Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Menginstalasi Dan Mengkonfigurasi TCP/IP Dinamis Pada Workstation Yang Terhubung Pada Jaringan TIK.JK02.015.01

Feb
26
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER

DAN SISTEM ADMINISTRASI

 

 

MENGINSTALASI DAN MENGKONFIGURASI TCP/IP DINAMIS PADA WORKSTATION

YANG TERHUBUNG PADA JARINGAN

TIK.JK02.015.01

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

 

DAFTAR ISI

 

Daftar Isi……………………………………………………………………………………….. 1

 

BAB I   PENGANTAR ……………………………………………………………………… 3

 

1.1.           Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi …………………….. 3

1.2.           Penjelasan Modul………………………………………………………… 3

1.2.1 Isi Modul…………………………………………………………… 3

1.2.2 Pelaksanaan Modul………………………………………………. 4

1.3.           Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)……………………………….. 5

1.4.           Pengertian-pengertian Istilah…………………………………………. 5

 

BAB II             STANDAR KOMPETENSI……………………………………………. 7

 

2.1.       Peta Paket Pelatihan ……………………………………………………… 7

2.2.       Pengertian Unit Standar ………………………………………………… 7

2.3.       Unit Kompetensi yang Dipelajari ………………………………………. 8

2.3.1.      Kode dan Judul Unit …………………………………………. 8

2.3.2.      Deskripsi Unit ………………………………………………… 8

2.3.3.      Elemen Kompetensi ………………………………………….. 9

2.3.4.      Batasan Variabel ……………………………………………… 10

2.3.5.      Panduan Penilaian ……………………………………………. 10

2.3.6.      Kompetensi Kunci ……………………………………………. 12

 

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN ………………………………….. 13

 

3.1.           Strategi Pelatihan ………………………………………………………. 13

3.2.           Metode Pelatihan ……………………………………………………….. 14

 

 

BAB IV MATERI UNIT KOMPETENSI ……………………………………………….. 15

4.1       Tujuan Instruksional Umum……………………………………………. 15

4.2       Tujuan Instruksional Khusus…………………………………………… 15

4.3       TCP/IP dan Sistim Operasi…………………………………………….. 16

4.4       Menginstal Protokol TCP/IP…………………………………………… 20

4.5       Menguji Koneksi TCP/IP………………………………………………… 44

 

 

BAB V  SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI …………………………………………………………………….. 46

 

5.1.           Sumber Daya Manusia …………………………………………………. 46

5.2.           Sumber-sumber Perpustakaan ……………………………………….. 47

5.3.           Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan ………………………………….. 48

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1.      Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2  Penjelasan Modul

Modul ini didisain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.1. Isi Modul

          a.       Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

 

 


b.       Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :

Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.

  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

c.       Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi :

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.2.    Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan :

  • Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.
  • Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.
  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.
  • Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

  • Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.
  • Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.
  • Memberikan jawaban pada Buku Kerja.
  • Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.
  • Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

1.3    Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency).

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4    Pengertian-pengertian Istilah

a)   Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

b)   Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

c)   Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

d)   Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

e)   Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

f)    Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

g)   Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

h)   Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1.      Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini adalah untuk mencapai satu unit kompetensi, yang termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

2.1.1.      TIK.JK02.014.01   Menginstalasi dan mengkonfigurasi TCP / IP statis pada workstation yang terhubung pada jaringan

2.1.2.      TIK.JK02.015.01   Menginstalasi dan mengkonfigurasi TCP / IP dinamis pada workstation yang terhubung pada jaringan

 

2.2.      Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi?

Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Apa yang akan Anda pelajari dari Unit Kompetensi ini?

Anda akan diajarkan untuk mendesain LAN secara umum.

 

Berapa lama Unit Kompetensi ini dapat diselesaikan?

Pada sistem pelatihan berdasarkan kompetensi, fokusnya ada pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dalam jangka waktu tiga sampai lima hari. Pelatihan ini dijutukan bagi semua user terutama yang tugasnya berkaitan dengan jaringan seperti staff support dan staff admin jaringan.

 

 

Berapa banyak/kesempatan yang Anda miliki untuk mencapai kompetensi?

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan.

Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3.      Unit Kompetensi yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan  untuk dapat :

  • mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  • memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
    • menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

2.3.1 Kode dan Judul Unit

 

KODE UNIT   :        TIK.JK02.015.01

JUDUL UNIT :        Menginstalasi dan Mengkonfigurasi

 

2.3.2 Deskripsi unit

Unit kompetensi ini berkaitan dengan kemampuan

untuk menginstalasi dan mengkonfigurasi protokol TCP / IP dinamis pada workstation yang terhubung dengan jaringan. Pengalamatan workstation akan diperoleh dari informasi dinamis DHCP Server.

 

 

 

 

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Mengidentifikasi Workstation 1.1  Sistem operasi yang berjalan di workstation diidentifikasi.

 

1.2  Informasi cara menginstal dan mengkonfigurasi TCP / IP pada sistem operasi yang bersangkutan dikumpulkan.

 

01     Menginstal protokol TCP / IP 2.1  NIC dipastikan harus sudah terdeteksi oleh sistem operasi.

 

2.2  Perintah untuk menginstalasi protokol TCP / IP dijalankan (sesuai dengan sistem operasi yang digunakan).

 

2.3  Bila diperlukan workstation di-boot ulang.

 

2.4  Aplikasi program digunakan untuk menampilkan konfigurasi dasar.

 

2.5  TCP / IP dijalankan untuk melihat konfigurasi TCP / IP yang diberikan DHCP server.

 

 

 

 

01     Menguji koneksi TCP / IP 3.1  Perintah ping ke suatu IP address remote station dijalankan untuk meyakinkan koneksi fisik sudah terbentuk.

 

3.2     Perintah ping ke suatu nama domain dijalankan untuk meyakinkan bahwa koneksi ke DNS server sudah terbentuk.

 

 

2.3.4 Batasan Variabel

 

1.       Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.       Dalam melaksanakan unit kompetensi ini didukung dengan tersedianya:

2.1     Peralatan yang terkait dengan pelaksanaan.

2.2     SOP yang berlaku di perusahaan.

 

2.3.5 Panduan Penilaian

 

  1. 1.           Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemonstrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini :

1.1     Pengetahuan dasar

1.1.1 Sistem Jaringan komputer.

1.1.2 Sistem Operasi Jaringan.

1.2     Keterampilan dasar

1.2.1            Mengoperasikan sistem komputer.

 

2.       Konteks penilaian

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara praktek dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

 

3.       Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan :

3.1     Kemampuan untuk Mengidentifikasi workstation yang ada.

3.2     Kemampuan untuk menginstalasi protokol TCP/IP Dinamis.

3.3     Kemampuan untuk menguji koneksi protokol TCP/IP dinamis.

 

4.       Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1     Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan:

4.1.1   TIK.JK02.014.01  Menginstalasi dan mengkonfigurasi TCP / IP

statis pada workstation yang terhubung pada jaringan

 

4.2     Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

2.3.6 Kompetensi Kunci

 

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

1

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1.      Strategi Pelatihan        

Belajar dalam suatu sistem Berdasarkan Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

 

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indicator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2.          Metode Pelatihan      

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

4.1  Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu mengidentifikasi workstation yang digunakan beserta TCP/IP.
  • Siswa mampu melakukan konfigurasi TCP/IP pada beberapa workstation yang berbeda.
  • Siswa mampu menguji koneksi TCP/IP

4.2  Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa mengetahui jenis-jenis sistim operasi yang lain daripada Windows.
  • Siswa mampu menjelaskan konsep dari TCP/IP
  • Siswa mampu mendeteksi NIC yang terpasang pada masing-masing jenis sistim operasi.
  • Siswa mampu membuat dan memodifikasi konfigurasi TCP/IP yang ada pada masing-masing jenis sistim operasi.
  • Siswa mengetahui kegunaan dari booting pada proses TCP/IP.
  • Siswa mampu melihat konfigurasi TCP/IP yang telah didapat.
  • Siswa memahami kegunaan perintah ping untuk menjamin koneksi jaringan ke komputer lain maupun DNS server.
  • Siswa mampu menggunakan tools nslookup untuk mengkonfirmasi servis DNS yang dijalankan.

 


4.3 TCP/IP dan Sistim Operasi

4.3.1 Penjelasan TCP/IP

IP (Internet Protocol) merupakan suatu protokol (aturan baku) yang mengaturkan koneksi antar komponen dalam suatu jaringan komputer. IP Address atau alamat IP (selanjutnya akan disebut IP saja) adalah kode / nomor unik yang harus dimiliki oleh tiap komponen dalam suatu jaringan komputer untuk dapat saling berhubungan. Dengan perkembangan teknologi sekarang ini, IP memiliki 2 buah versi yaitu IPV4 (IP Version 4) dengan contoh format: 10.21.2.70 dan IPV6(IP Version 6) dengan contoh format [2001:0db8:3c4d:0015:0000:0000:abcd:ef12]. Dalam bahasan kali ini yang akan kita gunakan adalah IPV4 yang saat ini umum digunakan.

 

Gambar 1. Desain suatu jaringan komputer sederhana, tiap komponen (komputer) memiliki alamat IP yang unik

 

4.3.2 Pengaturan TCP/IP dalam suatu jaringan

Dalam suatu jaringan komputer, tidak diperkenankan dua komponen jaringan atau lebih memiliki IP yang sama, jika hal ini terjadi maka timbul masalah yang disebut dengan IP conflict. Untuk mencegah terjadinya IP conflict, maka harus dilakukan pengaturan penggunaan IP.

Pengaturan atau konfigurasi IP pada suatu jaringan dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu konfigurasi IP statis dan IP dinamis. Pada konfigurasi IP statis, maka tiap komponen jaringan memiliki IP yang sudah pasti, tidak berubah-ubah setiap kali komponen tersebut terhubung ke jaringan, pembagian IP secara statis biasa dilakukan oleh seorang network administrator. Pada konfigurasi IP dinamis, maka tiap komponen jaringan memiliki IP yang berubah-ubah setiap kali terhubung dengan jaringan, konfigurasi ini disebut juga dengan cara DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol).

 

Gambar 2. Sekilas tentang proses pengaturan IP secara dinamis.

Dalam Gambar 2 di atas terdapat komponen yang dinamakan DHCP server, DHCP server ini yang berfungsi dalam mengatur pemberian IP dinamis terhadap setiap komponen lain yang terhubung dalam satu jaringan, komponen lain yang meminta IP kepada DHCP server disebut juga sebagai DHCP client.

Bahasan ini terbatas pada desain jaringan secara wired (kabel), tidak mencakup desain jaringan secara wireless (nirkabel).

Selain hardware, sistem operasi harus diinstal agar jaringan dapat berfungsi dengan baik. Sistem operasi yang ada antara lain Windows Server 200, Windows Server 2003, dsb. Untuk lebih jelasnya, akan dijabarkan lebih rinci di bawah ini.

 

4.3.3 Mengidentifikasikan workstation Anda

Sistim operasi yang ada sebenarnya sangat bervariasi dari segi kegunaan dan harga. Contoh macam-macam sistim operasi adalah sebagai Windows 2000, Windows 2003, Windows XP, Windows Vista, Linux Fedora Core, Linux Ubuntu, Linux SUSE, SUN Solaris, Machintos, dan lain-lain. Konfigurasi TCP/IP pada masing-masing sistim operasi tersebut tentu saja berbeda mengikuti vendor yang membuatnya. Meski berbeda cara mengkonfigurasinya, mereka semua tetap memiliki prinsip TCP/IP yang sama seperti yang telah dibahas pada materi sebelumnya.

Salah satu cara untuk mendefinisikan jenis sistim operasi yang anda pakai ada bermacam-macam. Mulai dari melihat logo ”welcome screen” dari masing-masing operasi, sampai melihat properties dari system ketika sistim operasi sedang berjalan. Contoh untuk menentukan jenis sistim operasi pada windows adalah dengan masuk kedalam properties dari ”My Computer”. Cara ini berlaku untuk semua jenis sistim operasi yang dihasilkan oleh Windows. Sebagai tambahannya informasi lain mengenai memory RAM dan kapasitas hard disk juga ditampilkan. Berikut adalah salah satu contoh dari hasil keluaran properties tersebut:

 

Dapat dilihat pada gambar diatas bahwa sistim operasi yang digunakan adalah Microsoft Windows XP Professional Service Pack 2. Prosesor dari PC menggunakan Intel Pentium 4 Mobile dengan kecepatan 1.7 giga hertz. Memory yang digunakan sebesar 1024 MB atau 1 GB.


4.4     Menginstal Protokol TCP/IP

Langkah-langkah konfigurasi TCP/IP dinamis berbeda agak berbeda untuk setiap sistem operasi yang berbeda.

Untuk dapat terhubung dalam suatu jaringan komputer, ada beberapa hal yang harus Anda periksa pada workstation atau komputer Anda.

  • Pastikan komputer Anda memiliki NIC (Network Identification Card) atau biasa disebut dengan Ethernet Card.
  • Pastikan bahwa NIC Anda telah terhubung dengan baik dan telah terdeteksi oleh sistem operasi pada komputer Anda.
  • Pastikan Anda memiliki akses ke jaringan komputer melalui kabel UTP atau biasa disebut kabel LAN.
  • Pastikan jaringan komputer Anda memungkinkan konfigurasi IP dinamis (DHCP) dengan mengkonfirmasikannya kepada network administrator Anda.

 

4.4.1 Workstation dengan sistem operasi Windows 2000,XP,2003

Langkah-langkah memastikan bahwa NIC komputer Anda telah terhubung dengan baik dan telah terdeteksi oleh sistem operasi pada komputer Anda pada workstation dengan sistem operasi Windows 2000,XP,2003

Klik kanan pada icon “My Computer” pada desktop atau start menu (Start -> My Computer), kemudian pilih menu “Properties”

Kemudian akan terbuka jendela baru dengan nama “System Properties”. Pastikan Anda berada pada tabulas “Hardware”, kemudian klik tombol “Device Manager”.

Pada jendela “Device Manager” ini, pilih “Network adapters” dengan mengklik tanda plus(+) di samping kirinya yang akan membuka daftar network adapters pada komputer Anda, pastikan pada daftar tersebut terdapat komponen “Ethernet Controller” atau “Ethernet”. Nama komponen ini dapat berbeda-beda tergantung dengan jenis dan merek NIC yang Anda gunakan, pastikan dalam nama tersebut terdapat kata “Ethernet”

4.4.2 Workstation dengan sistem operasi Windows Vista (semua jenis)

Langkah-langkah memastikan bahwa NIC komputer Anda telah terhubung dengan baik dan telah terdeteksi oleh sistem operasi pada komputer Anda pada workstation dengan sistem operasi Windows Vista

 

Klik kanan pada icon “My Computer” pada desktop atau start menu (Start -> My Computer), kemudian pilih menu “Properties”

Pada jendela “System” yang terbuka, pilih “Device Manager”

Pada jendela “Device Manager” ini, pilih “Network adapters” dengan mengklik tanda plus(+) di samping kirinya yang akan membuka daftar network adapters pada komputer Anda, pastikan pada daftar tersebut terdapat komponen “Ethernet Controller” atau “Ethernet”. Nama komponen ini dapat berbeda-beda tergantung dengan jenis dan merek NIC yang Anda gunakan, pastikan dalam nama tersebut terdapat kata”Ethernet”

4.4.3 Workstation dengan sistem operasi Linux Suse (Open Suse)

Langkah-langkah memastikan bahwa NIC komputer Anda telah terhubung dengan baik dan telah terdeteksi oleh sistem operasi pada komputer Anda pada workstation dengan sistem operasi Linux Suse (Open Suse)

 

Untuk mengakses “Control Center” pada Suse yang disebut dengan yast, dapat melalui shell terminal dengan menggetikkan yast2 atau pada beberapa desktop Suse, “Control Center” dapat diakses melalui Start->Control Center. Pada “Control Center” scroll pada bagian kanan sampai menemukan menu “Network Card”, kemudian klik menu tersebut.
Tunggulah sampai proses konfigurasi awal selesai, kemudian klik tombol “Next” pada bagian kanan bawah

Pastikan terdapat minimal satu Network Card pada daftar yang tersedia

 

 

 

 

4.4.4 Mengkonfigurasi TCP/IP Dinamis

Konfigurasi pada workstation dengan sistem operasi Windows 2000,XP,2003

Akses “Control Panel” melalui Start->Control Panel atau melalui Start->Run kemudian ketikan control

Pada jendela “Control Panel” pilih menu “Network Connections”

Pada Windows XP atau 2003, tampilan “Control Panel” mungkin akan sedikit berbeda, atau disebut juga “Category View”, untuk mengakses “Network Connection” dengan tampilan ini, maka pilih menu “Network and Internet Connections”

Kemudian pilih “Network Connections”

 

Pada komponen “Local Area Connection”, klik kanan kemudian pilih menu “Properties”

Pada jendela “Local Area Connection Properties”, pastikan Anda memilih “Internet Protocol (TCP/IP)” kemudian klik tombol “Properties”

Pada jendela “Internet Protocol (TCP/IP) Properties” yang terbuka, pastikan Anda memilih “Obtain an IP address automatically” dan “Obtain DNS server address automatically”. Kemudian klik “OK”, lalu “OK” lagi. Tunggulah beberapa saat untuk proses.

Perhatikan bahwa setelah langkah diatas, maka keterangan pada icon “Local Area Connection” akan berubah menjadi “Acquiring network address”

Dan icon pada pojok kanan layar Anda akan muncul seperti berikut:

Dalam proses ini, artinya komputer Anda sedang berusaha mendapatkan IP dari DHCP server. Proses ini akan selesai / berhasil ketika ada pemberitahuan “Local Area Connection is now connected”

 

4.4.5   Konfigurasi pada workstation dengan sistem operasi Windows Vista (semua jenis)

Akses “Control Panel” Melalui Start->Control Panel

Pastikan Anda berada pada menu “Control Panel Home”, kemudian pada kelompok “Network dan Internet” pilih menu “View network status and tasks”

Pilih menu “Manage Network Connections” pada kolom kiri

Pada icon “Local Area Connection” klik kanan dan pilih menu “Properties”

Pastikan Anda memilih bagian “Internet Protocol Version 4 (TCP/IPV4), kemudian klik tombol “Properties”

Pada jendela “Internet Protocol Version 4 (TCP/IPV4) Properties” pastikan Anda memilih “Obtain IP address automatically” dan “Obtain DNS server address automatically”

Klik ”OK” dan ”OK” lagi, kemudian tunggu proses sampai selesai


4.4.6 Konfigurasi pada workstation dengan sistem operasi Linux Suse  (semua jenis)

Akses “ControlCenter” melalui menu Computer->ControlCenter

Pilih “Network Card” pada bagian kanan, Anda kemungkinan akan ditanya password, masukkan password super user Anda

Tunggu sampai proses selesai, kemudia klik next

Pastikan Anda memilih NIC yang diinginkan, kemudian klik edit

Pastikan Anda memilih “Automatic Address Setup (via DHCP)”, Kemudian klik “Next” dan “Finish”. Tunggulah sampai proses selesai.

 

4.4.7  Reboot

Pada system operasi tertentu seperti pada linux, dibutuhkan reboot servis network untuk menerapkan konfigurasi yang baru saja dipasang. Pada umumnya pengguna dapat melakukan restart atau booting ulang system operasi untuk menerapkan konfigurasi tersebut. Untuk system operasi linux, anda dapat masuk ke konsole dari masing-masing jenis distro LINUX tersebut dan kemudian menggunakan perintah “service network restart” sebagai pengganti me-reboot keseluruhan system operasi. Tentu saja ini sangat efisien dalam segi waktu.

Untuk system operasi Windows 2000, 2003, XP, maupun Vista, tidak dibutuhkan reboot untuk menerapkan konfigurasi karena Windows memang telah didesain sebagai perangkat end-user yang baik.

 

4.4.8  TCP/IP dijalankan untuk melihat konfigurasi TCP/IP yang diberikan DHCP Server

Setelah semua konfigurasi diatas diterapkan di masing-masing system operasi, maka sekaranglah waktunya untuk mengetes hubungan jaringan yang telah dibangun. Konfigurasi TCP/IP untuk mendapatkan koneksi di jaringan telah dibahas pada materi-materi diatas. Untuk melihat semua konfigurasi yang diberikan oleh DHCP server kepada kita dapat dilakukan dengan menggunakan tools ipconfig /all. Untuk melakukannya, lakukan langkah-langkah berikut ini:

StartàRun    Kemudian ketik cmd

 

 

Setelah itu di dalam command prompt anda dapat memasukkan command ipconfig /all dan tekan enter seperti yang diberikan dalam contoh berikut ini:

 

Untuk memisahkan antara IP yang didapat secara DHCP (otomatis) dan IP yang dipasang secara manual adalah dengan memperhatikan baris diatas yang bertuliskan Dhcp Enabled . . . . . : Yes

Jika anda memasang IP secara manual, maka tulisan diatas akan berisi:

Dhcp Enabled . . . . . : No

 

 

4.5  Menguji koneksi TCP / IP

Setelah selesai melakukan konfigurasi TCP/IP secara dinamis, Anda dapat menguji apakah koneksi workstation Anda terhadap suatu jaringan telah terbentuk dengan baik.

 

4.5.1 Perintah ping ke suatu IP address remote station dijalankan untuk meyakinkan koneksi fisik sudah terbentuk

 

Untuk menguji koneksi terhadap jaringan, pada sistem operasi apapun Anda dapat menggunakan perintah ping terhadap suatu workstation lain dalam jaringan tersebut.

 

Untuk workstation dengan sistem operasi Windows 2000,XP,2003, Vista

Gunakan Start->run kemudian ketik cmd pada kotak yang muncul kemudian ketikkan ping alamat_ip dimana alamat_ip didapat dari workstation lain dalam jaringan anda. Pengujian berhasil jika muncul pesan ”reply”, dan gagal ketika muncul pesan ”request timed out”

 

4.5.2 Perintah ping ke suatu nama domain dijalankan untuk meyakinkan bahwa koneksi ke DNS server sudah terbentuk.

 

Untuk workstation dengan sistem operasi Windows 2000,XP,2003, Vista

Gunakan Start->run kemudian ketik cmd pada kotak yang muncul kemudian ketikkan ping www.detik.com dimana www.detik.com dapat diubah dengan domain situs lainnya sesuai keinginan Anda. Pengujian berhasil jika muncul pesan ”reply”, dan gagal ketika muncul pesan ”request timed out”.

Perintah nslookup juga dapat digunakan untuk meyakinkan bahwa servis DNS di DNS server sudah berjalan. Berikut adalah hasil output dari DNS server yang baik:

 

Sebagai perbandingan, berikut adalah output dari servis DNS server yang tidak available:

 

Disini terlihat bahwa klien tidak dapat menemukan servis DNS pada DNS server yang diberikan.

 

 

        


BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN

UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

5.1.      Sumber Daya Manusia

 

Pelatih

Pelatih Anda dipilih karena dia telah berpengalaman. Peran Pelatih adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

 

 


Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2.          Sumber-sumber Perpustakaan     

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi :

  1. Buku referensi dari perusahan
  2. Lembar kerja
  3. Gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.]

 

Sumber-sumber bacaan yang dapat digunakan :

Judul

Pengarang

Penerbit

 

:

:

:

 

 

Panduan Membangun Jaringan Komputer

Rahmat Rafiudin

Elex media Komputindo

 

 

 

 

5.3.          Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan       

  • Identifikasi NIC pada workstation
  • Kabel UTP yang terhubungan dengan baik terhadap jaringan

 

Testimoni

artikel lainnya Menginstalasi Dan Mengkonfigurasi TCP/IP Dinamis Pada Workstation Yang Terhubung Pada Jaringan TIK.JK02.015.01



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Thursday 5 March 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI             MENGKONFIGURASI…

Sunday 2 August 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT       MELAKUKAN INSTALASI…

Sunday 1 March 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER DAN SISTEM ADMINISTRASI     MENGOPTIMASI…

Thursday 12 September 2013 | blog

dapat kan ebook ini gratis hanya disini Sebagian orang menganggap bahwa tawakal adalah sikap pasrah tanpa…