Advertisement
loading...

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Advertisement

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR MULTIMEDIA

 

 

 

 

 

MENJUAL PRODUK DAN JASA

TIK.MM01.011.01

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI  1

BAB I     3

PENGANTAR     3

1.1           Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 3

1.2           Penjelasan Modul 3

1.2.1 Desain Modul    3

1.2.2 Isi Modul  4

1.2.3 Pelaksanaan Modul 4

1.3           Pengakuan Kompetensi Terkini 5

1.4           Pengertian Istilah-Istilah. 5

BAB II     7

STANDAR KOMPETENSI. 7

2.1           Peta Paket Pelatihan. 7

2.2           Pengertian Unit Standar Kompetensi 7

2.3           Unit Kompetensi Yang Dipelajari 8

2.3.1 Kode dan Judul Unit 8

2.3.2 Deskripsi Unit 8

2.3.3 Elemen Kompetensi 8

2.3.4 Batasan Variabel 9

2.3.5 Panduan Penilaian. 10

2.3.6 Kompetensi Kunci 12

BAB III     13

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 13

3.1           Strategi Pelatihan. . 13

3.2           Metode Pelatihan. . 14

BAB IV      15

MATERI UNIT KOMPETENSI. 15

MENJUAL PRODUK DAN JASA. 15

4.1           Tujuan Instruksional Umum.. 15

4.2           Tujuan Instruksional Khusus 15

4.3Uraian Singkat Materi 15

4.4           Beberapa Pengertian Dalam Unit Kompetensi Ini : 16

4.5           Informasi Masing – Masing Elemen Kompetensi 16

4.5.1 Mengembangkan Pengetahuan Produk dan Strategi Untuk Menjual 16

4.5.2 Mengidentifikasikan Dan Mengadakan Pendekatan Kepada Pelanggan. 24

4.5.3 Mengumpulkan Informasi Mengenai Permintaan Pelanggan. 29

4.5.4 Menjual Manfaat Produk Atau Jasa. 31

4.5.5 Menyepakati Penjualan. 33

 

BAB V      35

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN. 35

UNTUK PENCAPAIAN  KOMPETENSI. 35

5.1 Sumber Daya Manusia. 35

5.2.Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 35

5.3           Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 36

 

DAFTAR PUSTAKA. 37

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

PENGANTAR

 

 

1.1        Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja (KUK).

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

 

1.2        Penjelasan Modul

 

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan pseserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1           Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2           Isi Modul

        Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

        Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

        Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3           Pelaksanaan Modul

 

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.
  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
  • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.
  • Memberikan jawaban pada Buku Kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.
  • Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3        Pengakuan Kompetensi Terkini

 

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency).

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4        Pengertian Istilah-Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

 

 

 

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1        Peta Paket Pelatihan

 

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.MM01.011.01    Menjual Produk Dan Jasa

2.2        Pengertian Unit Standar Kompetensi

 

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Apakah yang akan anda pelajari dari Unit Kompetensi ini ?

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari dalam penggambaran keterampilan yang dibutuhkan untuk menjual suatu produk dan jasa yang disediakan oleh suatu organisasi atau perorangan kepada calon maupun klien dan pelanggan saat ini. Karena keterampilan ini penting untuk berbagai macam bisnis dan perorangan pada industri seni, dimana keberhasilan suatu bisnis atau proyek tergantung pada kemampuan untuk menghasilkan pendapatan dari penjualan produk atau servis.

 

Berapa lama unit kompetensi ini dapat diselesaikan ?

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi Bidang Multimedia, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Berapa banyak/kesempatan yang anda miliki untuk mencapai kompetensi ?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3        Unit Kompetensi Yang Dipelajari

 

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1           Kode dan Judul Unit

 

Kode Unit          : TIK.MM01.011.01

Judul Unit          : Menjual Produk Dan Jasa

2.3.2           Deskripsi Unit

 

Unit ini menggambarkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjual produk dan jasa yang disediakan oleh suatu organisasi atau perorangan kepada calon maupun klien dan pelanggan saat ini. Keterampilan ini penting untuk berbagai macam bisnis dan perorangan pada industri seni dimana keberhasilan suatu bisnis atau proyek tergantung pada kemampuan untuk menghasilkan pendapatan dari penjualan produk atau servis.

2.3.3           Elemen Kompetensi

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

 

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Mengembangkan Pengetahuan Produk dan Strategi untuk Menjual 1.1  Pengetahuan mengenai produk yang akan dijual dikembangkan

 

1.2.   Strategi yang tepat untuk menjual produk / servis ditentukan.

 

02     Mengidentifikasi dan Mengadakan Pendekatan Kepada Pelanggan / Klien. 2.1  Apa yang menjadi daya tarik produk / servis diidentifikasi dan cara  pendekatan untuk penjualan direncanakan.

 

2.2. Pendekatan dengan  pelanggan / klien dilakukan dan penjualan ditingkatkan.

 

2.3 Atribut positif dari produk / servis diperlihatkan

 

2.4  Pola beli dari pelanggan / klien dipahami

03     Mengumpulkan Informasi Mengenai Permintaan Pelanggan / Klien 3.1 Teknik bertanya untuk mengumpulkan informasi tentang maksud dan kebutuhan pelanggan / klien digunakan.

 

3.2 Kebutuhan khusus dari pelanggan / klien diidentifikasi.

 

04     Menjual Manfaat Produk / Jasa 4.1    Kebutuhan pelanggan / klien dengan produk dan servis dipenuhi

 

4.2    Komunikasi secara tepat dan efektif dengan pelanggan / klien dilakukan

 

 

4.3    Daftar umpan balik dan respon mengenai kebutuhan khusus dari pelanggan dibuat

 

4.4    Teknik problem solving untuk mengatasi penolakan pelanggan / klien digunakan.

 

 

05     Menyepakati Penjualan 5.1    Usaha untuk membuat pelanggan / klien mengambil keputusan untuk membeli produk/servis dilakukan

 

5.2    Metode closing sale yang tepat dipilih dan diterapkan.

2.3.4           Batasan Variabel

 

1.       Identifikasi Komponen Sistem

1.1     Aktifitas penjualan dapat meliputi:

1.1.1. Film

1.1.2. Video

1.1.3. Program stasiun televisi dan keuntungan dari pemasangan iklan

1.1.4. Promosi melalui radio

1.1.5. Produk multimedia

1.1.6. Jasa khusus yang disediakan oleh profesional freelance (kamera, pencahayaan, programming, penulisan, dan lain-lain)

1.1.7. Konsep kreatif

1.1.8. Musik, skor, lirik

1.1.9. Produk atau jasa perorangan dari para artis

1.2     Teknik Komunikasi dapat meliputi:

1.2.1. Mendengarkan secara aktif

1.2.2. Mengajukan pertanyaan terbuka

1.2.3. Menyediakan informasi yang jelas dan terorganisasi dengan baik

1.2.4. Menggunakan dan menanggapi bentuk-bentuk komunikasi non-verbal

1.2.5. Dapat menanggapi pelanggan dan klien dari berbagai latar belakang dan kemampuan

1.3     Teknik menjual dapat meliputi:

1.3.1. Menjual langsung dengan cara menemui pembeli

1.3.2. Mengirim materi secara tertulis, audio atau video

1.3.3. Menjual melalui world wide web

1.3.4. Menjual melalui telepon

1.3.5. Mengadakan pameran-pameran

 

 

2.3.5           Panduan Penilaian

  1. Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Penilaian harus mencakup bukti dari pengetahuan penting dan keterampilan sebagai berikut: 

1.1     Pengetahuan dasar mengenai sektor industri yang spesifik

1.2     Pengetahuan mengenai teknik promosi dan penjualan, dan kapan masing-masing tepat digunakan

1.3     Pengetahuan mengenai undang-undang yang berhubungan dengan penjualan dan promosi

1.4     Pengetahuan mengenai teknik komunikasi yang efektif termasuk mendengarkan secara aktif, mengajukan pertanyaan dan komunikasi non-verbal

1.5     Pengetahuan mengenai ‘code of practice’ dalam periklanan yang relevan terhadap sektor industri

 

2.       Konteks penilaian

Kompetensi harus dinilai di lingkungan kerja menggunakan sumber-sumber dan software industri

2.1     Penilaian dapat dilaksanakan di tempat kerja, di luar tempat kerja atau gabungan diantara keduanya. Penilaian di luar tempat kerja harus dilaksanakan pada lingkungan simulasi seperti di tempat kerja.

2.2     Penilaian dapat menggunakan gabungan beberapa metode untuk menilai kemampuan dan aplikasi pengetahuan yang diperlukan, dan dapat meliputi:

2.2.1  Demonstrasi praktis (pengamatan langsung mungkin diperlukan lebih dari satu kali untuk mendapatkan konsistensi dari kemampuan).

2.2.2  Peran.

2.2.3  Studi kasus.

2.2.4  Contoh kerja atau aktifitas pada simulasi tempat kerja.

2.2.5  Pertanyaan lisan / wawancara yang bertujuan untuk mengevaluasi proses yang digunakan untuk mengembangkan dan merealisasi konsep kreatif.

2.2.6  Proyek / laporan / buku laporan kemajuan.

2.2.7  Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.2.8  Bukti penilaian yang menunjukkan proses yang digunakan untuk mengembangkan dan merealisasi konsep kreatif.

 

3.       Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan :

3.1    Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif pada sesi menjual.

3.2    Menunjukkan pemahaman sepenuhnya mengenai sektor industri.

3.3    Melakukan persiapan dengan baik.

3.4    Melakukan penjualan produk atau jasa secara efektif.

 

4.       Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1     Keterkaitan unit kompetensi untuk penilaian akan bervariasi dengan projek atau skenario tertentu. Unit ini penting untuk suatu range pelayanan teknologi Informasi dan oleh karena itu harus dinilai secara keseluruhan dengan unit technical / support.

4.2     Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu / khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

2.3.6           Kompetensi Kunci

Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

 

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

3

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

3

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

2

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

3.1        Strategi Pelatihan

 

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

 

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

 

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

 

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

 

 

3.2        Metode Pelatihan

 

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

MENJUAL PRODUK DAN JASA

4.1        Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu membuat mengembangkan suatu produk dan strategi
  • Siswa mampu melakukan pendekatan terhadap pelanggan.
  • Siswa mampu menjual suatu produk.

 

4.2        Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat memahami suatu produk atau servis.
  • Siswa dapat menarik minat pelanggan.
  • Siswa dapat mengidentifikasikan kebutuhan khusus pelanggan.
  • Siswa dapat melakukan teknik peroblem solving.

4.3        Uraian Singkat Materi

 

Menjual Produk Dan Jasa

 

Pada era globalisasi menuntut adanya sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan dan kemandirian untuk bersaing dengan bangsa – bangsa lainnya di dunia. Oleh karena itu, pendidikan sebagai salah satu sektor yang sangat penting dan terdepan dalam menumbuh kembangkan masyarakat. Kualitas suatu pendidikan senantiasa dituntut untuk berkembang dan menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, berbudaya, berdaya guna dan berakhlak mulia sehingga dapat meningkatkan daya saing dan kesejahteraan bangsa.

Untuk mencapai hal – hal yang telah disebutkan diatas, maka kita membutuhkan suatu produk atau servis. Sebelumnya akan dijelaskan terlebih dahulu pengertian dari suatu produk. Produk merupakan sesuatu yang telah dihasilkan dari generasi, tumbuh atau karena suatu kondisi sebab akibat. Selain itu, produk adalah segala sesuatu yang bisa ditawarkan ke pasar dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen atau pelanggan. Kepuasan pelanggan tidak hanya mengacu pada bentuk fisik produk, melainkan satu paket kepuasan yang di dapat dari pembelian produk. Kepuasan tersebut merupakan akumulasi kepuasan fisik, psikis, simbolis, dan pelayanan yang diberikan oleh produsen.

Strategi adalah cara terbaik untuk mencapai beberapa sasaran. Untuk menentukan mana yang terbaik tersebut akan tergantung dari kriteria yang digunakan. Sedangkan suatu taktik yaitu adalah pilihan – pilihan yang dimiliki dalam mengimplementasikan sebuah strategi. Pilihan – pilihan ini akan bekerja  atau tidak bekerja tergantung dari kriteria yang digunakan dan pilihan – pilihan tersebut adalah yang berlangsung lama, tidak mudah diubah dan mencakup situasi yang sangat terstruktur.

Selain itu, Strategi merupakan sebuah rencana yang komprehensif yang mengintegrasikan segala resource dan capabilities yang mempunyai tujuan jangka panjang untuk memenangkan kompetensi. Jadi dalam kata lain, strategi merupakan rencana yang mengandung cara komprehensif dan integratif yang dapat dijadikan pegangan untuk bekerja, berjuang dan berbuat guna memenangkan kompetisi

 

4.4        Beberapa Pengertian Dalam Unit Kompetensi Ini :

 

Beberapa pengertian yang dipergunakan di dalam unit kompetensi ini, yaitu :

  1. Produk, adalah segala sesuatu yang bisa ditawarkan ke pasar dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
  2. Jasa, adalah segala sesuatu yang bisa ditawarkan ke pasar atau organisasi sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
  3. Strategi, adalah suatu bentuk cara atau langkah – langkah yang diambil untuk mencapai sesuatu yang diharapkan.

 

4.5        Informasi Masing – Masing Elemen Kompetensi

4.5.1 Mengembangkan Pengetahuan Produk dan Strategi Untuk Menjual

1)       Pengetahuan kerja

 

Untuk menjual suatu produk atau servis dibutuhkan pengetahuan mengenai prosuk tersebut. Suatu produk mempunyai tiga aspek, yaitu :

  1. Bertujuan pada manfaat
  • Manfaat penggunaan
  • Manfaat psikologis
  • Manfaat dalam mengatasi masalah
  1. Visualisasi produk
  • Atribut dan keistimewaan produk
  • Kualitas produk
  • Corak produk
  • Kemasan dan label produk
  • Merk
  1. Menambahkan nilai produk
  • Garansi
  • Kemudahan instalasi
  • Pengiriman
  • Ketersediaan di pasar
  • Layanan purna jual

 

Manajemen produk meliputi pengembangan taktik dan strategi untuk meningkatkan permintaan pasar melalui siklus hidup produk. Salah satu teknik yang cukup bagus untuk memahami produk adalah Aspinwall Classification System. Yang mengelompokkan produk menggunakan lima variabel penilaian, yaitu :

  1. Replacement Rate, yaitu seberapa sering produk tersebut dipesan ulang oleh pengecer.
  2. Gross Margin, yaitu berapa besar rata – rata keuntungan yang dihasilkan oleh setiap produk.
  3. Buyer Goal Adjustment, yaitu seberapa besar rentang segmen konsumen yang bisa dicapai.
  4. Duration Of Product Satisfaction, yaitu seberapa lama produk tersebut bermanfaat bagi pelanggan.
  5. Duration Of Buyer Search Behaviour, yaitu berapa lama pelanggan tetap mencari dan membeli produk.

 

Berikut ini merupakan beberapa tipe produk, yaitu :

  1. 1.    Consumer products
  2. 2.    Industrial products
  3. 3.    Convenience Goods
  4. 4.    Impulse Goods
  5. 5.    Emergency Goods
  6. 6.    Shopping Goods
  7. 7.    Specialty Goods
  8. 8.    Unsought Goods
  9. 9.    Perishable goods

10. Durable goods

11. Non – dureable/ consumption / consumable goods

12. Capital goods

13. parts and materials

14. Supplies and services

15. commodities

16. By – products

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar Contoh proses definisi produk (Elemen Kompetensi 1)

Dalam pemasaran, diferensiasi produk adalah kegiatan memodifikasi produk agar menjadi lebih menarik. Diferensiasi ini memerlukan penelitian pasar yang cukup serius karena agar bisa benar – benar berbeda, diperlukan pengetahuan tentang produk pesaing. Diferensiasi produk ini biasanya hanya mengubah sedikit karakter produk, antara lain kemasan dan tema promosi tanpa mengubah spesifikasi fisik produk, meskipun itu diperbolehkan.

Tujuan dari strategi diferensiasi adalah mengembangkan positioning yang tepat sesuai keinginan pelanggan potensial yang ingin dituju. Jika pasar melihat perbedaan produk anda dibandingkan produk pesaing, anda akan lebih mudah mengembangkan marketing mix untuk produk tersebut. Diferensiasi produk yang berhasil adalah diferensiasi yang mampu mengalihkan basis persaingan dari harga ke faktor lain, seperti kharakteristik produk, strategi distribusi atau variabel – variabel promotif lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar Contoh proses definisi produk yang lebih rumit(Elemen Kompetensi 1)

 

2) Keterampilan kerja

 

Mengembangkan Produk Yang Akan Di jual

 

Untuk mengembangkan produk yang akan dijual, maka harus lah mengetahui secara detail suatu produk tersebut. Kemudian melakukan beberapa strategi untuk mengembangkan produk tersebut. Selain itu untuk mengembangkan produk yang akan dijual juga ditunjang dengan peningkatan sumber daya manusia yang memadai. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas, maka akan menghasilkan produk yang berkualitas juga.

Sebuah product plan dapat membantu dalam mengembangkan produk yang akan dijual. Biasanya product plan digunakan untuk :

  1. Menemuan strategi untuk produk dalam memilih projek
  2. Menemukan target pasar, pelanggan, kekuatan kompetitif, dan sebuah strategi.
  3. Posisi relatif sebuah produk untuk produk kompetitif dan identitas apa yang akan merugikan dari produk tersebut dari kompetisi.
  4. Merasionalisasikan pembangunan projek dan prioritas projek
  5. Menyediakan sebuah jadwal tingkat tinggi pada pembangunan projek
  6. Memeprkirakan pembangunan dan keseimbangan sebuah projek dengan sebuah harga.

 

Produk dapat dibangun dengan mengikuti beberapa langkah seperti berikut ini :

  • Pasar
  • Teknologi

 

 

 

 

Gambar Technology Market (Elemen Kompetensi 1)

 

Sedangkan berikut ini merupakan gambaran pasarnya:

 

 

Gambar Pasar Produk

 

Selain itu terdapat lima parameter dalam pengembangan produk yaitu :

  1. Kualitas produk
  2. Ongkos produk
  3. Waktu yang diperlukan untuk pengembangan
  4. Ongkos pengembangan
  5. Kapabilitas pengembangan

 

Terdapat juga team yang mengembangkan produk :

  1. Ketua team
  2. Core team
  3. Extended team

 

 

Gambar Organisasi Tim

 

Kegiatan pengembangan produk lebih banyak melibatkan kegiatan intelektual dan organisasi dari pada kerja fisik.

 

Proses pengembangan generik, 5 fase:

  1. Pengembangan konsep
  2. Desain system – level
  3. Desain detail
  4. Pengujian dan penyempurnaan
  5. Produksi

 

 

 

Gambar Pengembangan Produk

 

 

Gambar Proses pengembangan konsep produk

 

 

Menentukan Strategi Yang Tepat Untuk Menjual Produk / Servis

Memilih strategi harga juga merupakan salah satu cara dalam menentukan strategi yang tepat untuk menjual produk atau servis. Strategi harga adalah menetapkan harga awal untuk sebuah produk dan dimaksudkan untuk memberikan arah untuk pergerakkan harga pada daur hidup produk. Ada tiga strategi dasar dalam penetapan harga, yaitu :

  1. Market skimming pricing

Adalah kebijakan penetapan harga dimana sebuah perusahaan mengenakan suatu harga pengenalan yang tinggi, sering kali disertai dengan promosi besar – besaran. Strategi ini sering digunakan untuk produk baru yang memiliki keunggulan yang unik. Biasanya strategi skimming akan mendorong para pesaing untuk memasuki pasar.

  1. Market penetration pricing

Adalah kebijakan penetapan harga dimana sebuah perusahaan membebankan harga yang relative rendah atas suatu produk pada awalnya sebagai cara untuk mencapai pasar masal atau pangsa yang luas di pasar yang besar. Karen peruntungan per unit sangat rendah maka volume penjualan harus tinggi dan memerlukan waktu yang lama dan pengembalian biaya pengembangan produk juga akan lambat pula. Maka penetapan harga penetrasi cenderung mencegah persaingan.

  1. Penetapan harga keadaan tetap

Adalah harga keadaan tetap, atau yang sesuai dengan persaingan. Artinya pembebanan harga identik dengan atau sangat mendekati dengan harga pesaing. Untuk perusahaan kecil harga yang sesuai dengan tingkat persaingan menjadi jalan yang ter aman untuk kelangsungan hidup produk jangka panjang.

 

Legalitas dan Etika strategi Harga

  • Praktek perdagangan yang tidak adil

Undang – undang praktek perdagangan yang tidak adil hanya mengatur para pedagang grosir dan eceran, penjualan di bawah biaya adalah bertentangan dengan hokum. Para grosir dan pedagang eceran biasanya harus menaikkan harga presentasi minimal pada kombinasi bi. Barang dagangan dan bi, transportasi, secara umum 6% pada tingkat eceran dan 2% pada tingkat grosir.

  • Diskriminasi harga, ada beberapa bentuk, yaitu :

Perusahaan melarang menjual atau lebih ke pembeli yang berbeda, dalam jangka waktu yang singkat. Penetapan harga citra, perusahaan menetapkan harga yang berbeda untuk produk yang sama berdasarkan perbedaan citra. Penetapan harga lokasi, lokasi dikenakan harga berbeda walaupun biaya penawaran untuk masing – masing lokasi sama.

 

Konsep strategi secara histori memang berasal dari bahasa militer, seperti yang diungkapkan oleh Von Neumon dan morgenstren dalam tulisannya “Theory Of Games” yang mengandung teori dan konsep strategi. Dari sinilah konsep tersebut kemudian di aplikasikan kedalam dunia bisnis dan dunia kehidupan lainnya seperti politik. Thomas Schelling mengembangkan study dengan judul “ The Strategy Of Conflict” yang mengungkapkan berbagai unsure strategy yang umum ditemui di dalam berbagai aspek kehidupan dalam situasi competitive. Unsur – unsur umum ini adalah prinsip – prinsip dalam bargaining, threats, mutual distrusts, dan balance antara kerjasama dan conflict. Dalam perkembangan selanjutnya terutama dalam era globalisasi strategy merupakan management instrument yang ampuh dan tidak dapat dihindari, tidak hanya untuk survival dan memenangkan persaingan tapi juga untuk tumbuh dan berkembang.

 

Aturan dalam strategi pemasaran :

  • Proses berpikir yang mendahului tindakan
  • Pengetahuan mengenal jumlah merupakan kunci penting
  • Strategi tindakan yang dilakukan dengan cepat akan mendominasi yang lambat
  • Kemenangan harus menunjukkan nilai dari tujuan
  • Menyerang hanya terdapat yang dapat diserang
  • Bertahan adalah bentuk terkuat dari persaingan
  • Superioritas dalam factor persaingan yang mendasar adalah segalanya.
  • Tidak terkalahkan adalah merupakan pertahanan yang sebenarnya
  • Strategi membutuhkan pengembangan kekuatan yang unik

 

3) Sikap kerja

- ditetapkan dari KUK yaitu :

  1. Mempelajari sampai detail suatu produk tersebut yang akan dikembangkan.
  2. Membuat atau menentukan suatu strategi untuk produk tersebut.
  3. Mempelajari marketing untuk lebih memperluas strategi

 

4.5.2  Mengidentifikasikan Dan Mengadakan Pendekatan Kepada Pelanggan

1) Pengetahuan kerja

 

Kepuasan adalah tingkat keadaan yang dirasakan seseorang yang merupakan hasil dari membandingkan penampilan atau outcome produk yang dirasakan dalam hubungannya dengan harapan seseorang.

 

Standar adalah suatu harapan dimana nilai yang diharapkan akan terwujud, sebelumnya lebih dulu melakukan pembelian atau penggunaan. Standar dapat berupa :

  • Penampilan yang diperkirakan
  • Berdasarkan norma dan pengalaman
  • Kewajaran
  • Nilai – nilai
  • Ideal
  • Toleransi minimum
  • Kepantasan
  • Keinginan atau janji penjual

 

Pelanggan adalah :

  • Orang yang paling penting dalam setiap kesibukan atau bisnis kita
  • Tidak tergantung pada kita. Kita bergantung pada mereka
  • Tidak merepotkan kita, mereka dalah yang kita maksud
  • Bagian dari kita, bukan diluar kita
  • Tidak sekedar statistic. Mereka memiliki perasaan, seperti kita.
  • Orang yang datang kepada kita dengan kebutuhan dan keinginan adalah tugas kita untuk memenuhinya.

 

 

Gambar Diagram Kepuasan Pelanggan

 

 

 

 

2) Keterampilan kerja:

 

Mengidentifikasikan Daya Tarik Produk Dan Cara Pendekatannya

 

Untuk produk – produk baru , biasanya daya tarik dari produk – produk tersebut akan menentukan besar kecilnya ruang yang diberikan. Salah satu factor yang menentukan daya tarik adalah warna, baik warna produk itu sendiri atau warna kemasannya. Warna bisa memberikan kesan tertentu terhadap suatu produk, untuk meningkatkan daya tarik konsumen maka produsen harus memilih kombinasi warna yang cocok untuk produknya dan dapat menarik perhatian orang lain.

Startegi kreatif merupakan konsep dan penerapan desain kemasan berdasarkan data-data yang telah diperoleh dari hasil riset seluruh aspek pemasaran untuk memaksimalakan daya tarik visual. Setelah strategi kreatif diterapkan proses pengerjaam bisa dimulai, mencakup penerapan unsur-unsur visual yang akan diterapkan ke dalam halaman kemasan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan mengenai strategi kreatif ini adalah dengan memodifikasi sisi-sisi tertentu dari suatu produk antara lain :

  1. a.   warna

konsumen melihat warna jauh lebih cepat daripada melihat bentuk atau rupa. Dan warnalah yang pertama kali terlihat bila produk berada di tempat penjualan.

Warna dengan daya pantul tinggi akan lebih terlihat dari jarak jauh dan direkomendasikan sebagian besar kemasan, karena memilik daya tarik dan dampak yang lebih besar. Tapi selain unsur keterlihatan harus dipertimbangkan pula faktor kekontrasan terhadap warna-warna pendukung lainnya.

  1. b.   Bentuk

Bentuk majalah merupakan pendukung utama yang membantu terciptanya seluruh daya tarik visual. Namun tidak ada prinnsip baku yang menentukan bentuk fisik dari sebuah majalah karena ini biasanya ditentukan oleh sifat produk majalah, pertimbanagan mekanis, kondisi marketing, pertimbangan pemajangan, dan oleh cara penggunaan kemasan tersebut.

  1. c.    Merek/ logo

Idnetitas suatu produk/ majalah sangat diperlukan sekali. Hal ini untuk membedakan majalah yang kita buat dengan majalah yang lain. Tujuan lain dengan adanya merek/ logo adalah mengenalkan produk kita kepada masyarakat ddalam bentuk nonproduk. Misalnya dalam pamphlet, spanduk dan alat komunikasi yang lain. Dengan adanya symbol-simbol dalam merek/ logo, maka masyarakat akan cepat mengenali produk kita.

Membuat sebuah logo hendaknya yang simple, yang menggambarkan cirri khas, mudah untuk dijelaskan, menggugah, mengandung keaslian dan tidak mirip dengan logo-logo produk lain.

  1. d.   Ilustrasi

Ilustrasi merupakan salah satu unsure penting yang sering digunakan dalam komunikasi sebuah kemasan karena sering dianggap sebagai bahasa universal yang dapat menembus rintangan yang ditimbulkan oleh perbedaan bahasa kata-kata. Ilustrasi, dalam hal ini termasuk fotografi, dapat mengungkapkan suatu yang lebih cepat dan lebih efektif daripada teks.

Pembubuhan ilustrasi dalam suatu produk media harus didasarkan pada fungsinya yang khas. Suatu kemasan dipandang akan lebih berdaya tarik bila dibubuhi ilustrasi, kecuali untuk kondisi tertentu mungkin tidak diperlukan ilustrasi.

  1. e.   Tipografi

Teks pada produk media merupakan pesan kata-kata, digunakan untuk menjelaskan produk yang ditawarkan dsan sekaligus mengarahkan sedemikian rupa agar konsumen bersikap dan bertindak sesuai dengan harapan produsen.

Type huruf harus disesuaikan dengan tema dan tujuan dari produk itu sendiri. Maka disinilah diperlukan kejelian dalam memilih huruf/ font yang sesuai atau menjiwai dari produk tersebut.

  1. f.     Tata letak

Menata letak berarti meramu seluruh aspek grafis, meliputi warna, bentuk, merek, ilustrasi, tipografi menjadi suatu kemasan baru yang disusun dan ditempatkan pada halaman kemasan secra utuh dan terpadu.

Enam butir pertimbangan bagi pengembangan tata letak adalah:

  1. keseimbangan ( balance )
  2. titik pandang ( focus )
  3. lawanan ( contrast )
  4. perbandingan ( proportion )
  5. alunan pirza ( pirza-motion )
  6. kesatuan ( unity )

 

Meningkatkan Penjualan Guna Pendekatan Kepada Pelanggan

 

Untuk meningkatkan penjualan guna mendekatkan kepada pelanggan, maka di bawah ini terdapat beberapa tips yaitu :

1.       Perlihatkan kepada calon pelanggan Anda bahwa Anda begitu antusias terhadap produk dan bisnis Anda. Jika Anda Antusias, maka mereka pun akan antusias, karena antusias itu bersifat menular.

2.       Akhiri E-mail penjualan Anda dengan kata-kata close yang mantap. Seperti bonus tambahan, harga diskon, pengingat praktis, dan deadline order, dsb.

3.       Tenteramkan pelanggan Anda yang melakukan komplain. Berikan jaminan refund dari uang mereka, atau berikan mereka diskon, berikan mereka bonus, berikan mereka solusinya atas masalah tsb, dsb.

4.       Buat sedemikian rupa agar pelanggan Anda merasa tertarik terhadap bisnis Anda sehingga mereka akan menceritakan hal itu kepada rekan-rekan bisnis yang lain. Berikan mereka sesuatu yang gratis juga menarik sebagai bonus, atau sejenisnya.

5.       Tumbuhkan keyakinan ekstra pada prospek Anda sehingga mereka kelak akan membeli dari Anda. Gunakan referensi yang baik dari orang-orang yang telah menjadi pelanggan Anda, sehingga mereka bisa melihat siapa saja yang telah menjadi pelanggan Anda, berikan juga jaminan atau garansi kepada mereka, dan sebagainya.

6.       Buat pada situs web Anda opt-in list sehingga pengunjung situs Anda dapat mendaftarkan diri untuk mendapatkan e-books, software, kontes, atau sesuatu yang gratis yang dapat ditukar dengan alamat e-mail  mereka, karena secara psikologi mereka lebih suka mendapat sesuatu yang bagus gratis walaupun mereka sanggup membelinya.

7.       Jangan lupa prinsip aturan 80-20, artinya 80% dari isi situs Anda harus berisi informasi atau hal-hal yang disukai secara umum bagi para pengunjung sedangkan sisanya 20 % atau kurang berisi profil perusahaan Anda serta produk atau jasa yang Anda pasarkan.

8.       Upayakan apabila pelanggan Anda membeli sesuatu dari Anda, mereka mendapatkan sebagian atau sedikit dari apa yang mereka pesan hal itu bisa dalam bentuk sesuatu yang mereka bisa dapatkan secara online.

9.       Tulis sebuah artikel ke sebuah penerbit dari suatu newsletter online, Dan hendaklah hal itu dalam bentuk artikel yang bersifat informasi jangan bersifat iklan

10.     Perlihatkan kepada prospek Anda bahwa Anda adalah seorang yang pakar di bidangnya, karena hal tsb dapat meyakinkan mereka. Anda dapat menerbitkan sebuah artikel, menulis sebuah ebook, dan sejenisnya.

 

Memperlihatkan Sisi Positif Dari Produk

 

Karena kita menjual atau mengenalkan suatu produk / servis kepada masyarakat atau pelanggan, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memperlihatkan sisi positif suatu produk atau servis tersebut, Agar pelanggan teratrik terhadap produk yang kita tawarkan, jangan memperlihatkan kekurangan suatu produk tersebut, karena dapat mengurangi keyakinan pelanggan akan produk tersebut.

 

Tutupilah kekurangan produk tersebut dengan menonjolkan sisi – sisi positifnya, baik itu dari fisiknya, manfaatnya, kegunaannya, dan lain – lain.

Memahami Pola Beli Dari Pelanggan

 

Biasanya pelanggan menggunakan pola beli suatu produk dengan cara datang langsung atau di antar, sealain itu pelanggan juga bisa menggunakan pola beli dengan memesan melalui internet. Karena kita ketahui bahwa internet juga merupakan aspek yang penting dalam hal pemasaran dan jual beli, memudahkan pelanggan untuk melihat suatu produk, serta memudahkan pelanggan untuk membeli suatu produk.

 

Pelanggan yang ingin melihat produknya secara lansung, biasanya menggunakan pembayaran dengan tunai atau kredit, sedangkan yang menggunakan jasa internet biasanya kebanyakan menggunakan kartu kredit.

 

3)  Sikap kerja

- ditetapkan dari KUK yaitu :

1.Mempelajari daya tarik produk yang akan dijual.

2.Melakukan pendekatan kepada pelanggan dengan cara apa pun.

3.Mempelajari sisi positif suatu produk.

4.Melakukan pemahaman terhadap pola beli pelanggan

 

4.5.3 Mengumpulkan Informasi Mengenai Permintaan Pelanggan

1) Pengetahuan kerja

 

Untuk mengetahui permintaan pelanggan, kita dapat melakukan wawancara terlebih dahulu kepada pelanggan yang bersangkutan. Kita dapat membuat garis besarnya dahulu, kita dapat menanyakan dari hal yang secara umum sampai ke khusus. Karena pelanggan adalah raja, kita harus memberikan pelayanan yang sangat memuaskan.

 

Jika kita ingin mengetahui keinginan pelanggan secara global, maka kita dapat menggunakan kuisioner yang akan diberikan kepada beberapa pelanggan. Dari kuisioner tersbut kita dapat mengetahui apa yang mereka inginkan. Apa saja yang menjadi keunggulan, dan apa saja yang akan menjadi penghalang atau kekurangan. Dari hasil kuisioner tersebut dapat diambil sebuh kesimpulan untuk membuat suatu produk yang diinginkan.

 

2) Keterampilan kerja:

Menggunakan Teknik Bertanya Untuk Mengetahui Kebutuhan Pelanggan

Teknik yang sangat efisien adalh teknik yang sudah dijelaskan diatas, yaitu wawancara atau bertanya. Karena dengan wawancara secara langsung dengan pelanggan, maka kita dapat mengetahui secara persis apa yang menjadi keinginan pelanggan tersebut. Jangan sampai ada kesalah pahaman antara pembuat produk dengan pelanggan. Karena jika ada kesalahan maka akan memakan waktu untuk memperbaiki produk tersebut, serta akan menghabiskan biaya lagi.

 

Dengan menggunakan teknik bertanya atau wawancara, maka pelanggan pun dapat mengetahui ide – ide yang disampaikan oleh pembuatan produk. Selain itu dapat menggambarkan rancangan produk yang akan dibuat, memprediksikan segala sesuatu mengenai produk yang akan dibuat. Baik dari segi fisik, keunggulan, dan kekurangan.

 

Mengidentifikasi Kebutuhan khusus Pelanggan

Dalam waktu yang singkat, perusahaan perlu untuk meningkatkan kemampuan produk lebih cepat daripada pesaingnya untuk mengejarnya dan melampaui pesaingnya. Untuk itu perusahaan harus tahu kebutuhan dan keinginan pelanggan  dan menterjemahkan kebutuhan dan keinginan pelanggan itu kedalam produknya. Disinilah perlunya Manajemen Kualitas. Manajemen kualitas adalah sarana untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang dibutuhkan pelanggan dan usaha apa yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan tersebut.

Pada perusahaan yang memproduksi barang, perusahaan tersebut akan memberikan kepuasan pada pelanggan dengan membuat dan mengirimkan produk yang bagus kepadanya. Inilah alasan mengapa dikatakan bahwa kualitas dapat memberikan kepuasan pada pelanggan

Ada banyak ahli dalam bidang Jaminan Kualitas (quality assurance) dan Manajemen Kualitas (quality management) dan begitu banyak definisi dari jaminan kualitas dan manajemen kualitas di dunia. Umumnnya bisa dikatakan, jaminan kualitas adalah aktivitas yang difokuskan pada Q, sedang manajemen kualitas difokuskan pada QCDSE. Dengan kata lain, manajemen kualitas mencakup juga jaminan kualitas.

Quality assurance: Tindakan untuk menjamin bahwa produk yang dijanjikan akan dikirim ke pelanggan dalam keadaan 100% memuaskan.
Quality management : Sistem dan tindakan untuk mencapai keberhasilan manajemen secara efisien dengan meyakinkan bahwa produk yang dijanjikan akan diproduksi secara ekonomis.

Dalam Quality Management (manajemen kualitas) terdapat dua elemen pokok yaitu :

1.Jaminan Kualitas ( dikontrol tiap hari)
Untuk menjaga kualitas produk dan pelayanan diatas tingkat tertentu.
Kualitas yang dibutuhkan oleh pelanggan akan dipastikan pada tahap-tahap memperoleh bahan baku, pembuatan, penerimaan order/penjualan, logistic, penggunaan oleh pelanggan dan pembuangan.

2. Penyelesaian Masalah
Untuk meningkatkan kualitas semua pekerjaan. Identifikasi kebutuhan pelanggan , perencanaan/desain, pengembangan produk baru, peningkatan pekerjaan termasuk dalam proses produksi, dan kesungguhan merespon komplain/keluhan.

Proses produksi dan pengiriman produk dengan memuaskan pelanggan (quality assurance) dan membuat pengembangan berdasarkan kebutuhan – kebutuhan  dan keinginan baru dari pelanggan dan menanggulangi semua masalah yang terjadi (problem resolution) merupakan dua elemen pokok dalam manajemen kualitas.

3) Sikap kerja

- ditetapkan dari KUK yaitu :

1.Mempelajari tentang teknik bertanya kepada pelanggan

2.Melakukan identifikasi terhadap kebutuhan pelanggan

 

 

4.5.4 Menjual Manfaat Produk Atau Jasa

 

1) Pengetahuan kerja

Untuk menjual atau memasarkan sebuah produk atau jasa dapat menggunakan berbagai cara. Sebagai contoh, sebarkan sebuah iklan atau brosur mengenai produk tersebut beserta manfaat dan kegunaannya. Berikan keyakinan kepada pelanggan mengenai produk atau jasa yang akan dijual. Tonjolkan manfaat produk tersebut dibandingkan dengan produk – produk yang dihasilkan oleh para pesaing, agar pelanggan dapat memberikan nilai positif terhadap produk yang kita hasilkan.

 

Selain dengan brosur, maka manfaat produk atau jasa dapat di sebarkan dengan cara memberikan informasi melalui internet. Selain itu jika kita ingin menawarkan suatu produk atau jasa ke suatu perusahaan atau organisasi maka kita dapat menyebutkan manfaat produk atau jasa tersebut dengan menggunakan sebuah proposal yang akan dituju kepada suatu perusahaan atau organisasi.

 

2) Keterampilan kerja:

 

Memenuhi Servis Kebutuhan Pelanggan

 

Untuk memberikan nilai tambah dimata pelanggan, maka kita seharusnya tetap menjaga servis terhadap pelanggan, selalu membrikan servis yang terbaik buat pelanggan. Melayani pelanggan dengan ramah, menjaga tutur kata dan perbuatan serta memberikan servis yang terbaik. Selanjutnya kita selalu memantau produk yang sudah dijual ke pelanggan, apakah masih layak atau sudah waktunya diperbaiki.

Setiap ada keluhan dari pelanggan sebaiknya diselesaikan secepatnya dan dengan sebaik – baiknya, agar tidak mengecewakan pelanggan. Jika pelanggan menginginkan kita datang ke lokasinya untuk melakukan servis terhadap produk atau jasa yang telah kita jual, maka sebaiknya kita datang untuk memberikan servis yang baik dan memuaskan bagi pelanggan. Karena jika servis yang kita berikan sangat memuaskan bagi mereka dan membuat mereka nyaman, maka kemungkinan besar mereka ( pelanggan ) tidak akan lari ke produk yang dihasil kan oleh para pesaing.

 

Melakukan Komunikasi Secara Tepat Dan Efektif Dengan Pelanggan

 

Selalu memberikan servis yang baik, sikap yang baik kepada pelanggan merupakan kunci sukses sebuah perusahaan yang menghasilkan produk agar menjaga pelanggannya. Dalam hal komunikasi pun begitu, lakukan lah dengan berbagai cara agar pelanggan terhibur dan merasa puas dengan apa yang telah kita sampaikan.

 

Jika pelanggan melakukan komplain atas produk yang telah dibelinya, maka berikan lah solusi dengan berkomunikasi secara tepat dan efektif, selain itu juga jangan melakukan komunikasi yang berbelit – belit atau berputar – putar sehingga membuat pusing para pelanggan untuk mengerti apa yang dibicarakan oleh kita.

 

Gunakanlah bahasa yang mudah dimengerti, mudah dipahami, dan mudah dicerna oleh pelanggan. Tidak ada salahnya jika kita mempunyai pelanggan lama yang sudah menjadi langganan produk yang kita hasilkan, kita tanyakan kabarnya sebelum kita memulai pembicaraan, agar suasana menjadi tidak tegang. Sekali – kali mengeluarkan kalimat humor juga tidak di permasalahkan, asalkan tau tempat dan waktu.

 

Membuat Daftar Umpan Balik Dan Respon Mengenai Kebutuhan Khusus Pelanggan.

 

Untuk menjadikan produk kita merupakan produk yang unggul di bandingkan dengan produk – produk yang lain, maka kita membuat catatan mengenai produk yang kita buat, baik itu dari segi bahan, materi, manfaat serta kekurangan. Setelah kita membuat itu, maka kita akan membuat jawaban – jawaban yang memungkinkan akan terlontar atau keluar dari pelanggan mengenai produk atau jasa yang kita hasilkan.

 

Kita akan membuat sebuah catatan yang menggambarkan kebutuhan secara umum pelanggan, serta secara khusus. Agar memudahkan kita dalam memantau dan merubah produk yang sudah di jual ke pelanggan. Tentu saja kita melakukan itu semua agar kita dapat memberikan servis yang terbaik bagi pelanggan.

 

Menggunakan Teknik Problem Solving

 

Tidak semua yang kita harapkan akan berjalan dengan baik, kita harus memikirkan sesuatu yang buruk mengenai produk atau jasa yang kita hasilkan. Para pelanggan akan melakukan komplain jika mereka tidak puas dengan produk atau jasa yang mereka terima, karena mereka telah memberikan kewajiban mereka, maka kita sebagai yang membuat produk atau jasa harus lah bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi dengan produk atau jasa tersebut.

 

Jika pelanggan melakukan kompain maka, cari lah jalan keluarnya. Berikan yang terbaik bagi pelanggan. Karena itu sudah sewajarnya mereka terima dari servis kita. Mencari solusi dan pemecahan masalah atas apa yang teah terjadi.

 

3)  Sikap kerja

- ditetapkan dari KUK yaitu :

1.Mempelajari bagaimana memperlakukan pelanggan dengan baik

2.Melakukan komunikasi yang tepat kepada pelanggan

3.Mengetahui solusi yang akan diberikan kepada pelanggan

 

 

4.5.5 Menyepakati Penjualan

1) Pengetahuan kerja

 

Jika pelanggan sudah setuju akan suatu produk atau jasa yang kita tawarkan, maka untuk menyepakati suatu penjualan jika bernilai besar maka harus lah menandatangani sebuah perjanjian di atas materai. Agar apa yang sudah dilakukan itu memang benar adanya, tidak merugikan sebelah pihak, penjual setuju, pelanggan pun setuju, serta agar apa yang telah dilakukan itu berjalan sesuai prosedur dan mentaati hukum – hukum atau peraturan – peraturan yang terdapat di dalam negara Indonesia.

 

Dengan adanya persetujuan diatas materai maka tidak akan ada pihak yang merugikan pihak lain, atau dengan kata lain merusak dan memeras pihak lain. Karena setiap pihak diwajibkan menandatangani surat penjualan tersebut.

 

2)  Keterampilan kerja:

 

Melakukan Usaha Membuat Pelanggan Mengambil Keputusan Untuk Membeli Produk / Servis

 

Banyak hal yang dilakukan untuk mengambil hati pelanggan guna pelanggan mengambil keputusan untuk membeli produk yang kita jual. Dengan pendekatan secara kekeluargaan, berbicara dengan nada yang humor, anggap lah sebagai teman walaupun kita juga masih tau batas. Jangan sampai kelewat batas menganggap temannya. Yakinkan pelanggan atas produk yang kita hasilkan, selalu berikan manfaat yang terdapat pada produk tersebut. Jangan terlalu banyak menonjolkan kekurangan produk tersebut, sebisanya kurangi menjelaskan sesuatu yang tidak penting dan diperkirakan dapat membuat pelanggan bosan atau jenuh untuk mendengarkan kita berbicara.

 

Berbicara dengan nada tegas dan optimis juga sangat berpengaruh bagi pelanggan. Dengan begitu maka pelanggan pun bisa yakin akan produk yang kita hasilkan. Jika dibandingkan dengan produk dari pesaing, maka seharusnya kita memberikan keuntungan lebih bagin pelanggan, baik itu dengan hadiah maupun dengan diskon ( potongan harga ). Karena itu pun bisa berpengaruh membuat para pelanggan melirik ke produk yang kita hasilkan.

 

Menetapkan Metode Closing Sale Yang Tepat

 

Untuk mengakhiri penjualan dengan pelanggan maka berikan kalimat terima kasih atas kerjasamanya, dan kita harapkan agar hubungan ini tetap akan terjalin dengan baik, dan kita akan memberikan yang terbaik pada pelanggan. Berjanji bahwa kita akan selalu membuka kan pintu jika pelanggan akan melakukan komplain pada produk jika mereka masih merasa tidak puas, karena kita akan memberikan yang terbaik bagi pelanggan.

 

3)  Sikap kerja

- ditetapkan dari KUK yaitu :

1.Mempelajari bagaimana caranya untuk mengambil hati pelanggan

2.Melakukan beberapa metode yang tepat dalam hal closing sale

 

 

 

 


BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN

UNTUK PENCAPAIAN  KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia

 

Pelatih

 

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

Penilai

 

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

 

Teman kerja / sesama peserta pelatihan

 

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

5.2.    Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

 

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

5.3  Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Menjual Produk Dan Jasa
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.MM01.011.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Menjual Produk Dan Jasa

TIK.MM01.011.01

- Unit PC (Personal Computer).

- PC dengan sistem operasi Windows XP atau macintosh

- Keyboard dan mouse

- RAM dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

 

 

- Buku informasi mengenai marketing

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

  • Website:
    • www.ekafood.com/
    • kopisusu.wordpress.com/
    • www.key4success.net/
    • en.wikipedia.org/wiki/
    • www.npd-solutions.com/
    • www.npd-solutions.com
    • whatis.techtarget.com/
    • www.english-test.net/
    • www.brainyquote.com/
    • wiki.answers.com/
    • www.cooper.com/
    • www.strategipemasaran.com/
    • www.suwandichow.com/
    • pengusahaonline.com/
    • id.ambatch.com
    • fiza.blogsome.com/
    • www.solusiwebindo.com/
    • www.gappala.or.id/
    • www.jakartaconsulting.com/
    • strategi-bisnis.blogspot.com
    • digilib.its.ac.id/detil.php?id=264&q=
    • allohomoraku.blogspot.com/2006/01/konsep-strategi-dalam-pemasaran_06.html
    • hadisugito.fadla.or.id/

Testimoni

Filed under : blog, tags:
SLIDESERAGAMBATIK