Advertisement
loading...

 

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN KERJA

 

 

 

MENILAI KEBUTUHAN PELATIHAN SESUAI DENGAN SITUASI DAN KONDISI DAERAH

PLK.MP01.004.01

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 51 Lt. 6.A Jakarta Selatan

 


DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR —————————————————————————   1

DAFTAR ISI ———————————————————————————–   2

BAB I    STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI) DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) —————————————————————-   4

  1. Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) ——————————-   4
  2. Unit Kompetensi Prasyarat —————————————————-   7
  3. Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) ——————————-   8

BAB II   MENILAI KEBUTUHAN PELATIHAN SESUAI DENGAN SITUASI DAN KONDISI DAERAH            12

  1. Latar Belakang ——————————————————————  12
  2. Tujuan —————————————————————————  12
  3. Ruang Lingkup ——————————————————————  13
  4. Pengertian Istilah ————————————————————–  13
  5. Diagram Alir Unjuk Kerja Pencapaian Kompetensi ————————-  17
  6. Materi Pelatihan Menilai Kebutuhan Pelatihan Sesuai dengan Situasi dan Kondisi Daerah ————————————————————————————  17
    1. Menganalisis Permintaan Pelatihan di Suatu Daerah——————– 17

a. Pengertian Permintaan Pelatihan————————————– 17

b. Survey Permintaan Pelatihan ——————————————  18

c. Target Populasi Pelatihan ———————————————-  20

  1. Menganalisis Penawaran Pelatihan di Suatu Daerah——————– 27

a. Pengertian Penawaran Pelatihan————————————– 27

b. Sumber Daya Pelatihan————————————————- 27

c. Survey Penawaran Pelatihan ——————————————  28

1) Pengertian Survey Penawaran Pelatihan ————————-  28

2) Maksud Survey Penawaran Pelatihan —————————-  28

3) Tujuan Survey Penawaran Pelatihan —————————–  28

4) Instrumen Survey Penawaran Pelatihan ————————–  28

  1. Merumuskan Kebutuhan Pelatihan di Suatu Daerah ——————–  33
    1. Pedoman Mengidentifikasi Jenis-jenis Kebutuhan Pelatihan Berdasarkan Keseimbangan Permintaan dan Penawaran Pelatihan————– 33
    2. Pedoman Mengisi Tabel Penetapan Jenis Pelatihan—————- 36
    3. Pelaporan ——————————————————————-  37

BAB III SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI —–  39

  1. Sumber-sumber Perpustakaan ————————————————  39

1. Daftar Pustaka —————————————————————  39

2. Buku Referensi —————————————————————  39

  1. Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan ——————————————  40
    1. Daftar Peralatan/Mesin————————————————— 40
    2. Daftar Bahan————————————————————— 40

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI)

DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK)

 

  1. A.      Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI)
  2. KODE UNIT

:

PLK.MPO1.004.01
  1. JUDUL UNIT

:

Menilai Kebutuhan Pelatihan Sesuai dengan Situasi dan Kondisi Daerah
  1. DESKRIPSI UNIT

:

Unit ini merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam menilai kebutuhan pelatihan sesuai situasi dan kondisi daerah

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

1.   Menganalisis permintaan pelatihan di suatu daerah

1.1 Data dan informasi tentang permintaan pelatihan diperoleh dari sumber-sumber yang sahih.

1.2 Data dan informasi tentang permintaan pelatihan dianalisis untuk menentukan permintaan pelatihan yang dominan.

2.   Menganalisis penawaran pelatihan di suatu daerah

2.1 Data dan informasi tentang penawaran pelatihan diperoleh dari sumber-sumber yang sahih.

2.2 Data dan informasi tentang penawaran pela-tihan dianalisis untuk mengetahui kemampuan penawaran dalam meme-nuhi kebutuhan pelatihan di daerah.

3.   Merumuskan kebutuhan-kebutuhan pelatihan di suatu daerah

3.1 Jenis-jenis kebutuhan pelatihan diiden-tifikasi berdasarkan keseimbangan permintaan dan penawaran.

3.2 Jenis-jenis kebutuhan   pelatihan diru-muskan sesuai dengan potensi sumber daya yang tersedia di suatu daerah.

 

 

 

 

  1. Batasan Variabel
    1. Konteks variabel :

Unit ini berlaku untuk menganalisis permintaan pelatihan di suatu daerah, Menganalisis penawaran pelatihan di suatu daerah dan Merumuskan kebutuhan-kebutuhan pelatihan di suatu daerah yang digunakan untuk Menilai kebutuhan pelatihan sesuai situasi dan kondisi daerah pada Bidang metodologi pelatihan.

  1. Perlengkapan untuk menilai kebutuhan pelatihan sesuai situasi dan kondisi daerah mencakup :

1)     Kebijakan daerah

2)     Data sumber daya pelatihan dalam suatu daerah

3)     Formulir yang berkaitan dengan Training Needs Analysis

4)     Buku referensi/literatur.

5)     Alat tulis kantor.

  1. Tugas pekerjaan untuk menilai kebutuhan pelatihan sesuai situasi dan kondisi daerah meliputi :

1)     Menganalisis data dan informasi tentang permintaan pelatihan untuk menentukan permintaan pelatihan yang dominan.

2)     Menganalisis data dan informasi tentang penawaran pelatihan untuk mengetahui kemampuan penawaran dalam memenuhi kebutuhan pelatihan di daerah.

3)     Merumuskan jenis-jenis kebutuhan pelatihan sesuai dengan potensi sumber daya yang tersedia di suatu daerah.

  1. Peraturan untuk menilai kebutuhan pelatihan sesuai situasi dan kondisi daerah sebagai bagian dari program pelatihan adalah :

1)     Pedoman Analisis Kebutuhan Pelatihan.

  1. Panduan Penilaian :
    1. Penjelasan prosedur penilaian :

Alat, bahan dan tempat penilaian serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya yang diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi ini dengan unit-unit kompetensi yang terkait :

- PLK.MP01.001.01  Merumuskan  Permasalahan Pelatihan di Daerah

  1. Kondisi Penilaian :

1)      Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut yang terkait dengan menganalisis permintaan pelatihan di suatu daerah, menganalisis penawaran pelatihan di suatu daerah dan merumuskan kebutuhan-kebutuhan pelatihan di suatu daerah, yang digunakan menilai kebutuhan pelatihan sesuai situasi dan kondisi daerah sebagai bagian dari program pelatihan;

2)      Penilaian dapat dilakukan dengan cara : lisan, tertulis, demonstrasi/ praktik;

3)      Penilaian dapat dilaksanakan secara : simulasi di workshop dan atau di tempat kerja.

  1. Pengetahuan yang dibutuhkan :

Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut :

1)    Data dan informasi tentang permintaan pelatihan dari sumber-sumber yang sahih.

2)    Jenis-jenis kebutuhan pelatihan diidentifikasi berdasarkan keseimbangan permintaan dan penawaran.

  1. Keterampilan yang dibutuhkan :

Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut :

1)    Menganalisis data dan informasi tentang permintaan pelatihan untuk menentukan permintaan pelatihan yang dominan.

2)    Menganalisis data dan informasi tentang penawaran pelatihan untuk mengetahui kemampuan penawaran dalam memenuhi kebutuhan pelatihan di daerah.

3)    Merumuskan jenis-jenis kebutuhan pelatihan sesuai dengan potensi sumber daya yang tersedia di suatu daerah.

  1. Aspek Kritis :

Aspek kritis  yang merupakan kondisi kerja perlu diperhatikan dalam mendukung unit kompetensi ini, sebagai berikut :

1)    Perbedaan persepsi dalam menganalisis situasi dan kondisi daerah

2)    Kompetensi SDM yang variatif dalam mendalami penilaian kebutuhan pelatihan.

  1. Kompetensi Kunci

 

No

Kompetensi Kunci dalam Unit ini

Tingkat

1

Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi

2

2

Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide

2

3

Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan

3

4

Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis

2

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

1

 

  1. B.      Unit Kompetensi Prasyarat

Sebelum mengikuti pelatihan unit kompetensi Merumuskan Permasalahan Pelatihan di Daerah ini peserta harus sudah kompeten untuk unit kompetensi sebagai berikut:

- PLK.MP01.001.01 Merumuskan Permasalahan Pelatihan di Daerah.

- PLK.MP01.002.01 Merumuskan Permasalahan Pelatihan di Suatu Organisasi

 

 

 

 

  1. C.      Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK)

Judul Unit Kompetensi             :    Menilai Kebutuhan Pelatihan Sesuai dengan Situasi dan Kondisi Daerah

Kode Unit Kompetensi             :    PLK.MP01.004.01

Deskripsi Unit Kompetensi        :    Unit ini merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam menilai kebutuhan pelatihan sesuai dengan situasi dan kondisi daerah

Prakiraan Waktu Pelatihan        :    24 Jp @ 45 Menit

Tabel Silabus Unit Kompetensi  :

 

Elemen Kompetensi

Kriteria

Unjuk Kerja

Indikator

Unjuk Kerja

Materi Pelatihan

Prakiraan

Waktu Pelatihan

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Penge-tahuan

Keteram-pilan

  1. Menganalisis permintaan pelatihan di suatu daerah
1.1 Data dan informasi tentang permintaan pelatihan diperoleh dari sumber-sumber yang sahih – Dapat menjelaskan cara memperoleh data dan informasi permintaan pelatihan di suatu daerah

– Mampu menghimpun data dan informasi permintaan pelatihan di suatu daerah

– Harus bersikap cermat, teliti, tekun, dan sopan santun

– Cara memperoleh data dan informasi permintaan pelatihan di suatu daerah – Menghimpun data dan informasi permintaan pelatihan di suatu daerah – Cermat

– Teliti

– Tekun

– Sopan/santun

3

6

  1.2 Data dan informasi tentang permintaan pelatihan dianalisis untuk menentukan permintaan pelatihan yang dominan – Dapat menyebutkan dan menjelaskan pedoman menganalisis data dan informasi permintaan pelatihan untuk menentukan permintaan pelatihan yang dominan – Pedoman menganalisis data dan informasi permintaan pelatihan untuk menentukan permintaan pelatihan yang dominan – Menganalisis data dan informasi permintaan pelatihan untuk menentukan permintaan pelatihan yang dominan – Cermat

– Teliti

– Taat asas

   
    – Mampu menganalisis data dan informasi permintaan pelatihan untuk menentukan permintaan pelatihan yang dominan

– Harus bersikap cermat, teliti, dan taat asas

     

Asesmen

  1. Menganalisis penawaran pelatihan di suatu daerah
2.1  Data dan informasi tentang penawaran pelatihan diperoleh dari sumber-sumber yang sahih

 

– Dapat menjelaskan cara memperoleh data dan informasi penawaran pelatih-an di suatu daerah

– Mampu mengidentifikasi penawaran pelatihan di suatu daerah

– Harus bersikap cermat, teliti, tekun, dan sopan santun

 

– Cara memperoleh data dan informasi penawaran pelatih-an di suatu daerah:

Identifikasi LPK Pemerin-tah/Swasta

– Mengidentifikasi penawaran pelatihan di suatu daerah – Cermat

– Teliti

– Tekun

– Sopan/ santun

2

6

  2.2  Data dan informasi tentang penawaran pelatihan dianalisis untuk mengetahui kemampuan penawaran dalam memenuhi kebutuhan pelatihan di daerah – Dapat menjelaskan pedoman menganalisis data dan informasi penawaran pelatihan dalam mememuhi kebutuhan pelatihan di daerah

– Mampu menganalisis data dan informasi penawaran pelatihan dalam mememuhi kebutuhan pelatihan di daerah

 

– Pedoman menganalisis data dan informasi penawaran pelatihan dalam mememuhi kebutuhan pelatihan di daerah – Menganalisis data dan informasi penawaran pelatihan dalam mememuhi kebutuhan pelatihan di daerah – Cermat

– Teliti

2

6

Asesmen

  1. Merumuskan kebutuhan-kebutuhan pelatihan di suatu daerah
3.1  Jenis-jenis kebutuhan pelatihan diidentifikasi berdasarkan keseimbangan permintaan dan penawaran – Dapat menjelaskan pedoman mengidentifikasi jenis kebutuhan pelatihan berdasarkan keseimbangan permintaan dan penawaran pelatihan

– Mampu mengidentifikasi jenis kebutuhan pelatihan berdasarkan keseimbangan permintaan dan penawaran pelatihan

– Harus bersikap cermat dan teliti

– Pedoman mengidentifikasi jenis kebutuhan pelatihan berdasarkan keseimbangan permintaan dan penawaran pelatihan – Mengidentifikasi jenis kebutuhan pelatihan berdasarkan keseimbangan permintaan dan penawaran pelatihan – Cermat

– Teliti

2

4

  3.2  Jenis-jenis kebutuhan pelatihan dirumuskan sesuai dengan potensi sumber daya yang tersedia di suatu daerah – Dapat menjelaskan pedoman merumuskan jenis kebutuhan pelatihan disesu-aikan dengan sumber daya yang tersedia

– Mampu merumuskan jenis kebutuhan pelatihan disesu-aikan dengan sumber daya yang tersedia

– Harus bersikap cermat dan teliti

 

– Pedoman merumuskan jenis kebutuhan pelatihan disesu-aikan dengan sumber daya yang tersedia – Merumuskan jenis kebutuhan pelatihan disesu-aikan dengan sumber daya yang tersedia – Cermat

– Teliti

 

 

 

 

BAB II

MENILAI KEBUTUHAN PELATIHAN SESUAI DENGAN

SITUASI DAN KONDISI DAERAH

 

 

  1. A.     Latar Belakang

Hasil merumuskan permasalahan pelatihan di suatu daerah adalah kebutuhan pelatihan daerah yang ditentukan berdasarkan aspek kesempatan kerja, kelayakan lembaga pelatihan daerah, dan kebijakan ketenagakerjaan daerah. Kebutuhan pelatihan hasil rumusan ini masih perlu dinilai apakah kebutuhan pelatihan ini benar-benar dapat direalisasikan pelatihannya berdasarkan sumber daya daerah tersebut. Sumber daya yang dimaksudkan di sini, yaitu sumber daya pelatihan, dan sumber daya pendukung lainnya yang ada di daerah tersebut.

Berkenaan dengan itu, buku informasi ini membahas tentang unit kompetensi Menilai Kebutuhan Pelatihan Sesuai dengan Situasi dan Kondisi Daerah yang materinya berisi bagaimana menilai kebutuhan pelatihan daerah agar kebutuhan pelatihan yang ditetapkan benar-benar merupakan kebutuhan daerah terutama untuk mengatasi permasalahan pelatihan daerah yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah tersebut.

 

  1. B.     Tujuan

Adapun tujuan diadakan kegiatan menilai kebutuhan pelatihan sesuai dengan situasi dan kondisi daerah adalah sebagai berikut:

  1. agar kebutuhan pelatihan daerah yang merupakan hasil rumusan permasalahan pelatihan daerah dapat dipenuhi melalui pelatihan yang tepat.
  2. agar pelatihan yang diselenggarakan dalam rangka memenuhi kebutuhan pelatihan daerah dapat berjalan secara efisien dan efektif.
  3. agar penempatan tenaga kerja tersebar secara proporsional, baik secara hubungan kerja maupun secara usaha mandiri berdasarkan kondisi populasi penganggur/pencari kerja.

 

 

 

  1. C.     Ruang Lingkup

Ruang lingkup kegiatan menilai kebutuhan pelatihan sesuai dengan situasi dan kondisi daerah dalam unit kompetensi ini meliputi kegiatan mengidentifikasi kebutuhan pelatihan berdasarkan keseimbangan permintaan dan penawaran pelatihan, merumuskan kebutuhan pelatihan berdasarkan sumber daya yang terdia di daerah tersebut, dan menentukan kebutuhan pelatihan yang tepat, artinya kebutuhan pelatihan yang benar-benar didukung oleh sumber daya yang tersedia.

 

  1. D.     Pengertian-pengertian
    1. Data

Data adalah fakta yang merupakan hasil penelitian.

  1. Informasi

Informasi adalah data yang sudah diolah dengan memenuhi tiga syarat utama, yaitu tepat waktu, relevan, dan dapat dipercaya.

  1. Kualifikasi

Kualifikasi adalah keahlian yang diperlukan untuk melakukan sesuatu (menduduki jabatan, dsb.)

  1. Sumber yang Sahih

Sumber yang sahih adalah sumber yang tepat, sah, dan benar.

  1. Potensi Kesempatan Kerja

Potensi kesempatan kerja adalah kesempatan kerja yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan.

  1. Diagram Alir

Diagram alir atau diagram arus adalah gambar yang memperlihatkan jalannya pelaksanaan kegiatan.

  1. Pencari Kerja

Pencari kerja adalah orang yang mencari kerja.

  1. Wirausaha

Wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatus permodalan operasinya.

 

 

  1. Usaha Mandiri

Usaha mandiri adalah suatu kegiatan untuk memperoleh penghasilan dengan cara berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain.

  1. Subsidi

Subsidi adalah bantuan uang dan sebagainya kepada yayasan, perkumpulan, dsb., biasanya dari pihak pemerintah.

 

  1. Job Required Performance

Job required performance adalah persyaratan unjuk kerja yang dibutuhkan suatu jabatan.

  1. RPJMD

RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) adalah rencana pembangunan daerah untuk jangka waktu lima tahun yang merupakan yang merupakan penjabaran visi, misi dan program kepala daerah yang penyusunan-nya berpedoman pada RPJPD dengan memperhatikan RPJM nasional.

  1. RENSTRA SKPD

RENSTRA SKPD adalah rencana strategis satuan kerja perangkat daerah yang memuat visi, misi, tujuan, strategi kebijakan, program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya berpedoman pada RPJMD dan bersifat indikatif.

  1. Bursa Kerja

Bursa kerja adalah tempat yang dijadikan ajang permintaan dan penawaran kerja antara pencari kerja dan pengguna tenaga kerja.

  1. Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

  1. Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu di mana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

  1. Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut di tempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

  1. Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri atas judul unit, deskripsi unit, elemen.

  1. Menganalisis

Menganalisis adalah menyelidiki dengan menguraikan bagian-bagiannya.

  1. Mengidentifikasi

Mengidentifikasi adalah menentukan atau menetapkan identitas orang, benda, dsb.

  1. Program Pelatihan

Program pelatihan adalah suatu rumusan tertulis yang memuat secara sistematis tentang pemaketan unit-unit kompetensi sesuai dengan area kompetensi jabatan pada area pekerjaan sebagai acuan dalam penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi.

  1. Pelatihan Kerja

Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh, meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang dan kualifikasi kompentensi/jabatan/ pekerjaan serta spesifikasi pekerjaan.

  1. Pelatihan Berbasis Kompetensi (yang selanjutnya disebut PBK)

PBK adalah proses pelatihan yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan pelatihan yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja.

  1. Lembaga Pelatihan Kerja (LPK)

Lembaga Pelatihan Kerja yang selanjutnya disebut LPK adalah suatu lembaga pemerintah/swasta/badan hukum atau perorangan untuk tempat diselenggarakannya proses pelatihan kerja bagi peserta pelatihan.

 

  1. Peserta Pelatihan

Peserta pelatihan adalah angkatan kerja yang telah memenuhi persyaratan teknis dan administrasi untuk mengikuti pelatihan tertentu dengan program pelatihan berbasis kompetensi.

  1. Instruktur

Instruktur adalah seseorang yang berfungsi sebagai fasilitator, pelatih, pembimbing teknis, supervisor yang bertugas untuk menyampaikan materi pelatihan kepada peserta pelatihan di LPK atau di tempat kerja selama proses pelatihan.

  1. Kualifikasi jabatan

Kualifikasi jabatan adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dipersyaratkan jabatan (job performance requirements) yang diperoleh dari analisis jabatan.

  1. Formasi Lapangan Pekerjaan

Formasi lapangan pekerjaan adalah kesempatan/lowongan pekerjaan yang tersedia pada lapangan pekerjaan.

  1. Kebijaksanaan Daerah

Kebijaksanaan atau kebijakan daerah adalah rangkaian konsep dan asas yang menjadi garis besar dan dasar rencana dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan, dan cara bertindak tata pemerintahan daerah.

  1. Hubungan Kerja

Hubungan kerja adalah hubungan antara pekerja dengan pengusaha yang terjadi setelah adanya perjanjian kerja.

  1. AKL

AKL (Antar Kerja Lokal) adalah mekanisme pelayanan kepada pencari kerja untuk memperoleh pekerjaan yang diusahakan semaksimal mungkin pengisian lowongan pekerjaan oleh tenaga kerja setempat (lokal).

  1. AKAD

AKAD (Antar Kerja Antar Daerah) adalah antar kerja yang dilaksanakan antar kantor-kantor wilayah Departemen Tenaga Kerja (sekarang DinasTenaga Kerja Provinsi, penulis) yang satu dengan yang lainnya dalam suatu wilayah/provinsi.

  1. AKAN

AKAN (Antar Kerja Antar Negara) adalah penempatan tenaga kerja ke luar negeri.

 

 

 

  1. E.     Diagram Alir

 

 

 

 

  1. F.      Materi Pelatihan Menilai Kebutuhan Pelatihan Sesuai dengan Situasi dan Kondisi Daerah
    1. 1.   Menganalisis Permintaan Pelatihan Daerah

Pengetahuan yang diperlukan dalam menganalisis permintaan pelatihan daerah adalah sebagai berikut:

  1. Pengertian Permintaan Pelatihan

Yang dimaksudkan dengan permintaan pelatihan adalah kebutuhan pelatihan yang diperoleh dari hasil analisis kebutuhan pelatihan, yaitu merupakan kesenjangan kemampuan saat ini dengan kualifikasi jabatan.

Dengan demikian, permintaan pelatihan daerah adalah kebutuhan pelatihan daerah yang merupakan kesenjangan antara kondisi kemampuan populasi pencari kerja dengan kualifikasi kesempatan kerja  potensi daerah.

Kebutuhan pelatihan daerah sudah merupakan hasil dari perumusan permasalahan pelatihan daerah dengan menganalisis kondisi ketenagakerjaan daerah dengan potensi daerah.

Untuk memperjelas pengertian kebutuhan pelatihan daerah tersebut di atas di bawah ini dikemukakan gambarnya secara diagram.

Gambar 1

Identifikasi Kebutuhan Pelatihan Daerah

 

 

  1. Survey Permintaan Pelatihan

Untuk memperoleh data permintaan pelatihan ini perlu dilakukan survey kebutuhan pelatihan, yaitu tata cara atau suatu kegiatan untuk mendapatkan data guna mengetahui jenis pelatihan dan kondisi populasi yang akan mengikuti pelatihan.

Adapun maksud dilakukan survey kebutuhan pelatihan ini adalah untuk mengetahui jenis pelatihan yang dominan dibutuhkan yang disesuaikan dengan kualifikasi lembaga pelatihan dan potensi daerah yang tersedia guna memenuhi kesempatan/pasar kerja, sedangkan tujuannya untuk menyusun daftar permintaan pelatihan yang tepat sebagai kebutuhan pelatihan yang digunakan sebagai dasar penyusunan program pelatihan.

Petugas yang melakukan survey kebutuhan pelatihan harus memiliki kemampuan teknik pengolahan data dengan menggunakan dasar-dasar statistik, teknik wawancara, di samping pengetahuan tentang substansial materi survei/wawancara.

 

Persiapan melakukan survey:

1)   Hubungi responden 1 atau 2 hari sebelumnya agar siap;

2)   Siapkan alat bantu survei/wawancara, a.l. lembar isian/kuesiner, check-list, pedoman wawancara, dll.;

3)   Pahami maksud dan tujuan survey/wawancara, yaitu:

a)    memperoleh informasi yang dapat digunakan untuk menyusun perencanaan kebutuhan pelatihan,

b)    mengidentifikasi keadaan kebutuhan pelatihan,

c)    mengidentifikasi keadaan penyediaan fasilitas pelatihan.

Adapun pedoman waktu melakukan wawancara sebagai berikut:

1)    Kenalkan diri anda sebelumnya kepada responden dan jelaskan maksud dan tujuan kunjungan anda;

2)    Yakinkan responden bahwa informasi yang diberikan akan bersifat konfiderasi, yang diambil hanya angka dan bukan nama;

3)    Laksanakan wawancara secara biasa dan jangan diperlihatkan tanda setuju atau tidak setuju dengan jawaban yang diberikan responden;

4)    Ajukan semua pertanyaan yang terdapat dalam kuesioner/pedoman wawancara dan jangan mengajukan pertanyaan yang tidak ada kaitan dengan responden;

5)    Usahakan agar  wawancara dapat terlaksana dalam waktu yang singkat dan jawaban yang lengkap dengan suasana yang akrab serta usahakan adanya kemungkinan untuk pertemuan lanjutan;

6)    Ajukan semua pertanyaan dengan cermat agar responden memahami kata/istilah yang digunakan sehingga maksud pertanyaan dapat diterima sesuai dengan yang dimaksudkan.

Hasil survey kebutuhan pelatihan daerah dituangkan ke dalam tabel di bawah ini.

 

 

 

 

 

Tabel 1

Daftar Kebutuhan Pelatihan Daerah

Kabupaten/Kota: …………………………………….

N0.

KEBUTUHAN PELATIHAN

BIDANG KEAHLIAN KEBUTUHAN PASAR KERJA

Contoh:

Tabel 2

Daftar Kebutuhan Pelatihan Daerah

Kabupaten: Bekasi

N0.

KEBUTUHAN PELATIHAN

BIDANG KEAHLIAN

KEBUTUHAN PASAR KERJA

1.

Peningkatan kemampuan penganggur dalam budidaya pertanian, peternakan, ikan hias, dan tanaman hias
  • Pelatihan pertanian tanaman buah
  • Pelatihan pertanian tanaman sayuran
  • Pelatihan perikanan budidaya ikan hias

2.

Peningkatan kemampuan penganggur dalam bidang industri sesuai dengan kebutuhan jabatan yang tersedia
  • Pelatihan logam mesin
  • pelatihan garmen
  • Pelatihan otomotif kendaraan ringan
  • Sepeda motor
  • Pelatihan Tenaga Listrik
  • PelatihanTransmisi tenaga listrik
  • Pelatihan operator komputer

3.

Peningkatan kemampuan penganggur dalam bidang pariwisata, pelayanan, dan tata niaga.
  • Pelatihan SPA
  • Pariwisata biro perjalanan wisata
  • Kecantikan tata rias rambut
  • Pelatihan Administrasi  Perkantoran

4.

Peningkatan kemampuan dan minat penganggur untuk usaha mandiri.
  • Pelatihan merancang busana
  • Pelatihan design kemasan
  • Pelatihan multimedia
  • Pelatihan merangkai bunga
  • Pelatihan pengantin gaun panjang

Sumber: Hasil Pelatihan Merumuskan Permasalahan Pelatihan di Daerah

 

  1. Target Populasi Pelatihan

Untuk menindaklanjuti kebutuhan pelatihan tersebut di atas maka perlu dilakukan analisis target populasi agar calon peserta pelatihan sesuai dengan kebutuhan pelatihan. Yang diutamakan sebagai target populasi dalam hal ini adalah kelompok penganggur. Oleh sebab itu, perlu dilakukan identifikasi data penganggur di daerah tersebut yang selanjutnya dituangkan dalam tabel seperti di bawah ini.

Tabel 3

Kondisi Penganggur Berdasarkan Pendidikan

Kabupaten/Kota: …………………………..

NO.

URAIAN

BANYAKNYA

JUMLAH

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

1.

Penganggur

2.

Penganggur berdasarkan pendidikan:

- SD

- SLTP

- SLTA

- D1,D2, D3

- S1

- Pascasarjana

3.

Tidak Berpendidikan

 

Contoh Tabel Kondisi Penganggur:

Tabel 4

Kondisi Penganggur Berdasarkan Pendidikan

Kabupaten/Kota: Bekasi

NO.

URAIAN

BANYAKNYA

JUMLAH

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

1.

Penganggur

112.766

75.178

187.944

2.

Penganggur berdasarkan pendidikan:      

- SD

4.736

3.157

7.894

- SLTP

18.945

12.630

31.574

- SLTA

71.621

47.748

119.369

- D1,D2, D3

9.034

6.022

15.056

- S1

9.290

6.194

15.484

- Pascasarjana

112.766

75.178

187.944

3.

Tidak Berpendidikan

Sumber: Hasil Pelatihan Menilai Kebutuhan Pelatihan di Daerah berdasarkan data asumsi

Selanjutnya kondisi penganggur ini dikelompokkan ke dalam tabel rentang usia berdasarkan data ketenagakerjaan daerah seperti di bawah ini.

 

Tabel 5

Kondisi Penganggur Berdasarkan Pendidikan dan Rentang Usia

Kabupaten/Kota: Bekasi

NO.

URAIAN

RENTANG USIA

(dalam tahun)

JUMLAH

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

≤ 30

31-45

>45

≤ 30

31-45

>45

1.

Penganggur

187.944

2.

Penganggur berdasarkan pendidikan:              

- SD

2.842

1.421

474

1.894

947

316

7.894

- SLTP

11.367

5.683

1.894

7.578

3.789

1.263

31.574

- SLTA

42.973

21.486

7.162

28.649

14.324

4.775

119.369

- D1,D2, D3

2.710

5.420

903

1.807

3.613

602

15.056

- S1

2.787

5.574

929

1.858

3.716

619

15.484

- Pascasarjana

187.944

3.

Tidak Berpendidikan

Sumber: Hasil Pelatihan Menilai Kebutuhan Pelatihan di Daerah berdasarkan data asumsi

 

Setelah diketahui kondisi penganggur berdasarkan pendidikan dan rentang usia, selanjutnya didata jenis pelatihan apa yang diinginkan dengan cara menyebarkan angket/lembar isian atau dari hasil kegiatan analisis target populasi. Dalam hal ini prioritas pertama difokuskan pada usia sampai dengan tiga puluh tahun dan diambil dalam rentang usia kerja, yaitu 15 tahun ke atas. Di samping itu juga diperhatikan mengenai persyaratan mengikuti pelatihan terutama dilihat dari tingkat pendidikan.

Berdasarkan data yang tercantum dalam angket atau hasil kegiatan analisis target populasi, keinginan pelatihan dimasukkan ke dalam tabel seperti di bawah ini.

 

 

 

 

Tabel 6

Daftar Permintaan Pelatihan

Kabupaten/Kota: Bekasi

NO.

JENIS PELATIHAN

S CALON SISWA

r-USIA

PENDIDIKAN

PENEMPATAN

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

16-30

SD

SLTP

SLTA

> SLTA

HK**

USMAN*

1.

Pertanian

4.009

2.872

16-30

995

3.978

1.862

46

1.376

5.505

2.

Perikanan

4.009

778

16-30

806

3.221

716

46

958

3.831

3.

Tekmek

9.694

876

16-30

0

0

8.738

1.832

8.456

2.114

4.

Garmen

8.869

12.193

16-30

0

0

20.054

1.008

16.850

4.212

5.

Otomotif

9.694

18

16-30

0

0

8.595

1.099

7.755

1.939

6.

Listrik

4.847

18

16-30

0

0

4.297

568

3.892

973

7.

Teknik Informatik

2.424

1.942

16-30

0

0

3.724

641

3.493

873

8.

Aneka Kejuruan

4.037

11.123

16-30

1.753

7.010

6.160

238

7.580

7.580

9.

Tata Niaga

6.696

7.196

16-30

0

0

10.904

3.005

13.892

0

10.

Kewirausahaan

8.399

4.770

16-30

1.185

4.737

6.589

660

0

13.170

Sumber: Hasil Pelatihan Menilai Kebutuhan Pelatihan di Daerah berdasarkan data asumsi

*    : Usaha Mandiri

**   : Hubungan Kerja

 

Berdasarkan data tersebut di atas selanjutnya dikelompokkan mana yang penempatan untuk hubungan kerja dan mana yang untuk usaha mandiri ke dalam tabel di bawah ini.

Tabel 7

Daftar Permintaan Pelatihan

Untuk Penempatan Hubungan Kerja

Kabupaten/Kota: Bekasi

NO.

JENIS PELATIHAN

S CALON SISWA

r-USIA

PENDIDIKAN

PENEMPATAN

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

16-30

SD

SLTP

SLTA

> SLTA

HK*

1.

Pertanian

4.009

2.872

16-30

995

3.978

1.862

46

1.376

2.

Perikanan

4.009

778

16-30

806

3.221

716

46

958

3.

Tekmek

9.694

876

16-30

0

0

8.738

1.832

8.456

4.

Garmen

8.869

12.193

16-30

0

0

20.054

1.008

16.850

5.

Otomotif

9.694

18

16-30

0

0

8.595

1.099

7.755

6.

Listrik

4.847

18

16-30

0

0

4.297

568

3.892

7.

Teknik Informatik

2.424

1.942

16-30

0

0

3.724

641

3.493

8.

Aneka Kejuruan

4.037

11.123

16-30

1.753

7.010

6.160

238

7.580

9.

Tata Niaga

6.696

7.196

16-30

0

0

10.904

3.005

13.892

10.

Kewirausahaan

8.399

4.770

16-30

1.185

4.737

6.589

660

0

Sumber: Hasil Pelatihan Menilai Kebutuhan Pelatihan di Daerah berdasarkan data asumsi

*  : Hubungan Kerja

Tabel 8

Daftar Permintaan Pelatihan

Untuk Penempatan Usaha Mandiri

Kabupaten/Kota: Bekasi

NO.

JENIS PELATIHAN

S CALON SISWA

r-USIA

PENDIDIKAN

PENEMPATAN

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

16-30

SD

SLTP

SLTA

> SLTA

USMAN*

1.

Pertanian

4.009

2.872

16-30

995

3.978

1.862

46

5.505

2.

Perikanan

4.009

778

16-30

806

3.221

716

46

3.831

3.

Tekmek

9.694

876

16-30

0

0

8.738

1.832

2.114

4.

Garmen

8.869

12.193

16-30

0

0

20.054

1.008

4.212

5.

Otomotif

9.694

18

16-30

0

0

8.595

1.099

1.939

6.

Listrik

4.847

18

16-30

0

0

4.297

568

973

7.

Teknik Informatika

2.424

1.942

16-30

0

0

3.724

641

873

8.

Aneka Kejuruan

4.037

11.123

16-30

1.753

7.010

6.160

238

7.580

9.

Tata Niaga

6.696

7.196

16-30

0

0

10.904

3.005

0

10.

Kewirausahaan

8.399

4.770

16-30

1.185

4.737

6.589

660

13.170

Sumber: Hasil Pelatihan Menilai Kebutuhan Pelatihan di Daerah berdasarkan data asumsi

*    : Usaha Mandiri

 

Langkah berikutnya ditandai jenis pelatihan mana saja yang penempatannya untuk hubungan kerja, usaha mandiri, atau untuk keduanya seperti tabel di bawah ini.

Tabel 9

Daftar Permintaan Pelatihan Daerah

Berdasarkan Jenis Pelatihan dan Penempatannya

NO.

JENIS PELATIHAN

PENEMPATAN

KETERANGAN

HUBUNGAN KERJA

USAHA MANDIRI

1.

Pertanian

Ö

Ö

2.

Perikanan

Ö

Ö

3.

Las OAW

-

Ö

4.

Garmen

Ö

Ö

5.

Sepeda Motor

-

Ö

6.

Televisi

-

Ö

7.

Teknik Informatika

Ö

Ö

8.

Aneka Kejuruan

Ö

Ö

9.

Operator Komputer

Ö

-

10.

Kewirausahaan

-

Ö

Setelah mengetahui daftar permintaan pelatihan seperti tersebut di atas perlu kita data kembali kesempatan kerja yang ada di daerah tersebut yang akan dijadikan penempatan pascapelatihan seperti terlihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 10

Daftar Kesempatan Kerja Lokal

NO.

JENIS PEKERJAAN

KEBUTUHAN TENAGA KERJA

TAHUN BERJALAN

TAHUN YAD

1

Pertanian

        1.032

2

Perikanan

           719

3

Tekmek

        6.342

4

Garmen

     12.638

5

Otomotif

        5.816

6

Listrik

        2.919

7

Teknik Informatika

        2.620

8

Aneka Kejuruan

        5.685

9

Tata Niaga

     10.419

 

Tabel 11

Daftar Kesempatan Wirausaha

NO.

JENIS PEKERJAAN

KETERANGAN

1.

Pertanian Tanaman buah, sayuran, tanaman hias

2.

Perikanan Budidaya ikan hias

3.

Tekmek Logam mesin

4

Garmen Merancang busana, pengantin gaun panjang

5

Otomotif Sepeda motor, kendaraan ringan

6

Listrik Instalatir

7

Teknik Informatika Komputer

8

Aneka Kejuruan Tata rias rambut,design kemasan, merangkai bunga

   

   

Tabel 12

Daftar Kebutuhan Tenaga Kerja Penempatan AKAD

NO.

JENIS PEKERJAAN

KEBUTUHAN TENAGA KERJA

TAHUN BERJALAN

TAHUN YAD

1

Pertanian

           275

2

Perikanan

           192

3

Tekmek

        1.691

4

Garmen

        3.370

5

Otomotif

        1.551

6

Listrik

           778

7

Teknik Informatika

           699

8

Aneka Kejuruan

        1.516

9

Tata Niaga

        2.778

 

 

Tabel 13

Daftar Kebutuhan Tenaga Kerja Penempatan AKAN

Negara: Korea

NO.

JENIS PEKERJAAN

KEBUTUHAN TENAGA KERJA

TAHUN BERJALAN

TAHUN YAD

1

Caretaker (Perawat  Jompo)

        803

2

Tata Laksana Rumah Tangga

           2.409

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterampilan yang perlu diperhatikan waktu menganalisis permintaan pelatihan adalah sebagai berikut:

  1. Menyiapkan perlengkapan survey permintaan pelatihan daerah
  2. Menghimpun permintaan pelatihan daerah
  3. Permintaan pelatihan dianalisis mana yang dominan

 

Sikap kerja yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Harus bersikap cermat dan teliti waktu mengidentifikasi data yang berhubungan dengan permintaan pelatihan;
  2. Harus bersikap sopan dan santun waktu melakukan survey kebutuhan/ permintaan pelatihan di suatu daerah;
  3. Harus bersikap taat asas waktu melakukan analisis data untuk menentukan permintaan pelatihan yang dominan.
  4. 2.   Menganalisis Penawaran Pelatihan di Suatu Daerah

Pengetahuan yang diperlukan dalam menganalisis penawaran pelatihan daerah adalah sebagai berikut:

  1. Pengertian Penawaran Pelatihan

Yang dimaksudkan dengan penawaran pelatihan adalah ketersediaan sumber daya pelatihan dari suatu lembaga pelatihan kerja.

  1. Sumber Daya Pelatihan

Yang termasuk dalam sumber daya pelatihan antara lain sebagai berikut:

1)      SDM pelatihan yang meliputi instruktur, staf administrasi pelatihan, tenaga teknis pelatihan;

2)      Fasilitas pelatihan yang meliputi peralatan pelatihan termasuk alat bantu mengajar, bahan pelatihan, program pelatihan, ruang teori dan praktik, dan modul pelatihan.

Adapun pola pikir menganalisis penawaran pelatihan dapat digambarkan seperti gambar skema di bawah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2

Skema Pola Pikir Analisis Penawaran Pelatihan

  1. Survey Penawaran Pelatihan

1)    Pengertian Survey Penawaran Pelatihan

Survey penawaran pelatihan adalah tata cara atau suatu kegiatan untuk mendapatkan data guna mengetahui kondisi lembaga pelatihan kerja pemerintah/swasta yang meliputi SDM, fasilitas, dan program pelatihan.

2)    Maksud Survey Penawaran Pelatihan

Survei penawaran pelatihan dimaksudkan untuk mengetahui kualifikasi lembaga pelatihan yang ada guna memenuhi kesesuaian dengan kebutuhan pelatihan daerah.

3)    Tujuan Survey Penawaran Pelatihan

Adapun tujuan survey penawaran pelatihan adalah untuk menyusun daftar lembaga pelatihan yang tepat sebagai penyelenggara pelatihan sesuai dengan kebutuhan pelatihan daerah.

4)    Instrumen Survey Penawaran Pelatihan

Instrumen yang digunakan waktu melakukan survey penawaran pelatihan seperti tabel di bawah ini.

Tabel 14

Lembar Isian Identifikasi SDP

Lembaga Pelatihan Kerja

 NAMA LEMBAGA/INSTITUSI

 Status Pemerintah

c

   Tgl./bln./tahun
 

 

   
 ALAMAT DAN NO. TELELEPON

 Status Swasta

c

   Pewawancara
 

 

   
 NAMA RESPONDEN

 Status Subsidi

c

   Kota/provinsi

 

PROGRAM PELATIHAN

JAM PEL

SYARAT SISWA

S SDM PELATIHAN

PERALATAN PELATIHAN

GEDUNG

Pendidikan

Usia

Instruktur

Staf Adm.

Teknisi

Macam

S

Macam

S

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan tabel di atas akan diketahui kondisi lembaga pelatihan kerja yang ada di suatu daerah. Dengan diketahui kondisi lembaga pelatihan kerja daerah ini maka akan diketahui kemampuan memenuhi kebutuhan pelatihan daerah. Sebagai contoh dari tabel ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Contoh:

 

Tabel 15

Lembar Isian Identifikasi SDP

Lembaga Pelatihan Kerja

 BBPLKLN Cevest Bekasi

 Status Pemerintah

Ö

   Tanggal 22 Oktober 2009
 

 

   
 Jalan Guntur Raya

 Status Swasta

 

   Pewawancara
 

 

   
 NAMA RESPONDEN

 Status Subsidi

 

   Bekasi/Jawa Barat

 

PROGRAM PELATIHAN

JAM PEL

SYARAT SISWA

S SDM PELATIHAN

PERALATAN PELATIHAN

GEDUNG

Pendidikan

Usia

Instruktur

Staf Adm.

Teknisi

Macam

S

Macam

S

 Otomasi

480

Min.SMU

≥17

14

6

3

Tool set

16

Ruang T.

1

 

Alat ukur

16

Ruang P.

1

 

Simulasi PLC

16

 

 

Pneumatik

16

 

 

Kompresor

2

 

 Dst.

 

 

Sumber: Hasil Pelatihan Menilai Kebutuhan Pelatihan di Daerah berdasarkan data internal

 

Data sumber daya pelatihan dari lembaga pelatihan kerja pemerintah dan swasta direkap dalam tabel berikut:

Tabel 16

Daftar Lembaga Pelatihan Kerja Pemerintah

Kota: Bekasi

NO.

NAMA LEMBAGA

PROGRAM PELATIHAN

S INSTRUKTUR

PERALATAN PELATIHAN

GEDUNG

NAMA

JAMPEL

Macam

S

Macam

S

1.

BBPLKLN Cevest Otomasi

480

14

Tool set

16

Ruang T.

1

   

Alat ukur

16

Ruang P.

1

   

Simulasi PLC

16

 

   

Pneumatik

16

 

   

Kompresor

2

 

  Dst.

 

 

   

 

 

   

 

 

2.

BLK Bekasi  

 

 

   

 

 

   

 

 

Tabel 17

Daftar Lembaga Pelatihan Kerja Swasta

Kota: Bekasi

NO.

NAMA LEMBAGA

PROGRAM PELATIHAN

S INSTRUKTUR

PERALATAN PELATIHAN

GEDUNG

NAMA

JAMPEL

Macam

S

Macam

S

1.

LLS AL MUSLIM Merancang busana

240

3

  • Mesin jahit
  • Mesin neci
  • Mesin obras

10

5

2

Ruang teori/ praktek

1

2.

LLS INDO PRATAMA Multimedia

240

5

  • Komputer
  • Audio/Video

12

4

Ruang teori/ praktek

1

3.

LLS NIKITA MITRA JAYA Design kemasan

240

2

  • Mesin press
  • Komputer
  • Sablon

1

10

5

Ruang teori/ praktek

1

4.

LLS JASMEN  SUGI PRADANA Garment

240

5

  • Mesin jahit
  • Mesin obras
  • Mesin neci

12

2

5

Ruang teori/ praktek

1

5.

Dst.  

 

 

   

 

 

   

 

 

Sumber: Hasil Pelatihan Menilai Kebutuhan Pelatihan di Daerah berdasarkan data internal

 

Berdasarkan data sumber daya pelatihan yang tersedia/dimiliki, lembaga pelatihan kerja tersebut dievaluasi kelayakannya seperti terlihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 18

Evaluasi Kelayakan Sumber Daya Pelatihan

NAMA LEMBAGA

:

 
ALAMAT/TELEPON

:

 
KOTA/PROVINSI

:

 

 

NO.

MACAM SDP

KELAYAKAN DIGUNAKAN

(Kuantitas & Kualitas)

HASIL EVALUASI

BAIK

CUKUP

KURANG

LAYAK

TIDAK

S

80-100%

S

60-75%

S

≤ 50%

1.

INSTRUKTUR

2.

PERALATAN PELATIHAN

-

3.

PROGRAM PELATIHAN

-

Contoh:

Tabel 19

Evaluasi Kelayakan Sumber Daya Pelatihan

NAMA LEMBAGA

:

BBPLKLN CEVEST BEKASI
ALAMAT/TELEPON

:

Jalan Guntur Raya 1, Bekasi 17144
KOTA/PROVINSI

:

Bekasi, Jawa Barat

 

NO.

MACAM SDP

KELAYAKAN DIGUNAKAN

(Kuantitas & Kualitas)

HASIL EVALUASI

BAIK

CUKUP

KURANG

LAYAK

TIDAK

S

80-100%

S

60-75%

S

≤ 50%

1.

INSTRUKTUR

17

Ö

2.

PERALATAN PELATIHAN

- otomasi

66

Ö

3.

PROGRAM PELATIHAN

- otomasi

1

Ö

 

 

Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi sumber daya pelatihan tersebut di atas dibuatkan rekapannya seperti tabel di bawah ini.

Tabel 20

Daftar Kelayakan Lembaga Pelatihan Kerja

Menyelenggarakan Pelatihan Kerja

NO.

NAMA LEMBAGA

PROGRAM PELATIHAN

HASIL EVALUASI

REKOMENDASI

LAYAK

TIDAK

Contoh:

Tabel 21

Daftar Kelayakan Lembaga Pelatihan Kerja

Menyelenggarakan Pelatihan Kerja

NO.

NAMA LEMBAGA

PROGRAM PELATIHAN

HASIL EVALUASI

REKOMENDASI

LAYAK

TIDAK

1.

BBPLKLN Cevest

Otomasi

Ö

Bisa Diselenggara-kan

2.

LLS INDO PRATAMA

Multimedia

Ö

Bisa Diselenggara-kan

Keterampilan yang perlu dilakukan dalam menganalisis penawaran pelatihan di suatu daerah adalah sebagai berikut:

  1. Menyiapkan perlengkapan survey penawaran pelatihan daerah;
  2. Menghimpun penawaran pelatihan daerah;
  3. Penawaran pelatihan dianalisis kemampuannya.

Sikap kerja yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Harus bersikap cermat, teliti, tekun, sopan dan santun waktu melakukan survey sumber daya pelatihan di lembaga pelatihan kerja di suatu daerah;
  2. Harus bersikap cermat, teliti, dan taat asas waktu melakukan analisis data dan informasi penawaran pelatihan daerah.
  3. 3.   Merumuskan Kebutuhan Pelatihan di Suatu Daerah

Pengetahuan yang diperlukan dalam merumuskan kebutuhan pelatihan di suatu daerah adalah sebagai berikut:

  1. Pedoman Mengidentifikasi Jenis-jenis Kebutuhan Pelatihan Berdasarkan Keseimbangan Permintaan dan Penawaran Pelatihan

Adapun pedoman mengidentifikasi jenis-jensi kebutuhan pelatihan berdasar-kan keseimbangan permintaan dan penawaran pelatihan dengan menggunakan tabel seperti di bawah ini.

 

Tabel 22

Identifikasi Jenis Kebutuhan Pelatihan Berdasarkan Keseimbangan

Permintaan dan Penawaran Pelatihan

NO.

PERMINTAAN PELATIHAN

PENAWARAN PELATIHAN

HASIL IDENTIFIAKSI

REKOMENDASI

JENIS PELATIHAN

S orang

PROGRAM PELATIHAN

Jam pel

Kapa-sitas

SESUAI

TIDAK

1

2

3

4

5

6

7

8

9

I

LOKAL:

 

II

AKAD:

 

III

AKAN:

 

 

Pedoman mengisi tabel:

1)   Kolom 1 diisi dengan nomor urut

2)   Kolom 2 diisi dengan data kebutuhan pelatihan per jenis pelatihan dari hasil survey kebutuhan pelatihan lokal, AKAD, AKAN

3)   Kolom 3 isi dengan banyaknya orang yang ingin mengikuti pelatihan untuk setiap jenis pelatihan dari kolom 2

4)   Kolom 4 isi dengan nama program pelatihan yang diambil dari hasil identifikasi sumber daya pelatihan dari setiap lembaga pelatihan kerja

5)   Kolom 5 diisi dengan banyaknya jampel program pelatihan

6)   Kolom 6 diisi dengan daya tampung peserta pelatihan untuk setiap grup pelatihan

7)   Kolom 7 diisi dengan tanda cek (Ö) apabila ada keseimbangan permintaan dengan penawaran pelatihan

8)   Kolom 8 diisi dengan tanda cek (Ö) apabila tidak ada keseimbangan permitaan dengan penawaran pelatihan

9)   Kolom 9 diisi dengan pernyataan rekomendasi apabila hasil identifikasi tidak sesuai.

 

 

 

Contoh:

Tabel 23

Identifikasi Jenis Kebutuhan Pelatihan Berdasarkan Keseimbangan

Permintaan dan Penawaran Pelatihan

NO.

PERMINTAAN PELATIHAN

PENAWARAN PELATIHAN

HASIL IDENTIFIAKSI

REKOMENDASI

JENIS PELATIHAN

S orang

PROGRAM PELATIHAN

Jam pel

Kapa-sitas

SESUAI

TIDAK

1

2

3

4

5

6

7

8

9

I

LOKAL:

Pertanian

   275

-

-

-

-

Ö

Kerjasama LPK

Perikanan

    192

-

-

-

-

Ö

Kerjasama LPK

Tekmek

 1.691

Las, bubut

480

128

Ö

Sisa: Kerjasama LPK

Garmen

 3.370

Otomotif

 1.551

Listrik

    778

otomasi

480

64

Ö

Sisa: Kerjasama LPK

Teknik Informatika

    699

Komputer,

Aneka Kejuruan

1.516

Tata Niaga

 2.778

II

AKAD:

 

III

AKAN:

 

 

 

Selanjutnya dari hasil identifikasi tersebut di atas dirumuskan/ditetapkan jenis kebutuhan pelatihan berdasarkan hasil yang dinyatakan ‘sesuai’ saja dan dimasukkan ke dalam tabel di bawah ini.

Tabel 24

Daftar Jenis-jenis Pelatihan

yang Sesuai dengan Ketersediaan Sumber Daya Pelatihan

N0.

PERMINTAAN PELATIHAN

NAMA LPK PENYELENGGARA

PROGRAM PELATIHAN

DAYA TAMPUNG

Jenis Pelatihan

S orang

Nama

jampel

1

2

3

4

5

6

7

 

 

 

 

 

 

  1. Pedoman mengisi tabel Penetapa Jenis Pelatihan:

1)      Kolom 1 diisi dengan nomor urut

2)      Kolom 2 diisi dengan data kebutuhan pelatihan per jenis pelatihan dari hasil survey kebutuhan pelatihan lokal, AKAD, AKAN

3)      Kolom 3 isi dengan banyaknya orang yang ingin mengikuti pelatihan untuk setiap jenis pelatihan dari kolom 2

4)      Kolom  4 diisi dengan nama lembaga pelatihan kerja yang memiliki program pelatihannya dinyatakan ’sesuai’ pada tabel 20, baik lembaga pelatihan kerja pemerintah maupun swasta

5)      Kolom 5 diisi dengan nama program pelatihan yang dinyatakan ’sesuai’ pada tabel 20

6)      Kolom 6 diisi dengan jumlah jam pelatihan program pelatihan yang diisikan dalam kolom 5

7)      Kolom 7 diisi dengan banyaknya peserta pelatihan yang ditangani oleh lembaga pelatihan kerja dalam kolom 4.

Contoh:

Tabel 25

Daftar Jenis-jenis Pelatihan

yang Sesuai dengan Ketersediaan Sumber Daya Pelatihan

N0.

PERMINTAAN PELATIHAN

NAMA LPK PENYELENGGARA

PROGRAM PELATIHAN

DAYA TAMPUNG

Jenis Pelatihan

S orang

Nama

jampel

1

2

3

4

5

6

7

1.

Otomasi

192

BBPLKLN Cevest

otomasi

480

64

2.

Teknologi Mekanik

1697

BBPLKLN Cevest

Las asytilin

480

64

 

BBPLKLN Cevest

Bubut dasar

480

64

3.

Teknologi Informatika

699

LLS INDO PRATAMA

Multimedia

240

96

 

 

 

Keterampilan yang dilakukan waktu merumuskan kebutuhan pelatihan di suatu daerah adalah sebagai berikut:

  1. Menyiapkan lembar isian survey kesempatan kerja
  2. Identifikasi kemampuan pencari kerja terhadap kesempatan kerja
  3. Analisis kebijaksanaan daerah yang berdampak kebutuhan pelatihan dan penempatan
  4. Evaluasi kemapuan lembaga pelatihan
  5. Evaluasi kelayakan kebutuha pelatihan daerah

Sikap Kerja yang harus dilakukan

Sikap kerja yang harus dilakukan adalah cermat dan teliti membaca data, taat asas terhadap pedoman dan prosedur tetap yang telah ditetapkan, dan sopan/santun waktu berkomunikasi dengan pihak responden.

  1. 4.   Pelaporan

Setelah selesai melakukan kegiatan merumuskan permasalahan pelatihan di suatu daerah maka perlu dibuat laporan hasil kegiatan tersebut. Salah satu sistematika penulisan laporan tersebut sebagai berikut:

COVER (Judul laporan)

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

DAFTAR BAGAN

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
  2. Tujuan
  3. Ruang Lingkup
  4. Metoda Pengumpulan Data
  5. Lokasi, Sampel, dan Populasi

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III PENGUMPULAN DATA PERMINTAAN DAN PENAWARAN PELATIHAN DAERAH

  1. Data Permintaan Pelatihan Daerah
  2. Data Penawaran Pelatihan Daerah
  3. Alat Pengumpulan Data
  4. Pengolahan dan Penyajian Data

BAB IV ANALISIS DATA PERMINTAAN DAN PENAWARAN PELATIHAN

  1. Analisis Permintaan Pelatihan Daerah Dominan
  2. Analisis Penawaran Pelatihan Guna Memenuhi Permintaan Pelatihan
  3. Analisis Keseimbangan Permitaan dan Penawaran Pelatihan

BAB V PENETAPAN KEBUTUHAN PELATIHAN DAERAH

  1. Analisis Keseimbangan Permitaan dan Penawaran Pelatihan Daerah
  2. Penetapan Kebutuhan Pelatihan di Daerah

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

  1. Alat Pengumpulan Data
  2. Data Analisis Permasalahan Pelatihan di Daerah …

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

SUMBER-SUMBER LAIN

YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI 

 

 

  1. A.      SUMBER-SUMBER PERPUSTAKAAN

 

  1. Daftar Pustaka
    1. Departemen Tenaga Kerja RI, Metodologi Latihan Kerja, Modul MLK 5, Program Pelatihan, Jakarta, 1991
    2. ________, Teknik Survey Kebutuhan Pelatihan, Jakarta
    3. ________, Teknik Survey Kebutuhan Pelatihan, Diklat Ahli Desain Kurikulum,Jakarta
    4. ________, Analisis Target Populasi, Diklat Ahli Desain Kurikulum,Jakarta
    5. ________, Pedoman Pelaksanaan Training Need Analysis, Peraturan Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas
    6. Oemar Hamalik, Prof.Dr., Sistem dan Pengembangan Kurikulum Lembaga Pendidikan dan Pelatihan, Bandung, Trigenda Karya, 1993
    7. ________, Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum,  Bandung, Remaja Rosda Karya, 2007
    8. ________, Manajemen Pengembangan Kurikulum, Bandung, Remaja Rosda Karya, 2007
    9. ________, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pelatihan Ketenagakerjaan, Bandung, Bumi Aksara, 2005
    10. Lalu Husni, S.H., M.Hum., Pengantar Hukum Ketenagakerjaan Indonesia, Edisi Revisi, Jakarta, PT Raja Grafindo Persada, 2003

 

  1. Buku Referensi
    1. Sondang P. Siagian, Prof. Dr., Manajemen Sumber Daya Manusia
    2. Malayu S.P. Hasibuan, Drs., Manajemen Sumber Daya Manusia
    3. Sudrajat, S.E., Kiat Mengentaskan Pengangguran Melalui Wirausaha
    4. Sudjana,Metoda Statistika

 

 

 

 

 

 

 

  1. B.      DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN     

 

  1. Daftar Peralatan/Mesin

 

No.

Nama Peralatan/Mesin

Keterangan

Laptop, infocus, laserpointer Untuk di ruang teori
Laptop Untuk setiap peserta
Kalkulator Untuk setiap peserta
Printer  
Hechmachine (stapler/penjepret) 24 dan 10  
Pelubang kertas  
Penjepit kertas ukuran kecil dan sedang  
Standar chart dan kelengkapannya  
   

 

  1. Daftar Bahan

 

No.

Nama Bahan

Keterangan

Modul Pelatihan (buku informasi, buku kerja, buku penilaian) Setiap peserta
RPJM Daerah  
Data daerah dalam angka yang relevan  
Kertas HVS A4  
Spidol whiteboard  
Spidol marker  
CD (writer dan CD-R)  
Kertas chart (flip chart)  
Tinta printer  
  1. 10.
ATK siswa Setiap peserta
     

 

 

TIM PENYUSUN

 

 

No.

Nama

Institusi

Keterangan

Bambang Purwoprasetyo Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Robert B. Sitorus Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Rubito Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Ali Darokah BBPLKDN Bandung  
Annoordin BBPLKDN Bandung  
Herwadi BBPLKDN Bandung  
Rahmat Sudjali Badan Nasional Sertifikasi Profesi  
Darma Setiawan Badan Nasional Sertifikasi Profesi  
Sjahruddin Kaliky BBLKI Serang  
  1. 10.
Bambang Trianto BBLKI Serang  
  1. 11.
Muh. Yasir BBPLKLN Cevest Bekasi  
  1. 12.
Karyaman BBPLKLN Cevest Bekasi  
  1. 13.
Subandi Dit. Stankomproglat  
  1. 14.
Bayu Priantoko Dit. Stankomproglat  
  1. 15.
Atiek Chrisnarini Biro Hukum Depnakertrans  
  1. 16.
Senggono BLK Pasar Rebo  

 

 

Testimoni

Filed under : blog, tags: