Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Merancang Dan Menciptakan Lingkungan Pembelajaran Yang Kondusif MPl.RM.01.005.01

Nov
05
2014
by : Bupeko. Posted in : blog

 

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

 

SUB SEKTOR METODOLOGI PELATIHAN KERJA

 

 

MERANCANG DAN MENCIPTAKAN LINGKUNGAN PEMBELAJARAN

YANG KONDUSIF

MPl.RM.01.005.01

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU PENILAIAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 51 Lt. 6.A Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

DAFTAR ISI

 

 

DAFTAR ISI ————————————————————————————-  1

BAB  I     PENDAHULUAN———————————————————————- 2

  1. Latar Belakang—————————————————————— 2
  2. Tujuan —————————————————————————  2
  3. Metoda Penilaian   ————————————————————-  2

BAB II    PENILAIAN TEORI …………………………………………………………………….   4

  1. Lembar Penilaian Pengetahuan ———————————————–  4

BAB III  PENILAIAN PRAKTIK ……………………………………………………………………. 10

  1. Lembar Penilaian Keterampilan ……………………………………………….. 10

BAB IV   PENILAIAN SIKAP KERJA ……………………………………………………………. 11

  1. Lembar Penilaian Sikap Kerja ———————————————— 11

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Buku penilaian untuk unit kompetensi Merumuskan Permasalahan Pelatihan di Daerah dibuat sebagai konsekuensi logis dalam pelatihan berbasis kompetensi yang telah menempuh tahapan penerimaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja melalui buku informasi dan buku kerja. Setelah latihan-latihan (exercise) dilakukan berdasarkan buku kerja maka untuk mengetahui sejauh mana kompetensi yang dimilikinya perlu dilakukan uji komprehensif secara utuh per unit kompetensi dan materi uji komprehensif itu ada dalam buku penilaian ini.

  1. Tujuan

Adapun tujuan dibuatnya buku penilaian ini, yaitu untuk menguji kompetensi peserta pelatihan setelah selesai menempuh buku informasi dan buku kerja secara komprehensif dan berdasarkan hasil uji inilah peserta akan dinyatakan kompeten atau belum kompeten terhadap unit kompetensi Merumuskan Permasalahan Pelatihan di Daerah.

  1. Metoda Penilaian
    1. Metoda Penilaian Pengetahuan
      1. Tes Tertulis

Untuk menilai pengetahuan yang telah disampaikan selama proses pelatihan terlebih dahulu dilakukan tes tertulis melalui pemberian materi tes dalam bentuk tertulis yang dijawab secara tertulis juga. Untuk menilai pengetahuan dalam proses pelatihan materi tes disampaikan lebih dominan dalam bentuk obyektif tes, dalam hal ini  jawaban singkat, menjodohkan, benar-salah, dan pilihan ganda. Tes essay bisa diberikan selama tes essay tersebut tes essay tertutup, tidak essay terbuka, hal ini dimaksudkan untuk mengurangi faktor subyektif penilai.

  1. Tes Wawancara

Tes wawancara dilakukan untuk menggali atau memastikan hasil tes tertulis sejauh itu diperlukan. Tes wawancara ini dilakukan secara perseorangan antara penilai dengan peserta uji/peserta pelatihan. Penilai sebaiknya lebih dari satu orang.

 

 

 

 

  1. Metoda Penilaian Keterampilan
    1. Tes Simulasi

Tes simulasi ini digunakan untuk menilai keterampilan dengan menggunakan media bukan yang sebenarnya, misalnya menggunakan tempat kerja tiruan (bukan tempat kerja yang sebenarnya), obyek pekerjaan disediakan atau hasil rekayasa sendiri, bukan obyek kerja yang sebenarnya.

  1. Aktivitas Praktik

Penilaian dilakukan secara sebenarnya, di tempat kerja sebenarnya dengan menggunakan obyek kerja sebenarnya.

  1. Metoda Penilaian Sikap Kerja
    1. Observasi

Untuk melakukan penilaian sikap kerja digunakan metoda observasi terstruktur, artinya pengamatan yang dilakukan menggunakan lembar penilaian yang sudah disiapkan sehigga pengamatan yang dilakukan mengikuti petunjuk penilaian yang dituntut oleh lembar penilaian tersebut. Pengamatan dilakukan pada waktu peserta uji/peserta pelatihan melakukan keterampilan kompetensi yang dinilai karena sikap kerja melekat pada keterampilan tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PENILAIAN TEORI

Lembar Penilaian Pengetahuan:

Unit kompetensi : Merancang dan Menciptakan Lingkungan
    Pembelajaran Yang Kondusif
     
Pelatihan :  Instruktur
     
Waktu : 60 menit
     

PETUNJUK UMUM

 

  • Jawablah materi tes ini pada lembar jawaban/kertas yang sudah disediakan.
  • Modul  terkait dengan unit kompetensi agar disimpan.
  • Bacalah materi tes secara cermat dan teliti.
  1. Isian

Lengkapilan kalimat di bawah ini dengan cara mencari jawabannya pada kolom sebelah kanan dan tuliskan jawabannya saja pada kertas yang tersedia.

 

  1. Kemampuan yang dibawa sejak lahir, yang memungkinkan seseorang berbuat sesuatu dengan cara tertentu disebut ………..
  2. Ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia, yaitu interaksi menusia dengan dunia sekitarnya disebut ……………..
  3. Obyek ……………. adalah obyek yang dipandang secara keseluruhan  dalam hal ini adalah manusia.
  4. …………….. adalah kualitas yang hanya dapat diukur dengan tes khusus yang sengaja dibuat untuk itu.
  5. Aliran yang berpendapat bahwa  segala perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh lingkungan atau oleh pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang telah diterima/dialami sejak kecil yaitu ……………

6.  Berpikir ………… ialah berpikir dengan jalan menyamakan atau membandingkan fenomena-fenomena yang biasa/pernah dialami.

  1. Suatu proses berpikir yang berlangsung dari yang umum menuju yang khusus disebut berpikir …………..
  2. Pendorongan suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu disebut………….
  3. Tugas seorang Instruktur selain sebagai motivator juga berfungsi sebagai ………….

10. ………… adalah kebutuhan untuk dicintai, diperhitungkan sebagai pribadi, diakui sebagai anggota kelompok dan sebagainya

 

  1. material
  2. navitisme
  3. induktif
  4. psikologi
  5. motivasi
  6. fasilitator
  7. intelegensi
  8. social needs
  9. aptitude

10. analogis

11. empirisme

12. deduktif

 

 

  1. Benar-Salah

Nyatakan pernyataan di bawah ini benar atau salah dengan cara menulis huruf B kalau Benar dan huruf S kalau Salah.

B

S

1.

Belajar adalah suatu kreativitas pribadi manusia yang mengakibatkan penemuan    pemahaman, pengertian yang terarah kepada suatu tujuan yang dikehendaki

B

S

2.

Achievment yang merupakan actual ability dapat diukur secara tidak langsung dengan melalui pengukuran terhadap kecakapan individu.

B

S

3.

Faktor berfikir konvergen adalah faktor untuk menghasilkan nama-nama, hubungan-hubungan, sistem, transformasi dan implikasi yang unik

B

S

4.

IQ 49 ke bawah digolongkan sebagai IQ dengan predikat normal

B

S

5.

Segi Afektif , mencakup perasaan, minat, motivasi, sikap dan nilai-nilai estetika.

B

S

6.

Pengamatan pada tahap jasmani adalah saat indera menerima rangsangan dari dunia luar

 

B

S

7.

Tanggapan adalah bayangan yang tinggal dalam ingatan atau kesadaran setelah melakukan pengamatan.

 

B

S

8.

Psysiological Drives, yaitu dorongan –dorongan yang bersifat jasmaniah, seperti lapar, haus dan sebagainya.

B

S

9.

Kebutuhan untuk dihargai karena : prestasi, kemampuan, kedudukan/status, pangkat dan sebagainya disebut juga Self Actualization Needs

B

S

10.

Faktor intern yang mempengaruhi proses belajar selain kondisi psikologik adalah kondisi fisiologik

 

  1. Pilihan Ganda

Jawablah pertanyaan/pernyataan di bawah ini dengan cara memilih pilihan jawaban yang tepat dan menuliskan huruf  a/b/c/d yang sesuai dengan pilihan tersebut.

  1. Kondisi psikologik yang dapat mempengaruhi proses belajar, yaitu kecuali:
a. Minat b. kecerdasan
c. pancaindera d. bakat

 

  1. Konsepsi yang mengarah kepada intelegensi umum dengan kemapuan berfikir abstrak yang dapat dinilai dengan ketidak lengkapan dari kemungkinan perjuangan hidup individu ialah konsepsi:
a. pragmatis b. spekulatif
c. fungsional d. operasional

 

  1. Pemusatan tenaga psikis tertuju kepada suatu obyek dan banyak sedikitnya kesadaran yang mengerti aktivitas yang banyak dilakukan disebut::
a. pengamatan b. ingatan
c. berpikir d. perhatian

 

  1. Dorongan –dorongan yang bersifat jasmaniah, seperti lapar, haus dan sebagainya disebut:
a. Social Motives b. Psysiological Drives
c. Learned motives d. Unlearned motives

 

5.   Berpikir kreatif (untuk mencipta) dan berpikir untuk memecahkan masalah adalah tahapan berpikir pada tahap:

a. evaluasi b. analisi dan sintesis
c. komprehensif d. aplikasi
  1. Essay
    1. Jelaskan faktor-faktor apa saja  yang mempengaruhi belajar.

2.   Apa peran dan tanggungjawab  instruktur dalam  membantu siswa mencapai tujuan.

CEK LIS PENILAIAN PENGETAHUAN

NO. KUK

NO. SOAL

KUNCI JAWABAN

JAWABAN PESERTA

KETERANGAN

K

BK

Isian

   

 

A.1.

Intelegensi  

 

A.2.

Psikologi  

 

A.3.

 Material  

 

A.4.

Aptitude  

 

A.5.

Empirisme  

 

A.6.

Analogis  

 

A.7.

Deduktif  

 

A.8.

Motivasi  

 

A.9.

Fasilitator  

 

A.10.

Social needs  

 

B-S

   

 

B.1.

S  

 

B.2.

S  

 

B.3.

B  

 

B.4.

S  

 

B.5.

B  

 

B.6.

S  

 

B.7.

B  

 

B.8.

B  

 

B.9.

S  

 

B.10.

B  

 

PG

   

 

C.1.

c  

 

C.2.

b  

 

C.3.

d  

 

C.4.

b  

 

C.5.

a  

 

D.1

Terlampir  

 

D.2

Terlampir  

 

D1. Faktor-faktor apa saja  yang mempengaruhi belajar

Jawab :

 

Faktor-faktor Ekstern

 

Faktor-faktor ekstern yang mempengaruhi belajar yaitu :

  1. Bahan/tugas yang harus dipelajari ikut menentukan bagaimana proses belajar itu terjadi dan bagaimana hasilnya yang dapat diharapkan, tergantung pada sifat bahan/tugas, taraf kesukaran dan kompleksitas bahan/tugas
  2. Lingkungan
    1. Lingkungan alami seperti suhu udara, cuaca dan waktu belajar pagi atau sore berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar
    2. Lingkunag social seperti orang-orang yangmengganggu, kenangan pada orang lain, foto, surat dari orang lain dapat berpengaruh negatif terhadap proses dan hasil belajar.
    3. Instrumental. Berupa factor yang direncanakan, diadakan dan dipergunakan sesuai dengan proses dan hasil belajar yangt diharapkan, misalnya : perangkat lunak (kurikulum, program, pedoman belajar) dan perangkat keras (laboratorium, bengkel beserta perlengkapannya).
    4. Faktor Instruktur sangat mepengaruhi p[roses dan hasil  belajar karena instrukturlah  yang menjadi pengelola proses

 

Faktor-faktor Intern

 

Faktor-faktor yang bersumber pada diri siswa merupakan pemegang peranan paling menentukan proses dan hasil belajar.

a. Kondisi Fisiologik.

  1. Kondisi fisiologik umum seperti stamina dan ketercukupan gizi berpengaruh positif terhadap belajar
  2. Kondisi panca indera, yang disertai kecakapan psikomotorik yang bagus lebih memungkinkan seseorang menyerap sebanyak mungkin bahan belajar.

b. Kondisi Psikologik

Semua kondisi dan fungsi psikologik sangat mempengaruhi belajar.

  1. Minat, semakin tinggi minat seseorang terhadap bahan/tugas belajar, semakin mudah ia mengkonsentrasikan diri pada penguasaan bahan belajar. Dengan demikian hasil belajarnya bagus
  2. Kecerdasan, taraf kecerdasan seseorang memberi sumbangan kira-kira 25% hasil belajarnya Taraf kecerdasan ini biasanya dinyatakan dengan IQ (Intelligence Quotient)
  3. Bakat,  Belajar pada bidang yang sesuai dengan bakat akan memperbesar peluang keberhasilan.
  4. Motivasi, motivasi adalah kondisi psikologik yang mendorong seseorang untuk mempelajari sesuatu. Semakin tinggi motivasi belajar seseorang terutama motif intrinsic, makin meningkat prestasi belajarnya. Dekat dengan motivasi adalah  taraf aspirasi yakni kadar harapan yang dikenakan seseorang terhadap hasil belajarnya.
  5. Kecakapan kognitif, berupa pengamatan berpikir dan ingatan. Kecakapan seseorang dalam mengamati bahan/tugas dalam berpikir dan mengingat, besar pengaruhnya terhadap belajar. Oleh karena kecakapan kognitif sukar diingkari justru karena lebih banyak ditekankan dalam perbandingannya dengan kecakapan psikomotorik dan afektif, maka tampak betapa besar peranan segi kognitif dalam mempengaruhi belajar.

 

 

D.2. Apa peran dan tanggungjawab  instruktur dalam  membantu siswa mencapai tujuan

Jawab :

 

Tugas Instruktur  sebagai fasilitator yang dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan menuimbuhkan semangat belajar bagi siswa, juga sebagai motivator yang menyediakan berbagai macam kemudahan, petunjuk, bantuan, dorongan bagi siswa.

Dalam proses pelatihan, siswalah yang berkepentingan, ia sendiri yang membutuhkan, ia sendiri pula yang tahu akan kecakapnnya, ia sendiri yang akan menentukan berhasil tidaknya usahanya. Sebaliknay instruktur sekedar memberi jalan, memberi kemudahan, merangsang dan mendorong agar siswa dapat belajar dengan sebaik-baiknya.

Secara rinci peran dan tanggungjawab instruktur dalam membantu peserta pelatihan mencapai tujuan adalah sebagai berikut :

  1. Mengelola kegiatan belajar-mengajar
    1. Menyusun program kepelatihan
    2. Melaksanakan interaksi belajar-mengajar berdasarkan program pelatihan
    3. Melaksanakan program penilaian (evaluasi)
    4. Melaksanakan bimbingan studi
      1. Mengenali kesulitan-kesulitan belajar pada siswa dan cara pemecahannya.
      2. Mengenali bakat siswa dan membantu mengembangkannya.
      3. Memberi pengajaran khususmkepada siswa
      4. Memberikan pelayanan informasi kepada siswa.
      5. Melaksanakan pembinaan sikap
        1. Menumbuhkan kebiasaan siswa berpikir secara sistematis, cermat, obyektif
        2. Mengembangkan kebiasaaan berpikir aplikatif
        3. Menumbuhkan sikap kedisiplinan pada diri sendiri
        4. Menumbuhkan sikap social dan kerja sama yang baik pada diri siswa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PENILAIAN PRAKTIK

 

 

Untuk penilaian unit kompetensi : ”Merancang strategi pembelajaran dan materi uji pembelajaran” disarankan hal-hal sebagai berikut :

Penilaian Keterampilan Pokok

 

PENILAIAN PRAKTIK

Meliputi Tugas ..s/d.

 

Setiap pelaksanaan praktik dinilai secara individual dan bila kriteria minimum yang ditetapkan belum tercapai, maka peserta pelatihan harus mengulang seluruh tes atau komponen tes yang belum tercapai tersebut sehingga tingkat penguasaan  suatu pengetahuan dan keterampilan dapat terpenuhi.

Bila melaksanakan penilaian praktik hal-hal berikut  perlu dipertimbangkan :

v  Pemilihan komponen-komponen harus memenuhi keseluruhan kompetensi yang hendak dicapai .

v  Dalam mempersiapkan peralatan, alat-alat bantu dan sebagainya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku SOP.

v  Tingkat disiplin dalam mengikuti prosedur kerja yang ditetapkan kerja yang benar.

v  Kriteria Unjuk Kerja yang ditetapkan harus mengacu pada standar yang jelas

v  Penyelesaian seluruh tugas

v  Menginterpretasikan hasil kerja dengan benar

v  Apabila bekerja dalam suatu tim kelompok pastikan bahwa setiap anggota telah memberikan kontribusi yang seimbang.

 

Pertanyaan-pertanyaan lisan dapat digunakan untuk melakukan tes secara individu dari setiap anggota kelompok atau untuk penekanan-penekanan terhadap bagian-bagian yang penting

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENILAIAN SIKAP KERJA

CEK LIS PENILAIAN SIKAP KERJA

Merumuskan Permasalahan Pelatihan di Daerah

INDIKATOR UNJUK KERJA

NO. KUK

K

BK

KETERANGAN

  1. Harus bertindak cermat,teliti, tekun, sopan/santun, dan taat asas terhadap pedoman atau SOP

1.1

     
  1. Harus cermat, teliti, dan taat asas terhadap pedoman atau SOP

1.2

     
  1. Harus cermat, teliti, dan taat asas terhadap pedoman atau SOP

2.1

     
  1. Harus cermat, teliti, dan taat asas terhadap pedoman atau SOP

2.2

     
 

     

 

Catatan :

 

………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

 

 

Tanda Tangan Asesi           :  ………………………….

 

 

Tanda Tangan Asesor:  …………………………..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Testimoni

artikel lainnya Merancang Dan Menciptakan Lingkungan Pembelajaran Yang Kondusif MPl.RM.01.005.01



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Wednesday 10 December 2014 | blog

  MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN KERJA            …

Friday 31 October 2014 | blog

MICROSOFT OFFICE WINDOWS JUMLAH PERTEMUAN KET Peserta mampu menguasai dasar pengoperasian computer 1. Menghidupkan dan mematikan…

Thursday 22 March 2012 | blog

Desy Wulandari Desy Wulandari adalah seorang yang riang. Awalnya dia merasa canggung untuk mencoba berkomunikasi menggunakan…

Monday 4 May 2015 | blog

Badan hukum no. 7386 / bh / vi11969 tanggai 10 juni 1969 pad no. 61 /…