Advertisement
loading...

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR PROGRAMMER KOMPUTER

 

 

MENGOPERASIKAN

APLIKASI BASIS DATA

TIK.PR02.020.01

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

 

 

Daftar Isi…………………………………………………………………………………………..          1

 

BAB I     PENGANTAR……………………………………………………………………..   3

 

1.1   Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi………………………….         3

1.2   Penjelasan Modul……………………………………………………………..        3

1.3   Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)……………………………………         5

1.4   Pengertian Istilah-istilah…………………………………………………….        6

 

BAB II    STANDAR KOMPETENSI……………………………………………………..   8

 

2.1   Peta Paket Pelatihan………………………………………………………..         8

2.2   Pengertian Unit Standar…………………………………………………….        8

2.3   Unit Kompetensi Yang Dipelajari………………………………………….          9

2.3.1  Judul Unit……………………………………………………………..          9

2.3.2  Kode Unit……………………………………………………………..           9

2.3.3  Deskripsi Unit………………………………………………………..           9

2.3.4  Elemen Kompetensi………………………………………………..   9

2.3.5  Batasan Variabel…………………………………………………….           11

2.3.6  Panduan Penilaian…………………………………………………..           11

2.3.7  Kompetensi Kunci…………………………………………………..            12

 

BAB III  STRATEGI DAN METODE PELATIHAN…………………………………..   14

 

3.1   Strategi Pelatihan…………………………………………………………….          14

3.2   Metode Pelatihan……………………………………………………………..          15

 

BAB IV   MATERI UNIT KOMPETENSI………………………………………………    16

 

4.1   Tujuan Instruksional Umum……………………………………………….            16

4.2   Tujuan Instruksional Khusus………………………………………………   16

4.3   Sekilas Tentang Aplikasi Basis Data …………………………………….            16

4.4   Tabel …………………………………………………………………………..           18

4.5   View ……………………………………………………………………………          29

4.6   Form …………………………………………………………………………..           39

4.7   Report…………………………………………………………………………..          46

4.8   Modul ………………………………………………………………………….           52

 

 

BAB V     SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI…………………………………………………………………..  61

 

5.1   Sumber Daya Manusia…………………………………………………….. 61

5.2   Literatur……………………………………………………………………….         62

5.3   Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan………………………….          63

 

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………..       64

 

 

 

 


BAB I

PENGANTAR

 

 

1.1.      Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2    Penjelasan Modul

Modul ini didisain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

Isi Modul

 

a.  Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

b.  Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

c.  Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai sintaks keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

Pelaksanaan Modul

 

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.
  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
  • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.
  • Memberikan jawaban pada Buku Kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.
  • Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3            Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency).

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

 

1.4        Pengertian-pengertian Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 


BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

 

2.1.      Peta Paket Pelatihan

 

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

 

2.1.1 TIK.PR02.020.01               Mengoperasikan Aplikasi Basis Data

 

 

2.2.      Pengertian Unit Standar Kompetensi

 

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari pemrograman data deskripsi lanjut untuk melengkapi pengetahuan yang telah Anda kuasai pada pelatihan mengenai pemrograman data deskripsi dasar sebelumnya.

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan bagi semua pengguna terutama yang tugasnya berkaitan dengan pengelolaan, pemeliharaan dan pemrograman basis data seperti Database Administrator dan Database Developer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3.      Unit Kompetensi yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan  untuk dapat :

  • mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  • memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
    • menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

 

2.3.1 JUDUL UNIT             :      Mengoperasikan Aplikasi Basis Data

 

2.3.2 KODE UNIT             :      TIK.PR02.020.01

 

2.3.3 DESKRIPSI UNIT    :      Unit ini menentukan kompetensi yang diperlukan untuk mengoperasikan aplikasi basis data untuk membuat table, view, form, report dan modul

 

2.3.4   ELEMEN KOMPETENSI

 

ELEMEN KOMPETENSI
KRITERIA UNJUK KERJA
01  Menjelaskan menu aplikasi basis data 1.1      Menu-menu yang tersedia beserta shortcutnya ditunjukkan.

1.2      Fitur-fitur pengolahan table digunakan dan diaplikasikan.

1.3      Fitur-fitur view digunakan dan diaplikasikan.

1.4      Fitur-fitur pengolahan form digunakan dan diaplikasikan.

1.5      Fitur-fitur pengolahan report digunakan dan diaplikasikan.

1.6   Fitur-fitur pengolahan modul digunakan dan diaplikasikan.

02  Membuat tabel 2.1      Tabel dibuat dengan penggunaan  wizard. Wizard table merupakan fitur aplikasi untuk membantu membuat tabel dengan pemanfaatan fasilitas yang tersedia.

2.2      Tabel dibuat dengan penggunaan fitur pembuat tabel. Fitur pembuat tabel tersedia kolom nama field, tipe data dan deskripsi field.

2.3      Tabel dibuat dengan penggunaan bahasa data deskripsi (SQL).

2.4      Nama field, tipe data dan deskripsi field telah ditulis pada kolom.

2.5   Tabel telah diberi nama dan disimpan sesuai dengan format standar aplikasi yang digunakan.

03  Membuat table view (query) 3.1    View dibuat dengan wizard view yang ada, wizard view merupakan fitur aplikasi untuk panduan dalam pembuatan view dari table yang ada dengan pemanfaatan fasilitas yang telah disediakan

3.2    Fitur-fitur view dipahami dan diaplikasikan.

3.3    Field telah dipilih sesuai dengan tabelnya.

3.4    View telah diberi nama dan disimpan sesuai dengan format standar aplikasi yang digunakan.

04  Membuat form basis data 4.1 Form dibuat dengan penggunaan wizard.    Wizard form merupakan fitur aplikasi untuk          panduan dalam pembuatan report dengan      pemanfaatan fasilitas yang tersedia.

4.2 Fitur-fitur form diidentifikasi dan diaplikasikan.     Field-field table/view diatur pada form.

4.3 Form diberi nama dan disimpan.

05  Membuat modul basis data
5.1 Modul dibuat dengan penggunaan fitur pembuat modul. Pada fitur pembuat modul tersedia editor untuk pengaturan/penulisan kode program dari bentuk form/report yang dirancang.

5.2 Fitur-fitur modul diidentifikasi dan diaplikasikan untuk penanangan event atau proses yang diperlukan oleh form atau report.

5.3 Modul diberi nama dan disimpan.

 

 

2.3.5   Batasan Variabel

 

Batasan variabel unit kompetensi ini adalah sebagai berikut:

1.       Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.       Mengoperasikan aplikasi basis data bersifat internal pada bidang teknologi informasi dan komunikasi.

 

2.3.6   Panduan Penilaian

 

1.         Pengetahuan dan keterampilan penunjang untuk mendemontrasikan kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini :

1.1         Pengetahuan Dasar yang dibutuhkan :

1.1.1    Pengoperasian software aplikasi basis data.

1.1.2    On site training sesuai dengan perangkat lunak bahasa pemrograman        basis data yang digunakan.

2.       Konteks penilaian

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau tempat lain secara praktek komputer dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

3.       Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan

3.1     Kemampuan membuat table dengan menggunakan bahasa SQL.

3.2         Kemampuan membuat dan mengisi table dengan menggunakan perintah standar DDL.

 

4.       Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1         Unit ini mendukung di dalam mengoperasikan aplikasi basis data. Contoh mencakup namun tidak terbatas pada. seluruh unit pemrograman basis data.

 

4.2     Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor  tertentu / khusus, pelatihan harus disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

 

 

 

2.3.7   Kompetensi Kunci

 

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

1

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

1

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

1

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

1

7

Menggunakan teknologi

1

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1.      Strategi Pelatihan        

Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2.          Metode Pelatihan      

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 


BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

4.1        Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan dan mengoperasikan aplikasi basis data

 

4.2        Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa mengerti dan mampu menjelaskan apa yang dimaksud dengan basis data
  • Siswa dapat mengoperasikan aplikasi basis data dan dapat menjelaskan fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi basis data tersebut
  • Siswa dapat mengerti dan mampu menjelaskan apa yang dimaksud dengan basis data, tabel, view, form dan modul
  • Siswa dapat membuat tabel dengan menggunakan wizard maupun dengan menggunakan bahasa data deskripsi
  • Siswa dapat memilih tipe data setiap field sesuai dengan kebutuhan
  • Siswa dapat membuat query / view sesuai dengan kebutuhan
  • Siswa dapat membuat query / view dengan menggunakan wizard
  • Siswa dapat membuat form dengan menggunakan wizard
  • Siswa dapat menampilkan field-field dari tabel/view pada form
  • Siswa dapet membuat modul untuk digunakan di form / report
  • Siswa dapat mengidentifikasi fitur-fitur modul

 

 

4.3        Sekilas Tentang Aplikasi Basis Data

Basis data diartikan sebagai kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari data tersebut. Data dalam basis data terbagi-bagi ke dalam tabel-tabel. Tabel merupakan set data dalam basis data yang berguna untuk menampilkan data dalam bentuk matriks. Masing-masing tabel merupakan satu kesatuan yang terdiri dari beberapa kolom yang biasa disebut field. Field-field ini bisa memiliki tipe data yang berbeda-beda, bisa berupa string, number, date time dan lain-lain.

 

Aplikasi basis data adalah sistem atau perangkat lunak yang dirancang untuk mengelola suatu basis data dan menjalankan operasi terhadap data yang diminta oleh pengguna. Dengan kata lain, aplikasi basis data adalah alat atau program yang digunakan untuk mengolah data menjadi informasi. Contoh aplikasi basis data yang telah berkembang sekarang ini adalah Oracle, SQL Server 2000/2005, Ms Access, MySQL dan sebagainya.

 

Aplikasi basis data biasanya dilengkapi oleh autentifikasi user, yang berguna untuk mengidentifikasi siapa yang akan menggunakan aplikasi basis data. Hal ini dimaksudkan agar aplikasi basis data ini hanya bisa digunakan oleh orang-orang yang berhak  dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan yang salah.

 

Semua aplikasi basis data mempunyai fasilitas untuk membuat tabel dan view, baik dengan menggunakan wizard, design view maupun dengan menggunakan bahasa data deskripsi. Beberapa fasilitas tambahan seperti membuat form dan report ada pada sebagian aplikasi basis data yang akan digunakan untuk menampilkan data.

 

Setiap aplikasi basis data mempunyai menu-menu windows yang  umum seperti new, open, save, dan print untuk membuat baru, membuka, menyimpan dan mencetak tabel, view, form, report dan lain-lain. Selain menu-menu windows umum, ada beberapa menu khusus aplikasi basis data seperti execute yang digunakan untuk menjalankan sebuah query, cancel yang digunakan untuk membatalkan sebuah query yang sedang dijalankan, export data yang bisa digunakan untuk mentransfer data dari satu basis data ke basis data yang lain. Menu-menu pada aplikasi basis data sangat tergantung dengan jenis aplikasi basis data yang digunakan.

 

4.4        Tabel

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tabel merupakan set data dalam basis data. Setiap basis data bisa mempunyai lebih dari satu tabel, tergantung dari keperluannya. Tabel biasanya dibuat berdasarkan sebuah benda/kegiatan baik benda/kegiatan yang konkret maupun yang abstrak. Contoh dari tabel adalah tabel Siswa yang berfungsi untuk mendatakan siswa-siswa yang mengikuti sebuah pelatihan.

 

Tabel-tabel tersebut mempunyai satu atau lebih kolom-kolom yang digunakan untuk mendeskripsikan tabel tersebut, kolom-kolom tersebut disebut field. Contoh-contoh field yang bisa ditambahkan pada tabel Siswa contohnya id siswa, nama, alamat, no ktp, no telepon dan hp. Masing-masing field bisa mempunyai tipe data yang berbeda-beda, tergantung dari keperluan datanya. Beberapa tipe-tipe data yang terdapat pada aplikasi basis data adalah sebagai berikut:

 

Tipe Data Keterangan
Text Berguna untuk menyimpan data berupa karakter, bisa menentukan panjangnya karakter yang diinginkan dengan mengatur field size nya.
Number Berguna untuk menyimpan data berupa angka, tipe data numerik bermacam-macam seperti integer, single, double, dan decimal.
Date/Time Berguna untuk menyimpan data berbentuk tanggal dan jam.
AutoNumber Berguna untuk menyimpan data berbentuk angka berurut yang akan dibuat secara otomatis oleh aplikasi basis data setiap kali data dimasukan.

 

Untuk membuat tabel, field-field dan constrain-constrain yang terdapat didalamnya, bisa digunakan beberapa cara seperti wizard, design view atau dengan menggunakan bahasa data deskripsi. Membuat tabel dengan menggunakan wizard lebih mudah karena sudah terdapat contoh tabel dan contoh fields untuk setiap tabel. Tetapi apabila ingin membuat tabel yang belum ada pada contoh tabel tersebut, sebaiknya menggunakan design view atau menggunakan bahasa data deskripsi. Pada wizard, tinggal diikuti saja langkah-langkahnya dan tekan finish. Setelah itu beri nama pada tabel yang dibuat dan tekan finish. Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, sebuah tabel sudah tercipta.

 

Pembuatan tabel dengan menggunakan design view juga tidak terlalu rumit. Dengan menggunakan design view, kita tidak dituntut untuk mengerti bahasa data deskripsi, yang perlu dilakukan hanya memasukan nama field-field pada tempat yang disediakan dan memilih tipe-tipe data dari list yang ada serta memasukan constrain-constrain yang ada. Dan terakhir kita perlu menyimpannya. Dengan langkah-langkah tersebut, sebuah tabel sudah tercipta. Gambar 1 merupakan contoh pembuatan tabel dengan menggunakan design view. Kita tinggal memasukan nama-nama field di kolom Field Name, memilih tipe data di kolom Data Type dan memasukan deskripsi field tersebut di kolom Description. Kemudian kita tinggal memberi nama dan menyimpan tabel ini.

 

Gambar 1. Pembuatan Tabel dengan Design View

 

Pembuatan tabel dengan menggunakan bahasa data deskripsi lebih rumit dibandingkan dengan kedua cara sebelumnya. Untuk membuat tabel dengan menggunakan bahasa data deskripsi, atau yang biasa dikenal sebagai DDL (Data Definition Language), kita harus mempunyai pengetahuan tentang SQL (Structured Query Language). Kita harus membuat query dari bahasa data deskripsi tersebut, kemudian meng-execute query tersebut.

 

Sintaks-sintaks yang harus diketahui untuk membuat, mengubah dan menghapus tabel dengan menggunakan bahasa data deskripsi adalah sebagai berikut:

-      CREATE TABLE

Sintaks ini digunakan untuk membuat tabel baru di basis data, sintaksnya adalah sebagai berikut:

CREATE TABLE nama_tabel

( nama_field tipe data field, [nama_field tipe data field, …])

 

Contoh:

Untuk membuat tabel siswa dengan field-field id siswa, nama, alamat, no ktp, no telepon dan hp,  dilakukan dengan membuat sintaks sebagai berikut:

CREATE TABLE Siswa

(id_siswa CHAR(10), nama VARCHAR(30), alamat VARCHAR(30), no_ktp varchar(20), no_telp VARCHAR(15), hp varchar(15))

 

-      ALTER TABLE

Sintaks ini digunakan untuk mengubah tabel yang sudah ada sebelumnya, baik untuk menambahkan field baru, menghapus field atau mengubah field yang sudah ada. Sintaks untuk mengubah tabel adalah sebagai berikut:

Untuk menambahkan field:

ALTER TABLE nama_tabel

ADD COLUMN nama_field tipe data field

 

Untuk mengubah field:

ALTER TABLE nama_tabel

ALTER COLUMN nama_field tipe data field

 

Untuk menghapus field:

ALTER TABLE nama_tabel

DROP COLUMN nama_field

 

Contoh:

Untuk menambahkan field kota di tabel siswa,  dilakukan dengan membuat sintaks sebagai berikut:

ALTER TABLE Siswa

ADD COLUMN kota char(15)

 

Untuk mengubah field kota dari panjang data dari 15 menjadi 20 di tabel siswa,  dilakukan dengan membuat sintaks sebagai berikut:

ALTER TABLE Siswa

ALTER COLUMN kota char(20)

 

Untuk mengubah field ID_SISWA dari char(10) menjadi integer di tabel siswa,  dilakukan dengan membuat sintaks sebagai berikut:

ALTER TABLE Siswa

ALTER COLUMN id_siswa int

 

Untuk menghapus field kota di tabel siswa,  dilakukan dengan membuat sintaks sebagai berikut:

ALTER TABLE Siswa

DROP COLUMN kota

 

-      DROP TABLE

Sintaks ini digunakan untuk menghapus tabel yang sudah ada sebelumnya, sintaksnya adalah sebagai berikut:

DROP TABLE nama_tabel

 

Contoh:

Untuk menghapus tabel siswa yang sudah dibuat sebelumnya, dilakukan dengan membuat sintaks sebagai berikut:

DROP TABLE Siswa

 

Selain field-field, sebuah tabel biasanya memiliki aturan-aturan (rule) yang membatasi data yang dimasukan. Hal ini berguna agar data yang terdapat pada basis data benar dan valid. Aturan-aturan ini pada basis data disebut sebagai constraint dan rule. Constraint adalah obyek yang merupakan bagian dari tabel dan fungsinya adalah untuk mengecek data agar memenuhi kondisi tertentu. Terdapat 5 jenis constraint yang ada pada setiap aplikasi basis data. Contraint-contraint tersebut adalah:

 

  1. Primary Key (PK)

Primary Key adalah suatu kunci utama yang dibuat dari sebuah kolom atau lebih yang menjadikan setiap data itu bersifat unik. Primary Key tidak boleh bernilai null. Contoh pada tabel Siswa adalah Id Siswa. Tidak ada 2 siswa atau lebih yang mempunyai 1 id yang sama.

Untuk menambahkan primary key dapat dilakukan dengan sintaks sebagai berikut:

ALTER TABLE nama_tabel

ADD CONSTRAINT nama_constraint

PRIMARY KEY(nama_field)

 

Contoh:

Untuk menambahkan id_siswa sebagai primary key pada tabel siswa, dilakukan dengan sintaks sebagai berikut:

ALTER TABLE siswa

ADD CONSTRAINT pk_siswa PRIMARY KEY(id_siswa)

 

  1. Foreign Key (FK)

Foreign Key adalah kunci asing yang terdapat pada satu kolom atau lebih di dalam suatu tabel yang merujuk pada kunci di tabel lainnya sebagai link antara tabel-tabel tersebut. Foreign Key digunakan untuk mengatur hubungan dua tabel atau lebih. Foreign Key tidak bersifat unik dan biasanya mengacu pada primary key di tabel lain. Untuk menambah Foreign Key dapat dilakukan dengan sintaks sebagai berikut:

ALTER TABLE nama_tabel

ADD CONSTRAINT nama_constraint

FOREIGN KEY(nama_field)

REFERENCES nama_tabel(nama_field)

 

Contoh:

Pada tabel Siswa terdapat Id Siswa yang berfungsi sebagai Primary Key, sedangkan pada tabel Jadwal terdapat kolom Id_Siswa yang berfungsi sebagai Foreign Key. Id Siswa pada tabel Jadwal merujuk pada Id Siswa yang ada pada tabel Siswa. Untuk membuat Foreign Key dilakukan dengan sintaks sebagai berikut:

ALTER TABLE Jadwal

ADD CONSTRAINT fk_jadwal_siswa

FOREING KEY(id_siswa)

REFERENCES Siswa(id_siswa)

 

  1. Unique Constraint

Unique Constraint biasanya dikenal juga sebagai Alternate Key (AK), merupakan kandidat dari primary key yang tidak terpilih menjadi primary key. Sifatnya unik, artinya hampir tidak ada data yang sama. Untuk membuat Unique Constraint dilakukan dengan sintaks sebagai berikut:

ALTER TABLE nama_tabel

ADD CONSTRAINT nama_constraint UNIQUE(nama_field)

 

Contohnya:

No KTP tiap Siswa bisa dijadikan  Unique Constraint dengan sintaks sebagai berikut:

ALTER TABLE siswa

ADD CONSTRAINT ak_siswa UNIQUE(no_ktp)

 

  1. Check Constraint (CK)

Check Constraint berfungsi untuk membatasi penyisipan data pada suatu tabel agar memenuhi kriteria-kriteria yang ditetapkan. Untuk membuat Constraint dilakukan dengan sintaks sebagai berikut:

ALTER TABLE nama_tabel

ADD CONSTRAINT nama_constraint

CHECK (kondisi)

 

Contoh:

ID Siswa pada tabel Siswa harus diawali dengan S

ALTER TABLE siswa

ADD CONSTRAINT ck_siswa

CHECK (LEFT(kdAbsensi,1)=)

 

  1. Default Constraint (DF)

Default Constraint berfungsi untuk memberikan nilai default pada data dalam suatu tabel. Jika kita tidak menginisialisasikan nilai pada sebuah data maka nilai pada data tersebut akan berisi nilai default yang ditentukan sebelumnya pada DF. Untuk membuat Default Constraint dilakukan dengan sintaks sebagai berikut:

ALTER TABLE nama_tabel

ADD CONSTRAINT nama_constraint DEFAULT nilai FOR nama_field

 

Contoh:

No Telp pada tabel Siswa akan berisi 0 apabila tidak diisi

ALTER TABLE Siswa

ADD CONSTRAINT df_pegawai DEFAULT ‘0’ FOR no_telp

 

Untuk menghapus constraint-constraint yang telah dijelaskan diatas, dilakukan dengan sintaks sebagai berikut:

ALTER TABLE nama_tabel

DROP CONSTRAINT nama_constraint

Selain constraint, ada juga yang dinamakan rule. Rule adalah bentuk lain dari Check Constraint dan merupakan sebuah obyek dalam SQL. Berikut adalah cara membuat rule adalah sebagai berikut:

 

CREATE RULE nama_rule AS kondisi

 

Untuk menerapkan rule pada kolom yang sesuai gunakan fungsi berikut:

 

Exec sp_bindrule ‘nm_rule’,’nm_tabel’,’nm_kolom’

 

Sedangkan untuk memutuskan hubungan rule dari kolom yang bersangkutan digunakan fungsi :

 

Exec sp_unbindrule ’nm_tabel’,’nm_kolom’

 

Sedangkan untuk menghapus rule yang telah dibuat, semua kolom yang terhubung dengan rule tersebut harus diputuskan terlebih dahulu. Sintaks :

 

DROP RULE nama_rule

 

Contoh:

ID Siswa pada tabel Siswa harus diawali dengan S

 

CREATE RULE ruleIDSiswa

AS LEFT(@kdAbsensi,1) =’S’

sp_bindruleruleIDSiswa’, ’Siswa’, ’ID_siswa’

 

 

sp_unbindrule ’Siswa’, ’ID_siswa’

DROP RULE ruleIDSiswa

 

Setelah tabel selesai dibuat, kita bisa memanipulasi data didalam tabel tersebut dengan cara memasukan, mengubah, menghapus dan melihat data tersebut. Memanipulasi data tersebut bisa dilakukan secara langsung dengan membuka tabel-tabel tersebut atau dengan sintaks-sintaks SQL. Apabila memanipulasi data secara langsung, maka kita cukup membuka tabel tersebut dan langsung mengisikan data-data untuk tabel tersebut. Apabila memanipulasi dengan menggunakan sintaks-sintaks SQL, kita harus membuat terlebih dahulu sintaks-sintaks yang digunakan kemudian meng-execute-nya. Sintaks-sintaks yang digunakan untuk memanipulasi data adalah:

-      INSERT

Sintaks ini digunakan untuk memasukan data ke dalam tabel, sintaksnya adalah sebagai berikut:

INSERT INTO nama_tabel (nama_field [, nama_field, …])

VALUES (nilai [, nilai, ...])

 

Contoh:

Untuk memasukan data siswa Albert ke tabel siswa,  dilakukan dengan membuat sintaks sebagai berikut:

INSERT INTO Siswa

(id_siswa, nama, alamat, no_ktp, no_telp, hp)

VALUES (‘S000000001’, ‘Albert’, ‘Jakarta’, ‘001.284.63’, ‘5344421’, ‘0818996321’)

 

-      UPDATE

Sintaks ini digunakan untuk mengubah data yang ada di tabel. Sintaks untuk mengubah data adalah sebagai berikut:

Untuk mengubah semua data di tabel:

UPDATE nama_tabel SET nama_field=nilai [, nama_field=nilai, …]

 

Untuk mengubah data tertentu di tabel:

UPDATE nama_tabel SET nama_field=nilai [, nama_field=nilai, …]

WHERE nama_field=nilai

 

Contoh:

Untuk mengubah field alamat menjadi ‘Jakarta Barat’ di tabel siswa,  dilakukan dengan membuat sintaks sebagai berikut:

UPDATE Siswa SET alamat=’Jakarta Barat’

 

Untuk mengubah alamat siswa bernama Albert menjadi ‘Jakarta Barat’ di tabel siswa,  dilakukan dengan membuat sintaks sebagai berikut:

UPDATE Siswa SET alamat=’Jakarta Barat’

WHERE nama=’Albert’

 

-      DELETE

Sintaks ini digunakan untuk menghapus data di tabel yang sudah ada sebelumnya, sintaksnya adalah sebagai berikut:

Untuk menghapus semua data di tabel:

DELETE FROM nama_tabel

 

Untuk menghapus data tertentu di tabel:

DELETE FROM nama_tabel

WHERE nama_field=nilai

 

Contoh:

Untuk menghapus semua data di tabel siswa, dilakukan dengan membuat sintaks sebagai berikut:

DELETE FROM siswa

Untuk menghapus data siswa dengan nama Albert di tabel siswa, dilakukan dengan membuat sintaks sebagai berikut:

DELETE FROM siswa

WHERE nama=’Albert’

 

-      SELECT

Sintaks ini digunakan untuk melihat data yang sudah ada di tabel, sintaksnya adalah sebagai berikut:

SELECT nama_field [, nama_field …]

FROM nama_tabel

[WHERE nama_field=nilai [ AND/OR  nama_field=nilai … ]]

 

Contoh:

Untuk melihat semua data yang sudah ada di tabel siswa, digunakan sintaks sebagai berikut:

SELECT *

FROM SISWA

 

* bisa digunakan untuk menggantikan nama-nama field apabila yang ditampilkan adalah semua field

 

Untuk melihat data siswa dengan nama Albert yang sudah ada di tabel siswa, digunakan sintaks sebagai berikut:

SELECT *

FROM SISWA

WHERE nama=’Albert’

 

Select akan dijelaskan dengan lebih detail di bagian selanjutnya.

 

4.5        View

 

View adalah salah satu objek di aplikasi basis data yang berguna untuk melihat data-data dalam tabel (bisa lebih dari satu tabel) dengan tampilan-tampilan tertentu sesuai dengan kebutuhan. View biasa digunakan untuk menampung query untuk memperlihatkan sebuah data tertentu yang sering digunakan, sehingga setiap kali ingin melihat data tersebut, tidak perlu lagi dibuat query ulang, hanya cukup dengan menjalankan view tersebut. Dengan kata lain, view merupakan query yang disimpan.

 

View dapat dibuat dengan menggunakan wizard, query design grid atau dengan bahasa SQL. Membuat view dengan wizard sangat mudah. Kita tinggal memilih tabel yang akan digunakan dan field-field yang akan ditampilkan seperti pada gambar 2. Kemudian tekan tombol Next >, beri nama pada View tersebut seperti pada gambar 3 dan kemudian tekan tombol Finish. Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut kita sudah membuat sebuah view. Untuk menjalankan view tersebut, kita tinggal meng-execute-nya saja.

 

 

Gambar 2. Wizard Pembuatan View (Memilih tabel dan Field)

 

Gambar 3. Wizard Pembuatan View (Memasukan nama view)

 

Untuk membuat view dengan menggunakan query design grid, kita bisa membuat query tanpa harus mengetahui bahasa SQL. Di dalam query design grid, kita  dapat memperlihatkan tabel basis data sumber dari query, dan memilih field-field mana yang hendak dikembalikan oleh proses dengan mengklik dan menyeretnya ke dalam grid. Penggabungan antara dua tabel atau lebih (join) juga bisa dilakukan dengan cara mengklik dan menyeret field-field dalam tabel ke dalam field dalam tabel lainnya. Contoh penggunaan query design grid bisa dilihat pada gambar 4. Setelah selesai memilih-milih tabel dan field-field yang akan digunakan, kita tinggal menyimpan dan memberi nama view ini.

 

 

Gambar 4. Query Design Grid

 

Untuk membuat view dengan menggunakan bahasa SQL, terlebih dahulu kita harus memahami tentang sintaks SELECT, WHERE dan operasi-operasi logika yang terdapat pada SQL. Untuk membuat view dengan menggunakan bahasa SQL, kita terlebih dahulu harus masuk ke SQL View dan kemudian membuat query seperti pada gambar 5. Setelah kita membuat query dengan bahasa SQL, kita tinggal menyimpannya sehingga query tersebut dapat dijalankan kembali sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan.

 

 

Gambar 5. SQL View

 

Sintaks SELECT sudah dijelaskan sekilas pada bagian sebelumnya. Select digunakan dengan sintaks:

 

SELECT nama_field [, nama_field …]

FROM nama_tabel

[WHERE nama_field=nilai [ AND/OR  nama_field=nilai … ]]

 

Nama-nama field dapat diganti dengan * apabila yang ditampilkan adalah semua field.

 

WHERE pada SELECT berfungsi untuk memfilter data yang akan ditampilkan sesuai dengan kebutuhan yang ada. WHERE disini bisa lebih dari satu filter, bisa merupakan gabungan dari filter-filter dengan menggunakan beberapa operasi logika sebagai berikut:

-      = / < / > / <= / >= / <>

Operator logika ini berfungsi untuk membandingkan nilai sebuah field dengan nilai tertentu.

 

Contoh:

Untuk melihat data siswa dengan nama Albert yang sudah ada di tabel siswa, digunakan sintaks sebagai berikut:

SELECT *

FROM SISWA

WHERE nama=’Albert’

 

Untuk melihat data siswa yang tinggi badannya lebih dari 170 yang ada di tabel Tinggi_Siswa, digunakan sintaks sebagai berikut:

SELECT *

FROM Tinggi_Siswa

WHERE tingg > 170

 

-      BETWEEN

Operator logika ini berfungsi untuk membandingkan nilai sebuah field yang berada diantara nilai tertentu.

 

Contoh:

Untuk melihat data siswa yang tinggi badannya antara 170 dan 180 yang ada di tabel Tinggi_Siswa, digunakan sintaks sebagai berikut:

SELECT *

FROM Tinggi_Siswa

WHERE tingg between 170 and 180

 

-      IN

Operator logika ini berfungsi untuk mendapatkan data yang nilainya sesuai dengan salah satu nilai yang diberikan.

 

Contoh:

Untuk melihat data siswa yang alamatnya di Jakarta, Serpong atau Tangerang, digunakan sintaks sebagai berikut:

SELECT *

FROM Siswa

WHERE alamat in (‘Jakarta’, ‘Serpong’, ‘Tangerang’)

 

-      LIKE

Operator logika ini berfungsi untuk mendapatkan data yang nilainya seperti nilai yang diberikan atau mengandung nilai yang diberikan.

 

Contoh:

Untuk melihat data siswa yang mengandung kata Putra, digunakan sintaks sebagai berikut:

SELECT *

FROM Siswa

WHERE nama like ‘%Putra%’

 

-      AND dan OR

Operator logika ini berfungsi apabila ada dua filter atau lebih yang akan digunakan untuk memfilter data yang akan ditampilkan. Operator AND akan memunculkan data yang untuk kedua filter tersebut bernilai Benar, sedangkan operator OR akan memunculkan data apabila kedua filter bernilai Benar atau salah satunya Benar.

 

Contoh:

Untuk melihat data siswa yang mengandung kata Putra dan tinggal di Jakarta, digunakan sintaks sebagai berikut:

SELECT *

FROM Siswa

WHERE nama like ‘%Putra%’ AND alamat=’Jakarta’

 

Untuk melihat data siswa yang mengandung kata Putra atau tinggal di Jakarta, digunakan sintaks sebagai berikut:

SELECT *

FROM Siswa

WHERE nama like ‘%Putra%’ OR  alamat=’Jakarta’

 

View seringkali digunakan untuk mengambil data lebih dari 1 tabel. Untuk menggabungkan beberapa tabel digunakanlah sintaks JOIN. Join terdapat beberapa jenis yang dapat digunakan sesuai dengan keperluannya, jenis-jenis Join tersebut adalah:

-      INNER JOIN

Inner Join adalah penggabungan dua atau lebih tabel yang hanya akan menampilkan item data yang terdapat pada semua tabel tersebut. Sintaks untuk melakukan INNER JOIN adalah sebagai berikut:

SELECT nama_tabel_1.nama_field [,nama_tabel_2.nama_field, …]

FROM nama_tabel_1

INNER JOIN nama_tabel_2 ON nama_tabel_1.nama_field = nama_tabel_2.nama_field

[WHERE nama_tabel_1.nama_field=nilai [ AND/OR  nama_tabel_2.nama_field=nilai … ]]

 

Nama field disebelah sintaks ON adalah nama field yang menggabungkan kedua tabel tersebut, nama-nama field tersebut bisa berbeda dikedua tabel tersebut.

 

Contoh:

Data pada tabel Siswa dan tabel Jadwal seperti pada tabel 1 dan tabel 2. Untuk mengambil data semua siswa yang mempunyai jadwal, dibuatlah query sebagai berikut:

SELECT  siswa.id_siswa, siswa.nama, jadwal.hari, jadwal.jam, jadwal.ruang, jadwal.topik

FROM siswa

INNER JOIN jadwal ON siswa.id_siswa = jadwal.id_siswa

 

Hasil yang ditampilkan adalah siswa yang ada di tabel Siswa dan di tabel Jadwal, sedangkan untuk siswa yang hanya ada di salah satu tabel (misalnya S000000004 yang hanya ada di tabel Siswa dan S000000003 yang hanya ada pada tabel Jadwal) tidak ditampilkan, seperti pada tabel 3.

 

Tabel 1. Tabel Siswa

 

 

Tabel 2. Tabel Jadwal

 

 

Tabel 3. Hasil Query Inner Join

 

 

-      LEFT JOIN

Left Join adalah penggabungan dua atau lebih tabel yang akan menampilkan semua item data yang terdapat pada tabel sebelah kiri (yang disebut terlebih dahulu) walaupun item data tersebut tidak ada di tabel sebelah kanan (yang disebut selanjutnya). Bila item data tersebut tidak ada di sebelah kanan, maka akan diisi dengan NULL. Sintaks untuk melakukan LEFT JOIN adalah sebagai berikut:

SELECT nama_tabel_1.nama_field [,nama_tabel_2.nama_field, …]

FROM nama_tabel_1

LEFT JOIN nama_tabel_2 ON nama_tabel_1.nama_field = nama_tabel_2.nama_field

[WHERE nama_tabel_1.nama_field=nilai [ AND/OR  nama_tabel_2.nama_field=nilai … ]]

 

Contoh:

Data pada tabel Siswa dan tabel Jadwal seperti pada tabel 1 dan tabel 2. Untuk mengambil data semua siswa baik yang mempunyai jadwal maupun tidak, dibuatlah query sebagai berikut:

SELECT  siswa.id_siswa, siswa.nama, jadwal.hari, jadwal.jam, jadwal.ruang, jadwal.topik

FROM siswa

LEFT  JOIN jadwal ON siswa.id_siswa = jadwal.id_siswa

 

Hasil yang ditampilkan adalah semua siswa yang ada di tabel Siswa baik yang ada di tabel Jadwal maupun tidak, sedangkan untuk siswa yang ada pada tabel Jadwal saja, tidak ditampilkan. Hasil dari query ini ditampilkan pada tabel 4.

 

Tabel 4. Hasil Query Left Join

 

 

-      RIGHT JOIN

Right Join adalah penggabungan dua atau lebih tabel yang akan menampilkan semua item data yang terdapat pada tabel sebelah kanan (yang disebut belakangan) walaupun item data tersebut tidak ada di tabel sebelah kiri (yang disebut pertama). Bila item data tersebut tidak ada di sebelah kiri, maka akan diisi dengan NULL. Right Join merupakan kebalikan dari Left Join. Sintaks untuk melakukan RIGHT JOIN adalah sebagai berikut:

SELECT nama_tabel_1.nama_field [,nama_tabel_2.nama_field, …]

FROM nama_tabel_1

RIGHT JOIN nama_tabel_2 ON nama_tabel_1.nama_field = nama_tabel_2.nama_field

[WHERE nama_tabel_1.nama_field=nilai [ AND/OR  nama_tabel_2.nama_field=nilai … ]]

 

Contoh:

Untuk mengambil data semua jadwal baik yang sudah ada siswanya maupun belum, dibuatlah query sebagai berikut:

SELECT  siswa.id_siswa, siswa.nama, jadwal.hari, jadwal.jam, jadwal.ruang, jadwal.topik

FROM siswa

RIGHT  JOIN jadwal ON siswa.id_siswa = jadwal.id_siswa

 

Hasil yang ditampilkan adalah semua siswa yang ada di tabel Jadwal  baik yang ada di tabel Siswa maupun tidak, sedangkan untuk siswa yang ada pada tabel Siswa saja, tidak ditampilkan. Hasil dari query ini ditampilkan pada tabel 5.

 

Tabel 5. Hasil Query Right Join

 

 

4.6        Form

 

Data pada tabel-tabel di basis data, dapat ditampilkan ke dalam form-form. Data tersebut ditampilkan ke dalam form agar data ditampilkan dalam format yang lebih mudah dilihat dan dimengerti serta dapat digunakan oleh orang-orang yang tidak mengerti akan basis data. Sebuah tabel bisa ditampilkan pada lebih dari satu form dan sebuah form bisa mengambil dan menyimpan data di lebih dari satu tabel. Untuk menampilkan data lebih dari satu tabel, sebaiknya dibuat view terlebih dahulu untuk memudahkan pembuatan form.

 

Form bisa dibuat dengan menggunakan wizard. Membuat form dengan menggunakan wizard cukup mudah, hanya tinggal mengikuti instruksi yang ada. Pertama-tama buka wizard untuk membuat form pada object Form, kemudian pilih Create Form by Using Wizard, yang akan menampilkan layar  seperti pada gambar 6. Pilih tabel atau view dan field yang akan digunakan. Urutan field-field yang akan ditampilkan di form disesuaikan dengan urutan pemilihan field-field tersebut pada urutan selected field. Setelah memilih tabel/view dan field, tekan Next > yang akan menampilkan gambar 7. Pada gambar 7, pilih layout data yang akan ditampilkan di form. Bisa berbentuk kolom-kolom, tabular, data sheet ataupun pivot. Pada contoh ini, layout dipilih Columnar. Setelah memilih layout, tekan Next > dan akan ditampilkan pemilihan style background seperti pada gambar 8. Pilih style dan background yang diinginkan kemudian tekan Next > dan akan menampilkan gambar 9 untuk memasukan nama form. Masukan nama form dan kemudian tekan Finish. Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut terbuatlan sebuah form yang apabila dijalankan akan menampilkan data siswa seperti pada gambar 10. Pada saat form dijalankan, apabila dilakukan perubahan pada salah satu text maka akan langsung tersimpan ke tabel yang bersesuaian.

 

 

Gambar 6. Wizard untuk Membuat Form – Memilih Tabel dan Fields

 

 

Gambar 7. Wizard untuk Membuat Form – Memilih Layout

 

 

Gambar 8. Wizard untuk Membuat Form – Memilih Style

 

 

Gambar 9. Wizard untuk Membuat Form – Memasukan Nama Form

 

Gambar 10. Form hasil dari Wizard

 

Setelah form tersebut terbuat, apabila ingin mengubahnya, bisa dilakukan dengan membuka form pada Design View, seperti pada gambar 11, yang akan membuka design form seperti pada gambar 12.

 

Gambar 11. Membuka Form dengan Design View

 

 

Gambar 12. Edit Form dengan Menggunakan Design View

 

Posisi masing-masing label dan text dapat diubah sesuai dengan keinginan. Property masing-masing list dan text pun dapat diubah sesuai dengan keinginan, tinggal klik kanan pada list atau text yang ingin diubah, kemudian tekan Property seperti pada gambar 13. setelah memilih property, maka akan ditampilkan layar Property seperti pada gambar 14 yang bisa diubah-ubah.  Setelah selesai mengubah-ngubah property, tutup form tersebut dan tekan save untuk menyimpan form. Apabila ingin menambahkan field yang akan ditampilkan di form, bisa dimasukan dari list field-field yang tersedia.

This could be due to the fact that Access is running in sandbox mode but Microsoft Jet 4.0 SP8 or later is not installed on your computer. Jet 4.0 SP8 or later is required for Access to be fully functional when sandbox mode is enabled.

For more information about installing the Jet upgrade, see the Office Online article About Microsoft Jet 4.0 SP8 or later, at http://office.microsoft.com/assistance/preview.aspx?AssetID=HA010489351033.

For more information about sandbox mode, see the topic About Microsoft Jet Expression Service sandbox mode.

 

 

Gambar 13. Ubah Property Label dan Text

 

Gambar 14. Layar Property

 

 

 

4.7        Report

 

Selain dengan menggunakan form, data dapat ditampilkan dalam bentuk report. Tetapi data yang ditampilkan dalam bentuk report tidak bisa diubah, hanya bisa ditampilkan dan dicetak. Report ini berguna untuk menampilkan data dengan keperluan pelaporan dan pencetakan. Data yang ditampilkan bisa berupa data asli ataupun informasi hasil manipulasi data. Sebuah tabel bisa ditampilkan pada lebih dari satu report dan sebuah report bisa mengambil data di lebih dari satu tabel. Untuk menampilkan data lebih dari satu tabel, sebaiknya dibuat view terlebih dahulu untuk memudahkan pembuatan report.

 

Report bisa dibuat dengan menggunakan wizard. Membuat report dengan menggunakan wizard cukup mudah, hanya tinggal mengikuti instruksi yang ada. Pertama-tama buka wizard untuk membuat report pada  object Reports, kemudian pilih Create Report by Using Wizard, yang akan menampilkan layar  seperti pada gambar 15. Pilih tabel atau view dan field yang akan digunakan. Setelah memilih tabel/view dan field, tekan Next > yang akan menampilkan gambar 16. Pada gambar 16, pilih pengelompokan data akan dilakukan berdasarkan apa. Bila data tersebut tidak ingin dikelompokan, bagian ini bisa dilewatkan dan langsung melanjutkan ke bagian selanjutnya. Setelah memilih layout, tekan Next > dan akan ditampilkan pemilihan urutan data yang akan ditampilkan seperti pada gambar 17. Pilih field yang akan diurutkan dan aturan pengurutannya apakah akan ascending atau descending. Bila data tidak ingin diurutkan, bagian ini bisa dilewatkan. Setelah selesai, tekan Next > dan akan menampilkan gambar 18 untuk memilih format tampilan report dan format kertas. Dalam contoh ini dipilih format laporan Tabular sehingga data akan ditampilkan dalam bentuk kolom-kolom. Setelah itu, tekan tombol Next > untuk memilih style tampilan yang akan digunakan seperti pada gambar 19, kemudian tekan tombol Next >. Kemudian masukan judul report seperti pada gambar 20 dan tekan Finish. Setelah mengikuti langkah-langkah ini, maka akan dibuatlah sebuah report seperti pada gambar 21.

 

 

Gambar 15. Layar Report Wizard -  Memilih Tabel

 

 

Gambar 16. Layar Report Wizard -  Memilih Group

 

 

 

Gambar 17. Layar Report Wizard -  Memilih Sort

 

 

Gambar 18. Layar Report Wizard –  Memilih Tampilan Report

 

 

Gambar 19. Layar Report Wizard -  Memilih Style

 

 

Gambar 20. Layar Report Wizard -  Memasukan Judul Report

 

 

Gambar 21. Layar Report Wizard -  Memilih Tabel

 

Setelah report tersebut terbuat, apabila ingin mengubahnya, bisa dilakukan dengan membuka report pada Design View, seperti pada gambar 22, yang akan membuka design report seperti pada gambar 23.

 

Gambar 22. Layar untuk Memilih Design View Report

 

 

Gambar 23. Layar Design View Report

 

Judul report dapat diubah sesuai dengan keinginan dan field-field yang dimasukan ke report pun bisa diubah-ubah, hanya cukup menghapus dan memasukan field-field yang ingin ditampilkan.

 

 

4.8        Modul

 

Masih berkaitan dengan form, beberapa fungsi-fungsi umum yang biasa digunakan oleh beberapa form disimpan ke dalam modul. Tujuan dari modul ini agar fungsi-fungsi yang sering digunakan di form-form tidak perlu ditulis ulang berkali-kali. Hanya cukup ditulis satu kali di dalam modul. Contoh fungsi-fungsi umum yang biasa digunakan adalah  fungsi untuk menghitung penjumlahan 2 bilang, fungsi untuk mengkonversi format tanggal dan waktu serta masih banyak lagi yang lainnya.

 

Cara untuk membuat modul adalah dengan memilih objects Modules dan memilih New seperti pada gambar 24, maka akan dimunculkan layar seperti pada gambar 25.

 

 

Gambar 24. Cara Membuat Modul

 

 

Gambar 25. Layar Modul

 

Di bawah Option Compare Database itulah kita bisa memasukan fungsi-fungsi yang akan kita gunakan. Sintaks fungsi tersebut adalah sebagai berikut:

[ACCESS IDENTIFIER] JENIS FUNGSI nama_fungsi ([nama_paramater as tipe paramter [, ...]]) [as tipe parameter]

Instruksi 1

Instruksi 2

Instruksi 3

END JENIS FUNGSI

Keterangan sintaks:

-      ACCESS IDENTIFIER

ACCESS IDENTIFIER bisa berisi Public atau Private. Sintaks Public digunakan agar fungsi ini bisa digunakan oleh form-form yang lain. Sedangkan sintaks Private digunakan agar fungsi ini hanya bisa digunakan oleh fungsi-fungsi yang ada di modul. Apabila ACCESS IDENTIFIER tidak dicantumkan maka secara default fungsi tersebut akan dibuat Public.

 

-      JENIS FUNGSI

JENIS FUNGSI  bisa berupa Function atau Sub. Function digunakan apabila Sintaks Function digunakan agar fungsi yang dibuat bisa mengembalikan nilai, sedangkan sintaks Sub digunakan apabila fungsi yang dibuat tidak mengembalikan nilai.

 

Contohnya kita akan memasukan fungsi menghitung 2 bilangan, kita tinggal menambahkan fungsi ini didalam modul tersebut:

 

Public Function HitungBilangan(Bilangan1 As Double, Bilangan2 As Double)

HitungBilangan = Bilangan1 + Bilangan2

End Function

 

Fungsi ini dibuat public agar bisa digunakan di form-form di luar modul  tersebut dan jenisnya dipilih Function karena fungsi ini mengembalikan nilai berupa penambahan dua bilangan yang dimasukan.

Setelah menambahkan fungsi-fungsi dalam modul, tekan Save untuk menyimpan modul dan masukan nama modul tersebut.

 

Setelah modul tersebut selesai dibuat, untuk menggunakannya tinggal menambahkan event pada object di form (object bisa beruba text atau label atau yang lainnya). Caranya sama seperti mengubah propery text, tinggal klik kanan pada list atau text yang ingin diubah, kemudian tekan Build Event seperti pada gambar 13.

Contohnya, buatlah sebuah form baru dengan 3 buah text didalamnya. Text pertama berjudul Bilangan Pertama dengan nama textbox text2, text kedua berjudul Bilangan Kedua dengan nama textbox text4 dan text ketiga berjudul Jumlah dengan nama textbox text6. Klik kanan pada textbox4 dan pilih Build Event untuk membuat event di textbox text6. Pilih Builder untuk membuat event seperti pada gambar 26, dalam contoh ini dipilih Code Builder. Kemudian masukan sintaks dibawah ini untuk memanggil fungsi yang sudah disimpan di modul. Setelah dimasukan sintaks ini, tekan Save.

 

Private Sub Text4_AfterUpdate()

Text6 = HitungBilangan(Text2, Tex4)

End Sub

 

 

 

Gambar 26. Contoh Form Menggunakan Modul

 

 

Gambar 27. Memilih Builder untuk Event

 

Setelah itu, kita coba jalankan form tersebut, apabila text Bilangan kedua berubah, maka secara otomatis akan dimunculkan penjumlahan kedua bilangan tersebut.

 

Untuk menggunakan fungsi dari modul ini di report, kita akan membuat contoh fungsi CariHari seperti dibawah ini:

Public Function CariHari(Tanggal As Date) As String

If Weekday(Tanggal) = 1 Then

CariHari = “Minggu”

Elseif Weekday(Tanggal) = 2 Then

CariHari = “Senin”

Elseif Weekday(Tanggal) = 3 Then

CariHari = “Selasa”

Elseif Weekday(Tanggal) = 4 Then

CariHari = “Rabu”

Elseif Weekday(Tanggal) = 5 Then

CariHari = “Kamis”

Elseif Weekday(Tanggal) = 6 Then

CariHari = “Jumat”

Elseif Weekday(Tanggal) = 7 Then

CariHari = “Sabtu”

End If

End Function

 

Kita akan menggunakan fungsi ini di report untuk menampilkan nama hari dari tanggal absensi seperti pada report di gambar 21. Cara untuk memasukan fungsi tersebut ke dalam report adalah sebagai berikut:

  1. Klik kanan pada text hari di report, kemudian pilih Property seperti pada gambar 28. Property text akan ditampilkan seperti pada gambar 29.

 

Gambar 28. Property pada text di Report

 

 

Gambar 29. Property Text pada Report

 

  1. Ganti Control Source pada text tersebut dengan cara menekan tombol … pada sebelah kanan Control Source sehingga akan ditampilkan gambar 30. Di bagian bawah, bagian sebelah kiri adalah kelompok object yang terdapat dalam basis data kita, mulai dari tabel, view, form, report dan fungsi-fungsi dalam modul. Di bagian tengah berisi object-object sesuai dengan kelompok object yang dipilih pada bagian kiri. Dan bagian kanan berisi property-property atau fungsi-fungsi yang ada pada object yang dipilih di bagian tengah.

 

Gambar 30. Expression Builder untuk Control Source Text

  1. Dibagian kiri, pilih Functions – nama database (dalam contoh ini db1). Di text tengah akan dimunculkan nama-nama modul yang ada di database dan di sebelah kiri akan dimunculkan fungsi-fungsi yang ada pada modul tersebut. Pilih fungsi CariHari. Fungsi CariHari ini membutuhkan parameter <<tanggal>>. Kita akan isi tanggal tersebut dengan text Tanggal, caranya dengan dibagian kiri, pilih Report, Loaded Report, nama Report yang kita gunakan (dalam contoh ini Absensi). Kemudian dibagian tengah akan muncul semua object yang digunakan, pilih Tanggal dan di bagian kanan pilih <<Value>> sehingga ditampilkan expression sebagai berikut: CariHari ( [Tanggal] ) Kemudian tekan OK

 

Gambar 31. Expression Builder menggunakan fungsi pada Modul

  1. Setelah itu, apabila kita menjalankan report kita, kolom Hari akan diisi sesuai dengan hasil dari fungsi CariHari tersebut.

 

 

 


BAB V

SUMBER – SUMBER YANG DIPERLUKAN

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

5.1        Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2        Literatur

Disamping dengan belajar dengan orang-orang seperti yang disebutkan diatas, Anda tentu perlu juga terus menambah wawasan dan pengetahuan

 

Anda dari sumber-sumber bacaan seperti buku-buku yang berkaitan dengan kompetensi yang Anda pilih, jurnal-jurnal, majalah, dan sebagainya.

 

Literatur dalam hal ini tentu bukan saja material berupa bacaan atau buku melainkan termasuk pula material-material lainnya yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini. Misalnya rekaman dalam bentuk kaset, videp, dan sebagainya.

 

Buku referensi, lembar kerja, tugas-tugas kerja juga dapat digunakan dalam proses pencapaian kompetensi. Peserta boleh mencari dan menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau sebagai pendukung tambahan atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

5.3        Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

1. Judul/Nama Pelatihan         :    Mengoperasikan Aplikasi Basis Data

2. Kode Program Pelatihan     :    TIK.PR02.020.01

 

Dalam pelatihan ini, tidak ada peralatan khusus yang dibutuhkan. Yang diperlukan hanya aplikasi SQL dan seperangkat komputer yang dapat menjalankan atau memenuhi prasyarat minimal aplikasi SQL bersangkutan yang Anda gunakan.

Misalnya Microsoft Access 2003. Untuk aplikasi ini Anda membutuhkan perangkat komputer dengan prasyarat sebagai berikut:

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Mengoperasikan Aplikasi Basis Data

TIK.PR02.020.01

- Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive dan Floppy Disk.

- PC dengan sistem operasi Windows 2000/XP/Server2003/Vista

- Keyboard dan mouse

- RAM minimal 256Mb, dianjurkan 512Mb atau lebih

- Pentium III-compatible processor (min. 600MHz) atau yang lebih tinggi.

 

- CD installer Microsoft Access

- CD installer MySQL/SQL.

 

-

 

 

 

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Testimoni

Filed under : blog, tags: