Menu

Pengembangan Sektor Wisata Sragen

Oct
22
2014
by : 1. Posted in : blog

PENGEMBANGAN MUSEUM SANGIRAN
Museum Sangiran merupakan museum arkeologi yang bertaraf internasional. Bangunan museum Sangiran terletak di Kecamatan Kalijambe, tak jauh dari area situs fosil purbakala. Situs ini dikenal dengan sebutan Situs Sangiran. Luasnya mencapai 56 km persegi, meliputi tiga kecamatan di Sragen (Gemolong, Kalijambe, Plupuh) dan satu kecamatan yang masuk wilayah Kabupaten Karanganyar (Gondangrejo). Situs Sangiran berada di dalam kawasan Kubah Sangiran yang merupakan bagian dari depresi Solo, di kaki Gunung Lawu (17 km dari kota Solo). Museum Sangiran beserta situs arkeologinya, selain menjadi obyek wisata yang menarik juga merupakan arena penelitian tentang kehidupan pra sejarah terpenting dan
terlengkap di Asia, bahkan dunia.
Di museum dan situs Sangiran dapat diperoleh informasi lengkap tentang pola kehidupan manusia purba di Jawa yang menyumbang perkembangan ilmu pengetahuan seperti Antropologi, Arkeologi, Geologi, Paleoanthropologi. Di lokasi situs Sangiran ini pula, untuk pertama kalinya ditemukan fosil rahang bawah Pithecantropus erectus (salah satu spesies dalam taxon Homo erectus) oleh arkeolog Jerman, Profesor Von Koenigswald. Lebih menarik lagi, di situs Sangiran ini pula jejak tinggalan berumur 2 juta tahun hingga 200.000 tahun masih dapat ditemukan hingga sekarang sehingga para ahli dapat merangkai sebuah benang merah sebuah sejarah yang pernah terjadi di Sangiran secara berurutan.
Sampai saat ini sudah ditemukan 70 individu fosil Manusia
Homo Erectus di situs Sangiran. Jumlah ini merupakan 65% dari seluruh fosil Homo Erectus yang ditemukan di Indonesia atau sekitar 50% dari populasi Homo Erectus di seluruh dunia. Sementara jumlah fosil secara keseluruhan yang ditemukan di situs Sangiran sejak 1936 berjumlah 13.809 buah. Sebanyak 2.934 di antaranya disimpan di dalam ruang pameran museum Sangiran dan 10.875 buah lainnya disimpan di gudang penyimpanan museum. Sejumlah fosil manusia lainnya disimpan di Museum Geologi Bandung dan laboratorium Palaeoanthropologi Yogyakarta. Sungguh jumlah fantastis yang menunjukkan betapa kayanya situs Sangiran. Maka, tak mengherankan bila Komite World Heritage kemudian mencatatkan Sangiran dalam daftar Warisan Dunia bernomor urut 593.
Selain ruang pameran yang luas, museum Sangiran memiliki berbagai fasilitas lain yang dapat diakses dengan mudah.
Di museum yang dibangun pada tahun 1980 itu dilengkapi dengan laboratorium, perpustakaan, aula pertemuan, ruang audiovisual untuk memutarfilm kehidupan manusia prasejarah. Di sekitar museum, terdapat kios-kios souvenir yang menjajakan aneka kerajinan batu yang didandani sedemikian rupa sehingga mirip fosil.
Obyek wisata Museum Sangiran tampil makin lengkap dengan dibangunnya menara pandang yang sangat representatif untuk melakukan pengamatan. Tak jauh dari menara pandang, terdapat sebuah wisma penginapan. Bergaya arsitektur tradisional Jawa, wisma ini dibangun untuk menunjang kegiatan para tamu atau wisatawan, khususnya bagi mereka yang melakukan penelitian tentang seluk beluk fosil di kawasan situs. Sedangkan mereka yang ingin merasakan suasana saat arkeolog berburu fosil dan benda purbakala untuk diteliti, beberapa titik di area situs telah dibangun museum lapangan.
Sarana ini merupakan museum terbuka yang merupakan zona inti tempat ditemukannya fosil dan singkapan stratigrafi lainnya.
Berkat berbagai fasilitas modern dan lengkap itu, museum Sangiran menjadi obyek wisata andalan Kabupaten Sragen yang banyak dikunjungi wisatawan. Pada tahun 2005, museum Sangiran sukses mencatat 17.564 kunjungan wisatawan. Sebanyak 374 di antaranya adalah pelancong mancanegara. Melihat jumlah pengunjung yang terus saja bertambah setiap tahunnya di Sangiran sangat dimungkinkan untuk dibentuk Prehistoric Tour.

Htnecantropus erectus (satan satu spesies aaiam taxon Homo erectu Jerman, Profesor Von Koenigswald. Lebih menarik lagi, di situs Sangi
«
Pengembangan Wisata di Kawasan Sangiran
Sangiran merupakan daerah potensial untuk dikembangkan sebagai wisata berbasis kebudayaan masyarakat tradisional. Hal ini disebabkan oleh latar belakang Sangiran yang masih kental dengan suasana tradisional, meskipun modernisasi telah menyentuh kehidupan warga kawasan tersebut. Bagi masyarakat Sangiran, menerima modernisasi bukan berarti serta merta meninggalkan kearifan lokal. Gairah untuk menciptakan keselarasan kehidupan manusia dengan alam dan lingkungannya masih mewarnai setiap tindakan individu maupun aktivitas komunal mereka.
Menilik kondisi alam, aktivitas ekonomi agraris dan industri rumah tangga bersifat komunal, serta ritual tradisional masyarakat yang masih terjaga menyebabkan Sangiran sangat cocok dikembangkan menjadi daerah tujuan wisata berbasis komunitas tradisi.
Pengembangan eksotisme wilayah Sangiran dapat dikelola secara terintegrasi dengan Museum Arkeologi Sangiran. Di sekitar Museum dapat didirikan homestay yang menempati rumah-rumah penduduk desa di Sangiran. Dari rumah penduduk ini pula interaksi wisatawan dengan kehidupan masyarakat, berkenalan dengan produk kerajinan dan seni budaya, dapat berlangsung dalam suasana penuh kehangatan-.
Kegiatan kerajinan rumah tangga yang ada di dalam kawasan situs Sangiran adalah embrio bagi berkembangnya industri kerajinan dalam skala lebih besar. Embrio ini sangat penting untuk dibina, terutama agar keterampilan perajin meningkat dan jaringan pemasarannya meluas. Embrio ini merupakan peluang investasi yang cukup menguntungkan apabila dikelola dan dikemas secara serius. Sehingga, keberadaan industri rumah tangga itu akan mendukung keberadaan Museum dan Situs Prasejarah Sangiran sekaligus dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat sekitarnya
e.Pengembangan Wisata Kampung Dayu
Sebagai salah satu obyek pariwisata unggulan di kabupaten Sragen, kini telah dibangun kawasan wisata Kampung Dayu yang berlokasi di desa Dayu Kecamatan Karangmalang. Dengan luas area sekitar 5 ha dan didukung suasana pedesaan yang hijau, sejuk dann indah, kawasan ini siap dijadikan objek wisata baru bagi masyarakat. Di tempat yang penuh potensi ini, pengunjung akan dimanjakan dengan pesona keindahan kehidupan alami seperti sungai yang membelah area tersebut, pemandangan alam yang indah serta suasana pedesaan alami yang menjadi daya tarik tersendiri. Kampung Dayu didukung dengan fasilitas yang lengkap untuk berwisata, seperti sungai, hutan, kebun binatang mini dengan berbagai jenis hewan seperti kangguru, rusa, elang, berbagai jenis burung, berbagai jenis ikan, dan Iain-lain. Di samping itu berbagai kegiatan menarik dapat dilakukan di tempat ini, seperti : memancing, berkano, boat, camping dan sebagainya.
Di tempat ini, pengunjung dapat menikmati berbagai sarana bermain yang dirancang khusus untuk menumbuhkan kreatifitas anak-anak. Mereka dapat berenang di kolam pemandian yang airnya jernih, serta belajar mendayung perahu kayak. Dilengkapi pula sarana olahraga lain serta rumah joglo yang bisa dijadikan sarana permainan anak-anak agar berani mengambil keputusan.
Tak ketinggalan, di Kampung Dayu juga terdapat kebun tanaman berikut ruang pamer yang disediakan sebagai wadah bagi penggemar tanaman untuk berkumpul dan melakukan kegiatan dimana para pengunjung dapat lebih mengenal aneka tanaman bahkan area peternakan, pertanian dan peternakan. Selain itu, dipastikan kedatangan wisatawan ke tempat ini tidak hanya untuk menikmati menu makan dan bersantai biasa. Sebab menu makan yang disajikan merupakan bahan pangan organic, yang tentunya tidak menggunakan bahan kimia, higenis, dan bagus untuk kesehatan. Ditambahsuasana yang mengasyikan untuk bersantai dengan keteduhan pepohonan membuat pengunjung dapat berbaring dibangku taman yang sudah disiapkan, apalagi bisa menikmati air kelapa yang masih segar sambil duduk di atas rumput hijau. Suasana yang segar untuk menghapuskan kepenatan.
Bagi pengunjung Kampung Dayu yang menginginkan terapi kesehatan juga disediakan sarana dan fasilitas kesehatan beserta ahlinya. Dari psikiater, holistic hingga tusuk jarum selalu siap melayani. Di lahan ini, pengelola juga membangun homestay untuk pengunjung. Dengan dukungan kawasan pedesaan, ketenangan suasana desa dan pegunungan, pengelola menginginkan Kampung Dayu menjadi wisata yang berbasis lingkungan. Kesempatan merasakan suasana dan menikmati aktifitas masyarakat desa yang ramah dan sederhana, akan memberikan kesegaran fisik, spiritual dan semangat hidup, bebas dari kebisingan kota, kejenuhan rutinitas sehari-hari di kantor serta kepenatan urusan bisnis.

artikel lainnya Pengembangan Sektor Wisata Sragen

Tuesday 3 February 2015 | blog

      ( Berdasarkan Rapat Hari Selasa, 3 Juli 2012 ) BAB : ………. JUDUL …

Tuesday 10 September 2013 | blog

  Orang yang beruntung adalah Anda pasti kenal tokoh si Untung di komik Donal Bebek. Berlawanan…

Saturday 29 November 2014 | blog

Sample Conversation: Can I Take a Message Caller Activity Sheet A= Parent (Receiver)      B=Caller   A:…

Sunday 9 November 2014 | blog

    MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA PERUSAHAAN BIDANG JASA ADMINISTRASI PERKANTORAN     MENCIPTAKAN…