Advertisement
loading...

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR MULTIMEDIA

 

 

 

 

MENYUNTING NASKAH

TIK.MM02.023.01

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU PENILAIAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

 

Daftar Isi

 

BAB.  I. 3

KONSEP   PENILAIAN. 3

 

1.1 Bagaimana  Pelatih  Menilai 3

1.2 Tipe  Penilaian. 3

 

BAB II. 8

PELAKSANAAN PENILAIAN. 8

 

2.1 KUNCI JAWABAN  TUGAS  TERTULIS. (  Seri.  A  ) 8

2.2    KUNCI  JAWABAN  TUGAS UNJUK KERJA. (  Seri.  A  ) 9

2.3    KUNCI  JAWABAN  TUGAS  SIKAP  KERJA. (  Seri .  A  ) 14

2.4 Daftar Cek Unjuk Kerja (Praktik) 15

2.5    CHECK LIST PENGETAHUAN, KETERAMPILAN DAN SIKAP KERJA. 16

2.6    LEMBAR  HASIL  PENILAIAN. 18

 

LEMBAR PENILAIAN. 20

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB  I

KONSEP   PENILAIAN

 

 

1.1 Bagaimana  Pelatih  Menilai

 

Dalam sitem pelatihan berbasis kompetensi kerja, penilai akan mengumpulkan bukti dan membuat pertimbangan mengenai pengetahuan anda, unjuk kerja aktivitas  tugas-tugas / keterampilan anda dan sikap kerja anda terhadap pekerjaan. Anda akan dinilai untuk menentukan, apakahg anda telah mencapai kompetensi sesuai standar yang dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja.

 

Pada pelatihan berbasiskan kompetensi kerja , pendekatan yang banyak digunakan untuk penilaian adalah ” Penilaian berdasarkan kriteria / Criterion – Referenced Asessment ” .  Pendekatan ini mengukur unjuk kerja anda terhadap sejumlah standar. Standar yang digunakan dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja.

 

Penilaian formatif :

Penilaian dapat dilaksanakan dengan tujuan sebagai bantuan dan dukungan belajar / berlatih anda. Tipe penilaian ini adalah formatif dan merupakan proses yang sedang berjalan.

 

Penilaian Sumatif.

Penilaian juga  dapat dilaksanakan untuk menentukan apakah anda telah mencapai hasil dari program belajar dan berlatih ( contohnya pencapaian kompetensi dalam unit komptensi ). Tipe penilaian ini adalah sumatif dan merupakan penilaian akhir.

 

 

1.2 Tipe  Penilaian.

 

1.1.1. Tes  Tertulis. ( Knowledge ).

 

Dalam tes tertulis, akan menilai pengetahuan anda dan pemahaman konsep serta prisip yang merupakan dasar  unjuk kerja dalam melakukan  tugas pekerjaan anda yang dijelaskan dalam  pengetahuan (knowledge) pada kriteria unjuk kerja.

Tes tertulis biasanya berupa seri-seri pertanyaan pilihan ganda dan/ atau beberapa bentuk tes obyektif lainnya, yaitu dimana setiap pertanyaan tertulis memiliki satu jawaban yang benar.

Penilaian tes obyektif tertulis pada  umumnya   mempunyai   kisi-kisi   dengan 3 (tiga) tingkatan  kesulitan,  yaitu :

 

1). Soal Mudah.

Adalah  menghafal tanpa mengerti apa maksudnya, menyebutkan bagian-bagian   suatu   alat,    benda,     nama mesin,   memberi nama,   memberi nomor, menjodohkan informasi faktual dengan kejadian.

 

2). Soal  Sedang

Adalah  mampu mengenal dan mengerti fungsi  sesuatu / poses   sesuatu, membandingkan,   memberikan,   membedakan,   menemukan   keuntungan   dan kerugian serta memberi fisualisasi fungsi / proses.

 

3). Soal  Sulit :

Adalah  merupakan  problem solving,   menganalisis   kesalahan   dan  kerusakan, mencari pemecahan,   meramalkan   kondisi   yang   tidak menguntungkan, mencari penyebab,   menggunakan   pertimbangan   dan    mengevaluasi. Rentangan  nilai tes tertulis, yaitu  0  -  1,   artinya  nilai setiap  soal tertulis yang   dinyatakan   benar   (kompeten)   mempunyai   nilai   1  (satu),   dan   yang dinyatakan    salah  (belum kompeten)  mempunyai nilai 0 (nol).

 

1.2.2. Tes  Unjuk  Kerja  (praktek keterampilan / keahlian).

 

Dalam tes unjuk kerja , akan menilai kompetensi anda dalam menampilkan tugas pekerjaan  dari elemen kompetensi terhadap standar kompetensi yang dijelaskan dalam keterampilan  (skill) pada kriteria unjuk kerja. Oleh sebab itu, anda akan menerapkan pengetahuan dan pemahaman anda terhadap  unjuk kerja  anda.

 

Penilaian biasanya menggunakan daftar cek analisis elemen kompetensi sebagai pedoman untuk menentukan kompetensi anda, dan akan memberikan umpan balik mengenai unjuk kerja dan jika perlu, merencanakan pelatihan lanjutan jika anda dinyatak kompeten, dan merencanakan pelatihan ulang jika anda belum dinyatakan kompeten pada kesempatan pertama ini.

 

 

Daftar Cek Unjuk Kerja, berisi :

1). Masing-masing elemen kompetensi dengan  sebaran  kriteria  unjuk  kerja harus kompeten.

2). Setiap tugas yang sedang dilaksanakan, penilai  akan mengisi daftar cek analisis elemen kompetensi yang telah disiapkan untuk menentukan kompetensi kerja anda dan umpan balik unjuk kerja anda. untuk setiap soal / perintah untuk melakukan unjuk kerja  dinyatakan benar mempunyai

3). Untuk memberi cacatan bagi diri anda dan penilai  anda.

4). Ketika tugas dari setiap indikator kerja tidak dilaksanakan sesuai standar kriteria keterampilan / kehlian secara  benar, maka  rencana pelatihan kerja ulang  akan dibicarakan antara anda dengan penilai.

 

Untuk setiap  soal / perintah   untuk melakukan unjuk kerja   mempunyai rentang nilai 0 (nol)  -  1 (satu). Bila anda melaukan untuk kerja  dinyatakan   benar (kompeten) mempunyai nilai 1 (satu), dan bila dinyatakan salah (belum kompeten) mempunyai nilai 0 (nol).

 

 

1.2.3. Tes Sikap  Kerja  ( Attitude ).

 

Dalam   tes   sikap kerja ,   akan   menilai   kompetensi   anda   dalam menampilkan sikap kerja dari   elemen kompetensi terhadap standar kompetensi yang dijelaskan dalam sikap (attitude)  pada kriteria unjuk kerja. Penilaian sikap kerja dapat dlakukan dalam waktu relatif pendek (efektif) berdasarkan atas instruksi sikap  kerja yang harus anda lakukan dalam waktu yang telah ditentukan.

 

Sikap kerja merupakan unsur kompetensi kerja yang agak sulit menilainya,   namun demikian perlu  dimulai  dari sekarang,   karena kita harus mengacu    pada   Standar Kompetensi  Kerja  Nasional  Indonesia (SKKNI)   yang telah ditetapkan,  yaitu kemampuan seseorang yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan atau keahlian dan sikap kerja sesuai pelaksanaan tugas dan syarat jabatan.

Penilaian sikap kerja, dilakukan selain melalui pemahaman sikap kerja secara tertulis , kemampuan aspek sikap ditujukan untuk meningkatkan kinerja seseorang (anda) dimasa mendatang dalam arti yang sebenarnya, dan tidak dianggap lagi sudah menyatu dengan keterampilan /  keahlian.

Anda terampil atau memiliki keahlian yang bagus,  tetapi sikap  kerja anda tidak kompeten, ini ada sesuatu  yang salah pada diri anda, termasuk penilai anda juga punya andil atas kesalahan penilaian kompetensi terhadap diri anda.

 

 

Penilaian sikap kerja.

 

Dilakukan untuk kurun waktu yang tidak terlalu panjang terhadap kriteria attitude / sikap perilaku yang mudah diamati seperti pada waktu mengerjakan pekerjaan yang dilakukan sesuai tugas atau perintah sikap dari kriteria unjuk kerja pada elemen kompetensi,  adalah  sebagai  berikut :

 

1). Pengamatan sikap kerja.

 

a.   Untuk Jaminan Keselamatan  ( Saffety Insurance ).

 

No. Sikap untuk Jaminan Keselamatan. Benar Salah Keterangan

1.

Penggunaan pakaian kerja.      

2.

Kerapihan dan kebersihan tempat kerja      

3.

Penataan alat-alat kerja.      

4.

Penataan bahan-bahan kerja.      

5.

Tertib sesuai aturan / prosedur/ standar.      

6.

Ketepatan waktu kerja.      

7.

Sopan, ramah, lembut dan saabar.      

8.

Teliti, cermat, hati-hati.      

9.

Obyektif, akurat.      

10.

Bakat, minat dan temperamen kerka.      

 

 

b.  Untuk Jaminan Kualitas.  ( Quality Insurance ).

 

No. Sikap untuk Jaminan Kualitas. Benar Salah Keterangan

1.

Penerimaan / kesadaran/ kemauan..      

2.

Partisipasi/ kepatuhan, ikut secara aktif.      

3.

Penilaian / penentuan sikap.      

4.

Organisasi / bertanggung jawab.      

5.

Pembentukan pola /disiplin pribadi.      

 

Rentang nilai sikap dengan pengamatan langsung untuk memenuhi jaminan keamanan ( saffety insurance ) dan jaminan kualitas ( quality insurance ), yaitu :  0 (nol) – 1 (satu). Pada setiap soal sikap kerja yang dinyatakan benar (kompeten) mempunyai nilai 1 (satu), dan yang dinyatakan salah (belum kompeten) mempunyai nilai 0 (nol).

 

2). Wawancara dan /atau Tes  Tertulis Sikap Kerja.

 

Wawancara dan / atau Tes tertulis tentang pemahaman atau pengetahuan  materi sikap kerja untuk jaminan keselamatan dan jaminan kualitas (Saffety and Quality Insurance) dalam aktivitas tugas pekerjaan / perintah elemen kompetensi sesuai kriteria unjuk kerja setiap unit kompetensi, agar kinerja seseorang (anda) meningkat  lebih baik lagi.

 

Wawancara atau tes tertulis dapat  dalam satu  atau beberapa bentuk tes obyektif materi sikap kerja, mempunyai rentang nilai 0 (nol) – 1 (satu).

 

Setiap   soal   pertanyaan   yang   dinyatakan  benar   (kompeten)   mempunyai nilai  1 (satu)   dan   yang   dinyatakan   salah   (belum kompeten)     mempunyai nilai  0 (nol).

 

 

Hasil nilai sikap kerja dapat  diperoleh dengan kombinasi pengamatan sikap kerja berdasarkan atas instruksi sikap kerja   dengan tes tertulis, yaitu :

 

 

  • Nilai akhir sikap kerja  =  Nilai pengamatan benar  + Nilai  tertulis benar

2.

1  +   1

=     ———–      =     1  (satu) /   atau kompeten.

2.

  • Atau nilai akhir sikap kerja tertulis  benar = 1 (satu) / atau kompeten

 

 

  • Atau nilai akhir hasil pengamatan sikap kerja  benar  = 1 (satu) / atau kompeten

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB II

PELAKSANAAN PENILAIAN

 

 

2.1 KUNCI JAWABAN  TUGAS  TERTULIS. (  Seri.  A  )

 

 

Soal

Nomor

Kunci  Jawaban  Tugas  tertulis.

Keterangan  Nilai

a

b

c

d

Benar

Salah

1.

X

   

2.

X

   

3.

X

   

4.

X

   

5.

X

   

6.

X

   

7.

X

   

8.

X

   

9.

X

   

10.

X

   

11.

X

   

12.

X

   

13.

X

   

14.

X

   

15.

X

   

16.

X

   

17.

X

   

18.

X

   

19.

X

   

20.

X

   

21

X

   

22

X

   

23

X

   

24

X

   

25

X

   

 

 


2.2     KUNCI  JAWABAN  TUGAS UNJUK KERJA. (  Seri.  A  )

 

1.  Tugas 1 :  Menjelaskan pengertian menyunting

    

      Waktu  :  1.  menit.

 

2. Standar Kriteria   : Terjawab dengan benar

 

3. Instruksi Kerja    : Jelaskan pengertian menyunting

 

4.  Jawaban Tugas 1

 

Penulis yang baik harus selalu dan selalu menyunting tulisannya serta memperhatikan alur dan ritme tulisan mereka. Dan mereka juga harus mengetahui apa makna dari tiap kata yang mereka pakai.

 

Anda menyunting tulisan dengan tujuan untuk menyingkat, mempertajam, menyederhanakan dan menjelaskan, untuk meningkatkan urutan dan logika pikiran, dan untuk menguji semuanya dari sudut pandang seorang pembaca. Saat Anda mengedit, tanyakan pada diri sendiri pertanyaan berikut:

  1. Sudahkah saya memakai kata kerja dalam kalimat aktif?
  2. Sudahkah saya menempatkan subyek saya di dekat kata kerja?
  3. Sudahkah saya memilih kata-kata yang benar-benar menerjemahkan maksud saya dengan tepat?
  4. Sudahkah saya menghindari kalimat yang panjang dan sulit dipahami?
  5. Sudahkah saya menghapus kata-kata yang tak perlu, terutama kalimat bercabang?
  6. Sudahkah saya menghindari perpindahan nada kalimat yang menyentak — dari gaya percakapan ke khotbah, dari santai ke formal?

Satu trik untuk penyuntingan adalah dengan memikirkan kembali apa yang telah Anda tulis sehingga keesokan harinya Anda dapat ‘merevisinya’ dengan pikiran yang segar. Apa yang Anda banggakan hari ini mungkin akan memalukan Anda keesokan harinya.

 


  1. 1.   Tugas 2 :  Menyebutkan kegiatan-kegiatan editing

 Waktu  :  1.  menit.

 

2. Standar Kriteria : Terinci dengan benar

 

 

3. Instruksi Kerja    : Sebutkan kegiatan-kegiatan editing

 

4.  Jawaban Tugas 2

KEGIATAN EDITING

  1. Memperbaiki kesalahan-kesalahan faktual.
  2. Menghindari kontradiksi dan mengedit berita untuk diperbaiki.
  3. Memperbaiki keaslahan ejaan (tanda baca, tatabahasa, angka, nama, dan alamat).
  4. Menyesuaikan gaya bahasa dengan gaya surat kabar bersangkutan.
  5. Mengetatkan tulisan (meringkas beberapa kalimat menjadi satu atau dua kalimat yang memiliki kejelasan makna serupa).
  6. Menghindari dari unsure-unsur penghinaan, arti ganda, dan tulisan yang memeuakkan (bad taste).
  7. Melengkapi tulisan dengan bahan-bahan tipografi (missal, anak judul/subjudul).
  8. Menulis judul yang menarik.
  9. Menulis keterangan gambar/caption untuk gambar/foto dan pekerjaan lain yang bersangkutan dengan cerita yang disunting.

10. Menelaah kembali hasil tulisan yang telah dicetak, mungkin masih terdapat kesalahan secara redaksional dan substansial.

 

  

  1. Tugas 3 :  Menjelaskan tahap-tahap penyuntingan

 

     Waktu  :  1.  menit.

 

2. Standar Kriteria   : Terinci dengan benar

  

3. Instruksi Kerja    : Sebutkan dan jelaskan tahap-tahap penyuntingan

 

4. Jawaban Tugas 3

 

Pada tahap menyunting, hal-hal yang perlu dilakukan oleh pembelajar adalah sebagai berikut:

  1. Membetulkan kesalahan bahasa tulisan mereka sendiri
  2. Membantu membetulkan kesalahan bahasa dan tata tulis tulisan mereka sekelas/sekelompok
  3. Mengoreksi kembali kesalahan-kesalahan tata tulis tulisan mereka sendiri

 

Dalam kegiatan penyuntingan ini, sekurang-kurangnya ada dua tahap yang harus dilakukan. Pertama, penyuntingan tulisan untuk kejelasan penyajian. Kedua, penyuntingan bahasa dalam tulisan agar sesuai dengan sasarannya (Rifai, 1997: 105—106). Penyuntingan tahap pertama akan berkaitan dengan masalah komunikasi. Tulisan diolah agar isinya dapat dengan jelas diterima oleh pembaca. Pada tahap ini, sering kali penyunting harus mereorganisasi tulisan karena penyajiannya dianggap kurang efektif. Ada kalanya, penyunting terpaksa membuang beberapa paragraf atau sebaliknya, harus menambahkan beberapa kalimat, bahkan beberapa paragraf untuk memperlancar hubungan gagasan. Dalam melakukan penyuntingan pada tahap ini, penyunting sebaiknya berkonsultasi dan berkomunikasi dengan penulis. Pada tahap ini, penyunting harus luwes dan pandai-pandai menjelaskan perubahan yang disarankannya kepada penulis karena hal ini sangat peka. Hal-hal yang berkaitan dengan penyuntingan tahap ini adalah kerangka tulisan, pengembangan tulisan, penyusunan paragraf, dan kalimat.

     Kerangka tulisan merupakan ringkasan sebuah tulisan. Melalui kerangka tulisan, penyunting dapat melihat gagasan, tujuan, wujud, dan sudut pandang penulis. Dalam bentuknya yang ringkas itulah, tulisan dapat diteliti, dianalisis, dan dipertimbangkan secara menyeluruh, dan tidak secara lepas-lepas (Keraf, 1989: 134). Penyunting dapat memperoleh keutuhan sebuah tulisan dengan cara mengkaji daftar isi tulisan dan bagian pendahuluan. Jika ada, misalnya, dalam tulisan ilmiah atau ilmiah populer, sebaiknya bagian simpulan pun dibaca. Dengan demikian, penyunting akan memperoleh gambaran awal mengenai sebuah tulisan dan tujuannya. Gambaran itu kemudian diperkuat dengan membaca secara keseluruhan isi tulisan. Jika tulisan merupakan karya fiksi, misalnya, penyunting langsung membaca keseluruhan karya tersebut. Pada saat itulah, biasanya penyunting sudah dapat menandai bagian-bagian yang perlu disesuaikan.

Pemeriksaan atas kalimat merupakan penyuntingan tahap pertama juga. Pada tahap ini pun, sebaiknya penyunting berkonsultasi dengan penulis. Penyunting harus memiliki pengetahuan bahasa yang memadai. Dengan demikian, penyunting dapat menjelaskan dengan baik kesalahan kalimat yang dilakukan oleh penulis. Untuk itu, penyunting harus menguasai persyaratan yang tercakup dalam kalimat yang efektif. Kalimat yang efektif adalah kalimat yang secara jitu atau tepat mewakili gagasan atau perasaan penulis. Untuk dapat membuat kalimat yang efektif, ada tujuh hal yang harus diperhatikan, yaitu kesatuan gagasan, kepaduan, penalaran, kehematan atau ekonomisasi bahasa, penekanan, kesejajaran, dan variasi.

Penyuntingan tahap kedua berkaitan dengan masalah yang lebih terperinci, lebih khusus. Dalam hal ini, penyunting berhubungan dengan masalah kaidah bahasa, yang mencakup perbaikan dalam kalimat, pilihan kata (diksi), tanda baca, dan ejaan. Pada saat penyunting memperbaiki kalimat dan pilihan kata dalam tulisan, ia dapat berkonsultasi dengan penulis atau langsung memperbaikinya. Hal ini bergantung pada keluasan permasalahan yang harus diperbaiki. Sebaliknya, masalah perbaikan dalam tanda baca dan ejaan dapat langsung dikerjakan oleh penyunting tanpa memberitahukan penulis. Perbaikan dalam tahap ini bersifat kecil, namun sangat mendasar.

 

 

  1. Tugas 4menjelaskan bagaimana sebagai penyunting yang baik

 

     Waktu  :  1.  menit.

 

2. Standar Kriteria : Terinci dengan benar

  

3. Instruksi Kerja    : Jelaskan bagaimana sebagai penyunting yang baik

 

4.  Jawaban Tugas 4

 

Penyunting yang baik :
- Memahami seluk-beluk bahasa (ejaan, tata kalimat, gaya bahasa, kalimat efektif, – pilihan kata, dan seterusnya)
- Mengerti sastra
- Mengerti siapa pembaca naskah yag disunting
- Tekun dan teliti dalam membaca
- Gemar membaca dan menulis

 

 

1.  Tugas 5 :  Menjelaskan prinsip dasar bahasa jurnalistik/pers

     Waktu  :  1.  menit.

 

2. Standar Kriteria : Terjawab dengan benar

  

3. Instruksi Kerja    : Jelaskan  mengenai prinsip dasar bahasa jurnalistik/pers

 

4.  Jawaban Tugas 5

 

PRINSIP DASAR BAHASA JURNALISTIK/PERS

q  Fungsi à bahasa komunikasi massa à harus jelas dan mudah dibaca dengan tingkat ukuran intelektual minimal. Menurut JS Badudu (1988) bahasa jurnalistik memiliki sifat-sifat khas di antaranya:

  1. Singkat, artinya bahasa jurnalistik harus menghindari penjelasan yang panjang dan bertele-tele.
  2. Padat, artinya bahasa jurnalistik yang singkat itu sudah mampu menyampaikan informasi yang lengkap. Menerapkan prinsip 5 wh, membuang kata-kata mubazir dan menerapkan ekonomi kata.
  3. Sederhana, memilih kalimat tunggal dan sederhana, bukan kalimat majemuk yang panjang, rumit, dan kompleks. Kalimat yang efektif, praktis, sederhana pemakaian kalimatnya, tidak berlebihan pengungkapannya (bombastis)
  4. Lugas, artinya bahasa jurnalistik mampu menyampaikan pengertian atau makna informasi secara langsung dengan menghindari bahasa yang berbunga-bunga .
  5. Menarik, artinya dengan menggunakan pilihan kata yang masih hidup, tumbuh, dan berkembang. Menghindari kata-kata yang sudah mati.

 

Terdapat empat prinsip retorika tekstual   yang dikemukakan Leech, yaitu prinsip prosesibilitas, prinsip kejelasan, prinsip ekonomi, dan prinsip ekspresifitas.

  1. Prinsip prosesibilitas, menganjurkan agar teks disajikan sedemikian rupa sehingga mudah bagi pembaca untuk memahami pesan pada waktunya. Dalam proses memahami pesan penulis harus menentukan (a) bagaimana membagi pesan-pesan menjadi satuan; (b) bagaimana tingkat subordinasi dan seberapa pentingnya masing-masing satuan, dan (c) bagaimana mengurutkan satuan-satuan pesan itu. Ketiga macam itu harus saling berkaitan satu sama lain.

Penyusunan bahasa jurnalistik dalam surat kabar berbahasa Indonesia, yang menjadi fakta-fakta harus cepat dipahami oleh pembaca dalam kondisi apa pun agar tidak melanggar prinsip prosesibilitas ini. Bahasa jurnalistik Indonesia disusun dengan struktur sintaksis yang penting mendahului struktur sintaksis yang tidak penting

 

Perhatikan contoh berikut:

Pangdam VIII/Trikora Mayjen TNI Amir Sembiring mengeluarkan perintah tembak di tempat, bila masyarakat yang membawa senjata tajam, melawan serta tidak menuruti permintaan untuk menyerahkannya. Jadi petugas akan meminta dengan baik. Namun jika bersikeras dan melawan, terpaksa akan ditembak di tempat sesuai dengan prosedur (Kompas, 24/1/99)

 

Contoh (1) terdiri dari dua kalimat, yaitu kalimat pertama menyatakan pesan penting dan kalimat kedua menerangkan pesan kalimat pertama.

 

  1. Prinsip kejelasan, yaitu agar teks itu mudah dipahami. Prinsip ini menganjurkan agar bahasa teks menghindari ketaksaan (ambiguity). Teks yang tidak mengandung ketaksaan akan dengan mudah dan cepat dipahami.

Perhatikan Contoh:

(1)   Ketika mengendarai mobil dari rumah menuju kantornya di kawasan Sudirman, seorang pegawai bank, Deysi Dasuki, sempat tertegun mendengar berita radio. Radio swasta itu mengumumkan bahwa kawasan Semanggi sudah penuh dengan mahasiswa dan suasananya sangat mencekam (Republika, 24/11/98)

 

(2)   Wahyudi menjelaskan, negara rugi karena pembajak buku tidak membayar pajak penjualan (PPN) dan pajak penghasilan (PPH). Juga pengarang, karena mereka tidak menerima royalti atas karya ciptaannya. (Media Indonesia, 20/4/1997).

 

Contoh (3) dan (4) tidak mengandung ketaksaan. Setiap pembaca akan menangkap pesan yang sama atas teks di atas. Hal ini disebabkan teks tersebut dikonstruksi oleh kata-kata yang mengandung kata harfiah, bukan kata-kata metaforis.

 

  1. Prinsip ekonomi. Prinsip agar teks itu singkat tanpa harus merusak dan mereduksi pesan.

Ketua DPP PPP Drs. Zarkasih Noer menyatakan, segala bentuk dan usaha untuk menghindari disintegrasi bangsa dari mana pun atau siapa pun perlu disambut baik (Suara Pembaruan, 21/12/98

 

  1. Prinsip ekspresivitas. Prinsip ini dapat pula disebut prinsip ikonisitas. Prinsip ini menganjurkan agar teks dikonstruksi selaras dengan aspek-aspek pesan. Dalam wacana jurnalistik, pesan bersifat kausalitas dipaparkan menurut struktur pesannya, yaitu sebab dikemukakan terlebih dahulu baru dikemukakan akibatnya. Demikian pula bila ada peristiwa yang terjadi berturut-turut, maka peristiwa yang terjadi lebih dulu akan dipaparkan lebih dulu dan peristiwa yang terjadi kemudian dipaparkan kemudian.

 

2.3     KUNCI  JAWABAN  TUGAS  SIKAP  KERJA. (  Seri .  A  )

 

1. Tugas 1 :  Membaca keseluruhan naskah

 

      Waktu  :  1.  menit.

 

2. Standar Kriteria   : Terpenuhinya penjelasan langkah-langkah penyuntingan

 

3.  Instruksi Sikap Kerja : Membaca keseluruhan naskah

 

4. Jawaban Tugas 1

Membaca dan memahami keseluruhan naskah, dapat menceritakan kembali isi naskah

 

 


1. Tugas 2Mengecek ejaan dan tata bahasa

 

      Waktu  :  1.  menit.

 

2. Standar Kriteria : Terpenuhinya penjelasan langkah-langkah penyuntingan

 

3.  Instruksi Sikap Kerja : Mengecek ejaan dan tata bahasa

 

4. Jawaban Tugas 2 :

Mengecek dan membetulkan ejaan dan tata bahasa

 

 

1. Tugas 3Mengecek fakta

      Waktu  :  1.  menit.

 

2. Standar Kriteria : Terpenuhinya penjelasan langkah-langkah penyuntingan

 

3.  Instruksi Sikap Kerja : Mengecek dan menyelidiki fakta

 

4. Jawaban Tugas 3 :

Mengecek dan menyelidiki fakta-fakta yang terdapat dalam naskah, bila fakta tidak benar, sumber tidak jelas maka akan dihilangkan

2.4 Daftar Cek Unjuk Kerja (Praktik)

 

TUGAS – TUGAS YANG DITAMPILKAN

KOMPETEN

BELUM

KOMPETEN

TANGGAL

1 Membaca keseluruhan naskah      
2 Mengecek ejaan dan tata bahasa      
3 Mengecek fakta      

 

 


2.5     CHECK LIST PENGETAHUAN, KETERAMPILAN DAN SIKAP KERJA

 

Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum ditandatangani

 

No.

Uraian   Materi  Check  List.

Penge-

tahuan

Keterampilan

Sikap

Kerja.

Ya./

Tidak

Ya./

Tidak

Ya./

Tidak

1.

2.

3.

4.

5.

 

 

1. Menambah naskah untuk di-edit

 1. Apakah semua petunjuk kerja diikuti ?

2.

Apakah peserta pelatihan dapat melakukan komunikasi dengan baik?

3.

Apakah peserta pelatihan dapat memproses informasi dengan baik?

4.

Apakah peserta pelatihan sudah mengetahui dasar-dasar menulis?

   

2. Menganalisa naskah

5.

Apakah semua petunjuk kerja diikuti ?

6.

Apakah peserta pelatihan sudah dapat menerapkan syarat-syarat naskah?

7.

Apakah peserta pelatihan sudah dapat menerapkan syarat-syarat naskah?  

8.

Apakah peserta pelatihan mampu menganalisa kekurangan naskah?  

 

3. Mendapat persetujuan dari orang-orang yang relevan

 

9.

Apakah semua petunjuk kerja diikuti ?  

10.

Apakah peserta pelatihan sudah dapat berdiskusi tentang pengembangan naskah?  

11.

Apakah peserta pelatihan bisa meyakinkan pihak terkait tentang naskah yang dibuat?  

12.

Apakah peserta pelatihan mampu melakukan komunikasi dengan pihak terkait?  

Jakarta,  ……………2007

Peserta  pelatihan,                                          Penilai,

 

(………………………)                                    (…………………..)

 

 


2.6     LEMBAR  HASIL  PENILAIAN

 

- Unit Kompetensi           :  Menyunting naskah

 

- Kode Unit Kompetensi   :   TIK.MM02.023.01

 

 

- Nama Peserta Pelatihan :   ……………………………………………………

 

- Nama Pelatih                :   …………………………………………………….

 

 

- Kompetensi yang dicapai         :   Kompeten  :                   /  Belum Kompeten  :

 

-          Umpan Balik Untuk Peserta Pelatihan :

 

 

 

 

 

 

Tanda  tangan peserta   :

 

 

Peserta sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alas an-alasan pengambilan keputusan  dari penilai.

 

Tanda tangan Penilai :

 

 

Tanggal :

 

Saya sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alasa n pengambilan keputusan tersebut.

 

Tanda tangan Peserta Pelatihan :

 

 

Tanggal :

Buku-buku referensi untuk pelatihan yang telah direkomendasikan :

 

  1. A.   Data Buku  Manual :
    1.  Keraf, Gorys. (1989). Komposisi.Flores: Nusa Indah.
    2. McCrimmon, James M. (1967). Writing With a Purpose. Boston: Houghton Mifflin Company.
    3. Nunan, David. (1991). Language Teaching Methodology. New York: Prentice Hall.
    4. Rifai, Mien A. (1997). Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan, dan Penerbitan. Yogyakarta: GadjahMadaUniversity Press.
    5. Supriadi, Dedi. (1997). Isu dan Agenda Pendidikan Tinggi di Indonesia. Jakarta: PT Rosda Jayaputra
    6. Tompkins, Gail E. (1990). Teaching Writing Balancing Process and Product. New York: Macmillan Publishing Company.
    7. Zuchdi, Darmiyati. (1997). “Pembelajaran Menulis dengan Pendekatan Proses”, Karya Ilmiah disajikan dan dibahas pada Senat Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Yogyakarta tanggal 15 November 1996 (tidak dipublikasikan). Yogyakarta: IKIP.

 

 

B. Data Buku Pendukung Teori.

- Lihat pada Modul Buku Informasi Menyunting naskah

 

 


LEMBAR PENILAIAN

 

 

Tanggal : ……………………………….

 

 

Peserta pelatihan telah dinilai

 

 

 

KOMPETEN                                              BELUM KOMPETEN

 

 

 

 

 

Nama Peserta Pelatihan                              Nama Penilai

 

 

……………………………..                            ……………………………..

Tanda Tangan                                          Tanda Tangan

 

 

 

 

 

Komentar / Saran

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

……………………………………………………………………………………………………………

Testimoni

Filed under : blog, tags: