Menu

Mengoperasikan Utilitas Dasar Untuk Back Up, Restore, Data Recovery TIK.OP02.018.01

Apr
15
2015
by : 3. Posted in : blog

 

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

MENGOPERASIKAN UTILITAS DASAR UNTUK BACK UP, RESTORE, DATA RECOVERY

TIK.OP02.018.01

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

DAFTAR ISI. 1

BAB I. 3

1.1 Konsep Dasar Competency Based Training (CBT) 3

1.2 Penjelasan Modul 3

1.2.1 Desain Modul 3

1.2.2 Isi Modul 4

1.2.3 Pelaksanaan Modul 4

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 5

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah. 5

 

BAB II. 7

2.1 Peta Paket Pelatihan. 7

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi 7

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 8

2.3.1 Judul Unit Kompetensi 8

2.3.2 Kode Unit Kompetensi 8

2.3.3 Deskripsi Unit 8

2.4.4 Elemen Kompetensi 8

2.3.5 Batasan Variabel 9

2.3.6 Panduan Penilaian. 9

2.3.7 Kompetensi Kunci 10

 

BAB III. 11

3.1 Strategi Pelatihan. 11

3.2 Metode Pelatihan. 11

 

BAB IV. 13

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 13

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 13

4.3 Uraian Singkat Tentang Mengoperasikan Utilitas Dasar Untuk Backup, Restore, Data Recovery : 13

4.4 Beberapa Pengertian Dalam Unit Kompetensi Ini 13

4.5 Informasi Masing-Masing Elemen Kompetensi 14

4.5.1 Mengidentifikasi dan mendeskripsikan aspek-aspek pengamanan data. 14

4.5.2 Melindungi data di komputer dari gangguan. 23

4.5.3 Melakukan data recovery. 31

 

BAB V. 46

5.1 Sumber Daya Manusia. 46

5.2 Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 47

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 47

 

DAFTAR PUSTAKA. 48

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

PENGANTAR

 

 

1.1 Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2 Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1 Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 


1.2.2 Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

 

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3 Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

-    Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-    Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-    Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

-   Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

-   Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

-   Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

-   Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-   Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi Kerja

Kompetensi  Kerja adalah kemampuan kerja setiap individu  yang mencakup aspek  pengetahuan ,  keterampilan dan sikap kerja  yang sesuai dengan standar yang ditetapkan

 

Pelatihan Berbasis Kompetensi Kerja.

Pelatihan Berbasisi Kompetensi Kerja adalah  pelatihan kerja yang menitikberatkan pada penguasaan kemampuan kerja yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan persyaratan di tempat kerja.

 

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan / atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Sertifikasi Kompetensi Kerja.

Sertifikasi kompetensi Kerja adalah proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sitematis dan obyektif melalui uji kompetensi sesuai standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional dan /atau standar khusus.

 

Sertifikat Kompetensi Kerja

Sertifikat Kompetensi Kerja adalah bukti tertulis yang diterbitkan oleh lembaga sertifikasi profesi terakreditasi yang menerangkan bahwa seseorang telah menguasai kompetensi kerja tertentu sesuai dengan SKKNI.

 


BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.OP02.001.01    Mengoperasikan komputer personal yang berdiri sendiri (PC stand alone)
  2. TIK.OP02.009.01    Mengoperasikan PC yang terhubung pada jaringan komputer lokal
  3. TIK.OP02.003.01A  (Mengoperasikan sistem operasi Microsoft Windows)

(Microsoft Office)

 

Modul ini adalah juga berhubungan dengan unit-unit kompetensi piranti lunak aplikasi lainnya.

 

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Apa yang akan Anda pelajari dari Unit Kompetensi ini?

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara membuat back up, restore dan data recovery.

 

Berapa lama Unit Kompetensi ini dapat diselesaikan?

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Berapa banyak/kesempatan yang Anda miliki untuk mencapai kompetensi?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

2.3.1 Judul Unit Kompetensi

Judul Unit       :   Mengoperasikan Utilitas Dasar Untuk Back Up, Restore, Data Recovery.

2.3.2 Kode Unit Kompetensi

Kode Unit        :   TIK.OP02.018.01

2.3.3 Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini berkaitan dengan langkah-langkah dasar dalam melakukan pengamanan terhadap data-data elektronik dalam komputer yang dimiliki.

2.4.4 Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01   Mengidentifikasi dan mendeskripsikan aspek-aspek pengamanan data

 

1.1      Pentingnya pengamanan data dapat dideskripsikan.

 

1.2      Jenis-jenis media penyimpanan yang dapat digunakan untuk menyimpan data cadangan dapat diidentifikasi.

 

02   Melindungi data di komputer dari gangguan. 2.1      Apa yang terjadi pada komputer jika terjadi pemutusan hubungan listrik dapat diidentifikasi.

 

2.2      System restore dijalankan untuk menghindari kerusakan data jika terjadi gangguan pada komputer.

 

2.3      Backup data dilakukan secara periodik.

 

03    Melakukan data recovery 3.1  Jenis    data      yang       hilang  /  rusak    dapat diidentifikasi.

3.2      Langkah-langkah yang diperlukan untuk mengembalikan data yang rusak/hilang direncanakan.

 

3.3      Piranti lunak dan penggunaannya untuk membantu mengembalikan data yang rusak/hilang dapat diidentifikasi.

 

1.1.4           Tabel 1 Elemen Kompetensi

 

2.3.5 Batasan Variabel

  1. Unit ini berlaku untuk sektor Teknologi Informasi dan Komunikasi bidang operator.
  2. Pengoperasian piranti lunak klien email ini terbatas pada :

2.1     Kondisi kerja normal dengan perangkat PC standar.

2.2     Sistem operasi berbasis Graphic User Interface (GUI).

2.3     Pengamanan data hanya untuk single komputer.

2.4     Data recovery hanya untuk masalah yang ringan.

 

2.3.6 Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari:

  1. 1.   Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemonstrasikan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang:

1.1   Pengetahuan jenis-jenis kerusakan data.

1.2   Kemampuan menentukan langkah yang tepat untuk mengamankan data.

 

2.  Konteks penilaian

Dalam penilaian unit ini harus mencakup uji keterampilan baik secara langsung ataupun melalui simulasi. Unit ini harus didukung oleh serangkaian metode untuk menilai pengetahuan penunjang.

 

3.  Aspek penting penilaian

3.1   Pengetahuan tentang jenis-jenis kerusakan data.

3.2   Analisa masalah kerusakan data.

3.3   Penentuan langkah-langkah pengamanan data.

 

4.  Kaitan dengan unit-unit lainnya

Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan pengoperasian PC baik yang berdiri sendiri maupun dalam jaringan, sistem operasi dan piranti lunak aplikasi lainnya.

 

2.3.7 Kompetensi Kunci

Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

 

No Kompetensi Kunci Dalam Unit ini Tingkat
1 Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2 Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

1

3 Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5 Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika

1

6 Memecahkan masalah

2

7 Menggunakan teknologi

2

1.1.5           Tabel 2 Kompetensi Kunci

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1 Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

        Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2 Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa dapat mempersiapkan dan mengatur konfigurasi komputer sebelum dapat digunakan.

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat mengidentifikasi aspek-aspek pengamanan data.
  • Siswa dapat mendeskripsikan pentingnya pengamanan data.
  • Siswa dapat mengidentifikasikan jenis-jenis media penyimpanan data cadangan.
  • Siswa dapat mengidentifikasikan apa yang terjadi pada komputer saat terjadi pemutusan hubungan listrik.
  • Siswa dapat menjelaskan langkah-langkah sistem restore.
  • Siswa dapat menjelaskan backup periodik.
  • Siswa dapat menjelaskan tentang data recovery.

 

4.3 Uraian Singkat Tentang Mengoperasikan Utilitas Dasar Untuk Backup, Restore, Data Recovery :

 

Di saat pengembangan teknologi informasi sedang mengalami kemajuan pesat, informasi telah menjadi bagian yang rawan akan kesalahan dimana kesalahan tersebut dapat menyebabkan hilangnya data, rusaknya data sehingga tidak dapat diakses lagi.  Padahal data merupakan bagian informasi paling penting yang mendukung aspek terkini. Oleh karena itu, pengamanan data seperti backup sebagai cadangan penyimpanan data jika terjadi kesalahan dapat diakses dari backup, harus dipelajari. Tidak luput juga tentang restore dan data recovery sebagai aksi pemulihan data yang rusak sehingga data tidak hilang sepenuhnya dan masih dapat dipulihkan kembali.

 

 

4.4 Beberapa Pengertian Dalam Unit Kompetensi Ini

 

Beberapa pengertian yang digunakan dalam unit kompetensi ini yaitu :

  1. Backup, adalah suatu pengertian tentang pengamanan data dengan menyimpan data selain di pusat data juga di suatu tempat cadangan sehingga jika terjadi kerusakan pada pusat data, data penting masi dapat di akses di tempat cadangan atau tempat backup.
  2. Restore, adalah suatu pengertian tentang pengamanan data dengan mengembalikan data ke pusat penyimpanan data setelah perbaikan terhadap data yang rusak.
  3. Data recovery, adalah suatu pengertian tentang pemulihan data yang dilakukan jika ada data yang terkorupsi sehingga dapat diakses atau digunakan kembali.

 

 

4.5 Informasi Masing-Masing Elemen Kompetensi

4.5.1 Mengidentifikasi dan mendeskripsikan aspek-aspek pengamanan data

 

1)   Pengetahuan Kerja

 

Pentingnya pengamanan data dapat dideskripsikan

Di era teknologi informasi yang semakin maju ini data dan informasi menjadi suatu asset yang penting bagi perseorangan maupun perusahaan. Data menjadi bagian penting dalam bisnis maupun usaha. Baik penyimpanan maupun sistem yang digunakan harus benar-benar dapat menjamin keamanan dan integritas data terutama data-data penting dan rahasia.

 

Informasi adalah hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian/penataan dari sekelompok data yang mempunyai nilai pengetahuan bagi penggunanya. Dengan keberadaan informasi-informasi maka segala aktivitas kita baik dalam menjalankan bisinis, edukasi, dan aktivitas lainnya bisa berjalan dengan lancar.

 

Nilai informasi yang begitu penting dan strategis tersebut mengakibatkan serangan dan ancaman terhadap sistem dan arus informasi semakin meningkat. Ancaman-ancaman ini terutama ancaman langsung membahayakan keberadaan data.Termasuk didalamnya adalah kehilangan data yang diakibatkan oleh ancaman secara fisik baik langsung maupun tidak.

 

Bahaya-bahaya secara langsung dapat datang komponen-komponen komputer secara langsung seperti kerusakan harddisk, motherboard, dan komponen lainnya. Hal ini dapat menyebabkan data-data penting yang tersimpan dalam komputer tersebut hilang dan tak terselamatkan.

 

Sedangkan bahaya lainnya yang datang secara tidak langsung dan membahayakan keberadaan data-data dan informasi penting misalnya bahaya yang datang dari alam. Hal ini tidak dapat kita prediksi kapan akan terjadi. Bahaya seperti kebakaran, gempa bumi, banjir mungkin dapat menyebabkan komputer dimana merupakan media penyimpanan data dan informasi mengalami ancaman kerusakan.

 

Hal-hal tersebut diatas harus menjadi perhatian penting bagi kita pemilik data dan informasi. Kita harus bisa memikirkan cara-cara untuk menyelamatkan data kita sehingga segala sesuatu yang dapat membahayakan media informasi yang dalam konteks ini adalah komputer dari bahaya-bahaya yang tidak diinginkan.

 

Sebagai mana kita tahu bahwa data dan informasi adalah sesuatu yang sangat penting bagi setiap individu dalam menjalankan aktivitasnya, maka pengamanan akan data tersebut menjadi sangat penting. Disini kita akan membahas beberapa cara dan antisipasi terhadap pengamanan data baik menggunakan media penyimpanan maupun menggunakan utilitas untuk mengembalikan data yang mungkin terhilang.

 

Jenis-jenis media penyimpanan yang dapat digunakan untuk menyimpan data cadangan dapat diidentifikasi

Salah satu cara mengamankan data penting adalah dengan melakukan penyimpanan data tersebut ke beberapa media penyimpanan sebagai data cadangan.

 

Melakukan peyimpanan data cadangan ini dapat meminimalisasi bahkan menghilangkan ancaman-ancaman kehilangan data dari bahaya fisik. Kita dapat melakukan penyimpanan data menggunakan media penyimpanan unutk menghindari kehilangan data dari kerusakkan harddisk komputer, atau apabila komputer kita terserang virus dan mengharuskan kita unut melakukan format ulang. Kegiatan format pada komputer ini tentu akan menghilangkan semua data yang ada pada saat itu. Dengan menyimpan data cadangan maka kita dapat memperoleh lagi kembali data-data penting kita yang sebelumnya kita simpan di media penyimpanan cadangan.

 

Dalam hal bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi, kita dapat menyimpan data-data penting ke media penyimpanan cadangan dan meletaknya atau menyimpannya di lokasi yang berbeda dari lokasi sistem sekarang atau di kenal dengan istilah “off site”. Mungkin di tempat yang terletak agak jauh dari lokasi sistem sekarang sehingga apabila sewaktu-waktu terjadi bencana di lokasi sistem kita yang sekarang seperti kebakaran atau banjir maka data cadangan kita akan aman berada di lokasi lain yang tidak terkena dampak bencana tersebut.

 

Media penyimpanan data adalah media yang digunakan untuk menyimpan data atau informasi. Sebuah media penyimpanan bisa menyimpan informasi, memproses informasi atau bahkan keduanya.

 

Disini kita akan membahas media penyimpanan yang merupakan secondary storage yang digunakan untuk menyimpan data dan sistem operasi. Secondary memory sangat berbeda dengan main memory, yaitu berkapasitas besar, akses yang lebih lambat dibandingkan dengan main memory, dan sifat penyimpanannya non-volatile (meski komputer dimatikan, data tetap tersimpan / tidak hilang).

 

Komputer biasanya menggunakan saluran input/output untuk mengakses secondary storage dan mentransfer data yang diinginkan menggunakan area penghubung pada primary storage. Fungsi yang paling utama dari secondary storage adalah tempat penyimpanan informasi untuk jangka waktu yang panjang.

 

Gambar 1: Jenis penyimpanan data (Elemen Kompetensi 1: Mengidentifikasi dan mendeskripsikan aspek-aspek pengamanan data)

 

Berikut ini dijelaskan beberapa media penyimpanan yang digunakan untuk menyimpan data cadangan.

 


Optical Disk

Gambar 2:  Piringan CD dan DVD sebagai media penyimpanan data cadangan (Elemen Kompetensi 1: Mengidentifikasi dan mendeskripsikan aspek-aspek pengamanan data)

 

Optical Devices adalah perangkat penyimpanan yang menggunakan alat baca/tulis berupa optik.

 

Media penyimpanannya berupa optical disk seperti piringan CD (Compact Disk) atau DVD. Disk ini tidak menggunakan sifat magnet, tetapi menggunakan bahan khusus yang dimodifikasi menggunakan sinar laser. Setelah dimodifikasi dengan dengan sinar laser pada disk akan terdapat spot yang gelap atau terang. Spot ini menyimpan satu bit.

 

Biasanya interface datanya melalui kabel IDE, namun ada juga yang sudah dikonversi menjadi USB pada external optical drive.

 

Optical-disk teknologi terbagi atas:

  1. Phase-change disk, dilapisi oleh material yang dapat membeku menjadi crystalline atau amorphous state. Kedua state ini memantulkan sinar laser dengan kekuatan yang berbeda. Drive menggunakan sinar laser pada kekuatan yang berbeda untuk mencairkan dan membekukan spot di disk sehingga spot berubah antara crystalline atau amorphous state.

 

  1. Dye-polimer disk, merekam data dengan membuat bump. Disk dilapisi plastik yang mengandung dye yang dapat menyerap sinar laser. Sinar laser membakar spot yang kecil sehingga spot membengkak dan membentuk bump. Sinar laser juga dapat menghangatkan bump sehingga spot menjadi lunak dan bump menjadi datar.

 

Pada proses membuat data cadangan atau back-up pada media penyimpanan optical disks seperti CD dan DVD mempermudah kita untuk menyimpannya. Media ini juga sangat mudah dan praktis dibawa kemana-mana. Selain ukurannya yang relatif kecil dan ringan, media ini sangatlah tahan lama untuk menjadi media penyimpanan data.

 

Kita membutuhkan backup data yang aman. Pada penyimpanan di hardisk, kita masih terancam kehilangan data karena rusaknya hardisk akibat bad sector atau faktor lain, ancaman virus yang seringkali merusak data pada hardisk, atau modifikasi data oleh orang lain yang menemukan file kita secara sengaja atau tidak sengaja.

 

Macam-macam optical devices antara lain:

  • CD-ROM (Read Only Memory)

CD-ROM adalah perangkat optik yang hanya dapat digunakan untuk membaca CD saja. Perangkatnya berisi optik, motor, tray,dan case.  Pemilihan CD-ROM ini berdasarkan kecepatan bacanya.  Pada zaman dahulu CDROM hanya memiliki keccepatan baca 1x, 2x, 4x, 12x, namun kini CD-ROM telah mampu melakukan pembacaan hingga 56x.

 

  • CD-RW

CD-RW adalah perangkat yang mampu melakukan pembacaan dan penulisan terhadap CD.  Artinya kita dapat menyimpan data kedalam sbuah CD blank.  CD-RW biasanya memiliki 3 variable yaitu write/rewrite/read.  Misal CD-RW 52x/32x/52x berarti perangkat tersebut memiliki kemampuan tulis 52x, kemampuan menulis ulang/menindih 32x, dan kemampuan baca 52x.

 

  • DVD-ROM

DVD-ROM adalah perangkat optik yang mampu membaca CD dan DVD. Bedanya dengan CD adalah DVD berisi data lebih banyak, yaitu + 4,5 GB.  Kecepatan baca DVD hingga kini masih 16x, namun DVD-ROM mampu membaca CD hingga 52x.

 

  • DVD-Combo

DVD-Combo adalah perangkat yang memiliki gabungan fungsi 2 macam perangkat yaitu DVD-ROM dan CD-RW.  Kemampuannya yaitu dapat membaca CD dan DVD, serta mampu menulis pada keping CD.

 

  • DVD-RW

DVD-RW merupakan perangkat tercanggih di kelas optical drive masa kini.  Perangkat ini dapat melakukan pembacaan DVD dan CD serta mampu melakukan penulisan pada CD dan DVD.  Kecepatan penulisan DVD hingga kini masih 16X saja.

 

Optical disk seperti CD dan DVD menjadi jawaban untuk media penyimpanan data cadangan yang sangat bermanfaat. Kita dapat menyimpan banyak data ke media seperti CD dan DVD menggunakan macam-macam optical devices.

 

Harddisk Drive

Gambar 3:  Hitachi 2.5 inch laptop hard drive (Elemen Kompetensi 1: Mengidentifikasi dan mendeskripsikan aspek-aspek pengamanan data)

 

Gambar 4:  Harddisk tampak atas (kiri) dan tampak bawah (kanan) (Elemen Kompetensi 1: Mengidentifikasi dan mendeskripsikan aspek-aspek pengamanan data)

 

Harddisk (harddisk drive disingkat HDD atau hard drive disingkat HD) berasal dari kata hard yang berarti keras dan disk yang berarti piringan.  Secara lebih lengkap Harddisk adalah sebuah perangkat keras yang digunakan untuk menyimpan data secara permanen (volatile) menurut perintah-perintah yang diberikan oleh pusat pemrosesan komputer.

 

Ukuran yang digunakan untuk membedakan kelas harddisk adalah kapasitas, kecepatan akses, dan interface yang digunakan.  Kapasitas harddisk dinyatakan dalam satuan byte.  Rata-rata harddisk masa kini telah berkapasitas diatas 40 GB.  Kecepatan harddisk dinyatakan dalam ukuran RPM (Rotation per Minutes).  Rata-rata kecepatan harddisk masa kini adalah 7200 RPM.  Sementara perbedaan interface harddisk dibedakan menjadi beberapa macam antara lain: SCSI, IDE (PATA), dan SATA (serial ATA).

 

Harddisk adalah media penyimpanan yang paling sering di pakai.  Bagian-bagian harddisk terdiri dari logic board, motor, Platter, read-write head, interface slot, dan bodyLogic board merupakan bagian harddisk yang mengatur kerja harddisk menurut instruksi dari userLogic board ini nantinya mengatur putaran motor dan gerak dari read-write head menurut lokasi penempatan data.  Read-write head inilah yang membaca dan menulis data pada harddisk, menyampaikan informasi kepada logic board, kemudian logic board menyampaikan kepada CPU melalui interface baik itu SATA maupun PATA.

 

PATA (Paralel ATA) merupakan sistem pemasangan harddisk dimana satu atau dua IDE devices dapat dipasang dalam satu kabel dan terkoneksi kepada satu ports IDE secara paralel.  Sementara SATA (Serial ATA) adalah revolusi baru cara pemasangan harddisk dengan hanya satu devices dalam satu ports SATA.  Terkesan lebih boros, namun kecepatan akses SATA jauh lebih tinggi dibandingkan dengan PATA, kesan pemasangan pun lebih rapi karena kabel yang digunakan untuk SATA jauh lebih kecil dari kabel IDE.

 

USB Flash Drive

        

 

Komponen-komponen internal sebuah
flash drive yang umum

1

Sambungan USB

2

Perangkat pengontrol penyimpanan massal USB

3

Titik-titik percobaan

4

Chip flash memory

5

Oscillator kristal

6

LED

7

Write-protect switch

8

Ruang kosong untuk chip flash memory kedua

 

Gambar 5: USB Flash Drive (Elemen Kompetensi 1 : Mengidentifikasi dan mendeskripsikan aspek-aspek pengamanan data)

USB flash drive adalah alat penyimpanan data memori flash yang memiliki alat penghubung USB yang terintegrasi. Flash drive ini biasanya berukuran kecil, ringan, serta bisa dibaca dan ditulisi dengan mudah. Kapasitas yang tersedia untuk USB flash drive ada dari 128 megabyte sampai 64 gigabyte.

 

USB flash drive memiliki banyak kelebihan dibandingkan alat penyimpanan data lainnya, khususnya disket atau harddisk. Alat ini lebih cepat, kecil, dengan kapasitas lebih besar, serta lebih dapat diandalkan (karena tidak memiliki bagian yang bergerak) daripada disket.

 

USB flash drive merupakan sebuah perangkat plug and play, Windows akan mencoba menjalankannya sebisa mungkin sesaat perangkat tersebut dicolokkan ke dalam soket USB. Windows XP dan yang sesudahnya bahkan memiliki fitur Autoplay, yang mengizinkan flash drive tersebut diakses secara keseluruhan untuk menentukan apa isi dari USB flash drive tersebut.

 

USB flash drive menjadi salah satu media penyimpanan data cadangan yang sangat mudah dipakai dan data yang telah disimpan dapat dengan mudah pula di retrieve.

 

Floppy Disk

Gambar 6: Floppy Disk (Elemen Kompetensi 1 : Mengidentifikasi dan mendeskripsikan aspek-aspek pengamanan data)

 

Floopy disk adalah fleksible disk yang tipis, dilapisi material yang bersifat magnet, dan ditutupi oleh plastik.

 

Ciri-ciri:

  • Umumnya mempunyai kapasitas antara 1-2 MB.
  • Kemampuan akses hampir seperti hardisk.

 

Penggunaan floppy disk saat ini sudah jarang dan banyak digantikan oleh penggunaan optical storage dan flash disk.

 

Floppy disk dan data yang disimpan didalamnya sangat rentan terhadap kerusakan, contohnya dari bagian magnetiknya, dari tekukan, suhu tinggi, bahan kimia, debu, asap dan polusi lainnya.

 

Memory Card

 

Gambar 7 : Empat tipe utama memory card (dari kiri ke kanan: CompactFlash, MemoryStick, Secure Digital, dan xD) (Elemen Kompetensi 1 : Mengidentifikasi dan mendeskripsikan aspek-aspek pengamanan data)

 

Memory Card adalah sebuah alat penyimpan data digital seperti gambar digital, berkas digital, suara digital dan video digital. Kartu memori biasanya mempunyai kapasitas ukuran berdasarkan standar bit digital yaitu 16MB, 32MB,64MB, 128MB, 256MB dan seterusnya kelipatan dua. Kartu memori terdapat beberapa tipe yang sampai sekarang ini ada sekitar 43 jenis. Jumlah kapasitas terbesar saat ini adalah tipe CF (Compact Flash) dengan 8 GB (info : 1 GB = 1024MB, 1048576KB). Untuk membaca data digital yang disimpan didalam kartu memori kedalam komputer, diperlukan perangkat pembaca kartu memori (memory card reader). Ukuran memory card sangat kecil sehingga sangat mudah dibawa-bawa dan praktis.

 

Ada bermacam-macam jenis memory card mulai dari SD (Secure Digital), Mini SD Card, Transflash Micro SD, Compact Flash, xD (xTreme Digital), Memory Stick pro, Memory Stick Pro Duo, Memory Stick, RS-MMC (Reduce Size Multimedia Card), MMC.

 

2)   Ketrampilan Kerja

 

Pentingnya pengamanan data dapat dideskripsikan

  • Memahami tentang pengertian pengamanan data dan jenis-jenis pengamanan data yang dapat dilakukan.
  • Mencari informasi tentang pengamanan data yang paling cocok dilakukan untuk beberapa jenis keadaan tertentu.

 

Jenis-jenis media penyimpanan yang dapat digunakan untuk menyimpan data cadangan dapat diidentifikasi

  • Mengenal jenis-jenis media penyimpanan.
  • Menggunakan jenis media penyimpanan yang paling cocok untuk berbagai situasi sebagai salah satu aspek pengamanan data.

 

3)   Sikap Kerja

 

Sikap kerja yang berkaitan dengan unit kompentensi ini yaitu :

  1. Mengetahui pentingnya pengamanan data.
  2. Menggunakan media penyimpanan sebagai tempat cadangan data.

4.5.2 Melindungi data di komputer dari gangguan

 

1)   Pengetahuan Kerja

 

Pemutusan hubungan listrik

Beberapa gangguan yang dialami komputer adalah ketika mengalami pemutusan hubungan listrik.

 

Pemutusan hubungan listrik yang bisa terjadi kapan saja dapat menyebabkan komputer tidak melakukan prosedur shutdown yang diperlukan. Operating system dari PC maupun server tidak didesain untuk mendukung pemutusan aliran listrik secara tiba-tiba atau yang dikenal dengan istilah “hard shutdown”. Operating system ini lebih bergantung pada satu set proses yang sudah ada untuk menyiapkan komputer melakukan shutdown seperti menyimpan memori, memberhentikan aplikasi-aplikasi dan servis, dll.

 

Melakukan shutdown dengan cara ini adalah prosedur yang benar. Bertentangan dengan hard shutdown yang bisa menyebabkan data hilang atau rusak (corrupt) dan waktu yang lebih lama untuk pemulihan (recovery) setelah listrik kembali menyala.

 

Langkah-langkah harus diambil untuk melindungi sistem komputer dan data yang disimpan dari akibat kerusakan yang ditimbulkan hard shutdown.

 

Salah satu penyebab kemungkinan data menjadi korup saat pemutusan hubungan listrik adalah penutupan aplikasi atau OS dengan tidak normal pada saat melakukan manipulasi data. Ini dapat membahayakan dokumen-dokumen, struktur sistem file (contohnya: FAT), atau data aplikasi dinamis dan di banyak kasus juga dapat menyebabkan waktu untuk pemulihan menjadi lebih lama karena OS atau aplikasi mencoba untuk membuat kembali tabel-tabel yang korup, dll.

 

Ketika pemutusan listrik ini terjadi apabila PC tidak terhubung ke UPS (Uninterruptible Power Supply) maka komputer akan kehilangan power dan langsung mati. Tetapi apabila terhubung pada UPS maka akan ada jeda waktu sebelum komputer tersebut mati. Dalam jeda waktu ini kita dapat menyimpan data-data perkerjaan kita yang belum kita simpan dan menutup semua program atau aplikasi yang sedang terbuka. Sehingga prosedur shutdown yang benar dapat terlaksana.

 

Selain itu ada lagi akibat-akibat lain yang ditimbulkan dengan pemutusan listrik secara tiba-tiba terutama apabila aliran listrik tersambung dan putus beberapa kali untuk jeda waktu yang singkat. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada komputer dan alat-alat yang terhubung ke komputer lainnya seperti printer, scanner, dll apabila masih terhubung ke stop kontak.

 

Jadi segeralah cabut semua alat-alat elektronik tersebut dari stop kontak apabila terjadi pemutusan listrik.

 

Kerusakan yang mungkin dialami hardware adalah kerusakan pada harddisk, motherboard, atau power supply. Kerusakan pada harddisk dapat terjadi apabila harddisk sedang melakukan read write dengan kencang dan tiba-tiba listrik padam sehingga akan membaret disc.

 

Disini difokuskan mengenai gangguan yang dialami pada data ketika terjadi pemutusan listrik, yakni hilangnya data-data dari file yang terbuka dan belum disimpan dan file-file sistem yang menjadi korup/rusak akibat hard shutdown sehingga OS tidak dapat beroperasi dengan semestinya. Salah satu tips yang dapat digunakan untuk menghindari kehilangan data bisa dengan menyimpan semua file pekerjaan anda secara periodik. Hal-hal yang dapat dilakukan selanjutnya setelah terjadi pemutusan aliran listrik akan dibahas berikut.

 

System Restore dijalankan untuk menghindari kerusakan data jika terjadi gangguan pada komputer

System Restore adalah komponen dari Windows operating system yang merupakan produk dari Microsoft. System Restore digunakan untuk mengembalikan system files, registry keys, program yang terinstall ke keadaan sebelumnya pada saat terjadi kegagalan operasi (failure). Tindakan ini biasanya dilakukan bila perubahan yang di berikan/terjadi pada sistem Anda membuat sistem menjadi tidak stabil atau tidak sebagaimana mestinya.

 

System Restore hanya mempengaruhi sistem komputer tanpa menyebabkan kita kehilangan pekerjaan yang baru saja dilakukan seperti dokumen yang tersimpan, password, e-mail, atau history. System Restore memperhatikan setiap perubahan yang terjadi sistem. Dan selalu memberikan tanda pada saat perubahan terjadi. Selain mencatat perubahan sistem, System Restore juga melakukan pencatatan sendiri yang dinamakan Restore Checkpoint.

 

Restore Checkpoint adalah titik dimana pemeriksaan dilakukan pada komputer, atau juga dapat dikatakan titik waktu dimana komputer melakukan Capture terhadap sistem.

 

Kita juga dapat mengembalikan kondisi sistem pada kondisi-kondisi sebelumnya dimana komputer memiliki catatannya. Catatan dilakukan sampai tingkat ketelitian detik. Restore Checkpoint juga dapat dilakukan secara manual dengan dilengkapi keterangan tersendiri.

 

System Restore tidak hanya melakukan restorasi harddisk yang digunakan untuk operating system saja, melainkan semua partisi harddisk. Sebab biasanya kiat menginstal sebuah program pada partisi yang berbeda dengan letak operating system kita.

 

Pembahasan selanjutnya mengenai System Restore hanya akan terbatas pada Windows XP saja.

 

System Restore dapat diakses melaui menu Start à All Programs à System Tools à System Restore.

 

Gambar 8: System Restore (Elemen Kompetensi 2: Melindungi data di komputer dari gangguan)

 

Untuk mengaktifkan System Restore pilihlah System Restore Setting. Sebenarnya secara standar, Sytem Restore akan aktif dengan otomatis, segera setelah Windowa berhasil diinstal. Aktifnya Sytem Restore membutuhkan minimal 200 MB pada setiap partisi. Jika ruang yang ada minimal ada tidak mencukupi maka secara otomatis Sytem Restore akan dinonaktifkan, sampai kapasitas ruang kembali mencukupi. System Restore juga bisa dinonakatifkan oleh pengguna yang peduli dengan CPU Usage dan Performance.

 

Pada aplikasi, System Restore hanya akan menghilangkan perubahan-perubahan baik yang terjadi pada sistem karena aplikasi tersebut maupun pada registry. Serta menghapus semua file tambahan yang berkaitan dengan aplikasi tersebut.

 

Ingat bahwa System Restore berbeda dengan back up. Untuk data personal baik yang tersimpan dalam My Document setiap profil atau data pada partisi terpisah, tidak akan mengalami perubahan apapun. Karena memang System Restore tidak mengamati file-file seperti itu.(doc,JPEG, dan sebagainya).

 

Gambar 9: System Properties(Elemen Kompetensi 2: Melindungi data di komputer dari gangguan)

 

Pada halaman ini, kita dapat mematikan semua Sytem Restore pada partisi dengan memberikan tanda centang pada pilihan Turn off system restore on all drives (dibagian paling atas). Atau secara manual mematikan System Restore satu persatu pada masing masing partisi.

 

Caranya :

a)  Pilih partisi yang ada di kolom Available drives. Lalu tekan tombol setting di sebelah kanan

 

b)  Kemudian berikan tanda centang pada pilihan Turn off System restore on this drive

 

c)  Sebagai catatan: pada partisi dimana Windows di instal hal ini dapat dilakukan. Satu-satunya cara mematikan partisi ini adalah dengan mengikut langkah ketiga dimana system restore pada semua partisi ikut dimatikan.

 

Pembuatan Restore Points

Restore Points akan dilakukan secara otomatis ketika:

  • Ketika ada software baru yang diinstal
  • Ketika Windows Update menginstal update baru ke Windows
  • Ketika user menginstal driver yang tidak secara digital ditandai oleh Windows Hardware Quality Labs
  • Setiap 24 jam penggunaan komputer, atau setiap 24 jam waktu kalender, yang mana yang terpenuhi lebih dahulu.
  • Ketika komputer dinyalakan setelah mati lebih dari 24 jam.
  • Ketika user meminta.

 

Restore points juga bisa dilakukan secara manual. Cara membuat restore point secara manual adalah sebagai berikut:

1)  Tekan menu Start

 

2)  Pilih All Program, Accesories, System Tools, System Restore.

 

3)  Setelah System restore Wizard terbuka berikan tanda pada Create a restore point, dan tekan tombol Next

 

4)  Berikan nama pada restore point yang Anda buat, tekan Next

 

5)  Kemudian tekan tombol Create. Restore point yang Anda buat akan dicatat sebagai restore point  pada jam dan waktu pembuatan dilakukan.

 

System Restore bisa dikonfigurasikan sampai maksimal 12% kapasitas harddisk. Jika catatan yang dimiliki oleh System Restore terus bertambah maka secara otomatis System Restore akan menghapus catatan terlama, ketika ada catatan terbaru akan masuk.Bila ingin mengatur ruang untuk System Restore Anda dapat melakukannya pada System Restore Setting yang ada.

 

Berikut langkah detailnya:

1) Pilih partisi (dalam kolom Available drives) yang akan Anda tentukan kapasitas system restore-nya

 

2) Kemudian tekan tombol setting. Setelah itu tentukn persentase kapasitas yang diinginkan.

 

Gambar 10: Drive C: Settings (Elemen Kompetensi 2: Melindungi data di komputer dari gangguan)

 

 

Penghapusan Restore Points

Penghapusan restore point hanya dapat dilakukan sekaligus untuk semua restore point kecuali restore point yang paling terakhir dilakukan. Kecuali kita menonaktifkan System Restore. Penonaktifan akan membuat restore point hilang semua.

 

Untuk menghapus restore point kita dapat melakukan Klik kanan partisi dimana restore point ingin dihapus, lalu pilih properties. Kemudian tekan tombol Disk Clean Up dan buka halaman More Option. Setelah itu pada bagian System Restore tekan tombol Clean Up.

 

Menjalankan System Restore

System Restore dapat digunakan baik dalam modul normal atau safe mode. Untuk mengakses  System Restore dari modul normal:

1)  Pilih menu Start, All Program, Accessories, System Tools, System Restore.

2)  Setelah itu pada pilihan dikanan atas pilih Restore My Computer to an earlier time. Tekan Next.

3) Tentukan waktu dimana sistem ingin dikembalikan.

 

Gambar 11: Pemilihan Restore Point (Elemen Kompetensi 2: Melindungi data di komputer dari gangguan)

 

4)  Jika sudah yakin tekan tombol Next, sampai kemudian System Restore akan berjalan.

 

5) Setelah selesai menjalankan restorasi akan muncul layar memberikan laporan.

 

Untuk menjalankan System Restore pada halaman Safe Mode, Anda dapat langsung menekan pilihan tersebut pada saat akan masuk dalam Safe Mode. System Restore dalam Safe Mode sangat berguna bila ternyata kerusakan yang ada membuat Anda tidak dapat melakukan booting sebagaimana normalnya. Sehingga dapat kembali dengan mudah ke keadaan sebelum booting gagal.

 

Backup data dilakukan secara periodik

Data bisa hilang kapan saja. Salah satunya diakibatkan oleh kegagalan secara fisik pada media dimana data disimpan. Kita mungkin menyimpan semua data kita di hard drive PC. Hard drive ini tidak selamanya bertahan. Mungkin secara tiba-tiba rusak tanpa peringatan apa-apa. Dan apabila hal ini terjadi tidak ada yang bisa kita lakukan lagi. Media penyimpanana lain yang kurang baik adalah floppy disk. Floppy disk mungkin baik untuk media penyimpanan sementara dan sebagai media transportasi data, tetapi bukan tempat penyimpanan data permanen. Virus juga salah satu yang harus kita waspadai.

 

Kemungkinan lain penyebab hilangnya data adalah pemutusan hubungan listrik secara tiba-tiba seperti yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Hal itu dapat menyebabkan kita kehilangan dokumen yang sedang kita kerjakan karena kita belum menyimpannya sebelum listrik padam tiba-tiba dan menyebabkan komputer kita ter-shutdown. Atau mungkin kita mengalami kerusakan hard drive karena terjadi arus singkat dari listrik sehingga motherboard terbakar dan menghancurkan semua file system.

 

Salah satu jawaban untuk menyelamatkan data-data penting kita adalah dengan melakukan backup data dengan baik dan benar.

 

Definisi melakukan backup secara baik dan benar adalah:

  • Backup dilakukan secara periodik, per hari / minggu / bulan (sesuai dengan tingkat kepentingan data).

 

  • Backup dilakukan pada media yang handal dan terpisah secara fisik dari data awal. Banyak pilihan media backup, dari yang mahal seperti Server Back up, Tape Back up, agak mahal seperti Eksternal Harddrive, Internet Back up sampai CD R/RW, DVD R/RW, disket, UFD (USB Flash Disk). Silahkan tentukan pilihan anda berdasarkan karakteristik media.

 

  • Jika data sangat penting, perhatikan penyimpanan data backup. Usahakan tidak menyimpan data backup pada lokasi yang bersamaan dengan data asli, apalagi kalau data backup diletakkan pada harddisk yang karena apabila harddisk mengalami error atau di delete virus, hasilnya akan sia-sia. Kalau bisa di pisah dan agak jauh, untuk menjaga kemungkinan lain misalnya dicuri, kebakaran, banjir, dll. Salah satu alternatif yang menarik adalah menyimpan data back up di storage internet.

 

Disini kita akan membahas mengenai melakukan backup secara periodik. Backup secara periodik diharapkan dapat mengatasi masalah-masalah kehilangan data baik secara langsung yakni dokumen belum sempat disimpan, penghapusan dokumen secara tidak sengaja maupun yang diakibatkan media penyimpanan.

 

Bacup secara periodik adalah backup yang dilakukan dengan jadwal reguler seperti per tahun, per kuarter, per bulan, per minggu, per hari, per jam, dll.

 

Ada 2 macam backup yaitu:

  1. Full Backup

Full backup (level 0) membuat salinan komplit dari file system atau direktori. Full backup mencakup semua data dan metadata yang diperlukan untuk mengembalikan sebuah file system.

 

  1. Incremental Backup

Incremental backup ( level 1 ke atas) membuat salinan dari semua file yang telah berubah dari backup yang telah dilakukan sebelumnya.

 

Ada macam-macam cara untuk melakukan backup secara periodik yang dapat ditentukan atau disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya melakukan full backup setiap hari, full backup setiap minggu atau mungkin full backup setiap minggu dengan incremental backup setiap hari. Semua dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.

 

2)   Ketrampilan Kerja

 

Apa yang terjadi pada komputer jika terjadi pemutusan hubungan listrik dapat diidentifikasi

  • Mengetahui apa yang harus dilakukan jika terjadi pemutusan listrik.
  • Berlatih untuk identifikasi apa yang terjadi pada komputer jika pemutusan listrik dilakukan tiba-tiba.

 

System restore dijalankan untuk menghindari kerusakan data jika terjadi gangguan pada komputer

  • Berlatih menggunakan system restore.
  • Memahami pentingnya system restore untuk menghindari kerusakan data jika terjadi gangguan pada komputer.

 

Backup data dilakukan secara periodik

  • Memahami pentingnya pencadangan data secara berkala sehingga data dapat terselamatkan ketika saat komputer rusak
  • Berlatih melakukan backup data secara periodik

 

3)   Sikap Kerja

 

Sikap kerja yang berkaitan dengan elemen kompetensi ini yaitu  :

  1. Mengidentifikasi yang terjadi pada komputer  jika terjadi pemutusan hubungan listrik.
  2. Menjalankan system restore ketika terjadi gangguan pada komputer untuk menghindari kerusakan data.
  3. Melakukan backup data secara periodik.

4.5.3 Melakukan data recovery

 

1)   Pengetahuan Kerja

 

Harddisk merupakan salah satu peripheral utama yang harus ada di dalam sebuah komputer. Di harddisk juga segala informasi disimpan dalam bentuk file-file. Sama halnya dengan peripheral lain yang bisa mengalami kerusakan akibat static electricity (listrik statis), electric shock, dan berbagai faktor lainnya yang akhirnya kita bisa kehilangan data-data dalam harddisk tersebut. Tetapi dengan data recovery, data-data yang hilang tersebut bukan tidak mungkin bisa diambil kembali.

 

Data recovery adalah proses menyelamatkan data dari kerusakan, kegagalan, korup atau primary storage yang tidak bisa diakses. Biasanya data diselamatkan dari media penyimpanan seperti harddisk, storage tape, CD, DVD, RAID, dll. Ini mungkin disebakan oleh kerusakan fisik dari media penyimpanan atau kerusakan logic dari file system. Data recovery juga dapat diartikan sebagai proses mendapatkan kembali dan mengamankan informasi yang terhapus dari sebuah media penyimpanan.

 

Jenis data yang hilang atau rusak dapat diidentifikasi

 

Untuk mengidentifkasi data yang hilang, terlebih dahulu kita harus mengetahui jenis kerusakan pada data. Kerusakan pada data dapat dibedakan menjadi 2 kategori, yaitu:

 

  1. Ketika hard drive komputer masih bekerja dengan baik tetapi anda telah menghapus file tersebut, memformat drive tersebut, atau kehilangan data karena alasan-alasan lain. Hal ini dikategorikan sebagai masalah logikal.

 

  1. Ketika hard drive komputer mempunyai permasalahan fisik dan beberapa komponen dari suatu drive rusak, sebagai contoh ketika terjadinya kebakaran atau banjir. Inilah yang dikategorikan sebagai masalah fisik.

 

Dalam banyak kasus yang terjadi berkaitan dengan masalah logikal, solusi dari software utility recovery dapat digunakan untuk mengembalikan data. Hanya jika drive tersebut mempunyai masalah fisik maka harus mengirimnya ke perusahaan recovery hardware.

 

Untuk mengidentifikasi data yang hilang, kita dapat menggunakan software Recover Deleted Files. Software ini dapat mencari lebih dari 200 type file spesifik dari file yang terhapus. Terdapat 2 metode untuk data recovery, yaitu:

 

  1. Semua file di dalam komputer, termasuk yang sudah terhapus, teridentifikasi oleh sebuah record di dalam table yang disebut Master File Table (MFT). Record MFT dapat memberitahu komputer tentang nama file dan juga lokasi dimana file tersebut tersimpan. Recover Deleted Files membaca record MFT untuk mencari dan mengembalikan file yang hilang atau terhapus.

 

  1. Dalam beberapa kasus, record MFT bisa saja corrupt atau rusak. Dalam hal ini, Windows tidak mempunyai informasi referensi untuk menemukan file yang hilang atau terhapus terebut. Tetapi Recover Deleted Files dapat mencari dan menemukan tipe file yang dispesifikasi user dengan men-scan media penyimpanan dan mencari struktur unik file, yaitu header yang unik, isi, dan footer.

 

Langkah-langkah penggunaan Recover Deleted Files adalah sebagai berikut:

  1. Tentukan pencarian apa yang ingin anda jalankan sesuai dengan situasi anda, sebagai contoh ketika anda akan menghapus file atau memformat drive anda maka gunakan pilihan ”Fast Search”.

 

  1. Pilih drive yang anda inginkan untuk melakukan pencarian. Ketika anda tidak lagi dapat melihat drive letter, maka Recover Deleted File akan mecari drive pada tingkatan fisik, yang artinya akan mencari drive di PC anda, mulai dari awal sampai akhir, dan mengabaikan semua drive letter dalam drive.

 

  1. Pilih tipe file spesifik yang ingin anda cari.

 

  1. Mulailah pencarian, anda akan dapat melihat nama-nama file kemudian pilihlah file tersebut untuk melakukan preview dan menyimpan hasilnya di drive lain.

 

Jenis-jenis data yang hilang dapat kita identifikasi apakah data itu file dokumen (.doc, .dot, .rtf), file excel (.xls), musik, media penyimpanan terformat, email, foto, dll.

 

Langkah-langkah yang diperlukan untuk mengembalikan data yang rusak/hilang direncanakan.

Sebelum dapat mengembalikan data-data yang rusak atau hilang, kita harus menyusun langkah-langkah yang diperlukan.

 

Pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi data yang hilang atau rusak dan penyebab data itu hilang atau rusak.

 

Setelah menemukan penyebab dan jenis data yang hilang maka kita dapat menentukan penggunaan piranti lunak yang dapat mengembalikan data tersebut. Pemilihan perangkat lunak ini dapat dicari melalui internet. Beberapa software data recovery adadlah freeware, dimana kita tidak perlu mebayar untuk menggunakannya.

 

Berikut akan dibahas mengenai mengidentifikasi perangkat lunak dan penggunaannya.

 

Piranti lunak dan penggunaannya untuk membantu mengembalikan data yang hilang atau rusak dapat diidentifikasi

Data Recovery sebenarnya dimungkinkan karena desain dari sistem operasi Microsoft Windows yang dikembangkan untuk memaksimalkan kecepatan penggunaan komputerdan penghapusan data. Sekarang ini prosedur dari Data Recovery berkembang dengan pesatnya. Hal ini mungkin dikarenakan oleh lembaga-lembaga hukum pemerintah seluruh dunia untuk menangani masalah bukti elektronik. Program tersebut dapat mengembalikan file yang terhapus dari Windows Recycle Bin, atau hilang karena format, infeksi virus, sistem shutdown yang tidak terduga atau kegagalan software dan bahkan mengembalikan file sementara file yang tidak pernah disimpan pun.

 

Program tersebut memiliki kemampuan mengembalikan file dokumen, grafik, foto dari kamera digital, file Zip, email, musik, video, dan sebagainya. Fitur-fitur tersebut tentu saja bergantung dari software recovery data yang dipilih. Sekarang ini banyak tersedia software recovery data yang bisa anda pilih. Penjelasan berikut akan membantu anda untuk memilih software-software untuk data recovery tersebut.

 

Beberapa piranti lunak yang dapat digunakan untuk mengembalikan file-file yang terhapus/rusak adalah sebagai berikut:

 

TuneUp Utilities

Software ini bukan merupakan software khusus untuk recovery tetapi di dalamnya terdapat suatu fitur file recovery and distruction yang mampu mencari file atau direktori yang terhapus pada suatu drive letter. Software ini bisa di-download di situs Tune-up.com

 

 

Recover4All

Software ini mempunyai kemampuan khusus untuk melakukan pencarian file yang terhapus. Software utility tersebut dapat mencari nama file yang telah terhapus dan memilih apakah kondisi file yang terhapus masih baik atau utuh. Software undelete file membutuhkan input dari pemakai untuk mengembalikan nama file aslinya. Karena pada sistem Windows, file yang dihapus akan dihapus karakter paling depan. Misalnya file anggaran.xls masih dapat ditemukan dengan nama ?nggaran.xls. Dan karakter awal harus dimasukkan secara manual. Software ini bisa di-download di situs Recover4All.com.

 

 

Stellar Phoenix, GetDataBack, dan RecoverMyFiles

Ketiga software tersebut mampu mengambil data dari sebuah storage yang telah hilang sampai tingkat logical drive atau drive letter maupun informasi pada partisi. Artinya, sebuah hard disk yang sudah dianggap tidak memiliki partisi lagi (blank), ternyata masih dapat dicari sisa data dari file yang ada dalam hard disk. Bahkan software recoverydata ini akan mencoba mencari data walaupun hard disk atau storage media mengalami cacat fisik, misalnya bad sector.

 

Software ini juga memiliki kemampuan lain. Pertama, mendukung FAT16, FAT32, VFAT, dan NTFS. Kedua, mampu melakukan recover file yang terhapus, termasuk folder. Ketiga, mengembalikan file yang hilang dari terhapusnya partisi, bahkan yang terformat dengan sistem cepat/QUICK. Keempat, mengembalikan data dari storage yang tidak dapat diakses lagi atau terjadinya corruption file dengan pencarian sektor. Kelima, mendukung multidisk format seperti IDE sampai SCSI. Keenam, bekerja pada sistem Windows 95-XP dan 2003 untuk Stellar.

 

Berikut akan dijelaskan penggunaan salah satu contoh software data recovery yaitu GetDataBack dan Recover My Files.

 

Pertama-tama download free demo version dari GetDataBack. Terdapat 2 versi, yaitu GetDataBack FAT dan GetDataBack NTFS. Bila anda tidak mengetahui apakah drive anda FAT atau NTFS, maka ada sedikit petunjuk untuk anda. Bila system operasi pada drive bermasalah anda adalah Window 95, 98, ME atau Compact Flash Card, USB Stick, drive eksternal yang tidak pernah anda format, floopy disk. Sistem file yang sering dipakai adalah FAT maka gunakan GetDataBack FAT. Bila system operasi anda adalah Window NT, 2000,atau XP maka kemungkinan system file nya menggunakan NT. Oleh karena itu anda harus menggunakan GetDataBack NTFS. Window XP dapat menggunakan kedua jenis system file di atas. Tetapi pada umumnya, drive yang lebih besar dari 32 GB menggunakan NTFS. Jika anda masih tidak yakin, maka tidak berbahaya untuk mencoba salah satu versi. Bila setelah proses scan di langkah 2 tidak menemukan entry system file yang berguna maka ulangilah dan coba versi yang lain. Install GetDataBack pada Master Boot(C:) dari komputer recovery yang digunakan.

 

 

Menjalankan GetDataBack

Mulai menjalankan GetDataBack dengan meng-klik Start à All Programs à GetDataBack maka akan muncul tampilan sebagai berikut:

Gambar 12: GetDataBack (Elemen Kompetensi 3: Melakukan data recovery)

 

Terdapat 4 pilihan pada GetDataBack, yaitu:

1. I don’t know, use default setting

Pilihan ini untuk pemula pemakai software GetDataBack. GetDataBack akan mengambil semua langkah dari 3 langkah pilihan yang ada.

 

2. Systematic file system damage

Pilihan ini diambil bila media penyimpanan atau hard disk storage telah dilakukan format atau ada hilangnya partisi. Bahkan sistem hard disk anda tidak memiliki partisi lagi dapat mengunakan GetDataBack untuk melakukan recovery file dengan syarat hard disk anda memang masih dapat bekerja.

 

3. Sustained file system damage

Kondisi paling parah yang dapat terjadi dimana file yang ada pada sistem hard disk sudah tertimpa data baru, misalnya dengan menginstall OS. Walaupun sangat tipis kemungkinannya menemukan data yang telah terhapus, diharapkan masih sedikit tersisa data anda yang dapat diselamatkan oleh GetDataBack.

 

4. I want to recover Delete file

Cara ini paling umum terjadi karena data terhapus. GetDataBack dapat melakukan recover data baik file maupun direktori untuk dikembalikan utuh seperti semula termasuk nama file dan nama direktory.

 

Kemudian tekan Next.

 

 

Mengembalikan Data yang Terhapus Karena Delete dengan GetDataBack

Untuk mengembalikan file karena terhapus tidak sengaja, ada 4 langkah melakukan recovery dengan GetDataBack.

 

Langkah pertama adalah memilih kondisi penyelamatan yaitu dengan pilihan I want to recover Delete file.

 

Langkah kedua akan ditampilkan letak suatu data pada sebuah media penyimpanan misalnya hard disk. Anda dapat memilih drive letter dari letak data yang ingin diselamatkan. Berikut adalah tampilan yang muncul dari langkah kedua.

 

 

Gambar 13: GetDataBack (Elemen Kompetensi 3: Melakukan data recovery)

 

 

Langkah ketiga akan menampikan kondisi data anda, bila indikator menunjukan warna hijau maka data dapat dikembalikan secara utuh.

 

Gambar 14: GetDataBack (Elemen Kompetensi 4: Melakukan data recovery)

 

Langkah keempat adalah mencari nama file dan directory dari daftar software GetDataBack. Dan anda cukup meng-copy file yang anda inginkan untuk di-backup ke media atau storage lain.

 

 

Gambar 15: GetDataBack (Elemen Kompetensi 4: Melakukan data recovery)

 

Pada test undelete GetDataback untuk NTFS, semua file yang akan di-recovery dapat dikembalikan dengan nama-nama file seperti semula. Untuk kecepatan melakukan recovery data yang terhapus, dibutuhkan waktu sekitar 15 menit dari 50GB partisi.

 

 

Mengembalikan Partisi yang Hilang atau Hard Disk yang terformat dengan GetDatBack

Berbeda dengan langkah untuk mengembalikan file yang terhapus karena delete, langkah untuk terformat atau hilangnya partisi mengharuskan anda setidaknya mengetahui letak partisi atau hard disk yang terhapus.

 

Langkah pertama setelah anda memilih option Systematic file system damage, maka anda harus memilih media / drive letter (partisi) yang telah terhapus yang berisikan data file anda.

 

Pada gambar dibawah ini, storage GIGABYTA i-RAM disk berkapasitas 2GB FAT dibuat terhapus oleh Windows. Anda cukup meng-klik nomor media atau nama hard disk storage anda

 

Gambar 16: GetDataBack (Elemen Kompetensi 4: Melakukan data recovery)

 

Langkah kedua, anda harus memilih indikator berwarna hijau. Kondisi tersebut diartikan file anda tetap berada didalam hard disk atau storage, tetapi anda sudah kehilangan partisi anda.

 

Gambar 17: GetDataBack (Elemen Kompetensi 4: Melakukan data recovery)

 

Langkah ketiga adalah ketika GetDataBack mencari file yang hilang tetapi masih tersimpan di dalam storage. Gambar di bawah ini adalah tampilan setelah langkah kedua dilakukan dimana file dan direktori dapat ditemukan kembali. Anda cukup meng-klik kanan mouse dan meng-copy data anda kembali ke media penyimpanan lain untuk melakukan backup.

Gambar 18: GetDataBack (Elemen Kompetensi 4: Melakukan data recovery)

 

Test GetDataBack untuk mencari file yang hilang setelah terhapusnya partisi atau terformat memerlukan waktu lebih lama. Pada test pencarian 50GB dibutuhkan waktu 1 jam lebih. Tetapi seluruh file yang dicari dapat dikembalikan seperti semula termasuk nama directory serta nama file.

 

Selain menggunakan software GetDataBack, anda juga dapat memanfaatkannya software Recover My Files Data Recovery untuk mengembalikan file-file yang telah terhapus tersebut. Software ini juga mampu melakukan recovery untuk file-file yang ter-delete, baik dari media hard drive, floppy disks, kamera digital, drive USB, ZIP disk, CompactFlash card, Smart Media, atau Sony Memory Sticks. Jenis-jenis file yang dapat di-recover juga bermacam-macam mulai dari format Word, Excel, PowerPoint, Outlook, Outlook Express, Hotmail, Yahoo, Netscape, IncrediMail, database, AutoCAD, Microsoft Money, QuickBooks, Microsoft SQL, MYOB, sampai dengan file MPEG, AVI dan Mp3. Software ini juga dapat mencari file yang telah terhapus dari hard disk yang telah diformat ulang. Sebagai pelengkap, software ini juga memiliki fitur CD dan DVD burning.


Memulai Recover My Files

Langkah-langkah cepat untuk mengembalikan file yang hilang adalah sebagai berikut:

 

1.  Persiapan awal

Pertama-tama, buka tool ini dari menu “Start | All Programs | Recover My Files”. Sebuah wizard akan menyambut Anda untuk memulai proses pencarian. Apabila Anda tidak ingin menggunakannya, Anda bisa membuang checkmark pada “Show Wizard on start up”. Kini pilih “Manual Set Option” untuk men-setting tool. Pada tab “File Types”, Anda dapat menentukan jenis file yang dicari. Pada tab “Search”, Anda dapat menentukan ukuran file yang hilang. Sementara pada tab “Advanced”, di bagian “Search level”, gunakan pilihan “Sector Level Search” untuk pencarian yang lebih dalam, lalu klik “OK”.

 

Gambar 19: Recover My Files (Elemen Kompetensi 4: Melakukan data recovery)

 

2.  Filter file yang akan dicari

Dalam melakukan pencarian, Anda dapat membatasi prosesnya agar pencarian dapat berjalan cepat melalui fitur “Filter”. Klik tombol “Filter” pada menu bar. Dalam jendela filter, Anda dapat mengklasifikasikan pencarian berdasarkan nama file, ukuran, tanggal file, dan kata kunci file. Anda tinggal memberikan checkmark pada pilihan yang ingin Anda gunakan. Contohnya, jika Anda ingin mencari berdasarkan nama file, Anda aktifkan pilihan “By Filename” lalu isilah nama file pada kotak yang berada di sampingnya. Selanjutnya, klik “OK”.

Gambar 20: Recover My Files (Elemen Kompetensi 4: Melakukan data recovery)

 

3.  Menentukan lokasi pencarian

Langkah ketiga ini mengajak Anda untuk memulai proses pencarian. Pilih “Start Search” untuk kembali ke wizard. Selanjutnya, klik pada pilihan “Complete Search” untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Klik “Next” untuk menuju ke jendela berikutnya. Pada jendela yang muncul, Anda dapat menentukan pilihan lokasi pencarian dengan mengaktifkan salah satu drive atau folder. Sebaiknya cara ini Anda gunakan jika mengetahui letak folder file yang terhapus tersebut. Namun, jika tidak, sebaiknya Anda aktifkan saja semuanya.

 

Gambar 20: Recover My Files (Elemen Kompetensi 4: Melakukan data recovery)

 

4.  Memulai proses pencarian

Untuk memulai proses pencarian, lanjutkan langkah ketiga dengan mengklik tombol “Next”. Di sini, Anda dapat menambahkan format file yang akan dicari. Tetapi semakin banyak format file yang Anda pilih, semaikn lama juga jalannya proses pencarian. Apabila tidak ada perubahan yang Anda lakukan pada bagian ini, Anda dapat segera memulai proses pencarian file dengan mengklik “Start”. Setelah itu, Anda tinggal menunggu hasilnya. Selanjutnya, Anda dapat melihat hasilnya pada bagian “Search Result”.

 Gambar 21: Recover My Files (Elemen Kompetensi 4: Melakukan data recovery)

 

5.  Mengekspor list ke file

Setelah proses di atas selesai, tool akan menampilkan hasilnya di hadapan Anda. Anda bisa melihat keterangan tentang file tersebut pada tab “Preview” dan “Event Log” di bagian bawah. Semua keterangan akan ditampilkan secara rinci, termasuk jenis recovery yang bisa dilakukan. Simpan file tersebut melalui “Save Files” pada menu bar. Setiap hasil pencarian, tool selalu membuat laporannya dan Anda dapat menyimpan laporan tersebut. Klik “File | Export list to CSV file” untuk mengekspor laporan dalam format “.CSV”. Untuk membuka format ini Anda dapat menggunakan Excel.

 Gambar 20: Recover My Files (Elemen Kompetensi 4: Melakukan data recovery)

 

6.  Melakukan proses burning

Apabila file yang di-recovery tergolong besar, tentu saja Anda membutuhkan media penyimpan yang memadai. Untuk kondisi seperti ini, lebih tepat jika Anda menggunakan media CD atau DVD sebagai tempat penyimpanannya. Anda dapat melakukannya melalui pilihan “Recover | Save to CD/DVD”. CD-RW ataupun DVD-RW ROM akan terdeteksi secara otomatis pada bagian “Select Device”. Selanjutnya, klik “Start Burn” untuk memulai proses pembakaran. Cepat lambatnya proses pembakaran bergantung pada kecepatan CD yang digunakan.

Gambar 21: Recover My Files (Elemen Kompetensi 4: Melakukan data recovery)

 

2)   Ketrampilan Kerja

 

Jenis data yang hilang /rusak dapat diidentifikasi

  • Mengenal jenis data yang rusak
  • Mampu mengidentifikasi jenis data yang hilang/rusak

 

Langkah-langkah yang diperlukan untuk mengembalikan data yang rusak/hilang direncanakan

  • Mengidentifikasi data yang rusak
  • Belajar tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk mengembalikan data yang rusak/hilang

 

Piranti lunak dan penggunaannya untuk membantu mengembalikan data yang rusak/hilang dapat diidentifikasi

  • Mengenal jenis-jenis perangkat lunak yang dapat membantu dalam pengembalian data yang rusak/hilang
  • Menggunakan perangkat lunak yang sesuai dalam pengembalian data yang rusak/hilang

 

3)   Sikap Kerja

 

Sikap kerja yang berkaitan dengan elemen kompetensi ini yaitu :

  1. Mengidentifikasi data yang hilang/rusak
  2. Melakukan pengembalian data yang hilang/rusak
  3. Menggunakan piranti lunak yang sesuai dengan data yang rusak

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.


5.2 Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

Pengertian sumber-sumber kepustakaan adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

1.   Buku referensi (text book)

2.   Lembar kerja

3.   Diagram-diagram, gambar

4.   Contoh tugas kerja

5.   Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi. Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Mengoperasikan Utilitas Dasar Untuk Back Up, Restore, Data Recovery

 

  1. Kode Program Pelatihan    :    TIK.OP02.018.01

 

 

NO UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT DAFTAR PERALATAN DAFTAR BAHAN KETERANGAN
1. Mengoperasikan Utilitas Dasar Untuk Back Up, Restore, Data Recovery TIK.OP02.018.01 - Unit PC (Personal Computer)

- Keyboard, mouse, dan monitor.

 

 

- Buku informasi Mengoperasikan Utilitas Dasar Untuk Back Up, Restore, Data Recovery -

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

artikel lainnya Mengoperasikan Utilitas Dasar Untuk Back Up, Restore, Data Recovery TIK.OP02.018.01

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Monday 6 July 2015 | blog

Full stop (.) Full stops are used: to mark the end of a sentence that is…

Wednesday 14 January 2015 | blog

Membangun Kolom Aset dan Harta , Agar keuangan Anda dalam bisnis maupun karir berjalan baik diperlukan…

Saturday 6 June 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI           MIGRASI KE…

Thursday 9 July 2015 | blog

SRAGEN TECHNOPARK “HIGH QUALITY TEACHERS” MODULE TRAINING BASIC MODULE KODE    TOPIK    DURASI BM TP01    Teaching Philosophy…