Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Migrasi Ke Teknologi Baru TIK.PR02.017.01

May
29
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

.

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

 

 

MIGRASI KE TEKNOLOGI BARU

TIK.PR02.017.01

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

DAFTAR ISI. 1

BAB I. 3

PENGANTAR. 3

1.1     Konsep Dasar Competency Based Training (CBT) 3

1.2     Penjelasan Modul 3

1.2.1    Desain Modul 3

1.2.2    Isi Modul 3

1.2.3    Pelaksanaan Modul 4

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 4

1.4     Pengertian-Pengertian / Istilah. 5

BAB II. 7

STANDAR KOMPETENSI. 7

2.1     Peta Paket Pelatihan. 7

2.2     Pengertian Unit Standar Kompetensi 7

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari 7

2.3.1 Judul Unit Kompetensi 8

2.3.3 Deskripsi Unit 8

2.3.4 Elemen Kompetensi 8

2.3.5 Batasan Variabel 2

2.3.6 Panduan Penilaian. 2

2.3.6 Kompetensi Kunci 3

BAB III. 4

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 4

3.1     Strategi Pelatihan. 4

3.2     Metode Pelatihan. 4

BAB IV. 6

MATERI UNIT KOMPETENSI. 6

4.1     Tujuan Instruksional Umum.. 6

4.2     Tujuan Instruksional Khusus 6

4.3     Uraian Singkat Materi Tentang Migrasi Ke Teknologi Baru. 6

4.4     Beberapa Pengertian dalam Unit Kompetensi Ini : 7

4.5     Informasi masing-masing elemen kompetensi: 7

4.5.1. Mempergunakan pengetahuan dan teknik-teknik yang ada pada teknologi baru  7

4.5.2   Menggunakan fungsi-fungsi yang terkini dari teknologi untuk memecahkan masalah keorganisasian. 13

4.5.3   Menggunakan fungsi-fungsi baru dari teknologi yang di-upgrade. 21

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI  27

5.1    Sumber Daya Manusia. 27

5.2.    Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 28

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 28

DAFTAR PUSTAKA. 30

BAB I

PENGANTAR

 

1.1     Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2     Penjelasan Modul

Pada bagian ini akan dijelaskan tentang desain modul, isi modul, dan pelaksanaan modul.

1.2.1  Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

1.2.2  Isi Modul

Bagian Isi Modul ini menerangkan tentang Buku Informasi, Buku Kerja, dan Buku Penilaian.

 

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan. Buku ini digunakan sebagai panduan untuk peserta pelatihan.

 

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada buku kerja dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada buku kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3  Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan buku informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan buku kerja kepada setiap peserta pelatihan.
    • Menggunakan buku informasi  sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
    • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada buku kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan buku informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku kerja.
  • Memberikan jawaban pada buku kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada buku kerja.
  • Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

 

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)

Jika anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4     Pengertian-Pengertian / Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standarisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Pelatihan Berbasis Kompetensi Kerja

Pelatihan Berbasisi Kompetensi Kerja adalah  pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.

 

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan / atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Sertifikat Kompetensi Kerja

Sertifikasi kompetensi Kerja adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang

dilakukan secara sitematis dan obyektif melalui uji kompetensi sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional dan /atau standar khusus.

 

Sertifikasi Kompetensi Kerja

Sertifikat Kompetensi Kerja adalah bukti tertulis yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi terakreditasi yang menerangkan bahwa seseorang telah menguasai kompetensi kerja tertentu sesuai dengan SKKNI.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1     Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.PR02.017.01     Migrasi ke Teknologi Baru

2.2     Pengertian Unit Standar Kompetensi

 

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Apakah yang akan anda pelajari dari Unit Kompetensi ini ?

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari mempergunakan pengetahuan dan teknik-teknik yang ada pada teknologi baru, dan menerapkannya dalam perusahaan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan keorganisasian.

 

Berapa lama unit kompetensi ini dapat diselesaikan ?

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari.

 

Berapa banyak/kesempatan yang anda miliki untuk mencapai kompetensi ?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Judul Unit Kompetensi

Migrasi ke Teknologi Baru

 

2.3.2 Kode Unit Kompetensi

          TIK.PR02.017.01

2.3.3 Deskripsi Unit

Unit ini menentukan kompetensi yang diperlukan untuk mentransfer dan mempergunakan keterampilan dan pengetahuan teknologi yang baru sesuai situasi.

 

2.3.4 Elemen Kompetensi

Berikut merupakan elemen kompetensi untuk unit Migrasi ke Teknologi Baru.

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01  Mempergunakan pengetahuan dan teknik-teknik yang ada pada teknologi baru 1.1     Pengetahuan dan teknik-teknik yang ada di gunakan untuk menyelidiki teknologi baru

 

1.2     Teknologi baru yang di peroleh oleh organisasi digunakan dengan gangguan minimum

 

02  Menggunakan fungsi-fungsi yang terkini dari teknologi untuk memecahkan masalah keorganisasian 2.1     Fitur-fitur khusus dari teknologi di gunakan untuk memecahkan masalah keorganisasian

 

2.2     Fitur-fitur khusus dari software digunakan untuk memecahkan masalah keorganisasian

 

2.3     Fitur-fitur khusus dari hardware digunakan untuk memecahkan masalah keorganisasian

03  Menggunakan fungsi-fungsi baru dari teknologi yang di up grade 3.1    Fitur-fitur khusus dari teknologi yang di up grade di gunakan untuk memecahkan masalah keorganisasian

 

3.2    Fitur-fitur khusus dari software yang di upgrade di gunakan untuk memecahkan masalah keorganisasian

 

3.3    Fitur-fitur khusus dari hardware yang di upgrade di gunakan untuk memecahkan masalah keorganisasian

 

 

Tabel 1Elemen Kompetensi

2.3.5 Batasan Variabel

Batasan variabel dalam bahasan ini adalah:

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi

2.  Migrasi ke teknologi baru bersifat internal pada bidang teknologi informasi dan komunikasi

2.3.6 Panduan Penilaian

 

  1. 1.   Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang:

1.1   Pengetahuan Dasar :

1.1.1                 Pengetahuan teknologi hardware

1.1.2                 Pengetahuan teknologi software

 

  1. 2.   Konteks penilaian

Unit ini dapat di nilai di dalam tempat kerja atau tempat lain secara praktek komputer dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal

  1. 3.   Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan

3.1 Kemampuan mempergunakan teknologi baru pada organisasi dengan gangguan yang minimum.

3.2   Kemampuan menggunakan fungsi-fungsi yang terkini dari teknologi untuk memecahkan masalah keorganisasian.

3.3   Kemampuan menggunakan fungsi-fungsi yang terkini dari teknologi yang di up grade.

 

  1. 4.    Kaitan dengan unit-unit lainnya

Kaitan unit dengan unit-unit lainnya, hádala sebagai berikut:

4.1   Unit ini di dukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan dasar-dasar teknologi informasi

4.1.1 TIK.PR02.010.01 Menggunakan library atau komponen-komponen pre exiting

4.1.2 TIK.PR02.011.01 Membuat program utilitas

4.1.3 TIK.PR02.016.01 Membuat paket software aplikasi

 

4.2   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sekor tertentu. Batasan variable akan      membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/khusus, pelatihan harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

 2.3.6 Kompetensi Kunci

          Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

 

No.

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1.

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2.

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3.

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

1

4.

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5.

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6.

Memecahkan masalah

1

7.

Menggunakan teknologi

1

Tabel 2 Kompetensi Kunci

 


BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1        Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2        Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

4.1     Tujuan Instruksional Umum

  • Peserta pelatihan dapat mempergunakan pengetahuan dan teknik-teknik yang ada pada teknologi baru
  • Peserta pelatihan dapat menggunakan fungsi-fungsi    yang terkini dari teknologi untuk memecahkan masalah keorganisasian
  • Peserta pelatihan dapatmMenggunakan fungsi-fungsi baru dari teknologi yang di up grade
  • Peserta pelatihan dapat menggunakan pengetahuan dan teknik-teknik yang ada untuk menyelidiki kemampuan teknologi baru.
  • Peserta pelatihan dapat menggunakan teknologi baru untuk menyelesaikan gangguan minimum.
  • Peserta pelatihan dapat menggunakan fitur-fitur khusus dari tekologi untuk memecahkan masalah keorganisasian.
  • Peserta pelatihan dapat menggunakan fitur-fitur khusus dari software maupun hardware untuk memecahkan masalah keorganisasian.
  • Peserta pelatihan dapat meng-upgrade fitur-fitur khusus dari teknologi untuk memecahkan masalah keorganisasian.
  • Peserta pelatihan dapat meng-upgrade fitur-fitur khusus dari software maupun hardware untuk memecahkan masalah keorganisasian.

4.2     Tujuan Instruksional Khusus

 

4.3     Uraian Singkat Materi Tentang Migrasi Ke Teknologi Baru

 

Buku informasi Migrasi ke Teknologi Baru membahas tentang bagaimana kita dapat menggunakan pengetahuan maupun teknologi yanga ada dalam perusahaan untuk menyelidiki teknologi baru yang dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan atau masalah-masalah yang muncul dalam perusahaan. Fitur-fitur khusus dari teknologi, hardware, dan software digunakan untuk memecahkan masalah organisasi. Dengan mempelajari fitur-fitur khusus dari teknologi baru dan menempatkannya dalam penyelesaian masalah-masalah keorganisasian, maka perusahaan tahu peranan teknologi baru tersebut bagi perkembangan dan kemajuan perusahaannya. Maka dengan meng-upgrade fitur-fitur khusus dari teknologi, software, dan hardware, perusahaan sudah membuat keputusan yang sangat besar untuk kemajuan perusahaannya.

 

4.4     Beberapa Pengertian dalam Unit Kompetensi Ini :

Pengertian dalam unit kompetensi ini adalah:

 

  1. Malicious software merupakan program-program atau software-software yang dibuat untuk mengancam keamanan suatu data, seperti mengakses data orang yang tidak seharusnya diakses oleh pelaku tersebut.
  2. Hacker merupakan seseorang yang bertangan dingin dalam mengutak-atik program komputer dan melakukan upaya-upaya penerobosan suatu sistem komputer tanpa otorisasi yang sah dengan tujuan untuk mengambil atau mencuri sesuatu.
  3. Cracker merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan orang yang melakukan tindakan memasuki sistem keamanan komputer dan kemudian mengubah tampilan hingga melakukan perusakan.

 

4.5     Informasi masing-masing elemen kompetensi:

4.5.1 Mempergunakan pengetahuan dan teknik-teknik yang ada pada teknologi baru

 

1) Pengetahuan Kerja

Bagian ini menjelaskan tentang semua elemen kompetensi tentang migrasi ke teknologi baru.

Pengetahuan dan teknik-teknik untuk menyelidiki teknologi

 

Sebelum kita melangkah lebih jauh dan mendalam dalam pembahasan ini, sebaiknya kita terlebih dahulu melihat hal-hal apa saja yang dapat dikategorikan sebagai teknologi, karena banyak orang yang berpikiran, bahwa teknologi itu hanya ada pada dunia computer saja, padahal cakupan teknologi itu sangat luas.  Sebagai contoh, perkembangan teknologi bahasa pemograman dari VB ke Vb.Net. Teknologi .Net pada saat ini masih dikategorikan sebagai teknologi baru dalam dunia bahasa pemograman yang dikeluarkan oleh Microsoft. Memang dalam pembahasan ini kita akan berfokus pada teknologi informasi.

 

Pengetahuan merupakan modal yang sangat penting dan berharga  untuk mendapatkan dan mencapai sesuatu. Pengetahuan dalam suatu organisasi berarti semua hal yang berhubungan dengan organisasi tersebut. Bentuk dari pengetahuan bukan hanya secara tertulis tetapi lisan. Untuk dapat menggunakan pengetahuan sebagai dasar untuk menyelidiki teknologi baru, maka pihak organisasi sendiri harus mengetahui dan mengidentifikasi pengetahuan apa yang sudah dimiliki organisasi tersebut, pengetahuan tersebut mencakup:

  1. Pengetahuan Internal Perusahaan, yang meliputi hal-hal di bawah ini, yaitu:
  • Hal-hal yang saat ini dimiliki organisasi dan yang bisa dilakukan organisasi atau perusahaan dalam menjalankan organisasinya.
  • Pengetahuan tentang sejauh mana peranan teknologi yang digunakan pada saat ini dalam mendukung managerial maupun operasional dan hal-hal lain dalam perusahaan.
  • Pengetahuan-pengetahuan personal organisasi, yang menyangkut masalah-masalah yang timbul dalam organisasi maupun peluang-peluang yang ada dan lain-lain.

 

  1. Pengetahuan Eksternal Perusahaan, yang meliputi:
  • Sejauh mana pengetahuan yang dimiliki organisasi memberikan kontribusi untuk menjalankan strategi organisasi dalam hubungannya dengan organisasi lainnya.
  • Pengetahuan akan penggunaan teknologi oleh organisasi lain, yang bisa dijadikan sebagai acuan bagi kemajuan organisasi internal.

 

Jika suatu organisasi sudah dapat mengidentifikasikan pengetahuan dan teknik-teknik yang ada dalam organisasi tersebut, maka pihak-pihak terkait tersebut akan lebih mudah dalam mengambil dan menetukan rencana masa depan organisasi dan bagaimana untuk mencapainya.

 

Namun, terkadang pemeran dalam suatu organisasi mengalami hambatan dalam mengidentifikasi pengetahuan internal maupun eksternal organisasi tersebut, hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  1.      i.    Pemeran organisasi tidak mampu melihat asset pengetahuan yang mereka miliki secara internal.
  2.     ii.    Informasi yang tersedia terlalu banyak, sehingga sulit untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada.
  3.    iii.    Transparansi yang tidak ada dalam suatu organisasi, yang membuat pengetahuan mengalir hanya dalam orang-orang tertentu saja.
  4.    iv.    Ketidakmampuan untuk memandang dan memanfaatkan infrastruktur yang dimiliki oleh oraganisasi.
  5.     v.    Kurangnya partisipasi manajemen dalam bentuk keikutsertaan dan perhatian sebagian para manajer atau para top level dala suatu organisasi untuk memberikan masukan dan membagikan ilmu dan pengetahuan bagi para pekerja lainnya.
  6.    vi.    Kurangnya para personil yang handal, sehingga peng-asset-an data tidak dilakukan mulai dari awal.

 

Dalam hal ini kita sedang membicarakan tentang pengetahuan dan teknik-teknik yang dimiliki perusahaan dalam menyelidiki teknologi. Hal ini berarti bahwa para pemeran dalam organisasi harus mengetahui peranan apa kira-kira yang dapat dilakukan suatu infrastruktur atau asset bergerak atau tidak bergerak suatu perusahaan dalam membantu perusahaan untuk menyelidiki keberadaan dari suatu teknologi informasi. Pengetahuan dalam suatu organisasi dapat diperoleh dari berbagai bentuk mulai dari yang sederhana sampai yang kompleks, seperti:

 

  1. Surat Kabar dan majalah

Surat kabar merupakan sumber pengetahuan yang sangat mudah diperoleh. Melalui membaca dapat setiap orang dapat memperoleh berbagai informasi yang beragam, termasuk bidang teknologi informasi. Dalam surat kabar perkembangan tentang teknologi informasi selalu di-update. Majalah juga merupakan sumber informasi yang sangat tepay untuk melihat perkembangan teknologi informasi apalagi majalah yang membahas secara khusus tentang teknologi informasi. Keberadaan, perananan, dan berbagai kegunaan dan keuntungan teknolgi informasi dibahas dalam majalah tersebut, baik fitur-fitur khusus teknologi, software, maupun hardware. Dengan pengetahuan tersebut pemeran dalam organisasi dapat mengidentifikasi dan menyelidiki lebih jauh teknologi mana yang sangat sesuai dengan untuk mendukung proses bisnis organisasi dan perkembangan organisasi tersebut.

 

  1. Televisi

Televisi juga merupakan media informasi audio visual yang sangat mudah diperoleh. Melalui program-program televise yang berhubungan dengan teknologi informasi. Bahkan kita dapat melihat bagaimana cara kerja komponen-komponen teknologi informasi secara langsung. Perbandingan-perbandingan kemajuan teknologi yang diperoleh dari waktu ke waktu.

 

  1. Radio

Radio juga merupakan asset perusahaan yang merupakan media sumber pengetahuan yang sederhana dan mudah didapat. Sama halnya dengan televisi, hanya radio hanya merupakan media audio.

 

  1. Komputer

Komputer merupakan hasil dari perkembangan pengetahuan yang menciptakan teknologi yang membawa pengaruh yang sangat besar dalam seluruh sisi ehidupam manusia terutama dalam bidang teknologi informasi dan perekonomian. Komputer merupakan asset yang memegang peranan yang sangat penting penting dalam perkembangan bidang usaha maupun instansi.

 

  1. Fasilitas Jaringan

Fasilitas jaringan merupakan fasilitas yang dimanfaatkan dan memanfaatkan computer atau  teknologi sejenis computer untuk menembus semua batasan yang menghalangi penyebaran informasi. Melalui internet pemeran organisasi dapat mencari berbagai ilmu dan pengetahuan yang berhubungan dengan keberadaan teknologi informasi. Melalui internet pemeran organisasi dapat belajar dan mengambil pengetahuan dari berbagai keberhasilan yang diraih oleh organisasi-organisasi besar, baik organisasi yang bergerak dalam bidang bisnis yang tepatnya disebut perusahaan maupun organisasi non bisnis, yaitu bergerak dalam bidang social.

 

  1. Kemampuan sumber daya manusia dalam organisasi

Asset perusahaan yang paling mahal dan berharga adalah individu atau pekerja yang mempunyai peranan dalam organisasi. Pengetahuan akan kemampuan suatu organisasi merupakan kunci sukses dari suatu organisasi. Ketika pihak manajemen suatu organisasi mengetahui kemampuan masing-masing pekerja, maka pihak manajemen akan dengan mudah dan tepat mengalokasikan setiap individu dalam mengambil bagian dalam perkembangan organisasi.

 

Informasi juga dapat dikatakan sebagai pengetahuan, yang menjadi modal bagi organisasi untuk membantu pemecahan masalah yang ada. Namun, secara umum informasi dapat dikategorikan ke dalam 3 tipe, yaitu:

 

  1. Informasi Pengumpulan Data (Scorekeeping Information)

Merupakan informasi yang mengambil bentuk berupa akumulasi atau pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan, “ Am I doing well or badly ?” “Apakah saya sudah mengerjakannya dengan baik

atau belum ?”. Dalam sebuah organisasi bisnis atau perusahaan, informasi ini berguna bagi manajer tingkat bawah untuk mengevaluasi kinerja personel-personelnya.

 

  1. Informasi Pengarah Perhatian (Attention Directing Information)

Merupakan informasi untuk membantu memusatkan perhatian pada masalah-masalah yang menyimpang, ketidakberesan, ketidakefesienan dan kesempatan-kesempatan yang dapat dilakukan

informasi tersebut untuk menjawab pertanyaan, “What problem should I look into ?” “Permasalahan apakah yang seharusnya saya cermati ?” Dalam sebuah organisasi bisnis atau perusahaan, informasi tipe ini akan membantu manajemen menengah untuk melihat penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Penyimpangan disini bisa berupa over budget biaya, target penjualan yang tidak tercapai, pendapatan perusahaan yang menurun, biaya produksi yang meningkat diluar perkiraan atau lainnya. Yang merupakan perbedaan dari apa yang diharapkan dengan apa yang terjadi dalam kenyataan, das sein vs das sollen.

 

  1. Informasi Pemecahan Masalah (Problem Solving Information)

Merupakan informasi yang membantu pengambilan keputusan untuk memecahkan permasalahan yang tengah dihadapi. Informasi ini untuk menjawab pertanyaan “ Of the several ways of doing the job,

which is the best ?” Problem solving biasanya dihubungkan dengan keputusan-keputusan yang tidak berulang-ulang serta situasi yang membutuhkan analisis yang dilakukan oleh manajemen tingkat atas.

 

Dari berbagai pengetahuan yang diperoleh, organisasi juga dapat memperoleh teknik-teknik untuk menyelidiki teknologi baru. Untuk penyelidikan yang bagus dan tepat, memang suatu organisasi sebaiknya mempunyai seorang pekerja yang mengerti tentang teknologi.

 

Teknik-teknik yang ada dan yang sudah berjalan dalam organisasi dapat dimanfaatkan untuk menyelidiki teknologi baru. Dengan perlakuan teknik yang sama, pemeran dalam organisasi dapat menyelidiki dan menganalisis sejauh mana teknologi baru memberikan perubahan positif terhadap teknik yag sedang berjalan. Bagaimana teknologi baru akan memberikan kemudahan dan fasilitas yang lebih baik untuk mendukung proses bisnis seluruh organisasi.

 

Berbicara tentang teknologi baru, maka pemikiran kebanyakan orang akan mengarah ke teknologi informasi. Teknologi informasi yang menyangkut software, hardware dan lain-lain.

 

Untuk implementasi dan penerapan teknologi baru organisasi harus menyadari apabila pemeran dalam organisasi cukup realistis dalam keinginan mereka, cermat dalam merancang dan menerapkan teknologi baru agar sesuai keinginan serta wajar dalam menentukan batas biaya dari titik manfaat yang akan diperoleh, maka teknologi baru yang dihasilkan akan memberikan keuntungan dan uang.

 

Teknologi baru yang diperoleh oleh organisasi

Dalam menggunakan dan menerapkan suatu teknologi baru, yang dalam pembahasan ini kita akan lebih membahas kepada penerapan teknologi baru dalam teknologi informasi, akan membutuhkan perhatian yang benar-benar besar dan penuh pertimbangan. Karena penerapan teknologi baru dapat dikatakan mahal. Jadi, diharapkan organisasi tidak menerapkan, mengimplementasikan dan menggunakan suatu teknologi baru tanpa mengetahui arti, tujuan dan manfaat yang sebenarnya. Itu akan sama saja dikatakan dengan pemborosan dana organisasi. Untuk mengetahui ketangguhan suatu teknologi baru yang kita adopsi, maka diperlukan pengecekan ketangguhan dengan memberikan beberapa gangguan minimal. Gangguan minimal dalam hal ini adalah berupa kasus-kasus kecil yang diberikan dan diasumsikan ke dalam teknologi baru sehingga, organisasi akan mengetahui kekuatan maupun kelemahan dari teknologi baru yang diperoleh. Hal ini akan menjadi pertimbangan dalam pengembangan teknologi baru.

Dalam hal ini pihak organisasi harus bisa bertindak sebagai penjahat teknologi. Pihak organisasi harus melihat titik lemah dari suatu teknologi sehingga bisa mengatasinya, dan dengan keunggulan teknologi dapat memerikan kontibusi yang besar bagi organisasi. Sebagai contoh yang akan kita ambil adalah, penerapan teknologi internet dalam dunia organisasi.

Kondisi Sekarang:

Sebuah yayasan/organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan swasta, merasa bahwa organisasi yang mereka jalankan kurang berkembang. Para mahasiswa yang mendaftar tiap tahun bisa  dikatakan tidak mengalami peningkatan yang signifikan, perluasan ruangan kelas yang hampir tidak pernah terjadi.

Jalan keluar yang dipikirkan:

 

Pihak yayasan mencari jalan keluar dengan mengadopsi teknologi baru dalam pengembangan pendidikan tersebut. Pihak yayasan akan menyediakan fasilitas komputer yang dilengkapi dengan akses internet untuk pihak manajemen maupun mahasiswa sendiri. Diharapkan dengan pengadopsian teknologi baru ke dalam organisasi ini akan meningkatkan kualitas personil-personil yang terlibat dalam instansi tersebut baik para pihak manajemen, pengajar dan mahasiswa. Dengan peningkatan kualitas, maka otomatis akan mendukung dan membuka jalan bagi peningkatan kuantitas dari para  mahasiswa yang berminat. Melalui teknologi ini penyebaran promosi dari instansi juga akan lebih mudah dan  tidak terbatas. Oleh karena itu, pihak yang bertugas untuk melakukan mengumpulkan berbagai pengetahuan internal maupun eksternal untuk menyelidiki dan mengetahui perkembangan dan ketangguhan teknologi yang akan diterapkan dalam organisasi. Mereka juga mengambil teknik-teknik untuk penyelidikan tersebut. Setelah mengelola pengetahuan dan teknik-teknik yang ada dalam perusahaan, akhirnya perusahaan menerapkan dan mengimplementasikan teknologi baru tersebut. Walaupun pada dasarnya, penerapan teknologi baru akan membutuhkan biaya awal yang cukup besar, namun pada akhirnya biaya itu akan tertutupi dan bahkan akan membawa kemajuan dalam organisasi, jika penerapan teknologi baru tersebut sudah benar-benar dirancang dan dipersiapkan.

 

Pemberian gangguan minimum dalam penerapan teknologi:

 

Untuk masalah internet pihak organisasi belum menerapkan secara keseluruhan untuk tiap komputer yang ada, karena masih akan dites untuk melihat celah-celah yang memungkinkan adanya kerugian bag organisasi. Maka tenaga ahli jaringan mengelola contoh data organisasi yang akan diterapkan untuk percobaan gangguan oleh hacker, cracker, maupun malicious software. Untuk mengetes gangguan tersebut tentu saja ahli jaringan harus bertindak sebagai hacker maupun cracker juga. Selain itu memberikan serangan-serangan malicious software. Dari hasil percobaan tersebut, maka organisasi akan dapat mengatasi masalah-masalah yang timbul oleh karena penerapan teknologi baru tersebut. Baik itu maslah tenaga ahli yang akan terlibat dalam penggunaan teknologi baru tersebut. Dengan mengetahui kelemahan dan kekuatan teknologi baru yang kita terapkan dalam suatu organisasi, maka kita juga akan dapat mengalokasikan dana yang dibutuhkan dalam penerapan tekologi tersebut. Karena bagaimanapun, dalam penerapan teknologi baru, setiap organisasi akan berharap untuk:

  1. Membaiknya arus informasi di dalam sebuah organisasi.
  2. Mendorong manajer untuk membagikan informasi yang dihasilkan oleh departemennya agar secara rutin mengalir ke sistem yang lain yang memerlukan.
  3. Menekan biaya operasional organisasi.
  4. Meningkatkan penyebaran informasi atau profil suatu organisasi, seperti adanya website dengan profil organisasi yang ada di dalamnya.
  5. Meningkatkan keuntungan pendapatan organisasi secara umum.

 

2) Ketrampilan Kerja

Pengetahuan dan teknik-teknik yang ada di gunakan untuk menyelidiki teknologi baru

  • Mengumpulkan informasi mengenai pengetahuan dan teknik-teknik yang dapat digunakan untuk menyelidiki teknologi baru.
  • Mencari referensi tentang teknologi baru yang akan diselidiki.

 

Teknologi baru yang diperoleh oleh organisasi digunakan dengan gangguan minimum

  • Memberikan beberapa gangguan minimum terhadap teknologi baru yang diperoleh untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan dari teknologi baru tersebut.
  • Belajar menggunakan menggunakan teknologi baru yang diperoleh.

 

3) Sikap Kerja

 

Sikap kerja ditunjukkan pada saat praktek di lingkungan kerja.

  1. Menggunakan berbagai berbagai pengetahuan internal maupun eksternal organisasi dan teknik-teknik yang ada dalan organisasi untuk menyelidiki teknologi baru dengan benar.
  2. Teknologi baru yang akan diterapkan dapat dipilih dengan baik dan tepat untuk mendukung proses bisnis organisasi.

 

4.5.2  Menggunakan fungsi-fungsi yang terkini dari teknologi untuk memecahkan masalah keorganisasian

 

Dalam bagian ini akan dibahas tentang fitur-fitur khusus dari teknologi digunakan untuk memecahkan masalah keorganisasian, fitur-fitur khusus dari software digunakan untuk memecahkan masalah keorganisasian, dan fitur-fitur khusus dari hardware digunakan untuk memecahkan masalah keorganisasian.

 

1) Pengetahuan Kerja

 

Fitur-fitur khusus dari teknologi untuk memecahkan masalah keorganisasian

 

Salah satu tujuan dari penerapan teknologi dalam perusahaan adalah untuk memecahkan berbagai masalah keorganisasian. Masalah keorganisasian menyangkut banyak hal, baik masalah infrastruktur, strategi, human resources, komunikasi dan lain-lain. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Teknologi bisa berperan dalam tiga hal utama dalam organisasi, yaitu:

  1. Manajemen Relasi Pelanggan
  2. Manajemen sumber daya manusia
  3. Sistem inteligensi bisnis

 

Kita akan membahas bagaimana fitur-fitur khusus organisasi untuk mengatasi masalah-masalah di atas.

 

Manajemen relasi pelanggan adalah hal yang penting dalam menjaga hubungan dengan customer, apalagi mempertahankan customer supaya merasa puas atas pelayanan yang diberikan oleh organisasi maupun suatu instansi. Manajemen relasi pelanggan sangat perlu diperhatikan oleh organisasi-organisasi yang bergerak dalam bidang bisnis. Fitur-fitur khusus yang dimiliki oleh teknologi merupakan kekuatan untuk mengatasi berbagai masalah. Secara khusus penulis akan membahas tentang teknologi informasi dalam tulisan ini. Satu hal yang perlu diketahui pada saat ini adalah teknologi tidak lagi merupakan pemikiran terakhir dalam membentuk strategi bisnis, tetapi merupakan penyebab dan penggerak yang sebenarnya. Hal ini terjadi karena banyaknya fitur-fitur yang disajikan oleh teknologi informasi dalam memecahkan masalah organisasi. Fitur-fitur tersebut dapat berupa:

 

  1. Kemampuan mengelola data organisasi.

Kemampuan teknologi (dalam hal ini teknologi informasi) dalam memproses data sangat berguna bagi berjalannya proses bisnis organisasi. Dengan adanya teknologi pemrosesan data, masalah organisasi dalam hal pemrosesan data secara manual yang nota bene membutuhkan waktu dan tenaga yang lebih dapat terjawab. Ketidakhadiran teknologi dalam organisasi menyebabkan para perkerja dalam organisasi harus mencatat setiap data dan informasi secara manual, melakukan penghitungan. Penghitungan ini tentu saja tidak dapat dipastikan seratus persen kebenarannya, karena manusia sendiri tidak jarang melakukan kelalaian dalam hal hitung menghitung. Jadi dengan adanya teknologi, kesalahan tersebut dapat dihindari, dan hal ini juga dapat menghemat waktu, pekerjaan dan bahkan biaya.

 

  1. Kemampuan melakukan pelaporan/reporting.

Setiap organisasi pasti melakukan pelaporan paling tidak sekali setahun. Namun pada dasarnya pelaporan ini dilakukan dalam periode bulanan. Hal ini juga terkait dengan point yang pertama. Jika harus melakukan pelaporan dalam jumlah dan jenis yang banyak, maka organisasi akan kewalahan dalam melakukan pelapoan tersebut. Untuk mengatasi masalah tersebut, teknologi sudah menyediakan fitur pelaporan. Sebenarnya pelaporan ini tidak terlepas dari hasil perpaduan dan penggabungan fitur-fitur yang dibawakan oleh komponen teknologi informasi, yaitu:

  1. Teknologi hardware komputer, termasuk mikrokomputer, server berukuran menengah, dan sistem mainframe besar, serta lat-alat input, output, dan media penyimpanan yang mendukung.
  2. Teknologi software komputer, termasuk software sistemoperasi, pencari Web (browser), alat pembuat software, dan software untuk aplikasi bisnis dan lain-lain.
  3. teknologi jaringan telekomunikasi, termasuk media telekomunikasi, prosesor, dan software yang dibutuhkan untuk menyediakan akses kabel dan nirkabel, serta dukungan untuk jaringan internet dan jaringanpribadi berbasis internet, seperti internet dan ekstranet.
  4. Teknologi manajemen sumber daya data, termasuk software sistem manajemen database untuk mengembangkan, mengakses, dan memelihara database organisasi.

 

  1. Memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mengoperasikan hasil dari teknologi tersebut. Sebagai contoh perubahan teknologi data processing, yang dulunya masih berupa data processing yang sangat sederhana dan terbatas, seperti calculator yang hanya bisa melakukan proses untuk data numerik. Tetapi pada saat sekarang telah lahir komputer dengan kemampuannya yang sangat kuat untuk melakukan pemrosesan data, dengan tipe atau jenis data yang tidak hanya terbatas lagi  pada numerik. Telah bisa berinteraksi dengan fitur yang menarik yang dapat dilihat secara visual melalui adanya monitor, sebagai fitur atau fasilitas penampil data. Alat ketik yang dulunya dipakai adalah mesin ketik, dimana pemakaiannya kurang sederhana. Ketika kita melakukan kesalahan pengetikan, maka kita harus menimpakan huruf yang salah dengan catatan adanya coretan, sebagaimana halnya jika kita menulis manual di kertas. Atau kita harus memberikan waktu untuk mengambil tipex, menutupinya dengan tipex, menunggu kering dan mengeti kembali. Tentu saja perlakuan ini sangat kurang nyaman dan praktis, serta membutuhkan waktu yang cukup lama. Berbeda halnya dengan keyboard, dengan dipadukan dengan monitor. Jika kita melakukan kesalah ketik, maka  boleh dikatakan tidak ada masalah, kita hanya cukup menekan salah satu tombol dari keyboard, dan kesalahan yang dilakukan tidak masalah.

 

 

Fitur-fitur khusus dari software untuk memecahkan masalah keorganisasian

 

Berbicara tentang software, maka ada baiknya kita menelusuri terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan software. Pengertian software jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia secara harfiah adalah perangkat lunak. Software merupakan perintah dan prosedur pemrosesan informasi. Software mencakup banyak hal seperti yang telah diterangkan pada bab sebelumnya. Software terbagi atas dua bagian besar yaitu:

 

  1. Software aplikasi, jenis ini berfungsi untuk melakukan pekerjaan pemrosesan informasi bagi pemakai akhir. Software aplikasi ini masih dibagi menjadi program aplikasi umum dan program aplikasi khusus.
  2. Software sistem, jenis ini berfungsi untuk mengelola dan mendukung operasi sistem serta jaringan komputer. Software sistem ini juga masih dibagi menjadi manajemen sistem dan program pengembangan sistem.

 

Oleh karena itu, untuk memecahkan masalah keorganisasian dapat disesuaikan dengan kedua jenis software di atas. Fitur-fitur khusus dari software yang digunakan dalam memecahkan masalah keorganisasian, adalah:

  1. Masalah perkantoran (office), seperti peranan kertas yang masih mengambil porsi yang sangat besar dalam pelaporan. Hal ini sebenarnya dalam jangka waktu yang sangat panjang akan memakan biaya dan bersifat tidak praktis. Masalah ini dapat dipecahkan dengan adanya software-software aplikasi umum, word processing seperti software perkantoran, Microsoft Office, Lotus SmartSuite, Corel WordPerfect Office, dan StarOffice dari Sun.
  2. Masalah penyebaran informasi oleh perusahaan dengan metode pengiriman secara tertulis, contohnya melalui pos. Metode pengiriman ini memakan waktu yang lama yang akan menghambat bisnis proses organisasi. Masalah ini dapat diatasi dengan adanya fitur software jaringan dan pendukung jaringan. Fitur komponen ini adalah komponen yang paling penting bagi kelancaran komunikasi pemakai komputer. Contoh yang paling umum adalah penjelajah web (web browser). Dulu emang web browser sederhana dan terbatas, tetapi fitur-fitur web browser pada saat sekarang ini sudah kaya akan fitur-fitur hebat. Sebuah penjelajah seperti Microsoft Explorer atau Netscape Navigator adalah software antarmuka yang penting untuk menunjuk dan menekan jalan melalui sumber daya hyperlink di World Wide Web dan bagian lainnya dalam internet, seperti juga untuk intranet, dan ekstranet berbagai organisasi baik level kecil, menengah maupun level tinggi. Bahkan bukan hanya fitur untuk berkirim kabar semata, tetapi fitur-fitur ini semakin diperkaya dari waktu ke waktu. Penjelajah kini menjadi program software universal tempat pemakai akhir melucur ke dalam pencarian informasi, e-mail, transfer file dengan berbagai tipe data, baik itu multimedia. Bahkan perkembangan fitur ini telah bisa memberikan fasilitas untuk kelompok tertentu saling berdiskusi secara online.
  3. Fitur Elelctronic Mail dan Pesan Instan. Fitur ini telah mengubah cara orang bekerja dan berkomunikasi. Fitur ini berhubungan erat dengan fitur web browser. Hampir semua organisasi bisnis mempergunakan layanan ini dan bergantung pada software e-mail untuk berkomunikasi satu sama lain dan untuk menerima pesan elektronik serta lampiran file melalui internet, intranet, maupun ekstranet dari suatu organisasi. Hal sepele tetapi sangat penting dalam fitur ini adalah, dalam waktu bersamaan dapat mengirim pesan ke sejumlah orang yang kita ingini.
  4. Fitur word procesing dan publikasi dekstop. Software untuk word processing mampu memecahkan masalah tentang proses penulisan yang manual dan tradisional. Software word processing mengkomputerisasikan pembuatan, pengeditan, revisi, dan pencetakan dokumen (seperti surat, memo, dan laporan) dengan cara elektronik, memproses data teks (kata-kata, frase, kalimat, dan paragraf). Software word processing yang terkenal seperti Microsoft Word, Lotus WordPro, dan Corel Wordperfect dapat memberikan berbagai jenis dokumen cetak menarik melalui kemampuan publikasi desktop. Software-software ini juga dapat mengubah semua dokumen ke dalam format HTML untuk publikasi seperti halaman-halaman Web pada intranet perusahaan atau di World Wide Web. Software word processing juga memberika fitur-fitur lainnya yang menolong. Contohnya, kemampuan pemeriksaan ejaan dapat mengidentifikasikan dan memperbaiki kesalahan eja, dan fitur thesaurus yang dapat memnabtu Anda menemukan pilihan kata-kata yang lebih baik untuk mengungkapkan ide-ide pengguna. Melalui fitur-fitur yang disediakan juga, dapar mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan tata bahasa dan tanda baca.
  5. Fitur Spreadsheet elektronik, yang digunakan untuk menganalisis, merencanakan dan memodelkan bisnis. Fitur ini menyediakan spreadsheet elektronik yang merupakan lemba kerja (worksheet) dengan baris dan kolom yang dapat disimpan pada PC atu server jaringan, atau diubah ke format HTML serta disimpan sebagai halaman Web atau lembar kerja pada Word Wide Web. Mengembangkan spreadheet melibatkan pendesaianan formatnya dan mengembangkan berbagai hubungan (formula) yang akan digunakan dalam lembar kerja tersebut. Sebagai jawaban dari input yang diberikan. Komputer melakukan perhitungan yang dibutuhkan berdasarkan pada berbagai formula yang ditetapkan pada spreadsheet, dan menampilkan hasil-hasilnya dengan segera, baik di terminal kerja atau melalui situs Web. Sebagin besar software juga membantu Anda mengembangkan tampilan grafik dari hasil spreadsheet.
  6. Pengelola informasi personal (personal information manager – PIM) adalah software terkenal untuk produktivitas dan kerja sama antar pemakai akhir, selain itu juga merupakan aplikasi terkenal untuk peralatan genggam personal digital assistant (PDA). PIM seperti Lotus Organizer dan Microsoft Outlook membantu para pemakai untuk menyimpan, mengatur, dan menarik kembali informasi mengenai pelanggan, klien, dan berbagai peluang, atau menjadwalkan serta mengelola berbagai janji, pertemuan, dan tugas. Software PIM akan mengatur data yang dimasukkan dan akan menarik kembali informasi dalam berbagai bentuk, tergantung pada gaya dan struktur dari PIM tersebut serta informasi yang diinginkan. Contohnya, informasi dapat ditarik kembali dalam bentuk kalendar elektronik atau daftar janji, pertemuan atau hal lain yang harus dilakukan; jadwal sebuah proyek, atau tampilan berbagai fakta dan data keuangan penting tentang pelanggan, klien, atau tentang peluang penjualan.

 

Fitur-fitur khusus dari hardware untuk memecahkan masalah keorganisasian

 

Komputer merupakan sistem input, pemrosesan, output, penyimpanan, dan pengendalian. Dalam hal inilah peranan fitur-fitur hardware dibutuhkan.  Hardware dalam pengertian harfiahnya dapat diartikan sebagai perangkat keras. Berbicara tentang hardware, tidak akan jauh dari sistem komputer. Sistem komputer ini terdiri dari tiga jenis, yaitu:

  1. Sistem Mikrokomputer

Berupa komputer pribadi, komputer jaringan, tempat kerja teknis, PDA, peralatan informasi, dan lain-lain.

  1. Sistem skala menengah

Berupa server jaringan, mikrokomputer, web server, sistem multipemakai, dan lain-lain.

  1. Sistem Mainframe

Berupa sistem perusahaan, superserver, prosesor transaksi, superkomputer, dan lain-lain.

 

Kategori komputer inilah yang sangat berperan bagi kebutuhan organisasi, apalagi organisasi yang bergerak dalam bidang bisnis. Kategori komputer ini akan kita bahas satu per satu degan fitur-fitur yang disediakan.

 

  1. Sistem Mikrokomputer

 

Mikrokomputer (microkomputer) adalah kategori yang paling penting dari sistem komputer bagi pelaku bisnis dan pelanggan. Meskipun disebut sebagai komputer pribadi (Personal Computer / PC), mikrokomputer lebih dari sekedar komputer kecil untuk pemakai individual. Daya komputasi dari mikrokomputer sekarang ini telah melebihi daya mainframe dari generasi sebelumnya, dan dengan harga yang jauh lebih murah daripada mainframe. Jadi, mikrokomputer telah menjadi tempat kerja professional (professional workstation) yang kuat para praktisi bisnis.

Mikrokomputer tersedia dalam berbagai ukuran dan bentuk untuk berbagai tujuan, seperti mikrokomputer sebagai notebook, tempat kerja professional, dan tempat kerja teknis. Berdasarkan kegunaannya, PC terdiri atas sistem residensial, pribadi, professional, tempat kerja, dan multipemakai. Kebanyakan mikrokomputer adalah desktop yang didesain untuk meja kerja, atau laptop bagi mereka yang menginginkan PC yang kecil dan mudah dibawa untuk aktivitas kerja. Berikut adalah fitur-fitur utama yang direkomendasikan untuk tiga jenis pemakai PC, yaitu:

  1. Praktisi bisnis

Untuk melacak produk, pelanggan, dan kinerja, Anda memerlukan lebih dari sekadar mesin yang cepat:

  1.          i.    Prosesor: 2-3 Gigahertz
  2.         ii.    RAM: 521 MB
  3.        iii.    Hard disk: 80 GB
  4.        iv.    Tampilan layar datar: 18 inci
  5.         v.    CD-RW/DVD internal atau eksternal untuk backup.
  6. Multimedia

Professional media dan amatir yang berdedikasi akan membutuhkan minimal Mac G4 atau Intel Chip 2-3 GHz, dan:

  1.          i.    RAM: 512 MB
  2.         ii.    Hard disk: 80 GB atau lebih.
  3.        iii.    Tampilan layar datar atau plasma: 18 inci atau lebih
  4.        iv.    Printer warna dengan resolusi tinggi
  5.         v.    CD-RW/DVD + RW
  6.        vi.    Speaker dengan kualitas suara terbaik.
  7. Pemula

Berhematlah dengan menggunakan prosesor Celeron sekitar 1-2 GHz, dan juga:

  1.          i.    RAM: 256 MB
  2.         ii.    Hard disk: 40 GB
  3.        iii.    Modem internal: 56 K
  4.        iv.    CD-RW/DVD
  5.         v.    Layar CRT 17 inci atau layar datar LCD 15 inci
  6.        vi.    Printer inkjet standar.

Selain itu ada juga ada juga komputer jaringan (network computer-NC) adalah kategori mikrokomputer yang didesain untuk digunakan dengan internet dan ntranet korporat oleh staff administrasi, pegawai operasional, dan staff lainnya yang memiliki kemamuan komputer yang khusus atau yang terbatas. NC adalah mikrikomputer berbiaya rendah, aman, dan membentuk jaringan dengan tidak ada atau minimal penyimpanana disk. Para pemakai NC bergantung pada server intranet dan internet untuk sistem operasionalnya dan penjelajah Web (Web browser), software aplikasi, serta akses dan penyimpanan data.

 

PC bukan satu-satunya pilihan peralatan informasi untuk mikrokomputer, tetapi masih ada berbagai pilihan peralatan lainnya, mulai dari telepon selular dan pager hingga palmtop dan mesin permainan berbasis Web yang memberikan akses internet dan kemampuan untuk melakukan tugas komputasi dasar.

 

  1. Sistem skala menengah

 

Sistem skala menengah (midrange system) adalah server jaringan yang tinggi dan server jenis lainnya yang dapat memproses banyak aplikasi bisnis. Meskipun tidak sehebat komputer mainframe, sistem skala menengah lebih hemat untuk dibeli, dijalankan dan dipelihara daripada sistem mainframe, sehingga dapat memenuhi dan memecahkan masalah kebutuhan komputasi banyak organisasi. Server skala menengah telah menadi popular sebagai server jaringan (network server) berdaya tinggi untuk membantu mengelola situs Web yang besar, intranet dan ekstranet koporat, dan jaringan lainnya.

 

Sistem skala menengah pada awalnya disebut minikomputer (minicomputer) yang digunakan untuk penelitian ilmiah, sistem instrumentasi, analisis teknik, serta pengawasan dan pengendalian proses industri.  Sistem skala menengah juga digunakan sebagai server tingkat dasar (front-end server) untuk mendampingi komputer mainframe dalam pemrosesan telekomunikasi dan manajemen jaringan.

 

  1. Sistem Mainframe

 

Sistem mainframe (mainframe system) merupakan sistem komputer yang besar, cepat dan berdaya tinggi. Misalnya mainframe dapat memproses ribuan juta instruksi per detik. Mainfrmae juga memiliki kapasitas penyimpanan utama yang besar. Kapasitas memori utamamya dapat berkisar mulai ratusan megabyte hingga beberapa gigabyte. Fitur mainframe ini menjadi solus bagi organisasi yang mempunyai data komputasi yang begitu besar. Sistem mainframe sangat berperan dalam komputasi korporasi yang begitu besar.  Komputer mainframe terus memenuhi kebutuhan pemrosesan informasi di organisasi atau perusahaan yang besar dan lembaga pemerintah dengan volume pemrosesan tingkat tinggi atau masalah komputasi yang rumit. Misalnya, bank internasional utama, perusahaan penerbangan, perusahaan minyak, dan korporasi besar lainnya yang memproses jutaan transaksi penjualan dan permintaan pelanggan setiap hari dengan bantuan sistem mainframe besar. Mainframe dapat digunakan sebagai platform komputasi bisnis yang semakin popular untuk penambangan data dan penggudangan, serta aplikasi e-commerce.

 

Ada juga yang disebut superkomputer, yaitu kategori sistem komputer berdaya sangat tinggi yang secara khusus didesain untuk aplikasi ilmiah, teknik, dan bisnis/organisasi yang memerlukan komputasi numerik yang besar dengan kecepatan tinggi. Fitur-fitur superkomputer sangat bermanfaat dan banyak dimanfaatkan oleh lembaga penelitian milik pemerintah, universitas besar dan perusahaan besar. Mereka menggunakan superkomputer untuk aplikasi seperti prakiraan cuaca global, sistem pertahanan militer, komputasi kosmologi dan astronomi, penelitian dan desain mikroprosesor, penambangan data skala besar, dan lain-lain.

 

2) Ketrampilan Kerja

Fitur-fitur khusus dari teknologi untuk memecahkan masalah keorganisasian digunakan

  • Mengumpulkan informasi mengenai fitur-fitur khusus dari teknologi untuk memecahkan masalah-masalah organisasi.
  • Mencari referensi tentang fitur-fitur khusus teknologi tersebut.

 

Fitur-fitur khusus dari software untuk memecahkan masalah keorganisasian digunakan

  • Mengumpulkan informasi mengenai fitur-fitur khusus dari software untuk memecahkan masalah-masalah organisasi.
  • Mencari referensi tentang fitur-fitur khusus software tersebut.

 

Fitur-fitur khusus dari hardware untuk memecahkan masalah keorganisasian digunakan

  • Mengumpulkan informasi mengenai fitur-fitur khusus dari hardware untuk memecahkan masalah-masalah organisasi.
  • Mencari referensi tentang fitur-fitur khusus hardware tersebut.

 

3) Sikap Kerja

 

Sikap kerja ditunjukkan pada saat praktek di lingkungan kerja.

1.  Menggunakan berbagai fitur-fitur khusus dari teknologi, software, maupun hardware untuk menyelesaikan berbagai masalah-masalah keorganisasian dengan baik.

2. Masalah-masalah organisasi tersebut dapat dipilah-pilah dengan baik sehingga dapat menerapkan teknologi, software, maupun hardware yang benar.

 

4.5.3  Menggunakan fungsi-fungsi baru dari teknologi yang di-upgrade

 

Dalam bagian ini dibahas tentang fitur-fitur khusus dari teknologi yang di up grade di gunakan untuk memecahkan masalah keorganisasian, fitur-fitur khusus dari software yang di up grade di gunakan untuk memecahkan masalah keorganisasian, dan fitur-fitur khusus dari software yang di up grade di gunakan untuk memecahkan masalah keorganisasian.

 

1) Pengetahuan Kerja

 

Fitur-fitur khusus dari teknologi yang di-upgrade untuk memecahkan masalah keorganisasian

 

Dengan membaca dan mengetahui fitur-fitur khusus yang dimiliki oleh teknologi, kita dapat menganalisis fitur-fitur tersebut dan menyesuaikannya dengan kebutuhan yang dimiliki oleh organisasi untuk memecahkan berbagai permasalah organisasi yang ada. Sebelum meng-upgrade fitur-fitur khusus teknologi kita harus mengetahui secara detail masalah organisasi yang terjadi, yang menyangkut hal-hal di bawah ini, yaitu:

  1. Apa penyebab terjadinya masalah yang ada
  2. Apa dan siapa pelaku permasalahan tersebut.
  3. Fitur teknologi apa yang sesuai diterapkan untuk penyelesaian masalah tersebut.
  4. Seberapa besar pengaruh dan keuntungan yang diperoleh dalam penerapan teknologi tersebut?

 

Jika Anda, tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut, maka sebaiknya upgrade fitur-fitur teknologi baru dipertimbangan kembali, karena hal itu akan membuang-buang biaya dengan jumlah yang besar.

Penerapan fitur-fitur khusus teknologi dapat dilihat dalam kasus berikut ini:

 

Kasus ini diambil dari salah satu perusahaan penerbangan besar yaitu Delta dan Northwest Airlines. Organisasi ini mempunyai suatu masalah bagaimana menyediakan pelayanan yang baik bagi pelanggan sehingga pelanggan merasa puas. Strategi ini merupakan cara untuk menarik pelanggan yang banyak demi untuk memenangkan persaingan dengan perusahaan penerbangan lainnya. Strategi tersebut adalah bagaimana menyediakan layanan agar pelanggan tidak mengahabiskan waktu yang banyak di bandara, contohnya menyediakan layanan check-in yang membantu para penumpang menghindari keterlambatan yang disebabkan oleh antrian yang panjang. Untuk memecahkan masalah tersebut organisasi ini melirik ke penerapan teknologi dengan bekerja sama dengan anak perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi. Proyek ini menerapkan kios swalayan bandara., yaitu adanya pusat layanan check-in elektonik. Penerapan ini melahirkan makin banyaknya pelanggan Northwest yang menggunakan check-in mandiri dengan melakukannya secara online di sistus Web, yaitu nwa.com atau bisa juga dari kios check-in Pusat Pelayanan elektronik. Dengan penerapan teknologi elektronik dan web ini, telah memangkas banyak waktu dalam layanan check-in dibanding dengan layanan check-in secara tradisional. Untuk lebih memudahkan pelanggan, organisasi ini juga menerapkan teknologi layer sentuh (touch screen) dalam penggunaan interfacenya.

 

Fitur-fitur khusus dari software yang di-upgrade untuk memecahkan masalah keorganisasian.

 

Sama halnya dengan upgrade fitur-fitur khusus teknologi, dalam meng-uprade fitur-fitur khusus software juga, calon pengguna harus benar-benar mengerti permasalahan organisasi yang dialami, dengan demikian dapat mengambil langkah-langkah yang tepat dalam pemilihan software yang tepat dan efisien. Dengan membaca fitur-fitur software yang telah diterangkan, maka pihak organisasi mempunyai  gambaran fitur-fitur apa yang tepat terhadap permasalahan organisasi mereka. Seperti contoh sederhana maupun besar di bawah ini:

 

  1. Sebuah organisasi telah mengimplemetasikan aplikasi berbasis desktop untuk masalah Human Resource dan Payroll mereka, dengan menggunakan aplikasi dengan bahasa pemograman VB. Namun permasalahan yang muncul, dengan menggunakan aplikasi ini tidak semua karyawan bisa mengakses aplikasi ini. Kalau ada karyawan yang hendak melakukan permintaan ijin atau cuti, maka secara  langsung (tatap muka) harus minta ijin kepada atasannya. Hal ini terjadi juga untuk semua transaksi. Pihak manajemen top level, merasa hal ini sebenarnya menyebabkan adanya penggunaan waktu yang tidak efisien. Setelah melihat permasalahan di atas, maka pihak manajemen top level membuat keputusan untuk meng-upgrade aplikasi ini menjadi aplikasi berbasis web yang dapat diakses oleh semua karyawan, yaitu dengan menggunakan teknologi .Net. Keputusan ini memang membutuhkan biaya yang lebih, tetapi dirasa dengan penyediaan  computer dan aplikasi berbasis web dalam suatu jaringan internal, karyawan akan dengan mudah melakukan transaksi-transaksi, sehingga waktu mereka tidak terbuang hanya untuk menemui atasan, meminta ijin, dan lain-lain.

 

  1. Berikut merupakan kasus yang diambil dari Wells Fargo, dimana selama bertahun-tahun, operasi perbankan grosir (wholesale banking). Wells Fargo & Co,’s berhubungan dengan berbagai metode untuk menangani transfer tercatat dan pembayaran elektronik antarbank untuk 100 pelanggannya yang berupa perusahaan-perusahaan  besar. Para pelanggan tersebut mengirim perintah pembayaran dalam format seperti EDI,  flat file, dan XML, yang memaksa Wells Fargo untuk membangun saluran terpisah agar dapat menyatukan data setiap pelanggan ke dalam sistem akhr perbankannya. Kondisi ini tidak terjadi lagi di Wells Fargo. Modul layanan Web epayment Manager milik bagian perbankan ersebut kini mengubah data pembayaran yang bentuknya beraneka ragam, dan mengirimkannya ke sistem akhir Wells Fargo, tempat pmbayaran diproses dan pemberitahuan ke pelanggan dikirim. Daripada membangun rangakain khusus untuk setiap pelanggan, berbagai modul layanan Web yang telah ada disatukan. Terbukti dengan menggunakan layanan Web ini dapat mengurangi waktu pembukaan rekening sebesar 30 hingga 50 persen untuk setiap pelanggan baru yang ditambahkan. Bank tersebut menghemat waktu dan yang untuk pengembangan, dan para pelanggan tidak harus menghabiskan waktu dan uang untuk mengubah format data mereka. Alat pengembangan tersebut di-upgrade dari WebMethod Inc. Yang disebut Integration Platform, dan sistem tersebut dapat menambah keuntungan bagi organisasi tersebut maupun pelanggan.

 

  1. Kasus ini diambil dari Things Remembered. Kasus ini juga menunjukkan bagaimana permasalahan suatu organisasi dapat dipecahkan dengan meng-upgrade software atau aplikasi yang digunakan. Di Things Remembered, Inc. Suatu peritel hadiah personal terbesar di Amerika Serikat, layanan Web membantu untuk mempercepat pengiriman ke pelanggan. Sebelum teknologi layanan Web digunakan, ketika seorang pelanggan memesan sebuah vas monogram dari minta online Things Remembered. Yaitu 1–800-Flowers.com, peritel hadiah tersebut harus menarik pesanan tersebut secara manual dari situs Web perangkai bunga tersebut. Proses itu memakan waktu perangkai bunga tersebut dengan istem persediaan real-time Things Remembered. Agar dapat mengatasi masalah tersebut, perusahaan induk Cole National Corp. membangun sebuah modul layanan Web dengan alat pengembangan IBM, WebSphere, yang secara langsung menyatukan situs 1—800-Flowers dengan sistem entri pesanan Things Remembered. Kini setelah perusahaan membangun peralatan untuk layanan Web, perusahaan akan menggunakan kembali mereka sebagai bagian dari usaha layanan Web yang lebih besar. Usaha ini meliputi pengitegrasian mitra bisnis online.

 

Fitur-fitur khusus dari hardware yang di-upgrade untuk memecahkan masalah keorganisasian

 

Fitur-fitur khusus dari hardware akan mengarah kepada fitur-fitu fisik perangkat komputer maupun pelaralatan informasi lainnya. Pada bagian ini kita akan fokus pada perangkat fisik komputer. Berbicara tentang perangkat fisik komputer menyangkut komponen-komponen yang ada dalam CPU (Central Processing Unit), perangkat-perangkat jaringan dan telekomunikasi dan lain-lain. Upgrade fitur-fitur khusus hardware akan ditinjau dari beberapa hal dan akan diperjelas dengan berbagai kasus, sama halnya dengan contoh-contoh kasus di atas, yaitu:

 

  1. Suatu organisasi mengalami kesulitan dalam pemrosesan, hal ini diakibatkan oleh adanya pemrosesan komputasi yang lambat oleh karena spesifikasi PC yang minimal, dan memori yang tersedia sudah mengalami penuaan oleh karena file-file yang sering dihapus dan diisi. Spesifikasi komputer yang digunakan adalah Pentium 2. Oleh karena itu, bagian IT mengambil kebijakan untuk meng-upgrade komputer yang digunakan menjadi Pentium IV dan memori yang digunakan diperbesar. Setelah peng-upgrade-an ini, pemorosesan transaksi dan komputasi dapat berjalan dengan cepat.

 

  1. Dalam dunia telepon selular, seperti PDA, pengadaan fitur-fitur khusus yang unik dan dan berbeda sangat memndukung meningkatnya permintaan pasar yang akan menambah untung bagi suatu perusahaan. Seperti adanya fitur komputasi berbasis pena. Komputasi berbasis pena  digunakan dalam banyak komputer genggam dan personal digital assistant (PDA). PC tablet dan PDA berisi prosesor yang sangat cepat dan software yang mengenali dan mendigitalkan tulisan tangan, cetakan tangan, dan gambar manual. Adanya prosesor yang sangat cepat akan mempercepat transaksi yang dilakukan.

 

  1. Berikut merupakan kasus yang ditemukan bagaimana teknologi jaringan diterapkan untuk memecahkan masalah penjualan. Kasus tersebut lebih jelasnya, adalah:

Para tenaga penjualan Nappi Distributors pada awalnya bekerja dengan cara yang umum bagi semua pejuang jalanan abad dua puluh: Mereka akan mengunjungi pelanggan, seperti toko minuman beralkohol, menulis informasi pesanan, kemudian menyampaikan pesanan dari telepon selular atau telepon umum. Kembali ke kantor pusat di Portland, Maine, seorang wakil penjualan akan mengambil pesanan, memasukkannya ke dalam sistem kantor Nappi dan mencetaknya. Para pekerja gudang menggunakan cetakan tersebut untuk memnuhi pesanan bagi pengiriman hari berikutnya. Seperti proses pada umumnya, terdapat banyak kemungkinan terjadinya kesalahan. Sebagai awalnya, merupakan hal yang biasa bagi para perwakilan penjualan Nappi untuk membuat sangat sibuk kantor pusat dengan berbagai panggilan telepon. Hal ini mengakibatkan lamanya waktu tunggu, yang  berarti tenaga penjual lebih banyak mengistirahatkan kaki mereka di telepon umum daripada berada di lapangan untuk mengunjungi pelanggan lainya, atau duduk menunggu sambungan telepon melalui telepon selular dengan biaya 6.5 sen per menit.

 

Hal ini menjadi masalah dalam penjualan dan pendistribusian produk. Oleh karena itu bagian perwakilan penjualan belajar dan mencari informasi tentang masalah tersebut yang akhirnya beroleh informasi tentang penggunaan komputer nirlaba untuk memasukkan pesanan, dimana cara ini sudah digunakan oleh distributor lainnya. Langkah pertama yang diambil adalah memastikan bahwa wilayah penjualan Nappui dilayani oleh kurir dengan menggunakan spesifikasi Cellular Digital packet Data, yang memungkinkan lalu lintas komunikasi digital Internet berjalan di atas layanan telepon analog. Kemudian Nappi menggunakan komputer genggam dari Symbol Technologies dengan pemindai kode garis yang beroperasi dalam sistem operasi Palm OS. Akan tetapi, komputer genggam tersebut berkomunikasi dengan kantor pusat melalui jaringan telepon AT&T dengan hanya 9,6 Kbyte/detik. Para perwakilan penjualan kini cukup hanya mengetik pesanan sambil terus melakukan tugasnya di lapangan dan mengirimkannya langsung ke IBM AS/400 milik Nappi, yang akan menentukan secara otomatis muatan serta jadwal hari berikutnya, dan kemudian mengirimkannya ke gudang untuk diambil. Para perwakilan penjualan tidak perlu lagi menelepon dari telepon umum, dan para pekerja kantor tidak menghabiskan waktu untuk mengetik pesanan. Dengan adanya pemakaian perangkat jaringan komputer nirkabl, perusahaan ini telah dapat memecahkan masalah penjualan dan pendistribusian produk yang mereka alami.

 

2) Ketrampilan Kerja

Fitur-fitur khusus dari teknologi yang di-upgrade untuk memecahkan masalah keorganisasian digunakan

Mengenal secara mendalam fitur-fitur khusus dari suatu teknologi yang di-upgrade, sehingga dapat menempatkan pada saat kapan fitur-fitur teknologi tersebut dapat digunakan.

 

Fitur-fitur khusus dari software yang di-upgrade untuk memecahkan masalah keorganisasian digunakan

Mengenal secara mendalam fitur-fitur khusus dari suatu software yang di-upgrade, sehingga dapat menempatkan pada saat kapan fitur-fitur software tersebut dapat digunakan.

 

Fitur-fitur khusus dari hardware yang di-upgrade untuk memecahkan masalah keorganisasian digunakan

Mengenal secara mendalam fitur-fitur khusus dari suatu hardware yang di-upgrade, sehingga dapat menempatkan pada saat kapan fitur-fitur hardware tersebut dapat digunakan.

 

3) Sikap Kerja

 

Sikap kerja ditunjukkan pada saat praktek di lingkungan kerja, adalah:

  • Menggunakan berbagai fitur-fitur khusus dari teknologi, software, maupun hardware yang di-upgrade untuk menyelesaikan berbagai masalah-masalah keorganisasian dengan baik dan tepat.

 


BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia yang dimaksud dalam pencapaian kompetesi ini adalah orang yang terlibat dalam pencapaian kompetensi, yang terdiri dari pelatih, penilai dan teman-teman sekerja lainnya.

 

Pelatih

 

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

Penilai

 

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

 

Teman kerja / sesama peserta pelatihan

 

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2.    Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

 

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

5.3         Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Migrasi ke Teknologi Baru
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.PR02.017.01

 

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Migrasi ke Teknologi Baru

TIK.PR02.017.01

- Unit PC (Personal Computer) yang digunakan sebagai media untuk tempat menginstall atau meng-upgrade suatu software atau aplikasi

- Aplikasi yang akan digunakan untuk memecahkan masalah-masalah yang terdapt dalam suatu organisasi

- Aplikasi yang akan di-upgrade untuk memcehkan masalah-masalah organisasi.

 

- Buku manual tentang penginstalan software yang akan digunakan untuk memecahkan masalah-masalah keorganisasian.

- Buku panduan tentang penggunaan tentang penggunaan software.

-Dokumen teknis software/aplikasi yang akan diinstall/di-upgrade.

 

-

 

 

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Testimoni

artikel lainnya Migrasi Ke Teknologi Baru TIK.PR02.017.01



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Tuesday 30 December 2014 | blog

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) NAMA SEKOLAH               : …………………………………. MATA PELAJARAN                        : BAHASA ReadMore >>Testimoni Related posts:…

Tuesday 10 September 2013 | blog

Bill Joy (born 1954) founder of Sun Microsystem, UNIX mainframe, JAVA computer language, founder of Internet…

Monday 16 September 2013 | blog

"Bosen dengan model sepatu yg gitu2 aja? Atau pengen punya sepatu sesuai keinginan anda?. Hard Life…

Wednesday 2 May 2012 | blog

(draft) SURAT PERJANJIAN KERJA BES (JUARA INDONESIA Entrepreneur School)   Yang bertanda tangan dibawah ini :…