Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Menyiapkan Proposal TIK.CS01.001.01

Jul
09
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT

 

 

MENYIAPKAN PROPOSAL

TIK.CS01.001.01

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

Daftar Isi ………………………………………………………………………………… ….     1

 

BAB I. 3

PENGANTAR. 3

1.1     Konsep Dasar Competency Based Training (CBT) 3

1.2     Penjelasan Modul 3

1.2.1   Desain Modul 3

1.2.2   Isi Modul 4

1.2.3   Pelaksanaan Modul 4

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 5

1.4     Pengertian-Pengertian / Istilah. 5

 

BAB II. 7

STANDAR KOMPETENSI. 7

2.1     Peta Paket Pelatihan. 7

2.2     Pengertian Unit Standar Kompetensi 7

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari 7

2.3.1   Kode dan Judul Unit 8

2.3.2   Deskripsi Unit 8

2.3.3   Elemen Kompetensi 8

2.3.4   Batasan Variabel 9

2.3.5   Panduan Penilaian. 9

2.3.6   Kompetensi Kunci 11

 

BAB III. 12

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 12

3.1     Strategi Pelatihan. 12

3.2     Metode Pelatihan. 13

 

BAB IV. 14

MATERI UNIT KOMPETENSI. 14

4.1     Tujuan Instruksional Umum.. 14

4.2     Tujuan Instruksional Khusus 14

4.3     Pengertian Proposal 15

4.4     Menyiapkan Susunan Proposal 15

4.4.1   Jenis Proposal yang Akan Dibuat Ditentukan. 15

4.4.2   Bahan atau Referensi untuk Pembuatan Proposal Disiapkan. 16

4.4.3   Buku atau Referensi Lain Tentang Cara atau Metode Pembuatan Proposal yang Baik dan Benar Dibaca. 17

4.4.4   Kerangka Proposal Ditentukan. 17

4.4.5   Susunan Proposal yang Baik dan Benar Sesuai Petunjuk Pembuatan Proposal Ditentukan  19

4.4.6   Perangkat Pendukung (Komputer) Dalam Pembuatan Proposal Disiapkan  20

4.5     Membuat Proposal 21

4.5.1   Komputer Dinyalakan dan Diidentifikasi Tidak Ada Error 21

4.5.2   Software Word Processing Dibuka. 21

4.5.3   Rancangan Isi Dari Proposal (Latar Belakang, Tujuan, Isi, dll) Disiapkan. 22

4.5.4   Proposal Diketik Sesuai Dengan Rancangan yang Sudah Dibuat 29

4.5.5   Proposal Disusun Sesuai Dengan Susunan Yang Sudah Dibuat 35

4.6     Memeriksa Hasil Pembuatan Proposal 37

4.6.1   Hasil Pengetikan dan Penyusunan Proposal Diperiksa dan Diidentifikasi Sudah Tidak Ada Kesalahan (Huruf, Font, Susunan, dll) 37

4.6.2   Hasil Pengetikan Proposal Dicetak. 38

4.6.3   Proposal yang Sudah Dicetak Disusun dan Dijilid. 39

4.6.4   Proposal yang Sudah Dijilid Diperiksa Kembali 40

4.6.5   Proposal Disimpan Pada Tempat yang Aman, Bersih dan Mudah Dijangkau  40

 

BAB V. 41

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI  41

5.1     Sumber Daya Manusia. 41

5.2     Sumber-sumber Kepustakaan (Buku Informasi) 42

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 43

 

DAFTAR PUSTAKA. 44

BAB I

PENGANTAR

 

1.1    Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2    Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1   Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2   Isi Modul

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3   Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

-    Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-    Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-    Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-    Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan:

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

- Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

- Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

- Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

- Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3    Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4    Pengertian-Pengertian / Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standarisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1        Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.CS01.001.01     Menyiapkan Proposal

 

2.2        Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara menyiapkan proposal untuk pengerjaan proyek-proyek berbasiskan IT.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3        Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

2.3.1   Kode dan Judul Unit

Kode Unit       : TIK.CS01.001.01

Judul Unit      : Menyiapkan Proposal

 

2.3.2   Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini berkaitan dengan tindakan menyiapkan proposal meliputi menyiapkan susunan proposal, membuat proposal dan memeriksa hasil pembuatan proposal. Unit kompetensi ini diperlukan untuk memudahkan dalam pelaksanaan suatu project atau keperluan tertentu.

 

2.3.3   Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Menyiapkan susunan proposal 1.1  Jenis proposal yang akan dibuat ditentukan.

1.2. Bahan/referensi untuk pembuatan proposal disiapkan.

1.3. Buku atau referensi lain tentang cara atau metode pembuatan proposal yang baik dan benar dibaca.

1.4. Kerangka proposal ditentukan.

1.5. Susunan proposal yang baik dan benar sesuai petunjuk pembuatan proposal ditentukan.

1.6. Perangkat pendukung (komputer) dalam pembuatan proposal disiapkan.

02     Membuat proposal 2.1  Komputer dinyalakan dan diidentifikasi tidak ada error.

2.2. Software word processing dibuka.

2.3. Rancangan isi dari proposal (latar belakang, tujuan, isi dll ) disiapkan.

2.4. Proposal diketik sesuai dengan rancangan yang sudah dibuat.

2.5. Proposal disusun sesuai dengan susunan yang sudah dibuat.

03     Memeriksa hasil pembuatan proposal. 3.1 Hasil pengetikan dan penyusunan proposal diperiksa dan diidentifikasi sudah tidak ada kesalahan (huruf, font, susunan dll).

3.2. Hasil pengetikan proposal dicetak.

3.3. Proposal yang sudah dicetak disusun dan dijilid.

3.4. Proposal yang sudah dijilid diperiksa kembali.

3.5. Proposal disimpan pada tempat yang aman, bersih dan mudah dijangkau.

Tabel 2.1 – Elemen Kompetensi

2.3.4   Batasan Variabel

  1. Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.
  2. Sumber tenaga manusia dan peralatan mungkin beragam dari satu sektor industri ke industri lain dan mungkin mencakup:

2.1         Jenis komputer dan spesifikasi komputer.

2.2         Perangkat peripheral komputer.

2.3         Jumlah atau besar sistem.

2.4         Beban kerja tiap perangkat.

2.5         OS yang digunakan.

2.6         Tools yang digunakan

  1. Rincian biaya meliputi:

3.1         Waktu pelaksanaan

3.2         Peralatan

3.3         Jumlah dan kualifikasi tenaga kerja yang digunakan

3.4         Penyediaan barang yang dapat dikonsumsi

  1. Kemungkinan-kemungkinan itu meliputi:

4.1         Kesulitan teknis.

4.2         Pertimbangan hubungan industri.

4.3         Sakit/kecelakaan/kejadian-kejadian.

4.4         Hal-hal lain yang terkait dengan sektor.

  1. Tenaga kerja yang relevan meliputi:

5.1         Teknisi Perakitan Komputer.

5.2         Teknisi Perawatan Komputer.

5.3         Teknisi Perbaikan Komputer.

 

2.3.5   Panduan Penilaian

  1. 1.   Pengetahuan dan keterampilan penunjang

1.1     Pengetahuan dasar

1.1.1    Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi , laporan  tertulis.

1.1.2    Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja manusia,

mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi informasi.

1.1.3    Manajemen projek.

1.2     Keterampilan dasar

1.2.1    Kemampuan  menyeluruh sektor industri

1.2.2    Kemampuan menangani  dokumen secara akurat

1.2.3    Format penyajian proposal/tender efektif yang tepat

 

  1. 2.   Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya.

 

Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1     Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali untuk menentukan konsistensi kemampuan).

2.2     Studi kasus.

2.3     Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4     Menanyakan secara lisan/interview.

2.5     Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6     Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7     Bukti penilaian.

 

  1. 3.   Aspek penting penilaian

Unit kompetensi ini menerapkan serangkaian sektor-sektor. Fokus penilaian akan tergantung pada sektor industri. Penilaian harus dibuat untuk memenuhi kebutuhan sektor tertentu dimana kemampuan tertentu sedang dinilai.

 

Penilaian ini sebaiknya tidak hanya ditujukan pada variabel-variabel, yang terkait dengan serangkaian variabel pernyataan, yang diterapkan pada kontek yang dipilih.

 

Pembuktian berikut ini adalah penting dalam menentukan kompetensi pada unit ini:

3.1     Suatu proposal/tender produksi yang efektif, lengkap, dan disajikan dengan baik yang memenuhi semua spesifikasi laporan.

3.2     Proses pekerjaan yang sesuai untuk pengembangan proposal atau tender.

 

  1. 4.   Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1     Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dengan:

4.1.1    TIK.CS01.002.01   Menyiapkan Presentasi.

 

4.2     Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

 

2.3.6       Kompetensi Kunci

            Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

1

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

1

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

1

7

Menggunakan teknologi

2

Tabel 2.2 – Kompetensi Kunci

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1        Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2        Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

 

 

4.1        Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa dapat merancang, menyiapkan, dan membuat proposal untuk pelaksanaan proyek berbasis IT.

 

 

4.2        Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat menyiapkan susunan proposal.
  • Siswa dapat membuat proposal.
  • Siswa dapat memeriksa hasil pembuatan proposal.

 

4.3    Pengertian Proposal

Secara umum pengertian dari proposal adalah sebuah dokumen tertulis dalam bentuk formal dan standar yang memberikan deskripsi tentang suatu rencana, rancangan, penelitian, atau pekerjaan beserta aspek-aspek yang diajukan, yang bertujuan untuk menjabarkan atau menjelaskan suatu tujuan kepada pihak pembaca (individu atau organisasi) sehingga mereka memperoleh pemahaman mengenai tujuan tersebut secara lebih rinci, yang selanjutnya diajukan untuk mendapatkan penilaian dan persetujuan.

 

Diharapkan dari proposal tersebut, pihak penulis dapat memberikan informasi yang sedetail mungkin kepada pihak pembaca, sehingga akhirnya kedua belah pihak memperoleh persamaan visi, misi, dan tujuan.

 

Ada beberapa hal yang biasanya didetailkan atau dirincikan dalam sebuah proposal, yaitu:

  1. Penjabaran mendetail mengenai tujuan utama dari pihak penulis kepada pihak pembaca
  2. Penjabaran mendetail mengenai proses bagaimana mencapai tujuan pihak penulis kepada pihak pembaca
  3. Penjabaran mendetail mengenai hasil dari proses yang telah dijabarkan diatas, sehingga mencapai tujuan yang diinginkan oleh pihak penulis dan juga pihak pembaca

 

4.4    Menyiapkan Susunan Proposal

4.4.1   Jenis Proposal yang Akan Dibuat Ditentukan

Banyak orang yang tidak mengerti bagaimana caranya membuat sebuah proposal yang baik dan benar. Kebanyakan orang membuat proposal tanpa tahu bagaimana menjabarkan tujuan dibuatnya proposal tersebut, sehingga isi proposal itu menjadi tidak terstruktur dengan benar, dan mengakibatkan pihak pembaca proposal kurang mengerti apa yang diterangkan didalam proposal tersebut.

 

Pembuatan sebuah proposal harus dimulai dengan tujuan yang jelas, apakah proposal tersebut dibuat dengan tujuan untuk meyakinkan investor, ataukah proposal itu dibuat dengan tujuan untuk mengajak kerjasama, atau yang lainnya.

 

Perumusan tujuan dibuatnya proposal akan mempengaruhi jenis proposal yang akan dibuat. Penentuan jenis proposal ini penting agar maksud dan tujuan yang ingin dicapai oleh pihak penulis dapat tersampaikan kepada pihak pembaca, dan akhirnya disetujui oleh pihak pembaca itu untuk dilaksanakan bersama.

 

Tentukan jenis proposal yang akan dibuat. Berikut adalah jenis-jenis proposal yang umum digunakan:

  1. Proposal penawaran kerjasama antara pihak penulis dengan pihak pembaca
  2. Proposal permintaan dana untuk suatu pekerjaan
  3. Proposal penelitian
  4. Proposal pengadaan, perancangan, dan pelaksanaan suatu pekerjaan yang ditawarkan oleh pihak penulis kepada pihak pembaca
  5. Proposal untuk mendapatkan investasi dari pihak pembaca atas pekerjaan yang dilakukan oleh pihak penulis

 

Setelah jenis proposal yang akan dibuat telah ditentukan, maka tujuan awal dari dibuatnya proposal itu telah dirumuskan sesuai dengan jenis proposal yang telah ditentukan sebelumnya.

 

Berikut adalah hal-hal yang perlu dipersiapkan setelah perumusan tujuan dan jenis penulisan proposal telah dirumuskan:

  1. Mencari informasi umum dan khusus yang mendukung penulisan proposal
  2. Mencari informasi umum dan khusus yang mendukung maksud dan tujuan yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca
  3. Mengerti dan mengetahui detail pelaksanaan tujuan
  4. Mencari informasi mengenai pihak pembaca, sehingga proposal yang ditulis berkenan bagi mereka

 

4.4.2   Bahan atau Referensi untuk Pembuatan Proposal Disiapkan

Bahan-bahan atau referensi yang perlu disiapkan dalam pembuatan proposal adalah semua yang berkaitan dengan jenis dan tujuan dibuatnya proposal tersebut.

 

Sebagai contoh, jika proposal yang ingin dibuat bertujuan untuk pengadaan, perancangan, dan pelaksanaan suatu pekerjaan infrastruktur berbasis teknologi informasi, maka persiapkanlan bahan-bahan dan informasi yang mendukung proses tersebut, baik informasi umum (buku, majalah, artikel, internet, dsb) maupun informasi khusus, yaitu keadaan infrastruktur IT yang menjadi sasaran dari pelaksanaan maksud dan tujuan proposal yang bersangkutan.

 

Informasi-informasi yang sekiranya tidak berkaitan dengan jenis dan tujuan dibuatnya proposal tersebut sebaiknya disingkirkan terlebih dahulu. Hal ini untuk mencegah agar tidak tercampur dengan yang akan digunakan dalam penulisan nantinya.

 

Sebagai catatan, untuk informasi-informasi yang sifatnya umum sebaiknya seperlunya saja, yang penting adalah jelas dan efektif. Informasi-informasi umum yang terlalu banyak dalam penulisan proposal hanya akan membingungkan pembaca, dan membuat maksud serta tujuan yang ingin disampaikan menjadi tidak jelas. Sebaliknya informasi-informasi khusus hasil analisa terhadap pembaca dapat diolah sebanyak mungkin sehingga menjadi bahan acuan yang kuat untuk proposal tersebut.

 

4.4.3   Buku atau Referensi Lain Tentang Cara atau Metode Pembuatan Proposal yang Baik dan Benar Dibaca

Ada banyak sumber mengenai cara pembuatan proposal yang baik dan benar. Pilihlah beberapa yang memiliki kesamaan, lalu pisahkan. Setelah itu mulailah dibaca dan dianalisa, yang mana yang paling sesuai dengan jenis dan tujuan proposal yang sebelumnya telah dirumuskan

 

Dari sumber-sumber ini biasanya diperoleh suatu gambaran mengenai kerangka proposal yang sistematis, terarah, serta efektif dan efisien.

 

Beberapa sumber mengemukakan kerangka proposal yang berlainan satu dengan lainnya. Tidak perlu bingung untuk mengikuti yang mana. Sebagaimana telah diberitahukan sebelumnya, pilihlah beberapa sumber yang memiliki kesamaan metode, lalu pisahkan.

 

Dari beberapa kelompok sumber yang telah dipisahkan tersebut, mulailah dianalisa satu persatu, mana yang sekiranya paling sesuai untuk diterapkan dalam penulisan proposal yang diinginkan. Sesuaikan juga dengan jenis dan tujuan proposal.

 

Sebagai contoh, jika proposal yang ingin dibuat adalah proposal untuk penawaran kerjasama, maka jangan menggunakan kerangka proposal untuk penelitian. Karena dari maksudnya saja sudah berbeda, dimana proposal kerjasama lebih menekankan untuk tujuan bisnis, sedangkan proposal penelitian lebih menekankan untuk tujuan ilmu pengetahuan.

 

Penulis bisa juga merumuskan sendiri metode pembuatan proposal berdasarkan atas sumber-sumber yang telah diperolehnya itu, selama metode tersebut dapat menghasilkan proposal yang dapat dipahami secara umum, artinya masih bersifat formal dan standar.

 

4.4.4   Kerangka Proposal Ditentukan

Penentuan kerangka proposal merupakan salah satu hal penting pertama dalam pembuatan proposal. Hal ini dimaksudkan agar proposal tidak hilang arah dalam pembahasannya nanti. Selain itu agar proposal dapat lebih sistematis dan mudah dipahami isinya oleh pihak pembaca, dengan demikian maksud dan tujuan dapat tersampaikan dengan baik.

 

Penggunaan bahasa dalam penulisan proposal sangat penting. Gunakan bahasa yang formal dan standar digunakan, dalam hal ini penggunaan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris yang baik dan benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku di masyarakat.

 

Dalam penulisan proposal perhatikan pihak pembaca yang akan membaca proposal. Bila pihak pembaca adalah institusi lokal, gunakan Bahasa Indonesia dalam penulisan proposal. Sebaliknya jika pihak pembaca adalah institusi asing, gunakan Bahasa Inggris dalam penulisan proposal.

 

Banyak penulis menggunakan Bahasa Inggris dalam penulisan proposal yang ditujukan untuk institusi lokal hanya untuk memperlihatkan kesan cerdas, professional, elit, dsb dari si penulis. Namun sebenarnya hal tersebut tidaklah efektif dan efisien ditinjau dari segi waktu, karena belum tentu pihak pembaca dapat langsung mengerti maksud dan tujuan dari isi proposal tersebut. Kemungkinan yang dapat terjadi adalah waktu menjadi terbuang hanya untuk menunggu pihak pembaca sampai dapat memahami isi proposal yang bersangkutan. Atau yang lebih buruk lagi, proposal tidak disetujui karena pihak pembaca tidak mengerti isi proposal hanya karena masalah bahasa, dan lebih memilih proposal lain dengan bahasa yang lebih mudah dicerna oleh mereka.

 

Pastikan hal seperti itu tidak terjadi dalam penulisan proposal dengan mengumpulkan sebanyak mungkin informasi mengenai pihak pembaca, apakah pihak pembaca merupakan institusi lokal atau institusi asing. Atau mungkin gabungan dari keduanya.

 

Bila tidak diketahui apakah pihak pembaca merupakan institusi lokal atau asing, atau merupakan gabungan keduanya, ada baiknya untuk menulis proposal dalam dua versi bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

 

Berikut adalah kerangka proposal yang umum dan standar digunakan, baik dalam Bahasa Indonesia maupun dengan Bahasa Inggris:

  1. Pendahuluan / Introduction
  2. Ruang Lingkup / Scope
  3. Tujuan / Objectives
  4. Methodology / Methodology
  5. Analisis Kebutuhan / Requirement Analysis
  6. Manajemen Perencanaan & Implementasi Proyek / Management Plan & Project Implementation
  7. Perkiraan Anggaran Keuangan / Budget
  8. Penutup / Conclusion

 

Setelah menentukan kerangka proposal, tentukan standar-standar teknis penulisan proposal seperti ukuran kertas yang digunakan, jenis dan ukuran font, dsb.

 

Dalam penentuan standar-standar teknis penulisan proposal, tidak ada ketentuan yang secara khusus diberlakukan. Pada umumnya masyarakat menggunakan standar penulisan yang ditetapkan sendiri oleh kebijakan masing-masing institusi, organisasi, perusahaan, atau lembaga lainnnya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan standar teknis penulisan:

  1. Ukuran kertas yang dipergunakan
  2. Penentuan batas kiri, kanan, atas, dan bawah pada kertas
  3. Jenis dan ukuran font  yang digunakan
  4. Jarak antara baris yang satu dengan berikutnya
  5. Penggunaan Header and Footer pada setiap halaman
  6. Pencantuman nomor halaman pada setiap halaman
  7. Penggunaan Index and Tables  untuk membuat Daftar Isi
  8. Penulisan istilah asing digunakan huruf miring
  9. Penulisan judul bab dan sub-bab digunakan huruf tebal

10. Siapkan gambar logo institusi, organisasi, perusahaan, atau lembaga lainnya yang terkait dengan penulisan proposal

11. Siapkan referensi sebagai daftar pustaka

12. Siapkan lampiran sebagai pelengkap proposal

 

4.4.5   Susunan Proposal yang Baik dan Benar Sesuai Petunjuk Pembuatan Proposal Ditentukan

Sistematika penyusunan proposal ditentukan dari kerangka proposal yang sebelumnya telah dibuat. Dibawah ini adalah sistematika penyusunan proposal yang dibuat berdasarkan kerangka proposal yang telah dibuat:

Bab I     Pendahuluan / Introduction

1.1         Ikhtisar Proyek / Project Overview

1.1.1    Kode Proyek / Project Code

1.1.2    Judul Proyek / Project Title

1.1.3    Lokasi Proyek / Project Location

1.1.4    Tujuan Proyek / Project Objectives

1.1.5    Perkiraan Jangka Waktu Proyek / Estimated Project Time Frame

1.1.6    Perkiraan Anggaran Proyek / Estimated Project Budget

1.1.7    Pengelola Proyek / Project Management

  • Pemimpin Proyek / Project Leader
  • Institusi Pemberi Dana / Recipient Institution
  • Institusi yang Bekerjasama / Collaborating Institution
  • Institusi yang Berpartisipasi / Participating Institution
  • Pihak Pemberi Dana Lainnya / Other Donor Agencies

1.1.8    Dokumen Pendukung Administrasi / Supportive Administrative Documents

1.1.9    Abstrak / Summary

1.2         Latar Belakang & Dasar Pemikiran / Background & Justification

1.3         Ruang Lingkup / Scope

1.4         Tujuan / Objectives

1.5         Metodologi / Methodology

 

Bab II Analisa Kebutuhan & Perancangan / Requirement Analysis                 &   Developing

2.1         Gambaran Umum Kondisi yang ada / Recently Conditions Overview

2.2         Gambaran Umum Kebutuhan / Requirement Overview

2.3         Usulan yang Ditawarkan / Suggestions Offered

2.4         Gambaran Umum  dari Usulan yang Ditawarkan / Suggestions Overview

2.5         Perancangan / Developing

 

Bab III  Implementasi & Manajemen Perencanaan Proyek / Project           Implementation & Management Plan

3.1         Hasil yang Ingin Dicapai / Expected Project Result

3.2         Resiko dan Hasil / Risk and Reward

3.3         Institusi & Personil yang Terkait Dalam Pelaksanaan Proyek / Project Beneficiaries

3.4         Kegiatan Proyek & Rencana Kerja / Project Activities & Work Plan

3.5         Pengawasan & Evaluasi Proyek / Monitoring & Evalution Project

3.6         Daftar Kerja / Timetable

 

Bab IV   Perkiraan Anggaran Keuangan / Budget

 

Bab V    Penutup / Conclusion

 

4.4.6   Perangkat Pendukung (Komputer) Dalam Pembuatan Proposal Disiapkan

Salah satu perangkat pendukung dalam pembuatan proposal adalah komputer yang telah dilengkapi dengan operating system, dan program pengolah kata / word processor.

 

Spesifikasi hardware yang dibutuhkan untuk komputer yang akan dipergunakan tidaklah terlalu tinggi. Spesifikasi minimum komputer yang dapat dipergunakan adalah:

  • Processor  500 MHz dengan Mainboard  yang kompatibel
  • RAM 128 Mb
  • Grahic Card  32 Mb (bisa onboard  atau non onboard )
  • Harddrive 5 Gb
  • CD-ROM
  • Monitor
  • Mouse
  • Keyboard
  • Printer

 

Persiapkan komputer sebagai salah satu perangkat pendukung dengan sebaik-baiknya. Jika komputer belum terinstal operating system, segera lakukan instalasi. Pilih Operating System yang sesuai dengan spesifikasi komputer yang ada, agar performa komputer dapat maksimal. Disarankan untuk menginstal Windows sebagai Selanjutnya lakukan instalasi program pengolah kata / word processor. Dalam pembahasan ini, program word processor yang akan digunakan adalah Microsoft Office Word. Mengenai versi dari Microsoft Office Word yang akan digunakan, tidak menjadi terlalu bermasalah dalam penulisan proposal.

 

4.5    Membuat Proposal

4.5.1   Komputer Dinyalakan dan Diidentifikasi Tidak Ada Error

Komputer sebagai perangkat pendukung penulisan proposal dinyalakan dan diperiksa performanya, apakah dapat berjalan dengan baik.

 

Cara pengidentifikasian sederhana perangkat komputer dengan Operating System  berbasiskan Windows adalah dengan menjalankan beberapa aplikasi berlainan secara bersamaan, lalu tekan Ctrl+Alt+Del. Akan tampil Window Task Manager yang menampilkan status performa Operating System pada saat menjalankan program-program aplikasi yang berlainan tersebut. Klik pada tab Performance dan perhatikan bagian CPU Useage. Disana terlihat persentase pemakaian CPU. Pastikan persentase tersebut dalam rata-rata persentase yang stabil. Bila persentase tidak stabil, tutup aplikasi yang sedang berjalan satu persatu sampai persentase menjadi stabil. Lihat ada berapa jendela aplikasi yang berjalan saat persentase dalam keadaaan stabil. Hindari penggunaan aplikasi yang melebihi jumlah tersebut, agar persentase pemakaian CPU menjadi stabil selama pemakaian.

 

4.5.2   Software Word Processing Dibuka

Banyak program word processor yang dapat digunakan dalam penulisan proposal. Kebanyakan fungsi, kegunaan, fitur, serta tampilannya juga hampir sama satu dengan lainnya. Yang membedakan hanyalah kebiasaan pengguna dalam menggunakannya.

 

Dalam pembahasan ini, program word processor yang digunakan adalah Microsoft Office Word. Pastikan program Microsoft Office Word sudah terinstal secara lengkap pada komputer.

 

Klik Start à All Program à Microsoft Word  untuk menjalankan aplikasi Microsoft Office Word. Atau bisa juga dengan mengklik pada icon Microsoft Word  pada desktop.

 

Tampilan pertama yang tampil adalah halaman putih kosong sebagai lembar kerja dokumen pengetikan. Cobalah ketikkan beberapa buah kata pada halaman kosong tersebut, kemudian pilih File à Save As, atau tekan Alt+F kemudian pilih Save As dengan menggunakan tombol panah pada keyboard. Akan tampil window Save As. Klik kolom Save In:  untuk menentukan dimana lokasi file tersebut akan disimpan. Ketikkan nama file yang diinginkan pada kolom File name:, lalu klik Save. Tutup lembar kerja dokumen dengan mengklik File à Close, atau Alt+F  lalu pilih Close  dengan menggunakan tombol tanda panah pada keyboard. Bisa juga dengan langsung mengklik tanda X pada sudut kanan atas dibawah tanda X jendela Microsoft Word.

 

Kini tidak ada lagi lembar kerja dokumen pengetikan, karena sudah ditutup. Coba buka file yang telah disimpan sebelumnya tersebut dengan mengklik File à Open, atau Alt+F  lalu pilih Open dengan menggunakan tombol tanda panah pada keyboard. Bisa juga dengan menggukan kombinasi tombol Ctrl+o. Selanjutnya akan tampil window Open. Klik pada kolom Look in untuk mem-browse lokasi file yang ingin dibuka tersebut. Setelah itu double klik pada file yang diinginkan, atau klik tombol Open.

 

Bila semua kegiatan di atas dapat berjalan dengan baik, maka dapat dipastikan bahwa program Microsoft Word  telah terinstal dan dapat berjalan dengan baik untuk proses pengetikan proposal.

 

4.5.3   Rancangan Isi Dari Proposal (Latar Belakang, Tujuan, Isi, dll) Disiapkan

Sebelum memulai pengetikkan proposal, rancanglah terlebih dahulu isi / content  yang akan dimuat dalam proposal yang bersangkutan. Perancangan isi proposal mengacu pada sistematika penyusunan proposal yang telah dirumuskan sebelumnya.

 

Berikut ini penjelasan isi dari tiap-tiap bab dan sub bab dari sistematika penyusunan proposal yang telah dibuat:

Bab I     Pendahuluan / Introduction

1.1         Ikhtisar Proyek / Project Overview

1.1.1    Kode Proyek / Project Code :

Pemberian kode proyek berdasarkan kebijakan dari     pihak yang mengajukan proposal

 

1.1.2    Judul Proyek / Project Title :

Kalimat singkat yang menggambarkan subyek dari      proposal. Jangan lupa untuk menyertakan nama pihak    atau institusi yang dituju.

 

1.1.3    Lokasi Proyek / Project Location :

Tempat atau lokasi yang digunakan dalam pelaksanaan         proyek.

 

1.1.4    Tujuan Proyek / Project Objectives :

Rumuskan tujuan secara singkat, baik tujuan secara    umum maupun tujuan secara khusus yang ingin dicapai.           Sertakan pula tujuan jangka pendek dan tujuan jangka          panjang yang dirumuskan secara singkat.

 

1.1.5    Perkiraan Jangka Waktu Proyek / Estimated Project Time Frame:

Rumuskan durasi waktu untuk menyelesaikan seluruh   proyek dalam hitungan bulan, mulai dari perencanaan      hingga finalisasi.

 

1.1.6    Perkiraan Anggaran Proyek / Estimated Project Budget:

Rumuskan perkiraan anggaran keuangan yang dibutuhkan     untuk menyelesaikan proyek dalam mata uang lokal dan       mata uang asing yang terkait, dalam pembahasan ini       berarti Rp. dan $.

 

1.1.7    Pengelola Proyek / Project Management

  • Pemimpin Proyek / Project Leader:

Nama pemimpin proyek yang bertanggungjawab        atas keseluruhan proyek. Cantumkan keterangan    lain untuk melengkapi identitas pemimpin proyek          ini, seperti gelar, jabatan, alamat, nomor telepon,      e-mail, institusi atau pihak yang diwakili olehnya         beserta nomor registrasi institusi atau pihak tersebut.

 

  • Institusi Pendukung / Recipient Institution:

Nama institusi yang diharapkan dapat menjadi pendukung untuk proyek yang diajukan. Dapat       dikatakan juga institusi yang menjadi tujuan           diajukannya proposal untuk disetujui. Cantumkan       alamat, nomor telepon/faximili, e-mail, dan        informasi lainnya yang mendukung.

 

  • Institusi yang Bekerjasama / Collaborating Institution :

Nama institusi lainnya yang diajak bekerja sama untuk           menjalankan proyek yang bersangkutan.

 

  • Institusi yang Berpartisipasi / Participating Institution :

Nama institusi yang menjadi peserta dalam      pelaksanaan proyek.

 

  • Pihak Pemberi Dana Lainnya / Other Donor Agencies :

Pihak lainnya yang ikut berkontribusi dalam      mendukung terlaksananya proyek.

 

1.1.8    Dokumen Pendukung Administrasi / Supportive Administrative Documents:

Dokumen-dokumen pendukung yang dapat meyakinkan        pihak pembaca atas proposal yang diajukan tersebut.    Contohnya adalah surat persetujuan dan pengesahan proyek dari institusi          yang mengajukan proposal, surat           penunjukkan pihak tertentu (pemimpin proyek) untuk bertanggung jawab           atas proyek yang diajukan, dsb.

 

1.1.9    Abstrak / Summary:

Ringkasan mengenai gambaran proyek yang diajukan sebanyak kurang lebih 150 – 300 kata. Buatlah seringkas          mungkin namun padat isinya, dimana maksud dan tujuan tersampaikan dengan jelas. Hal penting yang perlu           diperhatikan adalah masalah yang ada, usulan pemecahannya, hasil yang ingin dicapai, dan bagaimana       pelaksanaan proyek tersebut. Masukkan kata kunci           sebagai pembantunya bila perlu.

 

1.2         Latar Belakang & Dasar Pemikiran / Background & Justification :

  • Hal-hal dan kondisi umum yang melatarbelakangi dan menjadi sebab perlunya dilaksanakan proyek ini
  • Hubungan proyek dengan institusi terkait
  • Dasar-dasar pemikiran dan teori yang mendukung pelaksanaan proyek ini, misalnya S.K.Mentri No. XX/Thn XXXX, Kebijakan Presiden No. XX/Thn XXXX, teori rekayasa piranti lunak oleh Pressman tahun 1997, dsb.

 

1.3         Ruang Lingkup / Scope:

Pemberian batasan ruang lingkup yang akan ditangani oleh   proyek ini.    Misalnya proyek pembenahan infrastruktur IT pada        institusi tertentu. Beri batasan masalah apa saja yang ingin       ditanggulangi dari proyek ini, seperti masalah entry data,     kalkulasi gaji    pegawai, perhitungan inventory, dsb.

1.4         Tujuan / Objectives:

Rumuskan tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan proyek ini,     yang terdiri dari:

  • Tujuan umum : tujuan keseluruhan yang ingin dicapai dalam proyek
  • Tujuan khusus : perincian dari tujuan umum. Rumuskan tujuan yang ingin dicapai per bagian kerja
    • Tujuan jangka pendek : tujuan yang ingin dicapai setelah proyek selesai dan memasuki tahap pelaksanaan dan implementasi
    • Tujuan jangka panjang : tujuan yang ingin dicapai sebagai follow up dari evaluasi terhadap hasil proyek yang telah berjalan dan telah dilaksanakan

 

1.5         Metodologi / Methodology:

Merumuskan cara-cara yang dapat digunakan untuk mencapai          tujuan-tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya, terutama   tujuan yang bersifat khusus. Metode-metode yang umum   digunakan dalam sebuah proyek adalah:

  • Metode Pengumpulan Data/informasi:

ü  Buku, surat kabar, artikel, internet, atau sumber tertulis lainnya

ü  Wawancara / Interview langsung ke sumber data / informasi, dalam hal ini adalah bagian-bagian kerja terkait yang ada dalam institute / pihak tertentu

ü  Penyebaran kuisioner kepada bagian-bagian kerja terkait yang dalam institusi / pihak tertentu

ü  Observasi langsung ke pihak / institusi terkait

ü  Diskusi kelompok / rapat kerja dengan institusi terkait

 

  • Metode Analisa:

ü  Menganalisa kelebihan dan kekurangan yang dimilki oleh institusi terkait berdasarkan data/informasi yang sudah didapat

ü  Menganalisa masalah-masalah yang lahir dari kekurangan yang dimilki oleh institusi terkait

ü  Merumuskan kebutuhan-kebutuhan yang lahir dari masalah-masalah yang ada pada institusi terkait

ü  Menganalisa bagaimana kelebihan-kelebihan yang dimiliki institusi terkait dapat mendukung pelaksanaan proyek yang diajukan, sehingga masalah-masalah dapat diatasi

 

  • Metode Perancangan:

ü  Menggunakan spesifikasi modul dan bagan alir (Data Flow Diagram, Flowchart, dsb)

ü  Menggunakan spesifikasi fase / Project Phase dan Timetable

 

  • Metode Laboratorium:

ü  Melakukan implementasi dan pengujian terhadap proyek yang telah selesai

ü  Melakukan evaluasi terhadap hasil implemantasi dan pengujian

ü  Merumuskan solusi terhadap hasil evaluasi proyek

 

Bab II   Analisa Kebutuhan & Perancangan / Requirement Analysis &                Developing

2.1         Gambaran Umum Kondisi yang ada / Recently Conditions Overview:

Penjabaran mengenai kondisi dan keadaan yang ada sekarang        ini, baik di masyarakat maupun di institusi terkait dalam    hubungannya dengan proyek yang diajukan. Rincikan segala       kelebihan dan kekurangan hasil dari analisa terhadap data / informasi yang diperoleh dari institusi terkait, dan bagaimana    eksistensinya dalam masyarakat.

 

2.2         Gambaran Umum Kebutuhan / Requirement Overview :

Penjabaran mengenai kebutuhan yang lahir dari masalah-     masalah yang timbul karena kekurangan-kekurangan yang ada         dalam institusi terkait.

 

2.3         Usulan yang Ditawarkan / Suggestions Offered :

Rumuskan ide dan usulan yang dapat memenuhi kebutuhan-  kebutuhan tersebut. Gunakan kelebihan-kelebihan yang ada   pada institusi sebagai pendukung untuk pelaksanaan proyek.

 

2.4         Gambaran Umum  dari Usulan yang Ditawarkan / Suggestions Overview:

Penjabaran mengenai ide dan usulan yang ditawarkan berkaitan      dengan pelaksanaan proyek.

 

2.5         Perancangan / Developing:

Uraikan bagaimana proses perancangan proyek yang diajukan         menurut bagian-bagian kerja, modul, dan elemen terkait lainnya,        mulai dari input, proses pengolahan input, hingga menghasilkan         output yang memuaskan. Gunakan Data Flow Diagram,           Flowchart, Model Diagram, atau tools lainnya yang dapat      menggambarkan perancangan secara logis.

 

Bab III  Implementasi & Manajemen Perencanaan Proyek / Project                   Implementation & Management Plan

3.1         Hasil yang Ingin Dicapai / Expected Project Result :

Penggambaran hasil keseluruhan yang dicapai dari pelaksanaan       proyek dengan situasi dan kondisi dari perencananaan aktifitas          dan budget yang ditawarkan. Dijelaskan juga pengaruh hasil     yang dicapai terhadap institusi terkait.

 

3.2         Resiko dan Hasil / Risk and Reward:

Setiap proyek memiliki resiko yang harus dihadapi. Namun ada       juga hasil yang dapat diraih jika proyek berhasil dilaksanakan. Uraikan resiko yang ada dalam pelaksanaan proyek, berikut       langkah yang harus diambil dalam menghadapi masing-masing           resiko. Bila semua resiko telah dipersiapkan langkah-langkah          untuk menghadapinya, maka besar kemungkinan proyek dapat       berhasil dilaksanakan. Uraikan hasil yang dapat diraih jika proyek         berhasil dilaksanakan.

 

3.3         Institusi & Personil yang Terkait Dalam Pelaksanaan Proyek / Project Beneficiaries:

Buat dua pembagian kelompok yang terkait dalam pelaksanaan       proyek, yaitu institusi dan personil.

  • Institusi: Sebutkan institusi mana saja yang terkait dalam pelaksanaan proyek, mulai dari institusi pendukung (Recipient Institution) sampai pada pihak outsource jika ada. Jelaskan bidang usaha dan profesi dari tiap-tiap institusi tersebut, dan berikan penjelasan kenapa mereka terkait dalam pelaksanaan proyek.
  • Personil: Sebutkan personil dengan profesi, kualifikasi, dan jabatan apa saja yang berkecimpung dalam pelaksanaan proyek, beserta jumlahnya. Misalnya,

 

     Web Developer:

Jumlah                   : 10 orang

Kualifikasi               : .Net Programming, CSS,

                                    Javascript, SQL language

Jabatan                  : Tim perancang aplikasi /

Aplication Developing Team

 

3.4         Kegiatan Proyek & Rencana Kerja/Project Activities & Work Plan :

Rumuskan proyek menjadi beberapa tahap / fase dengan      aktifitas pengerjaan masing-masing tahap / fase yang diuraikan.      Tiap-tiap tahap / fase diberikan perkiraan waktu pengerjaan    (deadline) dan target yang harus dicapai pada tahap tersebut.           Misalnya :

Tahap 1 – Merancang tampilan web

Target : Tampilan web sudah dalam bentuk html  dan CSS untuk                  semua halaman aplikasi

Waktu pengerjaan : 1 bulan dari mulai waktu pengerjaan

Personil pelaksana : Web Designer

Tim pelaksana : Creative Division Team

Keterangan:

Penginterpretasian dari hasil analisa terhadap user requirement,      profesi dan bidang usaha institusi terkait ke dalam bentuk visual   berupa tampilan berbasis web yang user friendly dan dapat      digunakan dengan baik untuk aktifitas tertentu.  

 

3.5         Pengawasan & Evaluasi Proyek/Monitoring & Evaluation Project :

Pengawasan secara periodik terhadap    kegiatan proyek yang        sedang berjalan. Hal ini untuk memastikan semua kegiatan         berjalan sesuai dengan  rencana yang telah dibuat. Hasil pengawasan dilaporankan secara berkala untuk dilakukan      evaluasi, yang hasilnya digunakan untuk memperoleh solusi    dalam pengembangan selanjutnya.

3.6         Daftar Kerja / Timetable :

Perumusan schedule pengerjaan proyek dan durasinya. Dari tiap-    tiap tahap / fase diuraikan lagi menjadi tahap-tahap yang lebih spesifik beserta dengan durasi pengerjaannya. Gunakan   table untuk memperjelas tahapan-tahapan tersebut, seperti           contoh gambar 4.1 di bawah ini.

 

(Gambar 4.1 – Timetable)

 

Bab IV   Perkiraan Anggaran Keuangan / Budget

Perhitungkan semua kemungkinan yang membutuhkan biaya dalam pelaksanaan proyek, dan pisahkan dalam beberapa kategori. Berikut adalah beberapa kategori yang standar digunakan dalam proyek-proyek pada umumnya:

  • Personil / Personnel :

Semua Human Resources yang terkait dalam pengerjaan       proyek baik outsource maupun insource

  • Konsultan / Consultans :

Penggunaan jasa konsultan proyek jika ada

  • Peralatan / Equipment :

Semua peralatan yang dibutuhkan dalam pengerjaan   proyek beserta jumlah yang dibutuhkan

  • Transportasi / Transportation :

Biaya transportasi yang digunakan selama pengerjaan          proyek

  • Perancangan / Developing :

Biaya research, development, perancangan, dan         operasional selama pengerjaan proyek

  • Evaluasi / Evaluation :

Biaya evaluasi yang termasuk didalamnya adalah         perawatan / maintenance, pengawasan, serta penyebaran        hasil yang didapat dari pelaksanaan proyek

  • Pelatihan / Training :

Biaya pelatihan selama masa penyesuaian dan transisi           pelaksanaan proyek dan penyebaran hasil-hasilnya dalam         institusi terkait

  • Lain-lain / Miscellaneous :

Rincikan biaya lain-lain ini secara detil agar institusi tidak     menganggap ini sebagai biaya mark up yang dibuat-buat.     Masukkan semua biaya yang berada diluar kategori-  kategori sebelumnya, namun dibutuhkan dalam      pelaksanaan proyek. Misalnya biaya perbaikan peralatan,      biaya sewa tempat, dsb

 

Bab V    Penutup / Conclusion:

Berisi rumusan harapan yang sekira dapat dicapai oleh semua pihak terkait dalam pelaksanaan proyek, dan lembar pengesahan proyek

 

4.5.4   Proposal Diketik Sesuai Dengan Rancangan yang Sudah Dibuat

Sebelum memulai pengetikan proposal, tentukan terlebih dahulu standar teknis penulisan yang akan digunakan. Berikut adalah standar teknis penulisan yang umum digunakan:

  1. Ukuran kertas yang digunakan adalah A4 (8.27 x 11.29 inchi).

 

  1. Ukuran margin kertas

Batas kiri kertas (left margin): 1.58 inchi.

Batas kanan kertas (right margin): 0.98 inchi.

Batas atas kertas (top margin): 1 inchi.

Batas bawah kertas (bottom margin): 0.98 inchi.

 

  1. Jenis dan ukuran font

Gunakan jenis font  yang standar dan mudah dibaca. Umumnya font yang digunakan adalah Times New Roman, Arial, Tahoma, dan Verdana. Untuk ukuran font, gunakan ukuran yang standar, jangan terlalu kecil dan juga jangan terlalu besar yaitu 12.

 

  1. Jarak antara baris yang satu dengan berikutnya

Biasa disebut dengan line spacing, yaitu jarak baris. Gunakan jarak yang tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil. Jarak yang terlalu besar hanya akan menghabiskan halaman dan merepotkan pembaca yang harus sering membalik halaman. Sedangkan jarak yang terlalu kecil membuat tulisan menjadi sulit terbaca. Gunakan line spacing sebesar 1.5 atau 2. Klik Format à Paragraph untuk pengaturannya. Akan tampil window paragraph. Klik pada kolom line spacing untuk pengaturannya.

 

  1. Penggunaan Header and Foter pada setiap halaman

Pengaturan dapat dilakukan dengan menu View à Header and Footer. Header digunakan untuk menampilkan bab, judul sub-bab, dan nomor halaman pada bagian atas tiap-tiap halaman, seperti terlihat pada contoh gambar 4.2 di bawah ini.

 

(Gambar 4.2 – Header)

 

 

Footer digunakan untuk menampilkan judul proposal pada bagian bawah tiap-tiap halaman, seperti terlihat pada contoh gambar 4.3 di bawah ini.

 

(Gambar 4.3 – Footer)

 

  1. Pencantuman nomor halaman pada setiap halaman

Ukuran font  yang digunakan untuk nomor halaman adalah 10 atau 11. Gunakan Header and Footer untuk pengaturan tampilan nomor halaman.

 

  1. Penggunaan index and Tables untuk membuat daftar isi

Beberapa ada yang tidak mengetahui bagaimana cara membuat daftar isi secara otomatis dengan fasilitas yang telah disediakan dalam Microsoft Office Word, sehingga mereka membuatnya secara manual. Langkah pertama yang perlu dilakukan untuk membuat daftar isi adalah dengan memberikan status pada judul bab dan sub-bab yang ingin dimasukkan dalam daftar isi.

Judul bab: Heading 1

Judul sub-bab: Heading 2

Judul bagian sub-bab: Heading 3

Cara pemberian status untuk judul bab dan sub-bab adalah dengan mengetikkan langsung pada kolom yang ada di sebelah kiri kolom pengaturan font. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar 4.4 dibawah ini.

(Gambar 4.4 – Heading)

 

 

Pastikan semua judul bab dan sub-bab sudah diberi status. Dengan demikian, maka pembuatan daftar isi dapat lebih mudah dengan menggunakan Index and Tables. Pembuatan daftar isi dapat dibuat belakangan setelah semua isi proposal selesai diketik, namun awal perancangannya dimulai dari pemberian status pada judul bab dan sub-bab.

 

  1. Penulisan istilah asing digunakan huruf miring

Dengan kombinasi tombol Ctrl+i atau dengan mengklik icon  pada menu Microsoft Ofiice Word, pengguna dapat menghasilkan huruf miring. Pastikan semua istilah asing selain bahasa local digunakan huruf miring.

 

  1. Penulisan judul bab dan sub-bab digunakan huruf tebal

Dengan kombinasi tombol Ctrl+b atau dengan mengklik icon  pada menu Microsoft Ofiice Word, pengguna dapat menghasilkan huruf miring. Pastikan semua judul bab dan sub-bab telah menggunakan huruf tebal.

 

10. Siapkan gambar logo institusi, organisasi, perusahaan, atau lembaga lainnya yang terkait dengan penulisan proposal

Berbagai gambar yang terkait dengan pengajuan proposal dapat disiapkan untuk memperjelas dan memberikan gambaran detail mengenai isi proposal. Gambar logo institusi, oraganisasi, perusahaan, atau lembaga lainnya yang terkait dapat digunakan dalam pembuatan sampul halaman depan proposal, atau pada lembar pengesahan proposal.

 

11. Siapkan referensi sebagai daftar pustaka

Berbagai referensi dan sumber yang telah digunakan dalam penyusunan proposal dipersiapkan untuk bagian daftar pustaka. Format penulisan sumber untuk daftar isi adalah :

nama pengarang (tahun terbit), judul buku/artikel/sumber, penerbit

Contoh:

Lyons, Richard G (1997), Understanding Digital Signal Processing, Addison-Wesley.

 

12. Siapkan lampiran sebagai pelengkap proposal

Lampiran berisi dokumen-dokumen pendukung yang sekiranya perlu untuk disertakan dalam pengajuan proposal, seperti gambar-gambar keterangan yang ukurannya besar, lembar persetujuan dari institusi tertentu, dsb.

 

Setelah standar teknis penulisan telah ditentukan dan dikonfigurasi pada Microsoft Office Word, pengetikan proposal dapat dilakukan. Ingat untuk selalu memperhatikan standar teknis penulisan yang telah ditentukan dalam pengetikan.

 

Lakukan pengetikan sesuai dengan rancangan isi yang telah dibuat sebelumnya. Jangan melenceng dari rancangan yang telah dibuat, karena nanti dapat mempengaruhi konsistensi isi yang ingin disampaikan kepada pembaca.

 

Sampul atau cover untuk halaman depan dibuat berdasarkan contoh seperti gambar 4.5 di bawah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(Gambar 4.5 – Sampul Depan / Cover)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lembar pengesahan, dibuat seperti contoh gambar 4.6 di bawah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(Gambar 4.6 – Lembar Pengesahan)

 

 

 

 

 

4.5.5   Proposal Disusun Sesuai Dengan Susunan Yang Sudah Dibuat

Proposal yang sudah selesai diketik kemudian disusun sesuai dengan susunan yang telah dibuat, yaitu sistematika penyusunan proposal. Pastikan semua judul bab, sub-bab, dan pembahasannya sudah sesuai dengan sistematika penyusunan proposal.

 

Buatlah daftar isi yang berguna untuk membantu penyusunan proposal yang sudah diketik.

 

Sebelumnya pastikan kembali semua judul bab dab sub-bab sudah mempunyai status heading, seperti yang telah dibahas pada sub-bab 4.5.4 point 6 mengenai Index and Tables.

 

Cara pembuatan daftar isi dimulai dengan menempatkan pointer pada satu halaman kosong dimana daftar isi ingin ditempatkan, halaman ketiga dari proposal. Klik Insert à Reference à Index and Table. Akan tampil window Index and Table. Ada empat tab pada window tersebut. Ikuti pengaturan sesuai gambar 4.7 sampai dengan gambar 4.10 di bawah ini.

 

(Gambar 4.7 – Index)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(Gambar 4.8 – Table of Contents)

 

 

 

(Gambar 4.9 – Table of Figures)

 

(Gambar 4.9 – Table of Figures)

 

 

Klik tombol OK setelah semua pengaturan telah selesai.

 

Akan tampil daftar isi berdasarkan judul bab dan sub-bab yang sebelumnya telah diatur statusnya menjadi heading. Atur kembali daftar isi tersebut sesuai dengan sistematika penyusunan proposal yang telah dibuat. Perhatikan bagian judul bab dan sub-bab yang ditampilkan dalam daftar isi tersebut.

 

 

4.6    Memeriksa Hasil Pembuatan Proposal

4.6.1   Hasil Pengetikan dan Penyusunan Proposal Diperiksa dan Diidentifikasi Sudah Tidak Ada Kesalahan (Huruf, Font, Susunan, dll)

Hasil pengetikan proposal diperiksa kembali secara teliti dan benar untuk menghindari kesalahan teknis pada penulisan. Begitu juga dengan penyusunan sistematika proposal. Bandingkan daftar isi dengan sistematika yang sudah dibuat. Penyusunan sistematika ada pada pembahasan 4.4.5.

 

Bila daftar isi sudah sesuai dengan sistematika penyusunan, periksalah isi rancangan bab per bab, apakah sudah sesuai dengan rancangan isi yang sudah dibuat sebelumnya berdasarkan sistematika penyusunan.

 

Memeriksa sistematika penyusunan proposal dan rancangan isi lebih sulit dibandingkan dengan memeriksa teknis penulisan, karena itu  diharapkan seteliti mungkin dalam pembuatan dan perancangan pada tahap sebelumnya. Hal ini untuk menghindari menghabiskan waktu yang terlalu lama dalam memeriksa.

 

Teknis penulisan sudah dibahas sebelumnya dalam sub-bab 4.5.4. Periksa kembali penulisan proposal sesuai dengan langkah-langkah teknis penulisan yang sudah sebelumnya itu.

 

Untuk mempercepat pemeriksaan yang berkaitan dengan font, dapat digunakan kombinasi tombol Ctrl+a  untuk men-select  semuanya, lalu lakukan perubahan, misalnya mengganti tipe hurufnya menjadi Tahoma, dsb. Maka secara otomatis semua huruf yang digunakan akan berubah menjadi tipe Tahoma.

 

Gunakan kombinasi tombol Ctrl+f  untuk pengeditan kata atau kalimat tertentu. Window Find and Replace berguna untuk melakukan koreksi kata atau kalimat tertentu yang ada pada keseluruhan dokumen. Misalnya kata “institusi” ingin digunakan huruf miring, maka gunakan window Find and Replace, lalu pada tab Replace masukkan kata “institusi” pada kolom Find what:, kemudian masukkan kata “institusi ” yang menggunakan huruf miring (gunakan Ctrl+i  untuk menghasilkan huruf miring), kemudian klik Replace All. Maka semua kata “institusi” dalam dokumen tersebut akan berubah menjadi “institusi “.

 

Setelah pemeriksaan dan pengeditan telah selesai jangan lupa untuk menyimpan file tersebut. Klik File à Save As. Kemudian ketikkan nama file yang diinginkan. Gunakan nama file yang relevan dengan dokumen proposal tersebut, agar nanti tidak perlu susah mencarinya saat ingin membuka dokumen itu lagi. Lakukan back up pada file tersebut jika diperlukan untuk menghindari kerusakan file atau file hilang. Lakukan back up pada CD atau USB disk.

 

4.6.2   Hasil Pengetikan Proposal Dicetak

Persiapkan alat-alat dan perlengkapan untuk pencetakan proposal, seperti printer, kertas HVS ukuran A4 80 mg, kertas foto ukuran A4 untuk sampul depan, dan plastik cover untuk sampul depan. Gunakan printer berwarna dalam pencetakan proposal. Sediakan tinta printer yang kompatibel beserta cadangannya.

 

Pastikan printer telah terinstal pada computer. Klik Control Panel à Printers and Faxes untuk mengetahui apakah sudah ada printer yang terinstal atau belum. Bila belum ada printer yang terinstal, segera lakukan penginstalan.

 

Pencetakan dapat segera dilakukan setelah semua alat dan perlengkapan untuk pencetakan sudah siap.

 

Untuk melihat hasil cetakan sebelum dicetak ke dalam kertas, klik File à Print Preview, atau klik icon . Bila proposal dirasa sudah layak untuk dicetak ke dalam kertas, lakukan pencetakan. Sebelumnya keluar dulu dari tampilan Print Preview dengan mengklik Close.

 

Lakukan pencetakan dengan mengklik File à Print, atau dengan kombinasi tombol Ctrl + p.  Pilih nama printer yang sudah terinstal dengan mengklik kolom Name. Untuk menghindari kesalahan cetak yang dapat terjadi karena hal-hal selain kesalahan teknis penulisan, seperti printer yang Jamming, dsb, ada baiknya untuk mencetak halaman proposal per 5 atau 10 halaman. Hal ini untuk menghindari pemborosan pada kertas.

 

Lakukan pencetakan proposal sebanyak dua kali. Atau bisa juga lebih dari dua kali, disesuaikan dengan kebutuhan pihak yang membutuhkan proposal tersebut. Namun pastikan pihak yang mengajukan proposal mempunyai minimal satu proposal dalam bentuk hardcopy.

 

4.6.3   Proposal yang Sudah Dicetak Disusun dan Dijilid

Halaman-halaman proposal yang sudah dicetak disusun secara benar mengikuti urutan halamannya. Periksa dengan teliti apakah ada halaman yang belum tercetak. Sesuaikan jumlah halaman yang sudah tercetak semua dengan jumlah halaman yang ada pada dokumen softcopy.

 

Gunakan halaman pembatas berwarna untuk memisahkan antara bab yang satu dengan bab berikutnya. Sebisa mungkin gunakan halaman pembatas berwarna dengan salah satu warna yang sesuai dengan logo institusi terkait.

 

Proposal sudah siap dijilid apabila semua halaman sudah tercetak dengan benar sesuai dengan tampilan dokumen softcopy – nya. Jilid proposal pada layanan Fotocopy Center yang menyediakan layanan penjilidan.

 

4.6.4   Proposal yang Sudah Dijilid Diperiksa Kembali

Periksa kembali proposal yang sudah dijilid dengan teliti. Bandingkan dengan dokumen proposal dalam bentuk softcopy untuk pemeriksaannya. Pastikan bagian proposal sebelah kiri yang merupakan bagian yang dijilid tidak memakan tulisan yang ada pada proposal.

 

Periksa halaman pembatas berwarna yang memisahkan bab yang satu dengan bab berikutnya, apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan.

 

4.6.5   Proposal Disimpan Pada Tempat yang Aman, Bersih dan Mudah Dijangkau

Masukkan proposal ke dalam amplop atau map yang disegel. Bila proposal belum ingin dikirim atau diberikan kepada pihak terkait, simpan proposal di dalam lemari arsip yang bersih dan memiliki kunci yang aman. Masukkan ke dalam kelompok proposal yang belum terkirim berdasarkan urutan kode proyek. Hal ini untuk memudahkan dalam melakukan pencarian proposal nantinya. Kunci lemari arsip dan simpan kunci lemari arsip di tempat yang aman dan mudah diingat.

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI

 

5.1        Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2    Sumber-sumber Kepustakaan (Buku Informasi)

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

 

 

 

 

 

5.3        Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Menyiapkan Proposal
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.CS01.001.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR

BAHAN

KETERANGAN

1.

Menyiapkan Proposal TIK.CS01.001.01
  • Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive.
  • PC dengan sistem operasi Windows dan Program Microsoft Office Word.
  • Keyboard, mouse, dan monitor.
  • RAM dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.
  • Printer warna.
  • CD Installer Microsoft Office.
    • CD installer Microsoft Office.
    • Buku informasi, artikel, atau manual cara-cara menyiapkan proposal.
 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  • Website:
    • http://en.wikipedia.org
    • http://www.xyzcomputing.com
    • http://techrepublic.com

 

Testimoni

artikel lainnya Menyiapkan Proposal TIK.CS01.001.01



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Saturday 13 December 2014 | blog

  MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN KERJA       MEMVALIDASI PROGRAM PELATIHAN…

Wednesday 3 September 2014 | blog

PENAWARAN PENGADAAN SAPI  Jenis Sapi yang ditawarkan adalah Limousin dan Metal (Sapi Australia),dengan kondisi baik…

Wednesday 17 June 2015 | blog

Maestro International Inc 1438 Jl. Semanggi Jaya Jakarta 10009     29th July, 1993   Robert…

Saturday 4 April 2015 | blog

    MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI          …