Menu

operating system

Mar
18
2012
by : 1. Posted in : blog

BAB I
PENDAHULUAN

A. Arti Pentingnya PPL bagi Mahasiswa
1. Pengertian Program Pengalaman Lapangan (PPL)
Program pengenalan lapangan merupakan salah satu kegiatan kurikuler yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa FKIP semester VII, yang mencakup latihan mengajar secara terbimbing dan terpadu, dan latihan tugas-tugas keguruan dan kependidikan lain untuk memenuhi persyaratan pembentukan profesi kependidikan.
Kegiatan PPL ini merupakan salah satu mata kuliah praktik lapangan yang harus ditempuh oleh seluruh mahasiswa FKIP dan FAI UMS. Kegiatan ini diselenggarakan pada semester VII guna menambah wawasan dan pengalaman mahasiswa dalam proses belajar mengajar, sehingga dapat menunjang pengalaman dasar mengenai sekolah atau dunia kerja yang sesuai dengan bidangnya.
Dalam melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL), mahasiswa di sekolah dibimbing oleh seorang dosen pembimbing lapangan yang sudah berpengalaman dan juga dibimbing oleh seorang guru pamong yang berasal dari sekolah tempat praktik mengajar dengan bantuan koordinator sekolah.
Disamping hal-hal yang tersebut diatas, arti dari PPL sendiri adalah suatu proses membentuk jiwa dan mental kita sebagai calon pendidik di masa depan. Yang tidak hanya berperan sebagai pendidik saja, melainkan sebagai pembaharu yang akan mengangkut / mengangkat derajat manusia di bidang pendidikan.
Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk empat kompetensi yang dipersyaratkan untuk menjadi guru yang professional, yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial.

2. Komponen-komponen dalam Proses Belajar Mengajar di Lapangan
Secara garis besar kegiatan PPL dibagi menjadi dua komponen, yaitu tugas mengajar dan tugas non mengajar.
a. Komponen tugas mengajar
• Orientasi merupakan suatu penjelasan secara lisan yang diberikan dari pihak sekolah dan guru pamong mengenai suatu situasi dan lapangan yang akan dihadapi.
• Observasi adalah suatu kegiatan yang berupa pengamatan kegiatan secara langsung, sehingga mahasiswa benar-benar dapat mengetahui bentuk-bentuk serta karakteristik suatu hal (lapangan) yang ada di tempat tersebut.
• Tujuan observasi
1. Praktikkan mengenal secara fisik lingkungan sekolah serta pengaruhnya terhadap interaksi belajar mengajar.
2. Praktikkan dapat mengetahui karakteristik guru, karyawan, dan siswa.
• Tugas mengajar merupakan suatu kegiatan yang diberikan sebagai pengalaman nyata kepada praktikkan agar dapat mengelola proses pembelajaran yang sedang berlangsung agar dapat mudah dikenal.
b. Komponen tugas non mengajar
Komponen ini dimaksudkan agar praktikkan mengetahui:
• Partisipasi kegiatan sekolah
Dalam pelaksanaannya kegiatan ini terdiri atas:
1. Piket sekolah
2. Upacara bendera hari Senin
3. Manajemen sekolah
4. Kegiatan ekstrakurikuler
5. Kegiatan Pramuka
6. Kegiatan peringatan hari besar nasional

B. Tujuan PPL Bagi Mahasiswa
Program Pengalaman Lapangan (PPL) secara umum bertujuan agar mahasiswa program S1 FKIP dan FAI UMS memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial.Adapun tujuan khusus PPL adalah mempersiapkan guru yang berkualitas dan mampu berkompetensi melalui standarisasi, uji kompetensi dan mampu menyesuaikan diri dengan adanya perubahan dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi maupun perubahan masyarakat pada umumnya.

BAB II
PELAKSANAAN PPL

A. Program atau Rancangan Kegiatan PPL
Kegiatan PPL ini merupakan salah satu mata kuliah praktik lapangan yang harus ditempuh oleh seluruh mahasiswa FKIP dan FAI UMS.Kegiatan ini diselenggarakan pada semester VII guna menambah wawasan dan pengalaman mahasiswa tentang (sekolah) setelah menyelesaikan perkuliahan di Universitas, sehingga dapat menunjang pengalaman dasar mengenai sekolah atau dunia kerja yang sesuai dengan bidangnya.
Untuk memperlancar kegiatan PPL, diperlukan program ataupun rancangan kegiatan PPL agar dalam pelaksanaannya sesuai dengan harapan dan tujuan yang diinginkan.
Adapun rancangan atau program kegiatan PPL di SMA Negeri 1 Kartasura adalah sebagai berikut:
1. Observasi pembelajaran di kelas
Mengobservasi guru pada saat mengajar sangat penting dilakukan bagi praktikan, dengan cara demikian praktikan dapat memperoleh pengalaman yang sebelumnya belum pernah diperoleh di bangku kuliah dan menjadi langkah awal dalam rangka memulai pelaksanaan pengajaran di kelas. Pada pelaksanaan observasi, praktikan dapat melihat secara langsung bagaimana seorang guru benar – benar melaksanakan proses pembelajaran di dalam kelas.
Pelaksanaan observasi tentang tingkah laku guru pada waktu mengajar di kelas dapat kami rinci sebagai berikut:
a. Membuka pelajaran
Dalam memulai pelajaran seorang guru hendaknya mengucapkan salam terlebih dahulu dan melakukan persensi kelas.
b. Usaha menarik perhatian
Untuk menarik perhatian siswa, guru mengingatkan kembali pelajaran yang telah di berikan pada pertemuan sebelumnya dengan cara memberikan pertanyaan.
c. Usaha memotivasi
Untuk memotivasi siswa, guru hendaknya memberi pengertian kepada siswa mengenai keuntungan mempelajari pelajaran yang akan di berikan.
d. Usaha mengaktifkan siswa
Untuk mengaktifkan siswa guru memberikan pertanyaan – pertanyaan kepada siswamengenai keuntungan mempelajari pelajaran yang akan di berikan.
e. Penguasaan materi
Seorang guru harus menguasai materi sebelum memulai atau mengawali pelajaran.
f. Penggunaan metode mengajar
Untuk mengajar seharusnya seorang guru mempunyai metode yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan kepada peserta didik.
g. Usaha memperjelas pembelajaran.
Guru dapat memperjelas pelajaran dengan memberikan latihan dan feedback yang stimulus pada siswa.
h. Teknik komunikasi
Seorang guru hendaknya berkomunikasi dengan siswanya secara baik.
i. Usaha menaggapi siswa
Seorang guru hendaknya menanggapi siswa secara bijak berdasarkan keterkaitan antar materi
j. Penggunaan waktu
Dalam menyampaikan pelajaran seharusnya guru dapat memenage waktu secara tepat.
k. Menutup pelajaran
Guru dapat menutup pelajaran hendaknya dengan memberikan penegasan tentang materi yang di ajarkan.
2. Pembuatan Satuan Pembelajaran atau RPP Yang Telah Dilakukan
Sebelum memulai tahun ajaran baru, seorang guru diwajibkan membuat program tahunan, program semester yang berupa rancangan waktu mengajar dalam satu tahun.Dan merupakan sarana untuk mengetahui alokasi waktu tiap-tiap pokok bahasan selama satu semester.
Sebelum para praktikan mengajar dikelas maka praktikan diwajibkan untuk berkonsultasi mengenai kegiatan belajar mengajar yang akan dilakukan. Tujuannya agar dalam proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancer dan praktikan tidak tampak kaku sehingga bisa menimbulkan kesan sebagai guru yang professional. Untuk itu diperlukan persiapan sebelum mengajar yang berupa desain pembelajaran.
Di bawah ini adalah langkah-langkah pembuatan RPP:
a. Praktikan meminta jadwal mengajar kepada guru pamong.
b. Konsultasi dengan guru pamong tentang materi bahan ajar.
c. Praktikan membuat RPP.
d. Praktikan mengkonsultasikan RPP yang telah dibuat dengan gurupamong.
e. Praktikan mengadakan revisi apabila diperlukan.
f. Praktikan meminta pengesahan dari guru pamong.
Adapun isi dari rencana pembelajaran adalah sebagai berikut:
a. Nama sekolah
b. Mata pelajaran
c. Kelas/ semester
d. Standar kompetensi
e. Kompetensi dasar
f. Indikator
g. Alokasi waktu
h. Tujuan pembelajaran
i. Materi pembelajaran
j. Metode pembelajaran
k. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
l. Alat dan sumber bahan
m. Penilaian
Sebelum para praktikan mengajar di kelas maka praktikan di wajibkan untuk berkonsultasi mengenai kegiatan belajar mengajar yang akan dilakukan. Tujuannya agar dalam proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.

B. Pelaksanaan Pembelajaran
1. Kegiatan praktek mengajar
Setelah program tahunan, program semester dan desain pengajaran dikonsultasikan dan direvisi oleh guru pamong, maka praktikan diberi kesempatan untuk mengajar di kelas.Sehingga praktikan diharapkan mampu menguasai materi ataupun mampu mengelola kelas dengan baik. Dan pada akhirnya suasana kelas menjadi tenang dan kondusif untuk kegiatan belajar mengajar sehingga siswa memperhatikan apa yang diajarkan oleh praktikan.
Pelaksanaan praktik mengajar adalah pelaksanaan mengajar seperti guru asli di depan kelas dan dihadapan siswa. Praktik mengajar dilakukan setelah memiliki persiapan yang matang untuk masuk kelas, sehingga pelaksaanaan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan terencana.Tetapi pelaksanaan mengajar harus dikonsultasikan terlebih dahulu dan setujui oleh guru pamong yang bersangkutan. Dalam hal ini untuk mengajar di kelas,praktikan mendapat jam ajar selama 2 x 45 menit dan dua kali pertemuan dalam seminggu.
Dalam kegiatan belajar mengajar, praktikan menyampaikan materi dengan metode ceramah, diskusi dan menggunakan pendekatan komunikatif, seperti pretes yang menyangkut materi minggu lalu untuk mengetahui pemahaman siswa tentang materi yang diajarkan, siswa diberi latihan untuk dikerjakan yang kemudian dibahas bersama. Dalam mengajar praktikan menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar, suara yang jelas dan keras agar dapat didengar oleh siswa.
Terhadap siswa yang kurang memperhatikan praktikan mendekati dan menegur siswa tersebut agar lebih memperhatikan pelajaran, namun bagi siswa yng sulit diatur praktikan memberi sanksi berupa tugas tambahan atau menjawab pertanyaan tentang materi yang sedang dibahas selain itu juga meminta siswa untuk duduk di bangku paling depan agar siswa lebih memperhatikan pelajaran yang disampaikan.
Adapun kegiatan praktikan selama mengajar:
• Ketepatan waktu dalam mengajar. Praktikan harus sudah ada di sekolah beberapa menit sebelum pelajaran dimulai dan praktikan mempersiapkan bahan ajar serta materi pendukung lainnya.
• Praktikan sebelum dan sesudah mengajar datang ke ruang guru terlebih dahulu agar ada kekeluargaan dengan bapak ibu guru.
• Hal-hal yang dilaksanakan sebelum mengajar. Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, praktikan memperhatikan suasana kelas. Apabila siswa sudah siap menerima pelajaran, maka praktikan dapat segera memulai pelajaran dengan salam dan berdoa bersama-sama kemudian mengabsen siswa.
• Tingkah laku siswa pada waktu diajar. Selama pelajaran siswa memperhatikan pelajaran yang disampaikan dan berusaha menjawab apabila diberi pertanyaan oleh praktikan. Siswa juga diberi waktu untuk memahami dan menanyakan hal yang belum jelas.
• Hal-hal yang dilakukan pada akhir pelajaraan. Praktikan menyimpulkan materi yang telah disampaikan dan mengecek kembali tingkat pemahaman siswa dengan sedikit latihan yang diberikan selama proses belajar hal ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana siswa menyerap pelajaran. Praktikan memberi pekerjaan rumah dan, kemudian praktikan menutup pelajaran dengan hamdallah.
Selama hasil yang dicapai seperti yang tercantum di atas praktikan juga mendapatkan mandat atau tugas mengajar dari guru pamong dengan bukti surat tugas mengajar yang ada pada lampiran.
2. Umpan balik dari pembimbing
3. Setelah praktikan mengajar di depan kelas dimana guru pamong ikut menunggu di belakang, kemudian guru pamong memberikan evaluasi kepada praktikan tentang yang diajarkan. Praktikan akan diberi tahu apabila ada yang salah dan kurang dalam pelaksanaan praktik mengajar dan akan diberi kritik dan saran oleh guru pamong sehingga pelaksanaan kegiatan mengajar pada pertemuan selanjutnya lebih baik dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar lebih lancar..
C. Pelaksanaan Praktik Persekolahan
Praktik persekolahan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dalam bidang administrasi persekolahan dan kegiatan kurikuler serta ekstrakurikuler. Pelaksanaan praktik persekolahan dimulai pada saat penyerahan praktikan di SMA Negeri Kartasura sampai penyusunan laporan ini. Berikut ini adalah kegiatan-kegiatan praktik persekolahan:

1. Penyerahan mahasiswa dilakukan di sekolah praktik (SMA Negeri 1 Kartasura)
Penyerahan mahasiswa PPL ke SMA Negeri 1 Kartasura dilaksanakan pada hari Rabu, 5 September 2012 pukul 09.00 WIB – selesai.Pada waktu penyerahan ini dilakukan pembagian guru pamong.Setelah itu mahasiswa praktik menemui guru pamong masing-masing dan membicarakan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan praktik.
2. Pembentukan Program dan Kepengurusan PPL
Pembentukan program PPL ini diadakan untuk memperlancar jalannya birokrasi yang berhubungan dengan kegiatan PPL di SMA Negeri 1 Kartasura. Pembentukan pengurus PPL dilaksanakan pada hari Kamis, 30 Agustus 2012 di gedungC.IV FKIP UMS setelah pembekalan PPL oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Drs. Sigit Haryanto, M.Hum. Dalam pelaksanaan pembentukan pengurus PPL didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).Fungsi dari kepengurusan ini adalah untuk mempermudah urusan peserta PPL baik kepada dosen pembimbing maupun kepada guru pamong serta kepala sekolah di SMA Negeri 1 Kartasura tersebut, sehingga penyelesaian suatu masalah atau urusan tidak langsung menghadap Kepala Sekolah atau Dosen Pembimbing, namun disampaikan kepada pengurus yang telah terbentuk tersebut, dan pengurus ini akan menyampaikan problem atau masalah yang ada kepada Kepala Sekolah atau Dosen Pembimbing.
Dengan demikian, segala urusan bisa berjalan dengan baik dan dapat dipecahkan bersama.Degan tujuan utama untuk menyatukan komando dan informasi dan masukan yang diperoleh pun akan sama untuk semua keseluruhan PPL.

Adapun susunan kepengurusan adalah sebagai berikut:
Ketua umum : Risma Ardiansyah .N(Bhs Inggris / A320090273)
Wakil ketua : Taofiq Muctharjo (PKN / A220090089)
Sekretaris 1 :YholandaA. (Bhs Inggris / A320090262)
Sekretaris 2 : Irnawati (Biologi / A420090041)
Bendahara1 : Atik Munawaroh (Matematika / A410090077)
Bendahara 2 : Choirotun Nisa (Akuntansi / A210090146)

Koordinator Jurusan:
Bahasa Inggris : Muh. Ikmal Mina (A320090286)
PBSID : Rofiq Almuqontirin (A310090167)
Matematika : Sadam Tri Sutanto (A410090072)
Biologi : Martanti Ari S (A420090038)
Akuntansi : Guruh Slamet Riyanto (A210090011)
PKN : Danang Irwanto (A220090047)
Anggota:
• Bahasa Inggris:
Nofy Rahmawati (A320090259)
Miftahul Jannah (A320090269)
Ghea Aprilia F (A320090303)
Indra Aji L M (A320090310)
• PBSID:
Puji Asnaningsih (A310090016)
Lia Mayasari (A310090023)
Mei Hastuti (A310090066)
Prima Kusuma Dewi (A310090011)
Kiki Ken Asih S (A310090142)
Antareja Wisnu W (A310090226)
• Matematika:
Dina Wahyu M (A410090055)
Nur Ita Fitriyani (A410090100)
• Biologi:
Geby Irianawati (A420090055)
Endri Rum R (A420090056)
Ruri Adhilah (A420090069)
• Akuntansi:
Irfan Widhiatmoko (A210090036)
Faqih Atmo Setiawan (A210090042)
Dian Meike Marthin (A210090145)
Risma Pramukti (A210090233)
Sri Rahayu (A210090234)
• PKN:
Dwi Lestari (A220090152)
Sholikah Wahyu O (A220090094)
Heni Rahayu Ningsih (A220090152)

3. Pembuatan Jadwal Piket
Jadwal piket ini berfungsi untuk membantu guru piket yang ada di SMA Negeri 1 Kartasura. Jadi tugas guru piket akan digantikan dengan anggota PPL.
a. Piket Kelas
Piket PPL betugas menggantikan guru ketika ada kelas yang kosong, ada juga yang piket diperpustakaan dan ruang kesiswaan.Selain itu, ada juga yang membantu tugas guru piket di SMA Negeri 1 Kartasura. Jadwal piket harian ini berfungsi untuk membantu guru piket yang lain, piket PPL mencatat atau merencanakan seluruh kegiatan yang ada pada hari peserta PPL tersebut tugas.
Piket PPL ini dibuat untuk hari Senin sampai Sabtu selama satu minggu dengan alokasi tempat piket adalah Ruang BP, Ruang TU, Perpustakaan, sehingga peserta PPL tidak harus datang setiap hari ke sekolah untuk bertugas, kecuali hari senin seluruh peserta PPL diwajibkan hadir di sekolahan untuk mengikuti upacara bendera.
Adapun susunan jadwal piket kelas adalah sebagai berikut:
JADWAL PIKET PPL
SENIN SELASA RABU
1. Mifta
2. Ghea
3. Novy
4. Risma A
5. Indra aji
6. Ikmal
7. Mei
8. Ria
9. Prima
10. Lia
11. Ruri
12. Endri 1. Kiki
2. Wisnu
3. Rofik
4. Ita
5. Atik
6. Sadam
7. Dina
8. Dwi
9. Yholanda 1. Risma P
2. Guruh
3. Irfan
4. Faqih
5. Sri R
6. Ruri
7. Endri
8. Gabby
9. Irna
10. Marta
11. Sholikah
12. Yholanda
13. Mifta
KAMIS JUM’AT SABTU
1. Nofy
2. Ghea
3. Risma A
4. Indra aji
5. Ikmal
6. Mei
7. Ria
8. Prima
9. Lia
10. Nisa
11. Taofiq
12. Gabby
13. Irna
14. Marta 1. Kiki
2. Wisnu
3. Rofiq
4. Ita
5. Sadam
6. Dina
7. Sholikah
8. Heni
9. Dwi
10. Danang
11. Dian 1. Taofiq
2. Dian
3. Risma P
4. Guruh
5. Irfan
6. Faqih
7. Nisa
8. Sri R
9. Heni
10. Danang
11. Atik

b. Piket Perpustakaan
Untuk kegiatan piket perpustakaan sendiri sama halnya dengan kegiatan piket kelas dan ekstra dimana supaya PPL mengetahui kegiatan selama di dalam perpustakan SMA Negeri 1 Kartasura dengan membantu petugas perpustakaan untuk mengatur buku dan membantu siswa-siswi yang sedang menggunakan fasilitas perpustakaan untuk mencari buku dan lainnya.
Adapun susunan jadwal piket perpustakaan sama dengan jadwal piket harian.

4. Observasi Proses Pembelajaran
Mengobservasi guru pada saat mengajar sangat penting bagi praktikan, karena dengan cara demikian, praktikan akan mendapat pengalaman yang sebelumnya tidak pernah diperoleh saat kuliah. Pada observasi guru ketika mengajar, praktikan dapat melihat secara langsung bagaimana seorang guru menggunakan strategi pembelajan di dalam kelas.
Adapun keseluruhan observasi tersebut adalah sebagai berikut:
No. Aspek yang diamati keterangan
1. Membuka pelajaran Salam, pertanyaan pelajaran kemarin.

5. Observasi Perilaku / Keadaan Siswa
Perilaku siswa di SMA Negeri 1 Kartasura terlihat lebih disiplin dan lebih tertata.Hal ini didukung oleh fasilitas sekolah, peraturan sekolah yang menuntut siswa berperilaku baik. Pagar tembok yang mengelilingi lingkungan sekolah dan pagar depan yang dibuat lebih kuat serta satpam yang menjaganya telah lebih cukup mampu menyurutkan niat siswa untuk membolos. Bahkan untuk izin keluar dari sekolah siswa harus membawa surat izin dari guru BP atau guru piket.
SMA Negeri 1 Kartasura dalam menerima siswa baru dilihat dari nilai hasil terakhir.Ternyata nilai yang tinggi tidak menjamin perilaku siswa lebih tertib dalam bersikap. Untuk kelas X siswa masih membawa perilaku SMP-nya, sehingga siswa dituntut untuk beradaptasi dengan system belajar di SMA Negeri 1 Kartasura ini. Perilaku siswa kelas XI lebih tertib dan lebih baik karena lebih berpengalaman dalam menghadapi pelajaran dan cara mereka bergaul dengan teman-temannya, sedangkan untuk kelas XII mereka terlihat serius dalam menghadapi pelajaran dan lebih mapan dalam bersikap.
SMA Negeri 1 Kartasura masuk pukul 07.00 WIB tepat, bagi siswa yang terlambat masuk sekolah dan mengikuti pelajaran harus membawa surat izin dari guru pembimbing dan guru jaga. Sanksi untuk mereka yang terlambat lebih dari tiga kali adalah pemanggilan orang tua ke sekolah.

6. Observasi Administrasi Sekolah
• Jumlah siswa tahun ajaran 2012/2013
Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah
X 117 238 355
XI IPA 65 117 182
XI IPS 71 118 189
XI BAHASA 3 11 14
XII IPA 57 142 199
XII IPS 87 103 190
XII BAHASA 5 15 20
Total 405 744 1149

• Jumlah guru tetap / tidak tetap tahun ajaran 2012/2013
Jumlah pegawai 91 orang
Yang sertifikasi 57 orang
Lulus sertifikasi belum AI 0 orang
Guru non sertifikasi 5 orang
Guru CPNS 2 orang
Pegawai non guru (TU) 15 orang, 4 orang PNS, 11 orang TTT
Guru GTT/WB 12 orang

• Jumlah karyawan / tenaga administrasi tahun ajaran 2012/2013
• Tata Usaha (Susunan Organisasi Kantor TU)
• Administrasi BP meliputi:
Daftar wali kelas, denah sekolah,daftar siswa rawan, daftar usia murid, sosiometri, catatan pembahasan kasus, surat pernyataan siswa, laporan orang tua, rekap absensi, surat terlambat, denah kerawanan siswa, surat panggilan, laporan kasus siswa, kartu absensi dan lain-lain.
• Administrasi Sekolah meliputi:
Buku induk, penerimaan beasiswa, data masyarakat sosial anak, pelajaran orang tua, peringkat akademik dan lain-lain.
• Ruang BP
Fasilitas di ruang BP memadai.Ruang ini berada pada tempat yang strategis.Tingkah laku siswa SMA Negeri 1 Kartasura baik dilingkungan kelas dan sekolah masih dapat dikatakan dalam batas kewajaran.
Strategi dalam menghadapi masalah yang dilakukan oleh BP antara lain:
a. Dari guru bidang studi
b. Dari wali kelas
c. Dari laporan teman sekolah
d. Dari orang tua murid
Langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah:
a. Jika masalah yang dihadapi menyangkut siswa, biasanya pelaksanaan bimbingan dilakukan didalam kelas pada jam pembinaan BP.
b. Peringatan lisan sebagai langkah awal bagi siswa yang melakukan kesalahan sebanyak tiga kali.
c. Peringatan tertulis kepada orang tua murid, bagi siswa yang ditegur sebanyak tiga kali belum juga berubah dan memperbaikinya, maka tindakan selanjutnya oleh pembimbing BP adalah dengan melibatkan orang dewasa.
Struktur Organisasi BK SMA N 1 Kartasura
Struktur Organisasi Bimbingan Konseling Sekolah:

Kewajiban dan tugas personil sekolah berkaitan dengan kegiatan BK berdasarkan struktur organisasinya:
1. Kepala Sekolah
Sebagai penanggung jawab kegiatan pendidikan di sekolah, tugas kepala sekolah antara lain:
a. Mengkoordinir seluruh kegiatan pendidikan yang meliputi kegiatan pengajaran pelatihan dan bimbingan di sekolah.
b. Menyediakan dan melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan dalam kegiatan bimbingan dan konseling.
c. Melakukan supervise terhadap pelaksanaan bimbingan konseling di sekolah.
d. Mengadakan kerjasama dengan instasi lain yang terkait dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling.
2. Wakil Kepala Sekolah
Wakil kepala sekolah membantu kepala sekolah dalam hal:
a. Mengkoordinasi pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling kepada semua personil sekolah.
b. Pelaksanaan kebijakan pimpinan sekolah terutama dalam pelaksanaan layanan bimbingan konseling.
3. Koordinator Guru Pembimbing
a. Mengkoordinasi semua guru pembimbing dalam:
1. Memasyarakatkan pelayanan bimbingan dan konseling
2. Menyusun program
3. Melaksanakan program
4. Mengadministrasikan kegiatan bimbingan dan konseling
5. Menilai program
6. Mengadakan tindak lanjut
b. Mengusulkan kepala sekolah dan mengusahakan terpenuhinya tenaga, srana dan prasarana.
c. Mempertanggung jawabkan pelaksanaan kegiatan bimbingan konseling kepada kepala sekolah.
4. Guru Pembimbing
a. Memasyaratkan dan merencanakan kegiatan bimbingan dan konseling.
b. Melaksanakan persiapan dan layanan kegiatan BK terhadap sejumlah siswa yang menjadi tanggung jawabnya minimal sebanyak 150 siswa
c. Menilai proses dan hasil kegiatan layanan bimbingan konseling serta menganalisa hasil penilaiannya.
5. Staf Administrasi / Tata Usaha
a. Membantu guru pembimbing dan coordinator dalam mengadministrasikan seluruh akegiatan bimbingan konseling di sekolah.
b. Membantu mempersiapkan seluruh sarana yang diperlukan dalam pelayanan bimbingan dan konseling.
6. Guru Mata Pelajaran
a. Bekerja sama dengan guru pembimbing mengidentifikasi siswa yang memerlukan bimbingan (observasi)
b. Mengadakan upaya tindak lanjut layanan bimbingan
c. Ikut serta dalam konferensi kasus serta membantu pengumpulan informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian layanan bimbingan.
7. Wali Kelas
a. Memberikan informasi tentang siswa di kelasnya untuk memperoleh pelayanan bimbingan dan konseling.
b. Menginformasikan kepada guru mata pelajaran tentang siswa yang perlu diperhatikan khusus.

7. Observasi Fasilitas Pembelajaran dan Pemanfaatannya
No Fasilitas Pemanfaatannya
1. Fasilitas Kelas
• Papan tulis
• Penggaris
• Kipas angin
• Speaker
• Almari
• Alat kebersihan
• Penghapus
• White board dan spidol
• Papan absen
• Meja dan kursi • Digunakan secara optimal dalam setiap pelajaran
• Diguanakan dalam pelajaran tertentu
• Berfungsi namun tidak diguanakan secara optimal
• Sebagai penyalur pengumuman
• Sebagai tempat absen, jurnal dan peralatan kelas
• Selalu digunakan setiap pagi membersihkan kelas
• Digunakan pada saat proses belajar mengajar
• Digunakan pada saat proses belajar mengajar
• Digunakan saat ada pengumuman dan mencatat murid yang tidak masuk
• Merupakan fasilitas pendukung pokok dalam pembelajaran
2 Fasilitas Laboratorium
• Laboratorium Fisika
• Laboratorium Biologi
• Laboratorium Kimia
• Laboratorium Bahasa
• Laboratorium Komputer • Digunakan untuk praktik Fisika dan pendukung dalam proses pembelajaran
• Digunakan untuk praktik Biologi, sehingga dapat memperjelas teori dan mendukung pelajaran
• Untuk menunjang praktik kimia sehingga dapat mendukung proses pembelajaran yang baik
• Untuk mendukung praktik pelajaran bahasa
• Untuk mendukung pelajaran TIK dan belajar dunia maya.
3 Ruang Kesenian Digunakan untuk praktik dalam pelajaran kesenian sehingga dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran
4 Kantin Dimanfaatkan secara maksimal oleh siswa sebagai tempat makan dan minum setelah olah raga ataupun pada waktu istirahat
5 Parkir guru, karyawan dan murid Pemanfaatannya sangat optimal
6 Gudang Untuk menyimpan barang yang sudah tidak terpakai lagi
7 Kamar mandi guru, karyawan dan murid Kondisinya baik sehingga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh guru, karyawan dan murid
8 Lapangan atau tempat olahraga Kondisinya baik sehingga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya
9 Perpustakaan Digunakan siswa untuk meminjam buku atau sekedar membaca untuk mengisi waktu istirahat, referensi bukunya cukup lengkap
10 Koperasi Berisi peralatan sekolah, buku dan makanan kecil, dan juga menyediakan peralatan pramuka bagi siswa
11 Mushola Digunakan untuk menunjang dan memfasilitasi siswa dalam menjalankan kewajiban agama Islam dan pusat peningkatan rohani siswa
12 Taman Keadaan cukup terawatt dan sering digunakan siswa untuk refreshing pada waktu istirahat sehingga member suasana nyaman

8. Observasi Pembelajaran di Kelas
Mengobservasi guru pada saat mengajar sangat penting bagi praktikan, karena dengan cara demikian, praktikan akan mendapat pengalaman yang sebelumnya tidak pernah diperoleh pada saat kuliah. Pada observasi guru ketika mengajar praktikan dapat melihat secara langsung bagaimana strategi guru dalam proses belajar mengajar. Dalam observasi pembelajaran di kelas dapat kami lihat dalam penyampaian materi, guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi yang diajarkan. Selain itu, guru bersikap tenang dan penuh wibawa, begitu juga dalam penyampaian materi pelajaran dapat di dengar oleh siswa yang ada di depan maupun yang di belakang. Sehingga dalam proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancer.
Dalam menjelaskan materi, guru menggunakan metode yang sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Dlam menyampaikan materi, pandangan guru terhadap siswa juga dilakukan secara menyeluruh dan siswa merasa diperhatikan.Sehingga guru mampu membangkitkan motivasi siswa untuk lebih bersemangat dalam belajar.
Dalam pemberian materi, guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk ikut mengerjakan soal-soal yang diberikan ataupun bertanya tentang materi yang dirasa belum jelas.Sehingga terjadi komunikasi yang harmonis antara guru dengan siswa.
Tugas guru bukan hanya mengajar siswa untuk menumbuhkan kecakapan siswa dalam berfikir, tetapi juga bertanggung jawab dalam penumbuhan sikap mental anak didik.Sehingga guru dapat memberikan nasehat yang berguna bagi siswa selain tugas utamanya yaitu memberikan materi pelajaran.
Dalam menyampaikan materi pelajaran guru dituntut untuk selalu menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta suara yang keras, sehingga dapat didengar oleh siswa. Adapun hasil observasi terbagi menjadi dua yaitu:
a. Kegiatan guru
1. Kegiatan awal / pendahuluan
• Guru mempersiapkan diri sebelum mengajar
• Guru datang tepat waktu
• Guru membuka pelajaran dengan salam
• Guru mengabsen kehadiran siswa
2. Kegiatan inti
• Guru mengulang tentang materi pelajaran pertemuan yang lalu.
• Guru melakukan tanya jawab dengan siswa tentang materi pelajaran.
• Guru menerangkan materi pembelajaran secara terperinci dan jelas.
3. Kegiatan akhir
• Guru memberikan kesimpulan dari materi yang telah dijelaskan.
• Guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa.
• Guru menutup pelajaran dan mengakhiri dengan salam.
b. Kegiatan siswa
Kegiatan siswa ada bermacam-macam, diantaranya adalah:
1) Siswa memulai pelajaran dengan berdoa.
2) Siswa menyimak penjelasan dari guru.
3) Siswa mencatat materi yang diberikan guru.
4) Siswa menjawab pertanyaan dari guru.
5) Siswa memperhatikan pelajaran yang disampaikan oleh guru

Untuk lebih jelasnya, selama di tempat praktek mengajar, praktikan melaksanakan kegiatan yang dilaksankan praktikan antara lain: (1) obervasi, (2) praktik mengajar, dan (3) piket harian.

1. Observasi
Pada awal dimulainya kegiatan PPL mahasiswa melakukan kegiatan obsevasi umum mengenai segala hal yang ada di lingkungan sekolah ataupun yang memiliki hubungan dengan lingkungan sekolah itu sendiri. Sedangkan observasi khusus adalah tantang cara atau metode yng digunkan oleh guru pamong masing-masing dalam mengajar. Yang masing-masing akan dijabarkan sebagai berikut:
a. Sejarah berdirinya SMA Negeri 1 Kartasura
SMA Negeri 1 Kartasura yang dahulunya bernama SMA Negeri Kartasura didirikan pada tahun 1978. Pada awalnya SMA Negeri Kartasura menggunakan gedung dari SD Negeri Ngabeyan 2 Kartasura yang pengelolaannya ditangani dari SMA Negeri 5 Surakarta yang pada saat itu Kepala Sekolah dijabat oleh Bp. Sugiyanto. Keputusan tersebut didasarkan oleh Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI no.0290/0/1978 tanggal 1 April 1978.Dasar penegerian SMA Negeri Kartasura berdasarkan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia no.0292/0/1978, tanggal 2 September 1978.
Pada saat ini SMA Negeri 1 Kartasura berlokasi di Jalan Solo-Yogya pada kilometer 11, tepatnya di Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo.Bertempat dilokasi yang sangat strategis, simpang tiga jalur Solo, Yogyakarta dan Semarang.
b. Program Penjurusan di SMA Negeri 1 Kartasura
Penjurusan di SMA Negeri 1 Kartasura terdiri dari tiga jurusan yaitu IPA, IPS dan Bahasa.
c. Kegiatan non mengajar atau ekstrakulikuler di SMA Negeri 1 Kartasura
SMA Negeri 1 Kartasura mempunyai beberapa kegiatan ekstra kulikuler, yaitu
d. Struktur organisasi Guru dan Staf Karyawan di SMA Negeri 1 Kartasura

e. Piket harian di SMA Negeri 1 Kartasura
Tugas-tugas guru piket:
1. Menyelesaikan urusan tamu terhadap koordinasi pihak terkait
2. Mengontrol dan membantu kegiatan KBM dikelas
3. Menyelesaikan admiinistrasi meliputi kehadiran dan keluar masuk siswa dan guru.

f. Perpustakaan
SMA Negeri 1 Kartasura mempunyai sebuah perpustakaan yang berada di lantai satu, tepatnya di belakang lapangan olah raga. Jika kita masuk ke dalam perpustakaan, kita akan langsung melihat ruang yang bersih dan rapi. Pertama masuk di depan pintu kita akan melihat koran – koran yang tertata rapi pula. Di samping pintu terdapat meja dan kursi untuk para pengunjung, selain itu perpustakaan juga di lengkapi dengan fasilitas berupa rak-rak kosong untuk menempatkan tas dan barang–barang para pengunjung. Untuk kepengurusan perpustakaan memiliki program kerja, struktur organisasi, tata tertib perpustakaan, panduan meminjam buku, jadwal peminjaman dan pengembalian buku perpustakaan dan lain-lain.Semua itu dimaksudkan agar perpustakaan terkesan menarik dan menambah minat siswa untuk mengunjungi perpustakaan.
Cara–cara meminjam buku di SMA Negeri 1 Kartasura dapat dilakukakan secara individu ataupun berkelompok atau perkelas untuk meminjam buku pelajaran untuk menunjang aktifitas KBM. Siswa dapat datang kapanpun mereka bisa, selama tidak mengganggu kegiatan KBM.
g. Gedung

Gedung yang di miliki oleh SMA Negeri 1 Kartasura cukup memadai dan layak sekali untuk di pergunakan walaupun ada sebagian gedung yang mempunyai fungsi ganda selain dipakai untuk kegiatan kesenian, olah raga, juga sebagai aula pertemuan.

h. Ruang Guru

Berada di tempat yang strategis, cukup luas, rapi, pecahayaan bagus dan memiliki fasilitas yang cukup memadai.

i. Ruang Kepala Sekolah

Ruang kepala sekolah berada didepan ruang TU, bersih, nyaman dan fasilitas yang ada di dalamnya cukup memadai.

j. Ruang TU

Terdapat 2 ruang TU, yang pertama terletak didepan ruang kepala sekolah serta bersebelahan dengan ruang guru sehingga posisinya sangat strategis.Dan yang kedua terletak disamping ruang BP.

k. Ruang Kelas

SMA Negeri 1 Kartasura memiliki 32 ruang kelas yang di gunakan untuk kegiatan KBM yaitu 10 ruang kelas X, 11 ruang untuk kelas XI, dan 11 ruang untuk kelas XII. Masing–masing kelas memiliki fasilitas yang cukup memadai dan lengkap guna kelancaran kegiatan belajar mengajar.Di antara fasilitas–fasilitas tersebut adalah kipas angin, meja, kursi, white board, spidol, penghapus, almari, buku absensi, papan visi dan misi, tata tertib, kalender, lampu, jam dinding serta sapu dan kemoceng untuk membersihkan ruangan kelas tersebut. Kondisi kelas ditata dengan rapi terdapat hiasan-hiasan hasil karya siswa seperti kata-kata motivasi, gambar pahlawan, dan jadwal piket yang dibuat dengan indah. Kondisi siswa selama KBM berlangsung tertib, tenang, dan baik.

l. Ruang Olahraga
Ruang olahraga di SMA Negeri 1 Kartasura di gunakan untuk menyimpan peralatan olahraga, karena kegiatan olahraga dilakukakan di halaman sekolah yang berfungsi juga sebagai lapangan olahraga. Ruang olahraga antara lain; lapangan bulu tangkis yang berada didalam aula, lapangan basket dan lapangan sepak bola.

m. Ruang OSIS

Ruang OSIS digunakan untuk mengadakan rapat OSIS.Dan di dalamnya terdapat meja kursi untuk rapat ,3 buah bendera yaitu bendera OSIS, bendera sekolah, dan bendera Pramuka. Dinding Ruangan ini di hiasi dengan berbagai bingkai berisikan tata tertib sekolah.

n. Ruang Koperasi siswa

Ruang koperasi siswa terletak di bagian tengah sekolah tepatnya di belakang ruang guru, dan mudah di jangkau oleh warga sekolah SMA Negeri 1 Kartasura.Koperasi ini menjual berbagai peralatan dan perlengkapan sekolah serta beberapa bahan sembako. Koperasi ini memiliki ruangan yang cukup luas dan memadai.

o. Mushola

Mushola berada dibelakang aula sekolah di sebelah utara parker guru.Setiap hari jumat, mushola ini digunakan sebagian murid dan guru untuk sholat jumat. Adapun jadwal murid yang mendapat giliran sholat jumat diatur secara tertib, dan ini merupakan kegiatan yang harus di ikuti.

p. Halaman

Halaman sekolah yang cukup luas, dan dikelilingi dengan gedung–gedung kelas dan kantor serta terdapat beberapa pohon yang rindang, halaman sekolah tersebut berfungsi sebagai tempat olahraga dan upacara bagi murid–murid.Sekolah juga mempunyai semboyan yaitu “Bersih itu Sehat, Rapi itu Indah”.

q. Pagar

Pagar yang cukup tinggi sehingga bisa menjaga keamanan sekolah dan terdapat pos satpam. Gerbang masuk dijaga satpam sehingga tata tertib, keamanan sekolah selalu terjaga.

r. Tempat parkir

Terdapat 2 tempat parkir yang terdiri dari tempat parkir guru yang terletak disamping musholla, dan tempat parker siswa yang terletak di samping sekolah dan kantin.
s. Kantin
Terdapat 4 kantin di lingkungan sekolah yang menjual berbagai macam makanan ringan, ataupun makanan berat yang sangat enak, maknyus, ladzidz dan murah sekali sesuai dengan kantong pelajar.

2. Praktik mengajar

Proses kegiatan mengajar dapat terlaksana dengan baik yang mana mahasiswa praktikan melakukan beberapa kali praktek mengajar dan ujian. Dari praktek mengajar tersebut maka mahasiswa praktikan dapat memperoleh pengalaman dan metode-metode yang mungkin belum pernah di ajarkan di bangku kuliah, tentang bagaimana mengkondisikan siswa agar tertarik dan mau memperhatikan pelajaran yang diajarkan.Satu hal yang dapat di simpulkan adalah sangat di perlukan kesabaran ekstra untuk mengkondisikan siswa dalam satu kelas.

3. Piket harian

Sistem yang digunakan dalam pengambilan jadwal piket mahasiswa PPL adalah dengan cara membagi menjadi beberapa kelompok yaitu senin, selasa, rabu, kamis, juma’t dan sabtu. Kriteria pembagian yaitu dengan cara mahasiswa PPL di minta menentukan sendiri hari di mana hari bukanlah hari yang terdapat jam perkuliahan, rata – rata mahasiswa PPL dapat jatah jam mengajar 2 atau 3 kali dalam satu minggu, selain mengajar juga ada tugas piket untuk mengisi jam-jam kosong jika guru pengampu mata pelajaran tesebut sedang berhalangan untuk datang.
Adapun tugas piket harian mahasiswa PPL adalah sebagai berikut :
• Datang maksimal pukul 07.00 WIB
• Salam dengan murid di depan gerbang bersama guru piket
• Membantu mengkondisikan parkir siswa
• Mengisi transkrip nilai siswa
• Membantu mengerjakan administrasi sekolah
• Mengisi jam pelajaran kosong apabila guru bersangkutan tidak hadir
• Melaksanakan pekerjaan yang di tugaskan dengan baik dan senang hati

D. Keterkaitan Program dan Pelaksanaanya
1. Analisis Keterkaitan Program dan Pelaksanaannya
Pada dasarnya semua program yang telah kami rencanakan baik dalam bentuk individu maupun kelompok dapat terlaksana, tetapi belum dapat dikatakan berhasil.Disamping adanya kebocoran di setiap agenda kegiatan, kurangnya pengalaman ataupun bimbingan, bahkan wakti yang tersedia, maka tidak semua rencana PPL dapat terlaksana.Inti dari PPL adalah kemandirian dan membuat praktikan lebih aktif. Dan benar apa kata pepatah, “tak ada gading yang tak retak” dimana tak ada satu kegiatan yang dapat dilakukan dengan sempurna. Itulah hasil analisa kami, tetapi kami berharap nantinya kegiatan PPL pada tahun-tahun mendatang akan lebih baik dari ini.
2. Hambatan-hambatan dalam Pelaksanaan PPL
Hambatan-hambatan yang kami alami selama pelaksanaan PPL adalah sebagai berikut:
a. Kurangnya koordinasi antar DPL dengan mahasiswa / praktikan.
b. Masih adanya ego pribadi yang terlihat dalam diri sebagian praktikan.
c. Kurangnya koordinasi antara mahasiswa PPL itu sendiri.
d. Sering dijadikannya alasan kuliah yang tidak bisa ditinggalkan sehingga kewajiban disekolah tidak dijalankan dengan semestinya.
e. Kurang kepercayaan diri dalam menghadapi siswa pada saat mengajar.
f. Kurangnya persiapan praktikan dalam materi yang akan diajarkan pada saat mengajar.
g. Praktikan masih ragu untuk menampilkan diri sebagai sosok pendidik
h. Siswa masih sulit diatur oleh praktikan
i. Fasilitas sekolah yang terbatas
j. Jadwal mengajar berbenturan dengan jadwal kuliah kampus
k. Ketepatan dalam menggunakan metode pembelajaran

3. Usaha Mengatasi Hambatan-hambatan
Usaha-usaha untuk mengatasi ataupun mengurangi hambatan yang terjadi adalah sebagai berikut:
a. Sering mengadakan koordinasi internal yang menghasilkan kesepakatan yang pada akhirnya akan disosialisasikan kepada mahasiswa PPL yang tidak mengikuti koordinasi.
b. Menanggalkan ego pribadi masing-masing praktikan, sehingga citra UMS di sekolah tempat praktikan mengajar tetap terjaga baik.
c. Persiapan sebaik mungkin sebelum praktek mengajar sehingga timbul rasa percaya diri pada saat praktek mengajar di kelas.
d. Berpenampilan yang meyakinkan dan penuh percaya diri sebagai seorang pendidik.
e. Praktikan harus memahami dan mengetahui psikologi perkembangan remaja sehingga memudahkan praktiakn dalam memahami peserta didik dan megetahui cara terbaik dalam mengatasi kenakalan remaja.
f. Menggunakan fasilitas sekolah yang tersedia secara maksimal.
g. Praktikan menggunakan kendaraan pribadi menuju sekolah dan untuk praktikan yang tidak mempunyai motor berbocengan dengan rekan praktikan yang lain.
h. Praktikan berkonsultasi dengan guru pamong untuk mencari solusi terbaik mengenai waktu mengajar yang sesuai dengan jadwal kuliah.
i. Dalam memilih metode pembelajaran, praktikan harus mempertimbangkan materi yang akan disampaikan dengan kondisi siswa di kelas

BAB III
PENUTUP

Syukur Alhamdulillah atas kehadhirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta hidahnya-Nya, sehingga kami dapat menyusun dan menyelesaikan laporan ini sebagai tugas dari kegiatan PPL yang kami laksanakan di SMA Negeri 1 Kartasura.Kegiatan PPL bertujuan untuk membentuk guru yang profesional yang meliputi empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial.Dengan standar kompetensi tersebut diharapkan mahasiswa mampu mengimplementasikan dalam pelaksanaan pembelajaran.Dari kegiatan PPL ini, mahasiswa memperoleh pengalaman pertamanya mengajar dan belajar menjadi seorang guru yang professional.

Selama kurang lebih tiga bulan menjdai bagian dari keluarga besar SMA Negeri 1 Kartasura, banyak pengalaman yang kami dapatkan disini yang tidak mungkin kami dapatkan dalam masa perkuliahan di universitas.Tentunya, teori yang kami dapatkan pada saat kuliah, telah kami praktekkan dalam kegiatan sesungguhnya dilapangan yaitu kegiatan PPL di SMA Negeri 1 Kartasura.SMA Negeri 1 Kartasura merupakan sekolah yang telah ditunjuk dalam rangka kerjasama program PPL bagi praktikan dari FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta.

A. Kesimpulan
Dari kegiatan kami selama kuarng lebih tiga bulan, kami sampaikan beberapa hal yang menjadi kesimpulan, yaitu:
1. SMA Negeri 1 Kartasura memiliki sarana dan prasarana yang sudah memenuhi persyaratan sebagai lembaga pendidikan yang dapat diandalkan kemampuannya dan tidak diragukan dalam pencapaian prestasinya.
2.
3. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar telah sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
4. Kegiatan administrasi sekolah berjalan dengan lancer sehingga membantu kelancaran proses belajar mengajar.
5. Kegiatan ekstrakulikuler yang betul-betul mampu mengembangkan bakat dan keahlian siswa SMA Negeri 1 Kartasura.
6. Berorientasikan pada IMTAQ dan IPTEK sesuai dengan visi dan misi dari SMA Negeri 1 Kartasura.

B. Saran
Dengan melihat serta memperhatikan saran dan fenomena yang ada saat pelaksanaan kegiatan PPL di SMA Negeri 1 Kartasura, ada beberapa saran yang berkaitan dengan kegiatan tersebut, antara lain sebagai berikut:
1. Kepada DPL (Dosen Pembimbing Lapangan)
a. Agar lebih sering mengadakan koordinasi dengan pihak sekolah dan mahasiswa PPL.
b. Sebelum melaksanakan kegiatan PPL, agar lebih banyak memberikan gambaran ataupun kegiatan yang berkaitan tentang pelaksanaan PPL.
c. Lebih sering memberikan motivasi dan bimbingan kepada mahasiswa.

2. Kepada Mahasiswa PPL
a. Lebih sering mengadakan koordinasi terhadap sesame praktikan.
b. Untuk tidak mengutamakan ego pribadi demi kelancaran kegiatan dan demi tercapainya tujuan bersama.
c. Lebih bertanggung jawab dalam mengemban amanah.
d. Bila memang berhalangan hadir, setidaknya memberikan keterangan yang jelas, dll.

3. Kepada Pihak Sekolah
a. Dewan guru pamong agar lebih berkoordinasi dan bekerjasama bahkan memberikan motivasi dan semangat kepada mahasiswa PPL.
b. Dewan guru pamong agar lebih sering mengontrol praktikan pada saat mengajar.
c. Dewan guru pamong diharapkan untuk memberikan keleluasan bagi praktikan pada saat kegiatan belajar mengajar.

artikel lainnya operating system

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Friday 20 June 2014 | blog

Kami BUPEKO percaya, dengan ketulusan hati untuk membantu anda memecahkan solusi usaha anda khususnya pada bidang…

Thursday 15 October 2015 | blog

KERJA DAN TRANSMIGRASI RI DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS BALAI BESAR LATIHAN KERJA INDUSTRI SURAKARTA…

Thursday 3 January 2013 | blog

Movie ini saya ambil dari youtube, memang mengesankan fil ini, berkali kali nonton tidak kunjung Bosen.…

Thursday 30 October 2014 | blog

1. Atrium Office.     General Manager   No P I C Things to do on…