Advertisement
loading...

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Advertisement

 

 

 

 

MENGONTROL BAHAYA RESIKO DI TEMPAT KERJA

TIK.PR01.005.01

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU PENILAIAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

 

DAFTAR ISI. 2

 

BAB  I. 3

KONSEP   PENILAIAN. 3

 

BAB II. 8

PELAKSANAAN PENILAIAN. 8

 

LEMBAR PENILAIAN. 19

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB  I

KONSEP   PENILAIAN

 

 

1.1. Bagaimana  Pelatih  Menilai.

 

Dalam sitem pelatihan berbasis kompetensi kerja, penilai akan mengumpulkan bukti dan membuat pertimbangan mengenai pengetahuan anda, unjuk kerja aktivitas  tugas-tugas / keterampilan anda dan sikap kerja anda terhadap pekerjaan. Anda akan dinilai untuk menentukan, apakahg anda telah mencapai kompetensi sesuai standar yang dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja.

 

Pada pelatihan berbasiskan kompetensi kerja , pendekatan yang banyak digunakan untuk penilaian adalah ” Penilaian berdasarkan kriteria / Criterion – Referenced Asessment ” .  Pendekatan ini mengukur unjuk kerja anda terhadap sejumlah standar. Standar yang digunakan dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja.

 

Penilaian formatif :

Penilaian dapat dilaksanakan dengan tujuan sebagai bantuan dan dukungan belajar / berlatih anda. Tipe penilaian ini adalah formatif dan merupakan proses yang sedang berjalan.

 

Penilaian Sumatif.

Penilaian juga  dapat dilaksanakan untuk menentukan apakah anda telah mencapai hasil dari program belajar dan berlatih ( contohnya pencapaian kompetensi dalam unit komptensi ). Tipe penilaian ini adalah sumatif dan merupakan penilaian akhir.

 

 

1.2. Tipe  Penilaian.

 

1.2.1. Tes  Tertulis. ( Knowledge ).

 

Dalam tes tertulis, akan menilai pengetahuan anda dan pemahaman konsep serta prisip yang merupakan dasar  unjuk kerja dalam melakukan  tugas pekerjaan anda yang dijelaskan dalam  pengetahuan (knowledge) pada kriteria unjuk kerja.

Tes tertulis biasanya berupa seri-seri pertanyaan pilihan ganda dan/ atau beberapa bentuk tes obyektif lainnya, yaitu dimana setiap pertanyaan tertulis memiliki satu jawaban yang benar.

Penilaian tes obyektif tertulis pada  umumnya   mempunyai   kisi-kisi   dengan 3 (tiga) tingkatan  kesulitan,  yaitu :

 

1). Soal Mudah.

Adalah  menghafal tanpa mengerti apa maksudnya, menyebutkan bagian-bagian   suatu   alat,    benda,     nama mesin,   memberi nama,   memberi nomor, menjodohkan informasi faktual dengan kejadian.

 

2). Soal  Sedang

Adalah  mampu mengenal dan mengerti fungsi  sesuatu / poses   sesuatu, membandingkan,   memberikan,   membedakan,   menemukan   keuntungan   dan kerugian serta memberi fisualisasi fungsi / proses.

 

3). Soal  Sulit :

Adalah  merupakan  problem solving,   menganalisis   kesalahan   dan  kerusakan, mencari pemecahan,   meramalkan   kondisi   yang   tidak menguntungkan, mencari penyebab,   menggunakan   pertimbangan   dan    mengevaluasi. Rentangan  nilai tes tertulis, yaitu  0  -  1,   artinya  nilai setiap  soal tertulis yang   dinyatakan   benar   (kompeten)   mempunyai   nilai   1  (satu),   dan   yang dinyatakan    salah  (belum kompeten)  mempunyai nilai 0 (nol).

 

1.2.2. Tes  Unjuk  Kerja  (praktek keterampilan / keahlian).

 

Dalam tes unjuk kerja , akan menilai kompetensi anda dalam menampilkan tugas pekerjaan  dari elemen kompetensi terhadap standar kompetensi yang dijelaskan dalam keterampilan  (skill) pada kriteria unjuk kerja. Oleh sebab itu, anda akan menerapkan pengetahuan dan pemahaman anda terhadap  unjuk kerja  anda.

 

Penilaian biasanya menggunakan daftar cek analisis elemen kompetensi sebagai pedoman untuk menentukan kompetensi anda, dan akan memberikan umpan balik mengenai unjuk kerja dan jika perlu, merencanakan pelatihan lanjutan jika anda dinyatak kompeten, dan merencanakan pelatihan ulang jika anda belum dinyatakan kompeten pada kesempatan pertama ini.

 

Daftar Cek Unjuk Kerja, berisi :

 

1). Masing-masing elemen kompetensi dengan  sebaran  kriteria  unjuk  kerja harus kompeten.

2). Setiap tugas yang sedang dilaksanakan, penilai  akan mengisi daftar cek analisis elemen kompetensi yang telah disiapkan untuk menentukan kompetensi kerja anda dan umpan balik unjuk kerja anda. untuk setiap soal / perintah untuk melakukan unjuk kerja  dinyatakan benar mempunyai

3). Untuk memberi cacatan bagi diri anda dan penilai  anda.

4). Ketika tugas dari setiap indikator kerja tidak dilaksanakan sesuai standar kriteria keterampilan / kehlian secara  benar, maka  rencana pelatihan kerja ulang  akan dibicarakan antara anda dengan penilai.

 

Untuk setiap  soal / perintah   untuk melakukan unjuk kerja   mempunyai rentang nilai 0 (nol)  -  1 (satu). Bila anda melaukan untuk kerja  dinyatakan   benar (kompeten) mempunyai nilai 1 (satu), dan bila dinyatakan salah (belum kompeten) mempunyai nilai 0 (nol).

 

 

1.2.3. Tes Sikap  Kerja  ( Attitude ).

 

Dalam   tes   sikap kerja ,   akan   menilai   kompetensi   anda   dalam menampilkan sikap kerja dari   elemen kompetensi terhadap standar kompetensi yang dijelaskan dalam sikap (attitude)  pada kriteria unjuk kerja. Penilaian sikap kerja dapat dlakukan dalam waktu relatif pendek (efektif) berdasarkan atas instruksi sikap  kerja yang harus anda lakukan dalam waktu yang telah ditentukan.

 

Sikap kerja merupakan unsur kompetensi kerja yang agak sulit menilainya,   namun demikian perlu  dimulai  dari sekarang,   karena kita harus mengacu    pada   Standar Kompetensi  Kerja  Nasional  Indonesia (SKKNI)   yang telah ditetapkan,  yaitu kemampuan seseorang yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan atau keahlian dan sikap kerja sesuai pelaksanaan tugas dan syarat jabatan.

Penilaian sikap kerja, dilakukan selain melalui pemahaman sikap kerja secara tertulis , kemampuan aspek sikap ditujukan untuk meningkatkan kinerja seseorang (anda) dimasa mendatang dalam arti yang sebenarnya, dan tidak dianggap lagi sudah menyatu dengan keterampilan /  keahlian.

Anda terampil atau memiliki keahlian yang bagus,  tetapi sikap  kerja anda tidak kompeten, ini ada sesuatu  yang salah pada diri anda, termasuk penilai anda juga punya andil atas kesalahan penilaian kompetensi terhadap diri anda.

 

Penilaian sikap kerja.

Dilakukan untuk kurun waktu yang tidak terlalu panjang terhadap kriteria attitude / sikap perilaku yang mudah diamati seperti pada waktu mengerjakan pekerjaan yang dilakukan sesuai tugas atau perintah sikap dari kriteria unjuk kerja pada elemen kompetensi,  adalah  sebagai  berikut :

 

1). Pengamatan sikap kerja.

 

a.   Untuk Jaminan Keselamatan  ( Saffety Insurance ).

 

No. Sikap untuk Jaminan Keselamatan. Benar Salah Keterangan

1.

Penggunaan pakaian kerja.      

2.

Kerapihan dan kebersihan tempat kerja      

3.

Penataan alat-alat kerja.      

4.

Penataan bahan-bahan kerja.      

5.

Tertib sesuai aturan / prosedur/ standar.      

6.

Ketepatan waktu kerja.      

7.

Sopan, ramah, lembut dan saabar.      

8.

Teliti, cermat, hati-hati.      

9.

Obyektif, akurat.      

10.

Bakat, minat dan temperamen kerka.      

 

 

b.  Untuk Jaminan Kualitas.  ( Quality Insurance ).

 

No. Sikap untuk Jaminan Kualitas. Benar Salah Keterangan

1.

Penerimaan / kesadaran/ kemauan..      

2.

Partisipasi/ kepatuhan, ikut secara aktif.      

3.

Penilaian / penentuan sikap.      

4.

Organisasi / bertanggung jawab.      

5.

Pembentukan pola /disiplin pribadi.      

 

Rentang nilai sikap dengan pengamatan langsung untuk memenuhi jaminan keamanan ( saffety insurance ) dan jaminan kualitas ( quality insurance ), yaitu :  0 (nol) – 1 (satu). Pada setiap soal sikap kerja yang dinyatakan benar (kompeten) mempunyai nilai 1 (satu), dan yang dinyatakan salah (belum kompeten) mempunyai nilai 0 (nol).

 

2). Wawancara dan /atau Tes  Tertulis Sikap Kerja.

 

Wawancara dan / atau Tes tertulis tentang pemahaman atau pengetahuan  materi sikap kerja untuk jaminan keselamatan dan jaminan kualitas (Saffety and Quality Insurance) dalam aktivitas tugas pekerjaan / perintah elemen kompetensi sesuai kriteria unjuk kerja setiap unit kompetensi, agar kinerja seseorang (anda) meningkat  lebih baik lagi.

 

Wawancara atau tes tertulis dapat  dalam satu  atau beberapa bentuk tes obyektif materi sikap kerja, mempunyai rentang nilai 0 (nol) – 1 (satu).

 

Setiap   soal   pertanyaan   yang   dinyatakan  benar   (kompeten)   mempunyai nilai  1 (satu)   dan   yang   dinyatakan   salah   (belum kompeten)     mempunyai nilai  0 (nol).

 

Hasil nilai sikap kerja dapat  diperoleh dengan kombinasi pengamatan sikap kerja berdasarkan atas instruksi sikap kerja   dengan tes tertulis, yaitu :

 

  • Nilai akhir sikap kerja  =  Nilai pengamatan benar  + Nilai  tertulis benar

2.

1  +   1

=     ———–      =     1  (satu) /   atau kompeten.

2.

  • Atau nilai akhir sikap kerja tertulis  benar = 1 (satu) / atau kompeten

 

  • Atau nilai akhir hasil pengamatan sikap kerja  benar  = 1 (satu) / atau kompeten

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB II

PELAKSANAAN PENILAIAN

 

 

2.1        KUNCI JAWABAN  TUGAS  TERTULIS. (  Seri.  A  )

 

 

Soal

Nomor

Kunci  Jawaban  Tugas  tertulis.

Keterangan  Nilai

a

b

c

d

Benar

Salah

1.

X

   

2.

X

   

3.

X

   

4.

X

   

5.

X

   

6.

X

   

7.

X

   

8.

X

   

9.

X

   

10.

X

   

11.

X

   

12.

x

   

13.

X

   

14.

X

   

15.

X

   

16.

X

   

17.

X

   

18.

X

   

19.

X

   

20.

X

   

21

X

   

22

X

   

23

X

   

24

X

   

25

X

   

 

 


2.2     KUNCI  JAWABAN  TUGAS  PRAKTEK (  Seri .  A  )

 

  1. TUGAS 1.  :

Perusahaan tempat Anda bekerja mengalami kebakaran dan Anda terjebak pada gedung lantai 3, dan kondisi kebakaran yang terjadi masih tingkat awal. Semua orang sudah pada panik dan berusaha lari. Untuk dapat menyelamatkan diri dan perusahaan Anda dari kebakaran yang lebih besar, apa yang harus Anda lakukan?

 

Waktu  10  menit.

 

2. Standar Kriteria :

Mampu melakukan penyelamatan diri dan bahaya kebakaran yang lebih besar.

 

3.  Instruksi Sikap Kerja :

Bimbinglah  peserta pelatihan untuk melakukan dan mengikuti langkah-langkah penyelamatan dengan baik.

 

4. Jawaban Tugas 1  : 

Langkah-langkahnya adalah:

• Berusahalah untuk tetap tenang (tidak panik).

• Bunyikan tanda kebakaran yang tersedia (alarm).

• Segera laksanakan prosedur evakuasi yang telah ditetapkan, yaitu pergi ke pintu keluar dengan tenang (hal ini berlaku untuk semua pegawai) apabila api sudah tidak dapat dikendalikan lagi, apabila api belum besar maka harus dilakukan proses penyemprotan api dengan alat pemadam kebakaran oleh pegawai yang terdekat dengan peralatan pemadam kebakaran tersebut. Satpam berusaha membantu proses evakuasi pegawai keluar dari komplek bengkel, apabila hal tersebut dirasa masih memungkinkan.

• Bila terjebak asap, berusahalah supaya asap tidak terlalu banyak terhirup. Bila asap terlalu tebal, usahakan supaya posisi Anda serendah mungkin. Gunakan kain atau tissue basah untuk menutupi hidung.

• Hubungi pihak pemadam kebakaran.

  1. TUGAS 2.  :

Anda adalah seorang pimpinan perusahaan dalam suatu perusahaan menengah. Berdasarkan laporan yang diterima pada bulan ke-2 Anda bekerja, terdapat berbagai gangguan-gangguan dalam keselamatan kerja dalam semua bidang perusahaan. Untuk mengatasi hal tersebut  prosedur kerja apa yang akan Anda lakukan melalui pelaksanaan kerja semua karyawan?

 

Waktu  :  10  menit.

 

2. Standar Kriteria :

Mampu mengkomunikasikan dan menerapkan prosedur keselamatan kerja yang telah disusun.

 

3.  Instruksi Sikap Kerja :

Bimbinglah  peserta pelatihan untuk  menyusun dan mengkomunikasikan suatu kebijaksanaan keselamatan kerja dengan baik.

 

4. Jawaban Tugas 2  : 

Hal-hal yang dilakukan untuk mengatasi gangguan keselamatan kerja melalui perbaikan dan pemaksimalan tanggung jawab dan kerja sama antar personil dalam  prosedur kerja mereka, yaitu dengan menekankan hal-hal di bawah ini:

  1. Audit

Auditor bertanggungjawab dalam memeriksa sistem untuk melihat apakah sistem tersebut telah memenuhi kebutuhan keamanan TI. termasuk sistem dan kebijakan organisasi, dan apakah kontrol keamanan TI telah dijalankan dengan benar. Staff keamanan secara rutin setiap 3 tahun sekali melakukan tinjauan secara detil terhadap kegiatan operasional organisasi untuk memastikan perubahan-perubahan yang terjadi tetap sesuai dengan kebutuhan keamanan TI. Idealnya kegiatan ini dilakukan secara periodik dan direncanakan dengan baik.

 

  1. Physical Security

Pada banyak organisasi, bagian keamanan fisik ini pada umumnya adalah staff keamanan berupa satuan pengamanan (satpam). Bagian kemanan fisik biasanya bertanggungjawab untuk mengembangkan dan menjalankan kontrol keamanan fisik yang baik, dengan konsultasi dengan manajemen keamanan komputer. program dan manajer fungsional, dan yang pihak lain yang diperlukan. Staf keamanan TI harus bekerjasama dengan bagian keamanan fisik dalam hal pengamanan fisik terhadap perangkat keras komputasi, instalasi terminal, fasilitas backup dan lingkungan kantor. Pemeriksaaan riwayat hidup staff keamanan Ti juga harus dikoordinasikan dengan bagian kemanan fisik.

 

  1. Disaster Recovery/Contingency Planning

Staff keamanan TI harus memiliki disaster recovery/contingency planning team. Tim ini bertanggungjawab pada aktifitas contingency planning organisasi tersebut dan bekerjasama dengan dengan bagian keamanan fisik, telekomunikasi, IRM, pengadaan barang dan pegawai lainnya.

 

  1. Pengadaan (Procurement)

Bagian pengadaan bertanggungjawab untuk memastikan pengadaan barang dalam organisasi telah ditinjau oleh petugas yang berwenang. Staf keamanan bertanggungjawab untuk memastikan jasa dan operasi yang dilakukan organisasi telah memenuhi ekspektasi keamanan komputasi. Staff pengadaan harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang standar keamanan TI dan harus digunakan dalam pekerjaan sehari-hari di bagian pengadaan.

 

  1. Pelatihan

Pelatihan mengenai keamanan TI termasuk dalam kebutuhan keamanan TI. Staff keamanan TI memiliki salah satu tanggung jawab utama untuk memberikan pelatihan kepada user, operator, dan manajer mengenai keamanan komputer. Staff mengembangkan alat bantu berupa video, kelas pelatihan untuk pekerja, auditor, manajer dan system administrator, material pembelajaran seperti brosur, trinkets, dan spanduk. Staff juga memberikan pelatihan dalam skala nasional dan ambil bagian dalam setiap pertemuan dan konferensi mengenai keamanan TI yang dilakukan pihak luar.

 

  1. Sumberdaya Manusia (Personalia)

Bagian personalia dan staff keamanan TI harus bekerjasama dalam lekaukan investigasi terhadap latar belakang dan, prosedur pemberhentian kerja dari seorang pegawai yang hendak mengundurkan diri. Staff keamanan TI harus familiar terhadap istilah “least privilege access” dan “separation of duties.” Konsep yang mengimplikasikan tingkat sensitifitas dari data, , access control lists, akuntabilitas dari user ID’s dan passwords.

 

  1. Risk Management/Planning

Beberapa organisasi memiliki staff yang bertugas mempelajari berbagai tipe resiko yang mungkin dihadapi oleh organisasi. Staff keamanan TI harus mengembangkan proses untuk mengenali resiko yang ada dalam siklus hidup organisasi. Ketika sebuah kelemahan (vulnerabilities) terdeteksi, tim keamanan harus menganalisa resiko dan jumlah sumberdaya yang dibutuhkan untuk menurunkan resiko (mitigate the risk). Fungsi yang berkelanjutan ini membutuhkan tim yang memahami perkembangan teknologi dan mampu berkoordinasi dengan pihak manajemen, IRM dan petugas telekomunikasi.

 

  1. Building Operations

Bagian pemeliharaan gedung bertanggungjawab dalam memastikan bahwa setiap fasilitas keamanan gedung, daya listrik dan kontrol lingkungan gedung, aman digunakan selama masa operasional organisasi. Staff keamanan TI harus berkoordinasi dengan mereka untuk memastikan bahwa kebutuhan pengamanan lingkungan sistem dan gedung telah terpenuhi.

 

2.3. KUNCI  JAWABAN  TUGAS  SIKAP  KERJA. (  Seri .  A  )

 

TUGAS 1.  Mengikuti latihan menspesifikasikan masalah-masalah atau resiko-resiko yang terjadi perihal keselamatan kerja.

 

   Waktu  :  5.  menit.

 

2. Standar Kriteria :

Masalah-masalah, resiko-resiko yang dispesifikasikan  benar.

 

  1. Instruksi Sikap Kerja :

 

Mengidentifikasikan masalah-masalah maupun resiko-resiko yang terjadi dengan sungguh-sungguh dan boleh bertanya kepada pembimbing atau diskusi dengan sesama peserta pelatihan dengan tertib.

 

  1. Jawaban Tugas 1
  1. Mengikuti pelatihan dengan tertib dan baik
  2. Mengidentifikasi dan memahami masalah-masalah maupun resiko-resiko yang terjadi perihal keselamatan kerja.
  3. Aktif dalam mencari informasi tentang masalah-masalah maupun resiko-resiko yang terjadi perihal keselamatan kerja sehngga memudahkan dalam identifikasi masalah.
  4. Aktif dalam memberikan dan menjawab pertanyaan.

 

TUGAS 2.  Memberikan pertanyaan dan menjawab pertanyaan selama pelatihan untuk mengambil tindakan-tindakan yang tepat dalam mengatasi resiko keselamatan kerja.

 

   Waktu  :  5  menit.

 

2. Standar Kriteria :

 

Memberikan pertanyaan buat topik yang dibahas maupun menjawab pertanyaan yang diajukan pembimbing pelatihan.

 

  1. Instruksi Sikap Kerja :

 

Aktif dalam mengajukan pertanyaan maupun menjawab pertanyaan

 

  1. Jawaban Tugas 2
  1. Mengikuti pelatihan dengan tertib dan baik
  2. Mendengarkan pertanyaan yang diajukan pelatih, menganalisa pertanyaan dan menjawab dengan baik.
  3. Tidak takut dalam memberikan jawaban.
  4. Membuat penyelesaian-penyelesaian kasus dengan baik dan benar.
  5. Mengajukan pertanyaan untuk bahan pelatihan yang tidak dimengerti dengan jelas dan tertib.

 

TUGAS 3.  Mempraktekkan prosedur keselamatan dengan kondisi ketika pakaian mereka terbakar api.

 

   Waktu  :  10  menit.

 

2. Standar Kriteria :

Mampu mempraktekkan prosedur keselamatan ketika pakaian mereka terbakar api.

 

  1. Instruksi Sikap Kerja :

Rajin berlatih dalam mengamati situasi atau kondisi bahaya dengan cepat sehingga lebih mudah melakukan tindakan penyelamatan.

 

  1. Jawaban Tugas 3
  1. Berani dalam melakukan praktek yang diajukan oleh pelatih.
  2. Melalui gerakan dalam praktek, peserta dapat menunjukkan sikap bagaimana mengamati dan megawasi lokasi sehingga bisa mengambil tindakan dengan cepat dan tepat.
  3. Mengikuti prosedur keselamatan kerja sesuai dengan yang diberika perusahaan apabila kondisi pakaian pekerja terbakar, yaitu:

• Berhenti di mana Anda berada.

• Jatuhkan diri ke lantai.

• Berguling terus menerus, tutupi wajah dan mulut Anda dengan telapak tangan (hal ini akan mencegah api membakar wajah dan asap masuk ke paru-paru). Bergulinglah hingga api padam.

• Dinginkan luka bakar dengan air selama 10 – 15 menit. Cari bantuan dari paramedik bila diperlukan.

  1. Mempraktekkan kasus dengan tepat waktu.

 

2.4        Daftar Cek Unjuk Kerja (Praktik)

 

Berikut merupakan daftar cek unjuk kerja untuk unit kompetensi Mengontrol Bahaya Resiko Di Tempat Kerja.

 

Kode unit

: TIK.PR01.005.01

Judul Unit

: Mengontrol Bahaya Resiko Di Tempat Kerja.

Nomor Elemen

Ya

Tidak

KUK

Ya

Tidak

1 Mengindentifikasi bahaya (hazard)     1.1  Kondisi tempat kerja dianalisis agar bahaya (hazard) dapat teridentifikasi

 

      1.2  Informasi keselamatan kerja diakses dan dianalisis dari buku manual  yang relevan

 

2 Mengidentifikasi resiko     2.1 Kejadian-kejadian atau peristiwa harus diidentifikasi factor-faktor resikonya

      2.2  Faktor resiko  sebagai konsekuensi  dari peristiwa yang terjadi, dievaluasi dan dipastikan secara bertingkat

 

03 Mengidentifikasi  resiko yang tidak dapa diperkirakan     3.1 Kriteria untuk menentukan resiko yang dapat diperkirakan/tidak, diidentifikasi sesuai syarat-syarat standar kesehatan dan keselamatan kerja

 

      3.2 Langkah-langkah untuk mengatasi resiko yang tidak dapat diperkirakan, diidentifikasi sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan.

04 Mengidentifikasi dan memutuskan tindakan yang tepat     4.1 Kegiatan pengontrolan yang dapat mengurangi resiko diidentifikasi sesuai factor resiko

              Kemungkinan-emungkinan penyelesaian masalah ditentukan berdasarkan fakor resiko yang telah diidentifikasi

              Alternatif yang dapat dilakukan diidentifikasi sesuai analisis tindakan dan cara yang telah terevaluasi.

              Alternatif yang dapat dilakukan, dianalisis secara detail untuk menentukan sumber-sumber yang diperlukan.

              Tindakan-tindakan yang sesuai untuk situasi tertentu dipilih berdasarkan alternatif yang telah dianalisis.

05 Mengidentifikasi dan memutuskan tindakan yang tepat     5.1 Tindakan-tindakan direncanakan dan disiapkan secara rinci sesuai sumber yang digunakan

5.2  Prosedur dan informasi keselamatan kerja diidentifikasi dan diterapkan melalui pelaksanaan kerja

 

06 Melengkapi laporan dan catatan     6.1 Informasi yang tepat dan implementasinya dikomunikasikan dengan personel yang terkait

 

      6.2 Seluruh bahaya dan tindakan untuk pengukuran resiko personal dicatat dan dilaporkan

 

Kondisi Unjuk Kerja

Penunjang Ketrampilan dan Pengetahuan

Aspek – aspek penting dalam Pengujian

 

 

 

 

 

 

2.5         CHECK LIST PENGETAHUAN, KETERAMPILAN DAN SIKAP KERJA

 

Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum ditandatangani.

 

No.

Uraian   Materi  Check  List.

Penge-

tahuan

Keterampilan

Sikap

Kerja.

Ya./

Tidak

Ya./

Tidak

Ya./

Tidak

1.

2.

3.

4.

5.

 

 

1. Mengindentifikasi bahaya (hazard)

 1. Apakah semua petunjuk kerja diikuti ?

2.

Apakah peserta pelatihan dapat mengidentifikasi bahaya (hazard) yang mengancam dalam tempat kerja?

3.

Apakah peserta mampu mengakses dan menganalisis informasi keselamatan kerja?

2. Mengidentifikasi resiko

4.

Apakah peserta mampu mengidentifikasi factor-faktor resiko atas kejadian gangguan keselamatan kerja?

5.

Apakah peserta mampu mengevaluasi factor-faktor resiko atas kejadian gangguan keselamatan kerja?

 

3. Mengidentifikasi  resiko yang tidak dapat diperkirakan

6.

Apakah peserta dapat mengidentifikasi kriteria untuk menentukan resiko yang dapat diperkirakan/tidak dapat diperkirakan?

7.

Apakah peserta dapat  menentukan kemungkinan-kemungkinan penyelesaian masalah berdasarkan fakor resiko yang telah diidentifikasi.

4. Mengidentifikasi dan memutuskan tindakan yang tepat

8.

Apakah peserta dapat  menganalisis alternatif yang dapat dilakukan secara detail untuk menentukan sumber-sumber yang diperlukan?

9.

Apakah peserta dapat memilih tindakan-tindakan yang sesuai untuk situasi tertentu berdasarkan alternatif yang telah dianalisis sebelumnya?

05 Mengidentifikasi dan memutuskan tindakan yang tepat

10.

Apakah peserta dapat merencanakan dan menyiapkan tindakan-tindakan secara rinci sesuai sumber yang digunakan.

11.

Apakah peserta dapat mengidentifikasi dan menerapkan prosedur dan informasi keselamatan kerja melalui pelaksanaan kerja.

06 Melengkapi laporan dan catatan

12.

Apakah peserta dapat mengkomunikasikan  informasi yang tepat dan implementasinya dengan personel yang terkait.

13.

Apakah peserta dapat mencatat dan melaporkan seluruh bahaya dan tindakan untuk pengukuran resiko personal.

 

Jakarta,  ……………2007

                      Peserta  pelatihan,                                          Penilai,

 

(………………………)                                    (…………………..)

 

 

2.6   LEMBAR  HASIL  PENILAIAN

 

- Unit Kompetensi           :  Mengontrol Bahaya Resiko Di Tempat Kerja.

 

- Kode Unit Kompetensi   :  TIK.PR01.005.01

 

- Nama Peserta Pelatihan :   ……………………………………………………

 

- Nama Pelatih                :   …………………………………………………….

 

 

- Kompetensi yang dicapai:   Kompeten  :                   /  Belum Kompeten  :

- Umpan Balik Untuk Peserta Pelatihan :

 

 

 

 

 

 

Tanda  tangan peserta   :

 

 

Peserta sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alas an-alasan pengambilan keputusan  dari penilai.

 

Tanda tangan Penilai :

 

 

Tanggal :

 

Saya sudah diberitahu tentang hasil penilaian dan alasa n pengambilan keputusan tersebut.

 

Tanda tangan Peserta Pelatihan :

 

 

Tanggal :

 

 

Buku-buku referensi untuk pelatihan yang telah direkomendasikan :

 

A. Data Buku  Manual :

 

  1. © 2005 Kelompok 129M IKI-83408T MTI UI. Proteksi dan KeamananTeknologi Informasi. 2005.
  2. @2005 Kelompok 71 Pagi IKI-83408T MTI UI. PROTEKSI DAN TEKNIK KEAMANAN SISTEM INFORMASI. 2004.
  3. @2005 Kelompok 104 IKI-83408T MTI UI. Proteksi dan Teknik Keamanan Sistem Informasi. 2005.

 

B. Data Buku Pendukung Teori.

 

-      Lihat pada Modul Buku Informasi Mengontrol Bahaya Resiko Di Tempat   Kerja.

 

C. Website Yang Dikunjungi

 


LEMBAR PENILAIAN

 

Tanggal : ……………………………….

 

 

Peserta pelatihan telah dinilai

 

 

 

KOMPETEN                                              BELUM KOMPETEN

 

 

 

 

 

Nama Peserta Pelatihan                              Nama Penilai

 

 

……………………………..                            ……………………………..

Tanda Tangan                                          Tanda Tangan

 

 

 

 

 

Komentar / Saran

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

……………………………………………………………………………………………………………

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: