Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Menginstalasi Dan Mengkonfigurasi DHCP Server TIK.JK04.013.01

Mar
05
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER

DAN SISTEM ADMINISTRASI

 

 

MENGINSTALASI DAN

MENGKONFIGURASI DHCP SERVER

TIK.JK04.013.01

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

DAFTAR ISI. 2

 

BAB I PENGANTAR. 4

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi 4

1.2 Penjelasan Modul 4

1.2.1 Desain Modul 4

1.2.2 Isi Modul 5

1.2.3 Pelaksanaan Modul 5

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini 6

1.4 Pengertian Istilah-istilah. 6

 

BAB II STANDAR KOMPETENSI. 8

2.1 Peta Paket Pelatihan. 8

2.2 Pengertian Unit Standar 8

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 9

2.3.1 Kode dan Judul Unit 9

2.3.2 Deskripsi Unit 9

2.3.3 Elemen Kompetensi 9

2.3.4 Batasan Variabel 10

2.3.5 Panduan Penilaian. 11

2.3.6 Kompetensi Kunci 12

 

BAB III STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 13

3.1 Strategi Pelatihan. 13

3.2 Metode Pelatihan. 14

 

BAB IV MATERI UNIT KOMPETENSI. 15

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 15

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 15

4.3 Menyiapkan File (Distribusi) DHCP Server 16

4.3.1 Spesifikasi perangkat keras diverifikasi 16

4.3.2 Distribusi DHCP server dipilih sesuai dengan sistem operasi jaringan yang digunakan  17

4.3.3 Daemon DHCP server diinstall 17

4.4 Melakukan konfigurasi DHCP server 18

4.4.1 Option IP address asignment acak ditambahkan. 19

4.4.2 Option lease time ditambahkan. 19

4.4.3 Option subnet mask ditambahkan. 20

4.4.4 Option broadcast address ditambahkan. 21

4.4.5 Option router / gateway ditambahkan. 21

4.4.6 Option domain name server ditambahkan. 22

4.4.7 Option netbios name servers ditambahkan jika perlu. 23

4.4.8 Option broadcast address ditambahkan. 23

4.4.9 Option IP address asignment statis ditambahkan jika diperlukan. 23

4.5 Menjalankan Daemon DHCP Server 24

4.5.1 Keberadaan file DHCP.leases dipastikan. 26

4.5.2 Daemon DHCP server dijalankan pada interface. 26

4.6 Melakukan verifikasi 27

4.6.1 DHCP server dijalankan dengan mengaktifkan mode debugging. 28

4.6.2 Salah satu client di-boot untuk mengamati pesan  debugging. 29

4.7 Membuat Dokumentasi 31

4.7.1 Konfigurasi DHCP server dicatat 32

4.7.2 Hasil pengujian dicatat 32

 

BAB V SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI  33

5.1 Sumber Daya Manusia. 33

5.2 Literatur 34

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan. 34

 

DAFTAR PUSTAKA. 35

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1 Konsep Dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja (KUK).

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika Anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, Anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2 Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan pseserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

 

1.2.1 Desain Modul

Modul ini dirancang untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual/mandiri :

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual/mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur/sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2 Isi Modul

Modul ini terdiri dari 3 bagian, antara lain sebagai berikut:

 

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktik baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

 

1.2.3 Pelaksanaan Modul

Pada Pelatihan Klasikal/Konvensional, pelatih akan :

-      Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-      Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-      Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban/ tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan Individual/Mandiri, peserta pelatihan akan :

-      Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

-      Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

-      Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

-      Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

-      Memiliki tanggapan-tanggapan dan hasil penilaian oleh pelatih.

 

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika Anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, Anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti Anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena Anda telah :
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

 

1.4 Pengertian Istilah-istilah

Berikut adalah pengertian dari beberapa istilah yang digunakan dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi, antara lain:

 

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standardisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

 

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mencapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

Standar Kompetensi

 

 

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.JK04.006.01 Menambah perangkat jaringan ke dalam sistem jaringan
  2. TIK.JK04.007.01 Menambah aplikasi jaringan ke dalam sistem jaringan
  3. TIK.JK02.016.01 Menginstal dan mengkonfigurasi sistem operasi jaringan

 

 

2.2 Pengertian Unit Standar

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari mengenai  tata cara instalasi dan konfigurasi DHCP server.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan bagi semua pengguna terutama yang tugasnya berkaitan dengan pengelolaan, pemeliharaan dan konfigurasi DHCP server.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan, Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan criteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

 

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit     : TIK.JK04.013.01

Judul Unit     : Menginstalasi dan Mengkonfigurasi DHCP Server

 

 

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit ini menjelaskan kompetensi yang dibutuhkan untuk instalasi DHCP Server. DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) Server digunakan untuk mengendalikan paramater penting jaringan (misalnya IP address) bagi suatu komputer klien.

 

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01 Menyiapkan file (distribusi) DHCP Server 1.1     Spesifikasi perangkat keras diverifikasi.

 

1.2     Distribusi DHCP server dipilih sesuai dengan sistem operasi jaringan yang digunakan

 

1.3     Daemon DHCP server diinstal

 

 

02 Melakukan konfigurasi DHCP server 2.1  Option IP address asignment acak ditambahkan

 

2.2  Option lease time ditambahkan

 

2.3  Option subnet mask ditambahkan

 

2.4  Option broadcast address ditambahkan

 

2.5  Option router / gateway ditambahkan

 

2.6  Option domain name server ditambahkan

 

2.7  Option netbios name servers ditambahkan jika perlu

 

2.8  Option broadcast address ditambahkan

 

2.9  Option IP address asignment statis ditambahkan jika diperlukan

 

03 Menjalankan Daemon DHCP Server
3.1   Keberadaan file DHCP.leases dipastikan

 

3.2  Daemon DHCP server dijalankan pada interface

 

 

04 Melakukan verifikasi 4.1 DHCP server dijalankan dengan mengaktifkan mode debugging.

4.2  Salah satu client di-boot untuk mengamati pesan  debugging

 

05 Membuat dokumentasi 5.1 Konfigurasi DHCP server dicatat.

4.3  Hasil pengujian dicatat

 

Tabel 1 Elemen Kompetensi

 

 

2.3.4 Batasan Variabel

1. Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi

2. Dalam melaksanakan unit kompetensi ini didukung dengan tersedianya:

2.1    Sistem Operasi.

2.2  Peralatan Perangkat keras dapat berupa sistem komputer, sistem jaringan, hub, router, gateway, dsb.

2.3.5 Panduan Penilaian

Panduan penilaian terdiri dari:

1. Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan       kompetensi, diperlukan bukti keterampilan dan pengetahuan dibidang berikut ini:

1.1  Pengetahuan Dasar

1.1.1    Pengetahuan mengenai arsitektur jaringan

1.1.2    Pengetahuan mengenai Subnetting

1.1.3    Pengetahuan mengenai protokol TCP / IP

1.1.4    Pengetahuan mengenai Konsep DHCP

 

1.2            Keterampilan Dasar

1.2.1    Keahlian menggunakan Sistem Operasi

1.2.2    Kemampuan mengoperasikan perangkat keras dan perangkat lunak dalam sistem jaringan

 

2.  Konteks penilaian

Unit harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara teori dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal

 

 

3. Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan:

3.1     Kemampuan untuk membangun dan mengkonfigurasikan DHCP

3.2     Kemampuan untuk  melakukan pengujian DHCP berdasarkan kebutuhan

 

4.  Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1 Unit ini tidak di dukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit-unit kompetensi yang lain.

4.1.1 TIK.JK04.006.01   Menambah perangkat jaringan ke dalam sistem jaringan

4.1.2 TIK.JK04.007.01    Menambah aplikasi jaringan ke dalam sistem jaringan

4.1.3 TIK.JK02.016.01    Menginstall dan mengkonfigurasi sistem operasi jaringan

 

4.2  Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bisa terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu/ khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

2.3.6 Kompetensi Kunci

 

 NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan tehnik matematika

1

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

2

 

 

BAB III

Strategi dan Metode Pelatihan

 

 

3.1 Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melaksanakannya dengan tekun sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

3.2 Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

 

 

4.1 Tujuan Instruksional Umum

  • Siswa mampu menceritakan dan menjelaskan tentang DHCP server
  • Siswa dapat menjelaskan tata cara melakukan konfigurasi DHCP  server.

 

 

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

  • Siswa mengerti dan mampu menjelaskan apa yang dimaksud dengan DHCP server
  • Siswa dapat memahami cara menyiapkan file DHCP server
  • Siswa mengerti cara melakukan konfigurasi DHCP server
  • Siswa mengerti cara menjalankan Daemon DHCP server
  • Siswa dapat memahami cara melakukan dokumentasi DHCP server
  • Siswa dapat menjelaskan istilah option dalam DHCP server
  • Siswa memahami spesifikasi perangkat keras DHCP server
  • Siswa mengerti cara menjalankan DHCP leases

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.3 Menyiapkan File (Distribusi) DHCP Server

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual.

 

Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

 

Prinsip kerjanya kurang lebih adalah sebagai berikut, pada saat Server DHCP aktif, maka server DHCP menyediakan range IP pada kelas tertentu, sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh admin.

 

Kemudian, pada saat komputer client yang terhubung ke jaringan aktif, sistem operasi akan mencari ke DHCP server, apakah ada IP yang bisa direservasi. Jika ada, maka Server DHCP akan memberikan IP tersebut.

 

Pada DHCP, lama waktu IP yang diberikan pada setiap komputer bisa dibuat dinamis, artinya setelah pada waktu tertentu, maka IP yang ada pada komputer client akan habis masa penggunaannya. Ini disebut lease IP.

 

Ada juga yang sifatnya, IP tersebut tetap berada di komputer client, selama kartu jaringannya tidak rusak tentunya. Seperti halnya program linux lain nya file yang harus disiapkan untuk menginstall dhcp server adalah:

 

# rpm –ivh dhcp-server-3.0.5-7mdv2007.1.rpm

 

Nama file bisa saja selalu berbeda pada 3.05-7mdv2007 karena ini merupakan versi dari dhcp dan jenis linux yang digunakan.

 

 

4.3.1 Spesifikasi perangkat keras diverifikasi

Yang dibutuhkan dalam membuat server DHCP hanyalah sebuah jaringan yang mana jaringannya terdapat:

  1. Komputer sebagai server dengan spesifikasi dapat menjalankan linux dan memiliki Ethernet card.
  2. Sebuah Hub atau switch atau accesspoint apabila kita menggunakan wireless networking.
  3. Kabel UTP untuk networking dengan hub atau switch. Apabila menggunakan Accesspoint maka kita memerlukan WIFI card.
  4. Komputer klien

4.3.2 Distribusi DHCP server dipilih sesuai dengan sistem operasi jaringan yang digunakan

Setiap sistem operasi dalam linux memiliki perbedaan dalam melakukan setting dhcp server akan tetapi perbedaan itu hanya pada letak penempatan file konfigurasi, untuk settingannya tidak ada perbedaan yang signifikan.

 

Dan untuk dhcp server memiliki karakter yang berbeda beda. Misalnya untuk windows server untuk dhcp nya sangat lah mudah sudah dibuat dengan sistem wizard. Sedangkan dalam linux hanya perlu melakukan setting pada dhcpd.conf

 

 

4.3.3 Daemon DHCP server diinstall

Jika di windows kita bertemu dengan program khusus yang dinamakan services maka di linux kita akan bertemu dengan daemon.

 

Daemon pada dasarnya adalah program biasa yang tidak biasa. Daemon biasanya bekerja dibelakang layar dan berhubungan dengan low level yang sangat dekat dengan sistem operasi Linux sehingga dapat menggunakan paket instalasi RPM yang lebih mudah. Perintah text instalasi secara manual misalnya seperti ini, proses ini harus dilakukan sebagai root:

 

# rpm –ivh dhcp-server-3.0.5-7mdv2007.1.rpm

 

Maka sistem akan menginstalkan paket instalasi DHCP server. Bila ada dependensi harus diinstall dulu secara manual. Tetapi pada distro Mandriva 2007.1 dapat dilakukan cara instalasi yang lebih mudah yaitu dengan menggunakan utility urpmi seperti ini:

 

# urpmi dhcp

 

Maka sistem akan menginstallkan paket DHCP sekaligus dengan semua dependensi yang dibutuhkan. Untuk melakukan pengecekan apakah software sudah terinstall digunakan perintah:

 

# rpm –qa |grep dhcp

 

Maka sistem akan menampilkan software-software terinstall yang mengandung kata “dhcp”.

 

Setelah instalasi selesai, sistem akan membuat file-file konfigurasi untuk DHCP yang terdiri dari 2 file utama yang harus ada untuk dapat menjalankan aplikasi DHCP yang diinstall, yaitu:

 

  1. /etc/dhcpd.conf
  2. /var/lib/dhcp/dhcpcd.leases

 

 

4.4 Melakukan konfigurasi DHCP server

Dalam melakukan konfigurasi pada dhcp server cukup membuka file dhcpd.conf untuk melakukan konfigurasi server dhcp. Berikut ini merupakan bentuk configurasi dhcp server pada umumnya:

 

global parameters…

 

subnet 204.254.239.0 netmask 255.255.255.224 {

subnet-specific parameters…

range 204.254.239.10 204.254.239.30;

}

 

subnet 204.254.239.32 netmask 255.255.255.224 {

subnet-specific parameters…

range 204.254.239.42 204.254.239.62;

}

 

subnet 204.254.239.64 netmask 255.255.255.224 {

subnet-specific parameters…

range 204.254.239.74 204.254.239.94;

}

 

group {

group-specific parameters…

host zappo.test.isc.org {

host-specific parameters…

}

host beppo.test.isc.org {

host-specific parameters…

}

host harpo.test.isc.org {

host-specific parameters…

}

}

 

 

4.4.1 Option IP address asignment acak ditambahkan

Option IP address atau penetapan range IP yang digunakan server dhcp untuk memberikan IP kepada komputer komputer klien.  Berikut ini merupakan statement untuk menambahkan range yang ditetapkan server dhcp untuk IP klien:

 

range 192.168.0.200 192.168.0.229;

 

Dengan penetapan IP range diatas maka tidak mungkin untuk klien berada pada IP dibawah 192.168.0.200 seperti IP 192.168.0.100.

 

 

4.4.2 Option lease time ditambahkan

Lease time merupakan waktu yang diberikan dari server untuk menggunakan suatu IP. Berikut ini merupakan cara menambahkan lease time:

 

# Waktu yang ditentukan untuk setiap IP Address yang dipinjamkan

max-lease-time 120;

# Waktu maximum untuk peminjaman IP Address

default-lease-time 120;

 

4.4.3 Option subnet mask ditambahkan

Subnet mask adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID, menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar.

 

Sebuah subnet mask biasanya diekspresikan di dalam notasi desimal bertitik (dotted decimal notation), seperti halnya alamat IP. Setelah semua bit diset sebagai bagian network identifier dan host identifier, hasil nilai 32-bit tersebut akan dikonversikan ke notasi desimal bertitik.

Perlu dicatat, bahwa meskipun direpresentasikan sebagai notasi desimal bertitik, subnet mask bukanlah sebuah alamat IP.

 

Subnet mask default dibuat berdasarkan kelas-kelas alamat IP dan digunakan di dalam jaringan TCP/IP yang tidak dibagi ke alam beberapa subnet. Tabel di bawah ini menyebutkan beberapa subnet mask default dengan menggunakan notasi desimal bertitik. Formatnya adalah:

 

<alamat IP www.xxx.yyy.zzz>, <subnet mask www.xxx.yyy.zzz>

 

Kelas alamat

Subnet mask (biner)

Subnet mask (desimal)

Kelas A 11111111.00000000.00000000.00000000 255.0.0.0
Kelas B 11111111.11111111.00000000.00000000 255.255.0.0
Kelas C 11111111.11111111.11111111.00000000 255.255.255.0
     

Perlu diingat, bahwa nilai subnet mask default di atas dapat dikustomisasi oleh administrator jaringan, saat melakukan proses pembagian jaringan (subnetting atau supernetting).

 

Sebagai contoh, alamat 138.96.58.0 merupakan sebuah network identifier dari kelas B yang telah dibagi ke beberapa subnet dengan menggunakan bilangan 8-bit. Kedelapan bit tersebut yang digunakan sebagai host identifier akan digunakan untuk menampilkan network identifier yang telah dibagi ke dalam subnet.

 

Subnet yang digunakan adalah total 24 bit sisanya (255.255.255.0) yang dapat digunakan untuk mendefinisikan custom network identifier. Network identifier yang telah di-subnet-kan tersebut serta subnet mask yang digunakannya selanjutnya akan ditampilkan dengan menggunakan notasi sebagai berikut:

 

138.96.58.0, 255.255.255.0

Untuk penambahan Option subnet mask harus diperhatikan tipe ip sehingga penentuan kelas alamat tidak salah.

 

Berikut ini merupakan statement untuk menambahkan option subnet mask:

 

subnet subnet-number netmask netmask {

[ parameters ]

[ declarations ]

}

 

Berikut ini contoh penggunaan statement diatas:

 

subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
# — default gateway
option routers 192.168.0.1;
option subnet-mask 255.255.255.0;

}

 

 

4.4.4 Option broadcast address ditambahkan

Penambahan ini adalah untuk menetapkan IP bagi server DHCP yang melakukan broadcast atau penyebaran IP untuk komputer klien. Berikut ini merupakan contoh penambahan Option broadcast:

 

option broadcast-address 192.168.0.255;

 

 

4.4.5 Option router / gateway ditambahkan

Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.

 

Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP.

 

Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya.

 

Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring. Berikut penambahan Option gateway atau router:

 

option routers 192.168.0.1;

 

 

4.4.6 Option domain name server ditambahkan

DNS (Domain Name System, bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet.

 

DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.

 

DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat e-mail.

 

DNS menghubungkan kebutuhan ini. Oleh karena itu penambahan option DNS dibutuhkan, pada umumnya DNS server juga berfungsi sebagai DHCP server, tetapi bisa juga berbeda. Berikut ini contoh penambahan option Domain Name Server:

 

option domain-name-servers 192.168.0.1;

option domain-name “mydomain.com”;

 

 

4.4.7 Option netbios name servers ditambahkan jika perlu

Penambahan netbios jarang dilakukan hal ini dilakukan hanya untuk jaringan yang memiliki kapasitas yang sangat besar atau server lebih dari satu sehingga mempermudah pencarian pada server.

 

Berikut ini merupakan contoh penambahan option netbios atau bisa disebut penambahan server WINS:

 

option netbios-name-servers 192.168.1.1;

 

 

4.4.8 Option broadcast address ditambahkan

Penambahan ini adalah untuk menetapkan IP bagi server DHCP yang melakukan broadcast atau penyebaran IP untuk komputer klien. Berikut ini merupakan contoh penambahan Option broadcast:

 

option broadcast-address 192.168.0.255;

 

 

4.4.9 Option IP address asignment statis ditambahkan jika diperlukan

Penambahan ini berdasarkan banyaknya client yang telah ditunjuk sebagai IP statis hal ini biasanya ditunjuk lebih seperti untuk print server, internet server dsb. Berikut ini cara penambahan IP statis pada dhcpd.conf:

 

host hostname {

[ parameters ]

[ declarations ]

}

 

Contohnya untuk penambahan dua IP statis:

 

Host Win98B
{
hardware ethernet 00:0C:29:BE:F9:4E;
fixed-address 192.168.9.151;
}

host Win95
{
hardware ethernet 00:0C:29:D2:AE:61;
fixed-address 192.168.9.153;
}

 

4.5 Menjalankan Daemon DHCP Server

Untuk menjalankan DHCP server kita harus memasukan perintah pada terminal seperti:

 

#/usr/sbin/dhcpd

 

Atau

 

#/etc/rc.d/init.d/dhcpd start

 

Atau bila dhcpd sudah berjalan maka:

 

# /etc/rc.d/init.d/dhcpd restart

 

Maka setelah menjalankan perintah diatas akan keluar tampilan:

 

Internet Systems Consortium DHCP Server V3.0.1
Copyright 2004 Internet Systems Consortium.
All rights reserved.
For info, please visit http://www.isc.org/sw/dhcp/
Shutting down dhcpd: [ OK ]
Starting dhcpd: [ OK ]

 

Perintah ini juga harus selalu dilakukan setelah melakukan perubahan apapun pada isi file /etc/dhcpd.conf.

 

Kemudian apabila menghendaki agar DHCP server selalu start secara otomatis pada saat komputer dijalankan, maka perintah “/etc/rc.d/init.d/dhcpd start” harus dimasukkan dalam file /etc/rc.local yang berfungsi seperti file autoexec.bat dalam sistem Windows. Atau  dengan cara:

 

root@centos dhcp]# setup

 

 

 

Dan enabled-kan service dhcp dengan menggunakan spacebar

 

 

 

 

 

 

4.5.1 Keberadaan file DHCP.leases dipastikan

File dhcp.leases sudah dibuat pada saat pertama sekali melakukan instalasi DHCP server. Karena dua hal utama yang harus dipastikan pada saat setelah melakukan instalasi rpm untuk dhcp server yaitu file:

 

  1. /etc/dhcpd.conf
  2. /var/lib/dhcp/dhcpcd.leases

 

Untuk memastikan cukup melalui terminal dan cari pada address /var/lib/dhcp/ setelah memastikan file ada maka dhcp server dapat dijalankan.

 

Apabila tidak ada cukup membuat file kosong pada direktori /var/lib/dhcp/ dengan nama dhcpd.leases.

 

Dan setelah dhcp server dijalankan maka dhcpd.leases tidak akan lagi hanya file kosong, filenya akan berisi seperti ini ( hasil dhcp.leases tiap server berbeda):

 

# All times in this file are in UTC (GMT), not your local timezone.   This is

# not a bug, so please don’t ask about it.   There is no portable way to

# store leases in the local timezone, so please don’t request this as a

# feature.   If this is inconvenient or confusing to you, we sincerely

# apologize.   Seriously, though – don’t ask.

# The format of this file is documented in the dhcpd.leases(5) manual page.

# This lease file was written by isc-dhcp-V3.0.1

 

lease 192.168.0.229 {

starts 2 2006/09/19 14:01:31;

ends 3 2006/09/20 14:01:31;

binding state active;

next binding state free;

hardware ethernet 00:0c:76:8b:c4:16;

uid “010014v\213\30426″;

client-hostname “matze”;

}

 

 

4.5.2 Daemon DHCP server dijalankan pada interface

Pada umumnya server sekarang ini memiliki 2 ethernet. Satu biasanya digunakan untuk koneksi dengan internet atau koneksi dengan modem yang terhubung dengan internet.

 

Dan satunya lagi terkoneksi dengan LAN yang mana yang terkoneksi dengan LAN berfungsi sebagai DHCP server. Pemilihan hardware sebagai interface yang menjalankan DHCP server dapat dijalan kan dengan menambahkan perintah:

 

host ncd1 { hardware ethernet 0:c0:c3:49:2b:57; }

 

Untuk perintah diatas selalu berbeda tergantung MAC address yang ada pada Ethernet yang digunakan.

 

 

4.6 Melakukan verifikasi

            Untuk melakukan verifikasi bahwa server dhcp berjalan atau tidak kita dapat melakukan test dengan klien, baik menggunakan os windows atau menggunakan os Linux.

 

Berikut ini merupakan contoh untuk melakukan verifikasi dengan menggunakan windows. Dari client Windows bisa dilakukan setting untuk permintaan IP addres di server dengan memilih Obtain dalam halaman setting Control Panel – Network.

 

Atau juga dapat dengan command text di command prompt dengan mengetikkan di Command Prompt perintah untuk meminta lease IP address baru pada server DHCP :

 

C:\> ipconfig /renew

 

Dan bila diinginkan untuk menghapus konfigurasi lesase DHCP yang sedang berjalan digunakan perintah :

 

C:\> ipconfig /release

 

Untuk melihat konfigurasi yang telah terpasang, gunakan perintah :

 

C:\> ipconfig /all

 

 

 

 

4.6.1 DHCP server dijalankan dengan mengaktifkan mode debugging

Server DHCP dapat dijalankan dengan mengaktifkan mode debugging pada saat mode ini dijalan kan maka  akan ada report debugging. file /var/log/messages di shell secara dinamis dengan menampilkan terus menerus baris-baris terbaru yang terjadi, dengan menggunakan perintah:

 

# tail –f /var/log/messages

 

 

 

4.6.2 Salah satu client di-boot untuk mengamati pesan  debugging

Untuk DHCP client di Linux juga relatif mudah memasangnya, pertama dengan menyesuaikan setting di file /etc/sysconfig/network/ifcfg-eth0-[mac-address] seperti gambar berikut.

 

Catatan: path dan nama file bisa tidak sama tergantung distro Linux yang dipakai.

 

Path dan nama file tadi adalah untuk distro Linux openSUSE 10.2 yang saya pakai di sini.

 

 

Kemudian cek apakah aplikasi dhcpcd sudah terinstall di komputer Linux yg akan dijadikan DHCP client (cat : untuk distro selain openSUSE mungkin bisa berbeda):

 

# rpm -qa |grep dhcpcd

 

Kalau belum terinstall, install dulu dengan menggunakan tool YaST untuk software DHCP client. Bisa lakukan dg memasukkan kata “dhcpcd” di kolom search software.

 

Setelah muncul, beri check lalu jalankan instalasi. Setelah instalasi selesai ulangi pengecekan di shell dg perintah yg sama.

 

Kemudian gunakan command text seperti berikut untuk melepas lease IP (dhcpcd –d –k eth0) dan merequest IP address dari server DHCP (dhcpcd –d –B eth0):

 

 

Opsi–k >>> adalah untuk melepas lease IP yang sedang berjalan

 

Opsi-B >>> adalah untuk meminta lease IP baru pada server DHCP

 

Opsi-d >>> adalah agar dhcpcd mengirimkan banyak informasi ke file

 

/var/log/messages yang akan berguna untuk mengetahui setiap detail proses yang terjadi, termasuk untuk memudahkan troubleshooting bila ada suatu masalah yang terjadi.

 

File tersebut salah satu file log terpenting dalam Linux yang mencatat hampir semua peristiwa yang terjadi dalam sistem, termasuk semua yang terjadi pada saat koneksi DHCP server & client terbentuk

 

 

4.7 Membuat Dokumentasi

Segala sesuatu yang berhubungan dengan server haruslah dilakukan dokumentasi hal ini selain mempermudah akan tetapi hal ini juga yang membuat pengetahuan akan perubahan pada server dapat dilakukan oleh lain walaupun kita tidak ada pada tempat pada saat mau melakukan setting ulang pada server DHCP.

 

Selain itu untuk dokumentasi dapat dilakukan berbagai cara. Dengan cara melakukan back up pada file konfigurasi atau melakukan pencatatan manual akan hal hal yng dirubah pada konfigurasi

 

4.7.1 Konfigurasi DHCP server dicatat

Pencatatan konfigurasi DHCP server cukup melakukan duplikasi untuk file dhcpd.conf dengan nama lain misalnya dengan nama dhcpdbc.conf.

 

Dengan melakukan duplikasi dhcpd.conf membuat konfigurasi lebih mudah apabila kita melakukan penggantian server sehingga kita tidak perlu melakukan konfigurasi ulang hanya perlu menimpa atau overwrite untuk file dhcpd.conf.

 

Tapi selain itu tetap saja kita bisa melakukan print pada hcpd.conf pada notepad. Hal ini juga merupakan salah satu opsi untuk mencatat konfigurasi dhcp server

 

 

4.7.2 Hasil pengujian dicatat

Hasil pengujian dapat tercatat pada log yang ada pada server. Hal ini dapat kita lihat dari file dhcplog. Dari loh yang ada kita bisa mengetahui sangat detail dari kapan dhcp dijalan kan sampai kapan terjadi konflik.

 

Sistem log harus dihapus pada saat tertentu karena log selalu dibuat baik saat dijalan kan, dan saat klien melakukan permintaan atas ip.

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK

PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

 

5.1 Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk:

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan:

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2 Literatur

Pengertian sumber-sumber kepustakaan adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

 

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

1.   Buku referensi (text book)

2.   Lembar kerja

3.   Diagram-diagram, gambar

4.   Contoh tugas kerja

5.   Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi. Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternatif lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

Untuk referensi mengenai materi-materi yang dapat digunakan, Anda dapat melihat dari Daftar Pustaka yang terlampir dihalaman terakhir modul ini.

 

 

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan      :   Menginstalasi dan Mengkonfigurasi DHCP Server

 

 

  1. Kode Program Pelatihan  :   TIK.JK04.013.01

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Menginstalasi dan Mengkonfigurasi DHCP Server

TIK.JK04.013.01

Komputer, Buku tentang DHCP server Satu paket buku panduan, cara instalasi dan konfigurasi DHCP server Aplikasi tambahan bersifat wajib.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

Testimoni

artikel lainnya Menginstalasi Dan Mengkonfigurasi DHCP Server TIK.JK04.013.01



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Friday 20 June 2014 | blog

Free Software Entrepreneur Support Plugin duplicator 0.46 untuk menyelamatkan website anda Software Corel Draw Tanpa Instal…

Saturday 7 March 2015 | blog

      MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI       MENGINSTALASI…

Monday 13 July 2015 | blog

LOGO dengan CorelDRAW X3 Logo adalah identitas sebuah produk. Dengan logo ini, produk dapat diidentifikasi. Bahkan…

Monday 4 May 2015 | blog

Dewan pimpinan daerah partai golongan karya kabupaten cilacap sekretariat: jl. Perwira no. 2 - g cilacap…