Advertisement
loading...

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

Advertisement

SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT

 

 

MENGKONFIGURASI

SOFTWARE APLIKASI

TIK.CS02.028.01

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

Daftar Isi ………………………………………………………………………………… ….     1

BAB I. 3

PENGANTAR. 3

1.1     Konsep Dasar Competency Based Training (CBT) 3

1.2     Penjelasan Modul 3

1.2.1.. Desain Modul 3

1.2.2.. Isi Modul 3

1.2.3.. Pelaksanaan Modul 4

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 5

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah. 5

 

BAB II. 7

STANDAR KOMPETENSI. 7

2.1 Peta Paket Pelatihan. 7

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi 7

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 7

2.3.1 Kode dan Judul Unit 8

2.3.2 Deskripsi Unit 8

2.3.3 Elemen Kompetensi 8

2.3.4 Batasan Variabel 9

2.3.5 Panduan Penilaian. 9

2.3.6 Kompetensi Kunci 11

 

BAB III. 12

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 12

3.1     Strategi Pelatihan. 12

3.2     Metode Pelatihan. 12

 

BAB IV. 14

MATERI UNIT KOMPETENSI. 14

4.1    Tujuan Instruksional Umum.. 14

4.2    Tujuan Instruksional Khusus 14

4.3    Memeriksa Instalasi Software Yang Akan Dikonfigurasi 14

4.3.1 Perangkat Komputer Diperiksa dan Dilaporkan Bekerja Dengan Baik. 18

4.3.2 Operating System Diperiksa dan Dilaporkan Bekerja Dengan Baik. 18

4.3.3 Program Aplikasi Yang Akan Dikonfigurasi Dijalankan, Diperiksa dan Dilaporkan Bekerja Dengan Baik. 19

4.4     Menyiapkan Kegiatan Konfigurasi Software Aplikasi 20

4.4.1 Buku Petunjuk Software Aplikasi Disiapkan dan Dibaca Untuk Lebih Mengetahui Spesifikasinya. 20

4.4.2 Diidentifikasi Spesifikasi Standard Dari Aplikasi 21

4.4.3 Diidentifikasi Setting Konfigurasi Saat Itu Dari Aplikasi 21

4.4.4 Diidentifikasi Kebutuhan Setting Konfigurasi yang Akan Dilakukan dan Langkah Konfigurasi yang Harus Dilakukan Berdasarkan Buku Manual 22

 

4.5     Melakukan Setting Konfigurasi 23

4.5.1 Halaman Atau Menu Setting Konfigurasi Dari Program Aplikasi Dibuka. 23

4.5.2 Setting Konfigurasi Diubah Sesuai Dengan Yang Telah Direncanakan. 30

4.5.3 Catatan Perubahan Konfigurasi Dicatat dan Dilaporkan…………………  34

4.6     Memeriksa Hasil Konfigurasi 35

4.6.1 Program Aplikasi Dijalankan Ulang dan Diperiksa Spesifikasi dan atau Kinerjanya dan Dibandingkan Dengan Spesifikasi yang Diinginkan. 35

4.6.2 Dilakukan Setting Ulang Jika Didapatkan Hasil Tidak Sesuai Dengan yang Diinginkan  35

4.6.3 Dibuat Catatan Perbandingan Spesifikasi dan atau Kinerja dari Aplikasi Setelah Dilakukan Perubahan-Perubahan Setting Konfigurasi 35

BAB V. 37

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI  37

5.1    Sumber Daya Manusia. 37

5.2.   Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 37

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 38

 

DAFTAR PUSTAKA. 40

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1    Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2    Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

1.2.1    Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan

Pelatihan Individual / mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2    Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

 

 

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3        Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.
  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
  • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.
  • Memberikan jawaban pada Buku Kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.
  • Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)

Jika anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena anda telah :

  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

 

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standarisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.CS02.028.01     Mengkonfigurasi Software Aplikasi

 

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara mengkonfigurasi software aplikasi, dalam hal ini Wingate 6.2.0.

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

 

 

 

 

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit       : TIK.CS02.028.01

Judul Unit      : Mengkonfigurasi Software Aplikasi

 

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit kompetensi ini berkaitan dengan instalasi software aplikasi  pada perangkat komputer dalam kondisi normal sesuai dengan SOP Installation Manual. Software Aplikasi merupakan sistem yang terdiri atas komponen program, data, konfigurasi serta dokumentasi (online help, dan lain lain) yang terkait dengannya.

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Memeriksa instalasi software yang akan dikonfigurasi 1.1  Perangkat komputer diperiksa dan dilaporkan bekerja dengan baik.

1.2   Operating system diperiksa dan dilaporkan

bekerja dengan baik.

1.3 Program aplikasi yang akan dikonfigurasi dijalankan, diperiksa dan dilaporkan bekerja dengan baik.

02     Menyiapkan kegiatan konfigurasi software aplikasi 2.1  Buku petunjuk software aplikasi disiapkan dan dibaca untuk lebih mengetahui spesifikasinya.

2.2  Diidentifikasi spesifikasi standard dari aplikasi.

2.3 Diidentifikasi setting konfigurasi saat itu dari aplikasi.

2.4  Diidentifikasi kebutuhan setting konfigurasi yang akan dilakukan dan langkah konfigurasi yang harus dilakukan berdasarkan buku manual.

03     Melakukan setting konfigurasi 3.1 Halaman atau menu setting konfigurasi dari program aplikasi dibuka.

3.2  Setting konfigurasi diubah sesuai dengan yang telah direncanakan.

3.3  Catatan perubahan konfigurasi dicatat dan dilaporkan.

04     Memeriksa hasil konfigurasi 4.1 Program aplikasi dijalankan ulang dan diperiksa spesifikasi dan atau kinerjanya dan dibandingkan dengan spesifikasi yang diinginkan.

4.2 Dilakukan setting ulang jika didapatkan hasil tidak sesuai dengan yang diinginkan.

4.3 Dibuat catatan perbandingan spesifikasi dan atau kinerja dari aplikasi setelah dilakukan perubahan perubahan setting konfigurasi.

Tabel 1 Element Kompetensi

 

2.3.4 Batasan Variabel

1.       Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.       Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan

tersedianya:

2.1   Perangkat komputer yang telah siap dioperasikan beserta

Instruction Manualnya.

2.2     Paket instalansi Software Aplikasi yang akan diinstalasi.

2.3     Installation Manual software tersebut.

2.4     SOP yang berlaku di perusahaan.

2.5     Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan.

2.6     Peralatan dan instrumen yang terkait dengan pelaksanaan unit

kompetensi ini.

 

2.3.5 Panduan Penilaian

  1. 1.                   Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, penilaian harus mencakup pembuktian berdasarkan pengetahuan dasar dan ketrampilan dalam bidang-bidang berikut :

1.1     Pengetahuan Dasar

1.1.1  Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi, laporan tertulis.

1.1.2  Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja manusia, mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi informasi.

1.1.3  Pengamatan

 

2.       Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya.

Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1         Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali untuk menentukan konsistensi kemampuan)

2.2         Studi kasus.

2.3         Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4         Menanyakan secara lesan/interview.

2.5         Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6         Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7         Bukti penilaian.

 

3.       Aspek penting penilaian

Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus  mempertimbangkan:

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara simulasi dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal

Pengetahuan yang dibutuhkan:

3.1   Pengoperasian Komputer.

3.2   Pengoperasian Sistem Operasi sesuai dengan Instruction Manual.

3.3   On-site training sesuai dengan software yang akan diinstalasi.

 

4.       Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1     Unit Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya :

4.1.1  TIK.CS02.027.01 Melakukan Instalansi Software Aplikasi.

Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu / khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 2.3.6 Kompetensi Kunci

 

            Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

 

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

1

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

1

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

1

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

1

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

1

7

Menggunakan teknologi

2

Tabel 2 Kompetensi Kunci

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1       Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

        Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2        Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

4.1 Tujuan Instruksional Umum

 

  • Siswa dapat mengkonfigurasi software aplikasi sesuai dengan kebutuhannya.
  • Siswa dapat mengatur dan mengelola konfigurasi yang ada pada software aplikasi.

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

 

  • Siswa dapat mempersiapkan konfigurasi software aplikasi dengan baik dan benar.
  • Siswa dapat mengenali konfigurasi sederhana yang digunakan dalam sistem.
  • Siswa dapat mengelola software aplikasi pasca instalansi.
  • Siswa dapat melakukan pengaturan dan setting ulang terhadap software aplikasi.

 

4.3 Memeriksa Instalasi Software Yang Akan Dikonfigurasi

 

Sebelum melakukan konfigurasi suatu software aplikasi yang baru, perlu dilakukan pengecekan operating system apakah sudah berjalan dengan normal dan baik pada perangkat komputer, pastikan bahwa tidak ada masalah dengan operating system yang digunakan setelah itu dilakukan proses instalasi software aplikasi yang akan digunakan.

Selain itu diperlukan juga buku panduan mengenai cara instalasi software aplikasi yang baru agar nantinya dapat sesuai dengan kebutuhan pengguna. Proses ini dinamakan preinstallation. Preinstallation berikut proses dan cara instalasi software aplikasi telah dibahas dalam unit kompetensi TIK.CS02.027.01 yaitu Melakukan Instalansi Software Aplikasi, karena itu tidak akan dibahas lagi disini. Yang akan dibahas disini adalah pasca instalasi software aplikasi dan bagaimana cara pengkonfigurasiannya sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Berikut adalah tampilan layar secara singkat dari proses instalansi software yang akan dikonfigurasi :

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1

Gambar 2

Gambar 3

 

Gambar 4

 

Gambar 5

 

Gambar 6

Gambar 7

4.3.1 Perangkat Komputer Diperiksa Dan Dilaporkan Bekerja Dengan Baik

          Periksalah terlebih dahulu perangkat-perangkat komputer yang akan digunakan. Apakah semuanya sudah terpasang dengan baik dan telah memenuhi standard kerja agar komputer dapat bekerja dengan baik. Setelah semuanya diperiksa dan dipastikan komputer dapat bekerja, maka komputer dilaporkan telah bekerja dengan baik.

    4.3.2 Operating System Diperiksa Dan Dilaporkan Bekerja Dengan Baik

                                                                                                                   

Setelah memeriksa perangkat-perangkat komputer dan memastikan semuanya dapat bekerja dengan baik, maka langkah selanjut adalah memeriksa operating system yang digunakan. Pastikan juga bahwa operating system yang digunakan telah di-instalasi dengan benar, dan operating system dapat berjalan atau bekerja secara normal tanpa adanya error.

 

 

 

Gambar 8 OS

 

 

4.3.3 Program Aplikasi Yang Akan Dikonfigurasi Dijalankan, Diperiksa Dan Dilaporkan Bekerja Dengan Baik

         

Program aplikasi yang akan digunakan, yaitu Wingate telah terinstalasi dalam Operating System. Lalu diuji coba, dengan cara dijalankan terlebih dahulu untuk memastikan bahwa program aplikasi Wingate tersebut dapat berjalan dengan baik yang berarti telah terinstalasi dengan baik dan benar.

Berikut adalah sajian gambar dari aplikasi Wingate apabila telah terinstalansi dengan baik.

 

 

Gambar 9 Menu Wingate

4.4  Menyiapkan Kegiatan Konfigurasi Software Aplikasi

Dalam menyiapkan kegiatan konfigurasi software aplikasi, yang perlu diperhatikan ialah, Software tersebut telah terinstall dan bekerja dengan baik. Selain perlunya menyediakan buku petunjuk manual dari software aplikasi, yang dapat digunakan sebagai panduan.

 

4.4.1 Buku Petunjuk Software Aplikasi Disiapkan Dan Dibaca Untuk Lebih Mengetahui Spesifikasinya

 

Software aplikasi saat ini jumlahnya cukup banyak mulai dari program yang sederhana sampai yang ter rumit. Masing-masing tentunya memiliki buku petunjuk sebagai help desk dalam mengetahui segala hal tentang software aplikasi, mulai dari jenis, spesifikasi, instalasi sampai dengan cara penggunaanya. Dalam hal ini menggunakan software aplikasi untuk server yaitu Wingate 6.2.0. Aplikasi untuk server sendiri ada beraneka ragam, mulai dari winrouter, winproxy. Sedangkan Wingate sendiri bermacam-macam tipenya. Dalam hal ini setting yang akan dilakukan menggunakan Wingate versi terbaru, yaitu Wingate 6.2.0.

Buku manual instalansi dapat diperoleh di website atau pun pada saat

pembelian software. Didalam buku ini juga memuat minimum requirement dari komputer yang akan digunakan. Pastikan komputer yang akan digunakan telah memenuhi persyaratan tersebut agar software aplikasi dapat diinstal dengan baik dan benar. Didalam buku manual ini juga memuat langkah-langkah dari pengkonfigurasian software aplikasi.

Berikut adalah help desk untuk bantuan dalam pemahaman akan software aplikasi tersebut :

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 10 Menu Help Desk

 

4.4.2 Diidentifikasi Spesifikasi Standard Dari Aplikasi

         

          Setelah buku manual instalansi dibaca, maka langkah selanjutnya adalah memeriksa spesifikasi standard dari komputer yang akan digunakan, apakah telah sesuai dengan minimum requirement yang tercantum didalam buku manual instalansi. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kegagalan dalam mengkonfigurasi software aplikasi yaitu tidak dapat menginstall software aplikasi karena tidak memenuhi standard yang telah ditentukan.

4.4.3 Diidentifikasi Setting Konfigurasi Saat Itu Dari Aplikasi

Setelah membaca buku manual instalansi dan memeriksa spesifikasi standard dari komputer yang akan digunakan, maka langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi perubahan-perubahan yang akan dilakukan di dalam aplikasi.

User dapat melihat dan memeriksa default dari settingan awal dari software aplikasi.

 

 

 

4.4.4 Diidentifikasi Kebutuhan Setting Konfigurasi Yang Akan Dilakukan dan Langkah Konfigurasi Yang Harus Dilakukan Berdasarkan Buku Manual

 

Untuk memulai setting konfigurasi, ada langkah-langkah yang harus diikuti terlebih dahulu. Langkah-langkah ini sesuai dengan langkah-langkah yang terdapat dalam buku manual.

 

Untuk memulai start dengan Wingate, langkah yang harus dijalankan adalah :

 

  1. Logging on kedalam GateKeeper untuk pertama kali

Klik dua kali Wingate Engine Monitor yang kemudian akan muncul menjadi icon dalam sistem tray (pojok kanan bawah pada tampilan layar). Hal ini akan membuka GateKeeper yang akan otomatis memunculkan halaman login. Pastikan settingan masih dalam keadaan default seperti sedia kala (jangan memasukkan password terlebih dahulu)

Default settingnya akan seperti :

 

Gambar 11 Online Options

Username Administrator
Password <leave blank>
Server localhost (or 127.0.0.1), Port 808

 

 

Jika engine tidak jalan, Gatekeeper akan menanyakan untuk menjalakan engine (hanya juga user login dari localhost). Username dan password untuk keamanan bertipe case sensitive.

Pertama kali Ok di klik untuk penyetingan, user akan mendapatkan dialog box yang akan muncul untuk mengeset password untuk administrator.

 

  1. Konfigurasi Wingate Dialer Service

Sebelum Wingate dapat membagi koneksi dialup yang telah ada, user harus mengatur bagian ini terlebih dahulu di dalam GateKeeper (Sytem Service tab, Dialer). Masukkan username dan password untuk setiap account, dan pilih primary dan secondary koneksi. Koneksi ini akan dapat digunakan untuk memanggil permintaan yang dibutuhkan oleh Wingate.

 

 

  1. Setup Users and Policies

Sekarang user dapat mengatur kebijakan dasar yang akan digunakan bagi pengguna, bagaimana Wingate mengatur pembagian koneksi.

 

  1. Setup Plugins

Sekarang user dapat mengatur dan mendeterminasi kriteria yang berkaitan dengan tiap plugins yang diinstal.

 

 

 

4.5 Melakukan Setting Konfigurasi

 

 

          Langkah berikut adalah tahapan utama dari modul ini, dimana melakukan setting konfigurasi. Konfigurasi dapat dilakukan di Wingate Advanced Options.

 

 

4.5.1 Halaman atau Menu Setting Konfigurasi Dari Program Aplikasi Dibuka

Aplikasi yang telah diinstal, selanjutnya akan dikonfigurasi, oleh karena itu perlu membuka bagian menu setting dari konfigurasi. Dalam hal ini nama dari aplikasi yang dibuka adalah Wingate 6.2.0, dimana terdapat didalam menu Wingate Advanced Options. Berikut adalah tampilan layar dari menu setting konfigurasi dari program aplikasi :

 

 

 

 

Gambar 12 Menu Performance

Gambar 13 Menu Protocol Handling

Gambar 14 Menu Timeouts

 

Gambar 15 Menu Security

          Pada bagian ini, yaitu Extended Networking -> Security. Klik check box pada pilihan Protect my system before wingate has started, untuk mengaktifkannya, opsi ini dapat mencegah koneksi inbound yang terjadi ketika Wingate tidak aktif (setelah reboot). Hal ini dapat menyebabkan terjadinya koneksi delay yang berulang-ulang di driver network.

 

 

 

Gambar 16 Menu Hardware Spesific

 

 

Pada bagian ini, Extended Networking -> Hardware Specific, klik check box pilihan Realtek 8029 Chipset in use (Toggle) untuk mengaktifkannya.

Gambar 17 Menu Debugging

 

 

Pada menu ini, Wingate -> Debugging, klik check box pilihan use deadlock detection dan check lock precedence.

          Use deadlock detection berguna untuk memperbolehkan wingate memverifikasi, memeriksa dan mengidentifikasi kemungkinan terjadinya deaclock. Sedangkan check lock precedence berguna untuk memverifikasi penguncian internal yang berkelanjutan sudah benar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 18 Menu DNS Server

 

Pada menu ini, Wingate->DNS Servers, masukkan konfigurasi DNS Servers yang tidak akan digunakan oleh Wingate server dan directory aktif server.

 

Gambar 19 Menu Registry

 

 

Pada menu ini, konfigurasi yang telah dilakukan dapat di save dengan cara me-Export settings. Sedangkan untuk memanggil settingan terdahulu yang telah di export dapat dilakukan dengan cara me-Import setting.

 

 

 

4.5.2 Setting Konfigurasi Diubah Sesuai Dengan Yang Telah Direncanakan

 

            Setelah melihat menu yang terdapat dalam Wingate Advance Options, pengguna dapat langsung melakukan setting konfigurasi yang diinginkan sesuai dengan yang diinginkannya atau mengikuti seperti yang terdapat di dalam buku petunjuk manual instalansi.

Berikut adalah konfigurasi yang akan dilakukan :

 

 

 

  1. Pada bagian ini, yaitu Extended Networking -> Security. Klik check box pada pilihan Protect my system before wingate has started, untuk mengaktifkannya, opsi ini dapat mencegah koneksi inbound yang terjadi ketika Wingate tidak aktif (setelah reboot). Hal ini dapat menyebabkan terjadinya koneksi delay yang berulang-ulang di driver network.

 

 

 

 

 

Gambar 20 Menu Security

 

 

  1. Pada bagian ini, Extended Networking -> Hardware Specific, klik check box pilihan Realtek 8029 Chipset in use (Toggle) untuk mengaktifkannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 21 Menu Hardware Spesific

  1. Pada menu ini, Wingate -> Debugging, klik check box pilihan use deadlock detection dan check lock precedence.

Use deadlock detection berguna untuk memperbolehkan wingate memverifikasi, memeriksa dan mengidentifikasi kemungkinan terjadinya deaclock. Sedangkan check lock precedence berguna untuk memverifikasi penguncian internal yang berkelanjutan sudah benar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 22 Menu Debugging

 

 

  1. Pada menu ini, Wingate->DNS Servers, masukkan konfigurasi DNS

Servers yang tidak akan digunakan oleh Wingate server dan

directory aktif server.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 23 Menu DNS Server

 

4.5.3  Catatan Perubahan Konfigurasi Dicatat dan Dilaporkan

 

          Selanjutnya perubahan konfigurasi yang telah dilakukan dapat dicatat untuk selanjutnya menjadi acuan bagi admin apabila akan melakukan instalansi ulang ataupun terjadi perubahan pasca penggunaan software.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.6 Memeriksa Hasil Konfigurasi

Konfigurasi yang telah dilakukan selanjutnya dapat diperiksa dan diuji apakah telah sesuai dengan kebutuhan. Apabila tidak / kurang sesuai dengan yang dibutuhkan, maka dapat dilakukan konfigurasi ulang. Namun bila telah sesuai dengan kebutuhan, maka dapat langsung digunakan.

 

 4.6.1 Program aplikasi dijalankan ulang dan diperiksa spesifikasi dan atau kinerjanya dan dibandingkan dengan spesifikasi yang diinginkan

 

    

          Aplikasi yang telah dilakukan konfigurasi, dijalankan kembali, dan pada saat aplikasi dijalankan maka user dapat sambil memeriksa apakah spesifikasi dan kinerja dari konfigurasi telah dilakukan benar.

Hasil dari konfigurasi ini dapat dibandingkan dengan hasil setting sebelumnya apakah telah sesuai dengan hasil yang diinginkan atau tidak. Jika sudah sesuai maka software aplikasi tersebut dapat langsung digunakan.

 

4.6.2 Dilakukan setting ulang jika didapatkan hasil tidak sesuai dengan yang diinginkan

 

          Setelah dilakukan proses pengujian dan pemeriksaan, jika hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan keinginan, identifikasi kesalahan yang terjadi. Identifikasi ini dapat langsung dilakukan pencatatan dan dapat langsung memperbaikinya.

Selanjutnya user dapat memperbaikinya dengan cara melakukan konfigurasi setting ulang sesuai dengan kebutuhannya serta sesuai dengan identifikasi kesalahan yang didapatkan tersebut.

 

 

4.6.3 Dibuat catatan perbandingan spesifikasi dan atau kinerja dari aplikasi setelah dilakukan perubahan perubahan setting konfigurasi

 

              Setelah melakukan setting ulang maka aplikasi dijalankan kembali dan dilihat kinerjanya, dari konfigurasi terakhir yang dilakukan.

 

 

 

Berdasarkan kinerja tersebut maka dapat dilakukan perbandingan terhadap kinerja yang sebelumnya, sebelum dilakukan setting terakhir. Hasil perbandingan tersebut kemudian dibuat catatan.


 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI

 

5.1 Sumber Daya Manusia

 

Pelatih

 

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

Penilai

 

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

 

Teman kerja / sesama peserta pelatihan

 

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2.    Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

 

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

 


5.3         Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Mengkonfigurasi Software Aplikasi
  2. Kode Program Pelatihan    :    TIK.CS02.028.01

 

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Mengkonfigurasi Software Aplikasi

TIK.CS 02.029.01

- Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive.

- PC dengan software aplikasi. Dalam hal ini menggunakan Wingate 6.2.0

- Keyboard, mouse, dan monitor.

- RAM dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

- CD Installer software aplikasi. Dalam hal ini menggunakan CD Installer Wingate 6.2.0

- CD Installer software aplikasi. Dalam hal ini menggunakan CD Installer Wingate 6.2.0

- Buku informasi atau manual tentang cara pengoperasian software aplikasi. Dalam hal ini buku informasi atau manual dari Wingate 6.2.0

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Testimoni

Filed under : blog, tags:
SLIDESERAGAMBATIK