturkan gelas pada upacara dan pestapesta.
5) Menaburkan bunga ke makam, mengalungkan karangan bunga, serta menaburkan bunga ke laut kalau ada yang meninggal di laut.
6) Perayaan tahun baru 1 Januari yang pada masa Romawi merupakan hari penyembahan pada Dewa Janus.
7) Pesta olahraga Olimpiade.
8) Penggunakan hari Minggu untuk hari libur. Pada Romawi Purba, hari Minggu digunakan untuk memuja dewa matahari.
9) Sistem kenegaraan yang menggunakan sistem Demokrasi.
Uji Pemahaman Materi
Tugas Mandiri
Bandingkanlah dua kebudayaan besar Yunani tersebut diatas, yaitu polis Sparta dan Athena. Bagaimana perbedaan sistem pemerintahan keduanya? Apa sisi baik dan buruknya?
3. Pengaruh Kebudayaan Cina (lembah sungai Kuning)
Kebudayaan Cina berpusat di Sungai Huang Ho dan Yang Tse. Banjir sungai Huang Ho akan meninggalkan lumpur yang berwarna kuning, maka disebut sungai Kuning. Sungai Kuning (Huang Ho) bersumber di daerah Kwun Lun di Tibet dan bermuara di Teluk Tsii-Li di Laut Kuning. Adapun di dataran tinggi sebelah selatan mengalir Sungai Yang Tse Kiang yang berhulu di Pegunungan Kwun Lun (Tibet) dan bermuara di Laut Cina Timur.Kebudayaan Cina Kuno terungkap oleh Prof. Davidson Black yang menemukan fosil Sinathropus pekinensis/Pithecanthropus Pekinensis, di Gua Chau Kuo Tien. Pithecanthropus pekinensis hidup sezaman dengan Pithecanthroopus Erectus. Kesimpulan dari hasil penelitiannya adalah.
a. pendukung kebudayaan lembah Hoang-Ho adalah Sinanthropus pekinensis (manusia kera dari Cina);
b. ditemukan barang tembikar berupa cambung berkaki pejal (ting), cambung berongga (li), dan jambangan tempat abu suci;
c. mengenal tulisan kuno Cina, yakni tulisan gambar lambang apa yang ditulis;
d. ditemukan alat pahat, kapak pemukul, dan alat tulang berupa jepitan rambut dan jarum;
e. orang Cina rajin mempelajari astronomi sehingga muncul penanggalan;
f. kepercayaannya menyembah banyak dewa, misalnya, dewa Shangti adalah dewa langit, dewa hujan, dewa panen, dan dewa tertinggi yang diwakili Kaisar Cina.
Hasil penelitian menunjukkan budaya lembah sungai Kuning sudah cukup maju. Hal tersebut terbukti dari kesimpulan yang diutarakan Davidson Black diatas, selain itu berikut beberapa penjelasan mengenai hasil kebudayaan lembah sungai Kuning.
a. Mata pencaharian dan ekonomi
Lembah sungai Huang Ho (Kuning) memiliki tanah yang cukup sebur sehingga mendorong penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai petani. Pertanian yang diupayakan adalah gandum, padi, teh, jagung, dan kedelai. Pada masa Dinasti Chin pertanian sudah cukup maju. Pertanian dilakukan dengan internsif, penggunaan pupuk, dan irigasi.
Kebudayan lembah sungai Huang Ho juga terkenal dengan barang-barang dari keramik dan Sutra. Kedua jenis barang tersebut sangat diminati hingga ke luar daerah Cina. Selain itu hasil tambang dari Cina bagian timur diolah menjadi perabot rumah tangga dan alat-alat perang.
b. Kebudayaan
Bahasa yang digunakan oleh masyarakat Cina berbeda-beda dan tulisan berbentuk Piktograf . Pada abad ke-20 dikembangkan pemakaian bahasa persatuan yang disebut Kuo Yuo. Astronomi sudah cukup maju di Cina. Pengetahuan tentang astronomi telah menjadi dasar aktivitas yang akan dilakukan oleh masyarakat Cina, diantaranya pertanian, pelayaran, dan usaha. Astronomi digunakan untuk mengetahu perputaran musim, karena Cina memiliki empat musim.
Dalam bidang bangunan masyrakat Cina juga sangat maju, hal tersebut terlihat dari bangunan Tembok Raksasa Cina yang dibangun pada masa Dinasti Chin, tembok ini berfungsi menangkal serangan dari Utara. Pada Kaisar han Wu Ti, pembangunan tembok dilanjutkan dan baru selesai pada masa Dinasti Ming pada abad ke -17 M. Tembok tersebut memiliki panjang 7000 km, tinggi 16 m dan lebar 8 m. Selain itu ada Istana Kekaisaran Cina yang sangat megah yang sekarang dikenal dengan Istana Terlarang. Selain itu masih banyak lagi bangunan di Cina yang berupa kuil-kuil.
Pemakaian kayu, kulit, tulang binatang dan bambu sebagai media tulis telah berkembang. Bahkan dalam perkembangan selanjutnya, pembuatan kertas dari bambu digunakan di banyak daerah di dunia. Penemuan swipoa sebagai alat untuk mempercepat perhitungan masih digunakan saat ini. Kesenian Juga berkembang pesat. Lukisan-lukisan dan kaligrafi telah tersohor kemana-mana, selain itu keramik Cina memiliki kualitas dan nilai seni tinggi. Keramik ini memiliki hiasan yang sangat indah, misalnya naga, hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Pada masa Dinasti Chou muncul beberapa tokoh filsafat, tiga
diantaranya merupakan yang terbesar, yaitu Lao Tse, Kong Fu
Tse dan Meng Tse.
1) Lao Tse
Lao Tse merupakan pencetus dasar-dasar Tao (Tao artinya jalan) dalam buku yang berjudul Tao Tse Ting. Oleh karena itu, ajaran Lao Tse dikenal dengan nama Taoisme. Dalam Taoisme, manusia diharuskan untuk pasrah terhadap hal-hal yang dialaminya dan selalu menjalankan kehidupannya dengan baik karena senang ataupun susah tidak ada bedanya, yang penting adalah cara menjalaninya yang harus diperbaiki. Taoisme mengajarkan tentang keseimbangan alam dengan yin dan yang. Yin adalah unsur-unsur negatif misalnya: malam, gelap, dingin, perempuan. Yang adalah unsur-unsur positif, misalnya siang, terang, panas, laki-laki.
2) Kong Fu Tse
Ajarannya biasa disebut Ju Chia (Kung Chia), orang banyak menyebutnya Confusianisme. Ajaran Kong Fu Tse juga berdasarkan Tao. Menurut ajaran ini, Tao adalah sesuatu kekuatan yang mengatur segala-galanya dalam alam semesta ini, sehingga tercapai keselarasan. Manusia harus menyesuaikan diri dengan Tao, agar dalam kehidupan masyarakat terdapat keselarasan dan keseimbangan.
Ajaran Kong Fu Tse mengacu pada ajaran Taoisme yang mengharuskan adanya keselarasan dalam kehidupan bermasyarakat. Kong Fu Tse memusatkan ajarannya pada kehidupan sehari-hari, dan keluarga adalah inti dari masyarakat. Keselarasan hidup dalam keluarga bisa dirasakan saat orang tua menyayangi anak, anak menghormati orang tua, laki-laki sebagai kepala keluarga, perempuan sebagai pengurus rumah tangga. Pemikiran ini diterapkan pada sistem pemerintahan dimana raja harus menyayangi rakyatnya begitu pula rakyat harus taat kepada raja.
3) Meng Tse
Meng Fu Tse mengikuti ajaran gurunya, Kong Fu Tse. Ia mengajarkan bahwa rakyat boleh mengingatkan raja dan memberontak apabila haknya diabaikan, begitu pula rakyat harus tunduk, taat dan melaksanakan kewajiban yang diperintahkan oleh raja. Timbal balik antara raja dan rakyat merupakan dasar-dasar kehidupan dalam negara demokrasi, sama seperti yang pernah dilontarkan pula oleh Plato.
c. Pemerintahanan
Masa pemerintahan Cina berlangsung dengan pergantian-pergantian Dinasti. Berdasarkan cerita kuno, ada tiga zaman raja yakni Yi Sui Yen, Fu Shi, Shen Nung, dan lima kaisar, yakni Huang Ti, Yao, Shun, Yin, dan Lui Tsu. Sesudah itu Cina diperintah oleh dinasti-dinasti berikut ini.
1) Dinasti Shang (1766-1122 SM)
Dinasti adalah yang tertua dan sebagai penumbuh dinasti dan peletak peradaban Cina Kuno. Rakyatnya memanfaatkan sungai Huang Ho untuk bertani dengan cara membuat tanggul. Tulisan kuno Piktograf dengan aksaranya yang disebut Honji. Sistem kepercayaannya adalah menyembah dewa Shang Ti.
2) Dinasti Chou (1122-255 SM)
Dinasti Chou didirikan oleh Pangeran Wu Wang dengan pusat pemerintahan di Shensi. Pada masa Dinasti ini lahir sistem Feodal karena sebagai balas jasa kepada penguasa yang mendukung Pangeran Wu Wang, mereka diberi tanah. Pada masa dinasti ini muncul pemikir seperti Lao Tse, Kung Fu Tze, dan Chung Tze.
3) Dinasti Chin (255-205 SM)
Pada masa pemerintahan dinasti Chin dibawah Chin Shih Huang Ti, Cina berada pada masa Kejayaan. Dinasti ini berhasil menguasai Kerajaan Chou, Wei, dan Han sehingga Cina berhasil dipersatukan. Berikut merupakan beberapa jasa dari Chin Shih Huang Ti.
(a) Cina dipersatukan dan diperintah oleh hanya satu raja.
(b) Feodalisme dibubarkan.
(c) Untuk mengamankan kekuasannya dari pemberontakan, Shih Huang Ti mengeluarkan perintah untuk membakar dan memusnahkan buku-buku ajaran guru besar Kong fu Tse, kecuali buku pertanian, pengobatan, dan ramalan.
(d) Dibangun Tembok Besar Cina yang panjangnya 3.000 km, lebarnya 8 m, dan tingginya 16 m. Tembok ini berfungsi untuk membendung serangan bangsa Syiung Nu.
(e) Wilayah Cina dibagi menjadi 36 provinsi.
(f) Penyeragaman tulisan di seluruh Cina.
(g) Penyeragaman ukuran dan timbangan.
4) Dinasti Han (202-211 M)
Dinasti ini didirikan Liu Pang dan pusat pemerintahan berada di Chang’an. Kaisar yang terkenal adalah Han Wu Ti. Pada masa pemerintahannya terdapat kemajuan-kemajuan, antara lain,
(a) meluaskan wilayah ke Korea,
(b) ajaran Kung Fu Tze dijadikan dasar pemerintahan,
(c) memajukan perdagangan dan membangun jalan yang sekarang dikenal dengan jalur Sutera. Dikenal dengan jalur Sutera karena barang dagangan terbanyak adalah Sutera,
(d) orang Cina sudah dapat membuat kertas dari kulit kayu yang disebut tsa’ilun, dan
(e) agama Buddha mulai masuk Cina.
Kerajaan ini mengalami kemunduran setelah ditinggal oleh han Wu Ti dan akibat penyerangan oleh bangsa Tartar.
5) Dinasti Sui (589-618 M)
Dinasti Sui mencapai kejayaan pada masa pemerintahan Sui Yang Ti dengan menundukkan dinasti Han serta menaklukan Syiung Nu, yakni suku liar dari Utara yang selalu mengganggu Cina. Usaha yang dilakukan, antara lain,
(a) meluaskan wilayah Cina,
(b) membangun istana kerajaan,
(c) mengadakan ujian penyaringan bagi pegawai, dan
(d) membangun saluran kaisar untuk memperlancar perdagangan dengan panjang 1.800 km.
6) Dinasti T’ang (618-906 M)
Masa pemerintahan dinasti T’ang merupakan masa penting bagi pertumbuhan Cina. Saat inilah mulai muncul adanya hubungan dengan Indonesia. Masa pemerintahan yang besar adalah pada masa Tang Tai Sung. Keberhasilannya adalah
(a) wilayah Cina sampai ke luar Cina, seperti Tonkin, Annam, Kampuchea, dan Persia;
(b) kesenian maju pesat dengan tokoh Li Tai Po, Tu Fu, dan Weng Wei, hasilnya adalah guci, belanga, dan jambangan;
(c) sistem pemerintahan desentralisasi serta dibangunnya pagoda;
(d) dikeluarkannya undang-undang yang mengatur masalah pembagian tanah.
7) Dinasti Sung (906-1279 M)
Dinasti Sung memerintah Cina di bawah kaisar Sung Tai Tsu. Pada masa pemerintahanya, ilmu pengetahuan maju pesat. Pusat pemerintahannya adalah di Nanking. Usaha-usahanya adalah
(a) mendirikan museum;
(b) mengekspor porselin ke Jepang, Korea, India, Persia, Afrika, dan Eropa;
(c) menggunakan tulisan piktograf dengan gambar lambang tertentu;
(d) pengetahuan astronomi digunakan untuk menentukan penanggalan berdasarkan bulan dan matahari.
Dinasti Sung mengadakan perdamaian dengan bangsa K’itan dan bangsa Tangut. Untuk menjaga perdamaian, maka kaisar Sung harus membayar upeti kepada bangsa-bangsa tersebut agar tidak mengadakan serangan.
8) Dinasti Mongol (1279-1294 M)
Orang Mongol berhasil menguasai Cina di bawah Genghis Khan yang kemudian memusatkan ibu kota di Kambaluk (Peking). Pada tahun 1227, Genghis Khan meninggal digantikan Ogodai yang memperluas wilayah ke Rusia, Hongaria, Polandia, dan Siberia. Tahun 1260, Kublai Khan menggantikan kekuasaannya dan mendirikan pemerintahan yang kemudian disebut dinasti Yuan. Pada masa pemerintahannya, ia menyuruh utusan ke Singasari untuk meminta pengakuan dari Kertanegara, tetapi ditolak. Akibatnya, pada tahun 1293 Cina mengerahkan tentara ke Singasari untuk menaklukannya.
9) Dinasti Ming (1368-1642 M)
Setelah berhasil mengalahkan dinasti Mongol di Cina, Chu Yuang Chang kemudian memerintah dengan menyusun persatuan Cina kembali di bawah Dinasti Ming. Ia kemudian digantikan oleh puteranya, yakni Yung Lo. Pada masa inilah Cina mengadakan hubungan dagang dengan Majapahit sehingga ada hubungan yang damai antara kedua negara tersebut. Seni bangunan sangat maju dengan dibangunnya pagoda. Ibu kota yang semula berada di Nanking dipindah ke Peking.
Di masa pemerintahannya dikirimlah ekspedisi-ekspedisi ke seberang lautan di bawah pimpinan Laksamana Cheng Ho. Pada masa kaisar Yung Lo ini, Cheng Ho pernah mengadakan pelayaran ekspedisi diplomatik sebanyak enam kali. Dinasti Ming mengalami keruntuhan disebabkan oleh serangan bangsa Manchu yang akhirnya berkuasa di Cina.
10) Dinasti Manchu
Dinasti ini berasal dari Manchuria yang datang dan menguasai Cina, pusat pemerintahanya ada di Peking. Dinasti ini diperintah oleh kaisar yang kurang pandai sehingga menggugah kesadaran bangsa Cina untuk berjuang bagi bangsanya dalam Revolusi Cina 10 Oktober 1911 yang dikenal dengan Revolusi Wucang Day. Hasilnya, tanggal 1 Januari 1912 Cina lahir sebagai negara republik dengan Presiden Sun Yat Sen.
d. Kepercayaan
Dalam sistem kepercayaan masayarakat Cina memuja pada banyak dewa dan memuja leluhur. Diantara banyak dewa, ada satu dewa yang menjadi dewa yang utama yaitu Kaisar langit atau Shang Ti. Selain itu ada dewa-dewa yang lain diantaranya, eng pa (Dewa Angin), Lei-Shih (Dewa Angin Topan) yang digambarkan sebagai naga besar, dan Tai Shan atau empat dewa yang menguasai bukit suci. Masyarakat Cina kuno juga mengenal upacara korban manusia (gadis cantik) untuk persembahan dewa tertinggi Ho-Po yang bertakhta di Huang-Ho. Pemujaan leluhur dikerjakan dengan sungguh-sungguh sehingga memberi warna khusus dalam kehidupan masyarakat Cina. Pemujaan terhadap leluhur dilakukan oleh anak laki-laki.
e. Pengaruh Kebudayaan Cina di Indonesia
Hubungan Indonesia denga Cina, khusunya dalam bidang perdagangan, telah terjalin sejak zaman prasejarah. Hubungan dagang ini terbukti dengan banyaknya keramik dari Cina yang ditemukan di Indonesia. Kebudayaan Cina yang cukup maju telah menyebar ke Indonesia. Laporan Cina yang berjudul Nan Zhou Wou Chih ditulis oelh Wan Zhen (222-280 M) menyebutkan tentang gunung berapi di Si Tiao. Penduduk Si Tiao memakai pakaian dari kulit kayu, yang dimaksud dengan Si Tiao adalah Pulau Jawa. Pengaruh peradaban Cina terhadap kebudayaan Indonesia, antara lain sebagai berikut.
1). Kepercayaan tentang nasib dan peruntungan yang didasarkan pada kejadian yang terjadi pada tubuh, seperti bentuk garis tangan dan bentuk-bentuk alat tubuh lainnya.
2). Islam yang datang ke Indonesia di antaranya berasal dari Cina. Hal ini terjadi terutama pada masa Dinasti Tang dan Ming.
3). Makanan-makanan Indonesia banyak yang berasal dari Cina, seperti mie, bihun, capcay, tahu, kecap, dan sebagainya.
4. Pengaruh Kebudayaan Mesir (lembah sungai Nil)
Peradaban yang berkembang Mesir merupakan peradaban yang tinggi. Peradaban ini berkembang di lembah sungai Nil. Herodotus menjuluki Mesir sebagai hadiah dari Sungai Nil. Hal tersebut didasarkan perdaban ini tumbuh dan berkembang karena kesuburan daerah di Sungai Nil dan Mesir dikelilingi oleh gurun Pasir. Sungai Nil mengalir dari Pegunungan Kilimanjaro (Sudan) hingga Laut Tengah dengan panjang sekitar 5000 km. Di sepanjang aliran sungai Nil berkembang kota-kota Mesir seperti Kairo, Iskandaria, Abusir, dan Rosetta. Olah karena itu sungai Nil tidak hanya dimanfaatkan untuk pertanian tetapi juga dimanfaatkan sebagai jalur lalu lintas, karena mampu menghubungkan Laut Tengah dan daerah pedalaman Mesir. Letak Mesir juga sangat Strategis karena berada di jalur pertemuan antara Afrika, Eropa dan Asia. Berikut penjelasannya lebih lanjut mengenai Mesir.
a. Mata Pencaharian
Lumpur yang dibawa oleh sungai Nil memilik kandungan yang sangat baik untuk pertanian. Daerah-daerah lembah sungai Nil menjadi sangat subur. Karena daerah Mesir dikelilingi gurun pasir yang besar maka bangsa Mesir sangat menggantungkan diri pada sungai Nil. Sitem irigasi diterapakan untuk mengairi daerah yang sedikit jauh dari sungai Nil. Maka dapat disimpulkan bahwa bangsa Mesir Kuno memiliki mata pencaharian sebagai petani.
b. Kebudayaan
Mesir memiliki kebudayaan yang cukup tinggi, terutama dalam ilmu pengetahuan dan bangunan/arsitektur. Berikut adalah hasil kebudayaan Mesir Kuno.
1) Kepercayaan
Bangsa Mesir mengenal banyak dewa (politheisme), juga mengenal kepercayaan bahwa roh orang mati tidak akan meninggal. Malah mereka mengenal hewan-hewan suci yang dianggap sakral, seperti terlihat dalam beberapa lukisan dan patung hewan berkepala manusia dan manusia berkepala hewan. Dewa-dewa yang dipuja bangsa Mesir antara lain:
a) Dewa Osiris sebagai dewa tertinggi;
b) Dewa Ra sebagai dewa matahari;
c) Dewa Thot sebagai dewa pengetahuan;
d) Dewa Horus, sebagai dewa sungai Nil, anak Dewa Osiris; dan
e) Dewa Amon sebagai dewa bulan.
f) Dewa Anubis, yaitu dewa kematian.
Sebagai penguasa kehidupan politik dan keagamaan dipegang oleh firaun, Firaun (Pharaoh) ini diistimewakan karena dianggap Dewa Horus, perantara manusia dengan dewa dan pemelihara Sungai Nil.
2) Hieroglyph
Heiroglyph adalah huruf yang berupa gambar yang mewakili satuan huruf atau piktograph khas Mesir. Beberapa contoh hieroglyph adalah hewan, manusia dan benda-benda, setiap lambang memiliki makna tersendiri. Hieroglyph ditulis pada media kertas (papyrus), kulit kayu dan dipahat pada bangunan. Tulisan Hieroglyph berkembang menjadi lebih sederhana. kemudian dikenal dengan tulisan hieratik dan demotis. Tulisan hieratik atau tulisan suci dipergunakan oleh para pendeta. Demotis adalah tulisan rakyat yang dipergunakan untuk urusan keduniawian misalnya jual beli.
3) Astronomi
Kehidupan agraris banga Mesir memengaruhi terhadap pengetahuannya yang tinggi. Untuk mengetahui waktu bercocok tanam, panen atau berdagang dilihat dari siklus musim yang datang setiap tahunnya.
Kemampuan tersebut terus berkembang hingga muncul penanggalan yang sudah berdasarkan perhitungan perputaran bumi mengitari matahari. Sistem kalender yang seperti itu membagi 1 tahun menjadi 12 bulan dan satu bulan terdiri atas 30 hari. Peredaran bulan selama 29,5 hari. Karena dianggap kurang tetap, kemudian mereka menetapkan kalender berdasarkan kemunculan bintang anjing (Sirius) yang muncul setiap tahun. Mereka menghitung satu tahun adalah 12 bulan, satu bulan 30 hari, dan lamanya setahun adalah 365 hari, yaitu 12 ×30 hari lalu ditambahkan 5 hari. Mereka juga mengenal tahun kabisat. Penghitungan ini sama dengan kalender yang kita gunakan sekarang yang disebut Tahun Syamsiah (sistem solar).
4) Perkakakas dan perhiasan
Bangsa Mesir telah mampu membuat alat-alat rumah tangga, senjata dan peralatan hidup lainnya yang terbuat dari tanah liat maupun logam. Selain alat penunjang kehidupan bangsa Mesir juga bisa membuuat perhiasan dari logam muli dan gading.
5) Pengawetan mayat (Mummy)
Bangsa Mesir percaya bahwa roh orang yang meninggal masih tetap ada disekitar mereka bila jasadnya masih utuh atau dalam artian lain bahwa mereka percaya ada kehiduapan setelah mati. Maka mereka mengawetkan jasad/mayat para bangsawan dan raja agar tetap hidup abadi.
6) Bangunan/arsitektur
Bangsa Mesir memiliki ilmu arsitektur yang tinggi, hal tersebut terbukti dengan bangunan-bagunan yang serba besar dan megah. Berikut beberapa bangunan hasil peninggalan kebudayaan Mesir Kuno.
a) Piramida
Piramida merupakan bangunan besar dari batu yang disusun rapi dan menggunakan model punden berundak. Piramida berfungsi sebagai makam dari raja-raja.
b) Sphinx
Spihnx merupakan patung besar berbentuk singa berkepala manusia, hal tersebut merupakan lambang kekuatan dan kebijaksanaan.
c) Obelisk
Obelisk adalah tiang batu yang ujungnya runcing sebagai lambang pemujaan kepada roh dan dewa. Obelisk juga dipakai sebagai tempat mencatat kejadian-kejadian penting.
d) Kuil
Masyarakat Mesir juga membangun kuil yang indah dan megah sebagai tempat pemujaan bagi para dewa.
c. Pemerintahan
Struktur masyarakat Mesir terdiri dari Raja (Firaun), bangsawan, pendeta dan Keluarganya, pedagang dan pengusaha, rakyat biasa (buruh, budak dan petani). Pemerintahan dijalankan oleh Firaun yang dianggap dewa oleh rakyatnya, ibu kotanya di Memphis. Masa kerajaan di Mesir dibagi menjadi sebagai berikut.
1) Mesir Kuno (3400 SM – 2160 SM)
Raja Mesir Kuno adalah Menes yang berhasil menyatukan Mesir dari perang saudara sehingga Mesir dianggap mulai aman.
2) Mesir Pertengahan (2160 SM – 1788 SM)
Ibu kota Mesir pada masa ini di Thebe, rajanya bernama Sesotris III. Ia berhasil mempersatukan Mesir kembali dari perang saudara. Ia berusaha memperluas wilayah ke Palestina dan Sudan. Setelah diganti Menemhet III, Kerajaan Mesir semakin maju pertaniannya. Mereka sudah mengenal teknologi mengeringkan rawa untuk lahan pertanian. Mesir Pertengahan mundur karena serangan Hykos yang gemar berperang.
3) Mesir Baru (1500 SM – 1100 SM)
Dengan pengalaman serangan Hykos dari Asia, rakyat Mesir sadar dan bangkit di bawah Raja Ahmosis I dan mengusir Hykos dari Mesir sehingga berdirilah Mesir Baru yang kuat dan berlangsung sampai tahun 1100 SM. Rakyat Mesir diajak menyembah Dewa Amon dan oleh Raja Thutmosis III dibangun rumah dewa Amon Re di kota Karnak dan Luxor. Setelah diganti oleh Raja Amenhotep IV, rakyat Mesir mulai menganut monoteisme, yakni hanya menyembah dewa Amon yang digambarkan sebagai bulatan Matahari dianggap universal.
d. Pengaruh Kebudayaan Mesir pada Indonesia
Beberapa pengaruh peradaban Mesir terhadap kebudayaan dan seluruh aspek kehidupan bangsa Indonesia, antara lain sebagai berikut.
1) Tulisan Mesir Kuno berkembang keluar dan disederhanakan oleh orang Funisia. Tulisan itu kemudian diajarkan kepada orang Yunani dan tersebar di Romawi. Setelah itu, berkembang menjadi tulisan Latin yang digunakan oleh bangsa Indonesia.
2) Kepercayaan pada jalangkung, yaitu upacara menghadirkan roh dan ilmu hipnotis, pada awalnya berkembang di Mesir Kuno.
3) Menurut teori difusi kebudayaan, teknologi bangunan-bangunan besar, seperti piramida, menyebar ke seluruh penjuru dunia, termasuk ke Indonesia dengan dibangunnya Candi Borobudur.
4) Kedatangan Islam berasal dari Mesir, teori ini dikemukakan oleh HAMKA dan Crawford, yang mengemukakan bukti tulisan Ibnu Battutah yang menyatakan bahwa raja Samudra Pasai bermahzab Syafii. Mahzab Syafiii banyak terdapat di Mekkah dan Mesir, sementara Iran itu bermahzab Syiah, dan Gujarat bermahzab Hanafiah. Gelar yang biasa dipakai oleh raja di Samudra Pasai ialah Al Malik yang biasa digunakan di Mesir, sementara gelar di Iran ialah Syah bukan Malik.
5. Pengaruh Kebudayaan Lembah Sungai Eufarat dan Tigris (Mesopatamia)
Sungai Eufarat dan Tigris merupakan sungai yang bersumber dari pegununungan Armenia (Turki). Mesopotamia adalah nama daerah yang diapit oleh dua sungai, meso berarti tengah dan potamos artinya sungai (sekarang Irak). Daerah ini sangat subur akibat lumpur dan air dari sungai Eufarat dan Tigris. Daerah ini adalah yang paling subur dikarenakan daerah lain merupakan Gurun yang terbentang luas, ayitu Gurun Hamid dan Gurun Elbrus. Derah ini bila dihubungkan dengan Jordan mendapat sebutan The Fertille Crescent Moon (daerah buloan sabit yang makmur) karena daerah ini berbentuk seperti bulan sabit.
Bangsa Ubaid adalah bangsa yang pertama mendiami daerah Mesopotamia pada tahun 5000 SM. Hal ini ditandai dengan munculnya kota Kisah, Eridu dan Ur. Kedatangan bangsa Sumeria pada tahun 3000 SM, berbaur dengan bangsa Ubaid menghasilkan kota yang dengan rumah ayang diabangun dengan lumpur. Kedua bangsa tersebut termasuk kedalam rumpun bangsa Semit.
a. Mata pencaharian
Kesuburan tanah yang merupakan akibat dari aliran sungai Eufarat dan Tigris mendorong penduduk Mesopotamia menjadi petani. Banjir yang sering terjadi di kawasan ini dihadapi dengan pembuatan tanggul penahan banjir, kanal banjir dan saluran pertanian. Hasil dari pertanian adalah gandum dan kapas. Selain bercocok tanam penduduk Mesopotamia juga memiliki mata pencaharian sebagai peternak dan pedagang. Hal ini disebabkan karena daerah merupakan lalu lintas perdagangan yang strategis antara Laut Tengah dan Sungai Shindu. Dengan demikian aktivitas perdagangan di Mesopotamia sangat ramai.
b. Hasil kebudayaan
Kebudayaan Mesopotamia memiliki kebudayaan yang cukup tinggi, hal tersebut dibuktikan dengan hasil perdaban berikut ini.
1) Huruf Paku
Bangsa-bangsa yang mendiami sunagi Eufarat dan Tigris mengenal huruf abjad yang dikenal dengan huruf paku atau kuneiform. Huruf ini tercantum pada peninggalan Babylonia berupa prasasti batu yang berisi Undang-undang Hammurabi yang memuat 282 pasal, setiap pasal memuat peraturan dan hukuman bagi pelanggaranya.
2) Kalender
Penanggalan waktu mulai dikenal pada Kerajaan Sumeria dan berkembang hingga Kerajaan Chaldea. Kalender ini membagi seminggu dalam 7 hari, 1 hari dalam 24 jam. Kalender ini dibuat untuk kepentingan masa bercocok tanam karena menunjukkan musim dan pergantian bulan.
3) Kepercayaan
Bangsa ini mempunyai atau mempercayai banyak dewa. Dewa tersebut lahir akibat kondisi alam yang tidak stabil. Diantar dewa-dewa bangsa Sumeria, berikut adalah tiga dewa tertinggi yaitu dewa Anu (dewa langit), dewa Enlil (Dewa bumi) dan dewa Ea (dewa air).
4) Bangunan
Bangsa Sumeria telah membangun kota dengan tata kota yang rapi dan tiap bangunan menggunakan model Zigurat. Selain itu, bangsa Sumeria sangat terampil dalam pengolahan logam untuk dibuat peralatan pembuatan senjata. Bangsa Sumeria telah mengenal ilmu hitung, lingkaran 360 derajat, dan bangunan dari tanah liat yang dikeringkan dengan panas matahari. Bangsa Assyria pada masa Ashru Bhanifal telah membuat perpustakaan tertua di dunia. Dibangunnya perpustakaan merupakan suatu ciri kepedulian seorang pemimpin akan pentingnya ilmu pengetahuan. Begitu juga Bangsa Khaldea pada masa kerajaan Babylonia Baru berhasil membangun taman Gantung yang merupakan salah satu keajaiban dunia.
5) Ilmu Hitung
Bangsa Sumeria sudah mengenal angka 60 (sexagesimal) bilangan dasar, susunan angka 60 dipakai sebagai besarnya derajat dalam 1 lingkaran, yakni 360 derajat yang dianalogikan sama dengan peredaran bumi mengelilingi matahari dalam 1 tahun yang terdiri dari 360 hari.
c. Pemerintahan
Daerah Mesopotamia sering terjadi pergantian pemerintahan, pergantian pemerintahan diakibatkan sering datanganya bangsa pendatang yang ingin mendiami Mesopotamia. Pemerintahan di Mesopotamia berbentuk negara kota. Raja merangkap sebagai kepala negara. Kronologis bangsa-bangsa yang mendiami Mesopotamia sampai dengan tahun 323 SM yaitu sebagai berikut.
1) Bangsa Ubaidian 5000 – 4500 SM;
2) Bangsa Sumeria I 3800 – 3200 SM;
3) Bangsa Jamdet Nasr 3200 – 3000 SM;
4) Bangsa Akkadia 2900 – 2250 SM;
5) Bangsa Sumeria II 2250 – 2200 SM;
6) Bangsa Guti 2200 – 2100 SM;
7) Bangsa Amolia (Babilonia I) 1850 – 1600 SM;
8) Bangsa Hittit 1600 – 1300 SM;
9) Bangsa Asyria 1300 – 612 SM;
10) Bangsa Khaldea (Babilonia II) 612 – 500 SM;
11) Bangsa Persia 500 – 326 SM;
12) Bangsa Yunani (Alexander the Great) 326 – 323 SM
Untuk lebih jelasnya maka akan kita uaraikan beberapa kerajaan yang pernah berdiri di Mesopotamia. Berikut penjelasnya.
1) Kerajaan Sumeria
Bangsa Sumeria yang telah berbaur dengan bangsa Ubaidian telah membangun kota Ur, tatanan masyarakat terus berkembang dan akhirnya menciptakan sistem pemerintahan dan kerajaan. Rajanay bergelar Patesi . Patesi yang telah berkuasa di Kerajaan Sumeria antara lain Patesi A-annipada, Patesi Umia, Patesi Urukagina dan Patesi Lunggal zagisi. Raja merangkap kepala agama, kepala militer, dan memegang kekuasaan ekonomi negara. Mata pencahariannya bercocok tanam. Kerajaan Sumeria menagalkami keruntuhan akibat serangan bangsa Akkadia yang dipimpin raja Sargon.
2) Kerajaan Akkadia
Kerajaan Akkadia yang dipimpin Sargon berdiri di Mesopotamia setelah berhasil mengalahkan kerjaan Sumeria. Pusat pemerintahan yang semula di Ur dipindahkan ke Agade. Bangsa Akkadia mengenal legenda-legenda kepahlawanan, yakni legenda Adapa, Etana dan Gilgamesh yang mirip dengan cerita manusia pertama Adam dan Hawa. Mereka juga mengenal legenda air bah yang mirip dengan cerita Nabi Nuh namun dalam versi yang berbeda. Dinasti Raja Sargon di Agade berkuasa 1 abad dan dihancurkan oleh Guti pada tahun 2200 SM. Kerajaan Sumeria kembali berkuasa setelah Raja Ur-Nammu mengalahkan Kerajaan Akkadia dan mengembalikan ibukota ke Ur.
3) Kerajaan Babylonia Lama
Kerajaan Sumeria di bawah Ur-Nammu berhasil dikuasai oleh bangsa Amoria, bangsa Amoria yang dipimpin Sumubun berhasil menaklukkan Sumeria II dibawah Ur-namu pada tahun 2000 SM dan memindahkan ibukotanya ke babylon. Raja Hammurabi adalah salah satu keturunan dinasti Amorit yang terkenal dan menjadi raja besar setelah membentuk imperium hingga Turki, Suriah dan Teluk Persia. Ia juga yang meletakkan hukum tatanan masyarakat untuk kehidupan yang aman dan tenteram yang dikenal dengan Codex Hammurabi. Hukum Hammurabi mengakomodasi
kebudayaan bangsa Semit yang menggunakan hukum pembalasan, seperti hilang nyawa diganti nyawa. Lemahnya pengganti raja Hammurabi membuat bangsa Assyiria berhasil meruntuhkan kerajaan Babylonia Lama. Sebelum bangsa Assyiria menaklukkan Babylonia, daerah Messopotamia dikuasai oleh bangsa Hittite.
4) Kerajaan Assyria
Pada tahun 1350 SM di bawah pimpinan Assuruballit, Assyria mampu melepaskan kewajiban tersebut dan dapat menyaingi Babylonia. Ketika dipimpin oleh Tiglath Pletser I, Assyria dapat menguasai Babylonia yang sudah dikuasai bangsa Hittite. Dengan kemenangan tersebut tumbuhlah Kerajaan Assyria beribukota Niniveh. Salah satu rajanya yang termasyhur adalah raja Ashurbanipal yang mampu mengembangkan wilayah kerajaannya meliputi Lembah Sungai Nil, Armenia, Damascus dan Yunani. Keruntuhan kerjaan Assyria disebabkan serangan bangsa Chaldea.
5) Kerajaan Babylonia Baru
Kerajaan Babylonia Baru lahir setelah Nabopalassar memimpin bangsa Chaldea menyerbu Kerajaan Assyria pada tahun 612 SM. Kerajaan Babylonia Baru mengalami kejayaan pada zaman Raja Nebukadnezar karena:
a) Meredam pemberontakan Yahudi di Palestina, dan mengirim ke pembuangan setelah kalah perang;
b) Membuat jembatan untuk lalu lintas kota;
c) Membangun taman gantung.
Setelah Nebukanedzar wafat, Babylonia runtuh oleh bangsa Medes dari Persia.
6) Kerajaan Persia
Pada awalnya bangsa Medes tinggal di Pegunungan Zagros (sebelah Utara Teluk Persia). Mereka bangsa yang kuat dan merupakan ancaman bagi bangsa-bangsa yang ada di sekitarnya. Sebagai bangsa nomaden, bangsa ini menyebar ke India dan Eropa Barat. Tahun 539 SM berhasil menguasai kerajaan Babylonia Baru, namun tak lama kemudian muncul Cyrus sebagai pemimpin bangsa Persia berhasil menaklukan Babylonia Baru dan menyatukan kedua bangsa Medes dan Persia. Anaknya yang bernama Cambysses menaklukan Bangsa Mesir yang selanjutnya diganti oleh Raja Darius. Raja Darius berhasil membawa Kerajaan Persia ke dalam kejayaan dengan memperluas wilayahnya sampai ke Yunani. Sistem pemerintahan Darius dipakai dalam sistem pemerintahan di dunia saat ini. Negara terdiri dari 20 provinsi yang masing-masing provinsi diperintah oleh satrap (gubernur) yang ditunjuk oleh Raja.
Pada zaman kekuasaan Kerajaan Persia di Mesopotamia tampil seorang tokoh agama yang bernama Zoroaster yang mengajarkan bahwa kekuatan kebaikan dikuasai oleh Ahura Mazda dan kekuatan kejahatan dikuasai oleh Ahriman. Kitab suci ajaran ini bernama Avesta.
d. Pengaruh kebudayaan Mesopotamia pada Indonesia
e. Pengaruh peradaban Mesopotamia terhadap kebudayaan dan seluruh aspek kehidupan bangsa Indonesia, antara lain sebagai berikut.
f. a. Upacara Baptis dan menyalakan lilin masuk ke dalam ajaran Nasrani dan digunakan oleh umat Kristen Indonesia.
g. b. Kepercayaan pada singa jadi-jadian dan serigala jadi-jadian berasal dari kepercayaan bangsa Assyria.
h. c. Kepercayaan pada angka 17 dan 13 berasal dari ajaran agama Phunisia sebagai angka keburuntungan dan angka sial.
i. d. Islam yang datang ke Indonesia diperkirakan dipengaruhi oleh budaya Persia. Teori ini disampaikan oleh Oemar Amin Husein dan Husen Joyodiningrat yang menyodorkan bukti sebagai berikut.
j. 1) Di Persia terdapat suku yang bernama Leran dan di Gresik terdapat suatu kampung yang bernama Leran maka diperkirakan suku Leran pernah datang dan menyebarkan Islam di Indonesia.
k. 2) Di Persia terdapat suku Jawi, suku Jawi datang ke Indonesia dan mengajarkan huruf Pegon yang banyak terdapat di Jawa.
l. 3) Adanya istilah jabar dan jeer dari bahasa Iran.
m. 4) Adanya upacara Tabut di Minangkabau untuk memperingati wafatnya Hasan dan Husein. Istilah tabut digunakan di Iran untuk menyebut bulan Muharam. Di Indonesia pun berkembang paham Islam Syiah yang merupakan pengaruh dari Persia atau Iran dan Irak sekarang.
Sekilas Info
Di dalam masyarakat Hindu terdapat adanya empat tingkatan hidup yang harus dilalui manusia. Keempat tingkatan itu adalah:
a. Brahmacarin adalah tingkatan hidup masa anak-anak (usia 7-13 tahun). Pada tingkatan ini, anak-anak mempelajari dasar-dasar agama Hindu dari para Brahmana.
b. Greahasta adalah tingkatan hidup masa dewasa. Pada tingkatan ini setiap orang wajib membangun rumah tangga baru.
c. Wanaprasta adalah tingkatan hidup bertapa. Pada tingkatan ini setiap orang pergi bertapa untuk merenungkan arti kehidupan.
d. Sanyasin adalah tingkatan hidup orang terakhir. Pada tingkatan ini orang memasuki masa akhir kehidupannya. Mereka mulai melepas- kan diri dari kehidupan duniawi. Caranya (yang biasa dilakukan) dengan mengembara mengelilingi Gunung Himalaya di sebuah utara India hingga akhir hayat.
Uji Pemahaman Materi
Tugas Rumah Mandiri
Kerjakan sesuai dengan perintahnya!
Kebudayan Cina merupakan salah satu kebudayaan yang tinggi pada masanya. Salah satunya adalah tembok besar Cina, yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Carilah berbagai sumber baik buku maupun Internet mengenai sejarah dan proses pembangunan Tembok besar Cina. Mengapa tembok tersebut masih dapat berdiri kokoh hingga saat ini?
Kata-kata penting
dolmen : Meja batu tempat meletakkan sesaji yang akan dipersem-bahkan kepada arwah nenek moyang; di bawah dolmen ini biasanya ditemukan kuburan batu.
Feodalisme : Sistem pemerintahan di mana seorang pemimpin, biasanya seorang bangsawan.
kabudayaan : Nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan Iain-lain.
kapak genggam : Bentuknya hampir sama dengan kapak perimbas dan penetak, namun bentuknya lebih kecil dan masih kasar dan belum
kasta : Pengelompokan kelas dalam masyarakat Hindu (India) yang hierarkis sesuai posisi masing-masing dalam profesi.
Pallawa : Bentuk huruf atau aksara yang berasal dari wilayah India bagian selatan (orang-orang Pali).
ras : Golongan masyarakat luas yang terdiri dari berbagai rumpun.
Samsara : Sebuah kelahiran kembali yang berulang-ulang tanpa henti dan penuh penderitaan.
Sansekerta : Bahasa yang digunakan oleh orang India bagain utara dan tengah, dahulu hanya dipergunakan oleh kaum brahmana dan ksatria.
Situs : Suatu tempat atau lokasi peninggalan sejarah.
Suku : Kesatuan sosial yang disatukan oleh identitas kebudayaan, khususnya dari identitas bahasa.
Swipoa : Alat digunakan untuk mempercepat perhitungan saat berdagang.
Uji Kompetensi Siswa
A. Pilihan Ganda
1.
B. Isian
C. Esai
Uji Kreativitas
Perbaikan
A.
B.
Pengayaan Ilmu
Franz Wilhelm Junghuhn, perintis penyelidikan geologi di Indonesia setelah Rumphius, adalah seorang penyelidik berkebangsaan Belanda keturunan Jerman. Ia dilahirkan di Mansfeld, Prusia, Saksen pada 26 Oktober 1809 dan meninggal di Lembang, 24 April 1864.
Semula ia belajar ilmu obat-obatan di Halle, Berlin tetapi karena terlibat suatu perkelahian (duel), ia terpaksa berhenti. Ia kemudian dipenjara di Ehrenbeitstein. Suatu ketika ia berlagak seakan-akan kurang ingatan, hingga ditampung di panti sakit jiwa di Bonn. Ia dapat melarikan diri dari sini hingga akhirnya sampai di legium asing Perancis di Afrika. Karena tidak memenuhi syarat ia pindah ke Utrecht, negeri Belanda, di sana ia menempuh ujian dokter pada Tentara Belanda. Sebagai dokter tentara ia sampai di Jawa. Di pulau itu ia menetap dari tahun 1835 sampai 1848 dan dari 1855 hingga meninggal dunia.
Junghuhn banyak melakukan perjalanan dan melukiskan pengalamannya terutama ditinjau dari sudut ilmiah. Banyak gunungapi didakinya dan topografi serta tetumbuhannya dikenalnya dengan baik. Pengetahuannya terutama dituangkan dalam karyanya: Java, terdiri dari 4 jilid dan dihiasi dengan peta-peta dan gambar-gambar dalam tata warna. Di antaranya memuat sabuk-sabuk cuaca (klimaatgordels) yang terkenal itu.
Penerbitan-penerbitannya yang paling dikenal di antaranya Java, zijne gedaante, zijn plantentooi en inwendige bouw (Jawa, wujudnya, tetumbuhan penghiasnya dan struktur dalamnya), terdiri dari 4 jilid , 1849, 1850 – 1854, Kaart van Java (Peta pulau Jawa), 4 lembar (1855) dan Topographische und Naturwissenschofliche Reisen durch Java (1845).
(sumber: Berita Direktorat Geologi)
Berprestasi dan Berkarakter
Bab 6
Asal Usul dan Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Kompetensi Dasar
2. Menganalisis peradaban Indonesia dan dunia
Standar Kompetensi
2.3 Menganalisis asal-usul dan persebaran manusia di kepulauan Indonesia
Tahukah kamu bagaimana asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia? Mengapa bangsa Indonesia memiliki banyak sekali suku bangsa? Peneliti sejarah seperti Kern, Brandes, Smith, Muhammad Yamin telah berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Hasil penelitian mereka menghasilkan kesimpulan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari luar Indonesia. Nenek moyang bangsa Indonesia diyakini berasal dari daratan Asia, yang datang ke Nusantara dengan bergelombang pada sekitar tahun 2000 SM. Berbagai teori muncul dari peneliti-peneliti tersebut.
(gambar kedatangan nenek moyang bangsa indonesia dengan menggunakan perahu bercadik)
A. Teori Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Beberapa ahli mengemukakan pendapat-pendapat yang berkaitan dengan asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia asli yang diyakini berasal dari luar Indonesia, selain itu ada juga yang berpendapat bahwa nenek moyang bangsa Indoneisa berasal dari daerah Indonesia sendiri. Pendapat Penduduk yang menempati daerah kepulauan Indonesia diperkirakan berasal dari daratan Asia dibuktikan melalui jejak-jejak sejarah yang berhasil diteliti diketahui bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Yunan Selatan. Dari Yunan kemudian menyebar ke arah selatan hingga sampai di daerah Kepulauan Indonesia. Pendapat nenek moyang bangsa Indoneisa berasal dari daerah sendiri didukung dengan penemuan fosil-fosil dan artefak-artefak tertua di Indonesia. Berdasarkan penemuan itu, dikatakan bahwa masyarakat awal Indonesia berasal dari daerah Indonesia sendiri yang kemudian menyebar ke daratan Asia. Selain itu, tidak banyak penemuan fosil manusia purba di daerah Asia lainnya. Salah satu fosil yang ditemukan di daratan Cina disebut Sinanthropus pekinensis yang diperkirakan hidup sezaman dengan Pithecanthropus erectus dari Indonesia.
Pendapat-pendapat yang diungkapkan oleh beberapa ahli tersebut adalah sebagai berikut.
1. Brandes
Berdasarkan perbandingan bahasa, Brandes menyimpulkan bahwa bahasa yang digunakan bangsa Indonesia memeiliki kemiripan dengan bahasa yang digunakan bangsa-bangsa yang mendiami Pualu Formosa (Taiwan) di sebelah utara sampai Pulau Jawa dan Bali di sebelah selatan, dan pulau Madagaskar di sebelah barat sampai dengan daerah tepi barat pantai Amerika di sebelah timur.
2. William Smith
Willem Smith meneliti asal-usul bangsa Indonesia melalui penggunaan bahasa oleh bangsa Indonesia. Willem Smith membagi bangsa di Asia atas dasar bahasa yang dipergunakannya, yaitu bangsa berbahasa Togon, bangsa yang berbahasa Jerman, dan bangsa yang berbahasa Austria. Bangsa yang berbahasa Austria dibagi dua, yaitu bangsa yang berbahasa Austro-Asia dan bangsa yang berbahasa Austronesia. Bangsa-bangsa yang berbahasa Austronesia ini mendiami wilayah Indonesia, Melanesia, dan Polinesia.
3. Von Heine Geldern
Menurut teorinya, bangsa Indonesia berasal dari daratan Asia. Pendapat ini didukung oleh artefak-artefak (bentuk budaya) yang ditemukan di Indonesia yang memiliki kesamaan bentuk dengan yang ditemukan di daratan Asia. Berdasarkan penelitian bentuk beliung datu yang ditemukan di sekitar sungai Salween, Irawady, dan Huang Ho ditemukan kemiripan dengan beliung yang ada di Indonesia.
4. Mohammad Yamin
Muhammad Yamin berpendapat bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Indonesia sendiri. Hal ini dibuktikan dengan penemuan fosil-fosil tertua dengan jumlah terbanyak di daerah Indonesia. Bahkan menurut Muhammad Yamin bangsa-bangsa di Asia ada yang berasal dari Indonesa.
5. H. Kern
Kern menyatakan bahwa bangsa Indonesia berasal dari daerah Campa, Kochin Cina, dan Kampuchea. Kern juga menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia mempergunakan perahu bercadik menuju kepulauan Indonesia. Di dalam rumpun bahasa-bahasa Austronesia yang digunakan berbagai bangsa di Asia Pasifik terdapat nama-nama yang sama yang membuktikan bahwa bahasa-bahasa tersebut pernah digunakan nenk moyang bangsa yang sama sebelum bangsa tersebut menyebar ke seluruh Asia dan Pasifik. Pendapat Kern ini didukung dengan adanya persamaan nama dan bahasa yang dipergunakan di daerah-daerah di Indonesia (yang menjadi objek penelitian Kern adalah persamaan bahasa serta persamaan nama binatang dan alat perang).
6. Mohammad Ali
Mohammad Ali berpendapat bahwa bangsa Indonesia berasal dari Yunan daerah Cina Selatan, yakni dari hulu sungai besar di Asia yang kedatangannya di Nusantara secara bergelombang. Gelombang pertama adalah gelombang Melayu Tua (Proto Melayu 3000 SM – 1500 SM) dengan ciri budayanya adalah Neolitikum. Mereka datang dengan jenis perahu bercadik satu. Gelombang kedua adalah gelombang Melayu Baru (Deutro Melayu 1500 SM – 500 SM) dengan menggunakan perahu bercadik dua.
7. Prof. Dr. Kroom
Kroom menyatakan bahwa asal-usul bangsa Indonesia adalah dari daerah Cina Tengah karena di daerah tersebut banyak sungai yang besar. Mereka menyebar ke wilayah Indonesia sampai tahun 1500 SM.
8. Hogen
Bangsa yang mendiami daerah pesisir Melayu berasal dari Sumatra. Bangsa ini bercampur dengan bangsa Mongol yang kemudian disebut bangsa Proto Melayu dan Deutro Melayu. Bangsa Melayu Tua (Deutro Melayu) menyebar ke wilayah sekitar Indonesia pada sekitar tahun 1300 SM–1500 SM. Adapun bangsa Deutro Melayu (Melayu Muda) masuk dan menyebar ke wilayah Indonesia pada sekitar 1500 SM–500 SM.
9. Majumdar
Sebagai seorang yang tekun dalam penelitian maka kesimpulan yang diperolehnya adalah bahwa bangsa-bangsa yang berbahasa Austronesia berasal dari India, kemudian menyebar ke Indocina, terus ke daerah Indonesia dan Pasifik. Pendapat Majumdar ini didukung oleh penelitiannya berdasarkan bahasa Austria yang merupakan bahasa muda di India Timur.
Pendapat-pendapat dari para ahli tersebut di jadikan teori dalam mengungkap asal-usul dari nenek moyang bangsa Indonessi. Berikut adalah teori yang muncul dari berbagai pendapat-pendapat para ahli yang telah disebutkan diatas.
1. Teori Yunan.
Teori ini didukung oleh beberapa sarjana seperti R.H Geldern, J.H.C Kern, J.R Foster, J.R Logen, Slamet muljana, dan Asmah Haji Omar. Secara keseluruhan, alasan-alasan yang menyokong teori ini yaitu sebagai berikut.
a. Kapak Tua yang ditemukan di wilayah Nusantara memiliki kemiripan dengan Kapak Tua yang terdapat di Asia Tengah. Hal ini menunjukkan adanya migrasi penduduk dari Asia Tengah ke Kepulauan Nusantara.
b. Bahasa Melayu yang berkembang di Nusantara serumpun dengan bahasa yang ada di Kamboja. Hal ini menunjukkan bahwa penduduk di Kamboja mungkin berasal dari Dataran Yunan dengan menyusuri Sungai Mekong. Arus perpindahan ini kemudian dilanjutkan ketika sebagian dari mereka melanjutkan perpindahan dan sampai ke wilayah Nusantara. Kemiripan bahasa Melayu dengan bahasa Kamboja sekaligus menandakan pertaliannya dengan Dataran Yunan.
Teori ini menyatakan kedatangan mereka ke Nusantara melalui tiga gelombang sebagai berikut.
a. Orang Negrito
Orang Negrito merupakan penduduk paling awal di Kepulauan Nusantara. Mereka diperkirakan sudah mendiami kepulauan ini sejak 1000 SM. Hal ini didasarkan pada hasil penemuan arkeologi di Gua Cha, Kelantan, Malaysia. Orang Negrito ini kemudian menurunkan orang Semang, yang sekarang banyak terdapat di Malaysia. Orang Negrito mempunyai ciri-ciri fisik berkulit gelap, berambut keriting, bermata bundar, berhidung lebar, berbibir penuh, serta ukuran badan yang pendek.
b. Melayu Proto
Perpindahan orang Melayu Proto ke Kepulauan Nusantara diperkirakan terjadi pada 2.500 SM. Mereka mempunyai peradaban yang lebih maju daripada orang Negrito. Hal ini ditandai dengan kemahirannya dalam bercocok tanam.
c. Melayu Deutro
Perpindahan orang Melayu Deutro merupakan gelombang perpindahan orang Melayu kuno kedua yang terjadi pada 1.500 SM. Mereka merupakan manusia yang hidup di pantai dan mempunyai kemahiran dalam berlayar.
2. Teori Out of Africa
Teori ini berdasarkan hipotesis bahwa manusia modern berasal dari satu daerah, yaitu dari Afrika. Manusia awal yang hidup di Afrika lambat laun mengalami proses evolusi sehingga mencapai bentuk manusia modern (Homo Sapiens). Kelompok-kelompok Homo Sapiens modern ini kemudian bermigrasi dari Afrika menuju belahan bumi lainnya. Kedatangan manusia modern ini lambat laun pada akhirnya menggantikan populasi manusia pramodern yang ada. Teori ini dinamakan dengan teori “out of Africa” karena Afrika Sub-Sahara telah diketahui sebagai tempat yang paling memungkinkan berlangsungnya evolusi manusia modern yang pertama.
Tim White melakukan upaya penggalian dan menemukan sejumlah tengkorak dari dua orang dewasa dan satu anak-anak. Tengkorak-tengkorak tersebut diperkirakan berumur 160.000 tahun. Ketiganya digali dari lapisan sedimen di dekat Desa Herto di wilayah Afar, sebelah timur Ethiopia. Mereka ditengarai merupakan fosil manusia modern (Homo Sapiens) yang tertua di dunia.
Penemuan fosil di Herto ini membuat gembira golongan ilmuwan yang meyakini bahwa manusia modern memiliki nenek moyang yang tinggal di Afrika 200.000 tahun lalu. Mereka yang mendukung teori “Out of Africa” ini percaya bahwa nenek moyang asal Afrika itulah yang menyebar ke seluruh penjuru dunia dan menggantikan spesies “manusia” lain yang ada saat itu, seperti manusia Neanderthal di Eropa. Ini artinya bila manusia modern telah hidup di Afrika 160.000 tahun lalu, maka kita pastilah bukan keturunan spesies seperti Neanderthal.
Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa fosil-fosil manusia purba yang ditemukan di Indonesia atau khususnya di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur tidak mempunyai hubungan langsung dengan manusia modern. Dengan demikian, tampaknya jenis-jenis manusia purba yang pernah hidup di Indonesia khususnya Jawa, seperti Meganthropus Palaeojavanicus, Pithecanthropus Erectus, Homo Soloensis, Homo Wajakensis, dan sebagainya telah mengalami kepunahan. Mereka pada akhirnya digantikan oleh komunitas manusia yang berasal dari Afrika yang melakukan proses migrasi hingga sampai di Kepulauan Nusantara.
3. Teori Linguistik
Teori mengenai asal-usul bangsa Indonesia kemudian berpijak pada studi ilmu linguistik. Dari keseluruhan bahasa yang dipergunakan suku-suku di Nusantara memiliki rumpun yang sama, yaitu rumpun Austronesia. Akar dari keseluruhan cabang bahasa yang digunakan leluhur yang menetap di wilayah Nusantara berasal dari rumpun Austronesia di Formosa atau dikenal dengan rumpun Taiwan. Teori linguistik membuka pemikiran baru tentang sejarah asal-usul Bangsa Indonesia yang disebut pendekatan “out of Taiwan”. Teori ini dikemukakan oleh Harry Truman Simandjuntak yang selanjutnya mendasar teori moderen mengenai asal usul bangsa Indonesia.
Pada prinsipnya, menurut pendekatan ilmu linguistik, asal-usul suatu bangsa dapat ditelusuri melalui pola penyebaran bahasanya. Pendekatan ilmu linguistik mendukung fakta penyebaran bangsa-bangsa rumpun Austronesia. Istilah Austronesia sendiri sesungguhnya mengacu pada pengertian bahasa penutur. Bukti arkeologi menjelaskan apabila keberadaan bangsa Austronesia di Kepulauan Formosa (Taiwan) sudah ada sejak 6000 tahun yang lalu. Dari Kepulauan Formosa ini kemudian bangsa Austronesia menyebar ke Filipina, Indonesia, Madagaskar (Afrika), sampai dengan ke wilayah Pasifik. Sekalipun demikian, pendekatan ilmu linguistik masih belum mampu menjawab misteri perpindahan dari Cina menuju Kepulauan Formosa.
4. Teori Nusantara
Teori ini menyatakan bahwa asal mula manusia yang menghuni wilayah Nusantara ini tidak berasal dari luar melainkan mereka sudah hidup dan berkembang di wilayah Nusantara itu sendiri. Teori ini didukung oleh sarjana-sarjana seperti J. Crawford, K. Himly, Sutan Takdir Alisjahbana, dan Gorys Keraf. Akan tetapi, nampaknya teori ini kurang populer dan kurang banyak diterima oleh masyarakat. Teori Nusantara didasarkan pada alasan-alasan seperti di bawah ini.
a. Bangsa Melayu dan bangsa Jawa mempunyai tingkat peradaban yang tinggi. Taraf ini hanya dapat dicapai setelah perkembangan budaya yang lama. Hal ini menunjukkan bahwa orang Melayu tidak berasal dari mana-mana, tetapi berasal dan berkembang di Nusantara.
b. K. Himly tidak setuju dengan pendapat yang mengatakan bahwa bahasa Melayu serumpun dengan bahasa Champa (Kamboja). Baginya, persamaan yang berlaku di kedua bahasa tersebut adalah suatu fenomena yang bersifat “kebetulan”.
c. Manusia kuno Homo Soloensis dan Homo Wajakensis yang terdapat di Pulau Jawa. Penemuan manusia kuno ini di Pulau Jawa menunjukkan adanya kemungkinan orang Melayu itu keturunan dari manusia kuno tersebut, yakni berasal dari Jawa.
d. Bahasa yang berkembang di Nusantara yaitu rumpun bahasa Austronesia, mempunyai perbedaan yang sangat jauh dengan bahasa yang berkembang di Asia Tengah yaitu bahasa Indo-Eropah.
B. Kedatangan dan Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Berdasarkan teori William Smith bangsa Indonesia termasuk kedalam rumpun Austronesia. Berdasarkan temuan-temuan benda purbakala yang telah diejalaskan dalam bab sebelumnya bangsa Indonesia datang ke Nusantara terbagi menjadi dua gelombang, kemudian mereka menyebar keseluruh wilayah di Nusantara. Berikut penjelasannya.
1. Proses Kedatangan Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Kedatangan nenek moyang bangsa Indoneisa terbagi dalam dua gelombang, mereka datang dari Yunan. berikut gelombang kedatangan nenek moyang bangsa Indonesia.
a. Gelombang Pertama Kedatangan (2000 SM–500 SM)
Masyarakat awal Kepulauan Indonesia diduga berasal dari daratan Yunan di Cina Selatan. Mereka datang ke pulau-pulau di wilayah selatan Asia secara bergelombang. Gelombang pertama perpindahan terjadi pada 2000 SM dan berakhir pada 500 SM. Pulau-pulau yang berada di selatan daratan Asia ini kemudian disebut Austronesia
Pendapat yang menguatkan adanya kedatangan dan persebaran bangsa Austronesia ini adalah bukti berupa kesamaan benda-benda daerah antara Yunan dan Indonesia. Benda-benda yang sama itu berupa kapak lonjong dan kapak persegi. Mereka berpindah ke Nusantara karena terdesak oleh bangsa lain yang lebih kuat. Selain itu, mereka hidup di alam yang tidak banyak memberikan kesejahteraan hidup.
b. Gelombang Kedua Kedatangan (400 SM–300 SM)
Perpindahan gelombang kedua masyarakat yang diduga menjadi nenek moyang bangsa Indonesia membawa Kebudayaan Dong Son atau Kebudayaan Perunggu. Kebudayaan yang dimaksud meliputi kapak sepatu, nekara, moko, dan berbagai macam perhiasan perunggu. Masyarakat yang berpindah pada gelombang kedua ini juga termasuk rumpun Austronesia.
Dengan demikian, rumpun Austronesia yang masuk ke wilayah Indonesia dapat kita bedakan menjadi dua kelompok suku bangsa, yaitu bangsa Melayu Tua (Proto Melayu) dan bangsa Melayu Muda (Deutro Melayu).
1) Proto Melayu
Gelombang pertama ini membawa kebudayaan Neolithikum. Mereka datang dari Yunan ke Indonesia melalui jalur barat dan timur. Jalur migrasi barat ini melalui Yunan ke Semenanjung Malaysia, Kalimantan, menuju Jawa dan Nusa Tenggara, kebudayaan yang dibawa adalah kapak persegi. Jalur timur dimulai dari Teluk Tonkin menyusuri pantai Asia Timur, menuju Taiwan, Filipina, Sulawesi, Maluku, Papua, sampai Australia dengan membawa kapak lonjong. Kebudayaan kapak lonjong banyak yang ditemui di Minahasa, Seram, Kalimantan, dan Papua.
Gelombang ini terjadi pada tahun 1500 SM. Bangsa Proto Melayu terdesak dan bercampur dengan bangsa Deutro Melayu yang menyusul mesuk ke Indonesia. Bangsa Indonesia yang termasuk keturunan bangsa Proto Melayu, misalnya suku bangsa Batak, Dayak, dan Toraja.
2) Deutro Melayu
Gelombang ini terjadi kira-kira terjadi 500 SM. Jalur yang ditempuh adalah jalur barat. Gelombang ini berasal dari Dongson.Gelombang deutro melayu membawa kebudayaan perunggu, sepereti kapak corong, nekara, dan perhiasan perunggu. Bangsa Deutro Melayu mendesak bangsa Proto Melayu yang lebih dulu berada di Indonesia. Bangsa Deutro Melayu memilih tinggal di daerah pesisir, muara, dan sungai yang merupakan daerah yang sabar dan memiliki persediaan bahan makanan yang melimpah, dan mudah dilalui.
Di bidang pengolahan tanah, mereka telah sampai pada usaha irigasi atas tanah-tanah pertanian yang berhasil mereka wujudkan, yakni dengan membabad hutan terlebih dahulu. Sudah selayaknya mereka mencari daerah-daerah seperti di Jawa dan pantai-pantai Sumatra untuk digarap seperti di negeri asal mereka. Mereka juga telah mengenal perikanan laut dan pelayaran, sehingga rute perpindahan ke Nusantara juga memanfaatkan jalan laut. Bangsa Indonesia sekarang yang termasuk keturunan bangsa Deutero Melayu, misalnya suku bangsa Jawa, Madura, Menado dan Melayu (Sumatra, Kalimantan dan Malaka).
Selanjutnya berdasarkan perbedaan ras, manusia ( penduduk ) Indonesia awal paling tidak ada 4 (empat) ras, yaitu Manusia Purba, Ras Weddid (Wedda), Ras Papua – Melanesoida (Negrito), dan Ras Melayu (Austronesia).
2. Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Menurut Seokomo, masyarakat awal pada zaman praaksara yang datang pertama kali di Kepulauan Indonesia adalah ras Austroloid sekitar 20.000 tahun yang lalu. Ras yang datang terakhir adalah ras Melayu Mongoloid skitar 2500 tahun SM pada zaman Neolithikum dan Logam. Ras Austroloid kemudian bemigrasi ke Australia dan sisanya hidup di Nusa Tenggara Timur dan Papua. Rsa Melanesia mongoloid berkembang di Maluku dan Papua, sedangkan ras Melayu Mongoloid menyebar di Indonesia bagian barat. Kondisi inilah yang menyebabkan kemajemukan di Indonesia.
Para ahli geologi memperkirakan bahwa pada kala pleistosen khususnya ketika terjadinya glasiasi, Kepulauan Nusantara ini bersatu dengan daratan Asia. Laut dangkal yang ada di antara pulau-pulau di Nusantara bagian barat surut sehingga membentuk paparan yang disebut dengan Paparan Sunda yang menyatukan Indonesia bagian barat dengan daratan Asia. Hal yang sama juga terjadi di Indonesia bagian timur. Di daerah ini terbentuk paparan yang kemudian dinamakan Paparan Sahul yang menyatukan Indonesia bagian timur dengan daratan Australia. Adanya Paparan Sunda memungkinkan terjadinya perpindahan manusia dan hewan dari daratan Asia ke Indonesia bagian barat, atau sebaliknya. Adapun Paparan Sahul memungkinkan terjadinya perpindahan manusia dan hewan dari daratan Australia ke Indonesia bagian timur, atau sebaliknya.
Keadaan geografis Indonesia yang luas serta terpiosahnya daratan akibat mencairnya es pada masa itu membuat nenek moyang bangsa Indonesia untuk menetap di daerah yang terpisah satu sama lain. Isolasi tersebut membuat penduduk yang menempati satiap pulau di Nusantara tumbuh menjadi satu kesatuan suku bangsa yang tumbuh yang hidup terisolasi dari suku bangsa lainnya. Selanjutnya kelompok suku bangsa tersebut mengembangkan kepercayaan bahwa mereka memiliki asal-usul keturunan yang sama dengan didukung kepercayaan berbentuk mitos yang hidup dalam masyarakat. Indonesia memiliki banyak sekali suku bangsa dan tiap suku bangsa memiliki adat istiadat dan bahasa yang berbeda-beda. Setiap suku bangsa tumbuh dan berkembang sesuai dengan lingkunganya. Keadaan geografis yang terisolir menyebabkan penduduk setiap pulau mengembangkan pola hidup dan adat istiadat yang berbeda-beda.
3. Jenis Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Dengan adanya migrasi dari daratan Asia ke Indonesia, maka pada zman praaksara Kepulauan Indonesia sudah dihuni oleh berbagai bangsa yang terdiri dari, antara lain sebagai berikut.
a. Bangsa Melanesia (Melanesia Mongoloid) yang memiliki ciri-ciri kulit kehitaman, badan kekar, rambut keriting, mulut lebar dan hidung mancung. Bangsa ini merupakan nenek moyang suku-suku bangsa Papua Melanesoid yang mendiami Pulau Papua dan pulau Melanesia, selain itu juga suku Sakai di Riau.
b. Bangsa Melayu Tua (Proto Melayu) yang merupakan ras Melayu Mongoloid yang memiliki kulit sawo matang, rambut lurus, badan tinggi ramping, bentuk mulut dan hidung sedang. suku Toraja (Sulawesi Selatan), suku Sasak (Pulau Lombok), suku Dayak (Kalimantan Tengah), suku Nias (Pantai barat Sumatra), suku Batak (Sumatra Utara), dan Suku kubu (Sumatra Selatan).
c. Bangsa Melayu Muda (Deutro Melayu) yang merupakan ras Melayu Mongoloid sama dengan bangsa Melayu Tua sehingga memiliki ciri-ciri yang sama. Bangsa ini berkembang menjadi suku Aceh, Minangkabau, Jawa, Bali, Bugis, dan Makassar.
Sekilas Info
Kata Austronesia berasal dari Austro artinya selatan dan nesos artinya kepulauan. Austronesia menujuk wilayah kepulauan di Asia bagian selatan. Wilayah tersebut meliputi pulau yang membentang dari Madagaskar (sebelah barat) sampai dengan Pulau Paskah (sebelah timur) kemudian Taiwan (sebelah utara) sampai dengan Selandia Baru (sebelah selatan).
Uji Pemahan Materi
Kata-kata Penting
bangsa : Kumpulan manusia yang biasa terikat karena kesatuan bahasa dan kebudayaan
deutro Melayu : Bangsa Melayu Muda
kabudayaan : Nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-
struktur sosial, religius, dan Iain-lain
Migrasi : Perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain-lainnya
Proto Melayu : Bangsa Melayu Tua
Uji Kompetensi Siswa
Uji Kreativitas
Perbaikan
Pengayaan Ilmu
Eugene Dubois adalah seorang dokter penganut setia teori evolusi milik Darwin. Dokter muda ini memiliki semangat luarbiasa hingga mampu menutupi (lebih tepatnya menemukan) kekosongan proses evolusi antara kera ke manusia. Ia percaya di Asia pasti ditemukan fosil yang lebih tua dari eropa. Pada tahun 1887 dengan hati yang menggebu-gebu dokter Belanda ini datang ke pulau Jawa. Eugene bekerja pada sebuah rumah sakit. Pada waktu senggang ia tak segan-segan merogoh koceknya untuk menyewa 50 orang tahanan pribumi dan bersama-sama berjalan menyusuri tepi kiri dan kanan Bengawan Solo sambil meneliti lokasi potensial yang mungkin menyimpan tulang belulang manusia purba.
Suatu hari di tahun 1890 di suatu lokasi di sekitar Bengawan Solo (daerah Sangiran), Eugene dan teman-temannya menemukan sepotong kerangka rahang atau geraham manusia purbakala. Kemudian setahun berikutnya (1891) di kampung Trinil-Solo, mereka kembali menemukan batok kepala atau tengkorak manusia purbakala yang mencirikan kera. Selanjutnya di tahun 1892, kelompok Eugene menemukan tulang kaki manusia purba yang mirip kaki manusia modern. Dari bentuk tulang kaki itu, bisa disimpulkan pemilik tulang tersebut sudah bisa berjalan dengan kedua kakinya.
Seiring memasuki abad 20, makin banyak terjadi penemuan fosil manusia purba di sekitar kawasan tempat Eugene Dubois melakukan penggalian. Akhirnya, teori yang menyatakan manusia berasal dari Eropa, hanya tinggal cerita dongeng saja. Manusia Jawa yang diperkirakan hidup antara 700.000 hingga 1.200.000 tahun lalu, akhirnya diakui sebagai penemuan manusia purba yang berusia paling tua. Jerih payah Eugene Dubois dinilai sangat bermanfaat bagi perkembangan ilmu Arkeologi. Namanya serta penemuannya yang spektakuler, dicantumkan dalam buku sejarah. Mungkin dalam dunia scient, orang beranggapan Afrika adalah daratan yang tertua. Namun penemuan Eugene dan teman-temannya di Indonesia, layak dihormati.
Berprestasi dan Berkarakter

Testimoni

artikel lainnya Sejarah peradaban indonesia dan dunia



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Wednesday 5 November 2014 | blog

No. 67/MKT/II/13 04 Februari 2013 PT Bina Reka Nusa Rasuna Epicentrum Blok RO-01 Jakarta u.p. Bapak…

Tuesday 18 August 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT     MEMPERBAIKI KOMPUTER YANG…

Sunday 15 March 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR MULTIMEDIA       MENERAPKAN PRINSIP – PRINSIP…

Friday 7 November 2014 | blog

    MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA PERUSAHAAN BIDANG JASA ADMINISTRASI PERKANTORAN      …