Advertisement
loading...

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

 

 

 

MENJELASKAN

SISTEM PERIPHERAL

TIK PR06.003.01

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

Daftar Isi                                                                                                       1

BAB I. 4

PENGANTAR. 4

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 4

1.2 Penjelasan Modul 4

1.2.1 Desain Modul 4

1.2.2 Isi Modul 5

1.2.3 Pelaksanaan Modul 5

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini 6

1.4 Pengertian Istilah-Istilah. 6

BAB II. 8

STANDAR KOMPETENSI. 8

2.1 Peta Paket Pelatihan. 8

2.2 Pengertian Unit Standar 8

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 8

2.3.1 Judul Unit Kompetensi 9

2.3.2 Kode Unit Kompetensi : 9

2.3.3 Deskripsi Unit : 9

2.3.4 Elemen Kompetensi 9

2.3.5 Batasan Variabel 10

2.3.6 Panduan Penilaian. 10

2.3.7 Kompetensi Kunci 11

BAB III. 11

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 11

3.1 Strategi Pelatihan. 12

3.2 Metode Pelatihan. 13

BAB IV. 14

MATERI UNIT KOMPETENSI. 14

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 14

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 14

4.3 Uraian Singkat Materi : Sekilas tentang Peripheral 14

4.4 Beberapa Pengertian dalam Unit Kompetensi Ini : 18

4.5 Informasi masing-masing elemen kompetensi 18

4.5.1 Menjelaskan Rangkaian Digital 18

4.5.2 Menjelaskan rangkaian analog. 31

4.5.3 Menjalankan back up sistem.. 35

BAB V. 39

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN. 39

KOMPETENSI. 39

5.1 Sumber Daya Manusia. 39

5.2 Literatur 40

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 41

DAFTAR PUSTAKA. 42

 

BAB I

PENGANTAR

 

 

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berbasis kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan secara kompeten. Lalu, apa arti kompeten di tempat kerja?

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, berarti Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif di tempat dimana Anda bekerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui dan ditetapkan.

 

 

1.2 Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan pseserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1 Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2 Isi Modul

 

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3 Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

-    Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-    Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-    Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-    Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan:

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

- Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

- Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

- Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-  Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini

 

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency).

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

1.4 Pengertian Istilah-Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi Kerja

Kompetensi  Kerja adalah kemampuan kerja setiap individu  yang mencakup aspek  pengetahuan ,  keterampilan dan sikap kerja  yang sesuai dengan standar yang ditetapkan

 

Pelatihan Berbasis Kompetensi Kerja.

Pelatihan Berbasisi Kompetensi Kerja adalah  pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.

 

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan / atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Sertifikasi Kompetensi Kerja.

Sertifikasi kompetensi Kerja adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang

dilakukan secara sitematis dan obyektif melalui uji kompetensi sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional dan /atau standar khusus.

 

Sertifikat Kompetensi Kerja

Sertifikat Kompetensi Kerja adalah bukti tertulis yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi terakreditasi yang menerangkan bahwa seseorang telah menguasai kompetensi kerja tertentu sesuai dengan SKKNI.

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.PR02.003.01      Membuat struktur data
  2. TIK.PR02.008.01      Mengoperasikan Pemrograman Terstruktur

 

2.2 Pengertian Unit Standar

 

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Apakah yang akan anda pelajari dari Unit Kompetensi ini ?

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari pemrograman data deskripsi lanjut untuk melengkapi pengetahuan yang telah Anda kuasai pada pelatihan mengenai pemrograman data deskripsi dasar sebelumnya.

 

Berapa lama unit kompetensi ini dapat diselesaikan ?

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari.

 

Berapa banyak/kesempatan yang anda miliki untuk mencapai kompetensi ?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
    1. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1 Judul Unit Kompetensi

Menjelaskan Sistem Peripheral

2.3.2 Kode Unit Kompetensi :

TIK.PR06.003.01

 

2.3.3 Deskripsi Unit :

Unit ini mendukung kinerja dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan pengembangan aplikasi real time dan embedded.

2.3.4 Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI
KRITERIA UNJUK KERJA
01  Menjelaskan rangkaian digital 1.1     Standar sinyal digital dijelaskan. Range tegangan dan nilai arus pada sinyal digital sesuai standar.

1.2     Rangkaian digital harus dijelaskan. Rangkaian digital dapat berupa And, Or, Nand, dsb, dipelajari dan dipraktekkan secara matematis dan logika.

1.3     Rangkaian kombinasi digital lanjut dijelaskan. Rangkaian  digital lanjut adalah kombinasi dari rangkaian digital untuk tujuan tertentu/khusus, seperti Multiplexer, shift register, hingga counter, timer dan sebagainya.

02 Menjelaskan rangkaian analog

 

2.1     Rangkaian dasar elektronika seperti prinsip dasar transistor, resistor, capasitor, inductor, dan sebagainya dijelaskan.

2.2     Prinsip Analog Converter dijelaskan. Teknik dan proses konversi dari sinyal digital ke analog diketahui.

03 Menjelaskan rangkaian input output (peripheral) 3.1   Standar pengukuran sinyal analog dijelaskan. Stadar sinyal tegangan 0-10 VDC maupun standar sinyal arus 4-20mA dipelajari maksud dan artinya. Sinyal tersebut menjadi data yang perlu dikonversikan menjadi nilai sebenarnya dari pengukuran tersebut.

3.2  Teknik konversi data sinyal analog dijelaskan. Teknik mengkonversi sinyal tegangan/arus dipelajari cara dan maksudnya.

3.3   Standar konverter digital dijelaskan. Input dan output dari konverter ADC dan DAC dipelajari maksud dan artinya. Nilai konversi ini akan menjadi nilai dasar dari data yang masuk ke pengukuran digital.

 

2.3.5  Batasan Variabel

  1.                                  1.   Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.
  2.                                  2.   Unit ini terbatas pada:

2.1     Teknologi informasi dan komunikasi, juga pada bidang.

2.2     Teknologi elektronika

2.3     Teknologi sistem kontrol dan sistem instrumentasi.

 

2.3.6 Panduan Penilaian

 

Panduan penilaian terdiri dari :

  1. 1.     Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk dapat mendemontrasikan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini :

1.1     Pengetahuan dasar

1.1.1            Arsitektur komputer dan mikroprosesor.

1.1.2            Matematika dasar.

1.1.3            Matematika logika.

1.1.4            Rangkaian elektronika.

 

2.   Konteks penilaian

Unit ini dapat dinilai di dalam tempat kerja atau tempat lain secara praktek tertulis dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

3.   Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan

3.1     Kemampuan untuk menjelaskan rangkaian digital dan analog.

3.2     Kemampuan untuk menjelaskan peripheral (peralatan input dan output)

3.3     Kemampuan untuk menjelaskan teknik konversi data.

 

4.   Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1.       Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan :

4.1.1.          TIK.PR02.003.01     Membuat struktur data.

4.1.2.      TIK.PR02.008.01     Mengoperasikan pemrograman terstruktur.

4.2.   Unit ini mendukung kinerja dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan pengembangan aplikasi real time dan embedded.

4.3.   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra kejuaraan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/khusus, pelatihan harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

2.3.7 Kompetensi Kunci

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

3

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika

3

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

3

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

3.1 Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2 Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 


BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

MENJELASKAN SISTEM PERIPHERAL

 

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mengenal mikroprosesor
  • Siswa mengerti rangkaian digital, analog, dan input-output

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa mampu menjelaskan fungsi dari masing-masing rangkaian analog, digital, input-output.
  • Siswa dapat menjelaskan karakteristik dari masing-masing rangkaian.
  • Siswa dapat mengerti metode-metode konversi analog ke digital

 

4.3 Uraian Singkat Materi : Sekilas tentang Peripheral

 

Sebelum memulai topik sistem peripheral, maka terlebih dahulu Anda harus mengenal pengertian tentang peripheral. Peripheral atau periferal merupakan peralatan tambahan yang ditambahkan (“disambungkan”) ke komputer untuk keperluan masukan/luaran (I/O), baik yang merupakan keharusan dimiliki oleh sebuah komputer ataupun sebagai tambahan untuk keperluan kenyamanan. Dukungan terhadap periferal, dari sisi merk, jenis, dan standar koneksi yang digunakan, merupakan hal penting yang dijadikan pertimbangan pembelian komputer (perangkat keras) dan pemakaian sistem operasi (perangkat lunak), apakah peralatan tersebut ditolak atau sesuai dengan komputer tersebut.

 

Pada kondisi yang sama juga termasuk  perlengkapan yang bersifat eksternal pencolokannya seperti pada computer bus USB. Contohnya terutama pada joystick, scanner, dan printer. Sedangkan peralatan seperti monitor dan disk drive tidak benar-benar tergantung pada kebutuhan komputer tersebut.

 

Beberapa orang tidak mempertimbangkan ketika akan menambahkan atau memasang peralatan internal seperti video capture card pada komputer mereka. Karena mereka berpikir, perlengkapan seperti ini hanya dipasangkan pada sisi dalam casing komputer.

 

Daftar periferal yang biasa digunakan secara umum yaitu :

 

  • Media Penyimpan Data
    • Removable (Writes/reads portable media)
      • CD
        • CD-ROM
        • CD-RW
        • CD-R
        • DVD
          • DVD-ROM
          • DVD-RW
          • DVD-R
          • Blu-ray Disc
            • BD-ROM
            • BD-RW
            • BD-R
            • BD/DVD-RW Combo
            • USB flash drive
            • Tape drive
            • Floppy disk
            • Punch card
            • Non-removable
              • Disk drive
              • Disk array controller

 

  • Input
    • Input device
      • Manual:

  Keyboard

  • Pointing devices
    • Mouse
    • Trackball
    • Joystick
    • Touch screen
    • Gamepad

  Microphone

  Brain-computer interface

  Image scanner

  Computer terminal

  Computer speech recognition

  Webcam

  Digitizing tablet

  Barcode reader

 

  • Refreshable Braille display

 

  • Output

 

 

  Printing

  • Plotter
  • Printer
  • Braille embosser

  Sound

  • Computer speech synthesis
  • Sound card
  • Speakers

  Visual

  • Digital Camera
  • Graphics Card
  • Monitor

 

  • Networking
    • Modem
    • Network card

 

  • Expansion
    • Docking station

 

  • Kecuali memori dan prosesor

 

Kita tidak mungkin membahas setiap periferal dan unit-unitnya satu per satu. Oleh karena itu, kita akan membahas unit-unit periferal yang sangat sering digunakan serta jenisnya.

 

Gambar 1 keterangan periferal yang digunakan di dalam komputer sebagai sistem peripheral (Elemen Kompetensi 1)

 

Sistem Analog vs. Digital

Sistem Analog/Digital memroses sinyal-2 bervariasi dengan waktu yang memiliki nilai-2  kontinyu/ 2phase diskrit values.

 

 

Gambar 2 gelombang analog vs gelombang digital (Elemen Kompetensi 1)

 

 

NILAI 2-phase diksrit (Boolean,binary):

n  tinggi/rendah (high/low), benar/salah (true/false), atau 1/0.

Komputer-2 digital:

n  komputasi melalui representasi logika guna menyelesaikan tugas-2 (tasks)

Berbagai contoh sistem digital saat ini (sebelumnya sistem analog):

Audio recording (CDs, DAT, mp3)   

Phone system switching

Automobile engine control

Movie effects, still and video cameras….

 

4.4 Beberapa Pengertian dalam Unit Kompetensi Ini :

Beberapa pengertian yang dipergunakan di dalam unit kompetensi ini, yaitu :

a. Sistem, adalah  suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.

b. IC atau sirkuit terpadu, adalah komponen dasar yang terdiri dari resistor, transistor dan lain-lain. IC adalah komponen yang dipakai sebagai otak peralatan elektronika.

 

4.5 Informasi masing-masing elemen kompetensi

4.5.1 Menjelaskan Rangkaian Digital

1)  Pengetahuan kerja

 

Rangkaian digital adalah rangkaian yang tersusun dari berbagai komponen elektronika. Bisa juga disebut dengan rangkaian elektronika yang membutuhkan aliran listrik atau energi kimia untuk menggerakkan atau membuat benda tersebut berfungsi.Biasanya komponen-komponen digital ini hanya memiliki dua keadaan, 1 ( high, active, true ) dan 0 ( low, nonactive, false ).

Keuntungan sistem digital dibandingkan dengan sistem analog :

  • Reproduksibilitas akan hasil-hasil (result) dan akurat.
  • lebih reliable (noisenya lebih rendah, akibat imunitas yang lebih baik terhadap noise)
  • Mudah di desain: tidak perlu kemampuan matematik khusus untuk memvisualisasikan sifat-2 rangkaian digital yang kecil
  • Fleksibilitas dan fungsionalitas
  • Programmability
  • Speed: sebug IC complete complex digital dapat memproduksi sebuah keluaran lebih kecil dari  2 nano detik (2 ns atau 2×10-9 seconds)
  • Economy: Biaya IC sangat rendah (akibat pengulangan dan produksi massal dari integrasi jutaan elemen logika digital pada sebuah chip miniatur tunggal

 

Apa Sebenarnya Logika Digital?

  • Menggunakan kombinasi-2 biner BENAR & SALAH untuk menyerupai cara ketika kita menyelesaikan masalah – sehingga biasa disebut logika-logika kombinasional
  • Kita dapat menggunakan langkah-langkah berpikir logis dan/atau keputusan-keputusan masa lalu (yaitu memory) u/ menyelesaikan masalah – sehingga biasa disebut logika-logika sekuensial (terurut)

Gambar 3 Logika Digital (Elemen Kompetensi 1 )

 

2) Ketrampilan kerja

Berbagai Representasi Logika Digital

 

Tabel Kebenaran/ Truth Tables
Ekspresi-2 Boolean
Diagram gerbang logika (Logic gate diagrams)
Diagram level transistor
Diagram penempatan bagian (parts placement diagrams)
High level description languages (VHDL)

 

Tabel 1 Representasi Logika Digital (Elemen Kompetensi 1)

Representasi Logika Digital

  • Aljabar Switching terdiri dari :
    • Elemen-2: {0,1}
    • Operator-operator: { · , + , ‘ , … }

 

 

 

Gambar 4 Representasi Logika Digital (Elemen Kompetensi 1)

 

 

 

Representasi: tabel kebenaran  & ekspresi Boolean

Tabel kebenaran: menyediakan suatu daftar  setiap kombinasi yang mungkin dari masukan-2 biner pada sebuah rangkaian digital dan keluaran-2 yang terkait.

 

Ekspresi Boolean: mengekspresikan logika pada sebuah format fungsional

 

contoh: Multiplexer

n  Z = S’ × A + S × B

n  S menetukan apakah keluaran Z sama dengan masukan A atau B

Gambar 5 Representasi: tabel kebenaran  & ekspresi Boolean (Elemen Kompetensi 1)

Representasi: diagram gerbang logika

Gerbang-2 logika: Blok pembangun dasar rangkaian-2  digital

 

 

 

Gambar 6 Representasi: diagram gerbang logika (Elemen kompetensi 1)

 

Representasi: diagram gerbang logika

  • Contoh: multiplekser

 

Z = S’ × A + S × B

 

 

Gambar 7 Representasi: diagram gerbang logika (Elemen Kompetensi 1)

 

 

 

 

Representasi: diagram lever transistor

  • Contoh: multiplekser

 

Z = S’ × A + S × B

 

 

Gambar 8 Representasi diagram Level Transistor (Elemen Kompetensi 1)

 

Representasi: diagram peletakan bagian-2

Bagian-2: real world hardware yang merealisasi logika-2 digital logics

 

Keluarga Transistor-transistor logic (TTL) 74LS dari IC digital memproduksi dua level tegangan:

n  < 0.5V merepresentasikan tegangan rendah (low / L (0))

n  > 2.7V merepresentasikan tegangan tinggi (high/ H (1))

 

Diagran penempatan bagian:

n  Bagian-2 dikoneksi via kabel

n  Kemudian rangkain-2 di- debug

 

Contoh TTL IC: Inverter

 

 

 

Gambar 9 Contoh TTL 74LS family 74LS04 Hex Inverter IC Package (Elemen Kompetensi 2)

 

 

Contoh TTL IC: Gerbang AND

 

Gambar 10 TTL 74LS family 74LS08 Quad 2-input AND Gate IC Package (Elemen Kompetensi 1)

 

Contoh TTL IC: gerbang OR

 

Gambar 11 Contoh TTL IC: gerbang OR (ELemen Kompetensi 1)

 

Contoh TTL IC: Gerbang NAND

 

 

Gambar 12 Contoh Rangkaian TTL IC:Gerbang NAND (Elemen Kompetensi 1)

 

Gerbang NAND à self-sufficient: dapat membangun setiap rangkaian logika manapun, termasuk AND/OR/NOT.

Contoh: implementasi NOT menggunakan NAND

 

 

Gambar 13 TTL 74LS family 74LS00 Quad 2-input NAND Gate IC Package (Elemen Kompetensi 1)

 

Contoh TTL IC: Gerbang NOR

 

 

Gambar 14 Rangkaian TTL IC:Gerbang NOR (Elemen Kompetensi 1)

      Gerbang NOR juga self-sufficient.

Pertanyaan: Bagaimana membangun gerbang NOT dengan menggunakan NOR?

 

 

Gambar 15 TTL 74LS family 74LS02 Quad 2-input NOR Gate IC Package (ELemen Kompetensi 1)

 

Contoh TTL IC: Gerbang XOR

 

Contoh 16 TTL 74LS family  74LS86 Quad 2-input XOR Gate IC Package (Elemen Kompetensi 1)

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar Rangkaian Gerbang AND

 

Gambar 17 Rangkaian untuk menentukan gerbang AND (Elemen Kompetensi 1)

 

3) Sikap kerja

1. Standar sinyal digital dijelaskan. Range tegangan dan nilai arus pada sinyal digital sesuai  standar.

2. Rangkaian digital dasar dijelaskan. Rangkaian digital dasar berupa And, Or, Nand, dsb, dipelajari dan dipraktekkan secara matematis dan logika.

3. Rangkaian kombinasi digital lanjut dijelaskan. Rangkaian digital lanjut adalah kombinasi dari rangkaian digital untuk tujuan tertentu/khusus, seperti Multiplexer, shift register, hingga counter, timer dan sebagainya.

 

4.5.2 Menjelaskan rangkaian analog

 

1)  Pengetahuan kerja

 

Jenis rangkaian elektronika yang dipakai untuk memproses signal atau isyarat yang bersifat kontinyu. Perubahan signal dalam rangkaian Analog ini adalah sedikit demi sedikit meliputi semua titik pada amplitudo signal maximum dan minimumnya. Hal ini berbeda dengan watak dalam signal digital, di mana signal hanya dua macam tingkat saja: tinggi (menyatakan 1) dan rendah (menyatakan 0).

 

2) Ketrampilan kerja

 

Transistor

Transistor adalah alat semikonduktor yang dipakai sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.

Pada umumnya, transistor memiliki 3 terminal. Tegangan atau arus yang dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal lainnya. Transistor adalah komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil, dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori, dan komponen-komponen lainnya.

 

Gambar 18 Berbagai macam Transistor (Elemen Kompetensi 2)

(Dibandingkan dengan pita ukur centimeter)

Cara kerja semikonduktor

Pada dasarnya, transistor dan tabung vakum memiliki fungsi yang serupa; keduanya mengatur jumlah aliran arus listrik.

Untuk mengerti cara kerja semikonduktor, misalkan sebuah gelas berisi air murni. Jika sepasang konduktor dimasukan kedalamnya, dan diberikan tegangan DC tepat dibawah tegangan elektrolisis (sebelum air berubah menjadi Hidrogen dan Oksigen), tidak akan ada arus mengalir karena air tidak memiliki pembawa muatan (charge carriers). Sehingga, air murni dianggap sebagai isolator. Jika sedikit garam dapur dimasukan ke dalamnya, konduksi arus akan mulai mengalir, karena sejumlah pembawa muatan bebas (mobile carriers, ion) terbentuk. Menaikan konsentrasi garam akan meningkatkan konduksi, namun tidak banyak. Garam dapur sendiri adalah non-konduktor (isolator), karena pembawa muatanya tidak bebas.

Silikon murni sendiri adalah sebuah isolator, namun jika sedikit pencemar ditambahkan, seperti Arsenik, dengan sebuah proses yang dinamakan doping, dalam jumlah yang cukup kecil sehingga tidak mengacaukan tata letak kristal silikon, Arsenik akan memberikan elektron bebas dan hasilnya memungkinkan terjadinya konduksi arus listrik. Ini karena Arsenik memiliki 5 atom di orbit terluarnya, sedangkan Silikon hanya 4. Konduksi terjadi karena pembawa muatan bebas telah ditambahkan (oleh kelebihan elektron dari Arsenik). Dalam kasus ini, sebuah Silikon tipe-n (n untuk negatif, karena pembawa muatannya adalah elektron yang bermuatan negatif) telah terbentuk.

Selain dari itu, silikon dapat dicampur dengan Boron untuk membuat semikonduktor tipe-p. Karena Boron hanya memiliki 3 elektron di orbit paling luarnya, pembawa muatan yang baru, dinamakan “lubang” (hole, pembawa muatan positif), akan terbentuk di dalam tata letak kristal silikon.

Dalam tabung hampa, pembawa muatan (elektron) akan dipancarkan oleh emisi thermionic dari sebuah katode yang dipanaskan oleh kawat filamen. Karena itu, tabung hampa tidak bisa membuat pembawa muatan positif (hole).

Dapat disimak bahwa pembawa muatan yang bermuatan sama akan saling tolak menolak, sehingga tanpa adanya gaya yang lain, pembawa-pembawa muatan ini akan terdistribusi secara merata di dalam materi semikonduktor. Namun di dalam sebuah transistor bipolar (atau diode junction) dimana sebuah semikonduktor tipe-p dan sebuah semikonduktor tipe-n dibuat dalam satu keping silikon, pembawa-pembawa muatan ini cenderung berpindah ke arah sambungan P-N tersebut (perbatasan antara semikonduktor tipe-p dan tipe-n), karena tertarik oleh muatan yang berlawanan dari seberangnya.

Kenaikan dari jumlah pencemar (doping level) akan meningkatkan konduktivitas dari materi semikonduktor, asalkan tata-letak kristal silikon tetap dipertahankan. Dalam sebuah transistor bipolar, daerah terminal emiter memiliki jumlah doping yang lebih besar dibandingkan dengan terminal basis. Rasio perbandingan antara doping emiter dan basis adalah satu dari banyak faktor yang menentukan sifat penguatan arus (current gain) dari transistor tersebut.

Jumlah doping yang diperlukan sebuah semikonduktor adalah sangat kecil, dalam ukuran satu berbanding seratus juta, dan ini menjadi kunci dalam keberhasilan semikonduktor. Dalam sebuah metal, populasi pembawa muatan adalah sangat tinggi; satu pembawa muatan untuk setiap atom. Dalam metal, untuk mengubah metal menjadi isolator, pembawa muatan harus disapu dengan memasang suatu beda tegangan. Dalam metal, tegangan ini sangat tinggi, jauh lebih tinggi dari yang mampu menghancurkannya. Namun, dalam sebuah semikonduktor hanya ada satu pembawa muatan dalam beberapa juta atom. Jumlah tegangan yang diperlukan untuk menyapu pembawa muatan dalam sejumlah besar semikonduktor dapat dicapai dengan mudah. Dengan kata lain, listrik di dalam metal adalah inkompresible (tidak bisa dimampatkan), seperti fluida. Sedangkan dalam semikonduktor, listrik bersifat seperti gas yang bisa dimampatkan. Semikonduktor dengan doping dapat dirubah menjadi isolator, sedangkan metal tidak.

Gambaran di atas menjelaskan konduksi disebabkan oleh pembawa muatan, yaitu elektron atau lubang, namun dasarnya transistor bipolar adalah aksi kegiatan dari pembawa muatan tersebut untuk menyebrangi daerah depletion zone. Depletion zone ini terbentuk karena transistor tersebut diberikan tegangan bias terbalik, oleh tegangan yang diberikan di antara basis dan emiter. Walau transistor terlihat seperti dibentuk oleh dua diode yang disambungkan, sebuah transistor sendiri tidak bisa dibuat dengan menyambungkan dua diode. Untuk membuat transistor, bagian-bagiannya harus dibuat dari sepotong kristal silikon, dengan sebuah daerah basis yang sangat tipis.

Cara kerja Transistor

Dari banyak tipe-tipe transistor modern, pada awalnya ada dua tipe dasar transistor, bipolar junction transistor (BJT atau transistor bipolar) dan field-effect transistor (FET), yang masing-masing bekerja secara berbeda.

Transistor bipolar dinamakan demikian karena kanal konduksi utamanya menggunakan dua polaritas pembawa muatan: elektron dan lubang, untuk membawa arus listrik. Dalam BJT, arus listrik utama harus melewati satu daerah/lapisan pembatas dinamakan depletion zone, dan ketebalan lapisan ini dapat diatur dengan kecepatan tinggi dengan tujuan untuk mengatur aliran arus utama tersebut.

FET (juga dinamakan transistor unipolar) hanya menggunakan satu jenis pembawa muatan (elektron atau hole, tergantung dari tipe FET). Dalam FET, arus listrik utama mengalir dalam satu kanal konduksi sempit dengan depletion zone di kedua sisinya (dibandingkan dengan transistor bipolar dimana daerah Basis memotong arah arus listrik utama). Dan ketebalan dari daerah perbatasan ini dapat dirubah dengan perubahan tegangan yang diberikan, untuk mengubah ketebalan kanal konduksi tersebut. Lihat artikel untuk masing-masing tipe untuk penjelasan yang lebih lanjut.

Pengubah analog-ke-digital

Dalam elektronik, sebuah pengubah analog-ke-digital (bahasa Inggris: analog-to-digital converter, disingkat ADC) adalah sebuah alat yang mengubah sinyal berkelanjutan menjadi angka digital terpisah.

Biasanya, sebuah ADC mengubah sebuah voltase ke sebuah angka digital. Sebuah pengubah digital-ke-analog (DAC) melakukan operasi yang berlawanan.

 

3) Sikap kerja

1. Rangkaian dasar elektronika seperti prinsip dasar transistor, resistor, capasitor, inductor, dan sebagainya dijelaskan.

2. Rangkaian OpAmp (Operational Amplifier) dijelaskan. Prinsip dasar OpAmp dapat dimanfaatkan untuk pengolahan proses aritmatika seperti penjumlahan, pengurangan, pembagi, pengali juga sebagai pembanding, integrator, deferensiator, passsing filter (High, Low, Band).

3. Prinsip Analog Conventer dijelaskan. Teknik dan proses konversi dari sinyal analog ke digital dan sebaliknya, proses konversi dari sinyal digital ke analog diketahui.

 

4.5.3 Menjalankan back up sistem

 

1)  Pengetahuan kerja

 

Rangkaian Input-Output

Unit Input/Output (I/O) adalah bagian dari sistem mikroprosesor yang digunakan oleh mikroprosesor itu untuk berhubungan dengan dunia luar.

Unit input adalah unit luar yang digunakan untuk memasukkan data dari luar ke dalam mikroprosesor ini, contohnya data yang berasal dari keyboard atau mouse. Sementara unit output biasanya digunakan untuk menampilkan data, atau dengan kata lain untuk menangkap data yang dikirimkan oleh mikroprosesor, contohnya data yang akan ditampilkan pada layar monitor atau printer.

Bagian input (masukan) dan juga keluaran (output) ini juga memerlukan sinyal kontrol, antara lain untuk baca I/O (Input/Ouput Read [IOR]) dan untuk tulis I/O (Input/Output Write [IOW]).

2) Ketrampilan kerja

8 Bagian dari Sistem Komputer

Terlepas dari berapa besarnya ukuran sebuah komputer, semua sistem komputer terdiri dari bagian-bagian dasar yang sama, yaitu terdiri dari: CPU, peralatan I/O, memori, program, dan sebuah jam.

 

 

 

 

 

 

Gambar 19 Suatu sistem komputer yang umum (Elemen Kompetensi 3)

CPU terdiri dari sebuah rangkaian arithmetic dan logic unit untuk memanipulasi data, sejumlah register untuk menyimpan data, dan rangkaian pengendali untuk menjemput dan melaksanakan instruksi. CPU memproses informasi sesuai dengan instruksi program dan data dalam  bahasa yang disebut bahasa mesin. CPU mengendalikan semua sistem operasi dan menyediakan sinyal pengendali untuk melakukan atau melepaskan hubungan dengan berbagai peripheral dan alat-alat input-output  (I/O).

Input dan output processor (IOP) terdiri dari rangkaian elektronika yang berfungsi untuk mengkomunikasikan dan mengendalikan pemindahan dari informasi antara komputer dan dunia luar. Beberapa alat masukan mengubah sinyal-sinyal analog ke dalam sinyal-sinyal digital sehingga prosesor dapat mengerti dan memanipulasinya. Beberapa alat input dan output yang dihubungkan dengan komputer adalah keyboard, printer, terminal, alat tampil Liquid Crystal Display (LCD), Video Display Terminal (VDT),  dan alat komunikasi lainnya.

Sedangkan memori yang disebut Random Access Memory (RAM), disebut demikian karena komputer dapat mengakses lokasi mana saja secara random (acak) dan mengambil informsai biner dalam waktu interval yang tetap.

Suatu pengendali mikro adalah suatu  sistem  komputer lengkap  yang ditempatkan pada sebuah chip silikon tunggal. Di dalam sebagian besar aplikasinya  suatu  pengendali mikro  dapat memenuhi semua persyaratan-persyaratan sistim dengan tanpa memerlukan tambahan  Integrated Circuit lainnya. Harga yang murah dan tingkat fleksibilitas  yang sangat tinggi, membuat peralatan-peralatan pengendali mikro yang baru dan berkemampuan tinggi  secara perlahan-lahan tetapi pasti akan dipergunakan dalam aplikasi-aplikasi yang dahulunya  hanya dapat dilakukan oleh rangkaian Logika Kombinasi atau bahkan dengan cara menggunakan peralatan-peralatan mekanik. Kini banyak tenaga ahli di bidang teknik merasa perlu untuk mengenal dan mempelajari fungsi-fungsi dan aplikasi-aplikasi dari pengendali mikro.

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 20 Blok diagram suatu pengendali mikro (Elemen Kompetensi 3)

Gambar tersebut memperlihatkan blok diagram dari sebueh pengendali mikro. Unit pengolah pusat (CPU) terdiri atas dua bagian, yaitu unit pengendali (control unit) serta unit aritmatika dan logika (ALU). Fungsi utama unit pengendali adalah mengambil, mengkode, dan melaksanakan urutan instruksi sebuah program yang tersimpan dalam memori. Unit pengendali mengatur urutan operasi seluruh sistem. Unit ini juga menghasilkan dan mengatur sinyal pengendali yang diperlukan untuk menyerempakkan operasi, serta aliran dan instruksi program.

Unit pengendali mengendalikan aliran informasi pada bus data dan bus alamat, dilanjutkan dengan menafsirkan dan mengatur sinyal yang terdapat pada bus pengendali.

Selain bus alamat dan bus data, pengendali mikro juga dilengkapi dengan bus pengendali (control bus). Pengendali ini berguna untuk menyerempakkan operasi pengendali mikro dengan operasi rangkaian.

Suatu sistem pengendali mikro memerlukan memori untuk tempat menyimpan program/data. Pada pengendali mikro tempat penyimpan program adalah ROM/EPROM. Sedangkan pada komputer pribadi program disimpan dalam disket atau hard disk.

Ada beberapa tingkatan memori, di antaranya adalah register internal, memori utama, dan memory massal (mass memory). Register internal adalah memori di dalam ALU. Waktu akses register sangat cepat, umumnya kurang dari 100 nano detik. Memori utama adalah memori suatu sistem. Ukurannya berkisar antara 4 kbyte sampai 64 kbyte. Waktu aksesnya lebih lambat dibandingkan register internal, yaitu antara 200 sampai 1000 nano detik. Memori massal dipakai untuk penyimpanan berkapasitas tinggi, biasanya berbentuk disket, pita magnetik, atau kaset.

Ada memori jenis lain yang disebut dengan nama RAM (Random Access memory) adalah memori yang dapat dibaca atau ditulisi. Data dalam RAM akan terhapus (volatile) bila catu daya dihilangkan. Oleh karena sifat RAM yang volatile ini, maka program pengendali mikro tidak disimpan dalam RAM. RAM pada pengendali mikro hanya digunakan untuk menyimpan data sementara, yaitu data yang tidak begitu vital bila hilang akibat aliran daya terputus.

Sedangkan input/output port dipergunakan untuk melakukan hubungan dengan piranti di luar sistem, dibutuhkan alat I/O (input/output). Alat I/O dapat menrima data dari pengendali mikro dan dapat pula memberi data ke pengendali mikro.

Ada dua macam perantara I/O yang dipakai, yaitu piranti untuk hubungan serial (UART) dan piranti untuk hubungan paralel (PIO). Universal Asynchronous Receiver-Transmitter (UART) adalah perantara serial universal, yang merupakan pengirim-penerima tak serempak universal. UART mengubah serial input menjadi paralel output dan mengubah paralel input menjadi serial output.

Paralel Input Output (PIO) merupakan perantara untuk hubungan data dalam format paralel. PIO adalah alat yang dapat diprogram dan menyediakan perantara input dan output dasar.

 

3) Sikap kerja

1. Standar pengukuran sinyal analog dijelaskan. Standar sinyal tegangan 0-10 VDC maupun standar sinyal arus 4-20mA dipelajari maksud dan artinya. Sinyal tersebut menjadi data yang perlu dikonversikan menjadi nilai sebenarnya dari pengukuran tersebut.

  1. Teknik konversi data sinyal analog dijelaskan. Teknik mengkonversi sinyal tegangan/arus menjadi sinyal digital dipelajari cara dan maksudnya. Teknik dimana sinyal digital dikonversikan menjadi sinyal arus/tegangan dipelajari cara dan maksudnya.

3. Standar konverter digital dijelaskan. Input dan output dari konverter ADC dan DAC dipelajari maksud dan artinya. Nilai konversi ini akan menjadi nilai dasar dari data yang masuk ke pengukuran digital.

 

 

 

 

 

 


BAB V

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN

KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan:

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

 

5.2 Literatur

Disamping dengan belajar dengan orang-orang seperti yang disebutkan diatas, Anda tentu perlu juga terus menambah wawasan dan pengetahuan Anda dari sumber-sumber bacaan seperti buku-buku yang berkaitan dengan kompetensi yang Anda pilih, jurnal-jurnal, majalah, dan sebagainya.

 

Literatur dalam hal ini tentu bukan saja material berupa bacaan atau buku melainkan termasuk pula material-material lainnya yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini. Misalnya rekaman dalam bentuk kaset, videp, dan sebagainya.

 

Buku referensi, lembar kerja, tugas-tugas kerja juga dapat digunakan dalam proses pencapaian kompetensi. Peserta boleh mencari dan menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau sebagai pendukung tambahan atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

 

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan      :   Menjelaskan Sistem Peripheral
    1. Kode Program Pelatihan  :   TIK.PR06.003.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Menjelaskan Sistem Peripheral

TIK.PR06.003.01

- Satu unit komputer dengan spesifikasi standar - Referensi dari daftar pustaka

- Buku Informasi

- Buku kerja

- Buku penilaian

Aplikasi tambahan bersifat opsional.

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Buku :

1.  Bartee, Computer Architecture and Logic Design, McGraw-Hill International Inc., Singapore, 1996.

2.  Colwell, Rita R., Educause ’99, Celebrating New Beginnings, paper at Educause 99, October 28, 1999

3.  Dodge, John , Itanium poses new challenge for Intel, ZDNet News, July 23, 2000

4.  Gates, Bill, Business @ the speed of thought, Using Digital Nervous System, pp. 22-37, 143 – 149. 387-403. Time Warner, 1999.

5.  Jackson, A., Closing the loop with inexpensive microcontrollers”, IEEE, conference paper of 1992 IEEE Aerospace apllications conference digest, Cat. No. 92TH0401-0, pp. 67-76, February 1992.

6.  Jackson, A., “Fuzzy logic vs traditional approaches to the design of microcontroller-based systems“, IEEE, conference paper, pp. 19-33, May 1994.

7.  Knight Will, Intel retakes  the speed lead ZDNet News, July 31, 2000

8.  Krahe, R.P., “Design oriented microcomputer lab project“, IEEE, conference paper of 23rd annual coference Engineering Education, Cat. No. 93CH3373-8, pp.826, November 1993.

9.  Leibson, Steve, The Handbook of Microcomputer Interfacing, Second Edition, TAB Books Inc. 1989, Halaman 15-30, 61-74, 77-86, 179-205, 279-288.

10. Lipovski, G.J, Object Oriented Interfacing to 16-BIT Microcontrollers, Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey, USA, 1993.

11. Malvino, Albert Paul, Digital Computer Electronics, McGraw-Hill Company, Singapore, 1983, Halaman 140-164, 242-248, 311, 312.

12. Mano. Morris M., Computer System Architecture, Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey, USA, 1993.

Spooner , John G, Inside Intel: Betting on the future, ZDNet news , July 25, 2000

13. Spooner, John G., Intel to bring SDRAM to Pentium 4, ZDNet news, July 25, 2000

14. Stenstrom, P., 68000 Microcomputer Organization and Programming, Prentice Hall, London, UK, 1992 .

15. Subbaro, W.V., 16/32 BIT Microprocessors 68000/68010/68020, MacMillan, USA, 1991

16. Wick, C.E., “A four-chip microcomputer for undergraduate engineering courses“, IEEE, conference paper of 23rd annual coference  Engineering Education, Cat. No. 93CH3373-8, pp.578-82, November 1993.

17. Widyatmo Arianto, Haryono Eduard & Fendy, Belajar Sendiri Mikroprosesor-Mikrokontroler Melalui Komputer  PC, P.T. Elex Media Komputindo, Jakarta, Indonesia, 1994.

18. Wray, W.C., Using Microprocessors and Microcomputers, 3rd Editon, The Motorola Family, Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey, USA, 1994.

19.     Anonim, M68HC05 Microcontroller Applications Guide, Motorola Inc., 1992, Halaman (1-2) s/d  (1-7), (2-1) s/d (2-38), (3-1) s/d (3-98).

MCU News, July 1994, January 1995, July 1995, Motorola Inc., Halaman (4-6)

 

20. Anonim, Microprocessor, Microcontroller, and Peripheral Data, Volume 1, Motorola Inc., 1991, Halaman (2-13), (2-16), (3-61), (3-568)-(3-709), (3-792)-(3-818).

21. Anonim, Microprocessor, Microcontroller and Peripheral Data, Volume 2, Motorola Inc., 1991, Halaman (3-1173)-(3-1218).

 

 

Website :

  • http://www.wikipedia.org

 

Testimoni

Filed under : blog, tags: