Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Merancang Pembuatan Sarana Pendukung Pembelajaran PLK.MP02.005.01

Dec
14
2014
by : Bupeko. Posted in : blog

 

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN KERJA

 

 

MERANCANG PEMBUATAN SARANA PENDUKUNG PEMBELAJARAN

PLK.MP02.005.01

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 51 Lt. 6.A Jakarta Selatan

 


DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR —————————————————————————   1

DAFTAR ISI ———————————————————————————–   2

BAB I    STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI) DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) —————————————————————-   4

  1. Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) ——————————-   4
  2. Unit Kompetensi Prasyarat —————————————————-   8
  3. Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) ——————————-   9

BAB II   MERANCANG PEMBUATAN SARANA PENDUKUNG PEMBELAJARAN ———  13

  1. Latar Belakang ——————————————————————  13
  2. Tujuan —————————————————————————  13
  3. Ruang Lingkup ——————————————————————  14
  4. Pengertian Istilah ————————————————————–  14
  5. Diagram Alir Unjuk Kerja Pencapaian Kompetensi ————————-  16
  6. Materi Pelatihan Merancang Pembuatan Sarana Pendukung Pembelajaran      17
    1. Mengidentifikasi Kebutuhan Media dan/atau Lingkungan Pembelajaran     17
      1. Pengertian Media Pembelajaran————————————– 17
      2. Peran dan Fungsi Media Pembelajaran——————————- 20
      3. Jenis-jenis Media Pembelajaran————————————— 24
      4. Karakterisitik dan Fungsi Setiap Jenis Media Pembelajaran ——  37
      5. Memilih Sarana Pendukung Pembelajaran yang Sesuai untuk Dibuat- 54
        1. Pedoman  Memilih  Sarana  Pendukung  Pembelajaran Sesuai dengan Kebutuhan                                                                                           54
        2. Cara Membuat Daftar Sarana Pendukung Pembelajaran Sesuai dengan Kebutuhan                                                                                           56
      6. Menentukan Pembuatan Jenis Sarana Pendukung Sesuai dengan Media/Lingkungan Pembelajaran —————————————————————  57
        1. Pedoman Mengidentifikasi Jenis Sarana Pendukung yang Sesuai dengan Media/Lingkungan Pembelajaran————————————- 57
        2. Cara Membuat Media yang Secara Mendasar Digunakan dalam Proses Pembelajaran———————————————————– 58
        3. Pedoman Menentukan Pembuatan Media Pembelajaran ———-  93
      7. Meyakinkan kepada pihak yang terkait dalam menyiapkan rancangan pembuatan sarana pendukung pembelajaran—————————————— 94
        1. Teknik Negosiasi——————————————————– 95
        2. Pedoman Penyusunan Proposal Pembuatan Media Pembelajaran- 100

BAB III SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI —– 102

  1. Sumber-sumber Perpustakaan ———————————————— 102

1. Daftar Pustaka ————————————————————— 102

2. Buku Referensi —————————————————————  74

  1. Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan —————————————— 102
  2. Daftar Peralatan/Mesin————————————————— 102
  3. Daftar Bahan————————————————————— 103

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI)

DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK)

 

  1. A.      Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI)
  2. KODE UNIT
: PLK.MP02.005.01
  1. JUDUL UNIT
: Merancang pembuatan sarana pendukung pembelajaran
  1. DESKRIPSI UNIT
: Unit ini merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam merancang pembuatan sarana pendukung pembelajaran.

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

  1. Mengidentifikasi Kebutuhan media dan/atau lingkungan pembelajaran
1.1     Jenis-jenis media pembelajaran diidentifikasi

1.2      Kebutuhan media pembelajaran diidentifikasi

  1. Memilih sarana pendu-kung pembelajaran yang sesuai untuk dibuat.
2.1     Sarana pendukung pembelajaran dipilih sesuai kebutuhan

2.2     Sarana pendukung pembelajaran dibuat daftar sesuai kebutuhan.

  1. Menentukan pembuatan jenis sarana pendukung sesuai dengan media/ ling-kungan pembelajaran

 

3.1     Jenis sarana pendukung yang sesuai media/lingkungan pembelajaran diidentifikasi

3.2     Jenis sarana pendukung yang sesuai dengan media / lingkungan pembelajaran ditentukan.

3.3     Kebutuhan jenis sarana pendukung dirancang dalam bentuk proposal

  1. Meyakinkan kepada pihak-pihak yang terkait dalam menyiapkan rancangan pem-buatan sarana pendukung pem-belajaran.

 

4.1     Presentasi atas rancangan sarana pembelajaran yang akan dibuat dilakukan kepada pimpinan dan pihak yang terkait.

4.2     Pihak-pihak terkait yang terkait dalam mempersiapkan rancangan pembuatan sarana pendukung pembelajaran diyakinkan.

 

 

  1. Batasan Variabel
    1. Konteks variabel

Unit ini berlaku untuk mengidentifikasi kebutuhan media dan/atau lingkungan pembelajaran, dan memilih sarana pendukung pembelajaran yang sesuai untuk dibuat, menentukan pembuatan jenis sarana pendukung sesuai dengan media/ lingkungan pembelajaran, serta  meyakinkan kepada pihak-pihak yang terkait dalam menyiapkan rancangan pembuatan sarana pendukung pembelajaran yang digunakan untuk merancang pembuatan sarana pendukung pembelajaran  pada bidang metodologi pelatihan.

  1. Perlengkapan (alat dan bahan) untuk merancang pembuatan sarana pendukung pembelajaran mencakup :

1)     Media pembelajaran.

2)     Modul pelatihan.

3)     Buku literatur/referensi.

4)     Alat tulis kantor.

  1. Tugas pekerjaan untuk merancang pembuatan sarana pendukung pembelajaran sebagai bagian dari program pelatihan meliputi :

1)     Memilih sarana pendukung pembelajaran sesuai kebutuhan.

2)     Membuat sarana pendukung pembelajaran dibuat daftar sesuai kebutuhan.

3)     Menentukan jenis sarana pendukung yang sesuai dengan media/ lingkungan pembelajaran.

4)     Merancang kebutuhan jenis sarana pendukung dalam bentuk proposal

5)     Melakukan presentasi atas rancangan sarana pembelajaran yang akan dibuat kepada pimpinan dan pihak yang terkait.

6)     Meyakinkan pihak-pihak terkait yang terkait dalam mempersiapkan rancangan pembuatan sarana pendukung pembelajaran.

  1. Peraturan untuk merancang pembuatan sarana pendukung pembelajaran sebagai bagian dari program pelatihan adalah

1)     Pedoman pembuatan sarana pembelajaran.

2)     Pedoman pelatihan berbasis kompetensi.

 

  1. Panduan Penilaian:
    1. Penjelasan prosedur penilaian :

Alat, bahan, dan tempat penilaian serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya yang diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi ini dengan unit-unit kompetensi yang terkait :

1)     PLK.MP02.002.01:        Menentukan tujuan, prasyarat, dan materi pelatihan.

2)     PLK.MP02.003.01:        Merancang strategi dan penilaian pembelajaran.

  1. Kondisi Penilaian :

1)     Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut yang terkait dengan mengidentifikasi kebutuhan media dan/atau lingkungan pembelajaran, memilih sarana pendukung pembelajaran yang sesuai untuk dibuat, menentukan pembuatan jenis sarana pendukung sesuai dengan media/lingkungan pembelajaran, serta  meyakinkan kepada pihak-pihak yang terkait dalam menyiapkan rancangan pembuatan sarana pendukung pembelajaran yang digunakan untuk merancang pembuatan sarana pendukung pembelajaran sebagai bagian dari program pelatihan.

2)     Penilaian dapat dilakukan dengan cara : lisan, tertulis, demonstrasi/praktik

3)     Penilaian dapat dilaksanakan secara : simulasi di workshop dan atau di tempat kerja.

  1. Pengetahuan yang dibutuhkan :

Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut :

1)     Identifikasi jenis-jenis media pembelajaran.

2)     Identifikasi kebutuhan media pembelajaran.

3)     Identifikasi jenis sarana pendukung yang sesuai media/lingkungan pembelajaran.

4)     Identifikasi hirarki belajar.

5)     Identifikasi metode pembelajaran.

 

  1. Keterampilan yang dibutuhkan :

Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut:

1)     Memilih sarana pendukung pembelajaran sesuai kebutuhan.

2)     Membuat sarana pendukung pembelajaran dibuat daftar sesuai kebutuhan.

3)     Menentukan jenis sarana pendukung yang sesuai dengan media/lingkungan pembelajaran.

4)     Merancang kebutuhan jenis sarana pendukung dalam bentuk proposal

5)     Melakukan presentasi atas rancangan sarana pembelajaran yang akan dibuat kepada pimpinan dan pihak yang terkait.

6)     Meyakinkan pihak-pihak terkait yang terkait dalam mempersiapkan rancangan pembuatan sarana pendukung pembelajaran.

  1. Aspek Kritis :

Aspek kritis  yang merupakan kondisi kerja untuk diperhatikan dalam mendukung unit kompetensi ini, sebagai berikut :

1)     Ketersediaan bahan pembuatan sarana pendukung pembelajaran.

2)     Perbedaan persepsi.

  1. Kompetensi Kunci

No

Kompetensi Kunci dalam Unit Ini

Tingkat

1

Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi

1

2

Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide

2

3

Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan

2

4

Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan gagasan secara teknis dan matematis

2

6

Pemecahan masalah

3

7

Penggunaan teknologi

3

 

 

 

  1. B.      Unit Kompetensi Prasyarat

Sebelum mengikuti pelatihan unit kompetensi Merumuskan Permasalahan Pelatihan di Daerah ini peserta harus sudah kompeten untuk unit kompetensi sebagai berikut:

  1. PLK.MP02.002.01 Menentukan tujuan, prasyarat, dan materi pelatihan.
  2. PLK.MP02.003.01 Merancang strategi dan penilaian pembelajaran.

 

 

  1. C.      Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK)

 

Judul Unit Kompetensi             :    Merancang Pembuatan Sarana Pendukung Pembelajaran

Kode Unit Kompetensi             :    PLK.MP02.005.01

Deskripsi Unit Kompetensi        :    Unit ini merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam merancang pembuatan sarana pendukung pembelajaran

Prakiraan Waktu Pelatihan        :    40 Jp @ 45 Menit

Tabel Silabus Unit Kompetensi  :

 

Elemen Kompetensi

Kriteria

Unjuk Kerja

Indikator

Unjuk Kerja

Materi Pelatihan

Prakiraan

Waktu Pelatihan

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Penge-tahuan

Keteram-pilan

  1. Mengidentifikasi Kebutuhan media dan/atau lingkungan pembelajaran
1.1  Jenis-jenis media pembelajaran diidentifikasi – Dapat menjelaskan deskripsi pendukung pembelajaran

– Dapat menyebutkan dan menjelaskan jenis-jenis sarana pendukung pembelajaran

– Mampu mengidentifikasi jenis-jenis pembelajaran

– harus berpikir teratur dan evaluatif, teliti, cermat, serta konsisten

– Deskripsi sarana pendukung pembelajaran

– Jenis-jenis sarana pendukung pembelajaran

– Mengidentifikasi jenis-jenis pembelajaran – Teliti;

– Cermat;

– Berfikir evaluatif;

– Berfikir teratur;

– konsisten

2

4

  1.2  Kebutuhan media pembelajaran diidentifikasi – Dapat menjelaskan karakteristik dan fungsi setiap jenis sarana pencukung pembelajaran

– Mampu mengidentifikasi kebutuhan media pembelajaran

– Harus berpikir teratur dan evaluatif, teliti, cermat, serta konsisten

– Karakteristik dan fungsi setiap jenis sarana pendukung pembelajaran – Mengidentifikasi kebutuhan media pembelajaran – Teliti;

– Cermat;

– Berfikir evaluatif;

– Berfikir teratur;

– konsisten

Asesmen

  1. Memilih sarana pendukung pembelajaran yang sesuai untuk dibuat
2.1  Sarana pendukung pembelajaran dipilih sesuai dengan kebutuhan – Dapat menjelaskan Hubungan antara Tujuan pembelajaran, Strategi pembelajaran dan sarana pendukung

– Dapat menjelaskan cara mengidentifikasi kebutuhan media pembelajaran

– Mampu memilih sarana pendukung pembela-jaran sesuai dengan kebutuhan

– Harus berpikir teratur dan evaluatif, teliti, cermat, serta konsisten

– Hubungan antara Tujuan pembelajaran, Strategi pembelajaran dan sarana pendukung

– Cara mengidentifikasi kebutuhan media pembelajaran

– Memilih sarana pendukung pembela-jaran sesuai dengan kebutuhan – Teliti;

– Cermat;

– Berfikir evaluatif;

– Berfikir teratur;

– konsisten

2

4

  2.2  Sarana pendukung pembelajaran dibuat daftar sesuai dengan kebutuhan – Dapat menjelaskan cara membuat daftar sarana pendukung pembelajaran sesuai dengan kebutuhan

 

– Cara membuat daftar sarana pendukung pembelajaran sesuai dengan kebutuhan – Membuat daftar sarana pendukung pembelajaran sesuai dengan kebutuhan – Teliti;

– Cermat;

– Berfikir evaluatif;

– konsisten

    – Mampu membuat daftar sarana pendukung pembelajaran sesuai dengan kebutuhan

– Harus berpikir  evaluatif, teliti, cermat, serta konsisten

     

Asesmen

  1. Menentukan pembuatan jenis sarana pendukung sesuai dengan media/ lingkungan pembelajaran
3.1  Jenis sarana pendukung yang sesuai dengan media/ lingkungan pembelajaran diidentifikasi – Dapat menjelaskan deskripsi jenis-jenis sarana pendukung pembelajaran yang sesuai dengan media/lingkungan pembelajaran

– Mampu mengidentifikasi jenis sarana pendukung sesuai dengan media/ lingkungan pembelajaran

– Harus berpikir teratur dan evaluatif, teliti, cermat, serta konsisten

– Deskripsi jenis-jenis sarana pendukung pembelajaran yang sesuai dengan media/lingkungan pembelajaran – Mengidentifikasi jenis sarana pendukung sesuai dengan media/ lingkungan pembelajaran – Teliti;

– Cermat;

– Berfikir evaluatif;

– Berfikir teratur;

– konsisten

3

9

  3.2  Jenis saran pendukung yang sesuai dengan media/ lingkungan pembelajaran ditentukan – Dapat menjelaskan cara membuat media yang secara mendasar digunakan dalam proses pembelajaran

– Mampu membuat media yang secara mendasar digunakan dalam proses pembelajaran

– Harus berpikir teratur dan evaluatif, teliti, cermat, serta konsisten

 

– Cara membuat media yang secara mendasar digunakan dalam proses pembelajaran – Membuat media yang secara mendasar digunakan dalam proses pembelajaran – Teliti;

– Cermat;

– Berfikir evaluatif;

– Berfikir teratur;

– konsisten

Asesmen

  1. Meyakinkan kepada pihak yang terkait dalam menyiapkan rancangan pembuatan sarana pendukung pembelajaran
4.2  Presentasi atas rancangan saran pembelajaran yang akan dibuat dilakukan kepada pimpinan dan pihak terkait – Dapat menjelaskan cara menyusun proposan yang efektif

– Dapat menjelaskan teknik presentasi

– Dapat menjelaskan komunikasi efektif

– Mampu menyusun proposal mengenali kebutuhan saran pendukung pembelajaran

– Mampu Melakukan presentasi rancangan sarana pembela-jaran yang akan dibuat

– Harus berpikir analitis, evaluatif, dan teratur, serta teliti, cermat, dan konsisten

– Cara menyusun proposal yang efektif

– Teknik presentasi

– Komunikasi efektif

– Menyusun proposal mengenali kebutuhan saran pendukung pembelajaran

– Melakukan presentasi rancangan sarana pembela-jaran yang akan dibuat

 

– Teliti;

– Cermat;

– Berfikir sintesis

– Berfikir analitis;

– Berfikir evaluatif;

– Berfikir teratur;

– konsisten

4

12

  4.2  Pihak-pihak yang terkait dalam mempersiapkan rancangan pembuatan sarana pendukung pembelajaran diyakinkan – Dapat menjelaskan teknik negosiasi

– Mampu melakukan negosiasi kepada pihak terkait

– Harus berpikir teratur, empatik, dan sopan

– Teknik negosiasi – Melakukan negosiasi kepada pihak terkait – Berpikir teratur

– Empatik

– sopan

Asesmen

 

 

 

BAB II

MERANCANG PEMBUATAN SARANA PENDUKUNG PEMBELAJARAN

 

 

  1. A.      Latar Belakang

Pembelajaran merupakan suatu proses terjadinya interaksi antara peserta pelatihan dan instruktur dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran. Jadi, pada dasarnya proses pembelajaran merupakan kegiatan berkomunikasi. Agar proses pembelajaran, khususnya proses pembelajaran transformatif, dapat berjalan dengan lancar karena adanya kemudahan belajar dan mengajar, maka diperlukan sarana yang digunakan sebagai media dalam rangka mengantarkan materi yang diajarkan oleh instruktur dan dipahami oleh peserta pelatihan. Dengan demikian, peranan media dan alat pembelajaran menjadi sangat penting untuk memperkuat akurasi penyampaian pesan-pesan dalam proses pembelajaran.

Dengan adanya media yang digunakan akan ada yang dilihat dan dalam hal ini akan memudahkan peserta pelatihan dalam belajar, bukan hanya mendengar saja penjelasan instruktur.

Berdasarkan uraian di atas, media pembelajaran yang dapat membantu mempermudah proses pemahaman peserta pelatihan terhadap materi pelatihan, serta sarana pembelajaran yang disiapkan instruktur untuk memfasilitasi peserta belajar, menjadi sesuatu yang sangat signifikan penyediannya oleh instruktur agar proses pembelajaran semakin efektif, dan kualitas hasil belajar akan semakin meningkat. Terkait dengan itu, instruktur harus kreatif dalam mempersiapkan media dan sarana pembelajaran sehingga mampu mengantarkan peserta pelatihannya memiliki kompetensi sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Agar instruktur memiliki kemampuan dan kreativitas dalam mempersiapkan media dan sarana pembelajaran, maka buku informasi Merancang Pembuatan Sarana Pendukung Pembelajaran ini disusun.

 

  1. B.      Tujuan

Adapun tujuan merancang pembuatan sarana pendukung pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi kebutuhan media dan/atau lingkungan pembelajaran;
  2. Memilih sarana pendukung pembelajaran yang sesuai untuk dibuat;
  3. Menentukan pembuatan jenis sarana pendukung sesuai dengan media/ lingkungan pembelajaran.

 

  1. C.      Ruang Lingkup

Ruang lingkup kegiatan merancang pembuatan sarana pendukung pembelajaran dalam unit kompetensi ini meliputi kegiatan mengidentifikasi jenis-jenis media pembelajaran, mengidentifikasi karakteristik dan fungsi setiap jenis media pembelajaran, memilih media sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, membuat daftar media yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, mengidentifikasi media yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran, dan membuat media yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran berdasarkan batasan variabel yang tercantum dalam standar kompetensi kerja unit kompetensi ini.

 

  1. D.     Pengertian Istilah
    1. Sarana

Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud atau tujuan.

  1. Sarana Pendukung Pembelajaran

Segala sesuatu (alat, media) yang digunakan untuk mendukung dalam mencapai tujuan pembelajaran.

  1. Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu di mana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

  1. Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut di tempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

 

  1. Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri atas judul unit, deskripsi unit, elemen.

  1. Menganalisis

Menganalisis adalah menyelidiki dengan menguraikan bagian-bagiannya.

  1. Mengidentifikasi

Mengidentifikasi adalah menentukan atau menetapkan identitas orang, benda, dsb.

  1. Kebutuhan pelatihan

Kebutuhan pelatihan adalah kesenjangan antara kompetensi yang dipersyaratkan oleh suatu jabatan dengan kompetensi yang dimiliki calon peserta pelatihan.

  1. Program Pelatihan

Program pelatihan adalah suatu rumusan tertulis yang memuat secara sistematis tentang pemaketan unit-unit kompetensi sesuai dengan area kompetensi jabatan pada area pekerjaan sebagai acuan dalam penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi.

  1. Pelatihan Kerja

Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi kompentensi/jabatan/ pekerjaan serta spesifikasi pekerjaan.

  1. Pelatihan Berbasis Kompetensi (yang selanjutnya disebut PBK)

PBK adalah proses pelatihan yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan pelatihan yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja.

  1. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK)

Lembaga Pelatihan Kerja yang selanjutnya disebut LPK adalah suatu lembaga pemerintah/swasta/badan hukum atau perorangan untuk tempat diselenggarakannya proses pelatihan kerja bagi peserta pelatihan.

 

  1. Peserta Pelatihan

Peserta pelatihan adalah angkatan kerja yang telah memenuhi persyaratan teknis dan administrasi untuk mengikuti pelatihan tertentu dengan program pelatihan berbasis kompetensi.

  1. Instruktur

Instruktur adalah seseorang yang berfungsi sebagai fasilitator, pelatih, pembimbing teknis, supervisor yang bertugas untuk menyampaikan materi pelatihan kepada peserta pelatihan di LPK atau di tempat kerja selama proses pelatihan.

 

  1. E.      Diagram Alir

 

= TRANSPORTATION

= MANUAL OPERATION

= PREPARATION

= DECISION

mengidentifikasi karakteristik dan fungsi setiap  jenis media pembelajaran

mengidentifikasi jenis-jenis media pembelajaran

MEMPERSIAP-KAN  INFORMA-SI JENIS-JENIS MEDIA PEMBELA-JARAN

memilih media sesuai dengan kebutuhan pembelajaran

membuat daftar media yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran

mengidentifika-si media yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran

media yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran

MULAI

SELESAI

membuat media yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran

 

 

 

 

 

 

 

  1. F.      Materi Pelatihan Merancang Pembuatan Sarana Pendukung Pembelajaran
    1. Mengidentifikasi Kebutuhan Media dan/atau Lingkungan Pembelajaran

Pengetahuan yang diperlukan dalam mengidentifikasi kebutuhan media dan atau lingkungann pembelajaran sebagai berikut:

  1. Pengertian Media Pembelajaran

. yang bagi sebagian besar instruktur sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam memberikan pelatihan, namun bagi instruktur pemula ataupun calon instruktur  media pembelajaran masih sering diasumsikan sebagai alat untuk menjelaskan materi pelatihan saja dan jenisnya berkisar pada alat-alat seperti OHP dan Papan Tulis, padahal selain itu masih banyak ragam alat bantu pembelajaran yang fungsinya dapat disesuaikan dengan metode yang digunakan oleh instruktur.

Kata ’media’ berasal dari bahasa Latin ’medius’ yang secara harfiah berarti ’tengah’ atau ’perantara’ atau ’pengantar’. Dalam bahasa Arab, media berarti ’perantara’ atau ’pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan’. Jadi, dalam arti umum media adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi.

Berdasarkan uraian di atas maka dapat disampaikan bahwa media pembelajaran adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam rangka proses pembelajaran antara lain meliputi buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide, foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer.

Dalam pembahasan ini perlu dibedakan antara ’media pendidikan’ dan ’media pembelajaran’. Sebagai contoh ’buku’ adalah media pendidikan, tetapi dia belum tentu jadi media pembelajaran. Buku akan menjadi media pembelajaran manakala buku tersebut dijadikan media dalam proses pembelajaran atau proses interaksi .

Agar proses pembelajaran dapat berhasil dengan baik, peserta sebaiknya diajak untuk memanfaatkan semua alat yang berkaitan dengan proses pembelajaran ini. Pada tabel di bawah ini disampaikan bagaimana pesan/ informasi diproduksi dan dicerna.

 

Tabel 1

Pesan dalam Komunikasi Bagaimana Diproduksi dan Dicerna

PESAN DIPRODUKSI DENGAN:

PESAN DICERNA DAN DIINTERPRETASI DENGAN:

Berbicara, menyanyi, memainkan alat musik, dsb.

ó

Mendengarkan

Memvisualisasikan melalui film, foto, lukisan, gambar, model, patung, grafik, kartun, gerakan nonverbal

ó

Mengamati

Menulis atau mengarang

ó

Membaca

 

Untuk itu seorang instruktur harus memiliki kompetensi kerja yang berkaitan dengan media pembelajaran yang meliputi:

1)     Media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses pembelajaran

2)     Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran

3)     Seluk-beluk proses pembelajaran

4)     Hubungan antara metoda melatih dan media pembelajaran

5)     Nilai atau manfaat media pembelajaran dalam pembelajaran

6)     Pemilihan dan penggunaan media pembelajaran

7)     Media pembelajaran berkaitan dengan materi pelatihan

8)     Usaha inovasi dalam media pembelajaran.

Kapan media pembelajaran sebagai alat bantu mengajar (teaching aids) dan alat bantu belajar (learning aids)  berfungsi sebagai alat peraga, di bawah ini dijelaskan melalui gambar skema.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1

Perbedaan Media dan Alat Peraga

Dalam Proses Pembelajaran

(Diagram Pola Instruktur)

KURIKULUM

INSTRUKTUR

ALAT PERAGA

INSTRUKTUR

INSTRUKTUR

MEDIA

MEDIA

SISWA

1

2

3

4

Penjelasan Diagram Pola Instruktur:

Pola 1:

Sumber belajar peserta pelatihan hanya instruktur, artinya instruktur memegang kendali penuh atas  proses pembelajaran.

Contoh:

Belajar tradisional, artinya sebagian besar pembelajaran disampaikan secara verbal atau kata-kata saja.

Pola 2:

Sumber belajar peserta pelatihan instruktur dibantu bahan/sumber lain. Instruktur masih memegang kendali, hanya tidak mutlak karena sumber lain itu berfungsi sebagai alat bantu atau alat peraga.

Contoh:

-      Pada waktu menjelaskan peralatan, instruktur menunjukkan benda aslinya. Benda asli tersebut sebagai alat peraga.

-      Pada waktu menjelaskan peralatan, instruktur menulis di papan tulis atau menunjukkan di OHP  gambarnya. Papan tulis dan gambar di OHP tersebut sebagai alat peraga.

Pola 3:

Sumber belajar peserta pelatihan instruktur dan sumber lain berdasarkan pembagian tanggung jawab. Kendali dibagi bersama. Sumber lain merupakan bagian integral dari seluruh proses pembelajaran. Dalam hal ini sumber lain itu disebut media.

Contoh:

Instruktur menjelaskan fungsi radiator dalam sistem pendinginan mesin mobil dengan menggunakan tulisan dan gambar di OHP, setelah itu memutarkan videonya. Tulisan dan OHP sebagai alat peraga, sedangkan video sebagai media.

Pola 4:

Sumber belajar peserta pelatihan bukan instruktur/orang, melainkan media.

Contoh:

Proses pembelajaran secara individual melalui buku, koran, TV, video, dsb. yang tidak melalui instruktur. Buku, koran, TV dan video sebagai media.

  1. Peranan dan Fungsi Media Pembelajaran

Peranan dan fungsi media pembelajaran sangat dipengaruhi oleh ruang, waktu, pendengar (peserta pelatihan), serta sarana dan prasarana yang tersedia, di samping karakteristik medianya sendiri.

1)     Peranan Media Pembelajaran

a)      Mengatasi perbedaan pengalaman pribadi peserta pelatihan

b)     Mengatasi batas-batas ruang kelas

c)      Mengatasi kesulitan apabila suatu benda secara langsung tidak bisa diiamati karena terlalu kecil

d)     Mengatasi gerak benda secara cepat atau terlalu lambat, sedangkan proses gerakan itu menjadi pusat perhatian peserta pelatihan

e)      Mengatasi hal-hal yang terlalu kompleks dapat dipisahkan bagian demi bagian untuk diamati secara terpisah

f)       Mengatasi suara yang terlalu pelan untuk didengar secara langsung melalui telinga

g)     Mengatasi peristiwa-peristiwa alam

h)     Memungkinkan terjadinya kontak langsung dengan masyarakat atau dengan keadaan alam sekitar

i)       Memberikan kesamaan/kesatuan dalam pengamatan terhadap sesuatu yang pada awal pengamatan peserta berbeda-beda

j)       Membangkitkan minat belajar yang baru dan membangkitkan motivasi kegiatan belajar peserta pelatihan.

2)     Fungsi Media Pembelajaran

a)     Menyampaikan informasi dalam proses pembelajaran

b)     Memperjelas informasi pada waktu pada waktu tatap muka dalam proses pembelajaran

c)      Melengkapi dan memperkaya informasi dalam proses pembelajaran

d)     Mendorong motivasi belajar

e)     Meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menyampaikan materi pembelajaran

f)      Menambah variasi dalam menyajikan materi pembelajaran

g)     Menambah pengertian nyata tentang suatu pengetahuan

h)     Memberikan pengalaman-pengalaman yang tidak diberikan instruktur, serta membuka cakrawala yang lebih luas, sehingga pelatihan bersifat produktif

i)       Memungkinkan peserta pelatihan memilih kegiatan belajar sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya

j)      Mendorong terjadinya interaksi langsung antara peserta pelatihan dengan instruktur, antara peserta dengan peserta, dan peserta dengan lingkungannya

k)     Mencegah terjadinya verbalisme

l)       Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu

m)    Mengurangi/menghilangan kelesuan belajar menjadi bergairah atau bersemangat

n)     Meningkatkan daya cerna peserta pelatihan dalam menyerap materi pembelajaran sehingga tidak mudah lupa

  • o)     Mengatasi watak dan pengalaman yang berbeda.

Proses pembelajaran dipengaruhi oleh faktor internal yang berhubungan dengan rangsangan dari luar yang masuk ke dalam diri peserta pelatihan melalui inderanya, yaitu terutama indera penglihatan dan pendengaran. Dalam hal ini, media pembelajaran merupakan faktor eksternal yang dapat memberikan rangsangan untuk terjadinya proses pembelajaran melalui pendengaran (audio) dan penglihatan (visual) yang juga disebut AVA (Audio Visual Aid) sehingga peserta akan menerima informasi lebih mudah untuk dipelajari.

Mengapa informasi dalam bentuk audio dan visual sangat penting dalam proses pembelajaran karena:

a)      Menurut prinsip pembelajaran bahwa makin banyak indera yang dilibatkan akan membawa hasil lebih baik. Dalam buku ”Worker Education and Aids Techniques” dari ILO (International Labor Organization) menyatakan bahwa kemampuan mengingat seseorang rata-rata adalah sebagai berikut:

(1)   Hanya untuk mendengar                                              : 20%

(2)   Hanya untuk melihat                                                   : 30%

(3)   Dengan melihat dan mendengar                                   : 50%

(4)   Dengan melihat, mendengar, dan mengucapkan             : 70%

(5)   Dengan mlihat, mendengar, mengucapkan, dan mela-

kukan                                                                        : 90%

b)     Menurut hasil penelitian para ahli, Dr. Dedi Fardiaz seorang dosen IPB menyatakan bahwa rata-rata jumlah informasi yang diperoleh seseorang melalui inderanya melalui proses pembelajaran adalah sebagai berikut:

(1)   Dengan melalui penglihatan                                         : 83%

(2)   Dengan melalui pendengaran                                       : 11%

(3)   Dengan melalui penciuman                                           : 3,5%

(4)   Dengan melalui perabaan                                             : 1,5%

(5)   Dengan melalui perasa                                                 : 1,0%

c)      Hasil dari penelitian lain menunjukkan bahwa informasi atau pengetahuan yang dapat diingat dan dapat direkam di dalam ingatan manusia tergantung daripada indera yang menerimanya. Ternyata informasi yang diberikan dalam bentuk audio dan visual, daya ingat seseorang dapat diketahui sebagai berikut:

(1)   Daya ingat sesudah tiga jam akan dicapai:

(a)  Daya ingat dari pendengaran                                  : 70%

(b)  Daya ingat dari penglihatan                                    : 72%

(c)   Daya ingat dari pendengaran dan penglihatan          : 85%

(2)   Daya ingat sesudah tiga hari akan dicapai:

(a)  Daya ingat dari pendengaran                                  : 10%

(b)  Daya ingat dari penglihatan                                    : 20%

(c)   Daya ingat dari pendengaran dan penglihatan          : 65%

(3)   Jumlah informasi yang diperoleh seseorang melalui indera dalam pembelajaran menunjukkan sebagai berikut:

(a)  Melalui mata (visual)                                              : 83%

(b)  Melalui pendengaran (audio)                                   : 11%

(c)   Melalui penciuman                                        : 3,5%

(d)  Melalui perabaan                                                    : 1,5%

(e)  Melalui kecapan/lidah                                             : 1%

Dengan demikian, bahwa media AVA sangat penting dalam memberikan rangsangan melalui indera manusia untuk menjadikan proses pembelajaran lebih lancar dalam mencapai tujuan pembelajaran.

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2

Kemampuan Mengingat

SHEAL PETTER (1989)

10 %

DENGAR

20 %

30 %

50 %

70 %

90 %

LIHAT

DENGAR + LIHAT

DENGAR + LIHAT+DISKUSI

DENGAR+LIHAT+DISKUSI+MENCOBA

PRAKTIK

BERBUAT

MENERIMA

  1. Jenis-jenis Media Pembelajaran

Pada dasarnya media pembelajaran dikelompokkan ke dalam empat katagori:

1)     Media Audio

a)      Phonograph

Alat perekam yang mengguna- kan cakram datar (piringan hitam) yang juga disebut grama-phone.

 

 

b)     Open Reel Tapes

Open reel tapes menggunakan pita.

 

c)      Cassette Tapes

Alat perekam menggunakan pita kaset yang paling populer di masyarakat

 

d)     Compact Disc

CD atau cakram padat merupa-kan alat perekam piringan optik yang digunakan untuk menyim-pan data secara digital. Awalnya digunakan untuk data audio digital.

 

e)      Radio

Alat audio yang menggunakan gelombang radio yang merupa-kan bagian dari spektrum elek-tro magnetik yang diterima dari pemancar radio

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

f)       Laboratorium Bahasa

Gambar 3

Denah Ruangan Lab Bahasa

 

MASTER CONTROL

 

HEAD SET

LEMARI/RAK

 

2)     Media Visual

a)      Pesan Visual

(1)  Gambar

Gambar secara garis besar dapat dibagi pada tiga jenis:

(a)  Sketsa, juga disebut gambar garis, yakni gambar sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokok.

(b)  Lukisan, merupakan gambar hasil representasi simbolis dan artistik seseorang tentang suatu obyek atau situasi.

(c)   Foto, gambar hasil pemotretan atau fotografi.

 

 

(2)  Grafik

Grafik adalah gambar yang sederhana yang banyak sedikitnya merupakan penggambaran data kuantitatif yang akurat dalam bentuk menarik dan mudah dimengerti. Dengan mengalihkan data angka-angka ke dalam grafik, arti dari angka-angka tersebut menjadi jelas.

Macam-macam grafik sebagai berikut:

(a)  Grafik Garis, grafik berupa garis di atas suatu bidang yang dibagi petak-petak empat persegi sama besar.

 

(b)  Grafik Batang, grafik berupa batang di atas suatu bidang yang dibagi petak-petak empat persegi sama besar.

 

(c)   Grafik Lingkaran, grafik berupa lingkaran yang dibagi dari titik tengahnya menjadi beberapa sektor.

 

(3)  Diagram

Diagram merupakan susunan garis-garis dan lebih menyerupai peta daripada gambar.

(a)  Diagram Skematik, misalnya denah rumah/cetak biru

(b)  Diagram Piktorial, diagram yang menggunakan gambar.

 

(4)  Bagan

(a)  Bagan Organisasi

Bagan Organisasi, adalah bagan yang menggam-barkan struktur sebuah organisasi.

(b)  Bagan Arus

Bagan arus, adalah bagan yang menggam-barkan arus dari hulu ke hilir yang ditandai anak panah.

(c)   Bagan Pohon

Bagan Pohon, adalah bagan yang menggam-barkan struktur akar, batang, cabang, ranting yang digunakan untuk menjelaskan dari satu benda dapat dihasilkan benda-benda lain. Sumber satu memencar.

SUBSUBPOKOK BAHASAN

SUBPOKOK BAHASAN

POKOK BAHASAN

(d)  Bagan Proses

Bagan proses menggambarkan tahap-tahap pembuatan sesuatu. Dengan bagan ini dapat dijelaskan bagaimana pembuatan dari bahan mentah menjadi benda jadi.

(5)  Peta

Peta merupakan gambar permukaan bumi atau sebagiannya yang menginformasikan lokasi daerah, luasnya, bentuknya, penyeberan penduduk, daratan, perairan, iklim, sumber ekonomi, serta hubungan satu dengan yang lain.

b)     Penyalur Pesan Visual Verbal-Nonverbal Grafis

(1)  Buku dan Modul

Buku merupakan sumber belajar yang dibuat untuk keperluan umum dan biasanya seorang peserta pelatihan yang membaca buku masih membutuhkan bantuan orang lain untuk menjelas-kan kandungannya. Dilihat dari sifat penyajian pesannya, buku cenderung informatif dan lebih menekankan pada sajian materi ajar dengan cakupan luas dan umum. Dalam hal ini peserta menjadi pasif karena komunikasi berlangsung searah.

Sementara itu modul merupakan bahan belajar yang dapat digunakan oleh peserta untuk belajar secara mandiri dengan bantuan seminimal mungkin dari orang lain. Oleh karena itu, cakupan bahasan materi dalam modul lebih fokus dan terukur, serta lebih mementingkan aktivitas belajar pembacanya, semua sajiannya disampaikan melalui bahasa yang komunikatif.

Dengan sifat penyajian tersebut maka proses komunikasinya dua arah bahkan dapat dikatakan bahwa modul dapat meng-gantikan beberapa peran instruktur/pengajar.

Perbedaan buku dan modul dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 2

Perbedaan antara Buku dan Modul

NO.

BUKU

MODUL

1.

Untuk keperluan umum Dirancang untuk sistem pembela-jaran

2.

Bukan merupakan bahan belajar yang terprogram Program pembelajaran yang utuh dan sistematis

3.

Lebih menekankan sajian materi ajar Mengandung tujuan, bahan/kegi-atan, dan evaluasi

4.

Cenderung informatif, searah Disajikan secara komunikatif, dua arah

5.

Menekankan fungsi penyajian materi/informasi Dapat mengganti beberapa peran pengajar

6.

Cakupan materi lebih luas/umum Cakupan bahasan terfokus dan terukur

7.

Pembaca cenderung pasif Mementingkan aktivitas belajar pemakai

(2)  Papan Visual

Papan visual adalah papan yang dapat menyampaikan pesan-pesan visual, seperti papan tulis, papan magnetik, papan lembar balik, papan buletin, papan flanel, papan peragaan (display board)

(a)  Papan Tulis

Papan tulis dapat kita kata-kan sebagai media visual atau alat bantu visual apa-bila di atasnya telah memu-at pesan, artinya papan tulis yang bersih hanya sebagai alat tulis saja.

Selamat ……

 

(b)  Papan Magnetik/White Board

Papan tulis spidol biasanya berwarna putih dan meng-gunakan spidol hitam. Papan tulis spidol ada yang berfungsi sebagai papan magnetik karena bahan dasarnya terdapat unsur logam.

MAGNET

  Selamat ……

 

(c)   Peta Lipat (flip chart)

Flip chart adalah bahan ajar yang dituliskan pada kertas chart ukuran A0 yang disiapkan sebelum mengajar dan dijepitkan pada standard chart atau pada jepitan.

 

 

 

 

 

 

c)      Benda Asli dan Benda Tiruan (Model)

Benda asli dan benda tiruan mempunyai kegunaan yang spesifik. Ada tiga macam benda asli, yaitu:

(1)  Benda yang sebenarnya (unmodified real thing) adalah benda sebagaimana adanya, tanpa perubahan, kecuali hanya dipindah-kan dari tempat aslinya. Sayangnya benda asli ini tidak selalu dapat dihadirkan/digunakan kapan saja dan di mana saja saat dibutuhkan karena ukurannya atau karakteristik lainnya.

(2)  Benda yang sudah dimodifikasi (modified real thing) adalah benda asli yang sudah dimodifikasi, seperti mock-up (replika,imitasi/tiruan), miniatur, dan cutaway (potongan-potongan).

Mock up adalah benda asli yang disederhanakan yang dibuat hanya bagian yang penting diperlukan, tidak seutuhnya. Mock up sangat efektif untuk belajar karena di samping dapat mengkonkritkan yang abstrak, juga menarik perhatian. Contoh mock up, seperti drivetrainer, sistem bahan bakar bensin.

Miniatur adalah suatu model hasil penyederhanaan suatu realitas, tetapi tidak menunjukkan suatu proses. Miniatur ini mengandung informasi detail tentang model tersebut secara tiga dimensi.

Diorama adalah pemandangan tiga dimensi dalam ukuran kecil untuk memperagakan atau menjelaskan suatu keadaan atau fenomena yang menunjukkan aktivitas. Dalam diorama terdapat benda-benda tiga dimensi dalam ukuran kecil pula.

Cutaway adalah benda asli yang dimodifikasi melalui potongan penampang untuk memperlihatkan yang tersembunyi, yang bergerak yang statis. Contohnya seperti penampang mesin mobil, tubuh manusia.

(3)  Spesimen, sering juga disebut sampel adalah benda asli yang digunakan sebagai contoh atau sampel dari bagian grup atau kemasan pak atau kotak/dus.

Secara skema penggolongan benda atau obyek tersebut di atas dapat dilihat pada gambar skema di bawah ini.

Gambar 3

Penggolongan Media Obyek

OBYEK/BENDA

ALAMI

BUATAN

TIRUAN

REPLIKA

MODEL

MOCK UP

SPESIMEN

PADAT

POTONG SILANG

KERJA

Penjelasan:

Obyek alami, benda hidup (hewan, tanaman) dan benda mati (batu-batuan, mineral)

Obyek Buatan, benda dibuat untuk suatu keperluan manusia (bangunan, mesin, mainan)

Obyek Tiruan, benda dibuat sebagai pengganti atau mewakili benda aslinya

Replika, benda pengganti atau mewakili yang mempunyai ukuran dan bentuk sama dengan benda aslinya (armatur starter dibuat dari kayu)

Model, benda pengganti atau mewakili dapat dibuat denganberbagai bahan antara lain kayu, plastik, ebonit, dsb. dengan skala tertentu dan mempunyai komponen-komponen yang dapat bergerak menurut pola benda aslinya. Bagian-bagian dari model biasanya diberi warna berbeda-beda yang kontras sehingga dapat menunjukkan dengan jelas komponen yang ada serta memperjelas arah proses dan cara kerja dari suatu benda sesuai dengan aslinya.

Model padat, benda pengganti atau mewakili yang terutama menunjukkan bentuk bagian luar.

Model potong silang, benda pengganti atau mewakili yang terutama menunjukkan struktur bagian dalam.

Model kerja, benda pengganti atau mewakili yang terutama untuk mendemonstrasikan fungsi, proses atau cara kerja.

Mock up, benda pengganti atau mewakili dari suatu bagian/ komponen yang dapat dilepas atau dipisahkan dari dudukannya maupun diiris atau dipotong terbuka digunakn untuk menunjukkan fungsi dan cara kerja komponen-komponennya.

Spesimen, bagian dari suatu obyek asli dan dapat juga merupakan satu contoh untuk mewakili dari kelompok keseluruhan.

3)     Media Audio-Visual

a)      Film Gerak Bersuara

Film gerak bersuara adalah gambar hidup yang bersuara yang dapat dilihat di layar lebar melalui proses penayangan mesin proyektor film. Gambar yang ditayangkan direkam pada pita film. Ada tiga jenis ukuran film, yaitu:

(1)  Tipe 8 mm, biasanya untuk kebutuhan keluarga. Karena ukuran-nya kecil, tipe ini bisa digunakan untuk proses pembelajaran terutama untuk kelompok kecil.

(2)  Tipe 16 mm, tipe yang tepat untuk dipakai di lembaga pelatihan. Kecepatan putar film ini apabila bisu 16 gambar per detik, sedangkan yang bersuaran 24 gambar per detik (36 kaki). Satu rol film yang tipe 16 mm ini panjangnya sekitar 400 kaki yang berisi sekitar 1600 gambar, lama putar 10-11 menit untuk yang bersuara dan sekitar 15 menit untuk yang bisu.

(3)  Tipe 35 mm, merupakan tipe yang biasanya dipakai untuk komersial.

 

 

 

Ada tiga jenis film gerak bersuara, yaitu:

(1)  Film dokumenter, adalah film yang dibuat berdasarkan fakta, bukan fiksi dan bukan pula memfiksikan fakta, yang menggambarkan permasalahan kehidupan manusia yang meliputi bidang ekonomi, budaya, hubungan antarmanusia, etika, dan lain sebagainya. Misalnya kehidupan manusia di daerah pedalaman.

(2)  Film dokudrama, adalah film dokumenter yang membutuhkan pengadegan. Dengan demikian, kisah yang ada dalam dokudrama adalah kisah yang diangkat dari kisah nyata dari kehidupan nyata, bisa diambil dari sejarah. Misalnya ”kisah para wali”.

(3)  Film drama atau semidrama, keduanya menggambarkan kehidupanan hubungan manusia sehari-hari. Ceritanya bisa diangkat dari kisah nyata dan juga dari nilai-nilai kehidupan nyata. Misalnya tentang tobatnya seorang preman.

b)     Video

Video adalah gambar bergerak bersuara yang dapat dilihat pada monitor layar televisi atau komputer yang proses penayangannya melalui video recorder atau media player sehubungan dengan gambar tersebut direkam pada pita atau VCD/DVD.  

Video Compact Disc

c)      Televisi

Televisi/TV adalah perlengkapan elektronik yang pada dasarnya sama dengan gambar hidup yang meliputi gambar dan suara. Maka pada dasarnya TV sama dengan film, dapat didengar dan dilihat.

Media ini berperan sebaga gambar hidup dan juga sebagai radio yang dapat dilihat dan didengar secara bersamaan terutama tentang kejadian yang sebenarnya dan up to date yang disiarkan secara langsung dari pemancar stasiun TV tersebut.

 

 

4)     Multimedia

a)      Multimedia Berbasis Komputer dalam Proses Pembelajaran

Yang dimaksudkan dengan multimedia pembelajaran adalah media yang mampu melibatkan banyak indera dan organ tubuh selama proses pembelajaran berlangsung.

Komputer adalah alat elektronik yang termasuk pada kategori multimedia karena mampu melibatkan berbagai indera dan organ tubuh, seperti telinga, mata, dan tangan yang dengan pelibatan ini informasi yang diperoleh mudah diterima dan dimengerti.

Mesin komputer bukanlah mesin biasa, melainkan mesin yang pantas dijuluki ’mesin berpikir’. Dengan ditemukannya teknologi processor menjadikan komputer ini sebagai mesin yang memiliki kemampuan mengolah berbagai macam simbol bahasa sebagai masukan, mulai dari angka, huruf, kata, simbol suara, gambar diam, gambar gerak, dan lain-lain sehingga saat ini manusia mempunyai ”pembantu” yang dapat diandalkan.

Layar komputer mampu menyajikan sebuah tampilan berupa teks nonsekuensial, nonlinear, dan multidimensional dengan percabangan tautan dan simpul secara interaktif. Tampilan ini akan membuat penggunanya lebih leluasa memilih, mensintesis, dan mengelaborasi pengetahuan-pengetahuan yang ingin dipahaminya.

Berdasarkan keunggulan tersebut, maka komputer sangat membantu dalam proses pembelajaran sebagai media. Di samping itu, komputer sendiri juga bisa merupakan sumber belajar karena menyediakan berbagai macam bentuk media yang memungkinkan peserta pelatihan dapat berunjuk kerja.

 

Komputer PC

Note Book/Lap top

(1)  Multimedia Presentasi

Multimedia presentasi digunakan untuk menjelaskan materi pengetahuan dalam pembelajaran klasikal, baik untuk kelompok kecil maupun kelompok besar. Media ini cukup efektif karena menggunakan multimedia proyektor yang memiliki jangkauan pancar cukup besar sehingga peserta dapat melihat dengan jelas.

Pemanfaatan multimedia dalam presentasi ini biasanya menggunakan software power point.

(2)  Video Pembelajaran

Komputer juga bisa digunakan untuk proses pembelajaran melalui video, artinya materi ajarnya sudah direkam di VCD/DVD.

(3)  Internet

Internet adalah jaringan global yang menghubungkan jutaan komputer di seluruh dunia manakala sudah terhubung dengan internet maka akan tersedia banyak informasi yang dapat diperoleh. Dengan demikian, si pemakai internet akan dapat menghubungi banyak komputer kapan saja dan dari mana saja di belahan bumi ini guna memperoleh informasi, mengirimkan informasi, atau berinteraksi dengan sesama pengguna internet.

Gambar 4

Jaringan B

Ilustrasi Jaringan Internet

 

INTERNET

Jaringan A

Jaringan C

Jaringan D

Jaringan E

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Karakterisitik dan Fungsi Setiap Jenis Media Pembelajaran

1)     Media Audio

a)      Phonegraph

(1)  Karakteristik Phonegraph

(a)  Memiliki hasil rekaman audio yang lebih baik/jernih suaranya.

(b)  Kecepatan putarnya tinggi, yaitu 78 rpm, 45 rpm, 33 1/3 rpm, 16 2/3 rpm maka frequency respons pun tinggi sehingga mampu merekam berbagai macam suara, mulai dari ucapan kata hingga suara badai, kicau burung, musik simponi.

(c)   Kelemahannya piringannya mudah tergores yang berakibat suara akan terganggu.

(2)  Fungsi Phonegraph

(a)  Untuk musik, drama, puisi, dongeng, tutur cerita, dll.

b)     Open Reel Tapes

(1)  Karakteristik Open Reel Tapes

(a)  Kualitas suara lebih bagus daripada pita kaset

(b)  Kecepatan putaran lebih tinggi daripada perekam kaset

(c)   Wilayah frekuensi audio 50 Hz – 20 Khz

(d)  Ada mono dan stereo.

(2)  Fungsi Open Reel Tapes

(a)  Digunakan untuk merekam program audio dalam bentuk mono.

c)      Cassette Tapes

(1)  Karakteristik Cassette Tapes

(a)  Lama putar tergantung tipe kaset

(C-30 15 menit setiap sisinya, C-60 30 menit setiap sisinya, C-90 45 menit setiap sisinya)

(b)  Kualitas pita bermacam-macam disesuaikan dengan kebutuhan

 

(2)  Fungsi Cassette Tapes

(a)  Untuk merekam bahan ajar yang cukup disampaikan secara audio saja, cukup menggunakan pita normal

d)     Compact Disc

(1)  Karakteristik Compact Disc

(a)  Cakram padat audio mengandung satu atau lebih lajur stereo yang disimpan dengan proses pengkodean PCM 16-bit pada sampel rasio 44,1 Khz.

(b)  Cakram padat berdiameter 12 cm, yang lebih kecil berdiameter 8 cm. Cakram padat berdiameter 12 cm menampung sekitar 80 menit, sedangkan yang 8 cm menampung sekitar 20 menit.

(c)   Kelebihan CD sebagai berikut:

  • Dibandingkan piringan hitam, CD jauh lebih kecil, diame-ternya hanya 12 cm
  • CD tidak bersinggungan dengan alat pembacanya, laser. Dengan demikian, dapat tahan terhadap keausan dari penggunaan berulang
  • Teknologi CD juga memungkinkan menghilangkan suara gangguan permukaan sering sebagaimana pada piringan hitam
  • Mutu suara dari CD dapat diperbaiki karena musin direkam secara digital, artinya suara tidak secara fisik digoreskan ke dalam atau pada  permukaan seperti pada piringan hitam, tetapi disandikan menjadi permukaan yang memantulkan cahaya, menggunakan penulisan biner yang sama seperti yang digunakan dalam bahasa komputer, yang kemudian dibaca oleh laser.
  • Saat ini kaset pita perekam audio dengan format digital sudah diproduksi dengan nama Digital Audio Tape (DAT) dengan sample rate mencapai 48.000 khz. Bahkan telah menjadi mastering dunia.

e)      Radio

(1)  Karakteristik Radio

(a)  Pemancar radio mengubah gelombang radio agar dapat menyampaikan informasi

(b)  Radio AM sinyal lemah terjadi suara desis, radio FM lebih jernih suaranya.

(c)   Bisa menyampaikan informasi secara serentak dan cepat.

(d)  Bisa secara langsung (live) atau siaran tunda.

(e)  Sifat komunikasinya satu arah.

(2)  Fungsi Radio

(a)  Bisa digunakan sebagai media pembelajaran, khususnya untuk pembelajaran program pendidikan jarak jauh, baik secara live maupun siaran tunda.

(b)  Sebagai media massa (mass media).

f)       Laboratorium Bahasa

(1)  Karakteristik Laboratorium Bahasa

(a)  Media yang digunakan adalah alat perekam.

(b)  Peserta pelatihan duduk sendiri-sendiri dalam kotak bilik akustik dan kotak suara.

(c)   Siswa mendengar suara instruktur yang duduk di ruang kontrol lewat headphone.

(d)  Pada saat peserta menirukan ucapan instruktur, dia juga mendengar suaranya sendiri lewat headphone sehingga dia bisa membandingkan ucapannya dengan ucapan instruktur. Dengan demikian, dia bisa segera memperbaiki kesalahan yang dibuatnya.

(2)  Fungsi Lab Bahasa

(a)  Digunakan untuk mempelajari bahasa asing.

 

 

 

 

2)     Media Visual

Instruktur harus memperhatikan bagaimana orang melihat pesan-pesan dalam bentuk gambar, tulisan grafik dan lain-lainnya denga cara :

a)      Menentukan pola pergerakan mata, begitu mereka melihat gambar/ tulisan

b)     Membuat kesimpulan bagimana seharusnya gambar dan tulisan tersebut ditempatkan.

Menurut penelitian bahwa pergerakan mata seseorang dalam melihat obyek termasuk melihat gambar atau tulisan adalah seperti diagram bidang pandang disamping

41%

14%

20%

25%

Diagram bidang pandang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diagram tersebut menunjukkan bidang pandang yang telah dibagi 3 bidang horizontal maupun vertikal.

Pandangan seorang peserta pelatihan akan cenderung melihat pertama kali pada bagian kiri atas, nilai prosentase pada setiap perpotongan garis menunjukkan frekuensi seseorang untuk melihat pada gambar/ tulisan tersebut. Kemudian bila angka prosentase dijumlahkan  dengan angka yang berada dibawahnya maka seseorang cenderung melihat bagian kiri lebih banyak dari pada bagian kanan.

Kebiasan tersebut adalah persepsi kultural  karena kebiasan pola baca dari arah kiri ke arah kanan.

Informasi semacam ini sangat penting bagi instruktur agar instrktur dapat  meletakkan bagian yang sangat penting untuk terus diingat oleh peserta pelatihan, dengan demikian jika akan mendesain suatu visual perlu diperhatikan apakah bagian visual yang penting tersebut sudah diletakkan pada bagian yang tepat yaitu di sebelah kiri.

Bila bagian visual tersebut diletakkan disebelah kanan maka harus diberi penekanan misalnya dengan pemberian warna, tekstur dan komposisi yang menonjol.

a)      Pesan Visual

(1)  Gambar

(a)  Karakteristik Gambar

  • § Menunjukkan bentuk seperti informasi yang ingin disampaikan
  • § Merupakan media visual yang penting dan mudah diperoleh
  • § Dapat mengganti kata verbal, mengkonkritkan yang abstrak, dan mengatasi pengamatan manusia
  • § Gambar membuat orang dapat menangkap ide atau informasi yang terkandung di dalamnya dengan jelas, lebih jelas daripada diucapkan dengan kata-kata.
  • § Karena mudah menangkap pesannya, gambar akan menjadi hal yang biasa sehingga mudah dilupakan.

(b)  Fungsi Gambar

  • § Digunakan untuk menyampaikan informasi yang rumit/kompleks agar mudah dipahami dengan cepat.
  • § Untuk menyampaikan informasi sesuai dengan bentuk yang diinginkan instruktur.

(2)  Grafik

(a)  Karakteristik Grafik

  • § Grafik menggambarkan hubungan penting dari suatu data
  • § Grafik merupakan keterpaduan yang lebih menarik dari sejumlah tabulasi data yang tersusun dengan baik.
  • § Grafik mempunyai nilai informasi yang sangat berfaedah.
  • § Grafik merupakan hasil penghimpunan dan pengolahan data secara analitis.

(b)  Fungsi Grafik

  • § Untuk penyajian hasil pengolahan data.
  • § Sebagai laporan yang digunakan untuk bahan pengambilan keputusan.

(3)  Diagram

(a)  Karakteristik Diagram

  • § Merupakan susunan garis-garis dan lebih menyerupai peta daripada gambar.
  • § Tingkat abstraksinya lebih tinggi dan mempunyai paling sedikit rincian.
  • § Memerlukan latar belakang informasi sebelum digunakan.

(b)  Fungsi Diagram

  • § Digunakan untuk menggambarkan letak bagian-bagian dan hubungan suatu benda.

(4)  Bagan

(a)  Karakteristik Bagan

  • Merupakan kombinasi dari berbagai media grafis dan media gambar.

(b)  Fungsi Bagan

  • § Untuk memvisualisasikan hubungan antara fakta-fakta pokok atau gagasan-gagasan pokok dengan cara teratur dan logis.

(5)  Peta

(a)  Karakteristik Peta

  • § Merupakan komposisi titik-titik, garis-garis, simbol-simbol, bidang-bidang, warna, dll.
  • § Membuat orang yang melihatnya mengalami kesulitan apabila tidak memahami makna/arti yang ada pada peta.

(b)  Fungsi Peta

  • § Untuk memvisualisasikan apa yang ada di permukaan bumi dan menentukan tempat kejadian sesuatu.
  • § Sebagai bahan pengetahuan dan pandangannya terhadap bumi.

 

b)     Penyalur Pesan Visual Verbal-Nonverbal

(1)  Buku dan Modul

(a)  Karakteristik Buku dan Modul

  • § Buku cenderung informatif dan lebih menekankan pada sajian materi ajar dengan cakupan yang luas dan umum.
  • § Buku menimbulkan proses komunikasi satu arah dan pembacanya cenderung pasif.
  • § Modul berisikan materi ajar lebih fokus dan terukur, serta membuat pembacanya aktif.
  • § Modul menimbulkan proses komunikasi dua arah, bahkan dapat menggantikan beberapa peran instruktur.

(b)  Fungsi Buku dan Modul

  • § Buku digunakan sebagai bahan studi pustaka untuk melengkapi pengetahuan peserta pelatihan lebih luas.
  • § Modul digunakan untuk belajar mandiri.

(2)  Papan Visual

(a)  Papan Tulis

  • § Karakteristik Papan Tulis

-  Berupa papan kosong yang lebar. Untuk itu perlu kemampuan untuk menggunakannya secara benar agar papan itu berfungsi sebagai media pembelajaran.

-  Ada dua macam, yaitu yang berwarna hitam mengguna-kan alat tulis kapur, sedangkan white board menggunakan spidol.

-  White board bisa juga berfungsi sebagai papan magnetik dan layar proyektor.

  • § Fungsi Papan Tulis

-  Untuk menuliskan kata-kata yang penting dalam rangka menyajikan materi pembelajaran sebagai tambahan penjelasan karena materi lengkapnya sudah disiapkan melalui transparant sheet, flip chart, atau power point.

 

  • § Cara Penggunaan Papan Tulis

-  Selalu bersih setelah digunakan.

-  Menghapus yang baik, yaitu arahnya naik turun agar mengurangi debu.

-  Warna papan jangan kusam agar tulisan tidak remang-remang.

-  Warna tulisan hendaknya kontras dengan warna papan.

(b)  Peta Lipat atau Flip Chart

  • § Karakteristik Peta Lipat

-  Tidak membutuhkan tenaga listrik.

-  Harganya relatif murah.

-  Luas kertas membatasi jumlah informasi yang disajikan

-  Mudah kotor dan sobek.

-  Sulit penyimpanannya.

-  Penyajian dilakukan lembar demi lembar.

  • § Fungsi Peta Lipat

-  Sebagai pengarah materi pembelajaran dalam setiap pembahasan bagian materi pembelajaran.

c)      Benda Asli dan Benda Tiruan

(1)  Karakteristik Benda Asli

(a)  Termasuk kategori benda tiga dimensi

(b)  Ciri-ciri fisiknya seperti ukuran, berat, bentuk, warna, susunan, dsb. merupakan informasi yang dikomunikasikan kepada yang melihatnya.

(2)  Fungsi Benda Asli

(a)  Dapat memperlihatkan dengan jelas pada suatu bagian atau komponen yang komplek.

(b)  Dapat memperlihatkan dan mengamati bagian dalam dari suatu obyek hingga bagian-bagian yang terkecil.

(c)   Memudahkan pemahaman terhadap suatu benda yang besar dan komplek serta rumit.

(d)  Memberikan kesamaan persepsi dalam pengamatan.

(e)  Dapat memberikan gambaran yang lebih sederhana secara konkret.

(f)   Dapat membangkitkan dan mempertahankan perhatian dalam proses belajar.

(g)  Dapat memperlihatkan gerakan, proses atau cara kerja suatu benda.

3)     Media Audio Visual

a)      Film Gerak Bersuara

(1)  Karakteristik Film Gerak Bersuara

(a)  Alat komunikasi yang sangat membantu proses pembelajaran efektif.

(b)  Mengatasi keterbatasan jarak dan waktu.

(c)   Mampu menggambarkan peristiwa-peristiwa masa lalu secara realistis dalam waktu yang singkat.

(d)  Film dapat diulang bila diperlukan agar lebih jelas.

(e)  Pesan yang disampaikan cepat dan mudah dimengerti

(f)   Mengembangkan pikiran dan pendapat para peserta latih.

(g)  Mengembangkan imajinasi peserta latih.

(h)  Memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan gambaran yang lebih realistis.

(i)    Sangat kuat mempengaruhi emosi seseorang.

(j)   Sangat baik untuk menjelaskan suatu proses, keterampilan, dan lain-lain.

(k)  Menumbuhkan minat dan motivasi belajar.

(2)  Fungsi Film Gerak Bersuara

(a)  Untuk menyampaikan informasi yang dapat memberikan efek yang kuat bagi penonton untuk diingat termasuk perubahan perilaku yang relatif cepat.

b)     Video

(1)  Karakteristik Video

Karakteristik video banyak kemiripan dengan media film, yaitu:

(a)  Mengatasi keterbatasan jarak dan waktu.

(b)  Dapat dilulangi bila diperlukan

(c)   Pesan yang disampaikan cepat dan mudah diingat.

(d)  Mengembangkan pikiran dan pendapat para peserta latih.

(e)  Mengembangkan imajinasi peserta latih.

(f)   Memperjelas hal-hal yang abstrak dan memberikan gambaran yang lebih realistis.

(g)  Sangat kuat mempengaruhi emosi seseorang.

(h)  Sangat baik untuk menjelaskan suatu proses, keterampilan, dan lain-lain.

(i)    Menumbuhkan minat dan motivasi belajar.

(2)  Pemanfaatan Video

Pemanfaatan video dalam proses pembelajaran hendaknya memperhatikan hal-hal berikut:

(a)  Program video harus dipilih agar sesuai dengan tujuan pembelajaran.

(b)  Pemakaian video untuk tujuan kognitif dapat digunakan untuk hal-hal yang menyangkut kemampuan mengenal kembali dan kemampuan memberikan rangsangan berupa gerak yang serasi.

(c)   Pemakaian video untuk tujuan psikomotorik dapat digunakan untuk memperlihatkan contoh keterampilan gerak.

(d)  Dengan menggunakan berbagai teknik dan efek, video dapat menjadi media yang sangat ampuh untuk mempengaruhi sikap dan emosi.

c)      Televisi

(1)  Karakteristik Televisi

(a)  Pada dasarnya sama dengan gambar hidup yang terdiri atas gambar dan suara.

(b)  Bersifat langsung dan nyata, serta dapat menyajikan peristiwa yang sebenarnya.

(c)   Memperluas tinjauan kelas, melintasi berbagai daerah atau negara.

(d)  Dapat menciptakan kembali peristiwa masa lampau.

(e)  Dapat mempertunjukkan banyak hal dan banyak segi yang beraneka ragam.

(f)   Banyak mempergunakan sumber-sumber masyarakat.

(g)  Menarik minat anak.

(h)  Masyarakat bisa diajak berpartisipasi dalam rangka misi tertentu.

(2)  Fungsi Televisi

(a)  Sebagai media massa.

(b)  Untuk menyampaikan informasi secara serentak dan luas melalui gambar dan suara.

4)     Multimedia

a)      Multimedia Berbasis Komputer

(1)  Multimedia Presentasi

(a)  Karakteristik Multimedia Presentasi

  • Mampu menampilkan obyek-obyek yang sebenarnya tidak ada secara fisik atau diistilahkan dengan imagery. Secara kognitif pembelajaran dengan menggunakan mental imagery akan meningkatkan retensi peserta latih dalam mengingat materi pembelajaran.
  • Memiliki kemampuan dalam menggabungka semua unsur media seperti teks, video, animasi, image, grafik, grafik dan suara menjadi satu kesatuan penyajian terintegrasi.
  • Memiliki kemampuan dalam mengakomodasi peserta latih sesuai dengan modalitas belajarnya terutama bagi mereka yang memiliki tipe visual, auditif, kenistetik atau yang lainnya.

(b)  Presentasi dengan Software Power Point

  • Peralatan Presentasi Power Point

-  Komputer/laptop, LCD/infocus, alat penunjuk/laser pointer.

  • Persiapan Presentasi Power Point

-  Penentuan materi yang akan dipresentasikan.

-  Pengerjaan materi yang akan dipresentasikan dengan program power point.

-  Pengopian materi yang sudah dalam program power point ke dalam flash disk.

-  Pengecekan persiapan LCD dan laser pointer.

  • Pelaksanaan Penyajian Power Point

-  Hidupkan komputer/lap top

-  Tampilkan materi yang sudah di-power point kalau lap top bawa sendiri atau

-  Kalau lap top sudah tersedia, bukan bawa sendiri, tampilkan materi melalui flash disk.

-  Hidupkan LCD lalu hubungkan kabel VGA LCD ke komputer.

-  Kalau tampilan materi belum kelihatan di layar, tekan tombol Fn dan F5 (atau tombol lain yang fungsinya untuk tampilan layar) di key board komputer.

-  Sajikan materi dan tunjuk dengan laser pointer materi yang sedang dijelaskan.

(2)  Pemanfaatan Internet

Pemanfaatan internet sebagai media pembelajaran mengkondi-sikan peserta pelatihan untuk belajar secara mandiri. Peserta pelatihan dapat mengakses langsung secara on-line situs website. Informasi yang diberikan server computers itu dapat berasal dari commercial bussiness (com), government service (go), nonprofit organization (org), educational institution (edu), academic institution (ac), atau artistic and cultural group (arts). Untuk dapat menggunakan internet diperlukan sebuah komputer, hard disc, modem, jaringan telephone, operating system, dan keterampilan menggunakan internet.

5)     Media Proyeksi

a)      OHP (Overhead Projector)

(1)  Karakteristik Media OHP

OHP merupakan jenis perangkat keras yang terdiri atas sebuah kotak dengan bagian atasnya sebagai landasan yang digunakan untuk meletakkan materi pembelajaran. Cahaya yang amat terang dari lampu proyektor dari dalam kotak kemudian dibias-kan oleh sebuah lensa khusus, yaitu lensa fresnel, melewati sebuah transparan ukuran 20 X 25 cm yang ditempatkan di atas landasan tersebut. Sebuah sistem pemantul cahaya dari cermin dan lensa, yang ditempatkan di atas kotak landasan, menghasilkan berkas cahaya berbelok 90° melewati bahu pengajar. Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 5

Overhead Projector

LENSA OBYEKTIF

KNOP FOKUS

KIPAS PENDINGIN

REFLEKTOR

KACA FRESNEL

TOMBOL SWITCH

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada dasarnya OHP berguna untuk memproyeksikan transparan ke arah layar yang jaraknya relatif pendek, dengan hasil gambar/ tulisan yang cukup besar.

Proyektor ini direncanakan dibuat untuk dapat digunakan oleh instruktur di depan kelas dengan penerangan yang normal sehingga tetap terjadi komunikasi antara instruktur dengan peserta pelatihan.

OHP secara umum digunakan untuk:

(a)  Pengganti papan tulis dengan menggunakan pena/spidol transparan yang dituliskan di lembaran transparan atau gulungan transparan.

(b)  Tempat menunjukkan/memproyeksikan transparan yang telah disiapkan sebelumnya.

(c)   Tempat menunjukkan bayangan suatu benda.

(d)  Tempat menunjukkan model-model barang kecil, baik dalam bentuk gerak atau diam.

(e)  Untuk mendemonstrasikan suatu percobaan.

(f)   Untuk menunjukkan diagram aliran suatu sistem tertentu.

(g)  Untuk memperlihatkan suatu sistem tertentu.

(2)  Cara Menggunakan OHP

(a)  Perhatikan terlebih dahulu ruangan yang akan digunakan, apakah ada sumber arus listrik yang memadai, setidaknya 480 watt dengan tegangan 110 – 220.

(b)  Daerah tempat duduk

Jarak tempat duduk terdekat adalah 3 meter ke arah layar. Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar 6

Daerah Duduk

3 m

10 m

LAYAR

 

(c)   Posisi layar dan letaknya juga harus diatur sehingga gambar pada layar tidak miring atau sebagian mengecil. Hal ini dapat diatasi dengan cara mengatur sinar yang dipancarkan dari proyektor jatuh tegak lurus pada layar. Posisi terbaik adalah bila layar dan proyektor diletakkan di sudut ruangan. Dengan demikian daerah pandang yang jelas ke arah layar menjadi lebih luas. Atur lampu ruangan yang mengenai layar tidak terlalu terang.

(d)  Teknik penyajian

  • Pada waktu penggunaan OHP instruktur dapat melakukan sambil berdiri. Pada waktu posisi berdiri instruktur jangan menutup OHP terhadap layar maupun menghalangi pandangan peserta pelatihan terhadap layar.
  • Pada waktu menjelaskan pada transparan di OHP gunakan petunjuk (pointer) atau pensil ke arah bagian-bagian penting yang sedang dijelaskan.
  • Bula selesai tiap tahap penyajian penggunaan OHP dan instruktur akan menjelaskan lebih lanjut, matikan terlebih dahulu OHP dan alihkan perhatian peserta pelatihan dari layar kembali ke instruktur.
  • Penjelasan lebih lanjut mengenai hal-hal penting perlu ditekankan pada waktu penyajian.Hal-hal yang rumit perlu disajikan dengan menggunakan teknik berlapis (overlop) atau membuka sedikit demi sedikit (relevation).

(e)  Penggunaan OHP waktu penyajian

  • Dengan Alat Penunjuk

Dengan menggunakan pensil atau alat penunjuk lainnya, instruktur dapat menekankan perhatian peserta pelatihan pada hal-hal yang dipentingkan. Petunjuk diletakkan di atas tranparansi, bukan menunjuk ke layar.

  • Menulis Langsung

Menulis di atas transparan pada waktu  menyajikan sangat menarik perhatian, bahkan pada transparan yang telah disiapkan sebelumnya, dapat ditambahkan tulisan.

  • Menunjukkan dengan membuka sedikit demi sedikit, teknik ini penting untuk mengontrol peserta pelatihan agar hanya memperhatikan pokok bahasan yang disajikan secara urut, dengan menutup bagian yang belum diproyeksikan.
  • Menjelaskan Cara Kerja Benda

Instruktur dapat menjelaskan cara kerja benda yang kecil diletakkan di atas OHP sehingga benda kerja tersebut dapat dilihat dengan jelas bagaimana letak dan kerja benda yang diproyeksikan.

  • Menunjukkan Benda dengan Ukuran Kecil

Benda yang ukurannya kedil diletakkan di atas OHP kemudian sambil ditunjuk dijelaskan tentang benda tersebut.

 

 

  • Penyajian dengan Tumpang-Tindih

Konsep/ide yang rumit dapat disederhanakan dengan cara seperti ini: lembar transparan pertama telah termuat ide dasar, transparan yang memuat keterangan tentang ide dasar tersebut ditumpangkan di atasnya sambil dijelaskan, demikian seterusnya.

(f)   Perawatan OHP

  • Pada waktu OHP masih menyala, masih dalam keadaan panas, OHP jangan digerak-gerakkan atau dipindahkan karena lampunya akan mudah putus.
  • Kaca tempat transparan serta lensa-lensanya harus dijaga tetap bersih. Lap dengan kain lap halus dan kering.
  • Penggatian lampu yang putus. Waktu mengganti lampu yang putus, aliran listrik dimatikan. Hindarkan memegang lampu karena akan memperpendek umur lampu.

b)     Slide atau Film Bingkai

Slide adalah gambar transparan dalam bentuk positif karya fotografi atau tangan sendiri, dalam ukuran 2 x 2 inci, yang diproyeksikan pada layar, untuk keperluan belajar mandiri, belajar kelompok, atau belajar di kelas. Media slide dapat digunakan dengan mengoperasikan secara manual, remote control, atau secara sunc-tape (operasi secara otomatis bersama dengan suara).

Operasi slide dapat pula diserta i suara ataupun tanpa suara. Atau animasi dengan menggunakan beberapa proyektor yang telah diprogram sedemikian rupa secara sinkron otomatis antara operasi disove-nya, suara dan gambarnya sehingga menimbulkan kesan hidup.

Alat penampil slide bisa berupa salah satu dari beberapa jenis screen slide projector atau beberapa jenis slide viewer. Pemasangan slide pada proyektor bisa dilakukan dengan cara pemasangan satu per satu, satu pada bentuk magazin memanjang atau bulatan.

Keterampilan yang diperlukan waktu mengidentifikasi kebutuhan media dan/atau lingkungan pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi jenis-jenis media pembelajaran.
  2. Menggunakan jenis-jenis media pembelajaran.

Sikap kerja yang harus dilakukan waktu mengidentifikasi kebutuhan media dan/atau lingkungan pembelajaran, yaitu:

Harus bertindak secara konsisten, teliti, cermat, berfikir evaluatif, berfikir teratur, serta taat asas terhadap pedoman sehingga memperoleh hasil media pembelajaran yang tepat sesuai dengan lingkungan pembelajaran.

  1. Memilih Sarana Pendukung Pembelajaran yang Sesuai untuk Dibuat

Pengetahuan yang diperlukan dalam memilih sarana pendukung pembelajaran yang sesuai untuk dibuat adalah sebagai berikut:

  1. Pedoman Memilih Sarana Pendukung Pembelajaran yang Sesuai untuk Dibuat

Untuk memilih media yang tepat untuk dibuat/digunakan sebagai sarana pendukung pembelajaran tentunya harus memperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan lingkungan pembelajaran. Hal-hal tersebut adalah sebagai  berikut:

1)     Karakteristik Peserta Pelatihan

Yang dimaksudkan dengan karakteristik peserta pelatihan adalah keseluruhan pola kelakuan dan kemampuan yang ada pada peserta pelatihan sebagai hasil dari pembawaan dan pengalamannya sehingga menentukan pola aktivitas dalam meraih tujuannya.

a)      Kemampuan prerequisite atau kemampuan awal sesuai dengan persyaratan mengikuti pelatihan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

b)     Latar belakang lingkungan hidup dan status sosial.

c)      Karakter individu yang meliputi:

(1)   Fungsi kognitif, mencakup taraf intelegensia dan daya kreativitas, bakat khusus, taraf kemampuan berbahasa, daya fantasi, gaya belajar, teknik belajar;

(2)   Fungsi konatif-dinamik, mencakup karakter-karakter berkehen-dak, motivasi belajar, perhatian-konsentrasi;

(3)   Fungsi afektif, mencakup temperamen, perasaan, sikap, minat;

(4)   Fungsi sensori-motorik.

2)     Tujuan Pembelajaran

Pada dasarnya rumusan tujuan pembelajaran meliputi:

a)      Pengetahuan

b)     Keterampilan

c)      Sikap.

Bagaimana tingkat hubungan antara media dengan tujuan pembelajaran maka di bawah ini Allen mengemukakan sebagaimana terlihat dalam tabel berikut:

Tabel 2

Hubungan antara Media dengan Tujuan Pembelajaran

JENIS MEDIA

Informasi Faktual

Pengenalan Visual

Prinsip, konsep, aturan

Prosedur Belajar

Keterampilan Motorik

Sikap, Opini, Motivasi

Gambar Diam

Sedang

Tinggi

Sedang

Sedang

Rendah

Rendah

Gambar Hidup

Sedang

Tinggi

Tinggi

Tinggi

Sedang

Sedang

Televisi

Sedang

Sedang

Tinggi

Sedang

Rendah

Sedang

Media Tiga Dimensi

Rendah

Tinggi

Rendah

Rendah

Rendah

Rendah

Rekaman Audio

Sedang

Rendah

Rendah

Sedang

Rendah

Sedang

Programmed Instruction

Sedang

Sedang

Sedang

Tinggi

Rendah

Sedang

Demonstrasi

Rendah

Sedang

Rendah

Tinggi

Sedang

Sedang

Buku Teks

Sedang

Rendah

Sedang

Sedang

Rendah

Sedang

3)     Sifat Materi Pembelajaran

Isi pelajaran atau bahan ajar memiliki keragaman tuntutan apa yang harus dilakukan peserta pelatihan atau aktivitas apa yang harus dilakukan peserta pelatihan untuk dapat memahami isi pelajaran tersebut. B. Diedrich mengelompokkan aktivitas tersebut menjadi delapan kelompok, yaitu:

a)      Visual Activities, misalnya membaca, memperhatikan gambar, memperhatikan demonstrasi, memperhatikan percobaan atau pekerjaan orang lain.

b)     Oral Activities, misalnya menyatakan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat, melakukan wawancara, diskusi, interupsi.

c)      Listening Activities, misalnya mendengarkan uraian, percakapan, diskusi, musik, pidato/ceramah.

d)     Writing Activities, misalnya mencatat poin-poin penting yang didengar-nya, menulis karangan, cerita menyusun angket, menyalin.

e)      Drawing Activities, misalnya menggambar, membuat grafik, peta, diagram.

f)       Motor Activities, misalnya melakukan percobaan, membuat konstruksi, membuat model, mereparasi, bermain, berkebun, beternak.

g)     Mental Activities, misalnya menanggapi mengingat, memecahkan soal, menganalisis, melihat hubungan, mengambil keputusan.

h)     Emotional Activities, misalnya menaruh minat, merasa bosan, gembira, bersemangat, mergairah, berani,tenang, gugup.

4)     Pengadaan Media

a)      Media Jadi (Media Utility), media komodity perdagangan.

b)     Media Rancangan (Media by Design), media yang dirancang secara khusus.

5)     Sifat Pemanfaatan Media

a)      Media Primer, yakni media yang diperlukan pada saat proses pembelajaran berlangsung.

b)     Media Sekunder, yakni media yang digunakan dalam rangka pengayaan. Media ini juga disebut media pembelajaran dalam arti luas.

  1. Cara Membuat Daftar Sarana Pendukung Pembelajaran Sesuai dengan Lingkungan Pembelajaran

Setelah memperhatikan hal-hal tersebut di atas sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan pemilihan media pembelajaran maka perlu disiapkan tabel seperti di bawah ini.

 

Tabel 3

Pemilihan Media Pembelajaran

KARAKTER SISWA

TUJUAN PEMBELAJARAN

SIFAT BAHAN AJAR (aktivitas)

PENGADAAN MEDIA

SIFAT PEMANFAATAN MEDIA

pengetahuan

keterampilan

Utilitas

rancangan

Media

Alat peraga

1

2

3

4

5

6

7

8

 

Pedoman mengisi tabel:
Kolom 1

:

Diisi dengan pernyataan apakah karakter peserta sudah sesuai dengan persyaratan mengikuti pelatihan (prerequisite)
Kolom 2 dan 3

:

Diisi dengan tanda cek (Ö) dalam kolom 2 apabila pengetahuan dan kolom 3 apabila tujuannya keterampilan
Kolom 4

:

Diisi dengan aktivitas apa saja yang dilakukan peserta pelatihan berka-itan dengan materi yang akan disajikan
Kolom 5 dan 6

:

Diisi dengan jenis/nama media dalam kolom 5 apabila medianya komersial, sedangkan dalam kolom 6 apabila harus dirancang dulu.
Kolom 7 dan

:

Diisi dengan tanda cek (Ö) dalam kolom 7 apabila media pembelajaran berfungsi sebagai media, sedangkan dalam kolom 8 apabila alat peraga
 

 

Keterampilan yang diperlukan dalam melakukan pemilihan sarana pendukung pembelajaran yang dibuat adalah sebagai berikut:

  1. Memilih media yang tepat sesuai dengan lingkungan pembelajaran.
  2. Membuat daftar media yang harus dibuat/dirancang.

Sikap kerja yang harus dilakukan dalam memilih sarana pendukung pembelajaran yang tepat sesuai dengan lingkungan pembelajaran, yaitu:

Harus bertindak secara konsisten, teliti, cermat, berfikir evaluatif, berfikir teratur, serta taat asas terhadap pedoman sehingga memperoleh hasil media pembelajaran yang tepat sesuai dengan lingkungan pembelajaran.

  1. Menentukan Pembuatan Jenis Sarana Pendukung Sesuai dengan Media/ Lingkungan Pembelajaran

Pengetahuan yang diperlukan waktu melakukan menentukan pembuatan jenis sarana pendukung sesuai dengan media/lingkungan pembelajaran adalah sebagai berikut:

  1. Pedoman Mengidentifikasi Jenis Sarana Pendukung yang Sesuai dengan Media/Lingkungan Pembelajaran

Untuk menentukan jenis media pembelajaran yang tepat sesuai dengan lingkungan pembelajaran maka perlu dilakukan identifikasi kesesuaian jenis media pembelajaran dari hasil pemilihan media melalui tabel di bawah ini.

Tabel 4

Deskripsi Jenis Media Pembelajaran yang Dipilih

MEDIA YANG DIPILIH

KATEGORI

JENIS

KARAKTERISTIK

FUNGSI

1

2

3

4

 

Pedoman mengisi tabel:
Kolom 1

:

Diisi dengan salah satu kategori media: Media Audio, Media Visual, Media Audio-Visual, atau Multimedia yang merupakan media yang dipilih
Kolom 2

:

Diisi dengan jenis media dari kategori media yang dipilih yang sesuai dengan lingkungan pembelajaran dari hasil pemilihan media
Kolom  3

:

Diisi dengan karakteristik jenis media dari kolom 2
Kolom 4

:

Diisi dengan fungsi jenis media dari kolom 2
 

 
 

 
  1. Cara Membuat Media Pembelajaran

Salah satu hal yang penting dalam pembuatan media pembelajaran adalah masalah pewarnaan karena di samping keindahan, warna juga memiliki pengaruh psikologis dan jelas tidaknya untuk dilihat. Seperti dapat dilihat dalam tujuan penggunaan warna, yaitu:

  • Untuk menarik perhatian bagi yang melihat.
  • Untuk memperjelas/membuat kontras.
  • Untuk membangkitkan suasana kejiwaan (moods)
  • Untuk tujuan-tujuan tertentu lainnya.

Ada pun pedoman umum dalam penggunaan warna sebagai berikut:

  • Gunakan secara sederhana, artinya pergunakan jenis perbedaan warna sesedikit mungkin guna menghindari kehilangan keharmonisan warna.
  • Perpaduan antara warna-warna harus disesuaikan dengan warna yang satu dengan warna-warna yang lainnya agar terjadi perpaduan serta komposi-si yang serasi dan sesuai dengan yang dikehendaki. Katagori perpaduan warna dapat dilihat pada ”Skema Roda Warna (Colour Wheel)” di bawah ini:

Gambar 7

Skema Roda Warna

7

2

1

5

4

3

6

11

10

9

8

RED

ORANGE

ORANGE

YELLOW ORANGE

PURE YELLOW

PURE RED

RED PURPLE

PURPLE

PURE BLUE

BLUE GREEN

PURE GREEN

YELLOW GREEN

Keterangan Gambar:

  • Jika warna-warna tersebut bertetangga, misalnya warna 1 dan 2 atau 2 dan 3, maka perpaduan warna-warna tersebut disebut ’sejalan’ (analogus color);
  • Jika warna-warna tersebut berlawanan, misalnya 1 dengan 7 atau 6, atau antara 3 dan 8 atau 9, maka warna tersebut disebut ’saling mengimbangi’ (complementary color);
  • Jika warna-warna tersebut dipadukan dari hijau ke ungu (10 dan 7), maka perpaduan warna-warna tersebut disebut ’warna dingin’;
  • Jika dalam satu warna dipadukan antara warna tertentu dengan warna yang sedikit lebih tua atau warna yang sedikit lebih muda, maka perpaduan warna tersebut disebut ’sewarna’ (monochromatic color);
  • Jika warna tersebut dipadukan dari merah ke orange, 5 dan 3, maka perpaduan warna tersebut disebut warna hangat;
  • Jika dipadukan antara warna gelap dengan warna yang ringan, maka perpaduan warna tersebut ’kontras’;
  • Jika dalam satu warna dipadukan dari warna tertentu sedikit demi sedikit ke warna yang lebih ringan sampai putih atau sebaliknya, maka perpaduan warna-warna tersebut disebut ”nuansa’ (nuance).

1)     Cara Membuat Flip Chart

a)      Persiapan Pembuatan Flip Chart

(1)  Instruktur harus dapat menetapkan/memilih chart yang berdasarkan kepada materi yang disajikan dan disesuaikan dengan kondisi peserta yang akan menerimanya.

(2)  Sebelum menulis/menggambar harus terlebih dahulu dibuat rencana global dari pelajarannya dan disusun secara baik.

(3)  Uraikan isi pelajaran menjadi tahapan-tahapan dan untuk setiap tahap dipilih bagian yang penting yang akan dilihat oleh peserta pelatihan.

(4)  Buat sket dari setiap tahap yang merupakan tulisan, gambar atau grafik.

(5)  Chart tidak boleh berisikan terlalu banyak informasi.

(6)  Penyederhanaan gambar dari nyata menjadi gambar abstrak.

(7)  Rencanakan besar ukuran kertas sesuai dengan jumlah peserta yaitu :

(a)  sampai 7 peserta minimum kertas A2 (40 x 60 Cm)

(b)  8 sampai 15 peserta minimum kertas A1 (60 x 80 Cm)

(c)     16 sampai 30 peserta minimum kertas A0 (85 x 120 Cm).

(8)  Perbandingan jarak pandang dan tinggi huruf dengan ketentuan seperti table berikut :

Jarak Pandang Maksimum
Tinggi Huruf

8 feet   =  2,4 meter

16 feet  =   4,8 meter

32 feet  =  9,6 meter

64 feet  = 19,2 meter

0,25 inchi  =  0,6 cm

0,5  inchi  = 1,2 cm

1 inchi  =  2,54 cm

2 inchi  =  5 cm

 

b)     Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan Flip Chart ialah :

(1)  Kurangi garis-garis yang tidak penting.

(2)  Sederhanakan gambar-gambar yang rumit.

(3)  Gunakan anak panah sebagai petunjuk arah gerakan.

(4)  Penempelan gambar langsung harus cukup jelas untuk dilihat peserta.

(5)  Gambar diagram atau statistik dibuat dengan sederhana.

(6)  Memproduksi gambar dari sumber yang asli lakukan dengan meniru garis-garis yang penting saja.

(7)  Jarak tiap baris tulisan minimal satu kali besar huruf yang dipakai.

c)      Cara Menjilid Flip Chart

(1)  Lubangi kertas chart sedemikian rupa agar mudah dijilid.

(2)  Buatkan dua bingkai kayu untuk menjepit flip chart dan lubangi untuk lewat baut.

(3)  Jepit flip chart dengan bingkai kayu dengan menggunakan baut dan mur kupu-kupu.

(4)  Bisa juga dijepit dengan karton dan diikat dengan tali seperti gambar di bawah ini.

Gambar 8

Jepitan Flip Chart dengan Karton

 

2)     Cara Membuat OHT (Overhead Transparency)

Ada dua teknik pembuatan OHT, yaitu:

a)      Proses Langsung

(1)  Mempergunakan feltpen khusus untuk transparensi. Ada dua macam pena transparensi, yang satu mudah dihapus dan larut dalam air, sedangkan satunya lagi sukar dihapus dan bersifat lebih permanen. Perlengkapan yang diperlukan, yaitu rotring pena, tinta gambar, penggaris, cutter, masking tape, mounting frame, kertas milimeter.

(2)  Mempergunakan letter press atau lettraset. Perlengkapan sama dengan yang dipergunakan feltpen khusus untuk transparensi, kecuali dengan menambahkan letterpress dari Mecanorma dan alat penggosoknya agar hutuf dapat melekat pada transparensi.

b)     Proses Tidak Langsung

(1)  Mempergunakan alat thermofax buatan 3M. Gambar visual terlebih dahulu dibuat pada kertas HVS dan difotokopi. Fotokopi ini dipindahkan ke infra red transparensi melalui thermal process 3M.

(2)  Proses diazo, adalah proses yang menggunakan uap amonia. Master yang akan dikopi dipindahkan ke transparensi khusus untuk diazo ini dengan cara penyinaran dengan sinar ultraviolet. Tranparensi film diazo yang telah disinari dengan ultraviolet ini kemudian dimasukkan ke dalam tabung yang dialiri uap amonia. Gambar yang dihasilkan memberikan warna yang cemerlang dan tahan lama.

Mounting dan Masking Transparensi (Memberi bingkai dan menutup)

Transparensi untuk OHP biasanya diberi bingkai yang berukuran 10” x 12”. Tentunya tidak ada keharusan membingkai transparensi, tetapi kalau dibingkai mempunyai banyak keuntungan, antara lain:

a)      Tidak mudah sobek, selain itu mudah dalam pemakaiannya.

b)     Mudah dalam penyimpanan, meskipun berhimpitan tidak akan melekat satu dengan yang lain.

c)      Memudahkan dalam pembuatan klasifikasi dan katalog dari tranparensi sendiri, yang bisa membedakan materi pelatihan, topik, sub-bahasan dan lain-lain untuk pemakaian berikutnya.

Mounting (menempelkan transparensi pada bingkai)

a)      Di samping dapat diperoleh dengan dibeli, bingkai juga dapat dibuat sendiri, yaitu dengan memotong karton dupleks yang tebal dengan ukuran 25 x 30 cm dan bagian tengahnya dibuang sehingga merupakan bingkai atau frame seperti gambar di bawah ini.

Gambar 9

Bingkai Transparensi

30 cm

3 cm

25 cm

b)     Untuk transparensi tunggal (single transparency) yang sederhana, cara menempelkannya sangat mudah, yaitu dengan tape plastik atau kertas, keempat sisinya ditempelkan di bagian bawah bingkai dengan masking tape.

Gambar 10

Transparensi Tunggal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

c)      Jika transparensi terdiri atas transparensi film dasar dengan lebih dari satu lembar ganda, tempellah lembaran dasar atau pertama di bagian bawah bingkai dan lembar ganda atas bingkai, dan seterus-nya. Usahakan agar dengan mudah dapat dibuka dan ditutup, jadi yang direkat hanya satu sisinya saja. Berilah tanda kode pada tiap-tiap lembar film transparensi untuk memudahkan dalam pengguna-annya. Empat lembar transparensi berganda (overlay transparency) bisa ditempelkan dalam satu bingkai seperti terlihat gambar di bawah ini.

Gambar 11

Transparensi Berganda

transparensi

tape plastik

bingkai

Masking (teknik menutup)

Menutup sebagian lembar transparensi untuk memperlihatkan langkah-langkah suatu proses akan dapat mengarahkan perhatian peserta pelatihan ke bagian yang sedang dijelaskan. Ada dua teknik masking, yaitu:

a)      Teknik jendela (spot mask), penutupnya dibuat dari karton manila yang ditempelkan pada kedua sisinya, dua bagian atau lebih.

Gambar 12

Transparensi dengan Teknik Jendela

Karton Manila

Transparensi

Bingkai

 

b)     Teknik Sliding Mask, menutup dengan kertas yang bisa digeser.

Gambar 13

Transparensi dengan Teknik Sliding Mask

Karton Manila

Kertas HVS

Transparensi

 

 

3)     Cara Membuat Bahan Presentasi dengan Power Point*)

a)      Langkah Kerja

(1)  Siapkan bahan/materi pembelajaran secara garis besarnya atau yang penting saja sebagai pokok bahasan;

(2)  Nyalakan komputer;

(3)  Klik icon start dengan mouse tombol kiri, letaknya di sudut kiri bawah, akan muncul tampilan daftar program software;

(4)  Pilih ’Microsoft Power Point 2007’ dan klik kiri maka akan muncul tampilan lembar kerja slide yang sudah siap untuk digunakan tempat pengerjaan bahan/materi pembelajaran yang sudah disiapkan.

Karakteristik Power Point 2007 (PW 2007):

(a)  Sebagian besar fitur PW 2007 disediakan dalam bentuk ikon atau tombol perintah pada sebuah tab di bagian atas tampilan lembar kerja PW 2007 PW 2007. Fiturnya sangat dinamis dengan galeri tampilan sementara yang memungkin-kan dapat melihat hasil perubahan sebelum menetapkan pilihan.

(b)  Tombol perintah dalam PW 2007 disertai keterangan nama dan fungsi sehingga sangat membantu memahami fungsi dan peran tombol-tombol tersebut.

(c)   Variasi bentuk tampilan hasil pengolahan  obyek sangat beragam sehingga memudahkan bekerja. Hal ini tidak terdapat di versi lain.

(d)  Galeri Quick Styles memungkinkan untuk menampung perubahan sebelum ditentukan sebagai pilihan pasti. Juga dapat mengubah presentasi agar tampak berbeda hanya dengan mengklik salah satu pilihan style.

(e)

*) dikutip dari buku Microsoft Office Power Point, Diterbitkan atas kerjasama Penerbit Andi dan Madcom

Custom slide layout memberikan fleksibilitas untuk mencip-takan layout yang berisi berbagai elemen dan lengkap dengan berbagai slide master tetap, untuk custom layout dengan slide yang berbeda.

(f)   Efek grafis yang sebelumnya hanya dapat diakses ke perancang grafis, kini tersedia melalui galery style yang ditampilkan dalam tab-tab dinamis. Corak grafis yang spesifik meliputi efek 3D (3 dimensi), bayangan, pencahayaan, pelengkungan, efek siku dan perataan gambar, pemilihan, dan manipulasi arah obyek.

(g)  PW 2007 juga menambahkan fasilitas mini toobar yang akan secara otomatis tampil ketika memilih atau membentuk blok teks.

(h)  Fasilitas pengolahan tabel dan grafik telah dirancang ulang sedemikian rupa sehingga ada banyak cara yang lebih mudah untuk memanipulasi, memodifikasi, dan mengeditnya. Fasilitas baru ini dapat memotong dan melekatkan data, tabel, dan grafik dari MS Excel 2007 dengan tampilan sama seperti spreadsheet.

(i)    Hal yang baru lainnya adalah Out-Office box theme lay out, dan style yang menawarkan suatu cakupan luas dari pilihan ketika memformat presentasi. Theme PW 2007 menyederhanakan proses menciptakan presentasi, tinggal memilih theme yang diinginkan, kemudian PW 2007 yang mengerjakan sisanya. Dengan sekali klik, warna latar belakang, teks, grafik, dan tabel akan berubah seperti yang dipilih dan memastikan kelengkapan elemen-elemen dalam presentasi.

(j)   Format file dengan corak terbaru membuat PW 2007 mudah untuk berbagi dan menggunakan kembali presentasi. Slide library PW 2007 menyederhanakan langkah-langkah dalam berbagi presentasi dan isinya, sedangkan pergeseran file ke format Power Point XML dapat mengurangi ukuran file-nya. Juga dapat menyimpan presentasi sebagai Portable Document File (PDF) atau sebagai SML Paper System File (XPS).

(5)  Lakukan pengetikan atau penggambaran sesuai dengan materi yang sudah disiapkan dengan perintah-perintah program power point.

b)     Pengerjaan dengan Program Power Point

(1)  Perintah-perintah dalam Ruang Kerja PW 2007

(a)  Tombol Office, untuk menampilkan semua perintah yang berhubungan dengan pengolah dokumen, seperti menyimpan, mencetak, dan perintah-perintah lainnya.

(b)  Tab merupakan bagian yang berbentuk tabulasi dan berisi sederetan grup-grup yang secara otomatis menyesuaikan dengan obyek atau pekerjaan yang aktif.

(c)   Grup merupakan isi tab dan berisi sederetan tombol perintah untuk menjalankan perintah untuk menjalankan perintah tertentu dengan cara klik tombol tersebut.

(d)  Quick Access Toobar adalah toolbar yang berisikan empat tombol perintah dasar, yaitu Save, Undo, Redo, dan Print.

(e)  Tombol Kotak Dialog, merupakan tombol dengan simbol panah bawah pada sudur kanan bawah grup yang berfungsi menampilkan kotak dialog.

(f)   Title Bar, merupakan judul lembar kerja atau nama file yang sedang aktif atau terbuka.

(g)  Dinamis Tab, merupakan tab yang dapat menyesuaikan dengan jenis pekerjaan yang sedang dikerjakan.

(h)  Tombol Help, berfungsi menampilkan jendela Help untuk mencari tutorial atau tuntunan tentang bagaimana menggunakan PW 2007.

(i)    Status Bar, bagian yang berisi informasi-informasi tentang slide yang sedang aktif, seperti nomor urut slide atau jumlah slide.

(j)   Tab Jenis Lembar Kerja, berfungsi memilih jenis lembar kerja slide yang digunakan.

(k)  Pengatur Tampilan Lembar Kerja, berisi sederetan tombol perintah untuk mengatur tampilan dokumen dalam lembar kerja Microsoft Power Point.

(l)    Lembar Catatan, digunakan untuk memberi keterangan slide.

(m) Zoom Level, merupakan bagian yang berisi panel untuk mengatur ukuran tampilan dokumen dalam lembar kerja Microsoft Power Point.

(2)  Cara Menyeleksi Obyek

Untuk menyeleksi obyek, PW 2007 juga menyediakan fasilitas secara maksimal. Fasilitas seleksi terdapat pada tab Home dalam grup Editing. Ada tiga jenis seleksi:

(a)  Select All, untuk memilih seluruh obyek dalam slide aktif.

(b)  Select, untuk memilih satu obyek saja.

(c)   Select Obyek with Similar Formatting, digunakan untuk memilih obyek yang memiliki format sama.

(3)  Cara Menggunakan Tombol Office dan Tab

Tombol Office tampak pada pojok kiri atas lembar kerja PW 2007. Adapun tab yang dimiliki di antaranya adalah Home, Insert, Design, Animations, Slide Show, Review, dan Format.

(a)  Tombol Office, digunakan untuk mengolah file, di antaranya membuat file presentari baru, menyimpan file, mencetak slide, atau menyimpan sebagai PDF.

(b)  Tab Home, berisi grup-grup untuk mengolah slide, di antara-nya menambah slide, memilih layout slide, memformat huruf, paragraf, dan sebagainya.

(c)   Tab Insert, berisi tombol-tombol perintah untuk menyisipkan gambar diagram, tabel, shape, hyperlink, dan obyek lain.

(d)  Tab Design, berisi grup-grup untuk mengatur orientasi slide, memilih dan memberi efek theme, mengganti background slide, mengatur dan memutar obyek.

(e)  Tab Animations, berisi grup-grup untuk mengatur transisi slide, animasi obyek, suara animasi, dsb.

(f)   Tab Slide Show, berisi grup-grup untuk mengatur segala sesuatu sehubungan dengan slide pada saat dijalankan. Misalnya mengatur set up slide, resolusi warna, atau durasi presentasi.

(g)  Tabe View, berisi grup-grup untuk mengatur tampilan lembar kerja slide, ukuran slide, atau ukuran jendela.

(h)  Tab Format, berisi grup-grup untuk mengolah obyek terpilih. Tab ini bersifat dinamis atau menyesuaikan dengan format yang diperlukan oleh obyek yang terpilih.

(4)  Cara Menggunakan Grup

Grup adalah sebuah papan berisi tombol perintah untuk mendukung proses pembuatan presentasi. Pada PW 2007 sebagian besar pekerjaan memanfaatkan tombol perintah pada grup.

(a)  Grup Font, digunakan untuk mengatur format huruf, yaitu jenis, ukuran, efek tebal/miring/garis bawah/bayangan/warna huruf.

(b)  Grup Paragraf, untuk mengatur paragraf, seperti mengatur format bullet, penomoran, indentasi, perataan teks horizontal dan vertikal, format kolom, arah teks, mengubah teks menjadi diagram.

(c)   Grup Art Styles, berisi galeri style atau jenis huruf Word Art, warna huruf, dsb.

(5)  Menggunakan Tombol Dialog

Kotak Dialog berfungsi menampilkan perintah-perintah yang tidak ditampilkan di baris grup, seperti perintah mengganti jenis garis bawah, efek coret pada teks, superscript, dsb.

(6)  Mini Toolbar

Mini Toolbar merupakan sebuah toolbar kecil yang akan tampil ketika memilih atau memblok teks. Toobar ini digunakan untuk memformat teks, seperti mengganti huruf, warna, border, dsb. Apabila mini toolbar ini belum tampil ketika memilih teks, klik kanan pada teks terpilih tersebut. Blok teks yang akan diformat, kemudian pilih salah satu tombol perintah dari mini toolbar yang tampil.

(7)  Cara Membuat Presentasi Baru

Untuk memulai pembuatan sebuah presentasi baru, terlebih dahulu harus menyiapkan sebuah presentasi kosong. Adapun langkah kerjanya sebagai berikut:

(a)  Klik tombol Office pada pojok kiri atas jendela Power Point. Lalu klik pilihan New dan akan tampil jendela New Presentation.

(b)  Pada bagian Templates pilih salah satu jenis presentasi yang diinginkan. Adapun pilihan tersebut:

  • Blank and Recent, untuk membuat presentasi berupa lembar kerja kosong atau dari presentasi yang pernah terbuka.
  • Installed Templates, untuk membuat presentasi baru dengan mengambil template PW 2007.
  • Installed Theme, untuk membuat presentasi baru dengan menggunakan theme yang disediakan Power Point 2007.
  • My Templates, untuk membuat presentasi baru dengan menggunakan template sendiri.
  • Microsoft Office On line, untuk membuat presentasi baru dengan mengambil template dan theme dari microsoft.com secara on line.
  • Klik pilihan Blank and Recent pada bagian Templates, kemudian klik tombol Create sehingga akan ditambahkan sebuah presentasi kosong.

 

 

(8)  Cara Menyimpan Sebagai Power Point Presentation

(a)  Klik tombol Office è Save maka akan tampil kotak dialog Save As untuk memilih lokasi penyimpanan.

(b)  Pada bagian Look In, pilih lokasi file, misalnya pada direktori d:\Power Point. Kemudian ketik nama file-nya pada bagian File Name.

(c)   Klik tombol Save.

(9)  Cara Menyimpan Sebagai Power Point Show

Penyimpanan file sebagai Power Point Show bertujuan untuk menampilkan presentasi dalam bentuk Slide Show saja saja sehingga orang yang melihat presentasi tidak perlu tahu desain aslinya.

(a)  Klik tombol Office è Save As, dan klik pilihan Power Point Show.

(b)  Pada bagian Look In, pilih lokasi file, misalnya pada direktori d:\Power Point, sedangkan pada bagian Save As Type pilih Power Point Show.

(c)   Ketik nama file pada bagian File Name, kemudian klik tombol Save.

(10)     Cara Menyimpan Sebagai File PDF

(a)  Klik tombol Office è Save As, dan klik pilihan PDF or XPS.

(b)  Pada Bagian Look In, pilih lokasi file, misalnya pada direktori d:\Power Point, sedangkan pada bagian Save As Type pilih PDF.

(c)   Ketik nama file pada bagian File Name kemudian klik tombol Publish.

(11)     Tampilan Presentasi

(a)  Tampilan Normal

Tampilan normal adalah tampilan yang digunakan untuk mendesain presentasi yang teridiri beberapa slide.

Bab I pendahulunan

Contoh yang ber

Contoh yang ber

Contoh yang ber

Contoh yang ber

(b)  Tampilan Slide Sorter

Tampilan ini digunakan untuk mengubah urutan slide, meng-copy serta melihat hasil tampilan presentasi secara keseluruhan.

Beberapa cara untuk mengubah tampilan presentasi ke dalam tampilan Slide Sorter.

  • Klik tab View, kemudian pilih Slide Sorter.
  • Juga bisa langsung mengklik tombol perintah Slide Sorter pada bagian bawah jendela Power Point.

(c)   Tampilan Notes Page

Tampilan ini adalah tampilan yang menyediakan bagian tersendiri di bawah slide untuk menberikan catatan pada slide. Caranya dengan meng-klik Tab View, kemudian klik tombol Notes Page dalam grup Presentation View.

(d)  Tampilan Slide Show

Slide Show adalah tampilan saat presentasi dijalankan. Berikut ini langkah untuk menjalankan sebuah presentasi:

  • Klik tab View, kemudian pilih tombol perintah Slide Show.
  • Juga dapat langsung mengklik tombol perintah Slide Show yang berada bagian bawah jendela Power Point atau tekan tombol F5.
  • Untuk menghentikan tampilan Slide Show, tekan tombol Esc pada keyboard.

(12)     Cara Bekerja dengan Slide

(a)  Cara Menambahkan Slide

  • Cara Mengambil Slide dari Office Theme

-     Aktifkan pointer mouse pada lembar kerja tab Slide

-     Klik tombol perintah New Slide pada tab Home maka akan ditampilkan daftar Office Theme. Pilih salah satu theme yang diinginkan dan muncul tampilan satu slide kosong sesuai dengan pilihan.

  • Cara Menggandakan Slide Aktif

-     Pilih slide yang akan digandakan, kemudian klik tombol perintah New Slide.

-     Klik pilihan Duplicate Slected Slide.

-     Selain menggunakan perintah New Slide, juga dapat menggunakan shortcut pada keyboard, yaitu dengan menekan Ctrl+D.

  • Cara Mengambil Slide dari File Lain

-     Aktifkan pointer mouse pada tempat slide akan disisipkan.

-     Klik tombol perintah New Slide èReuse Slides. Selanjutnya akan tampil jendela task pane di sisi kanan jendela Power Point.

-     Klik tombol Browse File untuk memilih file yang akan diambil slide-nya.

-     Pada kotak dialog Browse tentukan lokasi pernyimpanan file-nya dan pilih file tersebut. Kemudian klik tombol Open.

-     Pada task pane akan tampil daftar slide dari file presentasi yang dipilih.

 

 

  • Cara Mengganti Layout Slide

-     Pilih slide yang akan diubah layout-nya pada bagian tab Slide yang terletak pada sisi sebelah kiri jendela Power Point.

-     Klik tombol perintah Layout pada tabe Home, grup Slides.

-     Klik salah satu jenis theme yang disediakan.

  • Cara Mengolah Slide

-     Cara Memindah Urutan Slide

  • Pilih slide yang akan dipindah. Misalnya slide nomor 5. Berikan perintah Cut dengan menekan tombol Cut
  • Pilih lokasi tujuan pemindahan slide. Misalnya setelah urutan slide 7.
  • Berikan perintah Paste dengan menekan tombol Paste untuk menempelkan slide hasil penggandaan.
  • Cara lain untuk memindahkan, yaitu dengan cara memilih slide yang akan dipindah, kemudian klik dan tahan lalu geser ke urutan yang diinginkan dan lepas.

-     Cara Menghapus Slide

  • Pilih slide yang dihapus.
  • Tekan tombol delete pada keyboard.
  • Cara Bekerja dengan Teks

-     Cara Menggunakan Teks Default Slide

  • Klik pada kotak teks (tex box) yang bertuliskan Click to Add Title.
  • Ketikkan teks dan klik di luar kotak teks apabila telah selesai. Lakukan langkah yang sama untuk mengisi kotak teks lainnya.

-     Cara Menggunakan Tex Box

  • Aktifkan tab Insert. Klik tombol perintah Tex Box dalam grup Tex.
  • Klik pointer mouse pada lembar kerja slide atau klik tahan dan geser untuk membentuk sebuah kotak teks.
  • Ketikkan teksnya.

-     Cara Menambahkan WordArt

wordArt adalah salah satu bentuk teks yang memiliki bentuk artistik dan nilai seni. Dengan menggunakan WordArt, teks akan tampil indah memiliki modifikasi lebih luas. Caranya:

  • Aktifkan tab Insert, klik tombol perintah WordArt.
  • Dari daftar jenis layout teks yang tampil, klik salah satu bentuk layout teks yang diinginkan.
  • Berikutnya akan ditambahkan satu buah kotak teks dalam slide sesuai dengan kebutuhan. Klik di luar kotak teks untuk mengakhirinya.

-     Cara Mengatur Format Huruf

  • Blok teks yang akan diformat atau pilih obyek yang berisi teks dengan mengklik bingkai kotak teks.
  • Gunakan tombol perintah dalam grup Font.
  • Klik salah satu tombol yang diinginkan dan lihat perubahannya pada teks yang sedang dipilih.

-     Cara Mengatur Warna Huruf

  • Blok teks atau pilih kotak teksnya. Klik dropdown pada tombol perintah Font Color, kemudian pilih salah satu warna dari palet warna yang tampil.
  • Klik pilihan More Colors jika menginginkan warna yang lebih bervariasi.
  • Pilih salah satu warna yang diinginkan, kemudian klik OK.

-     Cara Mengatur Format Paragraf

  • Blok paragraf yang akan diformat, atau pilih kotak teksnya.
  • Klik salah satu tombol perintah pada grup Paragraph dengan fungsi seperti pada tabel berikut:

Tabel 5

Fungsi Grup Paragraf

TOOL

FUNGSI

Bullets Memberikan penomoran dengan menggunakan bentuk simbol.
Numbering Memberikan penomoran dengan menggunakan angka atau abjad.
Decrease List Level Mengurangi level dari daftar, atau menggeser teks ke kiri.
Increase List Level Menambah level dari daftar, atau menggeser teks ke kiri.
Line Spacing Mengatur jarak spasi antarbaris.
Text Direction Mengatur arah teks.
Align Text (vertikal) Mengatur perataan teks secara vertikal atau atas ke bawah terhadap kotak teksnya.
Convert to SmartArt Graphic Mengubah teks menjadi diagram SmartArt.
Columns Memformat naskah menjadi kolom-kolom seperti kolom koran.
Align Text (horixontal) Mengatur perataan teks secara horizontal.

 

-     Cara Mengatur Level Paragraf

Power Point 2007 memberikan kemudahan untuk mengatur level paragraf dengan menggunakan fasilitas tombol perintah Decrease Level List dan Increase Level List. Cara mengatur level paragraf sebagai berikut:

  • Blok paragraf yang akan diubah levelnya.
  • Klik tombol perintah Increase Level List untuk menambah satu level ke kanan.
  • Untuk mengurangi level atau mengembalikannya ke kiri, gunakan tombol perintah Decrease Level List.

-     Cara Membuat Format Kolom

  • Blok paragram yang akan dibuat format kolom.
  • Klik dropdown dari tombol perintah Columns maka akan tampil daftar pilihan kolom.
  • Klik salah satu jenis format kolom. Jika ingin memformat kolom dengan ketentuan yang lebih spesifik lagi, klik pilihan More Columns.

-     Cara Membuat Format Bullet dan Numbering

  • Blok teks atau pilih kotak teksnya.
  • Untuk memberikan format bullet atau penomoran dalam bentuk simbol dan gambar, klik tombol perintah Bullets.
  • Pilih salah satu bentuk bullet, atau klik pilihan Bullets and Numbering untuk membuka kotak dialog Bullets and Numbering dan mengatur format bullet dengan ketentuan yang lebih kompleks.

Size, mengatur persentase ukuran bullet pada teks.

Color, memilih warna bullet, klik salah satu warna dari palet warna yang ditampilkan.

Picture, memilih bullet dalam bentuk gambar.

Customize, untuk memilih bullet berupa simbol dari berbagai jenis huruf. Klik tombol Customize sehingga akan tampil kotak dialog Picture Bullets. Pilih font pada bagian Font. Pilih salah satu bentuk bullet, dan klik OK.

  • Setelah memilih bentuk bullet, klik tombol OK untuk menutup kotak dialog Bullets and Numbering.
  • Langkah melakukan format penomoran, yaitu:

 Blok naskah yang akan diformat penomorannya, kemudian klik tombol perintah Numbering.

 Klik dropdown dari tombol perintah tersebut, kemudian pilih salah satu bentuk nomor yang diinginkan.

 Klik pilihan Bullets and Numbering untuk format penomoran yang lebih maksimal sehingga akan tampil kotak dialog Bullet and Numbering.

 Pilih salah satu bentuk format penomoran dan klik tombol OK untuk memasang format numbering pada teks yang terpilih.

-     Cara Memanfaatkan SmartArt

SmartArt adalah fasilitas untuk mengubah teks menjadi diagram grafis yang sangat profesional. Hanya dengan sekali klik maka isi teks dalam kotak teks yang terpilh akan otomatis diubah menjadi sebuah diagram yang bagus. Adapun caran memanfaatkan SmartArt sbbl.:

  • Pilih kotak teksnya dengan cara klik pada bingkai teks.
  • Klik tombol perintah Convert to SmartArt Graphics, dan pilih salah satu bentuk diagram dari daftar yang ditampilkan.
  • Pilih salah satu bentuk SmartArt yang diinginkan.

-     Cara Menggunakan WordArt style

  • Blok teks atau pilih kotak teks yang akan diubah bentuknya.
  • Aktifkan tab Format, pada grup WordArt klik bagian More yang berisi daftar macam-macam bentuk WordArt atau disebut Quick Styles.
  • Ada dua macam bagian dalam More, yaitu bagian Applies to Selected Text dan Applies to All Text in Shape.
  • Klik Clear WordArt untuk menghilangkan efek.
  • Cara mengganti warna isi teks WordArt:

 Blok teks atau pilih kotak teks.

 Klik tombol perintah Text Fill sehingga akan tampil beberapa pilihan, di antaranya More Fill Color, Picture, Gradient, Pattern, dan Texture.

More Fill Color, untuk memilih warna-warna solid. Pilih salah satu dari palet warna yang ada.

Picture, untuk mengisi warna huruf dengan menggu-nakan gambar yang ditentukan sendiri.

Gradiernt, untuk mengisi warna huruf dengan menggunakan warna gradasi.

Present Color, untuk memilih format warna gradasi.

Type, untuk memilih tipe gradasi.

Direction, untuk memilih arah gradasi.

Color, untuk memilih warna gradasi. Klik tombol dan pilih salah satu warna.

Stop Position, untuk mengatur posisi berhentinya grfadasi.

Transparency, untuk mengatur warna agar menjadi transparan. Atur nilai persentase pada kotak sebelah kanannya.

Texture, untuk mengisi warna huruf dengan menggunakan tekstur, seperti tekstur kayu, air, marmer, dan lain-lain.

 Pilih salah satu jenis pewarnaan teks seperti pada uraian di atas.

  • Cara Mengubah Garis Luar Teks

 Blok teks atau pilih kotak teks yang akan diubah.

 Klik tombol perintah Text Outline dalam grup WordArt Styles tab Format.

Theme Colors, adalah palet warna yang berisi warna-warna theme.

Standard Colors, adalah daftar warna yang pernah digunakan sebelumnya.

No Outline, untuk menyembunyikan dan menampil-kan garis luar teks.

Weight, untuk memilih ketebalan gais luar.

Dashes, untuk mengatur tipe garis, seperti garis penuh, garis minus, atau tipe garis lainnya.

 Atur semua proporti dan bagian untuk garis luar teks.

  • Caran Menambahkan Efek pada Teks

Power Point 2007 memiliki fasilitas pemberian efek pada teks. Efek-efek tersebut di antaranya adalah Shadow, Reflection, Glow, Bevel, 3D Rotation, dan Transform. Cara memberikan efek pada teks:

 Blok teks atau pilih kotak teks yang akan diberi efek.

 Klik tombol perintah Text Effects di dalam grup WordArt Styles pada tab Format.

Shadow, untuk memberikan efek bayangan pada setiap karakter.

Presets, untuk memilih bentuk bayangan.

Colors, untuk memilih warna bayangan.

Transparency, untuk mengatur nilai transparansi bayangan.

Size, untuk mengatur ukuran bayangan.

Blur, untuk memberi efek kabur.

Angle, untuk mengatur sudut bayangan.

Distance, untuk mengatur jarak bayangan dengan teks.

Reflection, untuk memberi efek pantulan cermin.

Glow, untuk memberi efek cahaya di sekitar teks.

Bevel, untuk memberikan efek timbul atau siku. (bevel: untuk memilih bentuk efek timbul bagian atas atau bawah. Atur lebar dan tinggi efek pada bagian Width dan Height; depth: untuk mengatur kedalaman siku obyek; contour: digunakan untuk mengatur warna dan ketebalan bagian sikur obyek)

3D Rotation, untuk memberikan efek perputaran teks secara 3 dimensi.

Transform, untuk memberikan efek transformasi atau perubahan bentuk asli teks.

  • Cara Bekerja dengan Obyek Gambar

-     Cara Menyisipkan Gambar dari Clip Art

  • Aktifkan tab Insert, klik tombol perintah Clip Art pada grup Ilustrations.
  • Jika ada slide dengan layout Title and Content, Two Content, Comparison, atau Content and Caption, klik ikon Insert Clip Art yang terdapat dalam kotak teks Click to Add Text.
  • Setelah muncul Task Pane di sisi kanan jendela Power Point, klik tombol Go untuk mulai melakukan pencarian gambar yang disediakan Power Point 2007.
  • Klik salah satu gambar yang akan disisipkan ke dalam slide. Untuk menghapus gunakan Delete.

-     Cara Mengambil Gambar dari From File

From File adalah fasilitas penyisipan gambar dengan mengambil dari file koleksi gambar milik sendiri, caranya:

  • Aktifkan tab Insert, kemudian pada grup Ilustrations klik tombol perintah Picture.
  • Atau, jika ada slide dengan layout Title and Content, Two Content, Comparison, atau Content and Caption, maka klik ikon Insert Picture From File yang terdapat dalam kotak teks Click to Add Text.
  • Tentukan lokasi penyimpanan file pada bagian Look In, lalu pilih salah satu gambar yang diinginkan.
  • Klik tombol Insert untuk menyisipkan gambar.
  • Cara mengolah warna gambar:

 Gunakan fasilitas tab Picture Tools – Format, akan muncul tampilan:

Brightness, untuk mengatur kepekatan warna gambar yang terpilih. Klik tombol perintah Brightness sehingga tampil pilihan pengurangan dan penam-bahan kepekatan warna gambar.

Contrast, untuk mengatur kontras antarwarna dalam gambar. Klik tomboh perintah Contrast, dan lakukan pengurangan atau penambahan kontras.

Recolor, untuk mengubah warna gambar secara keseluruhan. Klik tombol perintgah Recolor, dan pilih salah satu jenis warna pada bagian Colors Modes, Dark Variations untuk warna yang lebih bervariasi.

Change Picture, untuk mengganti gambar dengan gambar yang baru. Klik tombol perintah Change Picture sehingga tampil kotak dialog Insert Picture.

Reset Picture, untuk menghilangkan seluruh format yang ada di gambar, baik format warna, ukuran atau format lainnya.

-     Cara Menggunakan Picture Styles

  • Cara Menggunakan Quick Style

Quick Styles digunakan untuk memformat gambar dalam waktu singkat, misalnya bentuk kotak menjadi oval. Caranya;

 Pilih gambar yang akan menggunakan Quick Styles.

 Klik dropdown Quick Styles, kemudian klik salah satu pilihan.

  • Cara Menggunakan Picture Shape

Fasilitas Picture Shape digunkan untuk mengubah gambar menjadi bentuk obyek shape, misalnya mengubah gambar menjadi bentuk anak panah  atau bentuk lainnya. Caranya adalah pilih gambar dan klik tombol perintah Picture Shapes, kemudian pilih bentuk obyek shape yang diinginkan.

  • Cara Mengatur Border Gambar

 Pilih gambar yang akan diberi border.

 Klik tombol perintah Picture Border.

 Aturlah bentuk garis, warna, dan ketebalan garis border seperti ketika mengatur bentuk garis luar obyel teks.

  • Cara Memberi Efek pada Gambar

Presets, untuk memberi efek tiga dimensi pada gambar. Klik salah satu bentuk Presets atau klik 3D Option.

Shadow, untuk memberikan efek bayangan pada gambar.

Reflection, untuk memberikan efek pantulan cermin pada gambar.

Glow, untuk memberikan efek cahaya di sekitar gambar.

Soft Edges, untuk memberi efek lembut pada sekeliling gambar.

Bevel, untuk memberikan efek timbul atau siku pada gambar.

3-D Rotation, untuk memberikan efek perputaran gambar secara tiga dimensi.

  • Cara Bekerja dengan Obyek Shape

-     Klik tombol perintah Shapes dalam grup Illustrations untuk menampilkan daftar shape.

-     Pilih salah satu obyek shape, misalnya 7-Point Star dalam kelompok Stars and Banners.

-     Kalau ingin menggambar obyek bebas, gunakan Freeform, Curve, atau Scribble dalam kelompok Lines

-     Pilih obyek shape yang akan diberi format Shape Styles, kemudian klik dropdown dari Quick Styles yang ada dalam grup Drawing atu Shape Styles.

-     Pilih salah satu jenis style, atau klik Other Theme Fills untuk memilik bentuk warna yang lain.

-     Beri efek obyek shape dengan mengklik tombol perintah Shape Effects.

-     Beri warna isi Obyek Shape dengan mengklik tombol perintah Shape Fill dalam grup Drawing atau grup Shape Styles, lalu pilih warna sesuai dengan yang diinginkan.

-     Kalau ingin menambah teks dalam obyek shape, pilih obyek shape yang akan diisi teks, Lalu ketik teks yang diinginkan.

-     Kalau ingin obyek panah, klik tombol perintah Insert Shape pada tab Insert dan pilih Arrow. Klik titik awal pembuatan obyek, tahan dan geser pointer mouse untuk membuat obyek panah.

  • Cara Mengolah Obyek

-     Kalau ingin mengatur ukuran obyek, pilih obyek gambar atau shape, lalu arahkan pointer mouse pada handel sekeliling obyek hingga berubah menjadi anak panah. Klik tahan dan geser ke arah untuk mengurangi ukuran obyek.

-     Kalau ingin mengatur border obyek, pilih gambar yang akan diberi border. Klik tombol perintah Picture Border atau Shape Outlines, lalu aturlah bentuk garis, warna, dan ketebalan garis seprti saat mengatur garis luar kotak teks.

-     Kalau ingin mengatur susunan obyek, klik tombol perintah Bring to Front (untuk memindah urutan obyek terpilih ke urutan paling depan), Bring Forward (untuk memindah obyek terpilih ke urutan satu level ke depan), Send to Back (untuk memindah urutan obyek terpilih ke urutan paling belakang), Send Backward (untuk memindah urutan obyek terpilih ke urutan satu level ke belakang).

  • Cara Mengatur Background Slide

-     Pilih slide yang akan diberi format theme.

-     Aktifkan tab Theme, pilih theme dari daftar theme. Apabila masih ingin jenis theme lain, klik tombol More untuk menampilkan seluruh dafta theme.

-     Klik kanan pada theme yang dipilih, untuk memilih dari pilihan Apply to All Slides, atau Apply to Selected Slides, Set as Default Theme, atau Add Gallery to Quick Access Toolbar.

-     Kalau ingin mengatur warna background, maka klik tombol perintah Colors pada grup Theme pada tab Design lalu pilih warna yang dikehendaki.

  • Cara Bekerja dengan Tampilan Master

Tampilan slide master digunakan untuk menentukan latar belakang slide, langkahnya sebagai berikut:

-     Pilih tab View, klik tombol perintah Slide Master dalam Presentation Views, otomatis slide aktif menjadi slide master.

-     Slide Master mempunyai dua bagian, yaitu yang pertama digunakan untuk menulis judul yang disebut Title Area for Autolayouts, sedangkan yang kedua digunakan untuk menulis isi paragraf yang disebut Object Area for Autolayouts.

  • Cara Bekerja dengan Tabel

-     Tambahkan slide baru dengan Layout Title and Content, Two Content, Comparison, atau Content with caption.

-     Klik ikon Insert Table pada bagian Click to Add Text.

-     Tentukan banyaknya kolom dan baris dalam kotak dialog Insert Table, lalu klik OK.

-     Masukkan data ke dalam tabel.

-     Kalau ingin menyisipkan tabel dalam slide, aktifkan slide yang akan diisi dengan tabel. Lalu klik tombol perintah Table yang ada dalam grup Tables. Klik dan geser mouse ke kanan untuk menentukan jumlah kolom, dan geser ke bawah untuk menentukan jumlah baris.

-     Kalau ingin menggambar sendiri tabel, gunakan fasilitas Draw Table dalam tombol perintah Table, caranya sediakan slide kosong dengan tipe Blank atau Title Only. Klik tombol perintah Table kemudian klik pilihan Draw Table yang membuat pointer mouse berubah menjadi gambar pensil. Klik tahan geser mouse ke kanan untuk membuat lebar tabel dan klik tahan geser ke bawah untuk membuat tinggi tabel. Setelah bingkai tabel tergambarkan, Power Point otomatis menampilkan tab Table Tools Design. Gunakan tool design untuk menggambar tabel.

  • Cara Bekerja dengan Diagram SmartArt

Fasilitas diagram SmartArt dalam PW 2007 memiliki keistimewaan berupa kemudahan, efektivitas, atau tampilan. Semua perintah untuk menyisipkan, mengatur desain, atau memformat diagram ada pada tab SmartArt Tools Design dan Format.

  • Cara Bekerja dengan Grafik

PW 2007 memiliki fasilitas grafik yang sama seperti program Microsoft Excel karena PW 2007 memiliki grafik yang sumber datanya langsung terkoneksi dengan MsExcel. Pada saat membuat grafik baru maka PW 2007 akan secara otomatis membuka MsExcel sebagai lokasi pengetikan data sumber grafik.

-     Kalau ingin menyisipkan grafik ke dalam slide, ada beberapa cara, antara lain dengan memilih slide yang ada ikon Chart dalam grup Illustrations pada tab Insert. Buatlah slide baru untuk penempatan grafik. Lalu klik tombol Chart dalam grup Illustrations pada tab Insert. Pilih tipe dan subtipe grafik yang diinginkan, klik OK. Setelah itu PW 2007 akan mengaktifkan MsExcel 2007 sebagai lokasi pengetikan. Ketiklah data sumber grafik berdasarkan perintah-perintah MsExcel. Kalau sudah selesai, tutup MsExcel dengan mengklik tombol Close.

-     Kalau ingin mengolah data grafik, caranya:

  • klik tombol perintah Select Data dalam grup Data pada tab Shape Tools Design.
  • Pada lembar kerja MsExcel tampak kotak dialog Select Data Source untuk mengolah data sumber grafik, seperti mengubah range data, mengatur urutan data, dsb. Sebagai contoh, dari range data yang sebelumnya beralamat A1:E5 akan diubah menjadi A1:D5
  • Kosongkan kotak Chart data rang pada kotak dialog Select Data Source, kemudian blok range data dari sel A1:D5. Setelah range data diblok, klik OK.

-     Kalau ingin mengubah arah pembacaan data, klik tombol perintah Select Data. Pada kotak dialog Select Data Source dalam MsExcel, klik tombol Switch/Column. Klik OK dan tutup MsExcel untuk melihat perubahannya.

-     Kalau ingin mengganti tipe grafik, pilih obyek grafik yang akan diubah tipenya. Lalu klik tombol Change Chart Type dalam grup Type Chart Tools Design. Lalu pilih tipe chart yang diinginkan, klik OK.

-     Kalau ingin mengganti style grafik, pilih grafik yang akan diubah style-nya. Lalu pilih salah satu style dalam grup Charts Styles. Klik tombol More kalau ingin seluruh style.

-     Kalau ingin menambahkan judul grafik, pilih atau aktif di dalam grafik, lalu klik tombol perintah Chart Title dalam tab Labels. None: untuk menyembunyikan judul grafik, Centered Overlay Title: untuk menampilkan judul grafik tanpa mengubah ukuran grafik, Above Chart: untuk menampilkan judul di atas area grafik dan mengubah ukuran grafik. Selanjutnya klik pilihan More Title Option untuk memformat judul grafik (Fill: untuk mengatur warna judul grafik, Border Styles: untuk mengatur style atau bentuk garis border, Shadow: untuk memberi efek bayangan, 3-D Format: untuk memberi efek tiga dimensi, Alignment: untuk mengatur perataan teks judul grafik), atur semua format judul grafik lalu klik Close.

-     Kalau ingin menambahkan judul sumbu grafik, pilih atau aktifkan grafik. Klik tombol Axis Title dalam tab Labels sehingga akan tampil pilihan judul sumbu berikut:

  • Primary Horizontal Axis Title, untuk menampilkan judul sumbu horizontal utama.
  • Primary Vertical Axis Title, untuk menampilkan judul sumbu vertikal utama.
  • Depth Axis Title, untuk menampilkan judul yang menentukan lebar grafik.

Pilih salah satu penempatan judul pada setiap sumbu grafik. Pada lembar kerja slide, ganti teks Axis Title. Klik pilihan More, Axis Title Options untuk memformat judul sumbu secara maksimal. Lakukan pengaturan warna isi, garis, bentuk garis, dan beberapa format lain, dan tekan tombol Close.

-     Kalau ingin mengatur legend, pilih grafik dan klik tombol Legend dalam tab Labels untuk menampilkan pilihan penempatan legend. Misalnya, pilih Show Legend at Right untuk menampilkan legend sebelah kanan grafik. Klik pilihan More Legend Options untuk memformat legend lebih maksimal. Atur warna isi, garis, dan tipe garis, atau efek bayangan pada legend, kemudian klik tombol Close.

-     Kalau ingin mengatur data label dan data label, pilih lokasi penempatan data label dengan cara klik pada bingkai grafik kalau label ditampilkan di seluruh shape, dan klik shape dalam deret satu, kalau label ditampilkan satu deret.

-     Kalau ingin mengganti warna shape dan format teks, klik shape yang akan diganti warnanya. Lalu klik tombol perintah Shape Fill dalam grup Shape Styles. Untuk mengganti garis luar grafik, klik tombol perintah Shape Outline. Tentukan warna, ketebalan, atau tipe garisnya.

-     Kalau ingin mengolah grafik pie, pilih grafik pie, klik tombol perintah Data Labels dalam grup Labels pada tab Chart Tools Design. Dari daftar yang tampil, klik salah satu pilihan untuk penempatan label. Untuk format yang lebih maksimal, klik pilihan More Data Label Options. Pada kotak dialog Format Data Labels.

-     Kalau ingin memisah potongan grafik pie, pilih rangkaian shape grafik pie sehingga tampil titik-titik handle di sekitar rangkaian shape grafik. Klik sekali lagi pada posisi potongan grafik pie yang akan dipisah. Klik, tahan dan geser potongan grafik pie tersebut sampai potongan shape tersebut terpisah dari rangkaiannhya.

  • Cara Mencetak Pressentasi

-     Kalau ingin mengatur set up halaman slide, klik tombol perintah Page SetUp dalam grup Page Set Up tab Design, akan tampil dialog Page Set Up. Pada bagian Slides Sized For, tentukan ukuran kertas pada kotak dialog yang pilihannya:

On-Screen Show, untuk mencetak slide On-Screen atau transparansi cetakan satu layar penuh.

Letter Paper, Ar paper, 35 mm Slide, over head untuk mencetak slide overhead, banner untuk mencetak slide dalam bentuk banner, custom untuk membuat ukuran kertas sendiri.

-     Kalau ingin mencetak slide, buka salah satu presentasi yang akan dicetak. Klik tombol Office è Print sehingga muncul kotak dialog Print. Atur printer name, print rage (all, current slide, selection). Klik tombol OK untuk melakukan pencentakan.

-     Kalau ingin melakukan hyperlink, aktifkan slide satu dan tambahkan obyek Textbox, lalu ketikkan text yang akan digunakan sebagai hyperlink. Letakkan text box tersebut pada bagian atas slide agar tidak menutupi teks dalam slide lain. Blok atau pilih teks atau obyek sebagai dibuat hyperlink. Aktifkan tab Insert dan klik tombol perintah Hyperlink dalam grup Links sehingga kotak dialog Insert Hyperlink akan terbuka, atau tekan Ctrl+K pada keyboard. Pada bagian Link to, klik Place in This Document untuk menampilkan slide dalam file yang terbuka. Kotak Select a place int this document, Slide Title seperti pada gambar di atas, untuk teks Home hubungkan dengan slide nomor satu, yaitu slide pembuka. Lalu tekan tombol OK.

  • Cara Menjalankan Presentasi

-     Setelah presentasi selesai didesain, berikutnya presentasi harus dijalankan melalui tampilan Slide Show. Cara menjalankan tampilan Slide Show sebagai berikut:

  • Klik tombol perintah Slide Show dalam grup Presentation Views pada tab View.
  • Klik ikon Slide Show yang ada di sebelah kiri slider untuk pengatur level atau zoom.
  • Tekan F5 pada keyboard, perintah pada Slide Show: previous: untuk menuju ke slide sebelumnya, Next: untuk menuju slide berikutnya, Pointer Options: untuk menampilkan beberapa pilihan, yaitu Arrow: untuk memilih obyek atau yang lainnya, Ballpoint Pen: untuk menggambar dengan ujung tipis, Felt Tip Pen: untuk menggambar dengan ujung sedang, Highlighter: untuk menggambar dengan ujung tebal, Ink Color: untuk memlih warna garis, Eraser: untuk menghapus garis yang terakhir, Erase All Ink on Slide: untuk menghapus semua gambar atau coretan yang dibuat, Arrow Options: untuk menampilkan atau menyembunyikan pointer mouse (pilih Hide untuk menyembunyikan pointer mouse, sedangkan untuk menampilkannya kembali klik kanan pada layar, pilih Pointer Options è Arrow Options, aktifkan pilihan Visible, Anotasi: klik tombol tersebut sehingga tampil beberapa pilihan.

-     Kalau ingin menggambar pada slide show, klik tombol perintah Pointer Options. Lalu pilih alat tulis untuk menggambar.

-     Klik pilihan Keep untuk menyimpan hasil gambar dan Discard untuk mengabaikan atau tidak menyimpan hasil gambar tersebut.

-     Tekan Esc untuk keluar dari tampilan slide show.

  • Cara Pengaturan Transisi Slide

-     Klik pada salah satu slide yang akan diberi efek pergeseran atau transisi.

-     Aktifkan dalam tab Animations, pilih salah satu jenis transisi, klik tombol More untuk menampilkan lebih banyak pilihan. Waktu memilih jenis transisi, tampilan sementara pilihan akan kelihatan secara langsung pada lembar kerja slide.

-     Atur tampilan transisi melalui pilihan On Mouse Click atau Automatically After, dan pilihan Slow atau Medium atau Fast.

  • Cara Pengaturan Animasi

-     Aktifkan tab Animations dan klik tombol Custom Animation dalam grup Animations. Pilih salah satu.

  1. Pedoman Menentukan Pembuatan Media Pembelajaran

Untuk menentukan jenis media mana yang akan dibuat, tentunya harus dilakukan pengidentifikasian kemungkinan media pembelajaran tersebut dibuat. Untuk itu, dapat dilakukan dengan menggunakan tabel di bawah ini.

Tabel 6

Mengidentifikasi Jenis Media Pembelajaran yang Akan Dibuat

Jenis/Nama Media: ……………………………….

NO.

UNSUR

KETERSEDIAAN

KETERANGAN

Ya

Tidak

1.

SDM      

2.

Anggaran      

3.

Material/bahan      

4.

Peralatan kerja      

5.

Metoda Kerja      

6.

Tempat Kerja      

7.

Waktu      

       

Keterampilan yang diperlukan waktu menentukan pembuatan jenis sarana pendukung sesuai dengan media/lingkungan pembelajaran, yaitu:

  1. Mengidentifikasi jenis media pembelajaran yang tepat sesuai dengan lingkungan pembelajaran.
  2. Menentukan jenis media pembelajaran yang tepat sesuai dengan lingkungan pembelajaran

Sikap kerja yang harus dilakukan waktu menentukan pembuatan jenis sarana pendukung sesuai dengan media/lingkungan pembelajaran adalah sebagai berikut:

Harus bertindak Teliti, Cermat, Berfikir evaluatif, Berfikir teratur; konsisten dan taat asas terhadap pedoman penentuan pembuatan jenis sarana pendukung sesuai dengan media pembelajaran.

  1. Meyakinkan kepada Pihak yang Terkait dalam Menyiapkan Rancangan Pembuatan Sarana Pendukung Pembelajaran

Pengetahuan yang diperlukan dalam meyakinkan kepada pihak yang terkait dalam menyiapkan rancangan pembuatan sarana pendukung pembelajaran adalah sebagai berikut:

 

  1. Teknik Negosiasi

Negosiasi adalah suatu proses untuk mencapai kesepakatan dua pihak atau lebih untuk  suatu masalah atau komitmen tetentu, pihak-pihak tersebut minimal ada negosiator dan pihak yang menjadi lawan negosiator adalah adversary.

Dasar negosiasi adalah proses dan kualitas komunikasi, untuk itu hal yang perlu diperhatikan oleh negosiator adalah kemampuan melakukan komunikasi baik secara verbal maupun komunikasi tertulis serta penguasaan pengetahuan mengenai manusia (psikologi umum dan terutama psikologi kepribadian) kemudian diperkaya dengan penguasaan materi yang ditawarkan atau lebih dikenal sebagai product knowledge.

1)     Obyek Negosiasi

Pelaku negosiasi adalah pihak-pihak yang terlibat dalam melakukan proses negosiasi yaitu terdiri dari :

a)      Negosiator

b)     Adversary

c)      arbitrator

Negosiator adalah pihak yang melakukan penawaran atas suatu proyek atau proposal.

Adversary adalah pihak yang disodori proyek atau proposal sebagai pihak yang menentukan kebijakan dan pengambil keputusan.

Namun adakalanya diperlukan adanya pihak ketiga untuk menjembatani yang disebut arbitrator dan prosesnya adalah arbitrase.

Dalam kaitannya dengan pelaksanaan pelatihan, Negosiator adalah para instruktur yang akan membuat sarana pendukung pembelajaran. Adversary adalah pimpinan lembaga pelatihan yang mempunyai wewenang untuk menyetujui atau menolak usulan tersebut.

2)     Tahapan Negosiasi

Keperluan negosiasi secara umum adalah untuk : melakukan perjanjian, untuk melakukan kontrak kerja dan lain sebagainya. Namun dalam konteks ini negosiasi diperlukan untuk mendapatkan persetujuan untuk membuat sarana pendukung bagi proses pelatihan, hasil negosiasi disetujuinya proposal kita atau ditolak. Dalam hal proposal disetujui maka kegiatan berikutnya tinggal melangkah ke tahapan selanjutnya, namun dalam hal yang berkaitan dengan media pembelajaran adalah merancang media yang dimaksud.

Terdapat dua kemungkinan dalam negosiasi yaitu proposal diterima atau ditolak, dalam hal ditolak atau terjadinya ketidak setujuan umumnya dikarenakan :

a)      Adanya perbedaan kepentingan

b)     Adanya perbedaan pengetahuan dan pengalaman

c)      Adanya kelemahan fatal pada konsep/proposal

d)     Adanya kelemahan pada negosiator.

Tabel 7

Tahapan dalam Negosiasi

No.

Pra Negosiasi

Proses Negosiasi

Pasca Negosiasi

1. Analisis Internal :

-  Kepentingan diri sendiri

-  Kepentingan Lawan negosiasi

 

 

Penerapan Strategi
 

Perumusan hasil Kesepatan

2.

Riset :

Pendalaman untuk mengetahui latar belakang

 

 

Pemanfaatan Taktik

Penyajian tertulis

3.

Analisis SWOT Penyesuaian langkah dengan memanfaatkan situasi Rencana tindakan yang disepakati ber-dasarkan komitmen

4.

Susun Rancangan Strategi Negosiasi

 

5.

Pelaksanaan Negosiasi internal    

 

Pada tahap Pra negosiasi yang paling pokok untuk dipersiapkan adalah Proposal yang hendak ditawarkan kepada pihak terkait, selain itu barulah didalami individu lawan negosiasi  serta kepentingannya.

Secara ringkas tahapan pranegosiasi meliputi :

a)      Analisis internal: menganalisis kepentingan internal maupun kepentingan pihak adversary

b)     Riset: dilakukan sebagai pendalaman untuk mengetahui latar belakang proyek maupun pihak adversary

c)      Analisis SWOT: untuk mengetahui kekuatan, kelemahan dan peluang yang mungkin dapat diambil

d)     Menyusun rancangan strategi negosiasi : menyiapkan langkah dan cara untuk mendapatkan peluang.

e)      Pelaksanaan negosiasi internal: membina kekompakan tim bilamana negosiator merupakan sebuah tim, bukan perorangan.

Dalam tahapan ini yang paling penting adalah tahap penyusunan strategi yaitu :

a)      Perumusan masalah yang akan dinegosiasikan

Merumuskan masalah yang akan dinegosiasikan disertai alasan yang kuat agar adversary yakin bahwa usulan yang diajukan memang diperlukan.

b)     Perumusan manfaat proyek

Merumuskan manfaat jangka pendek,  menengah dan jangka panjang serta rencana tindak lanjut yang diperlukan.

c)      Penetapan tujuan yang akan dicapai

Merumuskan tingkatan atau gradasi tujuan dari negosiasi, dalam hal ini hasil minimal perlu disadari dengan baik.

d)     Penetapan butir-butir yang akan dinegosiasikan.

Menentukan prioritas dari butir-butir permasalahan yang akan dibahas.

e)      Penetapan positioning

Dalam kaitannya dengan peluang yang kemungkinan terbuka, pada peluang yang mana kita akan menempatkan diri.

f)       Penetapan waktu

Merumuskan dan rencana kompromi waktu yang terbaik untuk melaksanakan negosiasi.

g)     Penentuan tempat

Menentukan lokasi negosiasi akan memberikan dampak psikologis  dalam menciptakan situasi atau suasana pembahasan.

h)     Rencana pelaksanaan

Melaksanakan negosiasi harus sudah disiapkan skema kemungkinannya atau arah mendapatkan kesepakatan, misalnya dalam kerangka : „win-lose“, „win-win“, atau „lose-win“

3)     Membaca kemungkinan (Trial close)

Dalam proses negosiasi pada saat kita sudah mendapatkan tanda-tanda penerimaan dari adversary dibutuhkan tindak lanjut untuk mendapatkan kepastian apakah kita berada dalam kedudukan yang positif, pada tahap ini pertanyaan diajukan untuk meminta pendapat bukan meminta keputusan, adapun tujuannya adalah untuk mendapatkan kepastian apakah adversary berada pada posisi mendukung dan membenarkan pandangan kita, bila posisi adversary berada pada pemberian dukungan dan pembenaran maka inilah awal keberhasilan tugas.

4)     Memastikan kemungkinan (Closing)

Setelah kedudukan positif kita dapatkan, langkah selanjutnya adalah arahkan untuk mendapatkan keputusan dari adversary. Closing bisa positif atau negatif,  clossing bersifat negatif yang berarti usulan kita ditolak sedangkan yang bersifat positif berarti usulan kita diterima.

5)     Secara umum urutan kegiatan pada tahap pelaksanaan negosiasi

a)      Pembukaan, kegiatan ini diawali dengan basa-basi yang biasa berlaku umum dalam sebuah pertemuan, bila negosiasi dilakukan oleh sebuah tim maka juru bicaranya memperkenalkan anggota tim dilanjutkan dengan menjelaskan tujuan.

b)     Pembahasan Inti pemasalahan, pembahasan diawali dengan presentasi dari negosiator dilanjutkan dengan pembcaraan yang harus diciptakan dalam suasana selaras dan besahabat. Kemungkinan terjadinya perbedaan sudut pandang dan perbedaan pendapat harus disikapi dengan arif dengan acara lebih menanamkan pengertian dan keyakinan kepada adversary yaitu melalui fakta atau data atau contoh-contoh yang sekiranya dapat mendekati dengan keinginan dan kepentingan adversary.

c)      Melaksanakan trial close, pada tahap ini negosiator belum meminta persetujuan namun lebih memahami posisi dari proses negosiasi.

d)     Menutup negosiasi, tahap ini sudah ada keputusan, negosiator meminta komitmen mengenai butir-butir kesepakatan .

Pada tahap pascanegosiasi umumnya setelah diperoleh kepastian atau keputusan, bila keputusan  negatif negosiator dapat menyusun rencana ulang untuk memasukkan usulan baru. Sedangkan bilamana hasilnya positif berarti harus diteruskan untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

a)      Perumusan hasil kesepakatan

Penyempurnaan rumusan hasil kesepakatan untuk dapat dijadikan sebagai pegangan oleh setiap pihak.

b)     Penyajian tertulis atas kesepakatan

Untuk permasalahan yang mempunyai nilai tinggi dan perlu ada penegasan formal, penuangan dalam bentuk tulisan diperlukan sebagai bentuk komitmen dari kedua belah pihak, kesepakatan dapat ditandatangani bersama.

c)      Rencana tindak lanjut

Kelanjutan dari kesepakatan adalah kegiatan yang diawali dengan penyusunan rencana tindakan dari keduabelah pihak. Langkah-langkah selanjutnya merupakan realisasi atau tindakan nyata untuk mewujudkan proyek yang disetujui bersama, didalam proses pelaksanaan perlu dipikirkan cara pengendalian yaitu evaluasi dan perbaikan.

Dengan demikian secara garis besar kegiatan melakukan negosiasi agar usulan kita diterima oleh adversary adalah :

a)      Melakukan survey tentang rencana pembuatan sarana pendukung pembelajaran (misalnya media pembelajaran)

b)     Menyusun proposal

c)      Meminta waktu untuk bertemu adversary

d)     Melakukan presentasi kepada adversay .

e)      Menunggu penilaian adversary

f)       Melakukan pendekatan kembali kepada adversary, bila perlu memberikan alasan yang lebih mendekati kemauan adversary

g)     Menunggu keputusan dari adversary

h)     Melakukan konsolidasi internal bersama tim

i)       Membuat Media yang telah dirancang.

Kunci keberhasilan proses negosiasi adalah  intensitas dan kualitas komunikasi antara negosiator dengan adversary .

  1. Pedoman Penyusunan Proposal Pembuatan Media Pembelajaran

Berasal dari kata propose yang berarti mengusulkan dan proposal dapat diartikan sebagai sebuah usulan kegiatan yang berupa dokumen tertulis

Dalam konteks ini proposal merupakan usulan tertulis mengenai sarana pendukung bagi proses pelatihan. Sedangkan sarana pendukung yang dimaksud adalah sarana yang digunakan untuk memperlancar proses pembelajaran.

Struktur proposal setidaknya meliputi :

1)     Halaman Judul

Halaman yang memuat Judul proposal, penyusun dan institusi penyusun (misalnya : Kejuruan, departemen dan sebagainya)

2)     Latar belakang.

Memuat alasan pemilihan saana pendukung pemeblajaan yang diajukan oleh penyusun

3)     Tujuan

Memuat tujuan umum yang hendak dicapai oleh penyusun dalam kaitannya dengan perancangan media pembelajaran sesuai dengan bidangnya. Selain itu juga memuat tujuan khusus (manfaat) perancangan media tersebut terutama bagi pengguna.

4)     Rancangan

Memuat rancangan sarana pendukung pembelajaran yang ditetapkan oleh tim penyusun sesuai dengan metoda dan jenis pelatihan yang akan dilaksanakan.

Dalam rancangan tersebut dirinci mengenai :

a)      Ide: berupa penjelasan ide orisinil, pengembangan atau replika.

b)     Spesifikasi sarana pendukung : misalnya berupa spesifikasi media pembelajaran yang dirancang.

c)      Gambar rancangan: memuat detail gambar rancangan media yang dibutuhkan. Gambar blok diagram disertai gambar jadi yang diharapkan beserta ukurannya.

d)     Deskripsi kerja

e)      Daftar Bahan

Daftar bahan sesuai dengan spesifikasi sarana pendukung yang diusulkan.

f)       Jumlah biaya yang dibutuhkan.

g)     Perkiraan anggaran yang digunakan untuk mengadakan sarana tersebut (apakah melalui pembelian atau pembuatan sendiri).

h)     Waktu pengerjaan

Estimasi waktu yang diperlukan bagi pengadaan sarana tersebut (apakah melalui pembelian atau pembuatan sendiri).

5)     Kelebihan dari media yang dibuat

Memuat kelebihan dan hal yang khusus dari media yang akan dibuat, misalnya : kemudahan penggunaannya dan perawatannya.

6)     Panduan penggunaan

Berisikan cara-cara penggunaan media atau seperti buku manual.

7)     Penutup.

Keterampilan yang diperlukan dalam meyakinkan kepada pihak yang terkait dalam menyiapkan rancangan pembuatan sarana pendukung pembelajaran, yaitu:

  1. Membuat proposal pembuatan media pembelajaran
  2. Melakukan negosiasi berdasarkan proposal yang telah dibuat
  3. Membuat media pembelajaran yang telah disetujui.

Sikap kerja yang harus dilakukan waktu meyakinkan kepada pihak yang terkait dalam menyiapkan rancangan pembuatan sarana pendukung pembelajaran adalah sebagai berikut:

Harus bertindak secara teliti, cermat, berpikir analitis, kreatif, inovatif, taat asas, sopan dan tetap menjaga stabilitas emosi terutama waktu melakukan negosiasi.

 

BAB III

SUMBER-SUMBER LAIN

YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI 

 

 

  1. A.      SUMBER-SUMBER PERPUSTAKAAN

 

  1. Daftar Pustaka
    1. Ahmad Rohani, Drs.HM, M.Pd., Media Instruksional Edukatif, Rineka Cipta, Bandung, 1997
    2. Azhar Arsyad, Prof., MA, Media Pembelajaran,  Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1997
    3. Arthur Manapa, J., S.H., M.Sc., Negosiasi dan Tekniik Negosiasi, Lembaga Administrasi Negara, 2000
    4. Departemen Tenaga Kerja RI, Metodologi Latihan Kerja, Modul MLK 3, Media Instruksional, Submodul 3.1, Jakarta, 1991
    5. ________, Metodologi Latihan Kerja, Modul MLK 3, Media Instruksional, Submodul 3.3, Jakarta, 1991
    6. Nana Sudjana, Dr., dan Ahmad Rivai, Drs., Media Pengajaran, Sinar Baru Algensindo, Bandung, 2007
    7. Yudhi Munadi, Media Pembelajaran,  Gaung Persada, Jakarta, 2008
    8. ________, Manajemen Pengembangan Kurikulum, Bandung, Remaja Rosda Karya, 2007
    9. Microsoft Office Power Point 2007, Madcom dan Penerbit Andi, Madiu 2007
    10. Buku Referensi
      1. Amir Hamzah Suleiman, Media Audio Visual untuk Pengajaran, Penerangan dan Penyuluhan, Gramedia, Jakarta, 1985
      2. Asnawir dan Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, Ciputat Press, Jakarta, 2002
      3. Arief S. Sadiman, dkk., Media Pendidikan, Rajawali, Jakarta, 1990
      4. Hamalik, Oemar, Media Pendidikan, Citra Aditya Bakti, Bandung, 1994

 

 


 

  1. B.      DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN     

 

  1. Daftar Peralatan/Mesin

 

No.

Nama Peralatan/Mesin

Keterangan

Laptop, infocus, laserpointer, layar Untuk di ruang teori
Laptop Untuk setiap peserta
Printer  
Overhead Projector  
Gunting  
Pisau cutter  
Meteran  
Penggaris panjang 1 m, bahan kayu/plastik  
Hechmachine (stapler/penjepret) 24 dan 10  
  1. 10.
Pelubang kertas  
  1. 11.
Penjepit kertas ukuran kecil dan sedang  
  1. 12.
Standar chart dan kelengkapannya  

 

  1. Daftar Bahan

 

No.

Nama Bahan

Keterangan

Modul Pelatihan (buku informasi, buku kerja, buku penilaian) Setiap peserta
Overhead transparency  
Spidol transpargensi  
Kertas bergaris  
Kertas HVS A4  
Spidol whiteboard  
Spidol marker  
Karton manila  
Kertas chart (flip chart)  
  1. 10.
Tinta printer  
  1. 11.
ATK siswa  
  1. 12.
Tali selulosa atau setara, asal bersifat lembut Untuk mengikat peta lipat

 

 

 

TIM PENYUSUN

 

 

No.

Nama

Institusi

Keterangan

Bambang Purwoprasetyo Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Robert B. Sitorus Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Rubito Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Ali Darokah BBPLKDN Bandung  
Annoordin BBPLKDN Bandung  
Herwadi BBPLKDN Bandung  
Rahmat Sudjali Badan Nasional Sertifikasi Profesi  
Darma Setiawan Badan Nasional Sertifikasi Profesi  
Sjahruddin Kaliky BBLKI Serang  
  1. 10.
Bambang Trianto BBLKI Serang  
  1. 11.
Muh. Yasir BBPLKLN Cevest Bekasi  
  1. 12.
Karyaman BBPLKLN Cevest Bekasi  
  1. 13.
Subandi Dit. Stankomproglat  
  1. 14.
Bayu Priantoko Dit. Stankomproglat  
  1. 15.
Atiek Chrisnarini Biro Hukum Depnakertrans  
  1. 16.
Senggono BLK Pasar Rebo  

 

 

 

Testimoni

artikel lainnya Merancang Pembuatan Sarana Pendukung Pembelajaran PLK.MP02.005.01



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Tuesday 22 October 2013 | blog

KETERANGAN PROMO PAMERAN   Dalam Rangka Meningkatkan Pelayanan Kepada Pelanggan, Indokabana Mencoba Mendekatkan Diri Dengan Mengikuti…

Monday 21 September 2015 | blog

Menerima jasa pembuatan website dengan berbagai paket web paket olshop sederhana 365rb paket company profile standar…

Monday 18 August 2014 | blog

Penilaian Kompetensi Sikap melalui Teknik OBSERVASI Oleh. Mulyadi HP Widyaiswara Utama LPMP Jawa Tengah Penilaian Kompetensi…

Wednesday 24 December 2014 | blog

  MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN KERJA     MEMILIH SUMBERDAYA PELATIHAN UNTUK…