Menu

Modul design grafis outline contoh

Aug
25
2014
by : 1. Posted in : blog

MODUL KURSUS

DESAIN GRAFIS

Penyusun : Laboratorium
Pengembangan Pengolahan Citra

Lembaga Pengembangan Teknologi Industri
UNIVERSITAS GUNADARMA
2006

Kata Pengantar

Alhamdulillah, akhirnya modul ini dapat kami selesaikan. Modul dibuat untuk referensi dari kursus Desain Grafis. Kursus diselenggarakan untuk melengkapi kegiatan yang dilaksanakan oleh Laboratorium Pengembangan Pengolahan Citra.
Melalui modul ini bersamaan kursus yang diikuti, semoga peserta kursus dapat melakukan desain grafis menggunakan komputer.
Terimakasih kepada Ibu Sulist yo sebagai Ketua Lab Pengolahan Citra yang membimbing dalam pembuatan modul, terimakasih kepada Laboratorium Pengembangan Multimedia, khususnya Pak Budi yang telah banyak memberikan masukan.

Wassalam

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………. i DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………… ii BAB 1. PENDAHULUAN ……………………………………………………………… 1-1

BAB 2. DESAIN LOGO DENGAN COREL DRAW …………………………. 2-1

BAB 3. DESAIN POSTER ……………………………………………………………… 3-1

BAB 4. DESAIN KALENDER ……………………………………………………….. 4-1

BAB 5. DESAIN UMUM EDITORIAL DAN UNDANGAN ……………….. 5-1

BAB 6. DESAIN KARTU NAMA DAN PAMFLET ………………………….. 6-1

BAB 7. DESAIN ANIMASI ……………………………………………………………. 7-1

BAB 8. DESAIN WEB ………………………………………………………………….. 8-1

DAFTAR PUSTAKA

Bab 1

Pendahuluan

Desain Grafis

Desain grafis adalah salah satu bentuk komunikasi visual, berupa pemilihan, kreasi, dan penyusunan “sesuatu” pada suatu permukaan untuk mengkomunikasikan suatu pesan. “Sesuatu” tersebut dapat berupa bentuk huruf (tipografi), ilustrasi atau fotografi. (Wikipedia).
Desain grafis merupakan karya kreatif dalam banyak media, seperti media cetak, media digital, film, animasi, desain produk, pengepakan, dan tanda-tanda informasi.
Komputer grafis merupakan alat yang banyak digunakan untuk membuat pekerjaan desain. Kemampuannya sebagai alat bantu untuk membuat animasi dan multimedia, menjadikan cakupan desain grafis menjadi semakin luas.

Proses Desain

Untuk menjadi desainer yang efektif menggunakan komputer grafis, desainer harus memulainya dengan melakukan banyak hal yang tidak dikerjakan di komputer. Hal yang biasanya dikerjakan tersebut adalah:
• berfikir
• menganalisa apa yang harus dikerjakan
• diskusi dengan klien atau pelanggan
• dan membuat rencana diatas kertas
Dan hal ini dapat memakan waktu jauh lebih lama dibandingkan tahap pengerjaan di komputer.
Semua proyek desain melalui dua tahap:
1. definisikan masalah
2. penentuan solusi
Sebelum tahap pertama selesai, sebaiknya jangan mulai ke tahap kedua.

Pendefinisian Masalah

Aspek utama dalam mendefinisikan masalah adalah fungsi apa yang diinginkan dari produk grafis tersebut. Apakah untuk memasarkan produk, atau untuk mempromosikan sesuatu atau seseorang atau organisasi, atau untuk menginformasikan pelayanan baru?

Solusi

Setelah mengetahui permasalahannya, maka diperlukan cara atau metoda untuk memecahkan permasalahan. Beberapa metode yang erat kaitannya dengan pekerjaan grafis adalah grid, analisis kontekstual, blackbox, dan empiris.

Grid, pada umumnya digunakan pada tahapan layouting, yaitu membagi bidang kerja menjadi berpola kotak-kotak kecil. Pola ini digunakan untuk membantu penempatan elemen-elemen desain (bidang dan warna) secara cepat dan tepat hingga membentuk pola tertentu.

Analisis kontekstual adalah metode yang mencoba merespon keadaan yang ada untuk mendapat kesan yang diharapkan. Contoh, jika latar belakang berwarna gelap maka responnya adalah elemen pada latar depan harus berwarna terang.

Blackbox, adalah metode yang tidak terstruktur. Desain didasarkan pada hasil pemikiran atau “imajinasi” desainer. Biasanya digunakan untuk mengatasi kejenuhan desain atas pola yang dibentuk berdasarkan konsep yang tegas.

Empiris adalah desain yang dihasilkan dari apa yang sudah dialami. Termasuk meniru kejadian alam.

Cakupan Modul

Media yang akan dibahas pada modul ini adalah media cetak berupa brosur, kalender, majalah, kartu nama, dan undangan; dan media digital dalam bentuk situs web. Desain grafis dalam bentuk lainnya tidak dibahas pada modul ini.
Modul ini membahas tentang bagaimana membuat desain menggunakan komputer grafis. Perangkat lunak yang digunakan dalam latihan adalah perangkat lunak yang banyak digunakan saat ini, yaitu: Adobe Photoshop, CorelDraw, GIMP, dan Macromedia DreamWeaver. Pembelajaran dengan modul ini lebih menekankan pada bagaimana cara menggunakan perangkat lunak tersebut untuk mendesain. Pembahasan tentang desain itu sendiri hanya terbatas pada pengenalan dasar-dasar desain.
Latihan penggunaan perangkat lunak diberikan perkasus bahasan.

Sistematika Modul

Modul dibagi dalam beberapa bab. Bab 1 adalah pendahuluan ini. Selanjutnya adalah bab-bab latihan. Bab 2 adalah Desain Logo menggunakan Corel Draw. Bab 3 adalah Desain Brosur dengan GIMP. Bab 4 dan 5, masing-masing adalah Desain Kalender dan Editorial menggunakan Photoshop. Bab 6 adalah Desain Umum yang membahas bagaimana membuat Kartu Nama dan Undangan menggunakan perangkat lunak yang telah dikenalkan sebelumnya di bab-bab terdahulu. Terakhir adalah Bab 7 membahas bagaimana mendesain web menggunakan Macromedia Dreaweaver.

Bab 2
LOGO dengan CorelDRAW X3

Oleh

I Gusti Ayu Ades P.
Kurnia Ari W.

Logo adalah identitas sebuah produk. Dengan logo ini, produk dapat diidentifikasi. Bahkan produk tertentu dipasarkan dengan logonya, dan konsumen mengerti produk apa itu. Melalui sentuhan, bentuk, serta warna yang khas dan sederhana, sebuah logo dan produk dapat menumbuhkan keterikatan emosional konsumen. Bab ini akan membahas pembuatan Logo dengan menggunakan CorelDRAW X3.

Corel Draw X3
CorelDraw X3 adalah rilis terbaru program ilustrasi grafis berbasis vektor dari perusahaan pengembang software terkemuka Corel Corporation
(http://www.corel.com) yang berbasis di Ottawa, Kanada. Dibandingkan program ilistrasi lainnya, seperti Adobe Illustrator dan Macromedia Freehand, CorelDraw mempunyai keunggulan karena kemudahan penggunaannya, interface yang user- friendly dan juga kelengkapan fasilitas dan fitur yang bisa digunakan.
Format File hasil desain dengan CorelDraw X3 adalah [.CRD]. CRD adalah singkatan dari CorelDraw Document. Yang harus anda ingat adalah, format file senantiasa terasosiasi dengan versi program yang bersangkutan, sehinnga saat menyimpan file dengan CorelDraw X3, maka formatnya hanya kompatibel dengan versi CorelDraw X3. Anda tidak akan bisa membuka file yang disimpan pada versi CorelDraw X3 menggunakan program CorelDraw versi sebelumnya. Namun jika anda memiliki file yang dibuat dengan versi CorelDraw sebelumnya, anda tetap bisa membukanya dengan CorelDraw X3.

Area Kerja CorelDraw X3
Pada dasarnya area kerja CorelDraw X3 dengan CorelDraw 11 ata 12 tidak jauh berbeda. Area kerja CorelDraw X3 tidak mengalami perubahan secara radikal

dari versi-versi sebelumnya. Berikut ini anda akan mengenal lebih jauh tampilan CorelDraw X3 informasi ini sangat bermanfaat bagi anda yang baru mengenal CorelDraw apalagi langsung pada seri X3 ini.

Gambar 2.1 Tampilan awal CorelCraw X3

Title Bar

Menu Bar

Toolbar Property Bar

Color
Pallette

Ruler

Toolbox

Drawing
Window

Drawing
Page

Fasilitas Docker
Transformation

Document
Navigator

Status Bar

Gambar2.2 Area Kerja CorelDraw X3

Gambar 2.3 Property bar pada mode No Selection

Gambar2.4 Property bar edir curve

Gambar 2.5 Property Bar ZoomTool

Gambar 2.6 Propety bar editing text

Gambar 2.7 Property bar interactive Fountain Transparency

Tabel 2.1 Bagian utama dalam interface CorelDraw X3

ISTILAH PENJELASAN

Title Bar Bagian yang letaknya paling atas di jendela program CorelDraw X3. Bagian ini berisi keterangan nama file yang sedang aktif dan lokasi penyimpanannya di komputer.
Menu Bar Bagian yang berisi kumpulan menu-menu perintah yang bisa diakses melalui drop down menu berdasarkan kesaman fungsi dan penggunaan. Misalnya, semua menu perintah pengeditan bisa ditemukan di menu edit.
Toolbar Kumpulan perintah yang paling sering digunakan dalam bentuk ikon untuk memudahkan penggguna dalam mengaksesnya. Perintah-perintah yang ada dalam Menu bar, seperti New, Open, Save dan sebagainya.
Property Bar Bagian yang menampilkan property dari tool atau perintah tertentu yang sedang digunakan. Propety bar memudahkan anda dalam menggunakan tool dan perintah karena memberi kesempatan bagi anda mengatur parameter dari tool dan perintah yang bersangkutan

Toolbox
(kotak tool)

Kumpulan tool-tool yang digunakan untuk membuat dan mengedit objek- objek vector. Misalnya Rectangle tool berfungsi untuk mebuat objek kotak atau persegi panjang. Fill tool yang berguna untuk mengisi area objek dengan warna tertentu.

Color Pallete Kumpulan warna-warna yang bisa digunakan. Secara default CorelDraw X3 menggunakan color pallete CMYK. CMYK adalah mode warna yang umum digunakan untuk kepentingan cetak. Semua warna dibuat dengan menggabungkan 4 komponen warna dasar, yaitu cyan, Magenta, Yellow, dan Black. Tetapi anda dapat mengganti mode warna yang diinginkan dengan mode warna lain, seperti mode RGB (red, green, blue) yang umum digunakan untuk kepentingan desktop dan web publishing.
Docker Fasilitas penunjang yang ditawarkan CorelDraw X3 guna membantu anda melakukan pengeditan dan manipulasi objek-objek yang ada di kanvas kerja. Docker secara default terletak di sebelah kiri Color pallete dan bisa ditampilkan atau disembunyikan berdasarkan kebutuhan anda.

Drawing Page
(kanvas)

Drawing
Window

Tempat membuat ilustrasi. Ukuran kanvas bisa beragam tergantung yang anda inginkan, dengan menggunakan preset ukuran yang ada, seperti Letter, Legal, A4 dan sebagainya di Property Bar.
Area diluar kanvas yang juga bisa digunakan untuk membuat ilustrasi. Namun, sebagai mana yang telah disebutkan sebelumnya, hanya objek yang ada dalam area kanvas saja yang bisa dicetak.

Status Bar Fasilitas dibagian bawah jendela program yang menunjukkan keterangan mengenai atriut objek yang sedang aktif. Pada status bar ini anda bisa menemukan informasi dimensi, posisi warna isi, dan warna outline serta beragam atribut lainnya.

Document
Navigator

Fasilitas yang menunjukkan dokumen yang sedang aktif. CorelDraw X3
memungkinkan anda mempunyai lebih dari satu halaman dokumen dalam

file yang sama.

Tabel 2.2 Penjelasan tool-tool pada Toolbox

Pick Tool Digunakan untuk memilih objek, mengubah ukuran, memiringkan ataupun memutar objek
Shape Tool Digunakan untuk mengedit bentuk objek
Smudge Brush Digunakan untuk efek distorsi pada objek vektor
Roughen Brush Digunakan untuk membuat efek distorsi pada outline dari objek vektor
Free Transform Tool Digunakan untuk mengubah bentuk objek

Crop Tool Digunakan untuk memotong objek yang dikehendaki
Knife Tool Digunakan untuk memotong objek

Eraser Tool Digunakan untuk menghapus area objek yang telah dibuat

Virtual segment
Delete

Digunakan untuk menghapus objek dengan menseleksi tepi objek

Zoom Tool Digunakan untuk membesarkan atau mengecilkan tampilan objek
Hand Tool Digunakan untuk menggeser halaman dokumen dan pasteboardnya
Freehand Tool Digunakan untuk membuat garis tunggal dan kurva.

Bezier Tool Digunakan untuk membuat kurva
Artistic Media Tool Digunakan untuk menyediakan media brush, sprayer, Caligraphic dan presure Tool
Pen Tool Digunakan untuk membuat kurva
Polyline Tool Digunakan untuk membuat garis tunggal dan kurva dalam mode tampilan
3 Point Curve Tool Digunakan untuk membuat kurva dengan menentukan titik awal, titik akhir dan titik tengah

Interactive Connector
Tool

Digunakan untuk menggabungkan 2 objek dengan sebuah garis

Dimension Tool Digunakan untuk menggambar dimensi garis

Smart Fill Tool Digunakan untuk mewarnai objek
Smart Drawing Tool Digunakan untuk menggambar objek sesuai dengan keinginan

Rectangle Tool Digunakan untuk menggambar bentuk kotak persegi empat

3 Point Rectangle
Tool

Digunakan untuk menggambar bentuk kotak persegi empat dengan menentukan baseline terlebih dahulu

Ellipse Tool Digunakan untuk menggambar bentuk ellips dan lingkaran
3 Point Ellipse Tool Digunakan untuk menggambar bentuk ellipse dan lingkaran dengan menentukan baseline terlebih dahulu
Polygon Tool Digunakan untuk menggambar bentuk segi banyak

Star Shapes Digunakan untuk membuat bentuk bintang
Complex Star Tool Digunakan untuk membuat bentuk bintang yang complex
Grap Paper Tool Digunakan untuk menggambar garis-garis grid
Spiral Tool Digunakan untuk menggambar spiral
Basic Shapes Digunakan untuk membuat berbagai macam bentuk yang umum, misalnya segitiga, jajaran genjang, hati, belah ketupat, dll
Arrow Shape Digunakan untuk membuat bentuk panah dan penunjuk arah

Flowchart Shapes Digunakan untuk membuat simbol-simbol Flowchart
Banner Shapes Digunakan untuk membuat simbol-simbol yang menyerupai pita atau dapat digunakan untuk membuat gambar ledakan
Callout Shapes Digunakan untuk membuat bentuk kotak dialog dan label
Text Tool Digunakan untuk membuat teks

Interactive Blend
Tool
Interactive Contour
Tool
Interactive Distortion
Tool
Interactive Envelope
Tool
Interactive Extrude
Tool
Interactive Drop shadow Tool
Interactive
Tranparency Tool

Digunakan untuk mencampur 2 objek

Digunakan untuk membuat kontur pada objek

Digunakan untuk membuat efek distorsi pada objek

Digunakan untuk membuat efek distorsi pada objek dengan men-drag titik-titik pada envelope
Digunakan untuk membuat ilusi kedalaman sebuah objek

Digunakan untuk membuat bayangan pada sebuah objek

Digunakan untuk membuat efek transparan pada objek

Eyedropper Tool Digunakan untuk memilih pengisi dari objek yang tengah tampil
Paintbucket Tool Digunakan untuk memilih pengisi dari objek yang tengah tampil setelah proses dari Eyedropper
Outline Pen Dialog Digunakan untuk menentukan format outline

Outline Color Dialog Digunakan untuk menentukan warna dari outline

No Outline Digunakan untuk menghilangkan outline pada objek
Hairline Outline Digunakan untuk membuat outline tipis pada objek secar otomatis
Point outline Pada gambar ini terdapat 6 buah garis yang digunakan untuk membuat ketebalan outline ½, 1, 2, 8, 16, dan 24 point secara otomatis

Color Docker
Window

Digunakan untuk mengatur warna

Color Dialog Digunakan untuk memunculkan kotak dialog color
Fountain Fill Dialog Digunakan untuk memunculkan kotak dialog Fountain Fill
Pattern Fill Dialog Digunakan untuk memunculkan kotak dialog Pattern Fill
Texture Fill Dialog Digunakan untuk memunculkan kotak dialog Texture Fill

Post Script Fill
Dialog

Digunakan untuk memunculkan kotak dialog Post script Fill

Thank you for trying SolidConverter PDF.
The trial version of this product only converts 10% of your document, with a 10 page maximum.
For this conversion, SolidConverter PDF converted 10 of 130 pages.
Please register SolidConverter PDF at http://www.solidpdf.com/buy.htm to remove this restriction.

artikel lainnya Modul design grafis outline contoh

Tuesday 14 April 2015 | blog

  MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI            …

Monday 23 February 2015 | blog

    MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER DAN SISTEM ADMINISTRASI  …

Sunday 21 December 2014 | blog

  MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SUB SEKTOR METODOLOGI PELATIHAN KERJA     MENGEVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PELATIHAN…

Sunday 11 October 2015 | blog

Quotation by fax pt. Tecma mitratama advertindo fax. 62.271 – 625647 q / no : 0063/tec/m7/med/iii/06…