Advertisement
loading...

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Advertisement

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR PROGRAMMER KOMPUTER

 

 

MENJELASKAN KONEKSI INTERNET

TIK.PR02.026.01

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

 

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………   1

BAB I  3

PENGANTAR  3

1.1 Konsep Dasar Competency Based Training (CBT) 3

1.2 Penjelasan Modul 3

1.2.1   Desain Modul 3

1.2.2   Isi Modul 4

1.2.3   Pelaksanaan Modul 4

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 5

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah  5

 

BAB II  7

STANDAR KOMPETENSI  7

2.1 Peta Paket Pelatihan  7

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi 7

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 7

2.3.3 Elemen Kompetensi 8

2.3.4 Batasan Variabel 8

2.3.5 Panduan Penilaian  9

2.3.6 Kompetensi Kunci 10

 

BAB III                                                                                                           11

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN    11

3.1  Strategi Pelatihan  11

3.2  Metode Pelatihan  12

 

BAB IV    13

MATERI UNIT KOMPETENSI    13

4.1 Tujuan Instruksional Umum   13

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 13

4.3 Sekilas Tentang Internet 14

4.4 Membuat Koneksi Internet 15

4.5 Penjelasan Transmission Control Protocol / Internet Protocol (TCP/IP) 23

4.5.1 IP Address Dan Kelas – Kelas nya  24

4.5.2 Konsep TCP/IP  27

4.5.3 Kelebihan TCP/IP  29

4.5.4 Model – Model OSI dan Jenis – Jenis Protokol 30

4.6 Menjamin Domain Name System (DNS) 35

4.6.1 Arsitektur Hirarki DNS  36

4.7 Simple Network Management Protocol (SNMP) 38

4.6.1  Fungsi SNMP  40

4.7.1 Fungsi SNMP  40

 

BAB V    42

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI    42

5.1     Sumber Daya Manusia  42

5.2     Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 43

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan  44

 

DAFTAR PUSTAKA      45

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1  Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2 Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1  Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaiakan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2  Isi Modul

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3  Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

-    Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-    Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-    Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-    Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan:

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

- Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

- Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

- Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

- Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standarisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. a.    Perancangan web
  2. Pemograman web

 

 

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan:

a.  Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.

b. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.

c. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari apa saja yang diperlukan untuk memahami koneksi internet yang meliputi pengetahuan untuk memahami macam – macam protocol dan Domain Name System (DNC). Mengetahui konsep – konsep koneksi internet serta berbagai macam komponen – komponen yang mendukung.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat:

  1. Menjelaskan tentang Transmission Control Protocol / Internet Protocol.
  2. Menjelaskan tentang Domain Name System (DNS)
  3. Menjelaskan Tentang Simple Network Management Protocol (SNMP)

 

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit       : TIK.PR02.026.01

Judul Unit      : Menjelaskan Koneksi Internet

 

 

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit ini akan menentukan kompetensi yang diperlukan untuk   melakukan koneksi internet meliputi pengetahuan untuk memahami macam – macam protocol dan Domain Name System (DNS).

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Menjelaskan Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) 1.1    Pengetahuan IP address dan kelas-kelasnya dipahami

 

1.2          Konsep TCP/IP sebagai jenis protocol yang di gunakan dalam hubungan internet dapat di jelaskan

 

1.3         Kelebihan TCP/IP sebagai open protocol standard dapat di jelaskan

 

1.4         Model OSI dan jenis-jenis protocol di pahami

 

02     Menjamin Domain Name    System (DNS) 2.1   Arsitektur hirarki DNS dapat di jelaskan (root level domain, top level domain, second level domain)
03     Menjelaskan Simple Network Management Protocol (SNMP) 3.1   Fungsi SNMP untuk mengawasi dan mengatur  peralatan dalam jaringan komputer dapat di identifikasi

 

Tabel 1 Elemen Kompetensi

 

2.3.4 Batasan Variabel

Batasan variabel dalam bahasan ini adalah:

  1. Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.
  2. Memahami koneksi internet bersifat internal pada bidang teknologi informasi dan komunikasi.

 

2.3.5 Panduan Penilaian

  1. 1.   Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini.

1.1 Pengetahuan Dasar yang di butuhkan :

1.1.1    Pengetahuan OSI Layer

1.1.2    Pengetahuan Jenis-jenis protokol

1.1.3    Pengetahuan tentang konsep jaringan dan internet

 

 

2.  Konteks penilaian

Kompetensi harus di ujikan di tempat kerja atau tempat lain secara teori

 

 

3. Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan:

3.1   Pengetahuan tentang protokol internet

3.2     Pengetahuan tentang DNS

 

 

4.  Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1   Unit ini di dukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan dasar-dasar teknologi informasi

4.1.1 Mengoperasikan web browser

4.1.2 Menjelaskan arsitektur web

4.1.3 Menggunakan Internet

4.1.4 Menjelaskan protocol Internet

4.1.5 Menerapkan standar keselamatan keselamatan kerja

 

4.2 Unit ini mendukung kinerja dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan penggunaan peripheral serta piranti lunak

4.2.1 Perancangan web

4.2.2 Pemograman web

 

4.3 Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sekor tertentu. Batasan variable akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/khusus,        pelatihan harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan sektor   tersebut.

 

 

 2.3.6 Kompetensi Kunci

Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

3

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

3

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

3

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

3

7

Menggunakan teknologi

3

Tabel 2 Kompetensi Kunci

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1        Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

        Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2        Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan bagaimana melakukan Transmission Control Protokol / Internet Protocol (TCP/IP)
  • Siswa dapat menjelaskan tentang Domain Name System yang terdapat di dalam proses koneksi internet.
  • Siswa dapat menjelaskan mengenai Simple Network Management Protocol yang terdapat di dalam proses koneksi internet.

 

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat mengetahui tentang IP Address dan kelas – kelasnya, serta berbagai konsep – konsep TCP/IP, baik itu dari  sisi kelebihannya maupun kekurangannya.
  • Siswa dapat mengidentifikasi arsitektur hirarki Domain Name System.
  • Siswa dapat menjelaskan fungsi – fungsi yang terdapat pada simple network management protocol.

 

 

4.3 Sekilas Tentang Internet

Salah satu kemajuan teknologi informasi yang saat ini telah merubah cara pandang dan hidup manusia, proses bisnis dan strategi suatu institusi bisnis adalah internet. Internet adalah sebuah jaringan yang sangat besar yang mengkoneksikan computer dan server di seluruh dunia dalam satu jaringan yang terpusat. Dengan internet kita dapat mengakses data dan informasi kapan saja dan dimana saja. Dengan internet dapat membuat bias jarak, ruang dan waktu yang merupakan suatu jaringan komunikasi tanpa batas yang melibatkan jutaan computer yang tersebar di seluruh dunia. Dengan internet saat ini telah merubah cara pandang, pola hidup dan kebiasaan manusia selama ini maka munculah istilah seperti broadband, mobile communications, Tellecommuters, dan lain – lain.

 

Ada beberapa alasan mengapa internet sangat cepat perkembangannya yang melebihi perkembangan teknologi lainnya seperti perkembangan radio, tv dan handphone, yaitu:

 

  1. Tidak tergantung pada suatu teknologi dan bersifat cross platform, dengan internet maka suatu perangkat / system tidak tergantung pada system operasi yang digunakan dan cenderung bisa terkoneksi dengan banyak system dengan bahasa pemograman yang berbeda – beda. Contohnya kita dapat terkoneksi ke suatu system atau mengakses suatu informasi di internet walaupun menggunakan system operasi yang berbeda ( windows, linux, freeBsd, dll ). Ditambah perkembangan saat ini banyak aplikasi / content yang dibuat dengan berbasis web ( web based).

 

  1. Biaya yang dibutuhkan relative murah, dengan terkoneksi internet untuk mendapatkan informasi ( kabar, berita, data, images, file, software, dll ) dapat dilakukan dengan cepat dengan biaya yang murah, contohnya kita dapat membaca dan mengirim e – mail, membaca informasi terkini dari sebuauh portal berita, mendownload software trial atau free dari sebuah situs yang menyediakan, mencari files document yang dibutuhkan, dapat dengan mudah dan cepat melakukan perbandingan harga dan kwalitas barang yang akan kita beli, dan sebagainya.

 

  1. Teknologi protocol yang semakin berkembang, protocol adalah suatu set aturan yang dapat di mengerti oleh si pengirim dan si penerima tanpa memperhatikan media komunikasinya, media transmisinya dan cara melakukannya. Protocol juga dapat kita bayangkan seperti bahasa yang dapat di mengerti oleh kita dalam melakukan aktivitas sehari – hari. Sampai saat ini ada banyak standart protocol yang digunakan oleh vendor – vendor IT. Trend saat ini adalah ke IP Based ( berbasis pada Internet Protocol) dengan munculnya standard dan teknologi terbaru seperti VoIP, Teleconferences, Convergences jaringan telekomunikasi HT ( radio genggam) ke jaringan VoIP, dan sebagainya.

 

  1. Aplikasi / content yang semakin beragam, perkembangan saat ini cenderung makin banyak aplikasi computer dan perangkat mobile yang beragam, contohnya dari aplikasi yang sederhana yang berbasis web sampai dengan aplikasi di gadget mobile. Aplikasi – aplikasi ini berjalan di server yang terkoneksi ke internet agar dapat di akses oleh user / institusi bisnis. Contoh control smart home yang berbasis web untuk melakukan monitoring system pengendalian rumah dari internet, system informasi akademik online yang dikoneksikan ke system SMS , dan lain – lain.

 

  1. Mengakses informasi kapan saja, dimana saja, mobilitas adalah salah satu kebutuhan manusia saat ini, banyak orang yang menginginkan dapat mencari informasi dan mengakses data dimana saja dan kapan saja dengan lebih mudah dan cepat, web adalah salah satu cara mendapatkan informasi dengan cepat dan murah dan dengan internet data dapat diambil dimana saja walaupun berada jauh diluar server. Maka munculah istilah mobile communication yang memungkinkan pengguna bisnis untuk bisa terkoneksi dimana saja dan kapan saja dengan menggunakan perangkat gadget dan smartphone, istilah VPN (Virtual Private Network) yang memungkinkan pengguna dapat terkoneksi ke system dan database perusahaan dimana saja asal terkoneksi ke internet.

 

 

 

 

4.4 Membuat Koneksi Internet

Berikut ini adalah langkah – langkah untuk membuat koneksi internet pada windows XP, yaitu:

  1. Buka icon Control Panel

Dengan cara klik start -> setting -> control panel

 

 

Langsung klik network Connection

 

Klik pada Network dan Internet Connection

 

  1. Jalankan icon / shortcut Network Conection

 

 

 

Klik pada Create a new Connection

 

Klik next

 

Pilih Connect to the internet, Kemudian klik next

 

Pilih pada set up my Connection manually, kemudian klik next

 

Pilih Connect using dial – up modem, kemudian klik next

 

Isikan ISP Name (saat ini kita mengambil contoh menggunakan Telkom net instan), kemudian klik next.

 

Masukkan nomor telpon yang harus di dial, masukkan 080989999, kemudian klik next.

 

User nama = telkomnet@instan

Password = Telkom

Kemudian klik next

 

Centang pada add a shortcut to this connection to my desktop, kemudian klik finish

 

Cara koneksi baru sudah dibuat, icon sudah ada di desktop. Jika semua isian dan settingan sudah benar. Untuk memulai koneksi klik pada tombol dial. Untuk mengganti username dan password, tinggal di klik pada formnya. Untuk mengganti nomor dialnya tinggal ganti di form.

 

Setelah tombol dial ditekan, maka proses dial sedang berlangsung.

 

Setelah kita berhasil mendial serve username dan password akan diverifikasi, jika sudah benar maka computer kita akan terkoneksi dengan internet.

 

Jika tulisan diatas sudah keluar, proses koneksi sudah berhasil dan computer siap untuk browsing dan surfing di internet.

 

4.5 Penjelasan Transmission Control Protocol / Internet Protocol (TCP/IP)

Selama beberapa tahun, literature teknis mengenal arsitektur protocol di dominasi oleh pembahasan – pembahasan yang berhubungan dengan OSI serta pengembangan protocol dan layanan pada setiap lapisan. Sepanjang tahun 1980 – an diyakini secara luas bahwa OSI akan mendominasi secara komersial, melalui arsitektur – arsitektur komersial semacam SNA – nya IBM serta dengan menyaingi skema – skema multivendor seperti TCP / IP. Harapan ini tidak pernah terealisir. Pada tahun 1990 – an, barulah TCP /IP benar – benar menjadi arsitektur komersial yang dominan serta sebagai protocol suite yang terbanyak mewujudkan perkembangan protocol baru.

 

Internet protocol dikembangkan pertama kali oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) pada tahun 1970 sebagai awal dari usaha untuk mengembangkan protocol yang dapat melakukan interkoneksi berbagai jaringan computer yang terpisah, yang masing – masing jaringan tersebut menggunakan teknologi yang berbeda. Protokol utama yang dihasilkan proyek ini adalah Internet protocol (IP). Riset yang sama dikembangkan pula yaitu beberapa protocol level tinggi yang di desain dapat bekerja dengan IP. Yang paling penting dari proyek tersebut adalah Transmission Control Protocol (TCP), dan semua grup protocol diganti denganTCP/IP suite. Pertama TCP/IP diterapkan di ARPANET, dan mulai berkembang setelah Universitas California di Berkeley mulai menggunakan TCP/IP dengan system operasi UNIX. Selain Defense Advanced Research Projetcs Agency (DARPA) ini yang mengembangkan Internet Protocol, yang juga mengembangkan  TCP / IP adalah Departement Of Defense (DOD).

 

4.5.1 IP Address Dan Kelas – Kelas nya

Internet Protocol (IP) adalah pengelamatan yang unik yang menjadi standard dunia untuk menjadi sebuah protocol, protocol adalah sebuah set aturan yang dikenal oleh si pengirim dan si penerima dimana standard dunia menggunakan TCP/IP. IP Address yang ada yang public dan yang private, kalau IP Public adalah IP yang kita dapatkan dari ISP dan IP ini bersifat unik, jadi tidak akan mungkin sama IP kita dengan IP orang lain di seluruh dunia ini karena pengelamatan dan penomeran IP Address dan badan khusus International yang mengaturnya (APNIC), dari sinilah NAP dan ISP mendapatkan IP Address yang nantinya akan diberikan ke user. Sedangkan IP Private adalah IP Local yang tidak perlu mendapatkan dari siapapun, penomeran IP ini kita buat sendiri dengan aturan kelas – kelas yang berlaku. Nah biasnya beberapa ISP tidak memberikan IP Public ke user namun diberikan IP Private, manfaat utama dari pengguna IP Public bagi user yaitu kita bisa membuat suatu layanan yang dapat dilihat user lain di internet ( misalnya web server ).

IP Address Ada beberapa versi: 3, 4, 5, dan 6. IP Address versi 4 (IPv4) yang digunakan saat ini  dan IP Address versi 6 (IPv6) akan menggantikan IPv4.

 

IPv4:

  • Ukuran/panjang = 32 bit
  • Agar dapat dibaca oleh manusia 32 bit dikelompokkan menjadi 4 bagian (disebut juga 4 oktet), setiap oktet terdiri dari 8 bit
  • Contoh:

10101100000100000000100100000111

10101100.0001000.000001001.00000111

172.16.9.3 Þ notasi desimal titik

Oktet 1  Oktet 2  Oktet 3   Oktet 4

 

Subnet Mask:

  • Satu paket dengan IP address
  • Berfungsi untuk menentukan bagian dari IP Address yang merupakan identitas network dan identitas host
  • Contoh:

IP Address    : 172.16.9.3

Subnet mask : 255.255.0.0

berarti: 172.16 adalah identitas jaringan dan 9.3 adalah identitas host, karena:

172.16.9.3   = 10101100.0001000.000001001.00000111

255.255.0.0 = 11111111.1111111.000000000.00000000

Bila di operasikan dengan operator AND didapatkan identitas jaringan dan bagian yang dinolkan karena pengoperasian operator AND merupakan bagian dari identitas host.

Catatan: Subnet Mask terutama digunakan untuk mengidentifikasikan jaringan!

Notasi IP Address dan Subnet Mask:

  • IP Address dan Subnet Masknya dapat dinotasikan secara satu kesatuan
  • Contoh:

IP Address    : 172.16.9.3

Subnet mask : 255.255.0.0

dapat dituliskan menjadi 172.16.9.3/16, karena:

255.255.0.0 = 11111111.11111111.00000000.00000000

memiliki 16 bit ‘1’

 

Kelas IP Address (Classful Scheme), Pada awalnya, IP Address diklasifikasikan menjadi 5 kelas (A, B, C, D dan E) berdasarkan bit-bit yang digunakan sebagai identitas network. IP Address kelas A, B dan C digunakan secara komersial. IP Address kelas D digunakan untuk multicast address dan E untuk penelitian.

IP Address Kelas A:

  • Format:

0xxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx

Keterangan x = bit 0 atau 1

  • Jumlah bit yang digunakan sebagai identitas jaringan adalah 8 bit pertama yang diawali dengan 0 (high order bit)
  • Range: 1.0.0.0 s/d 126.0.0.0
  • Jumlah bit yang digunakan sebagai identitas host = 24 bit
  • Jumlah maksimum host: 224 – 2 = 16.777.214

Subnet mask = 255.0.0.0

 

IP Address Kelas B:

  • Format:

10xxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx

Keterangan x = bit 0 atau 1

  • Jumlah bit yang digunakan sebagai identitas jaringan adalah 16 bit pertama yang diawali dengan 10 (high order bit)
  • Range: 128.1.0.0 s/d 191.254.0.0
  • Jumlah bit yang digunakan sebagai identitas host = 16 bit
  • Jumlah maksimum host: 216 – 2 = 65.534
  • Subnet mask = 255.255.0.0

 

IP Address Kelas C:

  • Format:

110xxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx

Keterangan x = bit 0 atau 1

  • Jumlah bit yang digunakan sebagai identitas jaringan adalah 24 bit pertama yang diawali dengan 110 (high order bit)
  • Range: 192.0.1.0 s/d 223.255.254.0
  • Jumlah bit yang digunakan sebagai identitas host = 8 bit
  • Jumlah maksimum host: 28 – 2 = 254
  • Subnet mask = 255.255.255.0

 

IP Address Kelas D:

  • Format:

1110xxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx

Keterangan x = bit 0 atau 1

  • Tidak ada identitas jaringan dan host
  • IP address diawali dengan 1110 (high order bit)
  • Range: 224.0.0.0 s/d 239.255.255.255

 

IP Address Kelas E:

  • Format:

1111xxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx

Keterangan x = bit 0 atau 1

  • Tidak ada identitas jaringan dan host
  • IP address diawali dengan 1111 (high order bit)
  • Range: 240.0.0.0 s/d 254.255.255.255

 

Dari jumlah total identitas host, ada 2 yang sudah dipesan oleh sistem jaringan dan tidak bisa digunakan sebagai identitas host, karena jika di-append (gabungkan) dengan identitas jaringan maka IP address yang terbentuk merupakan:

Network Address

Address Broadcast

Contoh:

IP Address Kelas B: 172.16.9.3/16

IP Address untuk sebuah host: 172.16.0.0 X (Network Address yang menggambarkan identitas jaringan 172.16)

IP Address untuk sebuah host: 172.16.0.1 Ö

IP Address untuk sebuah host: 172.16.255.255 X (Address broadcast untuk menyebarkan/menyiarkan pesan ke seluruh host di jaringan 172.16.0.0)

  • Menentukan:

–        Kelas IP Address

–        Identitas Jaringan

–        Network Address

–        Identitas Host

–        Broadcast Address

–        Jumlah host maksimal

 

  • Contoh: 192.16.9.3/24

–        Kelas IP Address = C

–        Identitas Jaringan = 192.16.9

–        Network Address = 192.16.9.0

–        Identitas Host = 3

–        Broadcast Address = 192.16.9.255

–        Jumlah host maksimal = 28 – 2 = 254

 

 4.5.2 Konsep TCP/IP

Internet pada mulanya di desain dengan dua kata utama. Dua criteria ini mempengaruhi dan membentuk hardware dan software yang digunakan sekarang. Kriteria tersebut: jaringan harus melakukan komunikasi antara para peneliti dibelahan dunia yang berbeda, memungkinkan mereka dapat berbagi dan berkomunikasi mengenai penelitian mereka satu sama lain. Sayangnya riset memerlukan berbagai computer dari beragam platform dan arsitektur jaringan yang berbeda untuk keperluan keilmuan. Maka untuk itu diperlukan protocol suite untuk dapat berhubungan dengan berbagai platforms hardware yang berbeda dan bahkan system jaringan yang berbeda. Lebih jauh lagi, network harus merupakan jaringan komunikasi yang kuat yang mempunyai kemampuan dapat bertahan dari serangan nuklir. Rancangan ini membawa kearah desentralisasi jaringan yang terdiri dari jaringan yang terpisah, lebih kecil, jaringan yang di isolasi yang mempunyai kemampuan otomatis bila diperlukan.

 

Tidak ada model protocol TCP/IP resmi sebagaimana yang ada di dalam OSI. Bagaimana pun juga, bila di dasarkan atas standard – standard protocol yang telah dikembangkan, kita dapat menyusun task – task komunikasi untuk TCP/IP menjadi lima lapisan independen secara relative:

  • Lapisan aplikasi (Aplication Layer)

Berisikan logic yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai aplikasi user. Untuk setiap jenis aplikasi yang berbeda, misalnya file transfer, diperlukan modul yang terpisah yang sesuai dengan aplikasi tersebut.

  • Lapisan Host to Host atau Transport.

Untuk memastikan bahwa seluruh data tiba di aplikasi tujuan dan data yang tiba tersebut sesuai dengan yang diperintahkan saat data dikirim.

  • Lapisan Internet ( Internet Layer )

Pada lapisan network access berkaitan dengan pengaksesan ke mana serta pengiriman data melewati sebuah jaringan untuk dua ujung system yang dihubungkan ke jaringan yang sama. Perangkat dihubungkan ke jaringan yang berbeda.

  • Lapisan Akses Jaringan (Network Access Layer)

Berkaitan dengan pertukaran data antara sebuah ujung system dengan jaringan dimana dihubungkan. Komputer pengirim harus menyediakan jaringan dengan alamat computer yang dituju, sehingga jaringan dapat mengirimkan data ke tujuan secara cepat. Komputer pengirim juga dapat meminta servis – servis tertentu, misalnya prioritas, yang mungkin disediakan oleh jaringan. Software khusus yang diperlukan pada lapisan ini tergantung pada tipe jaringan yang digunakan.

  • Lapisan Fisik ( Physical Layer )

Meliputi interface fisik antara suatu perangkat transmisi data (misalnya workstation, computer) dengan sebuah media transmisi atau jaringan. Lapisan ini berkaitan dengan kharakteristik – kharakteristik dari media transmisi, sifat sinyal, rate data, dan lain – lain yang berkaitan dengan hal itu.

 

 

 

 

4.5.3 Kelebihan TCP/IP

Terdapat beberapa alasan mengapa Protocol TCP/IP sukses melampaui OSI, yakni:

  • Protokol TCP/IP ditentukan dan dinikmati penggunanya secara ekstensif sebelum standarisasi protocol – protocol alternative ISO. Jadi, organisasi – organisasi pada tahun 1980 – an dengan sebuah kebutuhan mendesak dihadapi dengan pilihan menunggu untuk selalu menjanjikan, tidak pernah member hasil sempurna paket OSI dan up – and – running, plug – and – play suite TCP/IP. Sekali pilihan TCP/IP yang nyata dibuat, biaya dan resiko – resiko teknis didalam migrasi dari sebuah penerimaan OSI terhambat dasar instalasi.
  • Protocol TCP/IP awalnya dikembangkan sebagai upaya riset militer Amerika Serikat yang didanai oleh Departement Pertahanan (DOD). Meskipun DOD seperti pada patokan pemerintah Amerika Serikat, dijalankan untuk standar – standar international. DOD memerlukan secara cepat tidak dapat dipenuhi selama tahun 1980 – an dan awal 1990 –an secara tidak terduga oleh produk dari OSI. Karena itu DOD memberikan mandate penggunaan protocol – protocol TCP/IP untuk semua pembelian software secara virtual. Karena DOD merupakan konsumen terbesar untuk produk – produk software di dunia, kebijakan ini menciptakan sebuah pasar yang sangat besar dan mendorong vendor – vendor mengembangkan produk – produk berbasis TCP/IP.
  • Protokol – protocol TCP/IP yang awalnya dibangun diatas suite TCP/IP. Pertumbuhan internet yang dramatis dan khususnya World Wide Web telah memperkuat kejayaan TCP/IP melampaui OSI.

4.5.4 Model – Model OSI dan Jenis – Jenis Protokol

Model OSI (Open Systems Interconnection) dikembangkan oleh ISO (International Organization for Standardization) sebagai model untuk arsitektur komunikasi computer, serta sebagai kerangka kerja bagi pengembangan standar – standar protocol. Model OSI terdiri dari tujuh lapisan yaitu:

  1. Application
  2. Presentation
  3. Session
  4. Transport
  5. Network
  6. Data Link
  7. Physical

 

 

 

 

Perancangan OSI mengasumsikan bahwa model dan protocol – protocol yang dikembangkan di dalam model ini akan mendominasi komunikasi computer, akhirnya menggantikan implementasi proprietary protocol dan saingan model multivendor seperti TCP/IP. Hal ini tidak terjadi, meskipun banyak protocol yang sangat bermanfaat telah dikembangkan sesuai konteks OSI, seluruh tujuh model lapisan tidak dapat dikembangkan dengan baik. Justru arsitektur TCP/IP lah yang mendominasi.

 

 

 

 

 

Teknik penyusunan yang sudah diterima secara luas dan salah satunya dipilih oleh ISO, adalah layering. Fungsi – fungsi komunikasi dibagi menjadi suatu rangkaian lapisan yang hierarki. Masing – masing lapisan menampilkan subrangkaian fungsi – fungsi yang masih berkaitan dengan yang diperlukan untuk berkomunikasi dengan system yang lain. Hal itu tergantung dari lapisan yang lebih rendah berikutnya untuk menampilkan fungsi – fungsi yang lebih primitive serta untuk menyembunyikan detail – detail fungsi tersebut. Hal itu juga menyediakan layanan – layanan untuk lepisan yang lebih tinggi berikutnya. Idealnya, lapisan harus ditentukan agar perubahan – perubahan dalam satu lapisan tidak sampai mengubah lapisan yang lain. Jadi, kita telah pemecahan suatu masalah menjadi sejumlah submasalah yang dapat ditangani.

 

Berikut ini penjelasan dari ketujuh lapisan OSI, yaitu :

          Application Layer, terdiri dari bermacam – macam protocol. Misalnya terdapat ratusan jenis terminal yang tidak kompetibel di seluruh dunia. Ambil keadaan dimana editor layar penuh yang diharapkan bekerja pada jaringan dengan bermacam – macam terminal, yang masing – masing memiliki layout layar yang berlainan, mempunyai cara urutan penekanan tombol yang berbeda untuk penyisipan dan penghapusan teks, memindahkan sensor dan sebagainya. Suatu cara untuk menyelesaikan masalah tersebut yaitu  dengan menentukan terminal virtual jaringan abstrak, sehingga editor dengan program – program lainnya dapat ditulis agar saling bersesuaian.

 

              Presentation Layer, melakukan fungsi – fungsi tertentu yang diminta untuk menjamin penemuan sebuah penyelesaian umum bagi masalah tertentu. Presentation layer tidak mengijinkan pengguna untuk menyelesaikan sendiri suatu masalah. Tidak seperti layer – layer dibawahnya yang hanya melakukan pemindahan bit dari satu tempat ke tempat yang lainnya, presentation layer memperhatikan syntax dan semantic informasi yang dikirimkan.

 

              Session Layer, mengijinkan para pengguna untuk menetapkan session dengan pengguna lainnya. Sebuah session selain memungkinkan transport data biasa, seperti yang dilakukan oleh transport layer, juga menyediakan layanan yang istimewa untuk aplikasi – aplikasi tertentu. Sebuah session digunakan untuk memungkinkan seorang pengguna log ke remote timesharing system untuk memindahkan file dari satu mesin ke mesin yang lainnya.

 

Transport Layer, menerima data dari session layer, memecah data menjadi bagian – bagian yang lebih kecil bila perlu, meneruskan data ke network layer, dan menjamin bahwa semua potongan data tersebut bisa tiba di sisi lainnya dengan benar. Selain itu, semua hal tersebut harus dilaksanakan secara efisien dan bertujuan dapat melindungi layer – layer bagian atas dari perubahan teknologi hardware yang tidak dapat dihindari.

     Network Layer, berfungsi untuk pengendalian operasi subnet. Masalah desain yang penting yaitu bagaimana caranya menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya. Route dapat didasarkan pada table static yang dihubungkan ke network. Route juga dapat ditentukan pada saat awal percakapan, misalnya session terminal. Terakhir route dapat juga sangat dinamik, dapat berbeda dari setiap paketnya. Oleh karena itu, route pengiriman sebuah paket tergantung beban jaringan saat itu.

 

Data Link Layer,  fasilitas transmisi raw data dan mentrasformasi data tersebut kesaluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum diteruskan ke network layer, data link layer melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengiriman memecah – mecah data input menjadi sejumlah data frame ( biasanya berjumlah ratusan atau ribuan byte ). Kemudian data link layer akan mentransmisikan frame tersebut secara berurutan, dan memproses acknowledgement frame yang dikirim kembali oleh penerima. Karena physical layer menerima dan mengirim aliran bit tanpa mengindahkan arti atau arsitektur frame, maka tergantung pada data link layer  untuk membuat dan mengenali batas – batas frame tersebut.Bila secara incidental pola – pola bit ini bisa ditemui pada data, maka diperlukan perhatian khusus untuk meyakinkan bahwa pola tersebut tidak secara salah dianggap sebagai batas – batas frame.

 

Physical Layer, berfungsi dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1 bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit pula, dan bukan 0 bit.

Protokol memungkinkan device untuk saling berkomunikasi dalam satu jaringan. Set aturan yang dapat dimengerti device untuk saling berkomunikasi. Determinasi waktu, antrian, penjadwalan, pengelamatan dan control kesalahan. Protokol dapat diibaratkan sebagai bahasa  komunikasi antar computer dalam jaringan. Terdapat berbagai macam protocol yang masing – masing mempunyai keunggulan tersendiri, yaitu:

  1. NetBEUI

NetBEUI merupakan protokol yang banyak digunakan dalam jaringan lokal berbasis sistem operasi Microsoft Windows. Sangat baik dan cepat untuk layanan file sharing dan print sharing. Salah satu kelemahan protokol ini adalah tidak dapat di-routing sehingga hanya dapat bekerja di satu jaringan lokal. Contoh penggunaan protokol ini adalah pada Program Microsoft Neighbourhood. Penjelasan tentang routing akan dijelaskan lebih lanjut dalam modul selanjutnya.

  1. IPX/SPX (Internetwork Packet Exchange/Sequenced Packet Exchange)

Hampir sama dengan NetBEUI, yaitu digunakan di jaringan lokal dan sangat baik untuk file sharing dan print sharing serta dapat di-routing. Protokol ini biasa digunakan di jaringan berbasis sistem operasi Novell Netware.

  1. Protokol yang dikembangkan oleh OSI/ISO seperti X.25/X.75/X.400.

Protokol ini sudah digunakan oleh beberapa institusi. Sayang segala informasi tentang protokol ini harus dibeli oleh kita ke ISO. Hal ini menyebabkan perkembangan ISO/OSI menjadi lambat

  1. TCP/IP (Transmision Control Protocol/Internet Protocol)

“Terdapat perbedaan antara kata “internet” dengan “Internet”. “Internet” adalah International Network sedangkan “internet” adalah internetworking. Kata “Internet” pada IP adalah internetworking”. TCP/IP adalah protokol yang digunakan di jaringan global karena memiliki system pengalamatan yang baik dan memiliki sistem pengecekan data. Saat ini terdapat dua versi TCP/IP yang berbeda dalam sistem penomoran, yaitu IPv4 (32 bit) dan IPv6 (128 bit), dan saat ini yang masih digunakan adalah IPv4. Untuk memepermudah penulisan, alamat IP biasanya ditulis dalam bentuk empat segmen bilangan decimal yang dipisahkan tanda titik dan setiap segmen mewakili delapan bit pada alamat IP. Setiap network adapter dapat memiliki lebih dari satu alamat IP namun. Sebuah alamat IP (IP address) tidak boleh dipakai oleh dua atau beberapa network adapter. Pengaturan alokasi alamat IP dilakukan oleh badan internasional bernama Internic. Saat ini lebih dari 85% alamat IP (IPv4) telah terpakai sehingga sebentar lagi system IPv4 akan digantikan oleh IPv6.

 

4.6 Menjamin Domain Name System (DNS)

Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan computer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama IP Address- nya. Di internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap lokasi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer ke jaringan, maka kita harus copy versi terbaru  file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini semakin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di disain menggantikan fungsi HOTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performance  yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain nama ke IP Address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya : yahoo.com  maka akan dipetakan ke sebuah IP Address misalnya 202.68.0.134. Jadi DNS dapat dianalogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host computer mengirimkan queries berupa nama computer dan domain  nama server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP Address.

 

Selain itu DNS merupakan suatu bentuk database yang terdistribusi, dimana pengelolaan  secara local terhadap suatu data akan segera diteruskan ke seluruh jaringan (internet) dengan menggunakan skema client-server. Suatu program yang dinamakan name server , mengandung semua segmen informasi dari database dan juga merupakan resolver bagi client – client yang berhubungan ataupun menggunakannya.

 

Struktur dari database DNS bisa diibaratkan dengan strtuktur file dari sebuah system informasi UNIX. Seluruh database digambarkan sebagai sebuah struktur terbalik dari sebuah pohon (tree) dimana pada puncaknya disebut dengan root node  yang akan dibahas pada bab berikutnya. Pada setiap node dalam tree tersebut mempunyai keterangan (label) misalnya, .org, .com, .edu, .net, .id dan lain – lainnya, yang relative terhadap puncaknya (parent).Ini bisa diibaratkan dengan relative pathname pada system file UNIX, seperti direktori bin, usr, var, etc dan lain – lain. Pada puncak root node dalam sebuah system DNS dinotasikan dengan “.” Atau “/” pada system file UNIX.  Pada setiap node juga merupakan root dari subtree, atau pada system file UNIX meruapakan root direktori dari sebuah direktori. Hal ini pada system DNS disebut dengan nama domain. Pada setiap domain juga memungkinkan nama subtree dan bisa berbeda pula, hal ini disebut subdomain atau subdirektori pada system file UNIX. Pada bagian subdomain nya juga memungkinkan adanya subtree lagi yang bisa dikelola oleh organisasi yang berbeda dengan format domain utamanya.

 

4.6.1 Arsitektur Hirarki DNS

DNS dapat diimplementasikan ke private network atau internet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:

  1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP Address sebuah computer cukup host name (nama computer).
  2. Konsisten, IP Address sebuah computer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
  3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

 

Domain Name System (DNS) meruapakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya.

  1. 1.    Root – Level Domains

     Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).

  1. 2.    Top – level Domains

Pada bagian dibawah ini adalah contoh – contoh dari rop – level Domains:

  • Com  = Organisasi Komersial
  • Edu   = Institusi pendidikan atau Universitas
  • Org   = Organisasi non – profit
  • Net   = Networks (Backbone Internet)
  • Gov   = Orgnanisasi Pemerintah Non – Militer
  • Mil    = Organisasi Pemerintah Militer
  • Num = Nomer Telepon
  • Arpa = Reverse DNS
  • Xx    = Dua Huruf UNTU kode Negara (id : Indonesia, sg :Singapura, au : Australia, dll)

Top – Level Domain dapat berisi second – level domains dan hots.

 

 

  1. 3.    Second – Level Domains

Second – Level Domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contohnya yaitu, Domain Bujangan, Bujangan.com terdapat computer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training .bujangan.com juga terdapat computer (host) seperti client1.training.com

 

Fungsi dari DNS yaitu menerjemahkan nama computer ke IP Address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan.

 

 

 

 

  1. Resolvers mengirimkan queries ke name server
  2. Name server akan mengecek ke local database, atau menghubungi name server lainnya, jika ditemukan akan diberitahukan ke resolvers jika tidak akan mengirimkan failure message
  3. Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan IP Address yang diberikan name server.

 

4.7 Simple Network Management Protocol (SNMP)

Simple Network Management Protocol (SNMP) merupakan protocol aplikasi layer yang mempunyai fasilitas untuk merubah informasi management diantara jaringan. Itu merupakan bagian dari Transmission Control Proticil / Internet Protocol (TCP/IP). SNMP merupakan jaringan administrator yang digunakan untuk mengatur jalannya jaringan, mencari dan menyelesaikan masalah jaringan dan merencanakan untuk kemajuan suatu jaringan.

 

Sejak dipublikasikan pertama kali pada tahun 1988, SNMP sudah menjadi alat manajemen jaringan yang banyak digunakan pada jaringan berbasis TCP/IP. SNMP mendefinisikan protokol untuk pertukaran informasi manajemen, SNMP juga mendefinisikan format untuk merepresentasikan informasi manajemen dan kerangka kerja untuk mengorganisasikan sistem distribusi kedalam sistem manajemen dan pengaturran agent. Selain itu, beberapa  dari struktur basis data yang spesifik yang dinamakan MIB sudah didefinisikan sebagai bagian dari SNMP. MIB ini menspesifikasikan obyek-obyek yang telah diatur untuk subyek manajemen jaringan yang paling umum termasuk bridge, router dan LAN.

 

Pertumbuhan popularitas yang cepat dari SNMP pada akhir tahun 1980-an dan awal tahun 1990-an membuat kesadaran akan kekurangan-keurangan yang ada pada SNMP, hal ini termasuk kedalam kategori deefisiensi fungsional, seperti ketidakmampuan menspesifikasikan bulk-data transfer dengan mudah, defisiensi keamanan, misalnya tidak adanya mekanisme authentifikasi dan privasi.

 

Untuk memperbaikinya beberapa group independen memulai mengerjakan peningkatan keamanan pada SNMPv2. Terdapat dua  pendekatan yang muncul yang saling bersaing satu dengan lainnya yaitu SNMPv2u dan SNMPv2* yang mana keduanya menjadi masukan bagi IETF SNMPv3 yang baru.

 

Hal yang sangat penting untuk diketahui, bahwa SNMPv3 bukan pengganti dari SNMPv1 dan atau SNMPv2. SNMPv3 mendefinisikan kemampuan keamanan yang dapat digunakan bersama dengan SNMPv2 atau SNMPv1.

 

Terdapat dua versi pada SNMP yaitu : SNMP versi 1 (SNMPv1) dan SNMP versi 2 (SNMPv2). Kedua versi itu mempunyai sebuah nomor pada featurenya.

Sebuah SNMP terdiri dari tiga komponen, yaitu:

  1. Pengatur kelengkapan
  2. Perwakilan
  3. Network Management Systems (NMSs)

         

Sebuah pengatur kelengkapan merupakan jaringan yang terdiri dari perwakilan SNMP yang berguna selain mengatur jaringan. Pengaturan kelengkapan mengumpulkan dan menyimpan menegement informasi dan membuat informasinya ke NMSs menggunakan SNMP. Pengaturan kelengkapan kadang – kadang disebut sebagai elemen jaringan, dapat menjadi router dan server akses, switches dan bridges, hubs, computers host atau printer. Sebuah perwakilan merupakan modul management perangkat lunak jaringan selain pengaturan kelengkapan. Sebuah perwakilan mempunyai pengetahuan local dari management informasi dan menerjemahkan informasi tersebut ke dalam sebuah form dengan SNMP. Sebuah NMS mengeksekusi aplikasi yang memonitor dan mengontrol pengaturan kelengkapan. NMSs menyediakan bagian dari proses dan memori pencarian untuk management jaringan. Satu atau lebih NMSs akan mengatur jaringan.

SNMP mempunyai dasar – dasar command yaitu:

  1. Baca, digunakan dengan sebuah NMS untuk memonitor pengaturan. NMS menjelaskan perbedaan variable yang dipelihara dengan pengaturan.
  2. Tulis, digunakan dengan sebuah NMS untuk mengontrol pengaturan. NMS dapat merubah nilai dari variable yang disimpan selama pengaturan.
  3. Perangkap, digunakan dengan mengatur untuk laporan kegiatan ke NMS.

 

 

 

Perintah-perintah operasi SNMP sangat mudah. SNMP dirancang untuk mudah diimplementasikan dan membutuhkan sedikit prosesor dan sumberdaya jaringan.

 

  • manejer yang lain.

 

 

 

 

 

 

4.6.1  Fungsi SNMP

Apa yang diberikan SNMP adalah struktur MIB standar sangat ‘extensive’. MIB pada agen memberikan petunjuk informasi apa yang dapat dikumpulkan dan disimpan oleh agent tersebut. Sebagai contoh, banyak sekali variabel pada MIB dasar yang berhubungan erat pada operasi TCP/IP yang ada dibawahnya, termasuk jumlah paket yang dikirim dan diterima, paket error dan seterusnya. Semua agen memelihara  pasangan data- data variabel ini dan dapat dibuat suatu aplikasi pada manajemen station untuk mengeksploitasi informasi ini.

 

4.7.1 Fungsi SNMP

Fungsi dari SNMP  yaitu jika semua node mendukung SNMP – agen maka perangkat perangkat lunak monitoring dapat memantau semua aktivitas yang terjadi di node misalnya kinerja processor, pengguna RAM, traffic input / output dan lain – lain. Salah satu aplikasi ini yang dikembangkan di Linux adalah NetSaint dan MRTG(Multi Router Traffic Grapher)

 

Pada SNMP terdapat 5 fungsi operator protocol, yaitu :

  1. Get Request:
  • Menerima butir obyek yang diinginkan
  • Digunakan bila obyek mempunyai butiran tunggal. Jika nama butiran wujud, agen akan mengembalikan ‘ get response’ dengan nilai set pemboleubah yang lengkap. Selain itu, juga dapat memulangkan ‘get response’ dengan ralat ‘noSuchName’. Lebih dari satu obyek boleh dinamakan dalam operator.
  1. Get Next:
  • Digunakan apabila obyek mengandung banyak butiran yang disusun  dalam tata susunan ataupun jadwal.
  • Apabila dipanggil dengan ‘operand’ yang diperuntukkan, maka mengandung butir obyek yang berada bersebelahan nama butir di dalam jadwal. Walau bagaimanapun jika menggunakan obyek yang ada butir tunggal, maka akan memulangkan butir obyek yang wujud pada nama obyek.
  1. Set:
  • Memberi nama kepada butiran obyek kepada nilai yang diinginkan.
  • Ketika pesan diterima, agen akan memeriksa untuk lihat jika terdapat obyek yang mempunyai nama tersebut, terdapat nama atau nilai yang tidak terlalu besar.
  1. Get Response:
  • NMS selepas menerima pesan ‘get response’ akan memeriksa untuk melihat kalau ada permintaan maka akan diutamakan untuk meresponse tindakan tersebut. Jika benar maka NMS akan membuat response.
  1. Trap:
  • Mengatur rangkaian yang seharusnya memberi kesan keadaan kepada pengguna.

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI

 

 

5.1  Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2  Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

 

 

 

 

 

 

 

5.3  Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Menjelaskan Koneksi Internet

 

  1. Kode Program Pelatihan    :    TIK.PR02.026.01

 

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Menjelaskan Koneksi Internet

TIK.PR02.026.01

- Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive dan Floppy Disk.

- PC dengan sistem operasi Windows XP

- Keyboard dan mouse

- Modem

- Line Telepon

 

- – Buku informasi atau manual mengenai koneksi internet

- kabel

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Testimoni

Filed under : blog, tags:
SLIDESERAGAMBATIK