Advertisement
loading...

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Advertisement

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

 

 

 

MENULIS ATAU MENYALIN ISI NASKAH

TIK.MM02.025.01

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

Daftar Isi                                                                                                       1

 

 

BAB I. 4

PENGANTAR

 

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 4

1.2 Penjelasan Modul 4

1.2.1 Desain Modul 4

1.2.2 Isi Modul 5

1.2.3 Pelaksanaan Modul 5

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini 6

1.4 Pengertian Istilah-Istilah. 6

 

 

BAB II. 8

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1 Peta Paket Pelatihan. 8

2.2 Pengertian Unit Standar 8

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 8

2.3.1 Judul Unit Kompetensi 9

2.3.2 Kode Unit Kompetensi : 9

2.3.3 Deskripsi Unit : 9

2.3.4 Elemen Kompetensi 9

2.3.5 Batasan Variabel 10

2.3.6 Panduan Penilaian. 10

2.3.6 Kompetensi Kunci 12

 

 

BAB III. 13

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1 Strategi Pelatihan. 13

3.2 Metode Pelatihan. 14

 

 

BAB IV. 15

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 15

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 15

4.3 Uraian Singkat Materi : 15

4.4 Beberapa Pengertian dalam Unit Kompetensi Ini : 18

4.5 Informasi masing-masing elemen kompetensi 19

4.5.1 Merencanakan dan Mempersiapkan untuk Menulis  Isi dan / atau Salinan. 19

4.5.2 Menulis isi / salinan. 29

 

 

BAB V. 43

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia. 43

5.2 Literatur 44

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 45

 

 

DAFTAR PUSTAKA. 46

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

 

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berbasis kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan secara kompeten. Lalu, apa arti kompeten di tempat kerja?

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, berarti Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif di tempat dimana Anda bekerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui dan ditetapkan.

 

 

1.2 Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan pseserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1 Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2 Isi Modul

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3 Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

-    Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-    Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-    Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-    Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan:

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

- Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

- Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

- Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-  Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini

 

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency).

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

1.4 Pengertian Istilah-Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi Kerja

Kompetensi  Kerja adalah kemampuan kerja setiap individu  yang mencakup aspek  pengetahuan ,  keterampilan dan sikap kerja  yang sesuai dengan standar yang ditetapkan

 

Pelatihan Berbasis Kompetensi Kerja.

Pelatihan Berbasisi Kompetensi Kerja adalah  pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.

 

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan / atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Sertifikasi Kompetensi Kerja.

Sertifikasi kompetensi Kerja adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang

dilakukan secara sitematis dan obyektif melalui uji kompetensi sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional dan /atau standar khusus.

 

Sertifikat Kompetensi Kerja

Sertifikat Kompetensi Kerja adalah bukti tertulis yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi terakreditasi yang menerangkan bahwa seseorang telah menguasai kompetensi kerja tertentu sesuai dengan SKKNI.

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit kompetensi berikut:

  1. TIK.MM02.025.01    Menulis atau Menyalin Isi Naskah

 

2.2 Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Apakah yang akan anda pelajari dari Unit Kompetensi ini ?

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana caranya menulis atau menyalin isi dari sebuah naskah.

 

Berapa lama unit kompetensi ini dapat diselesaikan ?

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari.

 

Berapa banyak/kesempatan yang anda miliki untuk mencapai kompetensi ?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Judul Unit Kompetensi

MENULIS ATAU MENYALIN ISI NASKAH.

 

2.3.2 Kode Unit Kompetensi :

TIK.MM02.025.01

2.3.3 Deskripsi Unit :

Unit ini menentukan kompetensi yang diperlukan untuk mempersiapkan, merencanakan, mengorganisasi, dan melengkapi pekerjaan  individu dan perlengkapan kerja.

2.3.4 Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01  Merencanakan dan mempersiapkan untuk menulis  isi dan / atau salinan 1.1     Persyaratan produksi dan tenggat waktu dihasilkan dari isi dengan orang-orang yang relevan, sesuai dengan prosedur organisasi.

 

1.2     Kegunaan dan fungsi dari isi ditentukan dan ruang lingkup cara untuk mencapai tujuan dieksplorasi.

 

1.3   Informasi dari bermacam-macam sumber daya seperti yang dibutuhkan untuk menghasilkan dan merekam ruang lingkup ide-ide untuk mengembangkan isi dikumpulkan.

 

1.4     Relevansi pada tujuan dan fungsi kerja yang  dimiliki oleh ide-ide tersebut.

 

 

1.5     Ide relevan yang paling  tepat pada kegunaan dan fungsi kerja dievaluasi dan dipilih.

 

 

02 Menulis isi / salinan 2.1  Isi didaftar agar mudah dibaca dan ditulis dengan menggunakan bahasa yang mudah Isi dipastikan sesuai dengan persyaratan waktu produksi.

 

2.2  Isi dipastikan berisi semua komponen yang diperlukan oleh persyaratan produksi.

 

2.3  Isi dipastikan terdaftar dalam persyaratan tenggat waktu.

 

2.4     Bahan presentasi diserahkan pada orang-orang yang relevan untuk dipertimbangkan dan ditinjau saat konsep akhir.

 

2.5  Segala perubahan yang diperlukan pada naskah didokumentasi dan diimplementasikan bila diperlukan, dan konfirmasi bahwa bahan presentasi sesuai dengan persyaratan dan siap untuk produksi.

 

 

2.3.5  Batasan Variabel

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.  Unit ini tidak terbatas pada  prosedur yang berhubungan dengan menulis bahan –bahan presentasi.

3.  Komunikasi tidak terbatas pada klien, tetapi juga kepada anggota tim, supervisor, manajemen, yang berhubungan dengan support kebutuhan klien.

 

2.3.6 Panduan Penilaian

 

Panduan penilaian terdiri dari :

  1. 1.   Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini :

1.1   Pengetahuan dasar

1.1.1  Teknik menulis naskah.

1.1.2  Prinsip-prinsip umum jurnalistik.

1.2   Keterampilan dasar

1.2.1  Bertanya dan mendengarkan dengan aktif.

1.2.2  Keterampilan dasar melayani pelanggan untuk    mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

1.2.3 Komunikasi non verbal secara jelas dan tepat.

1.2.4 Keterampilan menggunakan ejaan yang tepat

 

2.  Konteks penilaian

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara teori dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

3. Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan :

3.1   Kemampuan untuk menggunakan ejaan yang tepat

3.2  Kemampuan untuk menulis presentasi

3.3   Pengetahuan atas isu kesehatan dan keselamatan tempat kerja

3.4   Pengetahuan atas teknik komunikasi efektif

 

4.  Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1   Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan:

4.1.1   TIK.MM02.021.01 Membangun sebuah narasi.

4.2   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu / khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.


2.3.6 Kompetensi Kunci

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

2

6

Memecahkan masalah

3

7

Menggunakan teknologi

2

 


BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

3.1 Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2 Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

MENULIS ATAU MENYALIN ISI NASKAH

 

 

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan bagaimana melakukan suatu komunikasi di dalam tempat kerja atau di dalam organisasi.

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa mengerti dan mampu Menulis atau Menyalin Isi Naskah secara baik dan benar.
  • Siswa mampu melakukan komunikasi baik secara lisan maupun tertulis.
  • Siswa mengerti dan melakukan pengumpulan informasi yang dibutuhkan.
  • Siswa mengerti dan melakukan pengolahan informasi yang diiginkan dalam perusahaan.

 

4.3 Uraian Singkat Materi :

Menulis Atau Menyalin Isi Naskah

 

Penguasaan ketrampilan dalam menulis isi naskah presentasi dan ber-presentasi akan membuahkan dan meningkatkan keuntungan dari potensi diri seperti dibawah ini:

 

  • Melihat masalah dan solusi secara menyeluruh dengan tingkat kejernihan yang tinggi dan teliti

 

  • Penguasaan ketrampilan presentasi juga akan meningkatkan percaya diri yang mana menjadi komponen penting dalam kemampuan memimpin dan kemampuan komunikasi antar-pribadi yang akan mengantar kesuksesan diri anda.

 

  • Peningkatan kualitas dan potensi produk dan jasa dapat ditimbulkan dari pengertian dan pendekatan yang struktural, berbobot dan kontekstual, dan membawa produk, jasa, pelayanan, kualitas dan kemasan produk dan jasa anda lebih baik.

 

 

Berikut adalah beberapa tahap pada proses penulisan atau penyalinan naskah :

 

 

 

  1. Planning

 

  • Melakukan observasi dalam menulis

 

  • Melihat kejadian, eksplorasi, membuat diagram, konseptualisasi (spekulasi)

 

  • Melakukan ‘penelitian’ dalam menulis

 

  • Membuat pertanyaan, melakukan interview, dan membaca referensi

 

  • Perencanaan menulis merupakan perpaduan antara penyusunan strategi dan pengumpulan referensi

 

 

  1. Drafting

 

  • Membuat ‘outline’ penulisan, struktur tulisan, dan pola tulisan

 

  • Gunakan semua bahan yang diperoleh dari langkah perencanaan

 

  • Membuat hipotesis, atau tema sentral tulisan

apa yang diharapkan dari tulisan ini?

apakah bahan bacaan yang dikumpulkan sudah mencukupi?

apakah hipotesis yang ditulis cukup jelas?

 

  • Discovery draft: akan ada temuan baru mengenai subjek, audience, dan tujuan dari tulisan.

 

  • Pengembangan, penyusutan, dan pertukaran ide

 

  • Membuat diskriptif outline: melakukan penilaian tentang apa yang telah ditulis dalam draft.

 

  • Menyatukan thesis yang efektif

 

  • Menyusun outline secara formal

Tentukan bagian-2 utama tulisan

Tentukan sub-bagian

 

  • Bentuk akhir dari draft

Apakah tesisnya memuaskan?

Apakah hubungan antara bagian tulisan jelas dan konsisten satu sama lain?

Apakah urutan bagian-bagian tulisan kronologis dan menunjukkan progresi yang logis?

Apakah outline yang dibuat sudah lengkap?

 

 

 

  1. Revisi

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merevisi:

 

  • Perhatikan apa yang anda tulis

 

  • Perhatikan siapa yang akan membaca tulisan tersebut

 

  • Perhatikan tulisan anda dari perpesktif lain

 

  • Baca kembali sambil melakukan revisi (bukan proofreading)

tentukan kekuatan dan kelemahan dari subjek yang ditulis

pertajam persepsi mengenai pembaca

 

  • Baca mengenai subjeknya

mengapa memilih subjek?

apakah subjeknya dapat ditangkap dengan mudah?

hal apa yang membuat subjek ini menjadi special?

apa hal yang menarik tentang subjek ini?

apakah tulisan yang dibuat tidak terlalu panjang?

 

  • Baca mengenai audience-nya

imagine yourself as an audience and listen to the speech

 

  • Baca mengenai tujuannya

“imagine the impact of of this writing to your life. “

 

4.4 Beberapa Pengertian dalam Unit Kompetensi Ini :

 

Beberapa pengertian yang dipergunakan di dalam unit kompetensi ini, yaitu :

 

  • Font

adalah sekumpulan grafik yang membentuk huruf dan tulisan yang sedemikian rupa sehingga mempunyai jenis tulisan yang unik dan menarik.

 

  • Akronim

adalah sebuah singkatan yang menjadi sebuah kata tersendiri. Contoh : Sinetron – sinema elektronik, Asbun – asal bunyi, Kades – Kepala Desa, dan lain sebagainya.

 

  • Bold

adalah jenis huruf yang dicetak tebal.

 

  • Italics

adalah jenis huruf yang dicetak miring.

 

  • Underline

adalah jenis huruf yang digarisbawahi.

 

  • Client

adalah pihak luar yang menentukan tema materi presentasi dan tenggat waktu (deadline) pembuatan presentasi.

 

  • Project Manager

adalah orang yang bertanggung jawab atas keseluruhan proyek yang diberikan oleh client.

 

  • Project Designer

adalah orang yang berperan sebagai perancang dan pembuat naskah presentasi. Project designer bertugas menentukan software yang digunakan dalam pembuatan naskah presentasi (Microsoft Power Point, Macromedia Flash, atau software lainnya) dan merancang tampilan user interface sesuai dengan permintaan Client. Project Designer juga bertanggung jawab untuk melakukan revisi jika terjadi kesalahan dalam naskah presentasi.

 

  • Presenter

adalah orang yang menyampaikan materi presentasi kepada audience sesuai dengan tujuan presentasi. (entertain, inform atau persuade)

 

 

 

 

 

  • Audience

adalah orang yang menghadiri dan menerima informasi atau berita yang disampaikan pada presentasi. Audience biasanya adalah public umum yang memiliki minat dan ketertarikan pada tema presentasi yang akan disampaikan.

 

4.5 Informasi masing-masing elemen kompetensi

 

4.5.1 Merencanakan dan Mempersiapkan untuk Menulis  Isi dan / atau Salinan

 

4.5.1.1 Pengetahuan Kerja

 

Persyaratan Produksi Naskah Presentasi

 

Sebelum mempersiapkan sebuah naskah presentasi yang baik, ada beberapa hal yang perlu diketahui terlebih dahulu: (SPAM)

–         Situation : Perhatikan waktu dan tempat Anda akan memberikan presentasi

–         Purpose (Tujuan) : Apa tujuan yang ingin dicapai dari presentasi yang dilakukan

–         Audience : perhatikan siapa saja yang menjadi peserta dari presentasi Anda

–         Method : metode apa yang akan Anda pakai sehingga tujuan presentasi dapat tercapai

 

 

Apa saja yang perlu kita persiapkan untuk sebuah presentasi yang sukses ? Sebelum melaksanakan suatu presentasi, maka ada 3 (tiga) hal pokok yang perlu dipersiapkan, yaitu : Materi Presentasi, Perlengkapan Presentasi dan Kesiapan Presenter untuk menyampaikan naskah presentasi

A. Materi Presentasi
Dalam Persiapan Presentasi, maka yang sangat mutlak dilakukan secara sungguh-sungguh adalah mempersiapkan Materi Presentasi. Dalam mempersiapkan materi presentasi ini, hal-hal yg perlu diperhatikan adalah :

 

 

(i) Tema Presentasi.


Materi Presentasi yang disiapkan harus sesuai dan saling mendukung satu sama lain terhadap Tema Presentasi. Presenter harus benar-benar menguasai Materi yang akan dipresentasikannya, termasuk juga mengantisipasi hal hal yang mungkin akan ditanyakan oleh peserta presentasi.

 

 

Langkah pertama dalam persiapan tema presentasi adalah memilih topik (apa yg akan dipresentasikan). Berikut adalah hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih topik presentasi yang sesuai dengan materi dan tema presentasi :

–         Apakah Anda tertarik dengan topik ?

–         Apakah Anda merasa nyaman dan menikmati berbicara tentang topik yang dipilih ?

–         Apakah tujuan presentasi Anda ? (entertain, inform atau persuade)

–         Apakah audience akan tertarik dengan topik ?

–         Apakah topik yg dibicarakan topik yang sensitif terhadap pihak-pihak tertentu dari sisi audience ?

–         Apakah ada peristiwa tertentu yang berkaitan dengan topik ?

 

(ii) Media Presentasi

Tentukan media presentasinya (misal : OHP, Powerpoint, dll) termasuk handout yang akan dibagikan ke audience.
(iii) Desain dan Urutan Materi Presentasi

Hendaknya materi presentasi didesain dan disusun sedemikian rupa hingga dalam penyajiannya menjadi sistematis, runut/urut, jelas, dan (saling) berkaitan. Desain Powerpoint boleh saja disertai dengsn gambar background, ilustrasi atau animasi yang cukup menarik, agar audience tidak bosan. Namun tambahan asesoris ini hendaknya jangan terlalu banyak, agar tidak mengganggu fokus pada substansi slide yg disajikan.
(iv) Budget Waktu


Hendaknya harus juga memperhitungkan budget waktu yang tersedia untuk menyampaikan Materi Presentasi, jangan sampai pada saat waktu yang disediakan untuk presentasi telah habis, sementara Materi Presentasi yang ada belum semua tersampaikan kepada audience. Sebaliknya, jika penyampaian presentasi terlalu cepat, maka audience akan merasa bahwa materi yang disampaikan tidak lengkap dan kurang informatif.

 

 

B. Perlengkapan Presentasi
Didalam melakukan persiapan untuk suatu presentasi, maka yang juga harus dipersiapkan adalah Perlengkapan Presentasi. Termasuk dalam Perlengkapan Presentasi ini adalah segala Perlengkapan yang akan digunakan dan atau diperagakan dalam presentasi tersebut. Contoh dari Perlengkapan Presentasi ini adalah : Laptop (lengkap dgn battery yang sudah fullcharged), flasdisk/diskette, Laser Pointer, termasuk buku-buku, dummy product dan/atau sample product yang hendak ditawarkan (bila presentasi tersebut merupakan presentasi launching/penjualan produk baru)

 

 

C. Kesiapan Presenter untuk menyampaikan naskah presentasi

Hal yang paling penting adalah Kesiapan Sang Presenter. Yang dimaksudkan Kesiapan Sang Presenter disini adalah bahwa menjelang saat/hari presentasi, maka sang presenter pun harus dalam kondisi kesehatan yang prima, tidak ada jadwal acara-acara lain atau bahkan masalah transportasi menuju tempat presentasi,yang kemungkinan bisa membatasi, mengganggu atau bahkan membatalkan jalannya presentasi. Presenter juga sebaiknya memiliki kemampuan menyampaikan informasi yang baik. Berikut adalah langkah-langkah persiapan bagi Presenter sebelum presentasi :

  • Kalau bisa, sehari sebelumnya coba lagi presentasi anda. (dapat dibantu dengan kaca)
  • Atur slide sesuai urutan.
  • Pastikan alat-alat bantu bekerja dengan baik.
  • Pastikan siapa yang membantu (apabila diperlukan)
  • Pastikan pengeras suara bekerja dengan baik
  • Datang lebih awal.
  • Perhatikan: penampilan
  • Jangan berdiri dibelakang meja, jangan menghalangi slide, usahakan dekat dengan audience
  • Utarakan objective anda diawal prsentasi, dan ulangi kembali di akhir presentasi.
  • Jangan membuat lawakan kalau anda tidak ahli untuk itu.
  • Perhatikan kelakuan anda, hindari kebiasaan tidak baik.
  • Gunakan laser pointer dengan benar, dan jangan ganggu audience anda dengannya.
  • Libatkan audience dalam proses
  • Awasi waktu anda!
  • Jangan mengkritik hal-hal diluar topik.
  • Hindari membaca notes, kata per kata
  • Usahakan Anda lihat terlebih dahulu setiap transisi slide ke layer, apakah Audience dapat melihat slide Anda dengan baik ?

 

Tenggat Waktu Produksi naskah presentasi


Pada industri bisnis, tema naskah / artikel presentasi dan tenggat waktu biasanya ditentukan oleh klien bisnis yang menginginkan produknya dipublikasikan. Tapi bila hubungan kerja tidak bergantung pada klien, maka project managerlah yang menentukan tenggat waktu produksi naskah presentasi.

 

Orang-orang yang relevan dalam produksi naskah presentasi

 

Dalam produksi naskah presentasi, orang-orang yang relevan dan memiliki andil penting pada hasil akhir sebuah naskah presentasi adalah sebagai berikut :

 

  1. Client

Adalah pihak luar yang menentukan tema materi presentasi dan tenggat waktu (deadline) pembuatan presentasi.

 

  1. Project Manager

Adalah orang yang bertanggung jawab atas keseluruhan proyek yang diberikan oleh client.

 

  1. Project Designer

Adalah orang yang berperan sebagai perancang dan pembuat naskah presentasi. Project designer bertugas menentukan software yang digunakan dalam pembuatan naskah presentasi (Microsoft Power Point, Macromedia Flash, atau software lainnya) dan merancang tampilan user interface sesuai dengan permintaan Client. Project Designer juga bertanggung jawab untuk melakukan revisi jika terjadi kesalahan dalam naskah presentasi.

 

  1. Presenter

Adalah orang yang menyampaikan materi presentasi kepada audience sesuai dengan tujuan presentasi. (entertain, inform atau persuade)

 

  1. Audience

Adalah orang yang menghadiri dan menerima informasi atau berita yang disampaikan pada presentasi. Audience biasanya adalah public umum yang memiliki minat dan ketertarikan pada tema presentasi yang akan disampaikan.

 

 

Prosedur Organisasi

 

Dalam pembuatan proyek multimedia, termasuk pembuatan naskah presentasi,  ada 3 tahap proses produksi, yaitu Pre-Production, Production, dan Post Production

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada Proses Pre-Production, Prosedur Organisasi yang berjalan adalah sebagai berikut :

 

  • Client menentukan definisi konsep materi presentasi dan design umum secara keseluruhan (global) yang diinginkan

 

  • Kemudian, Project Manager yang dipilih bertugas membuat Production Plan (rancangan produksi) yang sesuai dengan tenggat waktu, disertai dengan dokumentasi yang diperlukan.

 

  • Project Manager kemudian merancang tim yang sesuai dengan proyek, seperti pemilihan Project Designer dan Presenter.

 

  • Project Designer kemudian membangun prototype design yang akan diserahkan ke client untuk ditinjau kembali.

 

  • Jika prototype design sesuai dengan keinginan Client, maka Client menarik diri dari proses pre-produksi dan memberikan dana dalam pembuatan proyek

 

 

Pada Proses Production, Prosedur Organisasi yang berjalan adalah sebagai berikut :

 

  • Project Designer menentukan software yang digunakan, dan mulai mengerjakan pembuatan content (isi) naskah presentasi dan tampilan user interface designnya.

 

  • Jika pembuatan content (isi) dan design naskah presentasi sudah selesai, maka akan dilakukan beberapa kali testing untuk hasil yang maksimal. Jika pada proses testing ditemukan kesalahan-kesalahan, maka kesalahan-kesalahan ini diperbaiki segera oleh Project Designer.

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada Proses Post-Production, Prosedur Organisasi yang berjalan adalah sebagai berikut :

 

  • Beta Testing, yaitu testing atau pemeriksaan content, interaksi, dan kesalahan pada hasil akhir naskah presentasi oleh publik luas.

 

  • Jika sudah terbukti, naskah presentasi sudah sesuai, maka proyek siap dipresentasikan kepada Client, dan kemudian dilakukan dokumentasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

4.5.1.2 Keterampilan Kerja

 

Penentuan Kegunaan dan fungsi dari isi naskah presentasi :

 

Berikut adalah tipe-tipe kegunaan dan fungsi dari suatu isi naskah presentasi :

 

  1. Komersil

Bertujuan untuk memasarkan suatu produk ke masyarakat luas, misalnya : Demonstrasi Produk

 

  1. Informatif

Bertujuan untuk menyampaikan suatu informasi baru kepada audience dengan harapan audience akan mengetahui dan memahami topik yang dipresentasikan, misalnya : Workshop, Seminar, Kuliah, dsb.

 

  1. Persuasif

Bertujuan untuk mengubah perilaku atau kebiasaan dari audience, misalnya: Kampanye, Penyuluhan narkoba, dsb.

 

  1. Entertaining

Bertujuan untuk menghibur peserta, berusaha agar peserta tetap memperhatikan kita

 

 

Pengeksplorasian ruang lingkup cara mencapai tujuan :

 

Penguasaan ketrampilan dalam ber-presentasi akan membuahkan dan meningkatkan keuntungan dari potensi diri seperti dibawah ini:

 

•   Melihat masalah dan solusi secara menyeluruh dengan tingkat kejernihan yang tinggi dan teliti.

 

•   Penguasaan ketrampilan presentasi juga akan meningkatkan percaya diri yang mana menjadi komponen penting dalam kemampuan memimpin dan kemampuan komunikasi antar-pribadi yang akan mengantar kesuksesan diri anda.

 

•   Peningkatan kualitas dan potensi produk dan jasa dapat ditimbulkan dari pengertian dan pendekatan yang struktural, berbobot dan kontekstual dan membawa produk, jasa, pelayanan, kualitas dan kemasan produk dan jasa anda lebih baik.

 

 

 

 

 

Ada beberapa ruang lingkup cara yang dapat dilakukan untuk mencari inspirasi/ide naskah presentasi yang dapat kita gunakan untuk mencapai tujuan, diantaranya :

 

  • Penelitian

 

  • Membaca referensi literature ( dapat dilakukan di toko buku atau perpustakaan umum)

 

  • Mencari di internet (menggunakan bantuan search engine, seperti google)

 

 

Pengumpulan informasi dari bermacam-macam sumber daya :

 

Dalam mengumpulkan informasi yang diperlukan untuk membuat naskah presentasi yang sesuai dengan tujuan kita, ada bermacam-macam sumber daya yang dapat kita manfaatkan atau lakukan, seperti :

 

  • Melakukan observasi dalam menulis

 

  • Melihat kejadian, eksplorasi, membuat diagram, konseptualisasi (spekulasi)

 

  • Melakukan ‘penelitian’ dalam menulis

 

  • Membuat pertanyaan, melakukan interview, dan membaca referensi

 

  • Perencanaan menulis merupakan perpaduan antara penyusunan strategi dan pengumpulan referensi

 

  • Mencari di internet (menggunakan bantuan search engine, seperti google)

 

 

Pengumpulan ruang lingkup ide dalam mengembangkan isi naskah presentasi :

 

Untuk mendukung fakta dan proses penulisan naskah presentasi, sebelumnya bahan tulisan maupun referensi dapat dipersiapkan karena dapat digunakan sebagai dasar penulisan. Hal ini dapat dimulai dan diketahui dari pembimbing atau buku panduan yang terdapat struktur penulisan sesuai dengan subjek.

 

Referensi dari buku yang dianggap kompeten dan sesuai dikumpulkan, Artikel-artikel dari sumber-sumber terpercaya juga dikumpulkan dan diseleksi, hasil observasi dan konseptualisasi sesuai dengan tema bersangkutan yang sudah ditentukan sebelumnya juga dikumpulkan untuk dijadikan satu kesatuan ide yang bisa dipakai untuk membuat isi naskah presentasi.

 

4.5.1.3 Sikap Kerja

 

Relevansi ide dengan tujuan dan fungsi kerja

 

Ide yang sudah didapat dan akan dipakai dalam pembuatan naskah presentasi, harus memiliki keterkaitan dan relevansi dengan tujuan dan fungsi kerja awal yang sudah ditentuklan sebelumnya. Misal : Jika Tujuan dan fungsi kerja yang ingin dicapai dari hasil naskah presentasi kita adalah  komersil atau memasarkan suatu produk, maka sebaiknya ide yang kita gunakan haruslah bersifat populer, komersil, fresh, inovatif, mengikuti tren masa kini dan atraktif  (menarik) bagi audience.

 

 

Pengevaluasian dan Pemilihan ide yang paling relevan dengan tujuan dan fungsi kerja

 

Ide-ide yang didapat didaftar untuk selanjutnya dipilih ide yang paling relevan dengan tujuan dan fungsi kerja untuk dibuat rancangan naskahnya.

 

4.5.2  Menulis isi / salinan

 

4.5.2.1 Pengetahuan Kerja

 

Pendaftaran isi naskah agar mudah dibaca

 

Isi materi naskah presentasi didaftar agar lebih mudah dibaca :

 

  • Salam pembuka

Dapat berupa ucapan Selamat Pagi, Siang, dsb

 

  • Tujuan

Menjelaskan target yang diharapkan setelah presentasi selesai

 

  • Rumusan Masalah

Menjelaskan urutan tahapan sehingga dapat dipindahkan langsung pada format Microsoft power Point

 

  • Landasan Teori (Jika ada)

Menjelaskan konsep-konsep teori yang diperlukan dan dipakai pada pengerjaan proyek. Pada saat presentasi, penekanan konsep yang

 

disampaikan adalah dalam hal esensi/filosofi dari konsep tersebut. Jika ada bahasa matematis yang perlu disampaikan, sebaiknya tidak terlalu detail (detailnya waktu tanya jawab)

 

  • Pemodelan awal (Prototype Design)

Menggambarkan blok diagram/ arsitektur yang digunakan beserta tahapan dalam pengintegrasiannya

 

  • Penjelasan Produk

Merupakan hal yang dianalisis dan akan dipublikasikan pada audience

 

  • Salam Penutup

 

 

Penggunaan bahasa yang mudah dimengerti

 

Menggunakan bahasa Indonesia yang baku dan mudah dipahami oleh audience. Bahasa yang sesuai adalah Bahasa Ilmiah, untuk itu Bahasa ilmiah harus memenuhi persyaratan :

 

  • Bahasa Ilmiah harus tepat dan tunggal makna, tidak remang nalar ataupun mendua.

Contoh:”penelitian ini mengkaji teknik pentajaman objek yang efektif dan efisien”

 

  • Bahasa Ilmiah mendefinisikan secara tepat istilah, dan pengertian yang berkaitan dengan suatu penelitian, agar tidak menimbulkan kerancuan.

 

  • Bahasa Ilmiah itu singkat, jelas dan efektif.

Contoh:”tulisan ini  (dilakukan dengan maksud untuk) membahas kecendrungan teknologi informasi menjelang abad ke-21”.

 

Catatan: kata-kata yang didalam kurung sebaiknya dihilangkan.

 

Selain penggunaan bahasa ilmiah, sebaiknya kita juga menggunakan kalimat efektif dalam naskah presentasi yang akan dibuat. Yang dimaksud dengan kalimat efektif adalah :

 

  • “Kalimat yang membangkitkan acuan dan makna yang sama di benak pendengar atau pembaca dengan yang ada di benak pembicara atau penulis

 

  • Kalimat yang efektif ditentukan oleh:

- Keterpaduan kalimat: mengacu pada penalaran (deduksi, induksi, top-down, bottom-up, dll.)

- Koherensi kalimat: mengacu pada hubungan timbal-balik antara kalimat-kalimat

 

 

Koherensi Kalimat

 

Hal-hal yang dapat mengganggu koherensi kalimat :

 

  • Penempatan kata

Contoh : Pekan Olah Raga Bekas Penyandang Kusta Nasional

 

  • Pemilihan dan Pemakaian Kata

Memilih kata depan atau kata penghubung yang salah:

Contoh : Dari hasil perhitungan…..

 

  • Memilih dua kata yang kontradiktif atau medan maknanya tumpang tindih:

Contoh :           – Banyak penderita-penderita ….

- Suatu ciri-ciri yang didapatkan……

 

  • Menggunakan kata yang tidak sesuai:

Contoh :           – Walaupun banyak artikel berpendapat…..

 

  • Menggunakan nama atau istilah yang benar, tetapi penulisannya keliru:

Contoh :           – Poison (Poisson) distribution

 

 

Pengejaan (spelling)

 

  • Konsistensi

Spelling, termasuk hypenation, harus konsisten dalam seluruh tulisan, kecuali dalam kutipan, di mana spelling dari tulisan aslinya dipertahankan, terlepas apakah spellinhg tersebut benar atau salah.

 

  • Pembagian kata (word division)

Pembagian kata sebaiknya dikonsultasikan dengan kamus, sehingga anda tahu dimana sebaiknya suatu kata bisa dipenggal

 

  • Kata-kata asing (foreign words)

Apabila anda menyitir suatu kata asing, maka anda harus menuliskannya persis sebagaimana tulisan tersebut ditulis

 

 

Tanda Baca

 

Tujuan tanda baca adalah untuk:

 

  • Memastikan kejelasan, dan readibility suatu tulisan.

 

  • Tanda baca memperjelas struktur kalimat, memisahkan beberapa kata,dan mengelompokkan yang lain.

 

  • Menambah makna pada tulisan

 

  • Tanda baca yang umum dipakai: (,), (;), (:), (.), (?), (!)

 

  • Kalimat yang terlalu banyak menggunakan tanda baca, sering kali menandakan kalimat tersebut harus ditulis kembali

 

Selain penggunaan bahasa yang benar dan mudah dimengerti, sebaiknya kita juga memiliki pengetahuan dasar tentang prinsip-prinsip umum bahasa jurnalistik.

 

Bahasa jurnalistik merupakan bahasa komunikasi massa sebagai tampak dalam harian-harian surat kabar dan majalah. Dengan fungsi yang demikian itu bahasa jurnalistik  itu harus jelas dan mudah dibaca dengan tingkat ukuran intelektual minimal. Menurut JS Badudu (1988) bahasa jurnalistik memiliki sifat-sifat khas yaitu singkat, padat, sederhana, lugas, menarik, lancar dan jelas. Sifat-sifat itu harus dimiliki oleh bahasa pers, bahasa jurnalistik, mengingat surat kabar dibaca oleh semua lapisan masyarakat yang tidak sama tingkat pengetahuannya. Oleh karena itu beberapa ciri yang harus dimiliki bahasa jurnalistik di antaranya:

 

  1. Singkat

artinya bahasa jurnalistik harus menghindari penjelasan yang panjang dan bertele-tele.

 

  1. Padat

artinya bahasa jurnalistik yang singkat itu sudah mampu menyampaikan informasi yang lengkap. Semua yang diperlukan pembaca sudah tertampung didalamnya. Menerapkan prinsip 5 wh, membuang kata-kata mubazir dan menerapkan ekonomi kata.

 

  1. Sederhana

artinya bahasa pers sedapat-dapatnya memilih kalimat tunggal dan sederhana, bukan kalimat majemuk yang panjang, rumit, dan kompleks. Kalimat yang efektif, praktis, sederhana pemakaian kalimatnya, tidak berlebihan pengungkapannya (bombastis)

 

  1. Lugas

artinya bahasa jurnalistik mampu menyampaikan pengertian atau makna informasi secara langsung dengan menghindari bahasa yang berbunga-bunga .

 

  1. Menarik

artinya dengan menggunakan pilihan kata yang masih hidup, tumbuh, dan berkembang. Menghindari kata-kata yang sudah mati.

 

  1. Jelas

artinya informasi yang disampaikan jurnalis dengan mudah dapat dipahami oleh khalayak umum (pembaca). Struktur kalimatnya tidak menimbulkan penyimpangan/pengertian makna yang berbeda, menghindari ungkapan bersayap atau bermakna ganda (ambigu). Oleh karena itu, seyogyanya bahasa jurnalistik menggunakan kata-kata yang bermakna denotatif. Namun seringkali kita masih menjumpai judul berita: Tim Ferrari Berhasil Mengatasi Rally Neraka Paris-Dakar. Jago Merah Melahap Mall Termewah di Kawasan Jakarta. Polisi Mengamankan Oknum Pemerkosa dari Penghakiman Massa.

 

Dalam menerapkan ke-6 prinsip tersebut tentunya diperlukan latihan berbahasa tulis yang terus-menerus, melakukan penyuntingan yang tidak pernah berhenti. Dengan berbagai upaya pelatihan dan penyuntingan, barangkali akan bisa diwujudkan keinginan jurnalis untuk menyajikan ragam bahasa jurnalistik yang memiliki rasa dan memuaskan dahaga selera pembacanya.

 

Dipandang dari fungsinya, bahasa jurnalistik merupakan perwujudan dua jenis bahasa yaitu seperti yang disebut Halliday (1972)  sebagai fungsi ideasional dan fungsi tekstual atau fungsi referensial, yaitu wacana yang menyajikan fakta-fakta. Namun, persoalan muncul bagaimana cara mengkonstruksi bahasa jurnalistik itu agar dapat menggambarkan fakta yang sebenarnya. Persoalan ini oleh Leech (1993)  disebut retorika tekstual yaitu kekhasan pemakai bahasa  sebagai alat untuk mengkonstruksi teks. Dengan kata lain prinsip ini juga berlaku pada bahasa jurnalistik.

 

Terdapat empat prinsip retorika tekstual   yang dikemukakan Leech, yaitu prinsip prosesibilitas, prinsip kejelasan, prinsip ekonomi, dan prinsip ekspresifitas.

 

  1. 1.   Prinsip prosesibilitas

menganjurkan agar teks disajikan sedemikian rupa sehingga mudah bagi pembaca untuk memahami pesan pada waktunya. Dalam proses memahami pesan penulis harus menentukan :

 

(a) bagaimana membagi pesan-pesan menjadi satuan;

(b) bagaimana tingkat subordinasi dan seberapa pentingnya masing-masing satuan, dan

(c) bagaimana mengurutkan satuan-satuan pesan itu. Ketiga macam itu harus saling berkaitan satu sama lain.

 

Penyusunan bahasa jurnalistik dalam surat kabar berbahasa Indonesia, yang menjadi fakta-fakta harus cepat dipahami oleh pembaca dalam kondisi apa pun agar tidak melanggar prinsip prosesibilitas ini. Bahasa jurnalistik Indonesia disusun dengan struktur sintaksis yang penting mendahului struktur sintaksis yang tidak penting

 

Perhatikan contoh berikut:

 

(1)     Pangdam VIII/Trikora Mayjen TNI Amir Sembiring mengeluarkan perintah tembak di tempat, bila masyarakat yang membawa senjata tajam, melawan serta tidak menuruti permintaan untuk menyerahkannya. Jadi petugas akan meminta dengan baik. Namun jika bersikeras dan melawan, terpaksa akan ditembak di tempat sesuai dengan prosedur (Kompas, 24/1/99)

 

(2)     Ketua Umum PB NU KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) mengadakan kunjungan  kemanusiaan kepada Ketua Gerakan Perlawanan Timor (CNRT) Xanana Gusmao di LP Cipinang, Selasa (2/2) pukul 09.00 WIB. Gus Dur didampingi pengurus PBNU Rosi Munir dan staf Gus Dur, Sastro. Turut juga Aristides Kattopo dan Maria Pakpahan (Suara Pembaruan, 2/2/99)

 

Contoh (1) terdiri dari dua kalimat, yaitu kalimat pertama menyatakan pesan penting dan kalimat kedua menerangkan pesan kalimat pertama. Contoh (2) terdiri dari tiga kalimat, yaitu kalimat pertama menyatakan pesan penting dan kalimat kedua serta kalimat ketiga menyatakan pesan yang menerangkan pesan kalimat pertama.

 

 

  1. 2.   Prinsip kejelasan

yaitu agar teks itu mudah dipahami. Prinsip ini menganjurkan agar bahasa teks menghindari ketaksaan (ambiguity). Teks yang tidak mengandung ketaksaan akan dengan mudah dan cepat dipahami.

 

Perhatikan Contoh:

 

(3)     Ketika mengendarai mobil dari rumah menuju kantornya di kawasan Sudirman, seorang pegawai bank, Deysi Dasuki, sempat tertegun mendengar berita radio. Radio swasta itu mengumumkan bahwa kawasan Semanggi sudah penuh dengan mahasiswa dan suasananya sangat mencekam (Republika, 24/11/98)

 

(4)     Wahyudi menjelaskan, negara rugi karena pembajak buku tidak membayar pajak penjualan (PPN) dan pajak penghasilan (PPH). Juga pengarang, karena mereka tidak menerima royalti atas karya ciptaannya. (Media Indonesia, 20/4/1997).

 

 

Contoh (3) dan (4) tidak mengandung ketaksaan. Setiap pembaca akan menangkap pesan yang sama atas teks di atas. Hal ini disebabkan teks tersebut dikonstruksi oleh kata-kata yang mengandung kata harfiah, bukan kata-kata metaforis.

 

 

  1. 3.   Prinsip ekonomi

Prinsip ekonomi menganjurkan agar teks itu singkat tanpa harus merusak dan mereduksi pesan. Teks yang singkat dengan mengandung pesan yang utuh akan menghemat waktu dan tenaga dalam memahaminya. Sebagaimana wacana dibatasi oleh ruang wacana jurnalistik dikonstruksi agar tidak melanggar prinsip ini. Untuk mengkonstruksi teks yang singkat, dalam wacana jurnalistik dikenal adanya cara-cara mereduksi konstituen sintaksis yaitu

(i)           singkatan;

(ii)          elipsis, dan

(iii)        pronominalisasi.

 

Singkatan, baik abreviasi maupun akronim, sebagai cara mereduksi konstituen sintaktik banyak dijumpai dalam wacana jurnalistik.

 

(5)     Setelah dipecat oleh DPRAS karena memberikan sumpah palsu dan menghalang-halangi peradilan, Presiden Bill Clinton telah menjadi presiden kedua sejak berdirinya Amerika untuk diperintahkan diadili di dalam senat (Suara Pembaruan, 21/12/98)

 

(6)     Ketua DPP PPP Drs. Zarkasih Noer menyatakan, segala bentuk dan usaha untuk menghindari disintegrasi bangsa dari mana pun atau siapa pun perlu disambut baik (Suara Pembaruan, 21/12/98

 

Pada contoh (5) terdapat abreviasi DPRAS. Pada contoh (6) terdapat abreviasi DPP PPP. Selain itu ada abreviasi lain seperti SARA, GPK, OTB, OT, AMD, SDM. AAK, GPK,  dll. Terdapat pula berbagai bentuk akronim dengan variasi pembentukannya walaupun seringkali tidak berkaidah. Misalnya. Curanmor, Curas, Miras, dll.

Elipsis merupakan salah satu cara mereduksi konstituen sintaktik dengan melesapkan konstituen tertentu.

 

 

(7)     AG XII Momentum gairahkan olahraga Indonesia (Suara Pembaruan, 21/12/98)

 

(8)     Jauh sebelum Ratih diributkan, Letjen (Pur) Mashudi, mantan Gubernur Jawa Barat dan mantan Ketua Umum Kwartir Gerakan Pramuka telah menerapkan ide mobilisasi massa. Konsepnya memang berbeda dengan ratih (Republika, 223/12/98)

 

Pada contoh ((7) terdapat pelepasan afiks me(N)- pada verba gairahkan. Pelepasan afiks seperti contoh (7) di atas sering terdapat pada judul wacana jurnalistik. Pada contoh (8) terdapat pelesapan kata mobilisasi masa pada kalimat kedua.

 

Pronominalisasi merupakan cara mereduksi teks dengan menggantikan konstituen yang telah disebut dengan pronomina. Pronomina Pengganti biasanya lebih pendek daripada konstituen terganti.

 

(9)     Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (DPP PDI) hasil kongres Medan Soerjadi dan Sekjen Buttu Hutapea pada hari Minggu (23/8) sekitar pukul 18.30 Wita tiba di bandara Mutiara, Palu Sulawesi Tengah, dengan diangkut pesawat khusus. Keduanya datang untuk mengikuti Kongres V PDI, dengan pengawalan ketat  langsung menunggu Asrama Haji dan menginap di sana. (Kompas, 24/8/98)

 

 

(10)    Hendro Subroto bukan militer. Sebagai seorang warga sipil, jejak pengalamannya dalam beragam mandala pertempuran merupakan rentetan panjang sarat pengalaman mendebarkan. Ia hadir ketika Kahar Muzakar tewas disergap pasukan Siliwangi di perbukitan Sulsel (Kompas, 24/8/98).

 

Pada contoh (9) tampak bahwa keduanya pada kalimat kedua merupakan pronominalisasi kalimat pertama. Pada contoh (10) kata ia mempronominalisasikan Hendro Subroto, sebagai warga sipil pada kalimat pertama dan kedua.

 

  1. 4.   Prinsip ekspresivitas

 

Prinsip ini dapat pula disebut prinsip ikonisitas. Prinsip ini menganjurkan agar teks dikonstruksi selaras dengan aspek-aspek pesan. Dalam wacana jurnalistik, pesan bersifat kausalitas dipaparkan menurut struktur pesannya, yaitu sebab dikemukakan terlebih dahulu baru dikemukakan akibatnya. Demikian pula bila ada peristiwa yang terjadi berturut-turut, maka peristiwa yang terjadi lebih dulu akan dipaparkan lebih dulu dan peristiwa yang terjadi kemudian dipaparkan kemudian.

 

(11)    Dalam situasi bangsa yang sedang kritis dan berada di persimpangan jalan, karena adanya benturan ide maupun paham politik, diperlukan adanya dialog nasional. “Dialog diperlukan untuk mengubur masa lalu, dan untuk start ke masa depan”. Tutur Prof. Dr. Nurcholis Madjid kepada Kompas di kediamannya di Jakarta Rabu (23/12) (Kompas, 24/12/98).

 

Pada contoh (11) tampak bahwa kalimat pertama menyatakan sebab dan kalimat kedua mendatangkan akibat.

 

 

4.5.2.2 Keterampilan Kerja

 

Penyesuaian isi dengan persyaratan waktu produksi

 

Isi naskah presentasi sebaiknya  jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit, disesuaikan dengan rancangan lama waktu presentasi yang diinginkan client.

 

Pemeriksaan komponen isi sesuai persyaratan produksi

 

Setelah isi naskah presentasi disesuaikan dengan persayaratan waktu produksi, komponen-komponen isi naskah presentasi kemudian diperiksa kelengkapan komponennya sesuai dengan persyaratan produksi. Pada tahap ini yang harus diperiksa adalah : Materi naskah apakah sudah mencakup content (isi), presentasi memiliki tema presentasi yang sesuai dan menarik, menggunakan media presentasi yang standard (Microsoft Power Point), penyajiannya sistematis, kronologis (runut/urut), jelas, dan (saling) berkaitan, menggunakan desain yang, inovatif, atraktif dan menarik, dan juga sesuai dengan budget waktu (tidak terlalu panjang ataupun terlalu singkat).

 

 

Pemeriksaan isi sesuai dengan persyaratan tenggat waktu

 

Setelah diperiksa kelengkapan komponen materi nsakah sesuai dengan persyaratan produksi, maka hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan isi naskah presentasi apakah sudah sesuai dengan persyaratan tenggat waktu, karena hal ini akan menentukan pandangan client terhadap perusahaan kita sebagai project producer.

 

 

Penyerahan bahan presentasi pada client untuk dipertimbangkan pada saat konsep akhir

 

Penyerahan bahan presentasi (beta testing) kepada client apakah sudah sesuai atau belum dengan permintaan client.

 

Penyerahan naskah presentasi kepada client dapat dilakukan dengan tujuan :

  • Menyampaikan secara lisan hasil penelitian yang dilakukan diertai dokumen yang bersangkutan

 

  • Mendapatkan feedback berupa saran-saran guna penyempurnaan protoype awal yang telah dirumuskan.

 

  • Sebagai media melatih kemampuan verbal dalam menyampaikan pokok-pokok pikiran maupun hasil penelitian.

 

Bila naskah presentasi belum sesuai dengan permintaan Client, maka perlu diadakan perbaikan dan perubahan. Berikut adalah beberapa alasan umum naskah belum diterima/ditolak :

  • Tema kurang menarik
  • Naskah tidak lengkap
  • Bahasa jelek
  • Susunan kalimat panjang-panjang sehingga sulit dipahami
  • Banyak salah ketik
  • Calon pembeli sedikit
  • Pernah ada buku yang mirip/sama
  • Mengandung hal-hal yang terlarang

 

Dokumentasi perubahan naskah

 

Jika naskah presentasi yang sudah diserahkan ke client belum sesuai, maka dilakukan perubahan sesuai dengan keinginan client. Perubahan ini kemudian di dokumentasi dan kemudian salinannya diserahkan lagi ke client

 

 

untuk peninjauan dan penyesuaian berikutnya hingga client puas. Dokumentasi sebaiknya dismpan dalam bentuk softcopy dan hardcopy.

 

Melakukan Pencetakan Slide

 

Dokumen Power Point dapat kita cetak untuk berbagai macam kepentingan. Kita bisa mem-printnya untuk menjadi handout bagi peserta presentasi, atau mungkin justru untuk kerangka guna membantu presentasi.

 

 

Fitur-Fitur Pencetakan Standar

 

Untuk mem-print dokumen Power Point, anda  harus membuka dokumen ini terlebih dahulu. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan proses percetakan. Yang pertama adalah setup dari halaman tersebut. Kita bisa mengakses menu ini melalui File à Page Setup.

 

 

 

 

 

 

Gambar Page Setup

 

Pada bagian ini anda bisa menentukan ukuran dari kertas anda pada pilihan Slides Sized For. Anda juga bisa menentukan apakah kertas dan slide anda akan dicetak Potrait atau landscape pada kotak orientation. Selain Page Setup menu yang penting juga adalah File à Print Preview.

 

Bagian Print Preview berfungsi untuk memperlihatkan hasil dari cetakan sebelum mencetaknya. Pada bagian ini, anda bisa menentukan berapa banyak slide yang ingin dicetak dalam satu halaman pada pilihan Print What, pada menu option anda bisa menentukan warna dari cetakan serta header dan footer dari setiap slide. Pilihan Scale to Fit Paper akan membuat ukuran cetakan anda akan disesuaikan dengan ukuran dari kertas cetakan anda, sedangkan pilihan frames Slide, akan membuat setiap slide anda diberi kotak/frame.

 

 

 

Gambar Print Preview

 

 

Mencetak Slide

 

Untuk mencetak slide tersebut, setelah menentukan Page Setup, kita harus men-click menu File à Print atau dengan shortcut Ctrl+P.

 

Pada bagian ini anda harus menentukan printer yang akan digunakan pada printer name. Kita bisa juga menentukan properties dari printer kita. Berbeda printer maka akan berbeda pula properties dari printer ini. Apabila printer anda tidak muncul pada pilihan printer name, pastikan bahwa driver dari printer tersebut telah terinstal.

 

Selain itu, kita bisa menentukan apakah ingin mencetak seluruh isi dokumen, atau hanya sebagian pada kotak Print Range. Kita juga bisa menentukan berapa kali dokumen ini akan dicetak pada kotak Copies. Terdapat pula beberapa fungsi yang sama dengan fungsi pada Menu Print Preview, seperti Print What, Handouts, Scale to Fit Paper, dan Frame Slide.

 

 

Gambar Menu Print

 

 

Setelah menentukan Print Setup, disarankan untuk melakukan preview sebelum menekan tombol OK, yaitu dengan menekan tombol Preview disudut kiri window. Hal ini bertujuan untuk mengurangi tingkat kesalahan pencetakan.

 

 

4.5.2.3 Sikap Kerja

 

Konfirmasi bahan presentasi memenuhi persyaratan dan siap produksi

 

Jika client sudah menyetujui naskah presentasi yang telah dibuat, maka bahan presentasi dikonfirmasi sudah memenuhi persyaratan produksi dan siap dipublikasikan ke audience dengan bantuan presenter. Konfirmasi kesiapan proyek, dapat dicantumkan pada sebuah laporan tertulis yang berupa penulisan formal tentang proyek atau investigasi penelitian dan menjelaskan bagian yang dipresentasikan dalam format standar yang digunakan untuk memberitahukan pembaca apa yang telah dilakukan, mengapa dan bagaimana dan apa yang ditemukan.Sebuah laporan ditulis dengan anggapan bahwa pembaca tidak mengetahui penelitian atau eksperimen anda. Laporan ditulis dengan penjelasan yang cukup sehingga jika seseorang membacanya akan mampu mereplikasi percobaan anda dengan serupa.

 

Menulis surat, laporan, catatan dan bentuk komunikasi lainnya merupakan ketrampilan untuk bisnis dan kehidupan pribadi. Surat yang bagus membantu mencapai hasil sementara yang jelek membuat gagal. Orang menilai yang lain atas kualitas dari tulisan mereka, jadi sangat membantu jika dapat menulis dengan baik. Di sini ada beberapa tips sederhana untuk menulis berbagai macam tulisan termasuk laporan:

 

  • Umumnya, apapun yang anda tulis, haruslah langsung ke inti permasalahan, jelas dan sederhana. Hindari pengantar yang panjang dan jangan menghabiskan waktu menjelaskan latar belakang dan sebagainya.

 

  • Pakailah bahasa yang pembaca anda mengerti.

 

  • Hindarilah kesalahan penyusunan kalimat karena dapat membuat kalimat terasa ambigu sehingga menyebabkan salah persepsi bagi pembaca.

 

  • Hindari akronim dan penyingkatan kata  kecuali sangat penting dan diperlukan.

 

  • Jenis font / bentuk tulisan akan memberikan gambaran yang berbeda. Jenis font Sans serif (seperti Arial, Helvetica dan Tahoma) kelihatan bersifat modern dan memberikan kesan modern. Jenis font Serif (seperti Garamond, Goudy dan Times New Roman), kelihatan tua dan cenderung memberikan kesan kurang modern.

 

  • Hindari jenis font yang terlalu rumit. Memang terlihat praktis dan inovatif tetapi akan sulit untuk dibaca dan beberapa diantaranya tidak mungkin terbaca.

 

  • Gunakan ukuran 10 – 12 untuk badan tulisan atau teks. Ukuran 14-20 dapat digunakan untuk judul, boleh ditebalkan dan untuk sub judul ukuran 10-12 ditebalkan.

 

  • Semua materi cetak akan terlihat berantakan jika menggunakan lebih dari dua jenis font yang berbeda dan dua jenis ukuran yang berbeda. Umumnya lebih sedikit lebih bagus.

 

  • Teks hitam pada latar putih adalah warna kombinasi yang paling mudah terbaca. Hindarilah jika mungkin untuk memakai latar berwarna dan hitam.

 

  • Hindari grafik atau gambar di latar yang ada dibelakang teks

 

  • Italics kurang mudah dibaca juga jenis yang terlalu tebal.

 

  • Jika aturan diatas harus dilanggar, lakukanlah hanya pada judul tulisan

 

  • Batas kata untuk menarik perhatian pada judul adalah tidak lebih dari 15 kata.

 

  • Buatlah posisi judul di antara 1/3 dari halaman di atas. Hal ini adalah tempat dimana mata secara alamiah mulai melihat lembaran.

 

  • Gunakan posisi rata kiri teks karena jenis ini yang paling mudah dibaca.

 

  • Hindari jenis rata kiri dan kanan karena akan menciptakan spasi antar kata yang tidak seimbang dan akan lebih sulit dibaca.

 

  • Ingatlah untuk menggunakan komunikasi tertulis yang efektif sehingga pembaca dapat mengerti dalam kata yang sesedikit mungkin.

 

 

 

BAB V

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN

KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan:

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

 

5.2 Literatur

Disamping dengan belajar dengan orang-orang seperti yang disebutkan diatas, Anda tentu perlu juga terus menambah wawasan dan pengetahuan Anda dari sumber-sumber bacaan seperti buku-buku yang berkaitan dengan kompetensi yang Anda pilih, jurnal-jurnal, majalah, dan sebagainya.

 

Literatur dalam hal ini tentu bukan saja material berupa bacaan atau buku melainkan termasuk pula material-material lainnya yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini. Misalnya rekaman dalam bentuk kaset, videp, dan sebagainya.

 

Buku referensi, lembar kerja, tugas-tugas kerja juga dapat digunakan dalam proses pencapaian kompetensi. Peserta boleh mencari dan menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau sebagai pendukung tambahan atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

 

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Menulis atau Menyalin Isi Naskah
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.MM02.025.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Menulis atau Menyalin Isi Naskah

TIK.MM02.025.01

-     Perangkat komputer berupa 1 unit PC (Personal Computer),mouse dan keyboard

-     CD untuk meng-copy salinan hasil kerja

-     Flash disk untuk meng-copy salinan hasil kerja

-     Printer dan alat menjilid

-     Buku manual atau buku informasi

-     Data atau catatan hasil penulisan atau slinan untuk ditulis di laporan kerja

 

-

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Website:

 

  • http://www.headstart4u.net
  • http://www.ialf.edu
  • http://www.pancaroba.com
  • http://www.ilmukomputer.com
  • http://www.jasakom.com
  • http://www.mediadiknas.go.id
  • http://www.cs.ui.ac.id

 

 

 

 

 

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: