Advertisement
loading...

Metodologi Penelitian  Oleh: Mulyadi Hp Kementerian Pendidikan Nasional Ditjen Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Jawa Tengah Semarang 2011

Judul Penelitian :
Peningkatan Kreativitas dan Hasil Belajar Matematika  Melalui Pemanfaatan Alat Peraga  Bagi Siswa Kelas  SD/SMP/ . Pada Semester  Tahun

Advertisement

METODOLOGI PENELITIAN Setting Penelitian Subjek dan objek Penelitian Sumber Data Teknik dan Alat Pengumpulan Data Validasi Data Analisis Data Indikator Kinerja ( bila ada ) Prosedur Tindakan A. Seting Penelitian Waktu Penelitian a. Kapan penelitian itu dilakukan, dapat diuraikan dari persiapan penyusunan proposal, penyusunan instrumen, pengumpulan data, analisis data, pembahasan dan laporan hasil penelitian. (selain dalam bentuk uraian , pembagian waktu dapat juga disajikan dalam bentuk tabel) Tabel. Alokasi Waktu Penelitian Setting Penelitian (2) b. Beri alasan mengapa pengumpulan data/ pelaksanaan tindakan dilakukan pada waktu itu (pengumpulan data dengan cara melakukan tindakan tidak dapat dilakukan pada waktu libur sekolah) Setting Penelitian (3) Tempat Penelitian a. Dimana penelitian itu dilakukan, sekolah mana, program apa, kelas berapa dsb. b. Beri alasan mengapa penelitian dilakukan pada tempat itu B. Subjek dan Obyek Penelitian Pada PTK umumnya tidak menggunakan populasi, sample, dan teknik sampling seperti pada penelitian kuantitatif, tetapi menggunakan subyek penelitian. Pada PTK, Populasi = sample, merupakan subjek penelitian Subjek Penelitian(2) Guru sebagai peneliti, subjeknya siswa Kepala sekolah sebagai peneliti subyeknya guru ( karena Kepsek juga guru, maka dapat juga subyeknya siswa) Pengawas Sekolah sebagai peneliti, subyeknya guru atau Kepsek. Sedangkan obyeknya penelitian Y1 dan Y2. C. Sumber Data Sumber data tentang minat(Y1) dan kemampunan(Y2) mengembangkan silabus dapat dijelaskan: Asalnya data: (1) data berasal langsung dari subyek/data primer, (2) data berasal bukan dari subyek/ data sekunder Bentuknya data : (1) data berbentuk angka/ data kuantitatif, (2) data berbentuk bukan angka/ data kualitatif. Banyaknya data: (1) kondisi awal ada 2 yaitu data Y1 dan Y2 , (2) siklus 1 ada 2 yaitu data Y1 dan Y2; (3) siklus 2 ada 2 yaitu data Y1 dan Y2 Sumber data (2) Bentuk data dapat berbentuk kuantitatif maupun kualitatif Banyaknya data: 1. data kondisi awal tentang Y1 dan Y2 2. data siklus pertama tentang Y1 dan Y2 3. data siklus kedua tentang Y1 dan Y2 D. Teknik Dan Alat Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data, (teknik pengumpulan data ini adalah teknik untuk memperoleh data Y1 dan Y2)., dapat berbentuk teknik tes maupun non tes. a. Tes: (tertulis, lisan, perbuatan). b. Non tes: (pengamatan, dokumentasi, chek list, dst ) (Teknik mana yang digunakan, dapat lebih dari satu teknik) Teknik Dan Alat Pengumpulan (2) Alat pengumpulan data tergantung pada teknik yang digunakan: Alat pengumpulan data merupakan alat untuk memperoleh data Y1 dan Y2 a. Teknik tes, alatnya dapat berbentuk butir soal tes b. Teknik non tes, alatnya dapat berbentuk pedoman dan lembar observasi, pedoman dan lembar wawancara, dll) E. Validasi Data Validasi diperlukan agar diperoleh data yang valid.

Data yang divalidasi adalah data tentang Y1 dan Y2. Validitas yang digunakan perlu

Sesuai dengan data yang dikumpulkan. Untuk data kuantitatif kemampuan Y2 ( berbentuk angka) umumnya yang divalidasi instrumennya. Diperlukan kisi-kisi agar terpenuhinya validitas teoretik, khususnya content validity. Sebenarnya validitas dapat berbentuk validitas teoretik (face validity, content validity, contruct validity) dan validitas empirik (criterium validity, predictive validity) Validasi Data (2) Data kualitatif Kreativitas Y1 dapat divalidasi melalui triangulasi: a. Triangulasi sumber, data berasal dari beberapa sumber. (melalui kolaborasi dengan teman sejawat) b. Triangulasi metode, data berasal dari beberapa metode. (dengan menggunakan beberapa teknik/alat pengumpulan data) F. Analisis Data Analisis yang digunakan sesuai dengan metode dan jenis data yang dikumpulkan. Pada PTS data yang dikumpulkan dapat berbentuk kuantitatif (hasil belajar Y2) maupun kualitatif (kreativitas Y1). Pada PTS tidak menggunakan uji statistik, tetapi dengan deskriptif / refleksi. Analisis Data (2) Data kuantitatif menggunakan analisis diskriptif komparatif yaitu membandingkan hasil belajar Y2 kondisi awal, hasil belajar  setelah siklus 1 dan hasil belajar  setelah siklus 2. Kemudian dilanjutkan refleksi: menarik simpulan berdasarkan deskriptif komparatif, membuat ulasan berdasar simpulan, dan menentukan action plan/tindak lanjut. Analisis Data (3) Data kualitatif hasil pengamatan kreativitas menggunakan analisis diskriptif kualitatif berdasarkan hasil observasi dan refleksi dari tiap-tiap siklus, dengan membandingkan kreativitas  kondisi awal dan siklus 1, membandingkan kreativitas  siklus 1 dan siklus 2, serta membandingkan kreativitas  kondisi awal dan kondisi akhir. Kemudian dilanjutkan refleksi.

(Bila Ada) Merupakan kondisi akhir atau target yang diharapkan/ dicapai.

Didasarkan pada pengalaman yang lalu dan hasil yang diperoleh pada saat melakukan tindakan. Indikator Kinerja (2) Perlu pertimbangan untuk menetapkan indikator kinerja (jangan terlalu tinggi maupun terlalu rendah) V Dapat berupa indikator kinerja tentang kreativitas Y1 maupun tentang hasil belajar Y2. Misalnya hasil belajar biasanya nilai rata-rata ulangan harian 52; indikator kinerjanya menjadi 54 atau 55 (jangan menjadi 88 atau 90) Kreativitas misalnya dari rendah menjadi agak tinggi H. Prosedur Tindakan Merupakan langkah-langkah yang harus dilalui peneliti. Langkah pertama menentukan metode yang digunakan dalam penelitian, yaitu metode penelitian tindakan kelas Langkah selanjutnya menentukan banyaknya tindakan yang dilakukan dalam siklus, minimal dua siklus. Prosedur Tindakan (2) Langkah selanjutnya menentukan tahapan – tahapan dalam siklus, terdiri dari 4 tahapan yaitu: – Planning – Acting – Observing – Reflecting Dijelaskan secara singkat tiap tahapan pada setiap siklus. contoh 1. Siklus 1 a. Perencanaan tindakan. ( apersepsi, kegiatan inti, penutup) b. Pelaksanaan Tindakan (Tindakannya apa yang dilakukan pada siklus 1) c. Pengamatan. Apa yang diobservasi/ diamati, siapa yang diamati, kapan pengamatan dilakukan, apa hasil yang diperoleh dari observasi dsb, siapa yg mengamati (pengamatan proses pembelajaran dan pengamatan hasil belajar) d.Refleksi. Bagaimana cara merefleksi, apa yang direfleksi ( baik merefleksi proses pembelajaran dan hasil belajar) 2. Siklus 2 Perencanaan: apersepsi, kegiatan inti, penutup Tindakan apa yang dilakukan Apa yang diobservasi/ diamati, siapa yang diamati, kapan pengamatan dilakukan , apa hasil yang akan diperoleh dari observasi dsb Bagaimana cara merefleksi Siklus 3 Seperti pada siklus 1 maupun siklus 2 Dst untuk siklus selanjutnya SEKIAN  dan  Terima Kasih By Tim Widyaiswara LPMP Jawa Tengah

Testimoni

Filed under : blog,
SLIDESERAGAMBATIK