Menu
Pasang iklan SEO disini Murah, 25000 setahun dan dapatkan Trafik setiap harinya

Mengevaluasi Pelaksanaan Program Pelatihan PLK.MP02.012.01

Dec
20
2014
by : Bupeko. Posted in : blog

 

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

SUB BIDANG METODOLOGI PELATIHAN KERJA

 

 

MENGEVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PELATIHAN

PLK.MP02.012.01

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BUKU INFORMASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I.

DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 51 Lt. 6.A Jakarta Selatan

 

 


DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR —————————————————————————  1

DAFTAR ISI ———————————————————————————–  2

 

BAB I    STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI) DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK) —————————————————————-  3

 

  1. Standar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) ——————————  3
  2. Unit Kompetensi Prasyarat ————————————————–  6
  3. Silabus Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) —————————–  7

 

BAB II   MATERI PELATIHAN —————————————————————  11

  1. Latar Belakang —————————————————————-  11
  2. Tujuan ————————————————————————-  11
  3. Ruang Lingkup —————————————————————-  12
  4. Pengertian-Pengertian ——————————————————-  12
  5. Diagram Alir Unjuk Kerja —————————————————-  14
  6. Materi Pelatihan Mengevaluasi Pelaksanaan Program Pelatihan ——–  15
    1. Mengevaluasi kesesuaian antara pelaksanaan dengan rencana program pelatihan —————————————————————————–  15
    2. Pengertian evaluasi pelaksanaan program pelatihan ————-  15
    3. Tujuan dan manfaat evaluasi pelaksanaan program pelatihan —  15
    4. Cara mengidentifikasi kesesuaian antara pelaksanaan dengan rencana program pelatihan ————————————————————–  15
    5. Pedoman Mengevaluasi Pelaksanaan Program Pelatihan  ——-  16
    6. Cara mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan ————–  20
      1. Mengevaluasi program pelatihan berdasarkan kepuasan peserta pelatihan        30
      2. Cara mengidentifikasi kesesuaian antara program pelatihan dengan kepuasan peserta pelatihan —————————————————–  30
      3. Cara menetapkan alat evaluasi kepuasan peserta pelatihan —– 35
      4. Cara mengevaluasi kepuasan peserta pelatihan —————— 36

 

BAB III SUMBER-SUMBER YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI —–

  1. Sumber-sumber Perpustakaan ———————————————-  47
    1. Daftar Pustaka ———————————————————–  47
    2. Buku Referensi ———————————————————–  47
  2. Daftar Peralatan/Mesin dan Bahan —————————————–  47

 

TIM PENYUSUN ——————————————————————————  48


BAB I

STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI)

DAN SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK)

 

 

  1. A.           STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL (SKKNI)

 

KODE UNIT : PLK.MP02.012.01
JUDUL UNIT : Mengevaluasi Pelaksanaan  Program Pelatihan
DESKRIPSI UNIT : Unit ini merupakan kompetensi yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam mengevaluasi pelaksanaan  program pelatihan.

 

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA UNJUK KERJA

1.  Mengevaluasi kesesuaian antara pelaksanaan dengan rencana program pelatihan 1.1     Kesesuaian antara pelaksanaan dengan rencana program pelatihan diidentifikasi

1.2     kesesuaian antara alat evaluasi pelaksanaan pelatihan dan program pelatihan ditetapkan

1.3     Pelaksanaan dengan rencana program pelatihan yang telah ditetapkan dievaluasi

1.4.  Hasil evaluasi disusun sebagai bahan umpan balik

2.  Mengevaluasi program pelatihan berdasarkan kepuasan peserta pelatihan 2.1.  Kesesuaian antara program pelatihan dengan kepuasan peserta pelatihan diidentifikasi

2.2.   Kriteria kepuasan peserta pelatihan dan alat evaluasi pelaksanaan program pelatihan ditetapkan

2.3.  Kepuasan peserta pelatihan dievaluasi

 

 

BATASAN VARIABEL

1      Konteks variabel :

Unit ini berlaku untuk mengevaluasi hubungan antara pelaksanaan pelatihan dengan rencana program pelatihan dan mengevaluasi program pelatihan berdasarkan kepuasan peserta pelatihan dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan  program pelatihan pada bidang metodologi pelatihan.

                                                      

2      Perlengkapan (alat dan bahan) untuk mengevaluasi pelaksanaan  program pelatihan mencakup :

2.1.    Instrumen monitoring.

2.2.    Alat evaluasi.

2.3.    Format laporan hasil evaluasi.

2.4.    Buku referensi/literatur.

2.5.    Alat tulis kantor.

 

 

3      Tugas pekerjaan untuk mengevaluasi pelaksanaan  program pelatihan meliputi :

3.1.    Menetapkan alat evaluasi hubungan antara pelaksanaan pelatihan dan program pelatihan.

3.2.    Memonitor pelaksanaan pelatihan dengan rencana yang telah ditetapkan.

3.3.    Menyusun hasil evaluasi sebagai bahan umpan balik.

3.4.    Menetapkan alat evaluasi program pelatihan.

3.5.    Melaksanakan evaluasi kepuasan peserta pelatihan.

 

4      Peraturan untuk mengevaluasi pelaksanaan  program pelatihan adalah :

4.1     Pedoman evaluasi pelaksanaan pelatihan.

4.2     Pedoman monitoring pelaksanaan pelatihan.

 

 

PANDUAN PENILAIAN

 

1. Penjelasan prosedur penilaian :

Alat, bahan dan tempat penilaian serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya yang diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi ini dengan unit-unit kompetensi yang terkait :

1.1.  PLK.MP02.011.01        Memvalidasi rancangan program pelatihan.

 

  1. Kondisi Penilaian :

2.1.    Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut yang terkait dengan mengevaluasi hubungan antara pelaksanaan pelatihan dengan rencana program pelatihan dan mengevaluasi program pelatihan berdasarkan kepuasan peserta pelatihan yang akan digunakan sebagai bagian dari program pelatihan.

2.2.    Penilaian dapat dilakukan dengan cara : lisan, tertulis, demonstrasi/praktik.

2.3.    Penilaian dapat dilaksanakan secara : simulasi di workshop dan/atau di tempat kerja.

 

  1. Pengetahuan yang dibutuhkan :

Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut :

3.1 Identifikasi hubungan antara rencana program pelatihan dengan pelaksanaan pelatihan.

3.2 Identifikasi hubungan antara program pelatihan dengan kepuasan peserta pelatihan.

3.3 Identifikasi penggunaan teknik evaluasi.

3.4 Identifikasi penggunaan teknik pengolahan data.

3.5 Identifikasi penggunaan parameter kepuasan pelanggan.

 

  1. Keterampilan yang dibutuhkan :

Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut :

4.1 Menetapkan alat evaluasi hubungan antara pelaksanaan pelatihan dan program pelatihan

4.2 Memonitor pelaksanaan pelatihan dengan rencana yang telah ditetapkan.

4.3 Menyusun hasil evaluasi sebagai bahan umpan balik.

4.4 Menetapkan alat evaluasi program pelatihan.

4.5 Mengukur kepuasan peserta pelatihan.

 

  1. Aspek Kritis :

Aspek kritis  yang merupakan kondisi kerja untuk diperhatikan dalam mendukung unit kompetensi ini, sebagai berikut :

5.1 Perbedaan persepsi.

5.2 Tingkat ketelitian yang bervariasi.

5.3 Kemampuan memilih alat ukur evaluasi dan pengolahan data.

 

KOMPETENSI KUNCI

No

Kompetensi Kunci dalam Unit Ini

Tingkat

1

Mengumpulkan, menganalisis dan mengorganisasikan informasi

2

2

Mengkomunikasikan informasi dan ide-ide

2

3

Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan

2

4

Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok

2

5

Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis

2

6

Pemecahan masalah

2

7

Penggunaan teknologi

1

 

 

 

 

 

  1. B.           UNIT KOMPETENSI PRASYARAT

 

Sebelum mengikuti pelatihan unit kompetensi Mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan ini peserta harus sudah kompeten untuk unit kompetensi sebagai berikut:

- Tidak ada

 

 

 

 

  1. C.      SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI (PBK)

 

Unit Kompetensi : Mengevaluasi Pelaksanaan  Program Pelatihan
Kode Unit Kompetensi : PLK.MP02.012.01
Perkiraan Waktu Pelatihan : 24 jampel @ 45 menit

 

ELEMEN KOMPETENSI

KRITERIA

UNJUK KERJA

INDIKATOR

UNJUK KERJA

MATERI PELATIHAN

PERKIRAAN

WAKTU PELATIHAN

Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Penge-tahuan

Kete-rampilan

  1. Mengevaluasi kesesuaian antara pelaksanaan dengan rencana program pelatihan
1.1  Kesesuaian antara pelaksanaan dengan rencana program pelatihan diidentifikasi – Dapat menyatakan pengertian evaluasi pelaksanaan program pelatihan

– Dapat menjelaskan cara mengidentifikasi kesesu-aian antara pelaksanaan dengan rencana program pelatihan

– Mampu mengidentifikasi kesesuaian antara pelaksanaan dengan rencana program pelatihan

– Harus cermat, teliti, dan taat asas

– Pengertian evaluasi pelaksa-naan program pelatihan

– Cara mengidentifikasi kesesu-aian antara pelaksanaan dengan rencana program pelatihan

– Mengidentifikasi kesesuaian antara pelaksanaan dengan rencana program pelatihan – Cermat

– Teliti

– Taat asas

4

12

  1.2  Kesesuaian antara alat evaluasi pelaksanaan pelatihan dan program pelatihan ditetapkan

 

 

– Dapat menjelaskan alat evaluasi pelaksanaan program pelatihan

– Mampu menetapkan alat evaluasi pelaksanaan program pelatihan

– Harus berpikir evaluatif, cermat, teliti, dan taat asas

– Alat evaluasi pelaksanaan program pelatihan – Menetapkan alat evaluasi pelaksanaan program pelatihan – Cermat

– Teliti,

– Berpikir evaluatif

– Taat asas

   
  1.3  Pelaksanaan dengan rencana program pelatihan yang telah ditetapkan dievaluasi – Dapat menjelaskan pedoman mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan

– Mampu mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan

– Harus berpikir evaluatif, cermat, teliti, dan taat asas

– Pedoman mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan – Mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan – Cermat

– Teliti,

– Berpikir evaluatif

– Taat asas

   
  1.4  Hasil evaluasi disusun sebagai bahan umpan balik – Dapat menjelaskan cara menyusun hasil evaluasi pelaksanaan program pelatihan

– Mampu menyusun hasil evaluasi pelaksanaan program pelatihan

– Harus cermat, teliti, dan taat asas

 

– Cara menyusun hasil evaluasi pelaksanaan program pelatihan – Menyusun hasil evaluasi pelaksanaan program pelatihan – Cermat

– Teliti

– Taat asas

   
  1. Mengevaluasi program pelatihan berdasarkan kepuasan peserta pelatihan
2.1  Kesesuaian antara program pelatihan dengan kepuasan peserta pelatihan diidentifikasi – Dapat menyatakan pengertian kepuasan pelanggan

– Dapat menyebutkan dan menjelaskan taraf kepuasan pelanggan

– Dapat menjelaskan teknik mengukru kepuasan pelanggan

– Mampu mengidentifikasi kesesuaian antara program pelatihan dengan kepuasan peserta pelatihan

– Harus cermat, teliti, dan taat asas

Pengertian Kepuasan pelanggan

Taraf kepuasan pelanggan

– Teknik mengukur kepuasan pelanggan

– Mengidentifikasi kesesuaian antara program pelatihan dengan kepuasan peserta pelatihan – Cermat

– Teliti,

– Taat asas

2 6
  2.2  Kriteria kepuasan peserta pelatihan dan alat evaluasi pelaksanaan program pelatihan ditetapkan – Dapat menjelaskan ukuran kepuasan peserta pelatihan

– Mampu menetapkan kriteria dan alat evaluasi kepuasan peserta pelatihan

– Harus cermat, teliti, berpikir, evaluatif, dan taat asas

– Ukuran kepuasan peserta pelatihan – Menetapkan kriteria   dan alat evaluasi kepuasan peserta pelatihan – Cermat

– Teliti,

– Berpikir evaluatif

– Taat asas

   
  2.3  Kepuasan peserta pelatihan dievaluasi – Dapat menjelaskan alat ukur kepuasan peserta pelatihan

– Mampu mengevaluasi kepuasan peserta pelatihan

– Harus cermat, teliti, berpikir evaluatif, dan taat asas

– Alat ukur kepuasan peserta pelatihan – Mengevaluasi kepuasan peserta pelatihan – Cermat

– Teliti,

– Berpikir evaluatif

– Taat asas

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

MATERI PELATIHAN

MENGEVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PELATIHAN

 

A.        Latar Belakang

Organisasi atau institusi yang menerapkan sistem manajemen mutu akan menggunakan siklus perencanaan (planning), pelaksanaan (do), evaluasi (check) dan perbaikan (action) / (PDCA) untuk selalu meningkatkan mutu produk atau layanannya. Produk atau layanan suatu organisasi bukan saja diukur pada hasil akhirnya, melainkan juga sudah harus dipantau dan diukur selama proses berlangsung. Organisasi harus menetapkan metode yang sesuai untuk pemantauan dan bila memungkinkan pengukuran atas proses-proses sistem manajemen mutu.

Kepuasan pelanggan menjadi fokus sistem manajemen mutu dan merupakan salah satu ukuran kinerja sistem manajemen mutu, maka organisasi harus memantau informasi yang berkaitan dengan persepsi pelanggan, mengenai terpenuhi atau tidaknya persyaratan pelanggan.

Peserta pelatihan merupakan pelanggan dari organisasi/lembaga pelatihan kerja yang harus mendapatkan kepuasan pelayanan dalam mengikuti proses pelatihan Unit kompetensi ”Mengevaluasi Pelaksanaan Program Pelatihan” merupakan kompetensi untuk mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan, sehingga akan didapat umpan balik untuk perbaikan pelaksanaan program pelatihan selanjutnya

 

B.           Tujuan

Tujuan dari buku informasi  ”mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan” ini adalah untuk memberikan informasi bagi  pengguna modul  dalam  mengevaluasi  kesesuaian antara pelaksanaan dengan rencana program pelatihan    dan mengukur  kepuasan peserta pelatihan.

 

 

 

 

  1. C.           Ruang Lingkup

 

Ruang lingkup buku informasi modul mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan ini digunakan untuk mengevaluasi kesesuaian antara pelaksanaan pelatihan dengan rencana program dan kepuasan peserta pelatihan pada pelaksanaan pelatihan kerja.

 

D.   Pengertian Istilah

 

  1. Evaluasi

Evaluasi adalah alat untuk mengukur kondisi awal, kemajuan proses, kondisi akhir dan kelanjutan penerapan hasil akhir yang dicapai dari suatu kegiatan

  1. Evaluasi Pelatihan

Suatu kegiatan yang terencana dengan ketentuan-ketentuan dan petunjuk yang telah ditetapkan untuk membuat pengukuran dan penilaian terhadap program dan pelaksanaan pelatihan kerja, serta hasil pelatihan dan penerapannya yang dilaksanakan secara bertahap dan hasilnya bermanfaat untuk menunjang kegiatan pelatihan pada saat berlangsung maupun pelaksanaan kegiatan pelatihan berikutnya.

3.  Pelatihan Kerja

Pelatihan kerja adalah pelatihan yang bertujuan untuk menyediakan tenaga kerja kompeten yang berdisiplin dan produktif, sesuai dengan kebutuhan memacu pertumbuhan ekonomi, perluasan kesempatan kerja dan perluasan lapangan usaha / wirausaha

  1. Program Pelatihan

Program pelatihan adalah pernyataan tertulis yang memuat tentang keadaan, masalah, tujuan pelatihan dan cara mencapai tujuan yang disusun secara sistematis

5.   Kurikulum

Kurikulum adalah sejumlah unit kompetensi / mata pelatihan yang harus dipelajari oleh peserta pelatihan dalam suatu proses pelatihan dalam rangka mencapai tujuan pelatihan

 

 

6.  Silabus

Silabus adalah kriteria-kriteria unjuk kerja dan atau tugas-tugas yang harus dipelajari dan didemonstrasikan oleh peserta pelatihan untuk mencapai kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan.

7.  Peserta Pelatihan

Peserta pelatihan adalah tenaga kerja yang telah memenuhi persyaratan teknis dan administrasi untuk mengikuti suatu pelatihan

8.  Instruktur

Instruktur adalah tenaga kepelatihan yang memfasilitasi proses pembelajaran peserta pelatihan dalam rangka mencapai kompetensi yang dipelajari.

9.  Peralatan Pelatihan

Peralatan pelatihan adalah alat-alat yang berupa mesin dan alat-alat bantu pelatihan lainnya yang diperlukan selama pelaksanaan pelatihan

10.  Bahan Pelatihan

Bahan pelatihan adalah bahan-bahan yang diperlukan baik untuk pelatihan teori maupun pelatihan praktik  selama proses pelatihan berlangsung

11. Metoda Pelatihan

Metoda pelatihan adalah cara penyampaian materi pelatihan atau metoda pembelajaran selama proses pelatihan berlangsung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. E.   Diagram Alir Unjuk Kerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. F.            Materi Pelatihan Mengevaluasi Pelaksanaan Program Pelatihan
    1. 1.   Mengevaluasi kesesuaian antara pelaksanaan dengan rencana program pelatihan
      1. Pengertian evaluasi pelaksanaan program pelatihan

Evaluasi pelaksanaan program pelatihan, adalah kegiatan yang dimaksudkan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat keberhasilan kegiatan pelatihan yang direncanakan.  Membandingkan antara hasil yang telah dicapai dengan hasil yang diharapkan (tujuan pelatihan),  sehingga dapat diukur efektifitas, efisiensi serta relevansinya terhadap tujuan pelatihan. Dengan kata lain evaluasi program pelatihan dimaksudkan untuk melihat pencapaian target program pelatihan

 

  1. Tujuan Dan Manfaat Evaluasi Pelaksanaan Program Pelatihan

Tujuan dan manfaat evaluasi pelaksanaan program pelatihan, di antaranya berkenaan dengan:

  • perencanaan program,
  • pengambilan keputusan,
  • perbaikan program pelatihan,
  • pertanggung jawaban dan
  • pengakuan hasil

 

  1. Cara mengidentifikasi kesesuaian antara pelaksanaan dengan rencana program pelatihan

Untuk dapat mengidentifikasi kesesuaian antara pelaksanaan  dengan rencana  program pelatihan harus melihat semua aspek yang berkaitan dengan program pelatihan seperti di bawah ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari bagan di atas, jelas bahwa rencana  program pelatihan terkait dengan seluruh aspek di bawah ini:

  • Kurikulum dan silabus
  • Instruktur
  • Metoda dan media pelatihan
  • Sarana (peralatan dan bahan pelatihan)
  • Peserta pelatihan
  • Out put  (lulusan)
  • Masukan lingkungan

 

  1. Pedoman mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan

Pedoman mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan pada dasarnya adalah pemilihan metoda/alat evaluasi yang tepat untuk setiap aspek program pelatihan yang telah diuraikan di atas. Alat evaluasi secara keseluruhan dapat dilihat pada bagan di bawah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil evaluasi akan lebih tepat (valid) dan dapat dipercaya (reliable) jika menggunakan lebih dari 1 (satu) metode/alat evaluasi.

Evaluasi terhadap kegiatan yang sedang berlangsung, misalnya dapat digunakan metode/alat evaluasi observasi, atau untuk menemukan masalah-masalah yang timbul, misalnya menggunakan alat evaluasi wawancara, dan untuk mengevaluasi kegiatan yang telah berlangsung dapat digunakan check list dengan melakukan penelusuran dokumen, dan untuk mengetahui pendapat seseorang, data diri ataupun sikap misalnya, dapat digunakan angket atau kuesioner.

1.)    Observasi

Observasi adalah pengamatan secara teliti dan pencatatan secara sistematis. Observasi dibedakan atas 2 macam:

  • Observasi parisipan, di mana observer terlibat di dalam kegiatan yang diamati.
  • Observasi sistematis, di mana factor-faktor yang diamati sudah didaftar secara sistematis dan observer tidak terlibat di dalam kegiatan yang diamati

 

2.)    Wawancara

Wawancara adalah pertanyaan sepihak yang diajukan kepada responden, dan responden tidak diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Wawancara dibedakan atas:

  • Wawancara bebas, di mana responden mempunyai kebebasan untuk mengemukakan pendapatnya.
  • Wawancara terpimpin, di mana jawaban atas pertanyaan sudah dipersiapkan sebelumnya, dan responden tinggal memilihnya.

3.)    Check list

Check list atau daftar cek adalah sederetan pernyataan, tinggal membubuhkan tanda check (Ö) pada pernyataan yang sesuai.

Di bawah ini adalah contoh check list:

 

Check list untuk persyaratan peserta pelatihan

No.

Uraian

Ya

Tdk

1

2

3

4

Apakah batasan usia yang dipersyaratkan telah dipenuhi

 

Apakah pendidikan terakhir yang dipersyarat kan telah dipenuhi (dibuktikan dengan fotocopy ijazah)

 

Apakah persyaratan kesehatan telah dipenuhi(dibuktikan dengan surat keterangan kesehatan dari dokter)

 

Apakah pengelaman kerja minimal yang dipersyaratkan telah dipenuhi  (dibuktikan dengan surat keterangan pengalaman kerja)

   

 

4.)    Angket

Angket atau kuesioner adalah pertanyaan/pernyataan yang harus dijawab/ditanggapi oleh responden, untuk mengetahui tentang pendapat, data diri, pengalaman, pengetahuan, sikap dan lain-lain.

Ditinjau dari segi respondennya:

  • Angket langsung, diisi langsung oleh yang dimintai jawaban tentang dirinya
  • Angket tidak langsung, diisi oleh pihak kedua, misalnya menanyakan tentang karyawan kepada atasan/supervisornya

Ditinjau dari segi cara menjawabnya:

  • Angket tertutup, pilihan jawaban telah tersedia, responden tinggal memilih

Contoh menanyakan tentang pendidikan tertinggi

SLTA   D3   S1 Ö

 

 

 

  • Angket terbuka

Untuk yang jawabannya tidak mungkin memberikan pilihan, misalnya, nama, tempat&tanggal lahir, alamat dan lain-lain

 

  1. Cara mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan

Cara mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan pada dasarnya dapat dilakukan dengan jalan mengevaluasi seluruh aspek yang terkait dengan pelaksanaan program pelatihan

1.)    Cara mengevaluasi Kurikulum dan Silabus

Meskipun penyusunan dan pengembangan kurikulum pelatihan talah melalui analisis jabatan yang benar dan melibatkan semua stake holder,  namun tidak mustahim bahwa di lapangan masih juga dijumpai kelemahan dan hambatan. Sasaran yang perlu dievaluasi (dan ditemukan ketidak sesuaiannya) dari komponen kurikulum antara lain:

  • Apakah profil kompetensi yang disusun telah sesuai dengan pengetahuan ketrampilan dan sikap yang dipersyaratkan dalam jabatan
  • Apakah pemilihan materi pelatihan (silabus) untuk setiap unit kompetensi telah mendukung pencapaian setiap unit kompetensi
  • Apakah waktu yang dialokasikan untuk pencapaian setiap unit kompetensi telah mencukupi
  • Apakah dalam rangka pencapaian setiap unit kompetensi telah didukung oleh sumber-sumber pembelajaran (modul, buku referensi, dll.)  yang memadai

Untuk melakukan evaluasi terhadap kurikulum dan silabus, kita dapat melakukan studi dokumentasi terhadap kurikulum dan silabus itu sendiri, dan atau melakukan audit kepada pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan program pelatihan, seperti misalnya instruktur dan tenaga kepelatihan lainnya.

Berikut ini adalah contoh daftar cek (check list) yang dapat digunakan sebagai panduan dalam mengevaluasi kurikulum dan silabus

Check list untuk evaluasi Kurikulum dan silabus

NO. URAIAN SESUAI TIDAK SESUAI
1. Apakah program pelatihan  telah diverifikasi dan divalidasi oleh yang berwenang    
2. Apakah kurikulum (unit-unit kompetensi yang ditempuh) telah mendukung tugas pekerjaan dalam jabatan (Judul pelatihan)    
3. Apakah unit-unit kompetensi yang ditempuh mengacu kepada SKKNI    
4. Apakah silabus pelatihan telah mendukung pencapaian setiap unit kompetensi    
5 Apakah program pelatihan mencakup semua komponen program  (dari judul pelatihan sampai silabus pelatihan)    
6 Apakah lama pelatihan  mencukupi untuk pencapaian setiap unit kompetensi    
7 Apakah tersedia kebutuhan alat dan bahan sesuai dengan program pelatihan    

 

2.)    Cara mengevaluasi Instruktur

Salah satu kegiatan inti dalam pelaksanaan program pelatihan adalah kegiatan latihan /kegiatan pembelajaran.  Instruktur sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran dalam rangka mencapai kompetensi,  haruslah kompetens (memiliki pengetahu an, keterampilan, sikap, pengalaman, tanggung jawab dan akuntabilitas), bukan saja secara teknis sesuai dengan unit kompetensi yang sedang dipelajari oleh peserta pelatihan, melainkan juga kompetensi dari segi metodologis.

Berkenaan dengan faktor sumber daya manusia,  salah satu klausul di dalam sistem manajemen mutu menyebutkan, bahwa personal (termasuk di dalamnya adalah instruktur) yang berpengaruh terhadap kualitas produk  (dalam hal ini jasa pelatihan) , harus kompetens atas dasar pendidikan,  pelatihan, keterampilan dan pengalaman yang sesuai.

Persyaratan seorang instruktur untuk dapat memfasilitasi pembelajaran pada unit kompetensi tertentu, tertuang dalam syarat jabatan dan matriks kompetensi seperti terlihat pada halaman berikut.

Untuk mengevaluasi instruktur, daftar cek (check list ) di bawah ini dapat dipakai sebagai pedoman

 

CHECK LIST UNTUK EVALUASI TERHADAP INSTRUKTUR

No.

Unit kompetensi

Fasilitator/

Instruktur

Kompetensi yang dipersyaratkan

Sesuai

Tidak sesuai

      Apakah pendidikan yang dipersyaratkan telah sesuai    
      Apakah pelatihan yang dipersyaratkan telah sesuai    
      Apakah keterampilan yang dipersyaratkan telah sesuai    
      Apakah pengalaman kerja yang dipersyaratkan telah sesuai    

Pelaksanaan evaluasi instruktur ini dapat  misalnya dengan melakukan audit  terhadap instruktur yang bersangkutan atau kepada manager HRD  sebagai “entity” atau unit kerja yang bertanggung jawab terhadap penyediaan sumber daya manusia,

untuk melihat dokumen-dokumen pendukung sebagai bukti dan pembenaran kompetensinya.

 

3.)    Cara mengevaluasi metoda dan media pelatihan

Metode pelatihan merupakan prosedur tata cara yang digunakan dalam memfasilitasi pembelajaran.  Sedangkan media pembelajar an dimaksudkan untuk mendukung instruktur/fasilitator  dalam menyampaikan materi belajarnya.

Untuk menjadikan metoda dan media pelatihan menarik dan efektif dalam proses pembelajaran, pemilihan metoda dan media, harsu memerhatikan hal-hal berikut:

  • Metoda dan media harus sesuai dengan tujuan belajar
  • Metoda dan media harus sesuai dengan materi pembelajaran
  • Metoda dan media harus sesuai dengan jumlah peserta pelatihan
  • Metoda dan media harus sesuai dengan tingkat kemampu an peserta pelatihan
  • Metoda dan media harus sesuai dengan waktu yang tersedia

 

Contoh check list  berikut dapat digunakan sebagai panduan dalam mengevaluasi komponen metoda dan media pelatihan

NO.

Uraian

Ya

tidak

1

Apakah metoda dan media sudah sesuai dengan tujuan belajar    

2

Apakah metoda dan media sudah sesuai dengan materi belajar    

3

Apakah metoda dan media sudah sesuai dengan jumlah peserta pelatihan    

4

Apakah metoda dan media sudah sesuai dengan tingkat kemampuan peserta pelatihan    

5

Apakah metoda dan media sudah sesuai dengan waktu yang tersedia    

6

Apakah ada keluhan yang diterima dari pelanggan berkenaan dengan metoda dan media    

7

Apakah terhadap keluhan yang diterima dari pelanggan berkenaan dengan metoda dan media (jika ada) telah dilakukan tindakan korektif/koreksi    

 

4.)    Cara Mengevaluasi Sarana-Prasarana Pelatihan

Komponen lain yang perlu dievaluasi dalam melaksanakan kegiatan pelatihan adalah sarana atau fasilitas pelatihan, termasuk  hard ware  yang meliputi gedung, ruang kelas, bengkel, mesin-mesin, peralatan dan bahan pelatihan,  serta software  yang meliputi modul, buku referensi,  instruksi kerja  dan prasarana lainnya termasuk alat komunikasi dan transportasi

Salah satu klausul dalam sistem manajemen mutu yang terkait dengan sarana dan prasarana mempersyaratkan bahwa, organisasi harus menetapkan, menyediakan dan memelihara sarana dan prasarana yang diperlukan untuk mencapai kesesuaian pada persyaratan produk (dalam hal ini jasa pelatihan). Sarana dan prasarana tersebut mencakup:

  • Gedung, ruang kerja dan kelengkapan terkait
  • Peralatan proses baik hardware maupun software
  • Pelayanan pendukung lain seperti alat transportasi dan komunikasi

Dalam melakukan evaluasi terhadap sarana dan prasarana pelatihan, jika mungkin ditentukan kebutuhan sarana dan prasarana untuk  setiap 1 (satu) unit kompetensi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Contoh check list berikut dapat dijadikan pedoman audit dalam rangka mengevaluasi sarana dan prasarana pelatihan

 

NO.

OBJEK AUDIT

URAIAN

YA

TIDAK

 

1.

Ruang kelas Apakah tersedia penerangan yang cukup    
 

  Apakah tersedia ventilasi / pengaturan suhu ruangan yang cukup    
 

2

Mesin/peralatan Apakah tersedia mesin/peralatan sesuai standar yang dipersyaratkan    
 

  Apakah mesin/peralatan telah dikalibrasi untuk keseuaiannya dengan spesifikasi    
 

  Apakah program preventive maintenance dan break down maintenance dilaksanakan    
 

3

Bahan pelatihan Apakah bahan pelatihan dapat disediakan tepat waktu    
 

  Apakah kuantitas dan kualitas bahan pelatihan yang dipersyaratkan dapat dipenuhi    
 

4

Soft ware Apakah tersedia modul dan job sheet dalam jumlah dan waktu yang telah ditetapkan    
 

  Apakah tersedia Instruksi kerja (misal untuk mengoperasikan mesin) yang memadahi    
 

5

Alat bantu lainnya Apakah tersedia alat bantu lainnya dalam kuantitas, kualitas dan waktu yang ditetapkan    

6

Apakah ada keluhan yang diterima dari pelanggan berkenaan dengan sarana prasarana/fasilitas    

7

Apakah terhadap keluhan yang diterima dari pelanggan  berkenaan dengan sarana prasarana / fasilitas (jika ada) telah dilakukan tindakan korektif/koreksi    

 

 

 

 

 

 

5.)    Cara mengevaluasi persyaratan peserta pelatihan

Salah satu poin dalam struktur kurikulum atau program pelatihan adalah persyaratan peserta pelatihan, baik persyaratan umum maupun persyaratan khusus.

Ketika menetapkan persyaratan peserta pelatihan, pastilah telah dilakukan analisis kebutuhan pelatihan ( training need analysis) berdasarkan pada target populasi yang telah ditetapkan. Dari analisis kebutuhan pelatihan telah dihasilkan “gap” atau selisih antara pengetahuan dan keterampilan yang dipersyaratkan dalam jabatan dengan pengetahuan dan keterampilan terkait dari target populasi atau calon peserta pelatihan.

Untuk mengevaluasi kembali persyaratan peserta pelatihan dapat melihat “himpunan dokumen”  misalnya daftar riwayat hidup (CV) atau biodata lainnya di bagian administrasi pelatihan.

Contoh daftar cek (check list) di bawah ini dapat dipakai sebagai acuan

No.

uraian

ya

tidak

1

Apakah batasan usia yang dipersyaratkan telah dipenuhi    

2

Apakah pendidikan terakhir yang dipersyaratkan telah dipenuhi (dibuktikan dengan fotokopi ijasah)    

3

Apakah persyaratan kesehatan telah dipenuhi (dibuktikan dengan medical report)    

4

Apakah kompetensi dan pelatihan sebelumnya  yang dipersyaratkan telah dipenuhi (dibuktikan dengan RCC dan RPL)    

5

Apakah pengalaman kerja minimal yang dipersyaratkan telah dipenuhi (dibuktikan dengan surat keterangan pengalaman kerja)    

 

6.)    Cara mengevaluasi proses pelatihan

Dapat dikatakan bahwa yang paling menentukan keberhasilan suatu pelaksanaan program pelatihan adalah aspek proses pelatihan.

Dalam hal ini kita dapat mengacu kepada salah satu klausul dalam sistem manajemen mutu, yaitu tentang “perencanaan realisasi produk” (planning of product realization)  (dalam hal ini jasa pelatihan). Dalam klausul ini dinyatakan, bahwa organisasi harus menjamin bahwa proses yang diperlukan untuk realisasi produk (dalam hal ini jasa pelatihan) direncanakan dan dikembangkan. Perencanaan tersebut harus taat azas dengan persya ratan proses-proses lain dari sistem manajemen mutu.  Dalam merencanakan realisasi produk, organisasi harus menetapkan 4 hal, yaitu :

  • Sasaran dan persyaratan mutu bagi produk
  • Proses, dokumen dan penyediaan sumber daya yang spesifik bagi produk
  • Kegiatan verifikasi, pembenaran (validasi), pemantauan, inspeksi dan uji yang khas bagi produk dan kriteria keberterimaan (acceptance)  produk
  • Rekaman yang diperlukan untuk memberikan bukti bahwa proses realisasi dan produk yang dihasilkan memenuhi persyaratan

Sasaran dan persyaratan mutu bagi produk mungkin dapat kita lihat pada rumusan tujuan pelatihan yang ada dalam program pelatihan. Program pelatihan itu sendiri dapat menjadi objek audit, apakah program pelatihan telah diverifikasi dan divalidasi.

Oleh karena kegiatan evaluasi pelaksanaan program pelatihan ini dilakukan setelah kegiatan pelatihan  itu sendiri selesai dilaksanakan, maka metode evaluasi seperti observasi   mungkin tidak dapat kita aplikasikan.

Pengumpulan data dapat dilakukan dengan melakukan audit atas himpunan dokumen  yang diperlukan selama proses pelatihan.

Check list  berikut mungkin dapat dijadikan panduan dalam mengevaluasi proses pelatihan.

NO.

URAIAN

YA

TIDAK

1

Apakah tersedia rencana jam pelatihan secara lengkap    

2

Apakah tersedia jadwal pelatihan secara lengkap    

3

Apakah tersedia daftar hadir peserta pelatihan lengkap    

4

Apakah tersedia daftar hadir instruktur secara lengkap    

5

Apakah tersedia SAP (satuan acara pembelajaran) lengkap untuk setiap tahapan pembelajaran    

6

Apakah tersedia realisasi jam pelatihan secara lengkap    

7

Apakah tersedia pernyataan materi pembelajaran sesuai dengan tahapan belajar peserta pelatihan  secara lengkap    

8

Apakah tersedia materi uji kompetensi lengkap untuk setiap unit kompetensi yang telah diverifikasi dan divalidasi    

9

Apakah telah dilakukan assessment  (uji kompetensi) untuk setiap unit kompetensi selama proses pelatihan    

10

Apakah ada kontrak antara peserta pelatihan dengan organisasi    

11

Apakah ada keluhan yang diterima dari pelanggan berkenaan dengan proses pelatihan    

12

Apakah terhadap keluhan yang diterima dari pelanggan berkenaan dengan proses pelatihan (jika ada) telah dilakukan tindakan korektif/koreksi    

 

 

7.)    Cara menyusun hasil evaluasi pelaksanaan program pelatihan

Hasil evaluasi pelaksanaan program pelatihan biasanya disusun dalam bentuk laporan.  yang intinya memuat temuan-temuan ketidak sesuaian antara pelaksanaan pelatihan dengan rencana, analisis ketidak sesuaian dan penyebabnya,  serta usulan tindakan koreksi / korektif  dalam  usaha melakukan perbaikan berkelanjutan (continual improvement)  dalam rangka peningkatan kualitas pelatihan.

Pembuatan laporan dapat menggunakan format laporan singkat yang terdiri atas:

  • Heading

Laporan hendaknya mempunyai heading, yang menjelaskan sementara kepada pembaca, tentang apa laporan tersebut.  Dengan heading juga ada catatan kecil yang menyatakan kepada siapa laporan tersebut ditujukan.

  • Pendahuluan

Meskipun tidak terlalu panjang,  pendahuluan suatu laporan adalah sangat penting, karena akan memberikan “over view”  tentang isi laporan, dan pembaca akan mengetahui apakah laporan tersebut berkenaan  dan berkepentingan dengannya.  Rangkuman harus akurat dan tidak boleh menyimpang, dan menyatakan secara singkat  isi dan maksud laporan

  • Isi laporan ( yang intinya memuat temuan ketidak sesuaian)

Isi laporan biasanya merupakan bagian terbesar dari suatu laporan, yang secara jelas menyatakan masalah dan segala aspek yang berkaitan dan juga berisikan analisis masalah, sifat masalah dan penyebabnya. Karena masalah yang dilaporkan berbeda-beda, maka tidak ada ketentuan yang baku untuk menulis isi laporan.

  •    Kesimpulan

Kesimpulan akan menyimpulkan semua informasi yang telah dikumpulkan di dalam isi laporan.  Kadang-kadang kesimpulan dapat diitemasi, sehingga pembaca dapat lebih mudan menemukan dan mengikutinya serta memahaminya.

Yang penting adalah bahwa kesimpulan harus konsisten dengan apa yang telah ditulis dalam laporan.  Jika tidak, laporan akan kehilangan kredibilatasnya

Jika laporan cukup singkat dan hanya berkenaan denganh satu masalah yang sederhana, maka kesimpulannya mungkin termasuk rekomendasi dan saran-saran.  Tetapi jika laporan cukup panjang,  dan berkaitan dengan sejumlah masalah dan kemungkinan, maka rekomendasi dapat ditempatkan pada judul lain yang terpisah. Jika ada saran-saran berkenaan dengan sejumlah point dan digabungkan dengan kesimpulan, laporan akan nampak  kacau balau dan pembaca tidak akan memperoleh gambaran yang jelas  tentang apa yang ingin anda sampaikan.

  • Rekomendasi

Rekomendasi adalah suatu saran. Rekomendasi yang anda buat haruslah menyuarakan dan berdasarkan pada fakta yang ada pada isi laporan. Rekomendasi dapat diitemasi . Saran yang anda ajukan harus didefinisikan dengan baik,  ringkas dan menyampaikan ide secara tepat.

  • Penutup,

Penutup laporan adalah penanda tanganan. Anda harus menuliskan nama dan seksi/bagian dari mana anda berasal, kemudian tanda tangan atas nama anda sendiri.

 

  1. Mengevaluasi Pelaksanaan Program Pelatihan Berdasarkan Kepuasan Peserta Pelatihan
    1. Cara mengidentifikasi kesesuaian antara program pelatihan dengan kepuasan peserta pelatihan

1.)       Peserta pelatihan sebagai pelanggan

Pelanggan adalah semua pihak baik organisasi maupun individu yang menerima produk baik barang ataupun jasa. Peserta pelatihan adalah pelanggan dari lembaga pelatihan kerja.  Pelanggan dibedakan atas dua (2) katagori, yaitu :

q  Pelanggan internal (internal customer)  adalah semua staf dan karyawan dalam suatu organisasi yang menerima layanan dari siapapun di dalam organisasi itu sendiri

q  Pelanggan eksternal (external customer). Pelanggan eksternal dibedakan atas dua (2) katagori, yakni:

  • Pelanggan primer (primary customer), yaitu organisasi atau individu yang menerima produk langsung (misal: peserta pelatihan)
  • Pelanggan sekunder (secondary customer)  adalah organisasi atau individu yang secara tidak langsung menerima produk (misal: industri yang mempekerjakan alumni peserta diklat)

 

Salah satu prinsip dasar dalam sistem manajemen mutu  adalah fokus kepada pelanggan (customer focus), artinya semua staf dan karyawan suatu organisasi harus memahami dan menyadari bahwa kelangsungan hidup organisasi sangat bergantung pada pelanggan. Oleh karena itu semua pihak harus berusaha sekuat tenaga , semak simal mungkin untuk memenuhi dan bila mungkin melampaui harapan pelanggan, sehingga mereka merasa puas menjadi pelanggan organisasi.

Pada sistem manajemen mutu salah satu indikator kinerja adalah kepuasan pelanggan (customer satisfaction), maka organisasi harus memonitor informasi berkaitan dengan persepsi pelanggan.  Metode untuk memperoleh dan menggunakan informasi yang berkaitan dengan persepsi pelanggan harus ditetapkan.

 

2.)    Kualitas pelayanan

Kepuasan peserta pelatihan (sebagai pelanggan) didasarkan pada kualitas pelayanan. Pelaksanaan program pelatihan akan sesuai dengan kualitas pelayanan jika memenuhi persyaratan kualitas pelayanan terhadap pelanggan.

Beberapa model kualitas pelayanan adalah seperti uraian di bawah ini:

 

q   Kualitas Pelayanan menurut Model Parasuraman

Aksesabilitas

:

Mudah dijangkau dan kemudahan kontak

Komunikasi

:

Informasi kepada pelanggan dengan cara yang mudah dipahami, mau mendengar pelanggan

Kompetensi

:

Punya kompetensi (pengetahuan, keterampilan dan sikap) untuk memberikan pelayanan

Keramahan

:

Ramah, sopan santun dan respek

Kredibilitas

:

Dapat dipercaya dan jujur

Reliabilitas

:

Dapat dipercaya, akurat setiap saat

Responsif

:

Kemauan memberikan pelayanan, berapa cepat pelayanan diberikan

Keamanan

:

Keamanan fisik, finansial serta kerahasiaannya

Tangible

:

Fasilitas fisik, peralatan, personal, alat komunikasi

Memahami pelanggan

:

Berusaha mengenal lebih kepada pelanggan

Kesepuluh unsur dalam model kualitas pelayanan di atas dapat disederhanakan menjadi 5 dimensi kualitas pelayanan seperti di bawah ini :

  1. Tangible: Penampilan fasilitas fisik, peralatan, personel (instruktur) dan peralatan komunikasi
  2. Emphaty: Tindakan kepedulian, perhatian kepada masing-masing pelanggan (peserta pelatian).
  3. Reliability: Kemampuan memberikan kinerja pelayanan seperti yang dijanjikan secara akurat.
  4. Responsiveness: Kemauan untuk membantu dan cepat tanggap dalam memberikan pelayanan.
  5. Assurance: Pengetahuan, keramahan dan kemampuan yang dapat memberikan kepercayaan dan keyakinan

 

q   Kualitas Pelayanan Model Gronroos

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

q   Korelasi antara Parasuraman dan Gronroos

Ke 5 dimensi kualitas pelayanan model Parasuraman jika disederhanakan dapat menyangkut hal-hal yang bersifat teknis (technical) dan fungsional (functional), sebaliknya kualitas pelayanan model Gronroos jika diperluas akan memuat ke 5 dimensi kualitas pelayanan seperti model Parasuraman

 

 

 

 

 

 

 

q    Model Gronroos lebih cocok untuk bidang pendidikan dan pelatihan, sebab:

v  Mengombinasikan kualitas teknis dan fungsional

v  Mengombinasikan hal-hal yang tangible dan intangible

v  Melihat persepsi kualitas pada poin-poin yang ada pada waktu tertentu

v  Menghubungkan antara image organisasi dengan kualitas yang diberikan

 

q    Kombinasi antara kualitas teknis dan fungsional

 

 

 

 

 

 

 

 

3.)    Skala Ukuran Kepuasan Peserta Pelatihan

Skala ukuran sangat tergantung dari instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel-variabel pelayanan. Skala ukurannya merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang-pendeknya interval yang ada dalam instrumen tersebut.

a)    Skala ”Lickert”

Skala lickert  mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif berupa pernyataan kualitatif antara lain:

q Sangat puas

q Puas

q Cukup puas

q Tidak puas

q Sangat tidak puas

Untuk keperluan analisis kuantitatif, maka gradasi kepuasan tadi dapat dikuantifikasikan

q Sangat puas         = 5

q Puas                    = 4

q Cukup puas          = 3

q Tidak puas           = 2

q Sangat tidak puas = 1

 

2).  Skala ”Guttman”

Skala guttman dipergunakan jika data yang ingin diperoleh berupa data dengan interval atau rasio dikhotomi (2 alternatif). Skala Guttman digunakan jika ingin mendapatkan data yang tegas terhadap suatu permasalahan, seperti misalnya puas atau tidak puas

 

  1. Cara Menetapkan Alat Evaluasi Kepuasan Peserta Pelatihan

Alat evaluasi yang biasanya digunakan sebagai instrumen pengumpul data untuk mengukur kepuasan peserta pelatihan adalah kuesioner atau angket. Kuesioner berupa sejumlah pertanyaan atau pernyataan yang diberikan kepada responden (peserta pelatihan) untuk menjawabnya ataupun memberikan tanggapannya. Variabel yang akan diukur dijabarkan kedalam indikator variabel, yang kemudian dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun pertanyaan ataupun pernyataan. Sebagai contoh, salah satu variabel kualitas pelayanan adalah sumber daya manusia (SDM)nya terutama instruktur. Salah satu indikator kualitas instruktur adalah penguasaan kompetensi yang diajarkan/ difasilitasi olehnya kepada peserta pelatihan, maka penguasaan kompetensi instruktur menjadi pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab atau ditanggapi oleh peserta pelatihan.

 

 

 

  1. Cara mengevaluasi Kepuasan Peserta Pelatihan

Tahapan proses mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan berdasarkan kepuasan peserta pelatihan dapat dilihat pada diagram alir di bawah:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.)       Penyusunan kuesioner

Titik tolak dari penyusunan kuesioner adalah variabel-variabel pelayanan yang ditetapkan untuk diukur kepuasannya. Dari setiap variabel kemudian ditentukan indikator yang akan diukur. Dari indikator-indikator ini kemudian dapat dijabarkan kedalam butir-butir pertanyaan atau pernyataan. Untuk memudahkan penyusunan kuesioner maka perlu dibuat ”matriks penyusunan kuesioner” atau ”kisi-kisi kuesioner

Tabel di bawah adalah contoh matriks penyusunan kuessiner atau kisi-kisi kuesioner untuk penyusunan kuesioner pengukuran kepuasan peserta pelatihan:

 

 

 

 

 

 

Contoh kisi-kisi kuesioner pengukuran kepuasan peserta pelatihan

VARIABEL

INDIKATOR

NO. ITEM

SDM (instruktur) Penguasaan kompetensi

Keramahan dan simpatik

Perlakuan adil terhadap peserta

Cepat tanggap dalam membantu peserta

Mendengar keluhan peserta

No. 1 s/d 5

Fasilitas pelatihan Ketersediaan mesin dan peralatan

Ketersediaan alat bantu

Ketersediaan alat-alat keselamatan kerja

Kebersihan toilet

Ketersediaan sarana ibadah

No. 6 s/d.10

Training material Kecukupan bahan pelatihan pelatihan

Ketepatan waktu penerimaan bahan pelatihan

Kelengkapan modul pelatihan

Ketepatan waktu penerimaan modul pelatihan

11 s/d 14

Training method Kejelasan dalam menerima materi pembelajaran yang diberikan

Kejelasan tugas-tugas pembelajaran yang diberikan

Kenyamanan lingkungan dalam melakukan tugas-tugas pembelajaran

15 s/d 17

Program content Kesesuaian isi program dengan yang ditawarkan

Lama waktu pelatihan dengan kompetensi yang harus dicapai

Kesesuaian program dengan biaya pelatihan

18 s/d 20

2.)       Test-retest

Test-retest dilakukan dalam rangka pengujian reliabilitas instrumen/kuesioner, karena test-retest adalah salah satu metode pengujin reliabilitas instrumen/kuesioner. Pengujian reliabilitas dilakukan dengan cara mencobakan kusioner beberapa kali pada responden. Dalam hal ini kuesionernya sama respondennya sama, waktunya yang berbeda. Tingkat reliabilitasnya diperoleh dari korelasi antara percobaan pertama dengan percobaan berikutnya. Jika tingkat reliabilitasnya belum memenuhi syarat kemudian dilakukan revisi terhadap kuesioner untuk kemudian dilakukan test-retest.

3.)       Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan instrumen/ angket kepada responden yang berisi sejumlah pernyataan/ pernyataan untuk dijawab/ditanggapi oleh responden.  Pertayaan/pernyataan dalam kuesioner harus dapat digunakan untuk mengukur variabel, yang dijabarkan kedalam indikator-indikator variabel.

Di bawah adalah contoh lengkap angket/kuesioner untuk pengukuran kepuasan peserta pelatihan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANGKET

PENGUKURAN KEPUASAN PESERTA PELATIHAN

Dalam rangka perbaikan berkelanjutan penyelenggaraan pelatihan sesuai dengan kebutuhan instruktur maka dengan ini kami mohon Anda dapat membantu kami dengan sungguh-sungguh dan ketulusan hati serta berdasarkan pertimbangan yang matang mengisi lembar isian di bawah ini. Untuk itu kami ucapkan terima kasih.

Kejuruan

:

 

Mulai pelaksanaan diklat

:

………………………………………………………………………..

Akhir pelaksanaan diklat

:

………………………………………………………………………..

Tanggal pengukuran

:

………………………………………………………………………..

 

 

Jawablah dengan menggunakan tanda Ö  pada kotak pilihan jawaban dengan   ketentuan:

5      = sangat memuaskan

4      = memuaskan

3      = cukup memuaskan

2      = tidak memuaskan

1      = sangat tidak memuaskan

 

 

  1. Program Pelatihan

NO.

INDIKATOR

HARAPAN

KENYATAAN

5

4

3

2

1

5

4

3

2

1

1.

Kesesuaian isi program dengan yang ditawarkan

 

2.

Lama waktu pelatihan dengan kompetensi yang harus dicapai

3.

Kesesuaian program dengan biaya pelatihan

 

 

  1. Fasilitas Pelatihan

NO.

INDIKATOR

HARAPAN

KENYATAAN

5

4

3

2

1

5

4

3

2

1

1.

Ketersediaan mesin dan peralatan

2

Ketersediaan alat bantu

3

Ketersediaan alat-alat keselamatan kerja

4

Kebersihan toilet

5

Ketersediaan sarana ibadah

 

  1. Training materials

NO.

INDIKATOR

HARAPAN

KENYATAAN

5

4

3

2

1

5

4

3

2

1

1

Kecukupan bahan pelatihan pelatihan

2

Ketepatan waktu penerimaan bahan pelatihan

3

Kelengkapan modul pelatihan

4

Ketepatan waktu penerimaan modul pelatihan

 

  1. Training methods

NO.

INDIKATOR

HARAPAN

KENYATAAN

5

4

3

2

1

5

4

3

2

1

12.

Kejelasan dalam menerima materi pembelajaran yang diberikan

13.

Kejelasan tugas-tugas pembelajaran yang diberikan

14.

Kenyamanan lingkungan dalam melakukas tugas-tugas pembelajaran

25.

 

 

E. Instruktur

NO.

INDIKATOR

HARAPAN

KENYATAAN

5

4

3

2

1

5

4

3

2

1

1.

Penguasaan kompetensi

2.

Keramahan dan simpatik

3.

Perlakuan adil terhadap peserta

  4.

Cepat tanggap dalam membantu peserta

  5. Mendengar keluhan peserta

 

F     PEMBOBOTAN

Berikan pembobotan terhadap seluruh variabel di bawah ini dilihat dari tingkat kepentingan   menurut persepsi Anda secara persentase.

NO

VARIABEL

BESARNYA BOBOT

1.

Program pelatihan

………………….%

2.

Fasilitas pelatihan

………………….%

3.

Training materials

………………….%

4.

Training methods

………………….%

5.

Instruktur

………………….%

JUMLAH

100%

 

4.)       Pengolahan data

  • Indeks Kepuasan Tiap variabel

Setelah kuesioner dibagikan dan diisi oleh responden, maka jawaban responden ditabulasikan untuk masing-masing indikator/ pertanyaan/pernyataan dalam setiap variabel, baik untuk jawaban yang diharapkan maupun jawaban aktual. Contoh di bawah adalah hasil tabulasi dari jawaban responden dalam kelompok variabel program pelatihan, baik jawaban yang diharapkan maupun aktualnya. Pengolahan data tersebut dapat dilakukan secara manual menggunakan program excel ataupun menggunakan program SPSS.

 

Indeks kepuasan program yang diharapkan

Indeks kepuasan program aktual

 

Demikian juga dilakukan hal yang sama untuk variabel-variabel lainnya, seperti fasilitas pelatihan, training materials, training methods dan instruktur.

 

  • Perhitungan Bobot

Selanjutnya tabulasikan bobot untuk masing-masing variabel, dan dibuat rata-ratanya.

Misal, setelah ditabulasi dan dirata-ratakan, didapat pembobotan seperti di bawah ini.

Contoh perhitungan bobot dari 10 orang responden

 

 

 

Berarti bobot untuk masing-masing variabel adalah seperti di bawahi ini:

 

NO

VARIABEL

BESARNYA BOBOT

1.

Program pelatihan

13,4 %

2.

Fasilitas pelatihan

11,7 %

3.

Training materials

12,9 %

4.

Training methods

29,5 %

5.

Instruktur

32,5 %

JUMLAH

100%

 

 

  • Indeks Kepuasan Total

Jika pengolahan data telah dilakukan untuk semua variabel dan untuk bobotnya, maka dapat diperoleh score yang diharapkan dan score aktual, dengan jalan mengalikan indeks kepuasan rata-rata yang diharapkan dan indeks kepuasan rata-rata aktual dengan bobot .

Di bawah ini adalah contoh perhitungan score yang diharapkan dan score aktual untuk masing-masing variabel.

 

 

 

 

 

Variabel

Bobot

Rata-rata diharapkan

Rata-rata aktual

Score diharapkan

Score   aktual

Prog. pelatihan

0,134

4,543

2,986

0,609

0.400

Fasilitas Pel.

0,117

4,237

4,119

0,496

0,482

Tr. materials

0,129

4,675

3,451

0,603

0,445

Tr. methods

0,295

4,652

3,331

1,372

0,983

Instruktur

0,325

4,833

3,112

1,571

 

1,011

 

Jumlah bobot seluruh variabel = 1

Score diharapkan = rata-rata diharapkan x bobot

Score aktual        = rata-rata aktual X bobot

 

 

 

Catatan:     Angka-angka untuk variabel program pelatihan dan bobot diambil dari contoh    perhitungan di atas, sedangkan untuk variabel fasilitas pelatihan, training materials, training metods dan instruktur diambil secara acak

 

Jika score yang diharapkan dan score aktual masing-masing dijumlahkan untuk semua variable, maka  indeks kepuasan total dapat dihitung dengan jalan membagi jumlah score total dengan jumlah score yang diharapkan, seperti contoh di bawah ini:

 

Variabel

Score diharapkan

Score   aktual

Prog. pelatihan

0,609

0,400

Fasilitas Pel.

0,496

0,482

Tr. materials

0,603

0,445

Tr. methods

1,372

0,983

Instruktur

1,571

1,011

Jumlah:

0,930

0,664

 

Score rata-rata aktual

Indeks Kepuasan Total = ——————————-

Score rata-rata diharapkan

 

0,664

Indeks Kepuasan Total = ———– X 100 %  = 71,4 %

0,930

  • Analisis gap

Gap adalah selisih antara score yang diharapkan dengan score aktual. Makin besar selisih antara keduanya berarti diperlukan usaha yang lebih keras lagi harus dilakukan untuk indikator atau variabel tersebut. Contoh di bawah ini adalah gap yang diperoleh untuk masing-masing variabel.

Variabel

Score diharapkan

Score   aktual

Gap

Prog. pelatihan

0,609

0,400

0,209

Fasilitas Pelatihan

0,496

0,482

0,014

Training materials

0,603

0,445

0,158

Training methods

1,372

0,983

0,389

Instruktur

1,571

1,011

0,560

 

 

 

  • Indeks Kepuasan Tiap Variable

Indeks kepuasan tiap variabel diperoleh dari score aktual dibagi score yang diharapkan untuk masing-masing variabel, seperti terlihat dapa tabel di bawah:

 

 

Variabel

Score diharapkan

Score aktual

Indeks kepuasan tiap variabel

Prog. pelatihan

0,609

0,400

0,66

Fasilitas Pel.

0,496

0,482

0,97

Tr. materials

0,603

0,445

0,74

Tr. methods

1,372

0,983

0,72

Instruktur

1,571

1,011

0,643

Score aktual dibagi score diharapkan

 

 

 

  • Matriks Kepuasan Strategis

Langkah selanjutnya adalah membuat matriks kepuasan strategis dengan menggabungkan indeks kepuasan tiap variabel dan bobotnya masing-masing dalam sumbu horisontal dan vertikal, seperti ilustrasi di bawah ini:

Ilustrasi indeks kepuasan tiap variabel dan bobotnya

 

Variabel

Bobot

Indeks kepuasan tiap variabel

Dlm %

Prog. pelatihan

0,134

0,66

66%

Fasilitas Pel.

0,117

0,97

97%

Tr.materials

0,129

0,74

74%

Tr. methods

0,295

0,72

72%

Instruktur

0,325

0,643

64%

Sumbu horisontal

Sumbu vertikal

 

 

 

 

 

Matriks kepuasan strategis

 

 

 

 

 

 

Fasilitas  
 

 

 

 

 

     
 

 

 

 

 

 

Training materials

 

 

Tr. methods

 
 

 

 

 

 

Program    

Instruktur

 

 

 

Jika masing-masing koordinat titik yang dibentuk dari bobot dan indeks kepuasan tiap variabel berada pada kuadran I, II, III atau kuadran IV, maka kesimpulannya dapat dilihat pada matriks di bawah, yang dapat menjadi acuan dalam merencanakan kegiatan yang akan datang.

 

 

 

 

 

REDUCE FOCUS

Fasilitas

MAINTAIN

 

 

 

 

 

     
 

 

 

IMPROVE

 

 

 

Training materials

PRIORITY TO IMPROVE

 

Tr. method

 
 

 

 

 

 

Program    

Instruktur

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

SUMBER-SUMBER LAIN

YANG DIPERLUKAN UNTUK PENCAPAIAN KOMPETENSI

 

 

  1. A.           SUMBER-SUMBER PERPUSTAKAAN

 

  1. Daftar Pustaka
    1. Mengevaluasi pelaksanaan program pelatihan, materi pembelajaran bidang metodologi pelatihan, direktorat Bina Intala, 2006
    2. Metode penelitian bisnis, Prof. Dr. Sugiyono, CV Alfabeta, Bandung, 2006
    3. Catatan dan presentasi seminar CSS IGI, 2006

 

  1. 2.           Buku Referensi

NIL

 

  1. B.           DAFTAR PERALATAN/MESIN DAN BAHAN           

 

Daftar Peralatan/Mesin

 

No.

Nama Peralatan/Mesin

Keterangan

Laptop, infocus, laserpointer Untuk di ruang teori
Laptop Untuk setiap peserta
Fasilitas internet, komunikasi telepon  
Kalkulator Untuk setiap peserta
Printer  
Hechmachine (stapler/penjepret) 24 dan 10  
Pelubang kertas  
Penjepit kertas ukuran kecil dan sedang  
Standar chart dan kelengkapannya  

 

Daftar Bahan

 

No. Nama Bahan Keterangan
File/berkas/dokumen kegiatan pelatihan  
Kuesioner  
Kertas HVS A4  
Blangko-blangko check list  
Blangko pengolahan data  

 

 

TIM PENYUSUN

 

 

No.

Nama

Institusi

Keterangan

Bambang Purwoprasetyo Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Robert B. Sitorus Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Rubito Asosiasi Instruktur Metodologi Pelatihan (AIMP)  
Ali Darokah BBPLKDN Bandung  
Annoordin BBPLKDN Bandung  
Herwadi BBPLKDN Bandung  
Rahmat Sudjali Badan Nasional Sertifikasi Profesi  
Darma Setiawan Badan Nasional Sertifikasi Profesi  
Sjahruddin Kaliky BBLKI Serang  
  1. 10.
Bambang Trianto BBLKI Serang  
  1. 11.
Muh. Yasir BBPLKLN Cevest Bekasi  
  1. 12.
Karyaman BBPLKLN Cevest Bekasi  
  1. 13.
Subandi Dit. Stankomproglat  
  1. 14.
Bayu Priantoko Dit. Stankomproglat  
  1. 15.
Atiek Chrisnarini Biro Hukum Depnakertrans  
  1. 16.
Senggono BLK Pasar Rebo  

Testimoni

artikel lainnya Mengevaluasi Pelaksanaan Program Pelatihan PLK.MP02.012.01

Friday 22 May 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR PROGRAMMER KOMPUTER       MEMBUAT PROGRAM MULTIMEDIA…

Friday 2 December 2016 | blog

Undang-Undang Dasar NRI 1945* Pasal 28 Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan…

Wednesday 13 August 2014 | blog

BAB I INTERNET A. Jaringan Komputer dan Internet Kata internet mungkin terdengar tidak asing bagi Anda.…

Friday 6 March 2015 | blog

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR TELEMATIKA SUB SEKTOR JARINGAN KOMPUTER DAN SISTEM ADMINISTRASI     MENGINSTALASI…