Advertisement
loading...

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

Advertisement

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER

DAN SISTEM ADMINISTRASI

 

 

MENGINSTALASI DAN

MENGKONFIGURASI WEB SERVER

TIK.JK04.008.01

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

Daftar Isi ………………………………………………………………………………….. ….    1

BAB I 3

PENGANTAR. 3

1.1     Konsep Dasar Competency Based Training (CBT) 3

1.2     Penjelasan Modul 3

1.2.1      Desain Modul 3

1.2.2      Isi Modul 3

1.2.3      Pelaksanaan Modul 4

1.2.4      Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 5

1.2.5      Pengertian – Pengertian / Istilah. 5

 

BAB II 7

STANDAR KOMPETENSI 7

2.1     Peta Paket Pelatihan. 7

2.2     Pengertian Unit Standar Kompetensi 7

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari 8

2.3.1      Kode dan Judul Unit 8

2.3.2      Deskripsi Unit 8

2.3.3      Elemen Kompetensi 8

2.3.4      Batasan Variabel 9

2.3.5      Panduan Penilaian. 9

2.3.6 Kompetensi Kunci 11

 

BAB III 12

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 12

3.1     Strategi Pelatihan. 12

3.2     Metode Pelatihan. 13

 

BAB IV. 14

MATERI UNIT KOMPETENSI 14

4.1     Tujuan Instruksional Umum.. 14

4.2     Tujuan Instruksional Khusus 14

4.3     Pendahuluan. 15

4.4     Persiapan Instalasi 15

4.5     Instalasi 20

4.6     Konfigurasi 24

4.7     Pengujian. 27

4.8     Dokumentasi 29

 

BAB V SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI 30

5.1     Sumber Daya Manusia. 30

5.2     Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi ) 31

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 31

 

DAFTAR PUSTAKA. 32

 


BAB I

PENGANTAR

1.1     Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

Apakah artinya menjadi kompeten di tempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif di tempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

1.2     Penjelasan Modul

1.2.1  Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

1.2.2  Isi Modul

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

  • Kegiatan – kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

  • Kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode – metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber – sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

1.2.3  Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.
  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
  • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.
  • Memberikan jawaban pada Buku Kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.
  • Memiliki tanggapan – tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

1.2.4 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :

  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

1.2.5 Pengertian – Pengertian / Istilah

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan / keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan / jabatan.

Standarisasi

Standarisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti – bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut di tempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah – istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

Sertifikat Kompetensi

Sertifikat kompetensi adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

Sertifikasi Kompetensi

Sertifikasi kompetensi adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.


BAB II

STANDAR KOMPETENSI

2.1     Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.JK04.008.01     Menginstalasi Dan Mengkonfigurasi Web Server

2.2     Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara Menginstalasi Dan Mengkonfigurasi Web Server, baik pada Sistem Operasi Microsoft Family maupun pada GNU/Linux.

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para technical support, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha / kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha / kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

2.3     Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Meyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

2.3.1  Kode dan Judul Unit

Kode Unit       : TIK.JK04.008.01

Judul Unit      : Menginstalasi Dan Mengkonfigurasi Web Server

2.3.2  Deskripsi Unit

Unit ini menjelaskan kompetensi yang diperlukan untuk  melakukan  instalasi web server untuk menyediakan layanan akses web. Instalasi dan konfigurasi Web Server yang dibahas dalam unit ini adalah Instalasi dan konfigurasi Microsoft Internet Information Service (IIS) pada Microsoft Windows Server 2003 dan Apache pada GNU/Linux.

2.3.3  Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01   Menyiapkan peralatan 1.1   Spesifikasi perangkat keras diverifikasi.

1.2   Sistem operasi yang digunakan diidentifikasi.

1.3     Perangkat lunak web server disiapkan.

02   Melakukan instalasi dan konfigurasi 2.1   Perangkat lunak web server diinstal pada perangkat keras yang telah disediakan.

2.2   Jumlah pengguna yang dapat mengakses web server secara bersamaan ditentukan.

2.3   Port yang digunakan untuk mengakses web server ditentukan.

2.4   Directory yang digunakan untuk menyimpan file konfigurasi, file log, dan modul-modul yang diperlukan ditentukan.

2.5   Konfigurasi lain yang diperlukan dilakukan.

03   Melakukan pengujian web server 3.1   Web browser pada client diaktifkan.

3.2   Konfigurasi web browser diverifikasi.

3.3   Web browser digunakan untuk mengakses salah satu halaman web yang ada di web server.

04   Membuat dokumentasi 4.1   Konfigurasi web server dicatat.

4.2     Hasil pengujian dicatat.

4.3     Disain akhir jaringan LAN dilaporkan.

Tabel 1 Elemen Kompetensi

2.3.4  Batasan Variabel

Batasan variabel dalam bahasan ini adalah:

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.  Dalam melaksanakan unit kompetensi ini harus didukung dengan tersedianya :

2.1     Sistem Operasi

2.2     Peralatan – perangkat keras dapat berupa sistem komputer,   sistem jaringan, Hub, Router, Gateway, dan sebagainya.

2.3     Perangkat lunak dan aplikasi web server dapat berupa paket perangkat lunak, dan sebagainya.

2.4     SOP yang berlaku di perusahaan.

2.5     Log sheet atau report sheet yang ditetapkan oleh perusahaan.

2.6     Standar dan prosedur keamanan sistem.

2.3.5  Panduan Penilaian

  1. 1.           Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemonstrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini.

1.1     Pengetahuan dasar

1.1.1  Pengetahuan mengenai internet.

1.1.2  Pengetahuan mengenai arsitektur jaringan.

1.1.3  Pengetahuan mengenai protokol TCP / IP Family

1.1.4  Pengetahuan mengenai Web dan Web Server

1.2     Keterampilan dasar

1.2.1    Keahlian menggunakan Sistem Operasi.

1.2.2    Keahlian membuat web.

1.2.3    Keahlian dalam sistem jaringan.

2.       Konteks penilaian

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara teori dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal. Penilaian di luar pekerjaan harus dilaksanakan dalam suatu lingkungan kerja yang disimulasikan mendekati pekerjaan yang semestinya. Penilaian mungkin menggabungkan serangkaian metode untuk menilai kemampuan dan penerapan pengetahuan pendukung penting, dan mungkin mencakup:

2.1     Demontrasi praktis (pengamatan langsung harus terjadi lebih dari sekali untuk  menentukan konsistensi kemampuan).

2.2   Studi kasus.

2.3   Contoh-contoh kerja atau kegiatan-kegiatan simulasi kerja.

2.4   Menanyakan secara lisan/interview.

2.5   Proyek/laporan/buku catatan kemajuan.

2.6   Laporan pihak ketiga dan prestasi otentik sebelumnya.

2.7   Bukti penilaian

3.       Aspek penting penilaian

Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus    mempertimbangkan :

3.1   Kemampuan untuk membangun dan mengkonfigurasikan web server

3.2   Kemampuan untuk melakukan pengujian server berdasarkan kebutuhan.

4.       Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1     Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan:

4.1.1  TIK.JK02.003.01 : Mendesain kebutuhan server

4.1.2  TIK.JK02.017.01 : Menginstalasi dan mengkonfigurasi server

4.2         Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 2.3.6 Kompetensi Kunci

Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini :

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

2

Tabel 2 Kompetensi Kunci

 

 

 


BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

3.1        Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

Persiapan / perencanaan

  1. Membaca bahan / materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

3.2        Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk datang bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar / ahli dari tempat kerja.

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 


BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

4.1     Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan bagaimana melakukan instalasi dan konfigurasi web server.
  • Siswa mengetahui apa saja Minimum Requirement dari suatu web server.
  • Siswa dapat mengubah konfigurasi web server
  • Siswa dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang muncul pada saat instalasi dan konfigurasi web server.
  • Siswa dapat mengetahui fungsi dari web server.
  • Siswa dapat mengetahui macam – macam Software web server.
  • Siswa dapat mengidentifikasi minimum requirement  suatu web server.
  • Siswa dapat mengetahui platform sistem operasi untuk web server yang diinstalasi.
  • Siswa dapat mengetahui konfigurasi minimum dari web server yang diinstalasi.
  • Siswa dapat melakukan testing terhadap keberhasilan proses instalasi dan konfigurasi web server.
  • Siswa dapat mengubah Port default untuk Web Server
  • Siswa dapat melakukan pengamanan terhadap directory di web server
  • Siswa dapat melakukan setup multiple site web server
  • Siswa dapat melakukan pembatasan koneksi client ke web server
  • Siswa mampu membuat dokumentasi tentang instalasi dan konfigurasi web server
  • Siswa mengerti tentang perbedaan antara http dan https
  • Siswa mengetahui Port default untuk akses https

4.2     Tujuan Instruksional Khusus

 

4.3     Pendahuluan

Salah satu jenis perangkat lunak yang berperan dalam perkembangan Internet adalah Web Server. Perangkat lunak ini menyediakan layanan komunikasi menggunakan protocol HTTP (Hypertext Transport Protocol). Semua Website yang diakses menggunakan Web Browser memanfaatkan Web Server. Pada awalnya Web Server hanya menyediakan layanan Website yang bersifat static Web Page, tapi pada perkembangannya Web Server dapat ditambahkan fungsinya dengan menggunakan teknik tertentu, sehingga mampu berinteraksi dengan basis data dan mengeksekusi aplikasi tertentu seperti interpreter untuk menghasilkan layanan dynamic web page. Berikut ini penggambaran sederhana model komunikasi untuk static web page.

 

4.4     Persiapan Instalasi

Web Server yang populer dan banyak digunakan di Internet adalah Apache. Diantara alasan popularitasnya adalah:

  • Open source, kodenya bersifat terbuka sehingga setiap orang dapat memeriksa source code nya untuk meyakinkan tidak ada hidden function yang dapat merugikan
  • Freeware atau perangkat lunak yang bersifat gratis, sehingga setiap orang yang akan belajar tentang teknologi web atau mengembangkan aplikasi web, bahkan implementasi aplikasi web tidak perlu untuk mengeluarkan biaya lisensi
  • Response terhadap error atau kecepatan perbaikan terhadap bug yang ada sangat cepat karena didukung oleh komunitas nya yang sangat banyak dan tersebar di seluruh dunia, sehingga performance dan kualitasnya terus meningkat
  • Banyak developer yang berusaha untuk menambahkan fungsi pada apache, sehingga kegunaan dan fasilitas yang disediakannya pun makin meningkat.
  • Dapat di-install di berbagai platform sistem operasi, paling tidak di nix family termasuk GNU/Linux dan Windows.

Sedangkan yang banyak dipergunakan dalam suatu Intranet adalah IIS, karena banyak perusahaan yang telah berinvestasi dengan cara membeli lisensi sistem operasi produksi Microsoft. Sedangkan IIS merupakan suatu fasilitas bawaan atau service yang ready untuk dijalankan dari sistem operasi Microsoft. Selain itu, IIS sangat terintegrasi dengan teknologi yang dimiliki atau ada di sistem operasi Windows.

Ada beberapa variant web server yang telah dikembangkan oleh Microsoft, yaitu Personal Web Server, Peer Web Services, IIS (Internet Information Server), dan IIS (Internet Information Services) pada saat IIS dikembangkan ke versi 5. Yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah IIS 6 yang kepanjangannya Internet Information Services

Uraian yang telah disampaikan diatas dapat menjadi acuan tentang pemilihan Web Server yang akan dipergunakan di instansi tempat Anda bekerja.

 

IIS 6

Spesifikasi perangkat keras untuk IIS 6 menyesuaikan dengan spesifikasi perangkat keras Windows Server 2003, karena IIS 6 terdapat dalam paket instalasi Windows Server 2003

Sebelumnya kita harus tahu bahwa Windows Server 2003 family terdiri dari :

  • Windows Server 2003 Standard Edition
  • Windows Server 2003 Enterprise Edition
  • Windows Server 2003 Datacenter Edition
  • Windows Server 2003 Web Edition

Untuk lebih ringkasnya kebutuhan perangkat keras IIS 6 (baca : “Windows Server 2003 family”) dapat dilihat pada tabel berikut :

 

Versi

CPU

RAM

SMP

Cluster

Disk Space (Setup)

Web 133 Mhz 128 MB – 2 GB

1 – 2

Tidak

1,5 GB

Standard 133 Mhz 128 MB – 4 GB

1 – 4

Tidak

1,5 GB

Enterprise 32 bit 133 Mhz 128 MB – 32 GB

1 – 8

8

1,5 GB

Enterprise 64 bit 733 Mhz 128 MB – 64 GB

1 – 8

8

2 GB

Datacenter 32 bit 400 Mhz 512 MB – 64 GB

8 – 32

8

1,5 GB

Datacenter 64 bit 733 Mhz 512 MB – 512 GB

8 – 64

8

2 GB

Keterangan:

SMP singkatan dari Symmetric Multi Processor

 

Web Edition

  • Merupakan versi Server yang baru di jajaran produk Sistem Operasi Server dari Microsoft. Sebelumnya, baik di Windows NT maupun Windows 2000 tidak ada versi Web.
  • Tidak bisa jadi Domain Controller, tapi bisa join ke Domain
  • Jumlah koneksi tak terbatas untuk anonymous Web Connetion
  • Maksimum 10 koneksi inbound SMB (Server Message Block)
  • Tidak dapat dijadikan Internet Gateway
  • Tidak dapat dijadikan DHCP Server
  • Tidak dapat dijadikan Fax Server
  • Tidak dapat dijadikan File Server (dalam pengertian Khusu)
  • Tidak dapat dijadikan Print Server
  • Layanan terminal servicenya terbatas
  • 25 koneksi concurrent untuk MSDE (versi free dari MS SQL Server)
  • Client Access Licenses (CALs) tidak diterapkan

 

 

Standar Edition

  • Dipakai di Small Business atau suatu Departemen dalam suatu organisasi yang besar.
  • Memiliki kemampuan Mail Server bawaan (tidak perlu software tambahan). Tentunya dengan kemampuan yang terbatas.
  • Memiliki tool Network Load Balancing.

 

Enterprise Edition

  • Dipakai di Medium sampai Large-sized business

 

Datacenter Edition

  • Dipakai untuk High-End data-processing
  • Hanya tersedia versi OEM (Original Equipment Manufacturer)
  • Terdapat juga yang mendukung 128 processor (2 64-way SMP partition)
  • Memiliki tool WRM (Windows Resource Manager) : Pengatur Resource dari komputer. Misalnya kita bisa alokasikan 70% dari processor untuk menjalankan program sekelas Enterprise Resource Planning, sisanya untuk proses yang lain. Begitupun untuk memory dan lain sebagainya.

 

Dari sisi fungsionalitas, feature dan harga maka urutan dari yang terendah adalah: Web, Standard, Enterprise dan Datacenter. Sebenarnya masih ada versi yang lain seperti embedded version.

APACHE

Pada saat tulisan ini dibuat versi Apache yang paling akhir adalah versi 2.2.4. Pada prinsipnya kebutuhan perangkat keras Apache sangat minim. Dari website nya pun hanya dituliskan kebutuhan dari Disk Space minimum pada saat instalasi adalah 50 MB, sedangkan pada saat operasional hanya perlu 10 MB.

Untuk binary installer versi windows hanya bisa di-run di Prosesor x86 family. Apabila akan di-install pada sistem operasi Windows 95, maka perlu di-install dulu Winsock 2 Upgrade yang dapat di-download dari http://www.microsoft.com/windows95/downloads/contents/WUAdminTools/S_WUNetworkingTools/W95Sockets2/Default.asp. Untuk Windows NT harus di-install Service Pack 6.

Untuk sistem operasi GNU/Linux, seluruh versi nya mendukung instalasi Apache. Pada setiap distro GNU/Linux, Apache telah tersedia menjadi satu paket pada paket sistem operasinya. Hal ini tentunya ada kesesuaian antara versi Kernel sistem operasi yang dipakai dengan versi Apache yang dipaketkan, jadi variasi nya sangat banyak. Jadi kebutuhan perangkat keras minimum Apache tergantung kebutuhan perangkat keras minimum dari tiap Distro yang akan dipergunakan. Yang perlu diperhatikan adalah apabila versi Apache yang satu paket dengan distro yang dipergunakan lebih tua dibandingkan dengan current version dan  anda akan melakukan Upgrade Apache nya saja. Anda perlu memperhatikan versi Kernel yang dipergunakan oleh Distro GNU/Linux dengan versi Kernel minimum dari Last Version / Current version Apache yang dapat Anda download dari http://httpd.apache.org/download.cgi

 

 

4.5     Instalasi

Untuk Microsoft Internet Information Services versi 6, kita harus ubah role dari Windows Server 2003 yang akan kita pakai menjadi Web Server.

 

 

 

 

 

 

 

Selanjutnya, tunggu sampai proses instalasi selesai.

 

 

Untuk Apache yang di-install di GNU/Linux, urutan prosesnya seperti berikut :

  • Extract, file installer yang sudah di download dengan cara mengetikkan perintah  gunzip -dc httpd-2.2.4.tar.gz | tar xvf atau gzip -d httpd-2.2.4.tar.gz diikuti perintah tar xvf httpd-2.2.4.tar
  • lalu pindah ke folder yang dibuat pada proses sebelumnya
  • lakukan konfigursi awal dengan mengetiikan perintah ./configure
  • lakukan kompilasi dengan mengetikkan perintah make
  • lakukan instalasi dengan mengetikkan perintah make install

4.6     Konfigurasi

Untuk IIS 6 setelah instalasi selesai, Anda dapat menjalankan Internet Service Manager dari Administrative Tools. Tampilannya seperti berikut :

 

Subdirectory yang ada dibawah node Default Web Site dibuat ketika Anda install ASP.NET bersamaan dengan instalasi IIS. Jika Anda tidak meng-install ASP.NET, subdirectory ini tidak akan ada di Internet Service Manager.

Directory lainnya yang terbentuk setelah proses instalasi IIS 6 adalah :

  • \inetpub\wwwroot, yang berisi “under construction page” sebagai default website yang mewakili home directory untuk site ini.
  • \inetpub\AdminScripts, yang berisi beberapa script untuk menjalanan “IIS Administration” dari command line atau dari batch mode
  • \windows\help\iishelp, yang berisi fle – file dokumentasi dan subdirectory \common yang berisi file – file htm untuk HTTP error message yang dapat kita customized
  • \windows\system32\inetsrv, yang berisi berbagai DLL dan executable file dengan script untuk menjalankan administrasi IIS dari command line atau batch mode
  • \windows\system32\inetsrv\history, yang berisi metabase history files
  • \windows\system32\inetsrv\metaback, yang berisi metabase backups

 

Untuk mengatur Port yang dipergunakan, jalankan IIS Manager dari Administrative Tools

 

 

 

Buka Property dari Default Web Site, sehingga kita dapat mengubah atau membiarkan Port yang dipakai, baik untuk Normal Communication ataupun untuk Secure Communication (SSL port). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada screen shot berikut :

 

 

 

Berikut ini ditampilkan cara membatasi concurrent connection :

 

4.7     Pengujian

Untuk melaksanakan pengujian, kita pergunakan Web Browser. Web Browser yang sudah ada di sistem operasi keluaran Microsoft adalah Internet Explorer. Setalah menjalankan Internet Explorer.akan tampil di layar seperti berikut ini :

 

Pilih menu Tools, lalu pilih Internet Options.

 

Pilih tab Advanced :

 

Disini kita dapat lakukan konfigurasi terhadap Web Browser, terutama masalah policy, misalnya bagaimana apabila suatu site mengirimkan suatu applet dan / atau activex ke Browser.

Pengaturan lainnya dapat Anda lakukan dengan memilih tab yang disediakan :General, Security, Connections dan lain – lain.

Setelah dilakukan pengaturan pada Web Browser Internet Explorer, berikutnya kita akan isi address bar dengan URL (Universal Resource Locator) yang menunjukkan default web site.

Ketikkan http://127.0.0.1, lalu tekan Enter atau http://192.168.10.1, lalu tekan Enter (apabila IP Address web servernya 192.168.10.1) atau http://webserver, lalu tekan Enter apabila hostname dari web server adalah webserver.

4.8        Dokumentasi

Semua yang dilakukan, dari saat persiapan, instalasi, dan konfigurasi harus didokumentasikan. Ada kebiasaan yang sebaiknya kita laksanakan, yaitu “Do what you have written and Write what you have done”. Selain hal tersebut sebaiknya dibuat juga disain jaringan Deployment Diagram untuk Web Server yang telah kita laksanakan. Dengan kata lain kita menggambarkan arsitektur infrastruktur web site. Sebagai contoh dapat dilihat pada tampilan berikut :

 


BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

5.1     Sumber Daya Manusia

Pelatih

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

Teman kerja / sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda / sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar / kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

5.2     Sumber-sumber Kepustakaan ( Buku Informasi )

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia / tidak ada.

5.3     Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

  1. Judul/Nama Pelatihan      : Menginstalasi Dan Mengkonfigurasi Web Server
  2. Kode Program Pelatihan  : TIK.JK04.008.01

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Menginstalasi dan Mengkonfigurasi Web Server

TIK.JK04.008.01

- PC dengan sistem operasi Windows Server 2003

- PC dengan sistem operasi GNU/Linux

- Internet Browser

- Peralatan untuk koneksi Internet

- CD Installer Windows Server 2003

-

 

 

 

 

 


DAFTAR PUSTAKA

 

  • IIS 6 Administration,Mitch Tulloch,Osborne/McGraw-Hill,2003,ISBN:0072194855
  • Web Site Cookbook,Doug Addison,O’Reilly,2006,ISBN:0596101090
  • Apache Web Server,Onno W. Purbo dan Akhmad D. Sembiring, PT. Elex Media Komputindo,2000,ISBN:9792019928

Testimoni

Advertisement
  1. Toko Kain Batik Cap Terbaik di Solo
  2. Toko Baju Batik Terbaik di Solo
  3. Aneka Kain Batik dengan Harga Murah
  4. Baju Batik Sarimbit Terbaik
  5. Dapatkan Kain Batik Berkualitas dengan Diskon 25%
  6. Aneka Baju Batik Seragam Kantor
  7. Pembuatan Seragam Batik Berlogo
slideseragambatik
Filed under : blog, tags: