Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Model penilaian SMA 1 Indonesia

Aug
25
2014
by : Bupeko. Posted in : blog

KATA PENGANTAR

Kurikulum 2013 dilaksanakan secara bertahap mulai tahun pelajaran 2013-2014. Pada tahun pelajaran ini untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) Kurikulum 2013 dilaksanakan di 1270 sekolah pada kelas X untuk semua mata pelajaran. Pelaksanaan kurikulum seharusnya dilengkapi dengan buku acuan semua mata pelajaran baik buku untuk peserta didik maupun buku guru. Namun pada tahun 2013 pemerintah baru dapat menyediakan buku bagi peserta didik dan buku guru untuk 3 (tiga) mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Sejarah Indonesia.

Sehubungan dengan hal tersebut, sambil menunggu terbitnya buku bagi peserta didik dan buku guru untuk mata pelajaran lainnya, Direktorat Pembinaan SMA sesuai dengan tugas dan fungsinya, menyusun suplemen pembelajaran untuk 19 mata pelajaran (selain 3 mata pelajaran tersebut di atas) dan 5 model pengembangan.
Model pengembangan yang disusun berupa model pendukung implementasi Kurikulum 2013, salah satunya adalah “Model Pengembangan Penilaian Hasil Belajar”, yang diharapkan dapat memfasilitasi pendidik dan satuan pendidikan untuk melaksanakan penilaian hasil belajar sesuai dengan standar penilaian dan mengantarkan peserta didik mencapai kompetensi yang ditetapkan, meliputi kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Direktorat Pembinaan SMA menyadari bahwa naskah ini belum sempurna, untuk itu semua masukan guna perbaikan dan penyempurnaan naskah ini sangat diharapkan. Selanjutnya diucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan dan penyempurnaan naskah ini.

Jakarta, ……………….. 2013
Direktur Pembinaan SMA

Harris Iskandar, Ph.D
NIP: 196204291986011001

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang 1
B. Tujuan 2
C. Ruang Lingkup 2
D. Landasan Hukum 2
BAB II PENGERTIAN DAN KONSEP PENILAIAN 4
A. Pengertian Penilaian dan Penilaian Autentik 4
B. Prinsip dan Pendekatan Penilaian 5
C. Ruang Lingkup, Teknik, dan Instrumen Penilaian 6
BAB III MEKANISME DAN PROSEDUR PENILAIAN, SERTA PENGOLAHAN NILAI 33
A. Mekanisme Penilaian 33
B. Prosedur Penilaian 35
C. Pengolahan Nilai 38
BAB IV PENUTUP 43
DAFTAR PUSTAKA 44
LAMPIRAN

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 menegaskan bahwa pendidikan nasional “berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Dalam Permendikbud No. 66 tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan dijelaskan bahwa fungsi dan tujuan pendidikan nasional tersebut menjadi parameter utama untuk merumuskan Standar Nasional Pendidikan yang terdiri atas 8 (delapan) standar, salah satunya adalah Standar Penilaian Pendidikan yang bertujuan untuk menjamin: (a) perencanaan penilaian peserta didik sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai dan berdasarkan prinsip-prinsip penilaian, (b) pelaksanaan penilaian peserta didik secara profesional, terbuka, edukatif, efektif, efisien, dan sesuai dengan konteks sosial budaya; dan (c) pelaporan hasil penilaian peserta didik secara objektif, akuntabel, dan informatif.Namun pada kenyataannya masih banyak sekolah yang belum memenuhi tujuan penilaian seperti standar yang telah ditetapkan.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pasal 344, menjelaskan bahwa tugas Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas adalah melaksanakan perumusan dan koordinasi pelaksanaan kebijakan serta fasilitasi penerapan standar teknis di bidang Sekolah Menengah Atas dan kesetaraan Sekolah Menengah Atas. Selanjutnya pasal 345 menegaskan bahwa dalam melaksanakan tugas tersebut Direktorat Pembinaan SMA menyelenggarakan fungsinya antara lain fasilitasi dan pemberian bimbingan teknis penerapan norma, standar, prosedur, dan kriteria pembelajaran, sarana dan prasarana, kelembagaan, dan peserta didik Sekolah Menengah Atas dan kesetaraan Sekolah Menengah Atas.
Memperhatikan kenyataan di sekolah dan sebagai salah satu upaya untuk melaksanakan tugas dan fungsi yang diamanatkan dalam peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Pembinaan SMA menyusun Model Pengembangan Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik SMA yang diharapkan dapat memfasilitasi pendidik dan satuan pendidikan untuk memenuhi standar penilaian dan mengantarkan peserta didik mencapai kompetensi yang telah ditetapkan, meliputi kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Tujuan
Model Pengembangan Penilaian Hasil Helajar Peserta Hidik SMA ini disusun untuk membantu pendidik dan satuan pendidikan dalam:
meningkatkan pemahaman mengenai penilaian autentik dan prinsip-prinsip penilaian;
merencanakan dan melaksanakan penilaian hasil belajar peserta didik yang berkualitas sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan;
mengolah hasil penilaian dan menindak lanjutinya;
menyusun laporan hasil belajar peserta didik secara objektif, akuntabel, dan informatif.

Ruang Lingkup
Ruang lingkup Model Pengembangan Penilaian Hasil Helajar Peserta Hidik SMA ini meliputi penilaian autentik, prinsip-prinsip penilaian, mekanisme penilaian, perencanaan dan pelaksanaan penilaian, pengolahan hasil penilaian dan tindak lanjutnya, serta pelaporan hasil belajar peserta didik.

Landasan Hukum
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. …. Tahun 2013 tentang Rapor (Laporan Hasil Belajar) Sekolah Menengah Atas.

BAB II
PENGERTIAN DAN KONSEP PENILAIAN

Pengertian Penilaian dan Penilaian Autentik
Penilaian (assesment) adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.
Penilaian autentik merupakan penilaian yang dilakukan secara komprehensif untuk menilai mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran, yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Penilaian autentik menilai kesiapan peserta didik, serta proses dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga komponen (input – proses – output) tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan hasil belajar peserta didik, bahkan mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effects) dan dampak pengiring (nurturant effects) dari pembelajaran.
Wiggins (dalam Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013, 2013) mendefinisikan penilaian autentik sebagai upaya pemberian tugas kepada peserta didik yang mencerminkan prioritas dan tantangan yang ditemukan dalam aktivitas-aktivitas pembelajaran, seperti meneliti, menulis, merevisi dan membahas artikel, memberikan analisis oral terhadap peristiwa, berkolaborasi dengan antarsesama melalui debat, dan sebagainya.
Penilaian autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah (scientific approach) , karena penilaian semacam ini mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi, menanya, menalar, mencoba, dan membangun jejaring. Penilaian autentik cenderung fokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan peserta didik untuk menunjukkan kompetensi mereka yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Karenanya, penilaian autentik sangat relevan dengan pendekatan saintifik dalam pembelajaran di SMA.
Penilaian autentik merupakan pendekatan dan instrumen penilaian yang memberikan kesempatan luas kepada peserta didik untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang sudah dimilikinya dalam bentuk tugas-tugas: membaca dan meringkasnya, eksperimen, mengamati, survei, projek, makalah, membuat multi media, membuat karangan, dan diskusi kelas.
Jenid penilaian autentik antara lain penilaian kinerja, penilaian portofolio, dan penilaian projek, termasuk penilaian diri peserta didik. Penilaian autentik adakalanya disebut penilaian responsif, suatu metode untuk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yang memiliki ciri-ciri khusus, mulai dari mereka yang mengalami kelainan tertentu, memiliki bakat dan minat khusus, hingga yang jenius. Penilaianautentik dapat diterapkan dalam berbagai bidang ilmu seperti seni atau ilmu pengetahuan pada umumnya, dengan orientasi utamanya pada proses dan hasil pembelajaran.
Hasil penilaian autentik dapat digunakan oleh pendidik untuk merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian autentik dapat digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang memenuhi Standar Penilaian Pendidikan.

Prinsip dan Pendekatan Penilaian
Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut.
Objektif, berarti penilaian berbasis pada standar (prosedur dan kriteria yang jelas) dan tidak dipengaruhi faktor subjektivitas penilai.
Terpadu, berarti penilaian oleh pendidik dilakukan secara terencana, menyatu dengan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.
Ekonomis, berarti penilaian yang efisien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya.
Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diakses oleh semua pihak.
Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pihak internal sekolah maupun eksternal untuk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.
Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.
Edukatif, berarti penilaian bersifat mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.

Pendekatan penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan kriteria (PAK) atau penilaian acuan patokan (PAP). PAK/PAP merupakan penilaian pencapaian kompetensi yang didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal (KKM). KKM merupakan kriteria ketuntasan belajar minimal yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan karakteristik Kompetensi Dasar yang akan dicapai, daya dukung, dan karakteristik peserta didik, dengan ketentuan sebagai berikut:
KKM tidak dicantumkan dalam rapor, melainkan pada buku penilaian guru.
KKM maksimal 100%, KKM minimal 75%. Satuan Pendidikan dapat menentukan KKM di bawah KKM minimal dengan meningkatkannya secara bertahap.
Peserta didik yang belum mencapai KKM, diberi kesempatan mengikuti program remedial sepanjang semester yang bersangkutan.
Peserta didik yang sudah mencapai atau melampaui KKM, diberi program pengayaan.

Ruang Lingkup, Teknik, dan Instrumen Penilaian
Ruang Lingkup Penilaian
Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta didik terhadap standar yang telah ditetapkan. Cakupan penilaian merujuk pada ruang lingkup materi, kompetensi mata pelajaran/kompetensi muatan/kompetensi program, dan proses.
Teknik dan Instrumen Penilaian
Teknik dan instrumen yang digunakan untuk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan memiliki karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.
Instrumen yang digunakan untuk observasi, penilaian diri, dan penilaian antarpeserta didik adalah lembar pengamatan berupa daftar cek (checklist) atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik. Selain itu instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan substansi/materi, konstruksi, dan bahasa. Persyaratan substansi merepresentasikan kompetensi yang dinilai; persyaratan konstruksi memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan, dan persyaratan bahasa adalah penggunaan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.

Rubrik adalah daftar kriteria yang menunjukkan kinerja, aspek-aspek atau konsep-konsep yang akan dinilai, dan gradasi mutu, mulai dari tingkat yang paling sempurna sampai yang paling buruk dengan kriteria sebagai berikut:
Sederhana/mencakup asek paling esensial untuk dinilai
Praktis/ mudah digunakan
Tidak membebani guru
Menilai dengan efektif aspek yang akan diukur
Dapat digunakan untuk penilaian proses dan tugas sehari-hari
Peserta didik dapat mempelajari rubrik & mengecek hasil penilaiannya

Rubrik kunci adalah rubrik sederhana berisi seperangkat kriteria yang menunjukkan indikator esensial paling penting yang dapat menggambarkan capaian kompetensi peserta didik.
Penilaian kompetensi sikap
Pendidik melakukan penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri (self assessment), penilaian “teman sejawat” (peer assessment) oleh peserta didik, dan jurnal.
Observasi merupakan teknik penilaian yang dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan pedoman observasi yang berisi sejumlah indikator perilaku yang diamati.
Kriteria instrumen observasi:
Mengukur aspek sikap yang dituntut pada Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
Sesuai dengan kompetensi yang akan diukur
Memuat indikator sikap yang dapat diobservasi
Mudah atau feasible untuk digunakan
Dapat merekam sikap peserta didik

Contoh Lembar Pengamatan Sikap

Mata Pelajaran : Seni Rupa
Kelas/Semester : X / 1
Tahun Pelajaran : 2013/2014
Waktu Pengamatan : ……………………………

Kompetensi Inti:
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,disiplin,tanggungjawab,peduli (gotongroyong,kerjasama,toleran,damai),santun, responsifdanproaktifdan menunjukkansikapsebagai bagiandarisolusiatas berbagaipermasalahan.

Kompetensi Dasar :
2.2 Menunjukkan sikap santun,jujur,cintadamai dalam mengapresiasi seni dan pembuatnya.

Kompetensi Dasar:
3.1 Menganalisis bahan, media, teknik dan proses berkarya dalam seni rupa.
4.1 Membuat karya seni rupa dua dimensi hasil modifikasi.

Sikap yang diintegrasikan dan dikembangkan untuk mencapai KD 3.1 dan KD 4.1 tersebut adalah perilaku santun danjujur. Rubrik penilaian sikap santun dapat disusun sebagai berikut:
Kriteria Skor Indikator
Sangat Baik (SB) 4 Selalu santun dalam bersikap dan bertutur kata kepada guru dan teman
Baik (B) 3 Sering santun dalam bersikap dan bertutur kata kepada guru dan teman
Cukup (C) 2 Kadang-kadang santun dalam bersikap dan bertutur kata kepada guru dan teman
Kurang (K) 1 Tidak pernah santun dalam bersikap dan bertutur kata kepada guru dan teman

Indikator jujur dapat dikembangkan sebagaimana mengembangkan indikator santun. Selanjutnya guru membuat rekapitulasi hasil penilaian sikap peserta didik dalam format seperti contoh berikut.

No
Nama Skor untuk sikap Jml skor
Nilai Pre- dikat
Santun Jujur Cinta damai dsb

1
Adi
3
3
6
75
B

2
……..

Keterangan
Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai x jumlah kriteria.
Dari contoh di atas skor maksimal = 2 x 4 = 8
Nilai sikap = (jumlah skor perolehan : skor maksimal) x 100 = 6/8 x 100 = 75
Nilai sikap dikualifikasikan menjadi predikat sebagai berikut:

SB = Sangat Baik = 80 – 100 C = Cukup = 60 – 69
B = Baik = 70 – 79 K = Kurang = < 60

Penilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian diri.Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. Keuntungan penggunaan teknik penilaian diri dalam penilaian di kelas sebagai berikut:
dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, karena mereka diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri;
peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya, karena ketika mereka melakukan penilaian, harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya;
dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untuk berbuat jujur, karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam melakukan penilaian.

Kriteria instrumen penilaian diri:
kriteria penilaian dirumuskan secara sederhana, namun jelas dan tidak bermakna ganda
bahasa lugas dan dapat dipahami peserta didik
menggunakan format sederhana yang mudah dipahami peserta didik
menunjukkan kemampuan peserta didik dalam situasi yang nyata/sebenarnya
mengungkap kekuatan dan kelemahan capaian kompetensi peserta didik
bermakna, mengarahkan peserta didik untuk memahami kemampuannya
mengukur target kemampuan yang akan diukur (valid)
memuat indikator kunci/indikator esensial yang menunjukkan kemampuan yang akan diukur
memetakan kemampuan peserta didik dari terendah sampai tertinggi

Contoh Daftar Cek Penilaian Diri mengenai sikap terhadap mata pelajaran Geografi

Mata Pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X / 1
Tahun Pelajaran : 2013/2014
Waktu Pengamatan : ……………………………

Kompetensi Inti:
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,disiplin,tanggungjawab,peduli (gotongroyong,kerjasama,toleran,damai),santun, responsifdanproaktifdan menunjukkansikapsebagai bagiandarisolusiatas berbagaipermasalahan.
Kompetensi Dasar:
2.2 Menunjukkan perilaku yang bertanggung jawab sebagai makhluk yang dapat berfikir ilmiah.
Kompetensi Dasar:
3.2 Menganalisis langkah-langkah penelitian geografi terhadap fenomena geosfera.
Kompetensi Dasar:
4.2 Menyajikan contoh penerapan langkah-langkah penelitian geografi dalam bentuk laporan observasi lapangan.

Petunjuk penilaian diri:
Bacalah baik-baik setiap pernyataan dan berilah tanda V pada kolom yang sesuai dengan keadaan dirimu yang sebenarnya!
NO PERNYATAAN YA TIDAK
1 Dalam penelitian geografi terhadap fenomena geosfera, saya mencatat data apa adanya
2 Saya menyelesaikan tugas penelitian sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
3 Saya melaporkan hasil penelitian sesuai dengan literatur, meskipun tidak didukung data
4 ………………………

Keterangan
Pernyataan pada instrumen di atas ada yang bersifat positif (No.1 dan 2) dan ada yang bersifat negatif (No 3). Pemberian skor untuk pernyataan yang bersifat positif: YA = 2, TIDAK = 1. Untuk pernyataan yang bersifat negatif adalah sebaliknya yaitu TIDAK = 2, dan YA = 1.
Selanjutnya guru dapat membuat rekapitulasi hasil penilaian diri mengenai sikap terhadap mata pelajaran geografi yang dilakukan oleh peserta didik menggunakan format berikut.

No
Nama Skor untuk pernyataan nomor Jumlah skor Nilai sikap Pre- dikat
1 2 3 4 5 6 7 8
1 ……..
2 Budi 2 2 1 … .. .. .. … 5 83 SB
3 ……..
dst

Keterangan:
Jumlah skor maksimal = Jumlah pernyataan x 2
Pada contoh di atas skor maksimal = 3 x 2 = 6
Nilai sikap = (Jumlah skor perolehan/skor maksimal) x 100.
Pada contoh di atas nilai sikap = 5/6 x 100 = 83 (dibulatkan)
Nilai sikap dikualifikasikan menjadi predikat sebagai berikut:
SB = Sangat Baik = 80 – 100
B = Baik = 70 – 79
C = Cukup = 60 – 69
K = Kurang = < 60

Penilaian antarpeserta didik merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untuk saling menilai temannya terkait dengan pencapaian kompetensi. Instrumen yang digunakan berupa lembar penilaian antarpeserta didik.

Kriteria instrumen penilaian antarteman:
sesuai dengan kompetensi dan indikator yang akan diukur
indikator dapat dilakukan melalui pengamatan peserta didik
kriteria penilaian dirumuskan secara sederhana, namun jelas dan tidak berpotensi munculnya penafsiran makna ganda/berbeda
menggunakan bahasa lugas yang dapat dipahami peserta didik
menggunakan format sederhana dan mudah digunakan oleh peserta didik
indikator menunjukkan sikap peserta didik dalam situasi yang nyata atau sebenarnya dan dapat diukur
instrumen dapat mengukur target kemampuan yang akan diukur (valid)
memuat indikator kunci atau esensial yang menunjukkan penguasaan satu kompetensi peserta didik
mampu memetakan sikap peserta didik dari kemampuan pada aras terendah sampai kemampuan tertinggi.

Contoh instrumen penilaian (lembar pengamatan) teman sejawat (peer assessment) untuk mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Kelas/Semester : X / 1
Tahun Pelajaran : 2013/2014
Waktu Pengamatan : ……………………………

Kompetensi Inti :
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,disiplin,tanggungjawab,peduli (gotongroyong,kerjasama,toleran,damai),santun, responsifdanproaktifdan menunjukkansikapsebagai bagiandarisolusiatas berbagaipermasalahan.

Kompetensi Dasar:
2.5 Mengamalkan perilaku toleransi dan harmoni keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia.

Kompetensi Dasar:
3.7 Menganalisis indikator ancaman terhadap negara dalam membangun integrasi nasional dengan bingkai BhinnekaTunggal Ika.

Kompetensi Dasar:
4.7 Menyaji hasil analisis tentang indikator ancaman terhadap negara dalam membangun integrasi nasional dengan bingkai Bhinneka Tunggal Ika.

Petunjuk:
Amatilah perilaku temanmu dengan cemat selama mengikuti pembelajaran PPKn tentang indikator ancaman terhadap negara dalam membangun integrasi nasional dengan bingkai BhinnekaTunggal Ika!
Berilah tanda V pada kolom yang sesuai (ya atau tidak) berdasarkan hasil pengamatanmu!
Serahkan hasil pengamatan kepada bapak/ibu guru!

Daftar periksa pengamatan sikap antarteman
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Nama peserta didik yang diamati : …………………………….. Kelas ……………
Waktu pengamatan : ………………………………………………………
No Perilaku / sikap Muncul/ dilakukan
Ya Tidak
1 Mau menerima pendapat teman
2 Memaksa teman untuk menerima pendapatnya
3 Memberi solusi terhadap pendapat yang bertentangan
4 Dapat bekerja sama dengan teman yang berbeda status sosial, suku, dan agama
5 ….

Nama pengamat

……………………..

Keterangan
Perilaku/sikap pada instrumen di atas ada yang positif (No.1, 3, dan 4) dan ada yang negatif (No 2). Pemberian skor untuk perilaku/sikap yang positif: Ya = 2, Tidak = 1. Untuk perilaku/sikap yang negatif adalah sebaliknya yaitu Tidak = 2, dan Ya = 1.
Selanjutnya guru dapat membuat rekapitulasi hasil penilaian mengenai perilaku/ sikap yang dilakukan oleh sesama peserta didik menggunakan format berikut.

No
Nama
Pengamat Skor perilaku/sikap nomor Juml skor Nilai sikap Pre-dikat
1 2 3 4 5 6 7 dst
1 ……
2 ……
3 Rani Rudi 2 1 2 2 … … … …. 7 88 SB
dst

Keterangan:
Jumlah skor maksimal = Jumlah pernyataan x 2
Pada contoh di atas skor maksimal = 4 x 2 = 8
Nilai sikap = (Jumlah skor perolehan/skor maksimal) x 100.
Pada contoh di atas nilai sikap = 7/8 x 100 = 88 (dibulatkan)
Nilai sikap dikualifikasikan menjadi predikat sebagai berikut:

SB = Sangat Baik = 80 – 100
B = Baik = 70 – 79
C = Cukup = 60 – 69
K = Kurang = < 60
Jurnal merupakan catatan pendidik di dalam dan di luar kelas yang berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yang berkaitan dengan sikap dan perilaku. Jurnal dapat memuat penilaian peserta didik terhadap aspek tertentu secara kronologis.

Kriteria jurnal:
Mengukur capaian kompetensi sikap yang penting.
Sesuai dengan kompetensi dasar dan indikator.
Menggunakan format yang sederhana dan mudah diisi/digunakan.
Dapat dibuat rekapitulasi tampilan sikap peserta didik secara kronologis.
Memungkinkan untuk dilakukannya pencatatan yang sistematis, jelas dan komunikatif.
Format pencatatan memudahkan dalam pemaknaan terhadap tampilan sikap peserta didik
Menuntun guru untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan peserta didik

Penilaian Kompetensi Pengetahuan

Pendidik menilai kompetensi pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan.
Tes tulis merupakan seperangkat pertanyaan atau tugas dalam bentuk tulisan yang direncanakan untuk mengukur atau memperoleh informasi tentang kemampuan peserta tes. Tes tulis menuntut adanya respon dari peserta tes yang dapat dijadikan sebagai representasi dari kemampuan yang dimilikinya.

Instrumen tes tulis berupa soal pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah, menjodohkan, dan uraian. Instrumen uraian dilengkapi pedoman penskoran.

Bentuk soal yang sering digunakan di SMA adalah pilihan ganda dan uraian.
Butir soal pilihan ganda terdiri atas pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Untuk tingkat SMA biasanya digunakan 5 (lima) pilihan jawaban. Dari kelima pilihan jawaban tersebut, salah satu adalah kunci (key) yaitu jawaban yang benar atau paling tepat, dan lainnya disebut pengecoh (distractor).

Dalam mengembangkan soal perlu memperhatikan kaidah penulisan butir soal yang meliputi substansi/materi, konstruksi, dan bahasa. Kaidah penulisan soal bentuk pilihan ganda sebagai berikut.

Substansi/Materi
Soal sesuai dengan indikator (menuntut tes bentuk PG)
Materi yang diukur sesuai dengan kompetensi (UKRK: Urgensi, Keberlanjutan, Relevansi, dan Keterpakaian)
Pilihan jawaban homogen dan logis
Hanya ada satu kunci jawaban yang tepat

Konstruksi
Pokok soal dirumuskan dengan singkat, jelas, dan tegas
Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban merupakan pernyataan yang diperlukan saja
Pokok soal tidak memberi petunjuk kunci jawaban
Pokok soal tidak menggunakan pernyataan negatif ganda
Gambar/grafik/tabel/diagram dsb. jelas dan berfungsi
Panjang rumusan pilihan jawaban relatif sama
Pilihan jawaban tidak menggunakan pernyataan “semua jawaban benar” atau “semua jawaban salah”
Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu disusun berdasarkan besar kecilnya angka atau kronologis kejadian
Butir soal tidak bergantung pada jawaban soal sebelumnya

Bahasa
Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia
Menggunakan bahasa yang komunikatif
Pilihan jawaban tidak mengulang kata/kelompok kata yang sama, kecuali merupakan satu kesatuan pengertian
Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu

Contoh soal pilihan ganda.

Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X / 2
Peminatan : Matematika dan Ilmu Alam
Tahun Pelajaran : 2013/2014
Kompetensi Inti :
2.3. Memahami,menerapkan, danmenganalisispengetahuanfaktual,konseptual,proseduralberdasarkan rasaingintahunyatentang ilmupengetahuan, teknologi,seni,budaya,dan humanioradengan wawasankemanusiaan, kebangsaan,kenegaraan, danperadabanterkaitpenyebabfenomenadan kejadian,sertamenerapkan pengetahuanprosedural padabidang kajian yang spesifiksesuaidengan bakatdanminatnyauntuk memecahkanmasalah

Kompetensi Dasar:
3.8 Menganalisissifatlarutanelektrolitdan larutannon-elektrolitberdasarkandaya hantarlistriknya.

Indikator:
Disajikan tabel hasil percobaan uji larutan, peserta didik dapat menentukan senyawa yang merupakan larutan elektrolit dan non elektrolit dengan tepat.

Rumusan butir soal
Perhatikan data percobaan uji larutan berikut!

Larutan No Pengamatan pada
Elektroda Lampu
(1) tidak ada gelembung padam
(2) sedikit gelembung padam
(3) sedikit gelembung redup
(4) banyak gelembung redup
(5) banyak gelembung menyala

Pasangan senyawa yang merupakan larutan elektrolit kuat dan non elektrolit berturut-turut ditunjukkan oleh laruran nomor ….
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (5)
(4) dan (5)
(5) dan (1)
Kunci: E
Tes tulis bentuk uraian atau esai menuntut peserta didik untuk mengorganisasikan dan menuliskan jawabannya dengan kalimatnya sendiri. Jawaban tersebut melibatkan kemampuan mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi, dan sebagainya atas materi yang sudah dipelajari. Tes tulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komprehensif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilanpeserta didik.

Kaidah penulisan soal bentuk uraian sebagai berikut.
Substansi/Materi
Soal sesuai dengan indikator (menuntut tes bentuk uraian)
Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan sesuai
Materi yang diukur sesuai dengan kompetensi (UKRK)
Isi materi yang ditanyakan sesuai dengan jenjang, jenis sekolah, dan tingkat kelas
Konstruksi
Ada petunjuk yang jelas mengenai cara mengerjakan soal
Rumusan kalimat soal/pertanyaan menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban terurai
Gambar/grafik/tabel/diagram dsb. jelas dan berfungsi
Ada pedoman penskoran
Bahasa
Rumusan kalimat soal/pertanyaan komunikatif
Butir soal menggunakan bahasa Indonesia yang baku
Tidak mengandung kata-kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian
Tidak mengandung kata yang menyinggung perasaan
Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu

Contoh soal bentuk uraian

Mata Pelajaran : Fisika
Kelas/Semester : X / 1
Tahun Ajaran : 2013/2014

Kompetensi Inti :
2.3 Memahami,menerapkan, menganalisispengetahuan faktual,konseptual, proseduralberdasarkan rasaingintahunyatentang ilmupengetahuan, teknologi,seni,budaya,dan humanioradengan wawasankemanusiaan, kebangsaan,kenegaraan, danperadabanterkaitpenyebabfenomenadan kejadian,sertamenerapkan pengetahuanprosedural padabidangkajian yang spesifiksesuaidengan bakatdanminatnyauntuk memecahkanmasalah.

Kompetensi Dasar:
3.6 Menganalisis sifatelastisitasbahandalam kehidupanseharihari

Indikator:
Disajikan data percobaan hukum Hooke, pesertadidik dapat menyimpulkan hasil percobaan dan memprediksi sesuai kesimpulan.

Rumusan butir soal
Berikut ini data hasil percobaan hukum Hooke dengan menggunakan pegas yang digantung.
Percobaan ke Massa
(gram) Panjang Pegas: (cm)
1 50 22.0
2 150 24.5
3 250 27.0
4 x 28.5

Berapa besar konstanta pegas?
Berapa massa benda (x) pada percobaan ke 4?

Pedoman penskoran
No Jawaban Skor

A
Menentukan konstanta pegas

mendata L = L – Lo = 24,5 – 22,0 = 2,5 cm,
atau 27,0 -24,5 = 2,5 cm
mendata gaya yang menyebabkan pertambahan panjang F = m.g
menentukan masa yang relevan, m = 150 – 50 = 50 gram atau m = 250 – 150 = 100 gram
menghitung konstanta pegas dengan rumus F=k.L
k = 1 N/0,025 m = 40 N/m
5

1

1

1

1
1

B
Menentukan nilai x

menghitung F=k.L=40.0,015 = 0,6 N
menghitung massa benda m= F/g = 0,06 kg = 60 gram

menentukan nilai x = 250 + 60 = 210 gram
3

1
1

1
SKOR MAKSIMAL 8

Tes lisan merupakan pemberian soal/pertanyaan yang menuntut peserta didik menjawabnya secara lisan. Instrument tes lisan disiapkan oleh pendidik berupa daftar pertanyaan yang disampaikan secara langsung dalam bentuk tanya jawab dengan peserta didik.

Kriteria instrumen tes lisan
Tes lisan dapat digunakan jika sesuai dengan kompetensi pada taraf pengetahuan yang hendak dinilai.
Pertanyaan tidak boleh keluar dari bahan ajar yang ada.
Pertanyaan diharapkan dapat mendorong peserta didikdalam mengonstruksi jawabannya sendiri.
disusun dari pertanyaan yang sederhana ke pertanyaan yang komplek.

Penugasan berupa tugas pekerjaan rumah dan/atau projek yang dikerjakan secara individu atau kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.

Kriteria instrumen penugasan
Tugas mengarah pada pencapaian indikator hasil belajar.
Tugas dapat dikerjakan oleh peserta didik.
Tugas dapat dikerjakan selama proses pembelajaran atau merupakan bagian dari pembelajaran mandiri.
Pemberian tugas disesuaikan dengan taraf perkembangan peserta didik.
Materi penugasan harus sesuai dengan cakupan kurikulum.
Penugasan ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik menunjukkan kompetensi individualnya meskipun tugas diberikan secara kelompok.
Untuk tugas kelompok, perlu dijelaskan rincian tugas setiap anggota kelompok.
Tugasharusbersifat adil (tidak bias gender atau latar belakang sosial ekonomi).
Tampilan kualitas hasil tugas yang diharapkan disampaikan secara jelas.
Penugasan harus mencantumkan rentang waktu pengerjaan tugas.

Penilaian Kompetensi Keterampilan
Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.

Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa keterampilan melakukan suatu aktivitas atau perilaku sesuai dengan tuntutan kompetensi.

Kriteria tugas untuk tes praktik
Tugasmengarahkan peserta didik untuk menunjukkan capaian hasil belajar.
Tugas dapat dikerjakan oleh peserta didik.
Mencantumkan waktu/kurun waktu pengerjaan tugas.
Sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik,
Sesuai dengan konten/cakupan kurikulum
Tugasbersifat adil (tidak bias gender dan latar belakang sosial ekonomi)

Kriteria rubrik untuk tes praktik
Rubrik dapat mengukur target kemampuan yang akan diukur (valid).
Rubrik sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Indikator menunjukkan kemampuan yang dapat diamati (diobservasi).
Indikator menunjukkan kemampuan yang dapat diukur.
Rubrik dapat memetakan kemampuan peserta didik.
Rubrik menilai aspek-aspek penting pada proyek peserta didik.
Berikut ini contoh tes praktik keterampilan berbicara dalam Bahasa Inggris.

Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Kelas/Semester : X / 1
Tahun Pelajaran : 2013/2014

Kompetensi Inti :
2.4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan perkembangan dariyang dipelajarinyadisekolah secaramandiri,danmampu menggunakanmetoda sesuaikaidahkeilmuan.

Kompetensi Dasar:
4.2 Menyusun teks lisandantulisuntuk memaparkan,menanyakan,danmerespon pemaparanjatidiri,dengan memperhatikanfungsisosial,struktur teks,danunsurkebahasaanyangbenar dansesuaikonteks.

Indikator:
Peserta didik dapat mengenalkan diri secara lisan dengan lancar, menggunakan pilihan kata yang tepat, serta pengucapan dan intonasi yang benar.

Rumusan soal :

Please introduce yourself in front of the class! Make sure with your pronunciation, intonation, and diction!

Kriteria, skor, dan indikator keterampilan berbicara:

KRITERIA
SKOR
INDIKATOR

Kelancaran (fluency) 3 Lancar
2 Kurang lancar
1 Tidak lancar

Pengucapan (pronunciation) 3 Baik
2 Kurang baik
1 Tidak baik

Intonasi (Intonation) 3 Sesuai
2 Kurang sesuai
1 Tidak sesuai

Pilihan kata (Diction) 3 Tepat
2 Kurang tepat
1 Tidak tepat

Contoh pengisian format nilai keterampilan berbicara

No
Nama Skor untuk Juml skor

Nilai
kelancaran ucapan intonasi pil.kata
1 Rani 3 2 2 3 10 83
2 …
3 dst

Keterangan:
Skor maksimal = jumlah kriteria x jumlah indikatorper kriteria = 4 x 3 = 12.
Nilai keterampilan = (jumlah skor perolehan : skor maksimal) x 100 =
(10 : 12)x 100 = 83 (dibulatkan)

Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.

Dalam penilaian projek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu diperhatikan.
• Pengelolaan yaitu kemampuan peserta didik dalam memilih topik, mencari informasi dan mengelola waktu pengumpulan data serta penulisan laporan,
• Relevansi yaitu kesesuaian dengan kompetensi yang akan dicapai dengan mempertimbangkan tahap perkembangan peserta didik,
•Keaslian. Projek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya sendiri dengan bimbingan pendidik dan dukungan berbagai pihak yang terkait.

Contoh penilaian projek.

Mata Pelajaran : Sosiologi
Kelas/Semester : X / 1
Tahun Pelajaran : 2013/2014
Peminatan : Ilmu-ilmu Sosial
Kompetensi Inti:
2.4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan perkembangan dariyang dipelajarinyadisekolah secaramandiri,danmampu menggunakanmetoda sesuaikaidahkeilmuan.

Kompetensi Dasar:
4.4 Menyusun rancangan, melaksanakan dan menyusun laporan penelitian sederhana serta mengkomunikasikannya dalam bentuk tulisan, lisan dan audio-visual

Indikator:
Peserta didik dapat melakukan penelitian mengenai permasalahan sosial yang terjadi pada masyarakat di lingkungan sekitarnya.

Rumusan tugas:

Lakukan penelitian mengenai permasalahan sosial yang berkembang pada masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggalmu. Tuliskan rencana penelitianmu, lakukan, dan buatlah laporannya. Dalam membuat laporan perhatikan latar belakang, perumusan masalah, kebenaran informasi/data, kelengkapan data, sistematika laporan, penggunaan bahasa, dan tampilan laporan!

Pedoman penskoran
No Aspek yang dinilai Skor maks
1 Persiapan
Latar Belakang (tepat = 3; kurang tepat = 2, tidak tepat = 1)
Rumusan masalah (tepat = 3; kurang tepat = 2, tidak tepat = 1)

6

2 Pelaksanaan
a.Keakuratan data/informasi (akurat = 3; kurang akurat = 2; tidak akurat = 1)
b. Kelengkapan data (lengkap= 3; kurang lengkap = 2; tidak lengkap = 1)
c. Analisis data (baik = 3; cukup = 2; kurang = 1)
d.Kesimpulan (tepat = 3; kurang tepat = 2; tidak tepat = 1)

12
3 Pelaporan hasil
Sistematika laporan (baik = 3; kurang baik = 2; tidak baik = 1)
Penggunaan bahasa (sesuai kaidah= 3; kurang sesuai kaidah = 2; tidak sesuai kaidah = 1)
Penulisan/ejaan (tepat = 3; kurang tepat = 2; tidak tepat/banyak kesalahan =1)
Tampilan (menarik = 3; kurang menarik = 2; tidak menarik = 1)

12

Skor maksimal
30

Nilai projek = (skor perolehan : skor maksimal) x 100.

Penilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang bersifat reflektif-integratif untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan/atau kreativitas peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Karya tersebut dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.

Kriteria tugas pada penilaian portofolio
Tugas sesuai dengan kompetensi dan tujuan pembelajaran yang akan diukur.
Hasil karya peserta didik yang dijadikan portofolio berupa pekerjaan hasil tes, perilaku peserta didik sehari-hari, hasil tugas terstruktur, dokumentasi aktivitas peserta didik di luar sekolah yang menunjang kegiatan belajar.
Tugas portofolio memuat aspek: judul, tujuan pembelajaran, ruang lingkup belajar, uraian tugas, kriteria penilaian.
Uraian tugas memuat kegiatan yang melatih peserta didik mengembangkan kompetensi dalam semua aspek (sikap, pengetahuan, keterampilan).
Uraian tugas bersifat terbuka, dalam arti mengakomodasi dihasilkannya portofolio yang beragam isinya.
Kalimat yang digunakan dalam uraian tugas menggunakan bahasa yang komunikatif dan mudah dilaksanakan.
Alat dan bahan yang digunakan dalam penyelesaian tugas portofolio tersedia di lingkungan peserta didik dan mudah diperoleh.

Kriteria rubrik untuk portofolio
Rubrik memuat indikator kunci dari kompetensi dasar yang akan dinilai penacapaiannya dengan portofolio.
Rubrik memuat aspek-aspek penilaian yang macamnya relevan dengan isi tugas portofolio.
Rubrik memuat kriteria kesempurnaan (tingkat, level) hasil tugas.
Rubrik mudah untuk digunakan oleh guru dan peserta didik.
Rubrik menggunakan bahasa yang lugas dan mudah dipahami.

Contoh Penilaian Portofolio

Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : X / 2
Peminatan : Matematika dan Ilmu Alam
Tahun Pelajaran : 2013-2014
Judul portofolio : Penyusunan laporan praktikum

Tujuan:
Peserta didik dapat menyusun laporan praktikum Biologi sebagai tulisan ilmiah.

Ruang lingkup:
Karya portofolio yang dikumpulkan adalah seluruh hasil laporan praktikum biologi kelas X semester 2.
Setiap laporan hasil praktikum dikumpulkan selambat-lambatnya satu minggu setelah peserta didik melaksanakan praktikum.
Penilaian karya portofolio terpilih dilaksanakan satu minggu sebelum Ulangan Akhir Semester 2.

Uraian tugas portofolio
Buatlah laporan praktikum Biologi untuk seluruh kegiatan praktikum selama semester 2.
Penilaian laporan praktikum meliputi: persiapan, pelaksanaan, dan hasil praktik.
Pilihlah (peserta didik bersama guru)beberapa karya portofolio terbaik untuk dinilai.

Kriteria, skor, dan indikator portofolio laporan praktikum biologi
KRITERIA SKOR INDIKATOR
Persiapan 3 Pemilihan alat dan bahan tepat
2 Pemilihan alat atau bahan tepat
1 Pemilihan alat dan bahan tidak tepat

Pelaksanaan 3 Langkah kerja dan waktu pelaksanan tepat
2 Langkah kerja atau waktu pelaksanan tepat
1 Langkah kerja dan waktu pelaksanan tidak tepat

Hasil 3 Data akurat dan simpulan tepat
2 Data akurat atau simpulan tepat
1 Data tidak akurat dan simpulan tidak tepat

Contoh pengisian format penilaian portofolio

No
Nama Skor untuk Juml skor

Nilai
Persiapan Pelaksanaan Hasil

1
Rina
3
2
2
7
78
2 …
3 Dst

Keterangan:
Skor maksimal = jumlah kriteria x jumlah indikator per kriteria
Pada contoh di atas, skor maksimal = 3 x 3 = 9.
Nilai portofolio = (Jumlah skor perolehan/skor maksimal) x 100.
Pada contoh di atas nilai portofolio = (7/9) x 100 = 78 (dibulatkan).

BAB III
MEKANISME DAN PROSEDUR PENILAIAN, SERTA PENGOLAHAN NILAI

Mekanisme Penilaian
Penilaian hasil belajar di SMA dilaksanakan oleh pendidik, satuan pendidikan, serta Pemerintah dan/atau lembaga mandiri.
Penilaian oleh pendidik
Penilaian merupakan bagian yang tidak terpisahkan/tidak terlepas dari pembelajaran. Pembelajaran di SMA menggunakan pendekatan ilmiah (scientific approach) yang melibatkan kegiatan mengamati (observing) – menanya (questioning) – menalar (associating) – mencoba (experimenting), dan – membentuk jejaring (networking). Langkah-langkah pembelajaran meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Penilaian dilakukan oleh pendidik selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran untuk menilai kesiapan, proses, dan hasil belajar peserta didik yang mengarah pada ketercapaian kompetensi yang meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Penilaian hasil belajar merupakan penilaian autentik (authentic assessment). Penilaian oleh pendidik dapat berupa tes dan non tes yang dilakukan melalui ulangan dan penugasan. Perencanaan penilaian hasil belajar oleh pendidik dicantumkan dalam silabus dan dijabarkan di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Ulangan merupakan proses yang dilakukan untuk: mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, memantau kemajuan, dan memperbaiki hasil belajar peserta didik. Macam-macam ulangan terdiri atas ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester.
Ulangan harian (UH) merupakan kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk menilai kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.
Hasil ulangan harian diinformasikan kepada peserta didik sebelum diadakan ulangan harian berikutnya. Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti pembelajaran remedial.
Ulangan tengah semester (UTS) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan tengah semester meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
Ulangan akhir semester (UAS) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.

Penugasan dapat diberikan oleh pendidik sebagai tugas secara mandiri (individual) atau berkelompok dalam bentuk pekerjaan rumah, projek, dan portofolio.
Projek adalah tugas-tugas belajar (learning tasks) yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.
Portofolio adalah kumpulan seluruh karya peserta didik dalam bidang tertentu yang dapat berbentuk tindakan nyata yang mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.

Penilaian oleh satuan pendidikan
Satuan pendidikan mengoordinasikan penilaian yang berupa ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester, serta melaksanakan ujian tingkat kompetensi dan ujian sekolah.
Ujian Tingkat Kompetensi (UTK) merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
UTK untuk SMA dilaksanakan oleh satuan pendidikan pada akhir kelas XI dengan menggunakan kisi-kisi yang disusun oleh pemerintah. Sedangkan UTK pada akhir kelas XII dilakukan melalui ujian nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah.
Ujian Sekolah (US) merupakan kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi yang dilakukan oleh satuan pendidikan, di luar kompetensi yang diujikan pada Ujian Nasional (UN).Ujian sekolah dilakukan oleh satuan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Kegiatan ujian sekolah dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.
a. Menyusun kisi-kisi ujian;
b. Mengembangkan (menulis, menelaah, dan merevisi) instrumen;
c. Melaksanakan ujian;
d. Mengolah (menyekor dan menilai) dan menentukan kelulusan peserta didik;
e. Melaporkan dan memanfaatkan hasil penilaian.
Hasil penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan dilaporkan dalam bentuk nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi kepada orangtua dan pemerintah.

Penilaian oleh pemerintah dan/atau lembaga mandiri
Penilaian oleh pemerintah berupa ujian mutu tingkat kompetensi dan ujian nasional.
Ujian Mutu Tingkat Kompetensi (UMTK) merupakan kegiatan pengukuran yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengetahui pencapaian tingkat kompetensi. Cakupan UMTK meliputi sejumlah Kompetensi Dasar yang merepresentasikan Kompetensi Inti pada tingkat kompetensi tersebut.
UMTK dilakukan dengan metode survei oleh pemerintah pada akhir kelas XI.
Ujian Nasional (UN) merupakan kegiatan pengukuran kompetensi tertentu yang dicapai peserta didik dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan, yang dilaksanakan secara nasional.
Ujian nasional dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan langkah-langkah yang diatur dalam Prosedur Operasi Standar (POS).

Prosedur Penilaian

Prosedur penilaian meliputi:

Prosedur penilaian oleh pendidik
Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Tahap persiapan dilakukan melalui langkah-langkah berikut.
Mengkaji kompetensi dan silabus sebagai acuan dalam membuat rancangan dan kriteria penilaian;
Membuat rancangan dan kriteria penilaian;
Mengembangkan indikator;
Memilih teknik penilaian sesuai dengan indikator;
Mengembangkan instrumen dan pedoman penskoran.

Tahap pelaksanaan.
Pelaksanaan penilaian dalam proses pembelajaran diawali dengan penelusuran. Penelusuran dilakukan dengan menggunakan teknik bertanya untuk mengeksplorasi pengalaman belajar sesuai dengan kondisi dan tingkat kemampuan peserta didik
Melaksanakan tes dan/atau nontes

Tahap analisis/pengolahan dan tindak lanjut
Hasil penilaian oleh pendidik dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui kemajuan dan kesulitan belajar (lihat Model Pengembangan Analisis Hasil Belajar Peserta Didik).
Hasil penilaian dikembalikan kepada peserta didik disertai balikan (feedback) berupa komentar yang mendidik (penguatan).
Hasil analisis ditindaklanjuti dengan layanan remedial dan pengayaan, serta memanfaatkannya untuk perbaikan pembelajaran.
Penilaian kompetensi sikap spiritual dan sosial dilakukan oleh semua pendidik selama satu semester, hasilnya diakumulasi dan dinyatakan dalam bentuk deskripsi kompetensi sikap oleh wali kelas.

Tahap pelaporan
Hasil penilaian dilaporkan kepada pihak terkait
Laporan hasil penilaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan oleh pendidik berbentuk nilai dan/atau deskripsi pencapaian kompetensi.
Laporan hasil penilaian kompetensi sikap spiritual dan sosial dalam bentuk deskripsi sikap.
Laporan hasil penilaian oleh pendidik disampaikan kepada kepala sekolah dan pihak lain yang terkait (misal: wali kelas, guru Bimbingan dan Konseling, dan orang tua/wali) pada periode yang ditentukan.

Prosedur penilaian oleh satuan pendidikan
Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan peserta didik yang meliputi kegiatan sebagai berikut.
Tahap persiapan
Menentukan kriteria minimal pencapaian tingkat kompetensi dengan mengacu pada indikator Kompetensi Dasar setiap mata pelajaran;
Mengoordinasikan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ujian tingkat kompetensi, dan ujian sekolah;
Menentukan kriteria kenaikan kelas;
Menentukan kriteria kelulusan US;
Menentukan kriteria kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan.

Tahap pelaksanaan
Menyelenggarakan ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester;
Menyelenggarakan ujian tingkat kompetensi untuk kelas XI;
Menyelenggarakan ujian sekolah untuk kelas XII.

Tahap analisis/pengolahan hasil penilaian dan tindak lanjut
Melakukan penskoran hasil ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester
Menentukan kenaikan kelas peserta didik sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan
Melakukan penskoran hasil ujian tingkat kompetensi
Membuat peta kompetensi peserta didik kelas XI
Melakukan penskoran hasil ujian sekolah kelas XII
Menentukan kelulusan peserta didik dari ujian sekolah sesuai kriteria yang telah ditetapkan
Mengadakan rapat dewan pendidik untuk menentukan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.
Menerbitkan Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) setiap peserta didik bagi satuan pendidikan penyelenggara Ujian Nasional;
Menerbitkan ijazah setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan bagi satuan pendidikan yang telah terakreditasi.
Tahap pelaporan
melaporkan hasil pencapaian kompetensi dan/atau tingkat kompetensi kepada orang tua/wali peserta didik dalam bentuk buku rapor;
melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota dan instansi lain yang terkait;
melaporkan hasil Ujian Tingkat Kompetensi kepada orangtua/wali peserta didik dan dinas pendidikan.

Prosedur penilaian oleh pemerintah dan/atau lembaga mandiri
Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah dilakukan melalui Ujian Mutu Tingkat Kompetensi (UMTK) dan Ujian Nasional (UN), sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pengolahan Nilai
Hasil penilaian oleh pendidik setiap semester perlu diolah untuk dimasukkan ke dalam buku laporan hasil belajar (rapor). Nilai rapor merupakan gambaran pencapaian kemampuan pesertadidik dalam satu semester.
Penilaian Pengetahuan
Penilaian Pengetahuan dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran (Pendidik)
Penilaian Pengetahuan terdiri atas: Nilai Proses (Nilai Harian)= NH, Nilai Ulangan Tengah Semester = UTS, dan Nilai Ulangan Akhir Semester = UAS
Nilai Harian diperoleh dari hasil Tes Tulis, Tes Lisan, dan Penugasan yang dilaksanakan pada setiap akhir pembelajaran satu Kompetensi Dasar (KD).
Penghitungan nilai Pengetahuan diperoleh dari rerata NH, UTS, dan UAS.
Penilaian rapor untuk pengetahuanmenggunakan penilaian kuantitatif dengan skala 1 – 4 (kelipatan 0,33), dengan 2 (dua) desimal dan setiap aras (tingkatan) diberi predikat sebagaiberikut:

A : 3,67 – 4.00 C+ : 2,01 – 2,33
A- : 3,34 – 3,66 C : 1,67 – 2,00
B+ : 3,01 – 3,33 C- : 1,34 – 1,66
B :2,67 – 3,00 D+: 1,01 – 1,33
B- : 2,34 – 2,66 D: < 1,00
Penghitungan Nilai Pengetahuan adalah dengan cara:
NH, UTS, dan UAS menggunakan skala nilai 0 sd 100
Nilai rapor merupakan hasil konversi dari rerata NH, UTS, dan UAS, dengan perhitungan sebagai berikut  (rerata NH, UTS, dan UAS /100) x 4
Contoh: Peserta didik Ali memperoleh nilai pengetahuan pada Mata Pelajaran Agama dan Budi Pekerti sebagai berikut:

NH=80,UTS =75,UAS= 85
Nilai rerata NH, UTS, dan UAS = (80+75+85) : 3 = 240: 3 = 80
Nilai Konversi = (80 :100) x 4 = 3.20; PredikatB+

Nilai pengetahuan yang ditulis pada rapor adalah nilai koversi (2.80) dan predikatnya (B+).

Contoh pengisian format pengolahan Nilai Hasil Belajar untuk pengetahuan
Mata Pelajaran : …………………………… Kelas/Semester : ……………………

No Nama peserta didik Nilai Harian
R
NH
N
TS
N
AS
Rapor (LHB)
KD 3.1 KD 3.2 KD 3.3 dst Nil Konv Pred

1

Ali

78
82
80
80
75
85
80
3.20
B+

Penilaian Keterampilan
Penilaian Keterampilan dilakukan oleh Guru Mata Pelajaran (Pendidik).
Penilaian Keterampilan terdiri atas: NilaiPraktik, Nilai Projek, dan Nilai Portofolio
Penilaian Keterampilan dilakukan pada setiap akhir menyelesaikan satu KD
Penghitungan nilai keterampilan diperoleh dari rata-rata Penilaian Praktik, Penilaian Projek dan Penilaian Portofolio.
Pengolahan Nilai Rapor (LHB) untuk Keterampilanmenggunakan penilaian kuantitatif dengan skala 1 – 4 (kelipatan 0,33), dengan 2 (dua) desimal dan diberi predikat aras (tingkatan) sebagai berikut:

A : 3,67 – 4.00 C+ : 2,01 – 2,33
A- : 3,34 – 3,66 C : 1,67 – 2,00
B+ : 3,01 – 3,33 C- : 1,34 – 1,66
B :2,67 – 3,00 D+: 1,01 – 1,33
B- : 2,34 – 2,66 D: ≤ 1,00

Catatan:
setiap aras (D, C, B, dan A) penambahan nilai sebesar 0,33
nilai 2,66 setara dengan 75%.

Penghitungan Nilai Keterampilan adalah dengan cara:
Nilai praktik, projek, dan portofolio menggunakan skala nilai 0 sd 100.
Nilai rapor merupakan hasil konversi dari rerata nilai praktik (NPr), projek (NPj), dan portofolio (NPo) dengan perhitungan sebagai berikut  (rerata NPr, NPj, dan NPo /100) x 4
Contoh Peserta didik Budi memperoleh nilai keterampilan pada Mata Pelajaran Agama dan Budi Pekerti sebagai berikut:
Nilai Praktik(NPr) = 80; Nilai Projek(NPj) = 75; Nilai Portofolio (NPo) = 80
Rerata NPr, NPj, NPo= 80+75+80 : 3 = 235 : 3 = 78.33
Nilai Konversi = (78.33/100) x 4 = 3,13;PredikatB+

Contoh pengisian format pengolahan Nilai Hasil Belajar untuk keterampilan
Mata Pelajaran : …………………………. Kelas/Semester: …………………….

No Nama peserta didik
Praktik
Projek
Portofolio
Rapor (LHB)
Nilai Konv Pred

1

Budi
80
75
80
78.33
3.13
B+

Penilaian Sikap

Sikap (spiritual dan sosial) untuk LHB terdiri atas sikap dalam mata pelajaran dan sikap antarmata pelajaran.Sikap dalam mata pelajaran diisi oleh setiap guru mata pelajaran berdasarkan rangkuman hasil pengamatan guru, penilaian diri, penilaian sejawat, dan jurnal, ditulis dengan predikat Sangat Baik (SB), Baik (B), Cukup (C), atau Kurang (K). Sikap antarmata pelajaran diisi oleh wali kelas setelah berdiskusi dengan semua guru mata pelajaran, disimpulkan secara utuh dan ditulis dengan deskripsi koherensi.

Penilaian Sikapdalam mata pelajaran diperoleh dari hasil penilaian observasi (Penilaian Proses), penilaian diri sendiri, penilaian antarteman, dan jurnal catatan guru.

Nilai Observasi diperoleh dari hasil Pengamatan terhadap Proses sikap tertentu sepanjang proses pembelajaran satu Kompetensi Dasar (KD).

Untuk penilaian Sikap Spiritual dan Sosial (KI-1 dan KI-2) menggunakan nilai Kualitatif sebagai berikut:
SB = Sangat Baik = 80 – 100
B = Baik = 70 – 79
C = Cukup = 60 – 69
K = Kurang = < 60

Contoh Pengolahan Nilai Sikap:
Peserta didik Ani dalam mata pelajaran Agama dan Budi Pekerti memperoleh:
Nilai Observasi= 85, Nilai diri sendiri= 75, Nilai antarteman= 80, Nilai Jurnal= 75
Nilai Sikap =(85+75+80+75) : 4 = 315 : 4= 79 (dibulatkan)
Kualifikasi = Baik (B)
Deskripsi: Sikapnya baik, berpakaian sesuai dengan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari, menunjukkan sikap jujur dan hormat kepada guru, namun kontrol dirinya perlu ditingkatkan.

Sikap yang ditulis dalam rapor adalah nilai kualitatif dan deskripsi.

BAB IV
PENUTUP

Penilaian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran. Pembelajaran di SMA menggunakan pendekatan ilmiah/saintifik (scientific approach) untuk mengarahkan peserta didik mencapai kompetensi yang meliputi ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Untuk mengukur ketercapaian ketiga ranah tersebut dilakukan penilaian autentik (authentic assessment) yang dilakukan mulai dari masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran.

Penilaian dilakukan dengan tes dan non-tes melalui observasi/pengamatan, penilaian diri (self assessment), penilaian antarteman (peer assessment), ulangan, ujian, dan penugasan (projek dan portofolio). Instrumen penilaian dapat berupa perangkat tes yang berisi butir-butir soal, daftar cek (check list) atau skala penilaian (rating scale) yang disertai rubrik, dan jurnal. Instrumen penilaian harus memenuhi persyaratan substansi/materi, konstruksi, dan bahasa.

Penilaian dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, serta pemerintah dan/atau lembaga mandiri, menggunakan acuan kriteria, yang didasarkan pada prinsip-prinsip: objektif, terpadu, ekonomis, transparan, akuntabel, sistematis, dan edukatif.

Penilaian oleh pendidik dilakukan secara berkesinambungan bertujuan untuk memantau proses dan kemajuan belajar peserta didik serta untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Penilaian oleh satuan pendidikan dilakukan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan dan/atau salah satu penentu kelulusan peserta didik. Penilaian oleh pemerintah dan/atau lembaga mandiri bertujuan untuk pemetaan dan penjaminan mutu pendidikan di suatu satuan pendidikan, dan/atau salah satu penentu kelulusan peserta didik.

Hasil penilaian dilaporkan secara berkala, objektif, akuntabel, dan informatif dalam bentuk nilai dan/atau deskripsi, kepada peserta didik, orangtua/wali peserta didik, dan dinas pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

Ana Ratna Wulan (2013). Penilaian Proses dan Hasil Belajar Kurikulum 2013. Bahan Paparan: Disajikan dalam workshop pembahasan dan finalisasi naskah pendukung pembelajaran, Direktorat Pembinaan SMA, Kemdikbud,22 Agustus, 2013

Buku Guru Bahasa Inggris Kelas VII SMP/MTs. When English Rings The Bell (2013). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mardapi, Dj. dan Ghofur, A, (2004). Pedoman Umum Pengembangan Penilaian; Kurikulum Berbasis Kompetensi SMA. Jakarta: Direktorat Pendidikan Menengah Umum.

Materi Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 SMA/MA dan SMK/MAK: Bahasa Indonesia (2013). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pedoman Pengembangan Portofolio untuk Penilaian (2004). Departemen Pendidikan Nasional: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Menengah Umum.

Penilaian Autentik Pada Proses dan Hasil Belajar (2013). Hand out 2.3.1 Pelatihan Instruktur Nasional Implementasi Kurikulum 2013. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 25 tahun 2006 tentang Rincian Tugas Unit Kerja di Lingkungan Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses, Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Petunjuk Teknis Pengembangan Perangkat Penilaian (2010). Jakarta: Direktorat Pembinaan SMA.

Petunjuk Teknis Rancangan Penilaian Hasil Belajar (2010). Jakarta: Direktorat Pembinaan SMA

Surapranata, S dan Hatta, M (2006). Penilaian Portofolio: Implementasi Kurikulum 2004. Bandung: PTRemaja Rosdakarya.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Jakarta: Fokus Media.

LAMPIRAN
BAB IV
USULAN MODEL RAPOR (LAPORAN HASIL BELAJAR) SMA
DAN CARA PENGISIANNYA
(Usulan Sementaramenunggu Permendikbud tentang LHB)

PENDAHULUAN

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013tentang Standar Penilaian Pendidikan menyebutkan bahwa hasil penilaian oleh pendidik dan Satuan Pendidikan dilaporkan dalam bentuk nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi kepada orangtua dan pemerintah. Standar Penilaian Pendidikan pun menyebutkan bahwa laporan hasil penilaian oleh pendidik berbentuk:
Nilai dan deskripsi pencapaian kompetensi untuk hasil penilaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan.
Deskripsi sikap diberikanuntuk hasil penilaian kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial.
Penilaian oleh masing-masing pendidik secara keseluruhan dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik dalam bentuk Laporan Hasil Belajar Peserta Didik.

Pengembangan Laporan Hasil Belajar Peserta Didik pada dasarnya merupakan wewenang sekolah yang dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Namun demikian, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah memandang perlu menyusun Model Rapor (Laporan Hasil Belajar) Peserta Didik dan cara pengisiannya untuk membantu sekolah mengembangkan Laporan Hasil Belajar Peserta Didik.

Model Rapor (Laporan Hasil Belajar) Peserta Didik SMA diharapkan dapat membantu sekolah dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam mengembangkan format Laporan Hasil Belajar Peserta Didik sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang sudah disusun sekolah.

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 66 Tahun 2013 Bab II, Bagian E butir 1 poin e nomor 1) dan 2) dijelaskan bahwa penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas laporan hasil penilaian oleh pendidik yang berbentuk:
Nilai dan/atau deskripsi pencapaian kompetensi, untuk hasil penilaian kompetensi pengetahuan dan keterampilan termasuk penilaian hasil pembelajaran tematik-terpadu.
Deskripsi sikap, untuk hasil penilaian kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial.

Penilaian oleh pendidik dilaksanakan secara berkesinambungan (terus menerus) untuk memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester. Penilaian oleh pendidik pada dasarnya digunakan untuk menilai pencapaian kompetensi peserta didik, memperbaiki proses pembelajaran, dan bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar peserta didik.

Laporan hasil belajar (rapor) peserta didik merupakan dokumen penghubung antara sekolah dengan orang tua peserta didik maupun dengan pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk mengetahui hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu, laporan hasil belajar peserta didik harus komunikatif, informatif, dan komprehensif (menyeluruh) sehingga dapat memberikan gambaran mengenai hasil belajar peserta didik dengan jelas dan mudah dimengerti.

USULAN MODEL RAPOR SMA

LAPORAN
HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK
SEKOLAH MENENGAH ATAS
(SMA)

Nama Peserta Didik

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN

HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK
SEKOLAH MENENGAH ATAS
(SMA)

Nama Sekolah : _________________________________
NISN/NSS : _________________________________
Alamat Sekolah : _________________________________
___________________________________
Kode Pos _________Telp.______________
Kelurahan : ___________________________________
Kecamatan : ___________________________________
Kabupaten/Kota : ___________________________________
Provinsi : ___________________________________
Website : ___________________________________
E-mail : ___________________________________

PETUNJUK PENGGUNAAN

Buku Laporan Hasil Belajar ini digunakan selama peserta didik mengikuti pembelajaran di Sekolah Menengah Atas.
Apabila peserta didik pindah sekolah, buku Laporan Hasil Belajar dibawa oleh peserta didik yang bersangkutan sebagai bukti pencapaian kompetensi.
Apabila buku Laporan Hasil Belajar peserta didik hilang, dapat diganti dengan buku Laporan Hasil Belajar Pengganti dan diisi dengan nilai-nilai yang dikutip dari Buku Induk Sekolah asal peserta didik dan disahkan oleh Kepala Sekolah yang bersangkutan.
Buku Laporan Hasil Belajar peserta didik ini harus dilengkapi dengan pas foto terbaru ukuran 3 x 4 cm, dan pengisiannya dilakukan oleh wali kelas.

KETERANGAN NILAI KUANTITATIF
Nilai Kuantitatif dengan Skala 1 – 4 (berlaku kelipatan 0,33) digunakan untuk Nilai Pengetahuan (KI 3) dan Nilai Keterampilan (KI 4). Indeks Nilai Kuantitatif dengan Skala 1 – 4 adalah:
Diganti tabel
KETERANGAN NILAI KUALITATIF
Nilai Kualitatif yang digunakan untuk Nilai Sikap Spiritual (KI 1), dan Sikap Sosial (KI 2), serta Kegiatan Ekstra Kurikuler, adalah:
SB = Sangat Baik
B = Baik
C = Cukup
K = Kurang

KETERANGAN TENTANG DIRI PESERTA DIDIK

Nama Peserta Didik (Lengkap) : ………………………………………….
Nomor Induk Siswa Nasional : ………………………………………….
Tempat Tanggal Lahir : ………………………………………….
Jenis Kelamin : ………………………………………….
Agama : ………………………………………….
Status dalam Keluarga : ………………………………………….
Anak ke : ………………………………………….
Alamat Peserta Didik :………………………………………….
: ………………………………………….
Nomor Telepon Rumah : ………………………………………….
Sekolah Asal : ………………………………………….
11.Diterima di sekolah ini
Di kelas : ………………………………………….
Pada tanggal : ………………………………………….
12. Nama Orang Tua : ………………………………………….
a. Ayah : ………………………………………….
b. Ibu : ………………………………………….
Alamat Orang Tua : ………………………………………….
: ………………………………………….
Nomor Telepon Rumah : ………………………………………….
Pekerjaan Orang Tua : ………………………………………….
a. Ayah : ………………………………………….
b. Ibu : ………………………………………….
Nama Wali Peserta Didik : ………………………………………….
Alamat Wali Peserta Didik :………………………………………….
:………………………………………….
Nomor Telepon Rumah : ………………………………………….
Pekerjaan Wali Peserta Didik : ………………………………………….

……………….., ……………. 20….
Kepala Sekolah,

NIP

Nama Sekolah : ________________ Kelas : ___________
Alamat : ________________ Semester : 1 (Satu)
Nama : _______________ Tahun Pelajaran : ___________
Nomor Induk/NISN : _____________
CAPAIAN
MATA PELAJARAN Pengetahuan
(KI 3) Keterampilan
(KI 4) Sikap Spiritual dan Sosial (KI 1 dan KI 2)
Dalam Mapel Antarmapel
Angka Predikat Angka Predikat
Kelompok A (Wajib) 1 – 4 1 – 4 SB/ B/ C/ K KESIMPULAN DARI SIKAP KESELURUHAN ANTARMAPEL, DIPUTUSKAN MELALUI RAPAT BERSAMA DENGAN GURU MAPEL DAN WALI KELAS

1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Matematika
5 Sejarah Indonesia
6 Bahasa Inggris
Kelompok B (Wajib)
1 Seni Budaya
2 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
3 Prakarya dan Kewirausahaan
Kelompok C (Peminatan)
I Peminatan (Diisi sesuai dengan minat peserta didik)
1 …………………….
2 …………………….
3 …………………….
4 …………………….
II Lintas Minat (Diisi sesuai dengan minat peserta didik)
1 ……………………..
2 ……………………..

Kegiatan Ekstra Kurikuler Nilai Keterangan
1. Praja Muda Karana (Pramuka)
2. ………………………………

Ketidakhadiran

Sakit : _____ hari
Izin : _____ hari
Tanpa Keterangan : _____ hari

Mengetahui: …………………, ………………..20….
Orang Tua/Wali, Wali Kelas,

_________________________
NIP
Nama Sekolah : ________________ Kelas : ___________
Alamat : ________________ Semester : 1 (Satu)
Nama : ________________ Tahun Pelajaran : ___________
Nomor Induk/NISN : ________________

DESKRIPSI
MATA PELAJARAN
KOMPETENSI CATATAN
Kelompok A (Wajib)
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Pengetahuan CAPAIAN KD DI KI 3

Keterampilan CAPAIAN KD DI KI 4
Sikap Spiritual dan Sosial CAPAIAN KD DI KI 1 DAN KI 2
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
3 Bahasa Indonesia Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
4 Matematika Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
5 Sejarah Indonesia Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
6 Bahasa Inggris Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Kelompok B (Wajib)
1 Seni Budaya Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
2 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
3 Prakarya dan Kewirausahaah Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Kelompok C (Peminatan)
I Peminatan …………….. (Diisi sesuai dengan minat peserta didik)
1 ………………… Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
2 ………………… Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
3 ………………….. Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
4 …………………. Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
II Lintas Peminatan (Diisi sesuai dengan minat peserta didik)
1 ………………… Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
2 ………………… Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial

Mengetahui: ………….., ……………….. 20….

Orang Tua/Wali, Wali Kelas,

________________________

Nama Sekolah : ________________ Kelas : ___________
Alamat : ________________ Semester : 2 (Dua)
Nama : ________________ Tahun Pelajaran : ___________
Nomor Induk/NISN : ________________

CAPAIAN
MATA PELAJARAN Pengetahuan
(KI 3) Keterampilan
(KI 4) Sikap Spiritual dan Sosial (KI 1 dan KI 2)
Dalam Mapel Antarmapel
Angka Predikat Angka Predikat
Kelompok A (Wajib) 1 – 4 1 – 4 SB/ B/ C/ K KESIMPULAN DARI SIKAP KESELURUHAN ANTARMAPEL, DIPUTUSKAN MELALUI RAPAT BERSAMA DENGAN GURU MAPEL DAN WALI KELAS

1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
3 Bahasa Indonesia
4 Matematika
5 Sejarah Indonesia
6 Bahasa Inggris
Kelompok B (Wajib)
1 Seni Budaya
2 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
3 Prakarya dan Kewirausahaan
Kelompok C (Peminatan)
I Peminatan (Diisi sesuai dengan minat peserta didik)
1 …………………….
2 …………………….
3 …………………….
4 …………………….
II Lintas Minat (Diisi sesuai dengan minat peserta didik)
1 ……………………..
2 ……………………..

Kegiatan Ekstra Kurikuler Nilai Keterangan
1. Praja Muda Karana (Pramuka)
2. ………………………………

Ketidakhadiran

Sakit : _____ hari
Izin : _____ hari
Tanpa Keterangan : _____ hari

Mengetahui: …………………, ………………..20….
Orang Tua/Wali, Wali Kelas,

_________________________
NIP

Nama Sekolah : ________________ Kelas : ___________
Alamat : ________________ Semester : 2 (Dua)
Nama : ________________ Tahun Pelajaran : ____________
Nomor Induk/NISN : ________________

DESKRIPSI

MATA PELAJARAN
KOMPETENSI CATATAN
Kelompok A (Wajib)
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Pengetahuan CAPAIAN KD DI KI 3

Keterampilan CAPAIAN KD DI KI 4
Sikap Spiritual dan Sosial CAPAIAN KD DI KI 1 DAN KI 2
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
3 Bahasa Indonesia Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
4 Matematika Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
5 Sejarah Indonesia Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
6 Bahasa Inggris Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
Kelompok B (Wajib)
1 Seni Budaya Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
2 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
3 Prakarya dan Kewirausahaah Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial

Kelompok C (Peminatan)
I Peminatan …………….. (Diisi sesuai dengan minat peserta didik)
1 ………………… Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
2 ………………… Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
3 ………………….. Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
4 …………………. Pengetahuan

Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
II Lintas Minat (Diisi sesuai dengan minat peserta didik)
1 ………………… Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial
2 ………………… Pengetahuan
Keterampilan
Sikap Spiritual dan Sosial

Mengetahui:
Orang Tua/Wali,

KETERANGAN PINDAH SEKOLAH
NAMA PESERTA DIDIK : __________________
KELUAR
Tanggal Kelas yang Ditinggalkan Sebab-sebab Keluar atau Atas Permintaan (Tertulis) Tanda Tangan Kepala Sekolah, Stempel Sekolah, dan Tanda Tangan Orang Tua/Wali

_______, _________
Kepala Sekolah,

NIP.

Orang Tua/Wali,

__________, _________
Kepala Sekolah,

NIP.
Orang Tua/Wali,

__________, ________
Kepala Sekolah,

NIP.
Orang Tua/Wali,

KETERANGAN PINDAH SEKOLAH
NAMA PESERTA DIDIK : __________________
NO. MASUK

1
2
3
4

5
Nama Peserta Didik
Nomor Induk
Nama Sekolah Asal
Masuk di Sekolah ini:
Tanggal
Di Kelas
Tahun Pelajaran
___________________________
___________________________
___________________________

___________________________
___________________________
¬___________________________
________, ________

Kepala Sekolah,

NIP.

1
2
3
4

5
Nama Peserta Didik
Nomor Induk
Nama Sekolah Asal
Masuk di Sekolah ini:
Tanggal
Di Kelas
Tahun Pelajaran
___________________________
___________________________
___________________________

___________________________
___________________________
¬___________________________
________, ________

Kepala Sekolah,

NIP.

1
2
3
4

5
Nama Peserta Didik
Nomor Induk
Nama Sekolah Asal
Masuk di Sekolah ini:
Tanggal
Di Kelas
Tahun Pelajaran
___________________________
___________________________
___________________________

___________________________
___________________________
¬___________________________
________, ________

Kepala Sekolah,

NIP.

Catatan Prestasi yang Pernah Dicapai

Nama Peserta Didik : ……………………………………………….
Nama Sekolah : ……………………………………………….
Nomor Induk : ……………………………………………….

No. Prestasi yang Pernah Dicapai Keterangan
1 Kurikuler _____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________

2 Ekstra Kurikuler _____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
_____________________________________________
3 Catatan Khusus Lainnya ____________________________________________
____________________________________________
____________________________________________
____________________________________________
____________________________________________
____________________________________________

CARA PENGISIAN RAPOR SMA

Buku laporan hasil belajar diisi dengan tulisan yang rapi dan jelas.
Nama peserta didik di halaman judul, data Satuan Pendidikan di lembar 1, dan data peserta didik di lembar 2 ditulis menggunakan huruf kapital yang jelas dan rapi.
Lembar 2 yang berisi data peserta didik, dilengkapi dengan foto peserta didik terbaru berukuran 3 x 4.
Lembar CAPAIAN kompetensi semester 1 diisi dengan:
Identitas Satuan Pendidikan dan identitas peserta didik.
Pada kolom Pengetahuan dan Keterampilan diisi dengan perolehan nilai dari tiap guru mata pelajaran yang berupa angka (berdasarkan perhitungan skala 1 s.d 4) dan Kode Huruf (predikat).
Contoh :
A : 3,68 –4,00 C+ : 2,01 – 2,33
A- : 3,34 – 3,67 C : 1,68 – 2,00
B+ : 3,01 – 3,33 C- : 1,34 – 1,67
B :2,68 – 3,00 D+: 1,01 – 1,33
B- : 2,34 – 2,67 D: ≤ 1,00

Untuk kolom Sikap Spiritual dan Sosial (KI-1 dan KI-2), dalam kolom Mapel diisi dengan menggunakan nilai kualitatif:
SB = Sangat Baik
B = Baik
C = Cukup
K = Kurang

Untuk kolom Sikap Spiritual dan Sosial (KI-1 dan KI-2) antarmapel diisi oleh wali kelas dengan deskripsi kesimpulan dari sikap peserta didik secara keseluruhan dalam mata pelajaran. Kesimpulan tersebut diperoleh melalui rapat bersama dengan guru mata pelajaran.

CONTOH PENGISIAN
Nama Sekolah : SMA Cipete Kelas : X
Alamat : Kebayoran Baru Semester : 1 (Satu)
Jakarta Selatan
Nama : B u d i Tahun Pelajaran : 2013-2014
Nomor Induk/NISN : 000085

CAPAIAN
MATA PELAJARAN
Pengetahuan
(KI 3) Keterampilan
(KI 4) Sikap Spiritual dan Sosial (KI 1dan KI 2)
dalam mapel antarmapel
Kelompok A (Wajib)
Peserta didik menunjukkan sikap sungguh-sungguh dalam menerapkan sikap jujur dan kerjasama, namun masih perlu ditingkat-kan lagi sikap percaya diri.
1 Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3.70 (A) 3.35 (A-) SB
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 3.60 (A-) 3.33 (B+) B
3 Bahasa Indonesia 3.85 (A) 3.73 (A) SB
4 Matematika 3.65 (A-) 2.80 (B) B
5 Sejarah Indonesia 3.01 (B+) 3.33 (B+) B
6 Bahasa Inggris 3.50 (A-) 3.65 (A-) SB
Kelompok B (Wajib)
1 Seni Budaya 3.33 (B+) 3.01 (B+) B
2 Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan 3.75 (A)
3.90 (A)
SB
3 Prakarya dan Kewirausahaan 2.67 (B-) 2.00 © B
Kelompok C (Peminatan)
I Peminatan Matematika dan Ilmu Alam
1 Matematika 3. 55 (A-) 2.85 (B) B
2 Biologi 3.33 (B+) 2.90 (B) B
3 Fisika 3.78 (A) 3.01 (B+) SB
4 Kimia 3.01 (B+) 3.33 (B+) B
II Lintas Minat
1 Ekonomi 3.00 (B) 2.95 (B) B
2 Bahasa Mandarin 3.54 (A-) 3.80 (A) SB

Kegiatan ekstra kurikuler diisi dengan nilai kualitatif (SB = sangat baik,B = baik,C = cukup, dan K = kurang) dilengkapi dengan keterangan masing-masing kegiatan ekstra kurikuler yang diikuti. Nilai dan keterangan kegiatan ekstra kurikuler diperoleh dari guru pembina/pelatih ekstra kurikuler.

Contoh :
Kegiatan Ekstra Kurikuler Nilai Keterangan
Praja Muda Karana (Pramuka)
SB

Sangat Baik. Juara LT I tingkat Provinsi
2. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
B
Baik, aktif dalam setiap kegiatan

Kolom ketidakhadiran diisi dengan rekapitulasi ketidakhadiran peserta didik (sakit, izin, dan tanpa keterangan) dari wali kelas.
Contoh:
Ketidakhadiran

Sakit : 1 hari
Izin : – hari
Tanpa Keterangan : – hari

Lembar catatan DESKRIPSI kompetensi mata pelajaran diisi dengan:
Identitas Satuan Pendidikan dan identitas peserta didik.
Catatan deskripsi Pengetahuan, Keterampilan, Sikap Spiritual dan Sosial tiap mata pelajaran diperoleh dari guru mata pelajaran.
Catatan deskripsi Pengetahuan, Keterampilan, Sikap Spiritual dan Sosial tiap mata pelajaran ditulis dengan jelas dan rapi.

Contoh Pengisian
No. Mata Pelajaran Kompetensi Catatan
Kelompok A (Wajib)
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Pengetahuan Baik, sudah memahami seluruh kompetensi, terutama sangat baik dalam memahami makna mujahadah an-nafs. Terus berlatih agar lebih baik dalam kompetensi yang lain.
Keterampilan Sudah terampil dalam hafalan surat-surat yang ditentukan, namun masih perlu banyak berlatih dalam hafalan Q.S.An-Nur(24):2.
Sikap Spiritual dan Sosial Sudah konsisten menunjukkan sikap beriman, bertaqwa, jujur, dan kontrol diri.

Kelompok B (Wajib)

2. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

Pengetahuan Sudah memahami semua konsep keterampilan, kecuali peranaktivitasfisikdalam pencegahanpenyakitdanpengurangan biayaperawatankesehatan. Perlu lebih tekun dalam memahami peranaktivitasfisikdalam pencegahanpenyakitdanpengurangan biayaperawatankesehatan.

Keterampilan Sudah menguasai keterampilan permainan dan atletik, terutama mempraktikkan teknik dasar atletik (jalan cepat, lari, lompat dan lempar) dengan menekankan gerak dasar fundamentalnya. Dapat diikutsertakan dalam lomba OOSN tingkat kota.
Sikap Spiritual dan Sosial Sudah menunjukkan usaha maksimal dalam setiap aktivitas gerak jasmani, sportif dalam bermain, perlu peningkatan dalam menghargai perbedaan. Perlu terus dikembangkan sikap sportif dalam bermain danmenghargai perbedaan

Kelompok C (Peminatan)
I Peminatan Matematika dan Ilmu Alam
1 Matematika ———————-
———————————————
2 Biologi Pengetahuan Sudah memahami berbagai tingkat keaneka-ragaman hayati, namun kurang memahami dampak perubahan lingkungan terhadap kehidupan. Perlu melakukan pengamatan lingkungan untuk meningkatkan pemahaman mengenai dampak perubahan lingkungan terhadap kehidupan.
Keterampilan Sudah memiliki kompetensi keterampilan ilmiah dalam memecahkan permasalahan biologi, namun kurang memperhatikan aspek keselamatan kerja. Perlu lebih teliti memperhatikan aspek keselamatan kerja dalam melakukan kegiatan praktik baik di dalam maupun di luar ruang laboratorium biologi.

Sikap Spiritual dan Sosial Sudah menunjukkan kepedulian terhadap masalah lingkungan hidup dan berperilaku ilmiah (tekun, teliti, jujur menyajikan data dan fakta), namun kurang percaya diri dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi secara lisan. Perlu berlatih meningkatkan kepercayaan diri untuk berani berargumentasi secara lisan.

II Lintas Minat
1 Ekonomi Pengetahuan Sudah memiliki kompetensi menganalisis dan mengatasi permasalahan ekonomi, namun kurang memahami konsep manajemen. Perlu meningkatkan pemahaman tentang manajemen.
Keterampilan Sudah terampil melakukan penelitiantentangpasardan terbentuknyahargapasardalam perekonomian, namun kurang terampil menerapkan konsep manajemen. Perlu berlatih menerapkan konsep manajemen di sekolah, misalnya mengelola koperasi siswa.

Sikap Spiritual dan Sosial Sudah konsisten berperilaku jujur, tanggung jawab, dan peduli terhadap masalah ekonomi.
2 Bahasa Mandarin ———— —————————————

Teknik pegisian lembar penilaian laporan hasil belajar semester 2 (dua) sama dengan teknik pengisian lembar penilaian laporan hasil belajar semester 1 (satu).

Kriteria kenaikan kelas ditentukan oleh Satuan Pendidikan berdasarkan karakteristik Satuan Pendidikan.

Contoh :
Peserta didik dinyatakan naik kelas apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut:
Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester pada tahun pelajaran yang diikuti.
Mencapai tingkat kompetensi yang dipersyaratkan minimal sama dengan KKM.
Tidak terdapat 3 mata pelajaran atau lebih, pada kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan/atau sikap yang belum tuntas/belum baik.
Ketidakhadiran peserta didik tanpa keterangan maksimal 15% dari jumlah hari efektif.

8. Keterangan pindah keluar Satuan Pendidikan diisi dengan:
Tanggal ditetapkannya keluar dari Satuan Pendidikan.
Kelas yang ditinggalkan pada saat keluar dari Satuan Pendidikan.
Alasan keluar dari Satuan Pendidikan.
Waktu penandatanganan pengesahan oleh Kepala Sekolah dan tanda tangan kepala sekolah dibubuhi stempel.
Pengesahan kepindahan keluar Satuan Pendidikan dikuatkan dengan tanda tangan orang tua/wali peserta didik.

9. Keterangan pindah masuk Satuan Pendidikan diisi dengan:
Nama peserta didik yang masuk ditulis dengan huruf kapital.
Identitas peserta didik ditulis apabila pindah masuk ke sekolah baru (mutasi dari luar ke dalam Satuan Pendidikan).
Waktu penandatanganan pengesahan oleh Kepala Sekolah dan tanda tangan kepala sekolah dibubuhi stempel.

10. Catatan prestasi yang pernah dicapai diisi dengan:
Identitas peserta didik.
Catatan prestasi yang menonjol pada bidang kurikuler (akademik), ekstra kurikuler (nonakademik), dan catatan khusus lainnya yang berhubungan dengan sikap serta hal-hal selain kurikuler dan ekstra kurikuler (misalnya memenangkan kejuaraan dalam ajang pencarian bakat, dan sebagainya).

Testimoni

artikel lainnya Model penilaian SMA 1 Indonesia



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Tuesday 22 October 2013 | blog

Kata mutiara tentang guru baik bahasa Inggris dan artinya / terjemahannya dalam bahasa Indonesia ini dimaksudkan…

Wednesday 20 August 2014 | blog

MENUJU SEKOLAH ABAD KE 21 Dra.Trisilawati Pengawas Dikpora Surakarta 2013 APABILA KITA MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN SAAT INI…

Wednesday 28 January 2015 | blog

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN  (RPP) Mata Pelajaran             :  TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Kelas/ semester            :   XI /…

Wednesday 18 March 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR MULTIMEDIA         MENJUAL PRODUK DAN…