Advertisement
loading...

 

 

Advertisement

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR PROGRAMMER KOMPUTER

 

      MENGOPERASIKAN BAHASA PEMROGRAMAN DATA DESKRIPSI

(SQL-STRUCTURED

QUERY LANGUAGE) – DASAR

TIK.PR03.001.01

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

DAFTAR ISI

 

 

Daftar Isi……………………………………………………………………………………… 2

 

BAB I             PENGANTAR …………………………………………………………… 5

1.1.    Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi …………………….. 5

1.2.    Penjelasan Modul………………………………………………………… 5

1.2.1     Isi Modul……………………………………………………….. 5

1.2.2     Pelaksanaan Modul…………………………………………… 6

1.3.    Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)……………………………….. 7

1.4.    Pengertian-pengertian Istilah…………………………………………. 8

 

BAB II STANDAR KOMPETENSI…………………………………………………….. 10

2.1.    Peta Paket Pelatihan …………………………………………………… 10

2.2.    Pengertian Unit Standar ………………………………………………. 10

2.3.    Unit Kompetensi yang Dipelajari …………………………………….. 11

2.3.1. Judul Unit ………………………………………………………… 11

2.3.2. Kode Unit ………………………………………………………… 11

2.3.3. Deskripsi Unit …………………………………………………… 12

2.3.4. Elemen Kompetensi ……………………………………………. 12

2.3.5. Batasan Variabel ……………………………………………….. 14

2.3.6. Panduan Penilaian ……………………………………………… 14

2.4. Kompetensi Kunci ……………………………………………………….. 15

 

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN ………………………………… 16

3.1.    Strategi Pelatihan ………………………………………………………. 16

3.2   Metode Pelatihan ……………………………………………………….. 17

 

 

 

 

BAB IV MATERI UNIT KOMPETENSI ……………………………………………… 18

4.1 Tujuan Instruksional Umum………………………………………………………….. 18

4.2 Tujuan Instruksional Khusus………………………………………………………….. 18

4.3 Pengertian Database dan SQL……………………………………………………….. 19

4.4 Menginstall dan Mengenal Menu-Menu Dasar Pengoperasian SQL……………. 19

4.5 SQL Element…………………………………………………………………………….. 30

4.5.1 Statement………………………………………………………………………… 30

4.5.2 Komentar…………………………………………………………………………. 31

4.5.3 Keyword dan Identifier………………………………………………………… 31

4.5.4 Nilai Literal ……………………………………………………………………… 31

4.5.5 Operator………………………………………………………………………….. 31

4.5.6 Tipe Data…………………………………………………………………………. 31

4.6 Membuat dan memanipulasi table (DDL)………………………………………….. 32

4.6.1 CREATE TABLE Statement……………………………………………………. 32

4.6.2 ALTER TABLE Statement……………………………………………………… 34

4.6.3 DROP TABLE Statement………………………………………………………. 36

4.7 Commit dan Rollback Statement……………………………………………………. 37

4.8 Memasukkan dan Memanipulasi Data (DML)………………………………………. 37

4.8.1 INSERT INTO Statement……………………………………………………… 37

4.8.2 UPDATE Statement…………………………………………………………….. 38

4.8.3 DELETE Statement……………………………………………………………… 38

4.8.4 TRUNCATE Statement…………………………………………………………. 39

4.9 Perintah Dasar SELECT……………………………………………………………….. 39

4.9.1  Mengambil Semua Baris dari Tabel…………………………………………. 39

4.9.2  Memilih Kolom Tertentu dari Tabel…………………………………………. 39

4.9.3  Alias Nama Kolom dan Nama Tabel………………………………………… 40

4.9.4  Memfilter Duplikasi Data di Dalam Tampilan……………………………… 41

4.9.5  Memfilter Baris…………………………………………………………………. 41

4.9.6  Operator Perbandingan………………………………………………………. 41

4.9.7  Operator Logika……………………………………………………………….. 44

4.9.8  Mengurutkan Baris Hasil……………………………………………………… 46

4.9.9  Meringkas Data………………………………………………………………… 46

4.9.10 Mengelompokkan Data………………………………………………………. 48

4.9.11 Menggabungkan(join) Beberapa Tabel …………………………………… 49

4.9.11.1 Equijoin………………………………………………………………. 49

4.9.11.2 Non-equijoin………………………………………………………… 50

4.9.11.3 Outer join …………………………………………………………… 51

4.9.11.4 Self join………………………………………………………………. 52

4.9.12 Membuat Backup Tabel………………………………………………………. 53

4.10 Mengenal dan Memahami Store Procedure………………………………………. 54

4.10.1 Membuat Store Procedure…………………………………………………… 55

4.11 Penutup   ……………………………………………………………………………… 57

 

BAB V SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI            58

 

5.1.        Sumber Daya Manusia ……………………………………………………………. 58

5.2.        Sumber-sumber Perpustakaan ………………………………………………….. 59

5.3.        Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan …………………………………………….. 60

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1.      Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2    Penjelasan Modul

Modul ini didisain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaiakan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.1 Isi Modul

a.       Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

 

 

 

b.       Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

c.       Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.2  Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.
  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
  • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.
  • Memberikan jawaban pada Buku Kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.
  • Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3        Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency).

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

 

 

 

1.4        Pengertian-pengertian Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

 

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1.      Peta Paket Pelatihan

 

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

 

2.1.1  TIK.PR03.001.01           Mengoperasikan Bahasa Pemrograman Data Deskripsi (SQL – Structured Query Language) – Dasar

2.1.2  TIK.PR03.002.01           Mengoperasikan Bahasa Pemrograman Data Deskripsi (SQL – Structured Query Language) – Lanjut

 

 

2.2.      Pengertian Unit Standar Kompetensi

 

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Apa yang akan Anda pelajari dari Unit Kompetensi ini?

Anda akan diajarkan untuk mengoperasikan perangkat aplikasi (bahasa pemrograman) berbasis data deskripsi atau SQL (Structured Query Language)

 

 

Berapa lama Unit Kompetensi ini dapat diselesaikan?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan.

Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

Berapa banyak/kesempatan yang Anda miliki untuk mencapai kompetensi?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan.

Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3.      Unit Kompetensi yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan  untuk dapat :

  • mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  • memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
    • menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

2.3.1 JUDUL UNIT          :   Mengoperasikan Bahasa Pemrograman Data Deskripsi (SQL – Structured Query Language) – Dasar

 

 2.3.2 KODE UNIT           : TIK.PR03.001.01

 

 

 

      2.3.3 DESKRIPSI UNIT   :  Unit ini menentukan kompetensi yang di perlukan untuk mengoperasikan perangkat aplikasi (bahasa pemrograman) berbasis data deskripsi atau SQL (Structured Query Language) . Kemampuan dalam mengoperasikan bahasa data deskripsi atau SQL dapat menggunakan perintah-perintah DDL (Data Definition Language) dan DML (Data Manipulation Language). Kemampuan yang dimiliki pada tingkat dasar ini adalah membuat dan mengoperasikan table dan view, serta kemampuan untuk mengoperasikan perintah commit dan rollback.

 

 2.3.4 ELEMEN KOMPETENSI

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01  Mempersiapkan perangkat lunak aplikasi data deskripsi/SQL 1.1     Perangkat lunak aplikasi SQL telah diinstal dan dapat berjalan normal.

1.2     Manual pengguna (user manual) perangkat lunak aplikasi SQL sudah tersedia dan diidentifikasi.

1.3     Perangkat komputer sudah dinyalakan dengan sistem operasi dan persyaratan sesuai dengan petunjuk instalasi.

1.4     Perangkat lunak aplikasi SQL dijalankan.

02 Mengenali menu aplikasi         SQL 2.1     Menu-menu yang tersedia beserta shorcut nya dikenali.

2.2     Fitur-fitur pengolahan table, view, store prosedur, trigger dapat diidentifikasi dan diaplikasikan seperti pembuatan baru (new), penyimpanan (save), pembukaan (open), penghapusan (delete).

03 Membuat table dan mengisi    table 3.1     Tabel dibuat dan diatur dengan    penggunaan perintah standar dalam DDL.

3.2    Tabel yang dibuat sudah memasukkan nama    kolom/field, tipe data dan konstrainnya.

3.3     Pengisian data pada table dengan penggunaaan perintah standar seperti, insert, update dan delete disesuaikan dengan informasi dan kondisinya.

3.4    Tabel sudah disimpan, diberi nama dan terisi      data.

3.5    Index table dibuat dan diatur dengan       menggunakan perintah standar berupa : create       index dan drop index.

3.6    Index disimpan dan diberi nama.

3.7    View table dibuat dan diatur dengan        penggunaan perintah standar berupa : create       view dan drop view.

3.8    View disimpan dan diberi nama.

04 Mengoperasikan table dan      view

4.1     Data table ditampilkan dengan perintah select. Perintah select yang digunakan dapat berupa       select dengan kondisinya seperti: distinct,         where, order by, group by, having dsb.

4.2   Data table ditampilkan dengan perintah select yang terkait (join) dengan beberapa tabel yang lain. Perintah select yang digunakan dapat berupa select dengan kondisinya seperti: distinct, where, order by, group by, having, dsb.

 

 

 

 

2.3.5 BATASAN VARIABEL

      1.   Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.   Mengoperasikan bahasa pemrograman data deskripsi (SQL-Structured Query Language) dasar bersifat internal pada bidang teknologi informasi dan komunikasi.

 

2.3.6 PANDUAN PENILAIAN

  1. Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan dibidang berikut  ini :

1.1      Pengetahuan dasar yang dibutuhkan :

1.1.1    Pengoperasian software aplikasi basis data.

1.1.2    On site training sesuai dengan perangkat lunak bahasa pemrograman basis data yang di gunakan.

1.1.3    Konsep basis data.

 

2.       Konteks penilaian

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau tempat lain secara teori dan praktek dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

3.       Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan

3.1     Kemampuan untuk menggunakan fungsi-fungsi aplikasi SQL.

3.2         Kemampuan membuat dan mengisi table dengan menggunakan perintah DDL.

3.3         Kemampuan mengoperasikan table dan view dengan perintah SQL.

 

4.       Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1         Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit-unit kompetensi yang berkaitan dengan :

4.1.1    Dasar-dasar teknologi informasi.

4.1.2    TIK.PR03.001.01 Mengoperasikan bahasa pemrograman data deskripsi (SQL-Structured Query Language) dasar, contoh mencakup namun tidak hanya terbatas pada seluruh unit pemrograman basis data.

4.2     Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu          dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/khusus, pelatihan harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

2.4 KOMPETENSI KUNCI

 

 NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

2

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1.      Strategi Pelatihan        

Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2.          Metode Pelatihan      

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

Mengoperasikan Bahasa Pemrograman Data Deskripsi

 (SQL – Structured Query Language) – Dasar

 

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menginstall SQL server
  • Siswa mampu menjelaskan proses pengaksesan database
  • Siswa mampu membuat query tabel sederhana

 

4.2 Tujuan instruksi khusus

  • Siswa mampu mendefinisikan apa itu SQL
  • Siswa mampu melakukan penginstallan SQL server
  • Siswa mampu melakukan langkah-langkah pengaksesan database
  • Siswa mampu menyebutkan elemen-elemen di dalam perintah-perintah SQL
  • Siswa mampu menyebutkan tipe data untuk sebuah tabel
  • Siswa mampu membuat, merubah dan menghapus tabel di dalam database
  • Siswa dapat membuat tabel view di dalam database
  • Siswa dapat membuat index dari suatu tabel
  • Siswa mampu menjelaskan constraint-costraint yang ada di dalam bahasa SQL
  • Siswa mampu membuat perintah untuk menghapus, merubah isi tabel
  • Siswa mampu mensortir data berdasarkan kolom tabel yang diinginkan
  • Siswa mampu menjelaskan fungsi-fungsi apa saja yang terkait dengan pengelompokkan data
  • Siswa mampu melakukan perintah pengelompokkan
  • Siswa mampu melakukan multitabel query dengan fungsi join
  • Siswa mampu menjelaskan apa itu store procedure
  • Siswa mampu membuat dan melakukan eksekusi sebuah store procedure sederhana

 

 

 

4.3 Pengertian Database dan SQL

Database adalah sekumpulan data yang terorganisir kedalam tabel-tabel yang saling berhubungan. Sedangkan SQL(Structurd Query Language) adalah bahasa standard yang digunakan sebagai mediator untuk berkomunikasi dengan database. Bahasa SQL digunakan untuk menampilkan atau merubah data yang ada dalam database. Beberapa database management system yang menggunakan SQL adalah Oracle, Sybase, Microsoft SQL Server, Access, Ingres. Sebagai contoh pada pelatihan kita menggunakan database oracle dengan SQL*Plus sebagai client sidenya.

 

4.4 Menginstall dan Mengenal Menu-Menu Dasar Pengoperasian SQL

Untuk lebih mengenal dan memahami perintah-perintah SQL terlebih dahulu kita harus menginstall sql server sebagai media untuk membuat suatu database dan membuat tabel-tabel data.

Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:

1. Siapkan komputer/server yang tersedia

2. Masukkan cd sql server kedalam cd rom drive

 

3. Dibawah install section, klik server components

4. Akan tampil message box dengan End user license agrement, bila setuju click “i accept the licensing term and condition” lalu klik next

 

 

5. Klik next sampai pada halaman installatation prerequisites, lalu klik install

 

  1. Ketika installasi selesai klik next

 

 

7. Klik next

 

 

8. Halaman system configuration check akan tampil untuk melakukan checking opsi apa saja yang dibutuhkan untuk penginstallasian. setelah selesai klik next

 

9. Isi nama dan perusahaan anda, klik next

 

 

10. Pilih opsi-opsi yang ingin anda install lalu klik next

 

11. Di halaman selanjutnya pilih instance yang anda inginkan lalu klik next

 

 

 

12. Langkah selanjutnya isi username dan password serta domain yang anda inginkan, atau pilih Built-In System Account radio button

 

13. Klik next

14. Pada tahap ini bila anda dapat memilih Windows Authentication Mode atau mixed mode, pilihlah mixed mode agar sql server anda dapat diakses oleh orang lain

 

15. Klik next

16. Klik next

 

 

17. Pilihlah installation option yang diinginkan, lalu klik next

 

18. Halaman ini digunakan untuk mengirim hasil penginstallan kepada Microsoft

 

 

19. Ketika semua informasi telah lengkap klik install untuk memulai proses instalasi

 

20. Ketika komponen telah berhasil diinstal klik next

 

 

21. Pada page terakhir klik finish

 

 

Setelah proses penginstalasian selesai kita harus mengaktifkan sql server dengan cara mengaktifkan servis sql tersebut:

Klik start > control panel > Administrative Tools > services

 

 

Setelah selesai proses instalasi server maka kita dapat melakukan koneksi ke dalam database, untuk itu kita perlu masuk kedalam SQL server, kita menggunakan SQL Server Management studio dan melakukan koneksi lewat server dialog box langkah-langkah:

1. klik start > All programs > Microsoft SQL Server 2005 > SQL Server Management Studio

2. Melalui server dialog box anda harus memasukkan username dan password seperti pada gambar dibawah ini:

- Untuk windows authentication mode

 

- Untuk mix mode authentication

 

 

 

Untuk melakukan koneksi melalui object explorer langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:

  1. Klik start > All programs > Microsoft SQL Server 2005 > SQL Server Management Studio
  2. Pada toolbar object explorer klik Connect lalu pilih Database engine

 

 

  1. Klik Option dan pilih opsi-opsinya
  2. Klik Connect

 

4.5 SQL Element

4.5.1 Statement

Adalah unit dasar dalam bahasa SQL. Antar satu statement dengan yang lain dipisahkan dengan tanda titik koma(;). Sebuah satatement dapat ditulis dalam beberapa baris tanpa merubah arti.

Statement SQL umumnya digolongkan kedalam DML, DDL dan perintah-perintah lain yaitu COMMIT dan ROLLBACK yang berhubungan dengan transaksi dan lain sebagainya.

DML(Data Management Language) adalah perintah SQL yang berguna unutk mengquery database, memasukan, mengupdate dan menghapus data.

DDL(Data Description/Definition Language) adalah perintah SQL yang berurusan dengan pembuatan, perubahan dan penghapusan table itu sendiri.

 

 4.5.2  Komentar

Komentar dapat disisipkan di awal, tengah atau akhir statement, dua cara penulisan komentar:

  • Single-line : komentar diawali dengan tanda –
  • Multi-line  : komentar diawali dengan tanda /* dan diakhiri dengan tanda */

 

4 

4.3 

4.4 

4.4.2 

4.5.3. Keyword dan Identifier

Keyword yaitu kata-kata yang memiliki arti khusus dan tidak dapat dipakai sebagai nama-nama kolom dan table(identifier), kecuali jika identifier tersebut dikutip.

 

4.5.4. Nilai Literal

Nilai literal angka ditulis biasa dengan notasi seperti 123,-123.45. Nilai literal string ditulis dengan kutip tunggal seperti ‘andi’.

 

4.5.5. Operator

Operator yang dikenal oleh SQL diantaranya: +,-,*,/,^(cater),||(concat)

 

4.5.6.  Tipe Data

Beberapa tipe data di dalam SQL.

 

Tipe Data Deskripsi
VARCHAR2(size) Untuk menyimpan  karakter data yang panjangnya bervariasi di tiap barisnya.
CHAR(size) Untuk menyimpan karakter data yang panjangnya sama di tiap barisnya.
NUMBER(p,s) Untuk menyimpan numeric data yang panjangnya bervariasi di tiap barisnya.
DATE Untuk menyimpan data tanggal dan waktu
LONG Untuk menyimpan karakter data yang panjangnya melebihi 2gigabyte
CLOB Single-byte karakter data yang panjangnya melebihi 4 gigabyte
RAW and LONG RAW Raw binary data
BLOB Binary data yang panjangnya melebihi 4 gigabyte
BFILE Binary data yang disimpan di dalam file eksternal

 

 

4.6 Membuat dan memanipulasi table (DDL)

Setelah kita memahami element-element yang ada di dalam sebuah SQL statement, kini kita akan membuat, megubah dan menghapus sebuah tabel yang ada di dalam sebuah database. Perintah-perintah untuk memanipulasi tabel terdiri dari:

 

4 

4.4 

4.5 

4.6.1.   CREATE TABLE Statement

CREATE TABLE statement adalah perintah yang digunakan untuk membuat sebuah tabel di dalam suatu database. Sintaks dasar perintah create table adalah sbb:

 

Sintaks dasar:

CREATE TABLE nama_tabel (

nama_kolom1 tipe_data[DEFAULT nilai_default][constraint kolom]

       [, nama_kolom1 tipe_data[DEFAULT nilai_default][constraint kolom]]

[, …]

);

 

Contoh:

Create table buku{

sbn CHAR(10) PRIMARY KEY,

judul VARCHAR(150) NOT NULL,

penerbit VARCHAR(65) NOT NULL,

harga INT CHECK(NOT EXIST (SELECT  harga_diskon FROM harga_barang  WHERE harga_nett < 1000000)

);

Diagram 1.1

 

Seperti terlihat pada diagram 1.1, definisi tiap kolom dipisah dengan koma beserta definisi constraint table(bila ada). Nama table dan kolom merupakan identifier dan diawali dengan huruf dan diikuti oleh huruf dan angka.

Tipe data ditentukan sesuai dengan data yang akan dimasukkan ke dalam kolom. Nilai default ditentukan sesuai dengan panjang karakter yang akan dimasukkan ke dalam kolom.

Constraint kolom digunakan sebagai pembatas agar sebuah kolom tidak dapat berisi nilain-nilai tertentu.contoh: constraint NOT NULL berguna agar kolom tidak boleh diisi dengan nilai NULL

 

Beberapa jenis constraint:

 

  • NOT NULL constraint : berguna untuk melarang sebuah kolom agar tidak dapat menyimpan nilai NULL, constraint NOT NULL hanya dapat dipakai sebagai untuk level kolom constraint..
  • UNIQUE constraint : berguna untuk membatasi agar sebuah kolom tidak mengandung dua baris yang memiliki nilai yang sama dalam 1 kolom.
  • PRIMARY KEY constraint: berguna untuk membatasi agar sebuah kolom tidak mengandung dua baris yang memiliki nilai yang sama dalam 1 kolom dan juga kolom tidak boleh NULL.
  • FOREIGN KEY constraint : berguna untuk membatasi agar nilai kolom harus terdapat pada kolom pada tabel lain.
  • CHECK constraint :  berguna untuk menjaga agar nilai sebuah kolom memenuhi ekspresi tertentu.

 

Membuat index dalam suatu table

 

Sintaks dasar:

CREATE TABLE nama_tabel_index ON nama_tabel (

Inama_kolom[, nama_kolom] …..

);

 

Dalam sebuah kolom atau kombinasi kolom, kita dapat menambahkan index. Fungsi ini dapat dibuat melalui CREATE INDEX

Keuntungan menggunakan index:

  • Untuk mempercepat pencarian
  • Untuk megimplementasikan uniq constraint dan primary key

 

Namun index memiliki konsekuensi:

  • Memperlambat INSERT dan UPDATE proses
  • Memakan ruang disk

 

Membuat table view:

 

Sintaks dasar:

CREATE VIEW name_view AS

SELECT ….;

Diagram 1.2

Tabel view adalah sebuah table yang dibentuk dari perintah SELECT. Setelah dibuat tabel view dapat dipakai layaknya sebuah tabel. Sebagian view bisa dimasukkan data baru atau diupdate sesuai kebutuhan, tapi tabel view yang mengandung klausal GROUP BY tidak dapat diupdate.

Manfaat view adalah untuk mempersederhanakan query. Table view tidak disimpan di dalam database melainkan akan dibuat ketika perintah create view dijalankan.

 

4.6.2.   ALTER TABLE Statement

Dalam mendesign tabel seringkali kita melakukan perubahan-perubahan dalam design maupun requirement, hal ini menuntut kita untuk:

  • Menambah atau merubah kolom.
  • Mengubah definisi kolom.
  • Merubah nama kolom.
  • Menambah atau mengurangi constraint.
  • Menambah atau mengurangi index.

 

Sintaks dasar:

ALTER TABLE nama_tabel (

detail_perubahan [, detail_perubahan] …;

 

Menambah kolom baru:

ALTER TABLE nama_tabel (

ADD [COLUMN] definisi_kolom [ FIRST | AFTER nama_kolom_lain] …;

 

Contoh:

ALTER TABLE siswa (

ADD COLUMN orangtua VARCHAR(32) NOT NULL;

 

Menghapus kolom:

ALTER TABLE nama_tabel (

DROP [COLUMN] nama_kolom …;

 

Contoh:

ALTER TABLE siswa (

DROP orangtua;

 

Memodifikasi kolom yang sudah ada:

ALTER TABLE nama_tabel (

CHANGE [COLUMN] nama_kolom_lama nama_kolom_baru definisi_kolom [ FIRST | AFTER nama_kolom_lain] …;

 

Contoh:

ALTER TABLE siswa (

CHANGE COLUMN orangtua orangtua_siswa VARCHAR(128) NOT NULL;

 

 

 
Mengubah nilai default kolom::

ALTER TABLE nama_tabel (

ALTER COLUMN nama_kolom

SET DEFAULT nilai_literal …;

 

Menghapus nilai default kolom:

ALTER TABLE nama_tabel (

ALTER COLUMN nama_kolom

DROP DEFAULT …;

 

Mengganti nama table:

ALTER TABLE nama_tabel (

RENAME [TO] nama_Table_baru …;

Diagram 1.3

4.6.3.   DROP TABLE Statement

Statement ini digunakan untuk menghapus table di dalam sebuah database, menghapus table akan secara otomatis menghapus semua kolom, baris, constraint yang terasosiasi dengan table yang bersangkutan.

Sintaks dasar:

DROP TABLE nama_tabel

Diagram 1.4

Menghapus tabel index:

Sintaks dasar:

DROP INDEX nama_tabel_index;

Diagram 1.5

 

Menghapus tabel view:

Sintaks dasar:

DROP VIEW nama_tabel_view;

Diagram 1.6

 

 

4.7 Commit dan Rollback Statement

Commit dan rollback statement adalah dua statement penting di dalam SQL statement. Ketika kita melakukan INSERT, UPDATE, DELETE di dalam database, perintah-perintah itu itu sebenarnya tidak langsung mengganti atau memasukkan data secara permanent. Perintah COMMIT di akhir statement SQL lah yang membuat data-data yang dimasukkan bersifat permanent. Setelah kita yakin bahwa data yang kita ubah itu ingin kita berlakukan permanent maka kita harus menjalankan perintah COMMIT di akhir sql statement kita. Bila kita tidak ingin data itu terganti secara permanent maka kita dapat membatalkannya dengan perintah ROLLBACK. Perintah ROLLBACK akan mengembalikan nilai data kepada nilai sebelum data itu dirubah. Satu hal yang perlu diingat bahwa bila kita ingin membatalkan perubahan kita harus melakukan perintah ROLLBACK sebelum kita melakukan perintah COMMIT, karena perintah COMMIT akan merubah data lama menjadi data yang baru secara permanent.

 

4.8 Memasukkan dan Memanipulasi Data (DML)

Setelah kita mempelajari cara membuat tabel,kini kita akan mempelajari bagaimana mengisi dan merubah serta menghapus isi tabel yang telah kita buat.

 

4.8.1.   INSERT INTO Statement

Perintah ini SQL INSERT adalah perintah untuk memasukkan data kedalam sebuah baris baru di dalam sebuah tabel  Perintah INSERT INTO akan gagal bila kita melanggar constraint yang ada pada tabel.

 

Sintaks Dasar:

INSERT INTO nama_Tabel VALUES(ekspresi|DEFAULT[,…]);

Atau:

INSERT INTO nama_tabel (nama_kolom,…) VALUES(ekspresi|DEFAULT[,…]);

 

 

Contoh:

INSERT INTO siswa( nama, no_siswa) VALUES (‘Andri’,2345);

 

Diagram 2.0

4.8.2.   UPDATE Statement

Perintah update digunakan untuk merubah nilai kolom pada baris-baris yang sudah ada di dalam tabel.

 

Sintaks dasar:

UPDATE nama_tabel

SET nama_kolom = ekspresi [, …]

[WHERE  kondisi];

 

contoh:

UPDATE propinsi  SET ibukota = ‘jakarta’;

Diagram 2.1

4.8.3.   DELETE Statement

Perintah DELETE digunakan untuk menghapus nol atau lebih barus pada sebuah tabel.

 

Sintaks dasar:

DELETE FROM nama_tabel WHERE kondisi;

 

Contoh:

DELETE FROM siswa WHERE nama = ‘andi’;

Diagram 2.2

 

 

 

 

 

4.8.4.   TRUNCATE Statement

Perintah ini digunakan untuk menghapus semua record yang ada di dalam tabel atau dengan kata lain untuk mengosongkan tabel.

 

Sintaks dasar:

TRUNCATE TABEL nama_tabel;

Diagram 2.3

 

4.9 Perintah Dasar SELECT

Select adalah perintah utama di SQL untuk mengkalkulasi data, data itu sendiri diambil melalui relasi sebuah atau beberapa tabel sekaligus. Perintah SELECT sangatlah beragam oleh karena itu kita akan membahasnya satu per satu klausa-klausa yang dapat digunakan bersama sintaks SELECT itu sendiri.

 

4.9.1.   Mengambil Semua Baris dari Tabel

 

Sintaks dasar:

SELECT * FROM nama_table;

Diagram 3.0

 

Bentuk perintah ini adalah salah satu perintah yang sering dipakai untuk menampilkan semua record yang ada di dalam table.

 

4.9.2.   Memilih Kolom Tertentu dari Tabel

 

Sintaks dasar:

SELECT nama_kolom1 FROM nama_tabel;

Diagram 3.1

Diagram 3.1 adalah perintah SELECT dengan menyebut satu per satu kolom yang ingin ditampilkan dalam urutan yang dapat kita atur tampilanya.

 

 

4.9.3.   Alias Nama Kolom dan Nama Tabel

Kita dapat merubah nama kolom dalam sebuah perintah SELECT. Hal ini berguna agar kita mendapat nama sesuai yang diinginkan di bahasa pemrograman, juga berguna untuk view dan nested query.

 

Selain penggantian nama kolom dengan nama alias, kita juga dapat mengganti nama table dengan nama alias, hal ini bertujuan untuk mempersingkat nama tabel di query multitabel dan pada nested query.

 

Sintaks dasar untuk nama kolom:

SELECT nama_kolom1 AS nama_alias FROM nama_tabel;

 

Sintaks dasar untuk nama tabel:

SELECT …. FROM nama_tabel AS nama_alias;

Diagram 3.2

 

Dengan penamaan alias kita dapat menampilkan hasil dari salah satu tabel yang memiliki nama kolom yang sama tanpa menimbulkan arti yang ambigu dan juga agar tidak terjadi kesalahan dalam pemanggilan nama kolom/tabel yang bersangkutan. Bila ada nama kolom yang sama dalam 2 tabel yang berbeda, perintah sql harus menggunakan nama alias tabel yang ingin ditampilkan,  bila tidak maka sql query tidak dapat diproses atau akan terjadi error dalam proses query.

 

Sintaks dasar :

SELECT nama_alias_tabel2.nama_kolom FROM nama_tabel1 nama_tabel_alias1,  nama_tabel2 nama_tabel2_alias

WHERE nama_tabel_alias1nama_kolom. = nama_tabel_alias2.nama_kolom;

;

Diagram 3.3

 

 

 

4.9.4.   Memfilter Duplikasi Data di Dalam Tampilan

Terkadang kita suka menemukan bahwa ada beberapa kolom pada baris yang berbeda di dalam tabel memiliki isi yang sama. Ketika kita ingn menampilkan data pada suatu kolom dan data yang ingin kita tampilkan adalah data yang unik/tidak ada duplikasi data maka kita perlu memfilter data tersebut sebelum ditampilkan. Dalam hal ini kita dapat menggunakan perintah DISTINCT.

Sintaks dasar:

SELECT DISTINCT(nama_kolom) FROM nama_tabel WHERE kondisi;

 

4.9.5.   Memfilter Baris

Ketika kita hendak menampilkan sebagian saja dari seluruh data yang ada di dalam tabel, maka kita harus memfilter baris mana saja yang kita ingin tampilkan. Klaus WHERE adalah cara utama yang digunakan untuk memfilter baris, klausa ini akan menerima ekspresi logika yang akan dievaluasi untuk tiap baris, ekspresi yang diterima oleh WHERE clause dapat berupa angka/teks.

 

Sintaks dasar:

SELECT nama_kolom FROM nama_tabel WHERE kondisi;

Diagram 3.4

 

 

4.9.6.   Operator Perbandingan

Operator Arti

=

Sama dengan

>

Lebih besar dari

>=

Lebih besar sama dengan

<

Lebih kecil dari

<=

Lebih kecil sama dengan

<>

Tidak sama dengan

Diagram 3.5

 

Operator perbandingan biasanya digunakan setelah klausa WHERE untuk membandingan satu kondisi dengan kondisi yang lain.

Sintaks dasar:

SELECT nama_kolom FROM nama_tabel WHERE ekspresi operator nilai;

 

Contoh:

SELECT no, nama FROM siswa WHERE no >  23;

Diagram 3.6

Operator-operator perbandingan lainnya adalah:

Operator Arti
BETWEEN … AND Diantara dua nilai (inklusif)
IN() / NOT IN() Terdapat dalam sebuah deret nilai / tidak terdapat dalam sebuah deret nilai
LIKE Nilai kolom sesuai dengan pola data yang dimaksud
IS NULL / IS NOT NULL Nilai yang dimaksud adalah NULL / nilai yang dimaksud adalah nilai-nilai bukan NULL

Diagram 3.7

 

Mari kita bahas satu per satu operator yang tadi sudah disebutkan diatas.

  • BETWEEN … AND …. Operator

Data akan ditampilkan berdasarkan rentang dua nilai yang disebutkan. Sebenarnya perintah ini sama dengan “a >= b” AND  “a <= c”. Contoh:

SELECT ename, sal FROM employee WHERE sal BETWEEN 1000 AND 1500;

Hasil:

Ename Sal
Martin 1250
Turner 1300
Ward 1250
Adam 1100

 

  • IN Operator

Data akan ditampilkan bila kondisi memenuhi list yang dimasukkan kedalam IN operator. Contoh:

SELECT ename, sal, mgr FROM employee WHERE mgr IN (7920, 7566);

Hasil:

Ename Sal Mgr
ANNIE 2300 7920
FORD 3500 7566
JOSH 1200 7920
VERISH 3400 7920

 

  • LIKE Operator

Tanda % dan _ dapat digunakan didalam kombinasi karakter literal. Contoh:

SELECT ename FROM employee WHERE ename LIKE ‘_A%’;

Hasil:

Ename
 MARTIN
JAMES
WARD

 

Dapat kita lihat hasil dari query diatas menampilkan semua data employee yang mempunyai inisial kedua adalah huruf A.

 

  • IS NULL Operator

Operator ini berfungsi untuk mengecek apakah nilai suatu kolom adalah bernilai null. Contoh:

SELECT  ename, mgr FROM emp WHERE mgr IS NULL;

Hasil:

Ename Mgr
SCOTT  

 

 

4.9.7.   Operator Logika

Operator logika  mengkombinasikan hasil dari dua atau lebih komponen kondisi menjadi satu hasil query berdasarkan kondisi-kondisi yang telah ditentukan.

 

Operator Arti
AND Bernilai benar bila dua komponen kondisi yang disebutkan memenuhi syarat
OR Bernilai benar bila salah satu kondisi terpenuhi
NOT Bernilai benar bila kondisi tidak terpenuhi

Diagram 3.8

 

 

Kini kita akan membahas logika operator pada diagram 3.8 lebih mendalam lagi

  • AND Operator

Hasil query akan bernilai benar ketika dua atau lebih kondisi yang disebutkan bernilai benar. Contoh:

SELECT ename, job, sal FROM emp WHERE sal >=1100 AND job=’clerk’;

Hasil:

Ename Job Sal
ADAM CLERK 1100
MILLER CLERK 1300

 

Dari hasil tabel diatas dapat kita simpulkan bahwa, data yang akan ditampilkan adalah ketika kondisi: upah lebih besar atau sama dengan 1100 dan pekerjaan sebagai “clerk”. Dari hasil diatas dapat kita simpulkan bahwa ketika kedua kondisi itu memenuhi syarat maka hasil yang sesuai dengan kondisi diatas akan ditampilkan/ bernilai benar.

 

  • OR Operator

Hasil query akan bernilai benar apabila satu atau kedua kondisi benar. Contoh:

SELECT ename, job, sal FROM emp WHERE sal >=1100 OR job = ‘clerk’;

 

Hasil:

Ename Job Sal
KING PRESIDENT 5000
BLAKE MANAGER 2850
MARTIN SALESMAN 1250
JAMES CLERK 950

 

Hasil query diatas menunjukkan bahwa ketika salah satu kondisi terpenuhi maka hasil query akan ditampilkan.

 

  • NOT Operator

Hasil query akan bernilai benar apabila kondisi salah, NOT operator berfungsi layakna kata TIDAK/BUKAN. Contoh:

SELECT ename, job from emp WHERE job NOT IN (‘clerk’,’manager’,’analyst’);

Hasil:

Ename Job
KING PRESIDENT
MARTIN SALESMAN
ALLEN ACCOUNTANT
TURNER SALESMAN
WARD SALESMAN

 

 

Urutan pengeksekusian operator

Urutan Pengeksekusian Operator

1

Semua operator perbandingan

2

NOT

3

AND

4

OR

 

 

 

4.9.8.   Mengurutkan Baris Hasil

Mengurutkan sama pentingnya dengan memfilter data. Ketika kita hendak melihat data dari yang “paling awal” atau “paling akhir” , untuk  melakukan pengurutan data di dalam SQL kita menggunakan klausa ORDER BY.

 

Sintaks dasar:

SELECT …[FROM…[WHERE....]] ORDER BY ekspresi1 [ASC|DESC], ekspresi2 [ASC|DESC];

Diagram 3.9

 

Sama dengan klausal WHERE, ORDER BY dapat mengurutkan berdasarkan sembarang ekspresi, tidak hanya nama kolom saja. Sama seperti WHERE klausa ORDER BY juga menyadari keberadaan alias kolom/alias nama tabel.

ORDER BY harus disebutkan di belakang klausa WHERE bila keduanya ada. Bila ada 2 ekspresi penyortiran ekspresi1 adalah kriteria utama penyortiran, setelah itu baru berdasarkan ekspresi2.

ASC dan DESC adalah urutan penyortiran. ASC berarti menaik dari kecil ke besar, sedangkan DESC berarti menurun dari besar ke kecil.

 

4.9.9.   Meringkas Data

Selain SQL digunakan untuk menampilkan data dari tabel, memfilter dan mengurutkan baris, SQL juga memiliki kemampuan meringkas data diantaranya adalah: mentotal(SUM()), menghitung rata-rata(AVG()), mencari nilai maksimum, minimum(MAX(), MIN()), dan menghitung jumlah baris(COUNT()).

Fungsi-fungsi ini disebut group function karena fungsi ini akan mengembalikan satu baris hasil saja untuk semua baris masukan.

  • COUNT() dan COUNT(DISTINCT())

Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah record pada suatu tabel. Hasil yang akan ditampilkan adalah jumlah baris dari suatu SQL statement. Fungsi DISTINCT dalam COUNT() digunakan untuk mencari record-record yang bernilai unik.

 

 

Contoh:

SELECT COUNT(ename) FROM emp;

Hasil:

COUNT(ename)

                 8

 

  • SUM()

Fungsi ini digunakan untuk mencari total dari suatu query. Kolom yang akan dicari totalnya haruslah berisi data-data yang berisi angka. Bila data yang dicari totalnya adalah kolom karakter string maka SQL akan menghasilkan error result. Contoh:

SELECT SUM(sal) FROM emp;

Hasil:

SUM(sal)
            125000

 

  • Max() dan MIN()

MAX() adalah fungsi SQL untuk mencari nilai maksimum dari seluruh data di dalam suatu tabel, sedangkan MIN() digunakan untuk mencari nilai minimum dari seluruh data dalam suatu tabel. Contoh:

SELECT MAX(sal), MIN(sal) FROM emp;

Hasil:

MAX(sal) MIN(sal)
       100000            950

 

  • AVG()

AVG() adalah fungsi untuk mencari  nilai rata-rata suatu kolom numerik dalam sebuat tabel. Contoh:

SELECT AVG(nilai) FROM siswa;

Hasil:

AVG(nilai)
            80

 

  • FIRST()

FIRST() adalah fungsi untuk menampilkan nilai kolom di baris pertama suatu tabel. Contoh:

SELECT FIRST(nilai) FROM siswa ORDER BY nilai;

Hasil:

LAST(nilai)
            70

 

  • LAST()

LAST() adalah fungsi untuk menampilkan nilai kolom di baris terakhir suatu tabel. Contoh:

SELECT LAST(nilai) FROM siswa ORDER BY nilai;

Hasil:

LAST(nilai)
            80

 

4.9.10.  Mengelompokkan Data

GROUP BY function berfungsi untuk meringkas baris-baris menjadi kelompok-kelompok yang nantinya dapat dihitung jumlah total, jumlah rata-rata atau jumlah data per kelompok. Hal ini biasanya digunakan ketika kita ingin mengetahui total pemasukan tiap propinsi, tiap periode dsb contoh:

SELECT job, SUM(sal) FROM emp GROUP BY job;

Hasil:

Job SUM(sal)
MANAGER 300000
CLERK 124000
AUDITOR 250000

 

 

 

Ketika kita menggunakan GROP BY klausa kita tidak bisa menggunakannya bersama-sama dengan WHERE klausa, oleh karena itu untuk menyeleksi baris kita gunakan klausa HAVING. HAVING dideklarasikan setelah klausa GROUP BY. Contoh:

SELECT job, SUM(sal)  AS total FROM emp GROUP BY job HAVING total > 150000;

Hasil:

Job SUM(sal)
MANAGER 300000
AUDITOR 250000

 

 

4.9.11.   Menggabungkan(join) Beberapa Tabel

 

 

Tabel emp

Ename Deptno
BLAKE 30
CLARK 10
JOHN 20
MARTIN 50

 

Tabel dept

Deptno Dname
30 Accounting
10 Sales
20 Clerk
40 Research

 

Ketika kita ingin mendapatkan hasil tidak hanya dari satu tabel tapi dari hasil relasi beberapa tabel di dalam database. Tipe-join dalam SQL adalah:

 

4.9.11.1.  Equijoin

Tipe ini hanya menampilkan baris kombinasi bila kondisi memenuhi di kedua tabel, tipe penggabungan ini melibatkan primary key dan foreign key set karena kolom deptno di tabel emp ber-relasi dengan kolom deptno di tabel dept. Baris yang ditampilkan adalah baris-baris yang memiliki pasangan, baris yang tidak memiliki pasangan tidak akan ditampilkan.

 

 

 

Contoh:

SELECT ename, dname FROM emp, dept WHERE emp.deptno = dept.deptno;

 

Hasil:

Ename Dname
BLAKE Accounting
CLARK Sales
JOHN Clerk

 

 

4.9.11.2.  Non-equijoin

 

EMP

Ename Sal
KING 5000
BLAKE 2850
CLARK 2450
JONES 2975
MARTIN 1250
ALLEN 1600
TURNER 1500
JAMES 950

 

Salgrade

Grade Losal Hisal
1 700 1200
2 1201 1400
3 1401 2000
4 2001 3000
5 3001 9999

 

 

 

Non-equijoin terjadi ketika tidak ada relasi diantara tabel-tabel yang akan digabungkan, tidak ada primary dan foreign key relationship. Seperti yang terlihat pada tabel emp dan tabel salgrade, tida ada relasi kolom diantara mereka. Yang menjadi acuan relasi adalah kolom sal di tabel emp dengan kolom losal dan hisal di tabel salgrade.

Contoh:

SELECT e.name, e.sal, s.grade FROM emp e, salgreade s WHERE e.sal BETWEEN s.losal AND s.hisal ORDER BY e.sal DESC;

 

 

Hasil(diambil 5 tampilan pertama):

Ename Sal Salgrade
KING 5000 5
BLAKE 2850 4
JONES 2975 4
CLARK 2450 4
ALLEN 1600 3

 

 

4.9.11.3.  Outer join

 

Emp

Ename Deptno
KING 10
BLAKE 30
JACK 10
JONES 20

 

Dept

Deptno Dname
10 Accounting
30 Sales
20 Clerk
40 Operations

 


Ketika kita membahas equijoin kita melihat bahwa tabel-tabel yang dihubungkan memiliki relasi tabel yaitu melalui deptno kolom, untuk outerjoin kita juga melihat ada relasi tabel melalui kolom deptno antara tabel emp dengan tabel dept. Perbedaan yang membedakan antara inner join dan outer join adalah tampilan hasil data / result . innerjoin hanya menampilkan data yang memiliki pasangan, sedangkan outer join menampilkan data-data yang tidak mempunyai pasangan outer join terdiri dari RIGHT JOIN dan LEFT JOIN. RIGHT JOIN menampilkan semua data di tabel 2 walaupun data itu tidak memiliki pasangan di tabel 1, LEFT JOIN adalah kebalikan dari RIGHT JOIN itu sendiri. Contoh dengan RIGHT JOIN:

SELECT e.ename, d.deptno, d.dname FROM emp e RIGHT JOIN dept d ON e.deptno = d.deptno ORDER BY e.deptno;

 

Hasil:

Ename Deptno Dname
KING 10 Accounting
BLAKE 30 Sales
JACK 10 Accounting
JONES 20 Clerk
  40 operation

 

Dapat kita lihat pada hasil tabel diatas bahwa outerjoin menampilkan data yang ada di tabel dept walaupun data itu tidak memiliki pasangan di tabel emp. Itulah perbedaan antara outerjoin dan innerjoin. Outer join memiliki keterbatasan yaitu:

-       Outer join akan menampilkan record yang tidak memiliki pasangan. Sehinggal terlihat bahwa record-record yang tidak memiliki pasangan akan ada nilai kosong/null seperti terlihat pada tabel diatas.

-       Kondisi outerjoin tidak dapat digunakan berbarengan dengan IN operator atau dihubungkan dengan kondisi lain menggunakan OR operator

 

4.9.11.4.  Self join

Self join digunakan bila kita ingin merelasikan tabel yang bersangkutan kepada dirinya sendiri. Untuk mendapatkan informasi data yang sebenarnya terelasi di dalam tabel itu sendiri maka kita membutuhkan fungsi self join. Contoh:

Emp

Empno Ename Mgr
76656 KING 77778
78833 BLAKE 77778
77778 MICHAEL 88229

Bila kita melihat pada tabel emp diatas kita dapat melihat bahwa kolom mgr sebenarna adalah empno dari tabel emp sehingga untuk mengetahui nama manager yang bersangkutan kita harus menghubungkan tabel emp dengan dirinya sendiri.

Contoh

SELECT worker.ename as worker, manager.ename as manager FROM emp worker, emp manager WHERE worker.mgr = manager.empno;

Hasil:

Worker Manager
KING MICHAEL
BLAKE MICHAEL

 

 

4.9.12.   Membuat Backup Tabel

Ketika suatu waktu kita membutuhkan backup / cadangan untuk sebuah tabel. Kita tidak perlu membuat ulang serta memasukkan data satu per satu secara manual kedalam tabel yang bersangkutan. Kita dapat menggunakan fungsi SELECT INTO. Contoh:

  • Untuk backup tabel pada satu database yang sama
Sintaks dasar:

SELECT *  INTO tabel_cadangan  FROM tabel;

 

  • Untuk backup tabel pada tabel yang berbeda
Sintaks dasar:

SELECT  alias_tabel.* INTO tabel_cadangan IN ‘database_cadangan’

FROM tabel

 

 

 

 

 

 

4.10  Mengenal dan Memahami Store Procedure

store procedure adalah sekelompok SQL statement yang telah dibuat sebelumnya dan disimpan di dalam server database. Store procedure dapat menerima parameter input, sehingga satu store procedure dapat dipakai oleh beberapa client dengan parameter input yang berbeda di dalam sebuah jaringan. keunggulan dari store procedure:

Keunggulan Penjelasan
Modular programming store procedure yang kita buat dapat dipakai oleh beberapa aplikasi sekaligus.
Performa store procedure mempercepat pengeksekusian data dan juga dapat mengurangi lalu-lintas jaringan.

- mempercepat pengeksekusian: store procedure diuraikan dan dioptimalkan ketika dibuat dan disimpan di dalam memory. hal ini dapat mempercepat eksekusi bila dibandingkan dengan mengeksekusi beberapa baris dari kode SQL melalui applikasi yang kita buat ke SQL server karena SQL server harus menhimpun dan mengoptimalkan setiap SQL code   yang diterima

- mengurangi lalu lintas jaringan: bila kita mengirimkan setiap baris SQL code melalui jaringan ke SQL server dan SQL code yang dikirim lebih dari ratusan baris, hal ini akan mengakibatkan performa jaringan menjadi terganggu. bila menggunakan store procedur maka yang terkirim melalui jaringan hanyalah parameter dan hasil query, hal ini dapat meningkatkan performa jaringan.

Keamanan karena user hanya perlu mengirim parameter input kedalam store procedur tanpa harus menjalankan SQL statement secara langsung, maka dari itu store procedure dapat menyediakan benerapa fungsi tambahan di dalam database untuk orang-orang tertentu yang memiliki akses ke dalam suatu store procedure ini, tapi harus ditentukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

 

4.10.1   Membuat Store Procedure

Langkah-langkah membuat store procedure:

  • Buatlah dulu SQL query yang ingin dijalankan.
  • Test apakah SQL query yang kita buat telah berjalan dengan benar.
  • Store procedure diawali dengan kalimat “CREATE PROCEDURE nama_store_procedure AS” contoh:
CREATE PROCEDURE MyStoredProcedure AS
SET ROWCOUNT 10
SELECT Products.ProductName AS TenMostExpensiveProducts, Products.UnitPrice
FROM Products
ORDER BY Products.UnitPrice DESC
·         Merubah store procedure
Bila kita ingin merubah store procedure yang telah ada kita dapat menggunakan perintah:
ALTER PROCEDURE MyStoredProcedure AS
…..




·         Menjalankan store procedure
Store procedure dapat dijalankan dengan perintah EXECUTE atau perintah EXEC.
Contoh:
EXEC MyStoreProcedure

Bila nama store procedure yang akan dieksekusi terdapat spasi maka harus ditambahkan tanda petik (“) contoh:
EXEC “My Stored Procedure”

Bila store procedure yang dibuat menerima parameter yang dipassing dari luar maka harus ditambahkan di belakang nama store procedure. Contoh:
EXEC nama_store_procedure @nama_parameter = “parameter

Untuk mengakhiri suatu store procedure kita dapat menghapusnya dengan perintah DROP.  Contoh:
DROP PROCEDURE nama_store_procedure

parameter adalah nilai yang digunakan oleh store procedure  untuk mengolah data. ketika kita membuat store procedure kita dapat menentukan parameter apa yang kita butuhkan. Store procedure dapat menerima lebih dari satu parameter yang diberikan oleh user. Berikut adalah contoh store procedure dengan menggunakan parameter.
CREATE PROCEDURE MyStoreProcedure
@myinput int
AS
SELECT column1, column2 FROM table1 WHERE column1 = @myinput






Beberapa hal yang dapat dikerjakan dengan menggunakan store procedure adalah:
-       Membuat jadwal pekerjaan
-       Membuat database maintenance plan
-       Mengkonfigurasi replikasi data
-       Dan lain sebagaina

4.11 Penutup
Materi pelatihan ini dibuat agar siswa memahami standar bahasa komputer yang digunakan untuk mengakses dan memanipulasi data di dalam database.

Setelah siswa mempelajari perintah-perintah dasar dalam SQL statement, untuk selanjutnya siswa dapat mengimplementasikannya untuk database management yang lainnya seperti MSSQL, MYSQL, oracle, Sybase dan lain sebagainya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

5.1.      Sumber Daya Manusia

 

Pelatih

 

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.

d. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.

  1. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  2. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

Penilai

 

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

 

 

 

Teman kerja/sesama peserta pelatihan

 

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2.          Sumber-sumber Perpustakaan     

 

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi dari perusahan
  2. Lembar kerja
  3. Gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

 

 

 

 

 

Sumber-sumber bacaan yang dapat digunakan :

Judul

 

Pengarang

Penerbit

:

 

:

:

Menjadi mahir tanpa guru Menggunakan SQL*Plus Belajar Sendiri

Nufransa Wira Sakti, S.Kom

Elex media Komputindo

 

 

5.3         Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :  Mengoperasikan bahasa pemrograman data deskripsi (SQL – Structured Query Language) – dasar
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.PR03.001.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

 

1.

 

Mengoperasikan Bahasa Pemrograman data Deskripsi (SQL – Structured Query Language) – dasar

TIK.PR03.001.01

 

- Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive dan Floppy Disk.

- PC dengan sistem operasi Windows XP

- Keyboard dan mouse

- RAM dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

 

 

- CD SQL server.

- Buku informasi atau manual installation SQL Server.

- Buku informasi tentang bahasa pemrograman data deskripsi (SQL).

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

  • Wira Sakti, Nufransa. S.kom. Elex Media Komputindo. Menjadi mahir tanpa guru menggunakan SQL* Plus belajar sendiri.  
  • http://en.wikipedia.org/
  • http://www.geeks.netindonesia.net/

 

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: