Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 300.000/6 Bulan dan dapatkan Trafik setiap harinya

Mengidentifikasi Dan Menganalisis Standar Kompetensi PLK.MP01.003.01

Dec
08
2014
by : Bupeko. Posted in : blog

 

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN

 

 

MENGIDENTIFIKASI DAN

MENGANALISIS STANDAR KOMPETENSI

PLK.MP01.003.01

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 51 Lt. 6.A Jakarta Selatan


DAFTAR ISI

 

 

KATA PENGANTAR ————————————————————————— 1

DAFTAR ISI ———————————————————————————–  2

BAB I    STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI) DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) —————————————————————-  4

  1. Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) ——————————  4
  2. Unit Kompetensi Prasyarat ————————————————–  7
  3. Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) —————————–  8

BAB II   MATERI PELATIHAN —————————————————————  13

  1. Latar Belakang —————————————————————-  13
  2. Tujuan ————————————————————————-  13
  3. Ruang Lingkup —————————————————————-  14
  4. Pengertian-Pengertian ——————————————————-  14
  5. Pengertian-Pengertian ——————————————————-  15
  6. Materi Pelatihan Mengidentifikasi dan menganalisis standar kompetensi      16
    1. 1.     Persiapan  —————————————————————-  16
      1. Tiga pilar pengembangan kompetensi SDM ———————– 16
      2. Dimensi kompetensi  ————————————————- 17
      3. Definisi kompetensi ————————————————– 17
      4. Bidang-bidang kompetensi——————————————- 18
      5. Pengertian standar kompetensi ———————————— 18
      6. Perbedaan standar dari MOSS dan RMCS ————————- 19
      7. SKKNI —————————————————————— 21
      8. Mengidentifikasi dan menganalisis unit dan elemen kompetensi — 22
        1. Kode unit kompetensi ———————————————— 22
        2. Judul unit kompetensi ———————————————– 24
        3. Elemen kompetensi ————————————————– 24
        4. Mendeskripsikan unit dan elemen kompetensi ———————– 24
          1. Mendeskripsikan unit kompetensi ———————————- 24
          2. Deskripsi elemen kompetensi ————————————— 25
          3. Menganalisis kriteria unjuk kerja dan batasan variabel ————– 25
            1. Pengertian Kriteria unjuk kerja ————————————- 25
            2. Menganalisis kriteria unjuk kerja (KUK) kedalam indikator unjuk kerja (IUK) ————————————————————————– 25
            3. Batasan variabel —————————————————— 30
            4. Mengidentifikasi panduan penilaian dan kompetensi kunci ——— 30
              1. Panduan penilaian —————————————————- 30
              2. Kompetensi kunci —————————————————– 31

BAB III SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI —–  32

  1. Sumber-sumber Perpustakaan ———————————————-  32
    1. Daftar Pustaka ———————————————————–  32
    2. Buku Referensi ———————————————————–  32
  2. Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan —————————————–  32

TIM PENYUSUN —————————————————————————— 33

 


BAB I

STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI)

DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK)

 

 

  1. A.           STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI)

 

    KODE UNIT : PLK.MP01.003.01
   JUDUL UNIT : Mengidentifikasi dan Menganalisis Standar Kompetensi
   DESKRIPSI UNIT :

 

Unit ini merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam mengidentifikasi dan menganalisis standar kompetensi

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

1. Mengidentifikasi dan menganalisis unit dan elemen kompetensi

 

 

1.1   Unit kompetensi diidentifikasi secara komprehensif.

1.2   Unit kompetensi dianalisis secara fungsional.

1.3   Elemen kompetensi diidentifikasi berdasarkan unit kompetensi.

2. Mendeskripsikan unit dan elemen kompetensi

 

2.1.Unit kompetensi dideskripsikan secara singkat dan jelas untuk menggambarkan elemen kompetensi untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang dipersyaratkan.

2.2.Setiap elemen kompetensi dideskripsikan menurut aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yang dibutuhkan.

3. Menganalisis kriteria unjuk kerja dan batasan variabel 3.1.Kriteria unjuk kerja dianalisis secara komprehensif untuk menggambarkan aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan.

3.2.Batasan variabel dianalisis berdasarkan Kontek pelaksanaan tugas, perlengkapan yang dibutuhkan, tugas-tugas yang harus dilakukan maupun peraturan-peraturan yang mendukung.

4. Mengidentifikasi panduan penilaian dan kompetensi kunci 4.1.       Panduan penilaian diidentifikasi berdasarkan Kontek penilaian dan pengetahuan keterampilan dan sikap yang dipersyaratkan.

4.2.       Setiap kompetensi kunci diidentifikasi berdasarkan gradasinya.

 

BATASAN VARIABEL

1. Konteks variabel :

Unit ini berlaku untuk mengidentifikasi dan menganalisis unit dan elemen kompetensi, mendeskripsikan unit dan elemen kompetensi, menganalisis kriteria unjuk kerja dan batasan variabel dan mengidentifikasi panduan penilaian dan kompetensi kunci yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis standar kompetensi pada bidang metodologi.

 

  1. Perlengkapan untuk mengidentifikasi dan menganalisis standar kompetensi mencakup :

2.1 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)

2.2 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)

2.3 Pedoman Penyusunan program pelatihan berbasisi Kompetensi

2.4 Buku referensi/literatur.

2.5 Alat tulis kantor.

 

  1. Tugas pekerjaan untuk Mengidentifikasi dan menganalisis standar kompetensi meliputi :

3.1 Menganalisis setiap unit kompetensi secara fungsional

3.2 Mendeskripsikan setiap elemen kompetensi menurut aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yang dibutuhkan.

3.3 Menganalisis kriteria unjuk kerja secara komprehensif untuk menggambarkan aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan.

3.4 Menganalisis batasan variabel berdasarkan Kontek pelaksanaan tugas, perlengkapan yang dibutuhkan, tugas-tugas yang harus dilakukan maupun peraturan-peraturan yang mendukung.

 

  1. Peraturan untuk mengidentifikasi dan menganalisis standar kompetensi sebagai bagian dari program pelatihan adalah :

4.1 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sesuai dengan sektor dan bidangnya

4.2 Rancangan program pelatihan yang akan dilaksanakan

 

 

 

 

 

PANDUAN PENILAIAN :

 

  1. Penjelasan prosedur penilaian :

Alat, bahan dan tempat penilaian serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya yang diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi ini dengan unit-unit kompetensi yang terkait :

1.1.   PLK.MP01.001.01  Merumuskan  Permasalahan Pelatihan di Daerah

1.2.   PLK.MP01.002.01 Merumuskan Permasalahan Pelatihan Dalam Suatu Organisasi

1.3.   Prinsip pelatihan berbasis kompetensi

 

  1. Kondisi Penilaian :

2.1        Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut yang terkait dengan mengidentifikasi dan menganalisis unit dan elemen kompetensi, mendeskripsikan unit dan elemen kompetensi, menganalisis kriteria unjuk kerja dan batasan variabel, serta mengidentifikasi panduan penilaian dan kompetensi kunci, yang digunakan mengidentifikasi dan menganalisis standar kompetensi sebagai bagian dari program pelatihan.

2.2        Penilaian dapat dilakukan dengan cara : lisan, tertulis, demonstrasi/praktik.

2.3        Penilaian dapat dilaksanakan secara : simulasi di workshop dan/atau di tempat kerja.

 

  1. Pengetahuan yang dibutuhkan :

Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut:

3.1 Identifikasi unit kompetensi secara komprehensif.

3.2 Identifikasi panduan penilaian berdasarkan Kontek penilaian dan pengetahuan keterampilan dan sikap yang dipersyaratkan.

3.3 Identifikasi Setiap kompetensi kunci berdasarkan gradasinya.

3.4 Implementasi pelatihan berbasis kompetensi

 

  1. Keterampilan yang dibutuhkan :

Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut:

4.1 Menganalisis setiap unit kompetensi secara fungsional

4.2 Mendeskripsikan setiap elemen kompetensi menurut aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yang dibutuhkan.

4.3 Menganalisis kriteria unjuk kerja secara komprehensif untuk menggambarkan aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan.

4.4 Menganalisis batasan variabel berdasarkan konteks pelaksanaan tugas, perlengkapan yang dibutuhkan, tugas-tugas yang harus dilakukan maupun peraturan-peraturan yang mendukung.

 

  1. Aspek Kritis :

Aspek kritis  yang merupakan kondisi kerja untuk diperhatikan dalam mendukung unit kompetensi ini, sebagai berikut:

5.1 Perbedaan persepsi dalam memahami SKKNI

5.2 Kompetensi SDM yang variatif dalam mendalami Competency Based Training (CBT)

KOMPETENSI KUNCI

No

Kompetensi Kunci dalam Unit ini

Tingkat

1.

Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi.

2

2.

Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide

1

3.

Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan

1

4.

Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok

1

5.

Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis

1

6.

Memecahkan masalah

1

7.

Menggunakan teknologi

1

 

 

 

  1. B.           UNIT KOMPETENSI PRASYARAT

 

Sebelum mengikuti pelatihan unit kompetensi mengidentifikasi dan menganalisis

standar kompetensi peserta harus sudah kompeten untuk unit kompetensi sebagai  berikut :

- Tidak ada

 

 

 

 

 

 

  1. C.        SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK)

 

1.3

Unit Kompetensi : Mengidentifikasi dan Menganalisis Standar Kompetensi
  Kode Unit Kompetensi : PLK.MP.O1.003.01
  Perkiraan Waktu Pelatihan : 27 jampel @ 45 menit

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA

UNJUK KERJA

INDIKATOR

UNJUK KERJA

MATERI PELATIHAN

PERKIRAAN

WAKTU PELATIHAN

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Penge-tahuan

Kete-rampilan

  1. Mengidentifikasi dan mengana-lisis unit dan elemen kompetensi

 

1.1  Unit kompetensi diidentifikasi secara komprehensif

 

 

 

 

 

1.2  Unit kompetensi dianalisis secara fungsional

– Dapat menyebutkan dan menjelaskan pedoman mengidentifikasi unit kompetensi secara komprehensif

– Mampu mengidentifikasi unit kompetensi secara komprehensif

– Harus bersikap patuh pada ketentuan, cermat, teliti

 

– Dapat menyebutukan dan menjelaskan pedoman mengidentifika-si unit kompetensi secara fungsional

– Mampu mengidentifikasi unit kompetensi secara fungsi onal

– Harus bersikap patuh pada ketentuan, cermat, dan teliti.

 

– Pedoman mengidentifikasi unit kompetensi secara komprehensif

 

 

 

 

 

 

 

 

– Pedoman mengidentifikasi unit kompetensi secara fungsional

 

 

– Mengidentifikasi unit kompetensi secara komprehensif

 

 

 

 

 

 

 

– Mengidentifikasi unit kompetensi secara fungsi onal

– Patuh pada ketentuan

– Cermat

– Teliti

 

 

 

 

 

 

– Patuh pada ketentuan

– Cermat

– Teliti

 

 

3

6

  1.3 Elemen kompetensi diidentifikasi berdasarkan unit kompetensi

 

– Dapat menyebutkan dan menjelaskan pedoman mengidentifikasi element kompetensi

– Mampu mengidentifikasi elemen kompetensi

– Harus bersikap patuh pada ketentuan, cermat, dan teliti

– Pedoman mengidentifikasi elemen kompetensi – Mengidentifikasi elemen kompetens – Patuh pada ketentuan

– Cermat

– Teliti

2. Mendeskripsikan unit dan elemen kompetensi 2.1 Unit kompetensi dideskripsikan secara singkat dan jelas untuk menggambar-kan elemen kompetensi untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang dipersyaratkan

 

2.2 Setiap elemen kompetensi dideskripsikan menurut aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yang dibutuhkan

– Dapat menyebutkan dan menjelaskan pedoman mendiskripsikan unit kompetensi

– Mampu mendiskripsikan unit  kompetensi

– Harus bersikap patuh pada ketentuan, cermat, dan teliti

 

 

 

 

– Dapat menyebutkan dan menjelaskan pedoman mendiskripsikan elemen kompetensi

– Mampu mendeskripsikan elemen kompetensi menurut aspek kognitif, afektif, psikomotorik yang dibutuhkan

– Harus bersikap patuh pada ketentuan, cermat, dan teliti.

– Pedoman mendiskripsikan unit kompetensi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

– Pedoman mendiskripsikan elemen kompetensi

– Mendiskripsikan unit  kompetensi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

– Mendeskripsikan elemen kompetensi

– Patuh pada ketentuan

– Cermat

– Teliti

 

 

 

 

 

 

 

 

 

– Patuh pada ketentuan

– Cermat

– Teliti

2

4

3. Menganalisis kriteria unjuk kerja dan batasan variabel 3.1 Kriteria unjuk kerja dianalisis secara komprehensif untuk menggambar-kan aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan

 

3.2 Batasan variabel dianalisis berdasarkan Kontek pelak-sanaan tugas, perlengkapan yang dibutuhkan, tugas-tugas yang harus dilakukan maupun peraturan-peraturan yang mendukung

– Dapat menyebutkan dan menjelaskan pedoman menganalisis KUK

– Mampu menganalisis KUK secara komprehensif untuk menggambarkan aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan

– Harus bersikap patuh pada ketentuan, cermat, dan teliti

 

– Dapat menyebutkan dan menjelaskan pedoman menganalisis batasan variabel

– Mampu menganalisis batasan variabel berdasarkan kontek pelaksanaan tugas, perlengkapan yang dibutuhkan, tugas-tugas yang harus dilakukan

– Harus bersikap patuh pada ketentuan, cermat, dan teliti

– Pedoman menganalisis KUK

 

 

 

 

 

 

 

– Pedoman menganalisis batasan variabel

– Menganalisis KUK

 

 

 

 

 

 

 

 

– Menganalisis batasan variabel

– Patuh pada ketentuan

– Cermat

– Teliti

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

– Patuh pada ketentuan

– Cermat

– Teliti

2

4

4. Mengidentifikasi panduan penilaian dan kompetensi   kunci 4.1 Panduan penilaian diidentifika-si berdasarkan Konteks peni-laian dan pengetahuan keterampilan dan sikap yang dipersyaratkan

4.2 Setiap kompetensi kunci diidentifikasi berdasarkan gradasinya

– Dapat menyebutkan dan menjelaskan pedoman mengidentifikasi panduan penilaian

– Mampu mengidentifikasi panduan penilaian berdasarkan konteks penilaian dan pengetahuan keterampilan, sikap yang disyaratkan

– Harus bersikap patuh pada ketentuan, cermat, dan teliti.

– Pedoman mengidentifikasi panduan penilaian – Mengidentifikasi panduan penilaian – Patuh pada ketentuan

– Cermat

– Teliti

2

4

 

 

 

BAB II

MATERI PELATIHAN

MENIDENTIFIKASI DAN MENGANALISIS STANDAR KOMPETENSI

 

 

  1. Latar Belakang

Standar kompetensi kerja, sistem pelatihan kerja dan sistem sertifikasi merupakan tiga (3) pilar utama sistem pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Ketiga sub-sistem tersebut saling terkait satu sama lain, dalam pengertian bahwa jabatan-jabatan sesuai dengan jenjangnya dalam KKNI mempunyai profil kompetensi yang terdiri atas unit-unit kompetensi kerja yang tertuang di dalam SKKNI. Pengakuan  atas unit-unit standar kompetensi kerja dilakukan melalui proses sertifikasi/ uji kompetensi yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) atas nama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), bagi mereka yang telah berpengalaman. Bagi yang belum mempunyai pengalaman, harus melalui proses pelatihan kerja di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang telah terakreditasi  baik LPK Pemerintah maupun LPK swasta, sebelum melakukan proses sertifikasi dalam rangka pengakuan kompetensinya. Program pelatihan kerja harus mengacu pada standar kompetensi kerja sesuai yang diamanatkan dalam PP31/2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional.

Oleh karena itu kemampuan  mengidentifikasi dan menganalisis standar kompetensi kerja  adalah sesuatu yang mutlak bagi mereka yang berkecimpung pada bidang pelatihan kerja,  karena sebagai acuan pembuatan program-program dan penyusunan modul-modul pelatihan kerja.

 

  1. Tujuan

Tujuan dari buku informasi ”mengidentifikasi dan menganalisis standar kompetensi” ini adalah untuk memberikan informasi bagi  pengguna modul   untuk memahami pengertian kompetensi, isi dan format standar kompetensi kerja serta  ketentuan dan syarat-syarat penulisannya.

 

 

 

  1. C.           Ruang Lingkup

 

Ruang lingkup buku informasi modul  mengidentifikasi dan menganalisis standar kompetensi mencakup informasi tentang cara-rara mengidentifikasi unit dan elemen kompetensi, mendeskripsikan unit dan elemen kompetensi, menganalisis kriteria unjuk kerja dan batasan variabel dan mengidentifikasi panduan penilaian dan kompetensi kunci yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis standar kompetensi kerja sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

 

  1. D.           Pengertian Istilah

 

  1. Kompetensi kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan.
  2. Standardisasi kompetensi kerja adalah proses merumuskan, menetapkan dan menerapkan standar kompetensi kerja.
  3. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) adalah uraian kemampuan yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja minimal yang harus dimiliki seseorang untuk menduduki jabatan tertentu yang berlaku secara nasional.
  4. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.
  5. Elemen kompetensi:     Ini merupakan elemen dasar dari suatu unit kompetensi.  Elemen menjelaskan tugas-tugas yang lebih rinci yang membentuk fungsi yang lebih luas dari suatu pekerjaan yang dijabarkan pada unit.
  6. Kriteria Unjuk Kerja:    Pernyataan (berhubungan dengan evaluasi) yang menentukan apa yang dinilai dan level unjuk kerja yang diinginkan. Kriteria unjuk kerja memberikan kegiatan, keterampilan dan pehaman yang memberikan bukti penguasaan unjuk kerja untuk setiap elemen kompetensi.
  7. Kompetensi Kunci:        Pekerjaan yang berhubungan dengan kompetensi dengan kompetensi umum yang sangat penting dalam partisipasi efektif ditempat kerja.

 

 

  1. Diagram Alir Unjuk Kerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

F.      Materi Pelatihan Mengidentifikasi dan menganalisis standar kompetensi

 

  1. 1.   PERSIAPAN
    1. Tiga Pilar Pengembangan Kompetensi SDM

 

 

 

Pada sistem pengembangan kompetensi sumber daya manusia  terdapat pilar-pilar yang membangun sistem pengembangan sumber daya manusia tersebut. Pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM)  memiliki tiga pilar sebagai sub-sistemnya. Tiga pilar tersebut adalah:

1.)    Standar kompetensi kerja

2.)    Sistem pelatihan kerja

3.)    Sistem sertifikasi

Ketiga sub-sistem tersebut di atas saling terkait satu sama lain dalam pengertian bahwa jabatan-jabatan sesuai dengan jenjangnya dalam KKNI mempunyai profil kompetensi yang terdiri atas unit-unit kompetensi kerja yang tertuang di dalam SKKNI. Pengakuan  atas unit-unit standar kompetensi kerja dilakukan melalui proses sertifikasi/ uji kompetensi yang dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) / Badan Nasional untuk Sertifikasi Profesi (BNSP), bagi mereka yang telah berpengalaman. Bagi yang belum mempunyai pengalaman, dapat melalui proses pelatihan kerja di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang telah terakreditasi  baik LPK Pemerintah maupun LPK swasta untuk mencapai kompetensinya sebelum melakukan proses sertifikasi. Program pelatihan kerja harus mengacu kepada SKKNI

 

  1. Dimensi kompetensi

Dimensi Kompetensi mencakup 5  kemampuan:

  • Kemampuan melakukan tugas-tugas sesuai dengan tingkat keterampilan yang dipersyaratkan/disepakati (Task Skill)
  • Kemampuan untuk mengelola sejumlah tugas dalam rangka pelaksanaan pekerjaan dalam jabatannya (Task Management Skill)
  • Kemampuan untuk menanggapi ketidak teraturan atau kendala yang timbul dalam pekerjaan sehari-hari (Contingency Management Skill)
  • Bertanggung jawab dan memenuhi perannannya di dalam lingkungan tempat kerjanya termasuk bekerja dengan orang lain (Job/Role/Environment Skill)
    •   Kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilannya pada   situasi yang baru (adaptation or transfer skill)

 

  1. Definisi kompetensi

Beberapa definisi tentang kompetensi, di antaranya adalah:

1.)         Kemampuan melaksanakan tugas-tugas pekerjaan sesuai dengan standar yang dipersyaratkan (versi inggris, MSC 1988)

2.)          Spesifikasi pengetahuan, keterampilan dan sikat serta penerapannya dalam pekerjaan sesuai dengan standar yang dipersyaratkan (National training Board, Australia 1992)

3.)          Uraian tentang sesuatu yang harus dilakukan seseorang dalam lingkup jabatan yang diembannya (National Council For Vocational Qualification, 1995)

4.)         Karakteristik pokok yang mendukung kinerja yang sepmurna dalam pekerjaan (Schroder )

5.)          Kompetensi Kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan (UU N0. 13 thn. 2003).

 

 

 

 

 

 

  1.  Bidang-Bidang Kompetensi

1.)  Kelompok Kompetensi Umum/Dasar

Pada kelompok kompetensi Umum ini mencakup unit-unit kompetensi yang berlaku dan dibutuhkan pada hampir semua sub bidang keahlian/pekerjaan, misal: yang terkait dengan menerapkan prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di lingkungan kerja, merencanakan tugas rutin, menerapkan prosedur-prosedur mutu, melakukan komunikasi kerja timbal balik.

2.)  Kelompok Kompetensi Inti

Pada kelompok Kompetensi Inti ini mencakup unit-unit kompetensi yang berlaku dan dibutuhkan untuk mengerjakan tugas-tugas inti pada suatu bidang keahlian/ pekerjaan tertentu dan merupakan unit- unit yang wajib (compulsary) dari sub bidang keahlian/pekerjaan dimaksud dengan tingkat pengetahuan dan keterampilan spesifik. Misal : menerapkan sistem mutu, mengatur dan menganalisis informasi membuat laporan, membuat rencana kegiatan yang lengkap.

3.)  Kelompok Kompetensi Khusus/ Spesialisasi

Pada kelompok Kompetensi Khusus ini mencakup unit-unit kompetensi yang dapat ditambahkan ke dalam sub bidang keahlian/pekerjaan tertentu yang memerlukan kekhususan/ spesialisasi dan memerlukan kemampuan analisis yang mendalam dan terstruktur.

Unit-unit ini sebagai pelengkap dan bersifat pilihan untuk mengerjakan tugas-tugas spesifik pada sektor, sub sektor atau bidang keahlian/pekerjaan tertentu. Misal : melakukan rutinitas las oksigen, mengelas dengan proses las gas metal.

 

  1. Standar  Kompetensi Kerja

Ada dua kata penting dalam standar kompetensi kerja, yaitu kata standar dan kata kompetensi. Standar diartikan sebagai ukuran tertentu yang disepakati dan dipakai sebagai patokan, sedangkan kompetensi diartikan sebagai kemampuan (kecakapan) untuk melakukan suatu pekerjaan serta kewenangannya.

Oleh karena itu standar kompetensi diartikan sebagai rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan.

 

  1. Perbedaan standar dari Model of Occupational Skill Standard  (MOSS) ke Regional Model Of Competency Standard (RMCS)

Bagan di bawah memperlihatkan perbedaan antara Model of Occupational Skill Standard  (MOSS) ke Regional Model Of Competency Standard  (RMCS)

 

MOSS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RMCS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagan di bawah dapat memperjelas pemahaman atas keterkaitan dan hierarkhi antara jabatan dan unit-unit kompetensi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tingkatan standar kompetensi kerja:

1.)  Standar  perusahaan

Persyaratan kompetensi bagi seseorang yang sesuai di perusahaan tertentu; Ini termasuk pekerjaan  tempat kerja

2.)  Standar industri

Persyaratan umum untuk suatu industri atau satu sektor  industri yang dinyatakan dalam suatu cara yang berhubungan dengan persyaratan umum dari perusahaan-perusahaan  dalam industri.

3.)  Standar lintas industri

Persyaratan umum antara dua atau lebih industri. Ini dapat digunakan untuk pengembangan standar antara dua tingkat atau lebih secara umum.

4.)  Standar kompetensi jabatan

Standar kompetensi jabatan adalah standar kompetensi yang dikembangkan dengan mengacu kepada jabatan yang ada. Di lingkungan perusahaan/lembaga atau industri maka standar kompetensi jabatan merupakan sebagai penjabaran dari struktur organisasi.

5.)  Standar kompetensi khusus

Standar kompetensi khusus adalah standar kompetensi pada bidang tertentu yang dirumuskan dan ditetapkan oleh lembaga atau organisasi nasional/internasional, misal di bidang pengelasan, perminyakan, penerbangan, dsb.

6.)  standar kompetensi nasional

Standar kompetensi tingkat nasional adalah standar kompetensi yang berlaku secara nasional.

 

  1. SKKNI

Standar kompetensi tingkat nasional disebut dengan Standar Kompetensi Kerja  Nasional Indonesia.

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang selanjutnya disebut SKKNI adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan atau keahlian serta sikap kerja minimal yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan tugas/pekerjaan tertentu yang berlaku secara nasional. Standar yang  disusun berdasarkan RMCS (Regional Model Competency Standard).

 

Bagan di bawah dapat memperjelas struktur standar kompetensi untuk sektor tertentu, di mana unit-unit kompetensi tertentu dapat dipilih untuk memenuhi kualifikasi atau jabatan tertentu.

 

 

 

 

 

 

  1. 2.   Mengidentifikasi dan menganalisis unit dan elemen kompetensi

 

  1. Kode Unit Kompetensi

 

Kode unit kompetensi mengacu kepada kodifikasi yang memuat sektor, sub sektor/bidang, kelompok unit kompetensi, nomor urut unit kompetensi dan versi., yaitu :

 

x

x

x

.

x

x

0

0

.

0

0

0

.

0

0

( 1 )

( 2 )

( 3 )

( 4 )

( 5 )

q  Sektor/Bidang Lapangan Usaha :

Untuk sektor (1) mengacu sebagaimana dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), diisi dengan 3 huruf kapital dari nama sektor/bidang lapangan usaha.

 

 

q  Sub Sektor/Sub Bidang Lapangan Usaha :

Untuk sub sektor (2) mengacu sebagaimana dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), diisi dengan 2 huruf kapital dari nama Sub Sektor/Sub Bidang.

 

q  Kelompok Unit Kompetensi :

Untuk kelompok kompetensi (3), diisi dengan 2 digit angka untuk masing-masing kelompok, yaitu :

01 : Untuk kode Kelompok unit kompetensi umum (general)
02 : Untuk kode Kelompok unit kompetensi inti (fungsional).
03 : Untuk kode kelompok unit kompetensi khusus (spesifik)
04 : Untuk kode kelompok unit kompetensi pilihan (optional)

 

q  Nomor urut unit kompetensi

Untuk nomor urut unit kompetensi (4), diisi dengan nomor urut unit kompetensi dengan menggunakan 3 digit angka, mulai dari angka 001, 002, 003 dan seterusnya pada masing-masing kelompok unit kompetensi. Nomor urut unit kompetensi ini disusun dari angka yang paling rendah ke angka yang lebih tinggi. Hal tersebut untuk menggambarkan bahwa tingkat kesulitan jenis pekerjaan pada unit kompetensi yang paling sederhana tanggung jawabnya ke jenis pekerjaan yang lebih besar tanggung jawabnya, atau dari jenis pekerjaan yang paling mudah ke jenis pekerjaan yang lebih komplek.

 

 

q  Versi unit kompetensi

Versi unit kompetensi (5), diisi dengan 2 digit angka, mulai dari angka 01, 02 dan seterusnya. Versi merupakan urutan penomoran terhadap urutan penyusunan/penetapan unit kompetensi dalam penyusunan standar kompetensi yang disepakati, apakah standar kompetensi tersebut disusun merupakan yang pertama kali, revisi dan atau seterusnya.

 

  1. Judul Unit Kompetensi

 

Judul unit kompetensi, merupakan bentuk pernyataan terhadap tugas/pekerjaan yang akan dilakukan. Unit kompetensi adalah sebagai bagian dari keseluruhan unit kompetensi yang terdapat pada standar kompetensi kerja. Judul unit kompetensi harus menggunakan kalimat aktif yang diawali dengan kata kerja aktif yang terukur.

 

q  Kata kerja aktif yang digunakan dalam penulisan judul unit kompetensi diberikan contoh antara lain : memperbaiki, mengoperasikan, melakukan, melaksanakan, menjelaskan, mengkomunikasikan, menggunakan, melayani, merawat, merencanakan, membuat dan lain-lain.

q  Kata kerja aktif yang digunakan dalam penulisan judul unit kompetensi sedapat mungkin dihindari penggunaan kata kerja antara lain : memahami, mengetahui, menerangkan, mempelajari, menguraikan, mengerti dan atau yang sejenis.

 

  1. Elemen kompetensi

Kriteria suatu elemen kompetensi adalah:

  • Menggunakan kata kerja aktif pada awal kalimat
  • Pernyataan elemen kompetensi menguraikan suatu kegiatan yang memiliki kejelasan dan dapat diukur
  • Elemen kompetensi menggambarkan hasil yang dapat diamati
  • Elemen kompetensi hanya mengandung satu konteks dan tidak bermakna ganda

 

  1. 3.   Mendeskripsikan unit dan elemen kompetensi

 

  1. Diskripsi Unit Kompetensi

 

Diskripsi unit kompetensi merupakan bentuk kalimat yang menjelaskan secara singkat isi dari judul unit kompetensi yang mendiskripsikan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam menyelesaikan satu tugas pekerjaan yang dipersyaratkan dalam judul unit kompetensi.

  1. Diskripsi Elemen Kompetensi

 

Elemen kompetensi merupakan bagian kecil dari unit kompetensi yang mengidentifikasikan aktivitas yang harus dikerjakan untuk mencapai unit kompetensi tersebut. Jumlah elemen kompetensi untuk setiap unit kompetensi terdiri dari 2 sampai 5 elemen kompetensi.

Kandungan dari keseluruhan elemen kompetensi pada setiap unit kompetensi harus mencerminkan unsur : ”merencanakan, menyiapkan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan”.

 

  1. 4.  Menganalisis kriteria unjuk kerja dan batasan variabel

 

  1. Pengertian Kriteria Unjuk Kerja ( KUK )

Kriteria unjuk kerja merupakan bentuk pernyataan yang menggambarkan kegiatan yang harus dikerjakan untuk memperagakan hasil kerja/karya pada setiap elemen kompetensi. Kriteria unjuk kerja harus mencerminkan aktivitas yang dapat menggambarkan 3 aspek yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja. Untuk setiap elemen kompetensi dapat terdiri 2 s/d 5 kriteria unjuk kerja dan dirumuskan dalam kalimat terukur dengan bentuk pasif.

Pemilihan kosakata dalam menulis kalimat KUK harus memperhatikan keterukuran aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja, yang ditulis dengan memperhatikan level taksonomi Bloom dan pengembangannya yang terkait dengan aspek-aspek psikomotorik, kognitif dan afektif sesuai dengan tingkat kesulitan pelaksanaan tugas pada tingkatan/urutan unit kompetensi.

 

  1. Menganalisis Kriteria Unjuk Kerja

K U K dianalisis agar dapat mengidentifikasi tahapan/langkah nyata yang diperlukan untuk memenuhi tugas, seperti yang dinyatakan dalam setiap elemen kompetensi. Tahapan lanjutan dapat juga  dianalisis dalam bentuk indikator unjuk kerja.  Hasil analisis ini dapat  digunakan untuk acuan penyusunan program pelatihan, modul pelatihan dan instrumen uji kompetensi.

 

 

 

 

 

 

CONTOH ANALISIS INDIKATOR UNJUK KERJA

Kode Unit : LOG OO 12 001 01
Judul Unit : Menggunakan alat ukur dasar dan atau alat pembanding

 

NO.

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA

UNJUK KERJA

INDIKATOR

UNJUK KERJA

K/S/A

 
  1. Memilih dan menggunakan peralatan pembandingan dan/atau alat ukur dasar

 

 

1.1. Mengidentifikasi dan memilih alat ukur yang sesuai untuk melakukan pembandingan atau pengukuran dengan menggunakan prosedur operasi standar.

 

  1. Dapat mengenal macam-macam satuan
  2. Dapat menyebutkan macam-macam alat ukur dasar dan alat pembanding, penggunaan dan ketelitian ukurnya
  3. Mampu memilih alat ukur yang tepat untuk melakukan pengukuran dan atau pembandingan
  4. Harus  mengikuti prosedur operasi standar  pemilihan alat ukur dasar dan atau alat pembanding

 

K

K

S

A

    1.2. Melakukan pengukuran atau penyortiran barang-barang dengan menggunakan pembandingan dan/atau peralatan pengukuran dasar
  1. Dapat menjelaskan prinsip kerja alat ukur dan atau alat pembanding
  2. Dapat menjelaskan cara melakukan pengukuran dan pembandingan
  3. Mampu  melakukan pengukuran dan atau penyortieran produk berdasarkan dokumen teknik yang diperlukan (gambar kerja, SOP, spesifikasi)
  4. Harus mengikuti prosedur pengukuran dan atau pembandingan produk
  5. Mampu  mengambil keputusan yang tepat terhadap suatu produk (accepted, reject atau rework) atas hasil pengukuran yang dilakukan, berdasar kan spesifikasi produk

K

K

S

A

S

 
  1. Memelihara peralatan pembanding dan/atau pengukuran dasar
2.1. Memastikan perawatan dan penyimpanan dasar sesuai dengan standar pabrik atau prosedur operasi standar.
  1. Dapat menjelaskan prinsip- prinsip pemeliharaan dan penyimpanan alat ukur dan atau alat pembanding
  2. Mampu  memperoleh informasi dari pabrik pembuat tentang metoda penyimpanan  alat ukur dasar dan atau alat    pembanding
  3. Mampu  melakukan penyetelan/zero setting alat ukur dasar dan atau alat pembanding
  4. Mampu  melakukan penyimpanan yang benar alat ukur dasar dan atau alat pembanding
  5. Harus mengikuti prosedur penyimpanan yang benar alat ukur dasar dan atau alat pembanding

 

K

 

S

 

S

S

A

 

 

  1. Batasan Variabel

 

Batasan variabel untuk unit kompetensi minimal dapat menjelaskan :

q   Kontek variabel yang dapat mendukung atau menambah kejelasan tentang isi dari sejumlah elemen unit kompetensi pada satu unit kompetensi tertentu, dan kondisi lainnya yang diperlukan dalam melaksanakan tugas.

q   Perlengkapan yang diperlukan seperti peralatan, bahan atau fasilitas dan materi yang digunakan sesuai dengan persyaratan yang harus dipenuhi untuk melaksanakan unit kompetensi.

q   Tugas yang harus dilakukan untuk memenuhi persyaratan unit kompetensi.

q   Peraturan-peraturan yang diperlukan sebagai dasar atau acuan dalam melaksanakan tugas untuk memenuhi persyaratan kompetensi.

 

  1. 5.  Mengidentifikasi panduan penilaian dan kompetensi   kunci

 

  1. a.   Panduan Penilaian

 

Panduan penilaian ini digunakan untuk membantu penilai dalam melakukan penilaian/pengujian pada unit kompetensi antara lain meliputi :

q   Penjelasan tentang hal-hal yang diperlukan dalam penilaian antara lain : prosedur, alat, bahan dan tempat penilaian serta penguasaan unit kompetensi tertentu, dan unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya sebagai persyaratan awal yang diperlukan dalam melanjutkan penguasaan unit kompetensi yang sedang dinilai serta keterkaitannya dengan unit kompetensi lain.

q   Kondisi pengujian merupakan suatu kondisi yang berpengaruh atas tercapainya kompetensi kerja, dimana, apa dan bagaimana serta lingkup penilaian mana yang seharusnya dilakukan, sebagai contoh pengujian dilakukan dengan metode test tertulis, wawancara,  demonstrasi, praktek di tempat kerja dan menggunakan alat simulator.

q   Pengetahuan yang dibutuhkan, merupakan informasi pengetahuan yang diperlukan untuk mendukung tercapainya kriteria unjuk kerja pada unit kompetensi tertentu.

q   Keterampilan yang dibutuhkan, merupakan informasi keterampilan yang diperlukan untuk mendukung tercapainya kriteria unjuk kerja pada unit kompetensi tertentu.

q   Aspek kritis merupakan aspek atau kondisi yang harus dimiliki seseorang untuk menemukenali sikap kerja untuk mendukung tercapainya kriteria unjuk kerja pada unit kompetensi tertentu.

 

  1. b.   Kompetensi Kunci

1).   Kompetensi kunci merupakan persyaratan kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk mencapai unjuk kerja yang dipersyaratkan dalam pelaksanaan tugas pada unit kompetensi tertentu yang terdistribusi dalam 7 (tujuh) kriteria kompetensi kunci antara lain:

q   Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi.

q   Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide

q   Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan.

q   Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok

q   Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis

q   Memecahkan masalah

q   Menggunakan teknologi

Masing-masing dari ketujuh kompetensi kunci tersebut, memiliki tingkatan  dalam tiga katagori. Katagori sebagaimana dimaksud tertuang dalam tabel gradasi kompetensi kunci berikut (Lihat tabel gradasi kompetensi kunci).

Tabel gradasi kompetensi kunci merupakan daftar yang menggambarkan :

  1. Kompetensi kunci (berisi 7 kompetensi kunci)
  2. Tingkat/nilai (1, 2 dan 3).

Dari Tabel Gradasi kompetensi kunci, setelah dilakukan analisa terhadap masing-masing nilai kompetensi kunci, selanjutnya dapat dilakukan perhitungan penjumlahan nilai dari setiap kompetensi kunci yang digunakan sebagai pedoman penetapan tingkat/derajat kemudahan atau kesulitan dari unit kompetensi tertentu

2). Gradasi Kompetensi Kunci

TABEL GRADASI (TINGKATAN) KOMPETENSI KUNCI

Kompetensi Kunci

Level/Tingkat I

Level/Tingkat 2

Level/Tingkat 3

“Melakukan Kegiatan”

”Mengelola Kegiatan”

”Mengevaluasi dan Memodifikasi Proses”

1. Mengumpulkan, menganalisa dan mengorga-nisasikan infor-masi Mengakses dan merekam dari satu sumber Mengakses, memilih&merekam lebih dari satu sumber Mengakses, mengevaluasi, mengorganisasikan berbagai sumber
2. mengkordinasi-kan ide dan in-formasi Pengaturan seder-hana yang telah lazim/familier Berisi hal yang kompleks Mengakses, mengevaluasi dan mengorganisasikan berbagai sumber
3. Merencanakan dan mengorga-nisasikan kegi-atan Di bawah pengawasan atau supervisi Dengan bimbingan /panduan Inisiasi mandiri dan mengevaluasi kegiatan komplek dan cara mandiri
4. Bekerjasama dengan orang lain & kelom-pok Kegiatan-kegiatan yang sudah dipahami/aktivitas rutin Membantu merumuskan tujuan Berkolaborasi da-lam melakukan kegiatan-kegiatan yang komplek
5. Menggunakan ide-ide dan tek-nik matematika Tugas-tugas yang sederhana dan telah ditetapkan Memilih ide dan teknik yang tepat untuk tugas yang komplek Berkolaborasi dalam menyelesaikan tugas yang komplek
6. Memecahkan masalah Rutin di bawah pengawasan Rutin dan dilaku-kan sendiri berda-sarkan pada pan-duan Problem/masalah yang komplek dengan mengguna-kan pendekatan yang sistimatis, serta mampu mengatasi pro-plemnya
7. Menggunakan teknologi Membuat kembali/ memproduksi/ memberikan jasa/ yang berulang pada tingkat dasar. Mengkonstruksi, mengorganisasikan atau menjalankan produk atau jasa Merancang, menggabungkan atau memodifikasi produk atau jasa.

BAB III

SUMBER-SUMBER LAIN

YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

  1. A.           SUMBER-SUMBER PERPUSTAKAAN

 

  1. 1.      Daftar Pustaka
    1. Mengidentifikasi dan menganalisis standar kompetensi, materi pembelajaran bidang metodologi pelatihan, Ditjen Bina Lattas, Direktorat Bina Intala, 2006
    2. Pedoman Penyusunan SKKNI, Ditjen Bina Lattas, Direktorat Stankomproglat, 2006
    3. CBT training awareness program, IAPSD Metal Project, 2001
    4. CBT training awareness program, IAPSD Automotive Project, 2001

 

  1. 2.      Buku Referensi

a.  Peraturan Pemerintah No. 31 / 2006 Tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional

b.  Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi

Republik Indonesia

NOMOR : PER. 21/MEN/X/2007

Tentang : Tata Cara Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia

 

  1. B.           DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN           

 

Daftar Peralatan/Mesin

 

No.

Nama Peralatan/Mesin

Keterangan

Komputer/lap top  
Printer  
   

 

Daftar Bahan

 

No.

Nama Bahan

Keterangan

SKKNI sektor terkait  
Blangko analisi indikator unjuk kerja  
Kertas HVS/Fotocopy A4  

 

TIM PENYUSUN

 

 

No.

Nama

Institusi

Keterangan

Bambang Purwoprasetyo Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Robert B. Sitorus Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Rubito Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Ali Darokah BBPLKDN Bandung  
Annoordin BBPLKDN Bandung  
Herwadi BBPLKDN Bandung  
Rahmat Sudjali Badan Nasional Sertifikasi Profesi  
Darma Setiawan Badan Nasional Sertifikasi Profesi  
Sjahruddin Kaliky BBLKI Serang  
  1. 10.
Bambang Trianto BBLKI Serang  
  1. 11.
Muh. Yasir BBPLKLN Cevest Bekasi  
  1. 12.
Karyaman BBPLKLN Cevest Bekasi  
  1. 13.
Subandi Dit. Stankomproglat  
  1. 14.
Bayu Priantoko Dit. Stankomproglat  
  1. 15.
Atiek Chrisnarini Biro Hukum Depnakertrans  
  1. 16.
Senggono BLK Pasar Rebo  

Testimoni

artikel lainnya Mengidentifikasi Dan Menganalisis Standar Kompetensi PLK.MP01.003.01



bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Monday 4 May 2015 | blog

<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.bupeko.com/wp-content/uploads/2014/12/instruktur.png"><img alt="instruktur" src="http://www.bupeko.com/wp-content/uploads/2014/12/instruktur.png" ReadMore >>Testimoni Related posts: Menerapkan Proses-Proses Pengelolaan Resiko TIK.PR01.013.01 Menerapkan…

Saturday 29 November 2014 | blog

Sample Conversation: Can I Take a Message     A= Roommate      B=Caller   A: Hello.  …

Friday 7 August 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR COMPUTER TECHNICAL SUPPORT       MELAKUKAN INSTALASI…

Thursday 13 August 2015 | blog

Quotation by Fax PT. Tecma Mitratama Advertindo Fax. 62.271 - 625647 Q / No : 0196/Tec/M7/Med/VIII/05…