Advertisement
loading...

ATURAN KHUSUS
KOPERASI MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET

I. PENDAHULUAN
Koperasi Mahasiswa Sebelas Maret adalah koperasi primer yang beranggotakan mahasiswa UNS dan masyarakat lainnya. Keputusan tertinggi ada pada Rapat Anggota. Guna menjalankan roda KOPMA UNS sesuai dengan AD/ ART KOPMA UNS maka dibuatlah Peraturan Khusus yang merupakan peraturan yang belum tercantum dalam AD/ ART KOPMA UNS. Peraturan ini dimaksudkan sebagai panduan dalam menjalankan organisasi KOPMA UNS.

II. MAKSUD DAN TUJUAN
A. MAKSUD
Aturan khusus ini dimaksudkan sebagai pedoman dan landasan kerja bagi perangkat organisasi KOPMA UNS.

B. TUJUAN
Tujuan dibuatnya Aturan Khusus ini adalah untuk menjabarkan ketentuan-ketentuan yang belum tercantum dalam AD / ART KOPMA UNS.

III. LANDASAN
A. LANDASAN IDIEL
Pancasila

B. LANDASAN KONSTITUSIONAL
Undang-undang Dasar 1945
UU No.25 tahun 1992

C. LANDASAN OPERASIONAL
AD/ ART KOPMA UNS

IV. ATURAN KHUSUS
A. IDENTITAS ORGANISASI
1. Pengertian
Identitas organisasi adalah cirri khas organisasi dalam hal ini diwujudkan dalam lambing organisasi, bendera dan seragam organisasi Kopma UNS.
2. Landasan Operasional
AD / ART KOPMA UNS BAB II PASAL 2
3. Lambang Organisasi
Lambang organisasi Kopma UNS sebagai berikut :

-Bulatan Merah
Jumlah 3 biji
Melambangkan satu kesatuan yang kompak antara 3 orang (kepala)/ lebih dari satu orang/ kelompok, warna merah adalah symbol dari semangat untuk maju, membakar semangat untuk move & move, agresif & inovatif, tiga symbol pada posisi sentries berkesan balance / seimbang, semua elemen di kopma harus bersifat dinamis, tidak puas.
-Warna biru
Warna biru merupakan pencitraan warna almamater universitas sebelas maret yang mengandung arti bahwa kopma UNS merupakan bagian dari civitas akademika Universitas Sebelas Maret yang wajib menjunjung tinggi almamater.
Bentuk dasar tubuh manusia saling bergandengan tangan, bahu membahu, saling Bantu untuk maju, merupakan satu kesatuan(organisasi) dimana setiap elemen di kopma merupakan keluarga besar yang saling memiliki satu sama lain.
Catatan :
Bentuk orisinal adalah ketika diputar 120° dan seterusnya dan posisi / bentuknya tetap sama / tidak berubah.
4. Tujuan
Sebagai ciri khas kopma UNS.
Sebagai perwujudan kebersamaan KOPMA UNS
Sebagai pemersatu keluarga besar KOPMA UNS
5. Motto Organisasi
“ Kami hadir karena anda” yang maknanya adalah bahwa kopma UNS sebagai koperasi mahasiswa senantiasa berusaha memenuhi kebutuhan anggotanya.
6. Bendera Organisasi
Bendera organisasi KOPMA UNS berbentuk persegi panjang ditengahnya terdapat logo KOPMA UNS. Dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Warna dasar bendera putih.
b. Ukuran bendera dengan standar perbandingan :
Panjang : 1
Lebar : 3/4
c. Logo KOPMA UNS terletak di poros bendera.

B. ADMINISTRASI KEANGGOTAAN
1. Pengertian
Administrasi keanggotaan merupakan ketentuan-ketentuan yang mengatur penerimaan anggota, pencatatan simpanan anggota, pencatatan pengambilan simpanan anggota dan pencatatan keluar KOPMA UNS atau bebas KOPMA UNS.
2. Maksud dan Tujuan
a. Maksud : memberikan pedoman tentang system peneimaan anggota, pengelolaan dan tatta cara bebas KOPMA
b. Tujuan : mengetahui jumlah anggota dalam waktu tertentu dan jumlah simpanan anggota.
3. Landasan
Anggaran Rumah Tangga KOPMA UNS BAB IV tentang keanggotaan pasal 4 ayat 2

4. Penerimaan Anggota
PROSEDUR PENERIMAAN ANGGOTA
Bagian Keanggotaan
1. Menyerahkan formulir pendaftaran anggota kepada calon anggota
2. Menerima formulir pendaftaran KOPMA, uang simpanan pokok dan wajib, biaya administrasi dan pas poto
3. Membuat bukti kas masuk rangkap dua (2) : lembar pertama untuk bagian keanggotaan dan lembar kedua untuk adminkeu
4. Mengisi buku partisipasi anggota dan kartu anggota
5. Menyerahkan buku partisipasi anggota dan kartu anggota kepada anggota
6. Mencatat dalam catatan daftar anggota
7. Menyetorkan uang simpanan anggota kepada Adminkeu dan menerima BKM lbr 1
Bagian Adminkeu
1. Menerima uang dari bagian keanggotaan
2. Membuat Bukti Kas Masuk (BKM)
3. Menyerahkan BKM lembar I ke Bagian Keanggotaan
4. Mencatat dalam jurnal Kas Masuk berdasarkan bukti setor lembar II dan kwitansi pembayaran lembar lembar II dan mengarsipkannya.
PROSEDUR PENCATATAN SIMPANAN ANGGOTA
Bagian Keanggotaan
1. Menerima uang simpanan anggota
2. Mengisi buku partisipasi anggota
3. Mancatat dalam catatan simpanan anggota
4. Mnyetorkan uang ke bagian adminkeu dan mendapat BKM lembar I
Bagian Adminkeu
1. Menerima uang dari bagian keanggotaan
2. Menerima Bukti Kas Masuk yang ditandatangani oleh bagian Adminkeu
3. Menyerahkan BKM lembar I ke bagian keanggotaan
4. Mengarsipkan BKM
5. Mencatat dalam jurnal kas masuk berdasarkan BKM

PROSEDUR PENGAMBILAN SIMPANAN ANGGOTA
Bagian Keanggotaan
1. Menyerahkan buku daftar pengambilan simpanan kepada anggota
2. Menerima BKK dari bagian adminkeu dan mengisinya
3. Melakukan pengecekan pada BPA terhadap saldo simpanan anggota
4. Mencatat dalam BPA
5. Menyerahkan ke bagian administrasi keuangan
6. Mengarsipkan BKK
Bagian Adminkeu
1. Menerima slip pengambilan rangkap dua
2. Menyerahkan uang simpanan
3. Membuat BKK rangkap 2 : lembar I ke bagian keanggotaan dan lembar II diarsipkan

PROSEDUR PENCATATAN ANGGOTA KELUAR / BEBAS KOPMA
Bagian Keanggotaan
1. Memberikan formulir anggota keluar untuk diisi oleh anggota
2. Menerima formulir dan menyerahkan slip pengambilan yang telah diisi total simpanan rangkap 2 kepada anggota
3. Mencatat dalam BPA dan Buku Daftar anggota dengan pencatatan anggota keluar
4. Mencatat dalam JKK berdasarkan slip pengambilan lembar I
5. Mengarsipkan slip pengambilan
Bagian Adminkeu
1. Menerima slip pengambilan rangkap 2
2. Menyerahkan uang sebsar yang tercantum dalam slip pengambilan dan memberikan cap lunas pada slip pengambilan rangkap 2
3. Membuat BKK rangkap 2 : lembar I ke adminkeu dan lembar II diarsipkan
4. Slip pengambilan yang telah dicap lembar I di serahkan ke bagian keanggotaan dan lembar II diarsipkan

C. MEKANISME STAF PENGURUS
1. Pengertian
a. Mekanisme kerja staf adalah prosedur tata aturan hal-hal yang berkaitan dengan pola hubungan kerja antara staf pengurus dengan sesama staf , pengurus, pengawas, karyawan, lembaga semi otonom, lembaga otonom, kader dan anggota KOPMA UNS.
b. Yang dimaksud staf pengurus KOPMA UNS adalah penunjang perangkat organisasi yang diangkat dan dihentikan oleh pengurus, melalui surat keputusan pengurus KOPMA UNS ( AD/ART KOPMA UNS)
2. Maksud dan Tujuan
a. Maksud
Mekanisme staf dimaksudkan sebagai pedoman landasan kerja dari pembentukan, pengangkatan dan pemberhentian staf pengurus dalam hal-hal yang berkaitan dengan arahan khusus staf pengurus baik fungsi, hak, dan kewajiban.
b. Tujuan
Tujuan disusunnya mekanisme kerja staf pengurus adalah agar terdapat aturan yang jelas mengenai segala hal yang berhubungan dengan staf pengurus KOPMA UNS.

3. Landasan Operasional
AD/ ART KOPMA UNS BAB X pasal 16

4 Status dan Kedudukan
a. Staf pengurus adalah pengurus KOPMA UNS dalam menjalankan program kerja pengurus KOPMA UNS
b. Staf pengurus bukan merupakan bagian dari struktur kepengurusan KOPMA UNS
c. Staf pengurus KOPMA UNS diangkat dengan masa jabatan kerja tertentu
d. Staf pengurus KOPMA UNS bertugas dan bertanggungjawab kepada pengurus KOPMA UNS , dalam hal ini bidang melalui bidang masing-masing.
e. Kedudukan staf pengurus bersifat koordinatif dengan pengawas , karyawan dan lembaga semi otonom

5. Syarat-Syarat Menjadi Staf Pengurus
a. Anggota KOPMA UNS yang telah mengikuti pendidikan dasar perkoperasian
b. Mempunyai kemauan keras da loyalitas yang tinggi
c. Tidak terancam DO
d. Diutamakan bagi anggota yang bisa mengoperasikan computer
e. Mendaftarkan diri dan mengikuti proses seleksi yang diselenggarakan oleh pengurus KOPMA UNS

6. Pengangkatan Staf Pengurus
a. Jumlah Staf sesuai dengan kebutuhan masing-masing bidang
b. Rekruitmen staf dilakukan melalui proses pendaftaran dan seleksi
c. Staf pengurus diangkat oleh pengurus KOPMA UNS melalui Surat Keputusan

7. Masa Kerja
a. Staf pengurus diangkat untuk masa kerja 4 bulan dan dapat diperpanjang
b. Pengurus wajib melakukan evaluasi terhadap kinerja dan aktivitas staf pengurus bidangnya
c. Pengurus berhak memberhentikan staf pengurus bila staf tidak menjalankan kewajibannya
d. Apabila staf berhenti / diberhentikan , pengurus berhak merekruit staf baru memulai proses seperti dari awal, pendaftaran dan seleksi lagi

8. Kewajiban
a. Membantu dan melaksanakan kerja sesuai dengan arahan dan job deskripsi yang diberikan masing-masing Wakil Ketua Bidang
b. Menaati aturan-aturan dan norma-norma yang berlaku di lingkungan KOPMA UNS
c. Turut serta mengembangkan KOPMA UNS dan menjaga nama baik KOPMA UNS
d. Staf pengurus hadir minimal 1 jam setiap hari pada jam kerja di KOPMA UNS
e. Staf pengurus tidak boleh merangkap jabatan dalam organisasi KOPMA UNS

9. Hak
a. Staf pengurus berhak mendapatkan bimbingan arahan dan binaan dari pengurus bidangnya
b. Staf pengurus berhak menanyakan segala hal yang berkaitan dengan tugasnya kepada pengurus bidangnya
c. Staf pengurus berhak menggunakan fasilita syang ada di KOPMA UNS dalam menjalankan tugasnya
d. Staf pengurus berhak mendapatkan penghargaan dari pengurus KOPMA UNS

10. Wewenang
a. Wewenang staf pengurus sesuai dengan beban tugas dan tanggungjawab yang dilimpahkan oleh pengurus di bidangnya
b. Staf pengurus tidak mempunyai wewenang secara hierarkis terhadap karyawan, unit usaha dan lembaga semi otonom, lembaga otonom. Kecuali dengan perintah pengurus

11. Kode etik
a. Menjaga nama baik KOPMA UNS
b. Bersikap sopan
c. Selama jam kerja menggunakan pakaian rapi
d. Meminta ijin kepada pengurus apabila tidak hadir secara tertulis disertai alas an yang jelas
e. Meminta ijin kepada adminkeu apabila meminjam peralatan penting
f. Menjaga kewibawaan diri dan KOPMA UNS
g. Menjaga ketertiban, kebersihan dan kenyamanan dalam bekerja

D. MEKANISME PEMBINA KOPMA UNS
1. Pengertian
a. Mekanisme Pembina KOPMA UNS adalah tata aturan tentang hal-hal yang berkaitan dengan pembinaan KOPMA UNS
b. Yang dimaksud Pembina KOPMA UNS adalah perangkat penunjang organisasi yang diangkat oleh pimpinan Universitas melalui Surat Keputusan (SK) atas usulan pengurus KOPMA UNS, yang berfungsi memberikan saran dan masukan kepada pengurus untuk kemajuan KOPMA UNS\

2. Maksud dan Tujuan
a. Maksud
Mekanisme pembinaan KOPMA UNS dimaksudkan sebagai pedoman landasan kerja bagi pembentukan, pengangkatan, tata kerja dan pemberhentian Pembina.
b. Tujuan
Tujuan disusunnya mekanisme Pembina KOPMA UNS adalah agar terdapat kejelasan aturan mengenai segala hal yang berhubungan dengan pembinaan KOPMA UNS

3. Landasan Operasional
AD/ ART KOPMA UNS BAB XI Pasal 18

4. Status dan Kedudukan
a. Pembina adalah mitra kerja yang memenuhi criteria yang dapat memberi saran dan masukan kepada pengurus untuk kemajuan KOPMA UNS baik diminta atau tidak
b. Pembina bukan merupakan bagian dari struktur kepengurusan KOPMA UNS
c. Pembina diangkat dengan masa jabatan 1 (satu) tahun
d. Kedudukan pembinan bersifat koordinatif dengan pengurus KOPMA UNS

5. Pengangkatan Pembina
a. Jumlah Pembina terdiri dari sekurang-kurangnya dua orang
b. Pembina menyatakan kesanggupan secara tertulis
c. Pembina diangkat oleh Pimpinan Universitas melalui Surat Keputusan (SK)

6. Masa Kerja
a. Pembina diangkat untuk masa jabatan satu tahun dan dapat diperpanjang
b. Apabila Pembina berhenti atau diberhentikan, pengurus berhak mengusulkan nama Pembina baru kepada Pimpinan Universitas

7. Kewajiban
a. Memberikan saran dan masukan untuk memajukan KOPMA UNS
b. Menaati aturan-aturan dan norma-norma yang berlaku di lingkungan KOPMA UNS
c. Mengikuti perkembangan KOPMA UNS

8. Hak
a. Pembina berhak mendapatkan informasi mengenai perkembangan KOPMA UNS
b. Pembina berhak menanyakan segala hal yang berkaitan dengan tugasnya kepada pengurus KOPMA UNS
c. Pembina berhak menggunakan fasilitas yang ada di KOPMA UNS dalam menjalankan tugasnya
d. Pembina berhak mendapatkan kompensasi atau balas jasa.

9. Wewenang
a. Wewenang Pembina sesuai dengan hak dan kewajibannya
b. Pembina tidak mempunyai wewenang secara hierarkis terhadap karyawan, unit usaha dan lembaga pengkaderan
10. Kode Etik
a. Menjaga nama baik KOPMA UNS
b. Bersikap sopan
c. Menjaga suasana kerja yang kondusif selama menjalankan tugas.

E. MEKANISME LEMBAGA SEMI OTONOM
1. Pengertian
a. Mekanisme Lembaga Semi Otonom adalah prosedur/ tata aturan / hal-hal yang berkaitan dengan pola hubungan kerja antara bidang-bidang di Lembaga Semi Otonom dengan pengurus, pengawas, karyawan dan anggota KOPMA UNS
b. Yang dimaksud Lembaga Semi Otonom KOPMA UNS adalah penunjang perangkat organisasi yang diangkat, dibina dan diberhentikan oleh pengurus , melalui Surat Keputusan Pengurus KOPMA UNS (AD/ ART KOPMA UNS).

2. Maksud dan Tujuan
a. Maksud
Mekanisme Lembaga Semi Otonom ini dimaksudkan sebagai pedoman dalam pembentukan dan arahan umum kerja Lembaga Semi Otonom sebagai penunjang keberhasilan system pengkaderan sekaligus sebagai pelaksanaan program kerja masing-masing
b. Tujuan
Tujuan dibentuknya mekanisme Lembaga Semi Otonom ini adalah :
• Supaya terdapat aturan yang jelas mengenai segala hal yang berhubungan dengan Lembaga Semi Otonom
• Terciptanya suatu format yang mengarah pada pembentukan kader yang professional, dengan kualitas kerja yang selalu meningkat.

3. Landasan Operasional
AD /ART KOPMA UNS BAB XIII Pasal 20
4. Mekanisme
a. Status
Lembaga Semi Otonom adalah satu badan yang dibentuk secara professional bekerja selama satu tahun atas masa jabatan , bersifat semi otonom, di-SK-kan oleh pengurus dan bertanggungjawab kepada pengurus.
b. Kedudukan
1. Lembaga Semi Otonom adalah mitra Kepengurusan KOPMA UNS dalam menjalankan pengembangan organisasi
2. Lembaga Semi Otonom merupakan bagian dari struktur organisasi KOPMA UNS , bukan struktur Kepengurusan KOPMA UNS
3. Hubungan Lembaga Semi Otonom dengan Kepengurusan dan karyawan bersifat koordinatif , tetapi Lembaga Semi Otonom wajib memperhatikan masukan dari Pengurus / Pengawas.
4. Baik diminta maupun tidak Lembaga Semi Otonom harus mengkoordinasikan kegiatannya dengan Wakabid Pengembangan Sumber Daya Anggota.
c. Keanggotaan
1. Anggota Lembaga Semi Otonom adalah anggota KOPMA UNS , yang telah mengikuti Co-Operative Basic Training (CBT).
2. Pengurus Lembaga Semi Otonom adalah personal yang karena kapabilitasnya dipilih untuk menjalankan amanah selama satu tahun dengan syarat telah mengikuti Co-Operative Basic Training (CBT). Jumlah dan criteria Pengurus Lembaga Semi Otonom disesuaikan dengan Kebutuhan berdasarkan mekanisme yang berlaku.
3. Pendidikan kepada Lembaga Semi Otonom diupayakan untuk membentuk tim kerja yang solid, mengarah pada kemandirian.
d. Perekrutan
1. Perekrutan anggota Lembaga Semi Otonom melalui Co-Operative Basic Training (CBT), dicatat dalam buku anggota dan memperoleh KTA Lembaga Semi Otonom
2. Dalam membuat dan mengisi susunan Pengurus Lembaga Semi Otonom , diserahkan sepenuhnya sesuai mekanisme yang berlaku di masing-masing bidang.
e. Masa Kerja
Lembaga Semi Otonom bekerja selama satu tahun kepengurusan , terhitung sejak mulai dibentuk, serta berakhir pada saat dilaksanakan musyawarah anggota.
f. Wewenang
1. Wewenang Lembaga Semi Otonom secara umum adalah menentukan segala hal demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan dan program kerjanya tanpa terlepas dari bimbingan pengurus selaku fasilitator dan pengarah
2. Wewenang anggota Lembaga Semi Otonom adalah sesuai dengan job deskripsion masing-masing divisi yang diatur oleh ketua-ketua di Lembaga Semi Otonom dan atau tim formatur yang membentuknya
3. Ketua Bidang Lembaga Semi Otonom berwenang mengkoordinasikan anggotanya dan mengambil keputusan mengenai segala hal yang bersangkutan dengan bidangnya/ kegiatan yang diadakan.
g. Hak
1. Lembaga Semi Otonom berhak membuat segala aturan operasional untuk menunjang pelaksanaan kegiatan dan organisasinya
2. Lembaga Semi Otonom berhak memperoleh dana kegiatan dari KOPMA UNS yang besarnya disesuaikan dengan kemampuan financial KOPMA UNS
3. Lembaga Semi Otonom mendapatkan kas kecil bulanan yang penggunaannya harus dipertanggungjawabkan
4. Lembaga Semi Otonom berhak menggunakan segala fasilitas di KOPMA UNS dalam pelaksanaan tugasnya. Dalam kapasitas tertentu, penggunaannya harus seijin pengurus dan tidak untuk kepentingan pribadi
5. Lembaga Semi Otonom berhak memperoleh bimbingan, arahan dan control dari pengurus KOPMA UNS.
6. Pengurus Lembaga Semi Otonom berhak memperoleh poin SHU sesuai dengan aturan dalam mekanisme poin.
h. Kewajiban
1. Lembaga Semi Otonom menjunjung kejujuran, tanggung jawab dan loyalitas dalam melaksanakan tugasnya
2. Lembaga Semi Otonom wajib membuat SPJ Keuangan dan menyampaikan kepada pengurus paling lambat 1 minggu setelah tutup bulan bersangkutan / setelah kegiatan selesai.
3. Lembaga Semi Otonom wajib membuat LPJ kegiatan dan menyampaikan kepada musyawarah anggota dan kepada pengurus KOPMA UNS
4. Pengurus Lembaga Semi Otonom wajib menerima teguran dan peringatan dari pengurus KOPMA UNS bila melalaikan kewajibannya.
i. Kode Etik
1. Menjaga nama baik KOPMA UNS
2. Mendahulukan kepentingan KOPMA UNS diatas kepentinagn pribadi
3. Bersikap sopan, dan menyapa apabila bertemu pengurus / pengawas dan karyawan
4. Apabila hadir di KOPMA UNS pada jam kerja harus mengenakan pakaian yang rapi
5. Meminta ijin kepeda pengurus apabila tidak bisa hadir dalam suatu kegiatan KOPMA UNS dengan disertai alasan yang jelas
6. Meminta ijin kepada adminkeu apabila meminjam peralatan yang penting
7. Menjaga kewibawaan diri dan KOPMA UNS
8. Menjaga ketertiban, kebersihan dan kenyamanan dalam bekerja.

F. MEKANISME LEMBAGA OTONOM
1. Pengertian
a. Mekanisme Lembaga Otonom adalah prosedur/ tata aturan / hal-hal yang berkaitan dengan pola hubungan kerja Lembaga Otonom dengan pengurus, pengawas, karyawan dan anggota KOPMA UNS
b. Yang dimaksud Lembaga Otonom KOPMA UNS adalah penunjang perangkat organisasi yang pelaksanaanya dibawah pengurus langsung, diangkat melalui Surat Keputusan Pengurus KOPMA UNS (AD/ ART KOPMA UNS).

2. Maksud dan Tujuan
a. Maksud
Mekanisme Lembaga Otonom ini dimaksudkan sebagai pedoman dalam pembentukan dan arahan umum kerja Lembaga Otonom.
b. Tujuan
Tujuan dibentuknya mekanisme Lembaga Otonom ini adalah :
Supaya terdapat aturan yang jelas mengenai segala hal yang berhubungan dengan Lembaga Otonom

3. Landasan Operasional
AD /ART KOPMA UNS BAB XIII Pasal 22

4. Mekanisme
a. Status
Lembaga Otonom adalah satu badan yang dibentuk secara professional bekerja untuk mendukung pengembangan organisasi dan atau usaha,dan di-SK-kan oleh pengurus.
b. Kedudukan
1. Lembaga Otonom adalah lembaga khusus yang dibentuk oleh pengurus dan bertanggung jawab kepada pengurus berfungsi untuk mendukung pengembangan organisasi dan atau usaha.
2. Lembaga Otonom merupakan bagian dari struktur organisasi KOPMA UNS
3.
c. Masa Kerja
Lembaga Otonom bekerja selama satu tahun kepengurusan..
d. Wewenang
1. Wewenang Lembaga Otonom secara umum adalah menentukan segala hal demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan dan program kerjanya tanpa terlepas dari arahan pengurus selaku fasilitator dan pengarah
2. Ketua Lembaga Otonom berwenang mengkoordinasikan anggotanya dan mengambil keputusan mengenai segala hal yang bersangkutan dengan kegiatan yang diadakan.
e. Hak
1. Lembaga Otonom berhak membuat segala aturan operasional untuk menunjang pelaksanaan kegiatan dan organisasinya
2. Lembaga Otonom berhak memperoleh dana kegiatan dari KOPMA UNS yang besarnya disesuaikan dengan kemampuan financial KOPMA UNS
3. Lembaga Otonom berhak menggunakan segala fasilitas di KOPMA UNS dalam pelaksanaan tugasnya. Dalam kapasitas tertentu, penggunaannya harus seijin pengurus dan tidak untuk kepentingan pribadi
4. Pengurus Lembaga Otonom berhak memperoleh poin SHU sesuai dengan aturan dalam mekanisme poin.
f. Kewajiban
1. Lembaga Otonom menjunjung kejujuran, tanggung jawab dan loyalitas dalam melaksanakan tugasnya
2. Lembaga Otonom wajib membuat SPJ Keuangan dan menyampaikan kepada pengurus paling lambat 1 minggu setelah tutup bulan bersangkutan / setelah kegiatan selesai.
g. Kode Etik
1. Menjaga nama baik KOPMA UNS
2. Mendahulukan kepentingan KOPMA UNS diatas kepentinagn pribadi
3. Bersikap sopan, dan menyapa apabila bertemu pengurus / pengawas dan karyawan
4. Apabila hadir di KOPMA UNS pada jam kerja harus mengenakan pakaian yang rapi
5. Meminta ijin kepeda pengurus apabila tidak bisa hadir dalam suatu kegiatan KOPMA UNS dengan disertai alasan yang jelas
6. Meminta ijin kepada adminkeu apabila meminjam peralatan yang penting
7. Menjaga kewibawaan diri dan KOPMA UNS
8. Menjaga ketertiban, kebersihan dan kenyamanan dalam bekerja.

G. MEKANISME ANGGOTA LUAR BIASA
1. Pengertian
a. Mekanisme Anggota Luar Biasa adalah tata aturan tentang hal-hal yang berkaitan dengan anggota luar biasa KOPMA UNS
b. Yang dimaksud anggota luar biasa KOPMA UNS adalah seseorang yang tidak berstatus sebagai mahasiswa UNS akan tetapi atas kehendak sendiri berkeinginan menjadi anggota KOPMA UNS dengan terlebih ahulu mengajukan permohonan kepada pengurus.

2. Maksud dan Tujuan
a. Maksud
Mekanisme anggota luar biasa ini dimaksudkan sebagai pedoman landasan kerja bagi penerimaan anggota luar biasa
b. Tujuan
Tujuan disusunnya mekanisme anggota luar biasa KOPMA UNS adalah agar terdapat kejelasan aturan mengenai segala hal yang berhubungan dengan anggota luar biasa

3. Landasan Operasional
AD /ART KOPMA UNS BAB IV Pasal 7

4. Kewajiban
a. Mematuhi dan melaksanakan ketentuan Rapat Anggota dan keputusan – keputusan yang diambil dalam rapat anggota tersebut serta aturan khusus
b. Mengikuti perkembangan KOPMA UNS
c. Membayar simpanan pokok dan simpanan wajib kecuali bagi karyawan KOPMA UNS

5. Hak
a. Berhak mendapatkan informasi mengenai perkembangan KOPMA UNS
b. Berhak menyatakan pendapat dalam Rapat Anggota

H. MEKANISME ANGGOTA KEHORMATAN
1. Pengertian
a. Mekanisme Anggota kehormatan adalah tata aturan tentang hal-hal yang berkaitan dengan anggota kehormatan KOPMA UNS
b. Yang dimaksud anggota kehormatan KOPMA UNS adalah seseorang yang telah berjasa mengembangkan KOPMA UNS atau karena kedudukan dan kapasitasnya
c. Anggota kehormatan dapat berasal dari alumni pengurus, pejabat negara, atau seseorang yang telah berjasa terhadap KOPMA UNS , atau pihak lain yang dipandang memenuhi persyaratan

2. Maksud dan Tujuan
a. Maksud
Mekanisme anggota kehormatan ini dimaksudkan sebagai pedoman dalam pembentukan , pengangkatan , tata kerja dan pemberhentian anggota kehormatan
b. Tujuan
Tujuan dibentuknya mekanisme anggota kehormatan KOPMA UNS adalah supaya terdapat aturan yang jelas mengenai segala hal yang berhubungan dengan anggota kehormatan

3. Landasan Operasional
AD /ART KOPMA UNS BAB VI Pasal 10

4. Kewajiban
a. Mematuhi dan melaksanakan ketentuan Rapat Anggota dan keputusan – keputusan yang diambil dalam rapat anggota tersebut serta aturan khusus
b. Mengikuti perkembangan KOPMA UNS

5. Hak
a. Berhak mendapatkan informasi mengenai perkembangan KOPMA UNS
b. Berhak menghadiri, menyatakan pendapat dalam Rapat Anggota

POLA UMUM PENGKADERAN

A. Pendahuluan
KOPMA UNS sebagai salah satu bagian dari gerakan koperasi mempunyai andil dan tanggung jawab dalam upaya menciptakan kader-kader koperasi yang handal. Hal ini tidak terlepas dari keberadaan KOPMA UNS sebgai kader koperasi dan koperasi kader yang tumbuh dilingkungan mahasiswa.
Keberadaan KOPMA UNS tersebut menjadikannya sebagai badan usaha yang tidak bisa lepas dari komponen mahasiswa sebagai subjeknya dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Walaupun demikian KOPMA UNS diharapkan dapat berfungsi sebagaimana badan usaha lainnya sehingga mampu bersaing di era globalisasi. Guna mempersiapkan diri menghadapi tantangan jaman yang semakin berat tersebut, KOPMA UNS harus melakukan pembenahan-pembenahan untuk meningkatkan kinerjanya.
Salah satu upaya untuk mewujudkan visi dan misinya, KOMA UNS membentuk pola yang baku dalam pembinaan kader, yang ditujukan untuk menciptakan kader-kader koperasi yang handal dan berkualitas, untuk meningkatkan kinerja KOPMA UNS sebagai badan usaha penghasil profit dan bermanfaat bagi anggotanya dan gerakan koperasi pada umumnya. Agar pengkaderan dapat terlaksana sebagaimana yang diharapkan, pola pembinaan kader tersebut harus terpadu, terencana, terintegrasi dan berkesinambungan serta konsisten dalam pelaksanaannya.
Upaya mewujudkan cita-cita tersebut merupakan tanggungjawab bersama seluruh komponen yang ada di KOPMA UNS. Keterpaduan langkah dari anggota, pengurus, karyawan dan kader merupakan syarat mutlak menuju kejayaan KOPMA UNS.

B. Fungsi dan Tujuan
1. Fungsi
Pola umum pengkaderan KOPMA UNS berfungsi sebagai pedoman dasar dalam penyusunan dan pelaksanaan program pembinaan dan pengembangan kader-kader koperasi di KOPMA UNS.
2. Tujuan
Menciptakan kader-kader koperasi yang handal dan berkualitas melalui suatu arah pembinaan kader yang konkrit, terencana, terstruktur, terintegrasi dan berkesinambungan dengan mengedepankan aspek idiologi, mental spiritual, dan ketrampilan.

C. Pokok-Pokok Pikiran
1. Berdasarkan AD/ART KOPMA UNS , yaitu :
a. BAB III pasal 4 tentang tujuan KOPMA UNS
b. BAB IV pasal 5 tentang fungsi , peran dan prinsip.
2. Amanah anggota yang tertuang dalam RALB 2001 tentang rekomendasi bidang keanggotaan.
3. Untuk mewujudkan cita-cita dan tanggung jawab seperti yang tertuang dalam AD/ART KOPMA UNS, diperlukan program yang komprehensif dan terpadu yang tidak menyimpang dari tujuan KOPMA UNS itu sendiri.

D. Aspek-Aspek Pola Umum Pengkaderan KOPMA UNS
Pola umum pengkaderan KOPMA UNS memperhatikan beberapa aspek, antara lain :
1. Aspek idiologis
Membekali kader-kader koperasi dengan idiologi koperasi yang benar, dengan harapan kader koperasi nantinya dalam pengelolaan koperasi tidak menyimpang dari tujuan, fungsi , asas dan nilai-nilai moral koperasi.
2. Aspek mental spiritual
Membekali kader-kader koperasi dengan pendidikan dan pelatihan serta pengalaman organisasi yang cukup untuk membentuk mental yang kokoh dan moral yang bertanggungjawab serta bertakwa kepada Allah SWT.
3. Aspek ketrampilan manajerial
Membekali kader-kader koperasi dengan ketrampilan dan wawasan manajemen melalui pendidikan, pelatihan dan praktek untuk meningkatkan kualitas, ketrampilan manajerial kader guna mendukung kemampuan pengelolaan organisasi.

E. Aspek-Aspek Dasar Pengkaderan
Ada 3 aspek penting dalam pengkaderan KOPMA UNS :
1. Masa pra pembentukan : dimulai dari seleksi administratif calon anggota sampai diterimanya menjadi anggota, meliputi tahapan : seleksi administratif, tes (orientasi) dan daftar ulang dengan membayar simpanan pokok dan simpanan wajib.
2. Masa pembentukan : diawali dari keaktifan anggota di lembaga pengkaderan baik formal (LI, kepanitiaan dan magang staff) maupun non formal ( magang di unit usaha KOPMA UNS, dan pelatihan-pelatihan).
3. Masa pengabdian : Arahannya pada prestasi individu, dimulai dari PPWM dan magang staf pengurus, yang mengarah pada perluasan jaringan.

F. Jalur-jalur pengkaderan
1. Jalur Formal
Jalur formal merupakan perkaderan yang diselenggarakan atau dilaksanakan dalam proses perkaderan/pelatihan secara berjenjang dan berkesinambungan.
2. Jalur Informal
Jalur informal merupakan perkaderan yang dilakukan atau terjadi selama seorang kader berinteraksi dan berproses berkaitan dengan tugas dan tanggungjawabnya dalam struktur organisasi, jadi internalisasi nilai-nilai dan muatan dan pengalaman terjadi dalam kurun waktu tersebut.
3. Jalur Nonformal
Jalur nonformal merupakan perkaderan yang diselenggarakan di luar jalur formal dan informal melalui proses pembinaan interaksi/internalisasi nilai tertentu yang tidak harus berjenjang dan berkesinambungan.
Dalam jalur ini, aktivitas seorang kader tidak hanya melaksanakan aktivitas secara dalam arti fisik semata, tetapi perlu pembinaan akan makna-makna dari aktivitas yang dilakukannya, baik intern maupun ekstern.
G. Tahap Pengkaderan
Setelah mahasiswa masuk menjadi anggota KOPMA UNS maka ada dua daerah pengkaderan yang harus ditempuh untuk memasuki tahap pengkaderan berikutnya :
1. Daerah I adalah awal dari keaktifan anggota di kegiatan dan lembaga pengkaderan KOPMA UNS, diperkenankan melintasi tahapan di daerah ini tetapi tidak diperkenankan melintas ke daerah II. Misalnya belum mengikuti diksarkop boleh aktif di LI tetapi tidak boleh menjadi staf. Dengan catatan, harus mengikuti diksarkop berikutnya , dan setelah itu baru diperbolehkan menjadi staf.
2. Daerah II merupakan tahap adaptasi bagi kader potensial (PPWM dan staf pengurus) untuk memperluas akses( informasi, konsultasi ) dan jaringan sebagai persiapan menjadi pengelola KOPMA UNS. Tidak diperkenankan adanya lintas tahapan di daerah ini.

H. Flowchart Pengkaderan

II

I

Keterangan
1. Orientasi
Orientasi adalah pengenalan tentang KOPMA UNS atau penjelasan singkat bagi anggota atau calon anggota tentang KOPMA UNS.

2. Co-Operative Basic Training (CBT)
Merupakan Pendidikan dasar tentang koperasi, sebagai sarana menumbuhkan dan membangun persepsi positif anggota terhadap gerakan koperasi serta diarahkan pada pengenalan dan pemahaman konsep koperasi dengan penekanan :
a. Nilai-nilai idiologi, asas, dan sendi-sendi koperasi sehingga tumbuh jiwa kesetiakawanan sosial dan sadar akan kepentingan sistem ekonomi nasional yang kooperatif dan berdimensi kerakyatan ditengah sistem ekonomi internasional yang kompetitif simultan dengan idiologi masing-masing
b. Deskripsi dan pemahaman konseptual empiris dan proyeksi gerakan koperasi Indonesia kepada anggota, sehingga tumbuh apresiasi terhadap koperasi. Arahan selanjutnya, tidak menutup kemungkinan CBT diadakan di fakultas.
c. Dilaksanakan minimal 2 kali dalam satu periode kepengurusan.

3. Pendidikan Menejemen Perkoperasian ( DIKMEN )
Merupakan pendidikan lanjutan dari pendidikan dasar dengan penekanan pada hal-hal yang bersifat aplikatif dalam perkoperasian maupun dunia usaha pada umumnya. Sehingga diharapkan mampu meningkatkan perkoperasian dalam perkembangan perekonomian.Minimal 1 kali dalam 1 periode kepengurusan.

4. Kepanitiaan dan pelatihan
Kepanitiaan dan pelatihan merupakan sarana bagi anggota untuk berkiprah dan berinteraksi dengan KOPMA UNS, sehingga dapat lebih tertarik dan memiliki motivasi untuk bergabung dengan KOPMA UNS secara lebih aktif.

5. Lembaga Semi Otonom
KOPMA UNS sebagai kader koperasi dan koperasi kader menuntut KOPMA UNS untuk secara aktif mencetak kader-kader yang handal dan berkualitas, sesuai visi KOPMA UNS yang ingin memciptakan kader yang handal. Salah satu upaya meningkatkan kualitas kader adalah membentuk lembaga intern yang berfungsi sebagai :
a. Wahana pengkaderan.
b. Media sosialisasi dan komunikasi KOPMA kepada anggota.
Lembaga intern terbagi menjadi 3 bidang :
a. FKSEK (Forum Kajian Sosial dan Ekonomi Koperasi)
Forum kajian sosial ekonomi merupakan wadah dalam mengembangkan kreativitas dan pengetahuan dalam pengkajian dan penelitian khususnya dalam bidang sosial ekonomi koperasi.
b. KATERA (Lembaga penerbitan KOPMA UNS)
Katera merupakan lembaga yang bergerak dalam bidang pers, penerbitan dan penyampaian informasi dan sosialisasi pada anggota.
c. DETEKSI ( Lembaga Pelatihan )
Deteksi merupakan lembaga yang bergerak pada pelatihan / pendidikan dan sebagai wadah sosialisasi anggota di fakultas-fakultas.
Catatan : Ada beberapa kegiatan yang sangat dianjurkan untuk diikuti oleh semua anggota Lembaga Semi Otonom, yaitu :
Pelatihan dan diskusi
Merupakan kegiatan yang disediakan untuk menambah wawasan, pengetahuan dan ketrampilan kade sebagai upaya memciptakan kader yang mumpuni dan bisa diandalkan. Dilaksanakan satu minggu sekali secara bergantian antara acara pelatihan dan diskusi.

6. Staff
Staf merupakan masa adaptasi (prakondisi) sebelum kader menggantikan pengurus. Staf adalah perangkat organisasi yang diangkat, dibina dan diberhentikan oleh pengurus melalui surat ketetapan pengurus KOPMA UNS. Adapun mekanismenya diatur tersendiri.

7. PPWM
Pusat pengembangan Wirausaha Mahasiswa adalah wujud nyata dalam membina mental kewirausahaan yang beroientasi pada kemandirian mahasiswa. Di sini anggota diperkenalan secara riil tentang usaha dan membangun jaringan kerjasama. Dengan bekal yang telah didapatkan sebelumnya ( di LSO ) sangat diharapkan bisa dikembangkan menjadi modal bisnis yang bisa bersama-sama mengembangkan KOPMA UNS dan pribadi yang bersangkutan.
Harapannya bila telah lulus, mahasiswa memiliki kemampuan yang tangguh dalam berwiraswasta mengembangkan usaha mandiri dan menjadi pelopor kewirausahaan disamping kemampuan akademisnya.

8. PCP (Pendidikan Calon Pengurus)
Merupakan pendidikan guna mempersiapkan kader untuk duduk di kepengurusan dengan harapan kader tersebut adalah kader yang lebih siap, matang dan mandiri dan mumpuni sehingga dapat menjadi penerus tongkat estafet kepengurusan KOPMA UNS.

9. Kepengurusan
Merupakan jenjang terakhir pengkaderan di Koperasi Mahasiswa UNS. Di sini adalah tempat nyata untuk aktualisasi dan implementasi dari tahapan sebelumnya. Tanggungjawab besar sebagai kader koperasi benar-benar dituntut untuk mengembangkan dan memajukan KOPMA UNS.
Di kepengurusan sendiri terdapat dua komponen yang saling membantu meskipun dalam koridor tugas yang sangat berbeda, yaitu Pengurus dan Pengawas. Keduanya mempunyai tugas yang berbeda tetapi tetap dalam satu kerangka kepengurusan.

Selain alur diatas , terdapat magang usaha yang bukan merupakan alur dari pengkaderan, tetapi dengan salah satu syaratnya harus pernah mengikuti CBT. Magang merupakan sarana aktualisasi teknis anggota untuk ikut berperan serta di kegiatan usaha KOPMA UNS . Ketentuan diatas dapat berubah karena beberapa hal.

PPWM KOPMA UNS
( PUSAT PEMGEMBANGAN WIRAUSAHA MANDIRI)

a. Nama Lembaga
Pusat Pengembangan Wirausaha Mandiri Koperasi Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta ( PPWM KOPMA UNS)
b. Visi
Optimalisasi Intelektualitas Mahasiswa dalam Mengembangkan dan Memberdayakan Wirausaha
c. Misi
Menyatukan Potensi Mahasiswa ( berkarya )Untuk Lebih Mandiri dalam Rangka Menciptakan Lapangan Kerja Sendiri ( Home-based Business )
d. Tujuan
1. Menampung dan mengarahkan wirausaha mahasiswa
2. Menyiapkan mahasiswa menjadi wirausaha sejati
3. Mengembangkan sikap dan etos kerja kewirausahaan dalam keseharian
4. Menunjukkan dan mengasah kejelian tentang berbagai peluang bisnis ( futuristic vision )
5. Membekali mahasiswa akan kemampuan intraprenerial, intrepenerial dan manajerial usaha yang aplikatif
6. Menumbuhkan inner motivation sehingga menghasilkan karya yang prestatif diiringi kualitas mental, pola pikir, proses kerja dan hasil karya yang baik
e. Target
1. Tersusunnya silabi arah pengembangan program dan kemampuan praktis manajerial sebagai daya dukung kemandirian usaha mahasiswa.
2. Tumbuh kembangnya jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa pada arah kemandirian dan keuletan berusaha menghadapi tantangan serta pandai membaca peluang bisnis.
3. Terjalinnya kemitraan usaha dan pengembangan sumber daya manusia dengan seluruh pihak baik swasta maupun pemerintah
4. Dapat memberikan makna nyata dan nilai tambah mahasiswa UNS di bidang bisnis dan kepedulian sosial
5. Terciptanya sikap mental wirausaha untuk mengurangi ketergantungan output pendidikan tinggi pada sektor pemerintah dan swasta, dengan penciptaan lapangan kerja sendiri.
f. Keanggotaan
Seleksi keanggotaan dalam PPWM ini sangat penting karena akan memudahkan penempatan peserta paeda kategori mana ia seharusnya berada. Setidaknya ada tiga kategori kelompok di PPWM :
1. Kategori Pemilik Usaha
Kelompok ini diperuntukkan bagi mereka yang sudah memiliki usaha, namun masih banyak mengalami kendala, seperti pemasaran, permodalan, manajemen, mitra kerjasama, dll. PPWM di sini berfungsi sebagai wadah yang menampung aspirasi mereka untuk dimapping sesuai kebutuhan yang nantinya diketahui apa yang dibutuhkan oleh sub kelompok dari kategori ini sehingga pelatihan/ fasilitas yang diberikan tidak meleset dari yang dituju. Bisa dikatakan, mereka yang masuk ke kategori ini hanya butuh finishing untuk memperkuat pilar-pilar usaha. Selain itu, tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang bergerak sebagai produsen barang memanfaatkan PPWM sebagai jembatan emas yang menghubungkannya dengan buyer.
2. Kategori Akan Memulai Usaha/ Pemula
Adakalanya muncul fenomena di kalangan mahasiswa, mereka memiliki modal tetapi tidak memiliki kemampuan manajerial yang cukup untuk mengendalikan suatu usaha. Secara bertahap, kebutuhan akan peningkatan kemampuan manajerial akan dipoles dalam PPWM sekaligus didorong untuk segera memulai usaha, dan PPWM akan mengadakan pendampingan sampai dirasa mampu berjalan sendiri. Fungsi PPWM lainnya bagi kategori ini adalah sebagai konsultan di bidang manajerial.
3. Kategori Pra pemula
Idealisasi mahasiswa di manapun mungkin sama, tetapi keadaan membuat mereka berbeda. Pada dua kategori sebelumnya, mereka datang dengan kemampuan dan kemauan, di mana fungsi PPWM mungkin hanya sebatas mitra. Namun pada kategori ini, PPWM merupakan prosesi utuh dalam menciptakan wirausaha. Mereka yang masuk dalam kategori ini sama sekali belum banyak memiliki kemampuan manajerial, juga belum memiliki kecukupan modal. Mereka datang dengan kemauan dan PPWM-lah yang mengolah bahan mentah tersebut menjadi bahan jadi yang berhasilguna dan berdayaguna. Bisa dikatakan mereka yang masuk kategori ini adalah mereka yang ingin belajar, baik dari sisi organisasi maupun dari sisi manajerial usaha, sehingga untuk mancapai tahap matang diperlukan proses yang panjang dan pembelajaran intensif yang cukup lama.
g. Perangkat Manajemen
1. Kantor dan Perlengkapannya
Induk PPWM adalah KOPMA UNS sehingga kantor dan perlengkapannya disediakan oleh KOPMA dengan pengelolaan otonom
2. Materi
Materi yang diberikan dan training yang akan diberikan kepada anggota/ peserta program PPWM mempunyai sifat praktis, aplikatif dan komprehensif, meliputi : manajemen produksi, pemasaran, SDM/ personalia, permodalan dan pengorganisasian.
3. Tenaga Ahli Akademis dan Praktisi
• Fakultas Ekonomi UNS
• LPM UNS
• HIPMI
• Kadin Surakarta
4. Modal / pendanaan
Modal pengelolaan PPWM menggunakan alokasi dana dari KOPMA UNS. Untuk jangka panjang, permodalan berasal dari donatur dan akumulasi laba usaha anggota program PPWM.
h. Aplikasi PPWM
Aplikasi dari PPWM ini dapat berupa :
• Pusat informasi bisnis
Kemitraan PPWM dengan pusat informasi bisnis seperti KADIN, HIPMI, pusat-pusat kajian dan pengembangan sumber daya manusia merupakan kebutuhan dasar program ini. Layanan penting bagi peserta PPWM yang meliputi berbagai aspek bisnis, mulai dari kebijakan pemerintah, perkembangan pasar ( domestik dan global ) sampai pada kecenderungan konsumen terhadap kebutuhan barang. Tidak hanya itu, layanan informasi ini juga sampai pada skim kredit baik yang dikeluarkan lembaga perbankan maupun non perbankan seperti Surakarta Sarana Ventura dan BUMN. Bisa pula layanan ini sebagai bagian dari layanan konsultasi dan pendampingan yang diberikan oleh PPWM.
• Pembentukan Unit Usaha Mandiri
Aplikasi dari keseluruhan proses kewirausahaan ini adalah dibentuknya unit usaha mandiri oleh peserta/ anggota PPWM. Maksud dari pembentukan unit usaha mandiri di sini, belum berarti PPWM akan mempunyai unit usaha yang lepas sama sekali dari KOPMA UNS. Unit usaha mandiri dimaksudkan agar barang yang diproduksi oleh peserta, bisa bersama-sama dipasarkan untuk memperoleh legitimasi dan bargaining di pasaran. Mandiri yang dimaksudkan bahwa dalam pengelolaannya ( sebagai lembaga otonom ) PPWM mengurusi rumah tangganya sendiri sesuai ketentuan yang berlaku.

i. Pengembangan PPWM
Pengembangan Program PPWM antara lain meliputi :
- Mapping dan menyusun silabi sesuai kebutuhan manajerial
- Konsultasi, pendampingan dan pembinaan bagi peserta yang telah memiliki usaha
- Pelayanan Konsultasi dan Informasi
- Penelitian dan Pengembangan Usaha, Sikap Mental Wirausaha dan Ketenagakerjaan
- Pengembangan kewirausahaan dalam kampus
- Pelayanan sosial dan inkubasi bisnis internal kampus
j. Infra struktur PPWM
Pusat Pengembangan Wirausaha Mahasiswa KOPMA UNS memiliki struktur organisasi yang efektif dan efisien, cerminan sistem manajerial yang profesional.

MEKANISME RASIONALISASI
KOPMA UNS

I. PENGERTIAN
Mekanisme Rasionalisasi adalah prosedur / tata aturan / hal – hal yang berkenaan dengan Rasionalisasi anggota.
Rasionalisasi anggota adalah Pengalihan status keanggotaan menjadi bukan anggota dikarenakan tidak ada pemenuhan kewajiban atas pembayaran Simpanan Wajib.

II. MAKSUD DAN TUJUAN
a. Maksud
Mekanisme Rasionalisasi ini dimaksudkan sebagai pedoman dalam pelaksanaan dalam melakukan rasionalisasi.
b. Tujuan
1. Sebagai aturan yang jelas mengenai segala hal yang berhubungan dengan Rasionalisasi
2. Adanya format yang mengarah pada pelaksanaan raionalisasi keanggotaan.
3. Sebagai alat kontrol bagi anggota dalam pelaksanaan kewajiban pembayaran iuran wajib.

III. LANDASAN
BAB VI Pasal 12

IV. MEKANISME
1. Rasionalisasi ditetapkan dengan SK pengurus.
2. Rasinalisasi anggota disampaikan melalui pengumuman dilingkungan kampus.
3. Rasionalisasi dilaksanakan apabila anggota tidak melaksanakan kewajibannya yakni tidak membayar simpanan wajib selama satu kali periode.
4. Rasionalisasi dilaksanakan setelah masa toleransi satu kali periode pembayaran.
5. Satu bulan sebelum masuk masa toleransi, anggota yang belum membayar simpanan wajib diberitahu melalui pengumuman dilingkungan kampus.
6. Pada masa toleransi hak dan kewajiban anggota tetap ada.
7. Sebelum dilaksanakannya rasionalisasi satu bulan sebelumnya anggota yang terasionalisasi wajib diberi masa peringatan dengan memberikan pengumuman di lingkungan kampus.

V. AKIBAT DARI RASIONALISASI
1. Hak dan kewajiban anggota tidak berlaku lagi bagi anggota yang terasionalisasi
2. Untuk menjadi anggota lagi setelah terkena rasionalisasi diharuskan melalui prosedur yang berlaku.
3. Khusus bagi anggota aktif dari anggota otomatis ( angkatan 99 keatas) yang terasionalisasi kembali statusnya menjadi anggota pasif.
4. Pada waktu bebas KOPMA anggota yang terasionalisasi hanya mendapatkan simpanan wajib dan SHU sebelum masa toleransi.

Testimoni

Filed under : blog, tags: , , , , , , ,