Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 25000 setahun dan dapatkan Trafik setiap harinya

Menulis Naskah TIK.MM02.022.01

Mar
22
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR MULTIMEDIA

 

 

 

MENULIS NASKAH

TIK.MM02.022.01

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU PENILAIAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

 

 

BAB.  I. 3

KONSEP   PENILAIAN. 3

 

1.1    Bagaimana  Pelatih  Menilai 3

1.2    Tipe  Penilaian. 3

 

BAB II. 8

PELAKSANAAN PENILAIAN. 8

 

2.1    KUNCI JAWABAN  TUGAS  TERTULIS. (  Seri.  A  ) 8

2.2    KUNCI  JAWABAN  TUGAS UNJUK KERJA. (  Seri.  A  ) 9

2.3    KUNCI  JAWABAN  TUGAS  SIKAP  KERJA. (  Seri .  A  ) 15

2.4    Daftar Cek Unjuk Kerja (Praktik) 16

2.5    CHECK LIST PENGETAHUAN, KETERAMPILAN DAN SIKAP KERJA. 17

2.6    LEMBAR  HASIL  PENILAIAN. 19

 

LEMBAR PENILAIAN. 21

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB.  I.

KONSEP   PENILAIAN

 

 

1.1 Bagaimana  Pelatih  Menilai

 

Dalam sitem pelatihan berbasis kompetensi kerja, penilai akan mengumpulkan bukti dan membuat pertimbangan mengenai pengetahuan anda, unjuk kerja aktivitas  tugas-tugas / keterampilan anda dan sikap kerja anda terhadap pekerjaan. Anda akan dinilai untuk menentukan, apakahg anda telah mencapai kompetensi sesuai standar yang dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja.

 

Pada pelatihan berbasiskan kompetensi kerja , pendekatan yang banyak digunakan untuk penilaian adalah ” Penilaian berdasarkan kriteria / Criterion – Referenced Asessment ” .  Pendekatan ini mengukur unjuk kerja anda terhadap sejumlah standar. Standar yang digunakan dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja.

 

Penilaian formatif :

Penilaian dapat dilaksanakan dengan tujuan sebagai bantuan dan dukungan belajar / berlatih anda. Tipe penilaian ini adalah formatif dan merupakan proses yang sedang berjalan.

 

Penilaian Sumatif.

Penilaian juga  dapat dilaksanakan untuk menentukan apakah anda telah mencapai hasil dari program belajar dan berlatih ( contohnya pencapaian kompetensi dalam unit komptensi ). Tipe penilaian ini adalah sumatif dan merupakan penilaian akhir.

 

 

1.2 Tipe  Penilaian.

 

1.2.1 Tes  Tertulis. ( Knowledge ).

 

Dalam tes tertulis, akan menilai pengetahuan anda dan pemahaman konsep serta prisip yang merupakan dasar  unjuk kerja dalam melakukan  tugas pekerjaan anda yang dijelaskan dalam  pengetahuan (knowledge) pada kriteria unjuk kerja.

Tes tertulis biasanya berupa seri-seri pertanyaan pilihan ganda dan/ atau beberapa bentuk tes obyektif lainnya, yaitu dimana setiap pertanyaan tertulis memiliki satu jawaban yang benar.

Penilaian tes obyektif tertulis pada  umumnya   mempunyai   kisi-kisi   dengan 3 (tiga) tingkatan  kesulitan,  yaitu :

 

1). Soal Mudah.

Adalah  menghafal tanpa mengerti apa maksudnya, menyebutkan bagian-bagian   suatu   alat,    benda,     nama mesin,   memberi nama,   memberi nomor, menjodohkan informasi faktual dengan kejadian.

 

2). Soal  Sedang

Adalah  mampu mengenal dan mengerti fungsi  sesuatu / poses   sesuatu, membandingkan,   memberikan,   membedakan,   menemukan   keuntungan   dan kerugian serta memberi fisualisasi fungsi / proses.

 

3). Soal  Sulit :

Adalah  merupakan  problem solving,   menganalisis   kesalahan   dan  kerusakan, mencari pemecahan,   meramalkan   kondisi   yang   tidak menguntungkan, mencari penyebab,   menggunakan   pertimbangan   dan    mengevaluasi. Rentangan  nilai tes tertulis, yaitu  0  -  1,   artinya  nilai setiap  soal tertulis yang   dinyatakan   benar   (kompeten)   mempunyai   nilai   1  (satu),   dan   yang dinyatakan    salah  (belum kompeten)  mempunyai nilai 0 (nol).

 

1.2.2. Tes  Unjuk  Kerja  (praktek keterampilan / keahlian).

 

Dalam tes unjuk kerja , akan menilai kompetensi anda dalam menampilkan tugas pekerjaan  dari elemen kompetensi terhadap standar kompetensi yang dijelaskan dalam keterampilan  (skill) pada kriteria unjuk kerja. Oleh sebab itu, anda akan menerapkan pengetahuan dan pemahaman anda terhadap  unjuk kerja  anda.

 

Penilaian biasanya menggunakan daftar cek analisis elemen kompetensi sebagai pedoman untuk menentukan kompetensi anda, dan akan memberikan umpan balik mengenai unjuk kerja dan jika perlu, merencanakan pelatihan lanjutan jika anda dinyatak kompeten, dan merencanakan pelatihan ulang jika anda belum dinyatakan kompeten pada kesempatan pertama ini.

 

 

Daftar Cek Unjuk Kerja, berisi :

1). Masing-masing elemen kompetensi dengan  sebaran  kriteria  unjuk  kerja harus kompeten.

2). Setiap tugas yang sedang dilaksanakan, penilai  akan mengisi daftar cek analisis elemen kompetensi yang telah disiapkan untuk menentukan kompetensi kerja anda dan umpan balik unjuk kerja anda. untuk setiap soal / perintah untuk melakukan unjuk kerja  dinyatakan benar mempunyai

3). Untuk memberi cacatan bagi diri anda dan penilai  anda.

4). Ketika tugas dari setiap indikator kerja tidak dilaksanakan sesuai standar kriteria keterampilan / kehlian secara  benar, maka  rencana pelatihan kerja ulang  akan dibicarakan antara anda dengan penilai.

 

Untuk setiap  soal / perintah   untuk melakukan unjuk kerja   mempunyai rentang nilai 0 (nol)  -  1 (satu). Bila anda melaukan untuk kerja  dinyatakan   benar (kompeten) mempunyai nilai 1 (satu), dan bila dinyatakan salah (belum kompeten) mempunyai nilai 0 (nol).

 

 

1.2.3. Tes Sikap  Kerja  ( Attitude ).

 

Dalam   tes   sikap kerja ,   akan   menilai   kompetensi   anda   dalam menampilkan sikap kerja dari   elemen kompetensi terhadap standar kompetensi yang dijelaskan dalam sikap (attitude)  pada kriteria unjuk kerja. Penilaian sikap kerja dapat dlakukan dalam waktu relatif pendek (efektif) berdasarkan atas instruksi sikap  kerja yang harus anda lakukan dalam waktu yang telah ditentukan.

 

Sikap kerja merupakan unsur kompetensi kerja yang agak sulit menilainya,   namun demikian perlu  dimulai  dari sekarang,   karena kita harus mengacu    pada   Standar Kompetensi  Kerja  Nasional  Indonesia (SKKNI)   yang telah ditetapkan,  yaitu kemampuan seseorang yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan atau keahlian dan sikap kerja sesuai pelaksanaan tugas dan syarat jabatan.

Penilaian sikap kerja, dilakukan selain melalui pemahaman sikap kerja secara tertulis , kemampuan aspek sikap ditujukan untuk meningkatkan kinerja seseorang (anda) dimasa mendatang dalam arti yang sebenarnya, dan tidak dianggap lagi sudah menyatu dengan keterampilan /  keahlian.

Anda terampil atau memiliki keahlian yang bagus,  tetapi sikap  kerja anda tidak kompeten, ini ada sesuatu  yang salah pada diri anda, termasuk penilai anda juga punya andil atas kesalahan penilaian kompetensi terhadap diri anda.

 

 

 

Penilaian sikap kerja.

 

Dilakukan untuk kurun waktu yang tidak terlalu panjang terhadap kriteria attitude / sikap perilaku yang mudah diamati seperti pada waktu mengerjakan pekerjaan yang dilakukan sesuai tugas atau perintah sikap dari kriteria unjuk kerja pada elemen kompetensi,  adalah  sebagai  berikut :

 

1). Pengamatan sikap kerja.

 

a.   Untuk Jaminan Keselamatan  ( Saffety Insurance ).

 

No. Sikap untuk Jaminan Keselamatan. Benar Salah Keterangan

1.

Penggunaan pakaian kerja.      

2.

Kerapihan dan kebersihan tempat kerja      

3.

Penataan alat-alat kerja.      

4.

Penataan bahan-bahan kerja.      

5.

Tertib sesuai aturan / prosedur/ standar.      

6.

Ketepatan waktu kerja.      

7.

Sopan, ramah, lembut dan saabar.      

8.

Teliti, cermat, hati-hati.      

9.

Obyektif, akurat.      

10.

Bakat, minat dan temperamen kerka.      

 

 

b.  Untuk Jaminan Kualitas.  ( Quality Insurance ).

 

No. Sikap untuk Jaminan Kualitas. Benar Salah Keterangan

1.

Penerimaan / kesadaran/ kemauan..      

2.

Partisipasi/ kepatuhan, ikut secara aktif.      

3.

Penilaian / penentuan sikap.      

4.

Organisasi / bertanggung jawab.      

5.

Pembentukan pola /disiplin pribadi.      

Rentang nilai sikap dengan pengamatan langsung untuk memenuhi jaminan keamanan ( saffety insurance ) dan jaminan kualitas ( quality insurance ), yaitu :  0 (nol) – 1 (satu). Pada setiap soal sikap kerja yang dinyatakan benar (kompeten) mempunyai nilai 1 (satu), dan yang dinyatakan salah (belum kompeten) mempunyai nilai 0 (nol).

 

2). Wawancara dan /atau Tes  Tertulis Sikap Kerja.

 

Wawancara dan / atau Tes tertulis tentang pemahaman atau pengetahuan  materi sikap kerja untuk jaminan keselamatan dan jaminan kualitas (Saffety and Quality Insurance) dalam aktivitas tugas pekerjaan / perintah elemen kompetensi sesuai kriteria unjuk kerja setiap unit kompetensi, agar kinerja seseorang (anda) meningkat  lebih baik lagi.

 

Wawancara atau tes tertulis dapat  dalam satu  atau beberapa bentuk tes obyektif materi sikap kerja, mempunyai rentang nilai 0 (nol) – 1 (satu).

 

Setiap   soal   pertanyaan   yang   dinyatakan  benar   (kompeten)   mempunyai nilai  1 (satu)   dan   yang   dinyatakan   salah   (belum kompeten)     mempunyai nilai  0 (nol).

 

 

Hasil nilai sikap kerja dapat  diperoleh dengan kombinasi pengamatan sikap kerja berdasarkan atas instruksi sikap kerja   dengan tes tertulis, yaitu :

 

 

  • Nilai akhir sikap kerja  =  Nilai pengamatan benar  + Nilai  tertulis benar

2.

1  +   1

=     ———–      =     1  (satu) /   atau kompeten.

2.

  • Atau nilai akhir sikap kerja tertulis  benar = 1 (satu) / atau kompeten

 

 

  • Atau nilai akhir hasil pengamatan sikap kerja  benar  = 1 (satu) / atau kompeten

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB II

PELAKSANAAN PENILAIAN

 

 

2.1 KUNCI JAWABAN  TUGAS  TERTULIS. (  Seri.  A  )

 

 

Soal

Nomor

Kunci  Jawaban  Tugas  tertulis.

Keterangan  Nilai

a

b

c

d

Benar

Salah

1.

X

   

2.

X

   

3.

X

   

4.

X

   

5.

X

   

6.

X

   

7.

X

   

8.

X

   

9.

X

   

10.

X

   

11.

X

   

12.

X

   

13.

X

   

14.

X

   

15.

X

   

16.

X

   

17.

X

   

18.

X

   

19.

X

   

20.

X

   

21

X

   

22

X

   

23

X

   

24

X

   

25

X

   

 

 


2.2     KUNCI  JAWABAN  TUGAS UNJUK KERJA. (  Seri.  A  )

 

1.  Tugas 1 :  Menjelaskan pengertian menulis

     Waktu  :  1.  menit.

 

2. Standar Kriteria : Terjawab dengan benar

 

3. Instruksi Kerja     : Jelaskan pengertian menulis

 

4.Jawaban Tugas 1   : 

Menulis adalah komunikasi, layaknya bercakap-cakap atau menulis surat. Hanya saja, menulis untuk media massa ada sejumlah kaidah yang harus dipatuhi, tidak sebebas menulis surat atau catatan pribadi. Pasalnya, tulisan Anda di media massa itu untuk dikonsumsi publik dan menyangkut kepentingan orang banyak.

 

 

  1. 1.   Tugas 2 :  Menjelaskan jenis-jenis karangan

 Waktu  :  1.  menit.

 

2. Standar Kriteria : Terinci dengan benar

 

 3. Instruksi Kerja    : Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis karangan

 

4.Jawaban Tugas 2

Jenis-jenis karangan

1. berdasarkan bentuknya
a. prosa adalah jenis karangan yang disusun dalam bentuk bebas dan terperinci.prosa terbagi 2 macam
- Fiksi adalah karangan yang disusun dalam bentuk alur yang menekankan aturan sistematika penceritaan. contoh novel, cerpen.
-nonfiksi adalah karangan yang menekankan aturan sisitematika ilmiah dan aturan-aturan kelogisan.contoh makalag, skripsi, bografi, tesis

b. puisi adalaha karangan yang mengutamakan keindahan bentuk dan bunyi serta kepadatan makna.
c. drama adalah karangan yang berupa dialog sebagai pembentuk alurnya.

2. berdasarkan cara penyajiannya

a. karangan narasi adalah karangan yang menceritakan atau mengisahkan suatu peristiwa dengan berdasarkan urutan waktu.

b. karangan deskripsi adalah karangan yang menggambarkan atau melukisan sesuatu objek dengan tujuan agar pembaca merasa seolah-olah melihat objek yang digambarkannya itu
c. karangan eksposisi adalah karangan yang memaparkan sejumlah pengetahuan atau informasi.
d. karangan argumentasi adalah karangan yang bertujuan untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga pembaca menyakini kebenaran itu.
e. karangan persuasi adalah karangan yang bertujuan untuk mempenngaruhi pembaca

 

  

  1. Tugas 3 :  Menjelaskan tahap-tahap penulisan

     Waktu  :  1.  menit.

 

2. Standar Kriteria : Terinci dengan benar

  

3. Instruksi Kerja     : Sebutkan dan jelaskan tahap-tahap penulisan

 

4.Jawaban Tugas 3   : 

1.Tahap Pramenulis

Pada tahap pramenulis, pembelajar melakukan kegiatan sebagai berikut:

  1. Menulis topik berdasarkan pengalaman sendiri
  2. Melakukan kegiatan-kegiatan latihan sebelum menulis
  3. Mengidentifikasi pembaca tulisan yang akan mereka tulis
  4. Mengidentifikasi tujuan kegiatan menulis
  5. Memilih bentuk tulisan yang tepat berdasarkan pembaca dan tujuan yang telah mereka tentukan

 

2. Tahap Membuat Draft

Kegiatan yang dilakukan oleh pembelajar pada tahap ini adalah sebagai berikut:

  1. Membuat draft kasar
  2. Lebih menekankan isi daripada tata tulis

 

3. Tahap Merevisi

Yang perlu dilakukan oleh pembelajar pada tahap merevisi tulisan ini adalah sebagai berikut:

  1. Berbagi tulisan dengan teman-teman (kelompok)
  2. Berpartisipasi secara konstruktif dalam diskusi tentang tulisan teman-teman sekelompok atau sekelas
  3. Mengubah tulisan mereka dengan memperhatikan reaksi dan komentar baik dari pengajar maupun teman
  4. Membuat perubahan yang substantif pada draft pertama dan draft berikutnya, sehingga menghasilkan draft akhir

 

4. Tahap Menyunting

Pada tahap menyunting, hal-hal yang perlu dilakukan oleh pembelajar adalah sebagai berikut:

  1. Membetulkan kesalahan bahasa tulisan mereka sendiri
  2. Membantu membetulkan kesalahan bahasa dan tata tulis tulisan mereka sekelas/sekelompok
  3. Mengoreksi kembali kesalahan-kesalahan tata tulis tulisan mereka sendiri

Dalam kegiatan penyuntingan ini, sekurang-kurangnya ada dua tahap yang harus dilakukan. Pertama, penyuntingan tulisan untuk kejelasan penyajian. Kedua, penyuntingan bahasa dalam tulisan agar sesuai dengan sasarannya (Rifai, 1997: 105—106). Penyuntingan tahap pertama akan berkaitan dengan masalah komunikasi. Tulisan diolah agar isinya dapat dengan jelas diterima oleh pembaca. Pada tahap ini, sering kali penyunting harus mereorganisasi tulisan karena penyajiannya dianggap kurang efektif. Ada kalanya, penyunting terpaksa membuang beberapa paragraf atau sebaliknya, harus menambahkan beberapa kalimat, bahkan beberapa paragraf untuk memperlancar hubungan gagasan. Dalam melakukan penyuntingan pada tahap ini, penyunting sebaiknya berkonsultasi dan berkomunikasi dengan penulis. Pada tahap ini, penyunting harus luwes dan pandai-pandai menjelaskan perubahan yang disarankannya kepada penulis karena hal ini sangat peka. Hal-hal yang berkaitan dengan penyuntingan tahap ini adalah kerangka tulisan, pengembangan tulisan, penyusunan paragraf, dan kalimat.

     Kerangka tulisan merupakan ringkasan sebuah tulisan. Melalui kerangka tulisan, penyunting dapat melihat gagasan, tujuan, wujud, dan sudut pandang penulis. Dalam bentuknya yang ringkas itulah, tulisan dapat diteliti, dianalisis, dan dipertimbangkan secara menyeluruh, dan tidak secara lepas-lepas (Keraf, 1989: 134). Penyunting dapat memperoleh keutuhan sebuah tulisan dengan cara mengkaji daftar isi tulisan dan bagian pendahuluan. Jika ada, misalnya, dalam tulisan ilmiah atau ilmiah populer, sebaiknya bagian simpulan pun dibaca. Dengan demikian, penyunting akan memperoleh gambaran awal mengenai sebuah tulisan dan tujuannya. Gambaran itu kemudian diperkuat dengan membaca secara keseluruhan isi tulisan. Jika tulisan merupakan karya fiksi, misalnya, penyunting langsung membaca keseluruhan karya tersebut. Pada saat itulah, biasanya penyunting sudah dapat menandai bagian-bagian yang perlu disesuaikan.

Pemeriksaan atas kalimat merupakan penyuntingan tahap pertama juga. Pada tahap ini pun, sebaiknya penyunting berkonsultasi dengan penulis. Penyunting harus memiliki pengetahuan bahasa yang memadai. Dengan demikian, penyunting dapat menjelaskan dengan baik kesalahan kalimat yang dilakukan oleh penulis. Untuk itu, penyunting harus menguasai persyaratan yang tercakup dalam kalimat yang efektif. Kalimat yang efektif adalah kalimat yang secara jitu atau tepat mewakili gagasan atau perasaan penulis. Untuk dapat membuat kalimat yang efektif, ada tujuh hal yang harus diperhatikan, yaitu kesatuan gagasan, kepaduan, penalaran, kehematan atau ekonomisasi bahasa, penekanan, kesejajaran, dan variasi.

Penyuntingan tahap kedua berkaitan dengan masalah yang lebih terperinci, lebih khusus. Dalam hal ini, penyunting berhubungan dengan masalah kaidah bahasa, yang mencakup perbaikan dalam kalimat, pilihan kata (diksi), tanda baca, dan ejaan. Pada saat penyunting memperbaiki kalimat dan pilihan kata dalam tulisan, ia dapat berkonsultasi dengan penulis atau langsung memperbaikinya. Hal ini bergantung pada keluasan permasalahan yang harus diperbaiki. Sebaliknya, masalah perbaikan dalam tanda baca dan ejaan dapat langsung dikerjakan oleh penyunting tanpa memberitahukan penulis. Perbaikan dalam tahap ini bersifat kecil, namun sangat mendasar.

 

5. Tahap Berbagi

Tahap terakhir dalam proses menulis adalah berbagi (sharing) atau publikasi. Pada tahap berbagi ini, pembelajar:

  1. Mempublikasikan (memajang) tulisan mereka dalam suatu bentuk tulisan yang sesuai, atau
  2. Berbagi tulisan yang dihasilkan dengan pembaca yang telah mereka tentukan.

Dari tahap-tahap pembelajaran menulis dengan pendekatan/model proses sebagaimana dijabarkan di atas dapat dipahami betapa banyak dan bervariasi kegiatan pembelajar dalam proses menulis. Keterlibatannya dalam berbagai kegiatan tersebut sudah barang tentu merupakan pelajaran yang sangat berharga guna mengembangkan keterampilan menulis. Kesulitan-kesulitan yang dialami oleh pembelajar pada setiap tahap, upaya-upaya mengatasi kesulitan tersebut, dan hasil terbaik yang dicapai oleh para pembelajar membuat mereka lebih tekun dan tidak mudah menyerah dalam mencapai hasil yang terbaik dalam mengembangkan keterampilan menulis.

Pembelajaran menulis bagi penutur asing dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses merupakan suatu alternatif untuk mencapai keterampilan menulis pembelajar secara efektif. Hal ini dimungkinkan karena diterapkannya  proses kreatif dalam menulis yang diimplementasikan melalui tahap-tahap kegiatan yang dapat dilakukan pembelajar (pramenulis, membuat draft, merevisi, menyunting, dan berbagi (sharing). Proses menulis itu tidak selalu bersifat linear tetapi dapat bersifat nonlinier, dan perlu disesuaikan dengan berbagai jenis tulisan yang mereka susun.

 

 

 

  1. Tugas 4menjelaskan cara mengembangkan narasi

     Waktu  :  1.  menit.

 

2. Standar Kriteria : Terinci dengan benar

  

3. Instruksi Kerja     : Sebutkan dan jelaskan cara mengembangkan narasi

 

4.Jawaban Tugas 4   :  Mengembangkan narasi

Kegiatan menulis, atau mencipta karya sastra, dimulai dari adanya ide. Begitu pula dalam menulis cerita pendek (cerpen). Ide adalah gagasan dasar yang menjadi landasan tematik bagi penulisan cerpen. Tema menjadi semacam benang merah yang merangkai unsur-unsur cerita, sejak alur, plot, sampai penokohan dan karakterisasi tokoh-tokohnya, menjadi sebuah cerpen yang seutuhnya.

 

Alur adalah pergerakan cerita dari waktu ke waktu. Ada alur progresif (runtut), ada kilas balik (flash back), dan ada percampuran antar keduanya. Alur dibangun oleh narasi, deskripsi, dialog, dan aksi/laku (action). Narasi adalah pelukisan yang dinamis, penggambaran gerak (action) tokoh-tokohnya, serta pergerakan benda-benda yang menjadi penyebab atau akibat aksi para tokoh cerita. Deskripsi adalah pelukisan suasana yang statis, cenderung tetap, seperti suasana kamar yang berantakan, atau bangunan yang luluh lantak oleh bom. Dialog adalah kata-kata yang diucapkan oleh tokoh-tokoh cerita. Ada dialog lahir (terucapkan), ada dialog batin (tidak terucapkan). Sedangkan laku/aksi adalah aktivitas fisik, gerakan anggota badan, dan perbuatan tokoh-tokoh cerita.

 

Berbeda dengan alur, plot adalah rangkaian sebab-akibat yang memicu krisis dan menggerakkan cerita menuju klimaks. Di dalam alur ada plot. Tapi plot bukanlah alur. Ibarat tubuh, alur adalah fisiknya, dan plot adalah ruh atau ‘kekuatan dinamis’ yang penuh gairah membangun konflik, atau mesin yang menggerakkan cerita ke arah klimaks dan ending. Di dalam plot inilah persoalan-persoalan yang dihadapi para tokoh cerita saling digesekkan, dibenturkan satu sama lain menjadi persoalan baru yang lebih kompleks, diseret ke puncak krisis, lalu dicari pemecahan (penyelesaian)-nya menuju akhir cerita (ending). Di sinilah kecerdasan dan kearifan pengarang ‘diuji’ oleh persoalan yang diciptakannya sendiri, apakah ia mampu menemukan solusi yang cerdas dan arif sehingga karyanya mampu memberika sesuatu (something) kepada pembacanya.

 

Sedangkan penokohan adalah penciptaan tokoh-tokoh cerita yang dibutuhkan oleh tema dan plot. Contoh sederhananya: untuk tema cinta yang berakhir bahagia, misalnya, cukup dibutuhkan sepasang kekasih dan orang tua yang akhirnya merestui hubungan mereka. Tapi, untuk kisah cinta yang tragis, perlu diciptakan tokoh antagonis, yang membuat hubungan sepasang kekasih itu terbentur-bentur, mengalami krisis, dan berakhir getir. Di sinilah diperlukan apa yang disebut karakterisasi, yakni penciptaan karakter tiap tokoh cerita, agar mereka bisa menggerakkan plot. Karakter tiap tokoh digambarkan melalui narasi, deskripsi, dan dialog. Semakin tajam perbedaan karakter antar-tokoh cerita, akan makin tajam konflik yang terjadi, dan plot akan gampang bergerak ke arah krisis untuk menuju klimaks. Plot menjadi kental, penuh ketegangan (suspense), sehingga cerita tidak bergerak datar tapi dinamis.

 

 

1.  Tugas 5 :  Menjelaskan teknik menulis sederhana

     Waktu  :  1.  menit.

 

2. Standar Kriteria : Terjawab dengan benar

  

3. Instruksi Kerja     : Jelaskan  mengenai teknik menulis sederhana

 

4.Jawaban Tugas 5   : 

Teknik menulis sederhana

Persiapan Penulisan

 

n  Banyak membaca yang kita suka.

n  Monitor mailinglist / tempat diskusi.

n  Coba dulu trik / experimen yang akan tuliskan.

n  Dokumentasikan referensi + hasil penelitian.

n  Telaten

n  Terstruktur

n  Butuh waktu lama.

 

Penulisan Naskah

 

n  Set alur cerita à pakai Power Point.

n  Siapkan informasi pendukung, seperti

n  Gambar.

n  Listing Program.

n  Rangkaian.

n  Tuangkan kata-kata

n  MS Word (DOC atau RTF)

n  Pisahkan tiap bab.

 

Struktur Naskah / File

 

n  Judul & nama penulis.

n  Kata pengantar

n  Daftar isi

n  Bab naskah

n  Lampiran

n  Gambar-gambar JPG, PNG tiap bab.

n  Batasi naskah 150-250-an halaman

 

Buku yang baik?

 

n  Mudah dibaca, mudah di mengerti ..

n  Lumayan sulit membuat mudah sesuatu yang sulit …

n  Original (Orisinil)

 

Negosiasi dengan Penerbit

 

n  Submit via e-mail.

n  Outline, daftar isi

n  Summary, garis besar naskah

n  Target Pembaca

n  Contoh Penerbit

andi_pub@indo.net.id

 

Royalti

 

n  Di beli semua naskah di awal.

n  Di bayar berdasarkan jumlah cetakan.

n  Kira-kira

n  sekitar Rp. 3-4 juta / 10.000 eksemplar

n  Bisa negosiasi J ….

2.3     KUNCI  JAWABAN  TUGAS  SIKAP  KERJA. (  Seri .  A  )

 

1. Tugas 1 :  Mencari ide

      Waktu  :  1.  menit.

 

2. Standar Kriteria : Terpenuhinya ide yang sesuai

 

3.  Instruksi Sikap Kerja : Menyaring ide-ide

 

4. Jawaban Tugas 1  : 

Memikirkan ide-ide dan menyaringnya

 

 

1. Tugas 2Menulis draft kasar

      Waktu  :  1.  menit.

 

2. Standar Kriteria : Terpenuhinya penjelasan tahap-tahap penulisan         

 

3.  Instruksi Sikap Kerja : Membuat draft kasar

 

4. Jawaban Tugas 2  : 

membuat draft kasar, lebih mementingkan isi daripada tata cara penulisan

 

 

1. Tugas 3Melakukan revisi

      Waktu  :  1.  menit.

 

2. Standar Kriteria : Terpenuhinya penjelasan tahap-tahap penulisan

 

3.  Instruksi Sikap Kerja : Merevisi naskah

 

4. Jawaban Tugas 3  :

-  Berbagi tulisan dengan teman-teman (kelompok)

- Berpartisipasi secara konstruktif dalam diskusi tentang tulisan teman-teman sekelompok atau sekelas

- Mengubah tulisan mereka dengan memperhatikan reaksi dan komentar baik dari pengajar maupun teman

- Membuat perubahan yang substantif pada draft pertama dan draft berikutnya, sehingga menghasilkan draft akhir

 

2.4 Daftar Cek Unjuk Kerja (Praktik)

 

TUGAS – TUGAS YANG DITAMPILKAN

KOMPETEN

BELUM

KOMPETEN

TANGGAL

1 Mencari ide      
2 Menulis draft kasar      
3 Melakukan revisi      

 

 


2.5     CHECK LIST PENGETAHUAN, KETERAMPILAN DAN SIKAP KERJA

 

Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum ditandatangani

 

No.

Uraian   Materi  Check  List.

Penge-

tahuan

Keterampilan

Sikap

Kerja.

Ya./

Tidak

Ya./

Tidak

Ya./

Tidak

1.

2.

3.

4.

5.

 

1. Meninjau Narasi
 1. Apakah semua petunjuk kerja diikuti ?

2.

Apakah peserta pelatihan dapat melakukan komunikasi dengan baik?

3.

Apakah peserta pelatihan dapat memproses informasi dengan baik?

4.

Apakah peserta pelatihan dapat memberikan pertanyaan atau informasi dengan baik?

5.

Apakah peserta pelatihan sudah mengumpulkan, menganalisa, dan mengelompokkan semua informasi menurut prosedur dan criteria yang sudah ditentukan ?

6.

Apakah peserta pelatihan sudah memberikan ide dan informasi yang tepat sesuai dengan  standard  yang dibutuhkan ?

7.

Apakah peserta pelatihan menggunakan sumber-sumber yang menguntungkan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan ?

  2. Menulis konsep awal

8.

Apakah semua petunjuk kerja diikuti ?

9.

Apakah peserta pelatihan dapat melakukan komunikasi dengan baik?

10

Apakah peserta pelatihan dapat memproses informasi dengan baik?  

11

Apakah peserta pelatihan dapat memberikan pertanyaan atau informasi dengan baik?  

12

Apakah peserta pelatihan sudah mengumpulkan, menganalisa, dan mengelompokkan semua informasi menurut prosedur dan criteria yang sudah ditentukan ?  

13

Apakah peserta pelatihan sudah memberikan ide dan informasi yang tepat sesuai dengan  standard  yang dibutuhkan ?  

14

Apakah peserta pelatihan menggunakan sumber-sumber yang menguntungkan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan ?  

Jakarta,  ……………2008

                      Peserta  pelatihan,                                          Penilai,

 

(………………………)                                    (…………………..)

 

 


2.6     LEMBAR  HASIL  PENILAIAN

 

- Unit Kompetensi           :  Menulis naskah

 

- Kode Unit Kompetensi   :   TIK.MM02.022.01

 

 

- Nama Peserta Pelatihan :   ……………………………………………………

 

- Nama Pelatih                :   …………………………………………………….

 

 

- Kompetensi yang dicapai         :   Kompeten  :                   /  Belum Kompeten  :

 

-          Umpan Balik Untuk Peserta Pelatihan :

 

 

 

 

 

 

Tanda  tangan peserta   :

 

 

Peserta sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alas an-alasan pengambilan keputusan  dari penilai.

 

Tanda tangan Penilai :

 

 

Tanggal :

 

Saya sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alasa n pengambilan keputusan tersebut.

 

Tanda tangan Peserta Pelatihan :

 

 

Tanggal :

 


Buku-buku referensi untuk pelatihan yang telah direkomendasikan :

 

  1. A.   Data Buku  Manual :
    1. Keraf, Gorys. (1989). Komposisi.Flores: Nusa Indah.
    2. McCrimmon, James M. (1967). Writing With a Purpose. Boston: Houghton Mifflin Company.
    3. Nunan, David. (1991). Language Teaching Methodology. New York: Prentice Hall.
    4. Rifai, Mien A. (1997). Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan, dan Penerbitan. Yogyakarta: GadjahMadaUniversity Press.
    5. Supriadi, Dedi. (1997). Isu dan Agenda Pendidikan Tinggi di Indonesia. Jakarta: PT Rosda Jayaputra
    6. Tompkins, Gail E. (1990). Teaching Writing Balancing Process and Product. New York: Macmillan Publishing Company.
    7. Zuchdi, Darmiyati. (1997). “Pembelajaran Menulis dengan Pendekatan Proses”, Karya Ilmiah disajikan dan dibahas pada Senat Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Yogyakarta tanggal 15 November 1996 (tidak dipublikasikan). Yogyakarta: IKIP.

 

 

B. Data Buku Pendukung Teori.

- Lihat pada Modul Buku Informasi Menulis naskah

 

C. Website Yang Dapat Dikunjungi.

-          http://romeltea.wordpress.com/2007/07/10/fundamentals-of-writing-kaidah-menulis/

-          http://damanoke.blogspot.com/2007/09/karangan.html

-          http://sunarno5.wordpress.com/2007/12/06/jenis-karangan/

-          http://budicrue.multiply.com/journal/item/12/Cara_menulis_berbagai_karangan

-          http://www.rumahdunia.net/wmview.php?ArtID=571

-          http://asep.wordpress.com/2007/05/19/langkah-langkah-menulis-artikel/

-          http://abinissa.wordpress.com/2007/11/15/teknik-penulisan-berita-untuk-media-televisi/

 


LEMBAR PENILAIAN

 

 

Tanggal : ……………………………….

 

 

Peserta pelatihan telah dinilai

 

 

 

KOMPETEN                                              BELUM KOMPETEN

 

 

 

 

 

Nama Peserta Pelatihan                              Nama Penilai

 

 

……………………………..                            ……………………………..

Tanda Tangan                                          Tanda Tangan

 

 

 

 

 

Komentar / Saran

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

……………………………………………………………………………………………………………

Testimoni

artikel lainnya Menulis Naskah TIK.MM02.022.01

Thursday 19 June 2014 | blog

BAB I PENDAHULUAN   Latar Belakang. Pertanian sebagai mata pencaharian utama dalam kehidupan manusia telah mengalami…

Monday 19 January 2015 | blog

Judul, Analisis Manajemen Pemasaran Dan Penerapan Tingkat Harga Terhadap Tingkat Kepuasan Pelanggan Swalayan Di Daerah Palur…

Thursday 6 March 2014 | blog

KONTRAK PEMBUATAN WEB-SITE (SITUS) Nomor : CBN/LGL-SDV/76/VII/03 Tanggal : 11 Juli 2003 Pada hari Jum’at, tanggal…

Saturday 1 March 2014 | blog

ILC DETAIL ENGLISH PROGRAM GENERAL ENGLISH CONVERSATION Table A. No Course Participant Competency Session Hour Quota…