Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Mengoptimasi Kinerja Sistem Jaringan TIK.JK03.008.01

Mar
01
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER

DAN SISTEM ADMINISTRASI

 

 

MENGOPTIMASI

KINERJA SISTEM JARINGAN

TIK.JK03.008.01

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

 

DAFTAR ISI. 2

 

BAB I PENGANTAR. 4

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 4

1.2 Penjelasan Modul 4

1.2.1 Desain Modul 4

1.2.2 Isi Modul 5

1.2.3 Pelaksanaan Modul 5

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini 6

1.4 Pengertian Istilah-istilah. 6

 

BAB II STANDAR KOMPETENSI. 8

2.1 Peta Paket Pelatihan. 8

2.2 Pengertian Unit Standar 8

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 8

2.3.1 Kode dan Judul Unit 9

2.3.2 Deskripsi Unit 9

2.3.3 Elemen Kompetensi 9

2.3.4 Batasan Variabel 10

2.3.5 Panduan Penilaian. 11

2.3.6 Kompetensi Kunci 12

 

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 13

3.1 Strategi Pelatihan. 13

3.2 Metode Pelatihan. 14

 

BAB IV MATERI UNIT KOMPETENSI. 15

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 15

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 15

4.3.1 Jaringan Komputer 16

4.3.2 Komponen-komponen Jaringan. 17

4.3.3 Skenario – Skenario Jaringan. 24

4.3.4 Kapasitas jaringan. 25

4.3.5 Potensi Masalah yang Mungkin Terjadi Dalam Jaringan. 27

4.3.6 Troubleshooting Masalah Jaringan. 29

4.3.7 Desain jaringan. 39

4.3.8 Tindakan Preventif untuk Mencegah Terjadinya Masalah. 39

4.3.9 Pemeliharaan dan Pengawasan Jaringan. 40

 

BAB V SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI  41

5.1 Sumber Daya Manusia. 41

5.2 Literatur 42

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan. 43

 

DAFTAR PUSTAKA. 44

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

 

1.2 Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan pseserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1 Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.2 Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

 

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

 

1.2.3 Pelaksanaan Modul

Pada Pelatihan Klasikal/Konvensional, pelatih akan :

-      Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-      Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-      Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban/ tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan Individual/Mandiri, peserta pelatihan akan :

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

-      Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

-      Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

-      Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-      Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

1.4 Pengertian Istilah-istilah

Berikut adalah pengertian dari beberapa istilah yang digunakan dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi, antara lain:

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.


BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit kompetensi berikut:

  1. TIK.JK02.023.01  Menyelenggarakan Administrasi Sistem Jaringan
  2. TIK.JK03.001.01  Membuat Kode Program untuk keperluan jaringan

 

 

2.2 Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari proses Mengoptimasi Kinerja Sistem Jaringan.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan bagi semua pengguna terutama yang tugasnya berkaitan dengan pembangunan dan pengelolaan jaringan komputer, seperti Network Engineer maupun Network Administrator.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

 

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit     : TIK.JK03.008.01

Judul Unit     : Mengoptimasi Kinerja Sistem Jaringan

 

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit ini menjelaskan kemampuan  yang diperlukan untuk mengidentifikasi  kinerja sistem   yang buruk dan mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki.

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Mengidentifikasi kinerja sistem

 

1.1  Log kesalahan diperiksa untuk menentukan kinerja sebagai sebuah masalah yang perlu dilaporkan oleh pengguna.

 

1.2  Utilisasi sistem, file dan struktur disk, serta laporan kinerja dan file-file, dianalisis untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada.

 

1.3  Waktu respon ditinjau dengan menggunakan standar pembanding.

 

1.4  Kapasitas jaringan dan throughput di investigasi menggunakan alat-alat perangkat lunak atau perangkat keras untuk memonitor kinerja pada beban puncak.

 

1.5  Bidang teknik yang lain dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemacetan (bottlenecks).

 

02     Menentukan metoda untuk memperbaiki kinerja sistem 2.1  Kapasitas sistem, pembatasan dan penemuan hasil tinjaun kinerja ditinjau ulang.

 

2.2  Pilihan yang ada didiskusikan dengan system programmer, supplier, konsultan, dan sumber daya teknik yang lain.

 

2.3  Alat-alat sistem digunakan untuk mendapatkan informasi tambahan yang diperlukan untuk membantu menyelesaikan masalah.

 

2.4  Berbagai kegiatan kursus dirancang untuk mengatasi masalah kinerja.

 

2.5  Metoda penyelesaian masalah yang efektif dan efisien diidentifikasi.

 

03     Mengatur sistem dan memonitor kinerja sistem.

 

3.1  Beberapa komponen yang diperlukan didapatkan.

 

3.2  Langkah-langkah yang perlu untuk memperbaiki kinerja sistem dilaksanakan.

 

3.3  Komponen-komponen diinstall dan

dikonfigurasi.

 

3.4  Keseimbangan antara jaringan dan perangkat keras diatur.

 

3.5  Sistem di monitor dan diatur kembali untuk mendemonstrasikan perbaikan kinerja sistem.

 

3.6  Dokumentasi sistem dan registrasi peralatan diperbaharui untuk mencatat perubahan komponen yang ada.

 

3.7  Rekomendasi dibuat untuk pencegahan dan mendeteksi kemungkinan timbulnya masalah kinerja yang sama.

 

Tabel 1 Elemen Kompetensi

 

 

2.3.4 Batasan Variabel

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini didukung dengan tersedianya:

2.1  Sistem jaringan komputer dan sistem komputer.

2.2  Sistem operasi jaringan.

2.3  Prosedur dan standar organisasi atau perusahaan.

2.4  Perangkat atau tools untuk administrasi sistem jaringan.

 

 

2.3.5 Panduan Penilaian

  1. 1.   Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini :

1.1   Pengetahuan dasar

1.1.1  Pengetahuan teknologi sistem komputer (perangkat keras dan perangkat lunak).

1.1.2  Pengetahuan teknologi jaringan komputer (perangkat keras dan perangkat lunak).

1.1.3  Pengetahuan tentang quality assurance.

1.1.4  Pengetahuan tentang bisnis perusahaan.

1.2          Keterampilan dasar

1.2.1   Mengoperasikan sistem operasi.

1.2.2   Mengoperasikan sistem komputer di jaringan.

1.2.3   Berkomunikasi dengan orang lain.

1.2.4   Bekerja sama dengan tim.

1.2.5   Membuat program kecil.

 

 

2.  Konteks penilaian

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara praktek dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

 

3. Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan:

3.1   Kemampuan untuk mengidentifikasi kinerja sistem.

3.2   Kemampuan untuk  memperbaiki sistem.

3.3   Kemampuan untuk mengatur dan memonitor kinerja sistem.

 

 

4.  Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1   Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan:

4.1.1  TIK.JK02.023.01  Menyelenggarakan administrasi sistem jaringan

4.1.2  TIK.JK03.001.01   Membuat kode program untuk keperluan jaringan

 

4.2   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan  membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

2.3.6 Kompetensi Kunci

 

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

2

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

3.1 Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

3.2 Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

 

 

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mengetahui dan memahami konsep Jaringan dan komponennya baik perangkat keras maupun perangkat lunak
  • Siswa mengetahui permasalahan seputar jaringan komputer dan cara menanganinya (Troubleshooting)

 

 

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa mengetahui komponen perangkat keras dan perangkat lunak jaringan komputer
  • Siswa dapat menghitung kapasitas jaringan.
  • Melakukan dokumentasi dari semua konfigurasi
  • Siswa mengetahui potensi permasalahan pada jaringan
  • Siswa mengetahui teknik umum pencarian penyebab masalah (troubleshooting) dan penyelesaiannya
  • Siswa mengetahui konsep perancangan jaringan komputer beserta implementasinya
  • Siswa dapat mengambil langkah-langkah preventif untuk mengantisipasi timbulnya masalah pada jaringan.
  • Siswa dapat menginstalasi atau memanfaatkan program monitoring jaringan.

 

 

 

 

 

 

 

4.3 Pembahasan Materi

Pada modul Mengoptimasi Kinerja Sistem Jaringan ini, kita akan membahas hal-hal tersebut dibawah ini:

-      Jaringan Komputer

-      Komponen-komponen jaringan komputer

-      Potensi masalah yang bisa terjadi dalam jaringan komputer

-      Troubleshooting dan penyelesaian masalah-masalah jaringan tersebut

-      Desain jaringan yang sesuai untuk mengurangi kemungkinan terjadinya masalah

-      Tindakan-tindakan preventif untuk mencegah terjadinya masalah

-      Pemeliharaan dan pengawasan jaringan

 

 

4.3.1 Jaringan Komputer

Jaringan Komputer secara umum bisa dikatakan sebagai dua unit komputer atau lebih yang tersambung satu sama lain. Dengan adanya sambungan ini memungkinkan komputer-komputer tersebut bisa berinteraksi. Adapun yang menyambungkan komputer ini satu sama lain bisa berupa kabel, serat optic, bahkan gelombang mikro/radio (WiFi).

 

 

Gambar Jaringan sederhana

Pada dasarnya jaringan komputer dibuat untuk memenuhi empat kebutuhan dasar, yakni:

  1. Berbagi file,

Dengan komputer yang tersambung satu sama lain, maka memungkinkan melakukan pertukaran file antar komputer di dalam jaringan tersebut.

 

  1. Berbagi sumber daya

Dengan membentuk jaringan komputer, maka kita bias berbagi sumber daya seperti misalnya printer. Dengan menyambungkan printer ke jaringan komputer, maka komputer-komputer didalam jaringan tersebut bisa mempergunakan printer tersebut bersama-sama.

 

  1. Berbagi program

Katakanlah kita menginstall suatu program di komputer server, dan semua komputer lain di jaringan bisa menjalankan program tersebut. Hal ini tentu akan sangat membantu daripada kita harus menginstall program tersebut di tiap-tiap komputer yang ada di dalam jaringan tersebut. Masih mending kalau komputernya hanya beberapa buah saja. Bayangkan kalau sampai puluhan atau bahkan ratusan.

 

  1. Pengguna komputer bisa berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan perantaraan jaringan komputer

Apalagi di jaman internet sekarang ini, maka jaringan komputer sudah sedemikian beragam caranya yang memungkinkan orang berkomunikasi satu sama lain, ada email, chatting, dan sebagainya.

 

 

4.3.2 Komponen-komponen Jaringan

Sebuah jaringan yang sederhana mungkin hanya terdiri dari dua buah komputer yang disambungkan dengan seutas kabel data. Namun jaringan yang lebih kompleks bisa terbentuk dari bermacam-macam perangkat. Adapun perangkat-perangkat jaringan komputer diantaranya:

 

 

4.3.2.1  Komputer yang terpasang NIC (Network Interface Card)

NIC berfungsi sebagai penghubung dan penterjemah perangkat komputer dengan jaringan. NIC meskipun namanya kartu belum tentu berbentuk kartu, apalagi komputer-komputer produksi terbaru, sudah umum untuk menyolder langsung chip NIC ke motherboard komputer. NIC seperti ini biasa disebut On-board network Interface

 

 

Gambar  bermacam NIC

 

 

4.3.2.2  Kabel

Media penghubung yang bisa dikatakan paling populer dipergunakan dalam jaringan komputer ialah kabel. Kabel jaringan sendiri mempunyai sejarah panjang yang tidak akan dibahas pada modul ini, cukup diperkenalkan jenis-jenisnya saja.

 

Jenis-jenis kabel yang dipergunakan dalam jaringan komputer digolongkan menjadi dua kelompok:

-  Kabel Coaxial

Kabel Coaxial dalam jaringan komputer yang dikenal ada dua jenis, yakni thin cable (Thinnet) dan thick cable (Thicknet). Thinnet, sesuai namanya, berupa kabel tembaga dengan diameter kecil kurang lebih 7 mm, biasa disebut dengan kode 10BASE-2. Panjang kabel thinnet dalam operasionalnya ialah antara 0,5m- 185 m. dan jumlah maksimal komputer yang terhubung dalam satu jaringan ialah 30 unit.

 

Sedang jenis yang kedua adalah Thick cable, berupa kabel tembaga dengan diameter yang lebih besar sekitar 12 mm, biasa disebut dengan kode 10BASE-5. Kabel ini biasanya diberi warna kuning, sehingga kabel jenis ini terkadang cukup disebut “yellow cable” atau kabel kuning.

Gambar Kabel Coaxial

 

- Kabel Twisted pair

Kabel jeis Twisted pair ini lebih umum dipakai di masa sekarang. Kabel Twisted pair terdiri dari beberapa kabel kecil yang dipilin menjadi satu. Ada dua jenis kabel Twisted pair ada yang dibungkus dengan pelindung ada juga yang tidak. Yang dibungkus pelindung disebut Shielded Twisted pair (STP) dan Unshielded Twisted Pair (UTP). Untuk penggunaan di dalam jaringan biasa baik dikantor, warnet dsb, kabel yang umum dipakai ialah kabel UTP.

 

Kabel Twisted Pair berisi pasangan-pasangan kabel-kabel kecil yang diberi warna.

 

Pasangan-pasangan tersebut adalah:

-          putih biru dengan biru

-          putih jingga dengan jingga

-          putih hijau dengan hijau

-          putih coklat dengan coklat

Gambar Kabel Twisted Pair

 

Untuk jaringan computer, kabel yang biasa dipakai adalah kabel UTP tipe CAT 5 dan CAT 5e. perbedaan keduanya terletak pada kemampuannya melewatkan data. Untuk tipe CAT 5 dengan kemampuan melewatkan data sampai 100 Mbit, biasa dipergunakan di dalam jaringan biasa. Sedang untuk kabel tipe CAT 5e biasanya dipergunakan pada saluran backbone karena kemampuannya melewatkan data hingga 1 Gbit.

 

Gambar kabel CAT5 dan CAT 5e yang telah dipasangi konektor RJ45

 

Dalam aplikasinya sebagai media penghubung antar perangkat jaringan komputer, kabel UTP dibuat dalam dua jenis konfigurasi,

 

- Kabel Straight

Kabel straight dipergunakan untuk menghubungkan dua perangkat yang berbeda, seperti komputer dengan hub, komputer dengan router, dsb.

Gambar skema kabel straight

Gambar aplikasi kabel straight

- Kabel Crossover

Kabel crossover dipergunakan untuk menghubungkan dua perangkat yang sejenis seperti komputer dengan komputer, router dengan router dan sebagainya.

 

Gambar kabel crossover

 

Gambar aplikasi kabel cross

 

 

 

4.3.2.3 Serat Optik

Serat optik sesuai namanya mempergunakan media optic sebagai penghantar sinyal data. Sinyal data tersebut telah diubah dari sinyal listrik menjadi cahaya. Karena sinyal dalam bentuk cahaya, maka tentu saja ia bisa bergerak lebih cepat. Disamping itu kapasitas serat optik juga lebih besar dibandingkan dengan kabel tembaga.

 

Namun semua kelebihan ini tentu ada kompensasinya, yakni harganya yang mahal dan dalam implementasinya membutuhkan keahlian khusus.

 

 

4.3.2.4 HUB dan Switch Hub

Hub adalah perangkat tempat menyatukan semua kabel-kabel data yang dihubungkan ke komputer atau perangkat lain seperti router dan printer. Hub lah yang membentuk jaringan dengan topologi bintang.

 

Di masa sekarang, hub sudah jarang dipergunakan. Yang banyak dipergunakan sekarang ini adalah switch hub.

 

Hub itu hanya menjalankan tugasnya sebagai penghantar sinyal listrik berisi data.  Sinyal tersebut dikirimkan ke seluruh kabel yang terhubung padanya begitu saja, tanpa melihat sumber dan tujuan dari data yang ada di dalamnya. Hal seperti ini berpotensi menimbulkan masalah. Karena semua data dikirimkan ke seluruh kabel, maka jika aktifitas lalulintas data sangat padat, bisa terjadi kemacetan data atau yang biasa disebut bottleneck dan juga bias terjadi tabrakan antar sinyal data yang biasa disebut collision. Yang kedua-duanya bisa mengganggu operasional jaringan.

 

Sedangkan switch hub menjalankan tugasnya dengan lebih pintar. Dia akan melihat sumber dan tujuan dari data yang masuk, kemudian melewatkan data tersebut hanya dari kabel sumber ke kabel tujuan, dan tidak ke kabel-kabel yang lain. Dengan demikian potensi bottleneck dan collision sangatlah kecil bahkan bisa dikatakan tidak ada.

 

 

4.3.2.5 Bridge dan Router

Baik bridge maupun router, kedua-duanya memiliki fungsi dasar yang sama yakni menyambungkan dua jaringan komputer.  Namun dari segi kemampuan dan fitur, bridge berada di bawah router.

 

Berikut adalah kemampuan bridge:

-   Menyambungkan dua buah jaringan. Dasar kerjanya hampir sama dengan switch hub yakni bridge akan melihat sumber dan tujuan dari data yang melaluinya. Namun karena bridge menyambungkan dua jaringan, maka ia akan lebih cermat lagi. Bridge akan melihat tidak hanya sumber dan tujuan tapi juga kelompok jaringan dari data tersebut. Jika data yang lewat, sumber dan tujuannya berada dalam satu kelompok jaringan yang sama, maka data tersebut tidak akan disebrangkan ke kelompok jaringan yang lain. Dan baru akan menyebrangkan data jika sumber dan tujuan data tersebut berada pada kelompok jaringan yang berbeda.

- Bridge juga mempunyai kemampuan menyambungkan jaringan-jaringan yang berbeda baik topologi maupun media penghantarnya. Seperti misalnya menyambungkan jaringan yagn memakai kabel UTP dengan jaringan yang memakai kabel Coaxial.

 

Ketika melewatkan paket, bridge hanyalah melihat MAC address yang dibawa oleh paket tersebut. Dia akan melihat MAC asal dan MAC tujuan, kemudian melewatkan data tersebut sesuai tujuannya. Sedangkan router, dia melihat lebih mendetil lagi, dia melihat ke dalam paket yang lewat. Dengan kemampuan ini lah router bisa juga menjalankan fungsi sebagai penyaring data.

 

Berikut adalah beberapa informasi tambahan mengenai router:

-      Router adalah alat yang mahal dan biasa dipergunakan pada perusahaan-perusahaan kelas besar. Namun di masa sekarang hal tersebut tidak lagi, ada banyak router-router “sederhana” yang sesuai kebutuhan tertentu, yang harganya relatif murah.

 

-      Kecanggihan teknologi menyebabkan pengerucutan jenis perangkat. Antara hub, switch hub, bridge dan router yang dulu adalah perangkat yang berbeda, namun sekarang semakin samar. Sekarang ini ada banyak peralatan yang mampu menjalankan beberapa fungsi sekaligus.

 

-      Router tidak selalu harus berupa sebuah alat tertentu. Sebuah router bisa juga dibuat dari satu unit Komputer yang dipasangi beberapa NIC dan diinstall program router.

 

-      Salah satu fungsi utama router ialah menyambungkan LAN dengan jaringan Internet.

 

Gambar router yang menghubungkan LAN ke internet

 

 

4.3.3 Skenario – Skenario Jaringan

Sesungguhnya ada banyak sekali scenario yang bisa diterapkan dalam membuat jaringan komputer. Namun kesemuanya itu tentu saja sesuai dengan kebutuhan yang ada.

 

Dari sekian banyak kemungkinan konfigurasi jaringan, kita bisa mengelompokkannya menjadi:

-    Jaringan antar komputer langsung (Peer to peer), jaringan ini menghubungkan langsung komputer dengan komputer tanpa ada mediator seperti hub atau router

 

Gambar jaringan peer to peer

 

-   Jaringan LAN (Local Area Network), Jaringan ini merupakan kumpulan dari komputer-komputer yang juga melibatkan komponen lain seperti hub, router, dan sebagainya.

 

         Gambar LAN

 

-    Jaringan WAN (Wide Area Network), Jaringan ini bisa dikatakan sebagai perluasan dari LAN, perluasan disini bisa dalam hal jumlah komputer dan komponen lainnya yang terlibat, bisa juga perluasan dalama hal wilayah cakupan.

 

Dalam hal wilayah contohnya, jaringan komputer yang mencakup dua gedung perkantoran, atau antar kantor pusat dengan kantor cabang, dan sebagainya.

 

Gambar Contoh WAN

 

 

 

4.3.4 Kapasitas jaringan

Sebuah jaringan bisa kita ibaratkan dengan sebuah kota, dan kabel-kabel atau media penghubung jenis lainnya bisa kita ibaratkan dengan jalan-jalan yang ada di kota tersebut.

 

Sebagaimana halnya jalan itu mempunyai daya tampung tertentu terhadap mobil atau kendaraan yang melaluinya, seperti itulah kira-kira media penghubung jaringan dari jaringan komputer. Mereka mempunyai kapasitas tertentu untuk menampung lalulintas data yang melaluinya.

 

Sebagai contoh Sebuah kabel UTP CAT 5 mempunyai daya tampung data 100 Mbps (bit per second) dan kabel UTP CAT 5e mempunyai daya tampung 1 Gbps.

 

Sekarang kita akan melakukan sedikit penghitungan. Sebuah data ketika dia akan ditransfer dari satu komputer ke komputer lain, maka data tersebut akan dipecah menjadi paket-paket kecil yang disebut frame.

 

Menurut standar IEEE 802.3, format sebuah frame data adalah sebagai berikut:

Preamble

Destination Address

Source Address

Length or Type

Data

Frame Check Sequence

8

6

6

2

46 ≤ n ≤ 1500

4

Semua nilai dalam satuan Byte

 

 

Frame Size (bytes)

Field

Minimum Size Frame

Maximum Size Frame

Preamble

8

8

Destination Address

6

6

Source Address

6

6

Length or Type

2

2

Data

46

1500

Frame Check Sequence

4

4

Total Size

72

1526

Semua nilai dalam satuan Byte

Sumber: Enhancing LAN Performance, 4th edition, Gilbert held

 

Dari tabel diatas bisa kita lihat, bahwa sebuah frame maksimal besarnya adalah 1526 Byte. Dalam standar IEEE 802.3, antara satu frame dengan frame yang lain terdapat jeda waktu sebesar 9,6 mikro detik.

 

Anggap jaringan kita mempunyai daya tampung 10 Mbps, ini berarti satu bit membutuhkan waktu 1/107 detik atau 100 nano detik.

 

Dengan data-data diatas, maka kita bisa menghitung waktu yang dibutuhkan untuk tiap-tiap frame:

 

 

 

Dari hasil diatas, diketahui bahwa satu frame membutuhkan waktu 1,23 mikro detik, berarti dalam satu detik akan lewat sekitar 1/1,23 ms atau sekitar 812 frame berukuran maksimal 1526 Byte.

Semakin besar data yang ditransfer dan semakin banyak komputer yang melakukan pertukaran data, maka jumlah frame akan semakin banyak. Hal ini tentu saja akan berpengaruh terhadap waktu pengiriman data secara keseluruhan.

 

Dari contoh diatas, kapasitas kabel hanyalah 812 frame/detik sedangkan misalnya data yang lewat didalam jaringan 2000 frame, maka dibutuhkan waktu 2,5 detik untuk melewatkan frame sebanyak itu.

 

Kita juga bisa menghitung persentasi pemakaian jalur dalam jaringan. Dengan program penangkap paket (packet capture) seperti wireshark, kita bisa melakukan perekaman lalulintas data dalam selang waktu tertentu.

 

Anggap dalam sepuluh menit kita menjalankan program wireshark,  kita merekam data sebanyak 280,000 frame dan besarnya frame rata-rata 100 Byte. Untuk keperluan transportnya sebuah frame, maka pada frame tersebut ditambahkan identitas transport sebesar 26 byte, sehingga besar frame rata-rata menjadi 126 byte.

 

Maka kita bisa menghitung jumlah frame yang lewat dalam satu detik:

 

 

 

 Banyaknya frame data dalam satu detik adalah 466,67 frame /detik, dan karena besarnya tiap-tiap frame adalah 126 Byte, maka:

126 Byte x 8 bit/Byte x 466,67 frame/detik = 470.403 bit/detik.

 

Karena jaringan kita besarnya adalah 10 Mbps maka tingkat pemakaian jalur dalam jaringan adalah:

 

 

Dari hasil ini bisa kita lihat bahwa tingkat pemakaian jalur di dalam jaringan kita masih rendah, baru 4,74 %.

 

 

4.3.5 Potensi Masalah yang Mungkin Terjadi Dalam Jaringan

Sebuah jaringan komputer mulai dari yang sederhana seperti jaringan peer to peer  yang hanya melibatkan 2 unit komputer sampai jaringan Internet yang merupakan jaringan komputer di seluruh dunia, tentulah tidak lepas dari berbagai permasalahan dan problem.

Dari sekian banyak masalah, kita bisa mengelompokkannya menjadi dua bagian, yakni:

- Masalah hardware

- Masalah software

 

Masalah hardware diantaranya:

-  Masalah konektifitas.

 

Masalah konektifitas terjadi karena media-media penghubung antar komputer, tidak terpasang dengan baik. Khususnya untuk jaringan yang mempergunakan kabel. Seperti diketahui, untuk memasang kabel UTP pada NIC di komputer, maka ujung kabel tersebut dipasangi konektor jenis RJ45. Nah, pemasangan kabel pada konektor RJ45 yang kurang baik, bisa menyebabkan terjadinya masalah koneksi.

 

Contoh lain ialah pada peralatan WiFi, khususnya pada antena luar gedung  (outdoor antena). Antena WiFi sebaiknya dipasang secara LOS (Line of Sight), yakni antara antena satu dengan yang lain bisa saling melihat. Namun kondisi LOS ini bisa terganggu dengan penghalang, seperti tumbuhnya pohon, pendirian bangunan baru yang cukup tinggi sehingga menghalangi LOS nya antena, dsb.

 

- Kerusakan peralatan jaringan

Sebuah peralatan apapun itu tentulah mempunyai kemungkinan untuk rusak. Tidak terkecuali peralatan jaringan. Secara hardware mereka bisa rusak.

 

Contohnya, kabel yang putus karena digigit tikus atau tergencet sesuatu, bisa juga power supply router yang konslet sehingga rusak dan otomatis routernya jadi tidak beroperasi, dan banyak hal lainnya yang menyebabkan kerusakan peralatan pendukung jaringan.

 

- Terganggunya listrik

Yakni seperti power supply untuk router yang rusak. Bisa juga masalah listrik ini karena power supply yang tidak sengaja dicabut karena ketidak tahuan. Misalnya sebuah hub disimpan di dekat meja seorang karyawan. Karyawan tersebut tidak tahu kalau kabel listrik yang dicolokkan di bawah mejanya itu adalah kabel listrik untuk power supply hub. Ketika dia akan menngisi ulang baterai HP-nya, dia mencabut kabel tersebut, dan ini menyebabkan jaringan di kantor menjadi terputus.

 

- Masalah spesifik lainnya yang mungkin timbul

Masalah software:

Masalah software terjadi ketika semua peralatan pendukung jaringan beroperasi dan berfungsi dengan baik, namun jaringan tetap saja bermasalah. Ada beberapa kemungkinan masalah yang bisa digolongkan pada masalah software.

 

- Settingan yang tidak tepat

Contohnya misalnya settingan IP dengan subnet mask yang tidak sama. Misalnya komputer disetting dengan IP 192.168.1.10 dan IP 192.168.1.11. namun yang satu subnet mask-nya 255. 255. 255.0 dan yang satunya lagi 255. 255. 255.254. setting-an seperti ini bisa menyebabkan kedua komputer tidak bisa berkomunikasi meskipun IP nya sama sama menggunakan network 192.168.1.0

 

- Virus, malware, dan sebagainya.

Penyebab gangguan pada jaringan juga bisa disebabkan oleh Virus atau malware. Contohnya sebuah virus yang membuat komputer yang telah diinfeksinya, memancarkan pesan ke semua komputer dalam jaringan secara terus-menerus. Hal ini menyebabkan lalu lintas data di jaringan menjadi sangat padat bahkan diluar daya tampung media penghubungnya, sehingga menyebabkan jaringan menjadi sangat lambat.

 

- Data collision dan bottleneck

Data collision dan bottleneck terjadi ketika lalulintas di dalam jaringan menjadi sedemikian padat. Seperti halnya jalan raya yang dipadati kendaraan, pada suatu ketika jika kendaraanya sedemikian banyaknya, akan menyebabkan kemacetan yang membuat arus lalu lintas tersendat bahkan macet total.

 

Apa yang menyebabkan arus lalu lintas data dalam jaringan menjadi sedemikian padat? Hal ini banyak penyebabnya, bisa karena aktifitas virus seperti yang telah dibahas dibagian sebelumnya, bisa juga karena data yang ditransfer ke jaringan berupa file-file berukuran besar seperti misalnya file video dan transfer ini banyak dan dilakukan secara simultan.

 

- Masalah spesifik lainnya yang mungkin timbul

 

4.3.6 Troubleshooting Masalah Jaringan

Dalam menangani masalah yang timbul dijaringan, terkadang antara satu masalah dan masalah lain berbeda langkah penyelesaiannya. Bahkan bisa juga untuk masalah yang sama di tempat yang berbeda, langkah-langkah penyelesaian yang diambil pun terkadang berbeda.

 

Meski demikian ada semacam strategi global untuk menangani masalah jaringan. Strategi tersebut adalah mendokumentasikan semua hal yang berhubungan dengan jaringan yang bisa kita gunakan sebagai dasar pencarian akar masalah yang timbul. Adapun hal-hal yang perlu didokumentasikan diantaranya:

ü  Diagram logikal dari jaringan. Seperti misalnya departemen marketing segmen jaringannya 192.168.1.0 sedang purchasing 192.168.2.0.

ü  Peta jaringan secara fisik. Dokumentasi ini berisi gambaran seluruh komponen jaringan dan bagaimana mereka terangkai satu sama lain. Seperti misalnya: departemen marketing terdiri dari 10 kompter, kabel-kabel datanya masuk ke patch panel no 10, dan sebagainya.

ü  Informasi urutan pengkabelan dan patch panel.

ü  Settingan-setingan pada komputer maupun perangkat pendukung jaringan lainnya.

ü  Daftar program-program yang dipergunakan dan terinstall pada komputer, selengkap mungkin. Termasuk versi, patch terakhir, bahkan kalau perlu no telepon program tersebut atau technical supportnya.

ü  Informasi tentang para pengguna sumberdaya di jaringan. Informasi tersebut bisa berisi user account, hak dan permissionnya, dsb.

ü  Gambaran umum tentang jaringan. Seperti: printer apa yang dipakai di jaringan, dimana tempat meletakkan dokumen,dsb. Gambaran umum ini bermanfaat sebagai informasi bagi karyawan baru yang akan menggunakan jaringan komputer.

ü  Laporan atau catatan terjadinya permasalahan.

 

Disamping dokumentasi, kita juga perlu mengetahui teknik-teknik untuk melihat atau mengecek status jaringan, baik statusnya secara hardware maupun software.

 

Berikut adalah sekilas tentang beberapa teknik dasar untuk mengecek status jaringan.

 

 

4.3.6.1 Test Jaringan Kabel

Kabel sebagai media penghantar data bukanlah media yang ideal, meski karena berbagai pertimbangan seperti harga dan kepraktisannya, justru kabellah yang menjadi media paling populer dalam jaringan komputer.

 

Ada beberapa faktor yang bisa mengganggu kualitas data yang dilewatkan oleh kabel, faktor-faktor tersebut diantaranya:

  • Panjang kabel – untuk kabel jenis Cat 5 maka panjang kabel maksimum sebelum kualitas sinyalnya menurun bahkan rusak ialah 100 meter.

 

  • Tahanan (resistance) – data digital dilewatkan pada kabel tembaga dalam bentuk arus listrik dan arus listrik ketika melewati suatu media, maka akan mendapatkan tahanan dari media tersebut.
  • Interferensi (Noise) – interferensi yang mengganggu sinyal data bisa datang dari medan elektromagnetik yang dihasilkan oleh kabel lain yang kebetulan berdekatan dengan kabel tersebut. Sumber elektromagnetik ini tidak harus berasal dari kabel saja, bisa juga dari lampu, peralatan las listrik, peralatan listrik dengan tegangan tinggi dsb.

 

  • Penurunan daya sinyal (attenuation) – dalam perjalanannya sepanjang kabel, maka sinyal akan melemah karena berbagai faktor diantaranya seperti tahanan dari tembaga dsb.

Untuk menguji apakah kabel bisa menghantarkan data dengan baik, maka bisa dilakukan dengan mempergunakan alat pengetes kabel. Dengan alat ini kita bisa melakukan tes konektifitas suatu kabel, apakah suatu sinyal data bisa lewat dengan selamat dari satu ujung kabel ke ujung yang lainnya ataukah tidak.

 

Ada berbagai macam tester kabel mulai dari yang sederhana dan murah sampai yang canggih dan kompleks dan harganya mencapai jutaan rupiah.

 

Gambar alat untuk mengetes kabel

 

Jika kita menggunakan tester kabel seperti gambar di atas, maka pada satu ujung kita pasangkan bagian yang ada tombolnya dan di ujung lain kita pasang bagian yang satunya lagi. Kemudian amatilah lampu indikator. Pada badan tester kabel biasanya tertera berbagai kombinasi nyala lampu led indikator. Kombinasi-kombinasi tersebut menunjukkan kondisi dari kabel yang sedang kita test.

 

 

4.3.6.2 Network and Protocol Analyzer

Setelah melakukan pemeriksaan fisik jaringan dan tidak diketemukan masalah. semua kabel maupun komponen lainya beroperasi dengan baik, maka selanjutnya dilakukan analisa secara software. Yang dilakukan ialah memeriksa lalulintas data di jaringan. Sepadat apa lalulintas data tersebut dan sejauh mana komponen-komponen jaringan menanganinya. Dengan mencermati hasil analisa lalulintas data, maka bisa didapat gambaran tentang kondisi jaringan secara umum.

 

Ada berbagai macam sistem/program Network Analyzer yang tersedia, mulai dari yang gratisan sampai yang berharga ribuan dollar.

 

Dalam menentukan program apa yang hendak dipakai, tentu tidak lepas dari beberapa pertimbangan seperti:

-      Harga program tersebut, biasanya ini yang paling jadi pertimbangan ketika akan menerapkannya dalam sebuah perusahaan.

 

-      Perangkat lunak maupun perangkat keras, apakah untuk menggunakan sistem network analyzer ini membutuhkan perangkat lunak atau khususnya perangkat keras tertentu.

 

-      Perangkat-perangkat pembentuk jaringan. apakah jaringan kita hanya mempergunakan kabel atau campuran kabel, WiFi, bahkan fiber optic.

 

-      Data yang dianalisa dan dibuat laporannya oleh system network analyzer tersebut. Laporan tersebut bisa berisi frames per second, tingkat kepadatan lalulintas data, dsb.

 

-      Impor dan ekspor data, apakah data yang dihasilkan oleh sistem network analyzer bissa disimpan dalam bentuk lain atau disimpan ke media lain seperti CD, hardisk, dan sebagainya.

 

Sistem Network analyzer yang baik biasanya bisa melakukan monitoring secara real time, program tersebut juga menyediakan berbagai fungsi penyaringan sehingga memudahkan untuk memonitor jenis data atau protokol tertentu sesuai yang diinginkan.

 

Contoh program network analyzer:

- Snort. Websitenya : http://www.snort.org

- Wireshark. Websitenya : http://www.wireshark.org

- Nessus. Websitenya : http://www.nessus.org

- Dan lain-lainnya

 

Meskipun tersedia berbagai program untuk melakukan analisa kondisi jaringan, sebenarnya kita bisa memanfaatkan aplikasi sederhana yang biasanya telah terinstall secara default pada sistem operasi. Aplikasi tersebut adalah ping dan netstat.

 

Ping adalah aplikasi untuk memeriksa konektifitas suatu komputer dengan perangkat lainnya (komputer lain atau router, dsb) secara software.

Perintahnya adalah sebagai berikut:

 

C:\> ping 192.168.1.1

 

Perintah diatas berarti lakukan test ping dari komputer yang kita pakai ke komputer dengan alamat 192.168.1.1.

Jika hasilnya adalah

Microsoft Windows XP [Version 5.1.2600]

(C) Copyright 1985-2001 Microsoft Corp.

 

C:\>ping 192.168.1.1

 

Pinging 192.168.1.1 with 32 bytes of data:

 

Reply from 192.168.1.1: bytes=32 time<1ms TTL=254

Reply from 192.168.1.1: bytes=32 time<1ms TTL=254

Reply from 192.168.1.1: bytes=32 time<1ms TTL=254

Reply from 192.168.1.1: bytes=32 time<1ms TTL=254

 

Ping statistics for 192.168.1.1:

Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),

Approximate round trip times in milli-seconds:

Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms

 

Ini berarti komputer kita secara software terkoneksi dengan komputer ber-IP 192.168.1.1. namun jika hasilnya adalah

Microsoft Windows XP [Version 5.1.2600]

(C) Copyright 1985-2001 Microsoft Corp.

 

C:\>ping 192.168.1.3

 

Pinging 192.168.1.3 with 32 bytes of data:

 

Destination host unreachable.

Destination host unreachable.

Destination host unreachable.

Destination host unreachable.

 

Ping statistics for 192.168.1.3:

Packets: Sent = 4, Received = 0, Lost = 4 (100% loss),

 

Ini berarti komputer kita tidak terkoneksi. Adapun penyebab tidak terkoneksi bisa bermacam-macam seperti yang telah dibahas pada bagian potensi masalah yang bisa terjadi dalam jaringan.

 

Perintah pada contoh diatas adalah perintah sederhana dari program ping. Masih banyak variasi perintah ping yang bisa dilakukan untuk tujuan-tujuan tertentu. Untuk mengetahui fungsi-fungsi apa saja yang tersedia dalam program ping, maka kita bisa mengetahuinya dengan melihat manual program ping.

 

Pada sistem operasi linux, untuk melihat manual program ping kita bisa mengetikkan perintah:

 

user@host$ man ping

Atau

user@host$ ping –help

 

Sedang pada sistem operasi windows, untuk melihat fungsi-fungsi program ping kita bisa mengetikkan perintah:

 

c:\>ping /?

 

Akan muncul berbagai fungsi dari perintah ping:

Microsoft Windows XP [Version 5.1.2600]

(C) Copyright 1985-2001 Microsoft Corp.

 

C:\>ping /?

 

Usage: ping [-t] [-a] [-n count] [-l size] [-f] [-i TTL] [-v TOS] [-r count] [-s count] [[-j host-list] | [-k host-list]] [-w timeout] target_name

 

Options:

-t               Ping the specified host until stopped.

To see statistics and continue – type Control-Break;

To stop – type Control-C.

-a               Resolve addresses to hostnames.

-n count      Number of echo requests to send.

-l size         Send buffer size.

-f               Set Don’t Fragment flag in packet.

-i TTL         Time To Live.

-v TOS       Type Of Service.

-r count      Record route for count hops.

-s count             Timestamp for count hops.

-j host-list          Loose source route along host-list.

-k host-list         Strict source route along host-list.

-w timeout Timeout in milliseconds to wait for each reply.

 

Program berikutnya adalah program netstat. Netstat berfungsi untuk melihat semua koneksi yang sedang berlangsung pada komputer kita. Program ini juga berguna untuk melihat statistik protokol-protokol yang aktif di komputer kita.

Berikut adalah manual singkat program netstat di windows XP:

Microsoft Windows XP [Version 5.1.2600]

(C) Copyright 1985-2001 Microsoft Corp.

 

C:\>netstat /?

 

Displays protocol statistics and current TCP/IP network connections.

 

NETSTAT [-a] [-b] [-e] [-n] [-o] [-p proto] [-r] [-s] [-v] [interval]

 

-a     Displays all connections and listening ports.

-b     Displays the executable involved in creating each connection or listening port. In some cases well-known executables host multiple independent components, and in these cases the sequence of components involved in creating the connection or listening port is displayed. In this case the executable name is in [] at the bottom, on top is the component it called, and so forth until TCP/IP was reached. Note that this option can be time-consuming and will fail unless you have sufficient                permissions.

-e     Displays Ethernet statistics. This may be combined with the –s option.

-n     Displays addresses and port numbers in numerical form.

-o     Displays the owning process ID associated with each connection.

-p     proto Shows connections for the protocol specified by proto; proto may be any of: TCP, UDP, TCPv6, or UDPv6.  If used with the –s option to display per-protocol statistics, proto may be any of: IP, IPv6, ICMP, ICMPv6, TCP, TCPv6, UDP, or UDPv6.

-r     Displays the routing table.

-s     Displays per-protocol statistics.  By default, statistics are shown for IP, IPv6, ICMP, ICMPv6, TCP, TCPv6, UDP, and UDPv6;

          the -p option may be used to specify a subset of the default.

-v     When used in conjunction with -b, will display sequence of components involved in creating the connection or listening port for all executables. interval  Redisplays selected statistics, pausing interval seconds between each display.  Press CTRL+C to stop redisplaying statistics.  If omitted, netstat will print the current configuration information once.

 

Melihat log

Setiap kejadian yagn terjadi dalam komputer biasanya tercatat dalam sebuah log. Untuk melihat log ini kita bisa membukanya lewat Control panel à Administrative Tools à Event viewer …. Ini untuk sistem operasi keluarga windows. Untuk sistem operasi keluarga linux, kita bisa melihat log pada direktori /var/log.

 

Gambar event viewer pada windows xp

 

Dengan melihat log ini kita bisa mendapatkan informasi tentang kesalahan-kesalahan yang terjadi pada sistem. Dan berdasarkan kesalahan tersebut kita bisa mencari penyebab kesalahan tersebut.

 

Jika sudah diketahui penyebab kesalahannya, maka kita bisa merumuskan langkah apa saja yang harus diambil untuk menyelesaikan masalah tersebut.

 

 

4.3.6.3 Teknik pemecahan masalah

Masalah-masalah yang timbul pada jaringan komputer adalah sangat beragam dan banyak sekali. Akan cukup melelahkan jika kita mempelajarinya satu-persatu dalam satu modul. Namun demikian kita akan membahas langkah-langkah yang sifatnya global. Berikut adalah panduan umum dalam kita menangani permasalahan yang timbul pada jaringan.

 

Lingkaran pemecahan masalah (the problem resolution cycle). Teknik yang disebut lingkaran pemecahan masalah ini, memanfaatkan dokumentasi yang telah dibuat dan disertai dengan tanya jawab sederhana seputar masalah jaringan yang terjadi.

 

Teknik ini dirancang untuk memenuhi dua tujuan: untuk memecahkan masalah dengan segera untuk kemudian menjadikannya catatan yang bisa dipergunakan untuk memecahkan masalah yang sama dimasa mendatang secara lebih cepat dan akurat lagi.

 

Komponen komponen pembentuk teknik lingkaran pemecahan masalah ialah:

ü  Gambaran yang tepat dan lengkap tentang gejala permasalahan. Terkadang masalah yang ada sebenarnya bukanlah akibat terjadinya kerusakan atau kesalahan komponen, melainkan karena user yang salah dalam mengoperasikan programnya.

 

ü  Pemahaman tentang fungsi-fungsi jaringan baik dari sisi logikal maupun dari fisik jaringan tersebut.

 

ü  Menyelesaikan masalah secara permanen bukan untuk sementara waktu saja, atau alternatif pengoperasian.

 

ü  Menyusun sistem pendelegasian, dengan ini maka catatan permasalahan beserta solusinya bisa dibagikan untuk diketahui oleh staff lain yang berkepentingan seperti helpdesk atau supervisor.

Pemecahan masalah Hardware

Untuk masalah yang berkaitan dengan perangkat keras jaringan, maka kita bisa melakukan beberapa langkah:

-      Pastikan semua komponen terpasang pada tempatnya dan terpasang dengan baik

-      Pastikan semua kabel kondisinya baik dan terpasang dengan benar.

-      Bisa juga kita melakukan penukaran dengan komponen yang sama dari tempat yang berbeda.

-      Pastikan semua peralatan menyala, dalam artian kabel listriknya terpasang.

-      Jika kesemuanya itu sudah dilakukan dan masih bermasalah, berarti peralatan tersebut rusak. Karenanya perlu dilakukan penggantian.

 

Pemecahan masalah Software

Untuk masalah yang berkaitan dengan perangkat lunak jaringan, maka proses troubleshooting maupun penyelesaian masalahnya bisa sederhana namun juga bisa sangat kompleks. Oleh karena itu, ada hal-hal yang perlu kita perhatikan ketika melakukan troubleshooting masalah jaringan secara software.

-      Kita mengetahui peta logis dari jaringan

-      Kita mengetahui proses apa saja yang beroperasi dalam jaringan

-      Kita mengetahui perangkat lunak apa saja yang terinstall baik di pc pengguna (user) maupun di komputer server.

-      Kita mengetahui program apa saja yang berguna dalam melakukan troubleshooting maupun pemeliharaan dan monitoring jaringan.

 

 

4.3.7 Desain jaringan

Desain jaringan dibutuhkan ketika kita akan membangun jaringan dari awal atau akan melakukan perubahan atau upgrade dari jaringan yang sudah ada. Dalam melakukannya ada beberapa hal yang harus kita cermati dalam proses perancangan jaringan ini agar jaringan yang kita bangun sesedikit mungkin potensi masalahnya dan mempunyai kinerja yang bisa diandalkan.

 

Adapun hal-hal yang harus dicermati tersebut diantaranya:

-        Siapa saja pengguna jaringan dan apa saja kebutuhan mereka

-        Service apa saja yang akan beroperasi di jaringan, seperti file sharing, print sharing, web server lokal, dsb.

-        Apakah user juga bisa terkoneksi ke internet atau tidak.

-        Apakah user akan terganggu pekerjaannya atau apakah operasional perusahaan akan terganggu secara signifikan seandainya jaringan mati untuk selang waktu tertentu. Hal ini akan sangat mengganggu untuk sistem yang harus selalu on-line seperti jaringan perbankan.

-        Konfigurasi perangkat keras dan perangkat lunak seperti apa yang akan dipergunakan dalam jaringan tersebut.

-        Kemungkinan pengembangan dan perluasan baik dari segi skala jaringan maupun teknologi-teknologi baru yang akan muncul

-        Jangan lupa juga untuk mendokumentasikan kesemuanya itu.

 

 

4.3.8 Tindakan Preventif untuk Mencegah Terjadinya Masalah

-  Dari segi hardware :

ü  Pastikan semua peralatan memiliki backup komponen terutama unit power supplynya

 

ü  Sebisa mungkin peralatan tersebut terletak pada tempat yang aman dari gangguan, seperti kasus salah cabut yang telah dibahas di atas atau kemungkinan lain seperti tertimpa tumpahan air kopi dan sebagainya

 

-  Dari segi software :

ü  Pastikan semua setingan dan konfigurasi di dokumentasikan

ü  Program seperti anti virus dan anti malware  selalu diupdate

ü  Sosialisasikan kepada para pengguna (user) untuk sesedikit mungkin mentransfer file-file video atau audio atau file besar lainnya, kecuali file tersebut ada hubungannya dengan pekerjaan.

ü  Menjalankan program IDS maupun program system monitoring untuk memonitor status jaringan.

 

 

4.3.9 Pemeliharaan dan Pengawasan Jaringan

Secara hardware, peralatan jaringan tidak lah memerlukan perawatan khusus. Sekali terpasang maka bisa kita tinggalkan untuk waktu berbulan-bulan bahkan mungkin tahun. Hanya saja kita tetap pelu memonitor kinerja mereka. Perhatikan juga tanggal operasional awal alat tersebut. Karena mungkin saja alat tersebut mempunyai batas waktu operasional, seperti halnya baterai UPS yang harus diganti setiap 3 tahun sekali, dsb.

 

Secara software, kita harus melakukan pemeliharaan maupun pengawasan nyaris setiap hari. Apalagi jika jaringan kita termasuk jaringan yang aktif dan terkoneksi dengan internet. Ada beberapa perintah dasar tambahan selain ping dan netstat yang pernah dibahas pada bagian terdahulu. Adapun perintah-perintah tambahan tersebut antara lain:

 

 

Perintah

Kegunaan

arp

Menampilkan address resolution yang digunakan oleh Address Resolution Protocol (ARP)

hostname

Menampilkan nama komputer

ipconfig

Menampilkan seting IP dari komputer yang bersangkutan

nbtstat

Menampilkan status NetBIOS pada koneksi TCP/IP

nslookup

Menampilkan informasi DNS

route

Menampilkan tabel routing komputer yang bersangkutan

tracert

Menampilkan rute yang dilewati data dari komputer kita ke komputer tujuan

 

Disamping perintah – perintah dasar diatas, kita juga bisa menggunakan program network monitoring seperti Snort, Noton Utilites, dan sebagainya.

 

BAB V

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2 Literatur

Pengertian sumber-sumber kepustakaan adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

1.   Buku referensi (text book)

2.   Lembar kerja

3.   Diagram-diagram, gambar

4.   Contoh tugas kerja

5.   Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi. Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan

  1. Judul/Nama Pelatihan        :   Mengoptimasi Kinerja Sistem Jaringan

 

  1. Kode Program Pelatihan    :    TIK.JK03.008.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Mengoptimasi Kinerja Sistem Jaringan

TIK.JK03.008.01

- Unit PC (Personal Komputer) dengan spesifikasi perangkat keras yang memadai.

- Peralatan pendukung jaringan seperti minimal sebuah hub/switch hub

- tester kabel

- Crimping tool

- CD instalasi sistem operasi

- CD driver untuk perangkat keras

- Buku manual mother board dan perangkat keras lainnya

- kabel- kabel dan konektor RJ45

-

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  • Ogletree, Terry Wiliam. Upgrading and repairing Networks, 4th ed. Que, 2003
  • Held, Gilbert. Enhancing LAN Performance, 4th ed. Auerbach Publications, 2004
  • Lowe, Dough. Networking for Dummies, 7th ed. Wiley Publishing Inc,2005
  • Website:
    • http://www.ilmukomputer.com/
    • http://www.wikipedia.org/
    • http://images.google.org/

Testimoni

artikel lainnya Mengoptimasi Kinerja Sistem Jaringan TIK.JK03.008.01



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Monday 18 August 2014 | blog

Kriteria penilaian perilaku kerja, Selalu dapat menyelesaikan tugas pelayanan sebaik-baiknya dengan sikap sopan dan sangat memuaskan…

Saturday 18 July 2015 | blog

GARIS-GARIS BESAR HALUAN ORGANISASI (GBHO) KESATUAN AKSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA (KAMMI) DAERAH SOLO PERIODE 2006 –…

Friday 7 August 2015 | blog

CABANG BATUWARNO 1973 - 1989 Ajaran Sang Guru Sejati mulai dikenal oleh Bapak Supardi Satrowidjojo setelah…

Thursday 9 July 2015 | blog

KEGIATAN BELAJAR 4 5.1. Tujuan Pemelajaran Siswa mampu membuat/mengaplikasi tabel (menambah, menghapus baris dan kolom menggunakan…