Menu

Menilai Kemajuan Kompetensi Peserta Pelatihan Secara Individu PLK.MP02.010.01

Dec
18
2014
by : 3. Posted in : blog

 

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN KERJA

 

 

MENILAI KEMAJUAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN SECARA INDIVIDU

PLK.MP02.010.01

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 51 Lt. 6.A Jakarta Selatan

 


DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR —————————————————————————   1

DAFTAR ISI ———————————————————————————–   2

BAB I    STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI) DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) —————————————————————-   4

  1. Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) ——————————-   4
  2. Unit Kompetensi Prasyarat —————————————————-   7
  3. Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) ——————————-   8

BAB II   MENILAI KEMAJUAN KOMPETENSI PESERTA PELATIHAN SECARA INDIVIDU     12

  1. Latar Belakang ——————————————————————  12
  2. Tujuan —————————————————————————  12
  3. Ruang Lingkup ——————————————————————  13
  4. Pengertian Istilah ————————————————————–  13
  5. Diagram Alir Unjuk Kerja Pencapaian Kompetensi ————————-  15
  6. Materi Pelatihan Menilai Kemajuan Kompetensi Peserta Pelatihan Secara Individu     15
    1. Menyusun Rencana Penilaian Peserta Pelatihan————————- 15
      1. Pedoman Mengidentifikasi Rencana Penilaian Peserta Pelatihan- 15
      2. Pedoman Menyusun Rencana Penilaian Peserta Pelatihan——— 16
      3. Pedoman Menjadwalkan Penilaian Peserta Pelatihan————– 19
      4. Pedoman Menyiapkan Materi dan Pelaksanaan Penilaian———- 20
      5. Mencatat dan menghimpun data kemajuan belajar peserta pelatihan 25
        1. Cara Mendata kemajuan kompetensi peserta pelatihan berdasarkan kriteria/ pedoman penilaian—————————————————– 25
      6. Membuat keputusan penilaian dan memberikan umpan balik———- 29
        1. Pedoman Mengolah data nilai kemajuan belajar peserta pelatihan berdasarkan PAP (Penilaian Acuan Patokan)————————————— 29
        2. Pedoman Menganalisis hasil penilaian sebagai acuan umpan balik      30

BAB III SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI —–

  1. Sumber-sumber Perpustakaan ————————————————  40

1. Daftar Pustaka —————————————————————  40

2. Buku Referensi —————————————————————  40

  1. Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan ——————————————  40
  2. Daftar Peralatan/Mesin————————————————— 40
  3. Daftar Bahan————————————————————— 41

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI)

DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK)

 

  1. A.       STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI)
  2. KODE UNIT

:

PLK.MP02.010.01
  1. JUDUL UNIT

:

Menilai Kemajuan Kompetensi Peserta Pelatihan Secara Individu
  1. DESKRIPSI UNIT

:

Unit ini merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam menilai kemajuan kompetensi peserta pelatihan secara individu.

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

  1. Menyusun rencana penilaian peserta pelatihan
1.1     Rencana penilaian peserta pelatihan  diidentifikasi

1.2     Rencana penilaian peserta pelatihan  disusun

1.3     Penilaian peserta pelatihan  dijadwalkan

1.4     Materi dan pelaksanaan penilaian   peserta disiapkan

  1. Mencatat dan menghimpun data kemajuan belajar peserta pelatihan
2.1   Kemajuan belajar peserta pelatihan didata sesuai kriteria penilaian

2.2   Kemajuan belajar peserta pelatihan dihimpun dan diklasifikasi sesuai kreteria penilaian

2.3   Scoring prestasi belajar dari masing-masing peserta pelatihan disusun meliputi seluruh materi pelatihan

  1. Membuat keputusan penilaian dan memberikan umpan balik
3.1   Data nilai kemajuan belajar peserta pelatihan diolah dengan penilaian acuan patokan (PAP)

3.2   Penilaian dan scoring prestasi belajar masing-masing peserta dianalisis  dan digunakan sebagai umpan balik proses pembelajaran

 

  1. 4.      Batasan Variabel:
    1. Batasan konteks:

Unit ini berlaku untuk menyusun rencana penilaian peserta pelatihan, mencatat dan menghimpun data kemajuan belajar peserta pelatihan, membuat keputusan penilaian dan  umpan balik yang digunakan menilai kemajuan kompetensi peserta pelatihan secara individu pada bidang metodologi pelatihan

  1. Perlengkapan untuk merumuskan  permasalahan pelatihan di daerah   mencakup :

1)   Instrumen penilaian (assessment tools).

2)   Buku Kerja.

3)   Buku penilaian.

4)   Buku literatur/ referensi.

5)   Alat tulis kantor.

  1. Tugas pekerjaan untuk merumuskan  permasalahan pelatihan di daerah sebagai bagian dari program pelatihan meliputi:

1)   Menyusun rencana evaluasi dan penilaian peserta pelatihan.

2)   Menjadwalkan evaluasi dan penilaian peserta pelatihan.

3)   Menyiapkan materi dan pelaksana  evaluasi peserta.

4)   Menyusun scoring prestasi belajar dari masing-masing peserta pelatihan meliputi seluruh materi pelatihan.

5)   Mengolah data nilai kemajuan belajar peserta pelatihan dengan penilaian acuan patokan (PAP) atau penilaian acuan norma (PAN).

6)   Menganalisis penilaian dan scoring prestasi belajar masing-masing peserta dan digunakan sebagai umpan balik proses pembelajaran.

  1. Peraturan untuk merumuskan  permasalahan pelatihan di daerah sebagai bagian dari program pelatihan adalah:

1)   Pedoman penilaian hasil pembelajaran (training assessment).

2)   Pedoman pelatihan berbasis kompetensi.

  1. Panduan Penilaian:
    1. Penjelasan prosedur penilaian :

Alat, bahan, dan tempat penilaian serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya yang mungkin diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi ini dengan unit-unit kompetensi yang terkait :

1)     PLK.MP01.003.01 Mengidentifikasi dan menganalisis standar kompetensi.

2)     PLK.MP02.003.01          Merancang strategi dan penilaian pembelajaran.

  1. Kondisi Penilaian:

1)   Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut yang terkait dengan Menyusun rencana penilaian peserta pelatihan, Mencatat dan menghimpun data kemajuan belajar peserta pelatihan, Membuat keputusan penilaian dan mengevaluasi umpan balik yang digunakan untuk Menilai kemajuan kompetensi peserta pelatihan secara individu sebagai bagian dari program pelatihan.

2)   Penilaian dapat dilakukan dengan cara : lisan, tertulis, demonstrasi/ praktik.

3)   Penilaian dapat dilaksanakan secara : simulasi di workshop dan/atau di tempat kerja.

4)   Penilaian dapat dilaksanakan secara : simulasi di workshop dan/atau di tempat kerja.

  1. Pengetahuan yang dibutuhkan :

1)     Identifikasi rencana evaluasi dan penilaian peserta pelatihan.

2)     Data kemajuan belajar peserta pelatihan sesuai kriteria penilaian.

  1. Keterampilan yang dibutuhkan :

1)   Menyusun rencana evaluasi dan penilaian peserta pelatihan.

2)   Menjadwalkan evaluasi dan penilaian peserta pelatihan.

3)   Menyiapkan materi dan pelaksana  evaluasi peserta.

4)   Menyusun scoring prestasi belajar dari masing-masing peserta pelatihan meliputi seluruh materi pelatihan.

5)   Mengolah data nilai kemajuan belajar peserta pelatihan dengan penilaian acuan patokan (PAP) atau penilaian acuan norma (PAN).

6)   Menganalisis penilaian dan skoring prestasi belajar masing-masing peserta dan digunakan sebagai umpan balik proses pembelajaran.

  1. Aspek Kritis:

Aspek kritis  yang merupakan kondisi kerja yang harus diperhatikan dalam mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut:

1)     Law enforcement di lingkungan/intitusi pelatihan.

2)     Kompetensi dalam menilai kemajuan kompetensi peserta.

3)     Pemahaman peserta pelatihan dalam mengikuti sistem pelatihan (CBT atau Konvensional).

  1. Kompetensi Kunci

No

Kompetensi Kunci Dalam Unit ini

Tingkat

1

Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi

1

2

Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide

3

3

Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan

3

4

Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok

3

5

Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis

3

6

Memecahkan masalah

3

7

Menggunakan teknologi

3

 

  1. B.       UNIT KOMPETENSI PRASYARAT

Sebelum mengikuti pelatihan unit kompetensi Merumuskan Permasalahan Pelatihan di Daerah ini peserta harus sudah kompeten untuk unit kompetensi sebagai berikut:

  1. PLK.MP01.003.01 Mengidentifikasi dan menganalisis standar kompetensi.
  2. PLK.MP02.003.01 Merancang strategi dan penilaian pembelajaran.

 

 

 

 

1.1  SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK)

 

Judul Unit Kompetensi             :    Menilai Kemajuan Kompetensi Peserta Pelatihan Secara Individu

Kode Unit Kompetensi             :    PLK.MP02.010.01

Deskripsi Unit Kompetensi        :    Unit ini merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam menilai kemajuan kompetensi peserta pelatihan secara individu

Prakiraan Waktu Pelatihan        :    28 Jp @ 45 Menit

Tabel Silabus Unit Kompetensi  :

 

Elemen Kompetensi

Kriteria

Unjuk Kerja

Indikator

Unjuk Kerja

Materi Pelatihan

Prakiraan

Waktu Pelatihan

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Penge-tahuan

Keteram-pilan

  1. Menyusun rencana penilaian peserta pelatihan
1.1  Rencana penilaian peserta pelatihan  diidentifikasi – Dapat menjelaskan cara mengidentifikasi rencana penilaian peserta pelatihan

– Mampu mengidentifikasi rencana penilaian peserta pelatihan

– Harus cermat, teliti, akurat, dan taat asas

– Cara mengidentifikasi rencana penilaian peserta pelatihan – Mengidentifikasi rencana penilaian peserta pelatihan – Cermat

– Teliti

– Akurat

– Taat asas

4

8

  1.2  Rencana penilaian peserta pelatihan  disusun – Dapat menjelaskan cara menyusun rencana penilaian peserta pelatihan

– Mampu menyusun rencana penilaian peserta pelatihan

– Harus cermat, teliti, akurat, dan taat asas

– Cara menyusun rencana penilaian peserta pelatihan – Menyusun rencana penilaian peserta pelatihan – Cermat

– Teliti

– Akurat

– Taat asas

  1.3  Penilaian peserta pelatihan  dijadwalkan – Dapat menjelaskan cara menjadwalkan penilaian peserta pelatihan

– Mampu menjadwalkan penilaian peserta pelatihan

– Harus cermat, teliti, akurat, dan taat asas

– Cara menjadwalkan penilaian peserta pelatihan – Menjadwalkan penilaian peserta pelatihan – Cermat

– Teliti

– Akurat

– Taat asas

  1.4  Materi dan pelaksanaan penilaian peserta disiapkan – Dapat menjelaskan penyiapan dan pelaksanaan penilaian peserta pelatihan

– Mampu menyiapkan materi dan pelaksanaan penilaian peserta pelatihan

– Harus cermat, teliti, akurat, dan taat asas

– Penyiapan meteri dan pelaksanaan penilaian – Menyiapkan materi dan pelaksanaan penilaian – Cermat

– Teliti

– Akurat

– Taat asas

Asesmen

  1. Mencatat dan menghimpun data kemajuan belajar peserta pelatihan
2.1  Kemajuan belajar peserta pelatihan didata sesuai kriteria penilaian – Dapat menjelaskan pendataan Pendataan kemajuan belajar peserta pelatihan berdasarkan kriteria penilaian

– Mampu mendata kemajuan belajar peserta pelatihan berdasarkan kriteria penilaian

– Harus cermat, teliti, akurat, dan taat asas

– Pendataan kemajuan belajar peserta pelatihan berdasarkan kriteria penilaian – Mendata kemajuan belajar peserta pelatihan berdasarkan kriteria penilaian – Cermat

– Teliti

– Akurat

– Taat asas

2

4

  2.2  Kemajuan belajar peserta pelatihan dihimpun dan diklasifikasi sesuai kreteria penilaian – Dapat menjelaskan cara menghimpun dan mengklasifikasi data kemajuan belajar peserta pelatihan berdasarkan kriteria penilaian

– Mampu menghimpun dan mengklasifikasi data kemajuan belajar peserta pelatihan berdasarkan kriteria penilaian

– Harus cermat, teliti, akurat, dan taat asas

– Cara menghimpun dan mengklasifikasi data kemajuan belajar peserta pelatihan sesuai dengan kriteria penilaian – Menghimpun dan mengklasifikasi data kemajuan belajar peserta pelatihan sesuai dengan kriteria penilaian – Cermat

– Teliti

– Akurat

– Taat asas

  2.3  Scoring prestasi belajar dari masing-masing peserta pelatihan disusun meliputi seluruh materi pelatihan – Dapat menjelaskan scoring prestasi belajar peserta pelatihan

– Mampu menyusun scoring prestasi belajar untuk seluruh materi pelatihan

– Harus cermat, teliti, akurat, dan taat asas

– Scoring prestasi belajar peserta pelatihan – Menyusun scoring prestasi belajar untuk seluruh materi pelatihan – Cermat

– Teliti

– Akurat

– Taat asas

Asesmen

  1. Membuat keputusan penilaian dan memberikan umpan balik
3.1  Data nilai kemajuan belajar peserta pelatihan diolah dengan penilaian acuan patokan (PAP) – Dapat menjelaskan pengolahan data nilai kemajuan belajar peserta pelatihan berdasarkan PAP

– Mampu mengolah data nilai kemajuan belajar peserta pelatihan berdasarkan PAP

– Harus cermat, teliti, akurat, dan taat asas

– Pengolahan data nilai kemajuan belajar peserta pelatihan berdasarkan PAP – Mengolah data nilai kemajuan belajar peserta pelatihan berdasarkan PAP – Cermat

– Teliti

– Akurat

– Taat asas

4

8

  3.2  Penilaian dan scoring prestasi belajar masing-masing peserta dianalisis  dan digunakan sebagai umpan balik proses pembelajaran – Dapat menjelaskan cara melakukan analisis penilaian dan scoring prestasi belajar peserta pelatihan serta penggu-naannya untuk umpan balik proses pemebalajar-an

– Mampu Mengnalisis penilaian dan scoring prestasi belajar peserta pelatihan serta menggu-nakannya untuk umpan balik proses pembelajaran

– Harus cermat, teliti, akurat, dan taat asas

– Cara melakukan analisis penilaian dan scoring prestasi belajar peserta pelatihan serta penggunaannya untuk umpan balik proses pemebalajaran – Mengnalisis penilaian dan scoring prestasi belajar peserta pelatihan serta menggunakannya untuk umpan balik proses pemebalajaran – Cermat

– Teliti

– Akurat

– Taat asas

Asesmen

 

 

 

 

BAB II

MENILAI KEMAJUAN KOMPETENSI PESERTA

PELATIHAN SECARA INDIVIDU

 

 

  1. A.      Latar Belakang

Pelatihan berbasis kompetensi merupakan suatu proses pembelajaran per elemen kompetensi untuk satu unit kompetensi. Untuk mengetahui kemajuan proses pembelajaran tersebut perlu dilakukan pengukuran proses yang dilakukan pada akhir setiap elemen. Pengukuran proses tersebut dilakukan dengan cara menilai kemajuan kompetensi peserta pelatihan secara individu. Dengan demikian, kemajuan belajar peserta pelatihan akan selalu terpantau. Hasil pengukuran akan mengindikasikan kompetensi yang dimiliki peserta pelatihan hasil belajarnya yang selanjutnya akan digunakan sebagai dasar penentuan peserta pelatihan sudah kompeten atau belum. Di satu sisi, bagi instruktur juga merupakan umpan balik sejauh mana keberhasilan proses pembelajaran yang dia lakukan. Walaupun ada perbedaan antara pengukuran dan penilaian, namun kedua kegiatan tersebut tidak dapat dipisahkan karena antara pengukuran dan penilaian terdapat hubungan yang sangat erat, untuk menilai seseorang peserta kompeten dasarnya hasil pengukuran.

Berkenaan dengan kegiatan pengukuran tersebut di atas, maka perlu dipelajari bagaimana caranya mengukur suatu proses pembelajaran, khususnya dalam pelatihan berbasis kompetensi, mulai dari perencanaan pengukuran sampai pengolahan nilai/score sebagai dasar penentuan kompeten atau belum kompetennya seseorang peserta pelatihan. Buku informasi Menilai Kemajuan Kompetensi Peserta Pelatihan Secara Individu ini dibuat dalam rangka mempelajari bagaimana caranya melakukan pengukuran proses pelatihan berbasis kompetensi.

  1. B.      Tujuan

Adapun tujuan mempelajari unit kompetensi Menilai Kemajuan Kompetensi Peserta Pelatihan Secara Individu adalah sebagai berikut:

  1. Untuk membekali pengajar/instruktur agar mampu melakukan pengukuran proses pembelajaran yang dia lakukan terhadap peserta latihnya secara cermat, tepat, dan akurat;
  2. Untuk membekali pengajar dan atau personel terkait agar mampu melakukan kegiatan menilai kemajuan kompetensi peserta pelatihan secara efisien dan efektif karena runtut, tertib, dan lengkap persiapannya.
  3. C.      Ruang Lingkup

Ruang lingkup kegiatan menilai kemajuan kompetensi peserta secara individu dalam unit kompetensi ini meliputi kegiatan menyusun rencana penilaian termasuk menyiapkan materi dan pelaksanaan penilaian, melaksanakan penilaian, mengolah hasil penilaian termasuk scoring, dan membuat keputusan hasil penilaian. Unit kompetensi ini tidak termasuk merancang materi penilaian karena materi penilaian sudah termasuk dalam unit kompetensi Merancang Strategi dan Penilaian Pembelajaran, kode unit kompetensi PLK.MP02.003.01.

  1. D.     Pengertian-pengertian
    1. Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

  1. Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu di mana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

  1. Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut di tempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

  1. Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri atas judul unit, deskripsi unit, elemen.

  1. Menganalisis

Menganalisis adalah menyelidiki dengan menguraikan bagian-bagiannya.

  1. Mengidentifikasi

Mengidentifikasi adalah menentukan atau menetapkan identitas orang, benda, dsb.

  1. Program Pelatihan

Program pelatihan adalah suatu rumusan tertulis yang memuat secara sistematis tentang pemaketan unit-unit kompetensi sesuai dengan area kompetensi jabatan pada area pekerjaan sebagai acuan dalam penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi.

  1. Pelatihan Kerja

Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi kompentensi/jabatan/ pekerjaan serta spesifikasi pekerjaan.

  1. Pelatihan Berbasis Kompetensi (yang selanjutnya disebut PBK)

PBK adalah proses pelatihan yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan pelatihan yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja.

  1. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK)

Lembaga Pelatihan Kerja yang selanjutnya disebut LPK adalah suatu lembaga pemerintah/swasta/badan hukum atau perorangan untuk tempat diselenggarakannya proses pelatihan kerja bagi peserta pelatihan.

  1. Peserta Pelatihan

Peserta pelatihan adalah angkatan kerja yang telah memenuhi persyaratan teknis dan administrasi untuk mengikuti pelatihan tertentu dengan program pelatihan berbasis kompetensi.

  1. Instruktur

Instruktur adalah seseorang yang berfungsi sebagai fasilitator, pelatih, pembimbing teknis, supervisor yang bertugas untuk menyampaikan materi pelatihan kepada peserta pelatihan di LPK atau di tempat kerja selama proses pelatihan.

 

 

 

 

  1. E.      Diagram Alir Pencapaian Unjuk Kerja

 

 

 

 

  1. F.      Materi Pelatihan Menilai Kemajuan Kompetensi Peserta Pelatihan Secara Individu
    1. Menyusun Rencana Penilaian Peserta Pelatihan

Pengetahuan yang diperlukan dalam menyusun rencana penilaian peserta pelatihan sebagai berikut:

  1. Pedoman Mengidentifikasi Rencana Penilaian Peserta Pelatihan

1)      Pengertian Penilaian Pelatihan

Menurut Wand dan Brown, penilaian atau evaluasi adalah suatu tindakan atau suatu proses untuk menentukan nilai sesuatu.

Pendapat lain menyatakan bahwa evaluasi adalah proses mengukur dan menilai/membandingkan hasil terukur dengan patokan/standar yang ditetapkan sebelumnya agar dapat diambil suatu keputusan.

Berkaitan dengan berbasis kompetensi, penilaian/evaluasi adalah proses pengumpulan bukti kompetensi sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.

Jadi, evaluasi pelatihan adalah suatu pengumpulan dan penafsiran informasi yang berkesinambungan dalam proses pelatihan agar dapat diambil suatu keputusan.

Berdasarkan pengertian evaluasi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah kegiatan yang dilakukan secara terus-menerus, bukan kegiatan yang dilaksanakan pada akhir pelatihan saja, artinya selama proses pelatihan berlangsung secara periodik juga dilakukan evaluasi untuk mengetahui kemajuan peserta pelatihan dalam belajar/berlatih.

Agar kegiatan evaluasi dapat dilakukan secara tepat pada waktu yang diharapkan dan hasilnya tepat guna dan tepat arah, maka perlu dilakukan perencanaan penilaian yang menghasilkan rencana penilaian.

Rencana ialah sejumlah keputusan yang menjadi pedoman untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi, rencana berisi dua unsur, yaitu ’tujuan’ dan ’pedoman’.

Tujuan penilaian merupakan rumusan yang digunakan untuk mengukur kemajuan kompetensi peserta pelatihan. Rumusan tujuan harus terperinci yang mencakup dua hal, yaitu luasnya pengetahuan dan jenjang pengetahuan.

Pedoman penilaian merupakan rumusan yang berisi prosedur atau langkah-langkah penilaian/evaluasi.

Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa rencana penilaian berisi ’tujuan penilaian’ dan ’pedoman penilaian’.

  1. Pedoman Menyusun Rencana Penilaian Peserta Pelatihan

1)      Merumuskan Tujuan Penilaian Peserta Pelatihan

Seorang instruktur tentunya mempunyai tujuan untuk mengetahui apakah materi pelatihan yang disampaikannya sudah dikuasai oleh peserta pelatihan atau belum.

Karena pelaksanaan penilaian nantinya melalui proses pengukuran, maka tujuan yang ditetapkan harus dapat diukur terhadap materi pelatihan, baik materi pengetahuan maupun praktik. Dalam pelatihan berbasis kompetensi, silabus yang disusun memudahkan instruktur untuk merumuskan tujuan evaluasi ini karena dalam silabus tersebut tercantum pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk setiap elemen kompetensinya termasuk cakupan luasnya yang akan diukur.

Contoh tujuan penilaian:

Untuk mengetahui pengetahuan peserta pelatihan tentang ’cara menghidupkan komputer’.

2)      Langkah-langkah Penilaian Peserta Pelatihan

a)      Mendalami pedoman penilaian dari program pelatihan

b)      Menetapkan aspek penilaian

c)      Menetapkan metoda penilaian

d)      Mempersiapkan alat evaluasi/penilaian:

(1)   Inventarisasi tujuan pembelajaran khusus

(2)   Membuat matrik pemilihan bentuk tes

(3)   Menulis materi tes

(4)   Menyiapkan kunci jawaban

e)      Menjadwalkan penilaian

f)      Melaksanakan tes

g)      Memeriksa/menganalisis hasil tes:

(1)   Membuat skor/angka

(2)   Mengidentifikasi taraf serap

(3)   Menyusun profil kelas

(4)   Menentukan materi pelatihan yang belum dikuasai peserta pelatihan.

h)      Menentukan peserta pelatihan yang:

(1)   Kurang/belum kompeten (memerlukan perbaikan)

(2)   Sudah kompeten/berhasil (memerlukan pengayaan)

i)      Menyusun rencana pascapenilaian:

 

(1)   Perbaikan/remedial

(2)   Pengayaan

j)      Melaksanakan kegiatan remedial/pengayaan

k)      Membuat laporan hasil penilaian peserta pelatihan (Daftar Nilai).

Tabel 1

Format Rencana Penilaian

  UNIT KOMPETENSI

:

 
  JUDUL MATERI PELATIHAN

:

 
  MACAM PENILAIAN

:

 Formatif         c         Sumatif         c
 
TUJUAN PENILAIAN  
MATERI PELATIHAN DALAM PROGRAM PELATIHAN YANG DINILAI Pengetahuan : Aspek:
Keterampilan : Aspek:
Sikap : Aspek:
 
ALAT PENILAIAN

ISIAN

B-S

MATCH.

PG

ESSAY

PRAKTIK

METODA PENILAIAN

TERTULIS

LISAN

SIMULASI

PRAKTIK

OBSERVASI

PELAKSANAAN PENILAIAN

RUANGAN

TATA TERTIB

WAKTU

TANGGAL

       
 
SCORING

BOBOT

ISIAN

B-S

MATCH.

PG

ESSAY

PRAKTIK

           

RUMUS SCORING

ISIAN

B-S

MATCH.

PG

ESSAY

PRAKTIK

           

RENTANG SCORING

 
HASIL SCORING

BELUM KOMPETEN

KOMPETEN

   

PROGRAM REMEDIAL

PROGRAM PENGAYAAN

   
 
LAPORAN HASIL PENILAIAN  

 

  1. Pedoman Penjadwalan Penilaian Peserta Pelatihan

1)      Mengidentifikasi penjadwalan pelatihan mingguan untuk mengetahui kapan unit kompetensi  diajarkan

2)      Mengidentifikasi materi pelatihan dalam silabus untuk mengetahui elemen kompetensi dan muatannya

3)      Membuat jadwal penyampaian materi pelatihan dengan menggunakan tabel seperti di bawah ini.

Tabel 2

Jadwal Penyampaian Materi Pelatihan

ELEMEN KOMPETENSI

KUK

TANGGAL PENYAMPAIAN

TANGGAL PENILAIAN

1.1

  1.2

  1.3

 

Formatif I

2.1

  2.2

  2.3

 

Formatif II

3.1

  3.2

  3.3

 

Formatif III

 

Sumatif

 

  1. Pedoman Menetapkan Metoda Penilaian

Sebelum menetapkan metoda penilaian yang akan digunakan, terlebih dahulu harus mengetahui macam-macam metoda penilaian peserta pelatihan.

Macam-macam metoda penilaian yang digunakan dalam pelatihan berbasis kompetensi, antara lain:

 

1)    Metoda Penilaian Pengetahuan

a)   Tes Tertulis

b)   Tes Lisan/Wawancara

2)    Metoda Penilaian Praktik

a)   Tes Simulasi

b)   Aktivitas Praktik

3)    Metoda Penilaian Sikap

a)   Observasi

Berdasarkan macam-macam metoda tersebut di atas, sudah jelas metoda yang digunakan kalau melakukan penilaian pengetahuan, praktik, dan sikap.

  1. Pedoman Menyiapkan Materi dan Pelaksanaan Penilaian Peserta Pelatihan

1)    Pedoman Menyiapkan Materi Penilaian Peserta Pelatihan

a)      Pedoman Menetapkan Aspek yang Dinilai

Aspek-aspek yang dinilai ditetapkan berdasarkan tujuan penilaian yang telah dirumuskan. Dalam pelatihan berbasis kompetensi, aspek-aspek yang dinilai sudah jelas sehingga instruktur tinggal menindaklanjuti dengan menentukan metoda dan alat evaluasi yang akan digunakan, tentunya dengan memenuhi ketentuan penggunaan metoda dan alat evaluasi tersebut.

Materi pelatihan yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang disampaikan kepada peserta pelatihan hanya materi yang ’harus’ saja, bukan materi ’should khow’ dan ’nice to know’. Di samping itu, karena pengetahuan, keterampilan, dan sikap diperoleh dari IUK (Indikator Unjuk Kerja), maka semua kata kerja yang digunakan sudah kata kerja operasional, dapat diukur. Dengan demikian, aspek ini akan menjadi dasar instruktur menetapkan materi penilaian.

Misalnya berdasarkan contoh pada ’Merumuskan Tujuan Penilaian” di atas, yaitu ’Untuk mengetahui pengetahuan peserta pelatihan tentang cara menghidupkan komputer’. Dalam silabus ada IUK berkaitan dengan hal ini, yaitu ’Dapat menjelaskan cara menghidupkan komputer’, maka aspek ini yang dijadikan dasar penilaian. Kalau misalnya ’Cara menghidupkan komputer” ada dua cara, maka dua cara inilah menjadi aspek yang harus diungkap.

b)      Pedoman Menyiapkan Alat Penilaian

Menyiapkan alat penilaian tergantung pada metoda dan tujuan penilaian yang sudah ditetapkan. Kalau metoda tes tertulis yang dipilih, artinya harus disiapkan materi tes tertulis.

Untuk menyiapkan tes tertulis ini juga harus memilih bentuk tesnya, apakah obyektif tes atau subyektif tes (essay). Untuk menghindar-kan pengaruh subyektivitas dominan waktu melakukan scoring, dianjurkan menggunakan bentuk obyektif tes. Kalau terpaksa menggunakan essay, siapkan essay yang terstruktur/tertutup, bukan yang terbuka.

Di samping itu, pemilihan bentuk tes pun juga ditentukan prinsip penggunaan bentuk tes tersebut terhadap materi yang akan diukur.

(1)      Penggunaan Tes Essay

(a)    Jumlah siswa yang dinilai kecil jumlahnya;

(b)    Untuk mengetahui perkembangan kemampuan peserta pelatihan dengan menyatakan jawabannya dalam bentuk tulisan;

(c)     Untuk mengetahui cara memecahkan persoalan, tidak hanya pada hasil, dan hal ini sulit dilakukan melalui tes obyektif.

(2)      Penggunaan Tes Benar-Salah

Untuk mengukur kemampuan peserta pelatihan dalam mengidentifikasi kebenaran pernyataan tentang:

(a)    Fakta-fakta

(b)    Definisi

(c)     Istilah-istilah

(d)    Prinsip, rumus, dan sejenisnya.

 

 

(3)      Penggunaan Tes Menjodohkan

(a)    Untuk mengukur pengetahuan tentang informasi faktual yang berdasarkan pada asosiasi sederhana;

(b)    Untuk mengukur pengetahuan tentang gambar dan arti gambar tersebut;

(c)     Untuk mengetahui pengetahuan tentang pengenalan suatu letak dalam peta, chart atau diagram.

(4)      Penggunaan Tes Pilihan Ganda

(a)    Untuk mengukur berbagai jenis hasil belajar, baik tingkat rendah maupun tingkat tinggi;

(b)    Untuk mengukur pengetahuan tentang istilah-istilah, fakta-fakta khusus, prinsip-prinsip, metoda dan prosedur.

(5)      Penggunaan Tes Praktik

(a)    Untuk mengukur kemampuan aplikatif (penerapan pengetahuan ke dalam praktik) yang lebih menitikberatkan pada aspek psikomotorik.

Di bawah ini disampaikan tabel yang digunakan untuk memilih bentuk tes yang akan digunakan untuk penilaian.

Tabel 3

Daftar Materi Pelatihan Pengetahuan dan Pemilihan Bentuk Tes

NO.

MATERI PELATIHAN

%

JENIS PENGETAHUAN

BENTUK TES

JUMLAH ITEM

Isian

B-S

PG

Essay

1

2

3

4

5

6

7

8

9

 

Keterangan mengisi kolom:

Kolom 1

:

Diisi dengan nomor urut
Kolom 2

:

Diisi dengan pokok bahasan materi pelatihan
Kolom 3

:

Diisi dengan persentase proporsional bagian dari seluruh materi pelatihan yang dinilai, misalnya materi pelatihan ada 4 bahasan. Persentase setiap bahasan menentukan jumlah item.
Kolom 4

:

Diisi dengan jenis pengetahuan yang digunakan sebagai dasar  menentukan bentuk tes yang dipilih
Kolom 5

:

Diisi dengan banyaknya item soal/tes isian
Kolom 6

:

Diisi dengan banyaknya item soal/tes B-S
Kolom 7

:

Diisi dengan banyaknya item soal/tes PG
Kolom 8

:

Diisi dengan banyaknya item soal/tes Essay
Kolom 9

:

Diisi dengan banyaknya jumlah item kolom 5+6+7+8

Contoh:

Tabel 4

Daftar Materi Pelatihan Pengetahuan dan Pemilihan Bentuk Tes

NO.

MATERI PELATIHAN

 (%)

JENIS PENGETAHUAN

BENTUK TES

JUMLAH ITEM

B-S

Match.

PG

Essay

1.

Sumber Panas

15

  • Fakta

1

1

1

-

3

 

  • Pengertian

1

1

1

3

 

  • Aplikasi

-

-

-

-

2.

Mengukur Suhu

32

  • Fakta

-

2

2

-

4

 

  • Pengertian

2

2

2

-

6

 

  • Aplikasi

1

1

1

-

3

3.

Pengaruh Panas

33

  • Fakta

1

2

1

-

4

 

  • Pengertian

1

2

2

-

5

 

  • Aplikasi

1

1

2

-

4

4.

Perpindahan panas

20

  • Fakta

-

1

1

-

2

 

  • Pengertian

1

1

2

-

4

 

  • Aplikasi

1

1

-

-

2

Jumlah

100

 

10

15

15

-

40

 

c)      Pedoman Menentukan Kriteria Penilaian

Menentukan kriteria yang akan dipergunakan, misalnya menggunakan skala lima, rentang nilai dari 1 -10 atau dari 1-100, terlebih dahulu dilakukan pembobotan terhadap setiap bentuk tes berdasarkan tingkat kesulitannya dan ketentuan setiap bentuk tes yang sudah dipelajari dalam unit kompetensi Merancang Strategi dan Penilaian Pembelajaran.

2)    Pedoman Pelaksanaan Penilaian Peserta Pelatihan

Dalam melakukan penilaian peserta pelatihan, ada hal-hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

a)   Pelaksanaan Tes Tertulis

(1)       Ruang tempat dilangsungkannya penilaian peserta pelatihan hendaknya diusahakan setenang mungkin terhindar dari gangguan yang menyebabkan peserta pelatihan tidak dapat konsentrasi waktu mengerjakan soal.

(2)       Peserta diingatkan agar tidak mengerjakan soal sebelum diberi tanda untuk mulai. Sehubungan dengan itu, lembar soal harus dibagikan secara terbalik sehingga tidak bisa dibaca sebelum diberi tanda.

(3)       Selama penilaian berlangsung, pengawas agar memperhatikan secara seksama apakah para peserta pelatihan bekerja mengikuti tata tertib. Apabila ada yang melanggar tata tertib, dapat dikeluarkan dari ruangan tes.

(4)       Apabila waktu telah habis, maka semua peserta pelatihan diperintahkan berhenti dan diperintahkan segera keluar dari ruangan tes.

(5)       Setelah semua lembar jawaban dikumpulkan pengawas membuat catatan tentang kondisi pelaksanaan penilaian.

b)   Pelaksanaan Tes Lisan

(1)       Suasana tes agar dipertahankan sebagai suasana penilaian, bukan suasana diskusi.

(2)       Penguji/instruktur agar tetap membuat suasana penilaian membuat peserta pelatihan nyaman untuk menjawab setiap pertanyaan, misalnya jangan membentak atau marah-marah.

(3)       Jangan ada kecenderungan membantu peserta pelatihan menjawab pertanyaan yang diajukan.

(4)       Siapkan terlebih dahulu pertanyaan yang akan diajukan sebagai pedoman tes lisan.

(5)       Laksanakan skoring secara teliti terhadap setiap jawaban peserta pelatihan. Untuk itu, hindarkan skoring setelah selesai melakukan tes lisan.

c)   Pelaksanaan Tes Praktik

(1)       Suasana tes agar dipertahankan setiap peserta pelatihan dapat melakukan tes praktik dengan tenang, tidak terganggu.

(2)       Setiap peserta pelatihan memperoleh lembar kerja, peralatan dan mesin yang digunakan tes praktik dengan kondisi yang sama dengan peserta lain sehingga diperoleh aspek keadilan.

(3)       Karena waktu merupakan salah satu unsur yang dinilai, maka harus dipastikan bahwa semua peserta pelatihan mulai dan berhenti pada waktu yang sama.

Keterampilan yang dilakukan dalam menyusun rencana penilaian peserta pelatihan adalah sebagai berikut:

  1. Mengidentifikasi rencana penilaian peserta pelatihan
  2. Menyusun rencana penilaian peserta pelatihan
  3. Menjadwalkan penilaian peserta pelatihan
  4. Menyiapkan materi dan pelaksanaan penilaian.

Sikap kerja yang harus dilakukan waktu menyusun rencana penilaian peserta pelatihan, yaitu:

Harus bersikap cermat, teliti, akurat, dan taat asas waktu mengidentifikasi rencana penilaian, menyusun rencana penilaian, menjadwalkan penilaian, dan menyiapkan materi dan pelaksanaan penilaian peserta pelatihan.

  1. Mencatat dan Menghimpun Data Kemajuan Belajar Peserta Pelatihan
    1. Pedoman Mendata Kemajuan Belajar Peserta Pelatihan

1)    Kunci Jawaban

Jawaban tes obyektif dapat diperiksa dengan kunci jawaban dengan bentuk yang bermacam-macam, antara lain:

a)   Kunci Berdamping (Strip Keys)

Kunci jawaban ini terdiri atas jawaban yang benar yang ditulis dalam satu kolom yang lurus dari atas ke bawah. Oleh sebab itu, harus disediakan lembar jawaban yang sama dengan kunci jawaban tersebut karena cara menggunakannya nantinya akan diletakkan sejajar dengan lembar jawaban tersebut.

 

 

 

 

Contoh:

Gambar 1

Kunci Jawaban Berdamping

LEMBAR JAWABAN

         KUNCI JAWABAN

1.

S

1.

B

2.

B

2.

B

3.

S

3.

S

4.

S

4.

B

5.

B

5.

S

6.

S

6.

S

7.

S

7.

B

8.

B

8.

B

9.

B

9.

S

10.

S

10.

S

 

b)   Kunci Tusukan

Dalam cara tusukan, pilihan yang benar dari alternatif yang disediakan ditusuk dengan jarum. Tusukan ini akan menembus kunci jawaban yang ada di bawahnya. Apabila pilihan benar, maka lubang yang terjadi pada kunci jawaban akan tepat di tengah lingkaran yang disediakan. Apabila pilihannya salah, maka lubang yang terjadi akan berada di luar lingkaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2

Kunci Tusukan

 

c)   Kunci Berjendela

Kunci berjendela dibuat dari lembar jawaban yang masih kosong yang kemudian dilibangi sesuai dengan bentuk kotak/lingkaran pada jawaban yang benar. Lubang ini yang disebut jendela karena akan digunakan untuk mencocokkan jawaban peserta pelatihan dengan cara menumpangkan di atasnya. Apabila jawaban peserta pelatihan tidak terlihat pada lubang/jendela tersebut, berarti jawaban peserta salah.

Gambar 3

Kunci Berjendela

 

 

 

2)    Skoring

Melakukan skoring dengan menggunakan rumus skoring yang setiap bentuk tes berbeda.

a)   Rumus Skor Benar-Salah

S  = S (R – W) X Wt

S  = skor

R  = jumlah jawaban yang benar

W = jumlah jawaban yang salah

Wt= bobot

n  = jumlah opsi (alternatif) yang disediakan pada tiap-tiap item

b)   Rumus skor untuk Pilihan Ganda

 

S

=

S

(R

-

W

) X

Wt

n – 1

 

c)   Rumus Skor untuk Menjodohkan

S

=

S

(R

-

W

) X

Wt

(n1 – 1) (n2 – 1)

n1 = jumlah pernyataan pada kolom kiri

n2 = jumlah opsi pada kolom sebelah kanan

W

  Karena hasil perhitungan ini terlalu kecil, maka

(n1 – 1) (n2 – 1)

sering diabaikan sehingga rumus yang digunakan jadi:

S = S R X Wt

d)   Rumus skor untuk ’Melengkapi’ : S = S R X Wt

e)   Skoring Tes Essay

Ada dua metoda waktu memberikan skor tes essay, yaitu:

(1)     Metoda Analisis

Metoda analisis adalah suatu cara menilai dengan menyiapkan sebuah model jawaban yang selanjutnya dianalisis menjadi beberapa step atau elemen yang terpisah, dan ditetapkan bahwa tiap elemen disediakan skor tertentu. Setelah satu model jawaban tersusun, jawaban setiap peserta pelatihan dibandingkan dengan model jawaban tersebut dan diberikan skor dengan tingkat kebenarannya.

(2)     Metoda Sortir

Metoda sortir digunakan untuk memberikan skor terhadap jawaban-jawaban yang tidak dibagi-bagi menjadi elemen-elemen. Jawaban peserta pelatihan dibaca secara keseluruhan. Setelah suatu jawaban selesai dibaca, jawaban tersebut dikelompokkan ke dalam kelompok baik sekali, baik, cukup, sedang, kurang, dan kurang sekali. Setelah selesai baru diberikan skor sesuai dengan kelompok tersebut.

Hal-hal yang perlu diperhatikan waktu memeriksa jawaban tes essay, yaitu:

(a)  Sebelum memulai memberi skor, siapkanlah terlebih dahulu model jawaban dan berikan skor setiap item.

(b)  Setiap jawaban hendaknya diperiksan tanpa melihat identitasnya terlebih dahulu.

(c)   Periksalah jawaban peserta pelatihan item demi item dengan cara periksa item nomor satu untuk semua jawaban peserta, setelah baru diperiksa item nomor dua untuk semua jawaban peserta, dan seterusnya. Dengan cara ini reliabilitas skor dapat dipertahankan.

Keterampilan yang dilakukan dalam mencatat dan menghimpun data kemajuan belajar peserta pelatihan adalah sebagai berikut:

  1. Mendata kemajuan belajar peserta pelatihan berdasarkan kriteria penilaian
  2. Menghimpun dan mengklasifikasi data kemajuan belajar peserta pelatihan sesuai dengan kriteria penilaian
  3. Menyusun scoring prestasi belajar untuk seluruh materi pelatihan.

Sikap kerja yang harus dilakukan waktu mencatat dan menghimpun data kemajuan belajar peserta pelatihan, yaitu:

Harus bersikap cermat, teliti, akurat, dan taat asas waktu mendata kemajuan belajar peserta pelatihan, menghimpun dan mengklasifikasi data kemajuan belajar peserta pelatihan, dan waktu menyusun scoring prestasi belajar.

  1. Membuat Keputusan Penilaian dan Memberikan Umpan Balik

Pengetahuan yang diperlukan waktu membuat keputusan penilaian dan memberikan umpan balik adalah sebagai berikut:

  1. Pedoman Mengolah Data Nilai Kemajuan Belajar Peserta Pelatihan Berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP)

Proses pemberian nilai merupakan suatu proses membandingkan skor dengan acuan yang dipakai, yang hasilnya bisa berupa nilai dengan skala, misalnya 0 – 4, 0 – 10, atau A – E. Nilai tersebut mengandung pengertian baik – tidak baik, lulus – tidak lulus, kompeten – belum kompeten, dan sebagainya. Oleh karena maknanya sangat berpengaruh sekali terhadap nasib seseorang, maka proses pemberian nilai haruslah dilakukan dengan hati-hati dan saksama. Dalam hal ini ada dua macam penilaian, yaitu penilaian acuan norma (PAN) dan penilaian acuan patokan (PAP).

Dalam modul ini tidak dibahas PAN sesuai dengan yang tercantum dalam SKKNI-nya, tetapi hanya membahas PAP.

Yang dimaksudkan dengan penilaian acuan patokan adalah penilaian yang dilakukan harus berdasarkan patokan yang telah ditetapkan sebelumnya yang digunakan sebagai pembanding terhadap semua hasil pengukuran. Patokan di sini akan digunakan sebagai batas penguasaan minimum dan bersifat tetap.

Peserta pelatihan yang hasil pengukurannya mencapai batas penguasaan minimum akan dinyatakan berhasil/lulus/kompeten. Dalam hal ini instruktur akan menilai berdasarkan patokan yang digunakan sebagai kriteria keberha-silan peserta pelatihan. Oleh sebab itu, instruktur yang menggunakan acuan patokan ini dituntut selalu mengarahkan, membantu, dan membimbing peserta pelatihan ke arah penguasaan minimal.

Sebagai contoh pemberian nilai berdasarkan PAP ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

 

Tabel 6

Contoh Batas Bawah Penguasaan Minimum

TINGKAT PENGUASAAN

NILAI AKHIR

KETERANGAN

90% – 100%

Baik Sekali

80% – 89%

Baik

65% – 79%

Cukup

55% – 64%

Sedang

Batas Minimum Berhasil 55%

Dalam pelatihan berbasis kompetensi batas penguasaan ditentukan oleh aspek kritis atau bukan aspek kritis. Selama materi pelatihan itu merupakan aspek kritis, maka tingkat penguasaannya harus seratus persen, apalagi semakin tinggi tingkat risikonya. Yang dimaksudkan dengan aspek kritis di sini adalah materi pelatihan, baik pengetahuan maupun keterampilan, yang harus dikuasai oleh peserta pelatihan, tanpa materi pelatihan ini peserta tidak akan pernah kompeten melaksanakan suatu tugas/pekerjaan. Yang termasuk dalam aspek kritis dalam suatu unit kompetensi dapat dilihat/ditemukan dalam SKKNI-nya.

  1. Cara Melakukan Analisis Penilaian dan Scoring Prestasi Belajar Peserta Pelatihan serta Penggunaannya untuk Umpan-balik Proses Pemebalajaran

Umpan balik adalah informasi yang diberikan kepada peserta pelatihan mengenai kemajuannya ke arah pencapaian tujuan pembelajaran atau dengan perkataan lain memberitahu peserta pelatihan mengenai hasil tes mereka setelah menempuh proses pembelajaran.

Umpan balik tidak akan berguna kalau tidak disertai dengan proses belajar kedua dan seterusnya untuk memperbaiki kesalahan atau kompetensi yang belum mereka kuasai minimal sampai penguasaan batas minimum.

Fungsi Umpan Balik:

1)    Fungsi peringatan, untuk mengingatkan tujuan pelatihan belum tercapai;

2)    Fungsi perbaikan strategi belajar;

3)    Fungsi pengujian pembelajaran;

4)    Fungsi komunikatif pembelajaran;

5)    Fungsi motivasional;

6)    Fungsi informasional, semakin banyak informasi materi pembelajaran akan membantu keberhasilan peserta pelatihan.

Berdasarkan hasil penilaian acuan patokan telah ditetapkan peserta pelatihan yang berhasil dan yang belum berhasil sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Untuk peserta yang dinyatakan berhasil tentunya bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi atau melanjutkan materi pelatihan selanjutnya, sedangkan yang belum berhasil tentunya akan mengulang materi yang belum dikuasai atau yang belum dinyatakan kompeten. Selanjutnya hasil penilaian ini diberitahukan kepada peserta pelatihan sebagai umpan balik yang ditindaklanjuti sesuai dengan maksud penggunaan hasil penilaian sebagai umpan balik dalam peroses pembelajaran.

Apabila setelah mengulang dalam waktu tertentu dan selanjutnya dievaluasi dinyatakan berhasil, maka yang bersangkutan dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya. Tetapi kalau masih tetap belum berhasil juga, maka peserta dipersilakan mengambil alternatif kegiatan yang setara. Pada waktunya apabila dievaluasi dinyatakan berhasil, dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya. Tetapi kalau tidak berhasil, peserta bersangkutan harus ditangani secara khusus dan sifatnya individual melalui proses diagnosis kesulitan belajar dan pengajaran remedial. Untuk jelasnya dapat dilihat pada gambar skema di bawah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1

Skema Penanganan Hasil Penilaian Peserta Pelatihan

 

Pengajaran remedial adalah tindak lanjut dari hasil pengukuran. Kegiatan ini terdiri atas program perbaikan dan program pengayaan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan remedial antara lain jumlah peserta pelatihan yang akan dilayani, tempat kegiatan akan dilaksanakan, waktu pelaksanaan, instruktur yang menangani remedial, metoda dan alat yang akan digunakan, tingkata kesulitan materi pelatihan.

Metoda dan alat yang akan digunakan hendaknya dipilih yang benar-benar dapat memberikan motivasi belajar peserta pelatihan.

1)    Program perbaikan dapat dilakukan melalui:

a)      Memberikan buku-buku yang relevan

b)      Tutorial

c)      Kerja kelompok

d)      Pengajaran berprogram

e)      Re-teaching

f)      Penggunaan lembar kerja

g)      Penggunaan alat bantu mengajar dengan audio-visual

h)      Permaianan (game)

i)      Permainan kartu.

Di samping itu, perbaikan terhadap pokok bahasan melalui menerangkan kembali, memanfaatkan peserta pelatihan yang pandai untuk menolong teman-temannya, memberikan tugas membaca buku referensi, mengumpulkan informasi dan membuat laporan, atau memberi tugas untuk didiskusikan.

Perbaikan terhadap bidang studi melalui mengubah cara instruktur mengajar, menambah waktu atau jampel, mengganti instruktur yang lebih cocok, memperbaiki cara belajar peserta pelatihan, membuat kelompok belajar.

2)    Program pengayaan dapat dilakukan melalui:

a)      Menerapkan hasil belajar ke situasi baru

b)      Aplikasi lanjut tentang pokok bahasan yang telah diajarkan

c)      Melatih cara berpikir untuk mencapai tingkat lebih tinggi

d)      Menelaah lanjut aspek-aspek yang lebih kompleks.

Kegiatan tersebut di atas dapat dilakukan apabila skor yang diperoleh dari hasil pengukuran telah diyakini kebenarannya, artinya diperkirakan tidak mengandung kesalahan. Apabila diperkirakan mengandung kesalahan, maka skor tersebut perlu dilakukan verifikasi terlebih dahulu.

Untuk mengetahui ada tidaknya kesalahan pada skoring dapat berpedoman pada ada tidaknya tanda-tanda kesesatan. Yang dapat dijadikan pedoman untuk menduga ada tidaknya kesesatan sebagai berikut:

1)    Skor yang diperoleh memberikan gambaran yang berbeda apabila dibandingkan dengan perolehan skor sebelumnya.

2)    Distribusi skor yang diperoleh menyimpang dari distribusi normal, misalnya semua peserta mendapatkan skor yang tinggi atau sebaliknya.

Adapun sumber kesesatan antara lain:

1)    Kurang sempurnanya alat evaluasi, artinya materi tes tidak valid atau tidak reliabel.

2)    Kurang sempurnanya prosedur evaluasi, misalnya pengawasan yang longgar, ruangan kurang kondusif, dsb.

3)    Kurang telitinya pencatatan atau penghitungan skor.

 

Prosedur verifikasi sebagai berikut:

1)    Periksa kembali setiap item materi tes. Apabila setiap item materi tes tidak bermasalah, maka dapat disimpulkan bahwa kesalahan bukan pada materi tes.

2)    Tinjau kembali pelaksanaan evaluasi. Apakah pelaksanaan telah memenuhi prosedur atau ketentuan pelaksanaan evaluasi/penilaian. Apakah tidak akan pengaruh luar yang mengganggu jalannya pelaksanaan evaluasi. Apabila tidak ditemukan kesalahan dalam pelaksa-naan evaluasi, maka dilakukan pemeriksaan pada proses pencatatan atau skoring.

3)    Periksa kembali pencatatan skor yang telah dilakukan. Apabila pada proses skoring juga tidak terjadi kesalahan, artinya skor yang diperoleh memang sebagai fakta/data yang benar, tidak mengandung kesalahan atau kesesatan.

Untuk mengetahui apakah alat evaluasi reliabel atau valid, berikut ini disampaikan prosedurnya.

Prosedur Mencari Validitas Alat Evaluasi:

1)    Memeriksa kesesuaian alat evaluasi terhadap tujuan belajar

2)    Memeriksa kejelasan soal-soal (kalimat, kata-kata dan pengertiannya)

3)    Memeriksa kesesuaian dan keseimbangan antara soal dengan materi pelatihan yang telah diberikan

4)    Menyiapkan satu grup peserta pelatihan

5)    Berikan soal-soal tes untuk dikerjakan secara individu

6)    Dari hasil pengerjaan soal-soal tes tersebut, kelompokkan peserta pelatihan menjadi dua kelompok:

-      kelompok yang baik

-      kelompok yang kurang baik.

7)    Buat tabel hasil pengerjaan soal dan skor peserta pelatihan

8)    Buat diagram validitas

9)    Masukkan hasil persentase dari kedua kelompok pada diagram validitas.

 

 

Tabel 7

Daftar Hasil Pengerjaan Tes dan Skor Peserta Pelatihan

NO

NAMA PESERTA

JAWABAN YANG BENAR

SKOR

KET.

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

  1. 1.
Awayoga

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

100

Baik

  1. 2.
Budi Santosa

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

100

Baik

  1. 3.
Awi Tanu

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

100

Baik

  1. 4.
Abu Djamin

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

90

Baik

  1. 5.
Hanisawati

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

90

Baik

  1. 6.
Hadi Murwoto

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

90

Baik

  1. 7.
Audi Harahap

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

90

Baik

  1. 8.
Avira

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

80

Baik

  1. 9.
Chaerusa

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

80

Baik

Christin Banu

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

80

Baik

Bakri Sunu

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

80

Baik

Bibit Chandra

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

80

Baik

Charlie Wong

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

70

Baik

Anidya

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

60

Baik

Atiek Luna

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

60

Baik

Dadiman

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

60

Baik

Datiningtyas

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

60

Baik

Kardiman

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

60

Baik

Andi Odang

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

60

Baik

Joni Marbun

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

60

Baik

Eni Puspa

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

60

Baik

Ely Ermawati

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

50

Kurang

Etiek Maryati

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

50

Kurang

Fakri Akhmad

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

50

Kurang

Gogon Rumbai

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

50

Kurang

Ali Sakti

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

50

Kurang

Andi Sormin

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

50

Kurang

Deddy Kristiadi

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

50

Kurang

Deddy Ediono

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

50

Kurang

Doli Sampur

Ö

Ö

Ö

Ö

40

Kurang

Niniek Ambarwati

Ö

Ö

Ö

Ö

40

Kurang

 

33

12

30

13

33

10

26

30

21

31

Tabel 8

Daftar Pengelompokan dan Persentase Hasil Pengerjaan Soal

NOMOR SOAL

KELOMPOK PESERTA PELATIHAN YANG BAIK

KELOMPOK PESERTA PELATIHAN YANG KURANG

TOTAL

JUMLAH PESERTA YANG MENJAWAB BENAR

ANGKA

%

JUMLAH PESERTA YANG MENJAWAB BENAR

ANGKA

%

JUMLAH

%

1.

llll llll llll llll llll lll

23

92

llll llll

10

100

33

94

2.

llll llll l

11

44

l

1

10

12

34

3.

llll llll llll llll l

21

84

llll llll

9

90

30

86

4.

llll llll lll

13

52

0

0

13

37

5.

llll llll llll llll ll

22

88

llll llll

9

90

31

89

6.

llll llll

10

40

0

0

10

29

7.

llll llll llll llll llll

24

96

ll

2

20

26

74

8.

llll llll llll llll ll

22

88

llll lll

8

80

30

86

9.

llll llll llll llll

20

80

l

1

10

21

60

10.

llll llll llll llll lll

23

92

llll lll

8

80

31

89

Gambar 2

Diagram Validitas

G

R

U

P

Y

A

N

G

B

A

I

k

100%

Soal No. 7  ·

  • ·

90%

TEPAT

TERLALU MUDAH       Soal No.1 & 10

 Soal No. 5 & 8  ·

  • ·

80%

Soal NO. 9 ·

Soal No. 3

70%

SEDANG

60%

  • · Soal No. 4

50%

TERLALU SULIT

TIDAK TEPAT

  • · Soal No. 6

40%

  • Soal No. 2

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

GRUP YANG KURANG BAIK

Prosedur menentukan reliabilitas alat evaluasi sebagai berikut:

1)    Siapkan satu grup peserta pelatihan ± 35 orang

2)    Berikan materi tes dengan jumlah genap

3)    Koreksi mana soal yang benar dan yang salah dibuatkan tabel seperti Tabel 9.

4)    Kelompokkan soal menjadi dua, nomor genap dan ganjil seperti Tabel 11.

5)    Hitung dengan rumus:

D (r)

=

1

-

6 (S D²)

N (N² – 1)

Dengan ketentuan: apabila nilai D atau r ³ 0.5, materi tes dapat dikatakan dipercaya/reliabel.

 

Tabel 9

Daftar Soal Yang Dijawab Benar dan Salah

N0.

NAMA PESERTA

NOMOR PERTANYAAN

JUMLAH

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

1

Awayoga

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

10

2

Abu Djamin

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

-

Ö

Ö

Ö

Ö

9

3

Anidya

-

Ö

Ö

Ö

Ö

-

Ö

-

-

Ö

6

4

Atiek Luna

Ö

-

Ö

-

Ö

-

Ö

Ö

Ö

Ö

7

5

Andi Odang

Ö

Ö

Ö

-

Ö

-

Ö

Ö

-

-

6

6

Ali Sakti

Ö

-

Ö

-

Ö

-

-

Ö

-

Ö

5

7

Andi Sormin

Ö

-

Ö

-

Ö

-

-

Ö

-

Ö

5

8

Bakri Sunu

Ö

Ö

-

Ö

-

Ö

Ö

Ö

Ö

Ö

8

9

Bibit Chandra

Ö

Ö

Ö

-

Ö

-

Ö

Ö

Ö

Ö

8

10

Dadiman

-

-

Ö

-

Ö

-

Ö

Ö

Ö

Ö

6

11

Kardiman

Ö

-

Ö

Ö

-

-

Ö

Ö

-

Ö

6

12

Joni Marbun

Ö

-

Ö

-

Ö

-

Ö

Ö

Ö

-

6

13

Doli Sampur

Ö

-

-

-

Ö

-

-

Ö

-

Ö

4

JUMLAH

11

6

11

5

11

2

10

12

7

11

86

Tabel 10

Daftar Ranking Pertanyaan Nomor Ganjil dan Nomor Genap

NO.

NAMA PESERTA

PERTANYAAN NOMOR GANJIL

NAMA PESERTA

PERTANYAAN NOMOR GENAP

JUMLAH

RANKING

JUMLAH

RANKING

1

Awayoga

5

3

Awayoga

5

2,5

2

Abu Djamin

5

3

Andi Sormin

5

2,5

3

Atiek Luna

5

3

Bakri Sunu

5

2,5

4

Bibit Chandra

5

3

Ali Sakti

5

2,5

5

Joni Marbun

5

3

Abu Djamin

4

5

6

Andi Odang

4

6,5

Anidya

3

7

7

Dadiman

4

6,5

Bibit Chandra

3

7

8

Andi Sormin

3

10

Kardiman

3

7

9

Bakri Sunu

3

10

Atiek Luna

2

12

10

Ali Sakti

3

10

Dadiman

2

12

11

Anidya

3

10

Doli Sampur

2

12

12

Kardiman

3

10

Andi Odang

2

12

13

Doli Sampur

2

13

Joni Marbun

1

13

Tabel 11

Penggolongan Soal Nomor Ganjil dan Nomor Genap

NO.

NAMA PESERTA

PERTANYAAN NOMOR GANJIL

PERTANYAAN NOMOR GENAP

D

JUMLAH

RANKING

JUMLAH

RANKING

1

Awayoga

5

3

5

5

2

4

2

Abu Djamin

5

3

4

5

2

4

3

Anidya

3

3

3

5

2

4

4

Atiek Luna

5

3

2

5

2

4

5

Andi Odang

4

3

2

4

1

1

6

Ali Sakti

3

6,5

5

3

3,5

12,25

7

Andi Sormin

3

6,5

5

3

3,5

12,25

8

Bakri Sunu

3

10

5

3

7

49

9

Bibit Chandra

5

10

3

2

8

64

10

Dadiman

4

10

2

2

8

64

11

Kardiman

3

10

3

2

8

64

12

Joni Marbun

5

10

1

2

8

64

13

Doli Sampur

2

13

2

1

12

144

 

Jumlah

491

D (r)

=

1

-

6 (S D²)

N (N² – 1)

D (r)

=

1

-

6 (491)

13 (169 – 1)

D (r)

=

1

-

2.946

2.184

D (r)

=

1

-

1,35

= – 0,35

Dengan hasil D = – 0,35 berarti lebih kecil dari 0,5. Dengan demikian materi penilaian tidak dapat dipercaya atau derajat kepercayaannya rendah.

Di samping tingkat validitas dan reliabilitas materi tes tersebut di atas, analisis materi tes juga bisa dilakukan dengan indeks beda dan indeks kesulitan seperti tersebut di bawah ini.

Indeks beda adalah angka yang menunjukkan apakah suatu soal materi tes dapat membedakan peserta pelatihan yang pandai dan yang kurang pandai dengan ketentuan angka tersebut ³ 0,40.

Untuk mencari indeks beda atau V dengan menggunakan rumus:

V =

Ru – RL

Nu

Ru = Right upper (jumlah jawaban yang benar dari kelompok atas)

RL = Rignt lower (jumlah jawaban yang benar dari kelompok bawah)

Nu = Number upper (jumlah peserta pelatihan yang termasuk 27% – 33,3% kelompok atas.

Indeks kesulitan atau D adalah angka yang menunjukkan proporsi peserta pelatihan yang menjawab benar suatu materi tes. Makin besar D berarti soal itu semakin mudah demikian juga sebaliknya. D dikatakan baik jika besarnya antara 0,40 – 0,75.

Prosedur untuk mencari D sebagai berikut:

1)    Menghimpun hasil penilaian peserta pelatihan

2)    Melakukan skoring

3)    Menyusun ranking hasil skoring

4)    Mengelompokkan peserta antara 27% – 33,3% kelompok atas dan bawah, sedangkan kelompok tengah diabaikan

5)    Menghitung jumlah jawaban yang benar untuk setiap nomor materi tes, baik untuk kelompok atas maupun kelompok bawah

6)    Menghitung indeks kesukaran dengan rumus:

D =

Ru + RL

Nu + NL

 

Hasil penghitungan indeks beda dan indeks kesukaran dibuatkan tabel seperti di bawah ini sekaligus rekomendasi terhadap setiap item materi tes.

Tabel 12

Daftar Indeks Beda dan Indeks Kesulitan Materi Tes

NOMOR SOAL

V

D

REKOMENDASI

Indeks

Artinya

Indeks

Artinya

Soal No. 1

0,17

Jelek

1

Jelek

Dibuang
Soal No. 2

0,67

Baik

0,45

Baik

Dipakai lagi
Soal No. 3

0,17

Jelek

0,90

Jelek

Dibuang
Soal No. 4

0,67

Baik

0,36

Jelek

Direvisi
Soal No. 5

0,17

Jelek

0,90

Jelek

Dibuang
Soal No. 6

0,75

Baik

0,41

Baik

Dipakai lagi
Soal No. 7

0,75

Baik

0,59

Baik

Dipakai lagi
Soal No. 8

0,75

Baik

0,86

Jelek

Direvisi
Soal No. 9

0,92

Baik

0,59

Baik

Dipakai lagi
Soal No. 10

0,33

Jelek

0,90

Jelek

Dibuang

Keterampilan yang perlu dilakukan waktu membuat keputusan penilaian dan memberikan umpan balik adalah sebagai berikut:

1)   Mengolah data nilai kemajuan belajar peserta pelatihan berdasarkan PAP

2)   Menganalisis penilaian dan scoring prestasi belajar peserta pelatihan serta menggunakannya untuk umpan balik proses pembelajaran.

Sikap kerja yang harus dilakukan waktu membuat keputusan penilaian dan memberikan umpan balik adalah sebagai berikut:

Harus bersikap cermat, teliti, akurat, dan taat asas waktu melakukan mengolah data nilai kemajuan belajar peserta pelatihan berdasarkan PAP, dan menganalisis penilaian dan scoring prestasi belajar peserta pelatihan serta menggunakannya untuk umpan balik proses pembelajaran.

BAB III

SUMBER-SUMBER LAIN

YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI 

 

 

  1. A.      SUMBER-SUMBER PERPUSTAKAAN

 

  1. Daftar Pustaka
    1. Departemen Tenaga Kerja RI, Metodologi Latihan Kerja, Modul MLK 4, Evaluasi, Jilid I, Jakarta, 1991
    2. ________, Metodologi Latihan Kerja, Modul MLK 4, Evaluasi, Jilid III,

Jakarta, 1991

  1. ________, Evaluasi Hasil Belajar,Modul 2.6, Jakarta, 1990
  2. Mudji Santoso, Drs., dkk, Evaluasi Latihan,ML.36, Departemen Tenaga Kerja

dan TransmigrasiRI, Jakarta, 1982

  1. Slameto, Drs., Evaluasi Pendidikan, Bina Aksara, Surabaya, 1988
  2. Wayan Nurkancana dan P.P.N. Sumartana, Evaluasi Pendidikan, Usaha

Nasional, Surabaya, 1986

 

  1. Buku Referensi
    1. Rusli Syarif, Ir., Teknik Manajemen Latihan dan Pembinaan, Angkasa, Bandung, 1991
    2. Subagio Atmodiwirio, Drs.,M.Ed., Manajemen Pelatihan, Ardadizya, Jakarta, 2005

 

  1. B.      DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN     

 

  1. Daftar Peralatan/Mesin

 

No.

Nama Peralatan/Mesin

Keterangan

Laptop, infocus, laserpointer Untuk di ruang teori
Kalkulator Untuk setiap peserta
Printer  
Hechmachine (stapler/penjepret) 24 dan 10  
Pelubang kertas  
Penjepit kertas ukuran kecil dan sedang  
Standar chart dan kelengkapannya  
Peralatan Praktik terkait dgn keahlian peserta (untuk evaluasi praktik)  
  1. Daftar Bahan

 

No.

Nama Bahan

Keterangan

Modul Pelatihan (buku informasi, buku kerja, buku penilaian) Setiap peserta
Kertas bergaris  
Kertas HVS A4  
Spidol whiteboard  
Spidol marker  
Kertas chart (flip chart)  
Tinta printer  
ATK siswa Setiap peserta

 

 

TIM PENYUSUN

 

 

No.

Nama

Institusi

Keterangan

Bambang Purwoprasetyo Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Robert B. Sitorus Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Rubito Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Ali Darokah BBPLKDN Bandung  
Annoordin BBPLKDN Bandung  
Herwadi BBPLKDN Bandung  
Rahmat Sudjali Badan Nasional Sertifikasi Profesi  
Darma Setiawan Badan Nasional Sertifikasi Profesi  
Sjahruddin Kaliky BBLKI Serang  
  1. 10.
Bambang Trianto BBLKI Serang  
  1. 11.
Muh. Yasir BBPLKLN Cevest Bekasi  
  1. 12.
Karyaman BBPLKLN Cevest Bekasi  
  1. 13.
Subandi Dit. Stankomproglat  
  1. 14.
Bayu Priantoko Dit. Stankomproglat  
  1. 15.
Atiek Chrisnarini Biro Hukum Depnakertrans  
  1. 16.
Senggono BLK Pasar Rebo  

 

artikel lainnya Menilai Kemajuan Kompetensi Peserta Pelatihan Secara Individu PLK.MP02.010.01

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Thursday 6 March 2014 | blog

PERJANJIAN KERJASAMA ANTARA PT. GENTRADE   DAN GABUNGAN KELOMPOK TANI ( GAPOKTAN ) BINA PANGAN  …

Monday 27 October 2014 | blog

Information technology has been part of dynamic and modern society. Information technology increases productivity and fastens…

Thursday 19 June 2014 | blog

Drs. Joko Tri Prasetyo, dkk.1991.Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Rineka Cipta. 32. Prof. Dr. Koentjoroningrat, mengraikan tentang…

Friday 8 August 2014 | blog

PANDUAN PENGISIAN FORMULIR PERMOHONAN MEREK Panduan pengisian formulir pendaftaran Merek ini bertujuan untuk memfasilitasi pengisian formulir…