Advertisement
loading...

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TELEMATIKA

Advertisement

SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER

DAN SISTEM ADMINISTRASI

 

MENGINSTALASI

DAN MENGKONFIGURASI

DATABASE SERVER

TIK.JK04.015.01

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

Daftar Isi ………………………………………………………………………………… ….     1

 

 

BAB I    5

PENGANTAR. 5

1.1   Konsep Dasar Competency Based Training (CBT) 5

1.2   Penjelasan Modul 5

1.2.1   Desain Modul 5

1.2.2   Isi Modul 6

1.2.3   Pelaksanaan Modul 6

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC) 7

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah. 7

 

BAB II  9

STANDAR KOMPETENSI. 9

2.1 Peta Paket Pelatihan. 9

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi 9

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari 9

2.3.1 Kode dan Judul Unit 10

2.3.2 Deskripsi Unit 10

2.3.3 Elemen Kompetensi 10

2.3.4 Batasan Variabel 11

2.3.5 Panduan Penilaian. 11

2.3.6 Kompetensi Kunci 12

 

BAB III. 13

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN. 13

3.1 Strategi Pelatihan. 13

3.2 Metode Pelatihan. 14

 

BAB IV  15

MATERI UNIT KOMPETENSI. 15

4.1 Tujuan Instruksional Umum.. 15

4.2 Tujuan Instruksional Khusus 15

4.3 Menyiapkan peralatan. 16

4.3.1   Spesifikasi perangkat keras diverifikasi 16

4.3.2   Sistem operasi yang digunakan diidentifikasi 17

4.3.3   Perangkat lunak database server disiapkan. 18

4.3.4   Kebutuhan sistem diverifikasi 18

4.4 Melakukan instalasi dan konfigurasi 18

4.4.1   Perangkat lunak database server diinstal pada perangkat keras yang telah disediakan  18

4.4.2   Jumlah pengguna yang dapat mengakses database server secara bersamaan ditentukan  26

4.4.3   Port yang digunakan untuk mengakses database server ditentukan. 27

4.4.4   Directory yang digunakan untuk menyimpan file konfigurasi, file log dan modul-modul yang diperlukan ditentukan. 27

4.4.5   Pengguna yang boleh menggunakan database server didefinisikan. 28

4.4.6   Konfigurasi lain yang diperlukan dilakukan. 34

4.5 Melakukan pengujian pada database server 35

4.5.1   Tabel untuk pengujian pada database server dibuat 35

4.5.2   Sql untuk query ke database server dibuat 37

4.5.3   Koneksi ke database server menggunakan SQL dilakukan. 39

4.6 Membuat dokumentasi 40

4.6.1   Konfigurasi database server dicatat 40

4.6.2   Hasil pengujian dicatat 47

 

 

BAB V  54

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN                          KOMPETENSI  54

5.1 Sumber Daya Manusia. 54

5.2 Sumber-sumber Kepustakaan (Buku Informasi) 55

5.3 Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan. 56

 

DAFTAR PUSTAKA. 57

 

BAB I

PENGANTAR

 

1.1        Konsep Dasar Competency Based Training (CBT)

 

  • Apakah pelatihan berdasarkan kompetensi?

Pelatihan berdasarkan kompetensi adalah pelatihan yang memperhatikan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan di tempat kerja agar dapat melakukan pekerjaan dengan kompeten. Standar Kompetensi dijelaskan oleh Kriteria Unjuk Kerja.

 

  • Apakah artinya menjadi kompeten ditempat kerja?

Jika anda kompeten dalam pekerjaan tertentu, anda memiliki seluruh keterampilan, pengetahuan dan sikap yang perlu untuk ditampilkan secara efektif ditempat kerja, sesuai dengan standar yang telah disetujui.

 

1.2 Penjelasan Modul

Modul ini dikonsep agar dapat digunakan pada proses Pelatihan Konvensional/Klasikal dan Pelatihan Individual/Mandiri. Yang dimaksud dengan Pelatihan Konvensional/Klasikal, yaitu pelatihan yang dilakukan dengan melibatkan bantuan seorang pembimbing atau guru seperti proses belajar mengajar sebagaimana biasanya dimana materi hampir sepenuhnya dijelaskan dan disampaikan pelatih/pembimbing yang bersangkutan.

 

Sedangkan yang dimaksud dengan Pelatihan Mandiri/Individual adalah pelatihan yang dilakukan secara mandiri oleh peserta sendiri berdasarkan materi dan sumber-sumber informasi dan pengetahuan yang bersangkutan. Pelatihan mandiri cenderung lebih menekankan pada kemauan belajar peserta itu sendiri. Singkatnya pelatihan ini dilaksanakan peserta dengan menambahkan unsur-unsur atau sumber-sumber yang diperlukan baik dengan usahanya sendiri maupun melalui bantuan dari pelatih.

1.2.1 Desain Modul

Modul ini didesain untuk dapat digunakan pada Pelatihan Klasikal dan Pelatihan Individual / mandiri:

  • Pelatihan klasikal adalah pelatihan yang disampaikan oleh seorang pelatih.
  • Pelatihan individual / mandiri adalah pelatihan yang dilaksanakan oleh peserta dengan menambahkan unsur-unsur / sumber-sumber yang diperlukan dengan bantuan dari pelatih.

 

1.2.2 Isi Modul

Buku Informasi

Buku informasi ini adalah sumber pelatihan untuk pelatih maupun peserta pelatihan.

 

Buku Kerja

Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam Pelatihan Klasikal maupun Pelatihan Individual / mandiri.

 

Buku ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang akan membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
  • Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Kegiatan penilaian untuk menilai kemampuan peserta pelatihan dalam melaksanakan praktik kerja.

 

Buku Penilaian

Buku penilaian ini digunakan oleh pelatih untuk menilai jawaban dan tanggapan peserta pelatihan pada Buku Kerja dan berisi:

  • Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh peserta pelatihan sebagai pernyataan keterampilan.
  • Metode-metode yang disarankan dalam proses penilaian keterampilan peserta pelatihan.
  • Sumber-sumber yang digunakan oleh peserta pelatihan untuk mencapai keterampilan.
  • Semua jawaban pada setiap pertanyaan yang diisikan pada Buku Kerja.
  • Petunjuk bagi pelatih untuk menilai setiap kegiatan praktik.
  • Catatan pencapaian keterampilan peserta pelatihan.

 

1.2.3   Pelaksanaan Modul

Pada pelatihan klasikal, pelatih akan:

- Menyediakan Buku Informasi yang dapat digunakan peserta pelatihan sebagai sumber pelatihan.

-    Menyediakan salinan Buku Kerja kepada setiap peserta pelatihan.

-    Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama dalam penyelenggaraan pelatihan.

-    Memastikan setiap peserta pelatihan memberikan jawaban / tanggapan dan menuliskan hasil tugas praktiknya pada Buku Kerja.

 

Pada Pelatihan individual / mandiri, peserta pelatihan akan :

- Menggunakan Buku Informasi sebagai sumber utama pelatihan.

- Menyelesaikan setiap kegiatan yang terdapat pada buku Kerja.

- Memberikan jawaban pada Buku Kerja.

- Mengisikan hasil tugas praktik pada Buku Kerja.

 

1.3 Pengakuan Kompetensi Terkini (RCC)

  • Apakah Pengakuan Kompetensi Terkini (Recognition of Current Competency)?

Jika anda telah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk elemen unit kompetensi tertentu, anda dapat mengajukan pengakuan kompetensi terkini (RCC). Berarti anda tidak akan dipersyaratkan untuk belajar kembali.

 

  • Anda mungkin sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, karena anda telah:
  1. Bekerja dalam suatu pekerjaan yang memerlukan suatu pengetahuan dan keterampilan yang sama atau
  2. Berpartisipasi dalam pelatihan yang mempelajari kompetensi yang sama atau
  3. Mempunyai pengalaman lainnya yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan yang sama.

 

1.4 Pengertian-Pengertian / Istilah

Profesi

Profesi adalah suatu bidang pekerjaan yang menuntut sikap, pengetahuan serta keterampilan/keahlian kerja tertentu yang diperoleh dari proses pendidikan, pelatihan serta pengalaman kerja atau penguasaan sekumpulan kompetensi tertentu yang dituntut oleh suatu pekerjaan/jabatan.

 

Standarisasi

Standardisasi adalah proses merumuskan, menetapkan serta menerapkan suatu standar tertentu.

 

Penilaian / Uji Kompetensi

Penilaian atau Uji Kompetensi adalah proses pengumpulan bukti melalui perencanaan, pelaksanaan dan peninjauan ulang (review) penilaian serta keputusan mengenai apakah kompetensi sudah tercapai dengan membandingkan bukti-bukti yang dikumpulkan terhadap standar yang dipersyaratkan.

 

Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan untuk mencapai suatu kompetensi tertentu dimana materi, metode dan fasilitas pelatihan serta lingkungan belajar yang ada terfokus kepada pencapaian unjuk kerja pada kompetensi yang dipelajari.

 

Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk menunjukkan aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan serta penerapan dari ketiga aspek tersebut ditempat kerja untuk mwncapai unjuk kerja yang ditetapkan.

 

Standar Kompetensi

Standar kompetensi adalah standar yang ditampilkan dalam istilah-istilah hasil serta memiliki format standar yang terdiri dari judul unit, deskripsi unit, elemen kompetensi, kriteria unjuk kerja, ruang lingkup serta pedoman bukti.

 

Sertifikat Kompetensi

Adalah pengakuan tertulis atas penguasaan suatu kompetensi tertentu kepada seseorang yang dinyatakan kompeten yang diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi.

 

Sertifikasi Kompetensi

Adalah proses penerbitan sertifikat kompetensi melalui proses penilaian / uji kompetensi.

 

 

 

 

 

BAB II

STANDAR KOMPETENSI

 

2.1 Peta Paket Pelatihan

Modul yang sedang Anda pelajari ini bertujuan untuk mencapai satu unit kompetensi. Adapun kompetensi ini termasuk dalam satu paket pelatihan, yang terdiri atas unit-unit kompetensi berikut:

  1. TIK.JK04.015.01     Menginstalasi dan mengkonfigurasi database server

 

2.2 Pengertian Unit Standar Kompetensi

Apakah Standar Kompetensi? Setiap Standar Kompetensi menentukan :

  1. Pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai kompetensi.
  2. Standar yang diperlukan untuk mendemonstrasikan kompetensi.
  3. Kondisi dimana kompetensi dicapai.

 

Di dalam unit kompetensi ini, Anda akan mempelajari bagaimana cara menginstalasi dan mengkonfigurasi database server dalam hal ini akan digunakan MS SQL 2000 ENTERPRISE EDITION.

 

Sistem pelatihan berbasis kompetensi terfokus pada pencapaian kompetensi, bukan pada lamanya waktu. Namun, diharapkan pelatihan ini dapat dilaksanakan dan dicapai dalam jangka waktu tidak lebih dari seminggu, tiga sampai lima hari. Pelatihan ini diperuntukkan khusus bagi para programmer, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi semua orang yang terlibat dalam penggunaan komputer.

 

Jika Anda belum mencapai kompetensi pada usaha/kesempatan pertama, Pelatih Anda akan mengatur rencana pelatihan dengan Anda. Rencana ini akan memberikan Anda kesempatan kembali untuk meningkatkan level kompetensi Anda sesuai dengan level yang diperlukan. Jumlah maksimum usaha/kesempatan yang disarankan adalah 3 (tiga) kali.

 

2.3 Unit Kompetensi Yang Dipelajari

Dalam sistem pelatihan Standar Kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatihan untuk dapat :

  1. Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
  2. Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
  3. Menyakinkan bahwa semua elemen (sub-kompetensi) dan kriteria unjuk   kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.

 

2.3.1 Kode dan Judul Unit

Kode Unit       : TIK.JK04.015.01

Judul Unit      : Menginstalasi dan mengkonfigurasi database server

 

2.3.2 Deskripsi Unit

Unit ini menjelaskan kompetensi yang diperlukan untuk melakukan  instalasi dan konfigurasi database server untuk menyediakan layanan akses data.

 

 

2.3.3 Elemen Kompetensi

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

01     Menyiapkan peralatan 1.1  Spesifikasi perangkat keras diverifikasi.

 

1.2  Sistem operasi yang digunakan diidentifikasi.

 

1.3  Perangkat lunak database server disiapkan.

 

1.4    Kebutuhan sistem diverifikasi.

 

02     Melakukan instalasi dan konfigurasi 2.1  Perangkat lunak database server diinstal pada perangkat keras yang telah disediakan.

 

2.2  Jumlah pengguna yang dapat mengakses database server secara bersamaan ditentukan.

 

2.3  Port yang digunakan untuk mengakses database server ditentukan.

 

2.4  Directory yang digunakan untuk menyimpan file konfigurasi, file log, dan modul-modul yang diperlukan ditentukan.

 

2.5  Pengguna yang boleh menggunakan database server didefinisikan.

 

2.6  Konfigurasi lain yang diperlukan dilakukan.

 

03     Melakukan pengujian pada database server 3.1  Tabel untuk pengujian pada dabase server dibuat.

 

3.2  SQL untuk query ke database server dibuat.

 

3.3   Koneksi ke database server menggunakan SQL

dilakukan.

 

04     Membuat dokumentasi 4.1  Konfigurasi database server dicatat.

 

4.2  Hasil pengujian dicatat.

 

Tabel 1 Elemen Kompetensi

 

2.3.4 Batasan Variabel

Batasan variabel dalam bahasan ini adalah:

1.  Unit ini berlaku untuk seluruh sektor teknologi informasi dan komunikasi.

2.  Dalam melaksanakan unit kompetensi ini didukung dengan tersedianya :

2.1   Sistem Operasi

2.2   Peralatan perangkat keras dapat berupa system computer,     system jaringan, hub, router, dsb.

2.3   Perangkat lunak dan aplikasi database server, dapat berupa paket perangkat lunak, dsb.

2.4   Standar dan prosedur keamanan system

 

2.3.5 Panduan Penilaian

  1. 1.           Pengetahuan dan keterampilan penunjang

Untuk mendemontrasikan kompetensi, memerlukan bukti keterampilan dan pengetahuan di bidang berikut ini :

1.1   Pengetahuan dasar

1.1.1  Pengetahuan mengenai internet.

1.1.2  Pengetahuan mengenai arsitektur jaringan.

1.1.3  Pengetahuan mengenai protokol TCP / IP.

1.1.4  Pengetahuan mengenai SQL dan database server.

 

1.2   Keterampilan dasar

1.2.1  Keahlian menggunakan Sistem Operasi.

1.2.2    Keahlian membuat database.

1.2.3    Keahlian dalam sistem jaringan.

 

  1. 2.           Konteks penilaian

Kompetensi harus diujikan di tempat kerja atau di tempat lain secara teori dengan kondisi kerja sesuai dengan keadaan normal.

 

  1. 3.           Aspek penting penilaian

Aspek yang harus diperhatikan:

3.1 Kemampuan untuk membangun dan mengkonfigurasikan web server.

3.2 Kemampuan untuk melakukan pengujian server berdasarkan kebutuhan.

 

  1. 4.           Kaitan dengan unit-unit lainnya

4.1   Unit ini didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam unit kompetensi yang berkaitan dengan:

4.1.1  TIK.JK04.006.01   Menambah perangkat jaringan ke dalam sistem jaringan.

4.1.2  TIK.JK04.007.01 Menambah aplikasi jaringan ke dalam sistem jaringan.

4.1.3  TIK.JK02.016.01   Menginstal danmengkonfigurasi sistem operasi jaringan.

 

4.2     Pengembangan pelatihan untuk memenuhi persyaratan dalam unit ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Untuk pelatihan pra-kejuruan umum, institusi harus menyediakan pelatihan yang mempertimbangkan serangkaian konteks industri seutuhnya tanpa bias terhadap sektor tertentu. Batasan variabel akan membantu dalam hal ini. Untuk sektor tertentu / khusus, pelatihan harus disesuaikan agar dapat memenuhi kebutuhan sektor tersebut.

 

 

 2.3.6 Kompetensi Kunci

 

            Kompetensi kunci dalam bahasan ini dapat dilihat dalam tabel di bawah ini.

NO

KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI

TINGKAT

1

Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi

2

2

Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi

2

3

Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas

2

4

Bekerja dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan ide-ide dan teknik matematika

1

6

Memecahkan masalah

2

7

Menggunakan teknologi

2

Tabel 1 Kompetensi Kunci

 

 

BAB III

STRATEGI DAN METODE PELATIHAN

 

3.1        Strategi Pelatihan

Belajar dalam suatu Sistem Berbasis Kompetensi berbeda dengan yang sedang “diajarkan” di kelas oleh Pelatih. Pada sistem ini Anda akan bertanggung jawab terhadap belajar Anda sendiri, artinya bahwa Anda perlu merencanakan belajar Anda dengan Pelatih dan kemudian melakukan praktek sesuai dengan rencana yang telah dibuat.

 

Persiapan/perencanaan

  1. Membaca bahan/materi yang telah diidentifikasi dalam setiap tahap belajar dengan tujuan mendapatkan tinjauan umum mengenai isi proses belajar Anda.
  2. Membuat catatan terhadap apa yang telah dibaca.
  3. Memikirkan bagaimana pengetahuan baru yang diperoleh berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang telah Anda miliki.
  4. Merencanakan aplikasi praktik pengetahuan dan keterampilan Anda.

 

Permulaan dari proses pembelajaran

  1. Mencoba mengerjakan seluruh pertanyaan dan tugas praktik yang terdapat pada tahap belajar.
  2. Merevisi dan meninjau materi belajar agar dapat menggabungkan pengetahuan Anda.

 

Pengamatan terhadap tugas praktik

  1. Mengamati keterampilan praktik yang didemonstrasikan oleh Pelatih atau orang yang telah berpengalaman lainnya.
  2. Mengajukan pertanyaan kepada Pelatih tentang konsep sulit yang Anda temukan.

 

Implementasi

  1. Menerapkan pelatihan kerja yang aman.
  2. Mengamati indikator kemajuan personal melalui kegiatan praktik.
  3. Mempraktikkan keterampilan baru yang telah Anda peroleh.

 

        Penilaian

Melaksanakan tugas penilaian untuk penyelesaian belajar Anda.

 

3.2        Metode Pelatihan

Terdapat tiga prinsip metode belajar yang dapat digunakan. Dalam beberapa kasus, kombinasi metode belajar mungkin dapat digunakan.

 

Belajar secara mandiri

Belajar secara mandiri membolehkan Anda untuk belajar secara individual, sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Meskipun proses belajar dilaksanakan secara bebas, Anda disarankan untuk menemui Pelatih setiap saat untuk mengkonfirmasikan kemajuan dan mengatasi kesulitan belajar.

 

Belajar Berkelompok

Belajar berkelompok memungkinkan peserta untuk dating bersama secara teratur dan berpartisipasi dalam sesi belajar berkelompok. Walaupun proses belajar memiliki prinsip sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing, sesi kelompok memberikan interaksi antar peserta, Pelatih dan pakar/ahli dari tempat kerja.

 

Belajar terstruktur

Belajar terstruktur meliputi sesi pertemuan kelas secara formal yang dilaksanakan oleh Pelatih atau ahli lainnya. Sesi belajar ini umumnya mencakup topik tertentu.

 

 

 

BAB IV

MATERI UNIT KOMPETENSI

 

 

4.1 Tujuan Instruksional Umum

 

  • Siswa dapat menginstalasi database server
  • Siswa dapat melakukan konfigurasi pada database server.
  • Siswa dapat melakukan pembuatan table dan melakukan perintah-perintah dalam database.

 

 

4.2 Tujuan Instruksional Khusus

 

  • Siswa dapat mempersiapkan sistem database server berbasis MS SQL Server 2000 dengan baik dan benar.
  • Siswa dapat mengenali perintah-perintah sederhana yang digunakan dalam sistem database.
  • Siswa dapat mengelola database dengan baik.
  • Siswa dapat menggunakan enterprise manager dalam mengelola jendela aplikasi.
  • Siswa dapat melakukan backup dan restore database server.
  • Siswa dapat melakukan pengaturan dan setting  terhadap sistem database server.

 

4.3    Menyiapkan peralatan

Sebelum melakukan instalasi suatu database server, perlu dilakukan analisis terhadap komponen-komponen pendukung agar proses instalasi dapat berjalan dengan normal dan baik pada perangkat komputer. Salah satu komponen pendukung tersebut adalah hardware yang sesuai dengan kualifikasi dan disertai dengan operating system yang sesuai dengan kualifikasi. Selain itu diperlukan juga buku panduan mengenai cara instalasi database server agar nantinya dapat sesuai dengan kebutuhan si pengguna. Proses ini dinamakan preinstallation.

 

Untuk melakukan instalasi SQL SERVER 2000 ENTERPRISE EDITION  siapkan lah cd SQL SERVER 2000 ENTERPRISE EDITION.

 

4.3.1   Spesifikasi perangkat keras diverifikasi

Sebelum melakukan instalasi database server ke dalam suatu perangkat komputer perlu di perhatikan beberapa hal seperti:

 

Perangkat Keras Kebutuhan minimum
Komputer Intel® atau compatible

Pentium 166 MHz atau higher.

Memori (RAM)1 Enterprise Edition: 64 MB minimum, 128 MB atau lebih

Standard Edition: 64 MB minimum

Personal Edition: 64 MB minimum untuk Windows 2000, 32 MB minimum untuk semua operating system

Developer Edition: 64 MB minimum

Desktop Engine: 64 MB minimum untuk Windows 2000, 32 MB minimum untuk semua operating systems

Hard disk SQL Server database components: 95 to 270 MB, 250 MB typical

Analysis Services: 50 MB minimum, 130 MB typical

English Query: 80 MB

Desktop Engine only: 44 MB

Monitor VGA or higher resolution

800×600 or higher resolution required for the SQL Server graphical tools

Alat penunjuk Microsoft Mouse atau compatible
CD-ROM drive Diperlukan

 

4.3.2   Sistem operasi yang digunakan diidentifikasi

Tabel di bawah ini menunjukkan keperluan database server sesuai dengan operating system.

 

SQL Server edition atau komponen


Operating system yang dibutuhkan

Enterprise Edition Microsoft Windows NT Server 4.0, Microsoft Windows NT Server Enterprise Edition 4.0, Windows 2000 Server, Windows 2000 Advanced Server, Windows XP, Windows Home Edition and Windows 2000 Data Center Server.

 

Client Tools Saja Microsoft Windows NT 4.0, Windows 2000 (semua versi), Windows Me, dan Windows 98.
Connectivity Saja Microsoft Windows NT 4.0, Windows 2000 (semua versi), Windows Me, Windows 98, dan Windows 95.

 

4.3.3   Perangkat lunak database server disiapkan

Setelah proses identifikasi perangkat keras dan sistem operasi maka masukkan lah cd sql server 2000 enterprise edition ke dalam cd-rom.

 

4.3.4   Kebutuhan sistem diverifikasi

Microsoft SQL Server 2000 dioperasikan pada komputer yang menggunakan Intel atau compatible Pentium, Pentium Pro, atau Pentium II processors. Processor minimum dibutuhkan adalah 166 MHz. Edisi and versi dari SQL Server 2000 memerlukan memory (RAM) sebagai berikut:

  • Enterprise Edition     64 MB of minimum, 128 MB disarankan SQL Server 2000 memerlukan kapasitas hard drive sebagai berikut tergantung kepada komponen dan setup yang dipilih :
    • Database components      95 to 270 MB, 250 MB typical
    • Analysis Services        50 MB minimum, 130 MB typical
    • English Query            80 MB
    • Desktop Engine only      44 MB

 

SQL Server 2000 memerlukan Internet Explorer 5.0 atau versi diatasnya yang dapat di jalankan oleh operating system sebagai berikut:

  • Windows 2000
  • Microsoft Windows NT version 4.0 Service Pack 5 or later
  • Windows Millennium Edition
  • Windows 98
  • Windows 95 (client connectivity option only)

 

4.4    Melakukan instalasi dan konfigurasi

4.4.1   Perangkat lunak database server diinstal pada perangkat keras yang telah disediakan

Berikut cara instalasi SQL Server 2000 Personal Edition di Windows XP Pro.

Cara instalasinya:

Masukkan CD master SQL Server 2000, tunggu beberapa saat hingga muncul layar berikut

 

(Jika layar tersebut tidak muncul, buka folder Setup lalu dobel klik file setupsql.exe)

 

 

Pada layar diatas pilih SQL Server 2000 Components  lalu pada layar dibawah pilih Install Database Server.

 

Klik [Next] lalu pilih Local Computer dan klik [Next]

Pilihlah Create a new instance of SQL Server, or install Client Tools lalu klik [Next]

Isilah Name dan Company lalu klik [Next] dan klik [Yes]

Isikan Serial Number lalu klik [Next]

Pilih Server and Client Tools lalu klik [Next]. Pada layar selanjutnya pilih opsi Default lalu klik [Next].

Pilih Typical (instalasi dengan paket standar) lalu klik [Next].

Pilih Use the same account for each service. Auto start SQL Server Service dan pilih opsi Use the Local System account lalu klik [Next].

Klik opsi Mixed Mode dan aktifkan opsi Blank Password lalu klik [Next]. Pada layar selanjutnya klik [Finish].

 

Setelah proses instalasi selesai, klik Start menu > All Programs > Microsoft SQL Server > Service Manager. Isilah Server dengan nama komputer Anda, atau IP Addressnya (default 127.0.0.1) kemudian klik [Start/Continue]. Ikon berubah menjadi warna hijau jika service SQL Server sudah running. Untuk menghentikan service, klik [Stop]. Jika opsi Auto start service when OS starts dipilih, maka service SQL Server otomatis akan running ketika Windows startup.

 

Setelah service running, dipojok kanan bawah pada taskbar akan muncul ikon Service Manager. Klik kanan pada ikon tersebut untuk Start atau Stop service SQL Server.

 

4.4.2   Jumlah pengguna yang dapat mengakses database server secara bersamaan ditentukan

Jika menginstall SQL Server dengan menggunakan Windows NT Authentication Mode maka secara otomatis login ke SQL Server akan mengikuti login Windows NT dan user dari Windows NT sajalah yang berhak untuk mengakses SQL Server. Jika SQL Server diinstal pada Mixed Mode maka setiap user yang login ke SQL Server bisa diautentikasi oleh Windows NT atau oleh SQL Server itu sendiri. User login yang diautentikasi oleh SQL Server harus memberikan username dan password yang dimaintenance sendiri oleh SQL Server dan ini merupakan salah satu awal bencana.

 

Ketika menginstal SQL Server pada Mixed Mode maka secara otomatis SQL Server memiliki default account SA (system administrator) dengan password kosong (blank password). Jika Anda login dengan account “sa” ini maka Anda sudah memiliki hak akses sangat luar biasa terhadap SQL Server yang meliputi semua database, tabel, stored procedure, security dan bahkan secara sadar atau tidak Anda juga otomatis memiliki akses besar ke sistem komputer tempat SQL Server diinstal.

 

Menurut pengamatan penulis dilapangan menunjukkan bahwa masih sangat banyak sekali SQL Server baik yang bersifat production server atau experiment server yang ternyata belum dikonfigurasi dengan benar. Salah satu contoh miskonfigurasi di SQL Server ya seperti yang sudah disebutkan diatas, yaitu DBA nya lupa memberi password untuk account “sa” dan SQL Server diinstall pada Mixed Mode. SQL Server memiliki extended stored procedure xp_cmdshell yang sangat mematikan. xp_cmdshell ini bisa menjalankan perintah shell pada SQL Server seperti jika Anda mengetikkan perintah-perintah shell pada layar console Windows NT. xp_cmdshell ini berada pada database master dan ini juga harus diatur hak pemakaiannya atau jika memang tidak perlu bisa dihapus.

 

4.4.3   Port yang digunakan untuk mengakses database server ditentukan

SQL Server bisa diakses oleh berbagai protokol seperti Named Pipe Net-Library atau melalui TCP/IP. SQL Server melalui TCP/IP akan membuka port 1433.

 

4.4.4   Directory yang digunakan untuk menyimpan file konfigurasi, file log dan modul-modul yang diperlukan ditentukan

Enterprise Manager

Merupakan interface utama dan paling sering digunakan oleh administrator database. Bagian ini mengandung sebagaian besar fungsi-fungsi pokok dalam mengatur database.

 

4.4.5   Pengguna yang boleh menggunakan database server didefinisikan

Membuat User SQL Server

Untuk membuat account user di SQL Server, buka folder Security dan klik kanan Login lalu pilih New Login.

 

 

 

Pada dialog property pilih SQL Server user, artinya Anda membuat user di SQL Server yang terpisah dari account Windows. Masukkan nama user misalnya aspnetuser, lalu pilih default database yaitu ASPNET. Artinya user tersebut diberikan hak akses ke database ASPNET. Selain itu juga dimasukkan password untuk user tersebut.

 

 

Kemudian buka tab Database Access, dan tetapkan aspnetuser sebagai database owner untuk ASPNET. Karena user ini ditetapkan sebagai owner maka memilki hak penuh untuk merubah, membuat, dan menghapus obyek di dalam database ASPNET.

 

 

Setelah pembuatan user selesai maka jika Anda membuka database ASPNET dan masuk ke ikon user akan terlihat bahwa user aspnetuser tersebut telah menjadi anggota di dalam database ASPNET.

 

Memasukkan user Windows

Selain membuat user di SQL Server, Anda juga dapat memasukkan user Windows sebagai user di SQL Server. Dengan demikian password user tersebut juga sama dengan di Windows. Pada property New Login, pilih Windows Authentication lalu klik tombol yang ada di sebelah kolom Name.

 

 

Kemudian pilih nama komputer atau nama domain dimana user yang diinginkan berada. Artinya user tersebut tidak harus berada dalam 1 server dengan SQL Server. User dapat berasal dari komputer lain, atau dari Domain Controller dalam jaringan.

 

 

 

Setelah user tersebut di-Add, maka ditetapkan hak aksesnya terhadap database tertentu sebagaimana telah dilakukan untuk aspnetuser seperti contoh sebelumnya.

 

Contoh beberapa bencana yang mungkin terjadi jika sudah bisa login ke SQL Server sebagai user “sa”:

1. Bisa membuat user pada Windows NT dengan level sekelas Administrator. Ini bisa dicapai dengan cara mengeksekusi command seperti berikut pada SQL Server

 

use master

xp_cmdshell ‘net user adminbaru admin /add’

go

xp_cmdshell ‘net localgroup Administrators adminbaru /add’

go

 

Dengan perintah diatas maka Anda membuat user adminbaru dengan password admin pada Windows NT dan sekaligus menjadikannya sekelas Administrator.

 

2. Bisa men-start atau men-stop service pada Windows NT

Ini bisa dilakukan dengan perintah net start atau net stop, contoh berikut adalah untuk men-stop service HTTP pada Windows NT yang berakibat matinya web server

 

use master

xp_cmdshell ‘net stop w3svc’

go

 

3. Bisa membuat FTP script untuk melakukan suatu download file dari server lain.

 

4. Bisa digunakan untuk men-deface website Nah kalo yang ini mungkin banyak yang suka Karena men-deface lewat SQL Server jauh lebih mudah daripada lewat bug unicode. Kalo pada bug unicode kita masuk ke sistem sesuai denganhak akses dari user IUSR_MACHINENAME, maka jika kita masuk ke sistem dengan SQL Server maka kita akan masuk dengan hak akses LocalSystem sehingga kita bisa melakukan apa saja di server, termasuk bisa men-shutdown system

 

5. Bisa untuk mass-defacing? Iya, penulis sendiri pernah masuk ke host SQL Server yang kebetulan adalah milik suatu perusahaan web hosting di Israel dan kebetulan didalamnya terdapat puluhan wwwroot untuk beberapa domain yang berbeda. Tinggal copy aja file kita ke masing-masing folder tadi, jadilah sudah mass defacing yang ternyata cuman masuk ke satu host saja.

 

6. Bisa mengakses registry windows yang berakibat dengan mengambil password Windows NT atau juga membuat key dan value pada registry.

 

Demikian beberapa bencana yang dapat menimpa sistem Windows NT yang terdapat SQL Server yang belum dikonfigurasi dengan benar. Sebenarnya masih banyak lagi bencana-bencana lain yang dapat muncul dan itu memang tergantung dari imajinasi Anda para hacker. Semakin Anda mengerti dan menguasai suatu sistem maka semakin banyak pula trik dan kemampuan Anda untuk mengeksploitasi sistem. Jika Anda berminat untuk mencoba maka sekarang mulai saja men-scan host yang port 1433 nya terbuka dan jika sudah menemukan host yang port 1433 nya terbuka cobalah akses kesana dengan menggunakan program Query Analyzer atau Anda juga bisa menggunakan SQL Server query dalam mode dos yaitu isql.exe.

 

Jika Anda ingin mencobanya dengan ISQL maka coba ajah ketikkan perintah berikut untuk login ke SQL Server dari command prompt:

 

C:>isql -S targethost -U sa

 

Kemudian tekan enter, dan akan muncul inputan password, terus tekan enter saja. Jika host tersebut masih menggunakan password blank maka akan muncul SQL prompt seperti dibawah:

1>

 

Pada prompt tersebut Anda bisa mengetikan perintah SQL anda, misalnya seperti dibawah:

 

1>select * from sysusers

2>go

 

OK, akhirnya penulis berpesan bahwa jaga baik-baik SQL Server Anda, jangan lupa untuk mengisi password pada account “sa” (account “sa” tidak bisa di-rename atau dihapus). Sebenarnya masih banyak lagi yang harus diperhatikan pada SQL Server daripada sekedar mengganti password account “sa”, tetapi dengan begitu saja sudah meminimalkan intrusion pada sistem Anda.

 

 

4.4.6   Konfigurasi lain yang diperlukan dilakukan

Konfigurasi Login dan Security

Security pada SQL Server merupakan sesuatu yang kompleks dan tidak cukup dibahas tuntas dalam waktu singkat. Pada tulisan ini hanya dijelaskan dasar-dasar security pada SQL Server.

 

Terdapat 2 mode security dalam SQL Server, yaitu Windows Mode (Integrated) dan SQL Mode (Standard). Buka property server Enterprise Manager dan masuk ke tab Security.

 

 

Maka terlihat ada 2 mode security sebagai berikut:

 

 

SQL Server and Windows, merupakan seting default saat instalasi. Dengan konfigurasi ini maka akses koneksi ke SQL server dapat dilakukan menggunakan account Windows atau dengan account login SQL Server (tidak berhubungan dengan account Windows). Konfigurasi jenis ini sangat umum digunakan pada database yang diakses secara terbuka oleh umum, misalnya pada berbagai jasa web hosting di internet. Policy web hosting biasanya tidak mengijinkan pelanggannya untuk memiliki account Windows sehingga untuk akses ke SQL Server disediakan SQL Server login yang dibuat di dalam database dan tidak berhubungan dengan account Windows. Windows Only, sistem ini lebih aman dibandingkan dengan option pertama. Login untuk akses ke SQL Server menggunakan account user di Windows. Dengan demikian policy account dapat diatur sepenuhnya di Windows antara lain menyangkut perubahan password, lockout, dan pembatasan waktu akses. Apabila databse digunakan di lingkungan intranet atau internal, maka konfigurasi jenis ini lebih baik digunakan.

 

4.5    Melakukan pengujian pada database server

Database relational besar seperti Oracle, SQL Server, Informix, Sybase dan lain-lain biasanya mendukung SQL, dimana SQL merupakan bahasa standar sebagai interface bagi suatu aplikasi untuk berinteraksi dengan database relasional. Dalam tulisan ini penulis akan memaparkan dasar-dasar syntax SQL.

 

4.5.1   Tabel untuk pengujian pada database server dibuat

Membuat tabel (Creating tables)

 

Syntax

CREATE TABLE <nama_tabel> (

<nama_kolom> <tipe_data>(<panjang_data>)

[UNIQUE] [NOT NUL] [PRIMARY KEY] [DEFAULT<nilai_default>]

[referential_constraint_defenition>] [CHECK<constraint_defenotion>],

<nama_kolom> <tipe_data>(<panjang_data>)

[UNIQUE] [NOT NULL] [PRIMARY KEY] [DEFAULT<nilai>]

[referential_constraint_defenition>] [CHECK<constraint_defenition>],

. . .

);

 

keterangan

Unique; Pada kolom tersebut tidak boleh ada data yang sama.

Not Null; tidak boleh data pada kolom tersebut bernilai null

Unique dan Not Null; kolom tersebut dapat dijadikan primary key.

Default; nilai default yang secara otomatis akan mengisi kolom dengan data default tersebut

setiap operasi insert dilakukan.

Referential_Constraint_Definition; Bila kolom tersebut merupakan foreign key terhadap tabel

lain. Dengan syntax

FOREIGN KEY <nama_kolom> REFERENCES <nama_tabel>

Contoh :

CREATE TABLE Pelajar (

No_Induk CHAR(8),

Nama CHAR(20),

Tgl_Lahir DATE,

Kelas CHAR(2)

);

 

CREATE TABLE Mata_Pelajaran(

Kode CHAR(4),

Nama CHAR(20),

Kelas CHAR(2)

);

CREATE TABLE Nilai(

No_Induk CHAR(8),

Kode CHAR(4),

Nl_Angka Number

);

 

Membuat index (Creating indices)

Syntax

. . .

[<nama_kolom> <tipe_data> (<panjang_data>) REFERENCES <nama_tabel>(<nama_kolom>), . . . ]

CREATE INDEX <nama_index> ON <namatabel>(<nama_kolom>);

 

Contoh :

DROP TABLE Pelajar;

CREATE TABLE Pelajar (

No_Induk CHAR(8) PRIMARY KEY,

Nama CHAR(20),

Tgl_Lahir DATE,

Kelas CHAR(2)

);

CREATE INDEX nm ON Pelajar(Nama);

DROP TABLE Mata_Pelajaran;

CREATE TABLE Mata_Pelajaran(

Kode CHAR(4) PRIMARY KEY,

Nama CHAR(20),

Kelas CHAR(2)

);

CREATE TABLE Nilai(

No_Induk CHAR(8) REFERENCES Pelajar(No_Induk),

Kode CHAR(4) REFERENCES Mata_Pelajaran(Kode),

Nilai Number

);

 

4.5.2   Sql untuk query ke database server dibuat

Mengubah tabel (Altering tables)

Syntax

ALTER TABLE <nama_tabel>

[ ADD (<nama_kolom> <tipe_data>(<panjang_

[ MODIFY (<nama_kolom><tipe_data>(<panjang_

 

Keterangan

Add; Penambahan kolom baru.

Modify; Mengubah kolom yang sudah

 

Contoh :

ALTER TABLE Pelajar

ADD (Jenis_Kelamin CHAR(10));

 

Menghapus tabel (Dropping tables)

Syntax

DROP TABLE <nama_tabel>

DROP INDEX <nama_index>

 

Contoh :

DROP TABLE Pelajar;

DROP INDEX nm;

 

Penyisipan data (Inserting)

Syntax

INSERT INTO <nama_tabel> [(<nama_kolom1,nama_kolom2, . . . <nama_kolomN>)]

VALUES

(<nilai_kolom1>,<nilai_kolom2>, . . . <nilai_kolomN>);

 

Contoh :

DROP TABLE Pelajar CASCADE CONSTRAINTS;

CREATE TABLE Pelajar (

No_Induk CHAR(8) PRIMARY KEY,

Nama CHAR(20),

Tgl_Lahir DATE,

Kelas CHAR(2)

);

INSERT INTO Pelajar

VALUES (‘00311217’,’Wempi Satria’,’02-JAN-1982’,’1’,’Laki-laki’);

INSERT INTO Pelajar

VALUES (‘00311211’,’Wempi,’03-MAR -1982’,’1’,’Laki-laki’);

INSERT INTO Pelajar

VALUES (‘00311210’,’Satria’,’12-DEC -1982’,’1’,’Perempuan’);

 

Mengubah data (Updating)

Syntax

UPDATE <nama_tabel>

SET <nama_kolom1= ‘nilai_kolom1’>,

<nama_kolom2= ‘nilai_kolom2’>,

. . . ,

<nama_kolomN= ‘nilai_kolomN’>

[WHERE <kondisi>];

Contoh :

UPDATE Pelajar

SET No_Induk = ‘00311216’ ,Nama = ‘Wati’

WHERE No_Induk =’00311210’ and Nama = ‘Satria’;

 

Menghapus data (Deletion)

Syntax

DELETE FROM <nama_tabel>

WHERE <kondisi>;

Contoh :

DELETE FROM Pelajar

WHERE No_Induk = ‘00311211’;

 

Seleksi data (Selection)

Syntax

SELECT [*] [<kolom1>, <kolom2>, . . ., <kolomN>]

[<alias.kolom1>, <alias.kolom2>, . . . , <alias.kolomN>]

FROM <nama_tabel>

WHERE <kondisi>

[AND <kondisi>]

[AND MONTH_BETWEEN (<kondisi>);

 

Contoh :

SELECT * FROM Pelajar;

SELECT a.No_Induk, a.Nama, b.Kode, b.Nama, c.Nl_Angka

FROM Pelajar a, Mata_Pelajaran b, Nilai c;

WHERE a.No_Induk=c.No_Induk and b.Kode=c.kode;

 

Membuat tabel maya (Creating views)

Syntax

CREATE VIEW <nama_view>

AS SELECT <kolom1, kolom2, . . . , kolomN>

FROM <nama_tabel>

WHERE <kondisi>;

 

4.5.3   Koneksi ke database server menggunakan SQL dilakukan

Contoh koneksi ke database MS SQL Server 2000 dengan menggunakan MS Visual Basic 6.0.

Ada beberapa hal yang perlu disiapkan untuk misi kali ini, yaitu:

  • Siapkan MS SQL Server Anda. Coba buat database baru dengan nama vb_db. Anda bisa membuatnya dengan menggunakan Enterprise Manager. Setelah database selesai Anda buat maka silakan buat sebuah tabel yang bernama tbl_karyawan. Adapun structure nya adalah sebagai berikut:

    create table tbl_karyawan (
    nama varchar(50),
    alamat varchar(50));

  • Isikan data ke dalam tabel tbl_karyawan tersebut dengan script berikut:
    insert into tbl_karyawan values (‘sony-ak’,'surabaya’);
  • Penulis berasumsi disini bahwa Anda melakukan koneksi ke SQL Server 2000 dengan metode SQL Authentication. Diasumsikan ada user account ‘sa’ di SQL Server 2000 dengan password ‘sapassword’.
  • Sekarang silakan buka MS Visual Basic 6.0.
  • Buat project baru dengan memilih menu File | New Project kemudian pilih Standard EXE.
  • Tambahkan satu kontrol button ke dalam form kosong pada project yang baru Anda buat.
  • Ketik kode berikut ini yang merupakan contoh kode untuk koneksi ke database SQL Server di atas. Kode di bawah ini merupakan kode pada event Click dari kontrol button Command1.

    Private Sub Command1_Click()
    Dim conn, recset
    Set conn = CreateObject(“ADODB.Connection”)
    Set recset = CreateObject(“ADODB.Recordset”)

    conn.open “Provider=SQLOLEDB.1;Password=sapassword;” & _
    “Persist Security Info=True;User ID=sa;” & _
    “Initial Catalog=vb_db;Data Source=localhost”

    recset.open “select * from tbl_karyawan”, conn, 3, 2
    MsgBox recset(“nama”)
    End Sub

Kita lihat pada kode diatas dimulai dengan deklarasi variabel conn dan reset. Variabel conn adalah variabel untuk koneksi ke database dan variabel recset adalah variabel untuk menampung recordset nantinya.

Pada bagian selanjutnya ada bagian untuk membuat instance dari object ADODB.Connection dan ADODB.Recordset yang akan kita gunakan kemudian. Setelah itu proses koneksi dari Visual Basic 6.0 ke SQL Server 2000 sebenarnya terjadi ketika kita menjalankan method Open dari object ADODB.Connection. Kita lihat bersama pada method Open di atas diberi dengan parameter connection string untuk koneksi ke SQL Server dengan beberapa properti yang menyertainya, mulai dari username, database host address, password, default catalog dan juga provider name-nya.

Pada bagian berikutnya kita menggunakan method Open dari object ADODB.Recordset untuk mengambil data dari suatu tabel tertentu. Pada contoh diatas penulis mengambil contoh untuk mengakses tabel tbl_karyawan dengan statement SELECT. Setelah itu pada bagian terakhir kemudian kita menampilkan field ‘nama’ ke layar dengan bantuan method MsgBox.

 

4.6    Membuat dokumentasi

4.6.1   Konfigurasi database server dicatat

Membuat Database

Kita akan belajar membuat database, tabel, dan mengimport data dari database lain untuk digunakan sebagai sarana latihan perintah-perintah SQL.

Cara membuat sebuah database:

1. Buka Enterprise Manager lalu expand Microsoft SQL Server > SQL Server Groups

 

2. Lanjutkan dengan membuka server LOCAL, atau sesuai nama komputer Anda, lalu buka folder Database. Klik kanan folder tersebut dan pilih New Database.

 

3. Isikan nama database yang akan dibuat, misalnya: ASPNET.

 

 

4. Lanjutkan dengan membuka tab Data Files, di bagian ini terdapat beberapa option yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

• File Name dan Location, untuk memberi nama file dan meletakkan file database tersebut di suatu lokasi folder yang diinginkan.

• File growth, mengatur penambahan ukuran file database. Dapat ditetapkan dengan

persentase tertentu atau berdasarkan jumlah megabytes tertentu.

• Maximum file size, ukuran file dapat dibatasi pada tingkat tertentu atau unlimited.

 

5. Pada tab Transaction Log terdapat option yang sama dengan tab Data Files. Apabila membuat database di SQL Server maka akan terdiri minimum 2 file yaitu:

• Data File, adalah file untuk menyimpan data.

• Transaction Log, adalah file yang menyimpan histori transaksi dan semua kejadian di database tersebut.

Pada tutorial ini semua option untuk 2 file tersebut dibiarkan dalam kondisi default.

 

6. Setelah proses pengisian option selesai, klik OK dan database baru akan terlihat di Enterprise Manager.

 

Membuat Tabel

Sebuah database terdiri dari satu atau banyak tabel untuk menyimpan data. Untuk membuat tabel, klik kanan nama database tersebut lalu pilih New > Table.

 

 

Kemudian diisi nama-nama kolom/field untuk tabel tersebut. Berikut contoh pengisian untuk tabel dengan nama Pelanggan yang berisi 6 field, lengkap dengan tipe datanya masing-masing.

 

Dapat dilihat bahwa setiap field memiliki tipe data dan ukurannya masing-masing. Penting untuk diperhatikan bahwa sebuah field harus menggunakan tipe data dan ukuran secara tepat, sesuai dengan kebutuhannya. Apalagi tipe data dan ukurannya terlalu besar, maka database akan cepat membengkak dan memakan memori lebih banyak dari yang dibutuhkan. Selain itu juga perlu ditetapkan field mana yang harus diisi dan mana yang tidak. Pada contoh tersebut field IDPelanggan, Nama, dan Email harus diisi dengan mengisi setup Allow Null = False. Artinya field tersebut tidak diperbolehkan kosong.

 

Primary Key dan Foreign Key

Setiap tabel sebaiknya dilengkapi dengan primary key yang merupakan identitas unik dari setiap baris data. Dengan demikian apabila dalam suatu tabel terdapat sekian ribu baris data misalnya, maka setiap barisnya memiliki identitas sendiri berdasarkan primary key nya. Pada contoh diatas yang bertindak sebagai primary key adalah IDPelanggan, yang berbeda untuk setiap barisnya. Salah satu teknik sederhana dan efektif adalah menetapkan field autonumber sebagai primary key. Jadi secara otomatis akan ditetapkan angka berurutan dalam setiap barisnya. Pada tabel tersebut terlihat tipe datanya adalah smallint dan dibuat autonumber dengan mengisi Identity Seed dan Identity Increment = 1. Identity diisi Yes, artinya field tersebut akan bernilai berbeda setiap barisnya sehingga dapat berfungsi sebagai primary key. Anda juga dapat membuat primary key dengan tipe data lain (bukan autonumber) sesuai dengan kebutuhannya.

 

Relationship Antar Tabel

Dalam sebuah database terdapat hubungan antar tabel yang menjelaskan keterkaitan satu tabel dengan table lainnya. Relationship ini sangat penting untuk menjaga integritas dan konsistensi data antar tabel. Misalnya jangan sampai terjadi muncul data tentang pembelian barang di tabel Order, padahal nama pelanggannya belum dientri di tabel Pelanggan. Selain itu relationship juga mempermudah membaca desain sebuah database karena terlihat dengan jelas hubungan antar tabelnya.

 

Misalnya dibuat satu tabel lagi dengan nama Order, yang berisi data-data pesanan barang yang dibeli oleh setiap pelanggan sebaga berikut:

 

 

 

Kedua tabel tersebut (Pelanggan dan Order) dihubungkan oleh field IDPelanggan, sehingga konsistensi dan hubungan data kedua tabel dapat dijamin. Perlu diperhatikan bahwa field PelangganID yang terdapat di kedua tabel tersebut harus memiliki tipe data yang sama.

 

Untuk membuat relationship antara kedua tabel tersebut, klik kanan ikon Diagrams dan pilih new Diagram sehingga akan tampil wizard untuk membuat diagram dan relationship.

 

 

 

Pilih 2 tabel Pelanggan dan Order dan klik Add sehingga keduanya menjadi anggota diagram.

 

 

 

Setelah selesai maka terihat kedua tabel tesebut sudah terdapat dalam diagram. Untuk menetapkan relationship, tinggal mengklik field IDPelanggan di tabel Pelanggan, dan mendragnya ke field IDPelanggan di tabel Order. Maka muncul dialog properti relationship sebagai berikut:

 

 

Pada dialog tersebut terdapat beberapa opton sebagai berikut:

• Check existing data on creation, konsistensi data akan langsung dicek pada saat pembuatan relationship.

• Enforce relationship on replication, pada saat replikasi antar database maka pengcopyan data dilakukan dengan mempertimbangkan hubungan antra tabel (tidak dibahas dalam tulisan ini)

• Enforces relationship for INSERTs and UPDATEs, merupakan bagian yang sangat penting dalam relationship antar tabel. Bagian inimnegecek hubungan tabel setiap terjadi perubahan dan penambahan data di tabel master.

  • Cascade Update Related Fields, setiap ada perubahan di tabel master (Pelanggan) maka field PelangganID di tabel Order juga ikut berubah.
  • Cascade Delete Related Records, apabila data pelanggan di tabel master (Pelanggan) dihapus, maka semua data yang terkait dengan PelangganID terkait di tabel Order juga dihapus.

Setelah semua setup selesai, klik OK maka diagram tersebut selesai dibuat. Anda dapat menambah table terkait ke dalam diagram tersebut sesuai dengan kebutuhan. Selain itu juga dapat dibuat beberapa diagram dalam satu databse untuk mempermudah menganalisis desain database. Hal ini biasanya dilakukan apabila

jumlah tabelnya sudah sangat banyak.

 

 

Anda perlu memberikan nama kepada diagram tersebut dan menyimpannya. Klik toolbar Save untuk menyimpan diagram.

 

 

4.6.2   Hasil pengujian dicatat

Backup dan Restore

Database yang telah dibuat harus dibackup secara teratur dan disimpan di lokasi yang aman. File hasil backup dapat direstore ke server asal atau ke server lain. Untuk melakukan backup database, ikuti langkah-langkah berikut:

 

1. Klik kanan database yang akan dibackup, pilih All Task lalu Backup.

 

2. Terdapat 4 jenis tipe backup, pilih Database-Complete yang artinya seluruh isi database akan dibackup. Kemudian klik Add untuk menentukan lokasi backup. Klik tombol di sebelah kolom File name.

 

3. Pilih lokasi backup sesuai yang diinginkan dan berikan nama file hasil backup di kotak File name.

 

4. Klik OK setelah selesai, maka hasil pemilihan lokasi ditampilkan di property backup.

 

 

5. Klik OK, dan backup akan dilakukan di lokasi yang telah ditentukan.

 

 

Proses restore adalah kebalikan dari backup. Dengan restore maka file hasil backup disimpan kembali ke SQL Server. Anda harus berhati-hati saat melakukan restore, agar tidak keliru dan menimpa database yang versi datanya lebih baru. Anda dapat menetapkan apakah suatu restore akan menimpa database lama, atau direstore sebagai database baru dengan nama berbeda.

 

 

Berikut langkah-langkah restore database:

1. Klik kanan folder database lalu pilih Restore. Setelah dialog restore ditampilkan, pada kotak Restore as database Anda dapat memilih apakah database lama akan ditimpa atau direstore sebagai database baru. Apabila ingin menimpa database lama pilih nama database dari dropdown yang tersedia. Apabila ingin merestore sebagai database baru maka isikan nama database pada kolom tersebut. Pada contoh ini dibuat database baru dengan naama ASPNETBARU.

 

 

2.  Klik from device untuk menentukan lokasi file backup. Kemudian klik Select Devices, plih Disk dan klik Add untuk mencari lokasi file.

3. Pilih file hasil backup lalu klik OK sampai kembali ke menu konfigurasi restore.

 

 

4. Setelah kembali ke menu restore database, klik option untuk menentukan nama dan lokasi file database yang akan dibuat dari hasil restore. Secara default nama dan lokasi filenya sama dengan database ASPNET karena backupnya dibuat dari database ini. Karena akan dibuat restore ke database baru maka harus ditetapkan nama file database yang berbeda. Lokasi file boleh saja tetap sama dengan database ASPNET.

 

5. Ganti nama file database dan log menjadi ASPNETBARU seperti berikut:

 

 

6. Klik OK, maka restore dilakukan dan terbuat database baru bernama ASPNETBARU.

 

Note:  Apabila Anda ingin menimpa database lama dengan file backup maka pada dialog Options harus dilipih: Force restore over existing database.

 

 

 

 

 

 

BAB V

SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN

UNTUK

PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

5.1     Sumber Daya Manusia

Dalam proses pencapaian kompetensi sumber yang dapat diandalkan adalah sumber daya manusia. Sumber daya manusia yang dimaksud disiini adalah orang-orang yang dapat mendukung proses pencapaian kompetensi yang dimaksud, antara lain:

 

  • Pembimbing

Pembimbing Anda merupakan orang yang dapat diandalkan karena beliau memiliki pengalaman. Peran Pembimbing adalah untuk :

  1. Membantu Anda untuk merencanakan proses belajar.
  2. Membimbing Anda melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam tahap belajar.
  3. Membantu Anda untuk memahami konsep dan praktik baru dan untuk menjawab pertanyaan Anda mengenai proses belajar Anda.
  4. Membantu Anda untuk menentukan dan mengakses sumber tambahan lain yang Anda perlukan untuk belajar Anda.
  5. Mengorganisir kegiatan belajar kelompok jika diperlukan.
  6. Merencanakan seorang ahli dari tempat kerja untuk membantu jika diperlukan.

 

  • Penilai

Penilai Anda melaksanakan program pelatihan terstruktur untuk penilaian di tempat kerja. Penilai akan :

  1. Melaksanakan penilaian apabila Anda telah siap dan merencanakan proses belajar dan penilaian selanjutnya dengan Anda.
  2. Menjelaskan kepada Anda mengenai bagian yang perlu untuk diperbaiki dan merundingkan rencana pelatihan selanjutnya dengan Anda.
  3. Mencatat pencapaian / perolehan Anda.

 

  • Teman kerja/sesama peserta pelatihan

Teman kerja Anda/sesama peserta pelatihan juga merupakan sumber dukungan dan bantuan. Anda juga dapat mendiskusikan proses belajar dengan mereka. Pendekatan ini akan menjadi suatu yang berharga dalam membangun semangat tim dalam lingkungan belajar/kerja Anda dan dapat meningkatkan pengalaman belajar Anda.

 

5.2  Sumber-sumber Kepustakaan (Buku Informasi)

Pengertian sumber-sumber adalah material yang menjadi pendukung proses pembelajaran ketika peserta pelatihan sedang menggunakan Pedoman Belajar ini.

Sumber-sumber tersebut dapat meliputi:

  1. Buku referensi (text book)/ buku manual servis
  2. Lembar kerja
  3. Diagram-diagram, gambar
  4. Contoh tugas kerja
  5. Rekaman dalam bentuk kaset, video, film dan lain-lain.

 

Ada beberapa sumber yang disebutkan dalam pedoman belajar ini untuk membantu peserta pelatihan mencapai unjuk kerja yang tercakup pada suatu unit kompetensi.

 

Prinsip-prinsip dalam CBT mendorong kefleksibilitasan dari penggunaan sumber-sumber yang terbaik dalam suatu unit kompetensi tertentu, dengan mengijinkan peserta untuk menggunakan sumber-sumber alternative lain yang lebih baik atau jika ternyata sumber-sumber yang direkomendasikan dalam pedoman belajar ini tidak tersedia/tidak ada.

 

5.3         Daftar Peralatan dan Bahan yang digunakan

 

  1. Judul/Nama Pelatihan        :    Menginstalasi dan mengkonfigurasi database server

 

  1. Kode Program Pelatihan    :    TIK.JK04.015.01

 

 

NO

UNIT

KOMPETENSI

KODE UNIT

DAFTAR PERALATAN

DAFTAR BAHAN

KETERANGAN

1.

Menginstalasi dan mengkonfigurasi database server

TIK.CS02.046.01

- Unit PC (Personal Computer) dengan CD drive.

- PC dengan sistem operasi Windows Xp Pro/Home/2000/Server.

- Keyboard, mouse, dan monitor.

- RAM dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

- CD Installer MS SQL Server 2000 Enterprise Edition.

- CD installer sistem MS SQL Server 2000 Enterprise Edition.

- Buku informasi atau manual tentang cara menginstalasi dan mengkonfigurasi database server.

 

-

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Testimoni

Filed under : blog, tags:
SLIDESERAGAMBATIK