Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Menginstall Non Manageable Switch Pada Jaringan TIK.JK02.008.01

Feb
24
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

 

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER

DAN SISTEM ADMINISTRASI

 

 

MENGINSTALL NON MANAGEABLE SWITCH PADA JARINGAN

TIK.JK02.008.01

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI. 2

BAB I. 4

PENGANTAR. 4

1.1  Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 4

1.2  Penjelasan Modul 4

1.2.1  Isi Modul 4

1.2.2  Pelaksanaan Modul 5

1.3  Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 5

BAB II. 7

STANDAR KOMPETENSI. 7

2.1  Peta Paket Pelatihan. 7

2.2  Pengertian Unit Standar Kompetensi 7

2.3  Unit Kompetensi yang Dipelajari 7

2.3.1 Kode dan Judul Unit………………………………………………………………. 8

2.3.2 Deskripsi Unit……………………………………………………………………… 8

2.3.3 Elemen Kompetensi………………………………………………………………. 8

2.3.4 Batasan Variabel…………………………………………………………………… 9

2.3.5 Panduan Penilaian………………………………………………………………… 9

2.3.6 Kompetensi Kunci…………………………………………………………………. 10

BAB III. 11

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 11

3.1  Strategi Pelatihan. 11

3.2  Metode Pelatihan. 12

BAB IV. 13

MATERI UNIT KOMPETENSI. 13

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 13

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 13

4.3  Macam –Macam Media Transmisi  saat ini: 14

4.4 Tipe Switch Saat ini : 14

4.5 Macam – Macam Topologi : 14

4.5.1 Topologi Star………………………………………………………………………. 14

4.5.2 Topologi Bus 15

4.5.3 Topologi Ring……………………………………………………………………… 15

4.6  Keamanan dan manajemen Jaringan………………………………………………….. 16

4.6.1 Beberapa Ancaman dan Serangan……………………………………………… 16

4.6.2 Beberapa Metode Penyerangan………………………………………………… 16

4.6.3   Kebijakan dan Mekanisme Keamanan. 17

4.6.4 Managemen Jaringan…………………………………………………………….. 22

4.7 Fitur Yang Harus Dimiliki Switch. 25

4.7.1……………………………………… Bisa mengintegrasi 10BaseT dengan 10BaseTX. 25

4.7.2 Minimum terdiri dari 16 Port 10/100 yang mendukung full duplex  dan Half Duplex  26

4.7.3…………………………………………… Kompatibel  Dengan semua Sistem Operasi 26

4.8 Perangkat – perangkat untuk jaringan. 26

4.9  Merangkai Switch/Hub dengan perangkat lain. 27

4.10   Menghubungkan antar Switch. 28

4.11   Beberapa cara mengkoneksikan jaringan. 28

4.11.1 Tanpa menggunakan router…………………………………………………… 28

4.11.2 Dengan Menggunakan Router…………………………………………………. 37

4.12  Langkah-langkah Installasi Windows XP Professional 41

4.13  Pengujian Switch sesuai dengan pabrikan…………………………………………. 49

4.14   …………………………………….. Pengujian bahwa tidak ada jaringan yang terisolasi…. 49

BAB V. 51

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN. 51

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI. 51

5.1  Sumber Daya Manusia. 51

5.2  Sumber-sumber Perpustakaan. 51

5.3  Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan. 52

DAFTAR PUSTAKA. 53

 

 

 

 


BAB I

PENGANTAR

 

1.1     Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2     Penjelasan Modul

Modul ini didisain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaiakan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

1.2.1  Isi Modul

 

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

1.2.2  Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.
  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
  • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.
  • Memberikan jawaban pada Buku Kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.
  • Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.
  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency).

1.3     Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama

atau

  1. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan

keterampilan yang sama.

 

1.3    Pengertian-pengertian Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.


BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

 

2.1     Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

 

  1. TIK.JK01.008.01 Menginstall Non Manageable Switch Pada Jaringan

2.2     Pengertian Unit Standar Kompetensi

 

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

a.  Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.

  1. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  2. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Apa yang akan Anda pelajari dari Unit Kompetensi ini?

Anda akan diajarkan untuk menginstal modem secara umum.

 

Berapa lama Unit Kompetensi ini dapat diselesaikan?

Pada sistem pelatihan berdasarkan kompetensi, fokusnya ada pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dalam jangka waktu satu sampai dua hari. Pelatihan ini ditujukan bagi semua pengguna terutama yang tugasnya berkaitan dengan jaringan seperti staff support dan staff admin jaringan.

 

Berapa banyak/kesempatan yang Anda miliki untuk mencapai kompetensi?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan.

Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

2.3     Unit Kompetensi yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan  untuk dapat :

  • mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  • memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
    • menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

2.3.1 KODE DAN JUDUL UNIT

Kode Unit                        : TIK.JK02.008.01

Judul Unit                        : Menginstall Non Manageable Switch Pada

                                           Jaringan

2.3.2  DESKRIPSI UNIT

Unit kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan untuk memilih, memasang, dan menguji  switch/hub pada jaringan.

2.3.3 ELEMEN KOMPETENSI

 

ELEMEN KOMPETENSI

 

KRITERIA UNJUK KERJA

 

01 Menentukan spesifikasi     switch / hub 1.1       Kapasitas jaringan saat ini dan masa yang akan datang ditetapkan berdasarkan kebutuhan bisnis saat ini dan masa yang akan datang

1.2       Jumlah dan tipe dari switch / hub ditetapkan berdasarkan kebutuhan jaringan saat ini dan masa yang akan datang

1.3       Topologi jaringan diidentifikasi

1.4       Persyaratan keamanan dan manajemen jaringan ditetapkan.

02   Memilih switch/ hub yang tepat 2.1      Switch/ hub dengan fitur yang cocok dipilih sesuai kebutuhan spesifikasi.

2.2      Workstation, Komputer, Server, Router, dan perangkat jaringan yang lain ditetapkan sesuai dengan kebutuhan jaringan.

 

03 Memasang switch/ hub dan peralatan pendukung 3.1       Switch/ hub dan perangkatnya dirangkai berdasarkan kebutuhan sistem.

3.2       Hubungan antar switch/ hub dibuat

3.3       Koneksi jaringan yang valid dibuat menggunakan perangkat jaringan yang sesuai spesifikasi.

3.4       Perangkat lunak  peng-emulasi terminal dikonfigurasi untuk beroperasi didalam lingkungan yang baru, jika dibutuhkan

 

04   Menguji switch / hub dan jaringan 4.1       Perangkat switch/ hub dan Jaringan diuji berdasarkan persyaratan pabrik dan  atau petunjuk pengujian.

4.2       Jaringan dijamin tidak gagal atau terpecah dalam segmen-segmen yang terisolasi

 

2.3.4  BATASAN VARIABEL

  1. Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.
  2. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini didukung dengan tersedianya:

Spesifikasi kebutuhan switch / hub

Spesifikasi / arsitektur jaringan yang akan dipasang

Beberapa Perangkat switch / hub

2.3.5  PANDUAN PENILAIAN

1.       Pengetahuan dan Ketrampilan Penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini :

1.1     Pengetahuan dasar

1.1.1            Pengetahuan sistem jaringan komputer dan komponennya.

1.1.2  Pengetahuan sistem operasi.

 

1.2     Keterampilan dasar

1.2.1     Merangkai komponen sistem.

1.2.2     Mengoperasikan sistem operasi.

 

2.       Konteks Penilaian :

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara praktek dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

3.       Aspek Penting Penilaian :

Aspek yang harus diperhatikan :

3.1     Kemampuan untuk menentukan switch / hub sesuai dengan spesifikasi.

3.2     Kemampuan untuk  memasang switch / hub sesuai dengan kebutuhan jaringan.

 

4.       Kaitan Dengan Unit-Unit Lain :

4.1     Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan:

4.1.1  Merangkai komponen sistem.

4.1.2  Menginstal perangkat keras ke dalam sistem jaringan komputer.

4.1.3  Menginstal perangkat lunak ke dalam sistem jaringan komputer.

4.2     Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

2.3.6  KOMPETENSI KUNCI

 

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

2

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

2

 


BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

 

3.1     Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

 

3.2     Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa memahami konsep jaringan
  • Siswa mampu menginstall switch non manageable pada jaringan dan dapat berjalan dengan baik.
  • Siswa mampu mengerti jenis – jenis jaringan dan peralatan jaringan secara umum.
  • Siswa mampu memahami konsep jaringan dan jenis –jenis nya
  • Siswa mampu membangun jaringan sesuai dengan kebutuhan sistem.
  • Siswa dapat menganalisa Topologi jaringan yang harus digunakan
  • Siswa mengetahui perintah  yang umum digunakan pada jaringan
  • Siswa mampu mengerti konsep penamaan IP Address
  • Siswa mampu melakukan membuat kabel UTP

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.3     Macam –Macam Media Transmisi  saat ini:

 

Tipe Kecepatan Jarak Konektor
UTP Kategori 5 100 Mbps 100 Meter RJ45
Kabel Coaxial 10 Mbps ± 2500 Kaki

 

BNC Konektor
Wireless ± 54 Mbps Tergantung Merk dan Jenis  
Serat Optik 1 Gbps ± 3 Mil ST (spring loaded twist)

 

 

Media disaat akan datang :

 

Tipe Kecepatan Jarak Konektor
UTP Kategori 6 1 Gbps 100 Meter RJ45
Wimax ± 75Mbps Tergantung Merk dan Jenis  

4.4     Tipe Switch Saat ini :

Tipe Switch

Jumlah Port

Kecepatan Transmisi
8 Port UTP 10/100

8

10Mbps/ 100 Mbps
16 Port UTP 10/100

16

10Mbps / 100 Mbps
24 Port Utp 10/100

24

10Mbps / 100 Mbps

 

Switch pada masa depan

Tipe Switch

Jumlah Port

Kecepatan Transmisi
16 Port UTP 100/1000

16

100Mbps / 1 Gbps
24 Port Utp 100/1000

24

100Mbps / 1 Gbps

4.5     Macam – Macam Topologi :

4.5.1  Topologi Star

Semua komputer dihubungkan kepada satu titik tengah dipanggil hub. Hab bertindak sebagai peranti yang menerima data dan memancarkan kepada tujuan.

 

 

 

 

 

Gambar 1. Pendawaian Bintang (Star Topology) Disambungkan  ke Hub Terpusat

 

4.5.2 Topologi Bus

Topologi Bus mempunyai satu kabel yang menghubungkan semua computer dan setiap computer mempunyai penyambung kepada kabel yang di bagi bersama dan hanya membenarkan satu komputer menghantar data pada satu masa

 

 

 

Gambar 2. Topologi Bus

 

4.5.3   Topologi Ring

Setiap komputer di hubungkan dalam satu gelang yang tertutup. Komputer pertama akan mengantar data kepada computer kedua, komputer kedua mengantar kepada komputer ketiga dan seterusnya

Gambar 3. Topologi Ring

 

4.6        Keamanan dan manajemen Jaringan

4.6.1  Beberapa Ancaman dan Serangan

Tujuan utama dengan adanya keamanan adalah untuk membatasi akses informasi dan sesumber hanya untuk pemakai yang memiliki hak akses.

  • Ancaman keamanan:
  1. Leakage (Kebocoran) : pengambilan informasi oleh penerima yang tidak berhak
  2. Tampering : pengubahan informasi yang tidak legal
  3. Vandalism (perusakan) : gangguan operasi sistem tertentu. Si pelaku tidak mengharap keuntungan apapun.
  • Serangan pada sistem terdistribusi tergantung pada pengkasesan ke saluran komunikasi yang ada atau membuat saluran baru yang  menyamarkan (masquerade) sebagai koneksi legal
  • Penyerangan Pasive, Hanya mengamati komunikasi atau data
  • Penyerangan Aktif, Secara aktif memodifikasi komunikasi atau data
  • Pemalsuan atau pengubahan Email
  • TCP/IP Spoofing
    • Eavesdropping, mendapatkan duplikasi pesan tanpa ijin
    • Masquerading, Mengirim atau menerima pesanmenggunakan

4.6.2           Beberapa Metode Penyerangan

identitas lain tanpa ijin mereka.

  • Message tampering, mencegat atau menangkap pesan dan mengubah isinya sebelum dilanjutkan ke penerima sebenarnya. “man-in-the-middle attack” adalah bentuk message tampering dengan mencegat pesan pertama pada pertukaran kunci enkripsi pada pembentukan suatu saluran yang aman. Penyerang menyisipkan kunci lain yang memungkinkan dia untuk mendekrip pesan berikutnya seelum dienkrip oleh penerima.
  • Replaying, menyimpan pesan yang ditangkap untuk pemakaian berikutnya.
  • Denial of Service, membanjiri saluran atau sesumber lain dengan pesan yang bertujuan untuk menggagalkan pengaksesan pemakai lain.
  • Pemisahan antara kebijakan dan mekanisme keamanan akan membantu memisahkan kebutuhan implementasinya

4.6.3  Kebijakan dan Mekanisme Keamanan

a. Kebijakan menspesifikasikan kebutuhan

b. Mekanisme menerapkan spesifikasi kebijakan tersebut

  • Berdasar spesifikasi dari OSI, sebuah layanan (kebijakan) keamanan meliputi :
    • Access Control, Perlindungan terhadap pemakaian tak legak
    • Authentication, Menyediakan jaminan identitas seseorang
    • Confidentiality (kerahasiaan), Perlindungan terhadap pengungkapan identitas tak legak
    • Integrity, Melindungi dari pengubahan data yang tak legak
    • Non-repudiation (penyangkalan), Melindungi terhadap penolakan komunikasi yang sudah pernah dilakukan
    • Untuk mencapai layanan keamanan tersebut, mekanisme-mekanisme yang dapat diterapkan :
      • Enkripsi

Digunakan untuk menyediakan kerahasiaan, dapat menyediakan authentication dan perlindungan integritas

  • Digital Signature

Digunakan untuk menyediakan authentication, perlindungan integritas, dan non-repudiation

  • Algoritma Checksum/Hash

Digunakan untuk menyediakan perlindungan integritas, dan dapat menyediakan authentication

Satu atau lebih mekanisme dikombinasikan untuk menyediakan security service. Berikut adalah gambaran model hubungan antara kebijakan (layanan) dengan mekanisme keamanan :

 

 

Gambar 4. Model hubungan antara kebijakan dan mekanisme keamanan.

 

Enkripsi

  • Enkripsi adalah proses pengkodean pesan untuk menyembunyikan isi.
  • Algoritma enkripsi modern menggunakan kunci (key).

- Pesan M (plaintext) di enkodekan dengan fungsi E dan sebuah kunci K untuk menjadi ciphertext.

E(K,M) = {M}K

- Pesan didekripsi dengan menggunakan fungsi D dan kunci L

D(K,E(K,M)) = M

  • Kunci kriptografi adalah parameter yang digunakan dalam algoritma enkripsi dimana hasil enkripsi tidak dapat didekripsi jika tanpa kunci yang sesuai

Berikut beberapa mode Cipher :

  • Cipher Block Chaining
    • Untuk ukuran block data yang tetap, yang populer adalah 64 bit
    • Pesan dibagi ke dalam block, dan block terakhir di padding ke ukuran standard yang digunakan, dan setiap block dienkrip secara independent
    • Block pertama tersedia untuk transmisi setelah enkripsi selesai

 

Gambar 5 Cipher Block Chaining

 

  • Stream Chiper
    • menghasilkan keystream dari setiap enkripsi kunci dengan initialization vector (IV)

Gambar 6 Stream Chiper

 

  • Ada dua tipe algoritma enkripsi :
    • Symmetric (secret-key)
      • Pengirim dan penerima harus berbagi kunci dan tidak diberikan kepada orang lain.
      • One-way function.

Gambar 7 Proses enkripsi secret key

 

  • Contoh : DES (Data Encryption Standard), Triple DES
  • AES (Advanced Encryption Standard) yang disponsori oleh NIST (National Institute of Standards and Technology) menetapkan beberapa algoritma enkripsi AES :

• Rijndael (Joan Daemen dan Vincent Rijmen)

• Serpent (Ross Anderson, Eli Biham, Lars Knudsen)

• Twofish (dari Bruce Schneier)

• RC6 (dari RSA Laboratories)

• MARS (dari IBM)

  • Algoritma AES harus memenuhi :

• symmetric block chiper

• panjang kunci 128, 192 dan 256

• dimungkinkan implementasi pada software maupun hardware

• Algoritma harus umum atau berlisensi tanpa persyaratan yang diskriminatif

  • Asymmetric (public-key)

● Pengirim pesan menggunakan public key (kunci yang dipublikasikan ke penerima) untuk mengenkrip pesan

● Penerima menggunakan private key yang cocok (miliknya) untuk mendekrip pesan.

● Pola public key dimunculkan pertama oleh Diffie Hellman (1976)

● Dasar public key : trap-door function adalah one-way function yang dapat dibalikkan dengan hanya adanya secret key

● contoh : RSA

 

 

Digital Signature

  • Didasarkan pada suatu ikatan tanda (yang tak dapat dirubah) ke suatu pesan atau dokumen yang hanya diketahui oleh si penandatangan.
  • Hal ini dapat dicapai dengan cara mengenkrip sebuah pesan terkompresi (digest) dengan menggunakan private key
  • Digest memiliki ukuran yang tetap yang dihasilkan dari sebuah secure digest function.
  • Contoh ilustrasinya :

A ingin menandatangani dokumen M, sehingga penerima dapat yakin bahwa M adalah berasal dari A.

  • A menghitung digest dokumen dengan fungsi Digest(M).
  • A mengenkrip digest dengan private keynya, dan ditambahkan ke M, sehingga menghasilkan {Digest(M)}KApriv.
  • B menerima dokumen tersebut dan mengambil M dan menghitung Digest(M).
  • B mendekrip dengan {Digest(M)}KApriv menggunakan KApub dan membandingkan isinya dengan hasil perhitungan Digest(M). Jika sama, tandatangan adalah valid.

 

 

Gambar 8 Pengamanan dengan digital signature

MAC (Message Authentication Code)

  • Menghasilkan random password/key untuk suatu hash
  • Hanya pemegang password yang dapat menghasilkan MAC

 

Gambar 9 Pengamanan dengan MAC

Beberapa fungsi Digest :

● MD5 (Message Digest 5) oleh Rivest (1991)

• Dapat ditemukan di RFCs 1319-1321

• Panjang digest : 128 bit

● SHA (Secure Hash Algorithm)

• Panjang digest : 160 bit

• Didasarkan pada algoritma MD4

 

4.6.4  Managemen Jaringan

Maka managemen jaringan komputer bisa dibuat dengan sistematis dan periodik yang meliputi : pemeliharaan, perbaikan dan penambahan fasilitas di dalam jaringan komputer yang terukur dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

4.6.4.1 Pemeliharaan dan perlindungan

Langkah pemeliharaan meliputi pemeliharaan semua kabel dan konektor, sistem operasi server dan software aplikasinya. Pemeliharaan dan perlindungan data yang terdapat di dalam server. Perlindungan pengguna dari virus dan spam serta hacker dan cracker. Pemeliharaan jaringan komputer juga perlu ditunjang oleh teknisi genset, bila jaringan tersebut didukung oleh generator pensupply listrik cadangan. Maintenance genset harus dimasukan ke dalam agenda maintenance jaringan komputer. Bila jaringan compute memiliki banyak pengguna, langkah pemeliharaan jaringan memerlukan server autentifikasi user agar kinerja jaringan computer tidak jenuh.

Pengaturan ini ditujukan terutama agar bandwith Internet yang dimiliki jaringan komputer tersebut dapat digunakan secara efisien dan efektif sehingga organisasi dapat berjalan dengan baik. Pengaturan user biasanya dibantu dengan server autentifikasi user yang memiliki fasilitas pengaturan waktu akses atau fitur akses internet sesuai dengan kelas usernya.

Penulis ingin memberikan contoh tidak mendukungnya LAN kepada kinerja lembaga kalau tiada pengaturan user-nya. Misalnya sebuah lembaga distribusi barang telah memiliki LAN tersambung ke Internet. Semua user LAN termasuk pak supir kendaraan distribusi juga diberi akses ke LAN itu dan Internet. Kalau pak Supir ini tidak memahami aturan penggunaan LAN dan mengabaikan pesanan pelanggan perusahaannya, maka adanya LAN itu akan menyebabkan pak supir asyik berinternet ria. Sehingga perusahaan bisa mengalami kerugian. Ini hanyalah sebuah contoh saja, dan mungkin saja terjadi. Kasus seperti ini tidak hanya dapat terjadi pada seorang pak supir, tapi bisa juga terjadi pada staf staf atau unit unit kerja lainnya.

Pengaturan pengguna jaringan komputer sebenarnya bisa mengikuti peraturan yang sudah ada di lembaga atau perusahaan itu, namun masih perlu ditambahkan beberapa peraturan yang bersifat teknis dengan tujuan agar jaringan komputer bisa bekerja optimal dan tetap dapat memberikan dukungan positif kepada kinerja lembaga atau organisasi itu.

Misalnya bila ada user di lembaga itu yang selalu memerlukan file besar, maka user ini bisa diberikan alokasi waktu yang tepat dan tidak merugikan user lainnya. Kemacetan yang dirasakan oleh user lain di dalam LAN itu disebabkan jalan untuk aliran data mengalami kejenuhan (atau disebut traffic congestion). Untuk menghindari hal ini pengelola LAN bisa memperbaiki LANnya, dengan memberikan saluran ke komputer pengguna dengan adil dengan memakai peralatan network yang cocok dan lebih baik. Bisa juga mengikuti saran saran dari Cisco, untuk mengatur bandwith yang diberikan kepada user dengan lebih adil dan lebih baik walaupun anda mungkin harus memakai perangkat network buatan Cisco.

4.6.4.2 Perbaikan

Perbaikan yang dilakukan pada pengelolaan jaringan komputer pada umumnya terfokus pada perbaikan server dan kabel serta perangkat network yang rusak. Pengetahuan langkah troubleshooting server unix perlu dimiliki admin. Selain itu pengetahuan alat ukur pengecek kondisi kabel data antar titik berjarak dekat maupun titik berjarak jauh lintas geografis, perlu dimiliki oleh admin. Perbaikan pada komputer pengguna dapat juga ditangani oleh admin dan teknisi, akan tetapi pada jaringan computer yang besar, setiap pengguna dianjurkan dapat mensetup alamat IP, nama host dan setup client sendiri berikut anti virusnya. Tim admin dianjurkan membuat petunjuk yang mudah difahami oleh pengguna jaringan komputer dan bisa dilakukan oleh mereka.

Keobsoletan hardware jaringan computer tampaknya patut anda pertimbangkan agar pengalaman pahit pengguna computer dengan system operasi Windows 98, tidak dialami oleh anda. Organisasi patut menggunakan hardware yang masih memiliki umur panjang agar efisien, pembelian jenis hardware type lama, akan menimbulkan problem harus cepat diganti dengan yang baru. Bila manajemen menganut biaya dari jenis computer lama, maka beban pembelian barang baru akan dirasakan jauh lebih mahal.

Penulis pernah mendengar kasus seperti ini dari seorang kawan yang mengelola pelatihan computer, salah satu timnya membeli computer type lama tapi masih baru, sehingga dalam waktu dua tahun tim tersebut harus membeli jenis hardware baru dengan alas an software yang digunakan menuntut hardware baru, sedangkan kawan penulis tidak harus membeli hardware baru karena yang dibelinya bukan barang type lama.

Mungkin organisasi tidak ingin dirugikan oleh kondisi ini, tapi mungkinkah semua pihak itu dapat peluang bernegosiasi dengan vendor barang ? penulis tidak yakin. Kecuali organisasi menghubungi lembaga non profit yang memiliki mesin pencetak produk produk lama, tapi ini akan memakan waktu lama dan pada akhirnya anda tetap harus mengganti dengan yang baru.

 

4.6.4.3 Penambahan fasilitas jaringan komputer.

Penambahan fasilitas jaringan komputer pada saat ini tergantung kebutuhan organisasi. Bila organisasi membutuhkan fasilitas tambahan seperti servis hot spot atau akses Internet wireless di lingkungan organisasi. Maka admin jaringan komputer bisa menambahkan perangkat wireless berikut server pendukungnya.

Penambahan fasilitas jaringan komputer lainya memerlukan peningkatan kemampuan admin dalam mensetup dan mengadiministrasi server server yang berisi perangkat lunak aplikasi lainnya seperti mysql, php, apache, samba,java, wordpress dan lain lain. Tim admin yang bekerja dengan database dan organisasi pemilik database memerlukan pengembangan fasilitas database berbasis web, perlu dibantu oleh web master yang memiliki skill pengembangan web menggunakan teknik scripting berbasis bahasa pemrograman.

4.7     Fitur Yang Harus Dimiliki Switch

4.7.1  Bisa mengintegrasi 10BaseT dengan 10BaseTX

10BaseT adalah  . Dibandingkan dengan standar 10Base2 atau 10Base5, standar 10BaseT ini lebih populer, meski kecepatan yang ditawarkan adalah sama, yaitu 10 Megabit per detik. 10BaseT menggunakan kabel Unshielded Twisted-Pair (UTP) untuk menghubungkan komputer, dan menggunakan hub untuk membentuk sebuah jaringan.

10BaseT mendukung kecepatan hingga 10 Megabit per detik, tapi dalam kenyataannya kecepatan yang dapat diraihnya hanyalah berkisar antara 4 Megabit per detik hingga 6 Megabit per detik, karena adanya beberapa halangan seperti kolisi (tumbukan) paket data dalam jaringan. Standar ini dibangun berdasarkan spesifikasi IEEE 802.3 yang dikembangkan oleh Project 802.

Jaringan 10BaseT dihubungkan dengan menggunakan topologi star ke sebuah hub yang berada di tengah-tengah jaringan. Kabel UTP yang digunakan adalah kabel UTP Kategori 3, UTP Kategori 4, atau UTP Kategori 5, yang diberi ujung konektor RJ-45.

Panjang maksimum satu buah segmen jaringan 10BaseT adalah 100 meter. Jika jarak antara dua segmen melebihi jarak ini, maka dua segmen tersebut harus dihubungkan dengan menggunakan repeater. Jarak minimum sebuah segmen adalah 2.5 meter. Dengan menggunakan stackable hub (hub yang dapat ditumpuk), sebuah jaringan yang cukup besar dapat dibentuk dengan menggunakan standar ini. Meskipun standar ini mendukung hingga 1024 node, sebaiknya dalam satu jaringan jangan terdapat lebih dari 300 node agar kinerja yang lebih baik, mengingat semakin banyak node yang terhubung akan memperbanyak kolisi yang terjadi.

Nama 10BaseT diambil dari beberapa komponen yang menyusunnya, yakni:

  • Kecepatan maksimum jaringan (10 Mbit/detik)
  • Metode transmisi jaringan (Baseband)
  • Kabel yang digunakan (Twisted-Pair).

10BaseTx ini adalah standar yang digunakan untuk fast Ethernet. Spesifikasi ini diratifikasi sebagai IEEE 802.3u pada tahun 1995 ini menjadi evolusi yang mengizinkan transmisi data yang jauh lebih cepat (10 kali lipat) dibandingkan dengan standar Ethernet yang sebelumnya, dengan menggunakan metode media access control yang sama, yakni Carrier Sense Multiple Access with Collision Detection (CSMA/CD). Selain itu, format frame yang digunakannya pun juga sama dengan Ethernet biasa, sehingga kompatibel dengan Ethernet. Pengabelan yang digunakan pun juga sama, yakni menggunakan kabel twisted pair, atau kabel serat optik meski kabel koaksial (yang digunakan oleh Ethernet 10Base2 dan 10Base5) telah ditinggalkan.

Standar ini dapat bekerja dalam modus full-duplex atau half-duplex dan dapat diimplementasikan di dalam jaringan yang menggunakan hub atau switch.

 

4.7.2 Minimum terdiri dari 16 Port 10/100 yang mendukung full duplex  dan Half Duplex

Full Duplex artinya mampu menerima dan mengirimkan data pada saat yang bersamaan.

Half Duplex artinya sebuah device hanya dapat mengirim atau menerima data pada suatu waktu tertentu.

4.7.3   Kompatibel  Dengan semua Sistem Operasi

Semua kemampuan diatas dapat dijalankan tentunya jika cocok atau dapat berjalan pada Sistem Operasi yang benar.

 

4.8     Perangkat – perangkat untuk jaringan

Spesifikasi Untuk Workstation :

  • Processor                    : Pentium / AMD 1Ghz
  • Memory             : 256 Mb
  • Kartu jaringan    : 1 (Onboard)
  • Hardisk             : 40 Gb
  • Monitor             : 17” Flat

Spesifikasi Untuk Server :

  • Processor                    : Pentium / AMD 1,7 Ghz
  • Memory             : Min 1 GB
  • Kartu jaringan    : Min 1 (Onboard/PCI)
  • Hardisk             : 40 Gb
  • Monitor             : 17” Flat

Spesifikasi Switch / Hub :

  • Port                            : 16 Port
  • Transmisi                     : 10/100
  • Fitur                           : Mendukung integrasi 10BaseT dengan 10BaseTX, Kompatibel dengan semua system operasi.

 

Spesifikasi Router         :

  • Mendukung Wireless Lan
  • Ada 1 port untuk ADSL
  • Dapat dikonfigurasi lewat web

4.9     Merangkai Switch/Hub dengan perangkat lain.

Gambar 10 Rangkaian Switch / hub dengan perangkat lain

 

Menghubungkan Switch pada komputer :

          Di belakang switch ada panel standar untuk Port RJ-45 sebanyak 5,8,16 (tergantung dari model). Setiap port akan mendeteksi secara otomatis kecepatan dan Duplex pada setiap kabel yang dihubungkan dengan kartu jaringan, switch,hub, dan lain – lain. Port ini dapat beroperasi dengan kedua nya baik Full Duplex ataupun dengan Half Duplex , dengan kecepatan 200Mbps, 100 Mbps, 20 Mbps, 10 Mbps.

Setiap port pada switch anda dapat dikoneksikan dengan Workstation, file server, Hubs, Repeaters, bridges, routers atau dengan switch  lainnya.

Koneksi ke switch menggunakan kabel jaringan UTP kategori dengan penghubung RJ 45, yang tidak dapat melebihi 100 meter (328 kaki) panjangnya.

Untuk mengkoneksikan dengan computer secara langsung ke switch, masukkan ujung kabel ke switch dan ujung kabel satunya lagi ke kartu jaringan computer.

 

 4.10  Menghubungkan antar Switch

Gambar 11 Rangkaian antar switch

 

Sambungkan ujung kabel jaringan UTP kategori 5 yang satu di switch A dan ujung satunya lagi pada switch B, sehingga dapat dikoneksikan antara switch A dan switch B karena kabel itu dijadikan sebagai uplink.

Contoh : seperti gambar diatas  switch server pada port 1 dihubungkan dengan switch A, port 2 pada switch server dihubungkan dengan switch B, dan selanjutnya.

 

4.11   Beberapa cara mengkoneksikan jaringan.

4.11.1         Tanpa menggunakan router

Topologi yang biasa digunakan adalah jenis topologi star. Dengan cara yaitu :

Dengan Menggunakan 2 Kartu Jaringan

Dengan menggunakan 2 kartu jaringan pada salah satu computer yang akan gunakan sebagai komputer server dimana komputer ini harus menyala dahulu baru semua komputer dapat terhubung.

 

Memberikan IP address pada computer server

1. Klik Tombol Start, lalu klik tombol Control Panel

  1. Klik Network Connection

  1. Klik Kartu jaringan pertama

 

 

 

 

  1. Klik Internet Protocol (TCP / IP), Lalu klik Properties

  1. Klik use the following IP Address, dan isi IP address, Subnet mask, dan default gateway, serta DNS (dari provider internet kita)

 

Isilah IP address yang diberikan oleh provider internet anda, serta subnet mask, default gateway dan DNS dari provider internet anda

  1. Setelah selesai di konfigurasi anda kembali ke menu sebelumnya, pilihlah tab Advance dan centang allow another network users to connectthrough this computer’s internet connection

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. setelah kita ok, akan muncul message box

  1. Klik yes, maka kartu jaringan yang satu lagi akan terkonfigurasi sendiri. Dengan IP Address yaitu : 1921.68.0.1

 

 Memberikan IP Address pada komputer client

  1. Klik Tombol Start, lalu klik tombol Control Panel
  2. Klik Network Connection
  3. Klik Kartu jaringan pertama
  4. Klik Internet Protocol (TCP / IP), Lalu klik Properties
  5. Klik Obtain an IP Address automatically

 

 

 

  1. Klik Advance, pada default gateway klik add

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Isi dengan 192.168.0.1 dan centang automatic metric

 

Setelah semua langkah diatas selesai kita tes koneksi jaringan apa kah valid atau tidak dengan

  1. Klik start lalu klik run

 

 

  1. Ketik cmd

  1. maka akan muncul Dos Prompt, ketik ping 192.168.0.1

 

 

 

 

  1. Jika koneksi telah valid maka akan mendapatkan balasan, jika tidak berarti akan muncul request time out.

 

 

4.11.2         Dengan Menggunakan Router

  1. Dengan menggunakan web, ketik pada alamat web (biasa pada router alamat default 192.168.1.1)

 

 

  1. Setelah kita Go maka akan muncul pop up box, isilah username dan password sesuai dengan buku petunjuk router

  1. Setelah itu kita akan masuk dalam konfigurasi router,pilihlah IP negotiated (ini adalah IP dari provider internet)

 

 

  1. Setelah itu kita konfigurasi VLAN, IP Address type pilij static IP Address, Dan IP Address kita bias berikan contoh :191.168.0.1/24

 

 

 

 

 

 

  1. Setelah ini semua kita harus mengisi NAT, pilihlah VLAN1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk pengetesan valid atau tidak nya kita dapat menggunakan cara seperti diatas yang telah kita bahas

 

4.12  Langkah-langkah Installasi Windows XP Professional

Kita mulai dengan menjalankan instalasi Windows XP dari CD. Kita akan mengganggap komputer anda belum mempunyai apa-apa sistem operasi di dalamnya.

 

1. Hidupkan PC anda dan masukkan CD-ROM Windows XP Professional ke

dalam piring. Anda perlulah terlebih dahulu mengaturkan supaya sistem anda

dapat boot melalui CD-ROM.

 

2. Selepas komputer selesai menjalankan POST, rutin setup untuk Windows XP

akan bermula. Lihat gambar di bawah berikut:

 

 

 

Awalan program menunjukkan proses penyalinan fail-fail yang diperlukan oleh

Windows XP. Semasa proses ini dijalankan, program setup akan memuatkan

Windows XP (versi minimal) sebelum dapat memulakan program setup. Secara

spesifik, saat ini Windows akan memuatkan pemacu (driver) bagi kegunaan

perkakasan yang tertentu.

 

3. Setelah  program setup selesai memuatkan kesemua fail-fail pemacu yang

diperlukan, anda kan dapat melihat pilihan partition bagi sistem anda. Lihat

gambar dibawah:

Gambar  di atas menunjukkan sistem anda masih belum mempunyai partition.

Untuk menciptakan partition, anda boleh menggunakan utiliti ini. NOTA: Jika

sistem anda sudah mempunyai partition, anda boleh membuang partition

tersebut dan menggantikan dengan partition yang baru. Untuk membuang

partition, tekan pilihan D. Untuk mencipta partition, tekan pilihan C.

4. Apabila anda memilih untuk mencipta partition baru, anda akan di bawa ke

menu berikut.

Gambar di atas menunjukkan menu Partition. Anda diberi pilihan untuk meletakkan ukuran partition yang ingin diciptakan. Jika anda tidak memahami maksud partition, saya mencadangkan anda menggunakan keseluruhan ukuran partition secara maksimal, tekan tombol Enter untuk ke peringkat seterusnya. NOTA: Perlu diingat Windows XP memerlukan ukuran  sekurang-kurangnya 1.5GB.

5. Kemudian, anda akan ditanya bentuk format bagi partition baru anda.

Terdapat beberapa pilihan format iaitu NTFS (Quick), FAT (Quick), NTFS, dan

FAT. Pilih jenis format yang dikehendaki dan tekan tombol Enter untuk ke

menu selanjutnya.

 

 

 

 

 

 

 

6. Setelah anda memilih jenis format, program setup akan memulakan proses

format pada partition yang diciptakan. Bergantung kepada ukuran partition dan

jenis sistem fail yang dipilih, proses ini akan mengambil masa antara 1 hingga

10 minit untuk selesai.

 

Gambar di atas menunjukkan proses memformat partition.

 

 

7. Kemudian Windows XP akan memulai proses menyalin fail-fail  sumber

Windows XP dari CD ke dalam partition baru. Proses ini akan mengambil

beberapa menit.

Gambar  proses menyalin fail-fail Windows ke dalam Hardisk.

 

8. Setelah selesai menyalin fail-fail Windows, sistem akan reboot. Setelah komputer anda selesai reboot, program setup akan bertukar ke mod GUI, saat ini sistem akan mengena lpasti dan memasang perangkat yang terdapat di dalam PC anda. Pada proses ini juga akan menyebabkan monitor anda berkedip-kedip untuk beberapa kali karena sistem mencoba untuk mengenal pasti jenis kartu grafis yang sedang digunakan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9. Semasa dalam mod GUI, anda akan ditanya untuk memeriksa setting Regional dan Language. Anda juga perlu memasukkan Product Key bagi Windows XP. Nomor Product Key ini boleh didapati di label CD Windows XP.

10. Klik tombol Next. Pada paparan berikutnya, masukkan nama komputer dan kata laluan Administrator. Klik tombol Next, dan pada paparan seterusnya, pilih Time Zone bagi kawasan anda.

 

11. Pada langkah berikutnya, anda akan menetapkan konfigurasi pada Network Settings, terdapat dua pilihan diberikan: Typical dan Custom. Jika anda memilih Typical settings, sistem anda akan dipasangkan dengan komponen-komponen berikut:

- Client for Microsoft Networks
- QoS Packet Scheduler
- File and Print Sharing for Microsoft Networks
- TCP/IP, configured for DHCP

Jika anda memilih Custom settings, anda akan diberi peluang untuk menambah dan menetapkan konfigurasi network secara manual. Anda tidak perlu risau tentang ini, jika anda melakukan kesilapan pada konfigurasi, anda masih boleh mengubahnya kemudian.

Gambar di atas menunjukkan konfigurasi Network Settings.

12. Berikutnya, anda perlu menetapkan jenis network yang ingin disertai, sama ada Workgroup atau Domain. Jika anda memilih untuk menyertai Domain, anda akan ditanya untuk memasukkan nama username serta password mengesahkan identiti anda.Kemudian klik tombol Next.

Gambar di atas menunjukkan menu untuk memilih Workgroup atau Domain.

13. Sekarang anda bolehlah membiarkan sistem anda menyalinkan fail-fail yang diperlukan. Semasa proses penyalinan ini, sistem anda akan memasang program-program ke dalam Start Menu, mendaftarkan komponen Windows dan membuang fail-fail sementara dari Temporary folder.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

14. Apabila proses setup hampir siap, sistem anda akan melakukan dibentuki dan reboot. Jika semuanya berada dalam keadaan baik, sistem anda terus akan memuatkan Windows XP Professional dan anda bolehlah menggunakan sistem operasi baru anda. Lakukan pemasangan perisian-perisian pihak ketiga seperti program utiliti, antivirus, aplikasi internet anda dapat memasuki desktop Windows XP.

 

4.13   Pengujian Switch sesuai dengan pabrikan

Langkah- langkah pengujian:

  1. Sambungkan kabel power pada switch pada listrik sehingga switch menyala
  2. Cek apakah semua lampu indikator menyala semua
  3. Hubungkan ujung kabel pada switch dan satunya pada komputer A, cek apakah lampu indikator menyala dengan baik
  4. Teruskan langkah ketiga pada setiap port yang ada pada switch

Jika keempat langkah diatas berjalan sempurna maka pengujian switch sesuai pabrikan telah disimpulkan bahwa switch tersebut berjalan dengan baik

4.14   Pengujian bahwa tidak ada jaringan yang terisolasi

Langkah – langkah pengujian :

  1. Lakukan syntax  “ipconfig” pada dos prompt pada setiap komputer yang terhubung dengan switchcontoh  : ipconfig/all, lalu perhatikan ada tidak perbedaan pada setiap komputer, misal : komputer A IP address 192.168.0.5, komputer B IP address 192.168.4.7, jika iya maka ada kesalahan pada pengkonfigurasian jaringan. Seharus nya Komputer A 192.168.0.5, Komputer B 192,168.0.150 pengkodean address pada 3 digit yang terakhir harus sama
  2. Setelah itu lakukan syntax “ping” pada dos prompt pada setiap komputer yang terhubung dengan switch, contoh : ping 192.168.0.1 jika ada balasan “Request time out “ maka komputer tersebut terisolasi atau ada kesalahan pada konfigurasi jaringan


BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

5.1     Sumber Daya Manusia

 

Pelatih

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
    1. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
    2. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
    3. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
    4. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
      1. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2        Sumber-sumber Perpustakaan

           

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi dari perusahan
  2. Lembar kerja
  3. Gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

5.3     Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan

Judul/Nama Pelatihan        : Instalasi Non-Manageable Switch pada jaringan

Kode Program Pelatihan    : TIK JK02.008.01

 

No

Unit Kompetensi

Kode Unit

Daftar Peralatan

Daftar Bahan

Keterangan

1

Installasi Non Manageable switch pada jaringan

TIK JK02.008.01

-Hardware Optimal : CPU Pentium IV, RAM 512MB, Hardisk 80GB, Monitor 15”

 

- CD Driver LAN

- CD Software OS: Microsoft Windows XP atau Linux Redhat

-

 

 


DAFTAR PUSTAKA

  • Website :

Testimoni

artikel lainnya Menginstall Non Manageable Switch Pada Jaringan TIK.JK02.008.01



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Wednesday 13 August 2014 | blog

A.        Asesmen Otentik dan Kelas Bagi Siswa SMA Kelas I   1.          Contoh Tes Otentik (Aplikasi…

Friday 8 August 2014 | blog

Tes Tulis Contoh 1   Satuan Pendidikan : SMP Mata Pelajaran       : Matematika Kelas                        : VII…

Wednesday 13 August 2014 | blog

KISI-KISI SOAL UTS KELAS XII NO SK / KD INDIKATOR BENTUK SOAL NO SOAL SOAL KUNCI…

Sunday 25 January 2015 | blog

YAYASAN PENDIDIKAN WARGA SURAKARTA SMA WARGA SKA JL. MONGINSIDI No. 21 TELP. 638873 SURAKARTA 57128  …