Advertisement
loading...

 

 

Advertisement

 

 

 

RINGKASAN
PERATURAN PERUNDANGAN KETENAGAKERJAAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DINAS SOSIAL TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KOTA SURAKARTA

2012


WAKTU KERJA

Ps 77, 78 Undang-Undang No.13 / 2003

Kep Menaker No 234 / 2003

Kep Menaker No 15 / 2005

  • 7 jam sehari dan 40 jam seminggu, untuk 6 hari kerja dalam seminggu
  • 8 jam sehari dan 40 jam seminggu, untuk 5 hari kerja dalam seminggu
  • Lebih dari ketentuan, Waktu lembur maksimal 3 jam sehari dan 14 jam seminggu
  • Sektor usaha atau pekerjaan tertentu (khusus)

Contoh : Bidang Energi dan Sumber daya Mineral di daerah operasi tertentu

(10 jam sehari dan 140 jam dalam 14 hari untuk satu periode)

 

 

WAKTU ISTIRAHAT

Ps 79, 80, 81, 82, 83, 84, 85 Undang-Undang No.13 / 2003

Kep Menaker No 233 / 2003

Kep Menaker No 102 / 2004

  • ½ jam setelah kerja 4 jam
  • 1 hari dalam seminggu (6 hari)

2 hari dalam seminggu (5 hari)

  • 12 hari setelah kerja 12 bulan
  • Kesempatan Ibadah
  • Hari I dan II haid, -  Sakit

-    Memberitahukan

  • 1½ bulan sebelum melahirkan

1½ bulan sesudah melahirkan / gugur kandung (atau sesuai keterangan Dokter/bidan)

  • Kesempatan menyusui anak
  • Hari libur Resmi (kecuali sifat pekerjaan terus menerus, lembur)
  1. Tahun Baru Masehi
  2. Idul Adha
  3. Tahun Baru Imlek
  4. Tahun Baru Hijriah
  5. Hari raya Nyepi
  6. Maulid Nabi Muhammad
  7. Wafat Yesus Kristus
  8. Hari Raya Waisak
  9. Kenaikan Yesus Kristus
  10. Proklamasi Kemerdekaan RI
  11. Isro Mi’roj Nabi Muhammad SAW
  12. Idul Fitri (2 Hari)
  13. Hari Raya Natal

 

 

 

UPAH

Ps 88, s/d Ps 98  Undang-Undang No.13 / 2003

SK Gub Jateng  No. …………………  tanggal ……………………

  • UMK

-       Rp …………. / bulan

-       Upah Pokok 75 %   +   Tunjangan tetap 25 %

-       Dilarang Upah kurang dari UMK

-       UMK untuk masa kerja s/d 1 tahun

-       Perjanjian kurang dari UMK batal demi hukum

-       Keterlambatan upah dikenakan denda

-       Perusahaan Pailit, hak pekerja (upah) merupakan utang yang didahulukan pembayarannya

-       Tuntutan Upah, kedaluwarsa setelah 2 tahun

 

  • Upah Lembur

-       Paling banyak 3 jam/hari dan 14 jam/minggu

-       Hari libur resmi

-       Wajib : upah, Istirahat, makan + minum

-       Perintah tertulis / daftar + tanda tangan

-       Persetujuan tertulis / daftar + tanda tangan

-       Perhitungan

  • Upah sejam = 1/173  x upah sebulan
  • Pada Hari Kerja (biasa)

Jam              I      =   1½  x  upah sejam

Jam   II        =   2     x  upah sejam

Jam   III      =   2     x  upah sejam

  • Pada hari istirahat mingguan/ HLR = (6 hari/minggu)

Jam I – VII       =   2   x Upah Sejam

Jam VIII     =   3   x Upah Sejam

Jam IX        =   4   x Upah Sejam

Jam X          =   4   x Upah Sejam

Hari Pendek

Jam I – V    =   2   x Upah Sejam

Jam VI        =   3   x Upah Sejam

Jam VII       =   4   x Upah Sejam

Jam VIII     =   4   x Upah Sejam

  • Pada hari istirahat mingguan/ HLR = (5 hari/minggu)

Jam I–VIII  =   2   x Upah Sejam

Jam IX        =   3   x Upah Sejam

Jam X          =   4   x Upah Sejam

Jam XI        =   4   x Upah Sejam

 

  • Hal-hal berkaitan dengan Upah

-       Upah tidak dibayar bila pekerja tidak bekerja

-       Perkecualian

  • Pekerja Sakit

-          4 bulan I   = 100%

-          4 bulan II  = 75 %

-          4 bulan III = 50 %

-          Selanjutnya 2% sampai dengan PHK

  • Kepentingan Keluarga

-          Pekerja menikah        = 3 hari

-          Menikahkan anak      = 2 hari

-          Mengkhitankan anak = 2 hari

-          Membaptiskan anak  = 2 hari

-          Istri melahirkan/gugur kandungan = 2 hari

-          Suami/istri, orangtua/mertua, anak,menantu, meninggal dunia  = 2 hari

-          Anggota keluarga dalam satu rumah meninggal dunia = 1 hari

  • Pekerja haid hari I dan II, sakit
  • Pekerja menjalankan kewajiban negara
  • Pekerja menjalankan ibadah
  • Pekerja tidk dipekerjakan karena kesalahan pengusaha / hal yang seharusnya dapat dihindari
  • Pekerja menjalankan hak istirahat / cuti
  • Pekerja melaksanakan tugas Serikat pekerja atas persetujuan pengusaha
  • Pekerja melaksanakan tugas pendidikan
  • Pekerja mengalami kecelakaan kerja

-       Cara  Pembayaran Upah

  • Bulanan
  • Harian (lepas)
  • Borongan

 

HUBUNGAN KERJA

Ps 50 s/d Ps 63  Undang-Undang No.13 / 2003

Kep Menaker No 100 / 2003

  • Hubungan Kerja Tetap : Perjanjian kerja waktu tidak tertentu
  • Hubungan Kerja Tidak Tetap : Perjanjian kerja waktu tertentu
    • Masa Percobaan ( 3 bulan)
    • Kontrak
    • Harian Lepas

 

Kontrak (PKWT)

-       Tidak ada Masa Percobaan (batal demi hukum)

-       Jnis dan sifat atau kegiatan pekerjaan selesai dalam waktu tertentu

-       Tidak dapat diadakan untuk pekerjaan yang bersifat tetap

-       Paling lama 2 tahun

-       Diperpanjang 1 x 1 tahun

-       Tenggang/putus 30 hari

-       Diperbarui 1 x 2 tahun

-         Jika tidak sesuai  maka demi hukum, menjadi Perjanjian Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (Tetap)

Harian Lepas

-           Pekerjaan dan upah berdasarkan kehadiran

-           Kurang dari 21 hari kerja dalam 1 bulan

-           Paling lama 3 bulan

-           Jika Tidak sesuai maka demi hukum menjadi PKWTT

 

 

 

 

 

PENYERAHAN SEBAGIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN

Ps 64 s/d Ps 66  Undang-Undang No.13 / 2003

Per  Menaker No 19 / 2012

  • Pemborongan Pekerjaan

-         Terpisah dari kegiatan utama

-         Kegiatan penunjang perusahaan

-         Pemborong merupakan perusahaan berbentuk Badan Hukum

-         Perlindungan pekerja sesuai Undang-Undang

-         Jika tidak sesuai, hubungan kerja  menjadi pekerja dengan perusahaan pemberi pekerjaan

 

  • Penyediaan Jasa Pekerja (OUTSOURCHING)

-           Kegiatan penunjang perusahaan

-           Ada hubungan kerja pekerja dengan perusahaan  penyedia jasa pekerja

-           Perlindungan pekerja ada pada perusahaan  penyedia pekerja

-           Perusahaan penyedia jasa merupakan perusahaan Berbadan Hukum dan mendapat ijin dari DISNAKER.

-           Jika tidak sesuai, maka demi hukum, hubungan kerja pekerja adalah pekerja dengan perusahaan pemberi pekerjaan.

 

 

 

 

 

 

TENAGA KERJA WANITA

Ps 76  Undang-Undang No.13 / 2003

Kep Menaker No 224 / 2003

  • Tidak ada diskriminasi upah
  • Tidak ada diskriminasi kesempatan
  • Perlindungan kesusilaan
  • Perlindungan fungsi reproduksi
    • Tidak PHK karena menikah
    • Cuti haid
    • Cuti hamil dan melahirkan/gugur kandungan
    • Kesempatan menyusui anak
    • Syarat kerja malam

v  Umur lebih dari 18 tahun

v  Ijin suami

v  Makan/minum bergizi (tidak diganti uang)

v  Antar jemput

v  Tidak sedang hamil

 

 

TENAGA KERJA ANAK

Ps 68 – Ps 75  Undang-Undang No.13 / 2003

Kep. Pres. 12/2001

Kep. Pres. 59/2002

Kep. Men. 235/2003

  • Tenaga Kerja anak  —> usia kurang dari 18 tahun
  • Dilarang mempekerjakan anak
  • Syarat :

-          Ijin tertulis ortu/wali

-          Perjanjian kerja pengusaha dengan ortu/wali

-          Waktu kerja max 3 jam/hari

-          Siang hari dan tidak mengganggu sekolah

-          Keselamatan dan kesehatan kerja

-          Hubungan kerja jelas

-          Upah sesuai ketentuan

  • Siapapun dilarang melibatkan anak pada pekerjaan terburuk (membahayakan keselamatan, kesehatan atau moral anak)

 

 

TENAGA KERJA CACAT

Ps 67  Undang-Undang No.13 / 2003

UU 4/1997

PP 43/1998

Kep. Men. 205/1999

SK Men 01/2002

  • Perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja lebih dari 100 orang, wajib mempekerjakan tenaga kerja cacat (setiap 100 orang= 1 orang).
  • Perlindungan

-          Derajat kecacatan

-          Klasifikasi jabatan

-          Resiko kerja

-          Teknologi tinggi

 

 

PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA

A. PHK dilarang dengan alasan

1. sakit tidak melampui 12 bulan

2. Menjalankan tugas negara

3. Ibadah agama

4. Menikah

5. Hamil, melahirkan, gugur kandungan, dan menyusui.

6. pertalian darah/ikatan perkawinan dalam satu prsh (kecuali diatur dlm PK, PP, PKB)

7. Menjadi anggota/pengurus SP atau kegiatan SP

8. mengadukan pengusaha kpd berwajib krn pengusaha melakukan pidana kejahatan

9. perbedaan agama, politik, suku, warna kulit, golongan, jenis kelamin, kondisi fisik atau status perkawinan.

B. Perhitungan Pesangon

 

No

PESANGON

PENGHARGAAN MASA KERJA

Masa kerja

BESARNYA

MaSa kerja

BESARNYA

1

< 1 th 1 bln upah < 3 th 1 bln upah

2

1 – 2 th 2 bln upah 3 – 6 th 2 bln upah

3

2 – 3 th 3 bln upah 6 – 9 th 3 bln upah

4

3 – 4 th 4 bln upah 9 – 12 th 4 bln upah

5

4 – 5 th 5 bln upah 12 – 15 th 5 bln upah

6

5 – 6 th 6 bln upah 15 – 18 th 6 bln upah

7

7 – 8 th 7 bln upah 18 – 21 th 7 bln upah

8

8 – 9 th 8        8 bln upah 21 – 24 th 9        8 bln upah

9

> 9 th 10    9 bln upah > 24 th 11    9 bln upah

 

Uang penggantian hak yang seharusnya meliputi :

a.  Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur;

b.   Biaya pulang untuk pekerja dan keluarganya ke tempat dimana pekerja diterima bekerja;

c.  Penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ditetapkan 15% dari uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja bagi yang memenuhi syarat;

d.  hal-hal lain yang ditetapkan dalam perjanjian kerja, PP/PKB

Putus Hubungan Kerja:

a.    Kesalahan berat (ps 158) – Uang Penggantian hak

b.   Mengundurkan diri (ps 162) – Uang Penggantian hak + Uang Pisah

c.    Perubahan status, penggabungan, peleburan, atau perubahan kepemilikan perusahaan dan pekerja/buruh tidak bersedia melanjutkan hubungan kerja (Ps 163) – 1x Pesangon + 1x PMK + Uang Penggantian hak

d.   Perusahaan tutup yang disebabkan perusahaan mengalami kerugian secara terus menerus selama 2 (dua) tahun atau keadaan memaksa (force majeur) (Ps 164) – 1x Pesangon + 1x PMK + Uang Penggantian hak

e.    Perusahaan tutup bukan karena mengalami kerugian 2 (dua) tahun berturut-turut atau bukan karena keadaan memaksa (force majeur) tetapi perusahaan melakukan efisiensi (ps 164) – 2x Pesangon + 1x PMK + Uang Penggantian hak

 

 

 

 

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Undang-Undang No 1 Tahun 1970

Stoom Ordonantie 1930

 

Pembidangan Teknis

-     PP No. 7/1973 – Pestisida

-     PP No. 11/ 1975 – Keselamatan Kerja Radiasi

-     Per.Menaker No. 04/1980 – APAR

-     Per.Menaker No. 01/1982 – Bejana Tekan

-     Per.Menaker No. 02/1983 – Instalasi Alarm Kebakaran Otomatik

-     Per.Menaker No. 03/1985 – Pemakaian Asbes

-     Per.Menaker No. 04/1985 – Pes. Tenaga & Prod.

-     Per.Menaker No. 05/1985 – Pes. Angkat & Angkut

-     Per.Kepmenaker & Trans  No.75/2002 – PUIL 2000

-     Per.Menaker No. 02/1989 – Instalasi Petir

-     Per.Menaker No. 03/1999 – Lif Listrik

 

  • Pendekatan SDM

-     Per.Menaker No. 07/1973 – Wajib Latih Hiperkes Bagi Dokter Perusahaan

-     Per.Menaker No. 01/1979 – Wajib Latih Bagi Paramedis

-     Per.Menaker No. 02/1980 – Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja

-     Per.Menaker No. 02/1982 – Syarat dan Kwalifikasi Juru Las

-     Per.Menaker No. 01/1988 – Syarat dan Kwalifikasi Oparetor Pesawat Uap

-     Per.Menaker No. 01/1979 – Syarat dan -  Kwalifikasi Operator Angkat dan Angkut

-     Per.Menaker No. 02/1992 – Ahli K3

-     Kep.Menaker No. 407/1999 – Kompetensi  Tehnis Lif

-     Kep.Menaker No. 186/1999   Pengorganisasian  Penanggulangan Kebakaran

-     KepMenaker No. 187 /1999 Kompetensi Petugas  Kimia.

-     Kep Dirjen No. 311/BW/M/2002 Kompetensi teknisi Listrik.

 

  • Pendekatan Kelembagaan dan Sistem

-     Per.Menaker No. 04/1987 – P2K3

-     Per.Menaker No. 04/1995 – Perusahaan Jasa K3

-     Per.Menaker No. 05/1996 – SMK3

-     Per.Menaker No. 03/1998 – Pelaporan  Kecelakaan

 

Testimoni

Filed under : blog, tags:
SLIDESERAGAMBATIK