Advertisement
loading...

RENCANA BISNIS
(RINGKASAN)

1. Nama LKMS :
2. Tempat kedudukan :
3. Modal dasar : Rp.
4. Modal disetor : Rp.

Advertisement

6. Kegiatan usaha sebagai LKMS :
• Menghimpun dana dari masyarakat, dalam bentuk ………
• Memberikan pembiayaan bagi ………..

7. Tugas dan wewenang pengurus : (contoh)

• Manajer

a. Manajer bertanggung jawab penuh dalam melaksanakan tugasnya untuk kepentingan LKMS dalam mencapai maksud dan tujuannya.
b. Setiap anggota Manajer wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugasnya dengan mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
c. Manajer berhak mewakili LKMS di dalam dan diluar pengadilan tentang segala hal dan dalam segala kejadian, akan tetapi dengan pembatasan bahwa untuk:
- meminjam atau meminjamkan uang atas nama LKMS (tidak termasuk mengambil uang LKMS di Bank).
- …………..
d. Manajer untuk perbuatan tertentu berhak pula mengangkat seorang atau lebih sebagai wakil atau kuasanya dengan memberikan kepadanya kekuasaan yang diatur dalam surat kuasa.
e. Dan lain-lain ………

• Pengurus :

a. Pengurus melakukan pengawasan atas kebijaksanaan Manajer dalam menjalankan LKMS serta memberikan nasehat kepada Manajer.
b. Manajer dan setiap anggota Manajer wajib untuk memberikan penjelasan tentang segala hal yang ditanyakan oleh Pengurus.
c. Pengurus setiap waktu berhak memberhentikan untuk sementara seorang atau lebih anggota Manajer apabila anggota Manajer tersebut bertindak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan atau peraturan Perundang-undangan yang berlaku.
d. ….. dan lain-lain

8. Masa Jabatan :

• Manajer :

Para anggota Manajer diangkat oleh Rapat Umum Pemegang Saham, masing-masing untuk jangka waktu …. (……) tahun dan dengan tidak mengurangi hak Rapat Umum Pemegang Saham untuk memberhentikannya sewaktu-waktu.

• Pengurus :

Anggota Pengurus diangkat oleh Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk jangka waktu …. (……) tahun dengan tidak mengurangi hak RAT untuk memberhentikan sewaktu-waktu.

9. Susunan Calon Pengurus LKMS ……… :

NO NAMA JABATAN
1.
2.
3.
4.
5.

10. Dewan Pengawas Syariah (DPS) LKMS ……… :

NO NAMA ALAMAT JABATAN
1
2
3

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pendirian

Kebangkitan ekonomi Indonesia kini mulai menampakkan hasil seiring dengan semakin kondusifnya …………
Membaiknya kondisi perekonomian ditunjukan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar ……..% di tahun dan semakim menunjukan trend positif sehingga …….
Kondisi yang semakin baik ini diharapkan dapat berpengaruh positif kepada sektor perbankan/ LKM yang memungkinkan investor untuk mendirikan usaha …..

B. Manfaat Pendirian LKMS

Pendidikan kepada masyarakat agar …….
Peningkatan ekonomi rakyat sebgai lembaga intermediansi keuangan yang meningkatkan akses ke sektor permodalan syariah.
Penyedia tenaga kerja …..
Lain-lain……

C. Pemilihan Lokasi

Lokasi rencana di …..
Berdasarkan hasil analisa ………

BAB II
ANALISA STRATEGI DAN POTENSI WILAYAH

A. Analisa Strategis
Sebagai langkah awal dalam menentukan rencana bisnis LKMS …, maka dianalisa aspek strategis dengan pendekatan SWOT sebagai berikut :
a. Strength (Kekuatan)
LKMS yang akan didirikan memiliki kekuatan dalam hal tersedianya SDm yang saat ini sudah mengelola dan memiliki kompetensi …… ………
b. Weakness (Kelemahan)
Adapaun factor yang menjadi kelemahan LKMS antara lain adalah tidak tersediannya system IT dan SOP yang memadai…….
c. Opportunity (Peluang)
Belum banyaknya LKM dan Bank yang melayani sector usaha mikro maka menjadi peluang bagi LKMS untuk melakukan …….
d. Threats (Ancaman)
Memperhatikan perkembangan Bank Umum dalam mengembangkan kredit mikro maka hal ini menjadi ancaman secara jangka panjang karena akan potensi menjadi pesaing LKMS di…….
Memperhatikan analisa SWOT ini maka strategi utama yang akan diterapkan LKMS dalam menyusun rencana bisnis adalah : (contoh)
a. Perluasan pasar (melakukan aktivitas pemasaran sebesar-besarnya) dengan tujuan mengambil pangsa pasar yang belum tergarap.
b. Perebutan pasar (melakukan peningkatan pelayanan/ diferensiasi produk) dengan tujuan bersaing dengan komptetitor untuk peningkatan pelayanan dalam rangka menarik minat pelanggan.
c. Pengembangan usaha (melakukan peningkatan kompetensi/ perbaikan kualitas) dengan tujuan untuk membuat produk yang cocok dengan pelanggan atau meningkatkan sistem internal agar mampu bersaing dengan komptetitor.
d. Aliansi dan Kemitraan (melakukan kerjasama aliansi dimana LKMS belum memiliki kompetensi yang diperlukan) dengan tujuan agar LKMS tetap dapat bersaing dan meningkatkan pelayanan.

B. Aspek Umum

1. Kondisi Umum Kabupaten/ Kotamadya …..

Letak dan keterangan geografis dan geografis dari lokasi tempat LKMS akan berada …….. :
Tabel 2.1
Pertumbuhan Penduduk
Daerah ……
Tahun …….

No Jumlah Tahun
1
2
3
4
Sumber : BPS Daerah, Daerah dalam angka

Kondisi demografis ini akan mendukung potensi usaha LKMS …..
Untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi di ……. dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 2.2
PDRB Dan Laju Pertumbuhan Ekonomi
Daerah ……… Tahun ……….
(Rp Juta,)

Tahun Dasar harga Konstan
Nilai Persentase Pertumbuhan
2002
2001
2002
2003
2004
Rata-Rata
Sumber : BPS Propinsi ………

Analisa pertumbuhan ekonomi tersebut terhadap potensi usaha LKMS …………….

2. Kondisi Umum Kecamatan …….

Lebih detail dibahas kondisi umum pada lingkup geografis di tingkat kecamatan tempat rencana LKMS akan didirikan ………

C. Potensi Ekonomi Daerah

1. Potensi Ekonomi Daerah ….

Potensi pertumbuhan ekonomi daerah dibandingkan dengan daerah sekitar, sehingga memperkuat analisa kelayakan pendirian LKMS di lokasi tersebut ………

Tabel 2.3
PDRB Daerah …….
Tahun ………
(Rp Juta)

Tahun P D R B
Kota …… Propinsi …..
2002
2001
2002
2003
2004

Sumber : BPS Propinsi,

Sedangkan untuk melihat kemampuan masyarakat dalam menghasilkan nilai tambah, dapat tercermin dari Produk Domestik Regional Bruto per kapita seperti tergambar dalam tabel 2.4 berikut ini :

Tabel 2.4
Pendapatan Per Kapita
Kota ……..
Tahun ………..
(Rp.)

Tahun Pendapatan Perkapita
Atas Harga Berlaku Atas Harga Konstan
2002
2001
2002
2003
Sumber : BPS Propinsi,

2. Potensi Sektoral Ekonomi daerah ……

Untuk mengetahui lebih jauh struktur perekonomian dapat dilihat berdasarkan dari peranan masing-masing sektor (primer, sekunder dan tersier) terhadap pembentukan total PDRB.

Tabel 2.5
PDRB dan Pertumbuhannya
Menurut Kelompok Sektor
Tahun ……
(Rp. ribu)

Lapangan Usaha Tahun
2003 2004 Pertumbuhan
(%)
Sektor Primer
Sektor Sekunder
Sektor Tersier
Sumber : PDRB daerah …….., tahun …..

Yang termasuk dalam kelompok sektor Primer ini adalah pertanian, pertambangan dan penggalian. Sedangkan yang termasuk dalam sektor Sekunder, industri pengolahan, listrik, gas dan air bersih serta bangunan. Perdagangan, pengangkutan, komunikasi, keuangan, persewaan, jasa perusahaan serta jasa-jasa semuanya termasuk dalam sektor tersier.

Sedangkan untuk kelompok industri dan perdagangan yang memberikan kontribusi kepada PDRB Kota ………. dapat di lihat pada tabel berikut ini :

Tabel 2.6
Kelompok Industri dan Perdagangan
Penyumbang Potensial PDRB
Kota ……….
Tahun ……….
(Rp. ribu)
Keterangan 2003 2004
Industri Besar dan Sedang
Industri Kecil dan Kerajinan Rumah Tangga
Perdagangan Besar dan Eceran
Sumber : PDRB Kota ………. 2004

Berdasarkan tabel 2.6 diatas diketahui pertumbuhan untuk kelompok industri besar dan sedang dan atau kecil, dengan demikian dapat menambah justifikasi kelayakan pendirian LKMS ……..

3. Sektor Ekonomi Potensial (Usaha Kecil) Di Kota ……….

Potensi sektor industri (home industri) dan perdagangan di Kota ………. di dominasi oleh usaha ………
Tabel 2.7
Jumlah Dan Pertumbuhan Pengusaha Kecil
Di Kota ………. Tahun ………..
(Orang/Pengusaha)

No. Jenis Usaha 2002 2003 2004
1 Kelontong
2 Konveksi
3 Elektronik
4 Tekstil
5 Beras/Bumbon
6 Barang Pecah Belah
7 Daging
8 Produksi Konsumsi
9 Sayur Mayur
10 Buah
11 Warung Makan
12 Ikan Laut/Asin
13 Roti/Makanan
14 Jamu/Obat
15 Kerajinan Tangan
16 Lain-lain
Sumber : Kota ………. Dalam Angka ……

Sesuai dengan dinamika dunia usaha, melihat tabel 2.7 diketahui bahwa ada jenis usaha yang mengalami pertumbuhan dan penurunan. Adapun jenis usaha yang mengalami pertumbuhan adalah …….

C. Potensi Ekonomi Kecamatan ……….

Dengan jumlah penduduk sebesar …… jiwa dan luas wilayah sebesar …… Km, kepadatan penduduk setiap Km2 mencapai ……. jiwa. ………. memiliki potensi yang besar dalam menunjang kegiatan ekonomi bagi Kota ……….. Hal ini disebabkan karena banyak tersedia sarana perekeonomian seperti pasar tradisional atau modern, sekolah/universitas, kantor Bank, terminal dan fasilitas lainnya. Untuk mengetahui lebih lengkap sarana perekonomian yang ada dapat dilihat pada tabel 2.8 berikut ini

Tabel 2.8
Sarana Perekonomian
Di Kecamatan ……….
Tahun 2003

NO. JENIS SARANA (USAHA) JUMLAH
1 PASAR TRADISIONAL
2 PASAR MODERN
• Jumlah Kios
• Jumlah Los
• Jumlah Pedagang
• Jumlah Toko, Kios Dan Warung Di Sekitar Pasar
3 Kantor Bank :
• Umum
• Umum Syariah
• LKM /BKK
• LKM Syariah
• Lembaga Keuangan Bukan LKMS (LKBB)
4 INDUSTRI BESAR DAN SEDANG
5 INDUSTRI KECIL
6 INDUSTRI KERAJINAN RUMAH TANGGA
7 HOTEL
8 RUMAH/WARUNG MAKAN
9 ANGKUTAN
10 LAIN-LAIN
Sumber : BPS dan Data Kota ………. tahun ….., Hasil Survey, Diolah

1. Jumlah Kantor Bank Di Kota ……….

Kegiatan usaha perbankan biasanya berjalan paralel dengan perkembangan kehidupan ekonomi di suatu tempat. Makin tinggi pertumbuhan ekonomi, maka semakin banyak diperlukan lembaga perbankan, yang nantinya dapat memberikan fasilitas dalam pembiayaan dan penyimpanan.

Jumlah kantor Bank di Kota ………. , sebagaimana tampak pada tabel 3.1, yang berarti, diwilayah ini terdapat banyak kegiatan ekonomi yang mampu menyerap jasa perbankan, baik untuk kegiatan penyimpanan (funding) dan pembiayaan (lending).

Tabel 3.1
Jumlah Kantor Bank
Di Kota ……….
Tahun …….

KETERANGAN JUMLAH
Tahun …..
Bank Umum :
- Kantor Pusat
- Kanwil
- Kantor Cabang
-Kantor Cabang Pembantu
Bank Umum Syariah :
- Kantor Cabang
LKM/BKK :
- Konvensional
- Syariah
Sumber : BI, Dinas Koperasi

Tabel diatas menunjukkan jumlah Bank umum di Kota ………. , dengan demikian terdapat gambaran peta persaingan bahwa pendirian LKMS akan menhadapi persaingan ….Bank, …..LKM …. Dll.

Saat ini di Kota ………. ada …. perusahaan LKB (Lembaga Keuangan Bank) nasional yang beroperasi. Untuk mengetahui lebih lengkap dapat dilihat pada tabel 3.2, 3.3 dan 3.4 berikut ini :
Tabel 3.2
Jumlah Dan Nama Kantor
Bank Umum Dan Syariah
Di Kota ……….
Tahun ……..
No. Nama (Perusahaan) Bank Jumlah Kantor
1
2
3
4
5
6
Sumber : Depag/ Dinas Koperasi/ PNM/ BI ……….

Tabel 3.4
Jumlah Dan Nama Kantor
LKM/BKK
Di Kota ……….
Tahun …….

No. Nama (Perusahaan) Bank Jumlah Kantor
1
2
3
4
5
Sumber : Depag/ Dinas Koperasi/ PNM/ BI ……….

2. Jumlah Kantor Bank Di Kecamatan ……….

Jumlah Bank Umum di Kecamatan ………. sebanyak …. kantor. Pada tabel 3.5 berikut ini dapat diketahui nama-nama kantor Bank yang ada di Kecamatan ………. :

Tabel 3.5
Jumlah Dan Nama Kantor
Bank Umum/Syariah Dan LKM/BKK
Di Kecamatan ……….
Tahun …….
No. Nama (Perusahaan) Bank Jumlah Kantor
1
2
3
4
Sumber : Hasil Survey/ BI/ PNM

3. Pertumbuhan Simpanan Dan Pinjamam Bank Umum Di Kota ……….

Tingkat effisiensi dan effektifitas Bank, dapat dilihat antara lain dari perkembangan beberapa produk Bank seperti Tabungan dan Simpanan berjangka Bank.

Tabel 3.6
Pertumbuhan Simpanan Dan Pinjaman (KUK)
Bank Umum
Di Kota ……….
(Rp. Juta)
Keterangan Tahun ….. Tahun …… Tahun …..
Simpanan berjangka
Tabungan
Pinjaman
Sumber : – Depag/ Dinas Koperasi/ PNM ……….

4. Pertumbuhan Tabungan, Simpanan berjangka Dan Kredit LKM Di Propinsi …..

Jumlah tabungan dan simpanan berjangka yang berhasil di himpun oleh Bank Perkreditan Rakyat di Propinsi ………, selama tiga tahun terakhir dapat dilihat pada tabel 3.7

Tabel 3.7
Pertumbuhan Tabungan, Simpanan berjangka Dan Kredit
Bank Perkreditan Rakyat
Di ………..
(Juta-Rp)
Keterangan Tahun …… Tahun ……. Tahun …….
Simpanan berjangka
Tabungan
Kredit
Sumber : BI/ data diolah

Dengan tingkat pertumbuhan tersebut maka hal ini menunjukkan kondisi yang jauh lebih baik untuk perkembangan lembaga LKM, dan ………..

5. Pertumbuhan Tabungan, Simpanan berjangka Dan Kredit Bank Umum Di Propinsi ………..

Tabel 3.8
Pertumbuhan Tabungan, Simpanan berjangka Dan Kredit
Bank Umum
Di Propinsi ……….
Tahun ………
(Juta Rp.)
Keterangan Tahun ….. Tahun ……. Tahun …….
Simpanan berjangka
Tabungan
Kredit
Sumber : BI ……….

Pertumbuhan tabungan dan kredit di propinsi …… merupakan suatu gambaran umum akan prospek wilayah yang ……..

6. Jumlah Dan Pertumbuhan Kantor Bank Di Propinsi ………

Dalam perkembangannya di Propinsi ……… pertumbuhan kantor cabang Bank Umum adalah ……, dengan demikian maka prospek pelayanan perbanakan di propinsi mengalami ……….

Untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel 3.9 berikut :

Tabel 3.9
Jumlah Dan Pertumbuhan
Kantor Bank Umum Dan LKM
Tahun …….
Di Propinsi ………

No. Nama (Kantor) Bank Tahun ….. Tahun ….. Tahun ……
1 Bank Umum :
- Kantor Cabang
- Kantor Cabang Pembantu
2 Bank Umum Syariah :
- Kantor Cabang
- Kantor Cabang Pembantu
3 Bank Perkreditan Rakyat :
- Konvensional
- Syariah
Sumber : Propinsi ……… Depag/ Dinas Koperasi/ PNM ……….

B. Kondisi Umum Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)

1. Perkembangan Koperasi Di Kota ……….
Koperasi simpan pinjam (KSP) atau unit simpan pinjam (USP) dari sebuah lembaga koperasi dan lembaga keuangan mikro lainnya, merupakan lembaga keuangan bukan Bank, yang misinya membantu masyarakat kecil/pedesaan dalam mengatasi kesulitan permodalan dan menyimpan uangnya untuk mendapatkan hasil serta menghilangkan resiko. Pada umumnya lokasi dari KSP/USP ini berada di wilayah Kecamatan atau Kelurahan, agar lebih dekat dengan anggotanya.

Jumlah Perkembangan KSP/USP dan lembaga keuangan mikro lainnya Kota ………. pada tahun 2002-2003 sebagai berikut :

Tabel 3.10
Perkembangan KSP/USP
Dan Lembaga Keuangan Mikro Lainnya
Di Kota ……….
Tahun ……..
NO KETERANGAN Thn ….. Thn ….
1 KSP
2 KUD
3 Koperasi Agribisnis
4 Koperasi Perikanan
5 Koperasi Peternakan
6 Koppontren
7 Kopti
8 KSU
9 Koperasi Pasar
10 Koperasi Pedagang Kaki Lima
Sumber : Kota ………. Dalam Angka.

Dari data diatas diketahui bahwa lembaga yang mengalami pertumbuhan positif hanya adalah ……

2. Perkembangan Jumlah, Anggota, Simpanan dan Pinjaman KSP/USP Dan Lembaga Kuangan Mikro Lainnya di Kota ………..

Jumlah anggota, simpanan, dan pinjaman dari KSP/USP dan lembaga keuangan mikro lainnya di Kota ………. setiap tahunnya mengalami perubahan, seperti yang tergambar pada tabel 3.11 di bawah ini.

Tabel 3.11
Jumlah Anggota, Simpanan dan Pinjaman
KSP/USP-KUD Dan Lembaga Keuangan Mikro Lainnya
Di Kota ……….
Tahun ……..
(Rp. Juta)
NO KETERANGAN Tahun .. Tahun ….
1 Anggota (orang)
2 Simpanan (Rp)
3 Pnjaman (Rp)
Sumber : Kota ………. Dalam Angka, Diolah.

Berdasarkan data diatas diketahui bahwa pinjaman …… , dibandingkan dengan jumlah simpanan yang diterima, artinya …………

Dengan demikian untuk tingat LKM, potensi usaha masih ……, karena trend pertumbuhan yang ……

3. Lembaga Keuangan Pedesaan

Selain berbentuk koperasi, ada lembaga keuangan pedesaan lainnya seperti, lumbung desa, BMT (Baitul Maal wat Tamwiil), P2KP (Proyek Pengentasan Kemiskinan Masyarakat Perkotaan), dan lain sebagainya ……….

C. Suku Bunga LKB Dan LKBB

Dalam kegiatan usahanya, perbankan menjalankan 2 tugas pokok yaitu menghimpun dana (tabungan/simpanan berjangka) dari masyarakat dan kemudian menyalurkan dana itu kembali kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman (kredit), untuk menunjang usaha-usaha yang produktif.
Perkembangan suku bunga simpanan dan pinjaman dalam tahun terakhir ini relatif (stabil/ meningkat/ menurun) yaitu sebesar …… . Gambaran suku bunga pada Bank Umum, LKMS dan LKBB dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.12
Perkembangan Suku Bunga Simpanan Dan Pinjaman
Lembaga Keuangan Bank (LKB) Dan Bukan Bank (LKBB)
Tahun …….. (% per tahun)

KETERANGAN SIMPANAN PINJAMAN
Bank Umum
LKMS
KSP/USP
LKM
Sumber : Dari Berbagai Sumber, diolah

Pendirian LKMS ……….. ini di dasarkan keinginan untuk membantu masyarakat kecil, sekaligus sebagai alternatif lembaga pembiayaan dan penyimpanan yang aman, sesuai dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri.

Selanjutnya menggambarkan secara umum akan latar belakang para investor untuk mendirikan LKMS sebagai berikut ………….

D. Preferensi Masyarakat Terhadap LKMS

Perkembangan lembaga Keuangan dengan sistim Syariah Islam (bagi hasil) mulai diperhitungkan setelah terjadinya krisis ekonomi ……..

Walaupun penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam dan terbesar di dunia, tapi perkembangan sistim Syariah (perbankan) baru bergema sekitar lima tahun belakangan ini. Mensikapi hal ini, Depag/ Dinas Koperasi/ PNM membuat ketentuan khusus untuk masyarakat (investor) yang akan berusaha di bidang perbankan Syariah (konversi atau baru), baik untuk Bank Umum dan LKM. Untuk LKM, Bank Indonesia mengeluarkan SK. Dir No. 32/36/KEP/DIR.

Untuk tahap awal mendapatkan nasabah, perbankan Syariah biasanya menggunakan jurus sentuhan emosi keagamaan (Islam). Hal ini sangat efektif untuk menghimpun dana (simpanan) dan memberikan dana (pembiayaan). Karena itu untuk mendirikan (konversi) suatu lembaga keuangan (LKMS) dengan/kepada sistim Syariah harus memperhatikan faktor-faktor pada tabel 4.3 berikut yang juga digunakan sebagai data pendukung pendirian LKMS ……… :
Tabel 4.4
Data ( Per 2004) Pendukung
Pendirian LKMS ………
Di Kec. ………. Kodya (Kota) ……….

No. Keterangan Kota ………. Kecamatan ……….
1 Jumlah Masjid
2 Jumlah Musholla/Surau/Langgar
3 Jumlah Sekolah Madrasah Diniyah
4 Jumlah Murid Madrasah Diniyah
5 Jumlah Sekolah Mad. Tsanawiyah
6 Jumlah Murid Madrasah Tsanawiyah
7 Jumlah Sekolah Madrasah Aliyah
8 Jumlah Murid Madrasah Aliyah
9 Jumlah Penduduk Beragama Islam
Sumber: Kota ………. Dalam Angka 2004

Data diatas menyimpulkan, bahwa pendirian LKM dengan sistim Syariah di Kecamatan ………. sangat ditunjang kondisi lapangan yang sebenarnya, seperti jumlah penduduk yang mayoritas beragama Islam (…. %) sehingga tidak terlalu sulit untuk mendapatkan nasabah.

BAB III
ASPEK PEMASARAN DAN OPERASIONAL

1. Peluang Usaha

Pertimbangan strategis pendirian LKMS ini, agar skala usaha yang akan dijalankan nantinya dapat lebih besar dan keamanan dana masyarakat lebih terjamin dengan payung hukum yang jelas. Dalam menjalankan usaha LKMS nantinya, Depag/ Dinas Koperasi/ PNM akan selalu memberikan pembinaan dan pengawasan sehingga pemilik dan pengelola LKMS dimaksud akan hati-hati (prudent) dalam mengelola LKMS nya. Dengan tingkat kehati-hatian yang tinggi akan menambah kepercayaan masyarakat.

Selain itu dijelaskan pula hal-hal penting lainnya tentang peluang usaha tersebut, misalkan hubunngan bisnis dengan sector usaha tertentu, memiliki jaringan usaha, dan lain sebagainya ……..

2. Persaingan

Dengan (rencana) lokasi kantor dari LKMS ……… ini berada di Kecamatan ………. Jalan………., maka untuk mengantisipasi persaingan yang akan timbul nantinya, perlu mengetahui peta perbankan di Kecamatan ……….. Sebagai lembaga keuangan alternatif dan guna mengatasi persaingan yang akan terjadi, maka perlu diperhatikan aspek-aspek berikut ini :

2.1 Jumlah Bank Umum (KC/KCP) dan LKM Serta LKBB di Kecamatan ………..

Pada saat ini Kecamatan ………. yang mempunyai …….kelurahan, sudah ada …….. Kantor Bank Umum, ……….. LKM dan ………. LKBB (lembaga keuangan bukan Bank) yang beroperasi. Masing-masing adalah ………..

Lokasi Kantor-kantor Bank Umum dan LKM serta LKBB tersebut berada di Jalan ……….., jaraknya yang terjauh  ……..Km dan terdekat …….. meter dari rencana lokasi kantor LKMS ……….

2.2 Tingkat Kejenuhan LKMS

Tingkat kejenuhan LKMS adalah suatu metode untuk melihat peluang kemungkinan layak berdirinya LKMS baru pada suatu wilayah tertentu. Maksud dari LKMS baru tersebut baik untuk LKMS yang berdiri melalui proses pendirian, maupun relokasi. Pendekatan yang digunakan untuk melihat tingkat kejenuhan LKMS adalah dengan menghitung rasio perbandingan antara jumlah LKMS yang ada dengan jumlah penduduk serta luas wilayah.

a. Rasio jumlah penduduk dibandingkan dengan jumlah LKMS di Kota ………. (Kota ………. dalam angka tahun ….) :

Dari rasio jumlah LKMS berdasarkan jumlah penduduk didapatkan referensi apakah daerah tersebut sudah jenuh atau tidak, untuk rasio dengan nilai < 200.000 ada kemungkinan sudah jenuh (pada tingkat ibu kota propinsi). Namun demikian saat ini belum ada ketentuan ataupun hasil penelitian yang tepat ttg hal ini. Dengan demikian untuk kota ….., masih memungkinkan untuk didirikan LKMS .

b. Rasio jumlah LKMS berdasarkan luas wilayah di Kota ………. (Kota ………. dalam Angka ……..) :

Berdasarkan luas wilayah diketahui bahwa operasional LKMS ……… masih memiliki potensi ………di seluruh Kota ………., karena berdasarkan rasio jumlah LKMS dibandingkan luas wilayah, masih terdapat keleluasaan ……. Sebagai referensi, maka tingkat ‘kepadatan’ LKMS ini bervariasi untuk setiap lokasi kota, khususnya di Jawa yang memiliki sekitar 2.000 LKM maka dengan tingkat kepadatan seperti itu pun masih terdapat peluang usaha untuk mendirikan LKMS.

c. Rasio jumlah LKMS berdasarkan jumlah penduduk di Kecamatan ………. (Kota ………. dalam angka 2004) :
Analisa dari jumlah penduduk dalam cakupan kecamatan, yang artinya akan dapat menjadi potensi nasabah rata-rata. Parameter ini juga dijadikan indicator tingkat kejenuhan, walaupun terdapat perbedaan untuk masing-masing lokasi untuk dapat ditentukan apakah suatu daerah sudah jenuh atau tidak.

d. Rasio jumlah LKMS berdasarkan luas wilayah di Kecamatan ……….

Sama hal nya dengan rasio tingkat kejenuhan berdasarkan jumlah penduduk, operasional (marketing) LKMS ……… dapat mencakup seluruh wilayah Kecamatan ………., dan hal ini penting dalam memperkirakan adanya overlapping wilayah marketing dengan kompeteitor.

3. Strategi Pemasaran LKMS ………

3.1 Produk
Produk yang akan diberikan oleh LKMS adalah :
a. Pembiayaan : Modal kerja untuk usaha mikro perdagangan di pasar…..
b. Funding : Produk tabungan dan simpanan berjangka
3.2 Pricing
Tingkat margin untuk produk pembiayaan adalah setara 2% per bulan sedangkan untuk tabungan adalah 0.75% per bulan dan simpanan berjangka 1% per bulan.
3.3 Place
Rencana lokasi untuk LKMS ini ada di ….., dan untuk desain layout akan menggunakan standar dari ….. sebagai referensi yang telah terbukti cukup baik dalam meningkatkan citra LKMS sebagai perusahaan keuangan yang terpercaya.
3.4 Promosi
Pada tahap selanjutnya, LKMS akan melakukan promosi untuk lebih mendapatkan kepercayaan masyarakat sehingga ………….. Dengan demikian target untuk berkembang sebesar … % per tahun dan BOPO akan positif di bulan ke-….akan dapat terealisir.

4. Teknik dan Mekanisme Operasional

4.1 Teknologi

LKMS ……… akan memulai usahanya dengan melengkapi diri dengan tenaga terampil berpengalaman dalam jasa keuangan untuk Usaha Kecil/Mikro Rumah Tangga sehingga jasa LKMS bisa langsung ditawarkan kepada mereka secara luas.

Agar lebih efisien, maka dalam operasional nantinya tenaga terampil dan berpengalaman tersebut, akan dilengkapi dengan tehnologi yang sesuai dengan kebutuhan lembaga LKMS seperti LKMS online (system yang dikembangkan PNM) yang membantu dalam otomatisasi system Akuntansi & Prosedur (A&P/SOP), cara pembuatan laporan-laporan, system dan cara perhitungan margin/ bagi hasil, dan sebagainya.

4.2 Mekanisme Operasional (SOP)
Dalam rangka penerapan system operasional yang standard maka akan disusun SOP yang sudah terbukti misalkan dengan menerapkan system operasional LKMS model yang dikembangkan PNM. Dimana telah dibuat suatu referensi SOP yang sejalan dengan system IT LKMS online. Tentu saja hal ini akan memudahkan dalam penerapan LKMS ini pada saat awal berjalan.
Adapun SOP tersebut terdiri dari proses utama :
- Prosedur pembiayaan
- Prosedur penggalangan dana pihak ketiga.
- Prosedur akuntansi dan pelaporan.
- Prosedur umum dan pendukung lainnya.

Faktor Kelayakan Pendirian LKMS ……… di Kecamatan ………..

1. Potensi ekonomi Kecamatan ……….

Jumlah penduduk …… jiwa, dengan profesi kerja …..% pertanian,…dlsb, menunjukan bahwa komposisi penduduk sangat mendukung prospek usaha pendirian LKMS , karena selain menjadi target untuk pembiayaan juga potensi sebagai target penggalangan dana, khususnya dari sector ……

Fasilitas pendukung aktivitas ekonomi masyarakat, seperti jumlah pasar sebanya ….., kios/ took sebanyak ….., dengan tingkat pertambahan kios/ pasar yang cukup tinggi, merupakan indikasi potensi pergerakan ekonomi khususnya perdagangan kebutuhan sehari-hari, yang juga merupakan indicator dari prospek usaha dalam pendirian LKMS ini. .

Selain diatas, di Kecamatan ………. juga terdapat industri besar dan sedang sebanyak ….., industri kecil ……., industri kerajinan rumah tangga ……, hotel ….. dan rumah/warung makan ……, dengan tingkat pertumbuhan yang meningkat terus, juga merupakan indicator suatu prospek perkembangan ekonomi yang mendukung prospek usaha pendirian LKMS .

2. Peta Perbankan Dan LKBB Di Kecamatan ……….

Kondisi yang positif untuk bisinis keuangan, rupanya telah ditanggapi dengan baik oleh sejumlah Bank Umum dan Bank Perkreditan Rakyat serta lembaga keuangan lainnya. Di Kecamatan ………. saat ini sudah ada ….lembaga keuangan, baikit itu ….LKMS umum, ….LKMS ….Koeprasi ….dan lembaga keuangan lainnya.

Dari pengamatan di lapangan, upaya pemasaran jasa keuangan yang dilakukan oleh sejumlah Bank Umum, LKM dan LKBB diatas banyak terarah pada pangsa usaha sector …………

3. Tingkat kompetisi

Dengan berdasarkan data BI/ PNM dan data lainnya, maka Bank dan LKBB yang telah beroperasi berorientasi untuk melayani masyarakat kecil, maka, baru sebagian saja yang dapat terlayani oleh LKMS Umum, LKM dan LKBB yang ada di Kecamatan ……….. Untuk itu peluang keberhasilan operasional LKMS baru sangat besar, terutama diarahkan pada sektor usaha kecil dan jasa dalam melayani kebutuhan konsumtif dan produktif dilingkungan Kecamatan ………..

Pertumbuhan usaha kecil dan rumah tangga yang makin tinggi ini, merupakan peluang bagi LKMS baru, apabila dalam operasionalnya mampu menjangkau usaha kecil rumah tangga, pedagang los dan lapak.

Ditambahkan beberapa keterangan/ informasi atas data di lapangan ttg data yang mendukung prospek pendirian LKMS seperti:
- Lokasi (tempat) kantor yg berdekatan dengan pelaku usaha/ target pasar.
- Perkembangan UKMK yang baik (data-data dicantumkan)
- Dlsb…

BAB V
ORGANISASI DAN KEUANGAN

A. Struktur Organisasi LKMS ………

Kepenguruan puncak LKMS direncanakan akan terdiri dari …. (……) orang Pengurus dan ….. (…..) orang Manajer.
Dewan Pengawas Syariah yang bertugas mengawasi kegiatan usaha LKMS , agar sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah, direncanakan akan ndijabat oleh …………. Dengan pengalamangan……….
Secara bagan struktur organisasi dapat digambarkan sebagai berikut :

STRUKTUR ORGANISASI

DPS : Dewan Pengawas Syariah
Selanjutnya LKMS ini akan memiliki fungsi-fungsi manajemen yang terdiri dari pelayanan nasabah, pemasaran, akuntansi, kasir, administrasi kredit, umum/personalia dan office boy.

Fungsi pelayanan nasabah antara lain melayani nasabah dalam pembukaan rekening tabungan, simpanan berjangka dan mengadministrasikan serta memberikan penjelasan kepada calon nasabah yang datang ke kantor LKMS tentang produk-produk dari LKMS . Pemasaran (AO) mempunyai tugas menghimpun dana masyarakat dan memasarkan kredit langsung ke nasabah-nasabah yang dikunjungi. Administrasi kredit bertugas mengadministrasikan data kredit dan membantu nasabah untuk melengkapi dokumen (data) permohonan kredit dan persyaratan lainnya. Akuntansi bertugas mengadministrasikan data transaksi dan membuat pelaporannya baik harian maupun bulanan serta membuat laporan ke Depag/ Dinas Koperasi/ PNM.

Personalia dan Umum mengurusi kebutuhan-kebutuhan operasional LKMS atau karyawan termasuk penggajian dan pengembangannya. Office Boy bertugas memelihara semua peralatan kantor dengan cara merawat yang baik serta mengerjakan tugas lain kepadanya.

Jumlah kebutuhan karyawan untuk tahap pertama adalah ………..Manajer dan …….. karyawan.

B. Sumber Daya Insani

Karyawan yang akan direkrut adalah tenaga kerja yang telah berpengalaman atau juga tenaga yang masih baru tapi mempunyai potensi untuk dapat dikembangkan. Untuk itu diperlukan seleksi yang ketat agar tenaga yang dihasilkan adalah tenaga yang benar-benar potensial dan profesional sehingga tugas yang diberikan dapat dikerjakan dengan baik dan benar. Kejujuran dan integritas yang tinggi juga merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi calon karyawan.

Jabatan, kualitas, dan gaji pokok dari pengelola LKMS ……… dapat dikemukakan sebagai berikut :

1. Manajer : Pendidikan minimal S-1 atau sederajat, pengalaman di LKMS selama 2 (dua) tahun di bidang pendanaan dan pembiayaan, serta lulus fit and proper test yang dilakukan oleh Depag/ Dinas Koperasi/ PNM. Untuk tahap awal (tiga bulan) anggaran gaji yang ditetapkan berkisar antara Rp. …. Juta.

2. Pemasaran (AO) : Pendidikan minimal SLTA, pria/wanita, umur maksimal 27 tahun, pengalaman di bidang Marketing, lincah, ulet, suka tantangan, SIM C, gaji awal Rp. berkisar antara Rp. …….

3. Bagian tabungan dan simpanan berjangka : Pendidikan minimal SLTA, pria/wanita umur maksimal 25 tahun, rajin, teliti, jujur, mau belajar/berkembang, bisa komputer, gaji awal Rp. …….,- per bulan.

4. Administrasi Kredit : Pendidikan minimal SLTA, pria/wanita, umur maksimal 25 tahun, rajin, teliti, jujur, mau berkembang, bisa komputer, gaji awal ……..,- per bulan.

5. Pembukuan (akuntansi) : Pendidikan minimal SLTA jurusan IPS atau SMEA, pria/wanita, umur maksimal 25 tahun, punya ijazah kursus akuntansi, rajin, jujur, teliti, mau berkembang, dan bisa komputer, gaji awal …………,- per bulan.

6. Kasir (Teller): Pendidikan minimal SLTA, wanita, umur maksimal 25 tahun, rajin, teliti, dapat dipercaya, bisa komputer, gaji awal Rp. ………,- per bulan.

7. Personalia (umum) : Pendidikan minimal SLTA, pria, umur maksimal 27 tahun, paham soal ketenaga kerjaan, rajin, teliti, bertanggung jawab, bisa komputer, gaji awal Rp. ………,- per bulan.

8. Office Boy (OB) : Pendidikan minimal SLTP, pria, rajin, jujur, umur maksimal 25 tahun, domisili disekitar kantor LKMS ………, bertanggung jawab, gaji awal Rp. ………..,- per bulan.

C. Penghimpunan Dana

LKMS ini didirikan dengan modal anggota/ simpanan pokok dan modal penyertaan dari lembaga lainnya sebesar Rp. ……..,-. Karena itu sebesar Rp. ……….,- digunakan untuk investasi sedangkan sisanya akan digunakan sebagai sumber dana penyaluran kredit. Pada tahun pertama LKMS ini mentargetkan penghimpunan dana masyarakat sebesar Rp. ……….,-. Jumlah tersebut diasumsikan adalah dana masyarakat perorangan dan badan usaha yang akan dihimpun dalam bentuk tabungan dan simpanan berjangka. Bila dibandingkan dengan posisi tabungan dan simpanan berjangka rupiah masyarakat, di perbankan per akhir tahun 2004 yang sebesar Rp. ……………..,- asumsi penghimpunan dana yang berhasil dihimpun oleh LKMS ……… relatif masih ………(kecil/ sedang…..). Karena itu, pengurus LKMS sebagai profesional harus memiliki relasi yang luas dibidang perbankan, sehingga target yang ditetapkan dapat tercapai. Diasumsikan penghimpunan dana dari kelompok masyarakat setempat, untuk tahun I (pertama) berasal dari kelompok masyarakat :

- Pegawai/ karyawan………%, Petani dan Nelayan …. %, Industri dan Pedagang …. %, Jasa dan lainnya 35 %.

Untuk penghimpunan dana ini, LKMS ……… akan menggunakan produk tabungannya yaitu, …………….. Sedangkan untuk simpanan berjangka akan diberi nama …………. Dalam menghimpun dana untuk tahun pertama, LKMS ini akan melakukan hal-hal sebagai berikut :

1. Melakukan pendekatan secara pribadi kepada keluarga dan relasi pemegang saham.

2 Melakukan promosi di perumahan yang dihuni oleh para pensiunan di sekitar lokasi kantor. Para pensiunan merupakan target LKMS untuk menghimpun dana mengingat umumnya dana mereka merupakan dana yang jarang dibelanjakan. Serta melakukan promosi di pengajian, dan pesantren atau masjid di lingkungan kantor LKMS .

3. Menyediakan fasilitas antar jemput untuk keperluan pengambilan dan penyetoran dana oleh nasabah. Hal ini dilakukan untuk kenyamanan nasabah.

4. Memberikan insentif yang menarik, namun tetap menjaga produktifitas dana tetap dapat bersaing dengan lembaga keuangan lainnya.

5. Menyederhanakan prosedur pembukaan rekening, penyetoran dan penarikan dana, menyediakan ruangan pelayanan yang nyaman, dan pegawai yang profesional dan ramah kepada nasabahnya.

6. Menjaga kepercayaan nasabah dengan cara menjaga kesehatan LKMS secara konsisten, melakukan pengembangan pegawai agar semakin profesional dan berintegritas tinggi.

Atas rencana kerja yang telah disusun dalam penghimpunan dana, diharapkan Jumlah dana pihak ke 3 (tiga) pada tahun kelima di proyeksikan sebagai berikut :
a. Tabungan : Rp. ……………….,-
b. Simpanan berjangka : Rp. ……………….,-
Jumlah Rp. ……………….,-

D. Pemberian Pembiayaan

Dari dana yang dihimpun sebesar Rp. ……………….,- pada tahun I (pertama), ditambah dengan sumber dana dari modal disetor yang tidak digunakan untuk investasi, LKMS mentargetkan posisi pembiayaan sebesar Rp. ……………….,- pada tahun pertama. Produk untuk pembiayaan (kredit) yang akan dilaksanakan oleh LKMS ……… adalah menggunakan prinsip Kredit konsumtif, kredit modal kerja, atau untuk syariah misalkan Mudlorobah (Md), Bai`u Bitsaman Ajil (BBA) dan Al Ijarah. Dengan komposisi sasaran kelompok debitur sebagai berikut :

- Pedagang & Industri : …. %
- Petani & Nelayan : ….. %
- Jasa : ….. %
- Lainnya : ….. %

Dan jika dikelompokan berdasarkan jenis penggunaan pembiayaan (kredit) pengelompokannya diproyeksikan sebagai berikut :

- Produktif : …… %
- Investasi : …… %
- Konsumtif : ……. %
- Lainnya : …… %

Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan LKMS ……… dalam memberikan pembiayaan antara lain :

1. Identifikasi potensi pasar pembiayaan di kalangan usaha kecil di pusat pertokoan, kawasan industri kecil, dan pasar tradisional di ligkungan (sekitar) kantor LKMS .

2. Melakukan pendekatan kepada nasabah potensial, bahwa untuk mengembangkan usaha diperlukan kredit (pembiayaan) dalam memperkuat struktur permodalan

3. Memudahan prosedur dalam pemberia kredit, tanpa mengurangi sikap ke hati-hatian (prudent), dengan konsep reward and punishment.

4. Pembiayaan yang diberikan harus Bankable dengan prinsip 5C antara lain yaitu debitur memiliki prospek usaha, keahlian dan juga memberikan jaminan (collateral), kalau dapat jaminan harta bergerak seperti, BPKB Motor, dsb nya.

Diproyeksikan pada akhir tahun ke 5 (lima) jumlah pembiayaan yang diberikan sebesar Rp. ………, dengan jumlah debitur …….. orang, yang perinciannya sebagai berikut :

- Produktif : Rp. ……….,- dengan …….. debitur
- Investasi : Rp. ………,- dengan ……. debitur
- Konsumtif : Rp. ……….,- dengan …….. debitur
- Lain-lain : Rp……………,- dengan ……. debitur

E. Asumsi-Asumsi Untuk Proyeksi Keuangan

Untuk mendapatkan gambaran yang jelas mngenai rencana kerja LKMS ini, maka berikut ini dilampirkan proyeksi Arus Kas, Laba Rugi, dan Neraca LKMS untuk 5 tahun pertama. Proyeksi tersebut dihitung berdasarkan asumsi sebagai berikut :

1. Asumsi Permodalan

a. Jumlah modal disetor sebesar Rp. ……….,- dan disetor penuh pada awal LKMS beroperasi.

b. Seluruh modal dana LKMS yang tidak digunakan untuk investasi maka akan digunakan untuk ekspansi kredit.

c. Keuntungan setiap tahunnya untuk sementara masih belum diputuskan kegunaannya, tapi untuk sementara digunakan sebagai penambahan pendanaan (funding)

2. Asumsi Penghimpunan Dana

a. Dana yang akan dihimpun dari masyarakat dan para relasi, bentuknya berupa tabungan dan simpanan berjangka.

b. Mutasi tabungan cenderung lebih besar dari simpanan berjangka yang jangka waktunya berkisar antara 1, 3, 6 dan 12 bulan.

c. Untuk tabungan dan simpanan berjangka keuntungan yang ditawarkan kepada masyarakat cukup kompetitif dibandingkan lembaga keuangan lainnya. Untuk proyeksi produktifitas, LKMS dapat memberikan bagi hasil kepada nasabahnya setara ….. % untuk tabungan dan …… % untuk simpanan berjangka.

d. Kepada nasabah yang aktif dan potensial setiap periode tertentu diberikan hadiah melalui pengundian.

3. Asumsi Pemberian Pembiayaan

a. Komposisi pembiayaan yang diberikan untuk sektor produktif sebesar ….. %, investasi ….. %, konsumtif ….. %, lain-lain sebesar … %.

b. Jangka waktu pembiayaan berkisar 3 sampai dengan 12 bulan. Untuk pelunasan pembiayaan dapat dengan cara mengangsur setiap bulannya secara proporsional sesuai dengan jangka waktu nya.

c. Target saldo (outstanding) pembiayaan sampai dengan tahun ke lima sebesar Rp. …….,-. Hal ini dapat dicapai karena pengelola LKMS adalah orang-orang professional yang telah berpengalaman di bidang perbankan.

d. Untuk beban biaya (provisi & administrasi) pembiayaan yang ditawarkan kepada nasabah sesuai kesepakatan atau setara 30 % per tahun.

4. Asumsi Pendapatan

a. Pendapatan LKMS selama lima tahun beroperasi adalah dari pendapatan bunga/ margin, serta biaya administrasi.

b. Pendapatan hasil pembiayaan dari tahun pertama sampai tahun kelima sebesar 90 % dari semestinya. Perhitungan ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kredit bermasalah sehingga kualitas aktiva produktifnya tidak menurun.

5. Asumsi Biaya

a. Biaya (cost of fund) simpanan berjangka diproyeksikan sebesar …. % per tahun, sedangkan tabungan sebesar ….. %, angka dimaksud tidak mengalami perubahan selama lima tahun untuk memudahkan perhitungan (proyeksi).

b. Biaya personalia pada tahun pertama sebesar Rp. ….. termasuk pajak penghasilan. Karyawan setiap tahunnya memperoleh Tunjangan Hari Raya (THR) sebesar 1 X bulan gaji.

c. Biaya penyusutan dihitung secara proporsional per bulan selama umu ekonomis asset yaitu 48 bulan, sedangkan penyusutan beban yang ditangguhkan selama 60 bulan.

d. Biaya penyisihan aktiva produktif dihitung berdasarkan perkiraan kredit yang bermasalah, yaitu pada tahun pertama sampai tahun ke lima sebesar …..%.

e. Status kantor LKMS adalah sewa sebesar Rp. ….. juta per 1 tahun dan akan diperpanjang kemudian setelah jatuh tempo.

F. Proyeksi Keuangan

Berdasarkan asumsi-asumsi tersebut diatas, diperoleh hasil analisa proyeksi keuangan LKMS untuk lima tahun pertama sebagai berikut (lihat lampiran 1 sampai dengan 6) :

1. Pada tahun pertama LKMS sudah dapat membukukan keuntungan sebelum pajak sebesar Rp. …….,- Dari analisa laba rugi bulanan pada tahun pertama diketahui bahwa sampai pada bulan ke enam, LKMS masih mengalami kerugian. Baru pada bulan ke tujuh laba LKMS sudah positif dan bertambah terus sampai dengan akhir tahun pertama proyeksi. Keuntungan pada tahun pertama sudah sesuai dengan rasio jumlah asset sebesar Rp. …….,-

2. Pada tahun kedua sampai dengan tahun kelima LKMS sudah membukukan keuntungan/ laba berturut-turut sebagai berikut : ……………….Keuntungan tersebut merupakan keuntungan sebelum pajak pada periode tahun bersangkutan dan belum memperhitungkan tahun sebelumnya.

3. Saldo (outstanding) pembiayaan pada tahun pertama Rp. ……,-, tahun kedua Rp. ……..,-, tahun ketiga Rp. ……..,-, tahun keempat Rp. ……..,-, dan tahun kelima Rp. ……..,-. Kenaikan saldo (outstanding) pembiayaan paralel dengan kenaikan dana yang dihimpun dari masyarakat.

4. Pada tahun pertama jumlah dana pihak ketiga di LKMS ……… sebesar Rp. ………,-. Dana tersebut selain untuk ekpansi pemberian pembiayaan juga disimpan di dalam LKMS antar aktiva. Pada tahun kelima jumlah dana yang dihimpun sebesar Rp. ………,- dalam bentuk tabungan dan simpanan berjangka, ditambah pinjaman yang diterima sebesar Rp. ……..,-. Disamping modal dana disetor, LKMS juga menggunakan laba ditahan dan berjalan yang belum dibagikan kepada pemegang saham untuk ekspansi pemberian pembiayaan.

5. Berdasarkan Proyeksi Neraca LKMS tersebut, dapat dihitung Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) sebagai berikut :

Tabel 5.2
Indikator ROA dan ROE
LKMS ………
Selama 5 Tahun
(%)
INDIKATOR T A H U N
1 2 3 4 5
ROE
ROA

Dari tabel 5.2 terlihat bahwa pada tahun ke-…. LKMS sudah mendapatkan keuntungan sehingga ROA & ROE nya ………

BAB VI
KESIMPULAN

Kota ………. dimana Kecamatan ………. termasuk di dalam nya merupakan salah satu wilayah berpotensi yang memiliki pertumbuhan ekonomi tinggi, karena di dukung berbagai faktor seperti yang dikemukakan dalam bab-bab sebelumnya. Industri dan perdagangan kecil serta jasa tumbuh berkembang, seperti yang tergambar pada jumlah peningkatan (bertambahnya) tenaga kerja. . Berbagai tinjauan memberikan indikasi bahwa LKMS ……… yang akan didirikan di Kecamatan ………. akan diterima oleh Pasar (masyarakat) di ………. khususnya dan Kodya ………. umum nya.

A. Potensi dan Peluang Pasar

1. Setelah krisis ekonomi pada tahun 2002 laju pertumbuhan ekonomi Kota ………. mulai mengalami pertumbuhan yang tidak lagi negatif. Pertumbuhan negatif pada tahun 2002 sebesar …….%, tapi pada tahun 2001 sudah positif sebesar ….. %, tahun 2002 sebesar …… %, tahun 2003 sebesar …… % dan pada tahun 2004 sebesar …… %.

2. Pertumbuhan penduduk di Kota ………. periode 2001-2004 sebesar ….. % rata-rata per tahun, diikuti dengan jumlah penduduk yang bekerja sebesar ……%, dari jumlah keseluruhan penduduk atau …… jiwa. Sedangkan jumlah penduduk usia bekerja sebesar …… % atau ……. jiwa.

A. Proyeksi Keuangan

1. Posisi Pendanaan dan Pembiayaan

LKMS ……… memproyeksikan asset LKMS akan mencapai Rp. ……….,- pada akhir tahun pertama dan pada akhir tahun kelima mencapai Rp. …….,-

Posisi pembiayaan pada akhir tahun pertama diharapkan mencapai Rp. ……,- dan menjadi Rp. …….,- akhir tahun kedua, Rp. ………,- akhir tahun ketiga, Rp. ……..,- akhir tahun keempat dan Rp. ………,- pada akhir tahun kelima.

Posisi tabungan pada akhir tahun pertama sebesar Rp. …….,-, akhir tahun kedua sebesar Rp. ……..,- akhir tahun ketiga menjadi Rp. ………,- akhir tahun keempat sebesar Rp. …….,- dan akhir tahun kelima Rp. ……..,-

Posisi simpanan berjangka pada akhir tahun pertama sebesar Rp. …….,-, akhir tahun kedua Rp. ………,- akhir tahun ketiga Rp. ……..,-, akhir tahun keempat sebesar Rp. ……..,- dan akhir tahun kelima Rp. ………,-

2. Laba Rugi

Diproyeksikan bahwa LKMS akan mengalami kerugian pada awal beroperasi. Kerugian ini berlangsung dari bulan pertama sampai dengan ke sembilam, namun pada bulan ke sepuluh sudah mendapatkan keuntungan. Pada akhir tahun pertama keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. ……..,- sebelum perhitungan pajak.

Pada akhir tahun kedua LKMS akan mengalami keuntungan sebesar Rp. ……..-, akhir tahun ketiga mendapatkan keuntungan Rp. ……….,- akhir tahun keempat Rp. ……….,- dan akhir tahun kelima sebesar Rp. ………,-.

BOPO akan < 100% dicapai pada bulan ke ………….

3. Sumber Dana Dan Penanaman Dana
Dana pihak ketiga pada tahun pertama terdiri dari tabungan sebesar Rp. ………..,- dan simpanan berjangka Rp. ………,-. Penanaman dana pada aktiva produktif berupa pembiayaan yang diberikan dan simpanan pada LKMS lain nilai nya sebesar Rp. ……….,-.

Sampai dengan tahun kelima dana pihak ketiga akan mencapai Rp. ……..,-. Sedangkan penanaman dana pada aktiva produktif berupa pembiayaan yang diberikan dan simpanan pada LKMS lain sebesar Rp. ……….,-.

4. Rasio Keuangan
a. ROA pada tahun pertama ….. % akan menjadi …… % pada tahun kelima.
b. ROE pada tahun pertama % akan menjadi % pada tahun kelima.

LAMPIRAN
RENCANA KERJA LKMS ………
PADA TAHUN PERTAMA

A. UMUM

Sebagai pedoman untuk melaksanakan kegiatan (usaha) LKMS ……… pada tahun pertama, perlu disusun suatu rencana kerja agar arah dan tujuan berdirinya LKMS dapat terlaksana dengan baik.

Dasar rencana kerja ini didasarkan pada studi kelayakan yang telah disusun sebelumnya dan target usaha yang ingin dicapai LKMS ………. Sebagaimana diungkapkan sebelumnya keberadaan LKMS akan memberikan alternatif kepada masyarakat untuk menyimpan dananya dengan aman, dan memberikan solusi pembiayaan, karena terbatasnya jumlah LKMS di Kecamatan ………..

B. RENCANA KERJA DAN ANGGARAN

1. Penghimpunan Dana

Diasumsikan dana masyarakat yang terkumpul pada periode tahun pertama ini bersumber dari produk tabungan dan simpanan berjangka. Untuk tahun pertama ditargetkan sebagai berikut :

a. Tabungan akan terkumpul dana sebesar : Rp……..,-
b. Simpanan berjangka akan terkumpul dana sebesar : Rp…….,-

Prosentase penambahan nasabah dan atau saldo tabungan sebesar … % dan simpanan berjangka diasumsikan sebesar ….. % setiap bulannya. Untuk dapat memenuhi target dimaksud, akan dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Melakukan pendekatan secara personal kepada keluarga dan relasi para pemegang saham.

b. Mempromosikan produk-produk LKMS ……… kepada target pembiayaan yaitu …..

c. Melakukan promosi (sosialisasi) tentang LKMS di pengajian-pengajian, pesantren, masjid dan sebagainya, bila pendirian LKM berlandaskan syariah.

d. Menyediakan fasilitas antar jemput untuk keperluan penarikan atau penyetoran nasabah.

e. Memberikan intensif yang menarik dengan tujuan produktifitas dana dapat bersaing dengan lembaga keuangan lainnya.

f. Menyederhanakan prosedur pembukaan rekening, penyetoran dan penarikan dana, menyediakan ruang pelayanan yang nyaman, dan pegawai yang professional dan ramah.

g. Menjaga kepercayaan (trust) nasabah dengan acara menjaga kesehatan LKMS secara konsisten, melakukan pengembangan (human resources) pegawai agar semakin professional dan berintegritas tinggi.

Agar dapat bekerja secara efektif dan efisien sebelum peresmian (operasional), dua bulan sebelumnya, segala sesuatunya sudah dipersiapkan secara matang seperti formulir-formulir pembukaan tabungan, simpanan berjangka, slip-slip penyetoran/penarikan tabungan, simpanan berjangka, perangkat keras dan lunak yang dibutuhkan, serta sumber daya manusia yang menjalankannya. Menjelang satu minggu akan operasional dilakukan simulasi operasional LKMS dengan melibatkan seluruh pengelola, seperti, Dirut, Manajer, Marketing, Operasional, Office Boy.

2. Penyaluran Dana (Pembiayaan)

Untuk mengukur tingkat keberhasilan (kinerja) LKMS ………, kualitas pembiayaan yang diberikan akan benar-banar diperhatikan, melalui prosedur pemberian pembiayaan yang benar yang dimulai dari permohonan, proses (analisa), pengikatan, pencairan, pengawasan (monitoring), dan pelunas, akan dijadikan prioritas kerja bagi Manajer dan pengelola lainnya.

Sesuai dengan prinsip Syariah, maka produk pembiayaan dari LKMS antara lain berbentuk :

a. Mudlorobah (Md) : Jenis pembiayaan yang diperuntukan bagi nasabah yang mempunyai usaha dengan sistim bagi hasil sesuai dengan akad (perjanjian) di depan, besar kecil bagi hasil disesuaikan dengan hasil usaha yang dilakukan nasabah.

b. Baiu Bitsaman Aji (BBA) : Jenis pembiayaan yang diperuntukan bagi
nasabah untuk pembelian barang dengan memberikan mark up yang sesuai dengan akad (perjanjian) di depan, besar kecil mark up dapat dibayar di muka, diangsur atau dibayar di belakang pada saat pelunasan.

c. AL IJARAH (Sewa menyewa)

Jumlah pembiayaan yang diberikan kepada masyarakat pada tahun pertama diasumsikan sebesar Rp. ……,- dengan jenis kredit sebagai berikut :

a. Produktif : Rp. ……..,- untuk …… debitur
b. Investasi : Rp. …….,- untuk ……. debitur
c. Konsumtif : Rp. ……..,- untuk ……. debitur
d. Lain-lain : Rp. ………,- untuk ……. debitur

Untuk mencapai target dalam memberikan pembiayaan kepada masyarakat, LKMS ……… melakukan upaya sebagai berikut :

a. Melakukan identifikasi untuk mengetahui potensi pasar usaha kecil yang berlokasi di pusat pertokoan, kawasan industri kecil (LIK), dan pasar tradisional yang terdekat dari kantor LKMS .

b. Melakukan pendekatan kepada nasabah yang potensial, dan memberikan saran, untuk pengembangan usahanya yang memerlukan tambahan modal, dapat diperoleh melalui (produk) pembiayan dari LKMS ……….

c. Memberikan kemudahan dalam prosedur pemberian kredit, membantu nasabah mempersiapkan dokumen yang diperlukan dan membeLKMSan biaya (pendapatan) yang adil bagi debitur dan LKMS , dan adanya intensif bila debitur melunasi kredit tepat pada waktunya.

d. Nasabah/debitur perlu mempersiapkan agunan tambahan untuk pengamanan terakhir bagi LKMS , berupa harta yang mudah dilikwidasi seperti seperti kendaraan bermotor, rumah sederhana, dan sebagainya.

Untuk menjaga kualitas pembiayaan yang diberikan tidak mengalami masalah di kemudian hari, maka LKMS ……… menerapkan prinsip ke hati-hatian (prudent) secara ketat, dengan melakukan evaluasi setiap bulan, triwulan, semesteran dan akhir tahun.

Dari asumsi jumlah pembiayaan yang diberikan LKMS ……… untuk tahun pertama, setiap triwulannya dapat dikelompokan sebagai berikut :

a Thn- I sebesar Rp………,-
b.Thn-II sebesar Rp………..,-
c.Thn – III sebesar Rp……….,-
d.Thn – IV sebesar Rp……….. ,-

3. Proyeksi Keuangan

Dengan jumlah modal disetor sebesar Rp. ……..,- dan dana pihak III (ketiga) yang dapat dihimpun untuk tahun pertama sebesar Rp. …….,- dan total asset pada tahun pertama Rp. ………..-, maka laba sebelum pajak diperoleh sebesar Rp. ………..,-. Modal yang disetor sebagian digunakan untuk aktiva produktif, dan hanya sebagian kecil saja yang digunakan untuk inventaris seperti membeli meja, kursi, peralatan kantor, renovasi kantor dan biaya pra operasional.
Berikut ini posisi keuangan LKMS untuk tahun pertama :
a. Tabungan/ simpanan berjangka : Rp……..
b. Kredit/ pembiayaan : Rp……
c. ROA : ……….. %
d. ROE : …….. %

4. Rencana Pengembangan Sumber Daya Insani

Untuk menunjang tercapainya target progran kerja LKMS ……… pada tahun pertama, maka diperlukan tenaga kerja berkualitas tinggi dan berakhlak baik. Karena itu diperlukan seleksi yang ketat agar tenaga kerja yang diterima bekerja di LKMS benar-banar memenuhi kualifikasi yang sesuai dengan bidang pekerjaan nya masing-masing.

Rekruitment calon karyawan LKMS ……… dilakukan setelah ijin prinsip pendirian LKMS di setujui oleh Depag/ Dinas Koperasi/ PNM. Adapun jumlah karyawan yang diperlukan sebanyak ….. orang dengan kondisi sebagai berikut :

a. Manajer sebanyak …. orang
b. Marketing/Account Officer (MO/AO) sebanyak … orang
c. Bagian Tabungan dan Simpanan berjangka/CS sebanyak …. Orang
d. Bagian Administrasi Kredit/Analis sebanyak ….. Orang
e. Bagian Pembukuan sebanyak …. Orang
f. Kasir sebanyak …. Orang
g. Personalia dan Umum sebanyak ….. Orang
h. Satpam/Office Boy sebanyak ….. Orang
i. Dewan Pengawas Syariah (DPS) ….. Orang (dipersiapkan 3 orang)
j. Dewan Pengurus direncanakan …. orang

Untuk mengantisipasi perkembangan dan menjaga agar pelayanan yang diberikan tetap sesuai dengan kondisi yang berjalan, maka perencanaan penambahan karyawan sudah harus direncanakan sejak awal beroperasi, sesuai dengan perkembangan yang ada.

Karena mobilitas MO/AO cukup tinggi dan agar pekerjaannya dapat berjalan lancar, maka dipertimbangkan untuk diberikan sarana kendaraan dinas berupa sepeda motor.

Jumlah upah (gaji) yang akan diberikan kepada karyawan LKMS ……… standarnya diatas UMR/UMP setempat, tunjangan dan bonus untuk karyawan yang berprestasi, serta Tunjangan Hari Raya untuk seluruh Karyawan. Untuk meningkatkan skill (keahlian) karyawan, perusahaan juga memberikan semacam in house training kepada seluruh Karyawan.

C. Penutup

Demikian rencana kerja ini dibuat dan akan digunakan sebagai pedoman kerja dalam mengelola LKMS ……… nantinya. Rencana kerja ini dibuat dengan rasa optimis yang tinggi bahwa peluang usaha LKMS untuk Kecamatan ………. khususnya dan Kota ………. umumnya masih terbuka lebar, mengingat masih banyak masyarakat yang belum tersentuh (nasabah) LKMS umum dan LKM.

LKMS ………

………………………………………

DAFTAR ISI

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Pendirian
B. Pemilihan Lokasi
C. Latar Belakang Calon Pemegang Saham
D. Manfaat Pendirian

BAB II : ASPEK UMUM DAN POTENSI EKONOMI DAERAH
A. Aspek Umum
1. Kondisi umum
2. Gambaran umum
B. Potensi Ekonomi Daerah
1. Potensi ekonomi
2. Potensi sektoral
3. Sektor ekonomi potensial (untuk usaha kecil)
C. Potensi Ekonomi Kecamatan

BAB III : ASPEK PERBANKAN
A. Kondisi Perbankan
1. Jumlah LKMS
2. Pertumbuhan tabungan dan simpanan berjangka LKMS Umum
3. Pertumbuhan tabungan dan simpanan berjangka LKMS
4. Pertumbuhan KUK LKMS Umum satu tahun terakhir
5. Pertumbuhan kredit LKMS satu tahun terakhir
B. Perkembangan Lembaga Keuangan Pedesaan
1. Perkembangan Koperasi
2. Perkembangan anggota, simpan dan pinjam KSP/USP Kabupaten ……
3. Lembaga Keuangan pedesaan
4. Perkembangan jumlah anggota, simpan dan pinjam KSP/UPS Kecamatan ………
C. Suku Bunga LKB dan LKBB
D. Kondisi Persaingan dan Strategi
1. Jumlah LKMS umum (KC/KCP) dan LKMS di Kecamatan ………
2. Pertimbangan kelayakan pendirian LKMS baru di Kecamatan …….

BAB IV : MANAJEMEN DAN PROYEKSI KEUANGAN
A. Struktur Organisasi LKMS S
B. Sumber Daya Manusia
C. Penghimpunan Dana
D. Penyaluran Kredit
E. Peluang LKMS S dalam Pencapaian Target
F. Asumsi-asumsi untuk Proyeksi Keuangan
G. Proyeksi Keuangan

BAB V : KESIMPULAN
A. Potensi dan Peluang Pasar
B. Proyeksi Keuangan
1. Posisi dana
2. Laba Rugi
3. Sumber dana dan penanaman dana
4. Rasio keuangan

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: , ,