Menu

Pengembangan Kawasan Pemandian Air Panas Bayanan & Ngunut

Oct
22
2014
by : 1. Posted in : blog

Lokasi Proyek
Pemandian Air Panas Bayanan dan Ngunut terletak tepat di Sebelah Tenggara Ibukota Kabupaten Sragen yaitu di Dusun Bayanan, Desa Jambean, Jetis dan Sambi Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Lokasi pemandian air panas Bayanan terletak ± 17 km, sedangkan Ngunut ± 20 km dari kota Sragen. Kawasan perencanaan pengembangan obyek wisata meliputi tiga desa yang memiliki luas wilayah 1.917,01 ha dengan rincian Desa Jambeyan 759,55 ha, Desa Jetis 417,65 ha dan Desa Sambi 739,81 ha.
Uraian Proyek
Pemandian Air Panas Bayanan maupun Ngunut merupakan salah satu tujuan wisata minat khusus yang dimilki oleh Kabupaten Sragen, dalam hal ini adalah untuk wisata kesehatan (Health Tourism) yang dipadukan dengan daya tarik wisata alam atau ekowisata. Air Panas Bayanan dan Ngunut dianggap memiliki banyak khasiat dalam menyembuhkan berbagai penyakit, seperti: rematik, gatal-gatal, dan penyakit lainnya. Selain itu, Air Panas Bayanan juga dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah, memulihkan kebugaran tubuh, meningkatkan vitalitas tubuh, memelihara kesegaran sendi sendi dan otot, menghilangkan capek- capek dan membuat awet muda. Khasiat sumber air panas Bayanan dan Ngunut sudah mendapat pengakuan secara ilmiah melalui penyelidikan yang dilakukan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta.
Khasiat air panas Bayanan dan lingkungan hutan yang asri lagi berudara segar, merupakan kombinasi tepat untuk mengembangkan wisata mandi rempah-rempah (herbal spa) yang menjadi salah satu peluang investasi untuk dikembangkan di Sragen. Pengembangan tersebut semakin mudah dilakukan mengingat pemandian air panas Bayanan telah dilengkapi berbagai sarana, antara lain tujuh kamar mandi lengkap dengan bathtub, kolam renang, taman bermain anak, dan lain sebagainya. Di lokasi pemandian in juga hendak dicanangkan pendirian rumah sakit yang tidak hanya mengunakan aspek medis namun juga aspek alternatif dari jamu atau ramuan tradisional (herbal hospital).
Pengembangan obyek wisata pemandian air panas Bayanan dan Ngunut direncanakan berdasarkan konsep 3E (Ekologi, Edukasi dan Ekonomi) yakni dengan menjaga keseimbangan antara pola pengembangan dan karakteristik ekologi atau lingkungan alam dan budaya yang dimiliki, mengutumakan aspek
pendidikan dalam rangka mengelola lingkungan secara bertanggung jawab dan berkesinambungan serta menekankan pada upaya mengembangkan perekonomian lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Di sekitar Bayanan banyak ditumbuhi perkebunan karet yang lebat, terutama di Kecamatan Kedawung. Perkebunan karet ini cocok digunakan sebagai lokasi perkemahan, olahraga luar ruang atau outbond. Potensi yang dapat dikembangkan adalah membuat arena permainan atau olahraga berbasis alam. Bisa juga dikembangkan sebagai arena permainan perang-perangan (wargame) beserta perlengkapannya (skirmish), dengan menggunakan air soft gun dan painting ball.
Secara singkat dapat simpulkan bahwa Pemandian air Panas di Bayanan dan Ngunut memiliki banyak potensi investasi diantaranya:
Herbal Hospital (Pengobatan alternative menggunakan jamu-jamuan)
Herbal Spa and Resort
Pusat Holistik Penyakit Kulit
Cottage yang dilengkapi dengan lapangan tennis, kolam
renang
Rumah Makan Hutan Agrowisata
Arena Bermain I olahraga yang berbasis alam Pembangunan Gazebo I menara pandang Pengembangan sarana dan prasarana di lokasi wisata
Kondisi Eksisting
Kondisi prasarana jalan menuju pemandian cukup baik berupa jalan aspal selebar 4 m. Sarana dan prasarana yang pendukung pariwisata cukup memadai, diantaranya wc umum, kamar mandi air panas, ruang ganti pakaian, jalan setapak, warung makan, tempat penginapan, toko kelontong, tempat parkir, taman bermain anak, kolam renang, hutan wisata, ruang informasi dan mushola.
Perkembangan Pemandian Air Panas Bayanan dan Ngunut masih memiliki kendala investasi menuju obyek wisata yang representatif seirama dengan kebutuhan wisatawan. Asset yang dimiliki:
1. Sumber mata air panas
2. Luas wilayah 1.917,01 ha yang dikelilingi oleh hutan dan sawah yang membentang luas
3. Pendapatan obyek tahun 2004 Rp 60.166.800 dengan 50.292 pengunjung, tahun 2005 Rp 60.066.000 dengan 50.669 pengunjung dan tahun 2006 Rp 60.266.500 dengan 30.471 pengunjung.
4. Bangunan fisik yang terdiri dari ticketing, guest house, kolam renang ukuran 5x10m, 7 unit kamar mandi air panas, lapangan, papan peluncur, area bermain, 3 unit KM/WC dan pagar.
Konsep Pengembangan
Secara umum pariwisata di Pemandian Air Panas Bayanan dan Ngunut saat ini belum dikembangkan secara optimal. Kawasan tersebut pada dasarnya memiliki potensi sumber daya alam maupun budaya yang dapat dikembangkan sebagai atraksi wisata. Adapun atraksi yang dominan di Pemandian Air Panas Bayanan dan Ngunut pada saat ini Belum sepenuhnya dikembangkan dan dikelola secara profesional sebagai kawasan wisata.
Sebagai salah satu obyek wisata andalan di Kabupaten sragen, Pemandian Air Panas Bayanan dan Ngunut mempunyai kekhasan daya tarik wisata yang mungkin tidak dijumpai di lokasi lain. Identifikasi potensi obyek ini meliputi penampungan sumber air panas, kamar mandi, kolam renang, taman dan arena permainan anak, koleksi taman langka, sungai Bayanan, suasana perdesaan, hutan karet dan perbukitan. Fasilitas penunjang yang ada meliputi warung makan, kios makanan kecil, kamar ganti pakaian, jalan setapak, area parkir, ticket box dan Tourist Information Centre.
Konsep pengembangan, penataan dan pembangunan yang ditawarkan adalah sbb:
a. gapura kawasan wisata Pemandian Air Panas Bayanan dan Ngunut dan pintu gerbang obyek wisata harus dilata ditempat yang strategis
b. Detail pemandian air panas, design pembangunan pemandian air panas harus dibuat representatif dan memadai
c. Cantor pengelola
d. Pusat informasi wisata, dilengkapi fasilitas lain sehingga mudah diakses wisatawan
e. Musolla
f. Arena bermain (playground)
g. Kolam renang, dilihat potensi kolam renang dewasa/anak- anak dengan air yang mengalir, banyak disenangi tua muda maka perla dikembangkan sesuai dengan tingkah laku dan keingingan wisatawan
h. Gazebo
i. Area pejalan kaki
j. Warung dan restoran. Warung/restoran merupakan pelengkap, penempatannya diupayakan di daerah yang lebih dekat dengan tempat parkir agar mempermudah wisatawan
k. Lapangan tenis, perlu ditempatkan di lokasi yang didukung dengan panorama yang asri
I. Tempat parkir harus ditata sedemikian rupa yang memenuhi standard kepariwisataan
m. Tempat pertunjukan, penataan tempat pertunjukan panggung atraksi harus ditata pada lokasi yang khas.
Analisis Keuangan
Rencana penerimaan/pendapatan dari pengembangan obyek wisata Pemandian Air Panas Bayanan dan Ngunut berasal dari : tiket masuk taman rekreasi, sewa alat permainan anak-anak, tiket permainan anak-anak, sewa gedung pertemuan, tiket pusat informasi wisata, sewa guest house, sewa kios/rumah makan, sewa hotel, parkir kendaraan bermotor, iklan/reklame, dll. Biaya dan bagi hasil diperkirakan sebesar 60% dari pendapatan. Berdasarkan analisa investasi dapat disimpulkan, sebagai berikut:
1. Biaya investasi: Rp 10.730.000.000
2. NPV : Rp 13.175.000.000
3. Payback Period : 8 tahun 1 bulan
Insentif dari Pemerintah Kabupaten
1. Pembebasan biaya ijin prinsip dan ijin lokasi
2. Pembebasan biaya ijin SIUP, TDP bagi pengusaha pemula
3. Pelayanan perijinan yang mudah, cepat, murah dan transparan dengan waktu penyelesaian maksimal 12 hari kerja
4. Pengurangan pajak dan retribusi penanaman modal
5. Promosi obyek wisata
6. Kesinambungan pembiayaan oleh Pemerintah Daerah
7. Pendampingan pengelolaan bersama pemerintah
8. Penyediaan sarana dan prasarana penunjang, antara lain jalan, jembatan, air bersih
9. Pelayanan informasi maupun data yang diperlukan berkaitan dengan kegiatan pembangunan usaha grosir
Status Tanah
Milik Pemerintah Kabupaten Sragen seluas 2,4 ha.
RM. SU
Benersari RT. 271R’ Telp. 0271 – 8927/ HP. 0813 2999 2

artikel lainnya Pengembangan Kawasan Pemandian Air Panas Bayanan & Ngunut

Wednesday 29 October 2014 | blog

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN KERJA MERANCANG DAN MENCIPTAKAN LINGKUNGAN PEMBELAJARAN YANG KONDUSIF…

Saturday 16 February 2013 | blog

Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.Tiga elemen utama…

Friday 4 April 2014 | blog

  SURAT PERJANJIAN KERJASAMA   PROGRAM TEKNISI JARDIKNAS   ANTARA   SMA N 1 BULAKAMBA  …

Saturday 26 October 2013 | blog

Mulyadi dalam bukunya Sistem Akuntansmendefinisikan gaji (salary) sebagai pembayaran atas penyerahan jasa yang dilakukan oleh karyawan…