Advertisement
loading...

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

Advertisement

SUB SEKTOR PROGRAMMER KOMPUTER

 

 

 

MENJELASKAN

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

TIK.PR02.022.01

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

Daftar Isi…………………………………………………………………………………………. 2

 

BAB I. 4

PENGANTAR. 4

1.1 Konsep Dasar Competency Based Training. 4

1.2 Penjelasan Modul 4

1.2.1 Desain Modul 4

1.2.2 Isi Modul 5

1.2.3 Pelaksanaan Modul 5

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 6

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah. 6

 

BAB II. 8

STANDAR KOMPETENSI. 8

2.1 Peta Paket Pelatihan. 8

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi 8

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 8

2.3.1 Kode dan Judul Unit 9

2.3.2 Deskripsi Unit 9

2.3.3 Elemen Kompetensi 9

2.3.4 Batasan Variabel 10

2.3.5 Panduan Penilaian. 10

2.3.6 Kompetensi Kunci 11

 

BAB III. 12

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 12

3.1 Strategi Pelatihan. 12

3.2 Metode Pelatihan. 13

 

BAB IV. 14

MATERI UNIT KOMPETENSI. 14

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 14

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 14

4.3 Menjelaskan Teori Sistem dan Sistem Informasi 14

4.3.1 Data, Informasi, dan Pengetahuan. 14

4.3.2 Sistem dan Aplikasi dari Sistem Informasi 17

4.4 Mengidentifikasi Infrastruktur Sistem.. 22

4.4.1 Sistem Basis Data dan Arsitektur Sistem.. 22

4.5 Metode Pengembangan Sistem  Informasi 30

4.5.1 Alur Proses dan Aliran Dokumen. 30

4.5.2 Diagram Proses dan Dokumen. 31

4.6 Implementasi Sistem Informasi Manajemen. 33

4.6.1 Jenis Sistem Informasi Manajemen. 33

4.6.2 Penerapan Sistem Informasi 37

 

BAB V. 38

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI  38

5.1 Sumber Daya Manusia. 38

5.2 Sumber-sumber Kepustakaan (Buku Informasi) 39

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan. 40

 

DAFTAR PUSTAKA. 41

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1 Konsep Dasar Competency Based Training

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2 Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1 Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaiakan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2 Isi Modul

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3 Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

-    Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-    Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-    Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-    Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan:

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

- Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

- Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

- Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

- Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standarisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.PR.02.022.01 Menjelaskan Sistem Informasi Manajemen
  2. TIK.PR.02.020.01 Mengoperasikan Aplikasi Basis Data
  3. TIK.PR.02.021.01 Menerapkan Basis Data

 

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari sistem informasi manajemen.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para sistem analis dan programmer, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat:

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
    1. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit         : TIK.PR02.022.01

Judul Unit         : Menjelaskan Sistem Informasi Manajemen

 

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit ini akan menentukan kompetensi yang diperlukan untuk   melakukan manajemen sistem informasi. Sistem informasi yang dibahas tidak terlepas dari struktur sistem database yang digunakan. Sistem Informasi manajemen yang dibahas berfokus pada alur dokumen dan diagram proses dalam informasi perusahaan.

 

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01  Menjelaskan teori sistim dan sistim informasi 1.1         Pengertian data, informasi dan pengetahuan dapat di jelaskan dan di aplikasikan

 

1.2         Pengertian sistim, sistim informasi dan sistim informasi dapat di jelaskan dan di aplikasikan

 

1.3         Komponen sistim dan informasi dapat di jelaskan dan di aplikasikan

 

02 Mengidentifikasi Infra   struktur sistim 2.1     Sistim Basis data dapat di identifikasi sesuai dengan arsitektur sistim

 

2.2     Sistim Manajemen basis data (DBMS) dapat di identifikasi sesuai dengan arsitektur sistimnya

 

03 Memahami metode      pengembangan sistim   informasi 3.1    Alur proses dan aliran dokumen dari sistim dapat di jelaskan dan di aplikasikan

 

3.2    Diagram proses dan dokumen dapat di jelaskan dan di aplikasikan. Aliran proses dan dokumen di gambarkan dalam bentuk diagram proses

 

04 Mengidentifikasi      implementasi sistim      informasi manajemen 4.1    Sistim informasi manajemen dapat di       identifikasi menurut jenisnya

 

4.2    Penerapan masing-masing sistim informasi    manajemen dapat di identifikasi

 

Tabel 1 Elemen Kompetensi

 

2.3.4 Batasan Variabel

Batasan variabel dalam bahasan ini adalah:

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya:

2.1     Struktur database yang digunakan dalam perusahaan

2.2     Microsoft Visio untuk merepresentasikan alur dokumentasi

 

2.3.5 Panduan Penilaian

  1. 1.   Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini.

1.1     Konfigurasi umum perangkat komputer dan periperal input/output standar (monitor, keyboard, mouse)

1.2     Teknologi jaringan komputer

1.3     Sistim basis data

1.4     Sistim DBMS

1.5     Memahami sistim informasi manajemen

 

2.  Konteks penilaian

Kompetensi harus di ujikan di tempat kerja atau tempat lain secara praktek       komputer dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal

 

3.  Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan:

3.1   Kemampuan mengidentifikasi infra struktur sistim basis data yang mendukung implementasi DBMS

3.2     Kemampuan memahami alur proses dari sistim dan di gambarkan dalam bentuk diagram proses

3.3     Kemampuan mengidentifikasi implementasi SIM

 

4. Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1     Unit ini mendukung di dalam mengoperasikan aplikasi basis data. Contoh mencakup namun tidak terbatas pada: Seluruh unit pemrograman basis data

4.2   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sekor tertentu. Batasan variable akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/khusus, pelatihan harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

2.3.6 Kompetensi Kunci

Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

3

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

3

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

3

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

3

7

Menggunakan teknologi

3

Tabel 2 Kompetensi Kunci

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1 Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

        Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2 Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  •   Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan sistem informasi dalam suatu organisasi.
  •   Siswa mengerti tentang tipe dan bagaimana cara melakukan manajemen sistem informasi.
  •   Siswa dapat mengimplementasikan sistem informasi dalam suatu organisasi.

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat membuat struktur database
  • Siswa dapat mengidentifikasi informasi yang diperlukan dalam sistem informasi.
  • Siswa dapat menentukan tipe sistem informasi yang dibutuhkan.
  • Siswa dapat mengidentifikasikan arsitektur sistem.
  • Siswa dapat membuat alur informasi dan dokumen yang ada dalam proses bisnis.
  • Siswa mampu mengidentifikasikan penerapan dari  sistem informasi.

 

4.3 Menjelaskan Teori Sistem dan Sistem Informasi

4.3.1 Data, Informasi, dan Pengetahuan

Setiap hal dalam dalam sebuah organisasi harus dapat menghasilkan nilai. Penciptaan nilai membutuhkan biaya. Organisasi menciptakan nilai dengan cara mengembangkan dan menyediakan kebutuhan pelanggan. Produk dan layanan tercipta melalui beberapa langkah proses bisnis. Sebuah proses bisnis adalah urutan aktivitas yang menuju kepada tujuan bisnis. Terlepas dari tipe dari produk dan layanan yang disediakan, setiap organisasi memiliki paling sedikit tiga proses bisnis.

 

  • Proses Akuisisi

Tujuan dari proses akuisisi adalah untuk mendapatkan, mempertahankan, dan membayar sumber daya yang diperlukan oleh organisasi. Banyak sumber daya diperlukan meliputi sumber daya manusia, properti, tumbuhan, perlengkapan, sumber daya keuangan, dan bahan baku. Sumber daya diperoleh dari entitas eksternal seperti vendor. Inilah input yang diibutuhkan oleh organisasi untuk menyediakan produk dan layanan ke pelanggan.

 

  • Proses Konversi

Tujuan dari proses konversi adalah untuk mengkonversi sumber daya yang diperoleh menjadi produk dan layanan ke pelanggan. Masukan yang belum diproses ditransformasikan ke dalam produk dan layanan melalui proses ini.

 

  • Proses Penjualan

Tujuan dari proses penjualan adalah untuk menjual dan memberikan produk dan layanan ke pelanggan dan menerima pembayaran. Produk dan layanan yang telah selesai dari proses konversi dijual ke pelanggan (entitas eksternal) sebagai ganti pembayaran mereka, biasanya dalam bentuk cash.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1.1 Aktivitas Manajemen

 

Sebuah sistem informasi dikembangkan dan dioperasikan untuk menyediakan informasi ke manajer untuk mengambil keputusan. Sistem informasi menangkap data tentang organisasi dan aktivitas-aktivitasnya, menyimpan dan me-maintain data tersebut, dan menyiapkan laporan yang berguna bagi manajemen. Aktivitas -aktivitas ini, disebut proses informasi, dapat secara jelas diklasifikasikan menjadi tiga kelompok: merekam data tentang aktivitas  bisnis, menjaga data tentang organisasi yang relevan dan up to date, dan melaporkan informasi yang berguna bagi merekan yang mengeksekusi, mengontrol, dan mengevaluasi proses bisnis.

 

 

Gambar 1.2 Sistem Informasi dan Proses-Proses Informasi

 

Data adalah input dalam system informasi; merekan adalah fakta dan figure tentang aktivitas  bisnis dan proses bisnis. Data umumnya tidak berguna untuk pengambilan keputusan. Sistem informasi menangkap, menyimpan, mengkombinasikan, meringkas, dan mengatur data menjadi informasi yang berguna bagi manajemen untuk mengambil keputusan.

 

Informasi didefinisikan sebagai data yang memiliki arti bagi penerimanya. Sebuah informasi seharusnya memungkinkan penggunanya untuk menggunakan informasi untuk membuat keputusan.

 

Ringkasnya, proses bisnis secara langsung berhubungan dengan penyediaan produk dan layanan ke pelanggan. Tiga proses bisnis tersebut adalah mendapatkan dan membayar sumber daya, mengkonversi input   menjadi produk dan layanan, dan menjual dan menerima pembayaran dari pelanggan untuk produk dan layanan yang disediakan. Manajer memperoleh informasi dari sebuah sistem informasi untuk membantu mereka mengatur proses bisnis. Mereka harus mengambil keputusan tentang perencanaan, eksekusi, control, dan evaluasi dari setiap proses bisnis. Sebuah system informasi menyediakan informasi ini melalui tiga proses informasi utama: merekam data aktivitas bisnis, menyimpan dan menjaga data, dan melaporkan informasi ke manajemen. Proses informasi menangkap, menyimpan, dan mempertahankan data dan melaporkan informasi yang berguna tentang proses bisnis.

 

 

Business Process                                                  Management Activities

 

 

Gambar 1.2 Hubungan Antara Proses Bisnis, Proses Informasi, dan Aktivitas Manajemen

 

Jika proses bisnis dan proses manajemen berubah, maka proses informasinya juga berubah. Ketika proses bisnis, proses manajemen, dan proses informasi diintegrasikan, mereka akan membantu untuk mencapai tujuan organisasi (memberikan nilai ke pelanggan). Ketika mereka tidak terintegrasi dengan baik, tujuan organisasi mungkin bahkan akan melenceng.

4.3.2 Sistem dan Aplikasi dari Sistem Informasi

Sistem informasi dan teknologi telah menjadi sebuah komponen vital dari bisnis yang sukses. Maka itulah kebanyakan pokok bisnis harus memperhatikan sistem informasi.

 

Bidang sistem informasi melibatkan banyak tekonologi yang rumit, konsep abstrak, dan aplikasi yang khusus dalam area bisnis. Gambar berikut mengilustrasikan sebuah kerangka kerja konseptual dari sistem informasi.  Adalima area knowledge yang ditekankan dalam konsep ini, yaitu:

 

  • Konsep Fondasi

Konsep dasar teknikal, bisnis, dan manajerial tentang komponen dan peran system informasi. Contoh dapat berupa konsep-konsep system informasi dasar yang didapatkan dari teori system umum, atau konsep strategi kompetitif digunakan untuk mengembangkan aplikasi bisnis dari teknologi informasi untuk keuntungan kompetitif.

 

  • Teknologi Informasi

Konsep-konsep utama, pengembangan, dan isu-isu manajemen dalam teknologi informasi—yaitu perangkat keras, perangkat lunak, jaringan, manajemen sumber daya data, dan banyak teknologi berbasis internet lainnya.

 

  • Aplikasi Bisnis

Kegunaan-kegunaan utama dari system informasi untuk operasi, manajemen, dan keuntungan kompetitif dari sebuah bisnis, termasuk e-business, commerce, pengambilan keputusan dengan menggunakan internet, intranet, dan axtranet.

 

  • Proses Pengembangan

Bagaimana pebisnis dan pakar informasi merencanakan, mengembangkan, dan implementasi system informasi untuk menghadapi kesempatan bisnis dengan menggunakan beberapa pendekatan pengembangan aplikasi.

 

  • Tantangan Manajemen

Tantangan dari mengatur teknologi informasi, strategi, dan keamanan pada tingkat user, perusahaan, dan tingkat global dari bisnis secara efektif.

 

Gambar 1.3 Information Systems Framework

 

Sebuah sistem informasi dapat dianggap sebagai kombinasi yang terorganisir dari orang, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, dan sumber data yang mengumpulkan, mentransformasikan, dan membagi informasi dalam sebuah organisasi.

 

 

 

 

Gambar 1.4 Information Systems Resources

 

 

Orang bergantung pada sistem informasi untuk berkomunikasi dengan satu sama lain dengan menggunakan beragam alat (perangkat keras), instruksi pemrosesan informasi dan prosedur (perangkat lunak), chanel komunikasi (jaringan), dan data yang disimpan (sumber data).

 

Pebisnis bergantung pada banyak tipe dari sistem informasi yang menggunakan beragam teknologi informasi. Sistem informasi yang berbasis computer menggunakan perangkat keras komputer dan perangkat lunak, internet, dan jaringan telekomunikasi lainnya untuk mentransformasikan sumber data ke beragam produk informasi untuk pelanggan dan pebisnis.

 

Konsep sistem mendasari bidang sistem informasi. Oleh sebab itu kita perlu mendiskusikan bagaimana konsep sistem umum berlaku untuk perusahaan bisnis dan komponen dan aktivitas dari system informasi. Memahami konsep sistem akan membantu dalam mengerti banyak konsep lainnya dalam teknologi, aplikasi, pengembangan, dan manajemen dari sistem informasi.  Sebagai contoh, konsep sistem akan membantu untuk memahami:

 

  • Teknologi

Bahwa jaringan komputer adalah sistem dari komponen pemrosesan informasi yang menggunakan beragam perangkat keras, perangkat lunak, manajemen dat, dan teknologi jaringan telekomunikasi.

 

  • Aplikasi

Bisnis elektronik dan aplikasi komersial melibatkan sistem informasi bisnis.

 

  • Pengembangan

Bahwa jalan pengembangan untuk menggunakan teknologi informasi dalam bisnis meliputi perancangan komponen dasar dari sistem informasi.

 

  • Manajemen

Bahwa mengatur teknologi informasi menekankan kualitas, nilai strategis bisnis, dan keamanan dari sistem informasi sebuah organisasi.

 

Apa itu sistem? Sebuah sistem dapat secara sederhana didefinisikan sebagai sekelompok elemen yang saling berhubungan yang membentuk satu unit secara keseluruhan. Banyak contoh dari sistem dapat ditemukan dalam ilmu pengetahuan alam, dalam teknologi modern, dan dalam lingkungan sosial manusia.

 

Sebuah sistem adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan yang bekerja bersama untuk mencapai suatu tujuan dengan menerima masukan dan menghasilkan keluaran dalam sebuah proses transformasi yang terorganisasi.

 

 

4.3.2Komponen Sistem  dan Informasi

Sistem memiliki tiga komponen atau fungsi interaksi dasar, yaitu:

 

  • Input

Melibatkan penangkapan elemen dan memasang elemen yang memasuki system untuk diproses. Contohnya, bahan baku, energi, data, dan usaha manusia harus diatur untuk pemrosesan.

 

  • Pemrosesan

Melibatkan proses-proses transformasi yang mengkonversi input   menjadi Output. Contohnya adalah sebuah proses produksi, proses pernapasan manusia, atau kalkulasi matematis.

 

  • Output

Melibatkan transfer elemen yang telah diproduksi oleh sebuah proses transformasi ke tujuan akhir mereka. Contohnya, barang jadi, pelayanan, dan informasi manajemen harus ditransfer ke pengguna.

 

Konsep sistem menjadi lebih berguna dengan mengikut sertakan komponen tambahan: feedback dan kontrol. Sebuah sistem dengan feedback dan control terkadang disebut cybernetic system, yaitu sebuah sistem yang beregulasi dan memonitor sendiri.

 

  • Feedback adalah data tentang kinerja dari sebuah sistem. Contohnya, data tentang kinerja penjualan adalah feedback bagi seorang manajer penjualan.
  • Kontrol melibatkan pemonitoran dan pengevaluasian feedback untuk menentukan apakah sebuah sistem sedang menuju tujuannya atau tidak. Fungsi control membuat penyesuaian terhadap komponen input   dan pemrosesan untuk memastikan bahwa semua itu akan menghasilkan keluaran yang sesuai. Contohnya, seorang manajer penjualan melakukan kontrol ketika menugaskan seorang sales ke wilayah baru setelah mengevaluasi feedback  tentang kinerja penjualannya

 

Sebuah model sistem informasi mengekspresikan sebuah kerangka kerja konseptual dasar dan aktivitas-aktivitas dari sistem informasi untuk komponen utama dan aktivitas-aktivitas dari sistem informasi. Sebuah sistem informasi bergantung pada sumber daya manusia (pemakai dan pakar system informasi), perangkat keras (mesin dan media), perangkat lunak (program dan prosedur), data (data dan dasar pengetahuan), dan jaringan (media komunikasi dan pendukung jaringan) untuk melaksanakan aktivitas masukan, pemrosesan, keluaran, pentimpanan, dan kontrol yang mengkonversi sumber data menjadi produk informasi.

 

Model sistem informasi menitik beratkan pada hubungan di antara komponen dan aktivitas dari system informasi. Model system informasi menyediakan sebuah kerangka kerja yang menekankan empat konsep utama yang dapat diaplikasikan ke semua tipe sistem informasi:

  • Orang, perangkat keras, perangkat lunak, data, dan jaringan adalah lima sumber daya utama dari system informasi.
  • Sumber daya manusia meliputi pemakai dan pakar system informasi, sumber daya perangkat keras terdiri dari mesin dan media, sumber daya perangkat lunak meliputi program dan prosedur, sumber daya data dapat meliputi data dan dasar pengetahuan, dan sumber daya jaringan meliputi media komunikasi dan jaringan.
  • Sumber daya data ditransformasikan oleh aktivitas pemrosesan informasi menjadi beragam produk informasi bagi pemakai.
  • Pemrosesan informasi terdiri dari aktivitas system masukan, pemrosesan, keluaran, penyimpanan, dan control.

 

4.4 Mengidentifikasi Infrastruktur Sistem

4.4.1 Sistem Basis Data dan Arsitektur Sistem

Data adalah sumber daya vital organisasi yang perlu diatur seperti asset bisnis penting lainnya. Oleh sebab itu manajemen sumber data perlu dilakukan, sebuah aktivitas manajerial yang mengaplikasikan teknologi sistem informasi seperti manajemen database, data warehouse, dan manajemen data lainnya.

 

Sebuah database adalah sebuah koleksi elemen data yang terintegrasi dan saling berhubungan secara logika. Sebuah database menggabungkan record yang sebelumnya disimpan dalam file-file yang terpisah menjadi sekumpulan elemen data yang menyediakan data untuk banyak aplikasi. Data yang disimpan dalam database adalah independent dari program aplikasi yang menggunakan mereka dan dari tipe alat penyimpanan di mana mereka disimpan.

 

Maka itu database berisi elemen data yang mendeskripsikan entitas dan hubungan di antara entitas. Contohnya, gambar memberi contoh entitas dan hubungan dalam sebuah database. Juga ditunjukkan beberapa aplikasi bisnis (pemrosesan tagihan, pembayaran) yang bergantung pada akses terhadap elemen data di dalam database.

 

Tipe-tipe database

Gambar menunjukkan beberapa kategori konseptual utama dari database yang mungkin ditemukan dalam banyak organisasi.

 

 

 

Gambar 2.1 Tipe Utama dari Database

 

 

Database operasional

Database operasional menyimpan data detail yang diperlukan untuk mendukung proses bisnis dan operasi dari sebuah perusahaan. Mereka juga disebut sebagai Subject Area Database (SADB), database transaksional, dan database produksi. Contohnya adalah database pelanggan, database sumber daya manusia, database inventory, dan database lainnya yang berisi data yang di-generate melalui operasi bisnis. Hal ini meliputi database dari aktivitas internet dan e-commerce, seperti click stream data yang menggambarkan sifat pelanggan secara online atau pengunjung dari website sebuah organisasi. Gambar mengilustrasikan beberapa database operasional yang dapat dibuat dan diatur bagi sebuah bisnis kecil dengan menggunakan software manajemen database Microsoft Access.

 

Gambar 2.2 Contoh database operasional

 

 

Database  terdistribusi

Banyak organisasi mereplikasi dan mendistribusikan bagian-bagian dari database ke server jaringan pada beragam tempat. Database terdistribusi ini bisa terdapat pada server jaringan pada World Wide Web, pada intranet dan extranet perusahaan, atau pada jaringan perusahaan lain.

 

Database terdistribusi dapat berupa kopian dari database operasional, hypermedia atau database diskusi, atau tipe database lainnya. Replikasi dan distribusi dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan keamanan database. Memastikan bahwa semua data dalam database terdistribusi dari sebuah organisasi di-update secara konsisten dan bersama-sama adalah sebuah tantangan utama dari manajemen database terdistribusi.

 

Database External

Akses terhadap sebuah informasi yang banyak dari external database tersedia dengan layanan komersial secara online, dan dengan atau tanpa pungutan biaya dari sumber manapun di internet, khususnya World Wide Web. Website menyediakan beragam halaman hyperlink dari dokumen multimedia dalam database hypermedia untuk diakses. Data tersedia dalam bentuk statistik ekonomi dan aktivitas demografi dari bank data statistikal. Atau kita dapaat melihat atau men-download ratusan Koran, majalah, newsletter, proyek penelitian, dan materi lainnya yang dipublikasikan.

 

Hypermedia Database

Perkembangan yang cepat dari website di Internet dan intranet perusahaan dan extranet telah meningkatkan kegunaan database secara dramatis. Sebuah website menyimpan informasi dalam sebuah database hypermedia yang terdiri dari halaman hyperlink dari multimedia (teks, gambar, dan gambar fotografis, video klip, segmen audio, dan lainnya). Mak itu, dari sudut pandang manajemen database, kumpulan dari halaman multimedia yang saling berhubungan pada sebuah website lebih merupakan database dari elemen halaman hypermedia yang saling berhubungan, dari pada record data yang saling berhubungan.

 

Gambar menunjukkan bagaimana kita dapat menggunakan Web pada PC klien untuk berhubungan dengan sebuah server jaringan Web. Server ini menjalankan peranglat lunak server Web untuk mengakses dan mentransfer halaman Web yang kita minta. Website yang diilustrasikan pada gambar menggunakan sebuah database hypermedia yang terdiri dari isi halaman Web yang dijelaskan oleh kode HTML (Hypertext Markup Language) atau label XML (Extended Markup Language), file gambar, file video, dan audio. Perangkat lunak server Web berperan sebagai sebuah sistem manajemen database untuk mengatur transfer file hypermedia untuk men-download melalui plug-ins multimedia dari browser Web kita.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Internet

Intranets

Extranets

 

 

Hypermedia Database

 

Gambar 2.3 Komponen dari Web-Based information Systems

 

Sebuah Data warehouse menyimpan data yang telah diekstraksi dari beragam database operasional, eksternal, dan database lainnya dari sebuah organisasi. Data warehouse adalah sumber pusat data yang telah yang telah dibersihkan , ditransformasikan, dan dikatalogkan sehingga mereka dapat digunakan oleh manajer dan pebisni lainnya untuk data mining, pemrosesan analitikal online, dan bentuk lainnya dari analisis bisnis, penelitian pasar, dan pengambilan keputusan. Data warehouse dibagi menjadi beberapa data mart, yang menyimpan subset data dari warehouse yang berfokus pada aspek spesifik dari sebuah perusahaan, seperti sebuah departemen atau sebuah proses bisnis.

 

Gambar mengilustrasikan komponen dari sebuah system Data warehouse yang lengkap. Perhatikan bagaiman data Dario beragam database operasional dan eksternal diambil, dibersihkan, dan ditransformasikan menjadi data yang dapat digunakan lebih baik untuk analisis. Proses akuisisi ini mungkin melibatkan aktivitas-aktivitas seperti penggabungan data dari beragam sumber, menyaring data yang tidak diinginkan, memperbaiki data yang salah, mengkonversi data menjadai elemen data baru, dan mengagregasikan data menjadai subset data yang baru.

 

Data ini kemudian disimpan di dalam data warehouse, di mana ia kemudian akan dipindahkan menjadi data mart atau ke sebuah analytical data store yang menyimpan data dalam bentuk yang lebih berguna untuk tipe analisis tertentu. Metadata (data yang mendefinisikan data yang ada dalam data warehouse) disimpan dalam sebuah tempat penyimpanan metadata dan dikatalogkan oleh sebuah direktori metadata. Akhirnya, beragam alat perangkat lunak analitikal dapt disediakan untuk meng-query, melaporkan, menambang, dan menganalisa data untuk diantarkan melalui system Web Internet dan intranet ke pemakai bisnis.

 

Data Mining

Data mining adalah kegunaan utama dari database data warehouse. Dalam data mining, data yang ada dalam Data warehouse dianalisa untuk mengungkapkan pola tersembunyi dalam aktivitas historis bisnis. Data mining dapat digunakan untuk membantu manajer membuat keputusan tentang perubahan-perubahan strategis dalam operasi bisnis untuk memperoleh keuntungan kompetitif dalam pasar.

 

Data Mining dapat mencari hubungan, pola, dan tren baru dalam data bisnis yang begitu banyak, yang disimpan dalam data warehouse. Perangkat lunak data mining menggunakan algoritma pengenalan pola tingkat lanjut, seperti variasi matematika dan teknik statistic untuk menyelidiki sekumpulan data untuk mengekstrak informasi bisnis strategis yang sebelumnya tidak diketahui.

 

4.4.2 Arsitektur Sistem Manajemen Basis Data (DBMS)

 

Pendekatan manajemen database

Pengembangan database dan perangkat lunak manajemen database adalah dasar dari metode modern pengaturan data organisasional. Pendekatan manajemen database menggabungkan record data dan objek menjadi database yang dapat diakses oleh program aplikasi yang beragam. Sebagai tambahan, sebuah system manajemen database (DBMS) berperan sebagai tampilan perangkat lunak antara user dan database. DBMS membantu pemakai untuk mengakses database dengan mudah. Maka itu, manajemen database melibatkan penggunaan perangkat lunak manajemen database untuk mengontrol bagaimana database   dibuat, di-interrogate, dan dijaga untuk menyediakan informasi yang diperlukan oleh pemakai dan organisasi mereka.

 

Sebagai contoh, record pelanggan dan tipe lainnya dari data diperlukan untuk beberapa aplikasi yang berbeda dalam perbankan, seperti pemrosesan cek, system teller yang terautomatisasi, kartu kredit, tabungan, dan kredit. Data-data ini dapat digabungkan menjadi sebuah database pelanggan.

 

 

Gambar 2.4 DBMS Approach

 

 

Perangkat lunak manajemen database

Sebuah DBMS adalah sebuah perangkat lunak yang mengontrol pembuatan, maintenance, dan kegunaan dari database organisasi dan pemakainya. Paket manajemen database diperlukan untuk membuat, mengatur, dan menggunakn database  dalam organisasi.

 

Database Interrogation

Sebuah kemampuan database interrogation adalah keuntungan utama dari pendekatan manajemen database. Pemakai dapat menggunakan sebuah DBMS dengan meminta informasi dari sebuah database dengan menggunakan fitur query atau sebuah report generator. Mereka dapat menerima respon yang cepat dalam bentuk tampilan video atau dalam bentuk laporan yang dicetak. Tidak dibutuhkan pemrograman yang sulit. Fitur query membuat kita memperoleh respon yang cepat terhadap data yang diminta. Fitur report generator memungkinkan kita menspesifikasikan sebuah format laporan untuk informasi yang ingin kita presentasikan dengan sebuah laporan dengan mudah.

 

Database Maintenance

Proses database Maintenance dilakukan dengan sistem pemrosesan transaksi (transaction processing system) dan aplikasi end user lainnya, dengan dukungan dari DBMS. End user dan pakar informasijuga dapat menggunakan utility yang disediakan oleh sebuah DBMS untuk database maintenance. Database dari sebuah organisasi harus di-update secara terus menerus untuk mencerminkan transaksi bisnis yang baru dan kejadian lainnya. Perubahan lainnya juga harus di-update dan memperbaiki data, untuk memastikan keakuratan data dalam database.

 

 

Tipe dari software DBMS:
Paket perangkat lunak menggunakan beragan arsitektur untuk mengatur dan mengakses data:

  • Hierarchical
  • Network
  • Relational
  • Object Oriented

 

Hierarchical Logical Structures

Seperti namanya, database hierarchical (disebut juga database pohon) mengatur dan mencari data dengan menggunakan struktur pohon. Setiap record dari struktur memiliki banyak record child” yang saling berhubungan satu sama lain. Dengan kata lain, record child” dimiliki dan diakses melalui record parent ”.

 

Memilih record yang mana sebagai “parent” dan record yang aman sebagai “child” tergantung dari efisiensi penyimpanan serta kuantitas dan tipe query yang dilakukan. Karena struktur hierarchical hanya dapat memodelkan cardinality maksimal 1:1 dan 1:*, keterbatasan ini menjadi kekurangan dari struktur database hierarchical. Bagaimanapun, ada beberapa kasus di mana struktur hierarchical diperlukan. Contohnya, struktur hierarchical biasanya digunakan untuk mengatur data akunting di mana sebuah chart dari struktur akun digunakan. Struktur hierarchical terbatas dalam hal jalur akses dari “parent” ke “child”.

 

Network Logical Structure

Struktur jaringan mengatasi banyak ketebatasan dari struktur hierarchical. Sementara struktur hierarchical hanya memiliki satu “parent ” untuk satu recor “anak”, struktur jaringan memungkinkan record  “anak” untuk dihubungkan dengan sejumlah record  “parent ” (dan sebaliknya). Perbedaan antara “parent” dan “child” dikurangi.

 

Umumnya, struktur jaringan yang sederhana dapat memodelkan 1:1, 1:*, dan *:1. Kemudian, model jaringan yang rumit dikembangkan untuk memodelkan 1:1, 1:*,*:1, dan *:*. Hasilnya adalah struktur jaringan memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan struktur hierarchical. Bagaimanapun software DBMS lebih kompleks karena kita harus mengetahui struktur fisik dari data untuk dapat mencari database.

 

Relational Logical Structure

Model jaringan dan hierarchical memerlukan definisi kardinalitas begitu basis data dikembangkan karena data secara fisik dihubungkan dengan menggunakan alamat dan pointer untuk membangkitkan struktur logikal.  Hal ini membuat perancangan basis data menjadi lebih rumit, dan membatasi kemampuan untuk mengubah atau meng-update tampilan Output dalam waktu singkat.

 

Salah satu tipe teknologi database sekarang ini adalah berdasarkan teori matematika relasional. Dtaabase relasional mengatur dan menyimpan data dalam table dua dimensi yang terdiri dari baris dan kolom. Table dibentuk dari kolom mewakili atribut, atau domain, dan baris, yang disebut record  atau tuples . Setiap baris dari informasi dalam table disebut instance. Setiap field dalam table bersifat unik karena memiliki primary key. Normalnya, setiap table berisi:

  • Item data tentang sekelompok orang, sumber, lokasi, atau tipe aktivitas bisnis.
  • Item data (biasanya atribut kunci) yang digunakan untuk mengkombinasikan atau menghubungkan table.

 

Pendekatan relasional untuk merancang database memungkinkan fleksibilitas. Dengan memperkenalkan beberapa duplikasi yang dikurangi dari kumpulan data, pemakai dapat membuat hubungan dan struktur logis tanpa perlu mendefinisikan hubungan ketika database dibuat. Sebuah perubahan dalam databse tidak perlu menuliskannya dalam kode program. Seperti model jaringan (network), database relasional dapat dihubungkan dengan semua tipe kardinalitas hubungan yang maksimum.

 

 

4.5 Metode Pengembangan Sistem  Informasi

4.5.1 Alur Proses dan Aliran Dokumen

Terkadang dokumen detail diperlukan dalam system informasi. Flowchart digunakan untuk mendokumentasikan system informasi secara grafik. Halaman yang berisi narasi yang mendeskripsikan proses system dan alur dokumen dapat dirangkum dengan menggunakan flowchart yang sederhana. Tidak seperti alat konseptual lainnya, flowchat berfokus pada aspek fisik dari alur dan proses informasi.

 

Flowchart digunakan untuk mendeskripsikan seluruh system informasi atau beberapa bagian darinya. Seluruh system informasi berisi masukan ke dalam atau ke luar proses computer dan beberapa tipe keluaran. Keluaran dapat didistribusikan ke user untuk membantu pengambilan keputusan atau sebagai input untuk proses lainnya. Flowchart dari system digunakan untuk mnegilustrasikan keseluruhan system informasi. Terkadang sebuah flowchart  akan berfokus pada bebrapa aspek dari system, misalnya dokumen yang digunakan dalam system dan prosedur yang dijalankan padanya atau hardware yang digunakan dalam sebuah lingkungan pemrosesan komputer. Flowchart yang lain berfokus pada keseluruhan logika program computer yang memproses data masukan, me-maintain file data, dan menyiapkan laporan.

 

Beberapa tipe flowchart:

  • Systems Flowchart

Menunjukkan keseluruhan konfigurasi system, termasuk dokumen, alur data, dan proses dari sebuah system.

  • Document/Procedure Flowchart

Menunjukkan penciptaan, alur,dan tujuan dari dokumen dalam sebuah system dan prosedur yang dijalankan.

  • Hardware Flowchart

Menunjukkan konfigurasi perangkat keras dari sebuah system.

  • Program Flowchart

Menunjukkan logika dan langkah pemrosesan dari sebuah program computer.

 

4.5.2 Diagram Proses dan Dokumen

Dokumen flowchart terdiri dari tiga elemen grafik yang dapat dikombinasikan untuk merepresentasikan beragam tipe dari alur informasi fisik dan proses:

1     Simbol

2     Garis Alur

3     Tanggung Jawab

 

Dokumen dan proses dari sistem informasi dapat diilustrasikan dengan menghubungkan beragam simbol.

Berikut adalah contoh dari alur dokumen dari sebuah sistem akuntansi manual

 

Gambar 3.1 Contoh Alur Dokumen dalam Sebuah Sistem Akuntansi Manual

 

Contoh symbol dalam flowchart:

 

Gambar 3.2 Simbol Flowchart

Keterangan:

A à Dokumen tunggal

B à Dokumen yang berangkap

C à Operasi Manual

D à Proses Alternatif

E à Proses

F à Keputusan

 

4.6 Implementasi Sistem Informasi Manajemen

4.6.1 Jenis Sistem Informasi Manajemen

Secara konsep, aplikasi dari sistem informasi yang diimplementasikan dalam dunia bisnis saat ini dapat diklasifikasikan dalam beberapa cara yang berbeda. Contohnya, beberapa tipe sistem informasi dapat diklasifikasikan menjadi sistem informasi operasi ataupun system informasi pendukung manajemen. Sistem informasi dapat dikategorikan dengan cara ini untuk menampilkan peran utama dari operasi dan manajemen dari sebuah bisnis.

 

Sistem pendukung operasi

Sistem informasi selalu dibutuhkan untuk memproses data yang dibangkitkan oleh dan digunakan oleh operasi bisnis. Sistem pendukung operasi semacam itu menghasilkan beragam produk informasi untuk digunakan internal dan eksternal. Bagaimanapun, mereka tidak menekankan untuk memproduksi produk informasi tertentu yang dapat berguna bagi manajer. Pemrosesan informasi dengan menggunakan system informasi manajemen biasanya dibutuhkan. Peran dari system pendukung operasi dari sebuah perusahaan adalah untuk memproses transaksi bisnis, mengontrol proses industri, mendukung komunikasi dan kolaborasi dalam perusahaan, dan meng-update database perusahaan.

 

Sistem Pendukung Operasi

Transaction Processing Systems Memproses data yang dihasilkan dari transaksi bisnis, meng-update database operasional, dan menghasilkan dokumen bisnis. Contohnya: Pemrosesan persediaan dan penjualan dan sistem akuntansi
Process Control Systems Memonitor dan mengontrol proses industrial. Contohnya: Sistem produksi logam.
Enterprise Collaboration Systems Mendukung kelompok, kelompok kerja, dan komunikasi dan kolaborasi perusahaan.

Tabel 4.1 Sistem Pendukung Operasi

 

 

Transaction processing systems adalah contoh penting dari system pendukung operasi yang merekam dan memproses data yang dihasilkan dari transaksi bisnis. Mereka memproses transaksi dengan dua cara dasar. Dalam pemrosesan batch,data transaksi siakumulasikan dalam sebuah periode waktu dan diproses secara periode. Dalam pemrosesan real-time (online), data diproses seketika setelah sebuah transaksi muncul. Contohnya, system point-of-sale (POS) di ayste ritel menggunakannya untuk menangkap dan mengirimkan data penjualan melalui jalur telekomunikasi ke pusat computer regional untuk melalkukan pemrosesan secara langsung (real-time).

 

Process Control Systems memonitor dan mengontrol proses-proses fisik. Contohnya, sebuah perusahaan bahan ayste menggunakan sensor elektronik yang terhubung ke system untuk secara terus menerus memonitor proses kimia dan membuat instruksi instant yang mengontrol proses penyaringan.

 

Enterprise Collaboration Systems meningkatkan komunikasi dan produktivitas dari kelompok, dan terkadang disebut office automation systems. Contohnya, knowledge worker dalam sebuah kelompok yang melaksanakan sebuah proyek menggunakan e-mail untuk mengirimkan dan menerima pesan elektronik, dan video conferencing untuk mengadakan rapat untuk mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas mereka.

 

Management Support Systems

Ketika aplikasi system informasi berfokus pada penyediaan informasi dan dukungan untuk pengambilan keputusan oleh manajer, mereka disebut management support systems. Menyediakan informasi dan dukungan untuk pengambilan keputusan oleh semua jenis manajer dan pebisnis professional adalah sebuah tugas yang kompleks. Secara konseptual, beberapa jenis dari sistem informasi mendukung beragam tanggung jawab pengambilan keputusan:

1     Sistem informasi manajemen

2     Sistem pendukung keputusan

3     Sistem informasi eksekutif

 

Sistem Pendukung Manajemen

Sistem Informasi Manajemen Menyediakan informasi dalam bentuk yang telah dispesifikasikan dan ditampilkan untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis. Contohnya: analisis penjualan, kinerja produksi, dan siostem pelaporan biaya.

 

Sistem Pendukung Keputusan Menyediakan dukungan yang interaktif untuk proses pengambilan keputusan oleh manajer dan pebisnis lainnya. Contohnya: pemberian haraga atas produk, peramalan keuntungan, dan sistem analisa resiko.
Sistem Informasi Eksekutif Menyediakan informasi penting dari banyak sumber untuk kebutuhan informasi para eksekutif. Contoh: system untuk mengakses kinerja bisnis, kelakuan pesaing, dan perkembangan ekonomi untuk mendukung perencanaan strategis pendukung.

Tabel 4.2 Sistem Pendukung Manajemen

 

Sistem Informasi Manajemen menyediakan informasi dalam bentuk laporan dan tampilan untuk manajer dan pebisnis lainnya. Contohnya, manajer penjualan menggunakan komputer yang mamiliki jaringan dan Web untuk mendapatkan tampilan yang cepat tentang hasil penjualan produk mereka dan untuk mengakses intranet dari perusahaan untuk laporan-laporan analisa penjualan harian yang mengevaluasi penjualan yang dilakukan oleh masing-masing penjual.

 

Sistem Pendukung Keputusan memberikan dukungan computer secara langsung kepada manajer selama proses pengambilan keputusan. Contohnya, manajer periklanan menggunakan sebuah program untuk melakukan analisa what-if untuk melihat dampak dari anggaran periklanan pada penjualan dari produk baru.

 

Sistem Informasi Eksekutif menyediakan informasi penting dari sejumlah sumber internal dan eksternal dalam bentuk tampilan yang mudah dipakai oleh manajer. Contohnya: top eksekutif menggunakan touch screen untuk secara cepat melihat tampilan teks dan grafik yang menonjoilkan daerah kunci dari kinerja kompetitif dan organisasional.

 

Klasifikasi lain dari sistem informasi

Beberapa kategori lain dari sistem informasi dapat mendukung aplikasi operasi atau manajemen. Contohnya:

 

Sistem pakar yang menyediakan peralatan pakar untuk diagnosa atau keputusan manajerial seperti manajemen portofolio pinjaman.

 

Sistem Manajemen Pengetahuan adallah system informasi berdasarkan pengetahuan yang mendukung penciptaan, organisasi, dan pemisahan pengetahuan bisnis ke karyawan dan manajer dalam sebuah perusahaan. Sistem informasi yang berfokus pada aplikasi manajerial dan operasional untuk mendukung fungsi bisnis dasar seperti akunting atau pemasaran dikenal sebagai Sistem Bisnis Fungsional.

 

Sistem Informasi Strategis mengaplikasikan teknologi informasi ke sebuah produk dari perusahaan, layanan, atau proses bisnis untuik membantunya mendapatkan keuntungan strategis di antara para pesaingnya.

 

Juga penting untuk mengerti untuk menyadari aplikasi bisnis dari system informasi dalam dunia nyata biasanya diintegrasikan dengan beberapa tipe system informasi yang baru saja disebutkan di atas. Hal ini karena klasifikasi konseptual dari sistem informasi dirancang untuk menekankan banyaknya perbedaan dari sistem informasi. Dalam prakteknya, peran-peran ini dikombinasikan dalam sistem informasi cross-functional yang menyediakan sejumlah fungsi. Maka itu, kebanyakan sistem informasi dirancang untuk menghasilkan informasi dan mendukung pengambilan keputusan pada berangam tingkatan manajemen dan fungsi bisnis. Jadi kapan pun kita menganalisa sebuah sistem informasi, kita mungkin juga akan mengerti bahwa sistem informasi menyediakan informasi untuk beragam, tingkatan manajemen dan fungsi bisnis.

 

 

Kategori lain dari Sistem Informasi

Sistem Pakar Sistem yang berdasarkan pengetahuan yang menyediakan nasehat pakar dan berperan sebagasi konsultan pakar kepada user
Sistem Manajemen Pengetahuan Sistem yang berdasarkan pengetahuan yang mendukung penciptaan, ortganisasi, dan penyerapan pengetahuan bisnis dalam perusahaan
Sistem Informasi Strategis Mendukung operasi atau proses manajemen yang menyediakan produk strategis, layanan, dan kemampuan untuk keuntungan kompetitif.
Sistem bisnis fungsional Mendukung beragam aplikasi manajerial dan operasional dari fungsi bisnis dasar dari sebuah perusahaan.

Tabel 4.3 Kategori Lain dari Sistem Informasi

 

 

4.6.2 Penerapan Sistem Informasi

Sistem informasi yang telah dirancang dan dikembangkan serta diuji dengan baik, dapat langsuing diterapkan. Tapi penerapannya dapat dipilih apaakah ingin menggunakan pilot project atau cut over. Pilihan implementasinya tergantung pada kesiapan karyawan dan proses bisnis yang sedang berlangsung. Jika telah yakin dengan kemampuan dan kesiapan dari semua pihak, maka cut over akan mengefisiensi waktu. Jika dibutuhkan pelatihan terlebih dahulu tentang system baru yang akan diimplementasikan ini, maka pilot project akan lebih aman untuk diterapkan.

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2 Sumber-sumber Kepustakaan (Buku Informasi)

Pengertian sumber-sumber kepustakaan adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

1.   Buku referensi (text book)

2.   Lembar kerja

3.   Diagram-diagram, gambar

4.   Contoh tugas kerja

5.   Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi. Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang Digunakan

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Menjelaskan Sistem Informasi Manajemen
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.PR02.022.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Menjelaskan Sistem Informasi Manajemen

TIK.PR02.022.01

- Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive dan Floppy Disk.

- PC dengan sistem operasi Windows

- Keyboard dan mouse

- RAM dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

 

- Buku informasi tentang database.

-Buku Informasi tentang Mnajemen Sistem Informasi

-Software database.

-software pengembangan aplikasi.

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  • Hollande, Anita S, et al, Information Technology, and Business Solution,  2nd Ed., McGraw-Hill Intl. Edition

 

 

 

 

 

Testimoni

Filed under : blog, tags:
SLIDESERAGAMBATIK