Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 25000 setahun dan dapatkan Trafik setiap harinya

Merencanakan Dan Mengorganisasikan Kerja Individu TIK.PR01.003.01

Apr
20
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

 

 

MERENCANAKAN DAN MENGORGANISASIKAN KERJA INDIVIDU

TIK.PR01.003.01

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU PENILAIAN

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI. 2

 

BAB.  I. 3

KONSEP   PENILAIAN. 3

1.1 Bagaimana  Pelatih  Menilai. 3

1.2 Tipe  Penilaian. 3

 

BAB II. 8

PELAKSANAAN PENILAIAN. 8

2.1 KUNCI JAWABAN  TUGAS  TERTULIS. (  Seri.  A  ) 8

2.2 KUNCI  JAWABAN  TUGAS UNJUK KERJA. (  Seri.  A  ) 9

2.3 KUNCI  JAWABAN  TUGAS  SIKAP  KERJA. (  Seri .  A  ) 12

2.4 Daftar Cek Unjuk Kerja (Praktik) 14

2.5 CHECK LIST PENGETAHUAN, KETERAMPILAN DAN SIKAP KERJA. 14

 

LEMBAR PENILAIAN. 17

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB.  I.

KONSEP   PENILAIAN

 

 

1.1 Bagaimana  Pelatih  Menilai.

 

Dalam sitem pelatihan berbasis kompetensi kerja, penilai akan mengumpulkan bukti dan membuat pertimbangan mengenai pengetahuan anda, unjuk kerja aktivitas  tugas-tugas / keterampilan anda dan sikap kerja anda terhadap pekerjaan. Anda akan dinilai untuk menentukan, apakahg anda telah mencapai kompetensi sesuai standar yang dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja.

 

Pada pelatihan berbasiskan kompetensi kerja , pendekatan yang banyak digunakan untuk penilaian adalah ” Penilaian berdasarkan kriteria / Criterion – Referenced Asessment ” .  Pendekatan ini mengukur unjuk kerja anda terhadap sejumlah standar. Standar yang digunakan dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja.

 

Penilaian formatif :

Penilaian dapat dilaksanakan dengan tujuan sebagai bantuan dan dukungan belajar / berlatih anda. Tipe penilaian ini adalah formatif dan merupakan proses yang sedang berjalan.

 

Penilaian Sumatif.

Penilaian juga  dapat dilaksanakan untuk menentukan apakah anda telah mencapai hasil dari program belajar dan berlatih ( contohnya pencapaian kompetensi dalam unit komptensi ). Tipe penilaian ini adalah sumatif dan merupakan penilaian akhir.

 

 

1.2 Tipe  Penilaian.

 

1.1.1. Tes  Tertulis. ( Knowledge ).

 

Dalam tes tertulis, akan menilai pengetahuan anda dan pemahaman konsep serta prisip yang merupakan dasar  unjuk kerja dalam melakukan  tugas pekerjaan anda yang dijelaskan dalam  pengetahuan (knowledge) pada kriteria unjuk kerja.

Tes tertulis biasanya berupa seri-seri pertanyaan pilihan ganda dan/ atau beberapa bentuk tes obyektif lainnya, yaitu dimana setiap pertanyaan tertulis memiliki satu jawaban yang benar.

Penilaian tes obyektif tertulis pada  umumnya   mempunyai   kisi-kisi   dengan 3 (tiga) tingkatan  kesulitan,  yaitu :

 

1). Soal Mudah.

Adalah  menghafal tanpa mengerti apa maksudnya, menyebutkan bagian-bagian   suatu   alat,    benda,     nama mesin,   memberi nama,   memberi nomor, menjodohkan informasi faktual dengan kejadian.

 

2). Soal  Sedang

Adalah  mampu mengenal dan mengerti fungsi  sesuatu / poses   sesuatu, membandingkan,   memberikan,   membedakan,   menemukan   keuntungan   dan kerugian serta memberi fisualisasi fungsi / proses.

 

3). Soal  Sulit :

Adalah  merupakan  problem solving,   menganalisis   kesalahan   dan  kerusakan, mencari pemecahan,   meramalkan   kondisi   yang   tidak menguntungkan, mencari penyebab,   menggunakan   pertimbangan   dan    mengevaluasi. Rentangan  nilai tes tertulis, yaitu  0  -  1,   artinya  nilai setiap  soal tertulis yang   dinyatakan   benar   (kompeten)   mempunyai   nilai   1  (satu),   dan   yang dinyatakan    salah  (belum kompeten)  mempunyai nilai 0 (nol).

 

1.2.2. Tes  Unjuk  Kerja  (praktek keterampilan / keahlian).

 

Dalam tes unjuk kerja , akan menilai kompetensi anda dalam menampilkan tugas pekerjaan  dari elemen kompetensi terhadap standar kompetensi yang dijelaskan dalam keterampilan  (skill) pada kriteria unjuk kerja. Oleh sebab itu, anda akan menerapkan pengetahuan dan pemahaman anda terhadap  unjuk kerja  anda.

 

Penilaian biasanya menggunakan daftar cek analisis elemen kompetensi sebagai pedoman untuk menentukan kompetensi anda, dan akan memberikan umpan balik mengenai unjuk kerja dan jika perlu, merencanakan pelatihan lanjutan jika anda dinyatak kompeten, dan merencanakan pelatihan ulang jika anda belum dinyatakan kompeten pada kesempatan pertama ini.

 

 

Daftar Cek Unjuk Kerja, berisi :

1). Masing-masing elemen kompetensi dengan  sebaran  kriteria  unjuk  kerja harus kompeten.

2). Setiap tugas yang sedang dilaksanakan, penilai  akan mengisi daftar cek analisis elemen kompetensi yang telah disiapkan untuk menentukan kompetensi kerja anda dan umpan balik unjuk kerja anda. untuk setiap soal / perintah untuk melakukan unjuk kerja  dinyatakan benar mempunyai

3). Untuk memberi cacatan bagi diri anda dan penilai  anda.

4). Ketika tugas dari setiap indikator kerja tidak dilaksanakan sesuai standar kriteria keterampilan / kehlian secara  benar, maka  rencana pelatihan kerja ulang  akan dibicarakan antara anda dengan penilai.

 

Untuk setiap  soal / perintah   untuk melakukan unjuk kerja   mempunyai rentang nilai 0 (nol)  -  1 (satu). Bila anda melaukan untuk kerja  dinyatakan   benar (kompeten) mempunyai nilai 1 (satu), dan bila dinyatakan salah (belum kompeten) mempunyai nilai 0 (nol).

 

 

1.2.3. Tes Sikap  Kerja  ( Attitude ).

 

Dalam   tes   sikap kerja ,   akan   menilai   kompetensi   anda   dalam menampilkan sikap kerja dari   elemen kompetensi terhadap standar kompetensi yang dijelaskan dalam sikap (attitude)  pada kriteria unjuk kerja. Penilaian sikap kerja dapat dlakukan dalam waktu relatif pendek (efektif) berdasarkan atas instruksi sikap  kerja yang harus anda lakukan dalam waktu yang telah ditentukan.

 

Sikap kerja merupakan unsur kompetensi kerja yang agak sulit menilainya,   namun demikian perlu  dimulai  dari sekarang,   karena kita harus mengacu    pada   Standar Kompetensi  Kerja  Nasional  Indonesia (SKKNI)   yang telah ditetapkan,  yaitu kemampuan seseorang yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan atau keahlian dan sikap kerja sesuai pelaksanaan tugas dan syarat jabatan.

Penilaian sikap kerja, dilakukan selain melalui pemahaman sikap kerja secara tertulis , kemampuan aspek sikap ditujukan untuk meningkatkan kinerja seseorang (anda) dimasa mendatang dalam arti yang sebenarnya, dan tidak dianggap lagi sudah menyatu dengan keterampilan /  keahlian.

Anda terampil atau memiliki keahlian yang bagus,  tetapi sikap  kerja anda tidak kompeten, ini ada sesuatu  yang salah pada diri anda, termasuk penilai anda juga punya andil atas kesalahan penilaian kompetensi terhadap diri anda.

 

 

Penilaian sikap kerja.

 

Dilakukan untuk kurun waktu yang tidak terlalu panjang terhadap kriteria attitude / sikap perilaku yang mudah diamati seperti pada waktu mengerjakan pekerjaan yang dilakukan sesuai tugas atau perintah sikap dari kriteria unjuk kerja pada elemen kompetensi,  adalah  sebagai  berikut :

 

1). Pengamatan sikap kerja.

 

a.   Untuk Jaminan Keselamatan  ( Saffety Insurance ).

 

No. Sikap untuk Jaminan Keselamatan. Benar Salah Keterangan

1.

Penggunaan pakaian kerja.      

2.

Kerapihan dan kebersihan tempat kerja      

3.

Penataan alat-alat kerja.      

4.

Penataan bahan-bahan kerja.      

5.

Tertib sesuai aturan / prosedur/ standar.      

6.

Ketepatan waktu kerja.      

7.

Sopan, ramah, lembut dan saabar.      

8.

Teliti, cermat, hati-hati.      

9.

Obyektif, akurat.      

10.

Bakat, minat dan temperamen kerka.      

 

 

b.  Untuk Jaminan Kualitas.  ( Quality Insurance ).

 

No. Sikap untuk Jaminan Kualitas. Benar Salah Keterangan

1.

Penerimaan / kesadaran/ kemauan..      

2.

Partisipasi/ kepatuhan, ikut secara aktif.      

3.

Penilaian / penentuan sikap.      

4.

Organisasi / bertanggung jawab.      

5.

Pembentukan pola /disiplin pribadi.      

 

Rentang nilai sikap dengan pengamatan langsung untuk memenuhi jaminan keamanan ( saffety insurance ) dan jaminan kualitas ( quality insurance ), yaitu :  0 (nol) – 1 (satu). Pada setiap soal sikap kerja yang dinyatakan benar (kompeten) mempunyai nilai 1 (satu), dan yang dinyatakan salah (belum kompeten) mempunyai nilai 0 (nol).

 

2). Wawancara dan /atau Tes  Tertulis Sikap Kerja.

 

Wawancara dan / atau Tes tertulis tentang pemahaman atau pengetahuan  materi sikap kerja untuk jaminan keselamatan dan jaminan kualitas (Saffety and Quality Insurance) dalam aktivitas tugas pekerjaan / perintah elemen kompetensi sesuai kriteria unjuk kerja setiap unit kompetensi, agar kinerja seseorang (anda) meningkat  lebih baik lagi.

 

Wawancara atau tes tertulis dapat  dalam satu  atau beberapa bentuk tes obyektif materi sikap kerja, mempunyai rentang nilai 0 (nol) – 1 (satu).

 

Setiap   soal   pertanyaan   yang   dinyatakan  benar   (kompeten)   mempunyai nilai  1 (satu)   dan   yang   dinyatakan   salah   (belum kompeten)     mempunyai nilai  0 (nol).

 

Hasil nilai sikap kerja dapat  diperoleh dengan kombinasi pengamatan sikap kerja berdasarkan atas instruksi sikap kerja   dengan tes tertulis, yaitu :

 

 

  • Nilai akhir sikap kerja  =  Nilai pengamatan benar  + Nilai  tertulis benar

2.

1  +   1

=     ———–      =     1  (satu) /   atau kompeten.

2.

  • Atau nilai akhir sikap kerja tertulis  benar = 1 (satu) / atau kompeten

 

 

  • Atau nilai akhir hasil pengamatan sikap kerja  benar  = 1 (satu) / atau kompeten

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB II

PELAKSANAAN PENILAIAN

 

 

2.1 KUNCI JAWABAN  TUGAS  TERTULIS. (  Seri.  A  )

 

 

Soal

Nomor

Kunci  Jawaban  Tugas  tertulis.

Keterangan  Nilai

a

b

c

d

Benar

Salah

1.

X

   

2.

X

   

3.

X

   

4.

X

   

5.

X

   

6.

X

   

7.

X

   

8.

X

   

9.

X

   

10.

X

   

11.

X

   

12.

X

   

13.

X

   

14.

X

   

15.

X

   

16.

X

   

17.

X

   

18.

X

   

19.

X

   

20.

X

   

21

X

   

22

X    

23

X

   

24

X

   

25

X

   

 

 


2.2     KUNCI  JAWABAN  TUGAS UNJUK KERJA. (  Seri.  A  )

 

1.  TUGAS 1 :  Jelaskan pengertian karir!

     Waktu  :  5.  menit.

 

2. Standar Kriteria :

Terjawab dengan benar.

  

3. Instruksi Kerja     :

Jelaskan pengertian karir!

 

4.Jawaban Tugas 1   : 

Karir adalah rangkaian sikap dan perilaku yang berkaitan dengan pengalaman dan aktivitas kerja selama rentang waktu kehidupan seseorang dan rangkaian aktivitas kerja yang terus berkelanjutan.

 

1.  TUGAS 2 :  Menyebutkan prinsip-prinsip untuk mencapai proses karir yang baik

     Waktu  :  5.  menit.

 

2. Standar Kriteria :

Terjawab dengan benar

  

3. Instruksi Kerja     :

Sebutkan prinsip-prinsip untuk mencapai proses karir yang baik!

 

4.Jawaban Tugas 2   : 

Untuk mencapai proses karir yang baik perlu memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:

  1. Karyawan yang bertanggung jawab terhadap karirnya sendiri.
  2. Keahlian karyawan didasarkan pada usaha perjuangannya sendiri.
  3. Perencanaan karir dibuat secara sadar dan sukarela tanpa ada tekanan.
  4. Menggunakan continuos improvement untuk menumbuhkan pribadinya.
  5. Sukses dijabarkan dengan baik oleh diri karyawan sendiri.

 

1.  TUGAS 3 :  Sebutkan tujuan organisasi mendorong manajemen karir!

     Waktu  :  5.  menit.

 

2. Standar Kriteria :

Terjawab dengan benar

  

3. Instruksi Kerja     :

Sebutkan tujuan organisasi mendorong manajemen karir!

 

4.Jawaban Tugas 3   : 

Organisasi mendorong manajemen karir individu karena ingin :

(1) mengembangkan dan mempromosikan karyawan dari dalam perusahaan;

(2) mengurangi kekurangan tenaga berbakat yang dapat dipromosikan;

(3) menyatakan minat pada karyawan;

(4) meningkatkan produktivitas;

(5) mengurangi turnover karyawan;

(6) memungkinkan manajer untuk menyatakan minat pribadi terhadap

bawahannya;

(7) menciptakan cita rekrutmen yang positif.

 

1.  TUGAS 4 :  Sebutkan program manajemen karir!

     Waktu  :  5.  menit.

 

2. Standar Kriteria :

Didefinisikan dengan benar

  

3. Instruksi Kerja     :

Sebutkan program manajemen karir!

 

4.Jawaban Tugas 4   : 

  • konseling karyawan,
  • melacak pekerjaan, keahlian, dan pengalaman relevan lainnya dari karyawan,
  • menawarkan workshop dalam perencanaan karir dan kehidupan,
  • menekankan penilaian kinerja yang bersifat pengembangan,  dan
  • mengadakan pusat penilaian.

 

1.  TUGAS 5 :  Sebutkan 5 tahapan pada model pengembangan karir!Serta berikan penjelasan!    

Waktu  :  10.  menit.

 

2. Standar Kriteria :

Didefinisikan dengan benar

  

3. Instruksi Kerja     :

Sebutkan 5 tahapan pada model pengembangan karir!Serta berikan penjelasan!    

 

4.Jawaban Tugas 5   : 

Ada 5 tahapan pada model pengembangan karir yaitu :

  1. Preparation for work (umur 0-25 tahun)

Tugas – tugas utama selama periode ini meliputi pembentukan dan menetapkan sebuah gagasan pekerjaan seperti meminta dan membuat persiapan seperlunya untuk memenuhi pekerjaan. Aktivitas-aktivitas ini meliputi menaksir pekerjaan yang mungkin menyeleksi pekerjaan dan memperoleh pendidikan yang diperlukan. Tantangan pekerjaan pertama dan bentuk pengawasan pada pekerjaan tersebut berkontribusi terhadap pengembangan karir individu di kemudian hari.

  1. Organizational entry (umur  18-25 tahun)

Pada tahapan ini, seseorang menyeleksi sebuah pekerjaan dan sebuah organisasi untuk memulai pekerjaan pada suatu bidang pekerjaan. Jenis dan kualitas pekerjaan yang diperoleh dapat mempengaruhi pilihan pekerjaan awal yang akan mengantar seseorang pada pemenuhan karirnya atau merupakan awal dari kekecewaan. Diantara rintangan – rintangan yang dihadapi individu pada tahapan ini adalah tantangan dipekerjaan awal (apakah cocok dan sesuai), kepuasan pekerjaan awal (biasanya pekerjaan awal lebih rendah daripada tahapan karir berikutnya, berkaitan dengan perbedaan antara harapan awal dan realitas organisasional) dan sosialisasi organisasi (menjadi karyawan internal). Keberhasilan dalam menghadapi tantangan ini dapat menghasilkan kepuasan.

 

  1. The early career (umur 25-40 tahun)

Selama tahap ini individu bertransaksi dengan penemuan suatu kesepakatan untuk menentukan pekerjaan yang tepat dan mewujudkan impianimpiannya. Hal ini meliputi upaya-upaya mewujudkan kemapanan dalam karir dan dalam organisasi. Tantangan tertentu yang harus diatasi untuk melakukan hail ini meliputi penguasaan teknis dan penyesuaian dalam kultur organisasi. Keberhasilan dalam menghadapi tantangan budaya ini dapat menciptakan kepuasan kerja, kemajuan dalam arti pencapaian posisi dan tanggung jawab, dan meningkatnya penghargaan finansial dan sosial. Singkat kata, tahapan karir ini merupakan tahapan seseorang menjadi mapan dan mewujudkan impiannya.

  1. The midcareer (umur 40-55 tahun)

Tahap karir pertengahan dimulai pada waktu yang bersamaan dengan transisi pertengahan kehidupan; karena itu salah satu tugas yang dihadapi individu dalam karir pertengahan (midcareer) adalah mengkaji kembali struktur kehidupan dan pilihan karirnya yang telah diadopsi pada earli career. Seorang individu  kemungkinan meninjau kembali atau memodifikasi (merubah) impiannya, membuat pilihan – pilihan yang tepat pada pertengahan usia (middle adulthood : pertengahan kedewasaan) dan tetap produktif dalam bekerja. Tantangan – tantangan tersebut sejalan dengan (congruent) pendapat yang populer tentang krisis karir pertengahan. Krisis tersebut mungkin menyakitkan bagi beberapa orang atau bahkan tidak terlihat sebagai krisis bagi orang yang lain. Dua kejadian yang sering muncul selama karir pertengahan adalah plateauing (adanya kesenjangan peningkatan yang berarti dalam tanggung jawab dan kemajuan pekerjaan) dan obsolescence (menemukan keahlian yang cocok untuk melakukan tugas tugas yang dituntut oleh perubahan teknologi). Seperti yang telah disebutkan di depan, individu yang sukses menghadapi tantangan ini akan

tetap produktif, sedangkan seseorang yang tidak mampu menghadapi tantangan ini mengalami frustasi dan stagnasi ( stagnation ).

  1. The late career (usia 55-pensiun)

Individu menghadapi dua tantangan tahap ini, yaitu : pertama, individu pasti berusaha tetap produktif dan menjaga kepekaan terhadap harga diri. Hal ini kadang – kadang dapat dihambat oleh keyakinan – keyakinan negatif yang oleh entitas organisasi yang lebih cenderung mengakui kinerja dan kemampuan pekerja lama. Kedua, individu menghadapi tantangan pemberhentian pekerjaan dan pensiun. Pensiun dapat mengakibatkan perubahan emosi, finansial dan sosial yang sebaiknya sudah direncanakan untuk mempersiapkannya dengan lebih baik. Model Greenhaus  bermanfaat untuk mengidentifikasi situasi yang normal atau situasi yang khas, urutan kejadian dan pengalaman yang terjadi dalam kehidupan pekerjaan seseorang. Beberapa individu yang terlambat

memasuki pekerjaan barunya dalam kehidupannya akan menyimpang dari urutan-urutan usia yang disarankan model ini. Walaupun usia bervariasi, beberapa tantangan kelihatannya sama, tetapi individu akan mempersepsikan dan merespon hal-hal tersebut sebagai sesuatu yang ringan dari isu-isu lain dimana seseorang menghadapinya pada tahap kehidupan tertentu.

 

2.3     KUNCI  JAWABAN  TUGAS  SIKAP  KERJA. (  Seri .  A  )

 

1. TUGAS 2.  : Gambarkan bagan pengembangan karir!

      Waktu  :  5.  menit.

 

2. Standar Kriteria   :        Menggambarkan bagan dengan tepat

 

3.  Instruksi Sikap Kerja : Gambarkan bagan pengembangan karir!

 

4. Jawaban Tugas 2  : 

 

 

1. TUGAS 3.  : Gambarkan pilihan orientasi karir!

      Waktu  :  5.  menit.

 

2. Standar Kriteria : Menggambarkan model orientasi dengan tepat.

 

3.  Instruksi Sikap Kerja : Gambarkan pilihan orientasi karir!

 

4. Jawaban Tugas 3  : 

 

 

 

 


2.4 Daftar Cek Unjuk Kerja (Praktik)

 

TUGAS – TUGAS YANG DITAMPILKAN

KOMPETEN

BELUM

KOMPETEN

TANGGAL

1 Menggambarkan bagan pengembangan karir dengan tepat      
2 Menggambarkan model orientasi karir dengan tepat      

 

 

2.5     CHECK LIST PENGETAHUAN, KETERAMPILAN DAN SIKAP KERJA

 

Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum ditandatangani

 

No.

Uraian   Materi  Check  List.

Penge-

tahuan

Keterampilan

Sikap

Kerja.

Ya./

Tidak

Ya./

Tidak

Ya./

Tidak

1.

2.

3.

4.

5.

 

 

1. Merencanakan dan mempersiapkan pekerjaan

 1. Apakah semua petunjuk kerja diikuti ?

2.

Apakah peserta pelatihan dapat melakukan perencanaan pekerjaan?

3.

Apakah peserta pelatihan dapat melakukan persiapan pekerjaan?

   

2. Melaksanakan pekerjaan sesuai perencanaan

4.

Apakah semua petunjuk kerja diikuti?

5.

Apakah peserta pelatihan dapat melaksanakan pekerjaan sesuai perencanaan?

6.

Apakah peserta dapat menjalankan proses kerja berdasarkan prioritas?  

7.

   

Jakarta,  ……………2007

Peserta  pelatihan,                                          Penilai,

 

(………………………)                                    (…………………..)

 

 

2.6   LEMBAR  HASIL  PENILAIAN

 

- Unit Kompetensi           :  Merencanakan dan Mengorganisasikan Kerja Individu

 

- Kode Unit Kompetensi   :  TIK.PR01.003.01

 

- Nama Peserta Pelatihan :   ……………………………………………………

 

- Nama Pelatih                :   …………………………………………………….

 

 

- Kompetensi yang dicapai:   Kompeten  :                   /  Belum Kompeten  :

 

-          Umpan Balik Untuk Peserta Pelatihan :

 

 

 

 

 

 

Tanda  tangan peserta   :

 

 

Peserta sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alas an-alasan pengambilan keputusan  dari penilai.

 

Tanda tangan Penilai :

 

 

Tanggal :

 

Saya sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alasa n pengambilan keputusan tersebut.

 

Tanda tangan Peserta Pelatihan :

 

 

Tanggal :

 

Buku-buku referensi untuk pelatihan yang telah direkomendasikan :

 

A. Data Buku  Manual :

 

  • Broderick,R & Bouddreau,JW. 1992. Human Resource Management: Information technology and the competitive edge. Academy of Management Executive. 6(2): 7-17.
  • Drnevich, Paul.L & Creno,Michael.D. Retinking HRM. Adminitration and management: An interactive Journal. p: 1-8. Drucker, Peter.F. 1995.
  • The information execitives truly need. Harvard Business Review. January- Pebruary. P:54-63.
  • Drucker, Peter.F. 1988. The Coming Of The New Organization. Harvard Business Review. January-Pebruary. pp:45-53.
  • Drucker, Peter.F. 1995. Managing in a time of great change. New York:Truman Tolley Books/Dutton.
  • Gates, Bill with Collins Hemmingway. 1999.Busness @ The speed of thought: Using A Digital Nervous System . New York: Warner Books Inc.
  • Kalra, Satish Kuman. 1997. Human Potential Management: Time to move beyond the concept of Human Resorce Management . Jornal of European Industrial Training. P:176-180.
  • Martin, James. 1996. Cybercorp: The new business revoluation. New York: Amacom.
  • Mulyadi & Setiawan, Johny. 1999. Sistem perencanaan dan pengendalian manajemen .Aditya Media. Yogyakarta.Mulyadi. 2000. Sense and Respond: Mode operasi yang pas dengan jaman kecepatan , Maret 27
  • Scott Morton, Michael.S.Eds,.1991. The corporation of the 1990s: Information
  • technology and organizational transformational. Oxford Universiy-press. New York.
  • Sange, Peter.M. 1990. The fifth disciplin: The art and practice of the learnin organization . Doubleday. New York.
  • Ulrich,D. 1998. A new mandate for Human Resource. Harvard Business Review. January- Pebruary. p:124-134.
  • Wick, Calkoun.W & Lu StantonLeon. 1995. From idea to action: creating a learning organization. Human Resource Management. Summer. P:299-311.
  • Wiing, M. Karl. 1999. What Future Knowledge Management Users May Expect. Jornal of Knowledge Management. Val 3:2. pp 155-165.
  • Yeung, A & Brockbank,W., Reengineering HR though, information technology, Human Resource Planning, p.24-37.

 

B. Data Buku Pendukung Teori.

- Lihat pada Modul Buku Informasi Mengenai Merencanakan dan Mengorganisasikan Kerja Individu

 

 

 

 

 

 

 

 

 


LEMBAR PENILAIAN

 

Tanggal : ……………………………….

 

 

Peserta pelatihan telah dinilai

 

 

 

KOMPETEN                                              BELUM KOMPETEN

 

 

 

 

 

Nama Peserta Pelatihan                              Nama Penilai

 

 

……………………………..                            ……………………………..

Tanda Tangan                                          Tanda Tangan

 

 

 

 

 

Komentar / Saran

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

……………………………………………………………………………………………………………

Testimoni

artikel lainnya Merencanakan Dan Mengorganisasikan Kerja Individu TIK.PR01.003.01

Wednesday 13 August 2014 | blog

  No Kegiatan Target Ketercapaian Akar Masalah Tindakan Koreksi 1. Latihan  soal sesuai dengan penggunaan basa…

Tuesday 10 September 2013 | blog

Dowload The Secret ini lah pengakuan dari beberapa pakat fisikawan megenai the secret BOB PROCTOR FILSUF,…

Friday 1 May 2015 | blog

44. Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa Tunadaksa (SMPLB – D) A. Latar…

Tuesday 11 November 2014 | blog

BAB I HAKEKAT DAN SEJARAH PELAYANAN PRIMA A. Hakikat dan Pengertian Pelayanan Prima Pada hakikatnya, pelayanan…