Advertisement
loading...

 

 

Advertisement

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

MENGKONFIGURASI HARD DISK

TIK.CS02.016.01

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

Daftar Isi 2

 

BAB I    5

PENGANTAR. 5

1.1     Konsep Dasar Competency Based Training (CBT) 5

1.2     Penjelasan Modul 5

1.2.1  Desain Modul 5

1.2.2  Isi Modul 6

1.2.3  Pelaksanaan Modul 6

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 7

1.4     Pengertian-Pengertian / Istilah. 7

 

BAB II  9

STANDAR KOMPETENSI. 9

2.1     Peta Paket Pelatihan. 9

2.2     Pengertian Unit Standar Kompetensi 9

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari 9

2.3.1 Kode dan Judul Unit 10

2.3.2 Deskripsi Unit 10

2.3.3 Elemen Kompetensi 10

2.3.4  Batasan Variabel 11

2.3.5 Panduan Penilaian. 12

2.3.6  Kompetensi Kunci 14

 

BAB III. 15

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 15

3.1     Strategi Pelatihan. 15

3.2     Metode Pelatihan. 16

 

BAB IV  17

MATERI UNIT KOMPETENSI. 17

4.1     Tujuan Instruksional Umum.. 17

4.2     Tujuan Instruksional Khusus 17

4.3     Mengetahui Ukuran Hard Disk. 18

4.3.1 Setup ROM BIOS dibuka untuk mengetahui konfigurasi disk yang terpasang pada komputer 19

4.3.2 Ukuran dari Hard Disk yang terpasang diketahui melalui Setup ROM    BIOS  21

4.4     Menyiapkan ukuran pembagian Hard Disk (partisi) 23

4.4.1 Pengertian dari partisi dapat dijelaskan dan perlunya dilakukan partisi 24

4.4.2 Tombol untuk masuk ke setting BIOS ditekan saat komputer mulai   restart 24

4.4.3 Dipastikan telah memasuki menu Setup. 27

4.5     Melihat konfigurasi utama. 28

4.5.1 Konfigurasi utama atau halaman utama dari seting BIOS dibuka dan disebutkan konfigurasi yang ada saat itu. 28

4.5.2 Dilakukan setting konfigurasi pada halaman utama sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan, meliputi jam, drive yang digunakan dan …………………. sebagainya. 30

4.6     Melihat konfigurasi pheriperal 34

4.6.1 Halaman setting konfigurasi pheriperal dibuka dan disebutkan konfigurasi yang ada saat itu  35

4.6.2  Dilakukan setting konfigurasi pada halaman konfigurasi pheriperal sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan, meliputi pararel port, serial port, USB, infra red dan sebagainya  36

4.7     Memasang pengamanan. 40

4.7.1 Halaman setting pengamanan dibuka dan disebutkan konfigurasi yang ada saat itu  41

4.7.2 Dilakukan setting pengamanan dan jenis pengamanan sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. 41

4.8     Mengambil default Setup. 43

4.8.1 Dijelaskan pengertian default Setup dan dijelaskan pula kapan default Setup dapat digunakan. 43

4.8.3 Tombol default Setup ditekan untuk kembali ke Setup awal sesuai dengan yang diinginkan  45

4.9     Menyimpan atau membatalkan konfigurasi 45

4.9.1 Dijelaskan pengertian menyimpan atau membatalkan konfigurasi dan kapan harus dilakukan  46

4.9.2 Tombol atau langkah untuk menyimpan atau membatalkan konfigurasi disebutkan  46

4.9.3 Konfigurasi disimpan atau dibatalkan dan keluar dari setting BIOS. 47

4.10   Melakukan restart dan memastikan konfigurasi benar 49

4.10.1 Dilakukan restart komputer dengan cara keluar dari setting BIOS dan restart 49

4.10.2 Diamati tanda-tanda atau tampilan-tampilan yang muncul saat restart untuk memastikan setting sesuai dengan yang diinginkan. 49

 

BAB V  51

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN               KOMPETENSI  51

5.1     Sumber Daya Manusia. 51

5.2.    …………………………………….. Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 52

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 52

 

Daftar Pustaka. 53

 


BAB I

PENGANTAR

 

 

 

1.1     Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

 

1.2     Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.1  Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

 

1.2.2  Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

 

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

 

1.2.3  Pelaksanaan Modul

Pada Pelatihan Klasikal/Konvensional, pelatih akan :

-      Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-      Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-      Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban/ tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan Individual/Mandiri, peserta pelatihan akan :

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

-      Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

-      Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

-      Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-      Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

 

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

1.4     Pengertian-Pengertian / Istilah

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standarisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 


BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

 

 

2.1     Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.CS02.005.01     Memilih Hard Disk
  2. TIK.CS02.008.01     Memasang Hard Disk

 

 

2.2     Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara mengkonfigurasi Hard Disk.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

 

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat:

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

 

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit                 :        TIK.CS02.016.01

Judul Unit                 :        Mengkonfigurasi Hard Disk

 

 

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit ini mendeskripsikan ketrampilan dan pengetahuan yang ibutuhkan untuk  mempersiapkan dan mengatur Hard Disk sebelum dapat digunakan.

 

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Mengetahui ukuran Hard Disk 1.1   Setup ROM BIOS dibuka untuk mengetahui konfigurasi disk yang terpasang pada komputer

 

1.2   Ukuran dari Hard Disk yang terpasang diketahui melalui Setup ROM BIOS

 

02     Menyiapkan ukuran pembagian Hard Disk (partisi) 2.1   Pengertian dari partisi dapat dijelaskan dan perlunya dilakukan partisi.

 

2.2   Tombol untuk masuk ke setting BIOS ditekan saat komputer mulai restart.

 

2.3   Dipastikan telah memasuki menu Setup

 

03     Melihat konfigurasi utama 3.1   Konfigurasi utama atau halaman utama dari seting BIOS dibuka dan disebutkan konfigurasi yang ada saat itu.

 

3.2   Dilakukan setting konfigurasi pada halaman utama sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan, meliputi jam, drive yang digunakan dan sebagainya

 

04     Melihat konfigurasi pheriperal 4.1   Halaman setting konfigurasi pheriperal dibuka dan disebutkan konfigurasi yang ada saat itu.

 

4.2   Dilakukan setting konfigurasi pada halaman konfigurasi pheriperal sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan, meliputi pararel port, serial port, USB, infra red dan sebagainya.

 

05     Memasang pengamanan 5.1   Halaman setting pengamanan dibuka dan disebutkan konfigurasi yang ada saat itu.

 

5.2   Dilakukan setting pengamanan dan jenis pengamanan sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.

 

06     Mengambil default Setup 6.1   Dijelaskan pengertian default Setup dan dijelaskan pula kapan default Setup dapat digunakan.

 

6.2   Tombol untuk mengambil default Setup disebutkan jenis dan kegunaannya.

 

6.3   Tombol default Setup ditekan untuk kembali ke Setup awal sesuai dengan yang diinginkan.

 

07     Menyimpan atau membatalkan konfigurasi 7.1   Dijelaskan pengertian menyimpan atau membatalkan konfigurasi dan kapan harus dilakukan.

 

7.2   Tombol atau langkah untuk menyimpan atau membatalkan konfigurasi disebutkan

 

7.3   Konfigurasi disimpan atau dibatalkan dan keluar dari setting BIOS

 

08     Melakukan restart dan memastikan konfigurasi benar 8.1   Dilakukan restart komputer dengan cara keluar dari setting BIOS dan restart.

 

8.2   Diamati tanda-tanda atau tampilan-tampilan yang muncul saat restart untuk memastikan setting sesuai dengan yang diinginkan.

 

Tabel 1 Elemen Kompetensi

 

 

2.3.4  Batasan Variabel

Batasan variabel dalam bahasan ini adalah:

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.  Sumber tenaga manusia dan peralatan mungkin beragam dari satu sektor industri ke industri lain dan mungkin mencakup:

2.1   Jenis computer berdasar ROM BIOS yang digunakan.

2.2   Interface IDE yang ada pada Motherboard.

2.3   Ukuran Hard Disk.

2.4   OS yang digunakan.

2.5   Tools yang digunakan.

3.  Rincian biaya meliputi:

3.1   Peralatan

3.2   Tenaga kerja

3.3   Penyedian barang yang dapat dikonsumsi

4.  Kemungkinan-kemungkinan itu meliputi:

4.1   Kesulitan teknis

4.2   Pertimbangan hubungan industri.

4.3   Sakit/kecelakaan/kejadian-kejadian

4.4   Hal-hal lain yang terkait dengan sektor.

5.  Tenaga kerja yang relevan meliputi:

5.1   Teknisi Perakitan Komputer.

5.2   Teknisi Perawatan Komputer.

5.3   Teknisi Perbaikan Komputer.

 

 

2.3.5 Panduan Penilaian

1.  Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti pengetahuan dan keterampilan di bidang berikut ini:

1.1   Pengetahuan dasar

1.1.1  Hubungan komunikasi, meliputi koordinasi, layanan konsumen, negosiasi , laporan tertulis.

1.1.2  Konsultasi, meliputi konsultasi dengan tenaga kerja manusia, mendengarkan, menanyakan, meminta umpan balik, memberi informasi.

1.1.3  Pengamatan.

1.1.4  Manajemen projek.

 

1.2   Keterampilan dasar

1.2.1   Pengetahuan menyeluruh sektor industri

1.2.2   Pemahaman dokumen secara akurat

1.2.3   Format penyajian proposal/tender efektif yang tepat

 

 

2.  Konteks penilaian

Penilaian mungkin terjadi pada pekerjaan, atau diluar pekerjaan atau suatu kombinasi dari keduanya. Penilaian diluar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya.

Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1   Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali untuk menentukan konsistensi kemampuan)

2.2   Studi kasus.

2.3   Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4   Menanyakan secara lesan/interview.

2.5   Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6   Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7   Bukti penilaian

 

 

3.  Aspek penting penilaian

Unit kompetensi ini menerapkan serangkaian sektor-sektor. Fokus penilaian akan tergantung pada sektor industri. Penilaian harus dibuat untuk memenuhi kebutuhan sektor tertentu dimana kemampuan tertentu sedang dinilai. Penilaian ini sebaiknya tidak hanya ditujukan pada variabel-variabel, yang terkait dengan serangkaian variabel pernyataan, yang diterapkan pada kontek yang dipilih.

 

Pembuktian berikut ini adalah penting dalam menentukan kompetensi pada unit ini:

3.1 Suatu proposal/tender produksi yang efektif, lengkap, dan disajikan dengan baik yang memenuhi semua spesifikasi laporan.

3.2  Proses pekerjaan yang sesuai untuk pengembangan proposal atau tender.

 

 

4.  Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1   Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan:

 

4.1.1  TIK.CS02.005.01   Memilih Hard Disk.

4.1.2  TIK.CS02.008.01   Memasang Hard Disk.

 

4.2   Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

2.3.6  Kompetensi Kunci

Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

 

NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT
1 Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 2
2 Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 2
3 Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas 2
4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 2
5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 2
6 Memecahkan masalah 2
7 Menggunakan teknologi 2

Tabel 2 Kompetensi Kunci


BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

 

3.1     Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 


3.2     Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 


BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa dapat mengetahui konfigurasi Hard Disk yang tepat dan benar.
  • Siswa dapat melakukan konfigurasi Hard Disk dengan baik dan benar.
  • Siswa mengetahui pentingnya konfigurasi pada Setup BIOS.

 

 

 

4.2  Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa dapat mengetahui ukuran hard disk yang dipasangkan melalui Setup BIOS.
  • Siswa mengetahui pentingnya partisi hard disk.
  • Siswa dapat memasuki halaman Setup BIOS.
  • Siswa dapat melakukan konfigurasi pada menu utama Setup BIOS.
  • Siswa dapat melakukan konfigurasi pheriperal pada Setup BIOS.
  • Siswa dapat melakukan pemasangan pengamanan pada Setup BIOS.
  • Siswa dapat mengambil Setup Default.
  • Siswa dapat menyimpan atau membatalkan konfigurasi yang dilakukan.

 

 

4.3  Mengetahui Ukuran Hard Disk

Hard Disk merupakan kebutuhan penting pada suatu komputer. Hard Disk digunakan untuk menyimpan program atau data yang akan dipergunakan. Awalnya Hard Disk hanya berkapasitas 5 MB pada tahun 1976, namun perkembangan sangat pesat menyebabkan meningkatnya tingkat kebutuhan user yang disusul 10 MB, 20 MB, 40 MB, dan seterusnya hingga mencapai ukuran GB (Giga Byte). Saat ini kapasitas Hard Disk yang beredar di pasaran mencapai hingga kapasitas Hard Disk sebesar 720 GB.

 

Pada penjelasan Hard Disk pada topik mengkonfigurasi Hard Disk, tidak akan menjelaskan jumlah silinder, track, prinsip kerja Hard Disk ataupun cara menentukan ukuran atau kapasitas dan mengatasi masalah yang timbul pada Hard Disk, melainkan hanya menjelaskan bagaimana cara melakukan konfigurasi Hard Disk dan hal-hal yang berhubungan dengan pengkonfigurasian Hard Disk.

 

Untuk mengetahui ukuran Hard Disk, pada umumnya dapat dilihat dari label yang direkatkan pada perangkat / Hard Disk tersebut (Gambar 1). Namun apabila Hard Disk tersebut telah dipasang pada casing, tipe Hard Disk yang telah terintegrated atau berbentuk card seperti pada notebook, maka satu-satunya cara untuk mengetahui ukuran Hard Disk adalah melalui Setup ROM BIOS. Untuk pembahasan lebih lanjut pada 4.3.1 dan 4.3.2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1        Label pada Hard Disk Seagate

 

 

4.3.1 Setup ROM BIOS dibuka untuk mengetahui konfigurasi disk yang terpasang pada komputer

Setelah dilakukan pemasangan Hard Disk, dan setelah seluruh komponen telah terpasang dengan benar, kemudian komputer dihubungkan dengan stop kontak, dan kemudian komputer dinyalakan untuk dapat memasuki halaman Setup ROM BIOS.

 

ROM BIOS adalah Read Only Memory Basic Input Output System. Sesuai dengan namanya ROM merupakan suatu memory yang bersifat read only (tidak terpengaruh pada sinyal listrik – non volatile) yang menyimpan seluruh informasi yang mengatur input dan output. Informasi tersebut selalu tersimpan walaupun aliran listrik dipadamkan. BIOS digunakan untuk untuk mengatur berbagai aplikasi, salah satunya adalah mengatur konfigurasi dasar pada komputer yang mencakup tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan sistem. Terdapat berbagai macam BIOS tergantung pada produsen. Pada pembahasan TIK.CS02.016.01 – Mengkonfigurasi Hard Disk, menggunakan AMI BIOS versi 08.00.09 yang diproduksi American Megatrends, Inc tanggal 08/05/03. (Gambar 2)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2        Informasi BIOS

 

Ada berbagai cara untuk mengetahui konfigurasi Hard Disk (atau yang lainnya) yang terpasang pada komputer. Salah satunya adalah melalui Setup ROM BIOS yang akan dibahas lebih lanjut pada 4.3.2. Selain itu, informasi Hard Disk dapat juga diketahui yaitu pada saat komputer melakukan proses booting. Selain informasi Hard Disk, dapat juga diketahui beberapa informasi lainnya seperti informasi disk drive yang terpasang, Port yang digunakan untuk serial ataupun paralel, memori dasar dan momori tambahan yang digunakan, dan informasi-informasi lainnya.

 

Perhatikan gambar berikut yang menampilkan informasi konfigurasi Hard Disk dan informasi lainnya pada saat komputer melakukan proses booting. Gambar 3 adalah pada saat komputer melakukan booting dan mendeteksi komponen-komponen (Hard Disk dan lainnya) yang terpasang pada Motherboard. Gambar 4 adalah komputer telah selesai mendeteksi dan menampilkan informasi yang lebih detil pada tabel.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3        Mendeteksi Hard Disk pada Tampilan Proses Booting Komputer

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 4        Informasi Hard Disk pada Tampilan Proses Booting Komputer

 

 

4.3.2 Ukuran dari Hard Disk yang terpasang diketahui melalui Setup ROM BIOS

Melalui Setup ROM BIOS, kita dapat melihat seluruh informasi dasar mengenai konfigurasi yang dilakukan. Termasuk ukuran dari Hard Disk yang terpasang pada Motherboard. Berikut tampilan Setup ROM BIOS yang menampilkan informasi mengenai Hard Disk yang digunakan dan terpasang pada Motherboard.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 5        Informasi Hard Disk pada Tampilan Setup BIOS (layar 1)

 

Pada Gambar 5, dapat terlihat bahwa pada Primay IDE Master telah terpasang dan terdeteksi ST340014A yang merupakan sebuah Hard Disk. Perhatikan keyboard shortcut dalam menggunakan Setup BIOS yang berada pada sebelah kanan bawah pada layar (Gambar 5). Untuk mengetahui informasi detil Hard Disk yang terpasang dan terdeteksi tersebut, tekan [Enter] untuk memasuki layar 2 (atau Sub Screen). Berikut tampilan layar 2 (Sub Screen) yang menampilkan informasi yang lebih detil mengenai Hard Disk yang terpasang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 6        Informasi Detail Hard Disk pada Tampilan Setup BIOS (layar 2 / Sub Screen)

 

Pada Gambar 6, dapat terlihat bahwa pada konektor Primay IDE Master telah terdeteksi ST340014A suatu piranti keras bertipe Hard Disk (Device : Hard Disk), dengan ukuran atau kapasitas Hard Disk sebesar 40.0 GB. Selain itu, terdapat beberapa informasi tambahan mengenai fitur-fitur yang mendukung Hard Disk dan konfigurasi lainnya.

 

 

4.4 Menyiapkan ukuran pembagian Hard Disk (partisi)

Sebelum melakukan pembagian Hard Disk atau pembentukan partisi Hard Disk, sebaiknya dilakukan perencanaan komposisi kapasitas dari masing-masing partisi yang akan dibentuk. Sehingga pengisian data-data pada saat proses pembentukan partisi tersebut tidak mengalami kesalahan.

 

Yang perlu disiapkan adalah perencanaan berapa jumlah partisi yang ingin dibentuk dan berapa ukuran atau kapasitas masing-masing partisi tersebut. Sebagai contoh, Hard Disk dengan kapasitas 40 GB akan dibagi menjadi 2 partisi, yaitu Drive C dengan kapasitas sebesar 15 GB dan Drive D dengan kapasitas 25 GB.

 

 

4.4.1 Pengertian dari partisi dapat dijelaskan dan perlunya dilakukan partisi

Partisi berguna untuk melakukan pembagian Hard Disk menjadi beberapa bagian yang masing-masing dapat dilakukan formatting dengan sistem operasi yang berbeda. Bagian-bagian yang dibagi tersebut dan terpisah satu sama lain tersebut dinamakan drive logika (logical drive). Secara fisik, yang Anda ketahui adalah Hard Disk tersebut hanya satu, sehingga drive Anda hanya satu. Tetapi secara logika, drive fisik tersebut dapat menjadi beberapa drive logika.

 

Drive logika tersebut dapat dilakukan formatting secara terpisah dengan menggunakan sistem operasi yang berlainan, dengan demikian Anda dapat menyimpan lebih dari satu sistem operasi dalam sebuah Hard Disk pada satu waktu. Namun pada saat menjalankan komputer Anda harus memilih salah satu sistem operasi yang tersimpan pada Hard Disk, sehingga hanya satu sistem operasi yang dapat berfungsi dan beroperasi pada satu waktu.

 

Melakukan pembagian Hard Disk menjadi beberapa bagian / partisi telah umum dilakukan. Pembagian Hard Disk tersebut dilakukan dengan tujuan yang berbeda-beda. Berikut beberapa keuntungan dalam melakukan pembagian Hard Disk menjadi beberapa bagian:

  • Dapat menyimpan lebih dari 2 sistem operasi yang berlainan.
  • Dapat menggunakan lebih dari 2 sistem operasi yang berlainan.
  • Sebagai pembedaan pada drive, yaitu drive yang merupakan sistem operasi, dan drive yang merupakan seluruh data dan dokumen Anda.
  • Data-data dan dokumen-dokumen dapat terjaga dari kerusakan yang disebabkan pada kerusakan sistem operasi, karena data-data dan dokumen-dokumen tersebut terdapat pada drive logika yang berlainan dengan sistem operasi.
  • Dapat melakukan backup data pada drive logika lainnya.
  • Menghemat biaya karena tidak perlu melakukan pembelian Hard Disk secara fisik untuk melakukan pembagian drive.

 

 

4.4.2 Tombol untuk masuk ke setting BIOS ditekan saat komputer mulai restart

Pada saat komputer melakukan booting, komputer tidak akan langsung memasuki halaman Setup BIOS, karena halaman Setup BIOS ini tidak memperkenankan user umum atau user yang tidak mengerti BIOS utnuk melakukan konfigurasi pada Setup BIOS. Karena dengan pengetahuan awam, atau konfigurasi yang salah pada Setup BIOS akan mengakibatkan komputer tidak dapat berfungsi, gagal booting, atau komputer tidak berfungsi dengan benar dan baik (malfunction). User harus mengetahui perintah yang dikenal oleh komputer untuk memasuki halaman Setup BIOS. Perintah untuk memasuki halaman Setup BIOS dilakukan dengan menekan tombol [Delete] pada keyboard yang umumnya terletak pada sebelah kiri Num-Pad keyboard. (Gambar 7)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 7        Tombol Delete pada Keyboard

 

Untuk memasuki halaman Setup BIOS adalah dengan memperhatikan layar monitor pada saat komputer melakukan booting. Pada saat terlihat tulisan yang menerangkan “Press DEL to run Setup”, pada saat itu juga segera menekan tombol [Delete] agar dapat memasuki halaman Setup BIOS.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 8        Informasi Untuk Melakukan Konfigurasi dengan Menekan Tombol [Delete] 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 9        Informasi Untuk Melakukan Konfigurasi dengan Menekan Tombol [Delete] 2

 

Gambar 8 dan Gambar 9 keduanya merupakan tampilan pada saat komputer melakukan booting. Tampilan berbeda tersebut hanya merupakan pengaturan pada BIOS untuk mengaktifkan logo Motherboard (Full Screen Logo   [Enabled]).

 

Ada satu cara yang lebih mudah untuk memasuki halaman Setup BIOS. Yaitu pada saat komputer dinyalakan, kemudian segera menekan dan menahan tombol [Delete] tersebut, kemudian komputer akan segera memasuki halaman Setup BIOS. Dengan cara ini tentu saja lebih mudah karena Anda hanya menekan kemudian menahan tombol [Delete] tersebut dan tidak perlu menunggu mencari-cari tulisan “Press DEL to run Setup”, kemudian Anda akan memasuki halaman Setup BIOS.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.4.3 Dipastikan telah memasuki menu Setup

Setelah mengetahui cara untuk memasuki Setup BIOS, lakukanlah langkah tersebut untuk memasuki Setup BIOS. Namun, setelah menekan tombol [Delete] apa yang akan muncul pada layar? Apakah saya sudah memasuki halaman menu Setup BIOS? Untuk menjawabnya, Anda harus memperhatikan layar yang muncul setelah proses booting yang dilakukan komputer. Apabila Anda mengikuti langkah tersebut dan memberi perintah kepada komputer untuk memasuki halaman Setup BIOS dengan menekan dan menahan tombol [Delete], maka setelah komputer selesai melakukan proses booting, akan memasuki halaman Setup BIOS.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 10      Memastikan Menu Utama Setup BIOS (Perhatikan Judul Layar “BIOS Setup Utility”)

 

Pada Gambar 10 merupakan layar 1 dari Setup BIOS, atau disebut juga menu utama Setup BIOS. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, bahwa terdapat berbagia ragam BIOS. Sehingga tampilan menu utama Setup BIOS tidak mempunyai format yang pasti atau sama persis seperti pada Gambar 10, tampilan menu utama Setup BIOS tergantung pada vendor dari BIOS tersebut. Untuk memastikan menu utama Setup BIOS, perhatikan pada layar, yang umumnya tertulis “BIOS Setup Utility” atau “CMOS Setup Utility”

 

4.5 Melihat konfigurasi utama

Setelah memasuki menu utama Setup BIOS, pada umumnya BIOS akan menampilkan informasi sistem secara umum (general system information), namun ada juga BIOS yang mengharuskan kita untuk memasuki layar 2 dengan menekan [Enter] untuk melihat informasi sistem tersebut. Dengan melihat konfigurasi utama, Anda dapat mengetahui berbagai informasi sistem yang meliputi sistem penanggalan, perangkat-perangkat yang terpasang dan terdeteksi oleh sistem, dan lain sebagainya. Konfigurasi utama pada menu utama Setup BIOS ini, umumnya digunakan oleh user untuk mengetahui apakah pemasangan yang telah dilakukan sesuai dengan informasi perangkat yang terdeteksi oleh sistem. Pembahasan lebih lanjut pada 4.5.1.

 

 

4.5.1 Konfigurasi utama atau halaman utama dari seting BIOS dibuka dan disebutkan konfigurasi yang ada saat itu

Seperti yang telah diuraikan pada 4.5, ada beberapa macam tampilan menu utama Setup BIOS, tergantung pada vendor BIOS tersebut. Beberapa BIOS langsung menampilkan konfigurasi utama pada saat memasuki BIOS, namun seperti pada vendor Award Software, Inc menampilkan beberapa pilihan lagi, dan harus memilih “Standard CMOS Setup” kemudian untuk memasukinya dengan menekan tombol [Enter].

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 11      Menu Utama Setup BIOS

 

Pada Gambar 11 dapat dilihat beberapa konfigurasi pada menu utama Setup BIOS. Yang menjelaskan sistem penanggalan (System Time, System Date), konfigurasi pada drive A (Legacy Diskette A), perangkat-perangkat keras (Hard Disk, drive optik, dsb) yang terpasang dan terdeteksi oleh sistem (Primary-Secondary-Third-Fourth IDE Master-Slave), konfigurasi IDE (IDE Configuration), dan Informasi Sistem (System Information).

 

System Time dan System Date adalah menjelaskan penanggalan pada sistem, yaitu penanggalan pada Motherboard yang didukung oleh sebuah baterai yang terpasang pada Motherboard. System Time dan System Date ini akan mempengaruhi sistem penanggalan pada sistem operasi (OS). Pada saat melakukan installing sistem operasi, sistem penanggalan inilah yang dijadikan sebagai default time. Namun tetap dapat melakukan konfigurasi ulang sistem penanggalan pada saat melakukan installing sistem operasi, namun perubahan penanggalan pada sistem operasi akan mengubah sistem penanggalan pada Setup BIOS pula.

 

Legacy Diskette A adalah untuk menyesuaikan tipe dan ukuran dari disk drive yang Anda pasangkan pada Motherboard Anda. Terdapat berbagai pilihan yang harus disesuaikan dengan penggunaan disk drive. Legacy Diskette A ini adalah melakukan konfigurasi pada drive A, yang nantinya akan dapat digunakan setelah memasuki sistem operasi.

 

Primary IDE adalah satu slot konektor pada Motherboard, demikian juga Secondary – Third – Fourth IDE, yang merupakan masing-masing satu slot konektor pada Motherboard. Banyaknya konektor tersebut akan ditampilkan pada halaman menu Setup BIOS ini, sehingga informasi IDE pada Setup BIOS tersebut tergantung dari banyaknya konektor yang dapat dihubungkan pada Motherboard. Master dan Slave adalah untuk menentukan manakah drive yang menjadi Master dan yang menjadi Slave. Master dan Slave tersebut adalah terhubung pada satu kabel IDE yang terpasang pada satu konektor IDE. Sehingga masing-masing slot konektor dapat memiliki master dan slave, misalnya Primary IDE Master dan Primary IDE Slave. Namun tergantung pada konfigurasi konektor pada Motherboard, seperti pada Third IDE dan Fourth IDE tidak bisa memiliki master atau slave, karena konfigurasi konektor tersebut menggunakan kabel Serial sedangkan pada Primary dan Secondary menggunakan kabel Paralel.

 

IDE Configuration adalah untuk melakukan konfigurasi pada IDE yang terdeteksi. Untuk lebih jelasnya akan dibahas pada 4.5.2. System Information adalah untuk melihat informasi mengenai sistem yang kita gunakan, yang meliputi informasi mengenai BIOS, Processor dan Memory. Pada sub-menu System Information ini tidak dapat melakukan pengaturan atau konfigurasi, karena hal tersebut auto-detect oleh motherboard pada perangkat yang terpasang. (Gambar 12)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 12      Halaman System Information BIOS

 

 

4.5.2 Dilakukan setting konfigurasi pada halaman utama sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan, meliputi jam, drive yang digunakan dan sebagainya

Untuk melakukan pengaturan pada halaman utama, dapat dilakukan langsung dengan memperhatikan legenda di sebelah kanan layar yang merupakan shortcut keyboard untuk melakukan pengaturan. Untuk pengaturan pada System Time [xx:xx:xx], posisi awal kursor berada pada jam, untuk berpindah ke menit dan ke detik, dapat dilakukan dengan menekan tombol [Enter] atau [TAB], kemudian [Shift+TAB] digunakan untuk kembali ke posisi sebelumnya misalnya dari detik ke menit, menit ke jam. Kemudian untuk melakukan pengaturan dengan menekan [+] atau [-] menambah atau mengurangi, atau dapat juga dengan langsung memberi input berupa angka melalui angka pada Num-Pad. Pengaturan dengan tombol yang sama dilakuan juga pada System Date.

Opsi Konfigurasi        :        System Time [xx:xx:xx]

System Date [Day xx/xx/xxxx].

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 13      Konfigurasi Legacy Diskette A

 

Pada Gambar 13, konfigurasi pada legacy diskette A. Setelah kursor berada pada legacy diskette A menekan [Enter] akan menampilkan menu opsi, untuk memilih drive yang akan diisi. Umumnya drive yang masih beredar di pasaran adalah floppy drive, yaitu dengan sepesifikasi 1.44MB sebesar 3.5 inci.

 

Opsi konfigurasi [Disabled] [360K,5.25 in] [1.2M,5.25 in] [720K,3.5 in] [1.44M,3.5 in] [2.88M3.5 in]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 14      Konfigurasi Primary IDE Master

 

Pada Gambar 14, konfigurasi pada Primary IDE Master. Setelah kursor berada pada Primary IDE Master, menekan [Enter] akan memasuki layar 2 (Sub-Screen).

Type : Memilih tipe drive IDE.

[Auto] memilih tipe IDE secara otomatis

[CD ROM] konfigurasi untuk CD ROM

[ARMD] ATAPI Removable Media Device jika menggunakan peralatan seperti ZIP, LS-120, atau MO Drive.

 

LBA/Large Mode : Mengaktifkan atau me-nonaktif-kan mode LBA

[Auto] mengaktifkan secara otomatis mode LBA apabila drive tersebut mendukung mode LBA

[Disabled] bila drive tidak mendukung mode LBA

 

Block (Multi-Sector Transfer) : Mengaktifkan atau me-nonaktif-kan data multi-sector transfer

[Auto] pengiriman data dari dan ke drive dilakukan secara multiple sectors apabila drive mendukung fitur ini pada satu waktu.

[Disabled] pengiriman data dari dan ke drive dilakukan secara one sector apabila drive mendukung fitur ini pada satu waktu.

 

 

PIO Mode : Memilih mode PIO

[Auto] [0] [1] [2] [3] [4]

 

DMA Mode : Memilih mode DMA

[Auto] [SWDMA0] [SWDMA1] [SWDMA2] [MWDMA0] [MWDMA1] [MWDMA2] [UDMA0] [UDMA1] [UDMA2] [UDMA3] [UDMA4] [UDMA5]

 

SMART Monitoring :   Mengatur Smart Monitoring Analysis dan Reporting Technology

[Auto] [Disabled] [Enabled]

 

32Bit Data Transfer: Mengaktifkan atau me-nonaktif-kan transfer data 32bit

[Disabled] [Enabled]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 15      Konfigurasi IDE

 

Pada Gambar 15, konfigurasi pada IDE Configuration. Setelah kursor berada pada IDE Configuration, menekan [Enter] akan memasuki layar 2 (Sub-Screen).

 

 

Onboard IDE Operate Mode : memilih operasi IDE tergantung pada sistem operasi yang digunakan.

[Enhanced Mode] bila menggunakan OS Windows 2000/XP

[Compatible Mode] bila menggunakan OS MS-DOS, Linux, Windows ME/98/NT4.0

 

Enhanced Mode Support On : untuk memilih tipe drive yang digunakan

[P-ATA + S-ATA] bila menggunakan P-ATA dan S-ATA drive.

[S-ATA] bila menggunakan S-ATA drive.

[P-ATA] bila hanya menggunakan P-ATA drive.

 

Agar dapat kompatibel dengan OS, diprioritaskan untuk mengkonfigurasi pada [S-ATA]. [P-ATA] dan [P-ATA + S-ATA] hanya untuk advanced user. Dan Enhanced Mode Support On ini hanya akan muncul apabila mengkonfigurasi [Enhanced Mode] pada Onboard IDE Operate Mode.

 

IDE Detect Time Out (Sec) : waktu untuk mendeteksi IDE

[0] [5] [10] [15] [20] [25] [30] [35]

 

Dapat dilihat berbagai konfigurasi default pada pilihan yang bercetak tebal. BIOS saat ini telah banyak sekali memudahkan user dalam melakukan konfigurasi. Dimana user tidak perlu mengetahui seluruh konfigurasi spesifikasi pada drive, karena konfigurasi default pada BIOS telah dapat melakukan pendeteksian fitur-fitur tersebut secara otomatis.

 

Perhatian: Sebelum melakukan konfigurasi, pelajarilah buku manual motherboard Anda.

 

 

4.6 Melihat konfigurasi pheriperal

Untuk melihat konfigurasi pheriperal laiinya adalah dengan memasuki halaman “Advanced” pada kolom teratas. Pada menu advanced Setup BIOS, dapat melakukan konfigurasi pada CPU dan pheriperal sistem lainnya. Pembahasan lebih lanjut pada 4.6.1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.6.1 Halaman setting konfigurasi pheriperal dibuka dan disebutkan konfigurasi yang ada saat itu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 16      Menu Advanced pada Setup BIOS

 

Pada Gambar 16 dapat dilihat beberapa konfigurasi yang dapat dilakukan pada menu Advanced Setup BIOS. Yang menjelaskan konfigurasi JumperFree (JumperFree Configuration), konfigurasi CPU (CPU Configuration), konfigurasi pheriperal yang terintegrasi / onboard (Onboard Devices Configuration), konfigurasi Chipset, konfigurasi Plug and Play pada slot PCI (PCIPnP), konfigurasi USB (USB Configuration), dan konfigurasi musik instan (Instant Music Configuration).

 

JumperFree Configuration adalah konfigurasi untuk melakukan overclocking pada CPU, dan konfigurasi pada performansi pada CPU. CPU Configuration adalah konfigurasi untuk mengaktifkan atau me-nonaktifkan untuk mendukung sistem operasi yang lama untuk CPU ID, dan pengaturan untuk prosesor HT (Hyper-Threading). Chipset untuk melakukan konfigurasi Memory DRAM, Graphic adapter. Onboard Devices Configuration adalah untuk mengatur pheriperal yang terintegrasi pada motherboard / onboard yang meliputi Audio, LAN, Port Serial dan Paralel, dan port lainnya (tergantung pada vendor motherboard). PCIPnP adalah untuk mengkonfigurasi media Plug and Play dengan mengkonfigurasi pada IRQ dan DMA Channel. USB Configuration adalah untuk melakukan konfigurasi pada fitur USB. Instant Music Configuration adalah untuk mengkonfigurasi motherboard dapat menjalankan fungsi musik pada CD-ROM tanpa perlu memasuki Sistem Operasi.

 

 

4.6.2  Dilakukan setting konfigurasi pada halaman konfigurasi pheriperal sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan, meliputi pararel port, serial port, USB, infra red dan sebagainya

Pada poin ini tidak akan dibahas seluruh sub-menu pada halaman menu advanced Setup BIOS, pembahasan hanya melingkupi CPU Configuration, Onboard Devices Configuration, USB Configuration. Sedangkan pembahasan tidak akan dilakukan pada JumperFree Configuration, Chipset, PCIPnP, Instant Music Configuration. Untuk ketiga konfigurasi utama, tanpa pengetahuan yang baik akan menyebabkan sistem menjadi tidak stabil, tidak dapat berfungsi (malfunction), menyebabkan kerusakan pada CPU, AGP card, modul DDR DIMM, dan chipset.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 17      Konfigurasi CPU

 

Konfigurasi CPU pada Gambar 17 hanya menampilkan CPUID Maximum Value Limit, sedangkan pilihan untuk Hyper-Threading Technology akan muncul apabila Anda menggunakan prosesor yang mendukung Hyper-Threading.

 

CPUID Maximum Value Limit: adalah digunakan untuk membatasi nilai maksimum pada value 3. karena pada OS yang versi lama, tidak dapat mensupport lebih dari 3.

[Disabled] tidak membatasi CPUID Maximum Value.

[Enabled] membatasi CPUID Maximum Value Limit untuk mendukung OS versi lama.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 18      Konfigurasi Pheriperal Onboard

 

Onboard AC’97 Audio:    konfigurasi pheriperal Audio pada motherboard yang telah terintegrasi / onboard.

 

[Auto] melakukan pendeteksian secara otomatis, apabila terdeteksi, maka Audio Controller pada motherboard akan diaktifkan, dan bila tidak terdeteksi, maka Audio Controller pada motherboard di non-aktifkan.

[Disabled] menonaktifkan Audio Controller.

 

Onboard LAN: konfigurasi pheriperal LAN pada motherboard yang telah terintegrasi / onboard.

[Enabled] mengaktifkan LAN Controller pada motherboard.

[Disabled] menonaktifkan LAN Controller pada motherboard.

 

 

Onboard LAN Boot ROM: konfigurasi untuk opsi booting pada ROM melalui LAN Controller.

[Enabled] mengaktifkan opsi Booting ROM melalui LAN.

[Disabled] menonaktifkan opsi Booting ROM melalui LAN.

Konfigurasi ini dapat ditampilkan apabila mengkonfigurasi [Enabled] pada Onboard LAN.

 

Serial Port1 Address : konfigurasi port pada serial port yang terintegrasi pada motherboard.

[Disabled] menonaktifkan port serial.

[3F8/IRQ4] mengkonfigurasi serial port pada port 3F8.

[2F8/IRQ3] [3E8/IRQ4] [2E8/IRQ3]

 

Parallel Port Address: konfigurasi port pada parallel port yang terintegrasi pada motherboard.

[Disabled] menonaktifkan port serial.

[378] mengkonfigurasi serial port pada port 378.

[278] [3BC]

 

Parallel Port Mode : konfigurasi mode port parallel.

[Normal] [Bi-directional] [EPP] [ECP]

 

ECP Mode DMA Channel : konfigurasi channel DMA.

[DMA0] [DMA1] [DMA3]

 

Parallel Port IRQ : konfigurasi IRQ pada port parallel.

[IRQ5] [IRQ7]

 

Onboard Game/MIDI Port: konfigurasi port untuk game atau MIDI yang terintegrasi pada motherboard.

[Disabled] [200/300] [200/330] [208/300] [208/330]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 19      Konfigurasi USB

 

Pada Gambar 19 menampilkan tampilan konfigurasi pada USB. Anda dapat melakukan konfigurasi fitur pada USB port yang terdapat pada CPU Anda melalui konfigurasi pada BIOS.

USB Function : untuk mengaktifkan banyak port USB pada CPU Anda, berapa port USB yang dapat digunakan.

[Disabled] [2 USB Ports] [4 USB Ports] [6 USB Ports] [8 USB Ports]

 

Legacy USB Support : untuk mengaktifkan atau menon-aktifkan layanan yang mendukung Legacy USB.

[Disabled] [Enabled] [Auto]

Auto untuk mendeteksi apakah pheriperal USB tersebut mendukung Legacy USB atau tidak, dan akan mengaktifkan atau menon-aktifkan secara otomatis.

 

USB 2.0 Controller : untuk mengaktifkan atau menon-aktifkan USB Controller.

[Disabled] [Enabled]

 

USB 2.0 Controller Mode : untuk mengkonfigurasi mode USB Controller.

[Full Speed] konfigurasi speed mencapai 12 Mbps.

[Hi Speed] konfigurasi speed mencapai 480 Mbps.

 

 

 

USB Mass Storage Device Configuration : untuk mengkonfigurasi USB Mass Storage yang menetukan waktu untuk mendeteksi pheriperal USB yang dipasangkan.

[10 Sec] [20 Sec] [30 Sec] [40 Sec].

 

 

4.7 Memasang pengamanan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 20      Konfigurasi Security pada Halaman Boot

 

Pada Setup BIOS, Anda dapat memasang pengamanan, hal ini dilakukan untuk mencegah adanya pihak yang tidak dikenal untuk melakukan konfigurasi Setup BIOS mengingat perubahan atau konfigurasi salah yang dilakukan pada Setup BIOS akan dapat membuat komputer menjadi tidak stabil, tidak dapat beroperasi (malfunction), atau membuat beberapa pheriperal komputer menjadi rusak. Halaman pengamanan (Security) dapat diakses melalui halaman Boot pada Setup BIOS. (Gambar 20)

 

Untuk memasuki halaman Security, Anda harus memindahkan kursor pada Security kemudian menekan tombol [Enter]. Kemudian Anda akan memasuki halaman Security seperti yang terlihat pada Gambar 21.

 

 

 

4.7.1 Halaman setting pengamanan dibuka dan disebutkan konfigurasi yang ada saat itu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 21      Konfigurasi Security pada Halaman Boot

 

Pada Gambar 21, menampilkan informasi mengenai konfigurasi pengamanan pada Setup BIOS. Status Supervisor Password dan User Password, mengubah password Supervisor (Change Supervisor Password), kemampuan akses user (User Access Level), mengubah password user (Change User Password), menghilangkan password user (Clear User Password), Pemeriksaan password (Password Check), dan booting sektor proteksi (Boot Sector Virus Protection).

 

 

4.7.2 Dilakukan setting pengamanan dan jenis pengamanan sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan

Supervisor Password dan User Password untuk melihat status password, apakah terpasang atau tidak (Not Installed / Installed). Ini tidak dapat dilakukan konfigurasi, hanya menampilkan status saja. Setelah memberikan password pada Supervisor atau User, maka status tersebut akan menjadi terpasang (Installed).

 

Change Supervisor Password: untuk merubah password Supervisor, dimana password Supervisor ini sama halnya dengan administrator, sehingga hanya orang yang bertanggung-jawablah yang mengetahui password ini. Untuk melakukan konfigurasi, pindahkan kursor kemudian tekan [Enter], kemudian password box akan tampil yang bertuliskan “Enter Password :     ”. Masukkan password Anda, sebagai Supervisor, yang minimal harus 6 karakter. Kemudian tekan [Enter] untuk konfirmasi, dan pesan “Password Installed” akan muncul. Untuk menghilangkan password, kosongkan pada saat password box muncul, kemudian tekan [Enter] untuk konfirmasi, dan pesan “Password Uninstalled” akan muncul.

 

User Access Level menentukan sejauh mana user dapat mengakses Setup BIOS (tentu saja yang diizinkan oleh Supervisor dan mengetahui User Password) yang hanya dapat dilakukan oleh Supervisor.

[No Access] mencegah user mengakses halaman setup

[View Only] user hanya dapat melihat konfigurasi yang dilakukan, namun tidak dapat mengubah konfigurasi tersebut.

[Limited] hanya beberapa field yang dianggap tidak membahayakan sistem yang dapat dilakukan konfigurasi oleh user.

[Full Access] user dapat melakukan seluruh konfigurasi sama seperti Supervisor, kecuali mengubah password Supervisor.

 

Change User Password mengubah password User yang dapat dilakukan oleh Supervisor ataupun user. Untuk melakukan konfigurasi, pindahkan kursor kemudian tekan [Enter], kemudian password box akan tampil yang bertuliskan “Enter Password :     ”. Masukkan password Anda, sebagai Supervisor, yang minimal harus 6 karakter. Kemudian tekan [Enter] untuk konfirmasi, dan pesan “Password Installed” akan muncul.

 

Clear User Password adalah menghilangkan password User yang dapat dilakukan oleh Supervisor ataupun user. Untuk menghilangkan password, pindahkan kursor kemudian tekan [Enter] untuk menghilangkan password user.

 

Password Check untuk menentukan kapan dilakukan pemeriksaan password.

[Setup] melakukan pemeriksaan password hanya pada saat user mau memasuki halaman Setup BIOS.

[Always]  melakukan pemeriksaan password setiap saat ketika komputer melakukan booting.

 

Boot Sector Virus Protection untuk mengaktifkan atau menonaktifkan boot sector.

[Enabled] [Disabled]

 

 

 

 

 

4.8 Mengambil default Setup

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 22      Konfigurasi default Setup  pada Halaman Exit

 

Pada Setup BIOS, Anda dapat mengambil default setup, yaitu konfigurasi yang telah dilakukan oleh vendor untuk performansi yang baik. Konfigurasi default dapat diambil pada menu Exit. Perhatikan Gambar 22.

 

4.8.1 Dijelaskan pengertian default Setup dan dijelaskan pula kapan default Setup dapat digunakan

Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, bahwa default setup adalah konfigurasi yang dilakukan oleh vendor. Default Setup adalah konfigurasi dasar yang akan mengembalikan seluruh konfigurasi yang telah dilakukan (ataupun tidak dilakukan) kembali kepada konfigurasi awal dari vendor. Sehingga Anda tidak perlu khawatir untuk melakukan konfigurasi pada BIOS Setup, karena seluruh konfigurasi yang Anda lakukan, dapat dikembalikan ke konfigurasi seperti semula. Ketika Anda selesai melakukan konfigurasi pada Setup BIOS yang menyebabkan sistem menjadi tidak dapat berjalan, Anda dapat menggunakan default setup.

 

Perhatian: Anda tetap dituntut untuk membaca buku manual motherboard Anda untuk menghindari konfigurasi salah yang dapat menyebabkan kerusakan pheriperal secara fisik.

 

 

4.8.2 Tombol untuk mengambil default Setup disebutkan jenis dan kegunaannya

Tombol untuk mengambil default Setup adalah tombol fungsi 5 [F5]. Tombol ini berfungsi di halaman manapun Anda berada (tidak harus berada pada halaman Exit) pada Setup BIOS. Tombol fungsi 5 [F5] pada keyboard dapat dilihat pada gambar berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 23      Tombol [F5] untuk melakukan default Setup

 

 

4.8.3 Tombol default Setup ditekan untuk kembali ke Setup awal sesuai dengan yang diinginkan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 24      Load Setup Defaults

 

Ketika tombol [F5] ditekan, maka akan tampil layar seperti pada Gambar 24, yang memastikan bahwa Anda akan melakukan atau mengambil default setup kemudian akan muncul pesan dan memberikan dua pilihan untuk Anda, [OK] atau [Cancel]. Perlu diingat bahwa dengan memilih [OK], seluruh konfigurasi yang telah Anda lakukan akan di-reset kembali, atau dikembalikan menjadi konfigurasi awal pada motherboard.

 

 

4.9 Menyimpan atau membatalkan konfigurasi

Setelah Anda melakukan konfigurasi pada Setup BIOS, langkah terakhir adalah Anda ingin menyimpan konfigurasi yang telah Anda lakukan atau Anda ingin membatalkan konfigurasi yang Anda lakukan karena Anda tidak yakin dengan konfigurasi yang baru saja Anda lakukan. Untuk menyimpan atau membatalkan konfigurasi, dapat dilakukan pada halaman exit (satu halaman dengan default setup).

 

 

4.9.1 Dijelaskan pengertian menyimpan atau membatalkan konfigurasi dan kapan harus dilakukan

Langkah terakhir setelah Anda selesai melakukan konfigurasi pada Setup BIOS, Anda pasti akan mempunyai 2 pilihan, menyimpan atau membatalkan. Tentu saja Anda akan menyimpan konfigurasi yang telah Anda lakukan apabila Anda mengerti benar tentang konfigurasi yang telah Anda lakukan. Dan tentu saja Anda akan membatalkan konfigurasi yang telah Anda lakukan apabila Anda tidak mengerti benar tentang konfigurasi yang telah Anda lakukan atau secara tidak sengaja Anda mengubah konfigurasi yang sebenarnya tidak ingin Anda lakukan, dan Anda tidak tahu apa yang menjadi konfigurasi awal pada field yang tidak sengaja terubah tersebut.

 

Perhatian: Pastikan Anda telah melakukan konfigurasi yang benar sebelum menyimpan konfigurasi. Dan apabila Anda membatalkan konfigurasi, maka akan membatalkan seluruh konfigurasi yang baru saja Anda lakukan.

 

 

4.9.2 Tombol atau langkah untuk menyimpan atau membatalkan konfigurasi disebutkan

Tombol untuk menyimpan konfigurasi kemudian keluar (Exit & Save Changes) adalah tombol fungsi 10 [F10]. Tombol untuk membatalkan konfigurasi kemudian keluar (Exit & Discard Changes) adalah tombol Escape [Esc]. Dan tombol untuk membatalkan konfigurasi dan tetap berada pada Setup BIOS adalah tombol fungsi 7 [F7].

 

Seluruh tombol ini berfungsi di halaman manapun Anda berada (tidak harus berada pada halaman Exit) pada Setup BIOS. Tombol [F7] [F10] dan [Esc] pada keyboard dapat dilihat pada gambar berikut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 25      Membatalkan  konfigurasi dan keluar

 

 

4.9.3 Konfigurasi disimpan atau dibatalkan dan keluar dari setting BIOS

Untuk menyimpan konfigurasi dengan menekan tombol [F10], maka akan tampil layar seperti pada Gambar 26, untuk memastikan bahwa Anda akan menyimpan konfigurasi dan Anda akan dihadapi dua pilihan [OK] atau [Cancel]. Dengan memilih [OK], Anda menyimpan konfigurasi dan keluar dari Setup BIOS, dan dengan memilih [Cancel], adalah sama dengan Anda tidak melakukan apa-apa / tidak menyimpan konfigurasi dan atau tidak keluar dari Setup BIOS.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 26      Menyimpan konfigurasi dan keluar dari Setup BIOS

 

Untuk membatalkan konfigurasi terdapat dua pilihan. Yaitu hanya membatalkan konfigurasi (Discard Changes) atau membatalkan konfigurasi kemudian keluar dari Setup BIOS (Exit & Discard Changes). Sama seperti menyimpan konfigurasi, Anda akan dihadapi dua pilihan [OK] atau [Cancel]. Dengan menekan tombol [F7] untuk hanya membatalkan konfigurasi. Dan menekan tombol [Esc] untuk membatalkan konfigurasi kemudian keluar Setup BIOS.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 27      Membatalkan  konfigurasi dan keluar dari Setup BIOS


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 28      Membatalkan Konfigurasi dan Tetap Berada pada Setup BIOS

 

 

4.10   Melakukan restart dan memastikan konfigurasi benar

Setelah seluruh konfigurasi dilakukan dan melakukan langkah terakhir yaitu menyimpan konfigurasi, kemudian langkah berikutnya adalah memastikan konfigurasi telah sesuai dengan konfigurasi yang dilakukan. Untuk itu perlu sekali melakukan restart komputer.

 

 

4.10.1 Dilakukan restart komputer dengan cara keluar dari setting BIOS dan restart

Setelah menyimpan atau membatalkan konfigurasi, kemudian keluarlah dari Setup BIOS dengan tombol yang telah diuraikan sebelumnya. Sistem akan secara otomatis melakukan restart komputer, dan komputer akan melakukan booting dengan konfigurasi yang baru saja Anda lakukan.

 

 

4.10.2 Diamati tanda-tanda atau tampilan-tampilan yang muncul saat restart untuk memastikan setting sesuai dengan yang diinginkan

Kemudian amati proses booting yang dilakukan oleh komputer, yang akan menampilkan beberapa informasi umum mengenai konfigurasi Setup BIOS. Namun pada umumnya, ini sangat sulit sekali dilakukan, karena proses booting yang terlalu cepat. Alternatif untuk memastikan konfigurasi sesuai dengan yang diinginkan adalah dengan memeriksa melalui halaman Setup BIOS.

 


BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI

 

 

 

5.1     Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan:

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

 

5.2.    Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

Pengertian sumber-sumber kepustakaan adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

1.   Buku referensi (text book)

2.   Lembar kerja

3.   Diagram-diagram, gambar

4.   Contoh tugas kerja

5.   Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi. Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

  1. Judul/Nama Pelatihan             :        Mengkonfigurasi Hard Disk

 

  1. Kode Program Pelatihan         :        TIK.CS02.016.01

 

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Mengkonfigurasi Hard Disk

TIK.CS02.016.01

- 1 unit PC

 

 

- CD driver dari motherboard

- Buku informasi atau manual tentang konfigurasi BIOS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

 

Anonim, (2007), Info Komputer – Edisi September 1999  – Tip Lengkap: Cara Memecahkan Masalah pada PC,

http://www.infokomputer.com/arsip/in_skrng.shtml

 

Anonim, (2007), BIOS – Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia,

http://id.wikipedia.org/wiki/bios

 

Anonim, (2007), Cara aman mengutak-atik BIOS << .:: technology and cellular ::.

http://technocell.wordpress.com/2007/09/10/cara-aman-mengutak-atik-bios/

 

Budiman, D. (1995). Tip dan Trik Mengelola Hard Disk. PT Elex Media Komputindo, Kelompok Gramedia, Anggota IKAPI, Jakarta.

 

Manual Book (2003). Motherboard P4P800S User Guide, First Edition. ASUSTeK COMPUTER, INC.

Testimoni

Filed under : blog, tags:
SLIDESERAGAMBATIK