Menu

menghapus nama file

Jan
18
2012
by : 1. Posted in : blog

http://www.pustakasekolah.com/karakteristik-mata-pelajaran-sejarah.html

http://siswodwimartanto.blogspot.com/2010/04/sasaran-dan-tujuan-pembelajaran-sejarah.html

http://www.majalahpendidikan.com/2011/10/komponen-pelaksanaan-pembelajaran.html

BUKU GURU SEJARAH PEMINATAN KELAS X SMA/MA

BAGIAN I
PETUNJUK UMUM

A. Maksud, Tujuan, dan Ruang Lingkup Mata Pelajaran Sejarah
1. Pengertian Sejarah
Sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan umat manusia. Terkait dengan pendidikan di sekolah menengah atas, pengetahuan masa lampau tersebut mengandung nilai-nilai kearifan yang dapat digunakan untuk melatih kecerdasan, membentuk sikap, watak dan kepribadian peserta didik.
Pelajaran Sejarah di SMA adalah mata pelajaran yang mengkaji permasalahan dan perkembangan masyarakat dari masa lampau sampai masa kini, baik di Indonesia maupun di luar Indonesia. Mata pelajaran Sejarah ini merupakan bagian dari mata pelajaran kelompok C yaitu pilihan Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial, di samping Mata Pelajaran Geografi, Sosiologi, dan Ekonomi. Mata pelajaran Sejarah memiliki arti strategis dalam pembentukan watak dan peradaban bangsa Indonesia.
Setiap mata pelajaran mempunyai karakteristik yang khas. Demikian juga halnya dengan mata pelajaran sejarah. Adapun karakteristik mata pelajaran sejarah adalah sebagai berikut.
a. Sejarah terkait dengan masa lampau.
Masa lampau berisi peristiwa, dan setiap peristiwa sejarah hanya terjadi sekali. Jadi pembelajaran sejarah adalah pembelajaran peristiwa sejarah dan perkembangan masyarakat yang telah terjadi. Sementara materi pokok pembelajaran sejarah adalah produk masa kini berdasarkan sumber-sumber sejarah yang ada. Karena itu dalam pembelajaran sejarah harus lebih cermat, kritis, berdasarkan sumber-sumber dan tidak memihak menurut kehendak sendiri dan kehendak pihak-pihak tertentu.
b. Sejarah bersifat kronologis.
Dalam mengorganisasikan materi pokok pembelajaran sejarah harus didasarkan pada urutan kronologis peristiwa sejarah.
c. Sejarah ada tiga unsur penting, yakni manusia, ruang dan waktu.
Dalam mengembangkan pembelajaran sejarah harus selalu diingat siapa pelaku peristiwa sejarah, di mana dan kapan. Perspektif waktu merupakan dimensi yang sangat penting dalam sejarah. Sekalipun sejarah itu erat kaitannya dengan waktu lampau, tetapi waktu lampau itu terus berkesinambungan. Sehingga perspektif waktu dalam sejarah, ada waktu lampau, kini dan yang akan datang. Dalam mendesain materi pokok pembelajaran sejarah dapat dikaitkan dengan persoalan masa kini dan masa depan. Terutama dalam menyisipkan kecakapan hidup(life skill), kesetaraan gender, hak asasi manusia, dan multi culture.
d. Sejarah ada prinsip sebab-akibat.
Dalam merangkai fakta yang satu dengan fakta yang lain, dalam menjelaskan peristiwa sejarah yang satu dengan peristiwa sejarah yang lain perlu mengingat prinsip sebab-akibat, dimana peristiwa yang satu diakibatkan oleh peristiwa sejarah yang lain dan peristiwa sejarah yang satu akan menjadi sebab peristiwa sejarah berikutnya.
e. Sejarah pada hakikatnya adalah suatu peristiwa sejarah dan perkembangan masyarakat yang menyangkut berbagai aspek kehidupan seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, dan agama.
Dalam memahami sejarah haruslah dengan pendekatan multidimensional, sehingga dalam pengembangan materi pokok dan uraian materi pokok untuk setiap topik/pokok bahasan haruslah dilihat dari berbagai aspek.

2. Tujuan Mata Pelajaran Sejarah
Mata pelajaran Sejarah Peminatan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.
a. Mengembangkan pemahaman tentang diri sendiri, masyarakat, dan bangsanya.
b. Mengembangkan rasa kebangsaan, cinta tanah air, dan penghargaan terhadap hasil dan prestasi bangsa.
c. Membangun kesadaran peserta didik tentang pentingnya konsep waktu dan ruang dalam berpikir kesejarahan.
d. Mengembangkan kemampuan berpikir sejarah (historical thinking), keterampilan sejarah (historical skills), dan wawasan terhadap isu sejarah (historical issues), serta menerapkan kemampuan, keterampilan dan wawasan tersebut dalam kehidupan masa kini.
e. Melatih daya kritis peserta didik untuk memahami fakta sejarah secara benar dengan didasarkan pada pendekatan ilmiah dan metodologi keilmuan.
f. Mengembangkan perilaku yang didasarkan pada nilai dan moral yang mencerminkan karakter diri, masyarakat dan bangsa.
g. Menanamkan sikap berorientasi kepada masa kini dan masa depan.
h. Memahami dan mampu menangani isu-isu kontroversial untuk mengkaji permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakatnya.
i. Menumbuhkan apresiasi dan penghargaan peserta didik terhadap peninggalan sejarah sebagai bukti peradaban bangsa Indonesia dimasa lampau.
j. Menumbuhkan pemahaman peserta didik terhadap proses terbentuknya bangsa Indonesia melalui sejarah yang panjang dan masih berproses hingga masa kini dan masa yang akan datang.
k. Menumbuhkan kesadaran dalam diri peserta didik sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki rasa bangga dan cinta tanah air yang dapat di implementasikan dalam berbagai bidang kehidupan baik nasional maupun internasional.

3. Ruang Lingkup
Mata pelajaran Sejarah untuk Sekolah Menengah Atas meliputi Prinsip Dasar Ilmu Sejarah, Sejarah Indonesia sejak masa Pra aksara sampai dengan Masa Reformasi, dan Sejarah Dunia sejak masa Peradaban Kuno sampai dengan Revolusi Teknologi Informasi dan Komunikasi, dengan rincian sebagai berikut.
a. Prinsip dasar ilmu sejarah
b. Peradaban awal masyarakat dunia dan Indonesia
c. Perkembangan negara-negara tradisional di Indonesia
d. Indonesia pada masa penjajahan
e. Revolusi besar dunia dan pengaruhnya
f. Kebangkitan heroisme dan kebangsaan Indonesia
g. Proklamasi dan perkembangan negara kebangsaan Indonesia.
h. Perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia
i. Dunia pada masa Perang Dingin dan perubahan poilitik global
j. Indonesia pada masa Demokrasi Liberal dan Demokrasi Terpimpin
k. Indonesia pada masa Orde Baru
l. Indonesia pada masa Reformasi
m. Indonesia dan Dunia pada masa Revolusi Teknologi Informasi dan Komunikasi

Ruang lingkup mata pelajaran Sejarah Peminatan kelas X adalah prinsip dasar ilmu sejarah, kehidupan masyarakat Praaksara di Indonesia dan dunia, serta peradaban awal masyarakat dunia dan Indonesia.

B. Struktur Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Mata Pelajaran Sejarah Peminatan
Mata pelajaran Sejarah Indonesia Kelas X memiliki 4 (empat) Kompetensi Inti (KI) yang dijabarkan dalam 27 Kompetensi Dasar (KD). Adapun kompetensi inti dan kompetensi dasar itu adalah sebagai berikut.

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya 1.1 Menghayati proses kelahiran manusia Indonesia dengan rasa bersyukur.
1.2 Menghayati keteladanan para pemimpin dalam mengamalkan ajaran agamanya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. 2.1 Menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli terhadap berbagai hasil budaya zaman praaksara, Hindu-Buddha dan Islam.
2.2 Meneladani sikap dan tindakan cinta damai, responsif dan pro aktif yang ditunjukkan oleh tokoh sejarah dalam mengatasi masalah sosial dan lingkungannya.
2.3 Berlaku jujur dan bertanggungjawab dalam mengerjakan tugas-tugas dari pembelajaran sejarah.
3. Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah Manusia dan Sejarah
3.1 Menganalisis keterkaitan konsep manusia hidup dalam ruang dan waktu.
3.2 Menganalisis konsep manusia hidup dalam perubahan dan keberlanjutan.
3.3 Menganalis keterkaitan peristiwa Sejarah tentang manusia di masa lalu untuk kehidupan masa kini.
Sejarah Sebagai Ilmu
3.4 Menganalisis ilmu sejarah.
Berpikir Sejarah
3.5 Menganalisis dan menerapkan cara berfikir sejarah dalam mempelajari peristiwa-peristiwa sejarah.
Sumber Sejarah
3.6 Menganalis berbagai bentuk/jenis sumber sejarah.
Penelitian dan Penulisan Sejarah
3.7 Menganalisis keterkaitan dan menerapkan langkah-langkah penelitian Sejarah terhadap berbagai peristiwa Sejarah.
Historiografi
3.8 Menganalisis keterkaitan perbedaan ciri-ciri dari historiografi tradisional, kolonial, dan modern.
Manusia Purba Indonesia dan Dunia
3.9 Menganalisis keterkaitan antara Manusia Purba Indonesia dan Dunia dengan manusia modern dalam fisik dan budaya.
Kehidupan Manusia Praaksara Indonesia
3.10 Menganalisis keterkaitan kehidupan awal manusia Indonesia di bidang kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi serta pengaruhnya dalam kehidupan masa kini.
Peradaban Awal Indonesia dan Dunia
3.11 Menganalisis keterkaitan peradaban awal dunia dan Indonesia serta keterkaitannya dengan manusia masa kini dalam cara berhubungan dengan lingkungan, hukum, kepercayaan, pemerintahan, dan sosial
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan 4.1 Menyajikan hasil kajian tentang konsep manusia hidup dalam ruang dan waktu, dalam berbagai bentuk komunikasi.
4.2 Menyajikan hasil telaah tentang konsep bahwa manusia hidup dalam perubahan dan keberlanjutan, dalam berbagai bentuk komunikasi.
4.3 Membuat tulisan tentang hasil kajian mengenai keterkaitan kehidupan masa lalu untuk kehidupan masa kini.
4.4 Menyajikan hasil telaah tentang peristiwa sebagai karya sejarah, mitos, dan fiksi dalam bentuk tulisan.
4.5 Menerapkan cara berfikir sejarah dalam mengkaji peristiwa-peristiwa yang dipelajarinya, dalam berbagai bentuk presentasi.
4.6 Menyajikan hasil analisis jenis sumber, peran sumber dan keterkaitannya dengan kejadian sejarah, dalam berbagai bentuk presentasi.
4.7 Melakukan penelitian sejarah secara sederhana dan menyajikanya dalam bentuk laporan penelitian.
4.8 Menyajikan hasil mengklasifikasi ciri-ciri historiografi tradisional, kolonial dan modern dari sumber yag ditentukan guru, dalam berbagai bentuk presentasi.
4.9 Menyajikan hasil analisis mengenai keterkaitan antara Manusia Purba Indonesia dan Dunia dengan manusia modern secara fisik dan budaya, dalam berbagai bentuk presentasi.
4.10 Menarik berbagai kesimpulan dari hasil evaluasi terhadap perkembangan teknologi pada zaman kehidupan praaksara terhadap kehidupan masyarakat masa kini, dalam bentuk tulisan.
4.11 Menyajikan hasil analisis peradaban awal dunia dan Indonesia serta keterkaitannya dengan manusia masa kini dalam cara berhubungan dengan lingkungan, hukum, kepercayaan, pemerintahan, dan sosial, dalam berbagai bentuk presentasi.

Perlu diketahui, bahwa KD-KD Sejarah Indonesia diorganisasikan ke dalam empat Kompetensi Inti (KI). KI 1 berkaitan dengan sikap diri terhadap Tuhan Yang Maha Esa. KI 2 berkaitan dengan karakter diri dan sikap sosial. KI 3 berisi KD tentang pengetahuan terhadap materi ajar, sedangkan KI 4 berisi KD tentang penyajian pengetahuan. KI 1, KI 2, dan KI 4 harus dikembangkan dan ditumbuhkan melalui proses pembelajaran setiap materi pokok yang tercantum dalam KI 3. KI 1 dan KI 2 tidak diajarkan langsung (direct teaching), tetapi indirect teaching pada setiap kegiatan pembelajaran.
Empat Kompetensi Inti (KI) yang kemudian dijabarkan menjadi 27 Kompetensi Dasar (KD) itu merupakan bahan kajian yang akan ditransformasikan dalam kegiatan pembelajaran selama satu tahun (dua semester) yang terurai dalam 36 minggu. Agar
kegiatan pembelajaran itu tidak terasa terlalu panjang maka 36 minggu itu dibagi menjadi dua semester, yaitu semester pertama dan semester kedua. Setiap semester terbagi menjadi 18 minggu. Setiap semester (18 minggu) itu dilaksanakan ulangan/kegiatan lain tengah semester dan ulangan akhir semester yang masing-masing diberi waktu 3 jam/minggu. Dengan demikian waktu efektif untuk kegiatan pembelajaran mata pelajaran Sejarah sebagai mata pelajaran peminatan di SMA/MA disediakan waktu 3 x 45 menit x 32 minggu/per tahun (16 minggu/semester).
Untuk efektivitas dan optimalisasi pelaksanaan pembelajaran pihak pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan buku teks pelajaran untuk mata pelajaran Sejarah Peminatan Kelas X. Berdasarkan jumlah KD terutama yang terkait dengan penjabaran KI ke-3, buku teks pelajaran Sejarah Peminatan Kelas X disusun menjadi empat bab.
BAB 1 : Manusia dan Sejarah
BAB 2 : _________________
BAB 3 : _________________
BAB 4 : _________________

C. Strategi dan Model Umum Pembelajaran Sejarah Peminatan
Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan peserta didik agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Strategi dan model umum pembelajaran dalam mata pelajaran Sejarah Peminatan Kelas X dapat dilihat dari hal-hal berikut.
1. Pengembangan Indikator
Indikator memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam mengembangkan pencapaian kompetensi berdasarkan Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Penguasaan KD dicapai melalui proses pembelajaran dan pengembangan pengalaman belajar atas dasar indikator yang telah dirumuskan dari setiap KD, terutama KD-KD penjabaran dari KI ke-3. Kompetensi dasar pada KI ke-3 untuk mata pelajaran Sejarah Peminatan Kelas X dapat dijabarkan menjadi beberapa indikator sebagai berikut.

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Indikator
Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
Procedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah 3.1 Menganalisis keterkaitan konsep manusia hidup dalam ruang dan waktu. 3.1.1 Menjelaskan aktivitas manusia yang terbatas dalam ruang dan waktu.

3.2 Menganalisis konsep manusia hidup dalam perubahan dan keberlanjutan. 3.2.1 Menjelaskan konsep manusia hidup dalam perubahan dan keberlanjutan.
3.3 Menganalisis keterkaitan peristiwa Sejarah tentang manusia di masa lalu untuk kehidupan masa kini. 3.3.1 Menjelaskan tentang peristiwa masa lalu dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia di masa kini.
3.4 Menganalisis ilmu sejarah. 3.4.1 Mendeskripsikan pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata dan pandangan para tokoh
3.4.2 Mendeskripsikan sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni
3.4.3 Mendeskripsikan kegunaan sejarah secara intrinsik dan ekstrinsik
3.5 Menganalisis dan menerapkan cara berpikir sejarah dalam mempelajari peristiwa-peristiwa sejarah. 3.5.1 Menjelaskan pengertian diakronis, sinkronis, kausalita, interpretasi, dan periodisasi dalam sejarah
3.1.2. Menjelaskan cara menerapkan berpikir diakronis, sinkronis, kausalita, interpretasi, dan periodisasi dalam memahami dan merekonstruksi sejarah yang dipelajari.
3.6 Menganalisis berbagai bentuk/jenis sumber sejarah. 3.6.1 Menjelaskan pengertian, sifat, jenis, dan kedudukan sumber dalam ilmu sejarah
3.6.2 Menganalisis keterkaitan antara pengertian, sifat, jenis, dan kedudukan sumber dalam ilmu sejarah
3.7 Menganalisis keterkaitan dan menerapkan langkah-langkah penelitian Sejarah terhadap berbagai peristiwa Sejarah. 3.7.1 Mendeskripsikan langkah-langkah penelitian sejarah (bertanya, menentukan dan mencari sumber, kritik sumber, validasi informasi, interpretasi, rekonstruksi dan penulisan)
3.7.2 Menjelaskan sumber, bukti, dan fakta sejarah.
3.7.3 Menganalisis jenis-jenis sejarah.
3.7.4 Menganalisis penelitian sejarah lisan.
3.8 Menganalisis keterkaitan perbedaan ciri-ciri dari historiografi tradisional, kolonial, dan modern. 3.8.1 Menjelaskan pengertian historiografi tradisional, kolonial, dan modern.
3.8.2 Menganalisis persamaan dan perbedaan antara historiografi tradisional, kolonial, dan modern.
3.9 Menganalisis keterkaitan antara Manusia Purba Indonesia dan Dunia dengan manusia modern dalam fisik dan budaya. 3.9.1 Mengidentifikasi jenis-jenis manusia purba Indonesia dan Dunia ke dalam kelompok antropologi fisik dan kelompok budaya dan dalam garis waktu.
3.9.2 Menjelaskan keterkaitan manusia purba Indonesia dan Dunia dengan manusia modern secara fisik dan budaya.
3.9.2 Menganalisis manusia purba Indonesia dan Dunia dalam garis waktu dan hubungannya dengan manusia modern Asia, Afrika, dan Eropa.
3.10 Menganalisis keterkaitan kehidupan awal manusia Indonesia di bidang kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi serta pengaruhnya dalam kehidupan masa kini. 3.10.1 Menjelaskan kehidupan awal manusia Indonesia di bidang kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi serta pengaruhnya dalam kehidupan masa kini.
3.10.2 Menjelaskan hubungan kebudayaan Hoa-bin, Bacson, Dongson dan Sahuynh pada masyarakat awal di Indonesia.
3.10.3 Menjelaskan keunggulan kehidupan manusia Indonesia dalam bidang kepercayaan, sosial, budaya, ekonomi, teknologi dan pengaruh dari kebudayaan di Asia serta unsur-unsur yang diwariskannya dalam kehidupan manusia masa kini berdasarkan situs-situs peninggalan zaman praaksara
3.11 Menganalisis keterkaitan peradaban awal dunia dan Indonesia serta keterkaitannya dengan manusia masa kini dalam cara berhubungan dengan lingkungan, hukum, kepercayaan, pemerintahan, dan sosial 3.11.1 Menjelaskan kehidupan awal Indonesia dalam pencapaian ilmu, teknologi, kepercayaan, pemerintahan primus inter pares, pertanian dan ukuran
3.11.2 Menjelaskan peradaban awal Asia (Cina, Indus, Mesopotamia) dalam pencapaian ilmu, teknologi, kepercayaan, pemerintahan, pertanian, dan budaya
3.12.3 Menjelaskan peradaban awal Afrika (Mesir) dalam pencapaian ilmu, teknologi, kepercayaan, pemerintahan, pertanian, dan budaya
3.11.4 Menjelaskan peradaban awal Eropa (Yunani, Romawi, Pulau Kreta) dalam pencapaian ilmu, teknologi, kepercayaan, pemerintahan, dan budaya
3.11.5 Menjelaskan peradaban awal Amerika (Inca, Maya, Aztec) dalam pencapaian ilmu, teknologi, kepercayaan, pemerintahan, pertanian, dan budaya
3.11.6 Menganalisa keterkaitan peradaban awal dunia dan Indonesia dengan manusia masa kini dalam cara berhubungan dengan lingkungan, hukum, kepercayaan, pemerintahan, dan sosial.
Di samping penjelasan beberapa indikator tersebut yang perlu diingat oleh guru sejarah adalah KD-KD yang terkait dengan KI pertama dan KI kedua yang harus dijadikan perspektif dalam pembelajaran Sejarah Peminatan. Hal ini dapat dikatakan KD-KD itu sebagai bahan untuk pengembangan nilai dan pendidikan karakter. Selanjutnya KD-KD yang merupakan penjabaran KI ke-4 terkait dengan pengembangan keterampilan dan unjuk kerja bagi peserta didik. Untuk mata pelajaran Sejarah Peminatan dapat dikembangkan kegiatan-kegiatan mengobservasi, menulis dan mempresentasikan karya sejarah, membuat media sejarah, membuat kliping, dan lain-lain.
2. Pengalaman Belajar
Melalui proses pembelajaran, diharapkan indikator-indikator yang telah dirumuskan di atas dapat tercapai. Tercapainya indikator-indikator itu berarti tercapai pula KD-KD yang telah ditetapkan pada struktur kurikulum pada mata pelajaran Sejarah Peminatan. Oleh karena itu dalam kaitan pencapaian indikator, guru perlu juga mengingat pengalaman belajar yang secara umum diperoleh oleh peserta didik sebagaimana dirumuskan dalam KI dan KD.
Beberapa pengalaman belajar itu terkait dengan pengembangan ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.
a. Pengembangan ranah kognitif, atau pengembangan pengetahuan dapat dilakukan dalam bentuk penguasaan materi dan pemberian tugas dengan unjuk kerja; mengetahui, memahami, menganalisis, dan mengevaluasi.
b. Pengembangan ranah afektif atau pengembangan sikap (sikap sosial) dapat dilakukan dengan pemberian tugas belajar dengan beberapa sikap dan unjuk kerja: menerima, menghargai, menghayati, menjalankan dan mengamalkan.
c. Pengembangan ranah psikomotorik atau pengembangan keterampilan (skill) melalui tugas belajar dengan beberapa aktivitas mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengolah, menyaji, dan mencipta.
Terkait dengan beberapa aspek pengalaman belajar, dalam setiap pembelajaran Sejarah Peminatan kelas X peserta didik diharapkan mampu mengembangkan proses kognitif yang lebih tinggi. Dari pemahaman sampai dengan metakognitif pendalaman pengetahuan. Pembelajaran diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan, yaitu menerapkan konsep, prinsip atau prosedur, menganalisis masalah, dan mengevaluasi sesuatu produk atau mengembangkan keterampilan, seperti mencoba membuat sesuatu atau mengolah informasi, menerapkan prosedur hingga mengamalkan nilai-nilai kesejarahan.
3. Model dan Skenario Pembelajaran
Paradigma belajar bagi peserta didik menurut jiwa kurikulum 2013 adalah peserta didik aktif mencari bukan lagi peserta didik menerima. Pola pembelajaran yang dahulu satu arah (interaksi guru-peserta didik) menjadi pembelajaran interaktif (interaktif guru-peserta didik-masyarakat-lingkungan alam, sumber/media lainnya). Oleh karena itu, pembelajaran harus dikembangkan menjadi pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Model pembelajaran ini berlaku juga pada pembelajaran Sejarah Peminatan.
a. Aktif, maksudnya guru berusaha menciptakan suasana sedemikian rupa agar peserta didik aktif melakukan serta mencari pengetahuan dan pengalamannya sendiri
b. Inovatif, pembelajaran harus dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang ada, tidak monoton. Guru selalu mencari model yang kontekstual yang dapat menarik peserta didik.
c. Kreatif, agak mirip dengan inovatif, guru harus mengembangkan kegiatan belajar yang beragam, menciptakan pembelajaran baru yang penuh tantangan, pembelajaran berbasis masalah sehingga mendorong peserta didik untuk merumuskan masalah dan cara pemecahannya.
d. Efektif, guru harus secara tepat memilih model dan metode pembelajaran sesuai dengan tujuan, materi dan situasi sehingga tujuan dapat tercapai dan bermakna bagi peserta didik.
e. Menyenangkan, guru harus berusaha dan menciptakan proses pembelajaran Sejarah Indonesia itu menjadi menyenangkan bagi peserta didik. Apabila suasana menyenangkan maka peserta didik akan memperhatikan pembelajaran yang sedang berlangsung.
Melalui pendekatan tersebut banyak model pembelajaran yang dapat dikembangkan, misalnya: STAD (Student Teams-Achievement Divisions) dan TGT (Team-Game-Turnament), TAI (Team-Assisted Individualization), CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition), Group Investigation, Jigsaw, dan lain-lain (selengkapnya baca Robert E. Slavin, Cooperative Learning: Teori, Riset dan Praktik).
Dalam proses pembelajaran Sejarah Peminatan untuk kelas X guru perlu memperhatikan hal-hal berikut.
a. Kegiatan Pertama: Mengamati
1) Setiap awal pembelajaran, peserta didik harus membaca teks yang tersedia di buku teks pelajaran Sejarah Peminatan.
2) Peserta didik dapat diberikan petunjuk untuk mengamati gambar, foto, peta atau ilustrasi lain yang terdapat dalam bacaan.
3) Guru dapat menyiapkan diri dengan membaca berbagai literatur yang berkaitan dengan materi yang disampaikan. Peserta didik dapat diberikan contoh-contoh yang terkait dengan materi yang ada di buku dengan daerah di sekitarnya, bila di daerah sekitar tidak terdapat situs peninggalan masyarakat Praaksara maka dapat mengambil contoh-contoh dari daerah lain atau provinsi lain. Guru dapat memperkaya materi dengan membandingkan buku teks pelajaran Sejarah Peminatan dengan buku literatur lain yang relevan.
4) Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif, guru dapat menampilkan foto-foto, gambar, denah, peta, dan dokumentasi audiovisual (film) yang relevan. Sebagai contoh untuk guru yang berada di daerah Sragen dan sekitarnya dapat mendokumentasikan lembah Bengawan Solo, khususnya daerah Sangiran yang terdapat berbagai situs peninggalan zaman Praaksara. Begitu pula dengan di daerah lain dapat mengambil contoh kasus di daerahnya masing-masing jika ada.
b. Kegiatan Kedua: Menanya
1) Peserta didik dapat diberi motivasi untuk mengajukan pertanyaan melalui kegiatan diskusi untuk mendapatkan klarifikasi dan pendalaman pemahaman tentang materi yang dipelajari.
2) Peserta didik dapat dilatih dalam bertanya dari pertanyaan yang faktual sampai pertanyaan yang hipotetikal (bersifat kausalitas).
c. Kegiatan Ketiga: Ekplorasi Informasi
1) Guru merancang kegiatan untuk mencari informasi lanjutan baik melalui membaca sumber lain, mengamati dan mempelajari atau mengunjungi bukti-bukti peninggalan yang semasa dengan periode yang dibahas.
2) Guru merancang kegiatan untuk mengindentifikasi bukti-bukti peninggalan yang semasa pada lingkungan sekitar peserta didik dengan membandingkan bukti-bukti peninggalan di daerah lain.
3) Jika memungkinkan, peserta didik dianjurkan untuk menggunakan sumber dari internet.
4) Peserta didik membuat catatan mengenai informasi penting dari apa yang dibaca dan diamati.
d. Kegiatan Keempat: Analisis/Mengasosiasi Informasi
1) Peserta didik dapat menganalisis informasi dan data-data yang didapat baik dari bacaan maupun sumber-sumber terkait mengenai materi yang dipelajari.
2) Peserta didik menarik kesimpulan atau generalisasi dari hasil analisis data dimulai dari sederhana sampai lengkap.
e. Kegiatan Kelima: Mengomunikasikan Hasil Analisis
1) Peserta didik melaporkan kesimpulan atau generalisasi dalam bentuk lisan, tulisan, diagram, bagan, gambar atau media lainnya.
2) Peserta didik dapat membuat cerita drama atau sinopsis kemudian diperankan oleh setiap peserta didik.
Buku teks pelajaran Sejarah Peminatan kelas X terdiri atas empat bab. Apabila mata pelajaran itu diberikan dalam waktu satu tahun akan memerlukan waktu sekitar 32 atau 36 minggu. Untuk mata pelajaran Sejarah Peminatan diberikan tiga jam per minggu. Terkait dengan itu, penggunaan buku teks pelajaran Sejarah Indonesia dapat dibuat skenario sebagai berikut:
Bab Semester 1
Pertemuan Minggu ke
1– 10 Pertemuan Minggu ke
11–16
I
II

Bab Semester 2
Pertemuan Minggu ke
17– 21 Pertemuan Minggu ke
22–34
III
IV

4. Prinsip-Prinsip Penilaian
Prinsip-prinsip penilaian dalam mata pelajaran Sejarah Peminatan kelas X yaitu sebagai berikut.
a. Menentukan aspek dari hasil belajar Sejarah yang sudah dan belum dikuasai peserta didik sesudah suatu proses pembelajaran.
b. Umpan balik bagi peserta didik untuk memperbaiki hasil belajar yang kurang atau belum dikuasai.
c. Umpan balik bagi guru untuk memberikan bantuan bagi peserta didik yang mengalami masalah dalam penguasaan pengetahuan, kemampuan, nilai dan sikap.
d. Umpan balik bagi guru untuk memperbaiki perencanaan pembelajaran berikutnya.
e. Aspek-aspek yang dinilai/dievaluasi mencakup berikut ini.
1) Pengetahuan dan pemahaman tentang peristiwa sejarah.
2) Kemampuan mengkomunikasikan pemahamannya mengenai peristiwa sejarah dalam bahasa lisan dan tulisan.
3) Kemampuan menarik pelajaran/nilai dari suatu peristiwa sejarah.
4) Kemampuan menerapkan pelajaran/nilai yang dipelajari dari peristiwa sejarah dalam kehidupan sehari-hari.
5) Kemampuan melakukan kritik terhadap sumber dan mengumpulkan informasi dari sumber.
6) Kemampuan berpikir historis dalam mengkaji berbagai peristiwa sejarah dan peristiwa politik, sosial, budaya, ekonomi yang timbul dalam kehidupan keseharian masyarakat dan bangsa.
7) Memiliki semangat kebangsaan dan menerapkannya dalam kehidupan kebangsaan.
Pendidik melakukan penilaian terhadap peserta didik selama proses dan setelah pembelajaran berlangsung. Model penilaian dipilih yang berkenaan dengan tujuan mendapatkan informasi kemampuan peserta didik dalam berpikir sejarah, keterampilan sejarah, nilai dan sikap yang terbentuk dari proses pembelajaran sejarah. Untuk mendapatkan informasi mengenai penguasaan berbagai faktual penting peristiwa sejarah dapat digunakan model tersebut dan tes dengan bentuk soal objektif.
Penilaian observasi dapat dilakukan untuk menilai keaktifan peserta didik dalam bertanya, berdiskusi, mengekplorasi, dan menganalisis. Indikator ini digunakan untuk menilai sikap dan kemampuan peserta didik dalam memahami hakikat sejarah. Observasi dilakukan dengan tujuan yang jelas dan aspek-aspek yang menjadi tujuan observasi.
Pendidik membuat indikator yang jelas dalam melakukan observasi. Beberapa indikator yang digunakan dalam melakukan observasi terhadap peserta didik adalah sebagai berikut.
a. Sikap dapat diukur melalui cara kerja sama, perhatian terhadap materi yang disampaikan, keaktifan bertanya, kesopanan dalam berbahasa, menghargai orang lain dan menunjukkan sikap terpuji.
b. Bahasa dapat diukur melalui pemilihan kata-kata yang tepat, jelas, menarik, dan sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Indonesia yang benar
c. Keaktifan peserta didik dalam memberikan masukan dapat diukur melalui relevansi dengan materi yang dibahas, sistematis, dan jelas.
d. Kemampuan mengeksplorasi informasi dapat diukur dari, atau kemampuan peserta didik untuk mengaitkan hubungan antara peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain dengan menggunakan berbagai literatur dan sumber yang relevan.
e. Kemampuan menganalisis dapat diukur dari kemampuan peserta didik untuk menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan dan mengaitkan kondisi masa lalu dengan kondisi saat ini.
Penilaian dapat dilakukan dengan memberikan skor dari angka 1 – 5 dengan kriteria sebagai berikut.
a. 1 : sangat kurang
b. 2 : kurang
c. 3 : cukup
d. 4 : baik
e. 5 : sangat baik

D. Format Buku Teks Pelajaran Sejarah Peminatan
Dalam rangka membelajarkan peserta didik, guru harus memahami format buku teks pelajaran Sejarah Indonesia. Buku teks pelajaran Sejarah Indonesia disusun dengan format sebagai berikut.
Buku teks pelajaran Sejarah Peminatan Kelas X terdiri atas empat bab. Setiap bab terdapat sebuah pengantar. Setiap bab terdiri atas beberapa subbab. Setiap subbab disusun dalam tiga aktivitas: (1) mengamati lingkungan, (2) memahami teks, dan (3) uji kompetensi. Setiap bab diakhiri dengan kesimpulan.

Bagian II
Petunjuk Khusus Pembelajaran per Bab

Buku ini merupakan pedoman guru untuk mengelola pembelajaran terutama dalam memfasilitasi peserta didik untuk memahami materi dan mengamalkan pesan-pesan sejarah yang ada pada buku teks pelajaran. Materi ajar yang ada pada buku teks pelajaran Sejarah Peminatan akan diajarkan selama satu tahun ajaran. Sesuai dengan desain waktu dan materi setiap bab maka Bab I akan diselesaikan dalam waktu 10 minggu pembelajaran, untuk Bab II diselesaikan dalam waktu 11 minggu dan Bab III dapat diselesaikan dalam 11 minggu pembelajaran. Agar pembelajaran itu lebih efektif dan terarah, maka setiap minggu pembelajaran dirancang terdiri atas: (1) Tujuan Pembelajaran, (2) Materi dan Proses Pembelajaran, (3) Penilaian, (4) Pengayaan, dan (Remedial), ditambah Interaksi Guru dan Orang Tua.

Pelaksanaan Pembelajaran
Berdasarkan pemahaman tentang KI dan KD, guru sejarah yang mengajarkan materi tersebut hendaknya dapat:
1. Menggunakan isu-isu aktual untuk dapat mengajak peserta didik dalam mengembangkan kemampuan analisis dan evaluatif dengan mengambil contoh kasus dari situasi saat ini dengan fakta-fakta sejarah yang ada pada masa itu.
2. Mengembangkan kemampuan berpikir dan keterampilan sejarah sehingga peserta didik memahami konsep-konsep utama sejarah, menguasai keterampilan dasar sejarah, dan memantapkan penggunaan konsep utama dan keterampilan dasar ketika mereka mempelajari berbagai peristiwa sejarah
3. Dalam melaksanakan pembelajaran guru harus memberikan motivasi dan mendorong peserta didik secara aktif (active learning) untuk mencari sumber dan contoh-contoh konkrit dari lingkungan sekitar. Guru harus menciptakan situasi belajar yang memungkinkan peserta didik melakukan observasi dan refleksi. Observasi dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya membaca buku dengan kritis, menganalisis dan mengevaluasi sumber-sumber sejarah, membuat tulisan sejarah secara sederhana, melakukan wawancara dengan pelaku sejarah atau ahli sejarah, menonton film atau dokumentasi sejarah dan mengunjungi situs-situs sejarah yang berkaitan dengan pembahasan di lingkungan sekitar peserta didik tinggal. Pelaksanaan kunjungan ke situs-situs bersejarah, guru dapat melakukan kerjasama dengan lembaga kebudayaan yang menangani bidang kesejarahan setempat sehingga peserta didik mendapatkan informasi secara lengkap. Contohnya; Balai Arkeologi, Balai Pelestarian Cagar Budaya, Balai Pelestarian Nilai Budaya, museum-museum, dan lain-lain.
4. Peserta didik harus dirangsang untuk berpikir kritis dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan di setiap jam pelajaran.
5. Guru sejarah harus mampu mengaitkan konteks lingkungan tempat tinggal peserta didik (kabupaten, provinsi, pulau) dengan konteks kesejarahan yang lebih luas, yaitu Indonesia. Misalnya, bagaimana posisi daerahnya di masa lampau ketika masa Praaksara.

BAB 1
JUDUL BAB 1

A. Kompetensi Inti (KI)
KI 3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar
3.1 Menganalisis keterkaitan konsep manusia hidup dalam ruang dan waktu.
3.2 Menganalisis konsep manusia hidup dalam perubahan dan keberlanjutan.
3.3 Menganalis keterkaitan peristiwa Sejarah tentang manusia di masa lalu untuk kehidupan masa kini.
3.4 Menganalisis ilmu sejarah.
3.5 Menganalisis dan menerapkan cara berfikir sejarah dalam mempelajari peristiwa-peristiwa sejarah.
3.6 Menganalis berbagai bentuk/jenis sumber sejarah.
4.1 Menyajikan hasil kajian tentang konsep manusia hidup dalam ruang dan waktu, dalam berbagai bentuk komunikasi.
4.2 Menyajikan hasil telaah tentang konsep bahwa manusia hidup dalam perubahan dan keberlanjutan, dalam berbagai bentuk komunikasi.
4.3 Membuat tulisan tentang hasil kajian mengenai keterkaitan kehidupan masa lalu untuk kehidupan masa kini.
4.4 Menyajikan hasil telaah tentang peristiwa sebagai karya sejarah, mitos, dan fiksi dalam bentuk tulisan.
4.5 Menerapkan cara berfikir sejarah dalam mengkaji peristiwa-peristiwa yang dipelajarinya, dalam berbagai bentuk presentasi.
4.6 Menyajikan hasil analisis jenis sumber, peran sumber dan keterkaitannya dengan kejadian sejarah, dalam berbagai bentuk presentasi.

C. Proses Pembelajaran
Langkah Pembelajaran umum
1. Melaksanakan persiapan dan pendahuluan pembelajaran
2. Melaksanakan pembelajaran Sejarah Peminatan yang mendorong peserta didik mampu memahami aktivitas manusia yang terbatas dalam ruang dan waktu, selalu dalam perubahan, dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia di masa kini serta memahami ruang lingkup ilmu sejarah dan kedudukan sumber sejarah dalam ilmu sejarah.
3. Model dan strategi pembelajaran Sejarah Indonesia yang digunakan pendidik disesuaikan dengan buku teks pelajaran dan dapat ditambahkan oleh pendidik dengan model lain yang dianggap dapat mendorong pencapaian tujuan yang sudah ditentukan.
4. Pendidik mendorong terjadinya proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, yaitu:
a. membimbing dan memfasilitasi pembelajaran
b. mendorong peserta didik untuk mampu memahami hakikat sejarah dalam menyampaikan hasil pembelajaran peserta didik yang dilakukan dengan menggunakan media yang ada dan memungkinkan di sekolah.

Materi dan Proses Pembelajaran di Buku Teks Pelajaran Sejarah Peminatan Bab 1
1. Pada Bab 1 guru selayaknya mampu menyiapkan diri dengan membaca berbagai literatur yang berkaitan dengan konsep manusia hidup dalam ruang dan waktu, selalu dalam perubahan, dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia di masa kini serta memahami ruang lingkup ilmu sejarah dan kedudukan sumber sejarah dalam ilmu sejarah.
Guru dapat memberikan contoh konsep ruang dan waktu dalam sejarah yang ada di buku materi. Guru dapat memperkaya materi dalam buku teks pelajaran dengan membandingkannya buku lain yang relevan. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif ada baiknya guru dapat menampilkan foto-foto, gambar, diagram, dan dokumentasi audiovisual (film) yang relevan dengan materi yang dipelajari.
2. Membagi peserta didik dalam kelompok-kelompok untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber mengenai keterkaitan antara aktivitas manusia yang terbatas dalam ruang dan waktu, dalam kesinambungan dan perubahan, dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia di masa kini. Dari hasil analisis sederhana ini dicari makna dan relevansinya dengan kehidupan sekarang.
3. Meminta peserta didik untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber mengenai pengertian berpikir sejarah diakronik, sinkronik, kausalita, interpretasi, dan periodisasi sejarah serta contoh-contoh penerapannya dalam tulisan, buku teks, atau sumber lainnya.

1. Pembelajaran Minggu Ke-1 (135 Menit)
Pertemuan minggu ke-1 ini merupakan wahana dialog untuk lebih memantapkan proses pembelajaran Sejarah Indonesia yang akan dilakukan pada minggu-minggu berikutnya. Pertemuan awal ini juga menjadi wahana untuk membangun ikatan emosional antara guru dan peserta didik, bagaimana guru dapat mengenal anak didiknya, bagaimana guru menjelaskan pentingnya mata pelajaran Sejarah Peminatan, dan bagaimana guru dapat menumbuhkan ketertarikan peserta didik terhadap materi yang akan dibahas. Dalam pertemuan ini guru juga dapat mengangkat isu aktual sebagai apersepsi.
Pada pertemuan pertama kali ini guru akan membahas terlebih dulu mengenai pengertian konsep manusia yang terbatas dalam ruang dan waktu serta konsep manusia dalam perubahan dan keberlanjutan.
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu:
1) menjelaskan pengertian waktu dan ruang dalam sejarah;
2) menjelaskan aktivitas manusia yang terbatas dalam ruang dan waktu;
3) menjelaskan aktivitas manusia dalam perubahan dan keberlanjutan.
b. Materi dan Proses Pembelajaran
Materi yang disampaikan pada minggu pertama ini adalah Bab 1, subbab A “Konsep Manusia yang Terbatas dalam Ruang dan Waktu, Perubahan dan Keberlanjutan serta Pengaruhnya terhadap Kehidupan Masa Kini”. Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
Kegiatan Pendahuluan
1) Kelas dipersiapkan oleh guru agar lebih kondusif untuk proses belajar mengajar (kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi/absensi, menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan.
2) Guru menyampaikan topik tentang pengertian konsep ruang dan waktu dalam sejarah. Namun sebelum mengaji lebih lanjut tentang topik itu, secara khusus guru mengadakan sesi perkenalan. Diusahakan masing-masing peserta didik bisa tampil untuk memperkenalkan diri (minimal sebut nama, alamat, cita-cita), terakhir guru memperkenalkan diri.
3) Guru memberikan motivasi untuk selalu bisa memanfaatkan waktu dengan baik karena kejadian hari ini tidak akan bisa terulang di waktu yang lain. (Usahakan 45 menit pertama kegiatan 1 dan 2 sudah selesai).
4) Guru menegaskan kembali tentang topik dan menyampaikan kompetensi yang akan dicapai.

Kegiatan Inti
1) Sebelum peserta didik mempelajari pengertian ruang dan waktu dalam sejarah, guru dapat menunjukkan ilustrasi tentang peristiwa yang terjadi di sekitar kita yang bisa membuat seseorang mengalami kegagalan atau kesuksesan.
2) Peserta didik dipaparkan secara singkat penjelasan tentang konsep manusia hidup dalam ruang dan waktu serta konsep manusia dalam perubahan dan keberlanjutan.
3) Peserta didik ditugaskan untuk berdiskusi dengan teman semeja. Topik diskusi yaitu mengenai aktivitas manusia yang terbatas dalam ruang dan waktu serta dalam perubahan dan keberlanjutan. Diskusi dilakukan dengan tertib.
4) Peserta didik ditunjuk secara acak untuk membaca kesimpulan hasil diskusinya.

Kegiatan Penutup
1) Peserta didik dapat ditanya apakah sudah memahami materi tersebut.
2) Peserta didik diminta untuk mengerjakan soal uji kompetensi dihalaman enam (diisi soal yang ada di subbab A.1. konsep manusia ruang dan waktu) untuk mengukur sejauh mana dapat mengerti apa yang dijelaskan oleh guru.
3) Sebelum mengakhiri pelajaran, peserta didik dapat ditanyakan tentang nilai-nilai apa saja yang didapat dari pelajaran hari ini.

Penilaian
1) Penilaian terhadap peserta didik dapat dilakukan selama proses dan setelah pembelajaran berlangsung, termasuk pada saat peserta didik menjawab beberapa pertanyaan dari guru. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian peserta didik pada saat pembelajaran berlangsung, kemampuan menyampaikan pendapat, juga aspek kerja sama, dan tentu ketepatan peserta didik pada saat menjawab pertanyaan dari guru.
2) Sebagai evaluasi, guru juga mengajukan beberapa pertanyaan yang terkait dengan materi yang baru saja dikaji.
a) ___________________________
_________________________________
______________ diisi soal yang ada di sub A. 1. ___________________
3) Hasil kerja peserta didik diberi nilai dan komentar.

2. Pembelajaran Minggu Ke-2 (135 Menit)
Pada pertemuan minggu ke-2 ini merupakan kelanjutan dari pertemuan minggu sebelumnya yang mengkaji tentang konsep manusia hidup dalam ruang dan waktu serta konsep manusia dalam perubahan dan keberlanjutan. Pertemuan minggu ke-2 ini akan membahas tentang keterkaitan peristiwa sejarah tentang manusia di masa lalu untuk kehidupan masa kini.
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu:
1) menjelaskan pengertian peristiwa sejarah;
2) menganalisis keterkaitan peristiwa sejarah terhadap kehidupan manusia di masa kini.

b. Materi dan Proses Pembelajaran
Materi yang disampaikan pada minggu ke-2 ini adalah masih melanjutkan Bab 1, sub-bab A, “Konsep Manusia yang Terbatas dalam Ruang dan Waktu, Perubahan dan Keberlanjutan serta Pengaruhnya terhadap Kehidupan Masa Kini”. Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
Kegiatan Pendahuluan
1) Kelas dipersiapkan oleh guru agar lebih kondusif untuk proses belajar mengajar (kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi/absensi, menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan.
2) Guru mengadakan tanya jawab untuk mengingatkan dan memperkuat pemahaman materi pada pertemuan ke-1.
3) Guru menyampaikan topik tentang keterkaitan peristiwa sejarah terhadap kehidupan manusia di masa kini.
4) Guru menegaskan kembali tentang topik dan menyampaikan kompetensi yang akan dicapai.
5) Peserta didik dibentuk kelompok, setiap kelompok terdiri atas empat orang.
Kegiatan Inti
1) Peserta didik dijelaskan secara singkat tentang keterkaitan peristiwa sejarah terhadap kehidupan manusia di masa kini.
2) Peserta didik diberi tugas untuk menganalisis keterkaitan peristiwa sejarah terhadap kehidupan manusia di masa kini secara berkelompok. Peserta didik diminta untuk mencari sumber-sumber tertulis yang mendukung pertanyaan tersebut. Kegiatan ini dilakukan agar peserta didik mendapatkan pendalaman pemahaman tentang materi tersebut.
3) Peserta didik diminta untuk mempresentasikan kesimpulan hasil diskusi kelompoknya.
Kegiatan Penutup
1) Peserta didik diberikan ulasan singkat tentang materi yang baru saja didiskusikan.
2) Peserta didik diberikan penilaian melalui pengamatan terutama tentang aktivitas dan kemampuannya dalam menyampaikan pendapat dan kerja sama kelompok.
3) Peserta didik dapat ditanyakan apakah sudah memahami materi tersebut.
4) Sebelum mengakhiri pelajaran, peserta didik ditanyakan nilai-nilai apa yang dapat diambil setelah mempelajari topik ini.

c. Penilaian
1) Peserta didik diberikan penilaian proses melalui pengamatan terutama tentang aktivitasnya, kemampuan menyampaikan pendapat, dan kerja sama kelompok.
2) Peserta didik diberikan pertanyaan sesuai yang tercantum dalam …. (TUGAS SUBBAB A. 3.) untuk melihat penguasaan materi yang dicapai.
3) Hasil kerja peserta didik diberikan nilai dan komentar.

3. Pembelajaran Minggu Ke-3 (135 Menit)
Materi yang disampaikan pada minggu ke-3 ini adalah Bab 1, subbab B. Topik yang akan dibahas adalah pengertian sejarah dan sudut pandang sejarah.
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu:
1) menjelaskan pengertian sejarah berdasarkan asal usul kata dan pandangan para tokoh;
2) menganalisis pengertian sejarah sebagai peristiwa, kisah, ilmu, dan seni.

b. Materi dan Proses Pembelajaran
Materi yang disampaikan pada minggu ketiga ini adalah Bab 1, subbab B “Konsep Sejarah”. Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
Kegiatan Pendahuluan
1) Kelas dipersiapkan oleh guru agar lebih kondusif untuk proses belajar mengajar (kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi/absensi, menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan.
2) Peserta didik ditanyakan tentang materi minggu lalu sebagai apersepsi.
3) Guru menyampaikan topik tentang “Pengertian sejarah dan sudut pandang sejarah”, dan guru memberi motivasi pentingnya topik ini.
4) Guru menyampaikan tujuan dan kompetensi yang harus dikuasai para peserta didik. Guru menekankan kemampuan menerapkan bukan hafalan.
5) Peserta didik dibagi menjadi empat kelompok (kelompok A, kelompok B, kelompok C, dan kelompok D).
Kegiatan Inti
1) Peserta didik dijelaskan secara singkat tentang pengertian sejarah dan sudut pandang sejarah (sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai kisah, sejarah sebagai ilmu, dan sejarah sebagai seni).
2) Peserta didik ditugaskan untuk bekerja di kelompok masing-masing.
a) Kelompok A mendiskusikan dan merumuskan pengertian sejarah sebagai peristiwa.
b) Kelompok B mendiskusikan dan merumuskan pengertian sejarah sebagai kisah.
c) Kelompok C mendiskusikan dan merumuskan pengertian sejarah sebagai ilmu.
d) Kelompok D mendiskusikan dan merumuskan pengertian sejarah sebagai seni.
3) Setiap kelompok harus mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok lain. Kelompok lain bertanya atau memberi komentar.
Kegiatan Penutup
1) Peserta didik diberikan ulasan singkat tentang materi yang baru saja didiskusikan
2) Peserta didik dapat ditanyakan apakah sudah memahami materi tersebut.
3) Peserta didik diberikan pertanyaan lisan secara acak untuk
4) mendapatkan umpan balik atas pembelajaran minggu ini, misalnya:
a) Apa yang kesimpulan Anda dari berbagai pandangan para tokoh mengenai pengertian sejarah?
b) Apa ciri-ciri sejarah sebagai ilmu?
5) Sebagai refleksi pada bagian akhir pelajaran ini, peserta didik diberikan tugas. Tugas bisa mengacu pada soal …. di buku teks pelajaran Sejarah Peminatan halaman ….

c. Penilaian
1) Penilaian dilaksanakan selama proses dan setelah pembelajaran berlangsung, termasuk pada saat peserta didik menjawab beberapa pertanyaan dari guru. Penilaian dapat dilakukan dengan observasi. Dalam observasi ini misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian peserta didik pada saat pembelajaran berlangsung, kemampuan menyampaikan pendapat, juga aspek kerja sama, dan tentu ketepatan peserta didik pada saat menjawab pertanyaan dari guru.
2) Peserta didik diajukan beberapa pertanyaan oleh guru dan diminta untuk mengerjakan soal …… di halaman ……….
3) Hasil kerja peserta didik diberi nilai dan komentar.

4. Pembelajaran Minggu Ke-4 (135 Menit)
Materi yang disampaikan pada minggu ke-4 ini merupakan kelanjutan dari pertemuan minggu sebelumnya yang mengkaji tentang pengertian sejarah dan sudut pandang sejarah. Pertemuan minggu ke-4 ini akan membahas tentang kegunaan mempelajari sejarah. Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu:
1) menjelaskan kegunaan mempelajari sejarah secara intrinsik;
2) menjelaskan kegunaan mempelajari sejarah secara ektrinsik.
b. Materi dan Proses Pembelajaran
Materi yang disampaikan pada minggu ke-4 ini adalah masih melanjutkan Bab 1, sub-bab B, “Konsep Sejarah”. Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
Kegiatan Pendahuluan
1) Kelas dipersiapkan agar lebih kondusif untuk proses belajar mengajar (kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi, menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan).
2) Peserta didik ditanyakan tentang materi minggu lalu sebagai apersepsi.
3) Guru menyampaikan topik tentang “Kegunaan sejarah secara intrinsik dan ektrinsik”.
4) Guru menyampaikan tujuan dan kompetensi yang harus
5) dikuasai para peserta didik. Guru menekankan pada kemampuan menerapkan bukan hafalan.
Kegiatan Inti
1) Peserta didik dipaparkan secara singkat tentang kegunaan intrinsik dan ektrinsik sejarah.
2)

Pertemuan minggu ke-31 ini merupakan kelanjutan dari
pertemuan minggu sebelumnya yang mengaji tentang hasil-hasil
kebudayan masa perkembanagn kerajaan-kerajaan Islam, terutama
yang menyangkut seni bangun dan seni ukir. Pertemuan minggu
ketigapuluh satu ini akan membahas perkembangan hasil-hasil
kebudayaan Islam terutama Seni aksara, seni sastra, dan kesenian
rakyat. Pembelajaran ini juga terkait dengan upaya mencapai tujuan
dan kompetensi pengembangan pemahaman, dan kemampuan
menganalisis pengetahuan pengetahuan factual
a. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu:
1) menjelaskan pengertian peristiwa sejarah;
2) menganalisis keterkaitan peristiwa sejarah terhadap kehidupan manusia di masa kini.

b. Materi dan Proses Pembelajaran
Materi yang disampaikan pada minggu ke-2 ini adalah masih melanjutkan Bab 1, sub-bab A, “Konsep Manusia yang Terbatas dalam Ruang dan Waktu, Perubahan dan Keberlanjutan serta Pengaruhnya terhadap Kehidupan Masa Kini”. Pelaksanaan pembelajaran secara umum dibagi tiga tahapan: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
Kegiatan Pendahuluan
1) Kelas dipersiapkan oleh guru agar lebih kondusif untuk proses belajar mengajar (kerapian dan kebersihan ruang kelas, presensi/absensi, menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan.
2) Guru mengadakan tanya jawab untuk mengingatkan dan memperkuat pemahaman materi pada pertemuan ke-1.
3) Guru menyampaikan topik tentang keterkaitan peristiwa sejarah terhadap kehidupan manusia di masa kini.
4) Guru menegaskan kembali tentang topik dan menyampaikan kompetensi yang akan dicapai.
5) Peserta didik dibentuk kelompok, setiap kelompok terdiri atas empat orang.
Kegiatan Inti
1) Peserta didik dijelaskan secara singkat tentang keterkaitan peristiwa sejarah terhadap kehidupan manusia di masa kini.
2) Peserta didik diberi tugas untuk menganalisis keterkaitan peristiwa sejarah terhadap kehidupan manusia di masa kini secara berkelompok. Peserta didik diminta untuk mencari sumber-sumber tertulis yang mendukung pertanyaan tersebut. Kegiatan ini dilakukan agar peserta didik mendapatkan pendalaman pemahaman tentang materi tersebut.
3) Peserta didik diminta untuk mempresentasikan kesimpulan hasil diskusi kelompoknya.
Kegiatan Penutup
1) Peserta didik diberikan ulasan singkat tentang materi yang baru saja didiskusikan.
2) Peserta didik diberikan penilaian melalui pengamatan terutama tentang aktivitas dan kemampuannya dalam menyampaikan pendapat dan kerja sama kelompok.
3) Peserta didik dapat ditanyakan apakah sudah memahami materi tersebut.
4) Sebelum mengakhiri pelajaran, peserta didik ditanyakan nilai-nilai apa yang dapat diambil setelah mempelajari topik ini.

c. Penilaian
1) Peserta didik diberikan penilaian proses melalui pengamatan terutama tentang aktivitasnya, kemampuan menyampaikan pendapat, dan kerja sama kelompok.
2) Peserta didik diberikan pertanyaan sesuai yang tercantum dalam …. (TUGAS SUBBAB A. 3.) untuk melihat penguasaan materi yang dicapai.
3) Hasil kerja peserta didik diberikan nilai dan komentar.

artikel lainnya menghapus nama file

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Sunday 25 January 2015 | blog

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)   Mata Pelajaran            : Teknologi Informasi & Komunikasi (TIK) Kelas/Semester            :…

Saturday 14 January 2012 | blog

14. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik Sekolah Dasar Luar Biasa Tunadaksa (SDLB-D) A. Latar Belakang Agama…

Saturday 8 November 2014 | blog

DAFTAR CEK KONSULTASI PRA UJI   Nama Asesi Nama Asesor : :   Hari/Tanggal :  …

Thursday 14 May 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR PROGRAMMER KOMPUTER     MENERAPKAN DASAR VALIDASI UNJUK…