Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Mengimplementasikan Sistem Keamanan Dan Keselamatan Pada Pengoperasian Komputer TIK.OP01.005.01

Apr
02
2015
by : Bupeko. Posted in : blog

 

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

 

 

 

 

 

 

MENGIMPLEMENTASIKAN SISTEM KEAMANAN DAN KESELAMATAN PADA PENGOPERASIAN KOMPUTER

TIK.OP01.005.01

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU PENILAIAN

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.7.B Jakarta Selatan

 

DAFTAR ISI

 

 

DAFTAR ISI. 2

BAB I. 3

KONSEP PENILAIAN. 3

1.1      Bagaimana Penilai Akan Menilai 3

1.2      Tipe Penilaian. 3

BAB II. 8

PELAKSANAAN PENILAIAN. 8

2.1      Kunci Jawaban Tugas Tertulis (Seri A) 8

2.2      Kunci Jawaban  Tugas  Unjuk Kerja dan Sikap Kerja (  Seri.  A  ) 8

2.3    Daftar Cek Unjuk Kerja (Praktik) 13

2.4    Check List Teori dan Praktek. 15

LEMBAR PENILAIAN. 17

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


BAB I

KONSEP PENILAIAN

 

1.1     Bagaimana Penilai Akan Menilai

 

Dalam sitem pelatihan berbasis kompetensi kerja, penilai akan mengumpulkan bukti dan membuat pertimbangan mengenai pengetahuan anda, unjuk kerja aktivitas  tugas-tugas / keterampilan anda dan sikap kerja anda terhadap pekerjaan. Anda akan dinilai untuk menentukan, apakahg anda telah mencapai kompetensi sesuai standar yang dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja.

 

Pada pelatihan berbasiskan kompetensi kerja , pendekatan yang banyak digunakan untuk penilaian adalah ” Penilaian berdasarkan kriteria / Criterion – Referenced Asessment ” .  Pendekatan ini mengukur unjuk kerja anda terhadap sejumlah standar. Standar yang digunakan dijelaskan dalam Kriteria Unjuk Kerja.

 

Penilaian formatif :

Penilaian dapat dilaksanakan dengan tujuan sebagai bantuan dan dukungan belajar / berlatih anda. Tipe penilaian ini adalah formatif dan merupakan proses yang sedang berjalan.

 

Penilaian Sumatif.

Penilaian juga  dapat dilaksanakan untuk menentukan apakah anda telah mencapai hasil dari program belajar dan berlatih ( contohnya pencapaian kompetensi dalam unit komptensi ). Tipe penilaian ini adalah sumatif dan merupakan penilaian akhir.

 

 

1.2     Tipe Penilaian

 

1.2.1   Tes  Tertulis. ( Knowledge ).

 

Dalam tes tertulis, akan menilai pengetahuan anda dan pemahaman konsep serta prisip yang merupakan dasar  unjuk kerja dalam melakukan  tugas pekerjaan anda yang dijelaskan dalam  pengetahuan (knowledge) pada kriteria unjuk kerja.

Tes tertulis biasanya berupa seri-seri pertanyaan pilihan ganda dan/ atau beberapa bentuk tes obyektif lainnya, yaitu dimana setiap pertanyaan tertulis memiliki satu jawaban yang benar.

Penilaian tes obyektif tertulis pada  umumnya   mempunyai   kisi-kisi   dengan 3 (tiga) tingkatan  kesulitan,  yaitu :

 

1). Soal Mudah.

Adalah  menghafal tanpa mengerti apa maksudnya, menyebutkan bagian-bagian   suatu   alat,    benda,     nama mesin,   memberi nama,   memberi nomor, menjodohkan informasi faktual dengan kejadian.

 

2). Soal  Sedang

Adalah  mampu mengenal dan mengerti fungsi  sesuatu / poses   sesuatu, membandingkan,   memberikan,   membedakan,   menemukan   keuntungan   dan kerugian serta memberi fisualisasi fungsi / proses.

 

3). Soal  Sulit :

Adalah  merupakan  problem solving,   menganalisis   kesalahan   dan  kerusakan, mencari pemecahan,   meramalkan   kondisi   yang   tidak menguntungkan, mencari penyebab,   menggunakan   pertimbangan   dan    mengevaluasi. Rentangan  nilai tes tertulis, yaitu  0  -  1,   artinya  nilai setiap  soal tertulis yang   dinyatakan   benar   (kompeten)   mempunyai   nilai   1  (satu),   dan   yang dinyatakan    salah  (belum kompeten)  mempunyai nilai 0 (nol).

 

 

1.2.2.    Tes  Unjuk  Kerja  (praktek keterampilan / keahlian).

 

Dalam tes unjuk kerja , akan menilai kompetensi anda dalam menampilkan tugas pekerjaan  dari elemen kompetensi terhadap standar kompetensi yang dijelaskan dalam keterampilan  (skill) pada kriteria unjuk kerja. Oleh sebab itu, anda akan menerapkan pengetahuan dan pemahaman anda terhadap  unjuk kerja  anda.

 

Penilaian biasanya menggunakan daftar cek analisis elemen kompetensi sebagai pedoman untuk menentukan kompetensi anda, dan akan memberikan umpan balik mengenai unjuk kerja dan jika perlu, merencanakan pelatihan lanjutan jika anda dinyatak kompeten, dan merencanakan pelatihan ulang jika anda belum dinyatakan kompeten pada kesempatan pertama ini.

 

 

Daftar Cek Unjuk Kerja, berisi :

1). Masing-masing elemen kompetensi dengan  sebaran  kriteria  unjuk  kerja harus kompeten.

2). Setiap tugas yang sedang dilaksanakan, penilai  akan mengisi daftar cek analisis elemen kompetensi yang telah disiapkan untuk menentukan kompetensi kerja anda dan umpan balik unjuk kerja anda. untuk setiap soal / perintah untuk melakukan unjuk kerja  dinyatakan benar mempunyai

3). Untuk memberi cacatan bagi diri anda dan penilai  anda.

4). Ketika tugas dari setiap indikator kerja tidak dilaksanakan sesuai standar kriteria keterampilan / kehlian secara  benar, maka  rencana pelatihan kerja ulang  akan dibicarakan antara anda dengan penilai.

 

Untuk setiap  soal / perintah   untuk melakukan unjuk kerja   mempunyai rentang nilai 0 (nol)  -  1 (satu). Bila anda melaukan untuk kerja  dinyatakan   benar (kompeten) mempunyai nilai 1 (satu), dan bila dinyatakan salah (belum kompeten) mempunyai nilai 0 (nol).

 

 

1.2.3.    Tes Sikap  Kerja  ( Attitude ).

 

Dalam   tes   sikap kerja ,   akan   menilai   kompetensi   anda   dalam menampilkan sikap kerja dari   elemen kompetensi terhadap standar kompetensi yang dijelaskan dalam sikap (attitude)  pada kriteria unjuk kerja. Penilaian sikap kerja dapat dlakukan dalam waktu relatif pendek (efektif) berdasarkan atas instruksi sikap  kerja yang harus anda lakukan dalam waktu yang telah ditentukan.

 

Sikap kerja merupakan unsur kompetensi kerja yang agak sulit menilainya,   namun demikian perlu  dimulai  dari sekarang,   karena kita harus mengacu    pada   Standar Kompetensi  Kerja  Nasional  Indonesia (SKKNI)   yang telah ditetapkan,  yaitu kemampuan seseorang yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan atau keahlian dan sikap kerja sesuai pelaksanaan tugas dan syarat jabatan.

 

Penilaian sikap kerja, dilakukan selain melalui pemahaman sikap kerja secara tertulis , kemampuan aspek sikap ditujukan untuk meningkatkan kinerja seseorang (anda) dimasa mendatang dalam arti yang sebenarnya, dan tidak dianggap lagi sudah menyatu dengan keterampilan /  keahlian.

 

Anda terampil atau memiliki keahlian yang bagus,  tetapi sikap  kerja anda tidak kompeten, ini ada sesuatu  yang salah pada diri anda, termasuk penilai anda juga punya andil atas kesalahan penilaian kompetensi terhadap diri anda.

 

 

Penilaian sikap kerja.

 

Dilakukan untuk kurun waktu yang tidak terlalu panjang terhadap kriteria attitude / sikap perilaku yang mudah diamati seperti pada waktu mengerjakan pekerjaan yang dilakukan sesuai tugas atau perintah sikap dari kriteria unjuk kerja pada elemen kompetensi,  adalah  sebagai  berikut :

 

1). Pengamatan sikap kerja.

 

a.   Untuk Jaminan Keselamatan  ( Saffety Insurance ).

 

No. Sikap untuk Jaminan Keselamatan. Benar Salah Keterangan

1.

Penggunaan pakaian kerja.      

2.

Kerapihan dan kebersihan tempat kerja      

3.

Penataan alat-alat kerja.      

4.

Penataan bahan-bahan kerja.      

5.

Tertib sesuai aturan / prosedur/ standar.      

6.

Ketepatan waktu kerja.      

7.

Sopan, ramah, lembut dan saabar.      

8.

Teliti, cermat, hati-hati.      

9.

Obyektif, akurat.      

10.

Bakat, minat dan temperamen kerka.      

 

 

b.  Untuk Jaminan Kualitas.  ( Quality Insurance ).

 

No. Sikap untuk Jaminan Kualitas. Benar Salah Keterangan

1.

Penerimaan / kesadaran/ kemauan..      

2.

Partisipasi/ kepatuhan, ikut secara aktif.      

3.

Penilaian / penentuan sikap.      

4.

Organisasi / bertanggung jawab.      

5.

Pembentukan pola /disiplin pribadi.      

 

Rentang nilai sikap dengan pengamatan langsung untuk memenuhi jaminan keamanan ( saffety insurance ) dan jaminan kualitas ( quality insurance ), yaitu :  0 (nol) – 1 (satu). Pada setiap soal sikap kerja yang dinyatakan benar (kompeten) mempunyai nilai 1 (satu), dan yang dinyatakan salah (belum kompeten) mempunyai nilai 0 (nol).

 

2). Wawancara dan /atau Tes  Tertulis Sikap Kerja.

 

Wawancara dan / atau Tes tertulis tentang pemahaman atau pengetahuan  materi sikap kerja untuk jaminan keselamatan dan jaminan kualitas (Saffety and Quality Insurance) dalam aktivitas tugas pekerjaan / perintah elemen kompetensi sesuai kriteria unjuk kerja setiap unit kompetensi, agar kinerja seseorang (anda) meningkat  lebih baik lagi.

 

Wawancara atau tes tertulis dapat  dalam satu  atau beberapa bentuk tes obyektif materi sikap kerja, mempunyai rentang nilai 0 (nol) – 1 (satu).

 

Setiap   soal   pertanyaan   yang   dinyatakan  benar   (kompeten)   mempunyai nilai  1 (satu)   dan   yang   dinyatakan   salah   (belum kompeten)     mempunyai nilai  0 (nol).

 

Hasil nilai sikap kerja dapat  diperoleh dengan kombinasi pengamatan sikap kerja berdasarkan atas instruksi sikap kerja   dengan tes tertulis, yaitu :

 

  • Nilai akhir sikap kerja  =  Nilai pengamatan benar  + Nilai  tertulis benar

2.

1  +   1

=     ———–      =     1  (satu) /   atau kompeten.

2.

  • Atau nilai akhir sikap kerja tertulis  benar = 1 (satu) / atau kompeten

 

  • Atau nilai akhir hasil pengamatan sikap kerja  benar  = 1 (satu) / atau kompeten

 


BAB II

PELAKSANAAN PENILAIAN

 

2.1     Kunci Jawaban Tugas Tertulis (Seri A)

 

Soal

Nomor

Kunci  Jawaban  Tugas  tertulis.

Keterangan  Nilai

a

b

c

d

Benar

Salah

1.

X

   

2.

X

   

3.

X

   

4.

X

   

5.

X

   

6.

X

   

7.

X

   

8.

X

   

9.

X

   

10.

X

   

11.

X

   

12.

X

   

13.

X

   

14.

X

   

15.

X

   

16.

X

   

17.

X

   

18.

X

   

19.

X

   

20.

X

   

21

X

   

22

X

   

23

X

   

24

X

   

25

X

   

 

 

2.2     Kunci Jawaban  Tugas  Unjuk Kerja dan Sikap Kerja (  Seri.  A  )

 

Tugas 1 :  Menjelaskan tentang PGP dan transaksi elektronik yang menggunakan PGP

 

1. Waktu  :  10.  menit.

 

2. Standar Kriteria   :

Terjawab dan terselesaikan dengan benar

 

3. Instruksi Kerja     :   

Uraikan dan jelaskan secara mendetail tentang PGP (Pretty Good Privacy) dan proses transaksi dokumen elektronik menggunakan PGP. (KUK 2.6)

4. Jawaban Tugas 1  : 

PGP (Pretty Good Privacy) adalah program komputer yang menyediakan kriptografi dan autentikasi. PGP menggunakan metode penyandian informasi yang bersifat rahasia sehingga tidak mudah diketahui orang. Informasi ini bisa berupa e-mail yang sifatnya rahasia, nomor kode kartu kredit, atau pengiriman dokumen rahasia perusahaan melalui internet.

Enkripsi (encryption) adalah proses merubah pesan yang bisa dibaca menjadi pesan yang tidak bisa dibaca kecuali oleh pembuatnya.

PGP Enkripsi menggunakan public-key cryptography dengan dua kode. Kode-kode ini berhubungan secara protocol, namun tidak mungkin untuk memecahkan satu dan yang lainnya.

Bila suatu ketika kita membuat suatu kunci, maka secara otomatis akan dihasilkan sepasang kunci yaitu  public key dan secret key/private key.

Public key adalah suatu kunci yang memiliki sifat sebagai berikut: mempunyai suatu koneksi, sangat berbeda dari yang lainnya, didistribusikan dalam jumlah yang besar , melalui banyak channel, secure atau insecure. Sedangkan secret key atau private key adalah adalah suatu kunci yang dimiliki oleh kita dan hanya kita seorang, dan tidak pernah diperlihatkan kepada publik.

Setiap orang baik pengirim dan penerima mempunyai public key dan private key. Unutk lebih jelasnya misalkan pengirim adalah A, penerima B. Maka pengirim memiliki private key A + public key B, sedangkan penerima memiliki private key B + public key A.

Untuk proses enkripsi, pengirim akan melakukan enkripsi pada pesan dengan menggunakan public key penerima. Sedangkan untuk digital signatures,  pengirim akan menjalankan fungsi hash (hash function) pada pesan  asli (plaintext) yang akan dikirim sehingga menghasilkan suatu nilai hash (hash value) yang berupa string. Hash value ini kemudian di enkripsi dengan menggunakan private key pengirim. Kemudian pesan yang telah di enkripsi dengan public key penerima, digital signature dan hash function dikirim ke penerima.

Penerima akan menggunakan public key pengirim untuk mendekripsi digital signature dan melihat hash value. Setelah itu penerima menggunakan private key nya untuk mendekripsi pesan asli. Pada akhirnya penerima akan menjalankan hash function pada pesan asli (plaintext) untuk mendapatkan hash value. Verifikasi dilakukan dengan membandingkan hash value yang dihasilkan dengan hash value dari digital signature untuk mengecek integritas pesan.

Public key biasanya menggunakan RSA (Rivest, Shamir, Adleman) encryption.

 

Figure : Pembuatan public key dan private key

 

Figure: Setiap orang bisa mlakukan enkripsi menggunakan public key tetapi hanya bisa di dekripsi dengan private key

 

Figure: Mengunakan private key untuk melakukan enkripsi sebuah pesan; sehingga penerima bisa mengecek signature pengirim menggunakan public key.

 

Tugas 2 :  Menjelaskan tentang macam-macam hacker dan honeypot

 

1. Waktu  :  10.  menit.

 

2. Standar Kriteria   :

Mampu memahami dan mempraktekan langkah-langkah kerja sesuai dengan instruksi

 

3. Instruksi Kerja     :   

Uraikan tentang macam-macam hacker dan salah satu cara mengidentifikasi adanya hacker menggunakan honeypot (KUK 1.1, KUK 1.2)

4. Jawaban Tugas 2  : 

Peretas (Inggris: hacker atau cracker) adalah orang yang mempelajari, menganalisa, dan selanjutnya bila menginginkan, bisa membuat, memodifikasi, atau bahkan mengeksploitasi sistem yang terdapat di sebuah perangkat seperti perangkat lunak komputer dan perangkat keras komputer seperti program komputer, administrasi dan hal-hal lainnya , terutama keamanan.

 

Hacker mengacu pada seseorang yang punya minat besar untuk mempelajari sistem komputer secara detail dan bagaimana meningkatkan kapabilitasnya. Besarnya minat yang dimiliki seorang hacker dapat mendorongnya untik memiliki kemampuan penguasaan sistem yang diatas rata-rata kebanyakan pengguna.

 

Hacker dapat dikategorikan dalam 3 tipe yaitu

  • Black Hat Hacker

Black hat hacker adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada peretas yaitu mereka yang menerobos keamanan sistem komputer tanpa ijin, umumnya dengan maksud untuk mengakses komputer-komputer yang terkoneksi ke jaringan tersebut.

Black Hat Hacker  memiliki motivasi jahat dengan kemampuan mencuri data atau merusak sistem yang ada dalam komputer korban. Kelebihan black hat adalah kemampuannya untuk menghilangkan jejak hingga tidak bisa dilacak siapa sebenarnya pelaku serangan yang terjadi setelah tujuan tertentu mereka terpenuhi.

Black hat hacker sering juga disebut sebagai cracker (criminal hacker). istilah ini memiliki konotasi negatif.

 

  • White Hat Hacker

White hat hacker adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada peretas yang secara etis menunjukkan suatu kelemahan dalam sebuah sistem komputer. White hat secara umum lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana melindungi sebuah sistem, dimana bertentangan dengan black hat yang lebih memfokuskan aksinya kepada bagaimana menerobos sistem tersebut.

White hat hacker lebih memanfaatkan pengetahuan mereka untuk memuaskan rasa ingin tahu bagi intelektualitas ketimbang untuk perbuatan jahat yang merusak. Hacker seperti ini sangat anti dengan perusakan sebuah sistem, pencurian data maupun merusak kinerja sebuah situs.

White hat hacker juga dikenal sebagai ethical hacker. Ethichal hacker tidak melakukan penyalahgunaan komputer sistem. Biasanya para ethical hacker ini adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan beberapa  bahasa pemograman yang tinggi dan mampu menulis software dengan cepat dan efektif. Mereka sangat kreatif dan tidak memerlukan banyak perencanaan untuk mengembangkan sebuah program.

Ethichal hacker lainnya juga ada dalam kategori keamanan komputer dan jaringan dimana mereka bekerja untuk suatu perusahaan. Mereka dibayar untuk membantu pemilik dari sistem tersebut memahami kekurangan/kecacatan dalam sistem keamanannya sehingga mereka lebih siap untuk mencegah akses yang tidak sah dari para unethical hacker.

  • Gray Hat Hacker

Gray hat hacker adalah istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris yang mengacu kepada peretas yang berada diantara black hat dan white hat. Gray hat hacker kadang-kadang mempunyai motivasi positif, kadang tidak. Mereka biasanya tidak melakukan hacking untuk kepentingan pribadi atau maksud jahat, tapi mungkin pada suatu kesempatan melakukan kejahatan selama perjalanan mereka mengeksploitasi teknologi.

Mungkin agak membingungkan jika kita mengatakan bahwa gray hat hacker tidak melakukan hacking untuk kepentingan pribadi. Sementara mereka tidak melakukan hacking untuk tujuan jahat, tetapi mereka tetap memiliki suatu tujuan, tujuan untuk tetap tidak terungkap. Mereka masuk kedalam sistem, tidak terdeteksi dan akhirnya keluar dari sistem tetapi tanpa terdeteksi sistem admin. Mungkin kerusakan yang terjadi minim, aktivitas yang mungkin dilakukan seperti testing, monitoring, data transfer dan retrieval.

Untuk mendeteksi keberadaan penyerang atau penyusup, sebuah organisasi biasanya mengandalkan sebuah perangkat (sistem) yang disebut sebagai Intrusion Detection Systems (IDS). Namun kadangkala IDS sulit mendeteksi suatu serangan di antara paket-paket data yang sah, dikarenakan tingginya tingkat trafik di dalam jaringan sehingga sulit bagi IDS untuk membedakannya. Salah satu contohnya adalah honeypot.

 

Honeypot adalah suatu sistem yang didesain untuk diserang / disusupi oleh cracker, dan bukan untuk menyediakan suatu suatu layanan produksi. Seharusnya hanya sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali trafik jaringan yang berasal atau menuju honeypot. Oleh karena itu, semua trafik honeypot patut dicurigai sebagai aktivitas yang tidak sah atau tidak terautorisasi. Jika cukup informasi pada log file honeypot, maka aktivitas mereka dapat dimonitor dan diketahui pola serangannya tanpa menimbulkan resiko kepada production sistem asli atau data.

 

Mekanisme pengawasan/monitoring pada sistem honeypot ini dilakukan dengan menggunakan log. Digunakannya log ini adalah untuk memudahkan pemeriksaan kembali data (analisis forensik) yang diterima oleh sistem honeypot.

Honeypot dapat dibagi menjadi dua tipe dasar, yaitu production honeypot dan research honeypot. Tujuan utama dari production honeypot adalah untuk membantu mengurangi resiko keamanan jaringan pada sebuah organisasi. Production honeypot memberikan suatu nilai tambah bagi keamanan jaringan dari suatu organisasi. Tipe kedua, research honeypot, adalah honeypot yang didesain untuk mendapatkan informasi mengenai aktivitas – aktivitas dari komunitas penyerang atau penyusup. Research honeypot tidak memberikan suatu nilai tambah secara langsung kepada suatu organisasi, melainkan digunakan sebagai alat untuk meneliti ancaman – ancaman keamanan yang mungkin dihadapi dan bagaimana cara untuk melindungi diri dari ancaman tersebut.

 

Sebuah honeypot tidak membutuhkan suatu lingkungan khusus, karena pada dasarnya sebuah honeypot tidak memberikan suatu layanan tertentu kepada pengguna. Sebuah honeypot dapat ditempatkan di setiap tempat di mana sebuah server dapat ditempatkan. Meski demikian, beberapa lokasi penempatan mempunyai nilai yang lebih baik dibandingkan dengan lokasi yang lain. Biasanya honeypot akan ditempatkan di lokasi – lokasi berikut:

  • Di depan gateway (dekat dengan jaringan publik (Internet))
  • Di dalam DMZ (Demilitarized Zone)
  • Di belakang gateway (dekat dengan jaringan privat (intranet))

 

Setiap lokasi mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu pertimbangan mendalam berdasarkan kebutuhan sebelum sebuah lokasi ditetapkan.

 

 

 

2.3   Daftar Cek Unjuk Kerja (Praktik)

 

TUGAS – TUGAS YANG DITAMPILKAN

KOMPETEN

BELUM

KOMPETEN

TANGGAL

1 Mengetahui konsep PGP (Pretty Good Privacy)      
2 Mengetahui jenis-jenis Hacker      
3 Mengetahui Konsep Honeypot      

 


2.4 Check List Teori dan Praktek

 

Semua kesalahan harus diperbaiki terlebih dahulu sebelum ditandatangani.

No.

Uraian   Materi  Check  List.

Penge-

tahuan

Keterampilan

Sikap

Kerja.

Ya./

Tidak

Ya./

Tidak

Ya./

Tidak

1.

2.

3.

4.

5.

 

1. Mengidentifikasi ancaman kemanan

1

Apakah semua petunjuk kerja diikuti ?

2

Apakah peserta pelatihan mampu menyalakan komputer dan mengidentifikasi sambungan baik secara langsung ke aliran listrik maupun menggunakan alat bantu?

3

Apakah peserta pelatihan mampu mengidentifikasi jenis ancaman-ancaman yang berdiri sendiri maupun terhubung ke jaringan?

4

Apakah peserta pelatihan mampu mengidentifikasi cara meminimalkan atau menghilangkan ancamaan-ancaman tersebut?

5

Apakah peserta pelatihan mampu menjelaskan pemilihan password yang baik?

6

Apakah peserta pelatihan mampu mengidentifikasi jenis-jenis hak akses?

 

2. Standar pengamanan komputer dasar

7

Apakah peserta pelatihan mampu menggunakan program AntiVirus dan Firewall?

8

Apakah peserta pelatihan mampu mengatur port yag dibuka maupun ditutup?

9

Apakah peserta pelatihan mampu mengatur layanan akses remote?

10

Apakah peserta pelatihan mampu menjelaskan beberapa transaksi dokumen eletronik yang aman?

11

Apakah peserta pelatihan mampu menjelaskan tentang standar keamanan komputer lainnya?

 

 

 

 

Jakarta,  ……………2008

                      Peserta  pelatihan,                                          Penilai,

 

(………………………)                                    (…………………..)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


LEMBAR PENILAIAN

 

Tanggal : ……………………………….

 

 

Peserta pelatihan telah dinilai

 

 

 

 

 

KOMPETEN                                              BELUM KOMPETEN

 

 

 

 

Nama Peserta Pelatihan                              Nama Penilai

 

 

 

 

……………………………..                            ……………………………..

Tanda Tangan                                          Tanda Tangan

 

 

 

 

Komentar / Saran

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

…………………………………………………………………………………………………………..

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

……………………………………………………………………………………………………………

 

 

Testimoni

artikel lainnya Mengimplementasikan Sistem Keamanan Dan Keselamatan Pada Pengoperasian Komputer TIK.OP01.005.01



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Wednesday 14 January 2015 | blog

Arti Misi Perusahaan, Bagi perusahaan yang sedang mengembangkan sebuah bisnis baru atau sedang merumuskan kembali arah…

Tuesday 11 November 2014 | blog

    MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA PERUSAHAAN BIDANG JASA ADMINISTRASI PERKANTORAN     MELAKUKAN…

Thursday 19 March 2015 | blog

  MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI            …

Sunday 19 April 2015 | blog

  MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI           MELAKUKAN…