Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Menginstall Dan Mengkonfigurasi Tcp/Ip Statis Pada Workstation Yang Terhubung Jaringan TIK.JK02.014.01

Feb
26
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER

DAN SISTEM ADMINISTRASI

 

 

MENGINSTALL DAN MENGKONFIGURASI TCP/IP STATIS PADA WORKSTATION YANG TERHUBUNG JARINGAN

TIK.JK02.014.01

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

BAB I PENGANTAR.. 4

1.1.       Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 4

1.2        Desain Modul 4

1.2.1 Isi Modul 4

1.2.2 Pelaksanaan Modul 5

1.3        Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 6

1.4        Pengertian-pengertian Istilah. 7

BAB II STANDAR KOMPETENSI. 9

2.1.       Peta Paket Pelatihan. 9

2.2.       Pengertian Unit Standar Kompetensi 9

2.3.       Unit Kompetensi yang Dipelajari 10

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN.. 15

3.1.       Strategi Pelatihan. 15

3.2.       Metode Pelatihan. 16

BAB IV MATERI UNIT KOMPETENSI. 17

Menginstalasi Dan Mengkonfigurasi TCP / IP Statis Pada Workstation Yang Terhubung Pada Jaringan  17

4.1        Pengenalan jaringan. 18

4.3        Komponen Jaringan. 19

4.4  Teknologi LAN. 21

4.4.1 100BaseT. 21

4.5        SWITCH. 21

4.5.1 Cut through. 21

4.5.2 Store and forward. 22

4.6  Hub. 22

4.7 Perangkat Lunak. 23

4.8 Kabel 24

4.8        Pengalamatan IP. 25

4.8.1 IP Address. 25

4.8.2   Kelas – Kelas IP Address. 26

4.8.3   Private IP address. 27

4.8.4  Subnet Masks. 28

4.9 Classless Inter-Domain Routing (CIDR) 29

4.10 Daftar Peralatan yang diperlukan dalam Mengkonfigurasi TCP/IP Statis yang Terhubung pada Jaringan. 30

4.11 Langkah-langkah Pemasangan IP Statik pada Komputer yang terhubung pada Jaringan  33

BAB V SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN.. 50

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI. 50

5.1.       Sumber Daya Manusia. 50

5.2.       Sumber-sumber Perpustakaan. 51

5.3.       Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan. 51

5.4.       DAFTAR PUSTAKA. 52

 


BAB I

PENGANTAR

 

1.1.          Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda komnopeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2     Desain Modul

Modul ini didisain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaiakan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.1 Isi Modul

a.       Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

 

b.       Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.

  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

c.       Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.2  Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.
  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
  • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.
  • Memberikan jawaban pada Buku Kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.
  • Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3        Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency).

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

 

 

 

 

1.4        Pengertian-pengertian Istilah

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

 

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1.      Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

TIK.JK02.015.01  Menginstalasi dan mengkonfigurasi TCP/IP dinamis pada workstation yang terhubung pada jaringan

 

2.2.      Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

Apa yang akan Anda pelajari dari Unit Kompetensi ini?

Anda akan diajarkan untuk mendesain LAN secara umum.

 

Berapa lama Unit Kompetensi ini dapat diselesaikan?

Pada sistem pelatihan berdasarkan kompetensi, fokusnya ada pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dalam jangka waktu tiga sampai lima hari. Pelatihan ini dijutukan bagi semua user terutama yang tugasnya berkaitan dengan jaringan seperti staff support dan staff admin jaringan.

 

Berapa banyak/kesempatan yang Anda miliki untuk mencapai kompetensi?

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan.

Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3.      Unit Kompetensi yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan  untuk dapat :

  • mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  • memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  • menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

KODE UNIT        : TIK.JK02.014.01

 

JUDUL UNIT      : Menginstalasi Dan Mengkonfigurasi TCP / IP Statis Pada Workstation Yang terhubung Pada Jaringan

 

DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan untuk menginstalasi dan mengkonfigurasi protokol TCP / IP pada suatu workstation yang terhubung dengan jaringan.  Peng-alamatan pada workstation ditentukan berdasarkan setting TCP / IP ini (tidak menggunakan DHCP).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

Mengidentifikasi Workstation 1.1     Sistem operasi yang berjalan di workstation diidentifikasi.

 

1.2     Informasi cara menginstal dan mengkonfigurasi TCP / IP pada sistem operasi yang bersangkutan dikumpulkan.

 

Mengumpulkan informasi internetworking 2.1     IP address untuk workstation yang bersangkutan diidentifikasi.

 

2.2     Subnet mask untuk jaringan diidentifikasi.

 

2.3     IP address dari default gateway diidentifikasi.

 

2.4     IP address (nama) DNS server yang digunakan diidentifikasi.

 

Menginstal protokol TCP / IP 3.1     NIC dipastikan harus sudah terdeteksi oleh sistem operasi.

 

3.2     Perintah untuk menginstalasi protokol TCP / IP dijalankan (sesuai dengan sistem operasi yang digunakan).

 

3.3     Informasi internetworking diberikan pada program instalasi.

 

 

3.4     Bila diperlukan, workstation di-boot ulang.

 

3.5     Aplikasi program utilitas untuk menampilkan konfigurasi dasar TCP / IP dijalankan untuk mencek ulang hasil konfigurasi.

 

Menguji koneksi TCP / IP 4.1     Perintah ping ke suatu IP address remote station dijalankan untuk meyakinkan koneksi fisik sudah terbentuk.

 

4.2     Perintah ping ke suatu nama domain dijalankan untuk meyakinkan bahwa koneksi ke DNS server sudah terbentuk.

 

 

BATASAN VARIABEL

 

1.       Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.       Dalam melaksanakan unit kompetensi ini didukung dengan tersedianya:

2.1      Peralatan yang terkait dengan pelaksanaan.

2.2     SOP yang berlaku di perusahaan.

2.3     Dokumen  arsitektur jaringan.

 

PANDUAN PENILAIAN

 

  1. Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini :

1.1     Pengetahuan dasar

1.1.1 Sistem Jaringan komputer.

1.1.2 Sistem Operasi Jaringan.

 

1.2       Keterampilan dasar

1.2.1           Mengoperasikan sistem komputer.

 

2.  Konteks penilaian

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara praktek  dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

3.  Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan :

3.1       Kemampuan untuk mengidentifikasi workstation.

3.2       Kemampuan untuk menginstalasi dan mengkonfigurasi TCP / IP pada Workstation.

3.3       Kemampuan untuk menguji koneksi TCP / IP.

 

4.       Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1     Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan:

4.1.1  TIK.JK02.015.01  Menginstalasi dan mengkonfigurasi TCP/IP dinamis pada workstation yang terhubung pada  jaringan

 

4.2     Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

Kompetensi Kunci

 

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

1

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

2

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1.      Strategi Pelatihan        

Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indicator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2.      Metode Pelatihan         

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

Menginstalasi Dan Mengkonfigurasi TCP / IP Statis Pada Workstation Yang Terhubung Pada Jaringan

 

 

pilih Tujuan Instruksional Umum

Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan proses instalasi dan konfigurasi TCP / IP statis pada workstation yang terhubung pada jaringan

Siswa mampu melakukan implementasi dan penghitungan TCP/IP secara mandiri

 

Tujuan Instruksional Khusus

Siswa mampu menyebutkan komponen-komponen TCP/IP

Siswa mampu menjelaskan beberapa komponen jaringan

Siswa mampu menjelaskan keperluan dalam pembuatan jaringan

Siswa mampu menjelaskan mengenai topologi jaringan

Siswa mampu memilih topologi jaringan yang sesuai

Siswa mampu menyebutkan perangkat lunak yang diperlukan dalam proses instalasi TCP / IP jaringan

Siswa mampu melakukan subnetting

Siswa mampu melakukan pemberian alamat IP

 

 

 


4.1  Pengenalan jaringan

 

Jaringan / network adalah suatu mekanisme yang memungkinkan berbagai komputer terhubung dan para penggunanya dapat berkomunikasi dan share resources satu sama. Informasi dan data bergerak melalui media transmisi jaringan sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer untuk saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware / software yang terhubung dengan jaringan.

 

Saat ini kita mengenal beberapa jenis jaringan pada umumnya yatu jaringan data dan internet.

 

Jaringan data adalah sebuah jaringan yang memungkinkan komputer-komputer yang ada saling bertukar data. Contoh yang paling sederhana adalah dari jaringan data adalah dua buah PC terhubung melalui sebuah kabel. Akan tetapi rata-rata jaringan data menghubungkan banyak alat.

 

Jaringan internet adalah sekumpulan jaringan-jaringan yang saling terhubung oleh alat jaringan dan akan menjadikan jaringan-jaringan tersebut sebagai satu jaringan yang besar. Public Internet adalah contoh yang paling mudah dikenali sebagai jaringan tunggal yang menghubungkan jutaan komputer.

 

4.2   Arsitektur Jaringan

 

Ada 3 jenis arsitektur jaringan data :

  1. LAN (Local Area Network)

Jaringan ini beroperasi dalam area yang jaraknya terbatas(kurang dari 10 kilometer).Biasanya jaringan ini bersifat tertutup karena hanya digunakan oleh sekumpulan orang dan memberikan akses bandwith yang tinggi dalam lingkup kelompok yang menggunakannya.Alat yang biasa digunakan adalah Switch dan Hub.

 

 

  1. WAN (Wide Area Network)

Jaringan ini beroperasi dalam area yang lebih luas dari LAN.Biasanya jaringan WAN berfungsi untuk menghubungkan LAN yang berada terpisah secara geografis. Biasanya digunakan juga untuk fulltime/partime connectivity antar daerah dan juga untuk public services seperti email. Alat yang biasa digunakan di jaringan ini adalah Router.

 

  1. MAN (Metropolitan Area Network )

Jaringan ini beroperasi dalam area yang lebih luas secara geografis.Biasanya menghubungkan jaringan WAN yang terpisah sehingga memungkinkan untuk terjadinya pertukaran informasi dan sharing data dan devices. Alat yang digunakan adala kumpulan dari Router dan Gateway.

 

4.3  Komponen Jaringan

IP merupakan protokol yang memberikan alamat atau identitas logikal untuk peralatan di jaringan komputer. IP mempunyai tiga fungsi utama, yaitu servis yang tidak bergaransi (connectionless oriented), pemecahan (fragmentation) dan penyatuan paket-paket, serta fungsi meneruskan paket (routing).

 

Di bawah ini akan dijelaskan lebih rinci beberapa komponen jaringan yang digunakan dalam protocol TCP/IP :

  1. Network Interface Card (NIC)

NIC adalah kartu jaringan yang berupa papan elektronik yang akan dipasang pada setiap komputer yang terhubung pada jaringan. Saat ini, banyak sekali jenis kartu jaringan. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diketahui dari kartu jaringan seperti tipe kartu, jenis protokol dan tipe kabel yang didukungnya.

Gambar 1 Network Interface Card

 

Dengan perkembangan PC dan mainboard, maka tipe dan expansion slot pun bermacam-macam. Ketika membeli komputer (khususnya komputer rakitan), tidak semua slot terisi. Slot yang kosong dapat digunakan untuk melakukan pemasangan kartu tambahan (mis: kartu suara, modem internal, atau kartu jaringan). Untuk membedakan slot ISA dan PCI tidak begitu sulit. Jika casing komputer dibuka, slot ISA biasanya berwarna hitam, sedangkan PCI berwarna putih. Untuk slot yang bewarna coklat umumnya adalah slot AGP.

 

Untuk protokol jaringan, ada beberapa protokol untuk sebuah kartu jaringan seperti Ethernet, Fast Ethernet, Token Ring, FDDI, dan ATM. Jenis Ethernet atau Fast Ethernet sering digunakan.

Untuk kabel, saat ini yang banyak digunakan adalah menggunakan UTP dengan konektor RJ 45 apabila terkoneksi dengan switch atau hub.Sedangkan apabila terkoneksi dengan modem, rata-rata menggunakan kabel line telepon dengan konektor RJ 11.

 

 

4.4  Teknologi LAN

4.4.1 100BaseT

100BaseT disebut sebagai fast ethernet atau 100BaseX. Ethernet ini memiliki kecepatan 100Mbps. Ada beberapa tipe 100BaseT berdasarkan kabel yang digunakan.

  • 100BaseT4 memakai kabel UTP kategori 3, 4, atau 5. Kabel yang digunakan ada 4 buah
  • 100BaseTX, memakai kabel UTP kategori 5 dan kabel yang dipakai hanya dua pasang
  • 100BaseFX, menggunakan kabel serat optik

 

Pada 100BaseT yang menggunakan kabel koaksial, maksimum total panjang kabel yang menggunakan hub Class II yaitu 205 meter dengan 100 meter panjang segmen dan 5 meter adalah panjang kabel untuk menghubungkan hub ke hub. Sementara itu untuk 100BaseFX dengan menggunakan 2 repeater bisa mencapai 412 meter, dan panjang dengan serat optik dapat mencapai 2000 meter.

 

4.5      SWITCH

 

Switch dikenal juga dengan istilah LAN switch merupakan perluasan dari bridge. Ada dua buah arsitektur switch, sebagai berikut:

 

4.5.1      Cut through

Kelebihan dari arsitektur switch ini terletak pada kecepatan, karena pada saat sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya.

 

4.5.2      Store and forward

Switch ini menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuknya memerlukan waktu.

 

Keuntungan menggunakan switch apabila bila switch tersebut merupakan base Ethernet adalah karena setiap segmen jaringan memiliki bandwith 10 Mbps penuh,dan 100 Mbps apabila base Fast Ethernet dan  tidak terbagi seperti pada hub.

Gambar 2 Switch

4.6  Hub

Hub adalah suatu perangkat yang memiliki banyak port. Hub akan menghubungkan beberapa node (komputer) sehingga akan membentuk suatu jaringan dengan topologi star. Pada jaringan yang umum, sebuah port akan menghubungkan hub dengan Gateway Internet. Sementara itu port yang lain digunakan untuk menghubungkan hub dengan node-node.

 

Penggunaan hub dapat dikembangkan dengan menghubungkan suatu hub ke hub lainnya. Sedangkan dari segi pengelolaannya, HUB dibagi menjadi dua jenis, sebagai berikut:

Hub manageable

Hub jenis ini bisa dikelola dengan software yang ada di bawahnya.

Hub non-managable

Hub jenis ini pengelolaannya dilakukan secara manual.

 

Hub hanya memungkinkan user untuk berbagi jalur yang sama. Pada jaringan tersebut, tiap user hanya akan mendapatkan kecepatan dari bandwith yang ada. Misalkan jaringan yang digunakan adalah Ethernet 10 Mbps dan pada jaringan tersebut tersambung 10 unit komputer. Jika semua komputer tersambung ke jaringan secara bersamaan, maka bandwith yang dapat digunakan oleh masing-masing user rata-rata adalah 1 Mbps.

 

Gambar 3 Hub

 

4.7 Perangkat Lunak

Operasi sistem yang digunakan dalam jaringan bermacam-macam. Yang paling populer adalah Linux dan Microsoft Windows. Dalam modul ini, perangkat lunak yang digunakan lebih dititiberatkan kepada Microsoft Windows.

 

Jika ingin membuat sebuah jaringan Workgroup, dapat menggunakan sistem operasi Windows 95, Windows 98, atau Windows ME. Untuk lebih baiknya, direkomendasikan untuk menggunakan sistem operasi Windows XP Home atau Proffesional. Pilihan ini tergantung pada kebutuhan dan pilihan pengguna.

 

4.8 Kabel

Kabel yang digunakan dalam jaringan adalah :

1.Kabel UTP

Ada dua buah jenis kabel UTP yakni shielded dan unshielded. Shielded adalah kabel yang memiliki selubung pembungkus. Sedangkan unshielded tidak memiliki selubung pembungkus. Untuk koneksinya digunakan konektor  RJ-45.

 

Gambar 4 Konektor RJ-45

 

Ada beberapa kategori dari kabel UTP. Yang paling baik adalah kategori 5. Ada dua jenis kabel, yakni straight-through dan crossed. Kabel Straight-through dipakai untuk menghubungkan komputer ke Hub, komputer ke Switch atau Switch ke Switch. Sedangkan kabel crossed digunakan untuk menghubungkan Hub ke Hub atau Router ke Router. Untuk kabel kategori 5, ada 8 buah kabel kecil di dalamnya yang masing-masing memiliki kode warna. Akan tetapi hanya kabel 1,2,3,6. Walaupun demikian, ke delapan kabel tersebut semuanya terhubung dengan jack.

 

Untuk kabel straight-through, kabel 1, 2, 3, dan 6 pada suatu ujung juga di kabel 1,2,3, dan 6 pada ujung lainnya. Sedangkan untuk kabel crossed, ujung yang satu adalah kebalikan dari ujung yang lain ( 1 menjadi 3 dan 2 menjadi 6).

 

Gambar 5  Kabel UTP

 

 

4.8 Pengalamatan IP

4.8.1 IP Address

IP address adalah alamat logika yang diberikan ke peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri dari 32 bit angka binari, yang ditulis dalam empat kelompok terdiri atas 8 bit (oktat) yang dipisah oleh tanda titik. Contohnya adalah : 11000000.00010000.00001010.00000001 atau dapat juga ditulis dalam bentuk empat kelompok angka desimal (0-255) yaitu 192.16.10.1. IP address yang terdiri atas 32 bit angka dikenal sebagai IP versi 4 (IPv4).

Gambar 6 IP Header

TCP/IP melihat semua IP address sebagai dua bagian jaringan, yaitu network ID dan host ID. Network ID menentukan alamat jaringan sedangkan host ID menentukan alamat host atau komputer. Oleh sebab itu, IP address memberikan alamat lengkap suatu komputer berupa gabungan alamat jaringan dan host. Jumlah kelompok angka yang termasuk network ID dan  host ID tergantung pada kelas IP address yang dipakai.

 

 

4.8.2   Kelas – Kelas IP Address

IP address dapat dibedakan menjadi lima kelas, yaitu A, B, C, D, dan E . Dalam hal ini kelas A, B, dan C digunakan untuk address biasa. Sedangkan kelas D digunakan untuk multicasting ( 224.0.0.0 – 239.255.255.255 ) dan kelas E ( 240.0.0.0 – 247.255.255.255 )  dicadangkan dan belum digunakan. Agar peralatan dapat mengetahui kelas suatu IP address, maka setiap IP harus memiliki subnet mask. Dengan memperhatikan default subnet mask yang diberikan, kelas suatu IP address dapat diketahui. Berikut pada tabel 2.1 dijelaskan mengenai pengelompokan kelas – kelas IP address beserta dengan jumlah jaringan dan jumlah host per jaringan yang dapat digunakan beserta default subnet mask-nya.

 

Tabel 1  Kelas – kelas IP address

Kelas

IP

address

Kelompok oktat pertama Network ID Host ID Jumlah jaringan Jumlah host per jaringan Default subnet

mask

A 1 – 126 w. x.y.z 128 16.777.216 255.0.0.0
B 128 – 191 w.x y.z 16.384 65.536 255.255.0.0
C 192 – 223 w.x.y z 2.097.152 256 255.255.255.0

 

 

Dalam penggunaan IP address ada peraturan tambahan yang harus diketahui, yaitu :

  • Angka 127 pada oktat pertama digunakan untuk loopback
  • Network ID tidak boleh semuanya terdiri atas angka 0 atau 1
  • Host ID tidak boleh semuanya terdiri atas angka 0 atau 1

 

Jika host ID berupa angka binari 0, IP address ini merupakan network ID jaringannya. Jika host ID semuanya berupa angkan binari 1, IP address ini biasanya digunakan untuk broadcast  ke semua host dalam jaringan lokal.

 

4.8.3   Private IP address

 

Internet Assigned Number Authority (IANA) yang merupakan badan internasional, yang mengatur masalah pemberian IP address untuk digunakan dalam internet, menyediakan kelompok-kelompok IP address yang dapat dipakai tanpa pendaftaran yang disebut private IP address. Private address atau non-routable ini dialokasikan untuk digunakan pada jaringan yang tidak terkoneksi ke internet.

 

RFC 1918 bertemakan “Address Allocation for Private Internets” membahas tentang penggunaan jaringan / operasional jaringan menggunakan TCP/IP. Penggunaan IP publik dan private juga menjadi masalah yang dicermati berkenaan dengan global address space yang semakin berkurang setiap harinya. Berikut ini adalah set IP private yang direkomendasikan dalam RFC 1918.

 

Gambar 7 Rekomendasi IP private dalam RFC 1918

4.8.4  Subnet Masks

 

Agar skema  Subnet Address bisa berjalan, setiap mesin dalam jaringan harus mengetahui host address mana yang digunakan sebagai subnet address. Sebuah Subnet Mask besarnya 32 bit yang memungkinkan penerima packet IP untuk membedakan antara Network ID dengan host ID.

 

Administrator jaringan menciptakan 32-bit Subnet Mask yang terdiri dari angka 1 dan 0. Angka 1 dalam Subnet mask melambangkan posisi yang menunjuk pada alamat network atau subnet .Tidak semua jaringan memerlukan subnet,artinya mereka bisa menggunakan default Subnet Mask .Pada gambar di bawah ini menunjukan Subnet untuk setiap class IP. Standar ini tidak bisa diubah.Dengan kata lain, Class B tidak bisa membaca subnet Class A yaitu 255.0.0.0. untuk Class A, kita bisa mengubah standarnya.Class A harus membaca paling sedikit 255.0.0.0.

 

 

Gambar 8 Pembagian Class Subnet Mask

4.9 Classless Inter-Domain Routing (CIDR)

 

Istilah lain yang harus dikenali dalam IP Address adalah Classless Inter-Domain Routing (CIDR). Untuk mudahnya ini adalah metode yang digunakan ISP untuk mengalokasi sejumlah alamat untuk perusahaan ,rumah dan konsumen.

 

Mereka menyediakan alamat dalam bentuk blok tertentu, Ketika kita menerima sebuah blok alamat dari ISP yang akan kita lihat adalah sebagai berikut.: 192.168.10.32/28. Hal inilah yang memberitahu kita subnet manakah yang kita miliki.Tanda slash (“/”) menunjukan berapa banyak bit yang diubah menjadi angka 1.Jumlah maksimum angka 1 hanyalah 32 karena 1 byte adalah 8 bits dan ada 4 bytes dalam IP Address (4 ×8 = 32).Tetapi perlu diinget bahwa subnet mask terbesar hanya sampai /30 karena kita harus menyisakan setidaknya 2 bits untuk bit host.

 

Tabel 2 CIDR

Subnet Mask

CIDR Value

255.0.0.0

/8

255.128.0.0

/9

255.192.0.0

/10

255.224.0.0

/11

255.240.0.0

/12

255.248.0.0

/13

255.252.0.0

/14

255.254.0.0

/15

255.255.0.0

/16

255.255.128.0

/17

255.255.192.0

/18

255.255.224.0

/19

255.255.240.0

/20

255.255.248.0

/21

255.255.252.0

/22

255.255.254.0

/23

255.255.255.0

/24

255.255.255.128

/25

255.255.255.192

/26

255.255.255.224

/27

255.255.255.240

/28

255.255.255.248

/29

255.255.255.252

/30

 

 

 

4.10 Daftar Peralatan yang diperlukan dalam Mengkonfigurasi TCP/IP Statis yang Terhubung pada Jaringan

Untuk dapat terhubung dengan jaringan yang,ada beberapa hal yang harus diperhatikan secara fisikal dan logikal :

1.Secara Fisikal :

Pada dasarnya peralatan yang dibutuhkan untuk terkoneksi ke dalam suatu jaringan adalah :

  1. Komputer / Laptop dengan NIC
  2. Swith / Hub
  3. Kabel UTP untuk menghubungkan Komputer/ Laptop ke switch

Peralatan tambahan yang diperlukan :

  1. Crimping Tool*
  2. Konektor RJ 45*
  3. Obeng Kembang

Perangkat tambahan nomor 1 dan 2 diperlukan untuk membuat kabel UTP yang akan digunakan untuk menghubungkan komputer/Laptop dengan  Switch.Kabel yang kita perlukan adalah kabel Straight.(Perhatikan urutan kabel Straight)

 

Perhatikan perangkat yang kita gunakan. Apakah itu laptop atau komputer PC desktop. Biasanya laptop sudah memiliki NIC (Network Interface Card) yang terintegrasi.Untuk komputer dekstop biasanya perlu kita lakukan pemeriksaan. Pemeriksaan  ini perlu dilakukan agar komputer dapat terhubung ke dalam suatu jaringan.Komputer akan terhubung dengan kabel UTP di mana ujung yang satu masuk ke dalam port switch / hub dan yang lainnya masuk ke dalam komputer kita melalui NIC.Periksa apakah sudah ada NIC yang terpasang. Bila belum ada,kita harus menambahkan NIC supaya komputer kita dapat terhubung ke dalam jaringan yang ada.

 

2.Secara logikal :

Periksa apakah komputer kita sudah memiliki IP Address,IP Default Gateway,dan IP DNS Server yang terpasang dengan benar.Karena IP inilah yang menentukan apakah kita terhubung ke dalam suatu jaringan atau tidak.

Cara untuk melihat mengenai informasi IP Address, IP default Gateway dan IP DNS Server :

  1. Buka Start,Pilih Accessories,Lalu Command prompt

 

  1. Ketikan perintah ipconfig /all
  2. Output dari command ini akan menunjukan informasi mengenai IP Address ,IP Default Gateway,dan IP Dns Server yang terpasang di komputer kita.

 

  1. Untuk mengetes konektifitas ketikan perintah ping <IP Address>.

IP Address yang kita ping bisa menunjuk ke IP gateway  dan IP DNS.

 

 

4.11 Langkah-langkah Pemasangan IP Statik pada Komputer yang terhubung pada Jaringan

 

  1. Pasang NIC ke dalam komputer

 

Pemasangan NIC

langkah-langkah pemasangan NIC adalah sebagai berikut :

Buka casing komputer untuk workstation

Setelah casing terbuka, pasang (tancapkan) kartu jaringan ke soket atau slot PCI di komputer.

Pasang mur di bagian atas sehingga kartu jaringan kokoh dan tidak goyang.

Setelah selesai tutup casing dan rapikan letak komputer yang sudah dipasang kartu jaringan

Tancapkan kabel yang telah dipasang konektor RJ45 ke port di Hub atau Switch (device mana yang digunakan ) dan di komputer.

  1. Pemeriksaan apakah NIC sudah terinstall dalam komputer

Berikut langkah-langkah yang dilakukan :

Cara 1:

  1. Pilih Start

 

Gambar 9

 

  1. Setelah Menu Bar terbuka  pilih My Computer lalu klik kanan pada mouse lalu pilih Properties

 

Gambar 10

  1. Lalu akan muncul window System Properties

 

Gambar 11

  1. Pilih Tab Hardware lalu pilih Device Manager

 

Gambar 12

  1. Akan muncul window Device Manager.Apabila NIC telah terpasang dan terinstall dengan benar maka akan muncul seperti gambar berikut.

 

Gambar 13

Cara 2 :

1. Pilih Start lalu Control Panel

 

Gambar 14

2. Saat Window Control Panel terbuka pilih System

 

Gambar 15

3. Lalu akan muncul window System Properties

 

Gambar 16

4. Pilih Tab Hardware lalu pilih Device Manager

 

Gambar 17

  1. Akan muncul window Device Manager.Apabila NIC telah terpasang dan terinstall dengan benar maka akan muncul seperti gambar berikut.

 

Gambar 18

3. Pemasangan IP Address Statik Pada Komputer

Berikut langkah-langkah pemasangan IP Address pada komputer :

  1. Pilih Start

 

Gambar 19

 

  1. Setelah Menu Bar muncul, pilih Control Panel

 

Gambar 20

 

  1. Window Control Panel akan terbuka lalu pilih Network Connection

 

Gambar 21

  1. Pada Network Connection akan muncul beberapa pilihan.Pilih koneksi LAN. Klik kanan pada koneksi LAN lalu pilih Properties

 

Gambar 22

 

  1. Window Local Area Connection akan terbuka. Ada beberapa pilihan dalam window seperti : Client for Microsoft Network, File and Printer Sharing for Microsoft Network, dan lain- lain nya.Untuk memasang IP kita pilih yang Internet Connection(TCP/IP) lalu pilih Properties.

 

Gambar 23

 

  1. Akan muncul window Internet Connection (TCP/IP). Pilih option Use the Following IP Address dan Use the following DNS Server Address. Masukan IP Address , Subnet , dan Default gateway , IP dari DNS Server. Lalu OK.

 

 

Gambar 24

  1. Lalu Klik OK Pada window Local Area Connection Properties.

 

  1. Pemeriksaan untuk pemasangan IP Address

Ada 2 cara untuk mengecek apakah IP Address sudah terpasang dengan benar.

  1. Buka window Network Connection.(Pilih Start,Control Panel,Lalu nNetwork Connection). Klik double click pada gambar Local Area Connection.Akan muncul window yang menunjukan konektifitas LAN yaitu window Local Area Connection Status.Apabila IP sudah terpasang dengan benar maka status yang ditampilkan pada Tab General akan berupa tulisan connected.Pada Tab Support bisa dilihat pemasangan IP yang tadi kita pasang.
  2. Buka melalui Command Prompt.

Langkah-langkah yang dilakukan :

  1. PilihStart

 

Gambar 25

  1. Setelah Menu Bar muncul,pilih All Programs. Pilih Accecories lalu Command Prompt

 

Gambar 26

  1. Lalu akan muncul window Command Prompt

 

Gambar 27

  1. Ketikan command ipconfig atau ipconfig /all. Perbedaan antara 2 command ini bisa dilihat pada gambar berikut.

 

 

 

Gambar 28 Command ipconfig

 

Gambar 29 Command ipconfig /all

 

  1. Verifikasi Konektifitas

Langkah-langkah yang dilakukan :

  1. Buka Command Prompt
  2. Ketikan command Ping lalu IP Address gateway  atau IP Address dari user lain yang berada di jaringan kita untuk verifikasi konektifitas.Contoh di sini menggunakan IP dari gateway. Kita bisa menggunakan option command Ping IP Address –t apabila ingin melakukan monitoring terus menerus.Untuk menghentikan gunakan tombol Control + C.

 

Gambar 30 Command Ping IP Address

 

Gambar 31 Command ping IP Address –t

 

*Apabila kita sudah memasukan IP Address yang benar maka hasilnya akan muncul seperti 2 gambar di atas. Command Prompt akan memberikan keluaran Reply from IP Address(yang kita ping) dengan besar bytes dan waktu serta TTL(Time To Live).

 

 


BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

5.1.      Sumber Daya Manusia

 

Pelatih

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2.      Sumber-sumber Perpustakaan       

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi dari perusahan
  2. Lembar kerja
  3. Gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Sumber-sumber bacaan yang dapat digunakan :

Judul

Pengarang

Penerbit

 

:

:

:

 

 

Panduan Membangun Jaringan Komputer

Rahmat Rafiudin

Elex media Komputindo

 

 

 

5.3.      Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan         

  • Identifikasi kebutuhan pengalamatan IP yang akan diberikan.

Judul/Nama Pelatihan               : Menginstalasi Dan Mengkonfigurasi TCP / IP Statis Pada Workstation Yang Terhubung Pada Jaringan

Kode Program Pelatihan              :    TIK.JK02.014.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Menginstalasi Dan Mengkonfigurasi TCP / IP Statis Pada Workstation Yang Terhubung Pada Jaringan

 

TIK.JK02.014.01

-Crimping Tools.

- Network Tester

- Tang

- Cutter

-Obeng

 

- Kabel UTP

- NIC

-Konektor  RJ-45

-

 

-

 

 

 

 

 

 

 

 

5.4.          DAFTAR PUSTAKA

 

Testimoni

artikel lainnya Menginstall Dan Mengkonfigurasi Tcp/Ip Statis Pada Workstation Yang Terhubung Jaringan TIK.JK02.014.01



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Friday 28 November 2014 | blog

Menyiapkan Daftar Peralatan Pelatihan  (DPP) Waktu: 2  jam Tugas ini harus dikerjakan secara kelompok    …

Monday 13 July 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR KOMPUTER TECHNICAL SUPPORT       MENGEPAK DAN…

Friday 30 October 2015 | blog

ReadMore >>Testimoni Related posts: SP03 GANTI CARTRIDGE PRINTER CANON 745 746 SP01 GANTI CARTRIDGE PRINTER CANON…

Saturday 18 April 2015 | blog

  MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR PROGRAMMER KOMPUTER       MELAKUKAN KOMUNIKASI…