Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

RPP Prakarya kurikulum 2013

Sep
04
2014
by : Bupeko. Posted in : blog

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Satuan Pendidikan                 :  SMA Warga Surakarta

Mata Pelajaran                      :  Prakarya dan Kewirausahaan – Rekayasa

Kelas                                      :  X

Semester / program               :  Genap / MIA – IIS

Alokasi Waktu                       :  4 x 45 menit ( Pertemuan 1 & 2 )

Waktu pembelajaran :  ( minggu ke 2 & ke 3 bulan Januari 2014 )

 

  1. A.       Kompetensi Inti (KI)

 

  1. Menghayati dan mengamalkan  ajaran agama yang dianutnya
    1. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
    2. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
    3. Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

 

  1. B.       Kompetensi Dasar dan Indikator

 

3.4 Memahami konsep kewirausahaan dalam menjalankan sebuah wirausaha rekayasa digital

4.4 Menyajikan konsep kewirausahaan berdasarkan pengalaman keberhasilan tokoh-tokoh wirausaha produk rekayasa digital.

 

Indikator:

  • Siswa memahami konsep kewirausahaan dalam menjalankan sebuah wirausaha rekayasa digital
  • Siswa memaami konsep kewirausahaan berdasarkan pengalaman keberhasilan tokoh-tokoh wirausaha produk rekayasa digital.

 

  1. C.       Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran melalui peserta didik dapat:

  1. Memahami konsep kewirausahaan dalam menjalankan sebuah wirausaha rekayasa digital
  2. Menyajikan konsep kewirausahaan berdasarkan pengalaman keberhasilan tokoh-tokoh wirausaha produk rekayasa digital

 

  1. D.      Materi Pembelajaran

 

Pengertian Kewirausahaan :

Wirausaha adalah seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya atau hidupnya. Ia bebas merancang, menentukan mengelola, mengendalikan semua usahanya. Sedangkan kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain.

Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarsa dan bersaahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegaitan usahanya atau kiprahnya. Seorang yang memiliki jiwa dan sikap wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Dari waktu-ke waktu, hari demi hari, minggu demi minggi selalu mencari peluang untuk meningkatkan usaha dan kehidupannya. Ia selalu berkreasi dan berinovasi tanpa berhenti, karena dengan berkreasi dan berinovasi lah semua peluang dapat diperolehnya. Wirausaha adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya.

Pada hakekatnya semua orang adalah wirausaha dalam arti mampu berdiri sendiri dalam emnjalankan usahanya dan pekerjaannya guna mencapai tujuan pribadinya, keluarganya, msaayarakat , bangsa dan negaranya, akan tetapi banyak diantara kita yang tidak berkarya dan berkarsa untuk mencapai prestasi yang lebih baik untuk masa depannya, dan ia menjadi ketergantungan pada orang lain, kelompok lain dan bahkan bangsa dan Negara lainnya. Istilah kewirausahaan, kata dasarnya berasal dari terjemahan entrepreneur, yang dalam bahasa Inggris di kenal dengan between taker atau go between. Pada abad pertengahan istilah entrepreneur digunakan untuk menggambarkan seseorang actor yang memimpin proyek produksi, Konsep wirausaha secara lengkap dikemukakan oleh Josep Schumpeter, yaitu sebagai orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Orang tersebut melakukan kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru atau pun yang telah ada. Dalam definisi tersebut ditekankan bahwa wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. Sedangkan proses kewirausahaan adalah meliputi semua kegiatan fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu organisasi. Istilah wirausaha dan wiraswasta sering digunakan secara bersamaan, walaupun memiliki substansi yang agak berbeda.
Norman M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993:5) mengemukakan definisi wirausaha sebagai berikut : “ An entrepreuneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the perpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and asembling the necessary resourses to capitalize on those opportunuties”.
Menurut Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau dapat juga diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai terhadap tugas dan tanggungjawabnya. Adapun kewirausahaan merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Selain itu kewirausahan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.
Dari beberapa konsep yang ada ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13), yaitu :

  1. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994).
  2. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959).

3. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).

4. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997).

5. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.

6. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

 

Berdasarkan keenam konsep diatas, secara ringkas kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai sesuatu kemampuan kreatif dan inovatif (create new and different) yang dijadikan kiat, dasar, sumber daya, proses dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi risiko.

 

Dari segi karakteristik perilaku, Wirausaha (entepreneur) adalah mereka yang mendirikan, mengelola, mengembangkan, dan melembagakan perusahaan miliknya sendiri. Wirausaha adalah mereka yang bisa menciptakan kerja bagi orang lain dengan berswadaya. Definisi ini mengandung asumsi bahwa setiap orang yang mempunyai kemampuan normal, bisa menjadi wirausaha asal mau dan mempunyai kesempatan untuk belajar dan berusaha. Berwirausaha melibatkan dua unsur pokok (1) peluang dan, (2) kemampuan menanggapi peluang, Berdasarkan hal tersebut maka definisi kewirausahaan adalah “tanggapan terhadap peluang usaha yang terungkap dalam seperangkat tindakan serta membuahkan hasil berupa organisasi usaha yang melembaga, produktif dan inovatif.” (Pekerti, 1997)

Sejalan dengan pendapat di atas, Salim Siagian (1999) mendefinisikan: “Kewirausahaan adalah semangat, perilaku, dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada pelanggan/masyarakat; dengan selalu berusaha mencari dan melayani langganan lebih banyak dan lebih baik, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan menerapkan cara kerja yang lebih efisien, melalui keberanian mengambil resiko, kreativitas dan inovasi serta kemampuan manajemen.”

 

KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN

1. Motif Berprestasi Tinggi

Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya motif tertentu, yaitu motif berprestasi (achievement motive). Menurut Gede Anggan Suhanda (dalam Suryana, 2003 : 32) Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Faktor dasarnya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi. Seperti yang dikemukakan oleh Maslow (1934) tentang teori motivasi yang dipengaruhi oleh tingkatan kebutuhan kebutuhan, sesuai dengan tingkatan pemuasannya, yaitu kebutuhan fisik (physiological needs), kebutuhan akan keamanan (security needs), kebutuhan harga diri (esteem needs), dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualiazation needs). Menurut Teori Herzberg, ada dua faktor motivasi, yaitu:
Kebutuhan berprestasi wirausaha terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibandingkan sebelumnya. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut (Suryana, 2003 : 33-34)
1. Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya.
2. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan.
3. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi.
4. Berani menghadapi resiko dengan penuh perhitungan.
5. Menyukai tantangan dan melihat tantangan secara seimbang (fiftyfifty). Jika tugas yang diembannya sangat ringan, maka wirausaha merasa kurang tantangan, tetapi ia selalu menghindari tantangan yang paling sulit yang memungkinkan pencapaian keberhasilan sangat rendah.

Motivasi (Motivation) berasal dari bahasa latin “movere” yang berarti to move atau menggerakkan, (Steers and Porter, 1991:5), sedangkan Suriasumantri (hal.92) berpendapat, motivasi merupakan dorongan, hasrat, atau kebutuhan seseorang. Motif dan motivasi berkaitan erat dengan penghayatan suatu kebutuhan berperilaku tertentu untuk mencapai tujuan. Motif menghasilkan mobilisasi energi (semangat) dan menguatkan perilaku seseorang. Secara umum motif sama dengan drive.
Beck (1990: 19), berdasarkan pendekatan regulatoris, menyatakan “drive” sama seperti sebuah kendaraan yang mempunyai suatu mekanisme untuk membawa dan mengarahkan perilaku seseorang.
Sejalan dengan itu, berdasarkan teori atribusi Weiner (Gredler, 1991: 452) ada dua lokus penyebab seseorang berhasil atau berprestasi. Lokus penyebab instrinsik mencakup (1) kemampuan, (2) usaha, dan (3) suasana hati (mood), seperti kelelahan dan kesehatan. Lokus penyebab ekstrinsik meliputi (1) sukar tidaknya tugas, (2) nasib baik (keberuntungan), dan (3) pertolongan orang lain. Motivasi berprestasi mengandung dua aspek, yaitu (1) mencirikan ketahanan dan suatu ketakutan akan kegagalan dan (2) meningkatkan usaha keras yang berguna dan mengharapkan akan keberhasilan (McClelland, 1976: 74-75).
Namun, Travers (1982:435) mengatakan bahwa ada dua kategori penting dalam motivasi berprestasi, yaitu mengharapkan akan sukses dan takut akan kegagalan.

Uraian di atas menunjukkan bahwa setidak-tidaknya ada dua indikator dalam motivasi berprestasi (tinggi), yaitu kemampuan dan usaha. Namun, bila dibandingkan dengan atribusi intrinsik dari Wainer, ada tiga indikator motivasi berprestasi tinggi yaitu: kemampuan, usaha, dan suasana hati (kesehatan). Berdasarkan uraian di atas, hakikat motivasi berprestasi dalam penelitian ini adalah rangsangan-rangsangan atau daya dorong yang ada dalam diri yang mendasari kita untuk belajar dan berupaya mencapai prestasi belajar yang diharapkan.
2. Selalu Perspektif

Seorang wirausahawan hendaknya seorang yang mampu menatap masa dengan dengan lebih optimis. Melihat ke depan dengan berfikir dan berusaha. Usaha memanfaatkan peluang dengan penuh perhitungan. Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki persepktif dan pandangan kemasa depan. Karena memiliki pandangan jauh ke masa depan maka ia akan selalu berusaha untuk berkarsa dan berkarya (Suryana, 2003 : 23). Kuncinya pada kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru serta berbeda dengan yang sudah ada.
Walaupun dengan risiko yang mungkin dapat terjadi, seorang yang perspektif harus tetap tabah dalam mencari peluang tantangan demi pembaharuan masa depan. Pandangan yang jauh ke depan membuat wirausaha tidak cepat puas dengan karsa dan karya yang sudah ada. Karena itu ia harus mempersiapkannya dengan mencari suatu peluang.

 

2. Selalu Perspektif

Seorang wirausahawan hendaknya seorang yang mampu menatap masa dengan dengan lebih optimis. Melihat ke depan dengan berfikir dan berusaha. Usaha memanfaatkan peluang dengan penuh perhitungan. Orang yang berorientasi ke masa depan adalah orang yang memiliki persepktif dan pandangan kemasa depan. Karena memiliki pandangan jauh ke masa depan maka ia akan selalu berusaha untuk berkarsa dan berkarya (Suryana, 2003 : 23). Kuncinya pada kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru serta berbeda dengan yang sudah ada.
Walaupun dengan risiko yang mungkin dapat terjadi, seorang yang perspektif harus tetap tabah dalam mencari peluang tantangan demi pembaharuan masa depan. Pandangan yang jauh ke depan membuat wirausaha tidak cepat puas dengan karsa dan karya yang sudah ada. Karena itu ia harus mempersiapkannya dengan mencari suatu peluang.

 

3 Memiliki Kreatifitas Tinggi

Menurut Teodore Levit, kreativitas adalah kemampuan untuk berfikir yang baru dan berbeda. Menurut Levit, kreativitas adalah berfikir sesuatu yang baru (thinking new thing), oleh karena itu enurutnya kewirausahaan adalah berfikir dan bertindak sesuatu yang baru atau berfikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru. Menurut Zimmerer dalam buku yang ditulis Suryana (2003 : 24) dengan judul buku “Entrepreneurship And The New Venture Formation”, mengungkapkan bahwa ide-ide kreativitas sering muncul ketika wirausaha melihat sesuatu yang lama dan berfikir sesuatu yang baru dan berbeda. Oleh karena itu kreativitas adalah menciptakan sesuatu dari yang asalnya tidak ada (generating something from nothing). Inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persolan-persolan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan (inovation isthe ability to apply creative solutions to those problems ang opportunities to enhance or to enrich people’s live). “Sometimes creativity involves generating something from nothing. However, creativity is more likely to result in colaborating on the present, in putting old things together in the new ways, or in taking something away to create something simpler or better”. Dari definisi diatas, kreativitas mengandung pengertian, yaitu :

1. Kreativitas adalah menciptakan sesuatu yang asalnya tidak ada.

2. Hasil kerjasama masa kini untuk memperbaiki masa lalu dengan cara baru.

3. Menggantikan sesuatu dengan sesuatu yang lebih sederhana dan lebih baik.

Menurut Zimmerer(1996:7), “creativity ideas often arise when entrepreuneurs look at something old and think something new or different”. Ide-ide kreativitas sering muncul ketika wirausaha melihat sesuatu yang lama dan berpikir sesuatu baru dan berbeda. Oleh karena itu kreativitas adalah nenciptakan sesuatu dari yang asalnya tidak ada (generating something from nothing). Rahasia kewirausahaan adalah dalam menciptakan nilai tambah barang dan jasa terletak pada penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan meraih peluang yang dihadapi tiap hari (applying creativity and inovation to solve the problems and to exploit opportunities that people face every day). Berinisiatif ialah mengerjakan sesuatu tanpa menunggu perintah.

 

Glosarium

1. Wirausaha adalah seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup berdikari dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya atau hidupnya.

2. Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi.

3. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959).

4. Kreativitas adalah kemampuan untuk berfikir yang baru dan berbeda. Kreativitas adalah berfikir sesuatu yang baru (thinking new thing).(Teodore Levit).

5. Max Weber menyatakan intisari etos kerja (semangat kerja) orang Jerman adalah : rasional, disiplin tinggi, kerja keras, berorientasi pada kesuksesan material, hemat dan bersahaja, tidak mengumbar kesenangan, menabung dan investasi.

6. Leadership Ability adalah kemampuan dalam kepemimpinan.

 

 

“An entrepreuneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the perpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and asembling the necessary resourses to capitalize on those opportunuties”.
Read more: Pengertian Kewirausahaan Menurut Ahli | Ilmu Akuntansi

 

 

Mengenal tokoh yang berhasil dalam bidang Kewirausahaan Rekayasa Digital

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. E.       Model dan Metode Pembelajaran
    1. Model Pembelajaran: CTL
    2. Metode Pembelajaran: studi literatur, diskusi, kerja kelompok, dan penugasan

 

  1. F.        Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
  2. 1.    Media:
    1. LK (Lembar Kerja)
    2. Power point

 

  1. 2.    Alat/Bahan:
    1. Laptop
    2. Proyektor LCD

 

  1. 3.       Sumber Belajar:
    1. Tim Pesanggrahan Guru. 2013. Prakarya dan Kewirausahaan Untuk SMA-MA/MK. Jakarta: Penerbit Yrama.
    2. Internet

 

 

  1. G.      Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

 

Pertemuan 1

 

No.

Kegiatan

Deskripsi

Alokasi Waktu (menit)

1

Pendahuluan
  1. Guru memberi salam dan mengecek presensi peserta didik.
    1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran atau KD yang akan dicapai.
    2. Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas pada pertemuan ini.

 

10

2

Inti
  1. Guru membagi kelas dalam 5 kelompok
  2. Siswa menyimak perintah/tugas dari guru dengan memilih ketua kelompok dan memberi nama kelompok.
  3. Guru menyuruh siswa untuk melakukan beberapa diskusi sesuai dengan materi yang diberikan guru..
  4. Siswa tetap dalam kelompok dan guru memberikan stimulus tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengertian kewirausahaan
  5. Guru menanyakan contoh-contoh kewirausahaan dalam kehidupan sehari-hari
  6. Siswa berdiskusi dengan cara memberikan definisi tentang kewirausahaan dalam kelompok

 

70

3

Penutup
  1. Guru bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman/simpulan pelajaran.
  2. Guru melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan
  3. Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran,
    1. Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas kelompok dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya, yaitu tentang prinsip kerja alat komunikasi sederhana
    2. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.

10

 

 

 

 

Pertemuan 2 :

 

No.

Kegiatan

Deskripsi

Alokasi Waktu (menit)

1

Pendahuluan
  1. Guru memberi salam dan mengecek presensi peserta didik.
  2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran atau KD yang akan dicapai.
  3. Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan penjelasan tentang kegiatan yang akan dilakukan peserta didik untuk menyelesaikan permasalahan atau tugas pada pertemuan ini.

 

10

2

Inti
  1. Guru menyuruh siswa berkelompok seperti minggu yang lalu.
  2. Siswa melanjutkan diskusi materi yang diberikan minggu lalu.
  3. Guru menyuruh siswa untuk menyelesaikan tugas yg diberikan.
  4. Siswa bekerja dalam kelompok
  5. Setiap kelompok melakukan presentasi di depan guru dan teman-temannya tentang permasalahan yang diberikan oleh guru
  6. Guru menjelaskan kembali dengan slide presentasi tentang alat komunikasi

70

3

Penutup
  1. Guru bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman/simpulan pelajaran.
  2. Guru melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan
  3. Guru memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran,
    1. Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas kelompok dan menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya, yaitu tentang prinsip kerja alat komunikasi sederhana
    2. Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam.

10

 

  1. H.      Penilaian
  2. Bentuk Instrumen dan Jenis/Teknik Penilaian:
    1. Bentuk Instrumen berupa Tes:

1)             Tes tulis bentuk uraian (Lampiran 1).

  1. Bentuk Instrumen berupa laporan:

1)             Penilaian laporan kelompok (Lampiran 2).

 

 

Mengetahui,                                                                  Surakarta,  Januari 2014

 

Kepala Sekolah                                                            Guru Mata Pelajaran

 

 

 

 

            Dra.Ch.Titik Purwanti M.Pd                         Budi Prabowo,ST

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 1

 

Kompetensi yang akan dinilai           : Pengetahuan

Bentuk Penilaian                                   : Tes Tulis

Satuan Pendidikan                                : SMA Warga Surakarta

Mata Pelajaran                                     : Prakarya dan Kewirausahaan

Kelas/Semester/Tahun Pelajaran           : X Rekayasa/ Genap/ 2013/2014

Kompetensi Dasar                                :

3.4 Memahami konsep kewirausahaan dalam menjalankan sebuah wirausaha rekayasa digital

4.4 Menyajikan konsep kewirausahaan berdasarkan pengalaman keberhasilan tokoh-tokoh wirausaha produk rekayasa digital.

 

Soal Esai

Petunjuk Pengerjaan Soal

  1. Tuliskan identitas Anda pada bagian yang telah disediakan.
  2. Kerjakan pada lembar kertas yang telah disediakan.
  3. Kerjakan soal secara berurutan.
  4. Jawablah soal berikut dengan singkat dan jelas!

 

Soal :

1. Jelaskan bagaimana ciri-ciri sikap seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan?

2. Jelaskan bagaimana ciri-ciri motivasi seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan?

3. Jelaskan bagaimana bentuk-bentuk perilaku seseorang yang memiliki jiwa  kewira usahaan?

4. Berikan contoh tentang : motif berprestasi tinggi, selalu  persepektif, memiliki kreativitas tinggi, memiliki inovasi tinggi, selalu komitmen, etos kerja dan tanggung jawab dalam pekerjaannya, selalu mandiri dan tidak  ketergantungan, berani menghadapi risiko, selalu mencari peluang, memiliki kemampuan manajerial, memiliki kemampuan personal.

5. Mengapa guru berhasil, siswa menjadi juara, gubernur berhasil membangun, atlet berprestasi, pengusaha sukses. Dan bagaimana mereka meraih suskses?

 

 

Jawab :

  1. Ciri ciri sikap kewirausahaan: Bersikap jujur, bersikap disiplin, bersikap ingin tahu, bersikap menghargai pekerjaan, bersikap orientasi kedepan, bersikap keteguhan, bersikap mandiri, bersikap toleransi, bersikap terbuka.

 

  1. Ciri-ciri motiv wirausaha, motif berprestasi, motif berafiliasi, motif menguasi akan hasil-hasil (berorientasi hasil).

 

  1. Ciri-ciri perilaku kewirausahaan meliputi motif berprestasi tinggi, selalu persepektif, memiliki kreativitas tinggi, memiliki inovasi tinggi, selalu komitmet, etos kerja dan tanggung jawab dalam pekerjaannya, selalu mandiri dan tidak ketergantungan, berani menghadapi risiko, dan selalu mencari peluang

 

4. Contoh :

a. motif berprestasi tinggi contohnya selalu ingin tampil berbeda, mengutamakan nilai tambah, tampi segera dan mengejar prestasi.

b. selalu persepektif contohnya berpikir jauh kedepan

c. memiliki kreativitas tinggi contohnya selalu berpikir sesuatu yang baru dan berbeda,

d. memiliki inovasi tinggi contohnya selalu melakukan sesuatu yang baru dan berbeda

e. selalu komitmen contohnya menekuni suatu tugas atau pekerjaan,

f. etos kerja dan tanggung jawab dalam pekerjaannya, contohnya menghargai pekerjaan, tekun, teliti, dan tanggung jawab atas apa yang dilakukannya.

g. selalu mandiri dan tidak ketergantungan, contohnya tidak mengandalkan terus menerus petunjuk orang lain, tidak suka menunggu dan menunda pekerjaan.

h. berani menghadapi risiko, contohnya berani berinvestasi, berani bertindak dengan penuh perhitungan, berani tampil berbeda.

i. selalu mencari peluang, contohnya selalu mencari relung-relung yang bisa dilakukan dan dikerjakan, selalu mencari cara yang terbaru dan terbaik

j. memiliki kemampuan manajerial contohnya mampu merancang, mampu mengorganisasikan, mampu melakukan dan mengkoordinasikan, mampu mengendalikan,

k. memiliki kemampuan personal, contohnya mampu berkomunikasi, mampu bergaul, mampu bernegoisasi, mampu mengembangkan jaringan, mampu bekerjasama.

 

5. Guru berhasil menjadi teladan karena ia tekun, rajin dan memiliki kekampuan (professional), siswa menjadi juara karena rajin, tekun, komitmen , bermotif tinggi, gubernur berhasil membangun, karena komitmen, berinovasi, berkreasi, dan memiliki kemampuan manajerial dan kepemimpinan, atlet berprestasi karena kerjakeras dalam berlatih, komitmen dalam berlatih, disiplin, kerja keras, bermotif tinggi, pengusaha sukses karena jujur, rajin, tekun , komitmen, memiliki keterampilan berusaha, dan memiliki keterampilan personal. Semuanya sukses karena memiliki sikap, motif dan perilaku kewirausahaan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran 2

 

Kompetensi yang akan dinilai           : Penilaian tugas

Bentuk Penilaian                                   : Laporan

Satuan Pendidikan                                : SMA Warga Surakarta

Mata Pelajaran                                     : Prakarya dan Kewirausahaan

Kelas/Semester/Tahun Pelajaran           : X Rekayasa/ Genap/ 2013/2014

Kompetensi Dasar                                :

3.4 Memahami konsep kewirausahaan dalam menjalankan sebuah wirausaha rekayasa digital

4.4 Menyajikan konsep kewirausahaan berdasarkan pengalaman keberhasilan tokoh-tokoh wirausaha produk rekayasa digital.

 

Tugas Kelompok ( Kliping ) :

 

Buatlah laporan tokoh-tokoh penemu :

  1. Microsoft
  2. Google
  3. Yahoo
  4. Facebook
  5. Twitter
  6. Kaskus
  7. Apple
  8. Youtube

 

Catatan :

  1. Penjelasan setiap tokoh minimal 1 halaman.
  2. Laporan dibuat yang rapi, hasil download wajib diedit terlebih dahulu, tidak boleh copy-paste saja.
  3. Waktu pembuatan laporan 1 minggu.
  4. Laporan djilid dengan rapi

 

Format Penilaian Laporan Kelompok

Mata Pelajaran                         : Prakarya dan Kewirausahaan

Materi                                                  : Mengenal tokoh-tokoh Rekayasa Digital

Hari/Tanggal                                         :

Nama Kelompok                                  :

Anggota Kelompok                              :

Kelas                                                   :

 

No. Aspek

Hasil Penilaian

    Baik (Skor 30)

 

Cukup (Skor 20)

 

Kurang

(Skor 10)

 

1 Kelengkapan informasi      
2 Isi      
3 Waktu pembuatan      

Skor Maksimum

90

 

 

Nilai = Skor Perolehan× 100

90

Testimoni

tags:

artikel lainnya RPP Prakarya kurikulum 2013



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Tuesday 14 July 2015 | blog

  Solo Baru, 08 Maret 2006 No. 0065/Tec/M14/Med/III/06   Kepada : ABA ST. PIGNATELLI Jl. Karang…

Friday 6 March 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER DAN SISTEM ADMINISTRASI   MENGINSTALASI DAN…

Wednesday 18 June 2014 | blog

BELAJAR CEPAT, BIAYA HEMAT , HANYA DI BINTANG PRIVAT Jl. Urip Sumoharjo Sragen CP : Bp.…

Monday 27 October 2014 | blog

Information technology has been part of dynamic and modern society. Information technology increases productivity and fastens…