Advertisement
loading...

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Advertisement

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR PROGRAMMER KOMPUTER

 

 

MENULIS PROGRAM LANJUT

TIK.PR02.006.01

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan


 

DAFTAR ISI

 

DAFTAR ISI                                                                                                  Hal

 

BAB I       PENGANTAR                                                                                     4

1.1   Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi                                 4

1.2   Penjelasan Modul                                                                        4

1.2.1  Isi Modul                                                                          5

1.2.2  Pelaksanaan Modul                                                            6

1.3   Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)                                           6

1.4   Pengertian Istilah-istilah                                                             7

 

BAB II     STANDAR KOMPETENSI                                                                     9

2.1   Peta Paket Pelatihan                                                                   9

2.2   Pengertian Unit Standar                                                              9

2.3   Unit Kompetensi Yang Dipelajari                                                10

2.3.1  Kode dan Judul Unit                                                        10

2.3.2  Deskripsi Unit                                                                10

2.3.3  Elemen Kompetensi                                                        11

2.3.4  Batasan Variabel                                                             12

2.3.5  Panduan Penilaian                                                          12

2.3.6  Kompetensi Kunci                                                           14

 

BAB III    STRATEGI DAN METODE PELATIHAN                                                15

3.1   Strategi Pelatihan                                                                    15

3.2   Metode Pelatihan                                                                     16

 

BAB IV     MATERI UNIT KOMPETENSI                                                             18

4.1   Tujuan Instruksional Umum                                                       18

4.2   Tujuan Instruksional Khusus                                                      18

 

4.3   Menerapkan kualitas program                                                    19

4.3.1  Parameter kualitas program sesuai standar                                                         kualitas yang dipakai                                                                       21

4.3.2  Kompleksitas dari program sesuai dengan                                                           standar kualitas yang dipakai                                                            22

4.4   Menulis Program                                                                      23

4.4.1  Program ditulis sesuai dengan desain modul

yang sudah dibuat dan aspek kualitas dipenuhi                  25

4.4.2  Program ditulis mengikuti standar bahasa

pemrograman yang telah ditentukan                                 31

4.4.3  Penanganan kesalahan program dimasukan                                               dalam penulisan kode program                                                         35

4.5   Mengkompilasi Program                                                            36

4.5.1  Program dikompilasi dengan benar                                   36

4.5.2  Program bebas dari kesalahan dan dapat di                                                        running      37

BAB V SUMBER-SUMBER  YANG  DIPERLUKAN  UNTUK  PENCAPAIAN

KOMPETENSI                                                                                       38

5.1   Sumber Daya Manusia                                                               38

5.2   Literatur                                                                                  38

5.3   Lain-lain                                                                                  40

5.4   Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan                               41

 

DAFTAR PUSTAKA                                                                                         42

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

 

 

1.1        Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

Pelatihan berbasis kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan secara kompeten. Lalu, apa arti kompeten di tempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, berarti Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif di tempat dimana Anda bekerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui dan ditetapkan.

 

1.2        Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan pseserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.1   Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

  1. Buku Informasi

Buku informasi merupakan sumber materi pelatihan bagi pelatih maupun pserta pelatihan.

 

  1. Buku Kerja

Buku kerja digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Konvensional maupun Pelatihan Individual/Mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

-      Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami materi/informasi yang disajikan.

-      Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memantau pencapaian ketrampilan peserta pelatihan.

-      Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

  1. Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

-      Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.

-      Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.

-      Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.

-      Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.

-      Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.

-      Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

1.2.2   Pelaksanaan Modul

Pada Pelatihan Klasikal/Konvensional, pelatih akan :

-      Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-      Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-      Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban/ tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan Individual/Mandiri, peserta pelatihan akan :

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

-      Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

-      Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

-      Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-      Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3        Pengakuan Kompetensi Terkini

Pengakuan Kompetensi Terkini dikenal juga dengan RCC (Recognition of Current Competency). Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :

  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama, atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama, atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4        Pengertian Istilah-istilah

Berikut adalah pengertian dari beberapa istilah yang digunakan dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi, antara lain :

  1. Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta ketrampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

  1. Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

  1. Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

  1. Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

  1. Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

  1. Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil dsn memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit,

elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

  1. Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

  1. Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian/uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

 

 

2.1        Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.PR03.001.01     Mengoperasikan Bahasa Pemrograman Data Deskripsi (SQL) Dasar
  2. TIK.PR03.002.01     Mengoperasikan Bahasa Pemrograman Data Deskripsi (SQL) Lanjut

 

2.2        Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari pemrograman data deskripsi lanjut untuk melengkapi pengetahuan yang telah Anda kuasai pada pelatihan mengenai pemrograman data deskripsi dasar sebelumnya.

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan bagi semua pengguna terutama yang tugasnya berkaitan dengan pengelolaan, pemeliharaan dan pemrograman basis data seperti Database Administrator dan Database Developer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3        Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat:

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1   Kode dan Judul Unit

Kode Unit     : TIK.PR02.006.01

Judul Unit     : Menulis Program Lanjut

 

2.3.2   Deskripsi Unit

Unit ini menentukan kompetensi yang diperlukan untuk menulis program dengan menggunakan bahasa pemrograman tertentu. Penulisan program merupakan penerapan hasil perancangan program. Informasi hasil perancangan program dalam bentuk diagram dan deskripsi. Programer dapat menulis program berdasarkan hasil perancangan program, tanpa mengalami kesulitan dalam menterjemahkan dan memahami alur     proses dari spesifikasi program tersebut.Untuk tingkat lanjut ini dibatasai untuk dapat menuliskan program kedalam bahasa pemrograman tertentu dengan memasukan kualitas program dapat menangani kompleksitas program

 

 

2.3.3   Elemen Kompetensi

          ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01 Menerapkan kualitas program 1.1  Parameter kualitas program sesuai standar kualitas yang dipakai

1.2         Kompleksitas dari program sesuai dengan   standar kualitas yang dipakai

02 Menulis program 2.1  Program ditulis sesuai dengan desain modul yang sudah dibuat dan aspek kualitas dipenuhi

 

2.2      Program ditulis mengikuti standar bahasa pemrograman yang telah ditentukan

 

2.3  Penanganan kesalahan program dimasukan dalam penulisan kode program. Kode program yang ditulis dapat menampilkan kesalahan kode program tanpa menyebabkan   program menjadi tak jalan

 

03 Mengkompilasi program 3.1  Program dikompilasi dengan benar. Kesalahan kompilasi akan ditunjukkan oleh kompiler. Kesalahan yang timbul dibetulkan sesuai dengan jenis kesalahannya

 

3.2  Program bebas dari kesalahan dan dapat di running

2.3.4   Batasan Variabel

Batasan variabel unit kompetensi ini adalah sebagai berikut:

  1. Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.
  2. Menulis program lanjut bersifat internal pada bidang teknologi informasi dan komunikasi.

 

2.3.5   Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari :

  1. Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan dibidang berikut  ini :

1.1     Pengetahuan dasar yang dibutuhkan :

1.1.1    Memahami algoritma pemrograman.

1.1.2    Memahami struktur data

1.1.3    Memahami spesifikasi program.

1.1.4    Membuat program dengan bahasa terstruktur

1.2       Keterampilan Dasar

1.2.1                  Mengoperasikan sistem computer

1.2.2                  Mengoperasikan bahasa pemrograman

 

  1. Konteks penilaian

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau tempat lain secara teori dan praktek dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

  1. Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan

3.1   Kemampuan mengidentifikasi kualitas program sesuai standar yang digunakan.

3.2     Kemampuan mengkompilasi program dengan benar sehingga program dapat berjalan dengan baik.

3.3     Melaporkan kinerja program.

 

  1. Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1   Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan dasar-dasar teknologi informasi:

4.1.1 TIK.PR02.004.01 Menggunakan Spesifikasi Program

4.1.2 TIK.PR02.005.01 Menulis program dasar

4.1.3 TIK.PR02.008.01 Mengoperasikan bahasa pemrograman terstruktur

 

4.2  Unit ini juga mendukung kinerja dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan :

4.2.1 Pengujian program

4.1.2 Mengkonfigurasikan program

 

4.3            Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu           dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra kejuruan umum, institusi           harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian           konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sekor tertentu. Batasan           variable akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/khusus, pelatihan harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

 

 

 

2.3.6   Kompetensi Kunci

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

3

6

Memecahkan masalah

3

7

Menggunakan teknologi

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

 

3.1.      Strategi Pelatihan        

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

 

 

 

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2.          Metode Pelatihan      

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

4.1        Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan konsep pemrograman terstruktur
  • Siswa dapat menuliskan dan menjalankan program berbasis bahasa pemrograman C

 

4.2        Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa mengerti dan mampu menjelaskan apa yang dimaksud dengan pmrograman terstruktur
  • Siswa dapat menggolongkan perintah apa saja yang temasuk bahasa pemrograman C
  • Siswa mengerti dan mampu menjelaskan apa yang dimaksud dengan fungsi dan variable
  • Siswa dapat menggolongkan perintah apa saja yang termasuk fungsi dan variable
  • Siswa dapat menjelaskan penggunaan fungsi
  • Siswa mengerti apa yang dimaksud dengan design
  • Siswa dapat membuat dan mengaplikasikan bahasa C
  • Siswa mengerti apa yang dimaksud dengan fungsi dan prosedur
  • Siswa mengetahui dan mampu menggunakan perintah-perintah C untuk membuat fungsi dan prosedur
  • Siswa mengetahui dan mampu menjelaskan penggunaan loop, conditional if

 

 

 

 

4.3        Menerapkan kualitas pemrograman

Dalam pemrograman terstruktur, salah satu bahasa pemrograman terbaik yang digunakan adalah bahasa C. Mengapa bahasa pemrograman C yang digunakan? Jawabannya adalah karena  bahasa C telah berhasil digunakan untuk mengembangkan berbagai jenis permasalahan pemrograman, dari level operating system (unix, linux, ms dos, dsb), aplikasi perkantoran (text editor, word processor, spreadsheet, dsb), bahkan sampai pengembangan sistem pakar (expert system). Kompiler C juga telah tersedia di semua jenis platform komputer, mulai dari Macintosh, UNIX, PC, Micro PC, sampai super komputer.

C adalah bahasa pemrograman universal dan paling dasar. Bisa juga disebut bahasa pemrograman tingkat menengah (middle level programming language), karena memiliki kemampuan mengakses fungsi-fungsi dan perintah-perintah dasar bahasa mesin/hardware (machine basic instruction set). Semakin tinggi tingkat bahasa pemrograman (misalnya: java), semakin mudahlah bahasa pemrograman dipahami manusia, namun membawa pengaruh semakin berkurang kemampuan untuk mengakses langsung instruksi dasar bahasa mesin.

Beberapa alasan mengapa bahasa pemrograman C dipakai secara universal:

  • C sangat populer, maka dengan banyaknya programmer bahasa C, akan memudahkan seorang programmer untuk berdiskusi dan menemukan pemecahan masalah yang dihadapi ketika menulis program dalam bahasa C. Selain itu, dengan banyaknya programmer C artinya semakin  banyak banyak kompiler yang dikembangkan untuk berbagai platform.
  • C memiliki portabilitas tinggi

Dengan adanya standarisasi ANSI untuk bahasa C, maka program C yang ditulis untuk satu jenis platform, bisa di-kompile dan jalankan di platform lain dengan tanpa atau hanya sedikit perubahan.

 

  • C adalah bahasa pemrograman dengan kata kunci (keyword) sedikit

Kata kunci disini adalah merupakan fungsi ataupun kata dasar yang   disediakan oleh kompiler suatu bahasa pemrograman. Dengan keyword yang sedikit maka menulis program dengan C bisa menjadi lebih mudah. Pengaruh lain dari sedikitnya kata kunci ini adalah proses eksekusi program C yang sangat cepat. C hanya menyediakan 32 kata kunci, perhatikan ringkasannya dalam tabel di bawah ini :

 

Daftar Keyword C

Const Continue Default Do
Double Else Enum Extern
Float For Goto If
Int Long Register Return
Short Signed Sixeof Static
Struct Switch Typedef Union
Unsigned Void Volatile while
Auto Break Case Char

 

  • Bahasa C sangat fleksibel, artinya dengan menguasai bahasa C, seorang programmer  bisa menulis dan mengembangkan berbagai jenis program lainnya mulai dari operating system, word processor, graphic processor, spreadsheets, ataupun kompiler untuk suatu bahasa pemrograman.

 

  • C adalah bahasa pemrograman yang bersifat moduler, artinya program C ditulis dalam routine yang dipanggil dengan fungsi, dan fungsi-fungsi yang telah dibuat, bisa digunakan kembali (reuse) dalam program ataupun aplikasi lain. Dengan demikian sangat praktis dan menghemat waktu seorang programmer.

 

 

4.3.1   Parameter kualitas program sesuai standar kualitas yang dipakai

Bahasa pemrograman C adalah bahasa yang terdiri dari satu atau lebih fungsi-fungsi. Fungsi main() adalah fungsi utama dan harus ada pada program C karena fungsi main() ini adalah fungsi pertama yang akan diproses pada saat program di kompile dan dijalankan. Jadi bisa dikatakan bahwa fungsi main() adalah fungsi yang mengontrol fungsi-fungsi lain.

Bahasa pemrograman C disebut sebagai bahasa pemrograman terstruktur karena struktur program C terdiri dari fungsi-fungsi lain sebagai program bagian (subroutine). Cara penulisan fungsi pada program bahasa C adalah dengan memberi nama fungsi {}. Sebuah program C terdiri dari fungsi dan variabel.

Fungsi bisa juga dituliskan ke file lain, dan bila programmer ingin memanggil atau menggunakan fungsi tersebut, bisa dituliskan header file-nya dengan pre-prosesor directive #include. File ini juga disebut sebagai file pustaka (library file). Dibawah ini adalah gambar struktur dasar program C :

#include <stdio.h>                    //preprosesor directive

Fungsi_baru();                           //prototype fungsi lain

Main

{

Statement;                         //fungsi utama

}

 

Fungsi baru()

{

 

Statement;                         //fungsi lain

}

 

4.3.2   Kompleksitas dari program sesuai dengan standar kualitas yang dipakai

Jenis bahasa pemrograman yang akan dibahas di modul ini adalah mengenai structured programming (pemrograman terstruktur). Program terstruktur secara sederhana menekankan pada hirarki struktur aliran program. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan konstruksi looping terstruktur seperti “while”, “repeat”, “for”.

 

Pada pemograman terstruktur, seorang programmer akan memecahkan kode yang besar ke dalam sub rutin yang lebih pendek sebagai kesatuan logika yang lebih kecil, sehingga bisa dengan mudah dimengerti. Selain itu, diusahakan untuk menggunakan variable global sesedikit mungkin, dan sebagai gantinya sub routine harus menggunakan variable lokal serta menggunakan argumen (parameter) sebagai referensi data.

 

Bila suatu pogram telah dibangun menjadi program yang besar dan kompleks, maka akan semakin susah untuk mencari bugs (kesalahan) yang ada didalamnya. Penggunaan variable global yang terlalu banyak akan mempersulit pencarian bugs, karena data global dapat diubah oleh penggunaan fungsi/ procedure dalam program.

 

Pada suatu bahasa pemrograman terstruktur, disetiap struktur kode harus memiliki satu titik masuk dan satu titik keluar. Bahasa C memungkinkan banyak cara untuk keluar dari suatu struktur (seperti perintah “continue”, “break”, dan “return”).

 

 

 

 

 

 

Top Down Design

Dalam struktur Top Down, pertama-tama kenalilah komponen-komponen utama yang akan menjadi solusi pemecahan masalah, kemudian komponen-komponen tersebut disusun berurutan menjadi langkah-langkah pemecahan solusi, dan dilanjutkan dengan mengembangkan detail dari masing-masing komponen.

Top down design terdiri dari:

  • Top down design dengan algoritma sequence dan selection
  • Top down design dengan algoritma pengulangan (repetition)
  • Top down design dengan algoritma function

 

4.4        Menulis Program

Proses penulisan dengan bahasa C dapat disederhanakan dalam gambar berikut:

 

 

 

Langkah-langkah penulisan program:

  • Tulis source code program bahasa C dengan menggunakan text editor, kemudian simpan dalam sebuah file. Text editor berupa aplikasi notepad atau editplus pada windows, dan untuk operating system unix/linux bisa menggunakan aplikasi emacs yang cukup terkenal.

 

  • Kompile file source code program bahasa C.

Kompilasi atau kompile (compile) adalah suatu proses merubah source code ke bahasa mesin sehingga bisa dieksekusi  atau dijalankan.

 

  • Menjalankan program yang telah dikompile.

Sebagai hasil kompilasi tersebut kita akan didapatkan suatu file yang bisa dijalankan (executable file).

Contoh proses pembuatan program C:

  1. Tulis source code program dan simpan dalam file. Misalnya nama file nya adalah hello.c
  2. Compile source code yang telah ditulis. Perintah untuk melakukan compile adalah gcc hello.c
  3. Execute program yang telah di compile tersebut. Jalankan program a.out

 

Contoh penulisan program paling sederhana:

                              #include < stdio.h>

 

void main()

{

printf(“\nHello World\n”);

 

}

 

Simpan kode tersebut dengan nama gcc hello.c, kemudian compile file tersebut dengan mengetikkan gcc hello.c

Hasil perintah tersebut akan menampilkan tulisan “Hello World” setelah didahului spasi. Perintah diatas memanggil fungsi printf, yaitu fungsi output dari (I/O) input/output library (yang didefinisikan dalam file stdio.h)

 

4.4.1   Program ditulis sesuai dengan desain modul yang sudah dibuat dan aspek kualitas dipenuhi

Sebelum masuk ke penulisan bahasa pemrograman, ada beberapa jenis kondisi/ event yang harus diperhatikan, seperti:

 

  • Loops (pengulangan)

Untuk menggambarkan kejadian/ event yang berulang dalam satu rangkaian data/ memory. Ada beberapa cara untuk menuliskan loop. 2 cara paling umum adalah :

  1. While Loop, yang akan terus melakukan loop hingga conditional expression-nya menjadi false.  Format sebagai berikut:

while (expression)

{

 

..fungsi untuk dijalankan…

 

}

 

  1. For Loop. Format sebagai berikut:
                                              for (expression_1; expression_2; expression_3)

{

..fungsi untuk dijalankan…

}

 

Contoh penggunaan loop (dengan metode while dan for):

 

Dengan metode while:

i = initial_i;

 

while (i <= i_max)

{

…pernyataan fungsi…

 

i = i + i_increment;

}

 

 

Loop di atas juga bias dituliskan dengan metode for:

for (i = initial_i; i <= i_max; i = i + i_increment)

{

…fungsi untuk dijalankan…

}

 

  • Symbolic Constan

Anda bisa dari berbagai type dengan menggunakan kompiler #define. Syntax nya adalah:

#define ANGLE_MIN 0

#define ANGLE_MAX 360

 

Perintah ini akan mendefinisikan ANGLE_MIN dan ANGLE_MAX  ke nilai 0 dan 360.

 

  • Conditional

Conditional (persyaratan) digunakan dalam struktur if dan while. Syntax dasarnya adalah:

 

 

 

 

if (conditional_1)

{

…block of statements executed if conditional_1 is true…

}

else if (conditional_2)

{

…block of statements executed if conditional_2 is true…

}

else

{

…block of statements executed otherwise…

}

 

Dan berbagai variasi lain dari syntax tersebut, bisa dengan menghilangkan cabang conditional nya ataupun dengan menambahkan conditional di dalam conditional (nested conditional).

Conditional adalah operasi logical yang meliputi perbandingan (kuantitas) dengan menggunakan conditional operators sebagai berikut:

 

Conditional Operators Table

<   lebih kecil dari <= lebih kecil atau sama dengan ==   sama dengan
!=  tidak sama dengan >=  lebih besar atau sama dengan >    lebih besar

Boolean Operators

&&    dan ||   atau !   tidak

 

Syntax Conditional yang digunakan dalam penyusunan switch  (switch construct)

switch (expression)

{

case const_expression_1:

{

…block of statements…

break;

}

case const_expression_2:

{

…block of statements…

break;

}

default:

{

…block of statements..

}

}

 

Fungsi break adalah untuk memastikan bahwa conditional statement tidak akan dijalankan, kecuali persyaratan dari conditional tersebut terpenuhi. Fungsi ini berguna dalam menanganani input variabel.

 

  • Pointers

Bahasa pemrograman C memungkinkan anda untuk me-reserve tempat di memory. Fungsi ini akan memberikan fleksibilitas dan power yang kuat, karena dengan pemanfaatan pointer, programmer dapat melakukan manipulasi memori secara langsung.

Contoh penggunaan:

Float x;

X = 6.5;

Artinya pernyataan diatas pada saat di compile akan meminta komputer untuk me-reserve 4 bytes memory untuk floating-point variable x, kemudian meletakkan nilai 6.5 ke dalamnya.

 

Bila anda ingin mengetahui di mana sebuah variable ditempatkan dalam memory. Alamat (lokasi di memori) dari variable  manapun diperoleh dengan meletakkan operator “&” sebelum nama variable nya. Karena itu syntax &x artinya alamat dari x. Bahasa C memungkinkan anda masuk ke tahapan lebih dalam dan mendefinisikan variable, disebut pointer, yang berisi alamat dari variable lain.

Contoh:

Float x;

Float* px;

X = 6.5;

Px = &x;

 

Statement ini akan mendefinisikan px sebagai pointer dari object type float, dan men-set nya sama dengan alamat dari x. Isi dari lokasi memori yang ditunjukkan oleh pointer diperoleh dengan menggunakan operator “*”. Jadi *px me-refer ke nilai dari x.

 

  • Array

Array dari semua jenis data dapat dibentuk dalam pemrograman C. Syntax dasar array adalah:

Type name[dim];

 

Dalam pemrograman C, array dimulai dari posisi 0. elemen array menempati lokasi memori yang berurutan. C memperlakukan array sebagimana sebuah pointer dengan elemen pertama (ini penting bagi anda untuk memahami bagaimana melakukan perhitungan aritmatika dengan array). Jadi jika v adalah sebuah array, maka *v sama artinya dengan v[0], dan *(v+1) sama artinya dengan v[1].

Perhatikan kode C berikut dengan fungsi array:

 

#define SIZE 3

 

void main()

{

 

float x[SIZE];

float *fp;

int   i;

/* inisialisasi array x         */

for (i = 0; i < SIZE; i++)

x[i] = 0.5*(float)i;

/* print x                        */

for (i = 0; i < SIZE; i++)

printf(“  %d  %f \n”, i, x[i]);

/* mengarahkan fp point ke array x       */

fp = x;

/* print dengan pointer arithmetic   */

/* semua anggota array x   */

/* bersebelahan letaknya dalam memori  */

/* *(fp+i) refer ke isi dari  */

/* lokasi memori (fp+i) atau x[i] */

for (i = 0; i < SIZE; i++)

printf(“  %d  %f \n”, i, *(fp+i));

}

i++ adalah singkatan untuk “i=i+1”. Karena x[i] berarti urutan i dalam array x, dan fp = x menunjuk ke pemulaan array x, kemudian *(fp+1) adalah isi dari alamat memori i sebelum fp, yaitu x[i]

 

  • Character Array

String constant seperti “Ini adalah sebuah string” adalah sebuah contoh array karakter. String constant sering digunakan dalam membuat output dari kode program dengan menggunakan printf.

Contoh:

printf(“Hello, world\n”);

 

printf(“The value of a is: %f\n”, a);

 

string constant bisa diasosiasikan dengan variable. Bahasa C menyediakan tipe variable char. Sebuah karakter string disimpan dalam array dari tipe karakter, satu karakter ASCII untuk satu lokasi. String tidak digerakkan oleh operator, tetapi oleh pointer atau routines khusus yang tersedia dari standard string library string.h

 

 

 

 

 

 

 

 

4.4.2   Program ditulis mengikuti standar bahasa pemrograman yang telah ditentukan

Setelah memahami dasar-dasar penulisan program, anda bisa mulai dengan menuliskan beberapa program sederhana. Di bawah ini contoh penulisan program terstruktur dan penjelasannya dengan bahasa C untuk melakukan kalkulasi sederhana.

Int main ()

{

Const float pi = 3.1415;

/* mendefinisikan nilai pi */

Float r;

/* baca data */

Printf (“Jari-jari lingkaran = “);

Scanf (“%f”, &r);

/* untuk menghitung dan menuliskan hasil akhir */

Printf (“Luas lingkaran = %f\n”, pi  * r *  r );

Printf (“Akhir program \n”);  /* untuk mencetak hasilnya */

Return 0;

}

Perintah untuk menghitung luas lingkaran di atas juga bisa ditulis dengan cara mendefinisikan nilai pi nya terlebih dahulu. Contoh perintah di bawah ini:

#define pi 3.1415

Int main ()

{

Float r;

Float luas;

Printf (“Jari-jari lingkaran =”);

Printf (“Akhir program\n”);

Return 0;

}

 

Contoh program dengan fungsi pengulangan (repetition)

Int

Main ()

{

Int i;

Int n;

Printf (“Baca n, print 1 s/d n”);

Printf (“n= ”);

Scanf (“%d”, &n);

For (i=1; i<=n; i++)

{

Printf (“%d \n”, i);

};

Printf (“Akhir program \n”);

Return 0;

}

 

Contoh penulisan program dengan repeat:

Int

Main ()

{

Int n;

Int i;

Printf (“Nilai N>0 = “);

Scanf (“%d”, &n);

I = 1;      /* elemen pertama */

Printf (“print i dengan REPEAT: \n”);

Do

{

Printf (“%d \n”, i);

I++;           /* pengulangan ke elemen berikutnya */

Return 0;

}

Contoh penulisan program dengan menggunakan IF untuk memberikan nilai a  posistif bila nilai a > 0,  nilai nol bila nilai a = 0, dan nilai a negatif bila nilai a < 0.

Int

Main()

{

 

Int a;

Printf (“contoh IF dengan 3 case\n”);

Printf(“Ketikkan suatu nilai : \n“);

Scanf (“%d”, &a);

If (a>0)

{

Printf (“Nilai a posistif %d \n”, a);

}

Else if (a==0)

{

Printf (“Nilai nol %d \n”,a);

}

Else                                             /* else yang ini untuk nilai a>0*/

{

Printf (“Nilai a negatif %d \n”,a);

}

Return 0;

}

 

Contoh perintah dengan menggunakan Switch untuk mengetahui jenis karakter yang diinput.

#include <stdio.h>

Int

Main()

{

Chr cc;

Printf (“Ketikkan sebuah huruf, akhiri dengan RETURN \n”);

Scanf (“%s”, &cc);

Switch (cc)

{

Case ‘a’;

{

Printf (“Yang anda ketik adalah a \n”);

Break;

}

Case ‘u’;

{

Printf (“Yang anda ketik adalah u \n”);

Break;

}

Case ‘e’;

{

Printf (“Yang anda ketik adalah e \n”);

Break;

}

Case ‘i’;

{

Printf (“Yang anda ketik adalah i \n”);

Break;

}

Default;

Printf (“yang anda ketik adalah jenis konsonan \n”);

}

Return 0;

}

 

4.4.3   Penanganan kesalahan program dimasukan dalam penulisan kode program. 

Error akan terjadi ketika suatu program C tidak mempunyai informasi yang cukup dalam perintah (syntax nya). Bila error terjadi, informasi mengenai error tersebut perlu disampaikan agar programmer bisa mengetahui dan memperkirakan penyebab error tersebut.  Dalam bahasa C, ada beberapa pendekatan untuk mengatasi error:

  • Kembalikan informasi tentang error dari fungsi tersebut  atau jika return value nya  tidak bisa digunakan, buatlah sebuah global error condition flag.
  • Gunakan standard C library signal handling system, yang dijalankan dengan fungsi signal() (fungsi ini akan menentukan apa yang akan terjadi bila error muncul) dan fungsi raise()  (untuk menjalankan sebuah event). Akan tetapi, pendekatan ini membutuhkan coupling tingkat tinggi karena memaksa user dari jenis library apapun yang menjalankan signal untuk mengerti dan menginstall mekanisme signal-handling yang tepat. Dalam sebuah project (program) yang besar, jumlah signal dari library-library yang berbeda bisa saling bertubrukan.
  • Gunakan fungsi GOTO yang ada di standard C library, seperti setjmp() dan longjmp(). Dengan setjmp() programmer bisa menyimpankan kondisi yang baik dalam suatu program, dan bila error terjadi, longjmp() akan memperbaiki keadaan tersebut. Metode ini juga membutuhkan high coupling antara tempat di mana kondisi (state) itu disimpan dengan tempat di mana error terjadi.
  • Melakukan debug, artinya perintah akan dijalankan satu per satu, dan bila menemui error maka perintah itu akan terhenti secara otmatis. Dengan demikian programmer dapat mengetahui di mana letak error tersebut. Cara ini merupakan cara paling efektif dan paling mudah digunakan.

 

4.5        Mengkompilasi Program

Bahasa C bersifat portable, karena compiler nya tersedia hampir pada semua arsitektur komputer maupun sistem operasi. Ada banyak jenis compiler C. Yang digunakan secara default adalah compiler cc. Compile maksudnya adalah menterjemahkan bahasa perintah yang kita tuliskan menjadi bahasa yang dapat dimengerti oleh komputer.

 

4.5.1   Program dikompilasi dengan benar.

Untuk mengkompilasi program, gunakan perintah cc. Perintah harus diikuti dengan nama dari program C yang anda buat. Perintah dasar compilation adalah

cc program.c

cc hello.c

dimana program.c dan hello.c adalah nama file yang hendak di compile.

Jika ada kesalahan yang jelas terjadi (kesalahan seperti salah pengetikan keyword, atau lupa memasukkan tanda (;)), compiler secara otomatis akan mendeteksi dan melaporkannya. Namun bila yang terjadi adalah error logical, compiler tidak bisa mendeteksi.

Bila compilation berhasil, akan muncul file yang disebut a.out atau –o setelah nama file. Contoh: cc –o program program.c

 

 

 

 

 

4.5.2   Program  bebas dari kesalahan dan dapat di running

Bila program telah berhasil di-compile, maka akan muncul file yang bisa dijalankan yang disebut file a.out. Menjalankan file a.out akan menampilkan hasil dari perintah program tersebut. Selain file a.out, seperti telah dijelaskan di atas, hasil compile juga memberikan pilihan lain, yaitu: -o option.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK

PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

 

 

5.1        Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan:

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.

 

  1. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  2. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2        Literatur

Disamping dengan belajar dengan orang-orang seperti yang disebutkan diatas, Anda tentu perlu juga terus menambah wawasan dan pengetahuan Anda dari sumber-sumber bacaan seperti buku-buku yang berkaitan dengan kompetensi yang Anda pilih, jurnal-jurnal, majalah, dan sebagainya.

 

Literatur dalam hal ini tentu bukan saja material berupa bacaan atau buku melainkan termasuk pula material-material lainnya yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini. Misalnya rekaman dalam bentuk kaset, videp, dan sebagainya.

 

Buku referensi, lembar kerja, tugas-tugas kerja juga dapat digunakan dalam proses pencapaian kompetensi. Peserta boleh mencari dan menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau sebagai pendukung tambahan atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

5.3        Lain-lain

Untuk memahami penggunaan bahasa pemrograman C dalam penerapan prosedur, fungsi Anda tentu membutuhkan contoh-contoh penerapan langsung pada aplikasi-aplikasi berbasis pemrograman C yang Anda gunakan. Perintah-perintah dan fitur-fitur yang ditawarkan oleh masing-masing aplikasi tentu bervariasi. Seperti yang telah saya tekankan dari awal, disini kita hanya membahas perihal konsep dan pemrograman secara umum.

 

Aplikasi yang digunakan boleh berbeda namun konsep yang terkandung didalamnya adalah sama dan serupa. Analoginya seperti logika bahasa pemrograman. Landasan utama dalam pemrograman bukan terletak pada bahasa yang digunakan tetapi pada konsep dan algoritma pemrograman. Dari konsep dan logika yang kita kuasai, bahasa pemrograman apapun yang kita gunakan tidak menjadi masalah. Kita hanya perlu sedikit waktu untuk mempelajari sintaks-sintaks dalam bahasa tersebut. Sama halnya dengan bahasa pemrograman lainnya, kita hanya perlu mencari tahu sintaks-sintaks yang sesuai dengan aplikasi yang digunakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.4         Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Menulis Program Lanjut
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.PR02.006.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Menulis Program Lanjut

TIK.PR02.006.01

- Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive dan Floppy Disk.

- PC dengan sistem operasi minimum Windows 98.

- Keyboard dan mouse

- RAM dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

- CD Installation untuk compiler C

 

 

- CD compiler C

- Buku informasi cara memasang compiler C

- Buku informasi tentang referensi bahasa C

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: